[SF] Two of Us – Chapter 18

Chapter 18

“Pak…”

Kyuhyun tersadar dari lamunannya. Ia menyadari bahwa tiga orang yang sedang meeting bersamanya kini tengah memperhatikan dirinya dengan serius. Sepertinya Kyuhyun terlalu lama tenggelam dalam lamunannya. Terlebih ekspresi ketiga orang yang itu menunjukkan sebuah kekhawatiran. Seolah mereka takut kalau Kyuhyun jatuh sakit lagi.

Kyuhyun menarik nafas dan memandang ketiga orang tersebut, yang salah satunya adalah Kang Min Hyun.

“Oh, maaf,” ucap Kyuhyun. “Sampai mana pembahasan kita?”

Gil yang duduk di samping Kyuhyun memperhatikannya dengan lekat. “Anda baik-baik saja, Pak?”

Kyuhyun mengangguk. “Uhm.. Baik-baik saja. Maafkan saya.”

“Tidak apa-apa,” gumam Min Hyun.

Kyuhyun berusaha fokus pada dokumen di hadapannya. Ia membaca catatan terakhir yang ia tulis. Well, sepertinya Kyuhyun tidak sepenuhnya melamun sepanjang meeting dengan Penulis Kang. Kyuhyun melirik Gil yang masih memandanginya. Ia memberi isyarat untuk melanjutkan apa yang sedang dibicarakan.

Gil hanya menghela nafas lalu melanjutkan pertemuan itu.

Kyuhyun menghembuskan nafas sembari melirik jam di pergelangan tangannya. Masih ada waktu sebelum meeting dengan semua team editorial. Dan tanpa sengaja, Kyuhyun menyadari bahwa Min Hyun masih menatapnya dengan begitu serius.

Entah apa yang sedang dipikirkan oleh mantan –oh… Kyuhyun harus bersikap professional. Saat ini Kang Min Hyun bukanlah mantan istrinya, tapi seorang Penulis Kang.

*****

Setelah meeting dengan Penulis Kang selesai, Kyuhyun bergegas menuju ruangannya untuk mengambil dokumen untuk meeting team editorial. Ia menyimpan dokumen meeting dengan Penulis Kang di atas tumpukan naskah, lalu ia mengambil beberapa dokumen ketika Min Hyun mengetuk pintu dan memasuki ruangannya.

Kyuhyun menatap sang penulis sekilas. “Ada yang bisa kubantu, Penulis Kang?”

Min Hyun menutup pintu perlahan lalu menghampiri meja Kyuhyun. “Ada yang harus kita bicarakan, Kyuhyun.”

Kyuhyun terdiam sejenak. Oh, kini Min Hyun menemuinya sebagai mantan istri. Ia mendesah lalu menatap sang mantan istri. “Bisakah kita bicara nanti. Aku masih ada meeting.”

“Sidang putusan hak asuh Jun akan dilaksanakan hari Jumat ini,” ucap Min Hyun.

“Aku tahu. Pengacara Kim sudah memberitahuku.”

“Dan tentang jadwal pertemuanmu dengan Jun itu…”

Kyuhyun kemudian menyela. “Kau masih ada waktu untuk memikirkannya. Kita akan bicara tentang hal itu, Min Hyun. Tapi tidak sekarang. Meeting dengan team editorial…”

“Kau begitu sibuk. Terlebih dengan peluncuran novel trilogy milik Penulis Choi yang sudah semakin dekat. Dan juga beberapa novel lainnya, termasuk novelku,” kali ini Min Hyun yang menyela ucapan Kyuhyun. “Sebelumnya kau bahkan sempat jatuh sakit.”

Kyuhyun mendesah. “Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan, Min Hyun?”

Min Hyun menatap Kyuhyun dengan serius. “Tentang sepuluh hari itu. Dengan semua kesibukanmu akhir-akhir ini, aku pikir itu mustahil.”

Ekspresi wajah Kyuhyun berubah serius. “Apa maksudmu dengan itu?”

“Aku hanya berpikir kalau empat hari dalam sebulan itu… Dengar, Kyuhyun. Aku tahu kau menyuruhku untuk memikirkannya. Tapi dengan semua kesibukanmu, jika Jun tinggal bersamamu selama sepuluh hari di akhir bulan di mana kau jauh lebih sibuk….”

Brak!!

Min Hyun terdiam ketika kepalan tangan Kyuhyun memukul meja dengan keras. Kyuhyun menatap Min Hyun dengan tatapan geram. Oh, ini pertama kalinya bagi Min Hyun melihat Kyuhyun semarah ini.

“Kau memberitahu Han Pyo, bukan?” ucap Kyuhyun dengan suara pelan. Namun, Min Hyun bisa mendengar kemarahan pada ucapan sang mantan suami.

Min Hyun menarik nafas. “Aku tahu itu…. Kyuhyun, ini hanya untuk sementara saja. Mungkin setahun. Lagipula aku tidak melarangmu untuk menemui Jun, hanya saja…”

Kyuhyun mengambil dokumen yang dia butuhkan lalu bergegas meninggalkan ruangannya. Ia tidak ingin mendengarkan penjelasan apa pun dari Min Hyun. Kyuhyun membuka pintu ruangannya dan menatap Min Hyun yang masih berdiri di depan meja kerjanya.

“Pergilah. Dan katakan pada Han Pyo untuk segera menikahimu. Agar kalian mempunyai anak sendiri. Aku tidak ingin dia mengurusi anakku!” ucap Kyuhyun dengan begitu geram.

Oh, ia tidak peduli dengan tatapan beberapa editor yang melihat kejadian itu. Kemudian Kyuhyun segera menuju ruang meeting yang sudah disiapkan untuk meeting team editorial.

Sedangkan Min Hyun yang masih berada di ruangan Kyuhyun hanya menghela nafas panjang. Ia kemudian beranjak meninggalkan ruangan tersebut. Dan dengan mengabaikan tatapan beberapa editor, Min Hyun berjalan dengan kepala tegak menuju lift.

*****

Donghae mendengus jengkel.

“Kali ini kau minum berapa banyak, eoh!!” serunya keras.

Siwon yang masih bergulung di balik selimut mengerang karena teriakan Donghae. Itu hanya membuat sakit kepalanya semakin menyiksa. Ia menutupi kepalanya dengan bantal dengan erat.

Donghae mendesah dan memukul Siwon dengan keras sebelum ia mengambil obat aspirin. Well, mungkin tidak seharusnya ia meninggalkan Siwon seorang diri jika akhirnya penulis bodoh itu akan menghabiskan banyak alkohol walaupun dia sudah mengetahui akibatnya akan seperti ini.

Tak lama, Donghae kembali dengan membawa botol aspirin dan segelas air. “Bangun dan minum aspirinnya, Siwon.”

Siwon mengerang jengkel lalu ia menyingkirkan bantal dari kepalanya dan bangun. Donghae mendengus ketika ia melihat wajah Siwon yang pucat. Siwon mengambil dua pil aspirin dan segera menegakknya dengan air.

“Mau makan apa?” tanya Donghae sembari mengambil gelas dari tangan Siwon.

“Apapun yang pedas? Kurasa itu bisa membantu,” ucap Siwon dengan suara serak.

Donghae mengangguk. “Semalam meeting dengan Editor Cho selesai jam berapa?”

“Pukul enam,” sahut Siwon yang kembali berbaring. Ia memijat keningnya dengan perlahan. “Lalu kami pergi makan malam bersama.”

“Dan kau dengan bodohnya minum soju? Berapa banyak?!”

Siwon melirik Donghae. “Kurasa empat botol. Dan kau tahu sendiri kalau toleransiku terhadap alkohol cukup tinggi. Kita bahkan pernah menghabiskan hampir duapuluh kaleng beer bukan?”

“Tapi itu beer. Ini soju, Siwon. Kau bahkan tidak terbiasa minum soju! Jangan lakukan lagi, mengerti!” seru Donghae jengkel. Siwon hanya mengangguk kecil. “Kurasa aku perlu mengingatkan Editor Cho tentang kebiasaan minummu itu. Aku tidak percaya kalau Editor Cho bahkan tidak menghentikanmu minum.”

Siwon menghembuskan nafas. Ia memejamkan matanya. Tangannya masih bergerak memijat kening. “Dia melakukannya. Tapi aku yang tidak mendengarkan. Kurasa aku harus minta maaf. Lagi.”

Donghae mendengus. “Ya! Lakukan itu. Minta maaf padanya. Entah berapa kali kau membuat masalah dan harus minta maaf padanya.” Kemudian Donghae berjalan keluar kamar dan menutup pintu perlahan.

Siwon akhirnya menghela nafas lega. Donghae paling menyebalkan jika dia sedang kesal. Terlebih jika Siwon membuat kesalahan atau masalah.

Kesalahan?

Siwon membuka matanya dan menatap platform kamarnya.

“Apa aku juga harus minta maaf?” gumamnya pelan. “Untuk ciuman itu?”

*****

Kyuhyun melepas kacamatanya dan mengusap kedua matanya perlahan. Entah mengapa seluruh tenaganya begitu habis hari ini. Mungkin karena Min Hyun. Tapi rasanya Kyuhyun tidak ingin berada di kantor dan bekerja.

Namun, saat ini dia masih berada di tengah meeting dengan seluruh team editorial. Kyuhyun tidak bisa melepaskan tanggung-jawabnya begitu saja.

Kyuhyun kembali memakai kacamatanya dan berusaha untuk fokus. Ia membuat beberapa catatan kecil. Mereka memasuki tahap akhir untuk peluncuran beberapa novel dari novelist VIP St. Heavan dan akan memulai tahap awal perencanaan untuk menerbitkan novel dari novelist baru St. Heaven.

Kyuhyun akan jauh lebih sibuk lagi, paling tidak selama lima bulan ke depan.

Teringat hal itu, Kyuhyun kembali teringang ucapan Min Hyun tadi. Jika Kyuhyun sangat sibuk dengan pekerjaan selama beberapa bulan, rasanya dia akan jarang berada di rumah. Dan jika Jun tinggal bersamanya selama sepuluh hari di akhir bulan, tidak menutup kemungkinan dia akan lebih banyak meninggalkan Jun sendirian.

Oh, Kyuhyun paling benci jika harus mengakui kalau Min Hyun ada benarnya. Terlebih setelah mantan istrinya itu mendiskusikannya dengan Han Pyo.

“Pak…”

Shit!

Kyuhyun menatap Gil lekat.

“Pak, sebaiknya anda pulang dan istirahat. Anda terlihat tidak begitu baik. Wajah anda terlihat pucat,” tutur Gil.

Kyuhyun mendesah. Ia memperhatikan sekeliling ruangan meeting. Semua orang tengah memperhatikannya. Oh, sepertinya dia kembali membuat kesalahan. Kyuhyun seharusnya harus bisa menjaga professionalitasnya. Dia sedang berada di tempat kerja.

“Aku baik-baik saja. Lanjutkan,” ucap Kyuhyun.

Gil melirik ke beberapa editor lainnya. Lalu ia kembali menatap Kyuhyun yang sedang berusaha fokus dengan dokumen di hadapannya. “Kepala Editor, saya rasa kondisi anda tidak cukup fit untuk bekerja hari ini. Anda bisa pulang dan beristirahat. Saya akan mengirimkan hasil meeting hari ini.”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan mendesah. Oh, bahkan bawahannya sendiri mengatakan bahwa dia tidak bisa menjaga professionalitasnya. Gil hanya mengatakannya dengan jauh lebih sopan karena Kyuhyun adalah atasannya. Kyuhyun tidak boleh merasa jengkel, bahkan jika bawahannya sendiri yang mengusirnya pergi karena memperlambat meeting.

Kemudian Kyuhyun menyodorkan dokumen yang ada di hadapannya pada Gil, lalu tanpa berkata apa pun dia beranjak meninggalkan ruangan meeting tersebut.

Well, sepertinya Kyuhyun harus pulang.

*****

“Editor Cho!”

Kyuhyun menoleh dan melihat Donghae tersenyum dan berjalan kearahnya. Di tangan sang agent terdapat dua kantung.

“Apa Siwon menghubungimu dan menyuruhmu datang?” tanya Donghae.

Kyuhyun berkedip. “Eh?” Oh, ia lupa kalau Siwon tidak memberitahu Donghae kalau mereka berdua adalah tetangga. Dan sebenarnya Kyuhyun juga tidak menyangka kalau dia akan bertemu Donghae di gedung apartment.

“Begitulah.” Kyuhyun memutuskan untuk berbohong.

Donghae mendengus. Mereka berdua berjalan menuju lift basement. “Aku menyuruhnya untuk minta maaf, tapi aku tidak menyangka kalau dia akan memintamu datang agar dia bisa minta maaf padamu.”

Kyuhyun bergumam pelan. “Itu tidak masalah. Lagipula saya juga harus minta maaf. Kemarin, saya harus lebih keras menghentikannya untuk minum.”

Donghae mengibaskan tangannya. Pintu lift terbuka dan mereka memasuki kotak baja tersebut. Donghae menekan tombol limabelas. “Siwon adalah tipe keras kepala. Dia tidak akan mendengar. Tapi terima kasih mengantarkannya pulang. Siwon biasanya sangat menjengkelkan jika dia sedang mabuk.”

Satu alis Kyuhyun terangkat. Ia melirik Donghae. “Penulis Choi mengatakan bahwa dia mempunyai toleransi terhadap alkohol cukup tinggi. Dan semalam…” Kyuhyun mendesah pelan. “Dia memang terlihat sedikit mabuk.”

“Uhm?” Kali ini Donghae memandang Kyuhyun lekat. “Apa Siwon melakukan sesuatu pada anda?”

“Eh? Tidak.. Hanya saja…” Kyuhyun menarik nafas. “Dia memelukku. Hanya sebentar. Saya tidak tahu kenapa dia melakukan itu.”

“Ah~! Jika mabuk, Siwon memang seperti itu. Tapi dia hanya akan melakukannya pada orang yang dianggapnya cukup dekat.” Donghae kemudian tertawa kecil. “Hanya saja, dia hampir tidak pernah melakukannya denganku.”

“Dia bilang kalau anda akan kabur selama enam bulan jika ia memeluk anda.”

Donghae mengangguk. “Siwon terkadang bisa sangat clingy. Dan aku sudah cukup menghadapi semua tingkahnya. Aku harap anda bisa maklum, Editor Cho. Rasanya aku tidak pernah melihat Siwon bersikap seperti itu pada orang yang baru dikenalnya.”

Kyuhyun tersenyum tipis dan mengangguk.

*****

 Kyuhyun membuka pintu kamar Siwon secara perlahan.

Well, setelah kejadian yang memalukan beberapa waktu lalu, Kyuhyun memasuki kamar itu lagi. Dan hanya berdiri di ambang pintu pun, Kyuhyun bisa melihat ada sedikit perbedaan. Terutama tempat tidurnya.

Kyuhyun menghela nafas pendek lalu mengetuk pintu. Ia melihat Siwon tengah berbaring dengan mata terpejam.

“Kau sudah selesai masak?” tanya Siwon.

Kyuhyun berdeham pelan. “Penulis Choi…”

Mendengar bukan suara Donghae, Siwon membuka matanya dan melihat Kyuhyun tengah berdiri di ambang pintu kamarnya. Perlahan Siwon bangun dan menatap pria itu lekat. Kyuhyun lalu berjalan memasuki kamar tersebut.

“Err…” Siwon sedikit terkejut melihat kedatangan Kyuhyun. “Kau datang.”

Kyuhyun hanya mengangguk kecil. “Bertemu Agent Lee di basement parkir. Dan dia pikir aku datang karena kau menghubungiku. So…” kemudian ia hanya mengangkat bahu.

“Oh. Maaf. Kurasa tidak memberitahunya adalah kesalahan.”

“Itu adalah hak anda. Saya bisa saja mengatakan pada Agent Lee kalau kita bertetangga.”

Siwon tersenyum tipis. “Tapi kau tidak mengatakan itu padanya.”

Sekali lagi, Kyuhyun hanya mengangkat bahu. Ia memperhatikan wajah Siwon dengan seksama. Memang sedikit pucat. Mungkin kemarin Kyuhyun harus lebih keras melarang Siwon untuk minum.

“Masih pusing?” tanya Kyuhyun.

“Sedikit. Oh… Kau menggunakan bahasa formal.”

Kyuhyun memutar mematanya. “Aku menemuimu sebagai editor.”

Siwon menggeleng. “Bukan. Kau datang sebagai tetangga yang khawatir. Dan duduklah,” ujar Siwon sembari menepuk tempat tidurnya.

Kyuhyun menghela nafas lalu duduk di tepi tempat tidur. Heck, terakhir kali mereka berada di tempat tidur adalah ketika kejadian itu. Walaupun sekarang situasinya sangat jauh berbeda.

“Bukankah kau seharusnya berada di kantor?”

Kyuhyun mendengus. “Diusir oleh bawahanku sendiri.”

Alis Siwon terangkat. Kyuhyun menarik nafas perlahan. Oh, dia tidak ingin menceritakan tentang kejadian di kantornya pada Siwon. Pria itu terlalu banyak mengetahui tentang masalahnya.

“Sepertinya hari ini aku kurang fokus dan terlalu banyak melamun. Jadi, mereka khawatir kalau aku sakit lagi. Lalu menyuruhku pulang di tengah meeting. Mungkin karena ada banyak pekerjaan yang menunggu, jika aku sakit lagi akan banyak hal yang bermasalah. Seperti minggu lalu.”

Siwon mengangguk mengerti.

Kemudian sunyi. Hanya terdengar suara dari arah dapur secara samar. Bahkan mereka sesekali mereka mendengar Donghae mengumpat. Siwon hanya bisa tersenyum mendengar hal itu. Donghae tidak terlalu familiar dengan kegiatan di dapur. Tapi masakan pria itu cukup enak. Hanya saja, Siwonlah yang harus membersihkan dapurnya setelah Donghae selesai.

Siwon menatap Kyuhyun lekat. Sang editor itu hanya terdiam dan sedikit tertunduk. Wajahnya terlihat begitu lelah dan juga sedih. Dari cerita Kyuhyun, Siwon mungkin bisa paham kalau pria itu pasti kelelahan karena pekerjaannya yang menumpuk. Tapi ada alasan yang berbeda untuk gurat kesedihan itu.

“Kyuhyun, aku minta maaf untuk kejadian semalam.”

Kyuhyun menoleh pada Siwon. “Bisa katakan lebih spesifik kau meminta maaf untuk hal apa?”

“Semuanya. Karena aku terlalu banyak minum. Karena aku berpura tidur walaupun kita sudah sampai. Karena bersikap menyebalkan. Karena memelukmu. Dan…” Siwon menghela nafas. “Karena menciummu. Oh… dan untuk membuatmu harus berbohong pada Donghae.”

Kyuhyun menyunggingkan senyum. “Tidak perlu spesifik begitu. Well… aku bisa mengerti. Alasan kenapa kau minum itu adalah masalah pribadimu. Dan lainnya…” ia terdiam untuk sejenak. “Aku juga bisa mengerti.”

Siwon memandangi Kyuhyun agak lama sebelum ia tersenyum, mempelihatkan kedua lesung pipinya. “Apa ini memang sifat naturalmu? Begitu memahami orang lain? Bahkan jika orang itu berbuat kesalahan padamu.”

“Tergantung pada kesalahan mereka. Jika hanya sebuah kesalahan kecil, aku bisa memaafkan asalkan penjelasannya masuk akal. Hanya saja untuk kesalahan lainnya, well… aku kenal pengacara yang handal.”

Senyuman Siwon menghilang. Karena dari cara bicara Kyuhyun tidak terdengar kalau itu sebuah lelucon. Terutama bagian kalimat akhir.

Oh, mungkin ada masalah dengan persidangan hak asuh Jun.

Namun, Siwon tidak bisa bertanya secara langsung pada Kyuhyun. Ini bukanlah kehidupannya. Masalah hak asuh Jun adalah kehidupan pribadi Kyuhyun. Jika Kyuhyun tidak ingin menceritakan, Siwon juga tidak bisa secara kasual bertanya begitu saja.

Siwon sedikit bergeser ke arah Kyuhyun agar ia bisa menjangkaunya dengan lebih nyaman. Tangannya terulur dan menuju belakang kepala Kyuhyun. Perlahan, Siwon mengusap kepala Kyuhyun lembut.

Kyuhyun hanya memperhatikannya. Bingung.

Siwon tersenyum tipis. Tanpa berkata apa pun. Kyuhyun mungkin sedikit paham atas afeksi tersebut. Tak lama, Kyuhyun ikut tersenyum.

*****

Donghae terdiam saat ia melihat Kyuhyun yang tertidur di tempat tidur sedangkan Siwon duduk di sisinya. Dengan hati-hati, Donghae menghampiri Siwon dan ia bisa melihat jelas wajah Kyuhyun yang sedang tidur dengan lelap.

“Apa aku terlalu lama memasaknya?” bisik Donghae.

Siwon menyeringai. Tapi ia menggeleng. “Kurasa dia hanya terlalu lelah. Kami sempat bicara. Aku yang menyuruhnya untuk tidur.”

“Semuanya sudah siap. Dan aku pikir kau bisa mengajak Editor Cho makan siang. Well… kurasa sebaiknya dia dibiarkan tidur sejenak,” ujar Donghae. Siwon kali ini mengangguk. “Oh… Aku harus pergi.”

Siwon menatapnya dengan bingung. “Tidak makan di sini?”

“Well… Aku sudah makan. Sembari masak.”

Siwon mendengus. “Kenapa itu terdengar tidak mengejutkan.”

Donghae tidak mengatakan apa pun. Ia menepuk bahu Siwon lalu meninggalkan kamar tersebut. Tak lama, Siwon mendengar suara pintu terkunci.

Siwon menarik nafas perlahan. Kemudian menghembuskannya. Ia kembali menatap Kyuhyun yang sepertinya tidak terganggung dengan perbincangannya dengan Donghae tadi. Tangan Siwon terulur dan mengusap lembut rambut hitam Kyuhyun.

Lalu dengan berhati-hati tanpa menimbulkan suara keras, Siwon berjalan keluar kamar. Membiarkan Kyuhyun untuk tidur di tempat tidurnya. Lagi.

*****

Advertisements

31 thoughts on “[SF] Two of Us – Chapter 18

  1. Beberapa hari ni bolak balik cek bloknya😁😁😁😥
    Biasanya ga terlalu masuk di ati klo critanya diluar wonkyu. Tapi kali ni benar2 geram banget ma si kang min hyun. Sikapnya bnr2 minta ditendang. Pdhl dia yg selingkuh. Wlpun kyu sibuk tpi 4hri dlm sebulan sprtinya mang kurg bgt aplgi ingt kedekatan kyu ma anaknya. Iisshhh…

  2. Kirain sebelum keluar kamar, Siwon bakal nyuri kesempatan buat nyium Kyuhyun lagi, nggak taunya nggak. yang baca mesum nih…

  3. Aduh gedeg banget ama Min Hyun. si Han pyo juga ikut campur mulu urusan orang lain.
    Aku penasaran ama Jun. dia blh milih Kyu atau Min hyun. dan bagaimana pandangan dia terhadap Han pyo.
    Aigooo Kyu tidur di kasur Siwon lg. makin lama makin sweat. aku suka hahaha

  4. Kyuhyun cuman gak rela ya jun deket2 sama han pyo.. tapi kalo dipikir2 kyu juga kerjaannya banyak dan bakal sering ninggalin jun.. hufftt
    buat wonkyu semoga hubungannya berkembang (?) terus yaakk.. 😅😅😅

  5. setelah bolak balik cek ni blog udh update apa blm udh update apa blm akhirnyaaaaa….update jg,walaupun lagi mudik,ttp nungguin Diera update,dan tiba2 abis baca langsung ngantuk,pngn tidur di sebelah kyuhyunbyng lelap di kasur empuk abang siwon

  6. Ahai..kyuhyun tidur di tempat siwon huhuhu…gak sabar kapan mereka makin dekat lagi, ditunggu lanjutannya, tetep semangat dan terima kasih…

  7. yeyyy update again 😀 Kyuhyun kayaknya cukup kewalahan karena kerjaan yg banyak sama soal jun, well ketambahan kelakuan siwon ke dia :v gemes sama afeksi siwon ke kyu. perhatian banget siwon itu, bikin senyum senyum teyus. and… setelah ditinggal donghae pulang, apa yg akan terjadi?? #pervertmodeon
    ditunggu next chapter. hwaiting!

  8. Apa yang dibicaraja. Han pyo sama min hyun emang bner sih, kyu sibuk..
    Ya semoga nanti hak asuh jun bisa netral aja ya.. Disaat kyu membutuhkan jun, minhyun g mempersulit..
    Kayaknya kyu udah mulai merasa nyaman sama siwon ya..
    Soalnya sampe ketiduran gitu hahaha asal g pas kyu kebangun, siwon udah tidur sambil meluk kyu deh hahaha

  9. Kurang panjanggggggggg….hehehe….
    Udah mulai tidur di kamar bang won nih..terus kira” apa yg akan terjadi ya??? 😁

  10. Kyu dan Siwon dah mulai nyaman satu sama lain walaupun masalah pribadi msh di keep msg2. Moga2 hubungan mereka tambah deket lg jd Kyu engga terlalu stress sm masalah hak asuh dan pekerjaan yg lagi numpuk

  11. Nah loh udh tdur di ranjang siwon lagi nih si kyu hihihi
    Kira2 kpn yah mreka ungkapin prsaan stu sma lain atw kalo g mreka dket bgt aja dlu hehehe
    Smga next chap udh ada perkmbgna buat hubungan wonkyu ^^
    Dtgu slalu updatenya athor nim tpi jgn lama2 yah ^^

  12. Duh hasrat ingin jambak rambut minhyun semakin besar di setiap chapternya 😂😂😂 Btw siwon makin perhatian aja sih sama kyuhyun huhu jd baper dan kayaknya siwon gatel pgn kepo ke kyu lg ada masalah apa tp ga bisa haha sabar ya siwon smg nnt kyu cerita kalo emg udh bener22222 kzl 😂

  13. Biarpun kyu sibuk tpi klau empat hari jun sama kyu kok rasanya gk adil,apa lgi kyu sngt dekat ma anaknya
    Kyu dh mulai nyaman ma siwon,setiap perhatian siwon dia bisa memakluminya.

  14. ada kemajuan sama hubungan nya wonkyu..
    aku kurang suka sama sikapnya minhyun karna terlalu mendengarkan Han pyo, padahalkan jun anaknya kyuhyun..
    banyakin moment wonkyu ya thor,,
    keep fighting and writing

  15. hwaaa..kyu udah mulai nyaman ama siwon neh..ampe ketiduran gt..mau juga dong diusap2 ama siwon ampe tidur,,,xixixixiiii…
    moment wonkyu dikit tapi maniiiis…makin ga sabar nunggu lanjutannya..

  16. Seperti biasa di akhir selalu sweet moment nya. Tapi kenapa wonkyu gak bilang aja sama donghae kalau mereka tetanggaan.

    Kesel deh itu sama min hyun dan calon suaminya. Han pyo terlalu ikut campur tentang hak asuh jun,meskipun ada benar nya juga..

  17. scra g sadar kyu dah nyaman bgt kyknya klo deket2 ma siwon… wonkyu mkin deket aja nie …. g sabar nungguin next chapt….. diera ssi smangat terusss ya… hwaiting!!!!

  18. Simple but sweet..wonkyu semakin dekat dan semakin sweet..semoga perhatian siwon sedikit sebanyak mengurangkn beban masalah kyu..kasihan kyu..jgn siksa dia semakin dlm author..sedih dgn keadaan yg menghimpit kehidupan kyu

  19. Mengenai jatah hari bersama Jun… Speechless lah.. Perceraian memang selalu mengorbankan anak.. 😔😔😔
    Anyway, seneng bgt sm update nya dan semoga bs baca lanjut nya soon.. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻

  20. lasian kyuhyun pikirannya terbagi karena mmasalah hal asuh jun….
    siwon dan kyuhyun sudah mulai tidak canggung lagi.
    ditunggu lanjutannya ya

  21. moment wonkyu dikit ya. kapan mereka saling fall in love weh 😳
    sumpah greget sama sikap mereka. baru juga jadi ‘teman’ tapi sikapnya sweet banget.
    ditunggu ya mereka jadiannnya 😂😂
    keep writing dierashii

  22. Min Hyun…sepertinya kamu mmng cepat harus menikah seperti yg disarankan oleh Kyuhyun.Hmm…kasian Kyuhyun.

    Lbh baik melihat hubungan yg terjadi antara WonKyu.Penasaran juga dengan apa yg dilakukan Siwon untuk membuat Kyuhyun tidur begitu cepat.

    Fightng eonni…gumawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s