[SF] Two of Us – Chapter 16

Chapter 16

“Apa yang membuatmu berubah pikiran?” tanya Donghae.

Siwon bergumam pelan. Ia melirik Donghae yang tengah menyetir. “Maksudnya?”

“Tentang event itu. Sebelumnya kau menyetujuinya, tapi kemudian kau mengatakan akan memikirkan ulang tentang event tersebut,” ucap Donghae. “Kau tidak pernah berubah pikiran dengan begitu cepat, Siwon. Pasti ada sesuatu.”

Siwon mendesah. “Tidak ada apa pun. Aku hanya kembali berpikir saja tentang event tersebut.”

Kening Donghae mengernyit. “Hanya kembali berpikir? Itu agaknya…”

“Sudahlah. Sepertinya kemarin aku terlalu cepat mengambil keputusan. Toh, pihak St. Heaven tidak mengatakan apa pun terkait hal tersebut, bukan? Sebelumnya kita juga meminta waktu satu minggu untuk memikirkan tentang event tersebut,” tukas Siwon.

Donghae menghela nafas pendek. Biarpun Siwon mengatakan hal demikian, tetap saja masih aneh. Siwon tidak pernah mengubah keputusannya terkait hal apa pun setelah ia memutuskan. Tapi entah mengapa hal itu malah sering-kali terjadi di sini. Seolah ada seseorang yang menyuruhnya untuk memikirkan ulang pada setiap keputusan yang telah ia ambil. Dan Siwon menurutinya.

Namun, Siwon tidak mengenal banyak orang di Korea ini. Tidak banyak yang terlalu mengenal Siwon begitu dekat hingga bisa membuatnya merubah keputusan.

“Siwon-ah…” tutur Donghae. “Kau tidak sedang menjalin hubungan intim dengan seseorang yang tidak kuketahui, bukan?”

Mata Siwon membulat mendengar tuduhan Donghae. Terlebih saat Donghae mengatakan bahwa ia tengah menjalin hubungan intim. Heck, dengan siapa?

“Hey, apa maksudmu dengan itu?” seru Siwon.

Donghae menarik nafas perlahan. Tangannya masih erat memegang kemudi. “Aku hanya berpikir saja. Walaupun sebenarnya aku merasa itu tidak mungkin juga. Tapi… “Ia melirik sang penulis. “Jika kau tengah dekat dengan seseorang yang tidak kukenal…. Aku tidak bermaksud untuk ikut campur dalam kehidupan pribadimu. Hanya saja…”

“Lee Donghae, dengar baik-baik! Aku tidak sedang menjalin hubungan apa pun. Lagipula sepanjang kita berada di Korea, kapan aku punya waktu untuk bertemu dengan seseorang itu? Kita hampir duapuluhempat selalu bersama. Kemana aku pergi, kau selalu ikut atau paling tidak mengetahui ke mana tujuanku pergi. Lagipula dengan sasaengfan yang selalu membuntutiku, kau pikir jika aku menjalin hubungan saat ini maka orang itu akan baik-baik saja, eoh?”

Donghae hanya menyeringai mendengar penjelasan Siwon. Well… itu memang masuk akal. Terlebih jika mereka hampir selalu bersama kecuali saat Siwon berada di apartmentnya sendiri. Dan dengan situasi sasaengfan, Siwon juga tidak mungkin membahayakan dirinya sendiri dan juga orang lain.

“Well… Jika kau belum menjalin hubungan intim dengan siapa pun, itu bagus. Tapi jika kau ingin… Atau pada waktunya, ada seseorang yang istimewa bagimu, aku hanya mengingatkan saja,” ucap Donghae.

Siwon tidak mengatakan apa pun. Dia hanya menatap Donghae beberapa lama, lalu mengalihkan pandangannya. Heck… seseorang yang istimewa? Rasanya itu akan sulit. Dengan terkait situasinya saat ini dan juga masa lalunya.

*****

Yoon bergegas menghampiri Gil yang tengah sibuk berbicara dengan salah satu editor dari team lain. Walaupun ia terkesan tidak sopan, tapi dengan masalah saat ini, Yoon mengambil resiko tersebut. Ia menghampiri Gil dengan nafas hampir habis.

“Maaf Sunbae…” ucapnya terengah.

Gil menatapnya lekat. “Ada apa?”

“Apa kau tidak memberitahu Kepala Editor tentang perubahan pertemuan dengan Penulis Kang?” ujar Yoon sembari mengatur nafasnya.

Gil mengernyit. Editor lainnya merasa bahwa sepertinya ada masalah, jadi ia memutuskan untuk kembali ke pekerjaannya dan mengatakan pada Gil untuk melanjutkan perbincangan mereka nanti. Yoon sempat membungkuk hormat pada editor tersebut. Toh, bagaimana pun juga sang editor adalah sunbaenya.

Yoon kembali menatap Gil serius. “Sunbae lupa ya?”

“Tidak! Aku sudah menfoward perubahan jadwal pertemuan dengan Penulis Kang. Tapi… sebenarnya ada masalah apa?” tukas Gil.

“Penulis Kang sudah datang! Tapi Kepala Editor sekarang sedang meeting dengan… Well, kau tahu,” Yoon memberi isyarat dengan menunjuk ke atas.

Gil mengernyit. “Maksudmu dengan Dewan Direksi?” Yoon mengangguk. “Lalu di mana masalahnya? Penulis Kang bisa menunggu…”

“Itu aku tahu! Tapi setelah meeting dengan Direksi, Kepala Editor juga ada meeting dengan Agent Lee dan Penulis Choi.”

Gil mendesah. Yoon menjelaskan terlalu bertele-tele. Ia bahkan tidak tahu di mana masalahnya dengan semua perubahan jadwal pertemuan tersebut. “Yoon… Bicara yang jelas. Masalahnya apa?”

“Kepala Editor mempunyai empat meeting hari ini. Setelah meeting dengan Dewan Direksi, masih ada pertemuan dengan bagian Pemasaran, Percetakan lalu dengan PR. Lalu ditambah dengan meeting dengan Penulis Kang dan Agent Lee. Semuanya di waktu yang bersamaan!!!” seru Yoon dengan jengkel.

Gil hanya membuka mulutnya, tapi kemudian matanya membulat. Oh, shit!! Karena seminggu sebelumnya Kepala Editor tidak masuk kerja, jadi mereka harus membuat perubahan untuk beberapa meeting penting. Tapi karena terlalu banyak dan waktu yang terlalu singkat, sepertinya mereka tidak sengaja melakukan kesalahan.

“Oh, Shit!!” umpat Gil yang kemudian bergegas menuju mejanya. Ia harus memeriksa di bagian mana dia melakukan kesalahan. Yoon mengikutinya.

Heck, walaupun Gil bukan yang bertugas langsung untuk semua jadwal meeting Kepala Editor, tapi dengan posisinya yang hampir bisa dikatakan sebagai “wakli kepala editor” ada beberapa hal yang harus melalui persetujuannya. Terlebih jika Kepala Editor tengah berhalangan. Terutama terkait jadwal meeting penting yang harus dihadiri oleh Kyuhyun.

Begitu sampai di meja kerjanya, Gil langsung membuka jadwal meeting yang sudah dibuat. Matanya kembali melebar. Hari ini Kyuhyun ada tiga pertemuan di waktu yang hampir bersamaan. Dan sisa tiga pertemuan lainnya yang waktunya berdekatan. Hanya ada jeda kurang lebih duapuluh menit pada setiap pertemuan.

Oh, Kyuhyun tidak akan menyukai hal ini.

“Panggilkan Daemi!” seru Gil.

Yoon bergegas memanggil Daemi, seseorang yang bertugas menjadi sekretaris Kyuhyun. Walaupun posisi sang pegawai adalah team PR. Namun karena suatu hal dan lainnya, Daemi lebih banyak bekerja untuk bagian editorial sebagai sekretaris. Sedangkan Gil sendiri mengecek email yang dikirimnya ke Kyuhyun terkait beberapa jadwal pertemuan yang berubah.

Gil membuka beberapa email yang ia kirimkan pada Kyuhyun. Tiga diantaranya terkait editing naskah. Dan ketika ia menemukan email forward terkait jadwal pertemuan, Gil segera membaca isi email tersebut dan mencocokkan dengan jadwal yang ada.

Sayangnya, Gil lupa merubah dan memasukkan jadwal pertemuan dengan Penulis Kang, pertemuan dengan PR dan juga pertemuan dengan Agent Lee.

Tak lama Yoon kembali dengan Daemi.

“Yoon bilang ada masalah,” ucap Daemi.

Gil mengangkat kepalanya dan menatap Daemi dengan serius. “Aku salah memfoward perubahan jadwal meeting pada Kepala Cho. Sekarang ada tiga pertemuan di waktu yang bersamaan. Bagaimana ini?”

Daemi mendengus jengkel. Ia kemudian melihat jadwal meeting yang sudah diatur dengan email forward yang dikirim oleh Gil. “Sudah kubilang untuk memeriksanya lagi sebelum kau memfoward emailnya! Kepala Cho tidak akan senang dengan hal ini.”

“Aku tahu!! Sorry… tapi waktu itu aku sedang banyak hal yang kupikirkan,” ujar Gil.

“Yoon bilang Penulis Kang sudah datang,” tukas Daemi.

“Sekarang masih ada di bawah. Sedang bicara dengan Manager Do. Dan… Agent Lee dan Penulis Choi sedang dalam perjalanan. Karena menurut jadwal pertemuannya satu jam lagi,” tutur Yoon.

Daemi menarik nafas panjang. Well, ini bukan pertama-kalinya mereka membuat kesalahan seperti ini. Dan Kepala Editor Cho juga tidak akan marah besar. Jika mereka bisa mengatur ulang beberapa pertemuan, itu tidak akan sulit. Tapi Kyuhyun bukan tipe atasan yang menyukai kesalahan. Terlebih sebelumnya mereka juga mengalami beberapa masalah.

“Sekarang Kepala Cho tidak tahu ada jadwal pertemuan dengan Penulis Kang, bukan? Aku bisa bicara dengan Penulis Kang untuk mengatur ulang pertemuan tersebut. Jika kita memundurkan waktu pertemuan dengan team PR, Kepala Cho bisa bertemu dengan Agent Lee dan Penulis Choi. Tapi tidak akan lama. Kurasa hanya tigapuluh menit karena masih adalah pertemuan dengan Percetakan.”

Gil mendesah. “Aku bisa bicara dengan Kepala Bang untuk memundurkan waktu pertemuan. Mungkin tidak lama, hanya satu jam.”

“Tapi yang jadi masalah adalah pertemuan dengan Pemasaran. Mereka akan membahas event promo penjualan untuk lima novelist besar St. Heaven. Kurasa itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sedangkan waktunya hampir berdekatan,” tukas Yoon.

Daemi mengumpat pelan. Ia melupakan tentang bahasan tiap pertemuan tersebut. Bahkan jika ia bisa memundurkan waktu dari tiap pertemuan, Daemi tidak yakin pembahasannya akan selesai dengan cepat. Itulah kenapa dia selalu mengingatkan pada editor yang bertugas sebagai “wakil kepala editor” untuk melakukan pengecekan ulang untuk tiap perubahan jadwal pertemuan.

“Terpaksa kita harus menjadwal ulang pertemuan lainnya. Sekarang mana pertemuan yang menjadi prioritas?”

“Kurasa pertemuan dengan Pemasaran dan Percetakan. Pertemuan dengan PR adalah lanjutan bahasan dengan team Pemasaran,” ujar Gil.

“Kalau begitu kita jadwal ulang pertemuan dengan Penulis Kang dan Agent Lee. Aku bisa bicara dengan Penulis Kang, tapi urusan dengan Agent Lee dan Penulis Choi, kalian yang harus melakukannya. Terlebih dengan status Penulis Choi di St. Heaven sebagai penulis VIP. Heck, aku bahkan belum pernah bertemu dengan mereka,” sahut Daemi.

Gil menatap Yoon dengan lekat. Mereka mungkin pernah menjadwal ulang pertemuan dengan Agent Lee dan Penulis Choi sebelumnya, tapi itupun karena Kyuhyun yang sakit. Entah alasan apa yang harus mereka katakan untuk perubahan mendadak ini. Bukan hanya pada Agent Lee dan Penulis Choi, tapi Gil dan Yoon juga harus menjelaskannya pada Kyuhyun.

*****

Siwon memasuki lobby St. Heaven seorang diri, karena Donghae harus pergi memarkirkan mobil terlebih dahulu. Dengan sesekali berfokus pada ponselnya untuk membalas pesan yang masuk, Siwon berjalan menuju lift terdekat. Ia menekan tombol lift ketika seseorang berdiri di sisinya. Siwon melirik orang tersebut yang ternyata adalah Kang Min Hyun.

Siwon menyimpan ponselnya di saku jaketnya dan menghembuskan nafas perlahan. Ia berharap kalau ia tidak harus turun terlebih dahulu. Situasinya terasa begitu sunyi dan canggung. Walaupun Siwon mengenali wanita tersebut, tapi sepertinya Kang Min Hyun belum mengenalinya. Mereka memang hanya pernah sekali bertemu di apartment Kyuhyun. Namun saat di apartment pun, Kang Min Hyun juga tidak mengenali Siwon sebagai penulis.

Ketika pintu lift terbuka, Siwon bergegas masuk diikuti oleh Kang Min Hyun. Dengan cepat, Siwon menekan tombol lantai 5. Di saat yang sama, Min Hyun yang hendak menekan tombol lima, terdiam saat Siwon melakukannya terlebih dahulu.

Pintu kemudian tertutup.

“Hahh…” Siwon mendesah pelan.

Ia mengeluarkan ponselnya untuk mengecek balasan pesan yang dikirim sebelumnya. Tapi tidak ada apa pun. Jadi, dia memasukkannya kembali. Siwon kini hanya memerhatikan layar LED yang menunjukkan pergerakan lift tersebut.

Namun, saat menaiki lantai empat, lift tiba-tiba berhenti dan pintunya terbuka.

“Oh?!” Mata Siwon membulat ketika ia melihat sosok Kyuhyun yang tengah menunggu lift.

“Editor Cho…” ucap Siwon dan Min Hyun bersamaan.

Siwon sontak menoleh ke arah Min Hyun sekilas. Kyuhyun menarik nafas lalu memasuki lift. Ia berdiri di tengah. Di antara Siwon yang berdiri di sisi kanannya dan Min Hyun di sisi kirinya. Pintu lift kembali tertutup.

Kyuhyun merasa begitu canggung. Walaupun mereka tinggal naik satu lantai lagi. Tapi rasanya waktu berjalan begitu lama. Ia melirik Siwon lalu pada Min Hyun.

“Apa…” ucap Kyuhyun pelan. “… Kita ada jadwal pertemuan hari ini?”

*****

Kyuhyun mengusap wajahnya frustasi. Gil yang berdiri di hadapannya hanya bisa menunduk. Sang editor baru saja menjelaskan tentang kesalahan jadwal pertemuan pada Kyuhyun. Dan selagi Gil menjelaskan pada Kyuhyun, Daemi mengajak Min Hyun untuk bicara dan Yoon membawa Siwon ke ruangan pertemuan yang kosong untuk menunggu.

“Setengah jam lagi pertemuan dengan team Pemasaran, bukan?” ucap Kyuhyun.

Gil menatap Kyuhyun. “Iya, Pak. Pembahasan tentang promosi lima novelist St. Heaven. Setelah itu adalah brief singkat dengan team PR untuk lanjutan bahasan promosi tersebut.”

“Kemudian laporan dengan Kepala Bang, bukan?”

Kyuhyun mengingat jelas tiga pertemuan itu. Tapi entah bagaimana bisa mereka melupakan dua perubahan jadwal pertemuan dengan dua novelist utama St. Heaven saat ini. Gil hanya menggumam pelan, mengkonfirmasi pertemuan tersebut.

“Saya bisa memundurkan pertemuan dengan Kepala Bang selama satu jam,” tutur Gil.

Kyuhyun menarik nafas dan memandang Gil lekat. “Itu tidak akan merubah apa pun, Gil. Bagaimana dengan Penulis Kang dan Penulis Choi. Tidak akan ada waktu.”

“Terpaksa harus dijadwal ulang, Pak. Daemi mengatakan dia bisa bicara dengan Penulis Kang untuk menjadwal ulang. Tapi…” Gil menarik nafas perlahan, “Mengenai Penulis Choi.”

“Kita tidak akan bisa menjadwal ulang seperti sebelumnya, bukan? Penulis Choi adalah penulis VIP St. Heaven. Jika kita salah memperlakukannya, itu akan berakhir buruk. Terlebih jika masalah ini sampai terdengar oleh Direksi.”

Gil kembali menunduk. “Maaf, Pak.”

“Panggilkan Daemi.”

Gil mengangguk lalu berjalan keluar ruangan tersebut. Kyuhyun meraih kacamatanya dan memakainya. Ini memang bukan pertama-kalinya ada masalah seperti ini. Tapi dengan situasi saat ini, jika ada sedikit masalah saja, itu bisa akan menimbulkan efek domino dan akan berdampak pada hal lainnya.

Kyuhyun melirik jam di pergelangan tangannya. Masih ada waktu sekitar duapuluh menit sebelum pertemuan dengan Pemasaran. Ia harus menyelesaikannya dengan cepat.

Tak lama Daemi memasuki ruangan Kyuhyun diikuti oleh Gil.

“Kau sudah bicara dengan Penulis Kang?” tanya Kyuhyun.

Daemi mengangguk. “Penulis Kang sepertinya bisa mengerti. Tapi saya belum mengatakan tentang perubahan jadwal pertemuan. Keputusan ada pada anda, Pak.”

Oh, Kyuhyun paling tidak menyukai jika Daemi sudah mengatakan seperti itu. Terlebih jika ini bukan kesalahannya. “Melihat situasinya, kita tidak bisa mencari waktu untuk pertemuan itu. Bahkan jika kita meminta Penulis Kang untuk menunggu, itu tidak professional. Kurasa keputusan terbaiknya adalah merubah waktu pertemuan.”

Kemudian Kyuhyun menatap Gil. “Besok hanya ada pertemuan dengan team editorial lain, bukan?”

“Iya, Pak. Pukul sepuluh.”

Kyuhyun mengangguk. Ia lalu memandang Daemi. “Katakan pada Penulis Kang, pertemuan hari ini diubah menjadi besok pukul setengah sembilan pagi. Kau bisa memberitahu Penulis Kang, bukan?”

Daemi mengangguk.

“Dan sekarang masalah adalah Penulis Choi,” ujar Kyuhyun. “Memang apa pembahasan pertemuan dengan Penulis Choi dan Agent Lee.”

*****

“Sekali lagi, saya meminta maaf atas ketidak-nyamannya, Penulis Kang,” ucap Daemi.

Ia mengantarkan Min Hyun sampai ke lift.

Min Hyun hanya tersenyum tipis. “Tidak apa-apa. Aku bisa mengerti. Lagipula saat Editor Cho tidak masuk karena sakit seminggu kemarin, ada beberapa masalah.”

Daemi mengangguk. Well, dia memang mengakui hal tersebut. Ketika seorang Kepala Editor tidak masuk kerja, terlebih selama satu minggu, akan muncul beragam masalah. Walaupun secara umum, team akan bekerja dengan normal, tapi tetap saja ada hal-hal tertentu yang membutuhkan petunjuk dari seorang Kepala Editor.

Hal ini juga terjadi ketika Kyuhyun tidak masuk kemarin.

“Begitulah. Walaupun team bekerja dengan baik, tapi tetap saja pasti akan ada masalah.”

Min Hyun bergumam pelan. Lalu ia terhenti sejenak dan melihat ke arah salah satu ruang meeting di mana Kyuhyun tengah bicara Choi Siwon. Oh, Min Hyun baru mengetahui tentang Penulis Choi Siwon. Terlebih ia juga baru menyadari kalau sang penulis juga tetangga baru Kyuhyun.

“Aku baru mendengar kalau St. Heaven akan menerbitkan novel milik Penulis Choi,” ucap Min Hyun.

Daemi ikut menoleh ke ruang pertemuan tersebut. “Oh. Direksi menginginkan persiapannya dilakukan secara rahasia. Bahkan, berita tentang St. Heaven akan menerbitkan novel Penulis Choi baru tersebar di kalangan pegawai lain ketika Agent Lee datang pertama kali. Itu pun sekitar hampir sebulan lalu. Tapi team PR berusaha memastikan bahwa media belum mengetahuinya.”

Min Hyun kemudian menatap Daemi. “Tapi dengan keberadaan Penulis Choi di Korea, bukankah itu akan membuat media bertanya?”

“Well, pihak Penulis Choi mengeluarkan pernyataan kalau ini hanya sekedar masa tinggal sementara. Cukup beruntung, karena Penulis Choi memang sering berpindah-pindah negara. Jadi, untuk sementara team PR menggunakan pernyataan tersebut. Walaupun kami masih harus berhati-hati karena fans Penulis Choi,” tutur Daemi.

Min Hyun hanya menggumam pelan. Ia kemudian kembali menoleh ke ruang pertemuan. Ia memperhatikan Kyuhyun yang tengah bicara dengan Penulis Choi. Namun, entah bagaimana, rasanya Min Hyun merasa sedikit aneh. Kyuhyun sangat dikenal sangat professional dengan pekerjaannya. Tapi melihat interaksi Kyuhyun dengan Penulis Choi saat ini….

“Penulis Kang…”

Min Hyun tersontak dan tersenyum pada Daemi. “Sampai jumpa besok, Daemi-sshi.”

Kemudian ia berjalan menuju lift yang sudah terbuka.

*****

“Well… Kurasa itu memang tidak terhindarkan,” ujar Siwon.

Kyuhyun menghembuskan nafas pendek. “Maaf atas ketidak-nyaman anda, Penulis Choi.”

Siwon menatap Kyuhyun yang terus berdiri walaupun ia sudah menyuruhnya untuk duduk. Ia mungkin bisa mengerti dengan sedikit kekacauan tersebut, tapi sepertinya Kyuhyun terlalu memikirkannya. Mungkin karena ini adalah tanggung-jawab pekerjaannya.

Siwon mendesah pelan lalu ia berdiri dan menghampiri Kyuhyun. Ia memperhatikan wajah pria itu dengan lekat. Semalam, Kyuhyun terlihat lelah dan hari ini pun sepertinya ia terlihat jauh lebih lelah.

“Semalam kau tidur jam berapa?” tanya Siwon.

Kyuhyun berkedip beberapa-kali. “Eh? Maaf…?”

“Kau mendengar pertanyaanku, Kyuhyun.”

Oh, Siwon berbicara informal dengannya. Tapi mereka masih berada di kantor. Dan sesuai perjanjian, mereka akan bersikap professional untuk soal pekerjaan.

“Saya tidur cukup, Penulis Choi. Dan untuk perubahan waktu pertemuannya….” Ucapan Kyuhyun terhenti ketika Siwon menyentuh wajahnya, tepat di bagian bawah matanya. Sontak Kyuhyun mengambil langkah mundur. “Penulis Choi..”

“Oh, maaf.” Siwon memasukkan tangannya ke saku celana. “Untuk pertemuan itu, kita bisa melakukannya di studioku.”

“Eh?”

“Kau bilang sendiri kalau setelah ini, kau masih mempunyai beberapa pertemuan internal yang penting, bukan? Kau juga merasa berat hati jika menyuruhku untuk menunggu. Jadi, pulanglah lebih awal. Kau bisa datang ke studio dan membicarakan beberapa hal. Itu jauh lebih baik, bukan?” ujar Siwon.

“Ta-tapi Penulis Choi…”

“Jangan lembur lagi hari ini,” tukas Siwon yang membuat Kyuhyun terdiam. “Kau baru sembuh, bukan? Walaupun pekerjaanmu banyak, tapi kau baru sembuh. Jadi, jangan terlalu memaksakan diri. Hari ini pulang lebih awal, datang ke studio untuk bicara tentang pekerjaan. Dan mungkin kita bisa makan malam bersama.”

Kyuhyun hanya memperhatikan Siwon dengan lekat. Siwon menarik nafas perlahan. Ia mengeluarkan tangannya dari saku celana dan berjalan menghampiri Kyuhyun. Dengan lembut, Siwon menepuk pipi Kyuhyun sekilas, sebelum Siwon hendak meninggalkan ruangan pertemuan tersebut.

“Jika kau tidak datang ke studio, aku akan datang ke sini lagi dan menyeretmu pergi. Mengerti? Sampai jumpa nanti sore, Editor Cho.”

*****

 

Advertisements

36 thoughts on “[SF] Two of Us – Chapter 16

  1. Sempet gak percaya waktu cek udah ada lanjutan two of us
    Waahh… Debbak!! Seseorang yang spesial? Katanya ga k punya itu.. Itu siapa yang mau di seret klo sampai lembur??
    Katanya cuma tetangga dan rekan kerja.. Itu itu.. Mau ajak makan malam lagi?
    Heleh2 siwon mah modus aja kerjaanya…
    Kyuhyun juga gara2 depresi cerai pasti bakalan nurut wae… Walau pura2 nolak wkwkwkw
    Makin penasaran sama cerita kelanjutannya… Semoga cepet di lanjut lagi ya

  2. Kyknya Siwon dah nunjukin posisi yg dominan yg g mau omongannya dibantah dan Kyu jg kyknya engga keberatan juga nih. Mantan istrinya Kyu dah mulai curiga sm perilaku Kyu thd Siwon…moga2 aja dia engga jd penghalang antara hubungan Kyu dan Siwon

  3. Bagian akhir itu, ih suka banget deh. Jadi gemes sendiri sama perhatian kecil siwon ke kyuhyun.

    Tapi ngomong-ngomong soal masa lalu siwon, jadi tambah penasaran deh, masa lalu dia seperti apa sih.terutama masalah percintaannya. apa terjadi sesuatukah sama pacar siwon mungkin, karena ulah saesang fans misalnya???

  4. gemes banget sich mereka berdua 😊😊😊😊😊 kek siwon udh mulai ada rasa suka nich ke kyu 😆😆😆😆😆

    cepet lanjut yach de 😘😘😘😘

  5. Udah chap 16 wow….
    kmna saja diriku slma ini haha
    Chap terakhir bikin senyum gaje..Siwon dah mulai nunjukin perhatian khusus ke Kyuhyun.. sudah mulai ada perasaan kahh.. hahaha.. GK sabar nunggu buat dinner barengnya..
    Ohh itu tentang masa lalu Siwon..aku penasaran.. cepet di lanjut ya thorr..
    Faighting..!! 😉

  6. Wah wah siwon udah berani pegang” pipi kyuhyun yaaa ahaiiii.., penulis kang itu kan mantan istri kyu, kyknya dia agak merasa ada sesuatu dngn hub wonkyu deh, aduh gak sabar nungguin lanjutan cerita ini, kapan yaaaa..,makasih buat yang udah capek” nulis lanjutan cerita ini, karyamu bikin hati adem…😘

  7. huwaaaaahhh ngebut,dan sudah mulai ada kemajuan pesat,siwon mulai tegas dan seolah nunjukin klo dia si dominan,eeeeeaaaa…..

  8. Wuaaaaahhhhh Siwon semakin perhatian bahkan berani menyentuh Kyu di kantornya, hihihi jadi senyum-senyum sendiri ngebayanginnya. Rasanya tetep belum puas bacanya, pingin banget baca lanjutannya…….
    Ditunggu banget.
    FFnya selalu hebat….

  9. Akkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk ini cerita manis bgt sih…auh siwon tanpa sadar udh nunjukin perhatiannya ke kyuhyun….wkwkwkwkwkwkwkwkwk penasaran m ekspresi ny uri kyuhyun^^ aku tunggu next chapternya^^

  10. wahhhh daebakkk chap 16 cpet bgt updatenya sering2 ya author nim hihihihi
    aigoooo kyknya ada yg mulai maksa2 nih ..jgn2 udh mulai jatuh hati ^^
    gmn y acara dinner mreka trus kyu bkln berani lembur ga yah
    selalu ditunggu klnjutanya chingu …moga next chap lbh puanjangggg lgi hihihi

  11. Kepo itu kenapa siwon gamau punya pasangan ya gara2 masa lalu nya…… heum
    Btw siwon makin2 posesif ih sama kyuhyun nyahaha sukak tp gemes si liatnya kan perjanjiannya kalo mau keliatan kenal cuma boleh di luar st. Heaven tp itu siwon genit haha. Gapapa bagus deh tp ><

  12. Wahh.,seneng kalau Siwon sudah menunjukkan sikap yg hangat pada kyuhyun, tapi kayaknya kyu yg masih sulit. Semoga kedepannya makin lncar hubungan mereka. 😊
    Ditunggu banget kelanjutannya ne!!! 😊

  13. Baru nonton video bromance nya woobin dan jongsuk..
    Baca ini ya hampir mengena hehehe walo kan kedekatan woobin dan jongsuk udh masuk tahap skinship lah bda dengan wonkyu disini yang masih canggungan hehehe hadeuh malah melebar bahasnya hehehe…
    Min hyun pengen tau aja deh kan sudah mantan biarkan kyu bahagia dengan kebahagiaannya sendiri deh..
    Ya ini hal istimewa yang siwon dapatkan di korea,btw ada apa dengan masa lalu siwon?

  14. Katanya nggak punya seseorang yg special di Korea, tp itu siapa yg dipegang pipinya..😁
    Penasaran sama masa lalu siwon…
    Udah nggak sabar nunggu kelanjutannya.

  15. wah siwon udah ga canggung lagi ya sama kyuhyun padahal kyuhyun masih canggung dan tidak nyaman dengan nya…
    dan sepertinha kang min young merasa aneh dengan kedekatan kyuhyun dan siwon…
    ditunggu lanjutannya ya

  16. kyaaaa fast update!! seneng banget!!
    siwon punya masa lalu apa? kok kayanya pengaruh banget soal masalah cinta. terus pas siwon yang nyuruh Kyuhyun buat istirahat itu perasaan manis banget. sumpah deh Kyuhyun malu malu meong gitu, cuma bisa diem. siwon juga pinter bgt sih, pake alasan mau nyeret pulang segala. cieeee…. mulai pdkt nih siwon ^^
    makasih buat chapter ini yg bikin senyum senyum gak jelas. ditunggu chapter selanjutnya yg lebih sweet lagi.

  17. baru cek blog eh two of us udah ada chapter baru 😙😙😙
    seneng dah updatenya cepet
    suka sama perhatian kecil siwon ke kyuhyun. tapi keknya belom ada tanda tanda benih cinta 😢😢
    ditunggu next chapter. banyakin moment wonkyunya authorssi kkk ga pernah puas kalo soal wonkyu 😂

  18. kyaaaa…. dah mulai berani skinship… won kynya makin sering nunjukin rsa suka ke kyu… kepo ma msa lalu siwon …. thanks diera ssi sehat trus ya biar lancar update nya… diera ssi jjang!!!! hwaiting!!!!

  19. Aaww ciye2.. siwon nunjukkin perhatian ‘lebih’ nih ke kyuu.. kkkkk
    Mantannya kyu aja udah peka kalo wonkyu ada something masak wonkyunya sendiri gak…
    ditunggu kelanjutannya

  20. Positive progress..

    Siwon sgt memperhatikan kyuhyun..so sweet..dan penulis Kang tidak perlu merasa something..kamu adalah masa lalu yg menyedihkan & menyakitkan

  21. haaii aku baru baca ff ini, jadi maaf ya baru bisa comment..
    ceritanya bagus, bahasanya juga sederhana dan mudah dimengerti..
    next chapter jan lama2 ya, soalnya udah penasaran nih..
    salam kenal yaa,,
    keep fighting and writing

  22. kriiik..kriiik..mendadak ikutan jadi patung pas kyu se lift sama siwon n x-wife nya..
    daaan..apa ini..so sweet abis..siwon..perhatian bgt sama kyu..ga mau kyu kecapean lagi..
    so..bakal ada progres apalagi neh setelah mereka adain pertemuan di studio lanjut dinner bareng..???
    jadi ga sabar neh nunggu kelanjutan ceritanya.. ❤

  23. Aduh siwon, udh makin perhatian ya ke kyuhyun, seneng deh..
    Kyuhyun mngkin masi bingung2 gt sama sikap siwon, tp sapa tw lama kelamaan malah jdi ga bsa lepas dri siwon.. uuhhh ga sabar nunggu selanjutnya nih

  24. Aduh…knp so sweet gini sih😍
    Itu loh d scene yg trakhir, bikin meleleh….segitu perhatian siwon k kyu, brharap eks-wife kyu cemburu biar dia juga sakit hati tuh…😏

  25. Bagian terakhirnyaa kok bikin melting yahhh, duhh perhatian siwon yang gitu tuhh yang bikin baper tehh ehhh wkwk

  26. Walau sepertinya lbh bnyk yg membahas tentang kacaunya jadwal Kyuhyun saat ini.Aq rasa,aq baru tau betapa sibuknya seorang Kyuhyun itu… semoga dia bisa menjaga kesehatannya.Dan..semua berjalan lancar .
    Hmmm…senyum ga jelas jadinya.Lihat interaksi WonKyu.Penasaran banget dengan Next chapnya.

    Fighting eonni… gumawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s