[SF] Scarface Part 59

wedding-dress

59

Siwon memeriksa semua dokumen yang dibawa oleh Yunho. Ia tidak menyangka kalau dokumen dari imigrasi bisa diselesaikan dengan cepat. Tapi Siwon masih harus menunggu dokumen visa dari pihak kedutaan yang baru diajukannya akhir minggu kemarin. Selain itu, mereka juga belum mendengar kabar lanjutan dari pemilik rumah yang mereka sewa di Praha.

Awalnya, Siwon ingin memilih desa di sekitas Praha, tapi Kyuhyun mengatakan kalau mereka adalah pendatang. Rasanya akan sulit jika mereka memerlukan sesuatu, terlebih di kota yang begitu asing. Jadi, Siwon mengalah dan memilih daerah pusat kota yang transportasinya lebih mudah dijangkau.

Mereka menemukan sebuah rumah yang tidak terlalu besar dengan suasananya yang terlihat nyaman. Well, mereka hanya melihatnya dari website. Selain itu, rumah itu juga cukup dekat dengan rumah sakit di mana Kyuhyun akan memulai terapinya. Hal itu yang juga menjadi pertimbangan Siwon. Kyuhyun mungkin mengatakan bahwa dia baik-baik saja, tapi Siwon terkadang terbangun di malam hari dan mendapati Kyuhyun seperti mengalami mimpi buruk. Siwon tidak mengatakannya pada Kyuhyun, karena ia yakin Kyuhyun akan mengatakan itu hanya mimpi buruk semata.

Namun, dokter Seo mengatakan agar Kyuhyun lebih peka terhadap masalah mentalnya sendiri. Trauma yang dialami Kyuhyun bukanlah sebuah penyakit yang bisa disembuhkan dengan obat. Butuh perhatian yang khusus. Oleh karena itu, walaupun Kyuhyun belum mengalami masalah apa pun, tapi mereka harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Terapi adalah salah satunya.

Jadi, selagi mereka mencari lokasi rumah, Siwon juga mencari informasi mengenai rumah sakit yang mempunyai department psikiatri.

“Kalian belum menentukan tanggal kapan kalian pergi?” tanya Yunho yang datang dari arah dapur sembari membawa segelas minuman.

Siwon melirik Yunho yang sedang duduk. Ia menggeleng. “Visa dan surat dari department tenaga kerja belum keluar. Lagipula Kyuhyun sepertinya masih belum siap untuk pergi.”

“Karena kakaknya?”

Siwon mengangguk. “Mungkin ia ingin memastikan terlebih dahulu rencana pernikahan itu tetap berjalan,” tuturnya sembari merapikan semua surat-surat itu dan memasukkannya ke dalam sebuah map besar.

Yunho menaruh gelas di atas coffee table. “Ahn Jisung belum memutuskan mengenai kelanjutan pernikahan itu?”

“Entahlah. Tapi sepertinya belum. Kyuhyun belum mengatakan apa pun.”

“Ah… Omong-omong soal Kyuhyun, dia pergi ke mana?”

Siwon menyandarkan punggungnya di sofa dan menatap Yunho lekat. “Entah, dia hanya bilang kalau ingin bertemu dengan Hyukjae.”

Alis Yunho terangkat. “Dan kau memberikan mobilmu padanya? Kupikir, kondisi Kyuhyun belum cukup baik untuk dia bisa menyetir sendiri.”

“Mau bagaimana lagi. Walaupun aku bisa mengantarnya ke mana pun, tapi aku tidak ingin seolah mengekangnya. Dan dibandingkan dia naik taksi, lebih baik dia memakai mobilku. Asalkan dia selalu memberi kabar padaku, itu sudah cukup.”

Yunho tersenyum tipis. Ini adalah sosok Siwon yang begitu berbeda dari Siwon yang dikenalnya selama ini. Namun, ini adalah perubahan yang baik. Hanya saja, Yunho selalu berpikir Siwon akan berubah jika menemukan wanita yang tepat. Tapi ternyata Siwon butuhkan adalah pria yang tepat.

“Well, jika itu menurutmu baik.”

*****

Kyuhyun melirik ponselnya. Seharusnya ia mengirim pesan pada Siwon, tapi diurungkannya. Sedikit berlebihan jika Kyuhyun harus mengirim pesan setiap satu jam sekali dan lagipula dia baru saja mengirim pesan tujuhpuluhlima menit yang lalu.

Er… bagaimana bisa aku menghitung setiap menitnya?

Kyuhyun menghela nafas. Untuk kesekian kali. Matanya masih tertuju pada ponselnya di atas meja. Bahkan Hyukjae yang duduk dihadapannya memperhatikannya dengan seksama. Hyukjae bisa melihat kalau Kyuhyun terlihat gusar.

“Kau kenapa?” tanyanya singkat.

Kyuhyun menatap Hyukjae lalu menggeleng. “Bukan apa-apa.”

“Kau yakin? Pasalnya, hari ini kau pendiam sekali.”

“Tidak ada apa-apa, Hyukjae.”

Hyukjae hanya mengangkat bahunya lalu menyeruput kopinya. Hari ini ia bertemu lagi dengan Kyuhyun di coffee shop dekat kantor firma hukum. Walaupun Hyukjae sudah mengatakan kalau dia bisa datang menemui Kyuhyun di apartment Siwon –itu pun kalau Kyuhyun memberikan alamatnya– tapi Kyuhyun malah menolak dan datang menemuinya langsung.

Hyukjae sendiri merasa tidak mempermasalahkan hal tersebut, tapi melihatnya datang dengan mengendarai mobil milik Siwon –Kyuhyun mengatakan kalau mobilnya sudah dijual– itu membuat Hyukjae khawatir. Kyuhyun mengatakan bahwa semua orang mengatakan hal yang sama seperti dirinya, namun Kyuhyun berpikir itu terlalu berlebihan. Dia mungkin mengalami trauma akibat penculikan itu, tapi bukan berarti dia merasa paranoid mengendarai mobil.

“Belum memutuskan tanggal kalian pergi?” tanya Hyukjae memecah kesunyian.

Kyuhyun menggeleng. “Surat-suratnya belum selesai semua.”

“Hanya tinggal masalah visa dan ijin kerja, bukan? Itu akan selesai dalam seminggu.”

“Aku tahu.”

Hyukjae memicingkan matanya. “Kau masih belum siap meninggalkan Korea.”

Kyuhyun tidak mengatakan apa pun. Dia hanya berdeham pelan sembari mengalihkan perhatiannya di sekeliling café. Kyuhyun tidak peduli jika ia terkesan menghindari pertanyaan. Toh, lagipula Hyukjae sudah bisa membaca pikirannya. Kyuhyun tidak perlu memberikan jawaban.

“Karena masalah pernikahan kakakmu?”

“Bukan hanya itu,” gumam Kyuhyun. “Ada banyak hal yang sebenarnya bisa menahanku pergi. Tapi aku tahu bahwa semua itu hanya alasan semata. Lebih banyak yang bisa menjadi alasanku untuk pergi dari Korea.”

“Keluargamu, keluarga Choi terutama Choi Yoojin, Seon Hwan dan termasuk Siwon sendiri.”

Kyuhyun mengangguk. Hyukjae menghembuskan nafas perlahan. Dia bisa mengerti dengan apa yang dialami oleh Kyuhyun saat ini. Keputusan pergi meninggalkan Korea bukan sesuatu yang mudah kau lakukan terlebih dengan hal-hal yang kau tinggalkan. Ini adalah sebuah langkah besar bagi Kyuhyun. Pergi ke negara yang begitu asing dan meninggalkan semua hal yang pernah menjadi bagian hidupnya di Korea. Namun, ini adalah untuk yang terbaik.

Demi kebahagiannya.

“Kudengar, Republik Ceko adalah negara yang indah. Kau tidak akan tinggal di desa, bukan? Aku tidak bisa membayangkan seorang Cho Kyuhyun tinggal di desa.”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Tidak. Kami akan tinggal di pusat kota. Sebenarnya Siwon memilih sebuah desa –aku bahkan tidak ingat namanya. Kami sempat berdebat lama, tapi akhirnya dia mengalah.”

Hyukjae mendecih saat mendengarnya. “Tch… Mengalah? Dengan egonya yang besar itu, dia bisa mengalah padamu? Kurasa, dia benar-benar sudah tergila-gila padamu, Cho Kyuhyun.”

*****

Changmin benar-benar dibuat terkejut oleh ucapan Choi Daehan.

“Tunggu dulu, Kakek –ah… maksudku, Presdir benar-benar serius dengan hal itu?” tukasnya.

Changmin menatap Choi Daehan dengan lekat. Lima menit lalu Changmin dipanggil oleh kakeknya dan mendengarkan sesuatu yang sulit untuk dipercaya. Awalnya, Changmin berpikir kalau sang kakek hanya bergurau tapi ia tahu persis kalau seorang Choi Daehan tidak akan pernah bergurau jika berkaitan dengan perusahaan atau keluarga.

“Kita tidak mempunyai bukti yang kuat, tapi itu adalah kenyataannya. Kakek pikir kau perlu mengetahuinya,” tutur Choi Daehan.

“Lalu bagaimana dengan Siwon? Bukankah Siwon yang…. Oh, ini benar-benar gila. Kenapa kakek baru memberitahu hal ini sekarang? Jika kakek dan paman sudah mencurigainya sejak lama, kenapa tidak memberitahu kami?!”

Choi Daehan menghela nafas pendek. “Sudah kakek katakan, kita tidak ada bukti kuat. Lagipula laporan dari Kim Hyeon semua alibinya begitu sempurna. Tidak ada celah untuk menjatuhkannya, Changmin.”

“Lalu kenapa baru sekarang? Apa ini karena Siwon?”

“Alasan terbesarnya. Sebenarnya kakek akan mengatakan ini pada kalian setelah situasinya benar-benar tenang. Tapi siapa sangka kalau Siwon mengambil keputusan keluar dari perusahaan dan bahkan memilih untuk pergi ke Praha.”

Changmin terdiam sejenak. Oh, Choi Daehan ternyata sudah mengetahui tentang rencana pindah ke Praha itu. Entah bagaimana cara sang presdir itu bisa mengetahuinya, bukanlah urusan Changmin saat ini. Yang menjadi perhatian terbesarnya ini adalah kakek serta pamannya tidak memberitahu kalau semua kejadian yang berkaitan dengan Seon Hwan dan menimpa Kyuhyun adalah perbuatan dari Uhm Ki Joon. Orang yang kini menjalin kerja sama dengan Choi Group.

Changmin merasa begitu dikhianati. Mereka –Siwon dan terutama Kyuhyun– mendapatkan begitu banyak kesialan karena orang yang berada dibalik Seon Hwan dan berusaha untuk mencari tahu siapa dalangnya. Tapi karena tidak adanya bukti maka mereka selalu menemui jalan buntu. Sedangkan Choi Daehan yang berhasil mengetahui dalangnya tersebut malah tidak mengatakan apa pun.

Changmin tidak peduli jika Choi Daehan mengatakan juga tidak mendapatkan bukti kuat. Asalkan mengetahui nama yang terlibat, mereka bisa mencari cara untuk bukti yang mereka butuhkan. Tapi hingga akhir, Choi Daehan tidak mengatakan apa pun dan membiarkan Uhm Ki Joon kembali ke London dengan mudah.

“Lalu apa yang akan Kakek lakukan? Kontrak kerja sama itu sudah ditanda-tangani dan selama tiga tahun… Tch, tiga tahun! Dia bisa mengetahui apa saja dengan mudah. Aku bahkan tidak terkejut jika saat ini Uhm Ki Joon sudah mengetahui tentang pengunduran diri Siwon. Oh! Aku yakin dia juga sangat senang dengan hasil perbuatannya pada Kyuhyun!” seru Changmin.

Choi Daehan menatap cucunya tersebut dengan lekat. “Changmin, dia tidak akan bisa mendapatkan informasi internal perusahaan seperti itu.”

“Tapi bukan berarti Uhm Ki Joon tidak mempunyai cara untuk mengetahuinya. Dengan apa yang terjadi pada Kyuhyun, aku bisa mengetahui kalau dia mempunyai ribuan cara untuk bisa mencapai tujuannya tanpa perlu mengotori tangannya. Lalu apa yang kakek lakukan? Kini bukan hanya Kyuhyun dan Siwon, tapi seluruh anggota keluarga juga bisa menjadi sasarannya.”

“Itulah kenapa Kakek memanggilmu ke sini.”

Kening Changmin berkerut. Ia tahu kalau Choi Daehan tengah merencanakan sesuatu dan ia pasti tidak akan menyukainya. “Apa rencana Kakek sekarang?”

“Untuk melindungi semua anggota keluarga, cara yang mudah adalah menjaga agar mereka berada di satu tempat yang sama. Tempat yang bisa Kakek awasi dengan mudah.”

*****

Jisung mendengarkan penjelasan Ahra mengenai bagaimana Kyuhyun bisa menjalin hubungan dengan Siwon. Di mulai dari pertemuan pertama Kyuhyun –yang menggantikan Ahra bertemu–dengan Siwon untuk perjodohan. Pertemuan itu tidak berjalan lancar. Diikuti oleh pertemuan mereka selanjutnya di Pulau Jeju. Terutama bagaimana Siwon menyelamatkan Kyuhyun setelah ia hampir mati terkubur di tumpukan salju. Alasannya adalah seorang gadis bernama Kang Haesa.

Selanjutnya, Ahra hanya mengetahui kalau Kyuhyun menjadi pengacara untuk Choi Group karena sebuah kasus sengketa. Ahra tidak tahu bagaimana hubungan adiknya dengan Siwon selanjutnya. Kyuhyun bukan tipe adik yang suka menceritakan sesuatu pada Ahra terutama jika itu berkaitan dengan pekerjaan. Ahra tidak tahu kapan hubungan Kyuhyun dan Siwon mulai berubah dari sekedar klien dan pengacara menjadi hubungan yang lebih intim.

Jisung berpikir jika ia ingin mendengar cerita lebih lengkap, mungkin yang terbaik adalah Kyuhyun. Namun, dia tidak mungkin menemui Kyuhyun lagi hanya untuk memintanya bertanya bagaimana hubungan intim mereka dimulai. Itu terlalu memalukan.

Bagi Jisung dan Kyuhyun.

Lalu Ahra juga mengatakan bahwa Kyuhyun mengatakan tentang seksualitasnya pada orangtua mereka. Termasuk dengan segala cara yang dilakukan ibunya untuk mengenalkan Kyuhyun pada gadis-gadis. Tapi semua itu gagal dan membuat Kim Hannah mengambil keputusan yang begitu ekstrem yaitu mengusir Kyuhyun.

“Itu adalah sebuah kisah romantis yang sangat sulit untuk diterima oleh akal sehat,” ucapnya.

Ahra tersenyum tipis. “Aku tidak menyangka kalau kau akan menyebutnya sebagai kisah romantis. Kisah mereka bahkan lebih tragis dari kisah Romeo dan Juliet.”

Jisung menatap Ahra dan tertawa kecil. Membandingkan kisah Siwon dan Kyuhyun dengan kisah Romeo dan Juliet. Keduanya mungkin tidak berbeda jauh, tapi tetap saja terasa begitu ironis. Karena kisah Romeo dan Juliet berakhir dengan kematian. Lalu apakah Siwon dan Kyuhyun juga harus berakhir sama? Kematian.

Kyuhyun bahkan berulang-kali mengalami kejadian yang membuatnya hampir mati. Tapi apakah hanya dengan kematian agar kisah Kyuhyun dan Siwon bisa bertahan abadi?

“Jisung-sshi, aku tidak bermaksud untuk membebanimu untuk merahasiakan tentang Kyuhyun. Aku hanya berharap… Oh, aku tidak ingin mengharapkan apa pun darimu. Untukmu menyimpan rahasia Kyuhyun sudah cukup berat. Aku tidak ingin membebanimu lagi.”

Jisung terdiam. Ia memandangi sosok Ahra –calon istrinya– dengan lekat. Saat pertama kali bertemu dengan Ahra, Jisung merasa dia begitu beruntung. Dari semua pertemuan perjodohan yang diatur oleh ibunya, Ahra adalah sosok gadis yang –hampir– sempurna. Semakin mereka sering bertemu dan mengobrol, Jisung semakin yakin dengan Ahra hingga ia memutuskan untuk melanjutkan perjodohan tersebut.

Namun, siapa sangka pada persiapan pernikahan mereka, Jisung mendapati sebuah informasi yang begitu mengejutkannya. Jisung mungkin tidak mengharapkan keluarga calon istrinya adalah keluarga yang bahagia dan terlihat sempurna. Namun, informasi mengenai seksualitas Kyuhyun cukup mengejutkannya.

Kini, rencana pernikahannya termasuk masa depannya seperti berada di ujung tanduk dan semuanya tergantung pada keputusan Jisung seorang. Tetap melanjutkan pernikahan atau membatalkannya. Keputusan ini bahkan terasa lebih sulit dibandingkan ketika Jisung harus membuat keputusan terkait keberlangsungan hotel keluarganya. Dan Jisung tahu bahwa dia harus mengambil keputusan dengan cepat. Dia tidak akan bisa menunda dengan alasan masih memikirkan setelah apa yang diceritakan oleh Ahra.

“Ahra-sshi…”

*****

Kyuhyun tidak pernah tahu kalau dia akan menginjakkan kakinya di Legiun lagi. Terakhir ia berada di mall besar tersebut adalah ketika mengantarkan Ahra memilih cincin dan juga menyelamatkan Han Jinhae. Dan hari ini, ia datang lagi ke mall tersebut.

Kyuhyun menarik nafas perlahan dan melangkahkan kakinya menuju salah satu eskalator yang akan membawanya ke lantai tiga.

Setelah pertemuan singkat dengan Hyukjae, Kyuhyun mendapatkan pesan yang memintanya untuk datang ke Legiun. Awalnya, Kyuhyun mengira bahwa ini hanya sebuah pertemuan singkat sama seperti sebelumnya. Namun, dalam pesan tersebut, Kyuhyun harus datang ke salah satu butik yang berada di Legiun. Inilah yang membuat Kyuhyun sedikit gugup.

Setelah ia sampai di lanti tiga, Kyuhyun berjalan menuju butik yang hanya berjarak kurang dari duapuluh meter dari letak eskalator.Kakinya terasa begitu berat. Jantungnya berdegub begitu kencang hingga Kyuhyun bisa mendengarnya di telinganya dengan sangat jelas. Ia berusaha untuk tetap tenang dan berjalan menuju butik.

Namun, ketika hanya tinggal dua meter dari butik tersebut, kaki Kyuhyun terhenti. Dia membaca nama butik tersebut berulang-kali. Sanders Walter – Dreamland’s Bride & Groom.  Kyuhyun mungkin tidak begitu tahu tentang designer dan fashion. Bahkan ketika ia membaca pesan yang menyuruhnya pergi ke butik Sanders Walter yang ada di Legiun, Kyuhyun berpikir itu hanya sekedar butik biasa.

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan membaca ulang pesan yang dikirim oleh Jisung empatpuluh menit yang lalu. Ia memeriksa nama butik yang dikirimkan oleh Jisung dengan nama papan butik yang ada di hadapannya kini. Namanya sama. Walaupun ia merasa tidak yakin, Kyuhyun berjalan menuju butik tersebut sembari memasukkan kembali ponselnya ke saku mantel.

Di depan pintu, pegawai yang membukakan pintu untuknya tersenyum padanya dan menyapanya dengan ramah.

“Tuan Cho Kyuhyun?”

Kyuhyun hanya mengangguk kecil. Lalu pegawai itu mengantarkannya ke ruang tunggu dan mempersilakannya duduk di sofa empuk. “Apa anda ingin minum sesuatu, tuan?”

“Ah, tidak perlu. Terima kasih,” ucapnya singkat.

Pegawai itu mengangguk. “Mohon tunggu sebentar, tuan.”

Kyuhyun hendak bertanya, tapi pegawai itu sudah pergi meninggalkannya. Kyuhyun menghembuskan nafas perlahan. Ia memperhatikan interior butik tersebut. Ada begitu banyak baju pegantin yang dipajang pada tubuh manikin yang terlihat begitu cantik. Dengan dominasi warna putih, cream yang lembut dan silver yang terkesan elegan, butik tersebut terlihat mewah.

Kyuhyun lalu menatap sebuah tirai putih besar yang berada di hadapannya. Ia tahu kalau dibalik tirai tersebut adalah ruang ganti bagi calon pengantin yang hendak mencoba gaun mereka, tapi menjadi pertanyaannya kenapa Kyuhyun harus duduk di ruang tunggu tersebut. Ia hanya ingin bertemu dengan Jisung.

Kyuhyun mengeluarkan ponselnya lagi dan hendak mengirimkan pesan pada Jisung –mengatakan kalau dia sudah berada di butik tersebut. Tapi kemudian tirai putih tersebut terbuka. Kyuhyun mengangkat kepalanya dan terlihat begitu terkejut ketika melihat sosok yang berada di hadapannya.

“Noona…”

Ahra tersenyum tipis melihat reaksi adiknya. Kyuhyun sontak berdiri dan menghampiri kakaknya yang sedang memakai gaun pengantin berwarna putih yang begitu indah, lengkap dengan hiasan kepalanya. Kyuhyun memperhatikan sosok Ahra dengan seksama. Ia masih belum percaya bahwa kakaknya sedang memakai gaun pengantin berdiri di hadapannya.

“Bagaimana? Kau menyukainya?” tanya Ahra.

*****

Jisung menatap Choi Yoojin yang datang ke kantornya –lagi. Kali ini, wanita itu membuat janji untuk bertemu dengannya. Walaupun Jisung tidak tahu apa alasan Choi Yoojin kembali menemuinya setelah pembicaraan mereka minggu lalu. Selain itu, dia tidak bisa mengusirnya pergi walaupun Jisung tidak ingin menemuinya. Sayangnya, Choi Yoojin membuat janji pertemuan selama dua jam. Entah apa yang akan dibicarakannya lagi selama waktu itu.

Jisung menarik nafas perlahan. “Silakan duduk, Nyonya Choi. Anda ingin minum sesuatu?”

Yoojin tersenyum sinis lalu duduk di sofa. Ia menaruh tas tangannya yang terlihat mahal itu di sisinya lalu memandang Jisung yang mengambil duduk di hadapannya. “Kali ini aku membuat janji denganmu, Direktur Ahn.”

“Aku bisa melihatnya. Katakan Nyonya Choi, apa yang membuat anda menemuiku lagi. Bukankah terakhir kali anda hanya akan menemui saya sekali saja. Ada lagi yang ingin anda katakan?” tanya Jisung.

“Apa kau sudah membuat keputusan?”

Satu alis Jisung terangkat. “Keputusan?”

“Iya, keputusan. Mengenai pernikahanmu itu. Kau akan membatalkannya, bukan? Lagipula siapa yang ingin menjalin hubungan dengan keluarga yang memiliki putra dengan perilaku menyimpang. Itu akan merusak reputasi keluarga serta hotelmu.”

Jisung mendesah. Sepertinya Choi Yoojin tidak mudah menyerah dengan tujuannya. “Nyonya Choi, saya tidak bermaksud kasar tapi keputusan tentang pernikahan itu adalah urusan saya. Dan saya pikir, anda tidak perlu mengetahuinya.”

Yoojin mendengus mendengar ucapan Jisung tersebut. “Dengar, Direktur Ahn, aku juga tidak akan peduli dengan pernikahanmu itu. Tapi aku akan melakukan apa saja agar putraku bisa kembali pada akal sehatnya…”

“Dengan mengancam kekasih putra anda, kalau anda akan menghancurkan pernikahan kakaknya? Begitu?” sela Jisung dengan cepat.

“Apa maksudmu dengan mengancam?”

“Nyonya Choi, apakah anda tahu bahwa apa yang anda lakukan saat ini sangat merendahkan martabat keluarga Choi itu sendiri? Anda memakai topeng nyonya besar yang begitu terhormat tapi pikiran anda begitu picik. Anda berpikir bahwa dengan menggunakan kebesaran nama Choi maka anda berhak melakukan apa saja? Bahkan mengatur kehidupan putra anda sendiri. Tidak heran putra anda memilih untuk meninggalkan keluarganya dan memilih bersama Kyuhyun,” tutur Jisung.

Emosi Yoojin tersulut dengan ucapan Jisung. Mata Yoojin berkilat menunjukkan amarah yang begitu besar. Dia tidak menyangka bahwa pria itu malah akan merendahkannya seperti ketika ia berusaha untuk menyelamatkan reputasinya dari hal yang begitu memalukan. Tangan Yoojin terkepal begitu kuat dan wajahnya mulai memerah.

“Ka-kau berani menghinaku? Apa kau tidak tahu siapa aku?!!!”

“Tentu, saya mengetahuinya. Anda dengan sangat jelas memperkenalkan diri sebagai Choi Yoojin dari Choi Group. Tapi saya tidak menyangka kalau Choi Group direpresentasikan oleh wanita yang begitu picik dan mengira bahwa ia bisa melakukan apa saja demi kepentingannya,” tukas Jisung dengan tenang.

Sontak Yoojin berdiri. Wajahnya semakin memerah karena menahan amarah yang begitu besar. Dia tidak pernah mendapatkan perlakuan yang begitu menghinanya. Walaupun ia ingin sekali berteriak marah, tapi ia tidak bisa melakukannya. Ia sudah dihina dan tidak mungkin semakin mempermalukan dirinya lagi. Yoojin mengambil tas tangannya dan menatap Jisung lekat.

“Suatu hari nanti kau akan menyesal karena telah mengabaikan peringatanku. Dan aku tidak akan membiarkan keluargaku ikut hancur bersama keluargamu dan keluarga yang menjijikan itu.”

*****

Yunho mengeluarkan ponselnya ketika ia mendengar suara dering dan melihat nama Changmin sebagai peneleponnya. Siwon yang sedang memilih beberapa bahan makanan meliriknya sekilas lalu kembali memilih beberapa bawang serta kentang.

Setelah membicarakan terkait dokumen imigrasi, Yunho dan Siwon pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Itu pun karena Kyuhyun belum pulang dan Siwon tidak mungkin pergi belanja sendiri. Jadi, Yunho pergi mengantar serta menemaninya. Selain itu, Yunho juga akan makan siang di apartment Siwon sebelum kembali ke kantor.

Yunho menerima panggilan tersebut. “Ya, Changmin?” tanyanya sembari mendorong troli yang sudah berisi beberapa bahan makanan yang sudah dipilih Siwon –bahkan troli tersebut hampir penuh dengan semua barang yang dipilih oleh Siwon. Sepertinya ini pertama-kalinya bagi Siwon pergi belanja seperti ini.

“Kau di mana, hyung? Masih di apartment Siwon?”

Yunho menatap Siwon sekilas. “Aku masih bersama Siwon. Tapi sekarang kami sedang berada di supermarket. Kenapa?”

“Supermarket dekat gedung apartment? Apakah masih lama?”

Yunho melirik bahan makanan yang dimasukkan Siwon ke dalam troli. Sebenarnya sudah banyak yang dibeli oleh Siwon. Tapi ia tidak tahu apakah Siwon ingin membeli yang lainnya lagi.

“Apa?” tanya Siwon singkat.

“Ini sudah semua atau kau masih ingin beli yang lainnya?” ujar Yunho.

Siwon memperhatikan troli yang didorong oleh Yunho. “Hanya tinggal bumbu-bumbu masakan dan mungkin beberapa kaleng soda dan beer. Kenapa? Changmin ingin menyusul ke sini? Katakan untuk langsung ke apartment saja.”

Yunho mengangguk kecil lalu berbicara lagi pada Changmin. Siwon sendiri mengambil troli itu dan mendorongnya ke bagian bumbu masakan. Yunho mengikutinya dari belakang. “Min, kau langsung ke apartment saja. Kami hanya tinggal membeli bumbu masakan dan beberapa kaleng minuman. Kau masih di kantor?”

“Tidak, aku sudah di jalan. Baru sepuluh menit dari kantor. Baiklah, aku akan langsung ke apartment. Katakan pada Siwon ada hal yang ingin kubicarakan. Apakah Kyuhyun juga bersama kalian?”

Kening Yunho mengernyit. “Kyuhyun? Tidak, Kyuhyun pergi menemui temannya, Hyukjae. Apa yang ingin kau bicarakan, Kyuhyun juga harus mendengarnya?”

“Entah, apakah ia perlu mendengarkannya atau tidak. Tapi Siwon harus tahu mengetahui hal ini.”

Yunho memperhatikan Siwon yang sedang memasukkan bumbu  masakan seperti gochujang, bubuk cabai dan yang lainnya. “Baiklah, aku akan memberitahu Siwon nanti.”

Kemudian sambungan teleponnya terputus. Yunho menghela nafas pendek dan menghampiri Siwon yang baru saja memasukkan dua botol minyak wijen ke dalam troli. Siwon menatapnya dengan lekat.

“Changmin mengatakan sesuatu?”

“Begitulah. Dia bilang ada hal penting yang perlu kau ketahui. Dia juga bertanya apakah Kyuhyun juga ada.”

Kening Siwon berkerut. “Kyuhyun? Kenapa ia juga ingin bicara pada Kyuhyun.”

“Entahlah. Dia tidak mengatakan apa pun. Tapi kau bisa mendengar apa yang dikatakan Changmin terlebih dahulu, lalu kau bisa memutuskan apakah Kyuhyun juga perlu mengetahuinya. Hanya tinggal mengambil kaleng minuman bukan?”

Siwon mengangguk kecil.

*****

Kyuhyun tersenyum tipis saat ia melihat foto-foto yang diambilnya bersama Ahra ketika kakaknya masih memakai gaun pengantin. Dia begitu senang ketika mendengar bahwa Jisung tetap akan melanjutkan pernikahan tersebut. Kyuhyun bahkan berpikir dia akan menemui Jisung dan memohon padanya jika calon kakak iparnya itu memutuskan untuk membatalkan pernikahan. Kyuhyun akan melakukan apa saja asalkan pernikahan Ahra bisa berlanjut.

Ahra ikut tersenyum melihat adiknya yang begitu bahagia memperhatikan semua foto-foto tersebut. Sebenarnya Ahra juga sedikit terkejut ketika Jisung memintanya datang ke butik Sanders untuk mencoba salah satu gaun pengantin dan Kyuhyun akan menemuinya di butik tersebut. Jisung mengatakan karena Kyuhyun tidak akan hadir dalam pernikahan mereka, paling tidak dia bisa melihat kakaknya memakai gaun pengantin.

Ahra sangat bersyukur Jisung bisa memahami serta menerima situasi Kyuhyun. Walaupun dengan resiko mereka harus berhati-hati menjaga rahasia tersebut. Dengan adanya ancaman dari Choi Yoojin, mereka harus mencari solusi untuk mengatasinya jika suatu hari Choi Yoojin membocorkan mengenai rahasia Kyuhyun ke muka publik. Tapi Jisung mengatakan bahwa mereka akan menghadapinya bersama. Itulah yang membuat Ahra menjadi lebih tenang dan seakan bebannya sudah terangkat sepenuhnya.

“Kenapa kau terus melihat foto-foto tersebut? Apa kakakmu ini begitu cantik?” tukas Ahra.

Kyuhyun menoleh dan tertawa kecil. “Benar, kakakku adalah yang tercantik,” ujarnya sembari menyimpan ponsel itu di saku mantelnya. “Tapi aku sedikit terkejut dengan keputusan Direktur Ahn. Aku pikir dia akan membatalkannya karena diriku.”

“Kenapa kau berpikir begitu?”

Kyuhyun meraih tangan Ahra. “Direktur Ahn menemuiku dan bertanya mengenai diriku. Aku yakin dia juga mengatakannya pada noona. Aku hanya cukup terkejut karena dia bisa memahami situasiku ini.”

Ahra menatap Kyuhyun lalu menyentuh pipi adiknya dengan tangannya yang lain. Ia mengusapnya dengan lembut. “Dia menceritakan tentang pertemuan kalian. Kupikir setelah mendengar dariku, dia butuh penjelasan langsung darimu. Tapi kau tidak mengatakan mengenai kekasihmu padanya.”

“Ke-kenapa? Apa dia bertanya pada noona?”

“Begitulah. Tapi sebelum dia bertemu denganmu, ibu Siwon…”

Ucapan Ahra yang menyebut ibu Siwon itu membuat tubuh Kyuhyun menegang. Kyuhyun tidak berpikir kalau Choi Yoojin akan menemui Jisung sebagai salah satu rencananya untuk memisahkannya dari Siwon. Tentu saja, itu membuat Kyuhyun sedikit panik.

“I-ibu Siwon?! A-apa yang dikatakannya? Direktur Ahn memberitahu noona?”

“Tenanglah, Kyuhyun. Ibu Siwon datang menemuinya dan mengatakan tentang rahasiamu. Mungkin jika aku tidak memberitahu Jisung terlebih dahulu, semuanya akan berbeda dengan saat ini. Jisung hanya mengatakan kalau Ibu Siwon memberitahunya tentang dirimu dengan tujuan kau meninggalkan putranya.”

“Dengan mengancamku menggunakan pernikahan noona?” bisik Kyuhyun.

Ahra mengangguk. “Jisung bertanya padaku bagaimana hubungan kalian bermula. Walaupun sebenarnya ingin bertanya hal itu padamu. Aku hanya memberitahu apa yang kutahu tentang kalian. Kau tahu, Jisung bahkan mengatakan bahwa kisah kalian adalah kisah cinta yang romantis.”

Wajah Kyuhyun sedikit memerah saat mendengarnya. Oh, itu adalah hal lain yang sama sekali tidak terduga. Siapa yang akan menganggap kisah cinta dua pria adalah kisah romantis. Well, jika Siwon mendengarnya…

Oh, aku tidak akan memberitahunya sama sekali!

“Terima kasih, Kyuhyun.”

Kyuhyun mengernyit menatap kakaknya. “Kenapa berterima-kasih padaku?”

Ahra kemudian mengusap punggung tangan Kyuhyun yang menggenggam tangannya erat. Ia tersenyum tipis. “Kau sudah banyak berkorban, tapi kau masih ingin berkorban demi diriku. Sekarang kau sudah bisa tenang. Sekarang railah kebahagiaanmu, Kyuhyun. Jangan biarkan orang lain merusaknya demi kepentingan mereka. Hiduplah dengan bahagia. Tanpa rasa takut. Tanpa rasa khawatir.”

“Walaupun aku harus meninggalkan noona?”

“Kau tidak pernah meninggalkanku, Kyuhyun. Dan aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Well, siapa tahu aku akan mengunjungimu ke Praha. Mungkin sebagai bulan madu atau liburan. Saat aku datang, kau yang harus menjadi tour guide-ku, okay? Oh, mungkin aku juga bisa menginap di rumahmu, untuk menghemat biaya penginapan,” tukas Ahra.

Kyuhyun hanya tertawa kecil. “Kurasa itu bisa kulakukan.”

Ahra tersenyum lalu ia mengecup punggung tangan adiknya. Kyuhyun hanya tertawa kecil. Tapi melakukan hal itu membuat Ahra menyadari sesuatu. Ada sebuah cincin yang melingkar pada salah satu jemari Kyuhyun. Ahra memperhatikan cincin itu lalu beralih menatap adiknya dengan lekat.

Kyuhyun terdiam sejenak. Well, Kyuhyun belum mengatakan apa pun pada Ahra tentang cincin tersebut. Bahkan ia berpikir tidak akan ada orang yang menyadarinya. Hyukjae pun tidak menyadarinya saat mereka bertemu. Dan walaupun, Kyuhyun memakai cincin itu bukan pada jari yang seharusnya –Kyuhyun memakainya pada jari telunjuk tangan kirinya– hanya dengan melihat design cincin itu, semua orang pasti sudah bisa menebak.

“Kyuhyun, apa…” Ahra terdiam sejenak. Ia terlihat begitu terkejut dengan apa yang dilihatnya. “Kyu… A-apa dia sudah… Oh ya, Tuhan! Benarkah?!”

*****

“Changmin akan memberitahu Siwon tentang Uhm Ki Joon,” tutur Jaewon.

Choi Daehan menarik nafas perlahan lalu menghembuskannya. Ia menatap putranya dengan lekat. “Itu sudah seharusnya, bukan? Siwon perlu mengetahuinya. Cepat atau lambat.”

Jaewon memperhatikan ayahnya yang terlihat begitu tenang. Jika Siwon mengetahui bahwa dalang atas semua kejadian yang terkait pada Kyuhyun dan Seon Hwan adalah Uhm Ki Joon, mungkin putranya akan marah sekali. Jaewon tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan oleh Siwon nantinya.

“Bagaimana reaksi Changmin setelah mendengarnya?”

“Tentu saja, dia marah sekali. Reaksi Siwon pun tidak akan jauh berbeda atau mungkin lebih parah. Tapi kita tidak akan bisa melakukan apa-apa. Kasus itu sudah tidak bisa dilanjutkan lagi karena kekurangan bukti. Walaupun Siwon berusaha membalas apa yang dilakukan Uhm Ki Joon, itu akan sia-sia,” tutur Choi Daehan.

Well, itu adalah benar. Mereka tidak akan bisa melakukan apa pun untuk menjatuhkan Uhm Ki Joon. Namun, yang menjadi perhatian Jaewon saat ini adalah tentang rencana kepergian Siwon ke luar negeri. Ia yakin ayahnya pasti sudah mengetahui hal tersebut karena Siwon sudah mengajukan mutasi rekening. Dan yang membuat Jaewon terkejut adalah Choi Daehan tidak melakukan apa pun. Pasalnya, Siwon mengajukan mutasi rekening tanpa persetujuan Choi Daehan dan sudah disetujui oleh pihak bank.

Jaewon tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh ayahnya terkait masalah Siwon ini.

“Lalu bagaimana dengan Siwon? Abeoji tidak akan bicara padanya? Karena sudah jelas sekali, aku tidak bisa membujuknya untuk tetap berada di perusahaan atau tinggal di Korea. Abeoji bahkan membiarkan pihak bank menyetujui permintaan mutasi rekening Siwon. Apa Abeoji sedang memikirkan sesuatu?” tanya Jaewon.

Choi Daehan melirik putranya dan tersenyum tipis. “Jaewon, jika kau saja tidak bisa membujuk putramu sendiri, bagaimana bisa aku melakukannya? Siwon bahkan jauh lebih keras kepala dari ibunya. Apa pun yang kita lakukan tidak akan bisa merubah keputusannya. Terlebih yang menjadi fokusnya adalah Cho Kyuhyun. Apa kau pikir, Siwon akan tetap tinggal di Korea di saat Yoojin masih berusaha keras untuk memisahkan mereka berdua? Tapi aku pikir, jika Changmin memberitahunya tentang Uhm Ki Joon, itu bisa membuatnya kembali memikirkan keputusannya.”

“Tapi apakah alasan itu cukup kuat? Bukankah itu semakin menguatkan keputusan Siwon untuk membawa Cho Kyuhyun pergi dari Korea?”

“Aku tahu. Tapi Choi Group sudah menanda-tangani kerja-sama dengan UK Corporate selama tiga tahun. Dalam waktu jangka itu, Siwon pasti mengetahui bahwa Uhm Ki Joon pasti masih mengawasi mereka. Jika mereka pergi dari Korea, bukankah itu akan lebih memudahkan Uhm Ki Joon jika ia ingin melanjutkan apa yang pernah dilakukannya? Satu-satunya yang bisa Siwon lakukan untuk melindungi Cho Kyuhyun adalah tetap berada di Choi Group atau paling tidak tetap berada di Korea.”

*****

Yunho memperhatikan Changmin yang hanya duduk di stool sembari memperhatikan dirinya dan Siwon yang sedang mengatur belanjaan ke dalam lemari pendingin atau cabinet. Sejak mereka datang, Changmin belum mengatakan apa pun. Tapi hanya dengan melihat ekspresi wajahnya, Yunho tahu kalau ia sedang mengkhawatirkan sesuatu.

Mungkin terkait Siwon dan Kyuhyun.

“Min…” ucapnya sembari menutup cabinet.

Changmin menggumam pelan.

Yunho menatap Changmin dengan seksama. “Katakan apa yang ingin kau bicarakan, Min.”

Siwon yang sudah selesai mengatur bahan makanan di lemari pendingin juga memperhatikan sepupunya tersebut. Changmin menghela nafas pendek. Lalu ia berdiri dan menuju ruang tengah. Yunho dan Siwon saling menatap sejenak sebelum menyusul Changmin.

Changmin menatap Siwon. “Kau tidak akan percaya kalau Kakek menutupi hal ini. Kakek beralasan akan mengatakannya pada kita setelah situasinya menjadi lebih tenang.”

Siwon mengernyit. Ia duduk di sofa tunggal sedangkan Yunho duduk di samping Changmin. “Min, katakan dengan jelas. Apa yang Kakek tutupi dari kita?” tanya Siwon.

“Tentang Seon Hwan. Kakek melakukan sedikit penyelidikan tentang kasus itu dan peristiwa lainnya yang terkait Cho Kyuhyun.”

“Kakek menyelidiki Seon Hwan? Tapi kenapa? Perusahaan itu tidak mempunyai hubungan dengan Choi Group,” tutur Yunho. “Kita semua tahu kalau Kakek hanya akan menyelidiki sesuatu jika berkaitan dengan perusahaan atau keluarga.”

Changmin mendesah pelan. “Itu karena Cho Kyuhyun. Karena Siwon berhubungan dengan Kyuhyun.”

“Apa karena ini kau juga ingin memberitahu Kyuhyun?” tanya Siwon. “Tapi kau belum mengatakan dengan jelas, Min. Kenapa Kakek menyelidiki Seon Hwan? Lalu informasi apa yang Kakek ketahui tentang Seon Hwan?”

“Well, aku peringatkan padamu, Siwon. Ini akan membuatmu kesal. Tapi dengarkan aku dulu sampai selesai, okay?”

Siwon menghela nafas pendek.Changmin selalu berputar-putar. Tapi akhirnya, Siwon mengangguk. Itu pun agar Changmin cepat bicara.

“Okay, dari penyelidikan itu Kakek sebenarnya mengetahui –atau bisa dibilang mencurigai– dalang dibalik semua kejadian antara Seon Hwan dan Kyuhyun. Saat aku katakan semua, dalang itu juga yang merencanakan penculikan Kyuhyun.”

Mata Siwon membulat. Informasi yang dikatakan Changmin membuatnya sangat terkejut. Selama ini kakek mereka mengetahui dalang dibalik semua kejadian Seon Hwan tapi memilih diam dan tidak mengatakannya pada mereka? Atau bahkan polisi?

Changmin kemudian melanjutkan bicara, “Kakek beralasan kalau dia tidak bukti kuat. Sama seperti polisi yang tidak mempunyai bukti untuk melanjutkan penyelidikan. Bukti yang dimiliki oleh Kakek tidak bisa digunakan untuk menuduh orang itu sebagai dalangnya. Jika Kakek salah mengambil tindakan, mungkin akan berdampak pada Choi Group. Ini juga alasan kenapa Kakek tidak memberitahu kita. Beliau mengatakan menunggu sampai situasinya menjadi jauh lebih tenang.”

“Tapi kenapa Kakek memberitahunya sekarang? Kasus Seon Hwan di pengadilan belum selesai sepenuhnya. Publik juga masih membahas tentang kasus itu,” tukas Yunho.

Changmin melirik sepupu tertuanya tersebut. Kemudian memandang Siwon. “Itu karena Siwon memutuskan untuk pergi dari Korea.”

Siwon semakin tidak mengerti. Setelah Choi Daehan menutupi informasi tentang dalang Seon Hwan, kini dia beralasan baru mengatakannya karena Siwon memilih pergi dari Korea? Apa alasannya?

“Siwon, dalang dari Seon Hwan adalah Uhm Ki Joon,” ucap Changmin.

Kali ini bukan hanya Siwon yang terkejut, Yunho pun lebih terkejut saat mendengar Uhm Ki Joon, Presdir UK Corporate, sebuah perusahaan besar yang baru saja melakukan kontrak kerja-sama dengan Choi Group adalah dalang dibalik semua peristiwa yang berkaitan dengan Seon Hwan.

“A-APA?!! Ta-tapi… bukankah Kakek biasanya melakukan penyelidikan pada setiap perusahaan sebelum kita melakukan kerja-sama. Dan Kakek tidak mengatakan penolakan terhadap kerja-sama yang dilakukan oleh UK. Ji-jika…. Oh, Tuhan! Jadi, selama ini dia…. Uhm Ki Joon mengawasi semua gerak-gerik Choi Group.”

Siwon lalu teringat pada orang asing yang mengangkat teleponnya saat penculikan Kyuhyun. Orang itu mengatakan selain pembalasan bagi Kyuhyun, penculikan itu juga sebagai peringatan bagi Siwon. Inikah peringatan yang dimaksud?? Bahwa Uhm Ki Joon akan mengawasi setiap langkah mereka?

Siwon mengusap wajahnya dengan frustasi. Bagaimana bisa dia tidak melihatnya?

Changmin menarik nafas perlahan. “Aku juga tidak mengerti kenapa Kakek menerima kerja-sama tersebut setelah dia melakukan penyelidikan.  Tapi setelah kita mengetahui tentang Uhm Ki Joon…” ia menatap Siwon yang terlihat tidak bisa berkata apa pun lagi. Tentu saja, Siwon akan begitu shock mendengarkan fakta tersebut. Namun, mereka tidak bisa melakukan apa-apa.

“Apa Kakek mengatakan hal lainnya, Min? Selain mengenai Uhm Ki Joon?” tanya Yunho.

Pertanyaan Yunho menarik perhatian Siwon yang juga menatap Changmin dengan serius. Ia berharap bahwa Kakeknya mempunyai rencana terkait Uhm Ki Joon. Siwon tidak bisa membayangkan kalau selama tiga tahun berikutnya mereka akan selalu mencemaskan keselamatan Kyuhyun karena Uhm Ki Joon bisa melakukan rencana lainnya untuk balas dendam.

“Jika kalian berpikir Kakek akan melakukan sesuatu pada pria itu, kalian salah besar. Kakek mengatakan bahwa tidak ada yang bisa beliau lakukan jika tidak ada bukti kuat atas semua perbuatan Uhm Ki Joon. Jadi, selama tiga tahun masa kerja-sama dengan UK Corporate, Choi Group seakan sudah terjerat,” tutur Changmin.

“Oh ya Tuhan!!”

Changmin lalu menatap Siwon dengan serius. “Siwon, dengan fakta ini, kau sekarang tahu bahwa hidup Kyuhyun belum terlepas dari Seon Hwan. Uhm Ki Joon mungkin akan merencanakan hal lainnya selama batas tiga tahun ini. Selama ini kau bisa melindunginya, itu pun karena Choi Group…”

“Apa maksud ucapanmu itu, Changmin?” ujar Siwon dengan penuh selidik.

“Well, kau tahu, Kakek mungkin bisa membantu melindungi Kyuhyun. Tapi tentu saja…”

Siwon sontak berdiri. Dia sudah bisa mengetahui arah pembicaraan ini. Kakeknya akan menggunakan kesempatan ini untuk menahannya keluar dari perusahaan atau yang paling memungkinkan adalah tetap menahan Siwon dan Kyuhyun tetap berada di Korea.

“Tidak! Keputusanku masih tetap sama. Aku akan membawa Kyuhyun pergi keluar dari Korea. Dan aku yang akan melindunginya!!”

*****

Jinri yang baru saja pulang dari kampus melihat beberapa pengurus rumah yang berdiri dekat anak tangga. Ia berjalan menghampiri mereka dan melihat ekspresi mereka terlihat ketakutan dan juga khawatir. Sepertinya telah terjadi sesuatu saat dia tidak ada.

“Ada apa?” tanya Jinri.

Pengurus rumah tersebut sontak menoleh  dan sedikit terkejut melihat Jinri sudah pulang. Hari ini adalah hari Kamis, setahu mereka, Jinri baru akan pulang sore hari dari kampus. Tapi ini bahkan belum waktu makan siang. Mereka saling melirik seolah mengatakan bahwa salah satu dari mereka harus bicara.

Jinri memperhatikan semua pengurus rumah itu dengan bingung. Ia hendak kembali bertanya ketika terdengar suara barang pecah dari lantai atas. Jinri sontak mendongak. “I-itu… Eomma? Lagi?!”

Para pengurus rumah itu hanya menunduk. Jinri mendesah. Hanya melihat ekspresi dari pengurus rumah itu, Jinri sudah tahu kalau ibunya pasti melakukan sesuatu lagi di kamar Siwon. Itu sudah dilakukan Yoojin sejak Siwon keluar dari rumah. Dan walaupun pengurus rumah sudah merapikannya, tapi keesokan harinya, Yoojin akan kembali mengacaukan kamar itu.

“Siapkan saja makan siang. Setelah Eomma selesai, dia mungkin akan merasa lapar,” tutur Jinri.

Para pengurus rumah itu mengangguk lalu bergegas menuju dapur. Jinri sendiri menaiki anak tangga secara perlahan. Hari ini mungkin mood Yoojin semakin buruk karena ia mulai memecahkan barang. Entah apa yang dihancurkan oleh Yoojin. Jinri hanya berharap itu bukanlah beberapa pigura yang berisi penghargaan Siwon. Kakaknya bekerja keras untuk mendapatkan pengakuan tersebut.

Sesampai di lantai dua, Jinri lalu berjalan menuju kamar Siwon yang pintunya sudah terbuka. Jinri menarik nafas perlahan. Ia harus mempersiapkan diri untuk melihat bagaimana kamar Siwon saat ini setelah dihancurkan oleh Yoojin.

Jinri berdiri di ambang pintu dan melihat kamar yang benar-benar berantakan. Bahkan lebih parah dari kemarin. Yoojin merobek semua bantal bahkan tempat tidurnya juga. Semua kapas bertebaran di lantai bersama dengan sprei dan selimut. Buku-buku yang berada di rak juga dilempar ke sembarang arah. Bahkan Jinri yakin ada buku yang sudah rusak. Dan… kekhawatirannya terjadi. Beberapa pigura terlihat pecah. Empat di antaranya adalah pigura penghargaan yang didapatkan Siwon dan yang lainnya adalah pigura yang berisi foto-foto keluarga.

Jinri menghela nafas pendek. Dia mengeluarkan ponselnya dan segera mengirim pesan pada ayahnya tentang apa yang dilakukan oleh ibunya hari ini. Lagi. Setelah terkirim, Jinri melihat sosok Yoojin yang berdiri dekat meja kerja Siwon tengah memandangi pigura lainnya.

“Eomma…” kata Jinri dengan agak keras. “Apa sudah selesai? Kalau sudah, ganti pakaian dan bersiap untuk makan siang.”

Jinri hendak meninggalkan ibunya ketika ia mendengar suara tawa Yoojin. Jinri kembali menatap punggung ibunya. Keningnya berkerut saat ia malah mendengar Yoojin tertawa begitu lepas. Rasanya ibunya sudah mulai gila karena keputusan Siwon. Oh, ini mungkin akan berakhir sangat buruk.

“Eomma…”

“Jinri sayang, apa kau ingat ketika perayaan kelulusan Siwon dari sekolah menengah?”

Heck, entah kenapa Yoojin malah bertanya seperti itu. Jujur saja, dari nada bicara Yoojin saat ini, Jinri merasa sedikit ketakutan dengan sikap ibunya. Mungkin ayahnya harus membawa ibunya ke rumah sakit untuk bertemu dengan pskiatri.

“Apa kau ingat, Jinri?” tanya Yoojin lagi.

Jinri menggumam pelan. “Aku ingat. Kenapa?”

“Kau tahu apa yang dikatakan oleh kakakmu saat Appa memberikannya tiket ke Amerika untuk kuliahnya?”

“Oppa menolaknya dan mengatakan kalau dia hanya ingin kuliah di Seoul,” ucap Jinri. Yoojin kembali tertawa kecil. Jinri menghela nafas pendek. “Eomma, kenapa bertanya?”

“Apa kau tahu, alasan sebenarnya Siwon memilih untuk kuliah di Seoul?”

Jinri tidak menjawab. Tentu saja, ia tidak mengetahuinya. Siwon tidak pernah mengatakan alasan kenapa dia malah menolak untuk kuliah ke luar negeri bahkan mengancam pergi ke Busan seorang diri. Saat itu, Siwon begitu keras kepala hingga ayah mereka dan kakek akhirnya membiarkan Siwon memilih universitas yang diinginkannya.

“Tidak,” ucap Jinri singkat.

Yoojin kemudian berbalik menatap putrinya yang masih berdiri di ambang pintu. Mata Jinri melebar ketika ia melihat penampilan ibunya saat ini. Dengan bertelanjang kaki, rambut yang berantakan bahkan make-up yang sudah pudar, Yoojin terlihat begitu berbeda. Jinri tidak pernah melihat kondisi ibunya yang seperti ini.

“Itu karena Eomma. Siwon tidak mau meninggalkan Eomma. Karena itu dia memaksa untuk tetap kuliah di Seoul. Kau juga tahu kalau kakakmu itu mengancam akan pergi dari rumah jika Appa dan Kakek tetap memaksanya pergi, bukan? Itu karena Eomma, Jinri.”

Yoojin kembali menatap pigura yang berada di tangannya. Foto keluarga terakhir yang mereka ambil di tahun lalu, tepat pada akhir musim semi. Tahun-tahun lalu begitu menyenangkan bagi mereka sekeluarga. Walaupun Siwon begitu sibuk dengan pekerjaannya, terkadang dia menyempatkan waktu untuk mengajak Yoojin pergi jalan-jalan. Walaupun itu hanya keluar Seoul dan untuk beberapa jam saja. Tapi itu benar-benar menyenangkan. Sebuah kenangan yang begitu indah.

Namun sekarang, Siwon tidak berada di rumah ini. Tidak lagi bersamanya. Tidak lagi mendengarkan kata-kata Yoojin. Siwon bahkan berani melawan Yoojin dan memilih pria yang baru dikenalnya. Siwon lebih memilih pria itu dibandingkan ibunya sendiri.

Kaki Yoojin mulai terasa lemah dan ia jatuh ke lantai. Jinri bergegas menghampiri Yoojin. Ia berlutut dihadapan ibunya.

“Eomma…”

Tangis Yoojin kemudian pecah. Ia memeluk pigura itu di depan dadanya dengan begitu erat. Dan ini bukanlah sesuatu yang terduga oleh Jinri. Selama ini, ia melihat ibunya terlihat begitu keras dan angkuh berusaha melakukan segala cara untuk memisahkan Siwon dan Kyuhyun. Namun, sekarang Yoojin lemah tak berdaya. Ia sudah kalah telak.

“Siwon….!! Siwon….!!!” Raung Yoojin dalam tangisnya.

Jinri kemudian memeluk ibunya dengan erat.  Dia tidak tahu cara yang tepat untuk menenangkan Yoojin. Karena semakin lama, tangis Yoojin semakin keras dengan diiringi raungan memanggil Siwon yang terdengar memilukan.

“Siwon..!!! Siwon…!!! Kembali pada Eomma, nak!! Siwon…!!!”

Jinri semakin mengeratkan pelukannya. Ini sudah terlambat. Tidak ada yang bisa dilakukan oleh Yoojin untuk membuat Siwon kembali ke rumah ini. Jika saja ketika Siwon coming out, reaksi Yoojin tidak terlalu berlebihan dan repulsive, mungkin saat ini Yoojin masih bisa memeluk putranya. Jika Yoojin mau bersikap untuk berusaha memahami perasaan Siwon, mungkin mereka masih bisa tersenyum bersama. Namun, semuanya telah berakhir.

Yoojin telah kehilangan Siwon, putranya.

*****

Kyuhyun menutup pintu dan melepaskan sepatunya di foyer. Ia baru saja kembali dari makan siang bersama dengan Ahra. Senyuman tidak pernah hilang dari wajah Kyuhyun sejak ia melihat kakaknya menggunakan gaun pernikahan. Itu seperti sebuah beban yang telah terangkat dari bahunya.

Setelah menyimpan sepatunya, Kyuhyun berjalan melewati hallway menuju ruang tengah. Kyuhyun tersenyum saat ia melihat Siwon yang sedang duduk di sofa. Ia sudah tidak sabar memberitahu mengenai pernikahan Ahra yang tetap dilanjutkan. Siwon pasti juga akan ikut senang mendengarnya. Dan Kyuhyun juga ingin memperlihatkan foto-foto yang ia ambil bersama Ahra di butik.

Kemudian Kyuhyun menghampirinya dengan duduk di samping Siwon. “Hey…”

Siwon yang tidak menyadari kalau Kyuhyun sudah pulang sedikit terkejut, tapi ia membalas sapaan tersebut dengan cepat. “Hey…”

“Kau sudah makan siang?” tanya Kyuhyun sembari melepaskan mantelnya. Ia menaruh mantelnya tersebut di lengan sofa. Lalu kembali menatap Siwon dengan lekat. Kyuhyun tersenyum lebar. “Sudah makan?”

“Ah…! Ya, aku sudah makan. Yunho hyung tadi datang membawakan dokumen dari imigrasi. Tak lama, Changmin datang menyusul dan kami makan siang bersama,” ucap Siwon. Ia meraih tangan Kyuhyun. “Kau sudah makan siang?”

Kyuhyun hanya menggangguk.

“Aku pikir kau akan makan siang bersamaku,” tutur Siwon. “Tapi kau tidak memberi kabar apa pun. Jadi, aku menyisakan makanan untukmu. Apa pembicaraanmu dengan Hyukjae cukup lama?”

Senyuman Kyuhyun semakin lebar. “Aku tidak makan siang dengan Hyukjae, tapi dengan noona. Setelah bertemu dengan Hyukjae, aku bertemu dengan noona dan makan siang bersama.”

“Benarkah? Ada apa?” tanya Siwon yang terdengar kurang begitu antusias.

Kyuhyun sedikit mengernyit bingung melihat sikap Siwon. Rasanya tadi pagi, Siwon terlihat baik-baik saja. Tapi siang ini, Siwon malah terlihat begitu suram.

“Siwon, apa kau sakit?”

“Tidak. Aku tidak sakit, Kyuhyun.” Siwon kemudian menghembuskan nafas berat. Ia berusaha untuk tersenyum, tapi Kyuhyun tidak mudah tertipu dengan senyuman yang begitu terpaksa. “Kau belum mengatakan kenapa kau bertemu dengan kakakmu. Ada apa?”

Kyuhyun kemudian mengeluarkan ponselnya dari saku mantel dan memperlihatkan foto-fotonya bersama Ahra yang menggunakan gaun pernikahan. Siwon meraih ponsel itu dan melihat semua foto-foto itu. Senyumannya terlihat jauh lebih lebar dari sebelumnya. Tapi itu belum cukup meyakinkan bagi Kyuhyun.

Dengan cepat, Kyuhyun menarik ponselnya dari tangan Siwon.

“Hey! Aku sedang melihatnya!” protes Siwon.

Kyuhyun hanya menatapnya. Siwon kemudian tersenyum dan mengecup punggung tangan Kyuhyun. “Selamat. Pernikahannya tetap berjalan seperti rencana sebelumnya. Aku ikut senang.”

“Siwon…”

“Kita bisa mengirimkan hadiah pernikahannya sekarang. Walaupun masih bulan depan, tapi kita bisa mengirimkannya lebih awal, bukan? Kau ingin memberikan hadiah apa?” tanya Siwon.

“Siwon…”

“Bagaimana dengan lemari pendingin? Oh, biasanya keluarga pihak laki-laki yang akan menyiapkannya. Sofa? Televisi? Lemari pakaian? Satu set selimut? Atau… mungkin uang saja?”

“Siwon!!!” seru Kyuhyun tegas.

Siwon terdiam. Kyuhyun tahu bahwa ada sesuatu yang tengah ditutupi oleh Siwon. Pria itu tidak akan bicara terus seperti itu atau bahkan memberikan senyuman yang terpaksa jika tidak ada sesuatu yang telah terjadi. Tanpa disadari pun, sebenarnya mereka sudah saling mengenal sikap dan sifat masing-masing.

Siwon menghembuskan nafas lalu ia melepaskan tangan Kyuhyun dan beranjak pergi ke dapur. Ia tahu kalau dia seharusnya memberitahu Kyuhyun tentang apa yang dikatakan oleh Changmin mengenai Uhm Ki Joon. Tapi Siwon masih belum yakin apakah Kyuhyun bisa menerima informasi itu dengan baik atau tidak.

Siwon akan tetap mengatakannya. Namun, waktunya bukan hari ini.

Kyuhyun yang masih berada di ruang tengah hanya bisa mendesah. Siwon menghindarinya –menutupi sesuatu yang seharusnya diketahui olehnya. Apa pun itu. Tapi Siwon berpikir seolah Kyuhyun tidak siap untuk mendengarkan apa pun.

Siwon membuka lemari pendingin dan mengeluarkan sekaleng beer. Ia membukanya dan meneguknya dengan cepat.

“Siwon…”

Ia bisa mendengar suara Kyuhyun dengan jelas. Kembali, ia meneguk beer tersebut bahkan hingga habis. Kaleng itu kosong, Siwon lalu mengambil kaleng lainnya.

“Apa yang kau sembunyikan dariku?” tanya Kyuhyun.

Siwon yang hendak meneguk beer keduanya menjadi terdiam. Oh, ia paling tidak suka melakukan hal ini pada Kyuhyun. Ia menaruh kaleng beer itu di atas meja counter.

Kyuhyun yang masih di sofa, menunduk menatap cincin yang diberikan oleh Siwon pada akhir pekan lalu. Ia memainkan cincin tersebut. “Kau masih ingat ucapan yang kau katakan padaku saat aku menerima perasaanmu. Kau bilang kau mungkin tidak berpengalaman dalam menjalin suatu hubungan, tapi saudaramu mengatakan bahwa jika ingin menjalani hubungan yang baik, hubungan itu harus dilandasi oleh kepercayaan dan kejujuran. Kau bahkan selalu mengingatkan hal itu padaku. Tapi kenapa….”

Kyuhyun mengangkat kepalanya. Ia melihat Siwon sudah berdiri dihadapannya. “Kenapa sekarang kau yang menutupi sesuatu dariku? Kenapa sekarang kau….”

Ucapan Kyuhyun terputus dengan ciuman Siwon. Kedua tangan Siwon menangkup wajah Kyuhyun dan bibirnya melumat lembut bibir Kyuhyun. Siwon tidak ingin Kyuhyun melanjutkan ucapannya dan membuatnya merasa semakin bersalah.

Kyuhyun memejamkan matanya dan membalas setiap sentuhan bibir Siwon. Melumatnya lembut. Perlahan tangan kanannya menyentuh pergelangan tangan Siwon. Lalu mengusapnya perlahan. Sedangkan tangan lainnya, meraih pakaian Siwon hingga dia bisa menarik tubuh kekasihnya. Siwon menjatuhkan tubuhnya ke dalam dekapan Kyuhyun. Ia memposisikan satu kakinya menekuk di sofa untuk menopang berat tubuhnya sendiri dan membuat tubuh Kyuhyun bersandar pada sofa.

Kyuhyun mendesah pelan. Dalam ciuman tersebut, ia bisa merasakan beer dari mulut Siwon. Dari pergelangan tangan Siwon, tangan Kyuhyun bergerak menuju wajah Siwon. Menyentuh bagian rahang kekasihnya, telinga dan berakhir di antara surai rambut hitam Siwon. Dan tangan Kyuhyun lainnya semakin menarik tubuh Siwon hingga tidak ada ruang di antara mereka.

Ciuman keduanya semakin bergairah dan mereka tahu jika mereka tidak berhenti sekarang maka…

Tapi, Siwon harus menghentikannya. Ini bukanlah tujuannya. Well, Siwon tentu saja ingin melakukannya lagi. Hanya saja situasinya. Siwon kemudian menarik bibirnya. Ia melihat wajah Kyuhyun yang bersemu merah dengan nafas yang terengah. Perlahan Kyuhyun membuka matanya dan menatap langsung pada Siwon.

“Apa kau ingin bicara sekarang?” bisik Kyuhyun.

Siwon hendak berdiri, tapi Kyuhyun menahan posisi tubuh mereka.  “Kyuhyun…”

Kyuhyun menarik tubuhnya hingga benar-benar tidak ada ruang. Penghalang mereka hanyalah pakaian. Entah cara apa yang akan dipakai oleh Kyuhyun untuk membuat Siwon bicara. Namun, Siwon tidak ingin mengatakannya hari ini. Dia bahkan masih belum benar-benar percaya dengan apa yang dikatakan oleh Changmin. Siwon perlu waktu dan selain itu…

“Katakan! Katakan sekarang atau….” Kyuhyun menggerakan bagian pinggulnya membuat Siwon memejamkan mata. Ia menggigit bibirnya. Kyuhyun menggunakan cara yang begitu ekstrem untuk memaksanya bicara.

God, siapa yang sebenarnya ada di hadapanku saat ini?

Siwon sudah tidak punya pilihan ketika Kyuhyun kembali bergerak dan suara desahan keluar dari mulutnya. Bagaimana bisa ia menjadi begitu lemah di hadapan Kyuhyun? Bahkan hanya dengan sebuah godaan yang… God!

Kyuhyun melakukannya lagi. Siwon menopangkan kepalanya di bahu kekasihnya. Gelombang gairah itu datang. Bahkan hanya dengan sebuah gerakan kecil. Mereka bahkan masih berpakaian. Siwon menarik nafas banyak-banyak dari mulutnya.

Kyuhyun mengecup telinga Siwon. “Katakan…” bisiknya.

“Uhm Ki Joon,” ucap Siwon dengan nafas terengah.

Sontak Kyuhyun terdiam. Ia begitu terkejut mendengar sebuah nama yang masih terasa asing baginya, namun Kyuhyun tahu betapa besar pengaruh nama itu padanya. Hal ini yang dimanfaatkan Siwon untuk bisa menenangkan tubuhnya. Perlahan ia menarik diri dari dekapan Kyuhyun.

Siwon menjatuhkan tubuhnya ke sisi Kyuhyun. Ia memandang Kyuhyun dengan lekat. “Kakek melakukan penyelidikan sendiri terhadap Seon Hwan.”

Kyuhyun menoleh pada Siwon. “Lalu…?”

“Uhm Ki Joon. Dia adalah dalang dibalik semua kejadian Seon Hwan. Termasuk penculikanmu, Kyuhyun.” Siwon mengambil nafas panjang lagi. Ini adalah cara terburuk untuk membuatnya bicara dan Siwon akan berusaha menghindarinya lagi. “Kakek memang tidak mempunyai bukti kuat.”

“Dan Choi Group melakukan kerja-sama dengan UK.”

Siwon mengangguk kecil.

“Ini kesalahanku, bukan? Karena aku… Choi Group…”

Dengan cepat, Siwon menggeleng. Ia menyentuh wajah Kyuhyun. “Tidak, Kyuhyun. Kumohon jangan menyalahkan dirimu. UK sudah mengincar beberapa perusahaan di Korea untuk melakukan kerja-sama. Choi Group adalah salah-satunya. Lagipula sudah kukatakan padamu, Kakek tidak akan menerima tawaran ini jika tidak mempunyai keuntungan bagi Choi Group.”

“Tapi keterlibatanku dalam Seon Hwan dan…” Kyuhyun menelan saliva, “hubungan kita. Oh ya Tuhan…. A-apa dia akan melakukan hal yang sama pada Choi Group seperti dia…”

Siwon kembali menangkup wajah Kyuhyun dan kembali menggeleng. “Tidak, Kyuhyun. UK adalah perusahaan besar. Jika Uhm Ki Joon…. Terlalu banyak perhatian. Dia tidak akan bisa melakukan apa pun pada Choi Group.”

“Tapi Siwon…”

“Shh! Inilah alasan kenapa aku tidak ingin memberitahumu sekarang. Kumohon Kyuhyun, jangan berpikiran seperti itu. Masalah Choi Group dan UK, biarkan Kakekku yang mengatasinya. Kau tidak perlu khawatir. Okay? Percaya padaku,” tutur Siwon.

Walaupun Kyuhyun masih belum bisa meyakini ucapan Siwon sepenuhnya kalau keterkaitan UK dengan Choi Group bukanlah kesalahannya tapi dia akan berusaha untuk percaya. Kyuhyun mengangguk kecil.

Siwon tersenyum tipis dan mengecup kening Kyuhyun. “Hey, bagaimana kalau kita tidur siang?”

“Tapi aku tidak…”

“Ayolah, Kyuhyun. Setidaknya tidur akan membuatmu jauh lebih rileks. Walaupun kau tidak lelah, kau bisa mengistirahatkan tubuhmu. Dokter juga mengatakan bahwa kau masih butuh waktu untuk pulih sepenuhnya,” bujuk Siwon.

“Okay.”

Siwon lalu berdiri. Ia meraih tangan Kyuhyun dan membantunya untuk berdiri. Siwon kembali tersenyum pada Kyuhyun. Sang kekasih ikut tersenyum tipis. Lalu Siwon menarik Kyuhyun menuju kamar dan menutup pintunya dengan rapat.

*****

Kyuhyun berada di punggung Siwon ketika mereka memasuki apartment.

Malam ini, Heechul mengadakan pesta. Sebelumnya, Heechul pernah mengatakan kalau dia akan mengadakan pesta perpisahan untuk Kyuhyun. Seperti sebuah pesta resepsi kecil karena Kyuhyun tidak akan bisa hadir dalam pernikahan Ahra. Itulah kenapa Ahra dan Jisung juga hadir.

Oh, malam ini adalah pertama-kalinya Siwon bertemu langsung dengan Jisung dan mengenalkan diri sebagai kekasih Kyuhyun. Memang sedikit canggung, tapi seiring malam berlangsung mereka bisa mulai membiasakan diri. Jisung juga terlihat tidak keberatan ketika Siwon melakukan beberapa afeksi pada Kyuhyun –berbeda dengan Changmin yang melontarkan kata-kata ejekan untuk sekadar menggoda mereka.

Heechul tidak banyak mengundang orang. Hanya mereka yang mengenal Kyuhyun saja. Bahkan dari pihak firma hukum, hanya Hyukjae dan Haejin yang datang. Mungkin totalnya tidak lebih dari sepuluh orang. Siwon pikir mereka hanya akan bersantai, mengobrol sembari menikmati minuman. Siwon sendiri memilih untuk tidak minum alcohol karena dia perlu menyetir. Tapi siapa sangka kalau akhirnya malah menjadi pesta yang sedikit liar.

Heechul mengeluarkan banyak sekali botol alcohol ditambah dengan permainan aneh yang diusulkannya –never ever. Setiap pemain akan mengeluarkan suatu pernyataan sebuah tindakan dan jika mereka pernah melakukannya, mereka harus meminum alcohol yang disediakan. Dan karena Siwon harus menyetir, dia hanya memperhatikan bagaimana kesembilan orang lainnya bermain.

Jujur saja, ada banyak hal yang baru ia ketahui dari Kyuhyun setelah permainan tersebut. Sesekali Kyuhyun melirik ke arah Siwon setelah ia meneguk minuman dengan terlihat malu. Tapi hasilnya, Kyuhyun menjadi mabuk karena terlalu banyak minum. Sebenarnya kondisi Kyuhyun tidak jauh berbeda dengan kondisi Changmin, Hyukjae dan Donghae. Mereka berempat yang paling mabuk dibandingkan yang lainnya. Bahkan, Siwon tidak menyangka kalau kadar toleransi Ahra terhadap alcohol cukup tinggi.

Kini, Siwon harus mengurus Kyuhyun. Sama seperti ketika ia menjemput Kyuhyun di bar pada malam itu.

Siwon berjalan menuju kamar dan membaringkan Kyuhyun di tempat tidur. Siwon menatap Kyuhyun yang sudah tidak sadar karena terlalu mabuk. Wajah Kyuhyun sudah memerah dan ia juga mulai berkeringat. Siwon menarik nafas perlahan lalu melepaskan sepatu Kyuhyun diikuti dengan mantelnya. Setelah itu Siwon juga melepaskan jaketnya dan berganti pakaian dengan yang lebih nyaman. Kemudian Siwon menuju kamar mandi untuk mengambil handuk kecil dan membasahinya dengan air.

Saat ia kembali, posisi Kyuhyun sudah berubah menjadi tengkurap. Siwon menghela nafas lalu berjalan menuju tempat tidur. Dia merubah kembali posisi Kyuhyun menjadi berbaring dengan hati-hati lalu membersihkan wajah kekasihnya dengan handuk basah tersebut. Kyuhyun mengerang pelan. Ia menjauhkan handuk itu dari wajahnya.

“Kyuhyun…”

Kyuhyun mendengus lalu sepertinya kembali tidur. Siwon kembali membersihkan wajahnya dengan cepat sebelum Kyuhyun protes lagi. Kemudian, Siwon mengambil pakaian tidur Kyuhyun tapi saat ia tersadar kalau dia harus melepaskan pakaian Kyuhyun.

“Oh Tuhan… Apa aku tidak perlu menggantinya saja?” gumamnya pelan.

Siwon mengangguk kecil, “Baiklah tidak perlu diganti.” Lalu ia mengembalikan pakaian itu ke lemari. Dia memutuskan untuk membiarkan Kyuhyun dengan pakaiannya yang sekarang walaupun bau alcohol yang menyengat. Siwon sedikit mengangkat tubuh Kyuhyun dan memposisikannya agar ia merasa nyaman setelah itu ia menyelimutinya.

Siwon duduk di tepi tempat tidur sembari memperhatikan wajah Kyuhyun yang masih memerah akibat alcohol. Siwon tersenyum tipis. Well, harus diakuinya kalau malam ini Kyuhyun benar-benar terlihat begitu bebas. Kyuhyun mengobrol dengan dengan santai, ia tersenyum dan tertawa.  Termasuk ketika Kyuhyun bicara dengan Jisung. Dia terlihat nyaman dengan calon kakak iparnya yang telah mengetahui segalanya. Semuanya terlihat begitu lepas.

“Walaupun begitu, aku masih tidak menyukai kalau kau mabuk seperti ini,” tukasnya.

Siwon menyentuh kening Kyuhyun dan mengusapnya lembut. Tapi sentuhan itu sepertinya membangunkan Kyuhyun. Mata Kyuhyun terbuka perlahan dan ia tersenyum saat melihat Siwon berada di sisinya.

“Hey….”

Siwon masih mengusap kening Kyuhyun lembut. “Hey, apa kau ingin sesuatu?”

“Segelas air? Please…”

Siwon mengangguk lalu keluar kamar untuk mengambil segelas air. Oh, dia juga membawakan aspirin sebagai persiapan. Kyuhyun pasti akan mengalami sakit kepala yang hebat karena mabuknya. Siwon kembali ke kamar dan menyodorkan segelas air dan dua butir aspirin pada Kyuhyun.

“Untuk mencegah sakit kepala,” ucapnya.

Kyuhyun perlahan bangun dan menyandarkan punggungnya pada headbed, lalu memasukan dua tablet aspirin ke dalam mulutnya dan meneguknya bersama dengan air. Siwon mengambil gelas itu dan menaruhnya di meja nakas.

“Kau baik-baik saja? Tidak merasa mual atau ingin muntah?”

Kyuhyun menggeleng. “Aku minum terlalu banyak, ya.”

“Aku senang kau menyadarinya. Walaupun aku tidak menyukai melihatmu mabuk seperti ini, tapi asalkan kau bisa mengontrolnya, aku tidak akan melarangmu minum, Kyuhyun.”

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak lalu menggumamkan kata maaf. Siwon mengusap pipi kekasihnya lembut dan Kyuhyun terlihat begitu menikmati sentuhannya. Siwon menghembuskan nafas perlahan lalu menarik tangannya dari wajah Kyuhyun. Hal itu membuat Kyuhyun kembali membuka matanya. Ia memandang Siwon dalam kesunyian.

Tidak ada kata yang terlontar di antara mereka. Keduanya hanya saling menatap dan seolah bisa mengetahui apa yang mereka pikirkan saat ini. Dan itu sedikit aneh bagi Kyuhyun. Dalam pikirannya, Kyuhyun bisa mendengar suara Siwon dengan begitu jelas. Ini seperti telepati, walaupun sebenarnya bukan.

Siwon kemudian tertawa kecil membuat Kyuhyun tersenyum. Oh, ini benar-benar canggung sekali.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Siwon.

Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan bergeser lebih dekat pada Siwon. “Tidak ada,” ucapnya hampir berbisik. Well, Kyuhyun masih dalam kondisi setengah sadar. Bahkan sepertinya efek mabuknya tidak bisa hilang dengan cepat walaupun Kyuhyun sudah minum air.

Siwon menggumam. Dia masih bisa mencium bau whiskey dan vodka dari tubuh Kyuhyun. Sekaligus aroma vanilla dan citrus yang samar. Anehnya, bau itu cukup menenangkan bagi Siwon yang tidak terlalu menyukai alcohol.

“Bau tubuhmu…”

“Kenapa? Terlalu banyak bau alcohol? Apa aku harus mengganti pakaian?” tukas Kyuhyun dengan wajah cemberutnya. Ia bahkan mengendus bau pakaiannya sendiri. Saat ia mencium bau alcohol yang menyengat, Kyuhyun berjengit.

Ugh… Ini menjijikkan.

Siwon tertawa kecil dan menggeleng. Perilaku Kyuhyun saat mabuk benar-benar menggemaskan. “Bukan itu maksudku. Aku memang tidak menyukai bau alcohol, tapi bau tubuhmu saat ini…” Alis Kyuhyun terangkat menunggu ucapan selanjutnya dari Siwon. Pria di hadapannya itu tersenyum lagi. “Terasa begitu sensual.”

Kyuhyun terdiam. Ia mengedipkan matanya beberapa-kali dan perlahan wajahnya mulai terasa hangat. Mungkin juga sudah memerah lagi. Siwon masih tersenyum padanya dan ia mendekatkan wajhanya pada bagian leher Kyuhyun agar bisa mencium aroma tubuh Kyuhyun dengan lebih dekat.  Kemudian Siwon menenggelamkan wajahnya di bahu Kyuhyun.

Kyuhyun menarik nafas lalu melingkarkan tangannya di bahu Siwon dengan erat. “Aku juga menyukai bau tubuhmu.”

“Benarkah?” tukas Siwon yang melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun –memeluk tubuh kekasihnya dengan protektif.

Kyuhyun menggumam. “Rasanya begitu menenangkan. Seperti rumah.”

Siwon tersenyum saat Kyuhyun mengatakan bahwa aroma tubuhnya memberikan kesan seperti rumah. Karena memang saat ini Siwon adalah rumah bagi Kyuhyun dan begitu juga sebaliknya. Kyuhyun bahkan juga bisa mencium aroma shampoo yang digunakan oleh Siwon. Walaupun mereka memakai merek yang sama –well Kyuhyun tidak bisa memilih sendiri merek shampoo atau bahkan jenis sabun yang biasa dipakainya, karena itu akan terlalu merepotkan membeli dua merek yang berbeda– namun Kyuhyun lebih menyukai aroma itu pada tubuh Siwon. Tangan Kyuhyun kemudian bergerak di antara surai hitam Siwon dan membelainya lembut. Kyuhyun memejamkan matanya sembari menikmati kehangatan tubuh Siwon yang memeluknya.

Siwon mengecup bahu Kyuhyun. “Hey, kau tidak ingin tidur?”

“Nanti saja. Aku masih ingin memelukmu seperti ini dulu. Begitu nyaman. Berikan aku waktu lima menit, okay?” bisik Kyuhyun.

Siwon tertawa kecil. Walaupun nyaman tapi mereka harus segera tidur. Masih ada beberapa hal yang harus mereka lakukan sebelum tanggal keberangkatan yang tinggal menghitung hari. Jadi, Siwon –sedikit terpaksa– melepaskan pelukan mereka. Dan Kyuhyun terlihat tidak senang.

Siwon mengecup bibir Kyuhyun. “Kau masih bisa memelukku saat kita berbaring. Sudah malam, saatnya untuk tidur, kekasihku.”

Kyuhyun mendengus. Lalu dengan seluruh tenaganya, Kyuhyun mendorong tubuh Siwon hingga ia terbaring di tempat tidur.  Hal itu membuat Siwon begitu terkejut. Oh, dia pikir ketika Kyuhyun mabuk, kekasihnya tidak akan mempunyai tenaga sebesar itu. Kyuhyun tersenyum dan merangkak di atasnya.

“Kyuhyun…”

Kyuhyun mengecup bibir Siwon. “Well, karena kau bilang kita harus berbaring. Jadi…”

Kening Siwon berkerut. “Apa?”

“Well…” Kyuhyun mendekatkan mulutnya pada telinga Siwon dan berbisik, “Sex. And… honestly, I really want to suck you, Director Choi.”

*****

Siwon menatap bangunan besar dan terlihat megah yang disebutnya sebagai rumah selama lebih dari tigapuluh tahun. Dua minggu lalu, dia melangkah keluar dari bangunan tersebut dan datang pada rumahnya saat ini. Tapi kini, ia kembali. Sekadar untuk berpamitan atau mungkin mengenang untuk terakhir kalinya. Karena tidak ada yang tahu apakah Siwon bisa kembali ke bangunan tersebut atau tidak. Siwon menarik nafas perlahan lalu melangkahkan kakinya memasuki rumah besar tersebut.

Jujur saja, Siwon tidak pernah menyangka kalau dia akan merasa seperti nostalgia. Rumah itu memang sedikit berbeda dengan rumah masa kecilnya karena Jaewon pernah melakukan beberapa perubahan. Tapi semuanya terasa begitu familiar bagi Siwon.

“Oppa…!!” seru Jinri yang berlari untuk memeluknya.

Siwon tersenyum dan membalas pelukan tersebut. Walaupun mereka pernah beberapa kali bertemu, tapi Siwon tidak bisa memungkiri kalau dia merindukan adiknya. Kemudian Siwon melepaskan pelukannya dan menatap wajah Jinri dengan seksama. Dia akan lama sekali sampai bisa melihat wajah Jinri lagi nanti.

Siwon mengusap lembut kepala Jinri. “Hey…”

“Aku pikir tidak akan bertemu denganmu sebelum kau pergi ke bandara,” tutur Jinri.

Siwon tersenyum dan menarik tangannya dari kepala Jinri. “Tentu saja, tidak. Bahkan jika kau ingin mengantarku, aku akan senang sekali.”

Jinri mendengus jengkel. Siwon kembali menggodanya. Tapi ini yang akan paling dirindukan Jinri dari kakaknya. Jinri menarik nafas perlahan dan mulai tersenyum. Setidaknya untuk mengantar Siwon, ia harus terlihat bahagia.

“Siwon…”

Jinri dan Siwon menoleh ketika Jaewon muncul dan menghampiri mereka. Siwon sedikit membungkuk untuk memberi salam. Itu pun terasa sangat canggung. Terlebih setelah Siwon mengetahui bahwa ayah serta kakeknya mengetahui tentang dalang dibalik kasus Seon Hwan dan malah menutupinya, Siwon tidak tahu bagaimana harus bersikap di hadapan sang ayah. Di satu sisi, Siwon merasa begitu marah karena mereka telah menutupi fakta. Namun di sisi lain, Siwon tahu alasan kenapa ayah serta kakeknya menutup mulutnya. Choi Group sedang dipertaruhkan dan resikonya pun terlalu besar.

Jaewon tersenyum dan menepuk bahu putranya. “Kapan penerbanganmu?”

“Er… itu…”

Well, Siwon tidak memberitahu siapa pun kapan ia dan Kyuhyun akan berangkat. Termasuk Changmin dan Yunho yang membantunya mengurus surat-surat yang ia butuhkan. Pemesanan tiket semua benar-benar diurus oleh Siwon secara langsung. Ini dilakukannya sebagai langkah pencegahan. Choi Yoojin masih berusaha untuk memisahkan Siwon dengan Kyuhyun, walaupun sebelumnya ia pernah histeris. Siwon pun mengetahui tentang hal tersebut dari Jinri. Awalnya, Siwon berpikir ibunya akan berusaha menerima situasinya, tapi tidak ada yang berubah. Karena itulah, Siwon merahasiakan tanggal keberangkatannya.

“Sudahlah, tidak perlu dijawab. Tapi melihatmu datang ke rumah ini, sepertinya waktunya tidak lama lagi,” tutur Jaewon.

Siwon menggumam. “Begitulah. Aku pikir aku harus datang untuk berpamitan.”

Jinri mendecih. Ia melipat kedua tangannya di depan dada. “Aku tidak yakin kalau Oppa mau datang dengan sukarela bahkan untuk sekedar berpamitan. Pasti Pengacara Cho yang memaksamu untuk datang, bukan?”

Siwon mendengus lalu menjentik kening adiknya. Jinri hanya menyeringai ketika ia bisa menebak dengan benar. Tentu saja, Siwon tidak akan mau datang ke rumah jika dia harus bertemu dengan ibunya. Jaewon hanya bisa tersenyum. Hal itu benar-benar ironis. Putranya menolak untuk berada di rumah yang sama dengan ibunya sendiri karena situasi yang canggung. Ini adalah rumah di mana Siwon lahir dan tumbuh, namun pada akhirnya dia memilih keluar dan mendapatkan rumah lainnya. Rumah yang akan menjadi tempatnya melanjutkan hidup.

“Kau datang untuk makan siang, juga?” tutur Jaewon. Ia sangat berharap bahwa mereka bisa makan bersama sebagai keluarga yang utuh.

Sayangnya, Siwon menolak. “Maaf, aku tidak bisa lama. Masih ada yang harus aku selesaikan.”

Jaewon hanya bisa mengangguk kecil. Itu memang alasan yang diberikan Siwon, tapi ia tahu betul alasan yang sebenarnya. Siwon masih belum ingin bertemu langsung dengan Yoojin. Dan Jaewon juga tidak bisa memaksa Siwon untuk tetap tinggal lebih lama.

“Sudah mau pergi?” sahut Jinri.

Siwon mengangguk. “Aku datang hanya untuk berpamitan.”

Jinri mendengus jengkel. Lalu ia meminta Siwon untuk menunggu beberapa menit saat ia bergegas menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu. Tak lama, Jinri kembali dengan membawa sebuah kantung yang berukuran cukup besar. Gadis itu memberikannya pada Siwon.

“Untuk hadiah ulang tahunmu. Kau tidak akan di sini untuk menerimanya,” ujar Jinri.

Siwon mengambil kantung tersebut dan tersenyum. “Terima kasih. Aku mungkin akan mengirimkan hadiah untukmu.”

“Tentu saja, kau harus memberiku hadiah juga. Aku tidak akan segan meneror emailmu agar kau tidak lupa.”

Siwon tertawa kecil. Kemudian Siwon memeluk adiknya dengan erat. “Aku akan merindukanmu, sayang.”

Jinri mengeratkan pelukannya. “Aku juga.”

Kemudian Siwon melepaskan pelukannya. Ia kembali menjentik kening Jinri. Mereka berdua tertawa dengan ringan. Lalu Siwon menatap sang ayah. Ia kembali membungkuk –kali ini memberi salam dengan formal.

“Aku pergi, Appa.”

*****

Kyuhyun berbalik dan menatap rumah besar itu dengan seksama. Untuk terakhir kalinya. Sama seperti Siwon, Kyuhyun pun datang untuk berpamitan pada keluarganya. Hanya saja, jika Siwon dapat diterima oleh Jinri dan ayahnya, Kyuhyun hanya mendapatkan punggung dingin dari sang ibu. Ahra sedang pergi mengurus pembayaran gedung bersama Jisung –oh, Kyuhyun sudah berpamitan terlebih dahulu pada kakaknya dan calon kakak iparnya di hari sebelumnya– sedangkan ayahnya… Entah Kyuhyun tidak tahu.

Di rumah hanya ada ibunya. Walaupun Kyuhyun sempat bicara, tapi Kim Hannah tidak merespon apa pun. Seolah menganggap Kyuhyun tidak berdiri dengan jarak tiga langkah dari sofa tempat Hannah sibuk melihat-lihat contoh undangan pernikahaan. Jadi, setelah hanya tiga menit bicara sendiri, Kyuhyun memilih untuk pergi.

Kyuhyun menarik nafas perlahan dan memperhatikan sekeliling rumah tersebut. Kemudian Kyuhyun mengulas sebuah senyuman. Dia tidak ingin pergi keluar dari rumah tersebut dengan meninggalkan kenangan yang menyedihkan. Semua kenangan yang pernah terjadi di rumah ini akan menjadi bagian memori yang paling indah dalam hidupnya.

“Eomma, Appa… Aku pamit pergi. Aku meminta maaf karena tidak bisa menjadi anak yang kalian harapkan. Tapi dia adalah kebahagiaanku saat ini. Jaga diri kalian baik-baik. Dan terima kasih karena kalian yang memberiku kehidupan ini,” ucap Kyuhyun yang diikuti dengan salam membungkuk.

Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan tersenyum lagi. Lalu ia berbalik dan berjalan meninggalkan rumah tersebut. Menuju rumah barunya bersama dengan kebahagiaannya.

*****

NOTE: Tinggal epilog!!!! Jujur, kelar part 59 ini berasa udah bebas banget. Hahahaha… Okay, saya beralih ke fanfic yang pending lainnya yaitu The Last King. Well, mengikuti Scarface, kayaknya saya bakal percepat alurnya. Cape euy ama politik…

Aku masih merasa ini ada yang kurang. terlebih banyak yang aku potong-potong termasuk scene… uhm… itu deh. Aku sempet mikir mau bikin part missing scene kayak sebelumnya tapi… Liat niatan dulu ya.

Saya juga mau minta maaf, ini part telat diupdate. Tapi lumayan deh 10k

Advertisements

41 thoughts on “[SF] Scarface Part 59

  1. oohh emang sengaja di cepetin ya,kkk
    tp ya mau gimana lagi,target 60 buat epilog sepertinya memang kamu niat banget ya jae,kasian kamu juga kayanya cape bngt ngurusin fic satu ini,tp rada sedih juga menyadari ini bakal kelar bentar lagi,heuheu
    tp mudah2n ff wonkyu yng lain menunggu buat di update,karna tiba2 aku inget sama i knew it itu jae,bukannya km dulu ada rencana lanjutin jadi BL ya?mudah2n jadi di lanjut ya amien
    well…..balik lg ke coment,di part ini mamahnya siwon si udah keliatan ya bakal ga mau kehilangan siwon,jd mudah2n beliau mau nerima hubungan wonkyu,tp ko mamahnya kyuhyun msh gitu2 aja ya,kkk,semoga ttp happy end lah

  2. Senangnya bisa baca……
    Meskipun harus berakhir, tapi tetep senang. Setidaknya mereka bahagia.
    FF ni ff yang hebat, dan ff yang selalu ditunggu banget.
    Author memang hebat.

  3. Wah udah mau epilog aja. Sebenarnya gak mau cepet ending, tapi entar gak selesai ceritanya.

    Sedih sih lihat mereka pamitan sama keluarganya seperti itu. Siwon yang gak mau ketemu ibunya dan kyuhyun yang gak di anggap sama ibunya. Apa bolah buat, mereka ingin bahagia…

  4. rasanya kok gak rela kalo ff ini mau ending kkkkkkkk
    masih gemes sama hub wonkyu disini …. buat lagi dong missing scene nya hhhhh
    kalo bisa epilognya yg panjaaaaaang
    semoga ada ff penggantinya *kode
    semangat nulisnya jae ^^

  5. My dear…..i’am crying!!!!hikz..

    Merasa begitu senang dengan isi ff yg aq rasa begitu pas.Perasaanku bisa jadi nano-nano pas baca ini tadi kkkkk.Syukurlah..semua tahu tentang apa yg telah Uhm Ki Joong lakukan.Semoga meraka segera menemukan bukti untuk mmbuatnya jera.Semoga juga..para eomma juga bisa menerima apa yg tengah terjadi pada putra mereka.Aq rasa mereka paling tau bagaimna mmbahagiakan buah hatinya.
    My lovely ff.♡♡WonKyu☆☆

    Jeongmal gumawo eonni.Buat ff’y yg keren.
    FIGHTING!!!!Saranghae..

  6. oohh!!!! g pcya klo hnya tersisa part epilog aja. jujur aq bneran dah addict bgt ma ff SF wonkyu ini brsa jd bag dr cerita ini .. yg psti lga karna wonkyu bahagia. y wlopun g smua kluarga stuju ma kep mereka tp ini memang yg terbaik untuk wonkyu .ok! di tunggu ending dari ff nya happy forever for the best couple WONKYU !!

  7. duh yaaa Yoojin bener2 kepala batu bgt ya..percuma bgt ngancam Jisung klo ujung2 nya gagal.
    untung Jisung dewasa pikiran nya, jdi dia ga mudah terprovokasi sma omongan Yoojin .
    Ahra bener2 beruntung punya suami kyk jisung hoho
    dan akhirnya si kakek Kasih tau jg siapa dalang dri smua nya, tpi sayang ga bisa ‘dituntaskan’ krna kurang nya bukti.
    eii ~ sejak kapan Kyuhyun jdi agressif gini?? haha Siwon jdi ga kuat sma godaan Kyuhyun 😂😂
    ga nyangka ini ff udh mau ending u,u
    well ~ sehat trs ya ra buat namatin ff yg lain nya 😁
    slalu ditunggu karya2mu slanjut nya ❤

  8. Maksudnya ini ending!! Siwon ttp pda pendiriannya untk pergi,,meski dy tau ki joon akan trus mngawasinya,,,,,dn aku stuju,,,slma youjin dn hanna ga berubah,,,di korea jauh lbh bruk untuk wonkyu!! Aku brharap hanna dn youjin cpat mnyadari ksalahan mrka!!
    Good job!!

  9. Udah mau ending, baru 2bln ini nemu web ini, cerita2 wonkyu yg seru2. Tp selama happy ending aku seneng2 aja ^_^.
    Cerita ini semoga mereka happy ending, drpd mereka di korea, lbh baik ke luar negeri. Semangat ya buat lanjutin cerita2 nya….

  10. ga tau kenapa baca part ini degdegan banget. yaa keputusan siwon buat pergi uda bulat, dan pergi ke praha keknya emg jalan terbaik buat mereka.
    ga nyangka juga jisung mau lanjutin hubungan nya sama ahra, pokoknya seneng banget ff ini berakhir bahagia.
    brarti ini end dong ya, tinggal nunggu epilog doang. ahh aslinya kaga rela sf berakhir. tau lah aku sayang banget sama cerita ini. pokoknya ditunggu lagi karyakarya mu diera-ssi 😍😍
    keep writing dan sebarkan cinta wonkyu 😚😚

  11. Seneng bgt muncul update SF nya hari ini..
    Sukaaaak.. Iya, itu missing part nya hrs dibuat.. Ehm.. Cara km nulis smut scene itu jg enak, gak terasa gimana gitu… Berkelas lah.. Lol..
    Ditunggu epilog nya.. Dan missing part nya jugaaak…

  12. Aduh-aduh deg-deg an baca part ini. Dan ternyata Siwon tetep kekeuh pda pendiriannya utk bwa Kyuhyun pergi #salut Siwon gk usah diragukan lagi. Hehehe..
    Lumayan sedih juga sih waktu baca moment wonkyu yang masing-masing pamitan sama keluarga mereka. Rasanya nyes aja gitu ketika mereka menginginkan kebahagiaan tapi harus dengan pengorbanan yang besar juga . Sebenarnya kasian juga sama ibunya Siwon yg hrus kehilangan anaknya 
    Eh iya author bener ada yang kurang terutama bagian yang pesta heechul itu. Penasaran deh kyanya seru permainannya sampai Kyuhyun mabuk gitu trus-trus setelahnya kan ada adegan wonkyu diranjang dan di skip haha… kyanya asik deh kalo emang beneran ada missing partnya lagi hehe.. #ngarep
    Yg jelas bkalan kengen bgt saat2 nungguin ff ini huhu 
    Semangat yaa tinggal satu part lagi… !

  13. Kakek choi sama appa choi ternyata sudah tau. Tp emang gak ada bukti yang bisa menjerumuskan ki joon ke penjara sih…
    Waktu siwon bilang akan melindungi kyu sendiri itu romantis banget…
    Wahhh mreka benar2 romantis.
    Diera eonni suka sama pov kyu yang di dalam hati heheh lucu…

    Makasi banyak diera eonni…

  14. Nggak nyangka ni ff tinggal nunggu epiloge nya…rasanya berat ninggalin ni ff…tapi kalau dipanjangin lagi ntar malah kayak sinetron indo nggak kelar2😂
    Diawal kyu selalu nolak siwon..eh kesininya malah kyu yang paling agresif nggak bisa nolak pesona siwon ☺
    Berharap ada missing scene nya, yang full romance wonkyu 😍

  15. Heu ibunya siwon “sepercik nyadar” kalo siwon bener2 bakal nunggalin dia eh malah jd histeris gt tp ttp aja ga berusaha memperbaiki sifatnya.. udh terlambat tante. Anaknya udah mau caw dr korea. Ini juga ibunya kyuhyun… pdhl kyuhyun niatnya udh baik tp cuma dianggep angin lalu. Tsk. Semoga bahagia deh tuh tante2 pada. Kali aja ntaran dapet hidayah 😂😒

    Awalnya sempet curiga wonkyu ga jd caw ke praha gara2 udh tau siapa uhm ki joon sebenernya… tp syukurlah rencana itu ttp jd hehehe >< ga sabar pgn liat gimana kelanjutan hidup mrk berdua di prahaaa~~~ hihi. smg wonkyu bisa lebin bahagia dgn pindahnya mrk kesana 😬😬👌👌

  16. Huaaaa akhirnya mau selesai…. Ini dikebut banget kayanya, soalnya ada beberapa typo… ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Kayanya patut ada missing part lagi deh… Penasaran soalnya kali ini Kyuhyun setengah mabuk kan… Sadar ajah dia bisa bujuk Siwon dengan cara ekstrem… Gimana kalo setengah sadar…. Dan pengen juga ada scene mereka bangun pagi bareng saling pelukan tanpa pakaian, abis make love lah, terus ngobrol santai, saling menggoda… May be pas mereka udah di praha, dirumah sendiri…

  17. Hhuuaa mau ending..
    btw thx thor udah mau terus ngelanjut ff ini.. author update aja udah seneng bgt secara semakin lama ff wonkyu berkurang dan bahkan gak ada yg mau lanjut.. huhuhu sooo… thx bgt udah ngeramein ff wonkyu + cerita ffnya the best bgt deh.. *kok jadi curhat* kkkkk
    kyu disini liar bgt yak sampe siwon dibikin speachless gitu.. hehe
    udah deh abaikan emak2 rempong itu.. tatap masa depan kalian.. walaupun si yoojin jadi kayak stress gitu..
    semoga happy ending 🙂

  18. akhirnya kakek choi daehan tau siapa dalang dari semuanya…
    kyuhyun kamu sekarang berani ya siwon sampe terkejut hehehee..
    semoga uhn ki joon segera ditangkap atas semua kejahatan yg dia lakukan.ditunggu lanjutannya ya

  19. kyu agresif bangeeettt, jadi ikutan greget!!! Apakah sampai akhir ortu Kyu tetetp tdak akan menerima Kyu lagi?? aq harap salah satu dari mereka mau memaafkan kyu!!!TT
    di tggu banget epilog nya yaaaa!!!!! 🙂

  20. Whaaaat…..?tinggal epilog?????
    Hadeeh walopun mang panjang tapi ttp bakal kangen dah ma ni ff
    Secara ni yang ngobatin haus akan ff wonkyu.
    Mogaaa ada paet tambhan trmasuk missing scene nya

  21. g kerasa ff nih udh end walaupun aq aga g rla ff ni brakhir.
    good job bwat ka2 yg udh bkin ff sbagus ini ntah knpa bca ff ni serasa nonton drama asli.
    di part ini full wonkyu,,,aq hrap stlah prgi dri kluarga msing2 wonkyu bsa mendapatkan kbhgian mreka dan aq harap oemmanya wonkyu bkln nyesel krn klakuan mereka.
    ah babykyu yg plos knpa skrang jd mesum ya,,slut bnget sma jisung yg ngmbil kputusan g mandang dri sblh phak aja,,,smga aja kakek choibsa cpet ngedapetin bukti bwat ngebongkar prbuatan uhm ki joon.
    di tunggu epilognya sm ff lainnya yg g klah the best dri ff ni.makasih

  22. Antara sedih dan bahagia sih nih ff mau ending
    Sedih karena gileee bisa sebanyak ini heehhe, bahagia karena akhirnya bakalan tau endingnya gimana g bikin penasaran lagi..
    Perjuangan mereka beeeuuhhh berat bahkan mau ending pun ummadeul masih dingin gitu..
    Tapi gpp dibalik itu masih banyak yang sayang keduanya kok..
    Jadi kah wonkyu ke praha??
    Btw soal missing part nya boleeehhh dooong sebelum epilog hahaha
    Anggap bikin dag dig dug serr nunggu epilog diselingi dulu romance penuh di scene sebelum epilog, itu juga kalo diera mau gitu buatnya walo tetep ngarep hahaha

    Dan endingny adalah..
    Saya menunggu ff laen mu yang pastinya soal wonkyu lagi, boleh lah sf nya juga hehehe yang soal won misal ke musical taw soal siwon datang ke konser pertamanya kyu hehehe
    Pokoknya karyamu slalu ditunggu aja..
    😁😁

  23. aq selalu suka sama ff mu lho
    bneran cz bagus banget
    gaya penulisan jg oke
    dan klo pun ini nanti end
    bkin wonkyu yg lain donk
    hehehehehe

    keep writing ya
    happy end 😁😀

  24. Bakalan sedih bgt clw scarface tamat… hufttt udach lama bgt ngikutin nich cerita…. hiks T…T
    Keep fighting author tetep berharap banyak sama epilognya kkkkk

  25. Kyaaaa..!!!! Ff ini akhirnya update 😝😝
    Ahhh kok ngrasa gak rela yaa ni ff bntar lagi mau and kaya blum puas gituu.. Suka bangett sama interaksi wonkyu di part ini manisss dahh..
    Btw um ki joon dah ngelepasin kyu kan.. Dah gk mau bls dendam lagi ke kyu kan ..
    Kasian kyu klo nnti di Negara lain pun masi kena teror ki joon..
    Siwn bklan bawa bneran kyu ke luar negeri kah stelah dia tau dalang dari semua ini adlah ki joon.. Ihhh aku penasaran di bagian ini ..
    Ibu siwon mulai gila tuh di tinggal sama siwon.. Kamren2 kesel sama karakter nyonyai choi di sini.. Tapi pas part ini bagian dia nangis aku ikutt sedih
    Harusnya ibu siwon ngalah jadi gk bklan kehilangan siwon.. Ahhhh terlambat sekali anda nyonya choi.
    Ibuu kyuhyun parahh bangettt semogaa nnti nyeselll pas liat kyu dah pergi ..#gemes.!!
    Pernikahan ahra tetep lanjutt ahh senengnyaa ahra jadi nikah..
    Gomawo updatanyaa di tunggu epiloq nya thorr.. Happy ending yaaa.. Hihih #Hwaiting..!!!

  26. well gak nyangka juga Scarface mencapai chapter 59..
    aku pikir masih ada beberapa chapter lagi sampai kasus penculikan dan Uhm Ki Joon terungkap, tapi setidaknya wonkyu berending menjalani hidup bersama daripada mereka harus terpisah ^^
    apakah setelah Scarface berakhir akan ada sequel mengenai kehidupan wonkyu diluar negeri atau ku harap ada ff wonkyu terbaru hehehehe

  27. Akhirnya mrk tau dalang dr penculikan kyuhyun termasuk wonkyu, pengen sech wonkyu tetep pergi dan hidup bahagia berdua ditempat lain. Tp resiko bahwa kyuhyun akan baik” saja tu sangat tipis mengingat kejadian sblmnya bahwa siwon tdk mampu mengatasinya sendiri. Jd msh berharap siwon bs membatalkan niatnya dan tetap dg choi group dan bs membuat semua keluarga choi menerimanya utk menikahi kyuhyun…

  28. senang akhirnya diera update lagi .. dan ini akhir dari scarfac? ??
    wonkyu harus bahagia ya ..
    iya buat lagi dong missing scene nya lagi .. hahaha

  29. Scarface mau tutup sedih jg seneng jg, para emak masih belum bisa nerima sedih bgt. Seneng akhirnya siwon tau siapa musuh sebenarnya walaupun gk bisa berbuat apa2.
    Wonkyu dh mau prgi tpi masih bnyak yg ngeganjel semangat wonkyu, di tunggu endingnya.
    Trimakasih….

  30. Senagnya wonkyu bisa bersama walaupun ortu mereka masih ada yg tidak setuju
    Mudah”aja epilog nya happy ending dan terima kasih buat eonni yg udh buat ff wonkyu yg so sweet bgt

  31. duhhh.. gak rela bgt klu ff ini harus end… udah nemenin beberapa tahun belakangan ini soalnya…
    request donk author-nim, klu buat ff lagi ada 3 couple itu lagi donk.. udah bener2 falling sama jikang (krn dari dulu udah jd wonkyu dan krisho shipper 🙂 )
    yosh, ditunggu next update nya.. fighting !!

  32. uhh ibu ny kyuhyun tetep aja yah….dan semoga wonkyu beneran bahagia.
    masih berharap juga uhm ki joon dapat balasan…entah apa gitu…perusahan goncang ato skandal korupsi lainnya

  33. Ini ending??
    Berharap epilog nya nanti mreka semua bisa nerima keputusan wonkyu, dan yg pada jahat” itu dihukum juga huwaaaa~ :3

  34. i really hope your epilogue is about life after few years….
    Fell sad to Kyuhyun that only his noona is backing him…..
    Also fell sorry to Siwon mom…..if she could accept then she will loss his beloved son
    thanks to Jisung for continue the marriage
    Hope to see your update ya…..Btw thanks for your continuous update and your hardwork in completing the stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s