[SF] Scarface Part 60 – Last Epilog

church

Epilog Last Part

Kyuhyun menghela nafas perlahan. Tangannya masih memegangi ponsel yang didekatkan pada telinga kirinya. Sedangan tangan kanannya sedang sibuk menandai beberapa dokumen. Gerak matanya tetap terfokus pada halaman demi halaman dokumen yang tengah dikerjakannya, walaupun sejak tigapuluh menit lalu ia sibuk berbicara.

“Tidurlah, Siwon. Ini sudah terlalu malam untukmu di Seoul,” ujarnya.

“Tapi aku masih ingin mendengarkan suaramu, sayang.”

Kyuhyun mengulas sebuah senyuman. “Aku tahu. Tapi bukankah kau akan segera pulang? Jam berapa penerbanganmu?”

“Besok pukul satu siang. Aku tidak bisa mendapatkan penerbangan lebih cepat dari itu. Kecuali jika aku ingin duduk di kursi ekonomi. Tapi tentu saja, aku menolak. Kemungkinan aku akan sampai di Sabtu malam waktu Praha. Kau tidak apa-apa menjemputku begitu malam?”

Kyuhyun menggumam. Dia menutup satu dokumen lalu mengambil dokumen lainnya. “Tidak apa-apa. Aku akan mengecek waktu pendaratannya. Jika penerbanganmu siang, kemungkinan sekitar dini hari, bukan? Tapi aku mungkin tidak bisa mengajak Jaehyun.”

“Eoh. Jangan mengajaknya. Itu sudah waktu tidur baginya.”

“Dan ini sudah waktu tidur untukmu Choi Siwon. Pergilah tidur, ketika kau bangun kita bisa bicara lagi,” ujar Kyuhyun. Terdengar helaan nafas di seberang telepon. Kyuhyun tersenyum tipis. “Aku juga harus menjemput Jaehyun, Won.”

“Baiklah… Baiklah. Aku mengerti. Katakan pada Jaehyun kalau aku sangat merindukannya.”

Kyuhyun menutup dokumen dan menaruh penanya. “Akan kukatakan. Selamat malam, Siwon.”

Kemudian Kyuhyun memutus sambungan telepon. Dia memasukkan ponsel ke dalam saku celananya dan merapikan beberapa dokumen yang telah diselesaikannya untuk diberikan pada Grace. Kyuhyun berdiri lalu mengambil jaket serta tasnya. Dengan membawa dokumen-dokumen tersebut, Kyuhyun berjalan keluar ruangannya menuju meja kerja Grace.

Kyuhyun menaruh semua dokumen itu di meja. “I’ll be back at two. Okay?”

Grace tersenyum padanya dan mengangguk.

*****

Kening Kyuhyun mengernyit saat ia memasuki area sekolah Jaehyun.

Kyuhyun melihat putranya tengah berbicara dengan seorang wanita. Bukan guru sekolah tersebut atau orang tua dari siswa lain. Kyuhyun hampir mengenal semua guru di sekolah dan juga orang tua siswa –itu pun karena siswa sekolah tidak banyak. Dan lagipula, aturan sekolah adalah melarang siswa berada di luar area sekolah jika orangtua atau wali siswa tersebut belum datang untuk menjemput. Jadi, melihat Jaehyun berada di luar gedung sekolah membuat Kyuhyun khawatir.

Setelah memarkirkan mobil, Kyuhyun bergegas memanjat keluar dan hampir berlari menghampiri Jaehyun.

“Daniel!” seru Kyuhyun dengan keras.

Sontak Jaehyun menatap dan tersenyum padanya lalu berlari menghampiri Kyuhyun. “Pap!!”

Kyuhyun menghembuskan nafas panjang lalu memeluk putranya dengan erat. Ia sedikit berlutut untuk menyamakan tinggi tubuhnya dengan tinggi Jaehyun. “Kenapa kau berada di luar gedung sekolah? Apakah Mrs. Flo mengijinkanmu?” tanyanya sembari melepaskan pelukan agar ia bisa melihat wajah Jaehyun.

“Sebenarnya Mrs. Flo tidak mengijinkan. Tapi…” Jaehyun kemudian berbalik menatap wanita yang bicara dengannya. “Nenek itu mengatakan kalau aku adalah cucunya.”

Kyuhyun ikut menatap pada wanita yang kini sudah berbalik memandangnya. Mata Kyuhyun melebar. Nafasnya seolah terhenti ketika ia melihat sosok yang tidak pernah atau bahkan diharapnya untuk bertemu lagi setelah lima tahun. Secara reflek, Kyuhyun berdiri dan menarik Jaehyun ke balik kakinya.

Jaehyun sedikit mendongak menatap ayahnya yang bereaksi aneh lalu kembali menatap pada wanita paruh baya yang mengatakan bahwa dia adalah neneknya.

“Halo, Pengacara Cho.”

Kyuhyun membuka mulutnya. Hendak membalas sapaan yang terasa begitu sinis. Oh, rasanya tidak ada yang berubah sejak lima tahun lalu. Kyuhyun menutup mulutnya dan menarik nafas perlahan. Ia harus bisa mengontrol emosinya.

“Halo, Nyonya Choi.”

Nyonya Choi Yoojin tersenyum sinis saat Kyuhyun membalas sapaannya. Kemudian ia berjalan menghampiri Kyuhyun dan sekilas melirik anak kecil yang berada di balik kakinya. Saat wanita itu semakin dekat, sontak Kyuhyun mengambil beberapa langkah mundur.

Choi Yoojin mendengus. “Senang bisa bertemu denganmu lagi, Pengacara Cho. Ini sudah lima tahun, bukan? Siwon cukup pintar menghilangkan jejakmu. Aku sampai kesulitan mencari kalian. Tapi sepertinya Siwon tidak benar-benar pintar dalam menyembunyikan jejaknya sendiri.”

Kyuhyun tidak mengatakan apa pun. Ia tahu kalau ide mendirikan sebuah yayasan anak dan perusahaan itu bukanlah cara pintar terlebih dengan situasi mereka. Tapi Siwon bersikeras karena dia harus mencari jalan untuk menghidupi keluarga mereka. Dengan menggunakan alasan identitas barunya, Siwon selalu mengatakan bahwa tidak akan ada yang bisa menemukan mereka.

Namun hari ini, pertemuan dengan Choi Yoojin membuktikan bahwa cara yang dipilih oleh Siwon tidaklah efektif. Walaupun sebenarnya Kyuhyun sudah memperkirakan kalau kejadian ini akan terjadi.

“Apa yang anda inginkan, Nyonya Choi?”

Oh, Kyuhyun tidak ingin berbasa-basi dengan wanita tersebut. Terlebih saat ini ada Jaehyun. Melihat Choi Yoojin mendekati Jaehyun terlebih dahulu dibandingkan menemuinya, Kyuhyun tahu bahwa rencana wanita itu berkaitan dengan putranya.

Yoojin kembali mengulas senyum. Ia kini memandang Jaehyun dengan lekat. “Oh, aku hanya ingin menemui cucuku. Rasanya sangat sulit dipercaya kalau Siwon sudah memiliki anak. Mengingat dia bahkan belum menikah.”

Tubuh Kyuhyun menegang. Tentu saja, Choi Yoojin sudah mengetahui tentang segala hal berkaitan dengan kehidupan mereka. Kyuhyun sedikit menunduk untuk menatap Jaehyun. Dan ketika Jaehyun menatap padanya, Kyuhyun tersenyum tipis. Tangannya bergerak mengusap lembut kepala Jaehyun.

Kemudian Kyuhyun kembali menatap Choi Yoojin yang masih memperlihatkan senyuman sinisnya. Seolah wanita itu sedang mengatakan bahwa Kyuhyun telah kalah darinya.

“Choi Jaehyun…” Yoojin dengan sengaja menekankan kata ‘Choi’ saat menyebut namanya. “Apa kau tidak ingin memeluk nenek? Ini nenekmu, sayang.”

Jaehyun hanya diam. Tangannya menggenggam kuat celana Kyuhyun. Hanya dengan melihat sekilas, Kyuhyun tahu bahwa Jaehyun merasa takut.

“Oh, sayang. Kenapa kau tidak ingin menyapa nenek? Nenek sangat merindukanmu sayang,” ucap Yoojin lagi.

“Maaf Nyonya. Tapi anda tidak bisa memaksanya.” Kemudian Kyuhyun menarik nafas. Oh, dia tidak menyukai hal ini. “Anda bisa bertemu lagi dengan Jaehyun nanti. Mungkin dengan persetujuan Siwon.”

“Kenapa aku harus meminta persetujuan Siwon? Aku ini adalah neneknya…”

“Dan Siwon adalah ayahnya!” seru Kyuhyun hampir berteriak. Shit! Sikapagresif Kyuhyun hanya akan membuat Jaehyun semakin ketakutan. “Anda bisa menghubungi Siwon dan mengatur pertemuan dengan Jaehyun. Tapi mungkin anda harus menunggu. Saat ini Siwon sedang pergi untuk urusan pekerjaan. Dan…”

“Oh!” Yoojin menyela ucapan Kyuhyun. “Aku tahu tentang perjalanan bisnis itu. Saat ini dia sedang berada di Seoul, bukan? Baiklah, aku akan menunggunya kembali.”

Kyuhyun hanya mengangguk. Dia tidak ingin bicara lagi dengan Choi Yoojin. Kemudian, Kyuhyun menggendong tubuh Jaehyun dan membawanya ke mobil. Oh, Kyuhyun bahkan tidak peduli kalau dia tidak mengucapkan pamit pada Choi Yoojin.

Yang ada di dalam pikiran Kyuhyun saat ini adalah membawa Jaehyun pulang.

*****

Kyuhyun menutup pintu dengan rapat lalu menguncinya. Ia lalu berjalan menuju ruang tengah di mana Jaehyun kembali menatapnya dengan begitu khawatir. Kyuhyun menghampirinya dan tersenyum tenang.

“Jae, naik ke kamarmu dan ganti baju. Appa akan menyiapkan makan siang.”

Jaehyun tidak langsung menuruti ucapannya. Ia hanya berdiri dengan kepala menunduk. Kyuhyun menarik nafas dan berlutut di hadapannya. Tangannya terulur untuk menyentuh pipinya dan sedikit mengangkat wajah putranya.

Kyuhyun masih tersenyum. “Hey, kenapa kau tidak pergi ke kamarmu?”

“Appa…”

“Ya, sayang?”

“Apa wanita itu adalah nenekku?”

Kyuhyun terdiam sejenak. Oh, rasanya Kyuhyun ingin sekali berbohong pada Jaehyun. Tapi dia kemudian mengangguk. Kyuhyun tidak bisa berbohong pada Jaehyun. “Itu benar. Wanita tadi adalah nenek Jaehyun, ibu dari Siwon Appa. Kenapa?”

“Nenek itu mengatakan kalau Appa bukanlah orangtua Jaehyun. Orangtua Jaehyun hanyalah Siwon Appa seorang. Suatu hari nanti Siwon Appa akan mencari ibu untuk Jaehyun. Apa itu benar?” tanya Jaehyun dengan suara kecilnya.

Kyuhyun tidak terkejut jika itu hal pertama yang dikatakan Choi Yoojin pada Jaehyun. Entah hal apa lagi yang dikatakan oleh Choi Yoojin. Jaehyun adalah anak yang pintar. Dia mungkin akan menyimpan beribu pertanyaan seorang diri jika Kyuhyun atau Siwon tidak bertanya apa yang dipikirkannya. Selanjutnya Jaehyun akan berusaha mencari jawabannya sendiri.

Kyuhyun mengusap lembut pipi Jaehyun. “Apa Jaehyun menginginkan ibu?”

Jaehyun tidak mengatakan apa pun. Kyuhyun menarik nafas. Lalu ia berdiri dan menggendong Jaehyun. Lalu membawanya agar mereka bisa duduk di sofa. Kyuhyun memeluk tubuh Jaehyun yang duduk di pangkuannya.

“Appa bertanya pada Jaehyun. Apakah Jaehyun menginginkan seorang ibu?”

Jaehyun menyentuh jemari Kyuhyun. “Appa bilang Jaehyun punya ibu. Senna Eomma.”

“Itu benar. Senna Eomma adalah ibu Jaehyun tapi apakah Senna Eomma adalah orangtua Jaehyun?”

Jaehyun terdiam. Ia ingat penjelasan yang diberikan oleh kedua Appanya saat ia bertanya mengenai ibunya. Karena semua teman-temannya mempunyai ayah dan ibu sedangkan Jaehyun hanya memiliki dua orang ayah. Saat itulah Siwon dan Kyuhyun memberitahu tentang Senna. Ketika itu Jaehyun hampir menginjak usia empat tahun dan baru saja masuk sekolah.

Kyuhyun sedikit menunduk untuk bisa melihat wajah Jaehyun. “Jae?”

“Appa bilang kalau Senna Eomma hanya ibu yang melahirkan Jaehyun, tapi orangtua Jaehyun adalah Kyuhyun Appa dan Siwon Appa.”

Kyuhyun tersenyum. Jaehyun masih ingat penjelasan tersebut. Kemudian ia mengecup kepala Jaehyun. “Lalu apakah Jaehyun ingin ibu sebagai orangtua Jaehyun?”

“Tapi nenek itu bilang…”

“Sayang, dengarkan Appa. Jika Jaehyun menginginkan ibu sebagai orangtua Jaehyun, Appa mungkin menikahi seorang wanita dan wanita itu akan menjadi ibu Jaehyun. Orangtua Jaehyun.”

Jaehyun mendongakkan kepalanya. “Siwon Appa akan menikah? Atau Kyuhyun Appa?”

“Uhm.. Siwon Appa? Itu karena Jaehyun adalah anak biologis Siwon Appa.”

Kening Jaehyun mengernyit. Oh, Kyuhyun mungkin harus mencari penjelasan lainnya tentang hal itu. Dan Siwon mungkin tidak akan menyukainya jika Jaehyun bertanya hal yang sama padanya nanti. Tapi itu bisa diatasi oleh Kyuhyun nanti.

Kemudian Kyuhyun melanjutkan ucapannya. “Tapi jika Jaehyun tidak ingin memiliki seorang ibu, Appa tidak akan memaksa. Jaehyun akan tetap memiliki dua Appa. Siwon Appa dan Kyuhyun Appa. Karena apa pun keinginan Jaehyun, Appa akan berusaha mengabulkannya. Karena Appa sangat sayang pada Jaehyun.”

Jaehyun kembali tidak mengatakan apa pun. Dia hanya memeluk Kyuhyun dengan begitu erat. Untuk saat ini Kyuhyun bisa bernafas lega karena Jaehyun bisa menerima penjelasannya. Untuk hal lainnya, mereka bertiga –termasuk Siwon– harus kembali membicarakannya nanti.

Kyuhyun menepuk lembut punggung Jaehyun. Lalu ia melepaskan pelukan tersebut. “Naik ke kamar lalu ganti baju. Appa akan siapkan makan siang.”

Jaehyun mengangguk. Ia mengecup pipi Kyuhyun lalu beranjak turun dari pangkuan Kyuhyun dan bergegas menaiki anak tangga. Setelah Jaehyun pergi, Kyuhyun baru benar-benar menghela nafas lega. Tapi walaupun ia bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik, Kyuhyun merasakan ketakutan yang begitu besar di dalam hatinya.

Kemunculan Choi Yoojin di Praha adalah keterkejutan tersendiri bagi Kyuhyun.

Dengan perlahan, Kyuhyun berdiri lalu berjalan ke dapur dengan langkah gontai. Tangannya gemetaran. Cukup bersyukur, ia bisa menyembunyikannya di hadapan Jaehyun. Termasuk di hadapan Choi Yoojin. Jika wanita itu melihat Kyuhyun yang begitu lemah bahkan hanya dengan bertemunya, Choi Yoojin akan memanfaatkan situasinya tersebut untuk sesuatu yang lebih buruk.  Ketika kakinya sudah terasa begitu lemas, Kyuhyun harus menopang tubuhnya dengan tangan pada meja counter.

Kemudian, Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dari saku celana. Ia membuka daftar kontak dan matanya tertuju pada nomor kontak Siwon. Namun, ia teringat kalau saat ini Siwon sedang tidur. Kyuhyun tidak bisa dan tidak ingin membangunkannya. Jika Kyuhyun memberitahu Siwon kalau ibunya berada di Praha saat ini, pria itu mungkin akan mengambil penerbangan awal untuk pulang tidak peduli dia mendapat first class atau ekonomi.

Jika Siwon pulang lebih cepat dibandingkan rencana awalnya, mereka mungkin bisa menyelesaikan masalah Choi Yoojin dengan cepat. Tapi Kyuhyun tahu, sepanjang perjalanan Siwon hanya akan merasa khawatir dan melewatkan waktu istirahatnya. Kyuhyun tidak melakukan hal tersebut.

Dengan satu tarikan nafas, Kyuhyun kemudian mencari kontak darurat lainnya.

“He-hey… Grace,” ucap Kyuhyun dengan terbata. Ia memejamkan matanya dan menarik nafas lainnya.

“Marc? What’s going on? Are you okay? Is Dan okay?”

“Dan is fine. But… I’m not. Grace…” Kyuhyun membuka matanya. Shit, kini pandangannya mulai mengabur. “Plea-please… Grace. Help me…”

*****

Hal pertama yang dilakukan Siwon saat bangun di pagi hari adalah mengecek ponselnya.

Tidak ada pesan dari Kyuhyun. Well, itu bukan hal aneh. Kyuhyun mungkin tidak ingin menganggu waktu tidurnya. Namun ada beberapa pesan dari Changmin. Siwon mendesah pelan. Sepertinya sebelum ke bandara, ia harus bertemu dengan Changmin terlebih dahulu. Walaupun sebenarnya ia bisa saja mengabaikan sepupunya tersebut, Changmin dan Yunho pasti akan nekat ke hotel atau bandara hanya sekadar untuk menemuinya.

Itu sudah pernah terjadi beberapa-kali.

Setelah membalas singkat pesan Changmin untuk menyetujui pertemuan mereka, Siwon lalu berusaha menghubungi Kyuhyun. Sebenarnya ia ingin menunggu menjelang siang hari, karena perbedaan waktu yang cukup jauh, tapi Siwon ingin sekali mendengar suara Kyuhyun. Sekadar untuk memastikan sesuatu.

Tapi panggilan tersebut tidak dijawab.

Kening Siwon mengernyit. Mungkin Kyuhyun sudah tidur dengan lelap hingga tidak mendengar suara dering ponselnya. Lalu ia memutuskan untuk mengirimkan pesan singkat saja.

Apa kau sedang tidur? Maaf jika aku mengganggu tidurmu.

Aku hanya ingin mendengar suaramu, sayang.

Aku akan bertemu dengan Changmin terlebih dahulu sebelum ke bandara. Aku akan menghubungimu lagi ketika sudah waktu boarding.

Aku mencintaimu, Kyuhyun.

Siwon tersenyum tipis setelah pesannya terkirim.

*****

Changmin menaruh sebuah kotak di hadapan Siwon. “Hadiah ulang tahun untukmu. Bukankah sudah kukatakan untuk mengambilnya sendiri?”

“Kenapa aku harus mengambilnya jika kau bisa mengantarkannya langsung?” Siwon menyeringai lalu membuka kotak tersebut. Ada sebuah album berukuran sedang namun cukup tebal di dalamnya. Ia melirik Changmin sebelum mengeluarkannya dari kotak dan membuka halaman pertama.

Kening Siwon berkerut saat ia melihat foto keluarga Choi yang diambil hampir sepuluh tahun lalu pada halaman depan album tersebut. Ia kembali menatap Changmin bingung. Tapi Changmin hanya memberi isyarat agar Siwon membuka halaman lainnya.

Siwon membuka halaman lainnya dan menemukan foto-foto ia dengan keluarga lainnya yang diambil bertahun-tahun lalu. Secara tidak sadar, Siwon membuka halaman lainnya. Terkadang ia tersenyum bahkan tertawa ketika ia mengingat kejadian apa saat foto itu diambil. Walaupun sebenarnya Siwon tidak tahu apa alasan Changmin memberikannya hadiah seperti itu, tapi album bukanlah hadiah yang buruk.

Album tersebut adalah nostalgia bagi Siwon.

Tapi ketika pada halaman berikutnya ia melihat foto dirinya dan Kyuhyun saat mereka berada di pengadilan, Siwon kembali menatap Changmin.

“Lanjutkan,” ucap Changmin.

 Siwon melihat ada beberapa foto ia lainnya bersama Kyuhyun. Jujur saja, Siwon tidak tahu kalau ada orang yang mengambil foto tersebut. Namun melihat cara pengambilan gambar yang dilakukan diam-diam, Siwon berpikir Changminlah yang melakukannya.

Sampailah Siwon pada foto terakhir pada album tersebut. Foto ketika ia dan Kyuhyun berada di bandara saat mereka hendak pergi ke Praha. Ini mungkin Yunho yang mengambilnya karena hanya sepupu tertuanya itu yang mengantarkan mereka berdua.

Namun, masih adalah halaman kosong lainnya di dalam album tersebut.

“Changmin, apa maksudmu memberikanku album ini?”

Changmin menghela nafas pendek. “Itu adalah bukti kehidupanmu selama ini, Siwon. Mungkin tidak secara keseluruhan. Tapi itu adalah jejak kehidupanmu. Jejak yang terhenti di bandara, lima tahun lalu. Sejak hari itu, kehidupanmu seolah terhenti. Tidak ada seorang pun yang mengetahui bagaimana kau menjalani kehidupanmu lima tahun ini.”

“Changmin, aku selalu memberitahumu…” ucapan Siwon terhenti ketika Changmin mulai bicara lagi.

“Kau hanya memberitahu apa yang kutanyakan Siwon. Kami tidak benar-benar terlibat dalam kehidupanmu. Album itu… Aku hanya mengingatkan dirimu kalau kau masih mempunyai keluarga yang selalu berada di belakangmu. Tidak peduli keputusan apa pun yang kau ambil. Dan kau juga perlu ingat kalau Kyuhyun juga mempunyai keluarganya di sini,” ujar Changmin.

Siwon tidak mengatakan apa pun, dia hanya menatap album tersebut dengan lekat. Changmin kemudian menegakkan tubuhnya. Yunho sudah mengingatkan padanya untuk menunggu hingga Siwon siap, tapi Changmin tahu kalau waktu itu tidak akan pernah datang. Jadi, dia harus mengambil keputusan.

Changmin menarik nafas dan menghembuskan perlahan. “Siwon, aku bukan ingin…”

Ucapannya terganggu oleh suara dering ponselnya. Changmin terpaksa mengeluarkan ponselnya dari saku dalam jasnya dan mengernyit saat ia melihat pesan yang dikirim oleh Ahn Soo. Changmin melirik sekilas pada Siwon lalu membaca pesan tersebut.

Direktur Shim, kami mendapat informasi tentang keberadaan Nyonya Choi Yoojin saat ini.

Kami menemukan informasi kalau Nyonya Choi pergi ke Praha. Kami juga sudah memberitahu Presdir Choi mengenai hal ini.

Mata Changmin membulat ketika ia membaca pesan tersebut. Terlebih ketika Choi Yoojin ternyata pergi ke Praha.

Sebenarnya sejak beberapa minggu lalu, Choi Yoojin meninggalkan rumah. Alasan yang diberikannya adalah pergi berlibur, tapi Yoojin tidak memberitahu ke mana tujuan liburannya. Karena itulah Jaewon memberikan perintah agar Ahn Soo mencari tahu keberadaan Choi Yoojin. Tapi wanita itu selalu berpindah negara dalam beberapa hari, sehingga mereka agak kesulitan melacak jejaknya.

Namun, kini Changmin mendapat informasi Choi Yoojin pergi ke Praha.

Changmin tidak ingin berasumsi tentang hal buruk apa yang Yoojin ketahui tentang Praha. Tapi tetap saja, itu membuatnya khawatir. Kemudian, Changmin menatap Siwon dengan lekat.

“Siwon, ibumu sedang berada di Praha saat ini.”

*****

Siwon berusaha menghubungi Kyuhyun berulang-kali.

Sejak Changmin memberitahu keberadaan ibunya yang sedang di Praha, Siwon langsung menghubungi Kyuhyun. Tapi kekasihnya itu tidak menjawab panggilannya. Bahkan pesan yang dikirim oleh Siwon tadi pagi juga belum dibalas ataupun dibaca oleh Kyuhyun. Sontak tingkat kekhawatirannya semakin besar.

“Belum dijawab oleh Kyuhyun?” tanya Changmin yang sedang fokus menyetir.

Penerbangan Siwon masih beberapa jam lagi, tapi setelah Changmin memberitahu tentang Choi Yoojin, Siwon langsung memaksanya untuk mengantarkannya ke bandara. Bahkan Siwon tidak peduli dengan kopernya yang masih berada di hotel. Siwon bisa menyuruh Changmin mengirimkannya ke Praha nanti. Yang terpenting bagi Siwon saat ini adalah kembali ke Praha sesegera mungkin.

Siwon kembali menghubungi Kyuhyun lagi setelah ia mendengar suara operator yang mengatakan kalau panggilannya dialihkan ke voice box. Oh, Siwon bahkan mengabaikan pertanyaan Changmin.

Changmin mendesah. Ia bisa melihat bangunan bandara Incheon yang semakin dekat. “Tenanglah, Siwon. Ibumu mungkin berada di Praha, tapi belum ada kemungkinan yang menunjukkan kalau ibumu mengetahui keberadaan Kyuhyun di sana. Praha adalah kota yang cukup besar. Mereka mungkin tidak akan bertemu sama sekali.”

“Aku tahu tentang itu. Tapi Kyuhyun tidak menjawab panggilanku atau membalas pesanku, itu yang membuatku cemas. Dia tidak pernah melakukannya ini sebelumnya. Bahkan jika dia sedang sibuk pun, Kyuhyun akan menjawab sekali telepon dariku dan mengatakan kalau dia sibuk dan menyuruhku untuk berhenti menghubunginya. Ini sudah keduapuluh kali aku berusaha menghubunginya,” ujar Siwon.

Changmin tidak mengatakan apa pun. Bagaimana pun dia berusaha menenangkan Siwon, itu tidak akan berhasil. Hanya mendengar suara Kyuhyun yang bisa membuat Siwon berhenti khawatir berlebihan seperti ini. Dan ketika Changmin menghentikan mobilnya di depan pintu masuk bandara, Siwon langsung bergegas keluar dari mobil.

Changmin mengumpat karena tindakan berbahaya Siwon tersebut. Dia mencabut kunci mobilnya dan hendak mengejar Siwon. Namun, ada seorang petugas bandara yang menghampirinya dan mengatakan kalau Changmin tidak bisa memarkirkan mobilnya di tempat itu.

“Panggil saja mobil derek! Aku akan mengurusnya nanti!!” serunya keras. Oh, hanya membayar denda parkir tidak akan sulit bagi Changmin saat ini.

Changmin berlari mengejar Siwon yang tengah menuju counter check-in. Ia mengumpat pelan ketika hampir menabrak beberapa orang yang tengah berlalu-lalang. Situasi bandara Incheon begitu ramai dan padat. Bahkan dengan perluasan area bandara yang sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya, tidak membuat kondisinya menjadi sedikit lebih baik.

“Apa maksudmu aku tidak bisa mengganti tiketku?!!”

Changmin bisa mendengar suara Siwon. Ia bergegas menghampiri Siwon. Oh, sesekali ia harus meminta maaf pada penumpang yang juga sedang mengantri untuk check-in.

“Maaf Tuan Choi. Tapi kursi untuk penerbangan ke Praha pada penerbangan selanjutnya sudah penuh. Lagipula waktu penerbangan anda masih beberapa jam lagi,” ucap sang petugas.

Siwon mendengus. “Aku tahu! Karena itulah aku memintamu untuk menukar tiketku. Aku harus kembali ke Praha sekarang juga!!”

“Kami minta maaf, Tuan Choi. Tapi kami…”

Changmin kemudian menarik Siwon keluar dari antrian agar tidak membuat keributan yang lebih besar. Saat ini, Siwon akan bisa bertindak jauh lebih kasar. Dan itu akan sangat buruk.

Siwon menepis tangan Changmin yang menariknya menjauh dari counter check-in. “Apa yang sedang kau lakukan, Changmin! Kenapa kau menarikku pergi?!!”

“Tenanglah, Siwon! Kau sedang membuat keributan. Ini adalah tempat umum. Petugas keamanan bisa membawamu jika kau menganggu orang lain,” ujar Changmin.

“Aku tidak peduli!! Aku hanya ingin segera kembali ke Praha sekarang!!”

“Tapi jika kau dibawa oleh petugas keamanan, itu hanya akan membuatmu harus menunda penerbanganmu. Tenangkan dirimu, Choi Siwon!” seru Changmin.

Siwon hanya mendengus. Ia bisa melihat penumpang lainnya tengah memperhatikannya dengan Changmin. Bahkan diantara mereka bisa mengenali bahwa dirinya adalah Choi Siwon. Oh, Siwon tidak peduli untuk hal itu sekarang ini! Dia hanya ingin kembali ke Praha.

Kembali pada Kyuhyun dan memastikannya dalam keadaan baik-baik saja.

Changmin menghembuskan nafas. “Jika Kyuhyun tidak bisa dihubungi, bukankah kau bisa menghubungi tetanggamu itu. Grace.”

Oh, Siwon tidak terpikir tentang Grace. Kemudian ia berfokus pada ponselnya dan mencari nomor kontak Grace. Dan untuk ini, Siwon berharap dia bisa mengetahui kondisi Kyuhyun. Changmin memperhatikan Siwon dengan lekat.

“Grace..?”

Oh, sepertinya panggilan Siwon terjawab.

“Andrew?”

Siwon mengusap wajahnya. Sangat terlihat kalau dia mulai sedikit tenang. “Grace, where’s Marc? I’m trying to calling him. Are you know where he is? Is he okay?”

“Oh Andrew, I’m so so sorry. I should called you, but Marc…”

Wajah Siwon memucat. Sepertinya memang terjadi sesuatu pada Kyuhyun. “What happened? Grace, please tell me what happened to Marc? I’m very worried about him. He even doesn’t pick his phone up.”

“Marc has another an episode. And its very bad. Worse than before. I don’t know what happened to him. He just called me and asked for help. So, when I went to your house, I found him at kitchen, with very pale face. Almost hyperventilating. I called an ambulance.”

Oh, Siwon hampir saja terjatuh saat mendengarnya. Kyuhyun mengalami episode lagi? Tapi bukankah terapi yang dijalani oleh Kyuhyun berjalan lancar. Bahkan terakhir kali Kyuhyun mengalami episode itu sudah lama sekali. Lalu kenapa dia mengalaminya lagi sekarang?

“He hasn’t wake up yet. Doctor said… he should wake up in 24 hours. So, there is still more a couple hours.”

“Where is Dan?” ucap Siwon dengan suara pelan. Oh, seluruh tenaganya seolah terkuras habis.

“Don’t worry. Dan with my husband right now. He’s a little bit shock with Marc’s condition. But he’s fine.”

Siwon menghela nafas pendek. “Thank God. Thank you, Grace. I’am going home right now. But still trying to get an early flight. Please Grace, stay with him. And when he awake, tell him that I coming home to him.”

“Okay, Andrew. I’ll stay with him.”

Siwon mengangguk. “Thank you, Grace.” Kemudian ia memutuskan sambungan telepon tersebut. Setidaknya kini Siwon bisa menghela nafas lega setelah mendengar kondisi Kyuhyun. Untuk penjelasan kenapa Kyuhyun bisa mengalami episode lagi, dia bisa mendengarkannya dari Kyuhyun langsung nanti.

“Dia mengalami episode lagi? Bukankah kau bilang terapinya berjalan lancar?” tanya Changmin yang mendengarkan percakapan Siwon dengan Grace.

Siwon menatap Changmin. “Entahlah, aku juga tidak tahu. Terakhir kali aku bicara dengannya, ia terdengar baik-baik saja.”

Lalu Siwon kembali melirik ke arah counter check-in. Siwon ingin kembali berusaha mendapatkan tiket penerbangan lebih cepat dari penerbangannya seharusnya. Dan selain itu, Siwon juga masih harus mencari orang untuk mengurus kopernya yang berada di hotel.

Siwon kembali memandang Changmin. “Min, aku butuh bantuanmu.”

*****

Saat Kyuhyun membuka matanya untuk pertama-kali yang ia lihat adalah wajah Grace yang begitu khawatir. Sekaligus juga terlihat gurat kelegaan.

“Grace…”

Wanita itu tersenyum dan menyentuh tangan Kyuhyun. “How are you feeling, Marc?”

Kyuhyun berkedip perlahan. Ia memperhatikan sekelilingnya dan mengetahui kalau dia tengah berada di kamar rawat lagi. Sepertinya ia mengalami episode lagi. Dengan pelan, Kyuhyun menghela nafas. “I’m fine. How long I passed out?”

“Twenty eight hours. Doctor very worried if you doesn’t wake up in fourty eight hours. You had very worst episode than last time.”

“I’m sorry..”

Grace menggeleng. “Don’t be sorry. Oh, Andrew coming home for you. He tried to called you many times before he called me.”

Oh, Kyuhyun hampir melupakan Siwon. Pria itu pasti sangat khawatir dan mungkin juga akan marah padanya. Kyuhyun menghembuskan nafas dan memejamkan matanya untuk sejenak. Kyuhyun berpikir kondisinya tidak begitu buruk. Namun, ia salah dan akhirnya malah merepotkan Grace seperti ini.

Kyuhyun yakin kalau Siwon dan Jaehyun…

Sontak Kyuhyun membuka matanya dan menatap Grace lagi. Wanita itu tersenyum tipis. Seolah mengetahui apa yang akan ditanyakan oleh Kyuhyun selanjutnya.

“Dan with my husband. A lil bit shocked, but he’s fine. I’ll call Ben to take him here.”

Kyuhyun mengulas sebuah senyuman. “Thank you, Grace.”

*****

Kedua kalinya saat Kyuhyun membuka matanya, ia melihat sosok Siwon yang tengah tertidur di sofa dengan Jaehyun yang juga tertidur di pangkuannya. Oh, Kyuhyun tidak sadar kalau ia kembali tidur untuk waktu yang lama setelah ia bangun pertama kali.

Kyuhyun menarik nafas dan melihat bahwa hari sudah pagi.

Secara perlahan, Kyuhyun berusaha bangun untuk bisa melihat Siwon dan Jaehyun lebih jelas. Kyuhyun memperhatikan Siwon dengan seksama. Sepertinya ia langsung ke rumah sakit setelah dari bandara. Walaupun Kyuhyun tidak melihat koper milik Siwon. Mungkin Siwon meminta Grace membawa kopernya pulang ke rumah.

“Siwon…” ucap Kyuhyun pelan. Ia hanya ingin membangunkan Siwon tanpa harus membangunkan Jaehyun.

“Siwon…”

Siwon perlahan mulai terbangun. Dan ketika ia menyadari bahwa Kyuhyun juga sudah tersadar, ia hampir beranjak berdiri untuk menghampiri Kyuhyun saat Siwon teringat kalau Jaehyun masih tidur. Dengan hati-hati, Siwon mengangkat kepala putranya dari pangkuannya, agar dia bisa berdiri. Setelah memastikan Jaehyun tidak terbangun, Siwon kemudian menghampiri Kyuhyun dan memeluknya dengan erat.

“Terima kasih, Tuhan!” bisik Siwon.

Kyuhyun tersenyum dan membalas pelukan Siwon yang begitu dirindukannya. Tapi selain itu, ia juga merasa bersalah karena telah membuat Siwon merasa khawatir. Kemudian Siwon melepaskan pelukannya dan duduk di tepi ranjang rawat. Tangannya menyentuh lembut wajah Kyuhyun –seolah memastikan kalau pria yang dicintainya benar-benar dalam keadaan sadar dan baik-baik saja.

“Kau membuatku takut. Kau tidak menjawab teleponku atau membalas pesanku, Kyuhyun. Aku berusaha menghubungimu puluhan kali, berharap kau mengangkat salah satu panggilan itu dan menjawab dengan jengkel karena aku terus menganggumu. Sampai akhirnya aku menghubungi Grace dan ia mengatakan kalau kau mengalami episode lagi.”

Kyuhyun meraih tangan Siwon di wajahnya lalu mengenggamnya erat. “Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir. Aku….”

“Hey, sudahlah. Kau tidak perlu meminta maaf, sayang. Tapi aku berhak mendapatkan penjelasan apa yang terjadi sebelum kau mengalami episode. Hampir tiga tahun kau tidak mengalaminya lagi dan dokter juga mengatakan kalau terapimu menunjukkan hasil yang baik,” ujar Siwon dengan sedikit tegas. Karena jika tidak seperti itu, Kyuhyun akan berusaha mencari alasan agar dia tidak perlu menjelaskan apa pun.

Tapi mungkin karena rasa bersalahnya, Kyuhyun hanya mengangguk. “Aku akan menjelaskannya nanti. Dan… Terima kasih telah pulang. Aku senang kau sudah berada di sini bersamaku, Siwon.”

Siwon tersenyum tipis. “Aku akan selalu pulang padamu, Kyuhyun. Jangan pernah meragukan itu.”

Kyuhyun ikut tersenyum. Kemudian ia mengecup tangan Siwon yang digenggamnya. Diikuti oleh kecupan singkat Siwon di bibir Kyuhyun.

“Appa…”

Keduanya menoleh dan melihat Jaehyun yang sudah bangun. Siwon lalu berdiri untuk menghampiri Jaehyun. Ia menggendong putranya dan membawanya ke tempat tidur. Dengan cepat, Jaehyun segera berpindah memeluk Kyuhyun dengan begitu erat.

“Appa jangan sakit lagi,” bisik Jaehyun dengan suara yang seperti menahan tangis.

Kyuhyun mengusap lembut punggung serta kepala Jaehyun. Ia mengecup kepala putranya. “Maafkan Appa, sayang. Appa tidak bermaksud menakutimu.”

Jaehyun hanya mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun. Siwon menghembuskan nafas. Ia menatap Kyuhyun dan Jaehyun dengan senyuman di wajahnya. Tangannya ikut mengusap lembut punggung Jaehyun. Kemudian, Siwon kembali mencium Kyuhyun sekilas.

“Jangan sakit lagi,” gumamnya.

“Tidak akan.”

*****

Siwon menutup pintu kamar. Setelah ia memastikan Jaehyun akan baik-baik saja di kamarnya, ia kembali ke kamarnya bersama Kyuhyun.

Setelah mendapat ijin dari dokter, Kyuhyun bisa pulang. Tapi dokter memberikan sedikit peringatan agar Kyuhyun berhati-hati karena ini adalah pertama-kalinya ia mengalami episode lagi setelah terapinya selesai. Dan mungkin, Kyuhyun harus kembali melakukan beberapa konsultasi dengan psikiaternya karena episode kali ini.

“Jaehyun?” tanya Kyuhyun yang duduk di tepi tempat tidur.

Siwon menghampirinya dan duduk di sampingnya. “Ada di kamarnya. Mungkin dia akan tidur lagi. Kau baik-baik saja?”

“Aku baik, Siwon.”

Siwon mengangguk kecil. Lalu ia meraih tangan Kyuhyun dan menautkan jemari mereka. Helaan nafas panjang, Siwon hanya memperhatikan tautan jemari mereka. “Kau ingin menjelaskannya sekarang?”

Kyuhyun menggumam pelan. Lalu ia menyandarkan kepalanya di bahu Siwon –hampir menenggelamkan wajahnya pada leher Siwon. Kyuhyun menarik nafas perlahan. “Aku bertemu dengan ibumu.”

Tubuh Siwon menegang.

“Saat aku menjemput Jaehyun, aku melihat seorang wanita sedang bicara dengannya. Dan ketika aku menghampirinya, wanita itu ternyata adalah ibumu,” ucap Kyuhyun.

“Apa yang dikatakan oleh ibuku padamu?”

Kyuhyun terdiam sejenak. Reaksi Siwon membuatnya bingung. Seolah Siwon sudah mengetahui kalau ibunya berada di Praha saat ini. “Kau sudah tahu kalau ibumu berada di Praha?” tanyanya.

Siwon menggumam. “Saat aku bertemu dengan Changmin, sebelum pergi ke bandara. Changmin mendapat informasi kalau ibuku berada di Praha. Aku baru tahu kalau ibuku pergi liburan beberapa minggu lalu. Ayahku berusaha melacak keberadaannya, tapi ia selalu berpindah dalam beberapa hari. Changmin berusaha meyakinkanku kalau ibuku tidak mungkin mengetahui kalau kita juga tinggal di Praha. Selain Changmin dan Yunho, tidak ada satu pun keluargaku yang mengetahui kita pergi ke Praha.”

Kyuhyun tidak mengatakan apa pun. Ia merasakan tautan jemari Siwon semakin erat.

“Sekarang kau jawab pertanyaanku, Kyuhyun. Apa yang dikatakan ibuku padamu?” tanya Siwon lagi.

“Bukan ditujukan padaku. Lebih pada Jaehyun. Dia mengatakan pada Jaehyun kalau ia adalah neneknya. Dia juga tidak menyangka kalau kau bisa mempunyai seorang anak. Ibumu melakukan penyelidikan. Selama lima tahun, dia menyuruh orang untuk melacak keberadaanmu. Dan sepertinya selain mengetahui alamat rumah dan sekolah Jaehyun –oh dan mungkin tempat kita bekerja, ibumu juga tahu kalau kita belum menikah.”

Siwon hendak melirik pada Kyuhyun, tapi sontak tangan Kyuhyun yang lain menepis wajahnya dan ia semakin menenggelamkan wajahnya di leher Siwon.

Kyuhyun melanjutkan, “Dia juga mengatakan pada Jaehyun kalau kau akan menikah agar Jaehyun bisa mempunyai seorang ibu.”

“Itu yang membuatmu….” Ucapan Siwon terhenti oleh helaan nafas Kyuhyun. “Kyuhyun, kau tahu itu tidak benar. Aku tidak akan menikahi seorang wanita. Aku hanya akan menikahimu.”

“Itu memang yang kau ucapankan, Siwon. Tapi faktanya, hingga hari ini… Sudah lima tahun, sejak kau melamarku di café waktu itu,” bisik Kyuhyun.

Siwon tahu kalau itu adalah kesalahannya. Menunda pernikahan selama lima tahun. Mereka sudah tinggal bersama bahkan mengurus Jaehyun bersama. Yang tersisa memang sebuah pernikahan. Tapi sebenarnya Siwon mempunyai alasan kenapa ia menundanya.

Pertama adalah UK Corporate. Sebelum Siwon benar-benar yakin bahwa Choi Group terlepas dari UK, ia tidak akan menggadaikan keselamatan Kyuhyun. Jika terjadi sesuatu yang buruk pada masa kontrak UK dan Choi Group, Siwon menginginkan Kyuhyun tidak harus terlibat –karena dia belum resmi menjadi anggota keluarga Choi.

Kedua adalah Siwon menginginkan pernikahannya disaksikan oleh keluarga Kyuhyun. Walaupun hanya Ahra yang datang. Sebelumnya, Kyuhyun tidak bisa menyaksikan pernikahan Ahra. Dan Siwon tahu persis kalau Kyuhyun merasa begitu menyesal. Jadi, Siwon tidak ingin Kyuhyun menyesal untuk kedua kali. Walaupun sebenarnya mereka bisa mengundang Ahra untuk datang ke Praha.

Tapi alasan yang ketiga adalah alasan terpenting kenapa Siwon menunda pernikahan mereka. Ia menginginkan pernikahan mereka dilaksanakan di Korea agar pernikahan itu diakui dan diketahui oleh keluarga Choi maupun keluarga Cho. Jika mereka mereka mengadakannya di Praha atau bahkan negara lain, mereka mungkin tidak akan mengakuinya –terutama oleh Choi Yoojin.

Jika Siwon dan Kyuhyun menikah di Korea –walaupun belum ada hukum tertulis yang memperbolehkan pernikahan sejenis– paling tidak semua orang bisa mengetahuinya pernikahan mereka. Walaupun ia mengetahui tentang dampak atas pernikahan itu, tapi paling tidak semua orang bisa mengakui dan mengetahui bahwa pernikahan itu benar terjadi.

Dan semua alasan itu tidak pernah dikatakan oleh Siwon pada Kyuhyun.

“Siwon… Apa kau tidak akan pernah menikahiku?”

Siwon tertohok oleh pertanyaan Kyuhyun. Saat ini keraguan Kyuhyun terasa begitu besar mengenai kejelasan hubungan mereka. Dan Siwon tahu bahwa ucapan semata tidak akan bisa meyakinkan Kyuhyun dan menghilangkan keraguan tersebut. Kemudian Siwon menarik wajah Kyuhyun dari wajahnya agar dia bisa menatapnya dengan lekat.

“Aku akan menikahimu, Kyuhyun. Percaya padaku! Aku akan menikahimu,” ucap Siwon.

Kyuhyun tidak memberikan respon apa pun. Siwon menangkup wajah Kyuhyun dan menatapnya dengan begitu serius.

“Aku akan menikahimu, Kyuhyun.”

Kyuhyun memejamkan matanya dan menggumam. Hanya itu respon yang diberikan oleh Kyuhyun.

*****

Saat Siwon kembali ke kantor pada hari Senin, ia tahu kalau Choi Yoojin akan berusaha menemuinya.

Jadi, ketika wanita itu datang, Siwon tidak mempersilakannya memasuki ruangannya melainkan pergi ke luar gedung. Siwon tahu kalau Choi Yoojin akan mengikutinya, sehingga ia berjalan menuju taman dekat gedung kantornya.

Siwon berusaha untuk mengontrol emosinya untuk menghadapi Choi Yoojin. Terlebih karena ibunyalah, Kyuhyun mengalami episode sehingga harus dirawat. Dan kini, Kyuhyun juga mengalami keraguan atas Siwon. Ia tidak akan membiarkan Choi Yoojin menghancurkan kehidupannya yang telah dijalaninya selama lima tahun bersama Kyuhyun.

Ketika mereka sampai di taman, Siwon berbalik dan menatap Yoojin dengan tajam.

“Jangan temui Jaehyun atau Kyuhyun lagi!” ucapnya dengan tegas.

Yoojin tersenyum sinis. “Aku tidak akan menemui pria itu, tapi kau tidak bisa melarang Eomma untuk bertemu dengan cucu Eomma sendiri.”

“Jaehyun tidak mempunyai nenek seperti Eomma. Jadi, jangan pernah menemuinya lagi!”

“Choi Jaehyun adalah darah dagingmu, Siwon. Walaupun Eomma tidak yakin dengan pihak wanita yang mengandungnya, tapi Jaehyun adalah putramu. Dan kau adalah putra Eomma, status darah itu memberikan Eomma hak sebagai neneknya.”

Tangan Siwon terkepal dengan kuat. “Tidak ada status darah diantara Jaehyun atau Eomma. Putraku mungkin menyandang marga Choi, tapi bukan berarti dia juga akan menjadi boneka Eomma! Aku tidak akan membiarkan Jaehyun disentuh oleh Eomma!”

Yoojin mendecih. “Jika kau bilang tidak ada status darah diantara kami, bukankah secara hukum kau juga tidak mempunyai status apapun dengan Jaehyun atau bahkan pria itu. Jaehyun adalah anak di luar pernikahan sah. Ini mungkin Praha dan kau mungkin bisa mengurus dokumen hukum, tapi secara hukum di Korea, anak itu dan pria itu tidak mempunyai hubungan status apa pun denganmu.”

“Apa Eomma tengah mengancamku saat ini?”

“Tidak, itu adalah tindakan rendah. Eomma hanya memberikanmu peringatan. Keluarga Choi mungkin bisa menerima Jaehyun tapi tidak dengan pria itu.”

Kali ini Siwon mendengus. “Eomma tidak mempunyai hak mengatakan atas nama keluarga Choi. Eomma selalu menggunakan nama keluarga Choi untuk melegitimasi semua tindakan Eomma. Selama ini Eomma berpikir bahwa semua keputusan Eomma adalah representatif mayoritas anggota keluarga Choi. Tapi itu pun karena Eomma adalah menantu di keluarga Choi.”

“Menantu keluarga Choi. Hanya itu status Eomma di keluarga Choi, tidak lebih. Bahkan walaupun aku adalah anak Eomma, tapi namaku secara hukum adalah pewaris Choi Group. Dengan alasan itu juga Eomma berusaha mempertahankan posisi Eomma di keluarga Choi. Benar, bukan?” lanjut Siwon.

Ekspresi wajah Yoojin berubah. Siwon menyeringai. Ia tidaklah bodoh. Choi Yoojin selama ini berusaha menampilkan sosok menantu yang terpelajar dan elegan bagi keluarga Choi. Sebagai wanita yang melahirkan satu-satunya pewaris Choi Group, Choi Yoojin akan mendapatkan kehormatan tinggi dibandingkan dengan menantu lainnya –bahkan termasuk anak perempuan Choi. Dan ketika Siwon menjadi Presdir mengganti Jaewon pada akhirnya Choi Group pun akan diwariskan pada anak-anak Siwon.

Tapi karena Siwon jatuh cinta pada seorang pria –pada Cho Kyuhyun, itu merusak semua rencana Choi Yoojin. Itu karena jika Siwon menikah dengan Kyuhyun, dia tidak akan pernah memiliki seorang anak.

Namun, saat ini dengan keberadaan Choi Jaehyun, Yoojin merubah rencananya. Jaehyun mungkin dilahirkan dari ibu pengganti, tapi di dalam dna-nya merupakan dna Siwon yang menjadikannya seorang Choi.

“Kenapa Eomma tidak mengatakan apa pun? Apa itu karena yang kukatakan adalah benar?”

Yoojin mendecih. “Itu benar. Eomma tidak akan mengelak. Selama ini, Eomma hanya mempertahankan posisi Eomma di keluarga Choi. Tapi tentu saja, itu juga demi kebahagiaanmu Siwon. Jika kau bersama pria itu, kau tidak akan pernah merasakan kebahagiaan.”

“Salah! Aku tidak pernah merasa sebahagian ini dalam hidupku. Selama lima tahun, aku sangat bahagia bersama Kyuhyun. Eomma tidak pernah tahu apa yang menjadi kebahagiaanku. Semua hal yang Eomma lakukan untukku, dengan mengatakan bahwa itu demi kebahagiaanku, itu sebenarnya pengganti kebahagiaan Eomma.”

“Tch.. benarkah kau merasa bahagia? Tidak, Siwon. Itu hanyalah sebuah pembelaan darimu. Kau mungkin tersenyum, tapi kau tetap merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupmu. Keluargamu! Jauh dalam lubuk hatimu, kau menginginkan keluargamu. Dan pria itu bukanlah keluargamu.”

“Kyuhyun adalah keluargaku sekarang!”

“Bukan!! Dia bukan keluargamu karena dia tidak mempunyai status apa pun denganmu. Hubungan yang kau bilang sebagai bukti cinta kalian, itu hanyalah ilusi. Kau mungkin akan beralasan tidak perlu mempunyai status apa pun untuk menjadi dua orang menjadi keluarga, tapi itu tidak benar. Dan selama lima tahun kau hidup bersama, tidaklah menjadikan dia adalah keluargamu. Apa yang kalian lakukan selama lima tahun adalah tindakan tercela!”

Siwon terdiam. Yoojin tersenyum –seolah ia telah memenangkan argument dengan Siwon. Tapi itu memang kenyataan. Siwon belum menikahi Kyuhyun, belum ada status hukum yang mengikat hubungan mereka. Dan pernyataan Siwon mengenai hidupnya yang begitu bahagia bersama Kyuhyun tidak akan bisa dijadikan argument kuat untuk melawan Yoojin.

Siwon perlu melakukan sesuatu.

“Besok adalah ulang tahunmu, bukan? Eomma ingin menghabiskan waktu bersama kau dan Jaehyun. Hanya dengan kalian berdua.”

Ucapan Yoojin membuat Siwon tersadar tentang ulang tahun dan rencana Jaehyun untuk membuatkan kejutan.

“Jika kau menolak, Eomma bisa saja datang ke sekolah putramu atau bahkan ke rumahmu,” lanjut Yoojin. “Kau tinggal memilih. Eomma yang datang menemuimu atau kau bisa menentukan tempat kita bisa bertemu.”

Siwon menarik nafas perlahan. Situasinya tidak memberikan celah bagi menolak Yoojin. Selain itu, Siwon juga perlu memikirkan untuk memutar-balik situasi ini.

“Akan kuberitahu di mana kita bisa bertemu. Berikan nomor hotel Eomma menginap.”

*****

Siwon terbangun dengan sebuah kecupan di bibirnya. Ia membuka matanya dan tersenyum.

“Selamat ulang tahun,” bisik Kyuhyun.

Siwon menarik tubuh Kyuhyun dalam dekapannya. “Terima kasih, sayang.” Diikuti dengan sebuah kecupan di kepala Kyuhyun.

Rasanya sulit dipercaya kalau hari ini usianya sudah tigapuluhdelapan tahun. Oh, Siwon sudah merasa begitu tua. Tapi ia juga merasa sangat bahagia dan bersyukur pada Tuhan. Ada dua lelaki dalam hidupnya yang merupakan hadiah paling berharga baginya. Kyuhyun dan Jaehyun.

“Siwon…”

Siwon menggumam pelan.

“Hari ini kau akan mengajak Jaehyun bertemu dengan ibumu?” Siwon melonggarkan pelukannya dan sedikit menunduk agar bisa melihat wajah Kyuhyun dengan jelas. Kyuhyun sedikit mendongakkan kepala. “Di mana kalian akan bertemu? Kau sudah memutuskan lokasinya?”

Siwon mendesah. Kemarin, ia menceritakan tentang kedatangan Yoojin ke kantor dan permintaannya untuk menghabiskan waktu di hari ulang tahun Siwon dengan Jaehyun pada Kyuhyun. Saat itu, Kyuhyun tidak menunjukkan ekspresi penolakan atas ide tersebut. Ia hanya mengatakan apa pun keputusan Siwon terhadap permintaan Yoojin, Kyuhyun hanya akan menghargainya.

“Siwon…”

“Hari ini, setelah mengantarkan Jaehyun ke sekolah, ayo pergi denganku ke suatu tempat,” ucap Siwon.

Kening Kyuhyun berkerut. “Tapi bukankah kau harus bekerja? Aku juga harus ke yayasan. Grace bilang…”

“Kumohon? Sebagai permintaan hari ulang tahunku? Ini hanya satu hari dalam setahun, Kyuhyun.”

“Bagaimana dengan kejutan Jaehyun? Aku juga harus membantunya menyiapkan apa pun yang diinginkan oleh Jaehyun.”

Siwon tersenyum dan mengecup bibir Kyuhyun. “Jika kita pergi, bukankah itu akan memberikan Jaehyun keleluasaan untuk menyiapkan kejutannya? Selain itu, kau bisa meminta bantuan Grace dan beberapa orang di yayasan. Aku yakin mereka tidak akan keberatan.”

Kyuhyun menatap Siwon beberapa lama. Rasanya ia tahu kalau ada sesuatu yang tengah direncanakan oleh Siwon. Tapi Kyuhyun tidak bisa berasumsi apa pun.

“Lalu bagaimana dengan ibumu?”

“Aku yang akan mengurusnya, sayang. Jadi…?”

Kyuhyun mendesah lalu mengangguk.

*****

Kyuhyun baru saja selesai mengirim pesan pada Grace untuk meminta bantuannya menjemput Jaehyun di sekolah dan menyiapkan kejutan Jaehyun untuk Siwon. Walaupun dia merasa begitu bersalah karena terlalu merepotkan wanita itu, terlebih setelah kejadian episodenya beberapa hari lalu.

Kyuhyun menyimpan ponselnya di saku celananya lalu melirik Siwon yang tengah menyetir.

“Kita ingin pergi ke mana?” tanya Kyuhyun.

Siwon tersenyum lebar. “Kejutan.”

Kyuhyun mendengus. “Ini adalah ulang tahunmu. Kenapa aku yang diberi kejutan?”

“Karena aku akan mendapat kejutan dari putra kita. Paling tidak, kau juga perlu diberi satu, bukan?”

Kyuhyun mendelik tapi kemudian tertawa kecil. Lalu ia memperhatikan pemandangan sepanjang perjalanan. Musim semi di Praha adalah sesuatu yang disukai oleh Kyuhyun. Memang sedikit berbeda dengan musim semi di Seoul. Tapi keduanya mempunyai efek sensasi yang sama pada mood Kyuhyun. Terlebih dengan hari ini adalah ulang tahun Siwon.

Kyuhyun terlalu sibuk memperhatikan pepohonan yang rimbun ketika tangan Siwon meraih tangannya dan menautkan jemarinya. Kyuhyun menoleh pada Siwon yang kini menyetir dengan satu tangannya yang lain.

Siwon tidak mengatakan apa pun. Ia melirik Kyuhyun dan tersenyum sebelum ia mencium punggung tangan Kyuhyun.

*****

Kyuhyun memanjat keluar mobil dan menatap bangunan yang berdiri kokoh di hadapannya. Ia tidak tahu apa alasan Siwon membawanya ke tempat tersebut.

Kyuhyun menoleh pada Siwon saat ia berjalan menghampirinya.

“Gereja? Siwon, kenapa kau membawaku ke sini?”

Siwon tersenyum dan menyentuh pipi Kyuhyun dengan ujung jemarinya. “Aku akan menikahimu di sini. Di hadapan Tuhan, aku akan menikahimu hari ini. Kita bisa merencanakan pernikahan kita secara hukum nanti. Hari ini, pada hari ulang tahunku, aku ingin kau menjadi milikku seutuhnya –bahkan walaupun hanya di hadapan Tuhan.”

Mata Kyuhyun membulat mendengar pernyataan Siwon. Sejujurnya, jika mereka menikah pun, tidak dengan cara seperti ini. Lima tahun dan inikah pernikahan yang diberikan Siwon?

“Si-siwon… Jangan bercanda. Kita tidak bisa menikah…”

“Kau tidak ingin menikah denganku?”

“Bukan itu maksudku. Tapi ini begitu tiba-tiba. Dan… Hanya ada kita berdua.”

“Hanya ada kita, pendeta dan Tuhan yang akan menjadi saksi,” ujar Siwon yang meraih tangan Kyuhyun. “Hari ini kita akan menikah dihadapan Tuhan. Dan hanya kita berdua saja.”

“Tapi Siwon…”

Kemudian Siwon mencium bibir Kyuhyun dengan lembut. Ia menautkan jemari mereka dengan erat dan dengan telapak tangan Siwon lainnya menyentuh leher dan sebagian wajah kekasihnya. Dengan secara insting, tubuh Siwon menarik Kyuhyun dalam dekapannya. Dan dengan jarak sedekat itu, Siwon bisa merasakan aroma tubuh Kyuhyun yang terasa jauh lebih sensual. Kyuhyun mendesah pelan ketika Siwon membuka belah bibirnya –menyambut geliat lidahnya.

Siwon melumat lembut bibir Kyuhyun.

Perlahan, Siwon melepaskan ciuman mereka dan berbisik. “Menikahlah denganku, Kyuhyun.”

“Baiklah.”

*****

Choi Yoojin keluar dari taksi yang membawanya ke alamat yang diberikan oleh Siwon. Ia memperhatikan bangunan gereja besar di hadapannya dengan seksama. Kemudian Yoojin memperhatikan sekeliling gereja yang terlihat sepi tersebut. Ada sebuah mobil yang terparkir. Yoojin tersenyum tipis. Ia mengetahui bahwa itu adalah mobil milik Siwon. Putranya tidak membohonginya.

Tapi Yoojin masih tidak mengerti kenapa Siwon memintanya bertemu di gereja seperti ini.

Tiba-tiba ada seorang pria yang menghampirinya.

“Mrs. Yoojin Choi?”

Yoojin mengangguk kecil. Pria itu lalu mempersilakan Yoojin untuk mengikutinya. Pria itu membawanya berjalan ke arah pintu gereja besar tersebut yang memiliki ornament gaya gothic. Kebingungan Yoojin semakin besar saat pria itu membukakan pintu dan menyuruhnya untuk memasuki gereja tersebut.

Yoojin tidak mengatakan apa pun dan memilih memasuki gereja tersebut. Namun, langkahnya terhenti ketika ia melihat tiga sosok yang berdiri di ujung altar. Tubuhnya menegang dan tangannya menggenggam kuat tas tangannya hingga buku-buku tangan terlihat memutih. Yoojin benar-benar tidak percaya bahwa dia akan ditipu seperti ini. Dengan langkah penuh amarah, wanita itu berjalan mendekati altar.

Semakin mendekati altar, Yoojin semakin bisa mendengar suara pendeta yang tengah melakukan upacara pemberkatan. Dan ia juga semakin bisa melihat siapa dua sosok lainnya yang berdiri saling berdampingan.

Yoojin ingin sekali berteriak penolakannya terhadap upacara tersebut, namun ia sadar bahwa sudah terlambat. Sang pendeta sudah sampai pada akhir pemberkatan.

“… I announce both of you as husband and spouse. You may kiss.”

Yoojin menggeram ketika Siwon berbalik menatap Kyuhyun. Siwon tersenyum pada Kyuhyun dan dengan menghiraukan keberadaan Yoojin, Siwon mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Kyuhyun yang kini telah menjadi pasangan hidupnya.

“Choi Siwon!!”

Sontak Siwon dan Kyuhyun menoleh ke arah Yoojin. Tapi seolah tidak peduli, Siwon kembali mencium bibir Kyuhyun. Setelah beberapa saat, Siwon melepaskan bibir Kyuhyun dan menatap pada sang pendeta.

“Thank you Father.”

Sang pendeta hanya mengangguk lalu meninggalkan altar. Siwon menghembuskan nafas. Ia menatap Siwon dan menggenggam tangannya erat. Kemudian Siwon membawa Kyuhyun berjalan ke hadapan Yoojin yang baru saja menyaksikan pernikahan mereka.

“Aku senang Eomma datang. Sedikit terlambat, tapi setidaknya Eomma bisa melihat upacara pernikahanku,” ucap Siwon.

Sorot tatapan Yoojin memperlihatkan kemarahan yang begitu besar. Ia hendak melayangkan tamparan ke wajah putranya, tapi tangan Kyuhyun bergerak cepat untuk menahannya. Mata Yoojin terbelalak. Ia langsung menarik tangannya.

“Jangan anda berani melakukannya. Anda mungkin bisa menamparku, tapi aku tidak akan membiarkan anda menampar suamiku,” ucap Kyuhyun.

Yoojin terhenyak tak percaya. Pria itu berani menyebut putranya sebagai suaminya?! “Suami?! Siapa yang suamimu?!! Pernikahan ini tidak sah! Aku tidak mengakui pernikahan ini, jadi jangan pernah menganggap putraku sebagai suamimu pria menjijikkan!!”

“Kami sudah menikah secara resmi, Nyonya Choi!” ujar Siwon. “Jadi, Kyuhyun berhak menyebutku sebagai suaminya.”

Yoojin kemudian menatap Siwon. “Ini bukan pernikahan yang sah! Choi Siwon, kau tidak menikah dengan pria itu!!”

“Tapi sayang sekali, di mata gereja, kami sudah resmi menjadi pasangan hidup. Hanya dengan ucapanmu, tidak akan merubah status kami dihadapan Tuhan,” tutur Siwon.

“Eomma tidak mengakuinya!! Eomma tidak akan pernah mengakui pernikahan ini!! Dan Eomma akan memastikan bahwa pernikahan ini tidak akan diakui oleh siapa pun!”

Siwon mendengus. “Lakukan apa pun yang anda inginkan, Nyonya Choi. Tapi aku bisa memastikan bahwa apa pun rencana anda, tidak akan pernah berhasil. Walaupun begitu, aku tetap berterima-kasih karena anda telah datang dan menyaksikan pernikahan kami.”

Yoojin tidak mengatakan apa pun. Wajahnya terlihat memerah karena amarah yang begitu besar. Ia menatap Siwon dan Kyuhyun dengan penuh rasa pengkhianatan serta kebencian yang sangat besar pada Kyuhyun.

Lalu tanpa sepatah kata, Yoojin meninggalkan gereja tersebut.

*****

Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat.

Setelah konfrontasi mereka dengan Choi Yoojin, keduanya duduk di salah satu baris deret kursi gereja. Siwon terlihat begitu bahagia dengan status baru mereka. Hal itu juga membuat Kyuhyun tersenyum. Kedua tangan mereka masih saling terpaut.

“Lalu sekarang apa yang kita lakukan?” tanya Kyuhyun.

Siwon menoleh pada Kyuhyun. Senyumannya tidak pernah hilang dari wajahnya. Dengan sedikit mendekatkan wajahnya, kening mereka bertemu. Kyuhyun bisa merasakan deru nafas Siwon pada permukaan wajahnya.

“Memberitahu Jaehyun kalau kedua ayahnya telah menikah. Walaupun aku yakin dia pasti kesal sekali,” tukas Siwon.

Kyuhyun tertawa kecil. “Itu benar. Sepertinya sudah beberapa kali dia mengatakan ingin menjadi pengantar cincin saat pernikahan kita, bukan? Tapi hari ini keinginannya tidak akan pernah terwujud.”

“Well, aku akan memikirkan sesuatu yang akan dilakukannya saat pernikahan kita selanjutnya.”

Kyuhyun sedikit menjauhkan kepalanya dari Siwon. Keningnya berkerut. “Pernikahan selanjutnya?”

Siwon menggumam. “Bukankah sudah kukatakan, hari ini adalah pernikahan kita dihadapan Tuhan. Saat pernikahan kita secara hukum, aku bisa memikirkan peran Jaehyun.”

Kyuhyun terdiam untuk sejenak. Pernikahan secara hukum. Well, dia mengharapkan rencana yang jauh lebih matang dibandingkan pernikahan hari ini. Setidaknya ia menginginkan Ahra datang dan menyaksikannya.

“Kapan?” tanya Kyuhyun singkat.

Siwon tersenyum lalu mengecup ujung bibir Kyuhyun. “Saat semua dokumennya selesai.”

“Dokumen? Untuk persyaratan pernikahan secara catatan sipil?”

“Itu dan dokumen lainnya,” tutur Siwon yang kemudian mengecup bibir Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan matanya dan membalas kecupan manis tersebut. Namun, ia tidak bisa menepis rasa penasaran lainnya karena ucapan Siwon tadi.

“Dokumen lainnya?” bisik Kyuhyun.

Siwon lalu memandang Kyuhyun dengan lekat. “Dokumen kepindahan kita.”

“Pi-pindah? Kita akan pindah ke mana? Tapi ba-bagaimana dengan perusahaanmu? Yayasan dan sekolah Jaehyun? Tahun depan dia masuk sekolah dasar, Siwon. Kita tidak bisa pindah di waktu seperti ini.”

“Tentu saja bisa, suamiku. Dokumennya akan siap dalam dua bulan. Perusahaan dan Yayasan akan tetap berjalan seperti biasa. Kita hanya perlu menunjuk seseorang yang akan bertugas dan bertanggung-jawab sebagai pelaksana harian,” ujar Siwon.

Kyuhyun masih menatap Siwon dengan serius. “Lalu kita pindah ke mana? Ka-kau bilang kita juga akan menikah secara hukum bukan?”

“Seoul. Kita juga akan menikah secara hukum di sana.”

Mulut Kyuhyun terbuka. Ia tidak percaya dengan ucapan Siwon. Rasanya ada yang salah dengan pendengarannya. Kyuhyun berkedip beberapa-kali untuk tetap fokus pada akal sehatnya untuk mendengarkan setiap ucapan Siwon dengan baik.

“Tu-tunggu! Katakan sekali lagi, kita pindah ke mana?”

Siwon menyeringai. “Seoul, sayang. Kita akan kembali ke Korea.”

“Ka-kau serius?”

“Tentu saja. Kapan aku tidak serius jika berkaitan denganmu, Kyuhyun? Aku tahu, kau juga merindukan Seoul dan keluargamu. Terlebih dengan kakakmu. Jadi, aku memutuskan agar kita kembali ke Seoul. Selain itu, Jaehyun juga bisa mengenal negaranya dan semua sepupu-sepupunya di sana. Dia akan mengenal semua keluarganya. Kita juga akan menikah secara hukum dihadapan hukum Korea.”

“Lalu bagaimana dengan ibumu? Dan… Choi Group. Jika kita kembali bukankah…”

Siwon mengecup bibir Kyuhyun. “Jangan pikirkan hal buruk tentang itu. Kita akan menghadapinya bersama. Terutama tentang ibuku dan reaksi masyarakat tentang hubungan kita. Choi Group akan bertahan.”

Kyuhyun menghembuskan nafas perlahan. Ia memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di bahu Siwon. Oh, rasanya semua ini bagai mimpi. Hari ini, akhirnya mereka menikah dan Siwon juga memutuskan agar mereka kembali ke Seoul.

Semua hal baik yang terjadi dalam satu hari.

Hari istimewa bagi Siwon dan hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh Kyuhyun.

“Apa kau senang?” tanya Siwon.

Kyuhyun tersenyum dan menggumam pelan. “Aku senang. Terima kasih, Siwon.”

“Aku akan melakukan apa pun untukmu,” tutur Siwon yang kemudian mengecup kepala suaminya tersebut.

Suami. Oh, Siwon sangat menyukai panggilan itu pada Kyuhyun. Dan Siwon berencana untuk menggunakan panggilan itu setiap saat. Kyuhyun menarik nafas lalu menegakkan tubuhnya. Ia menatap Siwon dengan lekat.

“Aku juga akan melakukan apa pun untukmu. Aku mencintaimu, Choi Siwon.”

Siwon menyeringai. “Oh, aku teringat sesuatu. Choi. Hari ini kau resmi sebagai Choi Kyuhyun.”

Kening Kyuhyun berkerut. Siwon ingin merubah nama marganya? “Tapi aku menyukai Cho Kyuhyun.”

“Aku tahu. Tapi percayalah, Kyuhyun. Akan jauh lebih baik jika kau resmi menjadi Choi. Aku tidak akan memaksamu untuk merubah namamu secara ke seluruhan. Tapi saat kita kembali ke Seoul, aku akan memasukkan namamu dan nama Jaehyun ke kartu keluarga Choi. Itu akan melindungimu secara kekuatan hukum.”

“Ibumu?”

Siwon mengangguk. “Salah satunya.”

Kyuhyun mendesah dan tersenyum. “ Baiklah, apa pun yang menurutmu terbaik, Choi Siwon.”

“Aku mencintaimu, Choi Kyuhyun.”

Kyuhyun tertawa kecil. Choi Kyuhyun. Nama itu terdengar begitu asing di telinganya. Tapi tidak terdengar buruk. Choi Siwon, Choi Kyuhyun dan Choi Jaehyun. Kedengarannya tidak buruk sama sekali. Kemudian Kyuhyun memeluk Siwon dengan erat.

Siwon membalas pelukan tersebut. Ia mengecup singkat bahu Kyuhyun. Hari ini begitu bersejarah baginya. Selain hari ulang tahunnya, hari ini juga adalah hari pernikahannya dengan Kyuhyun. Tidak pernah terpikir sebelumnya, Siwon akan melakukan pernikahan singkat seperti ini. Tapi mungkin dia harus menebus hari ini dengan acara pernikahan yang mewah saat mereka kembali ke Seoul.

Oh, mengenai rencana kepindahan ke Seoul itu, Siwon juga terpikir satu rencana lainnya.

“Kau tahu…” ucap Siwon dengan masih memeluk Kyuhyun.

“Apa?”

Siwon tersenyum di bahu Kyuhyun. “Saat kita kembali ke Seoul, aku akan mencari ibu pengganti untukmu. Kau tahu, aku juga menginginkan anak darimu.”

Sontak Kyuhyun melepaskan pelukannya itu. Matanya membulat lebar. “Anak?”

“Mungkin seorang anak perempuan. Aku tidak akan keberatan jika anak laki-laki lagi. Uhm… Bagaimana kalau anak kembar saja? Kembar tiga? Dua anak laki-laki dan satu anak perempuan.”

Kyuhyun tertawa kecil. Siwon dan obsesinya terhadap anak. “Baiklah, anak kembar. Kembar tiga.”

*****

NOTE: Hampir kelupaan update. Hahahaha…

Selesai sudah series Scarface dengan 60 chapter!! Fanfiksi terpanjang yang pernah saya buat.. udah, kapok bikin fanfiksi dengan banyak chapter gini. Semoga kedepannya gak ada fanfiksi yang ngalahin rekor 60 chapter ini yaa…

Advertisements

40 thoughts on “[SF] Scarface Part 60 – Last Epilog

  1. Akhirnyaaaa! Ga keberatan sih klo msh mau nambah 1 chapter lg buat ngejelasin kelanjutan pernikahan mreka berdua di seoul. Endingnya agak menggantung soalnya. Pngen tau apa kejutan dr jaehyun, gimana pernikahan mreka di seoul, gimana reaksi changmin dll. Penasaran!
    Anyway, thank you for this story! Honestly this is my favourite from all ur fanfiction so far. Haha. But I will always wait for ur other stories! Fighting!! ^^

  2. Iyeeee… Akhirnya kyu nyandang status choi juga
    Seneng lihat wonkyu happy ending
    Jaehyun juga gak terlalu rewel soal ibunya jdi kayak semakin mudah aja kehidupan wonkyu
    Yu uuuu siwon mau buat anak banyak kwkwkwwk

  3. Yyeeyyy finally.. smoga bener2 happy ending ya.. Maksudny kehidupan mreka stelah pindah ke Seoul smoga ga ada hambatan besar lagi..

  4. Huaaaaa terharu melihat mereka menikah hahahah….
    Duh senangnya yah….
    Akhirnya penantian yang tidak sia-sia aduhhh seneng bangettttt
    Jaehyun akan ketemu dengan sepupu-sepupunya bahagianya semoga segera tercapai.
    Padahal pengen lihat perayaan ultah siwon…
    Makasi diera eonni ff u sangan menginspirasi ehhehe…
    Semoga mereka bahagia trus. Jaehyun semakin bijak dan pintar dengan keadaan kedua ortunya….
    Sebenernya tidak rela kalau scar face tamat hehehe…

    Makasi banget diera eoni..
    Maaf komen kebanyakan….

  5. Ini bneran end kah
    Jgn end dlu chingu pleaseee
    Pgn liat mreka nikah di seoul sma reaksi klrga choi lainya n klrga cho terutama eomma nya kyu…

  6. Apakah ini jadi last epilognya eonni???hikz..
    Terus bagaimna dengan kejutan yg Jaehyun untuk Siwon.???apa tidak akan dimunculkan juga..tentang kehidupan WonKyu dan sang aegya di Seoul nanti kkkkk.
    Dichap ini tadi malahn bnyk perasan tegang tapi,begitu menikmati.Melihat momment WonKyu yg bikin senyum gaje .I love WonKyu.
    Terima kasih bnyk eonni buat ff WonKyu’y yg bikin dag-dig-dug .Semoga. untuk kedepannya makin lancar.

    Fighting!!! Sarangahe…

  7. Ini udah sampe chapter ini aja??? Gak bisa satu chapter lagi gitu😊
    Penasaran pas mereka pindah ke seoul. Tentang pernikahan mereka di sana gimana,reaksi keluarga choi&cho juga.

    Seneng banget deh pas siwon buat choi yoojin murka dengan menghadiri pernikahan mreka.

  8. Kok aku merasa ada yg kurang ya diera..gak puas dengan endingnya..aku harap ini bukan last past yg sesungguhnya..ini gantung banget sumpah..penasaran dgn pernikahan mereka di seoul..dihadapan keluarga mereka yg lain..gimana reaksi choi siwon omma..dan kyuhyun omma berserta keluarga yg lain..penasaran banget nih diera..gak puas dengan endingnya..aku harap sih msih ada part selanjutnya hingga kisah ini bnr2 tuntas..aku benar2 baper dgn fanfict yg stu ini..berasa nyata dikehidupan mereka..please ya diera satu part lgi deh..hehehe please banget..msa gantung gini sih..imajinasi liarku berharap last chapter ada keajaiban kyuhyun hamil hahaha..siapa tahu kan pria bsa hamil hahaha..gak kebayang gimana reaksi mereka saat kyuhyun hamil mual mual pgi hari hahaha..ok diera berharap satu part lgi ok..terima ksih

  9. episode terakhir yg menegangkan ><
    apalagi pas Yoojin nemuin Jaehyun, rasa2nya saya pengen geplak nih Ajumma /plakk
    tpi untungnya Jae anak yg pinter yaa jdi ga mudah terkontaminasi (?) otaknya sma omongan Yoojin :v
    daann waah.. haha greget bgt pas bgian Siwon ngelawan Yoojin pake blg Nyonya bkn Eomma, dan pling daebbak pas Kyu ngebela Siwon pake nyebut 'suamiku' 😂😂
    well ~ emg msh gantung sih ending nya, but..its ok 😆
    kuharap ada sequel lain nya hahaha /ditabok/ 😂😂
    iya bener ini ff kmu yg dpt rekor smpe 60 chap, biasa nya cma 20-an keatas lah haha
    oke..thanks for update 🙆
    slalu ditunggu sma kelanjutan ff yg lain nya ☺☺

  10. akhirnyaaa mereka nikah juga, meskipun endingnya kayak kurang gitu, Karena belum ada anak kembar tiganya. kkkkk
    mau fanfict lebih panjang dari ini, aku tetep mau baca kok. hehehe
    d tggu cerita cerita lainnyaaaa 😊

  11. Sumpah ya ini bikin dag dig dug loh..
    Umma choi yang tetiba ada di praha saat siwon gada tapi untungnya episode yang dialami sama kyu, terjadi di rumah dan bisa dibantu oleh grace..
    Kalo didepan umma choi duuhh serem lah..
    Dan aaahhh sumpah ya super nekad siwon yang nikah itu bikin bahagia banget lah..
    Kalah telak umma choi, kalo appa choi tau bisa aja appa choi menerima kyu,karena setidaknya appa dan umma choi punya sudut pandang yang berbeda..
    Saya suka banget lah,dan aaahhh pas mau akhir siwon kasih izin kyu untuk punya anak kandung..
    Moga anaknya cewe biar sepasang gitu hahaha…
    Ada lanjutannya lagi kan??
    Aayyyooo semangat, saya amat sangat menunggu ending dari ff ini…
    Termasuk yang two us yang udah masuk dalam tahap konflik batin eeaaa hahaha

  12. akhirnya wonkyu bisa membuat ‘nenek2 gak ada kerjaan” mati kutu.. hahahahaha (ketawa jahat)
    Hhhuuuaaa kasih 1 chapter lg dong thor.. nanggung bgt…

  13. Happy ending walaupun agak tergantung..semacam kurang puas walaupun wonkyu sudah menikah..
    Scarface adalah ff favorite sy di blog ini..agak sedih sbb sudah ending..but nothing I can do, just redha..
    Author, please make Two Of Us as good as Scarface..I am also falling in love with your new ff

  14. masih kurang satu episode lagi ini kkkkkk
    gimana reaksi orang2 pas wonkyu balik ke korea dan momen jaehyun ketemu sama keluarga nya disana…
    masih agak bggak rela ini tamat 😂😂😂😂😂

  15. Daebbak …fanfic ny keren . . Wlwpun bru nmu nh blog …tp keren” crta ny . .ngeggantung c crta ny …btuh klnjtn ny . .tp welll thank’s for your storry …:-)

  16. SCARFACE TELAH TIBA.. SCARFACE TELAH TIBA.. HORE ! HORE ! HOREEE !!~
    Huaaa astaga diera, episode ini bagus banget, saya sukkaa…
    Bah mpos lu yoojin, mak lampir kurang kerjaan. Mati kutu diaa.. Hahaa.. *ngadain syukuran*
    paling suka pas kyuhyun nyebut siwon sbg suaminya. Aww XD dan siwon romantis + baik bangett.. Tipe idaman saya lah *ohokk*
    pengen nyubit pipi jaehyun, gemes deh :3
    Huehuehuehuee..
    Masa ini episode terakhir sihh ? T_T
    Jujur, kayak masi ada yang kurang. Endingnya gantung.
    Dieraa~ buat special episode nya dong.. Satuuu ajaa.. Please *_*
    Penasaran sama kejutan jaehyun *hal kecil tapi penting* , pernikahan wonkyu dikorea, juga pengen tau reaksi keluarga cho+choi, dan publik korea jugaa..
    Jebaaal~
    sumpah ini ngegantung..
    Ya ya ya ?
    *ceritanya maksa*
    anyway, semua ff mu bagus kok, saya kagum. Ah iya ! Ditunggu next chap utk ToU~
    *ini reader gatau diri sumpah*
    wakakak.. Udah ah. Harapan saya, semoga ada scarface special episode.
    Good jobs, Diera ssi ! As a wonkyu shipper, i’m proud of you ! *english belepotan*
    Andiera Daebak ! Fighting ! ^^~
    .
    Kimmy

  17. Akhirnya menikah jg Siwon-Kyuhyun. Happy ending..
    tp kaya ada yg kurang gitu endingnya. apa ya??? haha
    Btw, Happy birthday Eonni 🙂

  18. Last? Jangan dong
    Masih penasaran sama kelanjutan hidup mereka yg nantinya akan pindah ke seoul
    Hhhe banyak maunya yak
    Tapi serius deh masih pengen ada lanjutannya
    Bikin ini end tanpa ada rasa penasaran
    Duh duh nawar banyak ini mh
    Fighting ya author
    Big love for you
    Karena ini satu-satunya blog yaoi yg aku suka

  19. Congratulations Andiera…
    Fic ini bener2 menghibur dgn segala roller coaster ride nya.. Kadang gak tega jg Kyu menderita muluk, well… In the end he is a happy baby after all..
    walopun aku fully skipped part2 yg non WonKyu nya, tp aku ttp enjoy semua nya..
    Don’t stop to write WonKyu fic…
    You really good in telling the stories…
    Anyeooong… 😘😘👋🏼👋🏼

  20. Akhirnya mereka nikah juga…walaupun msh ditentang sm Choi Yoojin. Yang penting skrg hubungan mereka dah jelas, moga2 keinginan Siwon utk py anak perempuan dr Kyu terwujud

  21. Last? Beneran? Yakin?
    Kenapa masih ngegantung gini ya…
    Masih pengen lihat kejutan ultah siwon dari jaehyun, lihat mereka pindah+menikah di seoul, gimana tanggapan dari keluarga choi+cho, gimana reaksi jae bertemu dengan saudara2 nya yang ada di seoul, gimana reaksi kyu saat tau sudah punya keponakan (anak ahra noona), gimana repotnya wonkyu saat punya baby lagi dan masih punya banyak pertanyaan yang masih belum terjawab…
    Beneran nggak mau nambah part lagi?? Special epiloge mungkin #maksa🙏

  22. akhirnya mereka menikah juga..
    dan siwon cerdik banget dia bahkan bisa mengahdirkan ibu nya ke pernikahannya dengan kyuhyun.
    apa ini sudah selesai beneran..
    pengen sampe kyuhyun punya anak biologis seperti yg digambarkan dengan kyuhyun anak kembar…
    ditunggu ff selanjutmya ya

  23. Kok sedih ya bacanya pas kyuhyun berusaha ngejelasin ke jaehyun, sampe sakit lg kaya gitu, tp untung lahhh kyuhyun tetep percaya sma siwon.
    Pernikahan kilat itu hihihi
    Endingnya gantung bikin penasaran
    Semoga ada epilog tambahan dehh hehehehe..

  24. Awal2 pada chap ini entah kenapa kalo siwon ngak sromantis n secinta dlu ma kyu. Tapi semua terbayar pada part akhirnya. Dan pastinya bakal kangen banget dah sama ff satu ni.

  25. kzl d liat ibunya siwon masih aja congkak jadi orang. Tobat bu udah tua inget umur tsk. Udah gitu mau ngediktrin jaehyun lg tsk licik dan dia buat kiyu mengalami episode lg!!! Dasar jahat!! Tapi me like siwon disini savage af HAHA. Mantap deh emg oppa aq. Pas baca part siwon kyuhyun nikah dan di saksikan ibunya siwon aku literally bilang “in your facee nenek congkak” lol.
    Anyway selamat buat uri wonkyu! Akhirnya setelah 5 tahun mereka manikah juga dan terima kasih siwon yang memutuskan untuk kembali ke korea lagi :3 semoga kalian semua hidup bahagia selamanya💙 Dan mini kyus segera tiba jugaaa! Hahaha.

    Terima kasih yang sebesar-besarnya buat Kak Deira yang telah membuat fanfic ini 💙 Ditunggu karya lain dari kakak~ 😬

  26. Waktu kyu ketemu sama emaknya siwon aq jg ikutan tegang di tambah siwon yg panik,welehh..
    Tu siwon nekat bngt pakai acara nikah kilat bikin emaknya dongkolnya berkali lipat.
    Tapi endingnya ngegantung bgt,banyak hal yg masih bikin penasaran,tambah satu chapter lg ya….

  27. Yaccccch… ko’ udach kelar sich… padahal masih pengen baca cerita selanjutnya dari kehidupan wonkyu setelah menikah… ini ff yg paling bikin greget dari awal baca… sampe’ ending.. kkkk btw thank you diera udach bikin ff yg seru” kaya’ gini.

  28. aww ga nyangka scarface bakal tamat kek gini >_< duhh fanfiksi faforit 😍😍
    seneng akhirnya mereka nikah walopun belum nikah secara resmi
    kirain chap ini bakal ada anaenya ternyata enggak 🙈🙈🙈
    jan bosan nulis ff wonkyu yah 😍😍😍😍

  29. Wow the confrontation between Kyuhyun Siwon vs Mrs Choi is good
    Luckily Jaehyun know to choose Kyuhyun rather than another girl as his
    Luckily too that Kyuhyun is fine….
    Can you please make another end for this story that both Siwon and Kyuhyun life in Korea
    How Choi family actually treat Jaehyun and Kyuhyun and Kyuhyun reaction after knowing he become uncle….Never thought that this story will end here
    Btw thanks for your hardwork in writing this story
    Hope to see any update from this story…haha

  30. Akhirnya wonkyu nikah dan choi yoojin menyaksikan pernikahan mrk…
    Ini beneran udah end, gak ada kelanjutannya lagi ya??pengennya da lanjutannya lagi buat kehidupan wonkyu stlh kembali ke seoul, pa keluarga cho dan choi serta masyarakat korea mnerima hubungan wonkyu??

  31. Akhirnya selesai juga epilog scarface nya dan endingnya wonkyu pula aku senang eonni
    Makasihnya eonni udh buat wonkyunya bersatu dan siwon kok minta anak sama kyuu banyak bgt sih
    Semoga eonni buat ff wonkyu lebih banyak lagi

  32. demi apapaun ini nggantung nya kelewatan,aku kan ngarep bngt mamahnya siwon bertekuk lutut sama menantu cho,jiaaahhh
    tp yaaaa ini kan fanfic nya Dierajd suka2 Dieranya ya mau seperti apa,tp klo ada usulan epilog nya nambah ya aku setuju bngt g pake di tanya,dan klo memang mw buat lagi,boleh lah di tambahin adegan malam pertama,kan mereka udh nikah,wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s