[SF] Two of Us – Chapter 14

Chapter 14

Siwon masih berada di mobilnya ketika ia melihat beberapa orang dari St. Heaven baru saja keluar dari lift. Ia mengenali Editor Gil dan Editor Yoon. Tapi sisa lima orang lainnya, Siwon belum pernah melihat mereka. Namun, ia sangat yakin bahwa mereka pasti staff St. Heaven.

Siwon memperhatikan mereka memasuki mobil.

Dua orang memasuki mobil SUV berwarna hitam, empat orang lain memasuki mobil Ford putih–di antara mereka bahkan ada yang terlihat mabuk– dan seorang lainnya di mobil berwarna merah. Ia menghembuskan nafas pendek. Ini baru tiga hari Kyuhyun tidak masuk kerja. Namun, sepertinya dia tidak bisa menahan diri lagi. Siwon melirik jam digital pada dashboard mobilnya. Pukul sebelas limapuluhenam menit.

Siwon mendesah frustasi.

Dia kembali mengabaikan nasihat dokter. Entah apa yang harus aku lakukan padanya.

Setelah memastikan semua staff St. Heaven sudah pergi meninggalkan basement parkir, Siwon meraih tas laptopnya dan memanjat keluar. Ini pertama-kalinya Siwon menulis di luar studionya. Karena hampir seluruh deadline menulisnya menjadi kacau karena Siwon harus membantu Kyuhyun selama beberapa hari –itu juga sebagai pertanggung-jawaban Siwon. Dengan sedikit terpaksa, Siwon harus mengejar waktu jika dia tidak ingin membuat deadline baru.

Langkahnya membawa Siwon memasuki gedung dan menuju lift.

*****

Siwon bersandar pada pintu unit apartmentnya. Dengan satu tangan berada di saku celana, yang lainnya memegangi tas laptop. Pandangannya fokus pada pintu unit apartment 1504.

Siwon berpikir apa yang dilakukan oleh Kyuhyun adalah haknya. Itu adalah hidupnya dan Siwon tidak bisa mengatur seenaknya. Toh, mereka adalah orang asing. Hanya bertemu karena sebuah pekerjaan dan kebetulan tetangga. Tidak pernah lebih dari itu.

Bahkan mereka bukan teman.

Apa ini tidak bisa dikatakan sebagai teman? Aku bahkan pernah… Oh, Shut up Choi Siwon!!

Perlahan Siwon menarik nafas panjang. Kemudian ia menegakkan tubuhnya dan berjalan dua langkah menuju pintu unit dihadapannya. Ia mengeluarkan tangan di saku celananya dan hendak memasukkan nomor kode pintu sebelum ia terhenti.

“Choi Siwon, walaupun kau tahu kode pintunya, bukan berarti kau bisa masuk tanpa ijin,” gumamnya.

Kemudian Siwon menekan bel pintu. Agak lama, ia menunggu tapi tidak mendapat sahutan apa pun. Kening Siwon berkerut dan ia menekan bel lagi.

Tidak ada jawaban.

“Mungkinkah dia langsung tidur?”

Siwon mendesah lalu berbalik menuju unitnya. Namun, ada sesuatu yang menahan dirinya. Ia kembali menoleh menatap unit apartment Kyuhyun. Oh, bagaimana bisa ia harus merelakan deadline tulisannya lagi? Siwon sedikit membenturkan kepalanya di pintu unitnya lalu berbalik, memasukkan nomor kode dan membuka pintu secara perlahan.

Siwon melepaskan sepatu di foyer.

“Kyuhyun…”

Lagi, dia tidak mendengar sahutan dari sang pemilik apartment. Langkah kaki Siwon membawanya berjalan masuk menuju ruang tengah di mana ia melihat ada begitu banyak tumpukan dokumen dan juga beberapa kaleng minuman –beer dan soju.

“Hahh…” Siwon lalu menaruh laptopnya di sofa dan menyadari bahwa jendela balkon terbuka. Ia berpikir mungkin Kyuhyun berada di sana.

Jadi, Siwon beranjak menuju balkon. Udara dingin malam menyambut wajahnya. Diikuti oleh semilir angin dan aroma kota Seoul yang begitu khas. Siwon menatap punggung Kyuhyun yang tengah berdiri di dekat pinggir balkon.

“Kyuhyun…” ucap Siwon pelan.

Pria itu bergumam pelan lalu menoleh. Kyuhyun melirik Siwon sekilas lalu membalikkan wajahnya lagi. Siwon mendesah lalu berjalan mendekat hingga ia berdiri di sisi Kyuhyun. Siwon menatap pria itu dengan lekat.

“Aku menekan bel beberapa kali.”

Kyuhyun menggumam. “Aku mendengarnya.”

“Lalu kenapa kau tidak membukakan pintu?”

Kyuhyun menarik nafas lalu menatap Siwon lekat. “Jika kau ingin masuk, bukankah kau sudah mengetahui nomor kodenya? Kau bisa masuk dengan mudah tanpa perlu menekan bel. Selain itu, kupikir kau tidak akan masuk. Ini sudah begitu malam.”

Well, itu masuk akal. Tapi tetap saja tidak dibenarkan untuk masuk tanpa ijin.

Siwon kemudian melirik kondisi ruang tengah yang masih berantakan. “Kau memanggil team PR ke sini? Aku tadi melihat Editor Gil dan Editor Yoon,” tuturnya sembari memandang Kyuhyun lagi.

Kyuhyun mendesah. Ia sedikit mendongakkan kepalanya menatap langit malam yang terlihat begitu kelam. “Aku hanya ingin memastikan beberapa hal.”

“Sejak jam berapa?”

“Entahlah,” Kyuhyun menghembuskan nafas dan memejamkan matanya. Ia menikmati hembusan angin membelai wajahnya. Surai rambut hitamnya juga bergerak seiring dengan hembusan angin malam. “Mungkin sebelum makan siang. Atau mungkin setelahnya.”

“Kyuhyun, kondisimu…”

“Sudah jauh lebih baik,” sela Kyuhyun cepat. “Rasa sakitnya sudah hilang. Aku bisa bergerak dengan bebas. Itu artinya aku sudah bisa kembali bekerja.”

“Tapi dokter menyuruhmu beristirahat selama satu minggu bukan hanya karena masalah punggungmu. Kondisi fisik tubuhmu…”

Kyuhyun membuka matanya dan menatap Siwon. “Kenapa kau begitu memperhatikanku, Penulis Choi? Bukankah kita adalah orang asing? Hanya kebetulan kau adalah klien di tempatku bekerja dan juga tetanggaku.”

Siwon terdiam. Oh, itu yang kupikirkan tadi. Well… bagaimana bisa kita memikirkan hal yang sama?

“Pulanglah, Choi Siwon. Aku juga ingin tidur,” ucap Kyuhyun lagi. “Ah… Kemungkinan besok kau akan mendengar kabar tentang pertemuan membahas jadwal promosimu. Tenang saja, aku akan hadir di pertemuan itu.”

Siwon tidak mengatakan apa pun. Dia hanya menatap Kyuhyun hingga pria itu yang memutuskan untuk beranjak pergi terlebih dahulu. Namun, ketika Siwon mencium aroma alcohol dari tubuh Kyuhyun, sontak tangannya menahan pergelangan tangan Kyuhyun.

“Apa kau sedang mabuk saat ini?”

Kyuhyun menatapnya lama sebelum ia tersenyum tipis. Kyuhyun menarik pergelangan tangannya dari Siwon. “Tidak. Toleransiku terhadap alcohol cukup tinggi. Hanya satu atau dua botol soju tidak akan membuatku mabuk.”

“Cho Kyuhyun!”

“Sst!” omel Kyuhyun. “Ini sudah malam, Siwon. Tidak baik berteriak sekeras itu. Kau akan menganggu orang lain. Pulanglah…” ucapnya sembari menepuk bahu Siwon.

“Apa ini karena masalah Jun?”

Kyuhyun terdiam. Ekspresinya berubah menjadi begitu serius. Dan itulah jawaban yang dibutuhkan oleh Siwon. Tentu saja, Kyuhyun akan bersikap seperti ini karena masalah hak asuh putranya. Bukan karena pekerjaan atau hal lainnya. Bahkan benturan di punggungnya itu, karena Siwon melarang Kyuhyun untuk meminum soju.

“Apa yang terjadi? Apa ada masalah dengan persidangan hak asuh itu?”

Kyuhyun tidak percaya kalau Siwon bisa menebaknya dengan mudah. Ia bahkan tidak mengatakan apa pun terkait Jun ataupun mengenai persidangan itu. Entah Kyuhyun yang terlalu mudah dibaca atau Siwon yang bisa membaca pikirannya.

“Choi Siwon-sshi, berhenti.”

Siwon berkedip. Keningnya berkerut, bingung atas ucapan Kyuhyun.

“Kumohon berhenti mencampuri urusan pribadiku. Jangan tanyakan apa pun terkait masalah kehidupan pribadiku.”

Oh..

*****

Donghae melirik Siwon yang tengah fokus dengan laptopnya.

Ini sudah dua hari dan yang Siwon kerjakan hanyalah novelnya tersebut. Bahkan Donghae berpikir kalau Siwon juga tidak tidur. Terlihat jelas dari wajahnya yang terlihat lelah dan kantung mata yang menghitam.

Fase ini pernah dialami Donghae sebelumnya.

Siwon akan mengabaikan waktu tidurnya dan hanya berfokus pada novel yang tengah dikerjakan. Donghae juga yakin kalau Siwon tidak makan dengan baik selama dia menulis. Jujur saja, jika ini terus berlanjut maka Siwon akan dilarikan ke rumah sakit dalam satu atau dua minggu mendatang.

“Siwon…” ucap Donghae.

Sang penulis hanya menggumam. Donghae menatap Siwon dan menghela nafas.

“Siwon, hari ini ada pertemuan dengan team PR St. Heaven.”

Siwon kembali menggumam pelan. Fokus pandangan dan gerak jemarinya hanya tertuju pada laptopnya. “Lalu…” responnya singkat.

“Mereka akan datang satu jam lagi.”

Tangan Siwon terhenti. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Donghae yang duduk di sofa. “Datang? Ke sini?”

“Begitulah. Editor Gil bilang itu akan jauh lebih mudah.”

Kening Siwon mengernyit.

“Editor Cho belum masuk kerja, tapi dia bisa datang ke studio untuk pertemuan tersebut. Dia tidak akan tinggal sepanjang pertemuan, mungkin hanya setengah jam. Selain itu, kau sepertinya juga sedang fokus dengan novel barumu,” jelas Donghae.

Siwon berkedip beberapa kali lalu kembali mulai mengetik. “Okay..”

“Okay?”

“Okay.”

Donghae kembali menghembuskan nafas panjang. Entah sebenarnya apa yang terjadi pada Siwon. Rasanya beberapa hari lalu sikapnya tidak seperti ini.

“Okay…”

*****

Kyuhyun memasuki studio milik Siwon.

Dia agak datang terlambat dari waktu yang telah ditentukan. Dan ketika ia masuk, pertemuan telah di mulai. Kyuhyun menutup pintu perlahan. Yang pertama menyadari kedatangannya adalah Donghae, diikuti oleh Gil, Yoon, Han dan Jeon dari team PR dan Min perwakilan dari team pemasaran. Pertemuan itu terhenti beberapa detik karena mereka semua menyapa Kyuhyun.

“Lanjutkan..” ucap Kyuhyun.

Jeon kemudian melanjutkan memberikan penjelasan tentang kegiatan promosi novel Siwon.

Oh, Kyuhyun menyadari kalau Siwon sama sekali tidak melihat kearahnya.  Pria itu hanya membaca dengan serius susunan jadwal promosi. Kyuhyun menarik nafas dan berpikir kalau Siwon terlalu serius dan tidak menyadari kedatangannya. Kemudian ia duduk di samping Gil. Kyuhyun juga mendengarkan penjelasan Jeon.

Donghae sekilas melirik Siwon. Ia juga menyadari bahwa Siwon mengabaikan keberadaan Kyuhyun. Atau mungkin pria itu terlalu serius membaca susunan jadwal promosi. Tapi itu masih aneh. Bahkan pegawai yang lainnya setidaknya menyapa Kyuhyun. Ini bukanlah sikap Siwon yang biasanya.

“Oh.. Untuk event book fansign, kami akan mengikuti keinginan dari Penulis Choi. Kami tahu bahwa Penulis Choi pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan saat melakukan event tersebut. Jadi, kami akan menyesuaikan dengan keputusan Penulis Choi sendiri,” tutur Jeon.

Donghae menghela nafas. Oh, tentu saja fansign akan menjadi kekhawatiran terbesar. Ia menatap sang penulis yang duduk disampingnya dengan lekat. “Siwon… Tentang fansign itu bagaimana?”

Siwon menoleh pada Donghae. “Uhm? Akan kupikirkan terlebih dahulu. Tapi jika aku menyetujuinya, aku ingin jumlahnya terbatas. Hanya untuk berjaga-jaga saja.”

Kening Donghae mengerut. Jawaban Siwon terkesan begitu formal. Untuk event fansign di negara tertentu Siwon akan langsung memutuskan tanpa perlu waktu berpikir. Misalnya saat di Singapura dan Australia, Siwon menolak untuk melakukan event fansign. Tapi Siwon tidak pernah meminta waktu untuk berpikir untuk memutuskan. Donghae hanya mengangguk. Toh, itu memang menjadi keputusan Siwon.

“Baiklah. Bisakah beri kami waktu mungkin hingga minggu depan. Setelah Siwon setuju, aku akan menghubungi kalian,” tuturnya pada Jeon dan team lainnya.

Kyuhyun menghembuskan nafas lega. Well, event fansign adalah salah satu kekhawatirannya. Mereka sudah banyak mendengar tentang beberapa event di negara lain yang bermasalah. Kyuhyun tidak ingin hal yang sama terjadi di sini. Karena itulah, Kyuhyun menekankan untuk event tersebut harus melalui persetujuan dari Choi Siwon.

“Baiklah, kami akan menunggu jawaban dari Penulis Choi. Dan…” Gil kemudian mengeluarkan tiga eksemplar contoh novel Siwon yang sudah dicetak. Ia menaruhnya di meja tepat dihadapan Siwon. “…Adalah contoh novel fisik yang sudah dicetak.”

Oh, Kyuhyun bahkan belum melihat bentuk fisiknya. Kepala Bang hanya mengirimkan fotonya kemarin.

Siwon mengambil salah satu judul lalu membukanya halaman per halaman. Begitu juga dengan Donghae yang tersenyum puas. Sepertinya hasil pekerjaan mereka hampir setahun ini akan benar-benar terbayarkan.

“Ini sangat bagus,” tukas Donghae. “Benarkan, Siwon?”

Kyuhyun melirik pada Siwon lagi. Pria itu bahkan sama sekali tidak tersenyum. Ekspresinya terlihat begitu serius dan Kyuhyun bisa melihat gurat kelelahan.

“Benar. Kualitasnya bahkan jauh lebih baik dari CR,” komentar Siwon.

Kyuhyun tersenyum puas. Well… Paling tidak komentar Siwon tentang novel fisik yang telah dikerjakan oleh teamnya bukanlah komentar negatif

*****

Kyuhyun mendapatkan pesan yang dikirimkan oleh Heechul.

Bisakah kau datang ke kantorku sekarang?

Ada hal penting yang harus kukatakan padamu.

Heechul.

Kyuhyun mendesah pelan lalu memasukkan ponselnya ke saku jaketnya. Ia menoleh pada Gil yang tengah memperhatikan Min tengah menjelaskan tentang rencana pemasaran. Kyuhyun menyenggol kaki Gil hingga pria itu menatap padanya.

“Aku harus pergi sekarang,” bisiknya.

Gil mengernyit. “Tapi Pak, anda baru sampai limabelas menit lalu.”

“Aku tahu. Tapi ini… Pengacara Kim mengirim pesan. Dia ingin bertemu.”

Gil terdiam lalu mengangguk kecil. Well… hampir semua anggota team editorial mengetahui siapa Pengacara Kim. Jadi, setiap kali Kyuhyun beralasan pergi menemui sang pengacara –bahkan saat di tengah meeting– mereka akan bersikap maklum.

Kyuhyun lalu berdiri. “Maaf untuk menyela..”

Min berhenti bicara dan semua orang –lagi, kecuali Siwon– menatap Kyuhyun. “Maaf, aku tidak bisa tinggal sampai akhir pertemuan ini. Aku harus pergi ke suatu tempat untuk urusan lainnya.”

Min dan Jeon melirik Gil. Pria itu hanya menghela nafas pendek dan memberi isyarat pada dua rekannya tersebut. Kyuhyun menatap Donghae dan Siwon –walaupun pria itu hanya sibuk membaca novel, mungkin untuk memeriksa apakah ada kesalahan.

“Maaf Agen Lee. Saya sudah datang terlambat, tapi harus pergi lebih cepat,” ucap Kyuhyun.

Donghae mengangguk. “Tidak apa-apa Editor Cho. Kita bisa bertemu lagi di pertemuan selanjutnya, bukan?”

Kyuhyun tersenyum tipis. Ia melirik Siwon lagi sebelum beranjak meninggalkan studio tersebut. Donghae kembali melirik Siwon dengan bingung. Siwon bersikap aneh pada Editor Cho. Siwon mengabaikan Kyuhyun.

Donghae sangat yakin.

*****

“Ada apa denganmu hari ini Siwon?”

Siwon menggumam pelan. Setelah pertemuan selesai, Siwon langsung kembali menulis bahkan  sebelum Editor Gil, Editor Yoon dan dua orang dari team PR dan pemasaran itu pergi. Donghae bahkan harus menjelasan alasan kalau Siwon sedang dalam deadline ketat untuk novel terbarunya pada empat pegawai St. Heaven tersebut untuk memaklumi sikap Siwon itu.

Jeez… Jika Kyuhyun tetap tinggal sampai akhir pertemuan, Donghae mungkin akan malu sekali. Sikap Siwon benar-benar tidak professional.

Donghae menatap Siwon dengan lekat. Ia mendesah. “Choi Siwon…”

“Apa?” tanya Siwon sembari melirik Donghae. Tangannya masih terus bergerak di atas keyboard laptop.

“Sikapmu hari ini benar-benar tidak professional. Terlebih ketika kau mengabaikan Editor Cho. Kau bahkan sama sekali tidak melihatnya ketika ia datang atau hendak pergi. Ini bukanlah sifatmu, Siwon. Apa kau sedang mempunyai masalah? Jika iya, tolonglah kau tetap professional. Masalah pribadimu tidak bisa memperharuhi sikap profesionalitasmu,” tutur Donghae.

Siwon hanya setengah hati mendengarkannya. Ia mungkin tidak pernah secara terbuka bercerita tentang masalah pribadinya pada Donghae, tapi bukan berarti Siwon tidak tahu bagaimana harus bersikap professional.

“Terlebih jika masalahmu itu tidak ada kaitannya dengan Editor Cho,” lanjut Donghae yang membuat tangan Siwon berhenti bergerak.

Siwon kini menatap agennya itu dengan lekat. Donghae menghembuskan nafas. Sepertinya Siwon mendengarkan keluhannya kali ini. Itu bagus!

“Siwon, aku tidak akan mencampuri kehidupan pribadmu. Bahkan walaupun aku sebagai sepupumu, aku juga tidak pernah bertanya apa pun tentang masalahmu, bukan? Well… kecuali untuk masalah pekerjaan. Aku tahu kau selalu bersikap professional, tapi untuk hari ini… Oh, Tuhan! Aku yakin, semua orang bisa merasakan situasi canggung itu.”

“Salah..” gumam Siwon.

Donghae mengernyit. “Salah? Apa yang salah? Siwon, semua orang bisa melihatnya sendiri bagaimana sikapmu hari ini. Itu tentu salah.”

“Bukan! Kau bilang masalahku tidak ada kaitannya dengan Editor Cho. Well… Lee Donghae, kau salah besar!” ucap Siwon.

Oh, itu benar-benar membuat Donghae semakin tidak mengerti. Siwon mempunyai masalah dengan Editor Cho? Masalah tentang apa? Bukankah selama ini progress untuk ketiga novelnya sangat lancar. Dan jika Siwon merasa ada sesuatu yang tidak sesuai keinginannya terkait novel-novelnya, seharusnya ia bicara dari awal.

“Siwon, apa kau tidak puas dengan hasil kerja team Editor Cho? Tadi kau bahkan berkomentar kualitas novelnya jauh lebih baik dari CR. Jadi, masalahnya di mana?”

Tapi Siwon tidak mengatakan apa pun. Ia menutup laptopnya, mengambil ponsel dan kunci mobilnya lalu bergegas pergi. Donghae terbelalak.

“Siwon… Hey, Choi Siwon, katakan apa masalahmu dengan Editor Cho?!!”

*****

“Karena Jun masih berusia enam tahun, biasanya hukum akan lebih berpihak agar Jun bisa diasuh oleh Min Hyun. Bahkan jika kita menyerahkan beberapa bukti, aku tidak terlalu yakin hakim akan menjadikannya bahan pertimbangan untuk putusan mereka.

Bahkan jika Jun memilih untuk tinggal bersamamu, keputusan hakim tidak akan bisa merubahnya. Pada akhirnya, Jun harus tetap tinggal bersama Min Hyun. Kalau kau memaksa, pengacara Min Hyun bisa menuntutmu dan resikonya kau akan jauh lebih kesulitan untuk bertemu dengan Jun.

Maafkan aku, Kyuhyun.

Tapi jika putusan itu jatuh pada Min Hyun, kurasa kau harus membujuknya untuk mengatur jadwal pertemuan itu di luar persidangan. Karena jika mengikuti putusan, maka Jun hanya bisa bertemu denganmu pada akhir pekan. Yang terburuk, kau hanya bisa bertemu dengan putramu sebulan sekali.”

Pintu lift terbuka.

Kyuhyun berjalan keluar dengan kepala yang berdenyut sakit. Heechul membuatnya datang hanya untuk mendengarkan kenyataan yang begitu pahit. Semua penjelasan itu. Seolah menghancurkan semua harapannya.

Langkah kakinya berjalan pelan menuju unit apartmentnya. Kyuhyun hanya ingin tidur sekarang. Ia sangat begitu lelah. Jauh lebih lelah dibandingkan ketika Kyuhyun tidak tidur selama hampir tigapuluh jam karena pekerjaannya. Heck, selama satu minggu Kyuhyun tidak masuk kerja, tapi satu minggu ini dia merasa jauh lebih lelah dibanding saat ia bekerja.

Namun, sepertinya rencana itu harus tertunda sejenak. Kyuhyun berhenti dan menatap sosok Siwon yang berdiri bersandar pada pintu unitnya. Oh, Kyuhyun sedang tidak ingin menghadapi pria itu.

Kyuhyun menarik nafas lalu berjalan mendekat. Ia berhenti dihadapan Siwon dan menatap pria itu dengan serius. “Ada yang bisa kubantu, Choi Siwon-sshi?” tanyanya dengan tenang.

Siwon memandang Kyuhyun lekat. “Kita harus bicara.”

Kyuhyun mengusap wajah lelahnya. Tidak bisakah Siwon menunggu hingga esok hari? Apa pun yang ingin dibicarakannya itu. “Bisakah kita bicara besok saja? Aku hanya ingin tidur sekarang.”

Kening Siwon berkerut. Ia melirik jam di pergelangan tangannya. Masih pukul tujuh. Terlalu dini untuk waktu tidur. “Kau ingin tidur? Tidur di pukul tujuh seperti ini? Ini bahkan terlalu dini disebut malam. Memang sebenarnya apa yang membuatmu kelelahan? Oh tunggu… Aku tidak bisa bertanya apa pun yang berkaitan dengan kehidupan pribadimu, bukan?” ucap Siwon dengan nada dingin.

Hell… Kyuhyun mengumpat dalam hati. Siwon sepertinya tersinggung dengan ucapannya kemarin. Jujur saja, Kyuhyun bahkan tidak tahu kenapa dia bicara seperti itu pada pria dihadapannya. Saat itu, Kyuhyun tengah stress dengan beberapa masalah. Baik itu masalah pekerjaan, terutama dengan persidangan hak asuh Jun. Dan Siwon berada di waktu dan tempat yang salah.

“Siwon-sshi, dengar. Aku minta maaf jika ucapanku membuatku tersinggung. Tapi tolong, untuk kali ini… Hahh! Bisakah kita bicara besok saja? Aku akan mendengarkan semua keluhanmu. Okay?” ucap Kyuhyun. Dia tidak ingin beradu argument dengan Siwon. “Tolong menyingkir. Aku ingin masuk.”

Siwon tersenyum. Well… bukan sebuah senyuman yang ramah. “Tersinggung? Terkait hal apa? Ucapan agar aku tidak mencampuri urusan pribadimu? Tenang saja, Kepala Editor Cho, aku bisa mengerti. Tentu saja, karena hubungan diantara kita hanya sebatas editor dan penulis, bukan?”

Kyuhyun mendesah. Ia tidak peduli dengan apa yang diucapan Siwon. Ia sedikit mendorong tubuh Siwon agar ia bisa memasukkan nomor kode dan membuka pintu. Tapi saat Kyuhyun hendak masuk, Siwon menjulurkan lengannya untuk menghalangai jalannya.

“Penulis Choi…!”

Heck! Jika Siwon bisa bersikap menyebalkan, Kyuhyun pun bisa bersikap keras untuk membalasnya. Siwon pun terlihat tidak peduli. Ia hanya membalas tatapan tajam Kyuhyun. Sunyi. Mereka tidak bicara keras tapi siapa pun bisa merasakan ketegangan di antara keduanya.

Kyuhyun masih belum memutus kontak mata mereka. Tapi deru nafasnya terasa begitu berat. Ia merasa sangat frutasi dengan sikap Siwon. Setelah pria itu mengabaikannya, kini Siwon datang seolah meminta penjelasan. Kyuhyun bahkan tidak berbuat kesalahan apa pun pada Siwon.

Kyuhyun tidak tahan lagi. Ia mendorong lengan Siwon yang menutupi jalannya kemudian berjalan masuk apartmentnya. Namun, ketika Kyuhyun hendak menutup pintu, Siwon menahannya. Kyuhyun mendesis jengkel. Rasanya ia ingin berteriak marah, tapi itu hanya akan membuat tetangga lain merasa terganggu.

Masa bodoh dengan Siwon, Kyuhyun melepaskan sepatunya di foyer lalu berjalan menuju kamarnya dan menutup pintu agak keras agar Siwon mendengar. Toh, ia tidak peduli jika Siwon masih berada di depan pintunya.

Siwon mendengus dengan reaksi Kyuhyun. Ia berjalan masuk, menutup pintu dan kemudian melepaskan sepatu di foyer. Walaupun Siwon tahu bahwa ia telah melanggar privasi Kyuhyun, tapi ada hal yang harus mereka selesaikan.

Siwon menggedor pintu kamar Kyuhyun dengan agar keras. “Kyuhyun, kita perlu bicara!”

“Pergi, Choi Siwon! Aku tidak ingin bicara sekarang! Kau bisa bicara sepuasmu besok!!”

Well, Choi Siwon cukup keras kepala untuk tidak menuruti ucapan Kyuhyun. Jadi, dia membuka pintu kamar dan hendak bicara. Sampai ia melihat Kyuhyun yang tengah duduk di tepi tempat tidur dengan kepala tertunduk. Kedua tangannya menutupi wajahnya.

Siwon memperhatikan pria itu dengan seksama. Dengan situasi sekarang, Siwon sebenarnya tahu bahwa dia tidak bisa memaksa Kyuhyun agar mereka bicara. Tapi jauh di sudut rasa kemanusiaannya, Siwon juga tidak bisa meninggalkan Kyuhyun sendirian. Terlebih dengan kondisi pria itu.

Siwon kemudian berjalan menghampiri sang editor. Ia berdiri tepat dihadapan pria yang masih menundukkan kepalanya. Kyuhyun, tentu saja menyadari keberadaan Siwon. Ia bisa mencium aroma cologne pria tersebut.

Tidak bisakah dia pergi saja?

“Kyuhyun…” ucap Siwon pelan.

Kyuhyun mendesah. Ia menarik tangan dari wajahnya dan perlahan mendongak menatap Siwon. “Pergilah Siwon. Kumohon…” tuturnya. Kepalanya kemudian kembali tertunduk.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. “Siwon-sshi…”

Kemudian Kyuhyun merasakan tangan Siwon berada di kepalanya. Sontak ia terdiam dan mengangkat kepalanya. Ia menatap Siwon. Kyuhyun tidak mengerti. Sebelumnya Siwon bersikap begitu dingin, lalu sangat menyebalkan dan kini pria itu memberikan perhatian pada Kyuhyun. Perubahan emosi Siwon berubah begitu cepat dalam satu hari.

Perlahan, tangan besar Siwon bergerak diantara surai rambut hitam Kyuhyun. Dan dari telapak tangannya, Siwon bisa merasakan sensasi lembut helaian rambut Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan, Siwon-sshi?” gumam Kyuhyun.

 Siwon menghela nafas lalu menarik tangannya dari kepala Kyuhyun. “Aku minta maaf.”

Kyuhyun mengernyit. Dan sekarang Choi Siwon meminta maaf padanya? Kyuhyun tidak pernah menghadapi orang –bahkan klien penulis St. Heaven– dengan perubahan emosi seperti ini. Kyuhyun hanya pernah membaca orang-orang yang memiliki perubahan emosi yang sangat ekstrem adalah penderita bipolar.

“Siwon-sshi, kau bukan penderita bipolar, bukan?” tanya Kyuhyun.

Sontak pertanyaan itu membuat Siwon tertawa. “Tidak, tentu saja bukan.”

“Kau yakin? Perubahan emosi-mu hari ini benar-benar aneh. Kau yakin bukan penderita bipolar? Kupikir kau harus melakukan pemeriksaan.”

Siwon mendecih. Ia memasukkan tangannya ke dalam saku celana. “Seratus persen normal, Editor Cho.”

Kyuhyun terdiam. Tentu, ia tidak mudah percaya begitu saja. “Yakin? Lalu kenapa kau meminta maaf? Sebelumnya kau bahkan bersikap menyebalkan dan memaksa untuk bicara. Bahkan tadi siang kau mengabaikanku.”

Siwon mendesah lalu mengambil duduk di samping Kyuhyun. Sang editor masih memperhatikan pria tersebut dengan lekat. Berusaha mencari perubahan emosi lainnya. Siwon melirik Kyuhyun lalu mendengus.

“Sudah kukatakan aku bukan penderita bipolar. Berhenti menatapku begitu.”

“Lalu kenapa kau meminta maaf? Dan untuk apa?”

“Untuk bersikap menyebalkan. Untuk mengabaikanmu. Untuk kejadian sebelumnya, seolah aku berusaha mencampuri kehidupan pribadimu. Aku tahu bahwa aku tidak bisa melakukannya. Kita baru saja berkenalan dan bahkan status hubungan adalah pekerjaan. Tempo hari, aku sudah melanggar privasimu, begitu juga hari ini. Aku minta maaf.”

Kyuhyun belum mengatakan apa pun. Ia yakin Siwon masih mempunyai penjelasan lainnya.

Siwon mengeluarkan tangannya dari saku celana. Ia memandang Kyuhyun lekat. “Aku memang tidak berhak bertanya tentang masalah kehidupan pribadimu. Hubungan kita tidak pernah seintim itu, bukan?”

Satu alis Kyuhyun terangkat.

“Yak! Bukan itu maksudku,” seru Siwon.

“Memang aku mengatakan hal apa?”

Siwon mendesah. Rasanya semua kata-kata untuk menjelaskan apa yang ingin disampaikannya pada Kyuhyun tidak keluar dengan sempura. Seolah Siwon kehilangan kosa kata yang tepat. Ia menarik nafas perlahan.

“Intinya, aku akan berusaha untuk tidak mencampuri masalah pribadimu. Terkait Jun ataupun hal lainnya. Tapi… Sebenarnya posisiku juga begitu canggung. Di satu sisi, status diantara kita hanyalah penulis dan editor, bukan? Sisi lainnya kita adalah tetangga. Bahkan jika kau sedang mengalami masalah, aku juga tidak mungkin bersikap acuh begitu saja. Dan aku juga sudah pernah meminta padamu agar kita hanya berbicara formal saat di St. Heaven atau terkait pekerjaan.”

“Jadi…?”

Hell… Jujur saja, Kyuhyun bisa mengerti maksud Siwon. Awalnya. Tapi kini dia mulai kehilangan arah. Sebenarnya apa yang ingin dikatakan oleh Siwon padanya?

Siwon lalu mengulurkan tangan kanannya pada Kyuhyun. “Teman?”

“Eh?”

“Ini akan jauh lebih nyaman. Bagimu, terlebih untukku juga. Setidaknya aku jadi bisa melihat batas-batas yang harus kuhindari dengan pertemanan ini. Aku bisa bersikap professional dalam pekerjaan. Tapi untuk diluar itu… Bisa kita berteman?”

Kyuhyun masih memperhatikan tangan Siwon yang terulur. Siwon benar-benar aneh. Sekarang pria itu menawarkan pertemanan pada Kyuhyun. Selain itu, pikiran Kyuhyun masih terpecah-pecah dan sikap aneh Siwon sama sekali tidak membantu Kyuhyun untuk mencerna keinginan Siwon.

Pria itu ingin bertemannya agar bisa mengetahui batas-batas privasi kehidupan Kyuhyun? Apa hanya dengan berteman maka bisa seperti itu?

“Bisakah kau menyambut uluran tanganku? Atau paling tidak katakan sesuatu? Tanganku mulai terasa sakit.”

Sontak Kyuhyun menjabat tangan Siwon. Sang penulis tersenyum.

“Jadi kita berteman?”

“Eh?”

Siwon mengernyit. “Hey!! Kau sudah menjabat tanganku.”

“Itu karena kau bilang tanganmu sakit.”

Siwon mendengus lalu menepis tangan Kyuhyun. “Lupakan!”

Kyuhyun perlahan tersenyum tipis dengan reaksi jengkel Siwon atas ucapannya. “Baiklah. Teman. Jika kau benar-benar ingin bertemanku. Dan.. Sebagai teman, aku ingin memberikan nasihat padamu.”

Siwon meliriknya. “Apa?”

“Pergilah ke psikiater. Lakukan test untuk membuktikan bahwa kau bukan penderita bipolar,” sahut Kyuhyun.

“Yak!!”

******

NOTE: Maaf ya telat banget updatenya. Dua mingguan kemarin, lagi agak sibuk dan kena insomnia lebih parah. Biasanya bisa tidur sekitar jam satu atau dua pagi dan bangun menjelang subuh, tapi kali ini bisa dibilang aku hampir gak tidur sama sekali. Mungkin dua atau tiga jam masih bisa tidur (itu pun setelah subuh), tapi selebihnya… sudahlah.

Dan untuk chapter ini, sebenarnya aku sampe berulang-kali edit. Karena aku punya dua alur. Alur normal (seperti yang dipublish ini) dan alur yang agak ekstrem. Well.. bisa dibilang kalau aku pake yang agak ekstrem, Siwon dan Kyuhyun mungkin udah…

Bang!! Hahahaha…

Sebenernya di chapter ini, saya agak sebel sama karakternya Siwon. Bener kata Kyuhyun, Siwon perlu periksa ke dokter. Kayaknya dia punya penyakit bipolar.. Emosinya itu lohh…

Tapi itulah! Siwon sebenarnya gak ingin ikut campur ke masalah pribadi Kyuhyun, tapi entah kenapa dia tuh gak bisa diem ajah. Jadi, pas Kyuhyun bilang supaya Siwon gak ikut campur, reaksinya malah jadi dingin. Kemudian karena Donghae, Siwon malah bersikap nyebelin ke Kyuhyun. Eh… tapi pas liat Kyuhyun lagi down, luruh lagi hatinya…

Advertisements

39 thoughts on “[SF] Two of Us – Chapter 14

  1. Bikin gemes deh mereka ini. Udah marahan terus temenan,nanti bisa jadi demenan 😉

    Alur yang ekstrem nya di publish dong, penasaran jadinya…

  2. Uhhh abangg gak bisaaa banget kalau gak merhatiin urusannya kyu wkwk, siklus hubungan wonkyu mkin maju ajaa nih dari yang cuma hubungan kerjaa , tetangga , teman trus pacar deh hahhha … ditunggu lohh moment jadiannya mereka wkwk

  3. Kyaaa yang ditunggu akhirnya update juga, makin seru ceritanya bikin tambah gak sabar nunggu lanjutannya, wonkyu udah berteman sekarang pasti bentar lagi telolet…klu baru skrng mereka berteman terus yang kemarin” apa dong, padahal udah deket banget kan, dari pada penasaran ditunggu lanjutannya yaaa…

  4. Aduhh tiap hari bolak balik blog ini akhirnya Two of us publish juga…gemes dgn sikapnya kyuhyun ke siwon…penasaran nih dgn alur yg exstremnya di publish dong diera..oya bisa kasih pendapat atau saran nih..bisa gak di panjangin lagi tiap chapternya atau paling tidak publish dua kali dalam seminggu…sprti awal2 two of us di publishkan..mohon dipertimbangkan diera..terima kasih..semngat ya jaga kesehatan dan semoga imsonianya hilang hehehe

  5. iya,aku juga agak kecewa sama sikap siwon,harusnya dia ttp cuek aja dulu sama kyuhyun,kan kyuhyun nya sebelumnya jg bersikap nyebelin ke suwon,hihi
    wlpn kyuhyun bnr klo mereka bukan siapa2,tp seharusnya kyuhyun ga menyinggung siwon sama kata2nya,aju sempet seneng waktu siwon cuek sama kyuhyun,dan aku pikir siwon bakal terus cuek sampe kyuhyun merasa kehilangan siwon gt,tp ternyata siwon malah gangguun kyuhyun terus,hahaha,

  6. mmm..mungkin karena mereka sama2 tertutup kali ya buat masalah pribadi..udah gt siwon atopun kyu sama2 workaholic juga..bedanya kyu udah pernah berkeluarga cuman siwon belum..ditambah kayanya siwon udah mulai ada “feel” kali ya ke kyu..makanya sikap siwon ke kyu ekstrim gt..bingung dia kudu gimana..
    duuuh..ga sabar next chapnya…

  7. Baca chap ini aku ko byak senyum sama ketawa yaa liat kelakuan Choi Siwon..
    Dia ituu knpaa coba kadang bgini kdang begitu..aneh ajaib apalagi yaaa yang cocok buat Siwon..hahahhaha
    Dan yeyyy..!! Mereka mutusin buat berteman..dan karena mereka dah tman semoga kedepannya lagi hubungannya tambah intim..hihihiii..
    Chap extrim yg author bilang publisin dong yak pingin baca ituu… 😀
    Faihting.!!!!

  8. Hah Siwon sikapnya bener2 bikin bete Donghae, untung aja Kyu tahan banting jd g terlalu terpengaruh sm sikapnya Siwon. Kyknya hubungan mereka berasa roller coaster yg kdg deket kdg cuek. Moga2 kedepannya mereka bisa lbh akrab lg dan saling terbuka satu sama lain

  9. Benar2 lama baru update..ternanti2 para readers..

    Siwon tidak ingin dgn batas hubungan sekadar pekerjaan & tetangga..dia menginginkan lebih kerana nampaknya siwon suka kedekatan mereka..tetapi dia masih dilema dgn status hubungan mereka sehingga dia menghulurkan tangan utk berteman..

    Sy kasihan melihat kyu yg kalah dlm perebutan hak asuh jun..itu membuatnya sgt stress..dia memerlukan teman utk meluahkan perasaan agar tidak stress utk satu jangka masa yg lama..siwon adalah org yg tepat..

    Author, jadikan wonkyu semakin dekat okay..

  10. Mereka yg udah ‘berteman’ tapi kok aku yang senyum2 gak jelas yaa… kkkkk
    alurnya gini aja thor lebih realistis.. hehe

  11. Feel sad that Kyuhyun unable to get Jun back but luckily there is Siwon to accompany him….story is getting interesting after both of them become friends. Can’t wait to read next chapter
    BTW thanks for your effort to still update the story even u are tired😊

  12. Aku mau yg ekstrem dong!!! Hahahaha
    Kan dua2nya udah dewasa… XDD
    Jgn lama2 juga bikin mereka jadiannya yah… Ini dua2nya lemot kayanya soal romansa keduanya… XDD
    May be bakal Siwon duluan yg nyadar… ㅋㅋㅋㅋ

  13. Takut kyu bener bener ga bisa dapetin hak asuh nya jun deh huhuhu 😭 kasian kiyu 😭
    Nyahaha siwon emang kayak bipolar disini coba diperiksaiin beneran ga tuh apa yang dibilang kyuhyun 😆😬😛 Selamat atas pertemanan kalian dear siwon dan kyuhyun! Langgeng ya semoga bisa segera ketahap pacaran kkkk 😏😚

  14. Yeyeyeyeye mereka berteman. Awalnya berteman, tapi selanjutnya? Nggak ada yang tau. Semoga pertemanan ini membuat hubungan keduanya semakin dekat heee.
    Ditunggu lanjutannya….

  15. Huwah seneng bgt akhirnya update. Aku bola balik cek blog ini, dan akhirnya—update.
    Siwon mah sksd plus sotoy ke kyuhyun. Tpi Kyuhyun kan gak nolak juga. Ceileh pake kedok teman segala 😂 bentar lagi juga pedekatean tuh.
    Kenapa gak yg alur ekstrim aja?! Biar mereka langsung—ups. Okey, aku nunggu momen manis dan ekstrim-ehem-yg lain. Ditunggu lanjutannya…

  16. Tapi,syukurlah…walaupun eonni sempat galau menerbitkan chap ini.Tapi,isi ff ini sudah memuaskan.Dan sepertinya juga sedikit panjang kkkkk.
    Semoga…tahap baru hubungan WonKyu ini bisa berjalan lancar dan semakin akrab.Hmmm… syukurlah smua terlihat lbh nyaman sekarang.

    Dan untuk eonni.. sebaiknya diusahakan istirahat cukup.Walau mungkin akan sedikit Sulit untuk eonni.
    Fighting eonni…sehat sllu..

  17. “Teman” adalah awal yang baik untuk sebuah hubungan…😁
    Alur ekstrimmm…??? Mau..mau..mau…👆☝😁

  18. dua minggu ini bolak balik cek blog ini nungguin update, dan yeayyy akhirnya apdet
    ga tau kenapa dua minggu rasanya lama banget berasa sebulan lebih 😂😂 mungkin saking capeknya hati cek ini blog tiap hari kali ya 😅
    chapter ini seneng dapet panjang, walopun bacanya deg deg an ga rela ffnya cepet abis 😂😂
    hahahaa ciee yang uda berteman, butuh empat belas chap buat berteman. semoga pindah jadi pacar enggak lama lama ya 😍😍 ditunggu chap selanjutnya, updet cepet ya kkkk

  19. Kayaknya siwon udah ngerasa janggal sama hatinya deh tapi dia nepis itu makanya dia ngambek eh taunya liat kyu sedih luluh juga hahaha…
    Greget tau g liat mereka gitu hahaha
    Btw boleh kasih saran ga??
    Alur yang ekstrimnya di publish juga dong hahaha…
    Terus vote deh kelanjutannya mau dari chap yang normal aja apa yang ekstrim hahaha kan mungkin akan jadi ff pertamamu dimana hubungan wonkyu bisa cepet jadian.. Biasanya alurnya santei tapi pasti hahaha
    Boleh ya pliseeeuuu..
    Menunggu chap yang ekstrimnya dooonggg

  20. Hubungan wonkyu berjalan melambat ne,..
    Sampai sekarang status mrk msh baru berteman, itupun hrus melewati sikap siwon yg berubah” sehingga kyuhyun jd bingung
    Kapan wonkyu bs barengan??

  21. sudah update ya…
    akhirnya siwon yang ga tahan marahan dan ga peduli sama kyuhyun karena akhirnya dia sendiri yang menemui kyuhyun.ditunggu lanjutannya ya

  22. udh lah fix Siwon kyk nya udh ngerasain yg ‘aneh-aneh’ nih, liat aja itu sikapnya nyebelin bgt 😂😂
    biasanya yg bkin gemes itu Kyuhyun, tpi ini malah Siwon :v
    tau ga sih? well ~ otak saya emg lg error, pas Siwon ngejar Kyu diapartemen Kyu itu aku mlh ngebayangin Siwon bakal cium Kyuhyun haha
    tpi bang!! baru nyadar klo mreka msh org asing wkwk
    slalu ditunggu next nya 🙆🙆

  23. Kenapa emosi siwon langsung berubah waktu sama kyuhyun ? Karena siwon gabisa marah dan gatega sama kyuhyun. Ailaaah.. Tambah deket aja ni dua orang XD penasaran si sama alur ekstrem, tp pake alur yg ini juga gapapa kok, terima :v
    saya jg sebel si sama sikap siwon, tapi itulah perhatian *tsaah*
    dan kyu.. Tolong jangan kaku amat ya, kasian kan kesannya siwon kayak sok akrab gituh :v
    maap komennya telat *_* next ya.. Fighting !!
    .
    Kimmy

  24. Aq jga ikutan kyu kesel ma tingkah siwon maunya apa coba?.tpi yg di keselin gk ambil pusing..marah ma kyu tpi gk bisa klau gk deket ma kyu wkwkwk…
    Kasian kyu klau kalah di soal hak asuh,dh kehilangan istri jg di pisahin ma anak,yg bagian mreka jbat tangan bikin senyum senyum,mreka benar benar bikin gemes.

  25. Semakin intim heheheh siwon mikirnya kemana2 heheheh
    Hubungan mereka naik satu step yaitu berteman hahahha seneng…
    Siwon nyebelin banget pas hiraukan kyu… Bener2 kayaknya harus priksa ke psikiater deh…
    Seneng diera udah update… Q yang ketinggalan heheheh…
    Makasi

  26. siwon tersinggung th sm ucapan ny kyu,,,
    marah deh siwon sm kyu,jd orang yg gila kerja lg….
    cuek2 smpet jg ya ngelirik ke arah siwon,,kyuhyun2 kmu ituuu…
    cieee,,,yg akhir ny punya hbungan yg di awali dgn hbungan teman….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s