[SF] Two of Us – Chapter 21

Chapter 21

Kyuhyun tidak bisa menghilangkan bau amis darah dari tubuhnya.

Walaupun dia sudah membersihkannya berulang-kali. Ia menatap refleksi dirinya pada cermin di kamar mandi. Dengan rambut yang masih basah dan sudah mengenakan pakaian yang baru –karena pakaian sebelumnya hampir keseluruhannya dipenuhi oleh darah. Well, pakaian itu milik Siwon.

Entah sebuah keberuntungan atau hanya kebetulan semata, Siwon membawa satu tas berisi pakaian di mobilnya. Dan Siwon menyuruh Kyuhyun memakai pakaiannya dibandingkan ia harus menunggu Donghae membawakan pakaian lainnya. Oh, Kyuhyun harus membuang pakaian tersebut. Mungkin harus membakarnya.

Perlahan ia menghembuskan nafas panjang, lalu beranjak meninggalkan kamar mandi tersebut.

Kyuhyun menutup pintu dengan perlahan dan menatap Siwon yang berada di dekat jendela besar kamar hotel yang tengah sibuk dengan ponselnya. Dari nada bicaranya, Siwon masih terdengar begitu marah dengan kejadian beberapa jam lalu.

Kejadian di mana sasaengfan berhasil masuk ke lobby St. Heaven dan hendak melemparkan balon besar berisi cairan darah ke pada Siwon. Namun, Kyuhyun berhasil menghentikannya, walaupun pada akhirnya ia yang harus terkena balon darah tersebut. Setelah petugas keamanan membawa sasaengfan itu pergi –mungkin ke kantor polisi– Siwon segera membawa Kyuhyun pergi meninggalkan St. Heaven dengan jaket sang penulis menutupi kepalanya.

Awalnya, Kyuhyun berpikir kalau Siwon akan membawanya pulang ke apartment, tapi siapa sangka kalau mereka berakhir di sebuah kamar hotel mewah yang lokasinya tidak jauh dari gedung St. Heaven. Mungkin karena Siwon pikir Kyuhyun harus segera membersihkan diri, jadi ia membawanya ke hotel terdekat.

Kyuhyun hendak memanggil Siwon, ketika ia mendengar suara bel pintu. Siwon menoleh dan memberi isyarat agar Kyuhyun membukakan pintu.

Itu adalah pegawai hotel yang datang membawakan makanan yang sudah dipesan oleh Siwon sebelumnya. Sang pegawai mendorong trolley menuju meja makan dan menatap beberapa menu yang dibawanya. Setelah selesai, pegawai tersebut langsung meninggalkan kamar tersebut.

Kyuhyun menatap makanan yang sudah tersaji.

“Kau belum makan siang, bukan?” ujar Siwon yang telah menyudahi pembicaraannya. Nada bicaranya pun sudah berbeda. Pria itu menghampiri Kyuhyun. “Makanlah..”

Kemudian Kyuhyun menoleh pada Siwon. “Aku harus kembali ke kantor. Selain itu…”

“Donghae tengah mengurus masalah sasaengfan itu. Mereka membawanya ke kantor polisi. Mungkin kau akan mendapatkan laporannya dari salah satu bawahanmu,” tukas Siwon sembari menarik satu kursi untuk Kyuhyun dan ia duduk di kursi lainnya. “Jadi, makanlah.”

“Seharusnya aku bertemu dengan Pengacara Kim,” ucap Kyuhyun.

Siwon lalu menyodorkan ponselnya pada Kyuhyun. “Hubungi dia dan atur ulang jadwalnya. Oh ya, ponselmu sepertinya rusak. Donghae juga akan mengurus hal itu.” Well, Siwon melihat ponsel Kyuhyun yang terkena imbas dari cairan darah itu. Dan sepertinya memang harus diganti.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. Oh, Siwon terlalu keras kepala. Ia mengambil ponsel tersebut dan mengetik pesan singkat pada Heechul. Ia tidak menjelaskan banyak, tapi Kyuhyun akan punya waktu untuk menjelaskannya secara langsung nanti.

Kemudian ia mengembalikan ponsel itu pada Siwon. Sang penulis tersenyum tipis dan mengambil sumpit. “Duduklah..”

Kyuhyun duduk di kursi dengan menggerutu. Dan ketika Siwon tiba-tiba mendekatinya, Kyuhyun berusaha untuk menjaga jarak. “A-apa yang kau lakukan?”

Siwon menghela nafas. “Hanya memastikan. Sepertinya di tas ada botol parfum. Kenapa kau tidak memakainya?” tanyanya sembari memulai melahap makan siang.

Kyuhyun terdiam lalu mencium aroma tubuhnya sendiri. Mungkinkah bau amisnya masih tercium jelas. Karena itu, Siwon menyuruhnya memakai parfum.

Siwon meliriknya sekilas. “Sudah tidak tercium bau amis lagi.”

“Be-benarkah? Baunya sama saja. Mungkin hidungku…”

“Tidak ada bau amis yang tercium, Kyuhyun. Percayalah padaku. Lagipula aku menyarankanmu memakai parfumku agar kau tidak berpikir bahwa bau amis itu bisa tercium. Apa kau ingin memakainnya –hanya untuk berjaga-jaga saja?”

Kyuhyun mendesah. Ia menatap piringnya yang masih kosong. “Nanti saja.”

Siwon kemudian menaruh sedikit porsi makanan ke piring Kyuhyun. “Kalau begitu makan saja dulu. Donghae akan ke sini setelah urusan di kantor polisi selesai.”

*****

Donghae menghampiri Gil yang tengah berbicara melalui telepon di koridor kantor polisi. Mereka baru saja menyelesaikan laporan kejadian di St. Heaven. Walaupun Donghae sebenarnya tidak begitu yakin bahwa sasaengfan itu akan mendapatkan hukuman yang setimpal, tapi setidaknya dengan pelaporan ini akan membuat efek jera.

“Editor Gil…”

Gil menoleh dan menekan tombol hold pada ponselnya. “Ya, Agent Lee?”

“Aku akan menemui Siwon. Dia membawa Editor Cho ke salah satu hotel dekat kantor St. Heaven. Kau mau ikut denganku?” tanya Donghae.

“Ah, saya harus kembali ke kantor. Yoon sedang mengurus tas serta mobil Kepala Editor. Anda bisa memberitahunya ke hotel mana Penulis Choi membawa Kepala Editor. Itu akan memudahkan Kepala Editor. Direksi akan meminta penjelasan tentang kejadian tadi, jadi saya harus kembali ke kantor.”

Donghae menghembuskan nafas. Karena kejadian itu terjadi di lobby St. Heaven, jadi ia yakin bahwa semua orang sudah mengetahuinya. Termasuk Direksi St. Heaven. “Tidak akan ada masalah, bukan? Maksudku, Editor Cho hanya berusaha melindungi Siwon.”

“Saya rasa Kepala Editor tidak akan mendapatkan masalah. Berbeda dengan bagian keamanan. Tapi mungkin yang sedikit mengkhawatirkan kejadian ini akan tersebar ke luar St. Heaven. Jadi, pihak Direksi mungkin akan memutuskan langkah antisipasi,” tutur Gil.

Well, itu benar. Jika kejadian ini sampai tersebar ke publik, Donghae pikir itu akan mempengaruhi peluncuran novel Siwon yang akan dilaksanakan dalam hitungan minggu. Terlebih St. Heaven sudah bekerja keras selama hampir setahun.

Donghae mengangguk kecil. “Baiklah. Aku akan mengirim pesan ke Yoon terkait hotel tersebut.”

Gil tersenyum tipis dan mengangguk. Kemudian Donghae meninggalkan kantor polisi dengan langkah berat. Ini pertama kali baginya menginjakkan kaki ke kantor polisi, terlebih mengurus tentang ulah sasaengfan. Mereka mungkin sudah sering mendapatkan ulah ekstrim seperti ini, tapi Siwon sama sekali tidak berniat melaporkannya ke polisi.

Tapi sepertinya kejadian di ruang publik tadi, membuat Siwon cukup geram. Selain itu, Kyuhyun sudah dua kali terkena imbas dari ulah sasaengfan tersebut.

*****

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang tengah menyemprotkan parfum ke arah tubuhnya. Parfum milik Siwon.

Heck, Siwon tidak pernah menyangka bahwa ia akan melihat orang lain akan mengenakan pakaiannya. Oh, dan juga parfum miliknya. Ia termasuk orang yang begitu menjaga semua barang-barang pribadi miliknya. Bahkan jika Donghae harus meminjam pakaian atau hal lainnya, Siwon akan melarangnya dengan keras. Tapi kenapa hal ini begitu berbeda dengan Kyuhyun?

Sang editor memakai kemeja polos berwarna biru lembut yang terlihat cukup besar di tubuhnya dengan celana jeans panjang. Lengan kemejanya digulung hingga siku dan dua kancing atas dibiarkan terbuka –memperlihatkan bagian leher Kyuhyun. Rambutnya hitam pendeknya yang hampir kering, membuat Kyuhyun terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya.

Well, Siwon memang cukup sering melihat Kyuhyun dengan pakaian semi-formal atau bahkan terlihat casual. Tapi ini adalah pemandangan yang berbeda.

“Kenapa kau menatapku begitu?” tanya Kyuhyun yang menyimpan parfum Siwon di tas.

Siwon hanya menggeleng. “Bukan apa-apa. Hanya saja, kau mungkin harus lebih sering memakai pakaian seperti ini. Maksudku, agak terlihat lebih santai. Kau terlihat jauh lebih muda dari usiamu. Orang lain bahkan tidak akan percaya jika mengetahui kalau kau sudah mempunyai seorang anak.”

“Aku terkadang berpakian kasual. Tapi tidak bisa setiap hari. Dan aku masih cukup muda. Tigapuluhdelapan bukanlah usia yang tua,” sahut Kyuhyun yang kemudian meraih ponselnya di atas coffee table.

Kyuhyun mendesah berat. Ponselnya tidak bisa menyala. Padahal ada begitu banyak nomor, catatan serta beberapa pesan penting di dalam ponsel tersebut. Dia harus segera melakukan back-up dan memasukkannya ke ponsel barunya.

Siwon menghampiri Kyuhyun dan mengambil ponsel tersebut. “Donghae akan memperbaikinya. Dia akan memastikan tidak ada data yang hilang.”

“Aku bisa melakukannya sendiri, Siwon. Kembalikan…”

Tapi Siwon menolaknya. “Ponselmu rusak karena ulah sasaengfan itu. Jadi, kami harus bertanggung-jawab. Lagipula hanya ponsel.”

Kyuhyun menatap Siwon lekat. Oh, ia tahu kalau Siwon tidak akan menyerah begitu saja. Dan Kyuhyun sedang tidak ingin berdebat dengan Siwon. Untuk saat ini. “Terserah kau saja,” gumamnya.

Siwon menyeringai lalu memasukkan ponsel itu ke tas miliknya. Sekilas ia mencium aroma parfum miliknya di tubuh Kyuhyun. oh, rasanya benar-benar aneh. Mungkin Siwon tidak harus mengusulkan Kyuhyun memakai parfumnya.

Ia kembali menatap Kyuhyun yang hendak duduk di sofa. “Bagaimana dengan pakaianmu?”

“Masih di kamar mandi. Tapi sudah kumasukkan ke kantung plastic. Harus segera dibakar. Jika dicuci pun, noda darahnya tidak akan bisa hilang,” ujar Kyuhyun sembari menyandarkan kepalanya. “Jaketmu kusimpan di kantung terpisah.”

Oh, hari ini terasa begitu panjang. Dan Kyuhyun masih mempunyai banyak pekerjaan yang menumpuk. Hell, mungkin besok dia harus lembur lagi.

Siwon memperhatikan Kyuhyun sejenak lalu berdiri di hadapannya. Kyuhyun terlihat hampir menutup matanya. Pria itu terlihat kelelahan.

“Kau ingin pulang? Yoon mengirim pesan kalau dia akan mengantarkan mobilmu ke sini. Mungkin dia akan menitipkan kuncinya di meja resepsionis.

Kyuhyun hanya menggumam pelan. Matanya sudah terpejam. Siwon lalu mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan balasan pada Yoon. Ia mengatakan agar membawa mobil Kyuhyun ke apartmentnya saja. Dengan kondisi seperti ini, Kyuhyun tidak bisa menyetir seorang diri.

“Aku menyuruh Yoon membawa mobilmu ke apartment,” ujar Siwon setelah ia mendapat balasan dari Yoon.

Kyuhyun sontak membuka matanya dan menatap Siwon lekat. “Kenapa? Aku bisa menyetir.”

“Tidak dengan kondisi lelah seperti ini. Kau bisa tidur sejenak hingga Donghae sampai.”

Kyuhyun kembali memejamkan matanya. “Jika kau menyuruhku tidur sekarang, bukankah aku bisa menyetir nanti?”

Siwon menghembuskan nafas lalu mengambil duduk di sisi Kyuhyun. Ia mengabaikan ucapan Kyuhyun tadi, dan malah melontakan pertanyaan lainnya. “Kyuhyun, apa kau baik-baik saja?”

Kyuhyun hanya menggumam lagi. Siwon menarik nafas perlahan. Sepertinya Kyuhyun masih dalam tahap mengabaikannya. Walaupun pria itu melindunginya, tapi kejadian beberapa hari lalu tidak akan mudah dilupakan.

“Kau masih marah padaku? Karena ciuman itu? Dan karena permintaan maafku,” ucap Siwon pelan. Setengah berbisik.

Kyuhyun terdiam sejenak. Siwon kembali mengungkit pembicaraan mereka sebelumnya. Ia berpikir hari ini tidak akan mengingatkannya, terlebih dia juga sedikit menghindari Siwon dengan menghadiri pertemuan dengan beberapa penulis baru. Tapi sepertinya Tuhan selalu mempunyai cara lain.

“Apa kau akan berusaha meminta maaf lagi?”

“Jika kau menginginkannya. Bagaimana kau ingin aku meminta maaf?”

“Jangan lakukan. Jika kau meminta maaf karena aku yang menyuruhmu, maka jangan meminta maaf. Lakukan dengan sepenuh hatimu. Setelah kau memikirkannya, kau bisa meminta maaf. Maaf yang sesungguhnya,” ucap Kyuhyun pelan. Kemudian ia membuka matanya dan menoleh pada Siwon.

“Aku sudah pernah mengatakan padamu sebelumnya, bukan? Aku bisa memaafkan segala kesalahan, tapi ada beberapa kesalahan yang tidak akan pernah bisa kuterima. Pikirkan hal itu, Siwon.”

Siwon memandangi Kyuhyun cukup lama, memperhatikan ekspresi serius sang editor. Kyuhyun sangat serius dengan ucapannya. Jadi, Siwon tidak bisa mengacaukannya sekali lagi. Kemudian ia mengangguk kecil.

Kyuhyun kembali memejamkan matanya. Menunggu sampai Donghae tiba dan mungkin ia bisa pulang dengan taksi. Tidak peduli jika Siwon memaksanya untuk mengantarkannya pulang.

*****

Kyuhyun menatap ponsel barunya yang dikirimkan oleh Donghae –well, melalui kurir. Dan ia sudah memeriksa semua data di ponsel tersebut sama persis dengan ponsel sebelumnya. Walaupun Kyuhyun merasa tidak enak hati memakainya, tapi ia juga tidak bisa menolak.

“Pak…” Yoon membuka pintu setelah mengetuk beberapa-kali.

Kyuhyun mengangkat kepala dan menatap Yoon yang berdiri di ambang pintu. “Ya?”

“Naskah Wildest Dream of A Man yang direvisi baru saja sampai. Apa anda ingin langsung memeriksanya? Ji Hoon sunbae bilang kalau anda ingin memeriksanya terlebih dahulu,” ujarnya.

Kyuhyun menarik nafas dan mengangguk kecil. Kemudian Yoon memasuki ruangan dengan membawa satu amplop coklat besar berisi naskah. Ia menaruhnya di atas meja kerja Kyuhyun. Sang Kepala Editor langsung membuka amplop tersebut dan mengeluarkan naskah tersebut.

“Ji Hoon sudah membuat janji pertemuan lagi dengan penulisnya?” tanya Kyuhyun sembari membuka-buka halaman awal naskah tersebut.

Yoon menggumam pelan. “Saya belum melihat jadwalnya, Pak. Tapi nanti saya akan tanyakan pada Ji Hoon sunbae.”

Kyuhyun kembali mengangguk dan menatap Yoon. “Okay. Aku akan memeriksanya sekarang, kembalilah bekerja.”

Yoon mengangguk lalu beranjak meninggalkan ruang kerja Kyuhyun. Sedangkan sang pemilik ruangan tersebut mengambil kacamatanya untuk memulai pekerjaannya hari ini.

*****

Donghae menoleh pada Siwon yang masih sibuk mengetik di meja kerjanya ketika ia bertanya tentang kelanjutan laporan kemarin. Tentang kejadian di St. Heaven. Donghae menarik nafas perlahan lalu kembali pada dokumen yang tengah diperiksa olehnya.

“Aku belum mendengar kabar apa pun. Tapi kurasa kita membutuhkan pengacara. Itu pun jika sasaengfan itu melakukan perlawanan hukum,” ujar Donghae.

Tangan Siwon berhenti mengetik.Ia menatap Donghae dengan kerutan di kening. “Perlawanan hukum? Apa saat pemeriksaan kemarin, dia mengajukan keberatan?”

“Dengan rekaman CCTV St. Heaven, semua pembelaannya tidak berguna. Tapi kurasa dia tidak akan menyerah. Ketika kasus ini naik menjadi penyidikan, kupikir dia atau orangtuanya akan menyewa pengacara. Atau dia akan mendapatkan satu dari pengacara publik.”

Siwon mendesah. “Apa orangtuanya datang ke kantor polisi?”

“Begitulah. Tapi aku hanya melihat mereka sekilas sebelum aku pergi. Mau kutanyakan pada salah satu petugas keamanan St. Heaven yang ikut melakukan pemeriksaan kemarin?”

Siwon menggeleng. Tangannya kembali mengetik. “Jika kita membutuhkan pengacara, kau bisa mencari yang terbaik di Seoul.” Namun, kemudian ia teringat kalau Kyuhyun mengenal seorang pengacara yang merupakan senior di kampusnya sekaligus yang mengurus perceraiannya.

“Atau kau bisa menghubungi pengacara yang dikenal oleh Kyuhyun.”

Donghae kembali menatap Siwon dan mengernyit.

*****

Min Hyun mendengar tentang kejadian kemarin yang melibatkan Kyuhyun, Penulis Choi dan seorang sasaengfan. Walaupun semua orang terlihat berusaha untuk tidak membicarakan, tapi tetap saja ada orang-orang yang suka bergosip. Dan ketika ia menanyakan tentang kejadian itu pada Gil, sang editor tidak mengatakan apapun. Tapi Gil tidak mengatakan bantahan apa pun mengenai hal tersebut.

Jadi, setelah ia selesai meeting dengan Gil dan beberapa orang dari PR, Min Hyun menuju ruang kerja Kyuhyun. Namun, seorang editor tiba-tiba menghalangi langkahnya.

“Anda membutuhkan sesuatu, Penulis Kang?” tanya Ji Hoon.

Min Hyun menatap editor muda tersebut. “Aku ingin bertemu dengan Kepala Editor Cho. Hanya untuk pembicaraan singkat.”

“Maaf, Penulis Kang. Tapi Kepala Editor sedang sibuk dan mengatakan bahwa ia tidak bisa menerima kunjungan dari siapa pun. Jika anda mempunyai pesan, akan saya sampaikan,” tutur Ji Hoon.

Min Hyun mendesah berat. Ia melihat sekeliling ruangan besar tersebut. Hampir semua editor terlihat sedang sibuk bekerja. Walaupun ia juga ada melihat ada beberapa yang melirik ke arahnya. Min Hyun kembali menatap pada Ji Hoon.

“Jika aku tidak bisa bertemu dengan Kepala Editor Cho, apa aku juga tidak bisa menemui mantan suamiku?”

Ji Hoon terdiam sejenak. Oh, ia tidak pernah menyangka kalau Kang Min Hyun akan menggunakan alasan rendah seperti itu hanya untuk bertemu dengan Kyuhyun. Terlebih dengan semua perjalanan hubungan antara Min Hyun dan Kyuhyun selama ini. Well, semua editor melihat bagaimana Kyuhyun tetap berusaha memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Tapi sepertinya mantan istrinya tidak bisa melakukan hal serupa.

“Jika anda ingin menemui mantan suami anda, bukankah seharusnya anda membuat janji di luar St. Heaven? Anda harus bisa memisahkan antara professionalitas pekerjaan dengan urusan pribadi, Min Hyun-sshi.”

Min Hyun terlihat terkejut dengan ucapan Ji Hoon. Oh, sebelumnya dia tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini.

“Ada apa Ji Hoon?” tanya Gil yang baru saja kembali dari ruang  meeting.

Ji Hoon menatap Gil yang berjalan mendekat. “Penulis Kang ingin bertemu dengan Kepala Editor. Tapi sesuai instruksi Kepala Editor sebelumnya, jadi saya melarangnya untuk memasuki ruangan Kepala Editor dan mengatakan bahwa Penulis Kang bisa membuat janji pertemuan terpisah di luar St. Heaven.”

Gil melirik Min Hyun. Dia pikir kalau Min Hyun akan bertanya langsung pada Kyuhyun perihal kejadian kemarin. Setelah Gil mengabaikan semua pertanyaan sang penulis itu selama meeting. Gil dan Im dari PR bahkan berusaha untuk mengalihkan topic pembicaraan tiap kali Min Hyun bertanya.

“Anda ingin membuat janji pertemuan dengan Kepala Editor, Penulis Kang? Saya bisa mengaturnya setelah Kepala Editor menyetujuinya,” ucap Gil.

Min Hyun mendengus. Oh, semua bawahan Kyuhyun benar-benar melindungi atasannya. Perlahan ia menarik nafas dan menghembuskannya. Min Hyun berusaha untuk tetap terlihat tenang.

Kemudian ia tersenyum tipis dan menggeleng. “Tidak, aku bisa menghubunginya nanti.”

*****

Siwon melihat Kyuhyun yang berjalan seorang diri menuju gedung apartment. Dari pakaiannya, sepertinya Kyuhyun baru pulang. Tapi yang membuat Siwon bingung, kenapa Kyuhyun berjalan kaki dan tidak mengendarai mobilnya. Ia mempercepat langkahnya agar bisa menghampiri Kyuhyun dengan hati-hati, karena Siwon membawa satu kantung berisi makan malamnya. Well, Siwon malas memasak dan ia tidak ingin makan malam dengan ramyeon.

“Kau baru pulang?” tanya Siwon yang membuat Kyuhyun terkejut.

Well, sangat terkejut karena Kyuhyun melonjak dan hampir berteriak. Siwon menatap Kyuhyun lekat. “Apa aku mengagetimu?”

Kyuhyun berkedip beberapa-kali. Itu adalah sebuah pertanyaan bodoh. “Menurutmu?” sahutnya dengan jengkel lalu kembali berjalan.

Siwon hanya terkekeh dan berjalan di sisi Kyuhyun. “Maaf. Kau baru pulang dari St. Heaven? Tidak membawa mobilmu?”

“Mobil sudah terparkir di basement. Aku pergi makan jjampong.”

“Oh, benarkah? Aku baru saja membeli jjajangmyeon dan dumpling,” tukas Siwon seraya mengangkat kantung yang dibawanya.

Kyuhyun hanya mengangguk kecil. Lalu situasinya menjadi sunyi dan sangat canggung. Keduanya berjalan di sisi jalan yang menuju pintu masuk gedung apartment. Angin malam berhembus lembut. Membuat rambut hitam Kyuhyun sedikit berantakan.

Oh, Siwon baru menyadari kalau Kyuhyun memakai kacamatanya. Ia sangat menyukai melihat Kyuhyun dengan kacamatanya. Rasanya pria itu memberi kesan hangat dibandingkan saat Kyuhyun melepasnya.

“Kau…” ucap Siwon pelan. “Ponselnya tidak mengecewakan, bukan? Maksudnya… Aku meminta Donghae untuk menggantinya dengan tipe baru.”

Kyuhyun menggumam. “Ponselnya terlihat mahal. Kau hanya perlu menggantinya dengan tipe yang sama. Tapi terima kasih.”

Siwon tersenyum tipis. Paling tidak, Kyuhyun tidak menolak pemberiannya.

Dan siapa yang menyangka hanya dengan pembicaraan singkat dan lebih banyak diam yang canggung mereka tiba di pintu masuk lobby gedung. Namun, mereka bertemu dengan Kang Min Hyun yang sepertinya menunggu Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas berat saat ia melihat sang mantan istri. Dia mendengar kalau Min Hyun berusaha menemuinya tadi siang. Tapi Ji Hoon berhasil menahannya dan memberi alasan kalau Kyuhyun sedang sibuk dan tidak ingin menerima tamu. Well, Kyuhyun memang memberikan instruksi seperti itu, tapi Min Hyun tidak mudah menyerah.

Kyuhyun menghampiri sang mantan istri. Sedangkan Siwon berada beberapa langkah di belakangnya, agar jauh untuk memberikan ruang privasi. Kyuhyun sangat bersyukur atas pengertian Siwon.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

Min Hyun melirik Siwon yang berdiri di belakang Kyuhyun, tapi kemudian beralih fokus pada Kyuhyun. “Aku ingin mengambil beberapa buku cerita Jun. Aku mengirimkan pesan padamu semalam, tapi kau tidak membalasnya.”

“Oh… Aku baru mendapatkan ponselku pagi ini. Aku akan mengantarkannya besok ke sekolah Jun,” ucap Kyuhyun.

Min Hyun mengernyit. “Kenapa kau tidak memberikannya sekarang? Aku menunggumu cukup lama.”

“Itu bukan kesalahanku. Lagipula aku sudah cukup lelah hari ini. Aku akan mengantarkan buku itu ke sekolah besok. Kau bisa pulang sekarang, Min Hyun. Jun pasti sendirian bukan?”

“Tidak, ada Han yang….” Min Hyun kemudian terdiam sebelum ia menyelesaikan ucapannya.

Tapi Kyuhyun tahu persis. Han Pyo bersama Jun di apartment Min Hyun. Rasanya ia ingin tertawa. Sebelumnya Min Hyun beralasan kalau Kyuhyun akan sering meninggalkan Jun sendirian, tapi lihat siapa yang melakukannya?

“Aku tidak ingin berdebat. Pulanglah dan suruh kekasihmu pulang. Jun sudah cukup besar untuk sendirian di rumah. Dia lebih mandiri dari yang kau pikirkan,” ujar Kyuhyun yang kemudian beranjak memasuki lobby.

Saat melihat Kyuhyun meninggalkan mantan istrinya, Siwon juga berjalan memasuki lobby. Ia melirik pada Min Hyun sekilas, sebelum ia mengejar Kyuhyun yang tengah menunggu lift.

*****

Siwon tidak tahu bagaimana ia bisa berakhir di apartment Kyuhyun, duduk di meja di dapurnya sembari memakan jjajangmyeon dan dumpling yang dibelinya sedangkan sang pemilik apartment sedangkan Kyuhyun sedang berganti pakaian.

Siwon hanya mengingat beberapa kata dari pembicaraan mereka beberapa menit lalu di lift. Diantaranya makan malam, soju dan apartment. Entah apa korelasi semua kata-kata itu dari keseluruhan pembicaraan mereka. Jujur, Siwon bahkan sudah tidak lapar lagi.

“Kau belum menghabiskannya,” tukas Kyuhyun yang tiba-tiba muncul dengan membawa satu kantung agar besar. Ia menaruhnya di kursi sebelah Siwon lalu beranjak menuju lemari pendingin dan mengeluarkan dua botol soju.

Siwon melirik kantung tersebut dan menyadari bahwa itu adalah pakaiannya yang dipakai oleh Kyuhyun kemarin. Lalu ia beralih pada Kyuhyun yang mengambil dua gelas kecil. Pria itu terlihat segar. Mungkin karena rambut basahnya dan pakaian kasualnya. Tapi Siwon masih melihat jejak kelelahan di bawah mata Kyuhyun –dibalik kacatamanya.

Siwon kemudian menyingkirkan mangkuk berisi ke jjajangmyeon. “Sepertinya laparnya menghilang begitu saja.”

Kyuhyun menaruh dua botol soju serta dua gelas di atas meja. Ia menatap Siwon dengan bingung tapi tidak berkomentar apa pun. Kyuhyun mengambil duduk di kursi yang berhadapan dengan Siwon. Pria itu mengambil satu botol soju, mengocoknya sebelum membuka tutupnya.

Siwon masih memperhatikan Kyuhyun yang menuangkan soju ke dua gelas dan salah satunya disodorkan padanya. Kyuhyun lalu menenggak habis dalam satu teguka dan mengisi gelasnya lagi.

“Aku teringat sesuatu,” ucap Kyuhyun diikuti oleh tegukan lainnya.

Siwon melirik gelas soju yang belum disentuhnya, sedangkan Kyuhyun sudah mengisi gelasnya yang ketiga. “Tentang apa?”

Kyuhyun lalu menatap Siwon dengan lekat. “Acara peluncuran novelmu. Hotel atau café? Kebanyakan penulis VIP St. Heaven memilih café atau auditorium kecil di universitas –karena tidak semua toko buku bisa menggelar acara seperti itu. Mereka beralasan agar lebih dekat dengan pembaca. Tapi dengan situasimu, kurasa itu tidak memungkinkan, bukan? Jadi, hotel?”

Siwon menyandarkan punggungnya. “Acaranya tidak begitu mewah. Hanya peluncuran buku. Kurasa café tidak akan masalah. Atau mungkin St. Heaven.”

Kyuhyun terdiam. Ia meneguk habis soju gelas keempatnya. “St. Heaven? Kami tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya. Kurasa itu ide yang bagus. Akan kubicarakan dengan Direksi.”

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang kembali menuangkan soju. Untuk gelas kelimanya. Ia berpikir kalau Kyuhyun tidak bisa minum di saat seperti ini. Tapi ia teringat dengan kejadian sebelumnya saat ia berusaha melarang Kyuhyun. Siwon tidak ingin membuat kesalahan yang sama.

“Kyuhyun, kupikir kau sudah cukup banyak minum.”

Kyuhyun menggumam pelan. “Banyak? Ini bahkan belum satu botol, Siwon. Dan kau tidak menyentuh gelasmu.” Lalu ia meneguk habis gelas keenamnya.

Satu botol sudah habis.

“Apa karena mantan istrimu?”

Kyuhyun yang membuka botol kedua menatap Siwon. “Apanya?”

“Alasan kau minum, terlebih besok pagi kau masih harus bekerja. Apa karena mantan istrimu datang?”

Kyuhyun mendengus sembari menuangkan soju ke gelas kosongnya. “Salah satunya. Tapi kurasa itu bukan alasan terbesarnya,” kemudian ia meneguk habis soju. “Mungkin karena alasan yang kau katakan sebelumnya.”

Kening Siwon berkerut. Hal yang dikatakannya? Mengenai apa? Ada banyak hal yang mereka bicarakan selama ini dan tidak semuanya diingat oleh Siwon.

“Mengenai apa?”

Kyuhyun menarik nafas perlahan dan menatap Siwon dengan lekat. “Sexual frustration?”

“Eh???”

Kyuhyun kembali meminum habis soju di dalam gelasnya. Kini isi botol soju kedua hanya tersisa setengah. “Kau mengatakan itu sebelumnya bukan? Ketika aku bertanya tentang bagaimana cara seorang penulis melakukan research. Aku mengakuinya.”

Siwon tidak mengatakan apapun. Heck, entah bagaimana ia harus berkomentar tentang itu. Siwon mengingatnya, tentang pembicaraan mereka minggu kemarin. Tapi ini hanya berbeda beberapa hari dan Kyuhyun mengakui kalau ia dalam situasi itu?

“Dan… Kau berusaha untuk….”

Kyuhyun mengangkat bahunya. “Better with alcohol, rite? Mungkin juga masturbasi.”

Siwon menghela nafas. Dia tidak akan pernah menyangka bahwa mereka akan mempunyai percakapan yang cukup vulgar seperti ini. Oh, Siwon tidak menyangka kalau Kyuhyun bisa terbuka membicarakan hal seperti ini dengannya.

“When last time you have sex, Siwon?”

“What?!” seru Siwon keras.

Kyuhyun terlihat tenang dan juga tidak terkesan dengan reaksi Siwon atas pertanyaannya. Mungkin pria itu sudah agak mabuk. “Kau mendengarnya, Siwon.”

“Ta-tapi…”

“Kau mengatakan tentang seksualitasmu. Tapi aku yakin kau pernah melakukannya, bukan? Jadi…”

Siwon menyerah. Kyuhyun mungkin akan terus bertanya. Dan dengan kondisi setengah mabuknya saat ini, Kyuhyun akan lebih keras kepala. Mungkin besok pagi, sang editor akan menyesali apa yang terjadi malam ini.

“Limabelas tahun lalu.”

“Dan sejak itu kau tidak pernah…”

Siwon mengambil gelas soju dihadapannya dan meneguk habis. Oh, persetan! “Maybe a couple blow or something. But never sex.”

“With your girlfriend?”

“With whoever I met in club.”

Kali ini Kyuhyun yang mengernyitkan kening. “No girlfriend.”

Siwon menggeleng. Ia menarik nafas panjang dan menatap Kyuhyun yang sepertinya masih terlihat penasaran. Hell, kenapa pria itu bertanya tentang kehidupan seksnya dan kenapa juga Siwon menjawabnya dengan begitu mudah?

“Dan saat ini kau berada di Seoul. Apa kau…”

Siwon tersenyum tipis. “Dengan semua sasaengfans yang mengikuti, apa aku bisa pergi ke club dengan mudah?”

“Oh..”

“Tapi aku sudah mengatakannya, bukan? Seks bukanlah sebuah kebutuhan untukku.”

Kyuhyun menuang soju ke gelas kosong milik Siwon dan miliknya. “Last question. Why?”

“Uhm?”

“Aseksual. Pasti ada sesuatu yang terjadi, bukan? Maksudku…”

“Because someone died.”

Kyuhyun terdiam. Ia menatap Siwon dengan seksama. Pria itu mengambil gelasnya dan meminum sojunya perlahan. Siwon kemudian memandang pada Kyuhyun dengan lekat. Oh, Siwon akan menyesalinya. “Dan aku tidak bisa menemukan penggantinya.”

“Sorry.”

Shit, mungkin Siwon harus pulang sekarang sebelum ia membuka semua kisah masa lalunya pada Kyuhyun. Siwon benar-benar tidak habis pikir bagaimana ia bisa menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Kyuhyun dengan mudah. Bahkan ketika Donghae bertanya pun, Siwon lebih banyak mengabaikannya.

“Kyuhyun….”

Tapi Kyuhyun kemudian berdiri dan beranjak ke hadapan Siwon. Sang penulis sedikit mendongak untuk menatap Kyuhyun lalu Siwon juga berdiri. Ia menggeser kursinya agar memberikan ruang yang lebih luas.

Siwon memandangi Kyuhyun dengan canggung. Karena pria itu hanya menatapnya dengan lekat tanpa berkata apa pun. Dan Siwon memanfaatkan situasi sunyi itu untuk memperhatikan Kyuhyun dengan lebih seksama. Bagaimana pria itu terlihat begitu menawan dengan rambut hitamnya, mata coklatnya yang begitu menenangkan.

Siwon biasanya tidak pernah menunjukkan ketertarikan pada siapa pun. Tapi Kyuhyun begitu berbeda. Sejak pertama kali mereka bertemu.

“Siwon, would you kiss me?”

*****

NOTE: I’m sorry. Bulan ini kayaknya susah banget buat update..

 

Advertisements

35 thoughts on “[SF] Two of Us – Chapter 21

  1. Waahhh debakk….
    Makin banyak kemajuan dan bikin semangat bacanya…
    Masa lalu siwon mulai di buka pelan-pelan…
    Aduh aduh… Dua pasangan ini makin hot aja ya hubunganya…
    Bagaimana ya akhirnya?? Apa siwon akan mencium kyuhyun lagi?? Atau Kyuhyun yang langsung nyosor wkwkwkwkwkkwkww
    Makin penasaran… Ahhh nunggu lama klo hasilnya romantis binggit gak nyesel tiap hari cek udah up date apa belum…

  2. Wuah… kira-kira itu darah apa yg digunakan oleh Sasaeng fans.Sepertinya ngeri sekali.Sampai menggunakan darah seperti itu.
    Well… sepertinya hubungan WonKyu memang akan semakin intens.Dan…aq suka..wkwkwk.

    Fighting eonni…gumawo untuk terus update.Saranghae.

  3. Bisa banget author bikin penasaran,nanggung banget padahal itu..

    Apa yang akan di lakukan siwon atas permintaan kyuhyun?berharap nya sih kyuhyun nyosor duluan kkk… Kali kali kyuhyun dulu yang mulai, kan belum pernah tuh !!

  4. sasaengfan memang kadang nyeremin yach kelakuan nya, bersyukur kyu gk luka apa2 😯😯😯😯

    buat wonkyu makin deket aja 😄😄😄😄 lanjutan nya bikin penasaran … apa siwon bakal cium kyu? apa kyu yg cium duluan ???? 😆😆😆😆😆

    cepet lanjut yach de ☺☺☺☺

  5. Wah wah wah mantap lah nih bagian endingnya. Cus sih cus :))) wkwkwk asal kyu ga nyesel aja pas udah sadar ga dalam keadaan setengah mabuk gt (asumsi ku dia kuat sm alkohol dkk sama kayak di real life)… duh siwon dikit demi sedikit membuka ttg masa lalunya bikin w makin penasaran deh ><

  6. Sedikit demi sedikit masa lalu siwon mulai terungkap…
    Gemes sama endingnya…selalu aja bisa bikin penasaran…
    Jangan lama2 updatenya ya thor, udh penasaran banget nih….
    Kalau bisa awal bulan depan udh update hehee…..

  7. oww oww oww….kyuhyun itu emang selalu menyenangkan yah saat mabuk,dia jd lebih terbuka,ga malu2,ngomong apa adanya,sampai dia berani ngomongin soal sex,ow ow ow,bahkan terakhir dia minta di cium,what the fuck!!nantangin kuda liar dia,awas di sruduk trus g di kasih ampun loh sama siwon,hahaha….

  8. Kyu mabuk? atau dalam keadaan sadar?
    Haha Kyu mungkin benar-benar frustasi dengan masalahnya.
    Kangen banget dengan ff ni.
    Makasih udah lanjut…..
    Ditunggu lanjutannya….

  9. Hhhh gemes sm sasaeng fansnya apalagi kalau sampai pake pengacara.

    Aku dug dugeun sendiri baca yg terakhir. Penasaran, kira kira kalau mereka beneran kisseu, besoknya kyu uring uringan nggak. Kyu kan suka gitu hahaha suka sm hubungan mereka yg makin…..
    Kira kira nanti kyu bakal manja nggak ya ke siwon ><
    Semangat kak, makasih udah update ❤

  10. Benci banget tuh sama sasaengfan 😤😤
    Aigoo KYUmom minta cium ke WONdad 😄😄😄😄
    Cepet” deh jadian biar WONdad bisa jadi daddy nya jun 😊😊😊😊

  11. What?? .. Kyuhyun minta dicium Ama Siwon??? Wah bener2 mabuk sepertinya, atau ini sebuah kemajuan dalam hubungan mereka?

  12. Kyuhyun sudah mulai berani, atau emang lagi mabok?? Sekesal kesalnya kyu sama siwon, ujung ujungnya mereka akan ditemukan takdir kembali. 😊
    Ditunggu kelanjutannya ne! 😆

  13. ternyata cairan darah, kirain kyuhyun terluka. duh wonkyu makin deket aja 😍
    benih benihnya udah mulai menguar.
    temen udah cium cium aja, temen rasa suami itu mah 😂
    aduh tbc emang slalu bikin gerget. sambar won, sambar bibir kyuhyun 😳😂
    btw kenapa ya kalo nunggu blog ini update 3hari aja rasanya tetep lama. keep writing andiera~~~

  14. Akhirnyaaaaaa apdet juga hehehe
    Ini part yang ditunggu2 loh, momen wonkyu yang emang menarik banget…
    Pertama, udah nyangka kalo itu hanya lemparan kantung darah tapi malah membuat hubungan keduanya semakin mendekat
    Kedua, saat nama penulis lain muncul keingetan sama novel dengan genre yaoi dan langsung kepikiran lagi sama sex frustationnya kyu deh
    Ketiga, etdaaahhh ini yang daku suka.. Kyu bersikap tenang tapi dingin tepat menusuk minhyun hehehe… Sumpah udah jadi mantan aja kepo diihh
    Keempat naaaahhh kaaaannn kyu yang minta duluan, terlebih siwon mulai menguak masa lalunya..
    Siwon punya mantan? Yang meninggal? Lalu yang dirumah sakit itu ibunya siwon yang jarang dijenguk kan?
    Beeuuhh minta kisseu, siwon kasih gih. Asal jangan ketagihan aja haahha siwon kan good kisser loh… Apa chap depan naik rate?

  15. aaaaaaaaaaaaa CIUM, WON, CIUM KYUHYUN!😂 woow, kemajuan hubungan mereka beneran banyak. aku lega pas tahu Kyuhyun gak terluka. and, kuharap something will happend. something, yeah karena pengaruh soju itu loh#yadongmodeon.

  16. sikap Siwon tanpa sadar klo sbenernya udh ada rasa itu sma Kyu, cma Siwon nya aja yg ga peka wkwk
    aahh aseekk udh ada kemajuan nih, Kyu udh mulai terbuka sma Siwon dan Siwon? sperti nya bakal nurutin kemauan Kyu :v
    hahayy ditunggu lanjutan nya, fighting!!

  17. Hubungan wonkyu makin dekat dan siwon begitu mudahnya menceritakan masa lalunya,spertinya dia dh jatuh cinta tanpa di sadari,lalu chapter depan akan terjadi sesuatu?….
    Seneng saat sikap kyu ke mantannya,soalnya sikapnya bener2 bikin kesel.

  18. Wah….wonkyu sdh mulai berbicara vulgar, dan demi apa kyuhyun malah meminta siwon menciumnya??
    Penasaran ma kisah selanjutnya

  19. Noooooo oppa, kamu kok gampang gitu minta kiss sih?
    Ya tuhan, aku baru tau ngeh kalo kyu 30an. Kayaknya, kakak tulis juga di chapter sebelumnya cuman aku nggak ngeh.
    Moga Bulan agustus kakak sering update. Hehehe

  20. Yaah Kyu minta kisseu duluan…kira2 itu krn pengaruh alkohol atau gara2 sex frustration atau emang Kyu dah ada feeling sm Siwon….moga2 sih emang dah ada rasa suka sn Siwon trus Siwon jg bisa lbh terbuka sm Kyu shg hubungan mereka bisa lbh deket lagi

  21. woow..wooow..wooow..kyuuuu..dirimu kenapa..? tapi ga apa2 sih..berharap kyu emang nyosor duluan di chap depan..hahahaaa..wajar banget dia sexual frustation..secara dia awalnya straight..punya anak..udah gitu cerai..ditambah perilaku siwon yang mancing nyium2 terus..daaaan terakhir..baru ajah baca naskah ovel wildest dream of a man kan..?
    Diera..tapi bulan depan (agustus) mah bisa update cepet kan yah..? yah..yah..yaaaah…ga sabar banget buat baca lovey dovey wonkyu.. Gomawoyo……

  22. aaaaaaa…. dae to the bakk kyu minta kisseu dluan … tp krna pengaruh soju yg dia minum kan jd brani gtu… hmmm….. g sbar nunggu next chapt.. diera ssi semangat ya….!!!!

  23. waaah akhirnya update juga..
    masa lalu siwon udah dibuka perlahan-lahan, yg siwon bilang meninggal itu pasti pacarnya deh..
    aduuuh kyuhyun kmaren gak mau dicium, tapi sekarang malah minta dicium,, ayooo siwon sosor ajaa, udah ada lampu hujau..
    keep fighting and writing author

  24. Woooaaahhh chap ini Daebak.!!! Kyuhyun minta kiss. Next mungkin minta yang lebih dari sekedar itu…
    Chap ini k3ren pokoknya mereka dah mulai terbuka satu sama lain..yah walaupun Siwon blum bayak si..
    Btw chap depan adegan kissing nya jngan di skip Thor please..
    Boleh klo mau ditambahin sedikit raba2an hahahhaaa..
    Neomu coa hehehehe..
    Semangat buat next chap nya… Love you thor… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s