[SF] Two of Us – Chapter 17

Chapter 17

Donghae membukakan pintu studio. Pria itu tersenyum pada Kyuhyun. “Halo, Editor Cho,” sapanya.

“Halo, Agent Lee.”

Donghae kemudian mempersilakan Kyuhyun masuk. Sang editor melangkah masuk dan melihat sosok Siwon tengah fokus di meja kerjanya, dengan jemari yang bergerak di atas keyboard laptopnya. Donghae berdiri di sisinya.

“Dia sedang melakukan beberapa research untuk novel terbaru yang sedang dikerjakan,” ucap Donghae.

Kyuhyun hanya menggumam pelan.

“Siwon..! Editor Cho sudah datang!” seru Donghae dengan suara keras. Kemudian pria itu mempersilakan Kyuhyun untuk duduk. “Editor Cho, silakan duduk.”

Kyuhyun mengangguk dan kemudian berjalan menuju meja yang berada di tengah studio tersebut. Ia menaruh tasnya di atas meja lalu duduk di salah satu kursi. Sedangkan Donghae menghampiri Siwon yang terlalu fokus dengan researchnya hingga ia tidak menyadari kedatangan Kyuhyun.

“Hey, Siwon! Editor Cho sudah datang,” ucap Donghae.

Siwon terdiam sejenak lalu mengangkat kepalanya. Ia melihat Kyuhyun yang sedang duduk lalu tersenyum tipis. Kemudian Siwon menyimpan hasil researchnya lalu mematikan laptop. Donghae hanya menghela nafas sembari menyiapkan minuman untuk Kyuhyun.

Setelah Siwon menyimpan laptopnya di laci brankasnya, ia menghampiri Kyuhyun.

“Kau datang.”

Kyuhyun menatap Siwon yang mengambil duduk tepat di hadapannya. “Anda yang meminta saya datang ke sini, bukan?” tutur Kyuhyun. Ia juga mengucapkan terima kasih pada Donghae yang membawakannya segelas minuman.

Siwon tersenyum. “Meetingnya berjalan lancar?”

“Yeah, begitulah. Maaf untuk kejadian tadi, Penulis Choi.” Kyuhyun lalu menatap Donghae. “Maaf atas ketidak-nyamanan anda, Agent Lee.”

Donghae mengibaskan tangannya. “Bukan masalah. Kesalahan itu bisa terjadi kapan saja.” Kemudian ia menoleh pada Siwon. “Hey, benar tidak apa aku yang membawa mobilnya?”

Siwon mengangguk. “Pakai saja. Asalkan kau pastikan bensinya terisi penuh.”

Donghae mendengus lalu beranjak meninggalkan studio. Kyuhyun mengernyit yang melihat Donghae pergi. Ia kemudian menatap pada Siwon lagi.

“Agent Lee akan pergi?”

Siwon menggumam. “Dia bilang ada urusan. Jadi, hanya kita berdua.”

“Eh? Tapi… Bukankah…” Kyuhyun terdiam.

Siwon masih memperhatikannya dengan seksama. Dengan suasana studio yang begitu sunyi dan hanya ada mereka berdua. Ini memang pertemuan editor dan penulis. Kyuhyun sudah sering mengalaminya. Tapi rasanya begitu aneh. Mungkin karena biasanya setiap pertemuan dengan Penulis Choi, Agent Lee selalu ada bersama mereka.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. Ia membuka tasnya dan mengeluarkan beberapa dokumen mengenai hal-hal yang harus mereka bahas.

“Baiklah, Penulis Choi…”

“Siwon,” ucap Siwon cepat. Kyuhyun menatapnya lekat. “Kita tidak berada di St. Heaven, Kyuhyun. Jadi, Siwon.”

Kyuhyun mendesah. “Baiklah, Siwon.”

*****

Jun mengintip ibunya yang tengah berbicara dengan Paman Pyo di dekat meja dapur. Mereka terdengar begitu serius, tapi Jun hampir tidak bisa mendengarkan banyak. Tapi setidaknya, ia bisa mendengarkan suara mereka, karena keduanya berbicara begitu pelan. Dan Jun juga tahu kalau Ibu dan Paman Pyo tengah membicarakan tentang ayahnya.

“Pikirkan lagi, Min Hyun.”

Min Hyun mendesah. “Oh, tidak seharusnya aku memberitahumu soal itu.”

“Karena Kyuhyun yang meminta. Aku tahu itu adalah haknya sebagai ayah Jun, tapi…”

“Han, kurasa ini adalah batas di mana kau tidak bisa ikut campur ke dalam masalah kami. Jun adalah putra kami, bagaimana kami mengatur tentang hak asuh itu adalah prerogative kami,” tutur Min Hyun.

Han Pyo menarik nafas. Ia menghampiri Min Hyun dan menyentuh lengannya. Kemudian mengusapnya perlahan. Min Hyun menatapnya lekat.

“Aku tahu. Kau memang berhak memutuskan apa pun terkait dengan Jun. Kalian berdua. Tapi aku hanya menginginkan yang terbaik untukmu dan Jun,” ucap Han Pyo. “Perceraian, bukanlah sesuatu yang mudah untuk diterima. Jun mungkin masih kecil, tapi semakin besar dia akan bertanya. Dan… Jujur saja, menurutku Jun akan jauh lebih baik jika dia tinggal bersamamu. Setidaknya sampai dia cukup dewasa.”

Min Hyun hendak protes, tapi Han Pyo kembali meneruskan ucapannya.

“Aku tidak mengatakan bahwa Kyuhyun tidak bisa menemuinya. Hanya saja, seorang anak membutuhkan kasih sayang lebih dari ibunya. Dengan pekerjaan Kyuhyun…” Han terdiam sejenak. “Akhir-akhir ini dia tengah sibuk, bukan? Jika Jun tinggal bersamanya selama sepuluh hari dan kemudian tiba-tiba dia mendapat panggilan dari kantornya, bagaimana? Apa lagi di tengah malam? Kyuhyun tidak mungkin membiarkan Jun sendirian atau bahkan mengantarkannya dulu padamu.”

Han Pyo menghembuskan nafas perlahan lalu menarik tangannya dari lengan Min Hyun. “Pikirkan lagi, Min Hyun. Empat pertemuan di akhir minggu itu cukup masuk akal. Well… kau mungkin bisa menambahkan harinya, tapi tidak dengan sepuluh hari.”

Min Hyun sama sekali tidak mengatakan apa pun atas argumen Han Pyo. Kemudian Jun beranjak kembali ke kamarnya. Ia menutup pintunya perlahan dan berjalan menuju tempat tidurnya.

Jun kembali memikirkan apa yang diucapkan oleh Paman Pyo sebelumnya.

*****

Kyuhyun merapikan tas kerjanya. Pembicaraan dengan Siwon tentang peluncuran novel triloginya berjalan cukup lancar. Walaupun sang penulis menginginkan beberapa perubahan pada acara. Kyuhyun mengatakan bahwa ia akan memberitahu team PR yang menangani hal tersebut terkait perubahan yang diinginkan oleh Siwon.

Kyuhyun menutup tasnya dan melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah pukul enam, hampir waktu makan malam. Dan Kyuhyun teringat kalau ia kehabisan bahan makanan. Jadi, sebelum pulang ia harus mampir ke supermarket terlebih dahulu.

“Kau akan langsung pulang?” tanya Siwon.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap pria itu. “Aku harus ke supermarket dulu. Ah… Jam berapa Donghae akan kembali?”

Satu alis Siwon terangkat. Ia mendesah. “Kurasa ia akan cukup lama. Aku berniat menumpang denganmu. Tapi jika kau ingin ke supermarket dulu…”

“Eh? Me-menumpang?”

Siwon mengangguk. “Kita tetangga, bukan? Lagipula pekerjaanku sudah selesai di sini. Dan kupikir kita bisa makan malam bersama seusai pembicaraan ini. Tapi jika kau ingin pergi ke supermarket, well… aku akan ikut saja.”

Kyuhyun terbelalak. Oh, Siwon benar-benar serius mengenai makan malam itu. Entah sudah berapa kali mereka makan bersama. Tapi Kyuhyun masih saja merasa begitu canggung. Terlebih dengan hubungan diantara mereka. Dalam pekerjaan, mereka adalah Editor dan Penulis, tapi di luar itu mereka hanyalah tetangga biasa.

Walaupun begitu, Siwon terlihat begitu nyaman saja. Kyuyun tahu kalau Siwon bisa membedakan antara urusan professional pekerjaan dengan urusan pribadi. Namun, sikap Siwon itu hanya membuat Kyuhyun semakin canggung. Entah bagaimana sang editor harus menyikapi setiap perlakuan Siwon.

“Euhm…. Awalnya kupikir aku akan makan malam di rumah saja tapi….” Kyuhyun mendesah. “Jika tidak keberatan, aku tahu kedai makanan yang enak. Bukan tempat yang mewah. Hanya saja kalau….”

Siwon menyeringai. “Okay!”

“O-okay?”

“Okay, kita pergi ke kedai yang kau maksud. Aku juga bukan pemilih makanan.”

Kyuhyun hanya meng-oh-kan. Mungkin besok saja dia pergi ke supermarketnya. Ia kemudian berdiri dan meraih tas kerjanya. Diikuti Siwon yang bergegas menuju sisinya. Pria itu lalu menadahkan tangan pada Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyit tak mengerti.

“Berikan kunci mobilmu. Biarkan aku yang menyetir, karena kau terlihat lelah.”

*****

Siwon mengikuti petunjuk GPS menuju alamat yang sudah dimasukkan oleh Kyuhyun sebelumnya. Well, Siwon harus tetap waspada agar ia tidak salah mengambil jalan dan membuat mereka malah tersesat. Rasanya terlalu lama berada di luar negeri, membuat Siwon melupakan bahwa Seoul sudah banyak berubah. Tapi anehnya, Donghae masih bisa mengingat setiap jalannya padahal sepupunya itu selalu mengikutinya ke mana pun ia pindah.

Setelah hampir bergelut dengan mendengarkan petunjuk GPS, Siwon akhirnya memarkirkan mobilnya di tepi jalan yang memang dikhususknya menjadi lahan parkir. Ia melihat sekeliling. Ada begitu banyak orang yang berjalan di trotoar. Dan jika melihat dari areanya, ini merupakan kawasan turis.

Siwon mendesah. Oh, dia tidak menyukai tempat ramai. Tapi dia tidak punya pilihan.

Kemudian Siwon menoleh pada Kyuhyun yang tertidur di kursi penumpang. Well, sepertinya hari ini sang editor sudah bekerja dengan begitu keras –tanpa lembur. Pada awalnya, Kyuhyun masih terjaga dan sesekali mereka mengobrol. Tapi setelah sepuluh menit, Siwon mendapati Kyuhyun tertidur.

“Hahh…. Mungkin makan malam di apartment saja,” gumam Siwon.

Namun, mereka sudah sampai. Jika harus kembali ke Seocho, itu akan memakan waktu lagi.

Siwon kemudian melepaskan seatbeltnya. Ia menyentuh bahu Kyuhyun untuk membangunkan pria tersebut. “Kyuhyun, kita sudah sampai.”

Perlahan, Kyuhyun terbangun. Ia sedikit mengeliat dan melihat ke arah luar jendela. Sontak, ia menoleh pada Siwon. “Oh, maaf. Aku ketiduran.”

“Tidak apa-apa,” ucap Siwon tersenyum tipis. “Lagipula sepertinya kau membutuhkan tidur. Apa kita pulang saja?”

Kyuhyun menggeleng. Ia mengambil tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak dan mengeluarkan kacamata dari dalamnya. “Tidak perlu. Lagipula kita juga sudah lapar, bukan?” tukasnya sembari memakai kacamata tersebut.

Siwon hanya memperhatikan Kyuhyun dengan lekat. Dan terlalu serius, hingga Kyuhyun merasa sedikit kikuk.

“Kenapa?”

“Rasanya aku jarang sekali melihatmu dengan kacamata. Bahkan saat di St. Heaven.”

“Oh. Aku tidak selalu membutuhkannya. Hanya ketika memeriksa naskah dan ketika malam saja. Mataku mudah lelah,” kata Kyuhyun. “Uhm…. Kita keluar sekarang?”

Siwon mengangguk. Ia mematikan mesin mobil dan mencabut kuncinya. Kyuhyun memanjat keluar terlebih dahulu, diikuti oleh Siwon. Setelah alarm mobil menyala, Kyuhyun menunjukkan jalan menuju kedai makanan yang ia maksud. Siwon mengikutinya.

Mereka tidak bicara lagi. Sesekali Kyuhyun menoleh untuk memastikan Siwon masih berada berjalan di belakangnya. Malam ini, terlalu ramai dari biasanya. Padahal ini adalah weekday. Tapi mungkin karena tourist season. Biasanya turis akan lebih banyak datang ketika musim semi menjelang musim panas dan pada akhir musim gugur.

Kyuhyun kembali menoleh ketika mereka harus menembus kerumunan. Ia bisa melihat kalau Siwon merasa tidak nyaman dengan keramaian tersebut. Langkah Kyuhyun terhenti.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun.

Siwon menggeleng. “Hanya tidak terlalu menyukai keramaian.”

“Maaf, seharusnya aku mengatakan kalau kita akan datang ke kawasan turis.”

“Jangan khawatir. Apa kedainya sudah dekat?” tanya Siwon yang sesekali memperhatikan orang-orang yang berjalan di sekitar mereka. Oh, keramaian ini membuatnya paranoid.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. “Kita harus melewati dua gang lagi,” tuturnya sembari mengulurkan tangan Siwon.

Alis Siwon terangkat melihat tangan Kyuhyun yang terulur padanya.

“Pegang tanganku. Terlalu banyak orang, kita bisa saja terpisah. Dan kau tidak terlalu mengenai area ini,” ucap Kyuhyun.

Siwon tersenyum tipis. “Aku bukan turis, Kyuhyun. Kalaupun aku tersesat, aku bisa menghubungimu.”

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya. Kemudian Siwon menyambut uluran tangan Kyuhyun.

*****

Donghae berjalan di lorong dengan membawa sebuah kantung kertas dan buket bunga. Ia tersenyum pada beberapa orang yang mengenalinya. Well, ini memang bukan pertama-kalinya ia datang. Namun, frekuensi kedatangan Donghae biasanya hanya dua atau tiga bulan sekali. Tapi sejak Siwon dan ia pindah ke Seoul, Donghae bisa lebih sering datang.

Mungkin tidak bisa sesering yang ia inginkan karena Siwon bisa saja mencurigainya.

Setelah berbelok di hallway terakhir, Donghae terhenti di sebuah pintu yang berada di ujung lorong. Ia membuka pintunya perlahan dan menghembuskan nafas. Ketika ia melangkah masuk, Donghae memasang sebuah senyuman di wajahnya.

“Ajhumma, aku datang lagi!” seru Donghae.

Tapi tidak terdengar sahutan apa pun. Donghae menutup pintu perlahan dan berjalan ke arah meja yang berada di tengah ruangan tersebut. Ia menaruh kantung serta buket bunga yang dibawanya. Ia melihat vas dengan bunga yang sudah hampir mengering. Donghae mendesah. Apakah sudah selama itu, sejak ia datang terakhir kali?

“Ajhuma, bunganya cepat sekali mati? Rasanya aku sering-kali datang menemuimu? Tapi kenapa tiap kali aku datang, bunganya selalu sudah mati? Apa karena sirkulasi udaranya yang buruk?” tukas Donghae sembari mengeluarkan bunga kering itu dari vas dan membuangnya ke tempat sampah.

Kemudian Donghae membawa vas ke kamar mandi untuk membuang sisa air dan mengisinya dengan air baru untuk buket bunga yang dibawanya.

Saat ia kembali, Donghae segera memasukkan buket bunga ke vas tersebut.

“Ajhumma, aku membawakan beberapa buku lagi. Apa kau sudah selesai membaca buku yang kemarin kubawakan?” tanya Donghae lagi yang kini beralih pada kantung kertas yang dibawanya. Di dalam keras tersebut, terdapat beberapa buku. Salah satu di antaranya adalah buku novel Siwon. “Oh ya, kali ini aku membawakan novel milik Siwon. Novel ini diterbitkan dua tahun di Sydney. Jadi, dia menulisnya dengan bahasa inggris. Tapi kurasa Ajhumma bisa membacanya.”

Kemudian Donghae membawa buku-buku itu ke salah satu meja nakas dekat tempat tidur. Ia mengambil tumpukan buku yang sebelumnya ia bawakan, lalu menggantikannya dengan buku-buku baru.

Donghae kemudian memasukkan buku-buku itu ke kantung kertas yang tadi dibawanya. “Ajhumma, kau tahu sesuatu? Kurasa Siwon berubah. Walaupun itu bagus, tapi tetap saja aku melihatnya begitu aneh. Jika Ajhumma melihat kelakuannya akhir-akhir ini, Ajhumma akan setuju denganku.”

Donghae menghela nafas pendek. Ia lalu berbalik dan menatap tempat tidur. Dengan gontai, ia berjalan menghampiri tempat tidur tersebut. Dan berdiri di ujung tempat tidur. Pandangan matanya tidak terlepas dari sosok wanita yang terbaring di tempat tidur dengan mata yang terpejam.

Di pergelangan tangannya, terpasang jarum IV. Sekilas, wanita itu hanya sedang tertidur lelap. Tapi sayangnya, sang wanita sudah tertidur sejak sepuluh tahun lalu. Dan dokter yang terus berganti pada tiap tahunnya, masih belum bisa memastikan kapan wanita itu akan terbangun.

“Ajhumma, putramu itu begitu menyebalkan.”

*****

Kyuhyun memperhatikan Siwon yang menuangkan soju ke gelasnya. Rasanya dia tidak pernah melihat Siwon minum sebanyak ini. Dan entah mengapa sepertinya mood Siwon berubah begitu cepat. Rasanya sepanjang perjalanan, pria itu terlihat baik-baik saja.

Kyuhyun mendesah. Ia melihat tiga botol soju kosong di hadapan Siwon. Mungin ia seharusnya tidak memesan soju. Sekarang tidak ada diantara mereka yang bisa menyetir pulang. Walaupun Kyuhyun hanya minum sedikit.

“Siwon, kurasa kau sudah terlalu banyak minum.”

Siwon menenggak soju dalam satu tegukan. Lalu ia menatap Kyuhyun lekat. “Tapi aku tidak mabuk.”

“Aku tahu. Aku harus menghubungi supir pengganti,” ujarnya sembari mengeluarkan ponselnya.

Siwon mengernyit. “Kita pulang sekarang?”

“Sudah malam, Siwon.” Kemudian Kyuhyun berjalan keluar kedai untuk menghubungi supir pengganti.

Siwon hanya memperhatikan Kyuhyun sekilas lalu menuangkan soju ke dalam gelasnya lagi lalu menenggaknya lagi. Itu botol ke-empat yang habis oleh Siwon. Tak lama Kyuhyun kembali ke meja mereka. Ia mendesah melihat sosok Siwon yang kini hanya menatap gelas kosong.

Kyuhyun tidak akan mudah memahami sosok Choi Siwon. Kemudian ia memilih untuk membayar makanan serta minuman yang dihabiskan oleh Siwon.

“Siwon, ayo pulang.”

Siwon mengangkat kepalanya dan mengangguk. Ia berdiri dan berjalan keluar kedai tersebut. Kyuhyun mengikutinya di belakang. Well, Siwon memang tidak terlihat mabuk. Dia masih bisa berjalan tegak. Tapi tetap saja, dengan jumlah alcohol yang diminumnya, Kyuhyun yakin besok pagi Donghae akan kesal sekali dengan Siwon. Kyuhyun bergegas berjalan ke sisinya. Lalu ia meraih tangan sang penulis. Sama seperti sebelumnya, Kyuhyun menggenggam erat tangan Siwon.

Keadaan masih ramai. Dan toh, tidak akan ada yang berkomentar jika mereka melihat dua orang pria saling bergandengan tangan seperti ini. Siwon melirik Kyuhyun dan tersenyum tipis. Ia membiarkan pria itu yang kali ini menjaganya.

*****

Kyuhyun memberikan uang jasa pada supir pengganti.

Sang supir mengucapkan terima kasih dan memanjat keluar mobil. Kyuhyun mendesah perlahan. Ia melirik Siwon yang tertidur di bahunya. Hampir satu setengah jam, Siwon tertidur begitu pulas. Kyuhyun membiarkan pria itu tidur di bahunya, tapi sekarang ia harus membangunkannya dan mungkin memastikan Siwon sampai ke tempat tidurnya dengan selamat.

“Siwon.. bangun. Kita sudah sampai di apartment.”

Siwon menghiraukannya. Pria itu semakin menyamankan dirinya di bahu Kyuhyun. Oh, sekarang Kyuhyun bisa merasakan hembusan nafas Siwon dengan bau alcohol di lehernya.

“Choi Siwon, bangun!” ucap Kyuhyun dengan agak keras.

“Kau tidak perlu berteriak Kyuhyun,” bisik Siwon.

Mata Kyuhyun melebar. Apa Siwon hanya berpura tidur selama perjalanan? Dengan cepat, Kyuhyun mendorong kepala Siwon dari bahunya dan memanjat keluar. Siwon membuka matanya dan menggerutu jengkel dengan sikap Kyuhyun. Ia beranjak memanjat keluar ketika Kyuhyun hendak mengambil kunci mobilnya.

Setelah alarm mobil menyala, Kyuhyun berjalan lebih dulu menuju lift. Siwon mendesah dan mengikutinya.

Apa Kyuhyun marah padanya?

“Kau marah padaku?” tanya Siwon.

“Sejak kapan kau bangun? Apa sepanjang perjalanan kau berpura tidur?”

Siwon mendesah. Ia memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana jeansnya. Kyuhyun tidak mau melihat ke padanya. “Aku tidur. Hanya saja, aku bangun saat mobil memasuki basement. Tapi bahumu begitu nyaman. Jadi, kuputuskan untuk berpura tidur untuk beberapa menit.”

Alasan itu berhasil membuat Kyuhyun menoleh pada Siwon. Pintu lift terbuka. Siwon berjalan masuk terlebih dahulu. Ia bersandar di bagian belakang lift, sedangkan Kyuhyun berada di depannya. Sang editor menekan tombol lantai limabelas.

Siwon memperhatikan punggung Kyuhyun. “Aku akan mengganti biaya supir penggantinya. Kau sudah membayar makan malamnya. Oh, dan aku juga akan mengganti uang soju.”

Kyuhyun meliriknya sekilas. “Tujuhpuluhlima ribu won. Duapuluhlima ribu won untuk soju.”

Siwon tersenyum tipis. Well, Kyuhyun sudah tidak marah lagi. Rasanya mudah sekali. Tapi mungkin Siwon juga harus berhati-hati. Dia tidak ingin Kyuhyun benar-benar marah padanya.

Beberapa menit kemudian, mereka sampai di lantai limabelas.

Kyuhyun berjalan menuju unitnya terlebih dahulu. Dan ketika pria itu hendak memasukkan kode pintu, Siwon berkata, “Ambil uangnya dulu, Kyuhyun.” Siwon memasukkan kode pintu unitnya dan membiarkan pintu terbuka untuk Kyuhyun.

Kyuhyun mendesah lalu mengikuti Siwon. Pintunya tertutup perlahan seraya Kyuhyun berjalan menuju ruang tengah. Ia menunggu Siwon yang sedang mengambil uang di kamarnya. Tak lama, sang penulis kembali dengan membawa beberapa lembar uang.

“Tujuhpuluhlima ribu won,” ucap Siwon.

Kyuhyun mengambilnya dan mengucapnya terima kasih. Ia memasukkan uang tersebut ke saku jaketnya lalu menatap Siwon. “Selamat malam, Siwon.”

Namun, ketika Kyuhyun hendak beranjak pergi, Siwon menahan pergelangannya. Kyuhyun menatapnya bingung. Siwon berjalan ke belakang Kyuhyun lalu menopangkan kepalanya di bahu Kyuhyun. Tubuh Kyuhyun menegang.

“Si-siwon…”

“Berikan aku tiga menit. Hanya untuk tiga menit, biarkan posisi kita seperti ini,” ucap Siwon. Kedua tangannya lalu menyelinap ke depan perut Kyuhyun dan memeluknya.

Nafas Kyuhyun seolah tercekat. Oh, mood Siwon berubah lagi. Tapi kenapa sekarang pria itu malah memeluk Kyuhyun?

“Siwon, apa terjadi sesuatu hari ini?” tanya Kyuhyun pelan.

Siwon menggumam pelan. “Tidak terjadi apa pun. Aku datang ke St. Heaven untuk pertemuan yang tidak pernah kau tahu, lalu akhirnya kita merubah waktunya. Kita melakukan pembicaraan itu di studioku lalu kita makan malam bersama. Hanya itu yang terjadi. Mungkin efek alkoholnya baru terasa.”

“Tapi kenapa memelukku?”

Siwon menghembukan nafas. Ia menopangkan dagunya di bahu Kyuhyun. “Kau tidak pernah melakukan ini sebelumnya? Dengan mantan istrimu?”

Oh, arah pembicaraan ini semakin tidak karuan. Kenapa Siwon harus menyinggung soal mantan istrinya?

“Apa kau sering melakukannya? Dengan… kekasihmu?”

Siwon tersenyum. Ia melepaskan pelukannya lalu berjalan ke hadapan Kyuhyun. dengan ujung jemarinya Siwon kembali menyentuh pipi Kyuhyun lembut. “Tidak ada pernah ada kekasih.”

“Aku tidak percaya kalau kau tidak pernah punya kekasih. Lalu dengan Donghae?”

Siwon tertawa. “Jika aku memeluk Donghae seperti tadi, sudah bisa dipastikan dia akan kabur selama enam bulan sebelum kembali lagi.”

Kyuhyun menarik nafas perlahan dan menghembuskannya. Ini pembicaraan yang aneh. Mungkin karena Siwon yang mabuk. Tapi Kyuhyun masih cukup sadar saat ini. Mungkin dia tidak seharusnya menanggapi ucapan Siwon.

“Pergilah tidur, Siwon. Jangan lupa minum aspirin terlebih dahulu. Besok pagi kau akan mengalami hangover.”

“4776.”

Kening Kyuhyun mengernyit saat Siwon menyebutkan empat angka tersebut.

“Nomor kode pintu. Besok pagi, jika kau khawatir dengan keadaanku. Itu tanggal ulang tahunku.”

“Kenapa kau memberitahuku? Dan.. Empat Juli?”

Siwon menggeleng. “Tujuh April tahun tujuhpuluhenam.”

“Tapi berdasar profilmu, ulang tahunmu Delapan Februari.”

Siwon hanya tersenyum tipis. Ia mengambil satu jarak lebih dekat pada Kyuhyun. Pria itu menatap sang editor dengan lekat. “Itu tanggal di mana aku diadopsi.” Kemudian Siwon mencium kening Kyuhyun.

“Selamat malam, Kyuhyun.”

Lalu Siwon memasuki kamarnya. Meninggalkan Kyuhyun yang terdiam di ruang tengah. Begitu shock karena Choi Siwon baru saja mencium kening Cho Kyuhyun.

*****

NOTE:Well… yeah, telat update. Maaf yaa…

Ada begitu banyak hal yang terjadi dalam tulisan yang cuma 3k words ini.

Advertisements

33 thoughts on “[SF] Two of Us – Chapter 17

  1. Wow,, ini bener gak nyangka. Ternyata siwon anak adopsi? Apa ahjumma yang di kunjungi donghae itu eomma angkat siwon? Tapi kenapa bisa koma sampai selama itu? Apa karena itu, siwon gak tinggal di korea. Dia gak pernah jenguk eomma nya?

    Eiyy,, siwonnie cari kesempatan eoh.udah peluk, pake cium kening segala lagi. Kenapa gak sekalian suruh kyuhyun nginep di apartment in nya aja kkkk

  2. Huwaaa Siwon makin berani ^_^
    sweat bngt sih mereka, aku bacanya mpe senyum2 sendiri wkwkwk.
    Kasian sama Jun, dia msh kecil. pdhal menurutku lebh baik tinggal dengan Kyuhyun. biarpun Kyuhyun sibuk dia tidak mungkin mengabaikan Jun seperti yg Han pyo bilang. dan lg, dia tidk akan melihat perdebatan seprti Min Hyun dan Han Pyo. gedeg deh ama si Pyo itu, ganggu banget -_-

  3. Nah loh itu eomma kandung siwon atw eomma angkatnya yah ? Aigoooo siwon emnk pinter cari kesempatan nih cium kening kyu segala kira2 efeknya gmn yah ke kyu xixixixi trus bsok paginya kyu dteng g ke aprtmnt siwon kan udh tau kodenya 😊😊😔

    Semoga aja jun mau nya sma kyu ^^
    Slalu dtfu klnjutan nya author nim 😉😉
    Tapi jgn lama2 yah hehehe

  4. astaga, astaga, astaga!! sesak napas aku pas baca adegan terakhir!! itu….cute bgt.
    well, sedikit demi sedikit mulai kebuka siapa itu choi siwon, meski masih samar. aku penasaran sama ahjumma yg di rumah sakit itu siapa. siwon bilang dia diadopsi? oh, aku mulai bingung😂
    but, selalu deh dira bikin adegan terakhir dg sweet bgt. siwon main peluk cium aja. dia sadar atau pura pura mabuk sih? wah udah pdkt yg menjurus ke yg lebih dalam nih. Kyuhyun juga iya iya aja dipeluk ama dicium siwon.
    makasih udah update….
    penasaran chapter lanjutnyaaaaa…. ditunggu ya, hwaiting!!!

  5. Oh Goshh.. siwon dirimu pinter bgt nyuri2 kesempatan.. kkkkkk
    semoga waktu nyium kening bukan gara2 mabuk aja ya won..
    and… you know what? Aku bacanya pelan2 bgt lho biar gak cepet abis.. hehe
    penasaran sama sikap mereka besoknya terutama buat kyuhyun.. next terus ya

  6. Kayaknya rumit juga kisah hidup siwon, kalau gitu kehidupan wonkyu sama” rumit, terus apa tadi siwon gak pernah punya kekasih, wah wah makanya dia manja gitu sama kyu,pake nyium kening segala, bakalan gak bisa tidur si kyuhyun gegara siwon…, lanjut yaaa dan makasih..

  7. Wahhh daebak … sikap siwon p d kaitannya dg donghae yg menemui seorang ahjuma…p donghae sadar klo siwon gk suka m perempuan mk ny siwon bilang kyk gt ke kyuhyun…btw siwon udh suka kan m kyuhyun karna dia udh sampe nyium kening kyuhyun gt…..akkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk penasaran parah nih aku

  8. Ahjumma itu siapanya Siwon ya…ibu angkat atau ibu kandungnya? Trus Siwon tuh sebenarnya mabuk atau engga sih, tp yg pasti Siwon dah ngerasa nyaman sm Kyu

  9. Sepertinya kehidupan siwon begitu rumit, terus yg dikunjunhi donghae siapa? Ibu angkat apa ibu kandung siwon? Siwon semakin berani nunjukin ketertarikannya pada kyuhyun. Ditunggu banget kelanjutannya ne!! 😊

  10. Woah shock?!?!?! Siwon ternyata masih punya ibu dan siwon anak adopsi???? 😯😯 jadi ibu2 yang dikunjungi donghae itu ibu yang ngeadopsi siwon?? Etapi si ibu itu kenapaa? Koma nya lama banget sampe 10 tahun 😖 Itu ibunya kecelakaan apa gimana?? Ih minhyun mulutnya lemes deh kesel udh dibilang jangan bilang hanpyo malah bilang. Malesin deh. Ini juga si hanpyo ngerebut istri orang aja gitu amat deh nyebelin. Masa takut jun jadi rebel gara2 denger pembicaraan minhyun sama hanpyo. Anyway… siwon makin2 y kamu :))) pepet terus bosq.

  11. Sepertinya ada konflik baru tentang kehidupan siwon. Jdi mkin komplek. Kehidupan wonkyu berdua dan kehidupan masing2 sebelumnya.
    Mmm btw ni siwon dah ‘nyadar’ blm ya klo ada sesuatu yg berbeda yg dirasakan trhadap kyu?!

  12. kyaaaaaaaaa …. won ma kyu mkin intim aja d yaaaa…. mkn mlm b’2 dan diakhiri dg peluk pluss cium kening… jgn lma2 ya jadiannya… siwon jjang …. wonkyu jjang … diera ssi jjang!!!!

  13. Sebel banget sama si pyo..ikut campur aja kerjaannya…ambil aja tuh minhyun, nggak usah pake ikut campur masalah jun…
    Ahnjuma yang ditemuin donghae itu siapa? Ibu kandung siwon atau ibu angkat siwon?
    Udah mulai terungkap siapa siwon sebenarnya..
    Cieeeee…udah berani peluk dan cium nih…☺
    Kenapa nggak suruh nginep sekalian si kyu 😁
    Kelihatannya yang harus minum aspirin itu kyu bukan siwon…
    Sangat ditunggu kelanjutannya…

  14. Siwon kelahiran 76??? Tua amat hehehe…
    Mian…
    Btw yang donge datangi itu apa mama kandung siwon? Apa selama 10 taun koma, siwon akhirnya di adopsi duh penasaran sama kehidupan pribadinya siwon deh..
    Kyu kenapa sih dikit2 deg2an??? Udah mulai ada rasa y? Hahaha

  15. hmm..Ahjuma itu siapa ya? soalnya donghae ko ngerahasiain dari siwon tiap kali kunjungan..takut siwon curiga kalo keseringan..trus juga siwon kaya yang emang ga tau..jadi ga pernah jenguk..ibu kandung siwon kah? makin penasaran ama masa lalu siwon..
    semuga ajah jun maunya tinggal ama kyu..abis nyebelin banget ama han pyo..apa apan tuh ikut campur banget..penulis kang nya juga ga bisa ambil sikap..malah cerita..
    dan,,moment sweet mereka bikin diriku senyum2 gaje..hehee..waktu kyu pegang tangan siwon duluan..yaaah..walopun itu karena takut siwon ilang..tapi ngena..siwon juga udah mulai terbuka neh..dikit2 ngasih tau masa lalu nya..karena gerasa nyaman ama kyu kaaan..

  16. kyaaaa..!!! ending nyaa kereennn siwon makin berani yaa cium2 kyu aahhh jadi gk sabar chap slanjutnya …
    untuk ahjuma itu aku penasaran ..
    siwon anak adopsi trnyata..

  17. owh,siwon emang butuh kasih sayang rupanya,itu…ahjuma yng donghae maksud apakah umma kandung nya siwon nih jangan2,sepertinya bakal ada sedih2nya ni di part2 berikutnya,dan heeeeeehhhhh…..siwon kan emang kurang ajar ya di mana2ain cium2 kening kyuhyun,kyuhyunnya kan jd bingung,wkwkwk

  18. wah ternyata siwon anak adopsi.dan siapa perempuan yg dipanggil ajuma sama donghae ya apa dia ibu angkat atau ibu kandung siwon?
    oya kangen sama jun chapter selanjutnya kalo bisa ada jun nya ya…

    wah siwon sudah terang” ngan bahkan dia mencium kening kyuhyun…
    kyu aja terlihat kaku…
    ditunggu lanjutannya ya

  19. Haha Siwon mulai gila, dia mulai berani menunjukan perhatiannya dengan sentuhan bahkan ciuman. Jadi senyum-senyum sendiri bacanya….
    Ceritanya makin seru, ff yang hebat

  20. rada telat tapi gapapa. lumayan moment wonkyunya banyak
    siwon makin lengket sama kyuhyun. aduh mana makin sosweet 😍😍😍
    update cepet ya. semangat dierasshi

  21. aduh siwon udah makin berani..
    kyuhyun masih terlalu canggung tuh kek nya, tapi gak apa2 lah, yg penting ada kemajuan..
    tetap semangat buat siwon, ayoo takhluk kan kyuhyun..
    next chapter jan lama2 ya author..
    keep fighting and writing author

  22. Deabak!!!!!!asyik banget baca ini.Kenapa rasanya kurang aja kalau baca momment WonKyu yang bikin senyum gaje gini.
    Hmmm…kagak nahan.😉
    Siwon ternyata adalah anak adopsi.Dan ibu yg tengah ditengok Donghae itu..tadi ibu yg telah mengadopsi nya kah??
    Berharap … Kyuhyun akan tetap bersikap baik-baik saja dengan Siwon.

    Gumawo eonni… Fighting!!!!😉😉

  23. Cuma mau tau kpn mereka jadian??? Gak sabar nunggu mereka punya hubungan kekasih kkk
    Ya ampun, aku pengennya kyu duluan yg suka sama won, tapi kayaknya tetep won dulu yg suka dan berusaha buat bikin kyu cinta sama dia hmm
    Lanjuttttt^^

  24. Huwaa….meskipun hubungan wonkyu berjalan lambat, tp mrk semakin dekat…
    Dan apa ahjuma yg dikunjungi donghae itu ibu angkat siwon atau dia ibu kandung siwon?? Dan kenapa yg sering menjenguknya hanya donghae, apa siwon tdk mengetahui keadaannya??

  25. Iseng iseng bukak coffe loce story yg super super daebak ini..
    Ga nyangka ada update yg baru lagi..
    Thx ya unni uda cepet updatenya aku doakan semoga diera unnie sehat selalu ya :*

    Kya.. Capt ini bener2 deh ya hehehe
    Siwon apa yg terjadi denganmu kenapa tiba2 begitu frontal melakukan afeksi itu ke kyuhyun..
    Sweet banget deh kayanya siwon bener2 uda ga malu lagi deh dengan kyuhyun..
    Duh tinggal kyuhyunnya ini yg gimana terhadap afeksi nya siwon..
    Semoga alur hubunganya wonkyu cepet2 terealisasi hehe
    Uda ga sabar ngeliat itu semua :*
    Gomawo

  26. Hah? Siwon anak adopsi? Sungguh diluar perkiraan, emang sih slama ini penasaran sama kluarga siwon yg lain, ayah ibuny siwon dmn, yah smacam itu lah..
    Ahjumma yg dijenguk siwon itu apa ibu angkatny siwon ya? Penasaran deh..
    Trs sikap siwon ke kyuhyun itu apa krna pengaruh alkohol ato emang krna ksadaran dy sndri ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s