[SF] Two of Us – Chapter 5

chief-editor-cho

Chapter 5

Siwon memandangi Cho Kyuhyun dengan lekat.

Ini adalah pertemuan kedua mereka. Well, paling tidak untuk pembicaraan novel Siwon. Sejak pertemuan mengejutkan di gedung apartment, beberapa kali Siwon bertemu dengan Kyuhyun saat ia hendak pergi atau pulang dari studio. Keduanya hanya saling menyapa singkat. Bahkan mereka tidak banyak bicara entah itu mengenai pekerjaan atau hal lainnya di luar masalah pekerjaan.

Saat ini, Kyuhyun sedang memeriksa draft terakhir novel The Road yang telah mendapatkan masukan dari Siwon, sebelum ketiga novel milik Siwon masuk ke percetakan. Pihak direksi St. Heaven sebenarnya menginginkan kalau ketiga novel Siwon diterbitkan dengan berkesinambungan –mengingat bahwa novel itu adalah bagian trilogi– dan karena alasan itu juga yang membuat Kyuhyun harus mempunyai banyak waktu untuk melakukan persiapan.

Namun, Kyuhyun telah membuat rencana yang lebih efisien.

Ketiga novel Siwon langsung digarap bersamaan, tapi untuk waktu penerbitannya akan diatur sesuai dengan ketetapan yang diberikan oleh direksi. Selain itu, rencana Kyuhyun juga akan lebih memudahkan pada waktu penyetakan novel-novel tersebut. Itu akan lebih menguntungkan bagi pihak St. Heaven karena mereka akan mempunyai stok lebih banyak untuk setiap novel nantinya sebagai antisipasi permintaan pembaca yang besar.

Siwon mengembuskan nafas berat, tapi sepertinya itu membuat Kyuhyun melirik ke arahnya.

“Ada apa Penulis Choi?” tanya Kyuhyun.

“Oh? Tidak, aku hanya…” Siwon terdiam sejenak.  “Uhm, apa masukan yang kuberikan sebelumnya tidak banyak membantu?”

Heck, kau itu kenapa, Choi Siwon? Kau tidak pernah menanyakan hal itu sebelumnya?

Kyuhyun menatapnya sejenak lalu tersenyum tipis. Kemudian ia kembali berfokus pada draft naskah di hadapannya. “Masukan anda sangat membantu. Tapi saya hanya melakukan beberapa pemeriksaan terakhir sebelum anda juga melakukan proofreading akhir. Untuk lebih memastikan bahwa kami telah melakukan sesuai dengan keinginan anda.”

“Oh.”

Kyuhyun kembali membaca bagian akhir draft. Dan Siwon terjebak dalam kesunyian. Well, ia bukan tidak menyukai situasi tersebut, tapi rasanya sangat canggung. Terlebih kali, Donghae tidak menemaninya dan di dalam ruangan Kyuhyun itu hanya ada mereka berdua.

Siwon mungkin pernah beberapa-kali memasuki ruangan kepala editor, tapi ruangan Kyuhyun memberikan kesan yang begitu berbeda. Tidak ada banyak furniture. Bahkan ruangannya tidak terlalu besar –mungkin karena efek tiga lemari besar yang berisi banyak buku dan mungkin naskah-naskah novel yang pernah ditangani oleh Kyuhyun.

Selebihnya, ruangan itu sangat minimalis.

“Penulis Choi…” ucap Kyuhyun yang kemudian membalikkan draft naskah ke hadapan Siwon. “Aku sudah memeriksanya. Mungkin masih perlu ada beberapa perbaikan lagi. Tapi kami bisa menyelesaikannya sebelum tanggal masuk percetakan. Anda bisa memeriksanya kembali dan bisa menambahkan masukan lainnya. Jika itu diperlukan.”

Siwon melirik naskah yang kini telah berada di hadapannya. Ia bisa melihat ada beberapa tanda tinta berwarna merah. Haruskah ia melakukan editing lagi? Bukankah ini sudah menjadi tanggung-jawab team editor untuk melakukannya? Bahkan dengan semua masukan yang telah Siwon berikan minggu lalu, apakah itu tidak cukup?

Namun, Siwon tidak mengatakan apa pun dan malah mengambil pena yang disodorkan oleh Kyuhyun. Kemudian Siwon mulai membaca draft naskah tersebut. Jujur saja, itu aneh sekali baginya. Sebelumnya, Siwon tidak pernah melakukan editing seperti ini setelah naskah miliknya sudah masuk ke team editor.

“Selagi anda memeriksanya, saya permisi untuk keluar sejenak,” tutur Kyuhyun.

Siwon hanya mengangguk.

Kyuhyun lalu beranjak meninggalkan ruangan tersebut. Siwon menghela nafas berat. Walaupun sebenarnya ia tidak berniat melakukan pemeriksaan seperti ini, Siwon hanya membolak-balik halaman sembari sekilas membacanya. Itu pun jika ia melihat tanda merah.

Siwon pun menyadari bahwa tanda merah itu lebih pada kesalahan penulisan kata atau tanda baca semata. “Well, aku tidak menyangka kalau dia sangat teliti,” gumamnya.

Mungkin karena ia sangat pintar dalam matematika.

Pikirannya sendiri membuat Siwon terdiam untuk sejenak. Entah bagaimana hal itu terlintas begitu saja. Mungkin karena Jun –putra Kyuhyun– pernah mengatakan bahwa ayahnya pernah sangat pintar matematika bahkan mengikuti olimpiade.

Jeez… fokuskan dirimu, Choi Siwon!!

Selagi Siwon sibuk membolak-balik halaman draft, tiba-tiba terdengar suara dering ponsel milik Kyuhyun yang diletakkan begitu saja di atas tumpukan naskah lainnya. Siwon sekilas melirik nama penelepon.

Heechul sunbae? Oh, sunbae?

Siwon mengabaikan dering ponsel itu. Lagipula itu bukanlah ponsel miliknya. Jadi, ia membiarkannya berdering beberapa-kali. Dan dering terakhir yang Siwon dengar sepertinya adalah notifikasi pesan masuk. Siwon kemudian menaruh draft naskah itu serta penanya. Ia tidak menemukan sesuatu yang perlu diedit lagi. Lagipula Kyuhyun sudah melakukan pekerjaannya dengan baik.

Tak lama, Kyuhyun kembali ke ruangannya. Saat hendak duduk, Kyuhyun melihat notifkasi ponselnya. Keningnya berkerut.

“Itu tadi ada yang menghubungimu,” ucap Siwon.

Kyuhyun menatapnya dan tersenyum. “Ah, iya. Hanya dari sunbae saya di universitas,” tuturnya sembari menyimpan lagi ponselnya.

Namun, ponselnya kembali berdering. Kyuhyun sebenarnya bisa mengabaikan telepon tersebut dan menghubungi Heechul setelah pertemuannya dengan Siwon selesai. Tapi sepertinya Heechul akan terus-menerus menghubunginya.

“Ya, sunbae?” ucap Kyuhyun sembari duduk dan melihat draft naskah yang sudah dikembalikan Siwon. “Oh, iya aku sudah membacanya. Sunbae, bisakah kita bicara nanti? Saat ini aku sedang ada pertemuan dengan salah satu penulis.”

Siwon memperhatikan Kyuhyun dengan seksama yang bicara dengan suara pelan.

“Baiklah, aku akan ke kantormu setelah pertemuan ini selesai.” Kemudian Kyuhyun memutuskan sambungan telepon tersebut.

Kyuhyun menatap Siwon. “Maaf, saya tidak bermaksud tidak sopan. Tapi itu adalah urusan yang cukup penting.”

“Oh, tidak apa-apa. Aku bisa mengerti.”

Kyuhyun menyimpan ponselnya di laci. “Anda sudah memeriksa draftnya?”

Siwon mengangguk. “Aku merasa tidak ada yang perlu kutambahkan lagi. Tapi aku sedikit terkejut bahwa anda benar-benar sangat teliti. Dari semua tanda merah itu sebagian besar adalah kesalahan penulisan. Team editor yang pernah bekerja denganku, biasanya baru menemukan kesalahan lainnya setelah contoh percetakan sudah keluar untuk proofreading.”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Itu adalah salah satu aturan yang saya terapkan. Sebelum masuk ke percetakan, saya menginginkan naskahnya sudah siap seratus persen tanpa kesalahan. Jika harus menunggu contoh dari bagian percetakan untuk proofreading sudah keluar, biasanya editor masih melewatkan beberapa kesalahan. Maka dari itu, proses editingnya jauh lebih lama.”

“Ah…”

Well, sepertinya itu memang aturan yang sangat efisien. Dibandingkan harus melakukan beberapa-kali proses editing serta proofreading, lebih baik melakukan proses editing secara menyeluruh hingga mereka tidak menemukan kesalahan apa pun saat memulai menyetak.

“Kalau anda sudah merasa puas, kami akan menghubungi anda lagi untuk pertemuan selanjutnya sebelum draft masuk percetakan. Mungkin dua hari sebelum waktu yang telah disepakati,” ujar Kyuhyun sembari menulis sebuah catatan pada post-it lalu menempelkanya pada halaman terdepan draft tersebut.

Siwon mengangguk. “Baiklah, saya akan menunggu kabar dari anda. Apa hanya ini saja?”

“Begitulah. Karena anda tidak mempunyai masukan tambahan lainnya. Terima kasih telah datang, terlebih saya menghubungi anda secara mendadak.”

Siwon tersenyum tipis dan menggeleng. Kemudian ia berdiri, diikuti oleh Kyuhyun yang juga berdiri.

“Tidak apa. Lagipula tidak banyak yang kulakukan hari ini. Sampai bertemu lagi, Editor Cho,” ujar Siwon sembari mengulurkan tangannya.

Kyuhyun membalas tersenyum dan menyambut uluran tangan tersebut.

*****

“Melihat ekspresi wajahmu, sepertinya pertemuannya cukup lancar,” tukas Donghae.

Siwon yang baru saja kembali dari St. Heaven lalu menghampiri Donghae yang duduk di sofa sembari membaca sesuatu. Ia duduk berhadapan dengan Donghae dan menggumam pelan. “Walaupun sebenarnya agak membosankan karena hampir setengah jam aku hanya memperhatikan Editor Cho melakukan beberapa pemeriksaan terakhir, tapi semuanya tidak ada masalah. Dia bilang masih ada pertemuan lagi sebelum draft masuk ke bagian percetakan.”

Donghae menggumam. “Editor Gil juga sudah memberitahuku sebelumnya. Dia bilang prosesnya lebih cepat dari prediksi awal mereka.”

“Benarkah? Memang biasanya berapa lama?”

Donghae menghela nafas pendek lalu menaruh apa pun yang dibacanya itu ke atas meja dan menatap Siwon lekat. Punggungnya bersandar dan ia sedikit mengeliat untuk pereganggan. “Untuk satu novel, biasanya mereka membutuhkan waktu tujuh sampai sepuluh bulan sampai siap terbit. Tapi project trilogi-mu itu hanya membutuhkan waktu kurang dari enam bulan dari proses sulih bahasa hingga editing.”

“Tidak termasuk perijinan dari CR?”

“Oh, proses perijinan sudah mereka lakukan sejak setahun lalu. Mereka baru mendapatkan draft dari CR sekitar tujuh bulan lalu dan ijin percetakan dan penerbitan baru keluar mungkin empat bulan lalu,” jelas Donghae.

“Jujur saja, kupikir project novel trilogi-mu itu baru bisa terbit setahun lagi sejak mereka mendapatkan draft dari CR. Tapi saat mendapatkan kabar kalau mereka sudah menyelesaikan proses sulih bahasa, aku begitu terkejut. Bahkan saat aku datang pertama-kali ke St. Heaven, mereka sudah menunjukkan progress yang sangat cepat. Terlebih, mereka juga harus menangani novel-novel lainnya,” lanjutnya.

Kening Siwon berkerut. Memang apa yang aneh dengan itu? Bukankah semua publisher akan bekerja seperti itu? Dalam satu waktu mereka tidak hanya menangani satu novel saja. Bahkan seorang editor bisa menangani lebih dari tiga novel. Selain itu, ia juga melihat beberapa tumpukan naskah di meja kerja Kyuhyun. Lalu kenapa Donghae bersikap seolah bahwa itu sesuatu yang luar biasa?

Donghae bisa melihat jelas bagaimana reaksi Siwon dengan apa yang dikatakannya baru saja. “Kau pasti menganggap bahwa itu hanya hal yang biasa, bukan?”

Satu alis Siwon terangkat. Sepertinya kemampuan Donghae membaca pikirannya tidak buruk. “Tentu saja. Bukankah semua cara bekerja team editor seperti itu?”

Donghae mendesah. Ia lalu berdiri dan mengambil sebuah tumpukan kertas –mungkin sebuah dokumen– yang dibacanya dan berjalan menuju meja kerja Siwon. Sang penulis memutar posisi tubuhnya agar ia bisa melihat Donghae yang menyimpan dokumen itu pada salah satu laci meja.

Kemudian Donghae menatap Siwon dari balik meja kerjanya. “Kurasa aku tahu alasan dibalik suasana aneh yang kau rasakan saat pertemuan pertama di St. Heaven.”

Siwon terkejut kalau Donghae mengingat bagaimana kesannya ketika ia pertama-kali bertemu dengan team editor St. Heaven.

“Apa?” tanya Siwon.

“Saat Editor Cho menangani project novel trilogi-mu, dia juga sedang mengurus perceraian dengan istrinya,” tutur Donghae.

Mata Siwon melebar. Siwon tidak bisa menutupi rasa keterkejutannya. Sepertinya baru minggu lalu, ia mengetahui kalau Kyuhyun telah menikah dan mempunyai seorang anak –itu pun karena ketidak-sengajaan mereka tinggal bersebrangan unit apartment– hari ini dia mengetahui kalau Kyuhyun telah bercerai.

“Belakang, aku baru tahu kalau perceraiannya disahkan oleh hakim bersamaan pertemuan pertama kalian di St. Heaven.”

*****

NOTE: Aku akan mengusahakan epilog part 2 scarface bisa dipublish tanggal 31 januari ini..

Tolong didoakan supaya otak dan tangan saya lancar bekerja yaa.. hehehehe

/ditabok!

Advertisements

27 thoughts on “[SF] Two of Us – Chapter 5

  1. Ah mereka masih canggung ya, gak apa apa butuh proses untuk lebih dekat lagi.

    Siwon terkejut banget dengar perceraian kyuhyun.di tunggu moment baby jun sama siwon nya, suka sama interaksi mereka.

    Semoga lancar untuk scarface nya, dan di tunggu publish nya kapan pun 😁

  2. Wah mereka berdua terjebak dlm suasana yg canggung….o ow siwon pasti kaget bgt waktu denger kyuhyun barusan cerai….akkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk kyuhyun yg malang😢😢😢

  3. siwon akhirnya tau nasib pernikahan kyuhyun, apa yg akan terjadi selanjutnya semoga Ada kemajuan hubungan wonkyu,,,
    selalu suka cerita2 unnie, Karena lebih natural, seperti yg ada dalam kehidupan nyata. d tggu banget epilognyaaa…. 😊

  4. wahhhh… siwon kaget bgt ya tau klo kyu dah cerai… kyu ma won msh dlm hub profesional aja ya blm da percik2 apa gtu… he..he..he.. g apa2 slowly tp psti nyantol y.. kpan baby jun muncul lg???? ok di tunggu jg SF ep 2nya. tnang sabar kok nungguinnya…. semangat terus diera ssi!!!!!!!

  5. amiinn aku akan mendoakanmu author-sshi coz dah kangenn bangett sama scarface hehehhee..
    ini masih pada canggung yaa berdua.. tapi spertinya siwon dah mulai ada rasa2 apa gitu sama kyukyu..
    apa nnti ada adegan meminjam gula kan mereka tetangga.. hahahhaa..
    next di tunggu.. #keep writing author-sshi #Hwaiting..!!! 🙂

  6. Saya sangka akan ada percakapan yang bisa mencairkan suasana selain membicarakan kerjasama novel hehehe
    Tapi ya setidaknya siwon sudah tau mengenai kyu yang statusnya telah jadi duda beranak satu..
    Jadi semangat dong ya siwonnya hahaha
    Wahhh kabar baik tgl 31 mau apdet epilog scarface, sangat ditunggu

  7. Andiera fightiiing… 💪🏼💪🏼
    Selalu suka story plot nya.. Apalagi fic ini full WonKyu moments nya..
    Walopun cerita dirasa agak sedikit pelan berjalan menuju Romantic-WonKyu nya, gpp.. Sayah sabar menanti.. 😊😉

  8. Yes ! Yes ! Yes !
    Siwon udah tau kalo kyuhyun bercerai, gaada halangan lagi kan won ? Cepetan sono, entar bisa aja diera masukin orang ketiga, malah susah :3
    Yah.. Tapi bahkan hubungan mereka masih canggung ._.
    Eh, masukan aja nih ya, gimana kalo kyuhyun dulu yg menyadari perasaannya ke siwon ? Soalnya kan kalo di scarface siwon duluan yg suka, harapannya disini gantian kyukyu :v
    oke, maafkan readers yg kelewat cerewet ini. Wakakak.. Saya menanti epilog 2 scarface~
    fighting, diera-ssi ! ^^
    .
    Kimmy

  9. Ouw yeah…!!sepertinya Siwon mmng harus terbiasa dengan suasana sunyi seperti itu saat bersama Kyuhyun kkkkk.
    Penasaran dengan perasaan WonKyu nanti .Kira2 gmna ya???hmmm…knpa jadi begini aq.

    Gumawo eonni…
    Moga lancar ne.
    Fighting!!!!

  10. Awkward bgt sih mereka.. kkkkk
    Udah tau nih siwon kalo kyu lg proses cerai.. embat langsung won *eh
    scarface aku tunggu jugaa

  11. Disini kyu profesional bnget ya, hebat bisa mngesampingkn msalah pribadi. Nah… Siwon udh tau klo kyu cerai, jadi ksempatan terbuka lebar… 😊😁😁

  12. duh mereka masih canggung aja. risih liat kyuhyun pake kata “saya” 😐
    siwon uda keliatan dari awal kalo bakal tertarik sama kyu, tapi kyuhyun? sampe sekarang kaga ada tanda tanda nya 😐😐😐 masih canggung cuma ngobrolin pekerjaan doang 😥
    ayo dong tumbuhin benih benih cintanya 💞💞💞
    scarface epilog 2 ditunggu bangetttt, kangennnn ceritamu yg puanjang kkkkk~~~ semangattt 💪💪💪

  13. Aaminnn aq doakan cepet update ya yang scarface heheh…
    Kyu n siwon canggung banget yah.. Semoga mereka cepat bersatu heheh… Siwon kaget pas tau kyu sudah cerai. Wahh gak sabar untuk lanjutan kisah kyu n siwon ini… Terima kasih diera eonni….

  14. Siwon kget bgt stelah tau kyu baru cerai, mungkin baby jun bisa mencairkan susana klau mreka bertemu lg, di tunggu pertemua mereka bertiga.
    Satu lg apa perjalanan cinta wonkyu yg ini jg akan lambat kyak scarface??

  15. Kaget ya denger kyu udah cerai…😁
    Kaget campur lega pastinya 😄
    Pengen lihat interaksi wonkyu lebih banyak lagi..
    Buat scarface semoga lancar…sangat ditunggu epilog 2 nya…

  16. Hanya mau bilang ga sabar pengen tau gimana cara hubungan wonkyu dimulai tuk tahap ‘lebih’ nya. Siapa yg bakal ngambil tindakn terlebih dulu y

  17. Duuuh canggung banget mereka…
    Semoga chapter depan lebih banyak moment mereka.
    Semangat buat scarface epilog part 2-nya…

  18. memang bener2 canggung klo cma berduaan, apa lg sma org yg bru dikenal hoho
    duh yaa cepet2 akrab deh ya mreka, biar yg baca jg ga canggung /lha
    eh mksd nya biar bisa diperpanjang crita nya /plakk
    haha segitu nya siwon kaget dnger klo kyu udh jdi duda,seneng gitu bisa bebas beduaan nnti sama kyu? /eh

  19. Terjawb judh rasa penasaran kyuhyun
    Tapi sedih juga rasanya kyuhyun dk saat bersamaan perusahaan sma perceraian nya di sahkannya bersamaan
    Jun kasian dia msh kcl
    Emg ya editor cho emg daebak

  20. Pertemuan kedua dan siwon masih gak sadar kalo dia mulai mengamati Kyuhyun. Kayaknya siwon beneran gak nyangka kalo Kyuhyun beneran udah punya anak dan udah cerai. Btw, Kyuhyun itu kesannya perfeksionis bgt deh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s