[SF] Two of Us – Chapter 6

bottle-juice

Chapter 6

Kyuhyun membawa beberapa naskah yang telah diperiksa lalu berjalan keluar ruangan. Ia memperhatikan beberapa editor lainnya yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Kemudian ia berjalan ke meja kerja milik Gil.

“Gil..” ucap Kyuhyun sembari menaruh tumpukan naskah itu di meja. “Buat jadwal pertemuan dengan para penulis ini.”

Gil mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun. “Baik Pak.”

“Dan juga diskusikan dengan bagian design setter untuk covernya. Mungkin Cha dan Ji atau paling tidak Moon dan Im. Kebanyakan design cover yang mereka buat lebih cocok untuk naskah-naskah itu. Hindari Nam, okay? Aku tidak mau dia kembali mengacaukan seperti tahun lalu,” tutur Kyuhyun.

Gil mengangguk. “Mengerti, Pak. Ada lagi?”

“Naskah Penulis Choi.”

Gil kemudian mencari tiga naskah Penulis Choi yang telah siap untuk masuk ke percetakan. Ia memberikannya pada Kyuhyun. “Bukankah kita masih harus melakukan pertemuan sekali lagi? Aku sudah menghubungi Agen Lee tapi kami belum mendapatkan tanggal pasti untuk pertemuan tersebut. Penulis Choi sedang sibuk dengan project terbarunya.”

Kyuhyun mengernyit. Oh, dia tidak tahu kalau Choi Siwon sedang memulai project novel terbarunya. Lalu  Kyuhyun menatap tiga naskah itu. “Naskah ini harus masuk dua hari lagi, bukan?”

“Begitulah..”

Kyuhyun terdiam untuk sejenak. Jika untuk pertemuan singkat, sebenarnya ia bisa saja datang ke apartmentnya. Toh, mereka adalah tetangga –untuk saat ini. Kyuhyun tahu bahwa Choi Siwon tidak pernah tinggal lama di suatu negara. Walaupun ia lahir di Korea, tapi Choi Siwon besar di Amerika dan sejak mulai terkenal sebagai penulis, ia berpindah-pindah negara itu pun karena demi novel-novelnya. Jadi, masa tinggalnya di Korea pun juga tidak akan lama.

Kyuhyun berasumsi kalau Choi Siwon akan pindah ke negara lain setelah promosi novelnya di Korea selesai. Kemudian ia menghela nafas pendek.

“Kau tahu alamat studio Penulis Choi? Aku yang akan datang ke sana.”

*****

Siwon merenggangkan punggungnya.

Ia telah menyelesaikan tulisannya untuk hari ini. Setelah memastikan sudah tersimpan, Siwon segera mematikan laptopnya dan menyimpannya pada sebuah laci yang dilengkapi oleh kunci password. Ini adalah sebuah langkah pencegahan.

Beberapa tahun sebelumnya, Siwon pernah mendapatkan pengalaman pahit draft novelnya dicuri oleh orang lain. Saat itu dia masih penulis baru dan terlalu naïf. Siwon selalu mendiskusinya tentang novelnya pada beberapa orang. Tidak banyak, hanya editornya, Donghae dan dua orang temannya. Jujur saja, Siwon sangat percaya pada mereka.

Namun, siapa sangka kepercayaannya itu menjadi kelemahannya.

Salah seorang temannya mencuri draft naskah itu dan mengirimkannya pada penerbit lain. Siwon baru menyadarinya ketika editornya memberikan satu eksemplar novel tersebut. Selain judul dan beberapa nama karakter, semua isi novel itu sama persis dengan novel miliknya. Siwon berusaha menghubungi temannya itu untuk meminta penjelasan. Namun, tidak ada jawaban. Orang itu bahkan sudah pindah dari flatnya.

Itu adalah sebuah pengkhiatanan terbesar yang pernah dirasakan oleh Siwon.

Belajar dari pengalaman itu, Siwon selalu menyimpan laptopnya di tempat yang aman. Bahkan password tempat laptop itu disimpan hanya ia yang tahu. Selain itu, Siwon juga tidak pernah mendiskusikan lagi tentang novelnya, sekalipun pada Donghae. Mungkin hanya untuk hal-hal kecil. Selebihnya dia hanya akan berdiskusi tentang novelnya ketika pertemuan dengan editor.

Siwon kemudian meraih ponselnya dan melihat ada beberapa pesan email  masuk. Salah satunya email dari Editor Cho Kyuhyun. Keningnya berkerut saat ia melihat pesan dari Kyuhyun yang mengatakan bahwa ia akan datang ke studio.

“Kenapa dia ingin datang ke studio? Biasanya dia akan membuat janji pertemuan terlebih dahulu? Kenapa tiba-tiba?”

Siwon hendak membalas pesan tersebut, ketika Donghae tiba-tiba datang dengan tangan penuh dengan kantung. Siwon menaruh ponselnya lalu menghampiri Donghae yang menaruh semua kantung-kantung itu ke meja.

“Ini apa?” tanya Siwon sembari melihat isi beberapa kantung.

“Pemberian fansmu. Ah.. Aku rasa ada beberapa makanan dan minuman. Ingat, jangan disentuh!” ujar Donghae.

Siwon mendengus. Ia segera memisahkan kantung yang berisi makanan atau minuman dari kantung lainnya. “Aku tidak sebodoh itu, Lee Donghae.”

Well, pengalaman buruk lainnya yang pernah dialami oleh Siwon adalah para fansnya pernah mengirim makanan dan minuman yang sudah dicampur dengan obat. Tidak sering, tapi kejadian itu sempat terjadi beberapa kali. Sempat Siwon lengah dan meminum salah satu jus yang dikirim oleh fansnya. Hasilnya, dia harus dibawa ke rumah sakit tiga jam setelah meminum jus tersebut.

Sejak kejadian itu, semua makanan dan minuman pemberian dari fans harus dibuang olehnya. Walaupun sebenarnya Siwon tahu kalau tidak semua makanan dan minuman itu akan diberi obat, namun tidak ada salahnya untuk mengurangi resiko. Jujur saja, Siwon tidak tahu kenapa mereka harus melakukan itu jika mereka mengaku sebagai fansnya.

Donghae mengangguk. “Oh ya, sepertinya kita perlu menyewa beberapa orang. Kau tahu, mereka sudah datang ke studiomu, tinggal menunggu waktu sampai mereka mengetahui alamat rumahmu.”

Siwon mengeluarkan sebuah boneka dan tersenyum tipis. “Terserah. Lakukan sesuai keinginanmu. Tapi bukan berarti aku ingin bodyguard selama duapuluhempat jam, okay?”

“Tenang saja. Hanya untuk penjagaan di studio dan rumahmu. Mereka tidak pernah berani menghampirimu, tapi kita tidak bisa mengambil resiko, bukan?”

Siwon menggumam. “Oh ya, Editor Cho akan datang ke studio. Apa aku punya rencana pertemuan dengannya?”

“Seingatku tidak. Beberapa kali, Aku sempat berbicara dengan Editor Gil untuk memutuskan kapan pertemuan selanjutnya. Tapi karena kau sibuk, jadi aku tidak bisa memutuskan. Ah… jadwal untuk masuk percetakan bukankah sudah dekat? Mungkin karena itu dia memutuskan untuk datang,” ujar Donghae.

“Oh.”

Donghae lalu mengeluarkan ponselnya. “Kapan dia akan ke sini?”

“Hari ini. Mungkin sudah di perjalanan.”

Donghae mengangguk kecil “Oh, okay. Aku pergi beli makan siang dulu. Dan sebaiknya kau segera membuang makanan dan minuman itu.”

*****

Kyuhyun menghela nafas pendek.

Ia berada di depan pintu studio milik Choi Siwon. Dia sudah mengirimkan email tentang kedatangannya, tapi Choi Siwon belum membalasnya. Karena itulah, Kyuhyun merasa sedikit ragu. Rasanya tidak sopan datang begitu saja tanpa mendapatkan kepastian apakah Choi Siwon bisa ditemui di studionya.

Namun, Kyuhyun sudah sampai. Jadi, dia mengetuk pintu beberapa kali.

Semoga dia tidak terlalu sibuk. Tapi jika dia tidak membalas email, bukankah…

Pintu kemudian terbuka. Kyuhyun menatap Siwon yang membukakan pintu. Sang penulis itu sedikit membungkuk memberi salam. Kyuhyun melihat ada sebuah ponsel di tangannya. Sekilas ia melihat kalau Siwon sepertinya tengah menerima sebuah panggilan.

“Ah.. Editor Cho. Saya berpikir jam berapa anda akan datang. Maaf karena saya tidak sempat membalas emailmu,” ucap Siwon. “Silakan masuk…”

Kyuhyun berjalan masuk ke dalam studio tersebut. “Tidak apa-apa. Saya juga memberikan kabar mendadak. Tapi… Apa anda sedang sibuk?” tanyanya yang memperhatikan kalau Siwon sedang sibuk bicara.

Siwon melirik ponselnya. “Ah, hanya telepon dari rumah. Bisakah anda menunggu sejenak. Silakan duduk. Ah, anda juga bisa mengambil minuman sendiri. Saya rasa ini waktunya untuk tidak bersikap terlalu formal.”

Kyuhyun mengangguk kecil.

Siwon tersenyum tipis. “Saya akan segera kembali.” Kemudian pria itu berjalan keluar dari studio tersebut dan menutup pintu.

Kyuhyun menghembuskan nafas pendek lalu berjalan menuju meja di mana ia melihat ada beberapa kantung. Ia meliriknya sekilas dan berpikir kalau itu adalah kiriman dari para fans Choi Siwon. Kyuhyun lalu menaruh tasnya di kursi dan mengeluarkan tiga naskah yang dibawanya.

Kemudian Kyuhyun memperhatikan studio milik Siwon tersebut. Kyuhyun mungkin pernah datang ke studio penulis yang pernah ditanganinya. Tapi kebanyakan studio para penulis itu juga bagian dari rumah mereka. Berbeda dengan studio milik Choi Siwon ini.

Well, jika dia menginginkan studio seperti yang lainnya, dia tidak akan memilih tinggal di gedung apartment itu.

Kyuhyun lalu melihat ada beberapa botol minuman serta tiga kotak makanan di atas meja. Ia menoleh ke arah pintu. Siwon masih belum selesai dengan teleponnya. Kemudian ia mengambil satu botol dan menatapnya dengan lekat.

“Dia bilang aku bisa mengambil minuman sendiri, bukan?” gumam Kyuhyun.

Tapi jika melihat tampilan botol minuman itu sepertinya juga bagian dari kiriman para fans Siwon. Kyuhyun sedikit ragu untuk meminumnya. Selain itu, Kyuhyun juga melihat ada sebuah mini lemari pendingin. Mungkin dia harus mengambil minuman dari mini lemari pendingin itu saja.

“Tapi bukankah ini sama saja?”

Kyuhyun kemudian membuka botol itu dan meneguknya.

“EDITOR CHO!!!”

Karena teriakan itu, Kyuhyun hampir tersedak. Donghae yang baru saja kembali membeli makan siang segera menghampirinya dan mengambil botol itu dari tangan Kyuhyun. Ekspresi Donghae terlihat begitu memucat.

“A-apa kau meminumnya?” tanya Donghae.

Kyuhyun mengangguk. “Sedikit. Kenapa? Apa aku tidak boleh… Ah, maaf. Penulis Choi bilang aku bisa mengambil minuman sendiri. Jadi kupikir…”

Donghae menaruh kantung makanan yang baru dibelinya ke atas meja. Lalu ia menutup kembali botol itu dan membuangnya ke tempat sampah. Berikut dengan botol-botol lainnya serta kotak makanan. Kyuhyun mengernyit.

“Kenapa kau membuangnya?” tanya Kyuhyun.

“Aish..! Dasar bodoh. Sudah kukatakan untuk segera dibuang,” dengus Donghae.

Kyuhyun berkedip beberapa-kali. Ia benar-benar tidak mengerti kenapa Donghae bereaski seperti itu ketika ia meminum minuman tersebut. Apa karena kiriman dari fans, maka hanya Siwon yang boleh mengkonsumsinya?

“Maaf, Agent Lee. Aku bukan bermaksud tidak…”

Donghae kemudian memperhatikan Kyuhyun dengan seksama. “Editor Cho, apa kau tidak merasakan apa pun?”

“Ya? Ma-maksudnya?”

Tak lama Siwon kembali setelah selesai dengan panggilan teleponnya. Donghae sontak menatapnya dengan kesal. “YAK!! Sudah kubilang untuk dibuang, bukan!! Kenapa kau tidak langsung membuangnya?” teriaknya keras.

Siwon yang berjalan mendekat menatapnya dengan lekat. “Apa?” tanya Siwon yang bingung dengan omelan Donghae.

“Editor Cho baru saja meminum minuman itu, bodoh!”

Mata Siwon membulat. “Oh, shit!!”

Donghae memukul lengan Siwon dengan keras. “Jangan mengumpat!!”

“Apa itu hal penting sekarang?” sahut Siwon jengkel. Ia mengusap lengannya lalu menatap Kyuhyun dengan seksama. “Editor Cho, apa kau tidak merasakan sesuatu? Mual, sakit kepala, sakit perut atau hal lainnya?”

Kyuhyun berkedip. Dia benar-benar kebingungan dengan reaksi Donghae dan Siwon karena dia meminum minuman yang kini telah dibuang oleh Donghae ke tempat sampah. “Eh? Aku tidak…”

Lalu Kyuhyun terdiam sejenak. Rasanya dia baik-baik saja, tapi ia memang merasa ada yang sedikit aneh. Sepertinya suhu di studio itu meningkat cukup drastis. Kyuhyun kemudian berpegangan pada kursi.

Tangannya memegang erat pada kursi hingga buku-buku tangannya mulai memutih. Kyuhyun berusaha untuk tetap fokus pada kesadarannya. Tapi sulit sekali. Terlebih dengan setiap tarikan nafas, suhu tubuhnya juga ikut meningkat.

Donghae yang mulai menyadari perubahan pada sosok Kyuhyun menjadi lebih khawatir. Pasalnya, tidak ada yang tahu reaksi apa yang akan muncul. Jika keracunan biasa, mereka bisa membawa Kyuhyun ke rumah sakit tapi jika reaksinya lebih dari apa yang mereka perkirakan. Entah bagaimana Donghae harus menyelesaikannya.

Wajah Kyuhyun mulai terlihat memerah dengan keringat yang bercucuran. Nafas sang editor juga mulai terengah-engah. Donghae hampir saja menahan nafas. Dia mungkin tidak familiar dengan gejala seperti itu. Tapi ia harus bersiap untuk kemungkinan apa pun. Donghae mengingat jelas beberapa gelaja yang diberikan oleh dokter pada setiap jenis obat yang berbeda. Walaupun dari obat yang berbeda bisa mempunyai gejala yang sama, Donghae harus bisa membedakan.

Dan ketika ia melihat reaksi lainnya muncul. Oh, ini reaksi yang berbeda. Shit!

“Siwon, sebaiknya kau membawa Editor Cho pergi!” seru Donghae.

Siwon mengangguk. Ia kemudian mengambil tas Kyuhyun dan juga tiga naskah yang dibawanya. Oh, sepertinya Kyuhyun datang menemuinya untuk membahas tentang draft terakhir. “Di mana rumah sakit terdekat?”

Donghae menggeleng. “Bawa dia pulang ke rumahmu!”

“Eh?!”

“Sepertinya minuman itu sudah dicampur obat rangsangan.”

*****

NOTE: Chapter 7 tidak akan diproteksi, tapi akhirnya aku akan berusaha untuk memakai kata-kata yang lebih sopan walaupun agak eksplisit. Jadi, gak terlalu se-eksplisit ide awal…

Dan tolong jangan terlalu berharap banyak untuk chapter 7. Jujur, saat nulis dua chapter, aku lagi sakit. Udah hampir dua minggu sejak akhir januari..

/koq malah curhat…

Advertisements

31 thoughts on “[SF] Two of Us – Chapter 6

  1. Omg…..obat perangsang!!!!
    Siwon will help Kyuhyun????
    100% curious what will happen in next chapter???
    If Siwon really help Kyuhyun…..what will be Kyuhyun reaction
    Thanks for your update
    Waiting for your next update…see you soon

  2. Omo….!!!! Kyu minum itu….😨, aahhh….gk sabar baca next chap. Kasian eonni yg bela2 in buat update, get well soon eonni!!! Fighting!!!

  3. Obat perangsang??? Fans nya siwon mengerikan. Jadi wonkyu ke apartment dan mereka….

    Jadi siwon selalu pindah pindah, apa sekarang dia akan tetap pindah kalau novelnya udah selesai, terus gimana dengan kyuhyun?

    Buat author nya semoga cepat sembuh.

  4. Waduh…Kyu kenapa tuh? Gara2 minum minuman yg diberikan oleh fans nya Siwon, Kyu yg malah kena getahnya. Moga2 g ada efek yg aneh2 yaa. Kalaupun ada smoga efeknya malah bisa mendekatkan mereka berdua

  5. Hai…kenalin ini reader baru…
    itu kyuhyun gak bakalan knp” kan, trus kapan wonkyu mulai dekat, msh lamakah???…lanjut baca…

  6. eeehhh buset obat perangsang. maunya chap 7 naenaena 😂😂🔫🔫 tapi kaga boleh berharap lebih 😅😅
    semoga cepet sembuh diera-shii 😍😍 makasih loh uda updet 2 chap 😌😌

  7. Hampir aja aku baca yg part 7 dulu.. untung langsung buka home lg dan ternyata author-shii yg baik hati update 2 kali.. yeaayy
    hhuuuaahh gak nyangka kyu gak sengaja minum obat perangsang.. kkkkk
    makanya yg aku heranin katanya di ff ini bakalan ada scene ehem2nya.. dan aku bi laik bakal dibikin gmn ni ff kok baru kenal langsung main aja.. daaaann terjawab sudah disini.. lanjuut mau baca part yg paling penting.. xixixi

  8. GYAAAAAAHAHAHAAAA !!!
    eh maap, review saya selalu diawali dg kata2 gaje. YESYESYES.. oh astaga.. Diera.. You’re the best !!
    Jiwa fujoshi saya langsung meningkat ketika menemukan kata2 ‘rumah’ dan ‘obat perangsang’.
    Oh astaga donghae, tante bangga dengan keputusanmu nak :v
    yuhuu~
    GWS ya diera, Ga Wafat Sekalian *eh*
    becanda.. *candaan yg terlalu*
    Get Well Soon.. Saya mendoakan dengan tulus dan sepenuh hati agar amal anda diterima di-
    -lah, ngaco lagi.
    Pokoknya cepet sembuh ne ? Fighting ! Diera jjang ! ^^

  9. Wah fansnya siwon saingan ama fans saesang nya idol… padahal siwon cuma penulis… obat perangsang lg yg di campur ke minuman 😖Adudu kepo kelanjutannya kyu gimana
    By the way semoga cepet sembuh kaakk ^^

  10. Apa yg akan terjadi slanjutnya?..kyu sih asal minum aja,coba klau dia ambil dari lemari pendingin pasti aman.
    Wonkyu apa yg akan terjadi padamu….
    Smoga kak Diera sehat slalu…jdi bisa terus bikin ff wonkyu, semangat…

  11. Fansnya siwon ekstrim bener, mainnya obat perangsang 😁
    Udah tau kyu minum “itu”, eh malah dibawa ke apartemen siwon…😁
    Apa yang akan terjadi???

  12. What???
    Jujur fans2nya freak ya sereuumm hehehe…
    Cuman kalo dikasih obat rangsangan dan siwon yang meminumnya, apa yang jadi kebahagiaan tersendiri bagi tuh fans?? Masih mikir hehehe
    Apa yang akan terjadi selanjutnya..
    Dan ya… Siwon terlalu ceroboh tanpa membuangnya dulu

  13. Buka blognya kaget kok udah chap 7 aj. Ternyata mang dua kli update.
    Thank u
    Sepertinya ini awal tuk wonkyu.heee
    Btw moga cepat pulih seperti semula ya.

  14. Oh ya Tuhan…..benaran ga nyangkaaa….ada fans yg begitu nekat.Dan melakukan hal seperti itu.Terus bagaimana ini???apa yg akan terjadi selanjutnya????????
    Kyaaaa!!!#kabur….

  15. Obat rangsangan? Asdfghjkl aku gak nyangka itu fansnya siwon kok tega bgt ㅠㅠ tp entah kenapa justru seneng karena yg minum itu Kyuhyun 😂 *mulai bayangin yg enggak engak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s