[SF] Two of Us – Chapter 19

Chapter 19

Kyuhyun berdiri di luar ruang sidang menunggu Heechul datang.

Hari ini adalah sidang putusan hak asuh Jun. Dan Kyuhyun tidak cukup optimis tentang hasilnya. Min Hyun dan pengacaranya sudah berada di ruangan. Kyuhyun tidak mau menunggu bersamanya. Terlebih dengan apa yang dikatakan oleh mantan istrinya dua hari lalu.

“Ini begitu mengejutkan!”

Kyuhyun menoleh. Heechul berjalan mendekatinya sembari tersenyum.

“Sedikit terpaksa,” ujar Kyuhyun.

Heechul menghela nafas pendek. Ia menatap sang editor dengan seksama. Terlihat bahwa Kyuhyun pasti memikirkan tentang persidangan ini. Selain itu, dua hari lalu Kyuhyun mengirim pesan tentang beberapa perubahan yang ia inginkan.

Kyuhyun menarik nafas. “Tentang yang kuminta, apa kau bisa melakukannya?”

“Well, itu memang sedikit mendadak. Terlebih hari ini adalah sidang putusan. Walaupun aku tidak yakin hakim akan mengabulkannya, tapi aku bisa mengajukan banding. Itu pun jika kau mau menunggu lagi,” ujar Heechul.

Well, Kyuhyun tidak ingin menunggu. Tapi jika tidak ada pilihan, maka ia tidak bisa mengatakan apa pun. Masalah ini adalah terkait putranya, Jun.

“Lakukan semampumu, Pengacara Kim. Aku hanya bisa mengandalkanmu.”

Heechul terdiam untuk sejenak. Ia kemudian menepuk bahu Kyuhyun dan tersenyum tipis. “Baiklah. Ayo masuk.”

Kyuhyun mengangguk kecil dan mengikuti Heechul berjalan memasuki ruang sidang.

*****

Donghae tidak terkejut jika ia melihat Siwon sedang fokus menulis lagi ketika ia sampai di studio. Entah jam berapa Siwon datang. Karena biasanya, Donghae yang selalu mengingatkan Siwon. Hari ini tidak banyak yang dilakukannya. Terlebih setelah Editor Gil mengirimkan email tentang beberapa hal terkait peluncuran novel Siwon. Ah, dan mengingatkan juga tentang keputusan event fansign.

Donghae berjalan menuju meja kerja Siwon, sekilas itu melihat keranjang berisi makanan di meja meeting. Sepertinya ia harus segera membuang semua itu. “Siwon…”

Siwon hanya menggumam.

“Keputusan tentang fansign, bagaimana?” tanya Donghae.

Sejenak Siwon berhenti mengetik. Ia mengangkat kepalanya untuk menatap Donghae. “Ah, benar juga. Aku bahkan hampir lupa.”

Donghae hanya bisa memutar matanya. Setelah Siwon mengatakan setuju untuk event tersebut, lalu kemudian mengatakan akan memikirkan ulang. Sekarang pria itu beralasan kalau ia lupa.

“Apa kau ingin memikirkannya lagi? Aku bisa menghubungi Editor Gil untuk…”

Siwon menggeleng. “Tidak perlu. Mereka bisa melakukannya. Hanya saja untuk jumlah yang datang, well… aku tidak ingin terlalu banyak.”

“Sama seperti sebelumnya? Tigapuluh?”

“Itu masih terlalu banyak, bukan?”

Donghae mendesah. “Akan kubicarakan dengan Editor Gil dan Team PR.”

Siwon kemudian mengangguk dan kembali melanjutkan pada draft naskah novel yang tengah dikerjakannya.

*****

Gil tengah membalas email untuk Agent Lee terkait event fansign yang disetujui oleh Penulis Choi setelah ia membahasnya dengan team PR ketika Kyuhyun datang. Gil sontak berdiri ketika Kyuhyun berjalan menuju ruangannya. Sang kepala editor tidak mengatakan apa pun dan hanya masuk ke dalam ruangannya lalu menutup pintunya rapat.

Gil dan beberapa editor lainnya saling memandang sejenak. Well, mereka tahu bahwa Kyuhyun pergi ke pengadilan untuk mendengarkan hasil putusan sidang tentang hak asuh putranya. Dan jika melihat ekspresinya ketika datang, mereka sudah bisa menebaknya.

Gil menghela nafas lalu kembali duduk dan melanjutkan menulis email balasan. Setelah mengirimkanya pada Agent Lee, Gil tak lupa memforward beberapa email pada Kyuhyun. Namun, sebelum memforwardnya, Gil kembali memeriksa agar tidak terjadi kesalahan seperti sebelumnya.

Tak lama setelah Gil mengirimkan email pada Kyuhyun, sang kepala editor keluar dari ruangannya. Ia menghampiri meja kerja Gil.

“Aku akan pergi ke percetakan. Lalu menemui beberapa perwakilan distributor. Forward semua email penting, aku akan memberikan balasannya mungkin paling lambat nanti malam. Ah, ada beberapa naskah yang sudah kuperiksa. Kau bisa mengambilnya. Ada beberapa catatan di sana. Dan hubungi penulis Wildest Dream of A Man dan atur jadwal pertemuan khusus.”

Dan tanpa menunggu jawaban dari Gil, Kyuhyun langsung pergi lagi.

Gil menghembuskan nafas lalu berjalan menuju ruangan Kyuhyun untuk mengambil naskah yang sudah diperiksa. Ia melihat tiga tumpukan naskah di atas meja kerja. Gil memeriksanya dengan tercengang.

Heck! Semua naskah yang menumpuk sudah diselesaikan oleh Kyuhyun. Itu adalah naskah yang menumpuk saat Kyuhyun tidak masuk kerja selama satu minggu. Dan biasanya, untuk naskah sebanyak itu, Kyhuyun baru selesai memeriksanya paling tidak dua minggu. Dalam sehari hanya ada tiga atau empat naskah yang selesai diperiksa. Tapi dengan jumlah draft naskah lebih dari tigapuluh itu, Kyuhyun menyelesaikannya dalam lima hari masa kerja. Terlebih dengan satu draft naskah yang memiliki jumlah halaman lebih dari dua ratus.

Kyuhyun benar-benar bekerja keras.

“Dan dia bilang ini ‘beberapa naskah’,” gumam Gil sembari mengambil lima tumpuk naskah dan berjalan keluar. Kemudian Gil memanggil editor lainnya. “Hey, ambil draft naskah di dalam. Kepala Editor sudah menyelesaikannya. Ji Hoon-sshi, hubungi Penulis Min dan atur jadwal pertemuan khusus.”

*****

Min Hyun menunggu Jun di luar gedung sekolah. Ini memang bukan rutinitasnya. Namun, sejak Jun tinggal bersamanya, Min Hyun berusaha untuk menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan putranya.

“Eomma…”

Min Hyun berbalik dan tersenyum ketika ia melihat Jun berjalan keluar dari gedung sekolah dan beranjak menghampirinya.

“Halo, sayang.”

Jun memperhatikan ibunya dengan seksama. Ini memang bukan pertama kali ibunya datang menjemputnya dari sekolah. Tapi Jun tetap saja merasa aneh. Dia mungkin baru berusia enam tahun, tapi dia bukan kebanyakan anak usia enam tahun lainnya.

Min Hyun mengulurkan tangannya. Jun meraihnya lalu mereka berdua berjalan menuju mobil yang terparkir. Jun mengenali mobil itu. Milik Paman Pyo. Oh, biasanya ibunya hanya datang sendiri dengan menggunakan mobilnya sendiri. Tidak pernah datang menjemputnya berdua dengan Paman Pyo.

Jun mendongak menatap ibunya. “Kita langsung pulang?”

“Uhm… Kita makan siang dulu baru pulang.”

Langkah kaki Jun terhenti. Min Hyun mengernyit bingung. “Kenapa, sayang?”

“Aku mau pulang ke rumah Appa,” ucap Jun pelan.

Min Hyun menghela nafas. Ia lalu merendahkan tubuhnya. “Appa sedang sibuk, sayang.”

“Eomma bisa mengantarkanku ke kantor Appa. Appa tidak akan keberatan jika aku duduk di ruangannya saja,” tutur Jun lagi.

Min Hyun kemudian meraih kedua tangan Jun. “Jun, saat ini kau tidak bisa bertemu dengan Appa. Appa sangat sibuk sekali. Tapi mulai minggu depan, Jun bisa bertemu Appa di akhir pekan.”

Jun tidak mengatakan apa pun. Ia hanya menatap ibunya lekat. Min Hyun tersenyum tipis lalu mengecup jemari putranya.

“Sekarang kita makan siang dulu, okay? Kau bisa menghubungi Appa nanti.”

Min Hyun menegakkan tubuhnya dan hendak mengajak Jun menuju mobil, tapi tiba-tiba Jun menarik tangannya. Min Hyun kembali menatap Jun. Mata putranya sudah terlihat berair. Oh, Jun hampir tidak pernah menangis.

“Jun…”

“Aku tidak mau pergi dengan Paman Pyo!! Aku mau Appa!!” kemudian Jun berlari kembali ke gedung sekolah.

*****

Setelah memarkirkan mobilnya, Kyuhyun bergegas keluar mobil. Dengan hampir berlari ia memasuki gedung sekolah. Melewati lobby utama berbelok di koridor sebelah kiri, Kyuhyun bisa melihat Min Hyun dan Han Pyo yang berdiri di luar ruangan guru. Tapi Kyuhyun tidak peduli dengan kedua orang itu. Hanya Jun adalah prioritasnya kali ini.

Kyuhyun mengetuk pintu dan membukanya perlahan. Saat ia berjalan memasuki ruangan tersebut, ia bisa melihat Jun berada di pangkuan guru kelasnya.

“Jun..”

Putranya menoleh dan segera turun dari pangkuan gurunya untuk berlari memeluk sang ayah. Kyuhyun menggendong Jun. Ia mengusap punggung Jun perlahan. Kyuhyun bisa merasakan kalau Jun benar-benar memeluknya dengan erat. Bahkan terlalu erat. Guru kelas Jun, Nam Ssaem menghampirinya.

Kyuhyun sedikit membungkuk. “Maaf merepotkan anda, Ssaem.”

Nam Ssaem menggeleng. “Tidak apa-apa. Jun sepertinya sangat merindukan anda.”

“Ah.. Kami memang jarang bertemu. Saya cukup sibuk sekali dan Jun harus tinggal dengan ibunya,” ujar Kyuhyun. Well… itu memang adalah kenyataannya bukan? Lagipula semua guru di sekolah Jun sudah mengetahui tentang perceraian itu.

“Saya bisa memahaminya. Tapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Biasanya Jun tidak akan bersikap seperti ini. Terlebih setelah… anda tahu maksud saya, Tuan Cho.” Nam Ssaem tersenyum maklum. “Saya juga sedikit khawatir ketika Jun mendatangi saya dan meminta untuk menghubungi anda sembari menangis. Dia bahkan tidak ingin menemui ibunya. Saya harap anda berdua bisa membicarakan masalah ini.”

Kyuhyun mengangguk kecil. “Saya mengerti, Ssaem. Sekali lagi, terima kasih Ssaem.”

Nam Ssaem kemudian menyodorkan tas ransel Jun pada Kyuhyun. Sang editor mengambilnya dan pamit pergi. Ia berjalan keluar ruangan tersebut dan menutup pintu. Di luar ruangan guru, Kyuhyun menatap Min Hyun dan Han Pyo dengan tajam. Kembali tanpa mengatakan sepatah kata, Kyuhyun beranjak pergi.

“Kyuhyun…” ucap  Min Hyun pelan.

Langkah kaki Kyuhyun terhenti. Ia berbalik. “Jun akan pulang denganku. Ini bahkan belum satu hari. Heck, ini bahkan belum enam jam setelah sidang berakhir.”

“Kyuhyun, putusan sidangnya…” kali ini Han Pyo yang bicara.

“Besok adalah akhir pekan, Han Pyo-sshi. Aku tidak melanggar apa pun! Jika kau ingin melaporkanku, silakan saja! Tapi…” Kyuhyun menatap Min Hyun dengan geram. “Aku tidak akan tinggal diam begitu saja. Kita akan bicara nanti, Min Hyun. Dan hanya berdua! Aku harap kau tidak akan melibatkan orang asing ke dalam masalah putra kita.”

Kemudian Kyuhyun meninggalkan Min Hyun dan Han Pyo.

*****

Siwon sedikit terkejut saat ia melihat Kyuhyun yang menggendong Jun di depan lift. Oh, dan satu tangan pria itu membawa dua tas. Satu miliknya dan lainnya tas ransel milik Jun. Siwon menghampiri sang editor.

“Jun akan menginap?” tanya Siwon.

Kyuhyun hanya menggumam pelan. “Tadi siang, aku menjemputnya di sekolah.”

“Oh. Sepertinya dia kelelahan sekali,” tukasnya dengan tersenyum tipis. Jun tengah tertidur di bahu Kyuhyun. Dan anak itu terlihat begitu nyaman berada di pelukan ayahnya. Namun, sedikit berbeda dengan kondisi Kyuhyun. Ia terlihat kesulitan menggendong Jun sekaligus membawa dua tas.

Siwon menghela nafas pendek. “Akan kubawakan tasmu,” ujarnya seraya mengambil dua ta situ dari tangan Kyuhyun.

Pintu lift terbuka ketika Kyuhyun hendak protes. Siwon berjalan masuk, diikuti oleh Kyuhyun. Sang penulis menekan tombol limabelas lalu sekilas melirik Kyuhyun yang berdiri di sisinya. Sesekali Kyuhyun mengusap punggung Jun lembut.

Siwon hanya tersenyum tipis.

Perjalanan beberapa detik itu berakhir ketika lift terhenti dan pintu terbuka. Kali ini Kyuhyun yang berjalan keluar terlebih dahulu. Siwon yang melangkah mendahului Kyuhyun menuju unit apartment sang editor. Namun, langkah Siwon terhenti ketika ia melihat sosok Min Hyun yang tengah berdiri di depan pintu.

Siwon menoleh dan mendapati Kyuhyun menatap sang mantan istri dengan lekat. Oh, Siwon merasakan ada sebuah ketegangan yang begitu besar.

Kyuhyun berjalan terlebih dahulu. Ia berhenti tepat di hadapan Min Hyun. Entah sudah berapa lama wanita itu menunggunya di sana. Kyuhyun tidak peduli. Dan walaupun Kyuhyun belum mengganti kode pintu, ia bersyukur karena Min Hyun tidak seenaknya masuk ke dalam rumahnya tanpa ijin.

“Siwon-sshi, bisakah kau membukakan pintunya?” ucap Kyuhyun pelan.

Siwon terdiam untuk sejenak. Rasanya begitu aneh ketika Kyuhyun memintanya membukakan pintu. Tapi Siwon tidak mengatakan apa pun. Ia berjalan menuju unit apartment Kyuhyun. Ia memperhatikan Min Hyun yang belum bergeser dari depan pintu.

“Maaf, bisakah….”

Min Hyun menghela nafas pendek lalu bergeser agar Siwon bisa memasukkan kode pintu dan membukanya lebar. Kyuhyun menggumamkan terima kasih lalu hendak melangkah masuk, sebelum akhirnya Min Hyun menyebut namanya.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. Siwon yang berdiri cukup dekat dengan Kyuhyun bisa melihat kalau sang editor tengah berusaha mengontrol emosinya. Mungkin terjadi sesuatu dan itu melibatkan Min Hyun dan Jun. Selain itu, Kyuhyun terlihat tidak senang melihat Min Hyun menunggunya di luar unit apartment.

“Pulanglah, Min Hyun-sshi. Aku akan memberitahumu kapan kita bisa bicara,” ucap Kyuhyun singkat sebelum ia berjalan masuk meninggalkan Siwon yang berada di ambang pintu dan Min Hyun yang berada di luar.

Siwon menatap Min Hyun sejenak. Kemudian Min Hyun melangkah pergi tanpa mengatakan apa pun. Siwon lalu menutup pintu dan berjalan menuju ruang tengah. Ia menaruh tas Kyuhyun serta tas ransel Jun di sofa.

Siwon berbalik ketika Kyuhyun baru saja keluar dari kamar Jun. Pria itu meraih tasnya dan mengeluarkan draft naskah lalu membawanya ke meja counter dapur. Siwon mengikutinya dengan kening berkerut.

Apakah Kyuhyun akan melanjutkan pekerjaannya?

Siwon melihat Kyuhyun mengeluarkan dua kaleng beer dan salah satunya diberikan pada Siwon. Sang penulis menerimanya, masih dengan perasaan bingung. Kyuhyun sendiri duduk di kursi counter dan membuka draft naskah yang dibawanya.

Siwon tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Apa dia harus pulang saja atau menemani Kyuhyun. Jujur saja, mood sang editor terlihat begitu buruk. Siwon merasa dilemma yang begitu besar. Ia ingin sekali bertanya, tapi ia tidak bisa bersikap ikut campur terhadap masalah Kyuhyun.

“Duduklah, Siwon. Jika tidak, kau bisa pulang. Terima kasih telah membantuku,” ucap Kyuhyun yang sembari membaca draft naskah di hadapannya.

Siwon menghela nafas pendek lalu mengambil duduk di kursi sebelah Kyuhyun. Ia meletakan kaleng beer yang belum ia buka ke atas meja counter. Siwon memperhatikan Kyuhyun dengan lekat. “Kau tidak mau membicarakannya?”

“Walaupun aku ingin, tapi aku tidak bisa. Ini adalah masalah pribadiku. Hell, aku bahkan tidak bisa menceritakannya pada orangtuaku sendiri,” ucap Kyuhyun seraya membalik halaman draft. Kemudian ia menghembuskan nafas frustasi. “Katakan Siwon, sebagai penulis kau tentu sering melakukan research untuk tulisanmu, bukan?”

Siwon mengernyit bingung. Kyuhyun sedang menghindari pertanyaan lanjutan tentang masalahnya dengan sang mantan istri. Well, Siwon hanya bisa mengikuti keinginan sang editor. Toh, ia tidak bisa memaksa Kyuhyun untuk bicara. Selain itu, ketegangan di wajah Kyuhyun juga perlahan hilang.

Kyuhyun kemudian menoleh pada Siwon. “Kemarin saat aku datang ke studiomu, Agent Lee mengatakan bahwa kau tengah melakukan research.”

Siwon hanya mengangguk kecil. “Tentu saja. Aku rasa semua penulis melakukannya. Kenapa kau bertanya?”

Kyuhyun lalu menyodorkan draft naskah yang dibacanya pada Siwon. “Tapi terkadang penulis juga menuliskan sesuatu berdasarkan pengalaman, bukan?”

Siwon semakin tidak mengerti dengan apa yang ditanyakan oleh Kyuhyun. Ia hanya menggumam pelan sebelum membaca draft naskah yang disodorkan oleh Kyuhyun. Hanya berselang beberapa detik, mata Siwon melebar. Kenapa Kyuhyun menyuruhnya membaca draft ini?

“Ini…” Siwon menatap Kyuhyun lekat. “Kau tidak menulisnya, bukan?”

“Itu draft naskah salah satu penulis baru St. Heaven. Min Eun Joo. Aku hanya ingin bertanya padamu. Dengan tulisan seperti itu, bagaimana penulis melakukan research, oh.. aku bahkan tidak bisa membayangkan.”

Well, Siwon setuju dengan Kyuhyun. Dia mungkin hanya membaca satu halaman yang ditunjukkan oleh Kyuhyun. Tapi di halaman tersebut, sang penulis menuliskannya dengan begitu detail untuk setiap scene. Hell, itu bahkan terlalu intim jika harus dibayangkan. Siwon bahkan tidak tahu bagaimana dia harus melakukan research untuk mendapatkan penggambaran yang begitu detail.

Kyuhyun kemudian kembali bertanya. “Mungkinkah dia menuliskannya sesuai pengalamannya?”

“Uhmm… Entahlah. Min Eun Joo. Dia itu pria atau wanita?”

Siwon hanya berpikir kalau penulisnya adalah wanita, mungkin ia melakukan research. Tapi lain halnya jika penulisnya adalah pria. Dia bisa saja menulisnya sesuai pengalaman. Tapi Siwon tidak ingin berasumsi apa pun.

Kyuhyun mengangkat bahunya. “Aku belum pernah bertemunya. Pertemuan pertama dengannya baru akan diatur. Bahkan dari data penulisnya, dia tidak menuliskan banyak hal. Mungkin karena genre tulisannya. Jadi, dia berusaha untuk merahasiakannya.”

Oh, Siwon tidak akan menyalahkan Min Eun Joo jika dia tidak ingin mengekspos dirinya. Genre tulisan dengan mengangkat permasalahan homoseksual adalah hal yang cukup tabu. Terutama untuk publishing. Walaupun ada, tapi tidak banyak.

Siwon lalu menatap Kyuhyun lekat. “Er… Tapi kenapa kau menunjukkan ini padaku?”

“Hanya bertanya saja. Kupikir kau akan tahu, karena kalian sesama penulis.”

“Kau hanya penasaran apakah dia menulisnya berdasar research atau pengalaman?”

Kyuhyun mengangguk. “Karena terlalu detail. Aku sempat berpikir kalau ini adalah pengalaman pribadinya. Tapi, bisakah jika kau melakukan research tentang homoseksual, kau bisa menggambarkannya dengan sedetail ini?”

“Mungkin bisa. Tapi jika ingin mendapatkan gambaran yang detail, kau harus melakukan research lapangan juga. Bukan hanya research data.”

“Maksudnya melihat secara langsung? Interaksi pasangan homoseksual?”

Siwon hanya mengangguk. Kyuhyun menggumam pelan. Ia menatap draft naskah itu dengan seksama untuk sejenak. Siwon memperhatikan Kyuhyun. Mungkin pertanyaan tentang itu sudah selesai.

“Tapi… Jika hanya scene ciuman, kurasa tidak jauh berbeda, bukan? Maksudku, memang apa bedanya ciuman antara pasangan heteroseksual dengan pasangan homoseksual. Lain hal jika dia menuliskan scene seks.”

Siwon mendesah. Ia mengusap wajahnya. Oh, kenapa Kyuhyun harus bertanya ini padanya.

“Kyuhyun, kau bisa bertanya langsung pada penulisnya saat kalian bertemu. Maksudku, aku bahkan tidak membaca draftnya secara keseluruhan. Aku…” ucapan Siwon terhenti ketika ia melihat ekspresi Kyuhyun. Ia menghela nafas. “Kau tidak penasaran tentang bagaimana dia menulisnya dengan begitu detail bukan? Ini bukan sekedar apakah dia melakukan research atau ini murni dari pengalaman.”

Kyuhyun tidak mengatakan apa pun. Dia membuka kaleng beer miliknya dan meminumnya beberapa teguk. “Ini hanyalah murni sebuah rasa penasaran,” ucap Kyuhyun.

“Aku tidak yakin,” tukas Siwon. “Kau mungkin penasaran apakah Min Eun Joo adalah homoseksual atau kau hanya penasaran bagaimana rasanya melakukan semua itu dengan orang yang memiliki kelamin yang sama.”

Kyuhyun tidak membalas argument Siwon. Hanya mendengus jengkel. Tapi wajahnya terasa hangat dan mungkin mulai memerah. Itu pun karena Siwon tertawa melihat reaksinya. Ia kembali meneguk beernya. Siwon memperhatikannya dan menjauhkan kaleng beer yang belum dibukanya. Hell, Donghae melarangnya untuk minum alkohol selama dua minggu ke depan.

Kyuhyun mengambil draft naskah di atas meja counter untuk menyimpannya kembali di dalam tasnya. Tapi, Siwon menahan pergelangan tangannya. Sang editor menatap Siwon. Perlahan, Siwon mengusap pergelangan tangan Kyuhyun dengan ibu jarinya dengan lembut, sebelum sang penulis melepaskan tangannya. Hanya sebuah afeksi kecil.

Kyuhyun lalu pergi ke ruang tengah untuk menyimpannya di tas. Kemudian kembali ke dapur. Ia menatap Siwon yang masih duduk di kursi dapur. Rasanya ada banyak hal yang terjadi semenjak Kyuhyun berkenalan dengan Siwon. Secara formal. Jujur saja, dengan segala kejadian selama sebulan ini, Kyuhyun tidak pernah terpikir kalau mereka akan menjadi dekat seperti ini. Terlebih dengan ucapan Donghae sebelumnya, kalau Siwon tidak pernah bersikap begitu akrab pada seseorang yang baru ditemui atau dikenalnya.

“Jadi, itu sebenarnya yang membuatmu penasaran.”

Kyuhyun hanya berdiri. Berjarak beberapa langkah dari posisi Siwon. Sang penulis itu kini memandangnya dengan lekat. Dari ekspresinya tidak terlihat kalau Siwon tengah menggodanya saat ini. Dan jujur saja, ekspresi serius Siwon saat mengatakannya itu bahkan jauh lebih buruk.

Kyuhyun menghela nafas pendek. Ia belum mengatakan apa pun. Dan saat ia hendak kembali duduk ke kursinya, Siwon menahannya untuk tetap berdiri di hadapannya. Kyuhyun menatap Siwon lekat.

“Siwon…”

Namun, tiba-tiba Siwon berdiri hingga membuat kursinya terjatuh. Kyuhyun sedikit terkejut, tapi lebih dikejutkan lagi ketika tangan Siwon meraih kepalanya dan detik berikutnya mata Kyuhyun membulat lebar. Siwon menciumnya. Sebuah ciuman manis di bibir Kyuhyun.

Ciuman itu hanya beberapa detik. Bahkan Kyuhyun tidak bisa merespon apa pun. Dia hanya menatap Siwon lekat. Wajah pria itu masih begitu dekat dengannya. Kyuhyun masih merasakan tangan besar Siwon di bagian belakang kepalanya.

“Apa itu sudah menjawab rasa penasaranmu?” gumam Siwon.

Kyuhyun berkedip beberapa kali. Rasa penasaran? Heck, apa Siwon menciumnya hanya karena itu?!! Wajah Kyuhyun mulai memerah dan hendak melontarkan argument ketika Siwon menciumnya lagi.

Kali ini Kyuhyun bereaksi cepat. Ia mendorong tubuh Siwon, berusaha menghentikan ciuman itu.

“Siwon, apa yang… Whaa!!!”

Kyuhyun hampir berteriak keras ketika Siwon tiba-tiba mengangkat tubuhnya dan mendudukannya di atas meja counter. Dengan memerangkapnya dengan kedua tangan, Siwon menatap Kyuhyun dekat serius.

“Mau dengar penjelasan kenapa aku menciummu, sebelum kau protes?” ujar Siwon.

“Memang ada penjelasannya? Kau sendiri yang mengatakan kalau kau melakukannya hanya untuk…”

“Kyuhyun!” ucap Siwon dengan tegas. “Itu memang salah satunya. Karena kau sendiri yang mengatakan bahwa kau penasaran. Kau mengakuinya.”

“Aku tidak pernah mengakui kalau aku ingin berciuman dengan pria!”

“Tidak secara lisan. Tapi aku bisa melihatnya. Lagipula apa salahnya? Itu hanya sebuah ciuman. Sebelumnya, aku pernah…” Dengan cepat Kyuhyun menutup mulut Siwon. Ia tahu persis apa yang ingin dikatakan oleh sang penulis.

Siwon menghela nafas lalu menarik tangan Kyuhyun. “Aku hanya berusaha membantumu. Selain itu, sepertinya kau… can I say this? Sexual frustrated?”

Mata Kyuhyun membulat. Ia memukul Siwon dengan keras. Dan Kyuhyun tidak merasa bersalah.

“Okay, sorry! Tapi… aku rasa itu wajar, bukan? Kapan terakhir kali kau melakukan hubungan seks? Well, handjob sebelumnya tidak termasuk karena…” Siwon mendesah ketika mendapatkan tatapan tajam dari Kyuhyun. “Kyuhyun, itu normal. Aku tidak tahu berapa lama kau tidak melakukan seks, karena kau bercerai dengan istrimu. Selama ini kau juga selalu sibuk dengan pekerjaanmu. Dan ketika kau membaca draft naskah itu, mungkin saja kau…”

“Kapan terakhir kali kau melakukan seks!!” Kyuhyun membalik pertanyaan itu pada Siwon.

Siwon terdiam sejenak. Lalu mengangkat bahu. “Well… Seks bukan masalah bagiku.”

“Apa maksudmu kalau itu bukan masalah?”

“Aku adalah seorang aseksual,” ucap Siwon.

“Huh?”

*****

NOTE: Bulan ini updatenya full ToU yaa.. Padahal mau update cerita yang lain

Dan sebelum berasumsi yang aneh-aneh tentang Siwon yang aseksual, sabar ya nanti pasti dijelasin. Dan ada kaitannya sama masa lalu Siwon yang masih misteri itu. Mungkin di chapter 20 atau 21/22. Dan bisa di search sendiri tentang pengertian aseksual, biar gak salah paham.

Well, atleast Kyuhyun dan Siwon udah ciuman hahahaha… Susah banget bikin mereka ciuman. Walaupun cuma sekedar ppoppo doang

Haruskah di chapter berikutnya, bikin mereka well… you know~ karena Cho Kyuhyun sedang sexual frustrated. Hahahaha….

and…. ‘EXPLICIT?’

Advertisements

36 thoughts on “[SF] Two of Us – Chapter 19

  1. wah pembicaraan mereka terlalu hehehehe…
    kyuhyun juga sich mengatakan nya sama siwon hehehehe…

    akhirnya jun bisa ketemu kyuhyun ditunggu lanjutannya ya

  2. akhirnya jun sama kyuhyun juga. Yah walopun cuma di akhir pekan.
    Siwon selalu hadir saat yang tepat. Sweet banget dah bawain tas kyuhyun. Kyuhyun sexual frustased? Siwon aseksual?
    Explisit chap? I am waiting for that hahaaa

  3. Kyaaaa akhirnyaaa merekaaa beneran bisaa ciuman dengan `sadar` jugaaa wkwkwk ~ chap depan explicit ? seru jugaaa tuhh apalagi kalau kyu mya beneran lagi sexual frustrated bakalan hot ehhhh wkwkwk …. chap selanjutnya jangan lama2 yah ka kkkkk

  4. Huwaa….akhirnya ada moment wonkyu kiss, pdhl ada jun yg tinggal di sana juga tp wonkyu malah membahas mslh tu. Semoga saja jun tdk terganggu dg mrk shg dia akan tetap tdur dg lelap.hahaha

  5. Finally wonkyu kissing juga 😘Tadinya udah deg degan apa cuma di bahas aja atau ada aksinya. Kalo cuma tahap pembahsan doang pasti bakalan gemes banget..

    Jadi gak sabar sama chapter selanjutnya😉

  6. Waduh…omongan Kyu itu sah rada menjurus ya…sebenarnya itu murni krn penasaran atau emang krn Kyu dah lama engga hbl😀😀😄…jd penasaran nih sm kelanjutannya

  7. Akkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk aku makin penasaran
    Ku harap jun bisa tinggal m kyuhyun aja….
    Aku masih penasaran apa maksud siwon yg mengatakan klo dirinya itu aseksual

  8. HOHOHO mereka ciuman, jadi senyum-senyum sendiri bacanya…..
    Khawatir dengan Jun, takutnya Jun bangun dan liat semuanya. Haduh jadi deg-degan.
    Ditunggu lanjutannya…

  9. Kyuhyun senengnya mancing” bang won nih…
    Akhirnya bisa lihat mereka ciuman…semoga jun nggak bangun dan lihat semuanya…
    Explicit chap???? Mau bangettt…hahaha….😂

  10. whoaaa…seneng banget baca chap ini..kyu sengaja kali yah ngobrolin ini ama siwon..apa emang mancing2? yaaah..apapun..yg pasti seneng bgt kyu ga malu2 lagi..xixixi.. eh tapi..smoga jun ga bangun ya..apalagi sampe denger ato liat kegiatan mereka..oh BIG NO..udah bagus jun lebih comfort ama kyu dari pada min hyun..
    Dan..apa ini..siwon aseksual..?semoga cuma sama kyu dia ga aseksual ya..
    gapapa Diera..update terus ff ini juga..selalu ditunggu malah..with all my pleasure..

  11. Wuah…..asyiklah..ga bosen baca ini ff.Makin seru.
    Pertama peasaran dengan hasil sidang keseluruhan.Semoga Jun akan betah dengan Kyuhyun.
    Aigooo… ga nyangka apa yg dilakukanoleh WonKyu..😍😍

  12. Terserah kamu aja lah yg mau nulis, aku suka wonkyu moment nya,btw aseksual itu apa ya?? He..He..He.. kurang baca.

  13. Happy to see that Jun actually choose Kyuhyun more than his mom
    Wow…..Siwon is getting daring now kiss Kyuhyun then later????
    Luckily Kyuhyun still have Siwon to share his hardship
    Can’t wait to read next chapter
    Thanks for this update
    See you soon

  14. Sekasek..yang abis ciuman, pasti terbayang” dimata..ahaiii gak sabar nungguin lanjutannya, semoga gak lama…makasih..

  15. Wow… Pembicaraan wonkyu menjurus… Hahahah

    Ga sabar Chap selanjutnya apa yang terjadi sama mereka hahahahah

  16. Neeextttt
    😥😥😥😥😥
    Rasanya pengen nyemplung dipikiran sang authorx aj biar tau klnjutnnya gmna

  17. Karna penasaran lgsung cari tau apa itu aseksual. N voilaaa.. kaget juga trnyta ada hal semacam itu. Bnr2 baru tau. Mungkin siwon pernh liat kekerasan seksual ato smcmnya kali ya sampe jadi aseksual. Tapi moga siwon termasuk yang demiseksual cz kasian kyu ntar klo ga sama sekali kan bisa makin frustasi tu😁😁😁😄

  18. Sedih liat Jun yang ampe kayak gt karena kangen Kyuhyun huhuhu ;;;; lagi ngeselin bgt sih tuh manusia dua bener kata kyu di chptr lalu nikah trs bikin anak aja mrk sendiri biar ga ngurusin kyu sama jun hhh kzl. Anyway!!!! Akhirnya siwon sama kyu ciuman bibir uuyeeeaaaa! Hahahahaha. Btw q jadi makin kepo dgn masa lalu siwon tp q harus sabar tehe shock uga si dia ampe aseksual gt ;;

  19. Gak nyangka bgt sama chapter ini.. berasa lebih cepat tp masih masuk akal..
    siwon aseksual? Dan berkaitan sama masa lalunya? Ngomong2 aseksual apa yak? Hehe
    ditunggu deh kelanjutannya

  20. wonkyu udah ciuman.. *guling-guling
    waah hubungan mereka makin dekat aja tuh kek nya..
    author, banyakin moment wonkyu nya yaaa..
    aku gak suka sama minhyun & hanpyo, jun kan hak kyuhyun juga…
    keep fighting and writing author

  21. Saya suka kyu tegas sama minhyun toh itu buat jun juga kok..
    Btw.. Pas sebelum kyu tanya soal research ke siwon dan liatin naskah, udah mikir pasti soal sex scene taunya bener hahaha…
    Siwon kok ngerti banget ya kalo kyu lagi kena frustasi sexsual hahaha…
    Chap depan mau ada explicit nya lagi kah??
    Nanggung loh hahaha explicitnya sekalian aja jadi chap lanjutan hehehe tapiiiii kalo emang chap depan sampe ke hal itu..
    Ada jun loh di apartemennya kyu..
    Apa g lakuinnya di apartemen siwon aja hahaha.. Biar g keganggu tidur jun nya *plak semangat amat saya kasih ide hahaha.
    Okay ditunggu lanjutannya

  22. apa cuma aku yang mesem mesem gak jelas baca ini 😀 cium terus won,kalau perlu seret ke ranjang. wakakakaka, puas bacanya, suer deh. chapter depan minta yang gitu gituan juga boleh. plsss,ini pembaca udah lapar mata nunggu hampir 20 chapter buat liat mereka popo an.
    next chapter ditunggu sekali!

  23. Ah gemassss. Baru baca. Sukaaa ❤
    Kyuhyun udah ga malu malu lagi. Suka merasa kalau sifat kyuhyun sering berubah. Ttp menunggu perkembangan hubungan wonkyu. Semangat author❤

  24. udh brapa lama ya aku ga ngecek wp? apa lg wp kmu 😂
    trakhir ngunjungi jg pas kmu apdet ‘curhatanmu’ itu nd tau2 pas bru login kaget aja kmu udh bnyak update nd ktinggalan bbrapa part nd aku telat bgt wkwk
    tpi enak jg sih telat jdi ga penasaran lg sma lanjutan nya kyk nungguin drakor bru tayang XD
    ciee..Siwon udh berani nih ‘nyentuh’ Kyu lg, kyk nya dia peka bgt sma apa yg dirasain Kyuhyun lol
    seneng sih siwon udh mulai berani walau blm tentu rasa yg sbenernya (?) gmana, mudah2an aja mreka mkin intim /eh/ XD
    err jengkel bgt sma Han Pyo.. kok ya dia ngebet bgt pgn dapetin hak asuh Jun, pdhal Appa nya aja bkn -_-
    tpi untung Kyu tegas sma Min Hyun, jdi dia ga bakal nyerah buat nyelamatin Jun dri tangan Han Pyo /apa ini? 😂😂
    dan Jun jg walau msih kecil dia tau mana yg baik mana yg ngga, jdi dia ga trmakan sma omongan ‘manis’ nya Han Pyo.
    maaf yaa komen lngsung ke chap 19,soalnya capek klo komen 1-1 XD
    fighting buat lanjutan nya Ra, ditunggu ❤❤

  25. semangat menulisnya…kayanya aku jg menanti dengan sangat sangat cerita ekhem yg ber NC….hahahaha.
    selalu buat greget cerita nya. tp please jgn jadiin kyuhyun galau terus karena masalah yg dihadapin.

  26. Jika diberi pilihan kpd Jun, pasti dia memilih tinggal bersama Kyu disebabkan Hanpyo yg suka mencampuri urusan peribadi org tuanya..kanak2 pun boleh membezakan mana yg baik & sebaliknya..semoga Kyu tabah

  27. poor kyu jd sexual frustated ya… ya wis lah bikin mereka..”hmm you know lah”… wonkyu makin bikin iri aja… gemesss d jdinya..

  28. jun lebih deket dan lebih nyaman sama kyu yach ☺☺☺

    siwon sama kyu udh kiss … omg 😄😄😄😄

    lanjutan nya jangan lama2 yach de 😅😅😅 penasaran sama kelanjutan nya 😆😆😆😆😆

  29. Wah kayanya Siwon ada trauma dengan masalah sexual atau ada hal lain… Ibunya juga koma kan…
    Dan akankah karena Kyuhyun Siwon berubah…
    Bukan hal mustahil kalo kedepannya justru Siwon yg sexual frustrated karena Kyuhyun…
    Jadi kebelet pengen inainu sama Kyuhyun… 😅😅😅😅😅

  30. Halo… Salam kenal author..
    Waah seneng bs baca ff mutual kayak gini..
    Terus berkarya dan tebarkan cinta wonkyu yaaa..
    maaf.. kalau mau baca yg explicit gmna ya?
    Thanks sblumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s