[SF] Two of Us – Chapter 11

Chapter 11

Kyuhyun membaca editing terakhir milik Hoon sebelum sang editor muda itu akan mengajukan proposal proses cetak ke bagian percetakan serta pemasaran. Ia menggumam pelan lalu membalik halaman terakhir. Kyuhyun terlihat cukup puas dengan hasil editing Hoon.

Ia mengangkat kepalanya dan melihat Hoon yang terlihat khawatir. Kyuhyun tersenyum tipis lalu mengembalikan draft naskah itu pada Hoon. “Kau bisa mengajukan proposalnya. Ingat, pastikan untuk jumlah cetakan pertama harus sesuai dengan target.”

“Terima kasih, Pak!” ucap Hoon sembari mengambil draft itu dengan wajah lega.

Terang saja, Hoon masih terbilang editor baru. Walaupun dia sudah hampir satu tahun bekerja di St. Heaven tapi Hoon cukup jarang menangani sebuah novel seorang diri. Ini adalah pengalaman ketiganya menjadi editor utama sebuah novel. Untuk hasil penjualan dua novel sebelumnya, Hoon bekerja dengan cukup baik. Karena alasan itulah, Kyuhyun kali ini mempercayakan tiga novel padanya. Walaupun Kyuhyun selalu mengingatkan Hoon untuk bertanya pada seniornya tentang kesulitan yang ia alami dalam menyunting sebuah draft novel.

Hoon lalu kembali ke meja kerjanya untuk menyiapkan proposal yang dikatakan oleh Kyuhyun. Sedangkan sang kepala editor kembali berkeliling ke meja-meja editor lainnya untuk sekedar memeriksa pekerjaan mereka.

Oh, karena kejadian akhir minggu lalu di percetakan, Kyuhyun mengingatkan pada semua pegawainya untuk lebih berhati-hati dan menentukan jumlah cetakan pada setiap novel yang mereka tangani. Mereka harus melakukan beberapa kali konfirmasi ke bagian percetakan agar jumlah cetakan sesuai dengan hasil yang disetujui sebelumnya. Jujur saja, Kyuhyun tidak ingin kembali direpotkan seperti itu. Terlebih ketika hari sudah malam.

Kyuhyun berhenti tepat di meja kerja Gil. Ia melirik sebuah draft novel milik Kang Min Hyun dan proposal pengajuan proses cetak. Well, sepertinya novel baru wanita itu berjalan cukup lancar. Kyuhyun sudah membaca beberapa kali draft tersebut. Tentu saja, Penulis Kang tidak akan pernah mengecewakan para pembacanya.

Kecuali untuk Kyuhyun.

“Kepala Editor…”

Kyuhyun menoleh dan melihat Gil yang baru kembali. “Oh, kau sudah kembali.”

Gil mengangguk. Ia tahu kalau Kyuhyun pasti sudah melihat draft akhir milik Kang Min Hyun. “Pak, untuk proposal pengajuan proses cetak novel Penulis Kang, bagian pemasaran meminta anda untuk membicarakan jumlah cetakan pertama. Mereka sepertinya akan menaikkan sekitar duapuluh persen dari jumlah cetakan pertama novel terakhir yang kita rilis.”

“Duapuluh persen? Tapi bukankah bagian percetakan sudah mengatakan bahwa mereka tidak akan menyetak lebih dari empatpuluhlima ribu ekslempar untuk cetakan pertama? Bahkan untuk cetakan pertama novel Penulis Choi, bagian percetakan sudah menolak untuk menyetak lebih dari limapuluh ribu, bukan?” ujar Kyuhyun.

Gil menghela. “Karena itulah Pak. Saya sudah bicara dengan Manager Jang untuk mengambil empatpuluhlima ribu di cetakan pertama, lalu selanjutnya empatpuluh ribu di cetakan kedua. Tapi beliau tetap memaksa untuk menaikkan hingga duapuluh persen.”

Kyuhyun mengusap keningnya. Oh, dia sudah sangat malas melakukan negoisasi dengan bagian pemasaran untuk memutuskan jumlah cetakan pertama. Penulis Kang mungkin adalah penulis andalan St. Heaven tapi dengan jumlah novel yang mereka keluarkan untuk bulan ini saja, bagian percetakan sudah mulai mengeluh karena jumlahnya yang terlalu banyak. Terlebih dengan fokus utama St. Heaven untuk promosi novel trilogy Penulis Choi yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Kyuhyun tidak ingin mengambil percetakan di luar St. Heaven hanya untuk memenuhi keinginan bagian pemasaran.

“Pak…”

“Ajukan empatpuluhlima ribu saja. Tetap ikuti hasil rapat sebelumnya. Jika bagian pemasaran memintamu untuk mengubah jumlahnya, katakan pada mereka untuk menegosiasi dengan bagian percetakan untuk menambah jumlah yang mereka inginkan. Kita sudah disibukkan dengan puluhan novel yang harus keluar dalam waktu dekat ini, bukan?” tutur Kyuhyun dengan tegas.

Gil mengangguk. “Baik, Pak. Lalu untuk rencana promosi novel trilogy Penulis Choi?”

“Siapa di bagian pemasaran dan PR yang bertugas untuk itu?”

“Err… Mungkin team Han dan Jeon. Akan saya tanyakan.”

Kyuhyun mengangguk kecil. “Tanyakan pada mereka, lalu buat pertemuan lagi dengan Agent Lee untuk mengatur waktu promosinya.”

“Baik Pak.”

*****

Siwon menaikkan kacamatanya yang turun.

Dengan sedikit canggung, ia tersenyum tipis pada semua orang yang memperhatikannya. Hell, bagaimana bisa Donghae mengajaknya bertemu di tempat yang begitu ramai seperti ini. Jeez, mungkin Siwon harus berdiam diri di studio melanjutkan chapter baru novelnya. Siwon hampir tidak menulis selama lima hari dan bisa saja dia melenceng dari deadline yang telah ditentukan.

Kemungkinan Siwon berada di Seoul hanya empat hingga enam bulan selama masa promosi novel trilogynya, sebelum ia memutuskan kembali pindah ke negara lain. Dan selama itu juga, Siwon berencana untuk menyelesaikan satu novel baru.

“Hey… bersikaplah dengan wajar,” ujar Donghae yang membawa tray berisi dua gelas kopi dengan dua sandwich. Pria itu menaruh tray di hadapan Siwon dan mengambil kursi berhadapan dengan sang penulis. “Bukankah seharusnya kau sudah merasa terbiasa dengan segala perhatian karena kau adalah penulis terkenal. Bahkan sepertinya kau tidak bersikap seperti ini saat tinggal di negara lain.”

Siwon mengambil satu gelas kopi dan meneguk perlahan. “Itu berbeda,” gumamnya. “Jika di negara lain, mereka hanya melirikku sekilas lalu berlalu begitu saja. Tapi di sini terasa lebih menyesakkan.”

Siwon memang sudah lama sekali tidak kembali ke Seoul –terlebih setelah namanya menjadi terkenal. Jika di negara-negara lain, Siwon tidak terlalu banyak yang mengenali, berbeda sekali di Seoul. Rasanya setiap ia melangkah di jalanan walaupun hanya sekedar pergi ke salah satu toko, semua orang akan memperhatikannya dan banyak sekali yang akan mengikutinya.

Semua itu membuatnya serasa sulit bernafas.

Terang saja, Siwon juga selalu disodori puluhan ponsel yang sedang mengambil foto atau mungkin videonya saat ini. Lalu mereka akan menguploadnya ke media sosial. Jujur saja, Siwon tidak terbiasa dengan media sosial dan semacamnya. Bahkan satu akun media sosialnya pun Donghae yang mengurusnya.

“Well… bertahanlah selama enam bulan. Terlebih jika novelmu sudah keluar. Mungkin akan jauh lebih gila dari ini,” tukas Donghae yang kemudian menggigit sandwich bacon miliknya.

Siwon hanya mendengus. Ia tidak bernafsu untuk makan. Heck, bagaimana bisa kau makan dengan tenang jika diperhatikan dengan begitu lekat oleh orang asing yang bahkan tidak kau kenal? Rasanya Siwon ingin meminta petugas keamanan untuk mengusir orang-orang tersebut. Tapi itu tidak mungkin. Ini adalah cafe dan mereka kemungkinan besar adalah pengunjung yang membayar seperti dirinya. Siwon tidak bisa egois untuk meminta keamanan café mengusir orang-orang yang membuatnya tidak nyaman.

Siwon lalu memperhatikan Donghae yang makan dengan begitu lahap dihadapannya. “Hey, Lee Donghae…”

Donghae mengangkat kepalanya dan menatap Siwon. “Apa?” tanyanya dengan mulut penuh.

“Tentang kepindahan selanjutnya.”

Kening Donghae mengernyit. Ia menelan makanannya terlebih dahulu. “Siwon, kau belum ada sebulan di sini, tapi sudah bicara tentang kepindahan selanjutnya…”

“Dengarkan aku dulu! Untuk kepindahan selanjutnya, carikan tempat yang tenang. Aku ingin hiatus terlebih dahulu setelah promosi di sini,” ujar Siwon pelan. Well, ini adalah tempat yang ramai, Siwon tidak bisa bicara dengan begitu bebas.

Tapi dia perlu mengatakan tentang keinginannya itu sekarang.

“Hia…tus? Tidak biasanya. Ada apa?”

Siwon menyentuh gelas kopinya dan menatap cairan hitam tersebut dengan lekat. “Tidak ada apa-apa. Hanya ingin istirahat sejenak. Mungkin aku juga bisa lebih berkonsentrasi untuk novel-novel selanjutnya.”

Donghae terdiam untuk sejenak. Well, Siwon memang tidak sering mengatakan bahwa ia ingin istirahat dari segala rutinitas promosi novel dan segala halnya. Tapi terkadang ada beberapa kejadian yang akan memicu Siwon mengambil keputusan hiatus tersebut. Terakhir kali Siwon hiatus adalah kurang lebih tiga tahun lalu. Bertepatan setelah kejadian ia masuk rumah sakit akibat ulah salah satu fansnya.

Mungkinkah karena kejadian kemarin menimpa Editor Cho, Siwon kembali memutuskan hal serupa?

“Siwon…”

Siwon hanya menggumam tanpa perlu menatap Donghae.

“Ini tidak ada hubungannya dengan kejadian sebelumnya, bukan?”

*****

Kyuhyun mengernyit ketika ia sampai di sekolah Jun, ia melihat seorang pria tengah bicara dengan putranya tersebut. Kyuhyun yang baru saja memarkirkan mobil, bergegas memanjat keluar dan menghampiri putranya tersebut. Namun, saat ia berjalan semakin mendekat, Kyuhyun mengenali pria itu dengan baik.

Kyuhyun menghentikan langkah kakinya. Ia menatap pria itu yang tengah berbicara dengan Jun, dengan begitu tenang. Tanpa ada rasa bersalah. Tangan Kyuhyun terkepal kuat.

“Jun…”

Sontak Jun dan pria itu menoleh padanya. Jun tersenyum lalu berlari menghampiri Kyuhyun. “Appa!!”

Kyuhyun membalas senyuman putranya. Tapi saat ia kembali menatap pria yang kini berdiri memandangnya, senyuman itu menghilang. Kemudian Kyuhyun sedikit berlutut untuk menyamakan tingginya dengan Jun.

“Hey, maaf ya Appa terlambat menjemputmu,” ucap Kyuhyun.

“Tidak apa. Lagipula…” Jun menoleh ke arah pria di belakang mereka. “Paman Pyo datang bertemu denganku,” ujarnya sembari menatap Kyuhyun lagi.

Kyuhyun menggumam pelan. Tangannya menyentuh kepala Jun dan mengusapnya lembut. “Okay, naiklah ke mobil. Appa akan bicara sebentar dengan Paman Pyo.”

Jun mengangguk. “Dah.. Paman Pyo!” serunya sembari berlari menuju mobil.

Kyuhyun memperhatikan putranya sampai Jun menutup pintu mobil. Lalu ia berdiri dan kembali menatap Pyo –Han Pyo.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kyuhyun.

Pyo tersenyum lalu berjalan mendekat. “Hanya ingin bertemu dengan Jun. Apa aku tidak boleh bertemu dengannya? Lagipula hak asuh Jun belum sepenuhnya diputuskan, bukan?”

“Han…”

Pyo mengangkat tangannya. “Dengar Kyuhyun, aku tidak ingin mencari masalah denganmu. Mengenai Jun adalah masalahmu dengan Min Hyun. Apa pun keputusan hakim terkait hak asuh Jun, aku tetap mempunyai hak untuk bertemu dengannya.”

“Hak kau bilang? Kau tidak mempunyai hak untuk bertemu dengan putraku, Han Pyo!”

“Tapi aku adalah ayah babtisnya!”

Kyuhyun terdiam. Ia menatap pria itu dengan tajam. Entah apa rencana Han Pyo saat ini terkait dengan Jun. Mungkin pria itu sedang membantu Min Hyun agar sang mantan istri mendapatkan hak asuh Jun darinya.

Tapi Kyuhyun tidak akan membiarkannya.

“Kyuhyun, aku ingin membawa Jun.”

“Membawa Jun? Apa maksudmu?”

Han Pyo menarik nafas. “Min Hyun. Aku akan membawa Jun pada Min Hyun. Ijinkan Jun untuk tinggal sementara dengan Min Hyun.”

“Aku sudah mengijinkan Jun untuk tinggal dengan Min Hyun. Sesuai dengan perjanjian…”

“Itu tidak cukup! Jun masih berusia enam tahun. Dia masih membutuhkan ibunya. Lalu apa kau pikir dengan berpindah setiap minggu dari rumahmu ke rumah Min Hyun akan baik untuk psikologisnya? Biarkan Jun tinggal dengan Min Hyun sampai persidangan hak asuh selesai. Bukankah jika hakim memberikan hak asuh itu padamu, Jun akan tinggal bersamamu?”

Tangan Kyuhyun yang terkepal sudah terlihat memutih. Ia tidak menyangka kalau Han Pyo meminta hal ini padanya. Setelah apa yang ia dan Min Hyun lakukan… Bukankah perceraian sudah cukup. Lalu kenapa Han Pyo kembali ikut terlibat atas masalah hak asuh Jun?

“Lalu jika hak asuh itu jatuh ke tangan Min Hyun… Aku tidak akan bisa bertemu dengan putraku,” ujarnya.

“Tentu saja, tidak!” sela Han Pyo. “Jika hak asuh itu jatuh ke salah satu dari kalian, aku yakin hakim akan memberikan rekomendasi pertemuan untuk kalian. Walaupun kalian sudah bercerai, tidak ada yang bisa menepis bahwa kau dan Min Hyun adalah orangtua Jun. Seorang anak tidak akan pernah kehilangan orangtuanya.”

Kyuhyun benar-benar muak dengan ucapan manis Han Pyo. Pria itu berbicara seolah dia tidak mempunyai kesalahan besar. Seolah apa yang terjadi bukan karena dirinya.

“Kyuhyun…”

“Apa kau melakukan ini karena permintaan Min Hyun?” tanya Kyuhyun berbisik.

Han Pyo berkedip memandang Kyuhyun dengan seksama.

“Apa kau rela melakukan apa saja demi Min Hyun? Apa dia sudah menerimamu, karena itu kau bahkan bersusah payah agar Jun tinggal bersama Min Hyun,” ujar Kyuhyun menuduh.

Han Pyo menggeleng. “Tidak, Kyuhyun! Aku…”

Kyuhyun memicingkan matanya. “Kau tidak pernah pandai untuk berbohong Han Pyo! Oh tunggu… Kau sangat lihai berbohong. Aku bahkan tertipu olehmu selama bertahun-tahun.”

“Kyuhyun, aku…”

“Baik!”

Han Pyo terdiam dengan persetujuan Kyuhyun.

“Bawa saja Jun denganmu. Bawa Jun pada Min Hyun. Aku tidak bisa menolaknya karena aku yakin kau pasti akan menggunakan penolakanku di persidangan. Jika aku menolak mempertemukan Jun dengan ibunya sekarang, entah apa yang terjadi jika hak asuh itu jatuh padaku. Tentu saja, itu akan menjadi pertimbangan sendiri bagi hakim untuk memutuskan, bukan?” tutur Kyuhyun.

“Tapi Kyuhyun, aku tidak…”

Kyuhyun tidak mendengar lagi ucapan Han Pyo. Dia berbalik dan berjalan menuju mobil. Ia menarik nafas perlahan untuk menurunkan emosinya. Jun tidak bisa melihatnya dalam kondisi emosi seperti ini. Kyuhyun tersenyum saat ia membuka pintu dan melihat Jun tengah membaca salah satu buku.

Jun menoleh. “Kita pulang sekarang?”

“Tidak. Kau akan ikut dengan Paman Pyo untuk menemui Eomma,” ucap Kyuhyun.

Jun menutup bukunya dan mengernyit. “Kenapa?”

Kyuhyun menghembuskan nafas. Ia mengambil buku di tangan Jun lalu memasukkannya ke dalam tas. “Kau akan tinggal dengan Eomma, sayang. Sampai persidangan selesai dan menentukan apakah kau akan tinggal dengan Appa atau dengan Eomma.”

Jun menatap Kyuhyun dengan lekat. “Aku tidak akan tinggal dengan Appa?”

Kyuhyun menoleh pada putranya dan tersenyum tipis. Ia mengusap lembut rambut hitam Jun. “Hanya untuk sementara. Jika hakim memutuskan kau tinggal dengan Appa, kita akan bersama lagi.”

“Lalu kalau hakim itu memutuskan aku tinggal dengan Eomma, apa aku tidak akan bertemu dengan Appa lagi?” tanya Jun.

Kyuhyun terdiam sejenak. Putranya terlalu pintar bagi usianya. Bahkan saat Kyuhyun menjelaskan pada Jun tentang perceraiannya dengan sang ibu, Jun terlihat bisa menerimanya dengan baik. Hal itu menjadi kekhawatiran sendiri bagi Kyuhyun. Ia tidak ingin Jun menyimpan perasaannya sendiri dan akan menjadi trauma besar saat ia dewasa. Sampai akhirnya ia sempat membawa Jun menemui psikiater. Namun, hasilnya benar-benar mengejutkan.

Jun tahu persis dengan segala hal yang terjadi antara orangtuanya dan sang psikiater juga mengatakan bahwa Jun tidak akan mengalami trauma apa pun terkait perpisahan orangtuanya. Pada intinya Jun telah menjadi begitu dewasa untuk anak seusianya.

“Kau akan tetap bisa bertemu dengan Appa, sayang. Begitu juga sebaliknya. Jika akhirnya kau tinggal dengan Appa, kau masih bisa bertemu dengan Eomma. Kau tidak akan kehilangan siapa pun Jun,” ujar Kyuhyun. Kemudian ia mengulurkan tangannya.

“Ayo… Paman Pyo sudah menunggu.”

*****

Siwon mengusap wajahnya sembari ia berjalan keluar lift.

Oh, entah mengapa hari ini dia begitu lelah. Tapi rasanya tidak banyak yang ia lakukan seharian ini. Setelah dari café, Siwon kembali ke studio dan menulis selama beberapa jam sampai Donghae menyuruhnya untuk berhenti menulis. Saat Siwon memeriksa jam, ternyata sudah lewat waktu makan malam.

Donghae sempat menawarkan agar mereka makan malam terlebih dahulu, tapi Siwon menolaknya. Toh, dia bisa makan di rumah. Mungkin dengan ramen. Siwon tidak ingin mendapatkan dua kali kehebohan seperti tadi siang.

Saat Siwon berjalan menuju unit apartmentnya, ia dikejutkan oleh seseorang tengah duduk di lantai bersandar di pintu unit apartment 1504. Siwon menarik nafas lalu kembali berjalan. Ia menghampiri orang itu dan menatapnya sejenak.

Entah apa lagi yang sudah terjadi. Tapi Siwon tidak ingin ikut campur ke dalam masalah orang lain. Jadi, dia memutuskan untuk membuka pintu unit apartmentnya. Namun, ada sesuatu di dalam hatinya yang membuat Siwon ragu meninggalkan orang itu.

Siwon kembali menatap pria itu dengan lekat.

“Kyuhyun…” ucapnya. “Apa yang kau lakukan di sana?”

Tapi orang itu –Kyuhyun– tidak menjawab apa pun. Kepalanya masih tertunduk. Siwon yakin kalau pria itu tidak tidur, pingsan atau lebih parah, mati. Hanya saja, Kyuhyun tidak memberikan reaksi atau respon apa pun membuat Siwon menjadi sedikit khawatir.

Kemudian Siwon menutup pintu unitnya dan berlutut di hadapan Kyuhyun. Ia berusaha untuk melihat wajah Kyuhyun. “Kyuhyun… Hey, kau baik-baik saja, bukan?”

Lagi, tidak ada respon.

Siwon mendesah pelan. Oh, dia tidak terbiasa mengurusi tetangganya seperti ini. Siwon mengambil jarak lebih dekat pada Kyuhyun. Lalu ia mengulurkan tangan. Secara perlahan ia menyibak sedikit rambut hitam Kyuhyun yang menutupi wajahnya agar Siwon bisa melihat bahwa Kyuhyun baik-baik saja.

Siwon terdiam sejenak.

Kyuhyun terlihat baik-baik saja. Wajahnya tidak terlihat pucat atau tubuhnya terasa hangat. Tapi Siwon tahu bahwa terjadi sesuatu. Rasanya tidak mungkin pria itu akan bersikap seperti ini jika situasinya baik-baik saja.

Mungkinkah dia mengalami masalah lagi dengan pekerjaannya? Seperti akhir minggu lalu.

“Kyuhyun…” gumam Siwon.

Kali ini Kyuhyun mulai bergerak. Ia menepis tangan Siwon yang menyibak rambutnya. Perlahan Kyuhyun berdiri, diikuti oleh Siwon.

“Hey, apa kau baik-baik saja?” tanya Siwon.

Kyuhyun masih tidak menjawab. Dia hanya memasukkan kode pintu lalu berjalan masuk. Siwon memperhatikan pria itu dengan seksama. Pintu unitnya masih terbuka lebar. Siwon melihat hanya ada sepatu Kyuhyun yang dilepaskannya di foyer. Tidak ada sepatu Jun.

Siwon lalu berjalan masuk ke unit apartment Kyuhyun. Ia melepaskan sepatunya dan menutup pintu. Ia berjalan melewati hallway dan menemukan Kyuhyun sedang meminum satu botol soju. Siwon menghela nafas pendek dan kemudian mendekatinya. Siwon mengambil botol soju itu dari tangan sang editor. Kyuhyun menatapnya dengan jengkel.

“Apa yang kau inginkan, Penulis Choi?”

Siwon menaruh botol soju itu di atas meja counter. “Di mana Jun?”

“Dengan ibunya,” ujar Kyuhyun seraya hendak mengambil botol soju itu lagi. Namun, Siwon jauh lebih cepat. “Berikan itu padaku, Penulis Choi.”

Siwon menjauhkan botol soju dari Kyuhyun dan membuang isinya ke wastafel. Sontak hal itu membuat mata Kyuhyun membulat. Ia mencoba mengambil botol itu dari tangan Siwon, tapi pria besar itu mendorong tubuhnya hingga bagian punggung Kyuhyun membentur meja counter dengan cukup keras.

Kyuhyun jatuh dengan rintihan kesakitan. Siwon melempar botol itu ke wastafel dan menghampiri Kyuhyun.

“Kyuhyun..!!”

Siwon menyentuh punggung Kyuhyun secara perlahan, tapi hanya dengan sentuhan kecil Kyuhyun kembali merintih. Siwon benar-benar merasa bersalah. Ia hanya berniat mendorong Kyuhyun menjauh agar tidak bisa meraih botol soju, tapi Siwon salah memperkirakan penggunaan tenaganya. Terlebih dengan kondisi Kyuhyun saat ini.

“Maaf… Aku tidak sengaja. Aku akan membawamu ke rumah sakit, okay?”

Kyuhyun menggeleng. Ia menyentuh pergelangan tangan Siwon. “Ba-bantu aku berdiri..”

Siwon menurut. Dia membantu Kyuhyun untuk berdiri di atas kakinya sendiri. Walaupun ke dua tangannya masih berjaga di belakang punggung Kyuhyun. Kyuhyun sedikit menopangkan tubuhnya pada Siwon.

“Kau bisa berjalan?” tanya Siwon.

Kyuhyun mengangguk. Ia melepaskan tangan dari lengan Siwon lalu secara tertatih mulai berjalan menuju ruang tengah. Siwon berjalan pelan di belakang Kyuhyun untuk menjaganya agar saat Kyuhyun hendak jatuh, ia bisa menopang tubuhnya. Tapi Kyuhyun berjalan dengan cukup baik.

Siwon sedikit lega karena Kyuhyun sepertinya tidak mengalami cedera yang parah akibat benturan tersebut. Tapi ia perlu membujuk Kyuhyun agar mau memeriksakan diri ke rumah sakit. Benturan di punggung bukanlah sesuatu yang bisa kau remehkan. Siwon benar-benar lega ketika Kyuhyun masih bisa berjalan.

Siwon membantu Kyuhyun untuk duduk di sofa. Siwon menatap editornya dengan lekat. Kyuhyun masih terlihat begitu kesakitan.

“Kau perlu ke rumah sakit, Kyuhyun. Setidaknya memastikan kalau punggungmu itu…”

Kyuhyun kembali menggeleng. Ia menatap Siwon. “Tidak perlu. Rasa sakitnya akan hilang.”

“Kau yakin? Jika sakitnya tidak hilang…”

“Maka kau boleh membawaku ke rumah sakit Tunggu sampai dua atau tiga jam, okay?” tutur Kyuhyun.

Siwon mengangguk. Ia duduk di atas coffee table sembari terus memperhatikan Kyuhyun. Pria itu hanya duduk bersandar sembari menahan rasa sakit di punggungnya tersebut. Mencoba bertahan hingga rasa sakitnya perlahan menghilang.

Kini situasinya menjadi sunyi. Hanya terdengar tarikan dan helaan nafas. Dan juga sedikit rintihan Kyuhyun, terlebih ketika pria itu mencoba untuk bergerak sedikit saja. Siwon bahkan tidak tahu bagaimana cara membantu Kyuhyun menghilangkan rasa sakit itu.

“Kau tidak menjelaskan kenapa Jun bersama ibunya saat ini,” ucap Siwon tiba-tiba.

Kyuhyun membuka matanya dan menatap pria yang duduk di coffee table –tepat dihadapannya. “Haruskah aku menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi pada tetanggaku? Apa di tempat tinggalmu dulu, tetanggamu selalu bercerita mengenai hal pribadi kehidupan mereka?”

“Bukan itu maksudku.”

Kyuhyun menghembuskan nafas. “Ibunya meminta agar Jun tinggal bersamanya hingga keputusan sidang hak asuh selesai.”

“Dan kau tidak menolaknya?”

“Jun tinggal bersama ibunya, kenapa aku harus menolak.”

“Oh.”

Kyuhyun kembali memejamkan mata. Rasa sakitnya belum kunjung hilang. Ia yakin bahwa besok ia bisa melihat memar di bagian punggungnya. Oh, Kyuhyun tidak peduli dengan memar itu. Toh, tidak akan ada melihatnya. Tapi dia membutuhkan sesuatu untuk menghilangkan rasa sakit itu dengan segera. Dan Kyuhyun tidak mau pergi ke rumah sakit.

“Siwon-sshi…”

“Ya?”

“Bisakah kau pergi ke kamarku dan mengambilkan kotak obat? Ada di laci meja dekat jendela. Ambilkan obat penghilang rasa sakit.”

Siwon menggumam pelan. Ia lalu bergegas ke kamar Kyuhyun untuk mencari kotak obat yang dimaksud. Setelah ia menemukan obat penghilang rasa sakit, Siwon berjalan keluar kamar dan beranjak ke dapur untuk mengambil segelas air.

Saat ia kembali ke ruang tengah, Siwon menaruh obat dan gelas berisi air di atas coffee table. Kemudian ia duduk di samping Kyuhyun. Dengan secara berhati-hati, Siwon membantu Kyuhyun agar bisa menegakkan tubuhnya. Tapi sepertinya ia melakukan sedikit kesalahan, karena Kyuhyun kembali meringis kesakitan.

Kyuhyun mencengkram lengan Siwon.

“Maaf…”

Kyuhyun menggeleng. Ia menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Rasa sakit itu masih terasa begitu nyata. Kyuhyun menopangkan kepalanya di bahu Siwon.

“Berikan aku obatnya,” bisik Kyuhyun.

Siwon melirik obat di atas meja lalu berpikir sejenak. Dengan posisi mereka saat ini, jika Siwon kembali bergerak dengan tiba-tiba, hanya akan membuat Kyuhyun kembali kesakitan.

“Err… Aku tidak bisa mengambil obatnya jika kau…”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dari bahu Siwon. Dengan cepat, Siwon mengambil botol obat dan gelas air. Ia menyodorkan gelas itu pada Kyuhyun lalu membuka botol obat dan mengeluarkan dua pil. Kyuhyun segera meminumnya.

Siwon menaruh kembali obat dan gelas yang sudah setengah kosong ke atas coffee table. Lalu Kyuhyun kembali menjatuhkan kepalanya di bahu Siwon. Rasanya jauh lebih nyaman, dibandingkan ia harus duduk bersandar pada sofa.

Well, tentu saja Siwon akan membiarkannya. Toh, ini adalah kesalahannya. Dia akan berusaha membuat Kyuhyun merasa senyaman mungkin sampai rasa sakitnya hilang.

“Jauh lebih baik?” tanya Siwon.

Kyuhyun hanya menggumam pelan. Obatnya bekerja dengan baik.

Siwon menghembuskan nafas lega. Mungkin mereka tidak perlu ke rumah sakit. Tapi Siwon perlu tetap waspada. Ia kembali ingat bahwa sebelumnya Kyuhyun sempat meminum soju. Siwon harus memperhatikan setiap perubahan kondisi Kyuhyun paling tidak untuk beberapa jam. Terkadang alcohol dan obat kimia bukankah kombinasi yang baik.

Siwon membiarkan Kyuhyun tetap pada posisinya. Kepala yang menopang di bahunya dan tangan yang mencengkram bagian depan pakaian Siwon dengan erat. Seolah Kyuhyun tidak akan membiarkan Siwon pergi dari tanggung-jawabnya. Heck, memang Siwon bisa pergi ke mana lagi?

“Aku…” Siwon mendengar Kyuhyun kembali bicara. “Aku terpaksa membiarkan Jun tinggal bersama ibunya,” ucap Kyuhyun pelan.

Siwon diam mendengarkan.

“Selama proses perceraian, aku dan ia sepakat agar Jun tinggal bersama kami secara bergantian sampai hakim memutuskan hak asuh Jun. Jun akan tinggal selama satu minggu bersamaku, lalu minggu lainnya bersama ibunya. Kami sudah melakukannya hampir empat bulan,” tutur Kyuhyun.

Siwon tidak mengatakan apa pun. Ia menunggu hingga Kyuhyun menyelesaikan ceritanya.

“Awalnya aku sempat berpikir bahwa apa yang kami lakukan tidak akan baik bagi Jun. Hingga aku sempat membawanya ke psikiater. Tapi mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh. Jadi, aku meneruskannya. Jun terpaksa berpindah-pindah antara apartmentku dan flat ibunya. Hingga hari ini…” Kyuhyun menghembuskan nafas panjang.

Siwon menatap kepala Kyuhyun yang tertunduk di bahunya. Secara reflek, tangannya bergerak menyentuh rambut hitam Kyuhyun dan mengusapnya perlahan.

Kyuhyun tertawa kecil. Siwon sedang memperlakukannya seolah ia adalah anak kecil. Tapi Kyuhyun tidak mengatakan protes apa pun. Ia kembali melanjutkan, “Pria itu datang dan memintaku membiarkan Jun tinggal bersama ibunya. Sampai keputusan pengadilan. Aku terpaksa menyetujuinya. Aku tidak bisa menolak, karena bisa saja mereka menggunakan itu sebagai argumentasi melawanku saat di pengadilan. Mereka bisa meyakinkan hakim bahwa aku tidak akan membiarkan Jun bertemu dengan ibunya jika aku mendapatkan hak asuh tersebut.”

“Tapi itu tidak benar.”

Kyuhyun kembali tertawa. “Tentu saja, tidak. Aku bukanlah orang jahat. Jika Jun ingin bertemu dengan ibunya, aku pasti akan mengijinkannya. Bahkan walaupun aku mendapatkan hak asuh, tapi Jun memilih tinggal bersama ibunya, aku akan membiarkannya. Bagiku, kebahagiaan Jun adalah yang terpenting.”

Siwon tersenyum. “Kau adalah ayah yang baik, Kyuhyun.”

“Katakan itu pada mantan istriku.”

“Tentu. Jika aku bertemu dengannya, akan kukatakan bahwa kau adalah ayah terbaik yang pernah kutemui,” tutur Siwon.

Kyuhyun tersenyum. Matanya perlahan terpejam. Sentuhan lembut tangan hangat Siwon membuat rasa sakitnya berkurang lebih banyak.

“Tapi… sepertinya aku bukanlah suami yang baik.”

*****

NOTE: Okay, maaf baru bisa posting hari ini. Karena setelah acara nikahan, ternyata masih banyak yang harus diurus. Jadi, baru bisa sempet nulis dua hari terakhir ini ajah. Tapi udah sedikit lebih panjang dari biasanya. Tuh.. lumayankan 3k words hahahahaha…

Perubahan Kyuhyun ama Siwon emang gak banyak, tapi seenggaknya mereka gak bersikap orang asing lagi.

Dan please… Tolong bayangin Kyuhyun dengan black hair ya, bukan dark brown atau apalah. Bayangin ajah Kyuhyun pas sushow 1…

PS. Ada yang punya rekomendasi Film BL Chinese? Film loh yaa bukan webseries. Soalnya kemarin sempet liat A Round Trip To Love ama Uncontrolled Love gitu.. Jadi, pengen nonton film lainnya…

Advertisements

31 thoughts on “[SF] Two of Us – Chapter 11

  1. Selalu menunggu ketika mereka bertemu, pasti sesuatu terjadi…….
    Hihi mereka semakin dekat saja, seolah takdir memang menginginkan mereka bersama (lebay).

    Senangnya akhirnya lanjut, ditunggu bange lanjutannya….

  2. Han pyo kok kaya maksa banget supaya jun bisa tinggal sama ibunya, dia kan gak punya hak, meskipun dia ayah baptisnya jun, tapi kan kyuhyun ayah biologisnya tentu lebih berhak kyuhyun dong.
    Dan kayanya jun juga lebih seneng tinggal sama kyuhyun dari pada Min hyun.harusnya mereka tetep pada perjanjian awal aja, ini kesannya han pyo dan min hyun mau pisahin kyuhyun dari jun..

    Siwon kelepasan gitu sampe kyuhyun kesakitan, tapi ada untungnya juga mereka bisa sedikit lebih lama untuk bersama😉 pelan pelan kyuhyun mulai sedikit terbuka sama siwon. Mudah-mudahan chapter selanjutnya bisa lebih..

  3. Wonkyu kyknya udah mulai dekat, meskipun blm ada rasa, paling gak si kyu udah mulai mau curhat ke siwon, apalagi kyu klu ada siwon sisi rapuhnya tuh muncul, meskipun dia seorang Ayah, apa mungkin karena memiliki jiwa uke yaaa,
    (tau ah) ditunggu aja kelanjutannya…

  4. Akhirnya update! Aku bolak balik cek blog ini😁
    Oke, aku mulai paham alasan Kyuhyun sama Minhyun cerai. Karena Hanpyo itukan? Well, Siwon bener kalau Kyuhyun itu ayah yang baik.
    Di chapter ini aku kembali nemu momen manis lagi >_< Pas Kyuhyun nyandarin kepala di bahu Siwon trus tangan mencengkram baju depan Siwon, itu di bayanganku manis bangeeeeeet. Tambah lagi Kyuhyun yg seolah curhat ama Siwon. Itu sesuatu sekali. Aku berharap dapet momen manis dan semoga Wonkyu tambahh deket lagi di chapter depan.

  5. Finally… update juga…. udach bolak balik liat nich blog. Akhirnya next juga two of us.
    Btw Qt sama diera nonton. A round trip to love . And uncontrolled love. Ceritanya seru. Tapi sayang . G’ ada next season nya… T…T

  6. Kyaknya kyu ngerasa nyaman bnget klo udh sama siwon, suka bnget part yg kyu curhat😘, itu mantan istrinya kyu kok kykanya jahat bnget ya, pdahal kyu udah baiknya kyak gtu, kurang apa coba…
    Klo ghost boyfriend sama obsessed eonni udh nonton belum? Tapi aku gk tau itu film atau webseries, yg ghost boyfriend ceritanya nyesek bnget😂😂😂

  7. Seen like Jun prefer staying with Kyuhyun his dad rather than his mom. Hopefully he can get the right to take care Jun. Well kyuhyun seen like comfortable in sharing his private life towards Siwon. Can’t wait to read next chapter

  8. part akhirnyaa manis kyaaaa….
    spertinya kyu udah mulai nyaman sama siwon..
    dan smoga kdepanyaa ada prubhan lagi buat hubungan mereka…
    gomawo updtanya author-sshi
    #fighting.!!!! 🙂

  9. Walau sedikit ga enak dengan kedatangn Han Pyo,,krna sepertinya dia terlibat dengan apa yg terjadi antara Kyuhyun dan mantan istrinya.hmmm.
    Semoga Jun bisa terus kuat.Terima kasih karna btu memahami keadaan ortu’y.Dia anak yg sangat baik.
    Walau bagaiamanpun…aq bisa senyum gaje dengan situasi WonKyu sekarang.Rasanya lbh hangat.hehehe…

    Jeongmal gumawo eonni…
    Fighting!!!

  10. acara nikahan?bukan kamu kan yng nikah tp?wkwkwk
    waah kyuhyun klo lg terpuruk atau sedih atau semacamnya itu selalu jd kaya kucing manis ya di deoan siwon,mau aja di elus2,bahkan nyenderin kepalanya di bahu siwon,kayanya emang siwon bakalan jd sandaran kyuhyun deh,terutama selama Jun lg g sama dia

  11. Jd pernikahan kyuhyun gagal krna adanya orang ketiga ya, kyuhyun sementara akan berpisah dg jun. Dia pasti akan sangat kesepian, semoga siwon bs membantu kyuhyun…

  12. kasian kyuhyun ny
    msalah yg dia punya tk kunjung selesei…
    cieee..yg mulai curhat2 an….
    next chap

  13. Ooh jadi kyuhyun sama (calon mantan) istrinya cerai karena orang ketiga dan sama ayah baptis nya jun sendiri? Wah 🙃 Kok kzl y 🙃
    Siwon nongol di situasi yang pas de tehehe lumayan laaa progressnya kyu bisa curhat gitu ke siwon ttg masalahnya 👌

  14. sudah kuduga lah kalo minhyun sama kyu cerai, pasti si minhyun selingkuh –”
    kasian banget dah kyuhyun dapet penghianatan. heran sih si pyo maksa banget biar jun ikut dia -.- padahal kyuhyun lebih berhak.
    duh saat baca soju kirain mereka bakal minum dan berakhir ehemmm *pervert mode on 😂
    tapi ternyata enggak, tapi seneng bangetlah menuju tbc nya, wonkyu manis banget 😙😙
    ciyeee yang udah nyandar nyandar 😍😍 update soon ya 😙😙😙

  15. apa nanti memar punggung Kyuhyun jadi perantara dia punya sakit? *pengharap feel angst 😅
    hayoloh Siwon, kamu ngelukain calon kekasihmu yang imut ini,
    kalau dipikir Jun emang kasihan bisa dewasa di usia semuda itu yaah, gara gara keegoisan eommanya, masa kecilnya kurang sempurna

    pekan depan wajib apdet yah Diera eonnie 😘

    terserah mau yang ini atau yg The Last King.
    pokoknya apdet 😄

  16. Jadi istri eh calon mantan istrinya kyu itu selingkuh sama bapa baptisnya jun?
    Ih jahat banget, saya g tau sih soal bapa baptis, saya kira bapa baptis itu udah semacam keluarga ya..
    Ya walo signifikan hubungan wonkyu, setidaknya mereka udah deket layaknya temen hehehe…
    Apalagi siwon udah tau seberapa persen kehidupn kyu, yang masih misteri itu kehidupan siwon hehehe
    Apa bakalan keungkapnya kalo wonkyu udah ada progress dengan hubungannya??
    Mari menantikannya, semoga bisa apdet cepet aamiin hehehe…

  17. Udah mulai curhat2an aja nih.. dah mulai nyaman sama siwon ya kyu?? Kkkk
    semoga aja hak asuh ada di tangan kyuhyun.. keliatan bgt jun lebih suka tinggal sama kyu..

  18. Cieeee yang udah mulai curhat2an…..semoga hubungan wonkyu berjalan cepat…
    Sangat ditunggu wonkyu moment selanjutnya…

  19. kenapa ketika kyuhyun bertemu siwon selalu kyuhyun celaka ya hehehehe.jun anak yang pintar dia seperti appanya
    ditunggu lanjutannya ya

  20. DAEBAK…
    Chapter ini serba greget -,-
    aah.. Walau belum kenal banget sama si han pyo, tapi udah kecium bau bau kelicikan dia gitu. Kan kurang ajar :v
    awwh.. Saya dilema sumpah. Disisi lain pengen jun sama kyu aja biar jadi keluarga bahagia bareng siwon, tapi disisi satunya mikir entar kalo ada jun, moment wonkyu couple nya berkurang, malah banyakan moment wonkyu family. Bingung ya, orang egois pasti kek gini :3
    terserah diera aja kayak mana, secara reader kurang ajar kayak saya kan cuma enak terima jadi doang *pemikiran yang sama kurang ajarnya*
    huwwee.. Terhura liat wonkyu moment nya yang kelewat manis ampe bikin diabetes. Kyuhyun, manja sekali kau nak X3
    hubungan mereka mulai berubah walau lambat. Bagus kok, kalo tiba2 jadi deket banget kesannya malah aneh. Duh sok yes banget sih ini reader. Siapa sih ? Siapa yang ngetik ni komen ?? *dor*
    *mulai kumat*
    *butuh belaian baygon*
    thanks ff nya diera, ditunggu karya selanjutnya. fighting !
    .
    Kimmy

  21. Ternyata Kyu cerai krn ada org ketiga yg ngga taunya itu ayah baptisnya Kun sendiri….bener2 deh musuh dlm selimut. Kyu kyknya galau bgt kalo pisah sm Jun sampe dia stress sendiri untung ada Siwon yg kyknya dah semakin deket aja nih. Dah bisa curhat ke Siwon and next they’re getting closer and closer😀😀😃. Ditunggu next chapternya yaaa

  22. Daebak….siwon yg slalu ngerasa buat jauhin kyuhyun mlh slalu terjebak dgn kyuhyun d suatu kondisi tertentu….akkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk keren di tunggu next chapternya Fighting”😤

  23. Wahhh kok ayah baptisnya Jun gitu banget sihh..
    Kyuhyun kamu kuat bngt sihhh..
    Kyuhyun siwonnya skrng udh ga secanggung dulu, bagus dehh, semoga kedepannya makin deket lgii..
    Ga tega bayangin kyuhyun duduk begiyu di depan pintu apartment nya huhuhu

    Author-nim still hwaiting ne…

  24. Hmmm…. Mudah2n kedepanya hub mreka brjalan lebih baik, bgtu pula dg jun yg hak asuhnya jatuh ke tangan kyuhyun…dan siwon gak jd pindah2 lg stlah 6 bln kedepan…. Maunya…
    Mau nnya authornim, siwon gak punya keluarga kah? Cm donghae tmnya? Misterius skali dy… Hdup berpindah2 , pcar gak punya, fokus sma karir tw2 terjebak bersama editor cho…. Kkke
    Dan sneng bgt sm moment wonkyu disini…. Wlooun awalnya gak mau peduli to hati mengatakan klo dy harus peduli.
    Aigoo… Won tenagamu kuat amat yak, pasti biru deh tuh punggung kyunya, kno gak di olesin salep won…. Ckck
    Thanks authornim…. Next chap fighting!!!

  25. akhirnyaaa bisa baca jg setelah bolak balik nyoba baca tpi ga selesai2 wkwk
    kirain sih cerainya krna udh ga cocok atau sering brantem gitu, eh tau nya krna org ketiga.
    mana pula org ke 3 nya ayah baptis nya Jun weeh
    yaa lumayan lah moment wonkyu nya.. mudah2an chap depan kemajuan nya lebih waaw *eh
    😂😂

  26. Nunggu bgt siwon punya rasa sama kyuhyun 😙

    Kalo cina sukanya buat webseries sih ya. Udah pernah nonton webseries HIStory blm? Itu bagus terutama yg judulnya Obsessed (4 ep) di youtube udah tamat.

  27. Kyu mmg ayah yg baik..sentiasa memikirkan kebahagiaan anaknya..bukan kyu seorg suami yg tidak baik, sebaliknya ex-wifenya yg berkelakuan tidak baik..

    Diharap perhatian siwon terhadap kyu dpt mengubat sedikit sebanyak luka yg dialami akibat perkahwinan yg gagal..dan diharap sakit belakang akibat benturan meja tersebut juga membaik..

    Juga diharap hubungan mereka terus posotif

  28. Pasti kyu sakit bgt bertemu dngn orang yg merusak rumah tangganya,apalgi perlahan mulai menjauhkan kyu dngn jun jg,seneng kyu dh mulai terbuka ma siwon moga aja itu bisa sedikit mengurangi rasa sesak yg kyu rasakan.

  29. Asik mereka mulai dekat dan saling mencurahkan isi hati
    Kyuhyun terbuka bgtbsama calon kekasihnya wkwkwkwkkwwk
    Kau bukan suami yang baik tapi kau calon istri yang manis wkwkwkwkkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s