[SF] Runnin` On Empty

empty-road

Runnin` On Empty

 

29 October 2016

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang sedang mengobrol dengan Changmin sembari salah seorang staff merapikan make up di wajah kekasihnya. Siwon sangat bersyukur karena ia bisa datang ke konser Kyuhyun sesuai dengan janjinya. Walaupun ia tidak bisa menonton, tapi menemui Kyuhyun di ruang ganti sepertinya sudah cukup.

“Siwon…”

Siwon tersadar dan menatap Changmin yang berdiri di hadapannya. “Kenapa?”

“Aku akan pergi duluan,” tukas Changmin.

Kening Siwon berkerut. “Eh? Kenapa? Kita datang bersama, bukan?”

“Aku tahu. Tapi rasanya akan lebih baik aku pergi terlebih dahulu. Lagipula kau pasti ingin lebih lama sebelum waktu di mulai, bukan?” ujar Changmin.

Siwon melirik pada Kyuhyun yang sepertinya sudah selesai dengan make-upnya. Kemudian ia merasakan Changmin menepuk bahunya sebelum berjalan keluar dari ruang ganti tersebut. Siwon menghela nafas pendek lalu ia berdiri dan menghampiri Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit menoleh padanya dan tersenyum. “Kupikir kau akan menahan Changmin lebih lama,” tutur Siwon.

“Dia bilang ingin pergi ke suatu tempat. Kau juga tidak akan lama di sini, bukan?”

Siwon mengangguk lalu ia duduk di kursi kosong. “Begitulah. Walaupun aku ingin menonton, tapi sayangnya aku tidak bisa melakukannya.”

Kyuhyun menghembuskan nafas perlahan. Ia melihat refleksi dirinya di cermin. Staff tersebut selesai dengan make up Kyuhyun lalu berjalan keluar dari ruang ganti untuk menyiapkan outfit yang akan dikenakan Kyuhyun. Dan mungkin memberikan ruang privasi bagi Siwon dan Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit mengubah posisi duduknya hingga ia berhadapan dengan Siwon. Lalu ia melepaskan kalung yang dipakainya. Kalung dengan bandul cincin tersebut. Siwon memperhatikannya dengan seksama ketika Kyuhyun menyimpannya pada sebuah kotak khusus dan memasukkannya ke dalam tas ransel.

“Kupikir kau akan meninggalkannya di dorm,” tukas Siwon.

“Tentu saja tidak. Aku akan memakainya jika kesempatannya memungkinkan. Lagipula itu hadiah dari kekasihku. Mana mungkin aku akan meninggalkannya di dorm. Bahkan jika aku tidak bisa memakainya, paling tidak aku akan selalu menyimpannya di dalam ranselku,” sahut Kyuhyun.

Siwon mengulas sebuah senyuman. Ia mengulurkan tangannya dan mengusap pipi kekasihnya dengan punggung tangan dengan sedikit hati-hati agar Siwon tidak merusak make up. Kyuhyun meraih tangan Siwon dari wajahnya lalu menautkan jemari mereka. Ibu jarinya bergerak mengusap lembut punggung tangan Siwon.

Senyuman Siwon semakin lebar.

Dia sudah terlalu merindukan Kyuhyun. Tapi sayangnya, waktu tidak sedang berpihak pada mereka. Tahun depan, Siwon akan menyelesaikan masa wajib militernya, tapi kemudian Kyuhyun harus menjalani tugasnya. Bahkan jika mereka tidak tahu apakah mereka bisa menghabiskan waktu sejenak sebelum waktu yang telah ditentukan. Kyuhyun belum mendapatkan surat panggilannya walaupun dia sudah mendapatkan jadwal untuk pemeriksaan fisik.

Kemudian terdengar ketukan pintu dan diikuti oleh Yongsuk yang membuka pintu. Kyuhyun dan Siwon menoleh dan mendapati sang manager membawa sebuah buket bunga mawar putih. Yongsuk menaruh buket itu di atas meja rias.

“Dari siapa?” tanya Kyuhyun.

Yongsuk melirik pada Siwon sebelum menjawab, “Ada kartunya. Kau harus bersiap dalam limabelas menit, Kyuhyun-sshi.” Kemudian sang manager meninggalkan mereka berdua lagi.

Kyuhyun mengambil kartu di buket bunga tersebut. Siwon memperhatikannya dengan lekat. Entah, tapi Siwon bisa menebak siapa yang mengirim bunga tersebut.

“Ibumu?!” seru Kyuhyun.

“Eh?!!”

Well, Siwon juga cukup terkejut mendengarnya. Siwon pikir itu adalah kiriman dari Jaeshin atau mungkin Jiwon. Siwon kemudian mengambil kartu itu dari tangan Kyuhyun dan membacanya. “Ini benar-benar tulisan tangan Eomma!”

Siwon tidak percaya kalau ibunya datang ke toko bunga dan menuliskan pesan di kartu itu. Bahkan jika sang ibu mengirim bunga pada seseorang, beliau lebih sering menelepon toko bunga tersebut dan meminta pegawainya menuliskan pesan.

Tapi ini begitu berbeda.

“Kenapa Ibumu…? Siwon, apa kau memberitahunya tentang konserku?”

Siwon menaruh kartu itu di meja dan menggeleng. “Aku tidak mengatakan apa pun. Mungkin Eomma mengetahuinya dari berita media. Tapi Jiwon juga tidak mengatakan apa pun kalau Eomma berencana mengirim buket bunga untukmu.”

Kyuhyun terdiam. Ia memperhatikan buket bunga mawar itu dengan lekat lalu sekilas melirik pada kartu yang datang bersama bunga tersebut.

Hari ini adalah hari besar untukmu, Kyuhyun…

Semoga konsermu berjalan menyenangkan. Aku selalu menyukai suaramu..

Tentu saja, aku juga menyukaimu…

*****

11 November 2016

Kyuhyun mengernyit saat ia memasuki apartmentnya yang sepi.

Beberapa jam lalu, Jaeshin menghubunginya dan meminta agar mereka bisa bertemu di apartment Kyuhyun selepas ia menyelesaikan recording. Tapi dia tidak melihat siapa pun di apartmentnya tersebut. Bahkan saat di basement parkir, Kyuhyun juga tidak melihat mobil yang biasa dikendarai oleh Jaeshin.

Kyuhyun lalu berjalan menuju ruang tengah setelah ia menyalakan beberapa saklar lampu. Ia menyimpan tas ranselnya di sofa dan melepaskan sepatunya. Hanya dengan menggunakan kaus kaki, Kyuhyun berjalan menuju dapur untuk mengambil botol air mineral.

Well, saat ia membuka lemari pendingin, Kyuhyun melihat ada beberapa bahan makanan dan juga beberapa kotak yang berisi side-dish. Kyuhyun terbilang jarang datang ke apartmentnya tersebut. Tapi setiap kali ia berkunjung, selalu ada makanan di lemari pendinginnya. Entah siapa yang mengisinya.

Awalnya, Kyuhyun berpikir Siwon yang menyuruh orang –mungkin Jaeshin atau Jiwon– untuk mengisi lemari pendingin. Tapi kekasihnya tersebut membantahnya. Siwon selalu beralasan karena Kyuhyun jarang datang ke apartment. Bahkan jika pun Kyuhyun datang, itu pun karena Siwon yang memintanya. Lagipula jika bahan makanan terlalu lama disimpan tanpa digunakan pasti akan busuk. Itu adalah pemborosan.

Kyuhyun mendesah pelan. Mungkin dia harus bertanya pada Jaeshin langsung tentang bahan makanan itu. Karena selain ia dan Siwon, hanya Jaeshin, Jiwon dan Ahra yang mengetahui passcode untuk apartment tersebut. Bahkan Kyuhyun belum pernah mengajak member lain untuk melihat apartmentnya tersebut.

Kyuhyun lalu mengambil sebotol air mineral lalu menutup lemari pendingin. Namun, ketika ia berbalik, sosok Jaeshin sudah berdiri di dapur dan membuat Kyuhyun hampir berteriak terkejut.

“Kenapa kau terkejut seperti itu? Bukankah aku bilang akan datang?” ujar Jaeshin.

Kyuhyun mendengus. “Paling tidak, buatlah suara. Aku pikir kau adalah hantu. Kau baru datang?”

“Begitulah. Kau ingin makan malam?” tanya Jaeshin sembari berjalan menuju lemari pendingin. Lalu gadis itu mengeluarkan beberapa bahan makanan dan kotak-kotak berisi side-dish.

Kyuhyun meneguk air mineralnya sebelum ia bertanya mengenai bahan makanan tersebut. “Jae, kau yang membawa bahan makanan itu?”

“Apa maksudmu aku yang membawanya? Aku mana punya waktu untuk pergi ke supermarket lalu datang ke sini untuk mengisi lemari pendingin. Aku pikir Siwon atau dirimu yang melakukannya,” tukas Jaeshin sembari mempersiapkan membuat makan malam.

Kyuhyun sedikit menyingkir dari area dapur agar Jaeshin lebih leluasa untuk memasak. “Siwon tidak pernah datang untuk mengisinya. Dia akan meminta Jiwon untuk belanja setiap kali kami janjian untuk bertemu di sini.”

Kemudian ia terdiam sejenak. “Lalu jika bukan kau atau Siwon, siapa yang melakukannya?”

“Entahlah. Tapi paling tidak, kita bisa makan malam, bukan?”

Kyuhyun mendecih. Rasanya Jaeshin sedikit berubah setelah ia bertunangan dengan Seok Jo. Gadis itu sudah tidak terlalu sibuk mengganggu dirinya lagi. Well, sebenarnya sejak Jaeshin bekerja, ia tidak pernah datang untuk mengganggu Kyuhyun lagi. Namun, perubahannya lebih kentara lagi sejak pertunangan itu.

Kyuhyun kembali meneguk air mineral lagi.

“Jae… Kapan pernikahanmu?”

Jaeshin sontak menatap Kyuhyun lekat. “Pernikahan? Entah. Mungkin di akhir tahun depan? Atau mungkin beberapa tahun lagi. Kenapa bertanya?” tanya sembari mengambil sebuah pisau dari sebuah laci.

Oh, Kyuhyun bahkan tidak tahu di mana letak semua peralatan masak. Jujur saja, Siwon yang lebih banyak memasak dibanding dirinya. Kyuhyun mungkin tahu lemari mana yang menyimpan piring atau mangkuk, tapi untuk peralatan masak seperti pisau dan lainnya, ia buta.

“Hanya penasaran,” tukasnya.

Jaeshin menggumam pelan.

Kyuhyun menoleh ketika ia mendengar suara lift terbuka. Kyuhyun melirik Jaeshin yang sibuk menyiapkan bahan makanan yang akan dimasaknya. Kemudian Kyuhyun berjalan menuju foyer untuk melihat siapa yang datang.

“Siwon…?!!”

Siwon tersenyum dan menghampiri Kyuhyun lalu memeluknya erat. Selain Siwon, Jiwon dan Seok Jo juga datang. Kyuhyun dengan cepat melepaskan pelukan Siwon karena bagaimana pun juga ini pasti terlihat canggung untuk Seok Jo.

“Halo Oppa. Jaeshin sudah datang?” tanya Jiwon.

Kyuhyun mengangguk. “Di dapur. Sedang menyiapkan makan malam.”

Kemudian Jiwon langsung ke dapur, mungkin untuk membantu Jaeshin. Kyuhyun menatap Seok Jo dengan canggung lalu membungkuk untuk memberi salam. Tunangan Jaeshin itu membalas salam Kyuhyun sembari tersenyum tipis.

“Selamat untuk comebackmu, Kyuhyun-sshi,” tutur Seok Jo yang kemudian menyodorkan sebuah botol wine.

Kyuhyun menerima botol wine tersebut. “Ah, terima kasih. Tapi…” Ia melirik pada Siwon yang berdiri di sisinya. “Kenapa kalian datang? Aku pikir, aku hanya bertemu dengan Jaeshin saja.”

Siwon sedikit menyentil kening Kyuhyun. “Hey, apa kau pikir Jaeshin akan memintamu bertemu di sini tanpa alasan?” sahutnya. Lalu Siwon menatap pada Seok Jo,  “Seok Jo, kau bisa duduk di ruang tengah. Atau mungkin kau bisa melihat calon istrimu itu memasak? Siapa tahu kau ingin melihat bagimana masa depanmu di tangan Choi Jaeshin.”

Seok Jo tertawa kecil. “Kurasa tidak ada masalah dengan kemampuan memasak Jaeshin. Walaupun terkadang aku merasa cemas. Kupikir aku bisa membantunya di dapur.”

Setelah Seok Jo pergi ke dapur, Siwon langsung menarik Kyuhyun ke ruang tengah. Ia mengambil botol wine dan botol air mineral dari tangan Kyuhyun dan meletakkannya ke atas coffee table. Lalu Siwon memeluk Kyuhyun dengan erat.

“Selamat untuk comebackmu, sayang.”

Kyuhyun menghela nafas dan membalas pelukan Siwon. Tangannya bergerak lembut mengusap punggung Siwon. “Terima kasih. Tapi kenapa kau tidak mengatakannya kalau kau ingin melakukan hal ini? Jaeshin juga hanya mengatakan kalau ia ingin bertemu saja. Kupikir ada sesuatu yang ingin dibicarakannya.”

“Well, ini adalah rencana Jiwon. Aku juga sedikit terkejut ketika ia datang untuk menjemputku. Bahkan lebih terkejut lagi ketika bertemu Seok Jo di basement parkir,” ucap Siwon sembari melepaskan pelukannya.

Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun yang terlihat lelah. Dengan lembut, jemarinya mengusap bagian bawah mata Kyuhyun. “Kau kurang tidur?”

“Begitulah. Akhir-akhir ini aku mengalami insomnia. Tapi belum begitu parah, aku masih bisa tidur selama beberapa jam,” tutur Kyuhyun.

“Sebaiknya kau tidur saja sembari menunggu makan malam siap. Kurasa akan butuh waktu agak lama. Bahkan jika ada tiga orang yang memasak,” tukas Siwon.

Kyuhyun menggeleng. “Aku tidak apa-apa. Tapi omong-omong… Siapa yang pergi belanja? Apakah Jiwon?”

“Entah. Mungkin saja dia. Terlebih makan malam ini adalah rencananya. Ah, sudahlah. Lebih baik kau tidur saja dulu.”

“Tapi aku…! Siwon!!”

Siwon menolak mendengar kata tidak dari Kyuhyun. Jadi, dia menggendong Kyuhyun dan membawa kekasihnya ke dalam kamar.

*****

22 January 2017

Siwon memandangi Kyuhyun dengan begitu khawatir.

Saat Siwon mendengar kalau Kyuhyun sakit, dengan cepat ia meminta ijin selama beberapa jam pada pengawasnya. Walaupun apa yang dilakukannya melanggar peraturan, tapi Siwon akan menerima hukumannya nanti. Yang terpenting baginya adalah kondisi Kyuhyun.

Beberapa jam lalu, Kyuhyun baru saja kembali dari Jepang setelah konsernya. Bahkan sebenarnya Kyuhyun kembali ke Seoul pun hanya untuk menghadiri fanmeeting lotte sebelum besok pagi akan kembali terbang ke Fukuoka. Tapi sejak di perjalanan menuju dorm, Kyuhyun sudah mengeluh bahwa semua tubuhnya terasa sakit begitu juga dengan bagian tenggorokannya.

Yongsun sudah memanggil dokter. Jadi, begitu Kyuhyun sampai di dorm, dokter langsung melakukan beberapa pemeriksaan dan memberikan suntikan. Walaupun sebenarnya nasihat dokter adalah Kyuhyun untuk beristirahat yang cukup terlebih dengan kondisinya yang beberapa bulan lalu sempat menjalani operasi pita suara.

Selepas pemulihan selama tiga minggu, Kyuhyun kembali bekerja padahal seharusnya ia lebih banyak beristirahat. Dokter juga sudah memberi peringatan atas kondisinya tersebut. Tapi Kyuhyun adalah tipe keras kepala –terlebih jika berkaitan dengan tanggung-jawab pekerjaannya.

Siwon menghela nafas pendek lalu menoleh ketika salah seorang coordie masuk ke dalam kamar Kyuhyun dengan membawa pakaian yang harus dikenakan Kyuhyun untuk acara fanmeeting tersebut. Sang coordie meletakkan pakaian itu di meja.

“Kyuhyun-sshi, ini pakaiannya. Tapi sunbae mengatakan kalau kau tidak perlu datang.”

Kyuhyun menggeleng. “Tidak… Akh! Tidak apa-apa. Aku hanya butuh beberapa jam untuk istirahat sejenak.”

Coordie itu mendesah pelan lalu menatap Siwon dengan seolah mengatakan bahwa ia harus membujuk Kyuhyun untuk tidak pergi. Siwon kemudian mengangguk kecil. Sang coordie keluar dari kamar tersebut. Siwon kembali memandang Kyuhyun dengan khawatir.

“Aku akan tetap pergi, Siwon.”

“Tapi Kyuhyun….”

“Ini adalah pekerjaan, Siwon. Ini adalah tanggung-jawabku. Lagipula ada hyung lainnya. Mereka bisa menjagaku.”

Siwon tidak mengatakan apa pun. Walaupun ada Jungsoo hyung dan lainnya yang akan menjaga Kyuhyun, tapi tidak menghilangkan kekhawatiran Siwon. Yang Kyuhyun butuhkan adalah tidur dengan cukup selama tujuh atau delapan jam. Bukan sekedar istirahat selama dua atau tiga jam saja. Terlebih insomnia Kyuhyun semakin parah. Siwon mendapat kabar kalau dalam sehari Kyuhyun bahkan hanya tidur kurang dari empat jam. Dengan semua kesibukannya, tidur selama empat jam tidak akan cukup untuk membuat tubuhnya mendapatkan istirahat.

“Kyuhyun, tidak akan ada yang menyalahkanmu jika kau tidak datang. Mereka pasti bisa mengerti kalau kondisimu tidak memungkinkan. Kau perlu istirahat, sayang.”

“Aku akan tidur lebih awal malam ini. Lagipula fanmeeting ini hanya untuk beberapa jam. Setelah itu aku akan kembali ke dorm dan tidur,” tutur Kyuhyun berargumen.

Siwon mendesah. “Kenapa kau begitu keras kepala, Kyuhyun? Aku mengkhawatirkanmu.”

Kyuhyun tersenyum tipis. Lalu ia bangun perlahan dan menyentuh wajah kekasihnya dengan jemarinya. Oh, Siwon bisa merasakan sensasi dingin dari ujung jemari Kyuhyun pada permukaan kulitnya. Bahkan wajah Kyuhyun terlihat begitu pucat.

“Aku tahu kalau kau mengkhawatirkanku. Aku sangat berterima-kasih. Tapi aku tahu persis batasan tubuhku, Siwon. Aku masih bisa bertahan. Kumohon…”

Siwon menghembuskan nafas. Ia meraih tangan Kyuhyun lalu menciumi jemari dan punggung tangan kekasihnya tersebut. “Baiklah. Aku akan mengantarkanmu sebelum aku kembali.”

Kyuhyun tersenyum dan mengangguk.

*****

Siwon memperhatikan Kyuhyun dengan seksama.

Wajah kekasihnya sudah tidak sepucat sebelumnya. Tapi itu pun karena make up. Dalam duapuluh menit acara akan segera dimulai dan Siwon harus segera kembali. Tapi hatinya begitu berat untuk meninggalan Kyuhyun dengan kondisinya saat ini. Wajahnya mungkin sudah tidak terlihat pucat, tapi keringat dingin masih keluar dari pori kulitnya dan terakhir kali Siwon menyentuh Kyuhyun, tubuhnya terasa panas.

Bukan hanya Siwon yang khawatir dengan kondisi Kyuhyun, begitu juga dengan member lainnya yang hadir dalam fanmeet tersebut. Bahkan Jungsoo dan Heechul sudah bersusah payah untuk membujuk Kyuhyun agar ia lebih baik pulang dan beristirahat. Tapi Kyuhyun masih begitu keras kepala.

Kyuhyun menghampiri Siwon dan tersenyum padanya.

“Kau harus kembali, bukan? Aku akan mengantarmu sampai pintu keluar.”

“Kyuhyun, kau tidak ingin berubah pikiran? Kondisimu…”

Kyuhyun menggeleng. “Aku baik-baik saja, Siwon. Aku…”

“Kau tidak dalam kondisi baik-baik saja, Cho Kyuhyun!! Kenapa kau begitu keras kepala, eoh!!” seru Siwon dengan marah.

Amarah Siwon yang meledak itu membuat seisi ruangan menjadi sunyi. Mereka semua memperhatikan Siwon dan Kyuhyun dengan lekat.

“Siwon…” bisik Kyuhyun.

“Kondisimu tidak baik, Kyuhyun! Kenapa kau harus memaksakan diri untuk datang?! Dokter mengatakan kalau kau butuh istirahat. Suntikan obat tidak akan cukup membuat kondisimu menjadi lebih baik. Kau bahkan…. Tubuhmu bahkan terasa sakit setiap kali disentuh. Itu adalah pertanda bahwa kau butuh istirahat, Kyuhyun. Kenapa kau selalu menunggu hingga kondisi menjadi lebih buruk sebelum kau bisa berhenti, eoh?! Tubuhmu sudah mengatakan padamu bahwa kau butuh istirahat, tapi kau terus memaksakan diri!”

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia tahu bahwa ucapan Siwon cukup beralasan, bahkan kekasihnya itu sangat berhak marah padanya. Tapi Kyuhyun tidak bisa mengabaikan tanggung-jawabnya. Dan kenyataan bahwa dirinya sakit saat ini adalah memang kesalahannya sendiri karena tidak bisa menjaga kesehatannya. Kyuhyun tidak akan menyalahkan siapa pun atau bahkan menggunakan alasan ini untuk lepas dari tanggung-jawab pekerjaannya.

Kyuhyun memperhatikan orang-orang yang memandang pada mereka. Oh, ia paling tidak suka dengan hal seperti ini. Terlalu banyak perhatian yang tertuju pada mereka.

“Siwon, kau sudah setuju kalau aku menghadiri fanmeeting ini. Aku masih bisa bertahan. Kumohon…” kemudian Kyuhyun memeluk tubuh Siwon. Walaupun sebenarnya tubuhnya berteriak kesakitan, tapi Kyuhyun tetap memeluk kekasihnya.

Siwon menarik nafas perlahan. “Kyuhyun, lepaskan pelukanmu. Tubuhmu pasti kesakitan saat ini,” gumamnya. Siwon tahu persis tentang hal itu. Ia bahkan tidak bisa mendorong tubuh Kyuhyun tanpa membuatnya merasa kesakitan. Jadi, ia membiarkan Kyuhyun memeluknya hingga kekasihnya sendiri yang melepaskan pelukan tersebut.

Kyuhyun menggeleng. Ia semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di bahu Siwon. “Tidak apa-apa, rasa sakit tidak begitu buruk.”

Dan Siwon tahu bahwa itu adalah sebuah kebohongan.

*****

23 January 2017

Kyuhyun merintih di atas tempat tidur, di kamar hotelnya.

Ia baru saja menyelesaikan konser hari pertamanya. Jujur saja, ini adalah konser terburuk yang pernah dijalani oleh Kyuhyun. Pada sesi pertama, suaranya tidak keluar bahkan walaupun ia sudah berusaha. Bahkan enam jam sebelum waktu konser, saat Kyuhyun pergi menemui dokter untuk mendapatkan suntikan lainnya juga tidak membantu banyak. Cukup beruntung pada sesi pertengahan, suaranya mulai terdengar lebih baik.

Tapi Kyuhyun merasa bersalah pada fansnya karena tidak bisa memberikan pertunjukkan yang baik.

Kini, setelah tiga jam setelah konser, Kyuhyun merasakan efek dari sifat keras kepalanya. Seluruh tubuhnya terasa sangat sakit, bahkan jika Kyuhyun bergerak sedikit saja, rasa sakitnya tidak tertahankan. Begitu pula dengan tenggorokannya. Oh, Kyuhyun begitu khawatir dengan kondisi pita suaranya saat ini.

Kyuhyun tidak ingin kalau dia harus menjalani treatment lagi, terlebih karena sifat keras kepalanya.

“Ahh….”

Kyuhyun kembali mengerang pelan. Dengan memeluk bantal dengan erat –bahkan bantal lembut saja terasa seperti bantal yang dipenuhi jarum– Kyuhyun berusaha untuk merilekskan tubuhnya agar dia bisa tidur lebih awal. Besok masih ada pertunjukkan lainnya.

Siwon…

Kyuhyun memejamkan matanya. Air matanya mulai jatuh. Rasa sakit itu sudah tidak bisa tertahankan lagi.

Siwon, tolong aku! Rasanya sakit sekali…

Tapi Siwon tidak sedang bersamanya saat ini. Bahkan ada jarak yang begitu jauh memisakan mereka berdua.

“Kyuhyun…?”

Kyuhyun mendengar seseorang menyebut namanya. Tapi ia tidak bisa membuka matanya Ia sudah tidak kuasa lagi menahan rasa sakit. Kemudian ia mendengar suara lainnya. Mungkin ada sekitar tiga atau empat orang berada di kamarnya saat ini.

Kyuhyun berasumsi salah satu di antara mereka adalah managernya. Tapi yang lainnya, Kyuhyun tidak tahu. Secara samar, Kyuhyun bisa mendengar kalau mereka berbicara dalam bahasa jepang.

Kemudian, Kyuhyun merasakan nyeri pada bagian lengannya.

Perlahan, rasa sakit itu mulai menghilang. Walaupun tidak cepat. Kyuhyun masih merintih kesakitan –terlebih ketika ada seseorang yang menyelimuti tubuhnya. Dan sentuhan tangan di kepalanya. Mengusap lembut surai rambutnya.

“Eugh…”

Kyuhyun melenguh. Semakin lama, rasa sakitnya mulai hilang dan tubuhnya menjadi lebih rileks. Perlahan, Kyuhyun bisa membuka matanya perlahan. Ia bisa melihat punggung seseorang yang sepertinya sedang bicara dengan orang lain.

“Uhm. Dokter sudah memberikan suntikan obat padanya. Dokter bilang kalau itu akan menghilangkan rasa sakitnya. Tapi Kyuhyun lebih butuh istirahat.”

Kyuhyun seperti mengenali suara tersebut.

“Aku tahu, Siwon.”

Siwon?!

Seseorang itu berbalik dan menatapnya. Kyuhyun kini bisa melihat wajahnya. Seorang gadis.

“Jae…” gumamnya parau.

Gadis itu duduk di tepi tempat tidur dan mengusap lembut kepalanya. “Kau ingin bicara dengannya? Dia sepertinya masih sadar.” Lalu gadis itu mendekatkan ponsel pada telinga Kyuhyun.

“Kyuhyun…”

Itu adalah suara Siwon.

“Si… won.”

“Hey, sayang. Apa kau merasa jauh lebih baik? Rasa sakitnya sudah berkurang?”

“Siwon…”

“Iya, ini aku, Kyuhyun. Aku meminta Jaeshin untuk pergi ke Fukuoka untuk melihat bagaimana kondisimu. Dia bilang sakitmu bertambah parah dan staff harus memanggil dokter. Apa yang kau rasakan sekarang, Kyuhyun?”

Air mata Kyuhyun kembali jatuh. Oh, rasanya sudah lama sekali sejak Kyuhyun menangis seperti ini.

“Siwon, rasanya sakit sekali.”

“Aku tahu, sayang. Aku tahu. Tidurlah, itu akan membantu mengurangi rasa sakitnya. Jika kau masih merasakan sakit, Jaeshin akan memanggil dokter lagi.”

“Siwon…”

Tidak ada yang bisa dikatakan oleh Kyuhyun. Emosinya terlalu kacau untuk dia bisa bicara. Terlebih saat Kyuhyun mendengarkan suara Siwon. Semua pertahanan dirinya luruh.

“Tidurlah, sayang. Aku akan menjagamu dari jauh. Pejamkan matamu dan bayangkan aku berada di sisimu. Menjagamu sepanjang malam. Aku tidak akan pergi ke mana pun, Kyuhyun. Aku selalu berada di sisimu. Tidurlah, sayang.”

Kyuhyun kemudian memejamkan matanya. Kata-kata Siwon terdengar begitu menenangkan baginya. Walaupun Kyuhyun tahu persis kalau Siwon tidak berada di sisinya saat ini. Tapi Siwon tidak pernah berbohong. Siwon tidak akan meninggalkannya. Siwon selalu berada di sisinya, menjaganya walaupun Kyuhyun sering-kali membuatnya marah karena sifat keras kepalanya.

“Aku mencintaimu, Siwon..”

“Aku juga sangat mencintaimu, Kyuhyun. Selamat malam sayang. Tidurlah yang nyenyak. Aku ada di sini untuk menjagamu.”

Kyuhyun tersenyum tipis. Lalu ia jatuh dalam bunga tidurnya.

*****

NOTE: Udah lama banget gak nulis yang oneshot.

Advertisements

30 thoughts on “[SF] Runnin` On Empty

  1. Ini panjang dan puas banget,baca ini jadi kangen banget moment mereka.
    Pas tau siwon datang saat fanmeet, terus kyuhyun yang nganter dia, itu seneng bukan main tapi sayang gak ada fotonya. Kyuhyun nya sakit sedih deh, bener dia itu kurang istirahat.
    Gws buat kyuhyun 😢

  2. Siwon is always there with kyuhyun..
    Kapanpun kyuhyun butuh, siwon slalu ada disana..
    Sukaaaaa banget..
    Tapi kyu, lain kali kadar kekeras kepalaannya dikurang2in dikit ya, kn ga enak klo jadinya malah tmbah sakit gtu

  3. kalau d ff kyuhyun disiksa selalu suka, tapi kalau kenyataannya seperti itu suka gk tegaaa…. TT
    Kyu, emang keras kepala banget. greget banget sama kyuu…
    d tggu ff lainnya 🙂

  4. Sekali kali Siwon juga musti berani tegas sama kyuhyun, itu juga untuk kebaikan kyuhyun,, kalau keras kepalax kyuhyun di ikutii ya begini jadinya,, 😥 hawatir itu ketika kyuhyun sakit dan siwon ga ada disininya untuk ngerawat dia

  5. begitu bka blog ini trus ada oneshot aq pkir psti ada kaitannya sma skitny kyu,,,trnyta bner
    ksian bnget kyu d fnmeet kmrin kliatan bnget dia nahan skitnya smpe ngeringis gitu.
    syang ga ada fto kbersamaan wonkyunya pdhal siwon kn dtang.
    ff nya sweet abies makasih diera oennie

  6. yg bawah.. aku baca nya nyesek masa 😭😭
    duuh yaa bener2 ga kebayang gmana sakitnya Kyuhyun krna tubuhnya terkuras buat konser ini itu, apa lg suara nya sempet ilang 😢😢
    GWS buat Kyuhyun.. slalu jaga kesehatan ya, apa lg bentar lg dirimu mau wamil aah ga nyangka :3
    ibu nya Siwon ngirim buket buat kyuhyun? apa itu arti nya? waahh..
    jgn2 yg nyimpen makanan di kulkasnya kyuhyun jg ibunya siwon 😮😮

  7. Daebak!!!
    Ff’y bikin nangis eonni.Nangis terharu.Baca ini serasa jadi tau apa yg tengah terjadi dlm momment-memment kemarin.
    Semoga Kyuhyun oppa segera sembuh.
    Saranghae uri WonKyu.

    Jeongmal gumawo eonni..
    Fighting!!!

  8. ko gw nangis ya??
    ngebayangin betapa lelahnya jd kyuhyun,trus pas sakit bngt,orng yng paling di harapkan ada di samping kita kenyataannya lg jauh bngt,itu sumpah nyesek bngt,trus makin sedih lagi kyuhyun bnrn lagi sakit skrng,heuheu….

  9. Astaga,, kyu, kau membuat siwon khawatir nak :v
    daebak ni ff, romance-angst nya kerasa, feelnya dapet banget. Ga kebayang apa yang dirasain kyunnie T.T
    siwon selesai wamil, gantian kyuhyun yg masuk. Kangen moment mereka. Tapi untung aja kyu jadi pekerja sosial, bukan tentara yg berat. Sedih si, ga bisa ngeliat moment mereka dlm jangka waktu yg amaatt lama.
    Oke ini malah curcol :3
    pokoknya oneshoot ini kerenn !!
    Udalah, ini aja ._.
    .
    Yang masih menunggu scarface dan two of us,
    Kimmy

  10. Apa cuman aku yg mewek waktu baca??
    huhuhu soalnya kebawa bgt ini cerita dan langsung inget direalitanya..
    kalo gini caranya, mending kyuhyun cepet2 wamil aja.. gak tega diforsir terus.. secara wamilnya di bagian pekerja sosial yg gak berat2 amat..
    Dan gak nyangka bgt waktu fm siwon dateng.. thx won.. jagain uri babykyu terus yaa.. dan buat baby gws ya sayang..

  11. Ikut merasa sedih dgn situasi kyu..siwon pasti sgt risau dan kyu pasti sgt memerlukan siwon di saat2 dia sakit..how deep is your love, siwon? So caring & loving..sgt beruntung kyu memiliki kekasih sebaik siwon..sampai2 mengirim jae ke japan utk mjaga kyu

  12. Terharu banget dengan perhatian Siwon ke Kyu. Cinta Siwon bener-bener tulus. Mereka bener-bener pasangan sejati.
    FFnya keren

  13. oneshoot yang panjang suka 😍😍😍
    jadi inget waktu siwon dateng ke fanmeet trus kyuyon nganterin keluar, duhhh sweet~~~
    ga tega kyuyon sakit kek gitu, nagis ihh bacanya, semoga sakit kyu yang real life ga sesakit di ff ini ya, ga tegaa lah kalo kyu ampe kesakitan bangett kek gitu 😢😢

  14. ya ini mengobati rasa rindu sama wonkyu hehehe….
    kyuhyun emang keras kepala untung aja siwon selalu perhatian sama kyuhyun.
    lanjut ff lainnya ya

  15. Ini semua kejadian di jadiin satu ff..
    Rasanya puas banget lah..
    Btw saya kira pas di fukuoka siwon nekad datang kesana taunya ga..
    Hehehe..
    Yang di fanmeet itu ah bahagia denger siwon datang, dia rasanya akan selalu datang kalo kyu sakit..
    Biasanya orang sakit suka manja sama orang yang disayangnya…

    Dan masih menunggu kelanjutan scarface hehehe

  16. Baca ini bikin meneteskan air mata deh huhuhu 😭😭😭 Bikin makin kangen momen2nya wonkyu dan harus bersabar 2 taun lagi buat liat mereka 😂
    Aku jarang buka twitter di bulan januari ini apa kyuhyun beneran sakit? 😖 dan setiap buka rata2 isinya foto pas fanmeet sm konser solonya dia hufff. Kalo dia beneran sakit gws kyukyu!

  17. Kyu cepat sembuhnya jgn sakit lagi apalgi kyu sampai gak keluar suaranya pas konser jgn paksakan diri kyu
    Wonkyu emg so sweet satu sama lain
    saya suka bgt ff wonkyu yg ini soalnya lebih panjang

  18. pdahal bru selesai nonton kyu di new journey to the west konyol bgt kyu pa lg ep 2 nya…. g nyalahin kyu jg sie klo dia keras kepala soal tanggung jwab krjaan tp klo mpe bikin dia tepar gtu g tega jg… hhhhh rsanya kangen bgt liat wonkyu moment … siwon always sweet and lovely as usual…

  19. Ff wonkyu baru lagi…asyik!!!
    Siwon bner” perhatian bgt sama kyuhyun dan juga sangat menjaga kyuhyun mskipun kyuhyun sngat keras kepala…

  20. Astagaa akhirnya ada yg bikin ff dari moment siwon yg dtg ke fanmeet.
    Duhh kyuu keras kepala sekali si ngeliat kyu sakit jadi nya sedih bgt tapi seneng karna siwon tau dan Aaaahh walau gk ada fotonya tapi denger siwon dtg ke fanmeet pas kyu sakit rasanya bahagiaaa

  21. Udahh lamaa gak bacaa ff Wonkyu yang model ginii lahh wkwk… Membangkitkan khayalan manis para WKS yang terpendam hahhha … tapi gini nih resiko jadi WKS mah~ siwon dateng ke fanmeet trus dianter kyu keluar aja gak adaa fotonyaa, sedihh ihhh … Padahal udh kangen sama moment merekaa u,u

  22. They should get marry….
    Wanna see Appa Choi give his appreciation towards Kyuhyun since everyone has show….is great to read your story…..thanks for the continuous update from you😁😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s