[SF] Scarface Part 53

medicine

53

Kyuhyun membuka matanya perlahan dan mendapati wajah Siwon berjarak sangat dekat dengannya. Dia bahkan bisa merasakan hembusan nafas Siwon pada wajahnya. Kyuhyun mengingat kejadian semalam  ketika Siwon menjelaskan mengenai kejadian penculikan yang dilupakannya. Tapi dia tidak ingat kalau dia tertidur di tempat tidur Siwon. Terlebih Siwon sepertinya tidak keberatan dan mereka malah tidur di satu tempat tidur yang kecil.

Kyuhyun merasakan kedua tangan Siwon yang memerangkap tubuhnya. Well, dia tidak akan bisa bangun dari tempat tidur tanpa membangunkan Siwon. Jadi, Kyuhyun tetap pada posisinya lagipula dia juga merasa nyaman.

Kyuhyun memperhatikan wajah Siwon yang terlelap. Ini memang bukan pertama kali mereka tidur di satu tempat tidur yang sama, namun Kyuhyun terkadang masih merasakan sedikit kecanggungan. Wajah Siwon begitu tampan dan Kyuhyun yakin ada banyak wanita yang tergila-gila padanya. Terlebih dengan posisi Siwon sebagai pewaris Choi Group, ada begitu banyak wanita yang lebih pantas untuk menyandang sebagai kekasihnya. Tapi pria ini memilih Kyuhyun.

Siwon sudah sangat sering menjelaskan pada Kyuhyun bagaimana dia menyukainya tanpa peduli bahwa mereka sama-sama pria. Tapi Kyuhyun terkadang masih sering merasa seharusnya mereka tidak bersama. Dengan semua masalah yang muncul, Kyuhyun hanya membuat Siwon terluka. Namun, walaupun begitu Kyuhyun juga tidak ingin melepaskannya. Dia tidak ingin Siwon pergi darinya.

Kyuhyun mendesah. Ini adalah dilemma yang begitu besar.

“Kenapa mendesah begitu keras? Apa yang kau pikirkan?” gumam Siwon dengan mata masih tertutup.

Kyuhyun sedikit terkejut. “Ka-kau sudah bangun? Se-sejak kapan?”

Siwon membuka matanya dan tersenyum. “Sejak kau bangun. Aku bisa merasakannya dengan posisi kita sedekat ini.”

Ucapan Siwon membuat wajah Kyuhyun bersemu. Siwon tertawa kecil melihat reaksi Kyuhyun. Dia kemudian terdiam dan memperhatikan wajah Kyuhyun dengan seksama. Dari jarak sedekat itu, Siwon bisa melihat bekas memar yang mulai memudar di wajah kekasihnya. Hal itu mengingatkan Siwon pada kegagalannya untuk melindungi Kyuhyun.

“Kenapa kau menatapku begitu?” tanya Kyuhyun.

“Kau begitu tampan. Entah bagaimana aku bisa seberuntung ini mendapatkan kekasih setampan dirimu.”

Kyuhyun mendengus, walaupun dia tidak bisa menyembunyikan wajah memerahnya. “Aku bukan wanita jadi aku tidak akan terpengaruh dengan rayuanmu itu,” tukasnya.

Siwon tertawa lagi. Tapi detik berikutnya tawanya menghilang. Siwon masih memandang Kyuhyun dengan begitu serius. Kemudian dia mengangkat tangan kanannya dan menyentuh wajah Kyuhyun dengan ujung jemari dengan hati-hati. Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Dia menatap Siwon dengan lekat.

Ujung jemari Siwon bergerak perlahan di wajah Kyuhyun. Dimulai dari bagian kening, lalu menyentuh alis hitam Kyuhyun bergerak ke ujung mata, menarik garis lurus menuju hidung hingga ke ujung hidung kekasihnya. Terakhir jemari Siwon menyentuh permukaan bibir Kyuhyun. Nafas Kyuhyun tertahan sejenak. Jemari Siwon sedikit membuka kedua belah bibir Kyuhyun. Siwon belum melepaskan fokusnya dari Kyuhyun, dia berusaha mencari reaksi Kyuhyun. Kekasihnya terlihat masih tenang.

“Siwon…”

Siwon bisa merasakan hembusan nafas Kyuhyun dari bibirnya ketika ia menyebutkan namanya. Perlahan Siwon menarik jemarinya dari permukaan bibir Kyuhyun dan dalam gerakan cepat Siwon menarik tubuh Kyuhyun ke dalam dekapannya. Kyuhyun berada di atas tubuhnya, agar Siwon tidak secara sengaja menekan tubuhnya. Ia masih ingat kalau paru-paru Kyuhyun sempat bermasalah karena pukulan pria-pria asing tersebut. Jadi, dia tidak akan mengambil resiko.

Kyuhyun yang terkejut dengan gerakan tiba-tiba hanya bisa menatap pria yang berada dibawah tubuhnya. Siwon menyentuh rambut dan mengusap telinganya lembut. Ia tersenyum tipis lalu menarik wajah Kyuhyun hingga bibir mereka bertemu.

Siwon melumat lembut bibir bawah Kyuhyun dan sedikit menjilat permukaannya. Dengan secara responsif, Kyuhyun membuka mulutnya dan membalas ciuman Siwon dengan penuh gairah. Tubuh mereka bergerak untuk menyamankan posisi tubuh mereka di atas tempat tidur yang memang hanya diperuntukan satu pasien.

Tak lama, Kyuhyun menarik ciumannya. Ia melihat wajah Siwon yang bersemu akibat ciuman mereka. Well, bukan hanya Siwon, wajah Kyuhyun juga memerah. “Good morning,” gumamnya pelan sembari mengusap lembut kening Siwon –menghilangkan sedikit peluh yang muncul. Heck, Kyuhyun bahkan tidak tahu kenapa dia malah mengucapkan kata itu.

Siwon tertawa kecil. “Good morning, indeed.”

Kyuhyun merasa lebih tenang dan ikut tertawa lalu mencium Siwon lagi. Namun, ciuman mereka harus diselingi oleh suara tawa keduanya. Berkali-kali Siwon mengecup bibir Kyuhyun untuk membuatnya berhenti tertawa. Tapi Kyuhyun tidak bisa berhenti, dia bahkan sampai memukul bahu Siwon untuk berhenti menciuminya.

“Siwon, sudah! Jangan menciumiku lagi!” protesnya masih dengan tertawa.

Siwon mengernyit tapi dia tersenyum. “Kenapa? Aku merindukanmu. Bahkan beberapa ciuman tidak akan bisa menebus rasa rinduku padamu.”

Kyuhyun kembali menatap Siwon dengan serius. Tawanya hilang. Siwon mungkin terdengar mengatakannya tanpa maksud tertentu, tapi Kyuhyun mulai memahami setiap tindakan dan ucapan Siwon seiring hubungan mereka berjalan. Ada keseriusan dalam ucapannya tersebut. Ada makna lain dalam ucapannya.

“Apa maksudmu? Ucapanmu yang baru saja. Siwon, apa yang kau pikirkan?”

*****

“Siwon melakukan apa?” tanya Jaewon.

Changmin menghela nafas. Walaupun dia tidak ingin mengatakan apa yang dilakukan oleh Siwon kemarin, tapi ia tahu Choi Daehan pasti akan mengetahuinya juga. Cepat atau lambat. Dan Jaewon juga pasti akan diberitahu. Jadi, Changmin memilih jalan aman untuk memberitahu Jaewon terlebih dahulu mengenai tindakan Siwon.

Jaewon menatap keponakannya dengan serius. Dia baru saja sampai di ruangannya dan Changmin sudah menemuinya untuk memberitahu tindakan gila yang dilakukan oleh putranya. “Changmin, Siwon tidak bisa melakukan itu. Team dokter tidak akan memberikan persetujuan. Terlebih dengan kondisi Cho Kyuhyun saat ini.”

“Sayangnya, putra paman melakukannya. Well, aku memang sedikit membantu. Tapi itu akan jauh lebih baik dibandingkan Siwon memaksa dengan memakai posisinya sebagai pewaris Choi Group. Untuk itu, kakek mungkin juga tidak akan senang dengan tindakannya,” tutur Changmin.

Jaewon benar-benar tidak percaya. Putranya baru saja sadar dan dia sudah melakukan tindakan gila. Terlebih Changmin juga membantunya. “Kenapa kau malah membantunya?! Kau seharusnya bisa bersikap rasional, Changmin.”

“Jangan menyalahkanku, Paman. Siwon sangat keras kepala. Walaupun aku sudah berusaha melarangnya, dia akan tetap melakukannya. Kemarin, aku sudah sangat jelas melarangnya untuk turun dari tempat tidur, tapi Siwon berhasil membujuk Sooyoung untuk membawanya keluar kamar. Entah apa yang akan dilakukannya jika aku tidak menurutinya kali ini. Selain itu, mengenai kondisi Pengacara Cho, sepertinya ada sedikit masalah.”

Jaewon mengernyit. “Masalah apa?”

“Dia kehilangan ingatannya. Terutama mengenai kejadian penculikan itu. Saat Siwon menemuinya, Pengacara Cho mengalami episode kedua. Dokter masih belum tahu apakah traumanya bisa berefek seperti itu.”

Jaewon mendesah berat. Dia duduk di kursinya. Rasanya masalah tidak pernah berhenti datang. “Mungkin itu mekanisme pertahanannya. Itu biasa terjadi jika trauma yang dialami terlalu berat. Otaknya mungkin bereaksi seperti itu dan sengaja menutup ingatan tersebut. Itu biasa terjadi.”

Kali ini Changmin mengernyit. “Dari mana paman bisa tahu?”

Jaewon memandang keponakannya. “Well, selain tumpukan dokumen pekerjaan, aku juga membaca hal-hal lainnya, keponakan. Seperti sains dan psikologi. Kau bisa kembali ke ruanganmu.”

Changmin mengangkat bahu lalu berjalan keluar dari ruangan kerja Jaewon. Sang pemilik ruangan sendiri hanya bisa mengusap wajahnya dengan frustasi. Ia memang tidak bisa mengatur kehidupan putranya, tapi jika Siwon sudah bertindak diluar rasionalitasnya, maka Jaewon perlu mengingatkan putranya tersebut. Tapi saat ini dia hanya memikirkan bagaimana reaksi Yoojin saat ia ke rumah sakit dan menemukan Siwon dan Kyuhyun bersama.

Jaewon hanya berharap istrinya bersikap pintar untuk tidak mengatakan hal-hal buruk terkait Kyuhyun. Siwon mungkin akan bersikap repulsive lagi jika Yoojin mulai bicara buruk terhadap Kyuhyun.

“Hari ini akan menjadi hari yang panjang.”

*****

Ahra benar-benar tidak mengerti kenapa Siwon memindahkan adiknya dari kamar isolasi ke kamar VIP. Terlebih bagaimana bisa dokter menyetujuinya tanpa pemberitahuan sebelumnya ke pihak keluarga. Kemarin dia mendapatkan laporan dari rumah sakit mengenai Kyuhyun yang mengalami episode lainnya ketika Siwon menemuinya. Dan walaupun Ahra ingin sekali langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi adiknya, tapi dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya di kantor.

Sejak Kyuhyun di rawat, Ahra lebih sering di rumah sakit dibandingkan fokus terhadap pekerjaannya. Well, sesekali Ahra membawa dokumen ke rumah sakit. Namun, ayahnya sudah mulai bersikap tegas padanya untuk lebih fokus pada pekerjaan dan persiapan pernikahannya. Kyuhyun berada di rumah sakit dengan semua team dokter yang menanganinya, jadi orangtua mereka berharap Ahra tidak perlu mengkhawatirkan kondisi adiknya lagi.

Namun, Ahra tidak bisa melakukannya.

Ahra melangkah keluar lift ketika pintu terbuka. Dia berjalan menuju kamar baru Kyuhyun. Sesekali Ahra memperhatikan lorong lantai VIP. Sedikit berbeda dengan lantai lainnya, karena pengawasannya jauh lebih ketat. Dengan beberapa petugas keamanan serta kamera pengawas yang terpasang di hampir semua sudut.

Ahra berbelok di koridor terakhir dan berjalan menuju sebuah kamar paling ujung. Dia melihat nama Kyuhyun terpasang pada papan catatan pasien. Kemudian dia membuka pintu dan melangkah masuk. Tapi Ahra tidak melihat Kyuhyun. Bahkan ranjangnya saja terlihat tidak pernah ditiduri oleh siapapun.

Ahra kemudian berjalan keluar dari kamar tersebut dan menuju stasiun suster. Dia bertanya dimana kamar Siwon, karena jika Kyuhyun tidak berada di kamarnya, artinya dia bersama Siwon. Setelah suster memberitahu letak kamar Siwon, Ahra bergegas. Kamar Siwon berada di koridor lainnya dari kamar Kyuhyun.

Setelah menemukannya, Ahra membuka pintu kamar tersebut dan berjalan masuk. Dia melihat Siwon berada di ranjangnya, menatapnya dengan bingung.

“Di mana Kyuhyun?” tanya Ahra.

“Di kamar mandi.”

Ahra kemudian berjalan menuju pintu lainnya dan mendengar suara keran air. Ia mengetuknya beberapa kali. “Kyuhyun…”

Suara air terhenti. Ahra mengambil dua langkah mundur. Siwon hanya diam memperhatikan. Kemudian pintu terbuka. Kyuhyun menatap Ahra lekat lalu memeluknya dengan erat. Siwon tersenyum tipis. Ahra tidak pernah selega ini melihat adiknya. Kyuhyunnya baik-baik saja.

Ahra memeluk Kyuhyun dengan erat. “Oh, syukurlah.” Ia menenggelamkan wajahnya di bahu sang adik.

Tak lama, Ahra melepaskan pelukan mereka dan memandangi Kyuhyun dengan seksama. Tangannya menyentuh wajah Kyuhyun dan mengusapnya lembut. “Kau baik-baik saja?”

Kyuhyun mengangguk. “Tapi aku yakin, ada banyak hal yang harus kita bicarakan.”

“Baiklah.” Ahra lalu menatap Siwon sekilas lalu kembali menatap adiknya. “Apa perlu kita bicara di sini? Bisa kita bicara di kamar rawatmu saja?”

Kyuhyun menoleh pada Siwon. Seakan meminta usul darinya. Siwon hanya tersenyum dan mengangguk. Ahra ikut menatap pada Siwon.

“Kurasa kalian perlu bicara secara privat. Lagipula aku tidak akan bisa kemana pun,” ucap Siwon.

“Baiklah.” Dia lalu berjalan mendekati Siwon. Dia menatap pria itu dengan lekat. “Setelah aku bicara dengan noona, kita juga perlu bicara lagi.”

Siwon menyentuh pipi Kyuhyun. “Tentu saja, Kyuhyun. Seperti yang kukatakan barusan. Aku akan tetap di sini.”

“Okay,” gumamnya pelan lalu mencium ujung bibir Siwon.

*****

Dokter Seo mengernyit ketika ia mendapatkan hasil tes darah Kyuhyun.

“Dimenhydrinate? Bagaimana obat ini bisa masuk ke dalam tubuhnya?” gumamnya.

Seorang suster yang membawakan hasil tes itu memandangi dokter Seo dengan lekat. “Ada sesuatu yang salah, dokter Seo?”

“Panggilkan dokter Ahn dan bawakan catatan medis Cho Kyuhyun. Termasuk daftar obat yang digunakannya selama perawatannya. Lakukan dengan cepat!”

Suster itu mengangguk dan keluar dari ruangan tersebut. Dokter Seo meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. “Aku butuh catatan daftar penjualan obat. Apapun yang mengandung dimenhydrinate. Kapan dan siapa yang membeli obat tersebut. Terima kasih.”

Tak lama dokter Ahn berjalan memasuki ruangannya. Dokter Seo menatap sang dokter dan menyerahkan hasil tes darah yang baru saja diterimanya.

“Ada kandungan dimenhydrinate dalam dosis yang cukup besar dalam tubuhnya. Mungkin itu yang menyebabkan halusinasinya.”

Dokter Ahn mengernyit. “Tapi obat ini hanya digunakan untuk mencegah mabuk perjalanan. Aku tidak mendapatkan laporan apapun mengenai pasien Cho mengkonsumsi obat ini.”

“Aku tahu.”

Kemudian seorang suster masuk dengan membawakan catatan medis serta daftar obat yang diminta oleh dokter Seo sebelumnya. Kedua dokter itu langsung memeriksa laporan tersebut. Mereka hanya berusaha mencari darimana asal obat itu bisa masuk ke dalam tubuh Kyuhyun. Tapi dari kedua laporan tersebut, tidak satu pun yang menyebutkan penggunaan dimenhydrinate.

Dokter Seo menghela nafas. Obat itu tidak berasal dari rumah sakit. Namun, dalam hasil tes darah  Kyuhyun dengan sangat jelas menunjukkan dosis dimenhydrinate yang cukup tinggi. Seperti yang dikatakan dokter Ahn, obat itu biasa digunakan untuk mencegah mabuk perjalanan tapi dalam penggunaan dosis kecil. Tapi jika disalah-gunakan, dimenhydrinate dalam dosis tinggi dalam menyebabkan halusinasi suara dan penglihatan. Mungkin itulah penyebab halusinasi yang dialami oleh Kyuhyun sebelumnya. Lebih jauh lagi, efek samping dari penggunaan dosis yang tidak tepat akan menyebabkan gangguan pada liver.

“Obat ini tidak berasal dari rumah sakit, mungkinkah…? Kondisi pasien Cho saat dibawa ke rumah sakit sangat parah. Mungkin para perampok itu yang menyuntikkan obat itu ke dalam tubuhnya.”

Dokter Seo menggeleng. “Itu sudah lebih dari sepuluh hari. Seharusnya obatnya sudah bersih dari tubuhnya karena cairan infus. Tes darah ini baru dilakukan kemarin dan dosisnya masih terbilang cukup tinggi. Itu artinya ada orang yang selalu memberikan obat itu ke dalam tubuhnya selama dia dalam perawatan. Pasien Cho selalu berada dalam pengawasan ketat selama dia berada di kamar isolasi dan kita tidak pernah memberikan instruksi pemberian obat tersebut. Lagipula untuk apa perampok menyuntikan obat tersebut padanya? Mereka hanya berusaha mengincar hartanya, bukan?”

“Kecuali… itu bukanlah sekedar perampokan biasa. Jika yang kau bilang benar, ada seseorang di rumah sakit ini yang memberikan obat itu maka masalah ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Ada yang berusaha mencelakainya.”

Dokter Seo terdiam sejenak. Dia memang merasa sedikit aneh ketika mendapatkan laporan mengenai apa yang terjadi pada Kyuhyun. Tapi tidak ada pelaporan aneh dari orang yang menemukannya, pihak keluarga maupun polisi, ia tidak bisa bertanya lebih banyak.

“Mungkin kita harus menemui keluarganya.”

*****

“Dokter sudah mulai menyadarinya?”

“Benar, Tuan.”

Ki Joon tersenyum tipis dan menutup dokumen yang sedang dipelajarinya. “Well, mereka tidak bodoh juga. Okay, kurasa ini benar-benar sudah selesai, bukan? Katakan padanya untuk tetap berhati-hati. Bagaimana dengan kondisi di Seon Hwan? Kita sudah selesai?”

“Semuanya berjalan dengan lancar. Minggu depan pihak kejaksaan akan melakukan penyegelan terhadap Seon Hwan. Saya dengar, mereka juga sedang mempersiapkan pelelangan untuk barang bukti yang disita dari Seon Hwan.”

Ki Joon mengangguk. Dia menatap pegawai kepercayaannya dengan lekat. “Lelang? Maksudmu dengan project korupsi itu?”

“Iya, Tuan. Kerugian negara ditaksir cukup besar dan mereka juga tidak bisa menghentikannya begitu saja. Jadi, kejaksaan akan melakukan pelelangan untuk mengupayakan project itu bisa tetap berjalan dan menghindari kerugian yang lebih besar. Dari pihak Jepang sendiri juga akan melakukan hal yang sama. Matsumoto Group memang dinyatakan tidak bersalah, tapi kejaksaan Jepang akan lebih berhati-hati dalam melakukan pelelangan ini.”

“Kita tidak akan bisa berpartisipasi dalam pelelangan itu, bukan?” tanya Ki Joon.

“Rasanya akan sulit, Tuan.”

Ki Joon mendesah. Dia tidak menyukai hal ini. Perusahaannya sudah mengalami kerugian yang cukup besar hanya karena seorang pengacara. Terlebih kini dia juga tidak bisa bertindak ceroboh setelah kasus itu terbongkar. Walaupun dia sudah melakukan aksi pembalasan, rasanya itu tidak akan cukup.

“Kapan tiket pesawatku siap?”

“Seharusnya dalam dua hari ini, Tuan. Atau anda ingin kembali ke London lebih awal?”

“Tidak apa-apa. Dua hari yang tersisa ini akan kugunakan dengan baik. Setidaknya sebagai salam perpisahaan. Kita mulai dari Choi Jinri?”

“Baik, Tuan.”

*****

Haesa memasuki ruangan Hyukjae.

“Ada apa?” tanya Hyukjae yang sedang mempelajari laporan kasus yang sedang ditanganinya.

Haesa berjalan menghampiri meja kerja dan menatap rekan kerjanya itu dengan lekat. “Ini mengenai kasus Kyuhyun.”

“Kenapa? Apa polisi menemukan petunjuk atau mereka akhirnya menutup kasusnya secara resmi?” tanya Hyukjae dingin.

Haesa menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan. Dia bisa mengerti dengan sikap apatis Hyukjae saat ini terkait kasus Kyuhyun. Well, Haesa juga merasakan frustasi yang sama. Hubungannya dengan Kyuhyun mungkin berakhir dengan buruk, tapi dia juga tidak ingin Kyuhyun mendapatkan kesulitan apapun.

“Polisi akan melakukan investigasi ulang. Mereka akan kembali mengecek kamera pengawas lalu lintas, mencari petunjuk di lokasi saat Kyuhyun ditemukan atau hal lainnya. Mereka melakukan ini karena tidak ada petunjuk jelas mengenai kasus tersebut, tapi mereka merasa ada sebuah petunjuk yang hilang. Jadi, mereka akan membuat sebuah rekonstruksi ulang mengenai kejadian hari itu.”

Hyukjae menatap Haesa serius. “Aku merasa ada kata ‘tetapi’ selanjutnya.”

“Well, untuk melakukan rekonstruksi itu, mereka perlu pernyataan dari Kyuhyun. Mereka akan meminta ijin dari dokter untuk bicara dengan Kyuhyun. Kondisi Kyuhyun mungkin tidak cukup baik, tapi mereka tidak bisa menunggu lebih lama. Ini bahkan sudah hampir dua minggu. Kemungkinan para pelakunya sudah melarikan diri.”

Hyukjae memejamkan matanya dan menekan pelipis mata kanannya dengan keras. “Lalu? Apa kau ke sini hanya ingin memberitahuku mengenai itu?”

“Tidak. Tentu saja, tidak. Kita harus ikut dalam penyelidikan itu. Bagaimana pun aku juga terlibat dalam kasus ini, karena sebelumnya mereka juga menculikku. Dan kau… Kyuhyun mungkin pernah bicara padamu mengenai kasus Seon Hwan. Jadi, kau bisa membantu.”

“Baiklah. Kapan kita ke rumah sakit? Atau kita yang harus ke kantor polisi?”

“Mungkin besok atau lusa. Hari ini pihak polisi datang ke rumah sakit untuk menemui team dokternya terlebih dahulu. Hanya untuk membuat persiapan. Mereka akan menghubungi lagi setelah waktunya sudah diatur.”

Hyukjae mengangguk dan menggumam pelan. Haesa masih memandanginya dengan lekat. Hyukjae menghembuskan nafas panjang dan kembali berfokus pada dokumen kasusnya. “Pergilah, Pengacara Kang. Aku masih banyak pekerjaan.”

Haesa menggumam, “Okay. Baiklah.” Kemudian dia berjalan menuju pintu. Sebelum dia membuka pintu dan melangkah pergi, Haesa kembali menoleh pada Hyukjae. “Kau tahu, Hyukjae. Bukan hanya dirimu yang merasa bahwa apa yang terjadi pada Kyuhyun sangatlah tidak adil. Awal kasus ini… Well, mungkin jika aku tidak memberikan flashdrive itu pada Kyuhyun, mungkin situasinya tidak berakhir seperti ini.”

“Jika kau tidak memberikan flashdrive itu, Kyuhyun mungkin menjadi pengacara Seon Hwan dan masalahnya akan jauh lebih besar. Itu bahkan lebih membahayakan posisi Kyuhyun, Haesa. Well, aku memang berharap saat kau memberikan flashdrive itu, setidaknya situasi Kyuhyun cukup aman. Namun, apa yang sudah terjadi tidak bisa kita ubah. Kita hanya bisa menyesalinya,” tutur Hyukjae.

Haesa terdiam sejenak. Lalu dia mengangguk kecil. Ia memutar handle pintu dan melangkah keluar dari ruangan tersebut.

*****

Siwon hanya bisa membuka mulutnya ketika Yoojin datang dengan membawa banyak makanan. Dia bahkan tidak yakin bisa menghabiskan semuanya. Yoojin benar-benar membuatkan semua makanan kesukaan Siwon. Bahkan termasuk satu kotak coklat besar yang hanya bisa dibeli di sebuah toko yang berada di London. Entah bagaimana ibunya bisa mendapatkan coklat itu dalam waktu singkat.

“Eomma…”

Yoojin tersenyum puas. Dia menyentuh wajah putranya dan mengusapnya lembut. “Makanlah. Kau mungkin tidak bisa menghabiskannya sekaligus, jadi Eomma membaginya. Kau bisa memakannya saat makan siang dan makan malam nanti. Eomma melihat pemanas makanan di sini, jadi jangan khawatir.”

“Tapi semua ini sedikit berlebihan. Dokter mungkin tidak akan mengijinkanku makan sebanyak ini.”

“Itu tidak masuk akal. Selama sepuluh hari, semua nutrisi yang masuk ke dalam tubuhmu hanya berbentuk cairan. Kau perlu makanan padat, Siwon. Agar kau lebih cepat pulih dan kembali ke rumah,” tutur Yoojin sembari menyiapkan makanan untuk Siwon.

Siwon hanya bisa menghela nafas panjang. Ibunya masih bersikap begitu baik padanya. Tapi Siwon tidak bisa berpura bahwa sebelumnya ibunya sangat marah padanya mengenai hubungannya dengan Kyuhyun. Lagipula sikap Yoojin saat ini hanya dikarenakan dirinya masuk rumah sakit karena ‘insiden’, tapi jika ibunya mengetahui kalau dirinya hampir mati karena berusaha menyelamatkan Kyuhyun, itu bisa memicu reaksi yang lebih buruk.

Namun, Siwon tetap harus bicara dengan Yoojin.

“Eomma, ada yang ingin kubicarakan sebentar.”

Yoojin menoleh lalu menghampiri tempat tidur. Dia menaruh piring berisi makanan di atas meja tray lalu duduk di tepi tempat tidur. Yoojin memandang putranya dengan lekat. “Apa yang ingin kau bicarakan?”

“Mengenai Kyuhyun.”

Sontak ekspresi Yoojin berubah menjadi gelap. “Untuk apa kau bicara mengenai pria itu?! Eomma tidak ingin mendengarnya.”

“Eomma, kumohon dengarkan aku. Ini akan jauh lebih baik jika Eomma mau mendengarkanku sekali saja.”

Yoojin tidak mengatakan apapun. Siwon menarik nafas panjang. Ini perlu dilakukannya. Bahkan cepat atau lambat, Yoojin pasti akan mengetahui mengenai kejadian yang sebenarnya.

“Eomma, hari itu aku tidak mengalami insiden di pabrik. Aku terperosok ke dalam danau ketika aku ingin menyelamatkan Kyuhyun.”

Mata Yoojin membulat. “Apa?! Tapi Appamu dan Changmin bilang…”

“Itu semua hanya alibi, Eomma. Untuk menghindari perhatian dari pers. Hari itu, Kyuhyun diculik dan aku berusaha melacak lokasinya untuk menyelamatkannya. Tapi aku sedikit ceroboh hingga aku terperosok ke dalam danau. Walaupun begitu kondisi Kyuhyun juga sama parahnya denganku. Orang yang menculiknya memukulinya dan mereka melakukan…”

“Cukup, Siwon! Eomma tidak ingin mendengar apapun mengenai pria itu. Jika apa yang kau bilang itu benar, maka dia sangat berbahaya bagimu. Orang-orang itu pasti juga akan mengincar dirimu karena kau terlalu dekat dengannya. Eomma harap ini akan menjadi pelajaran bagimu. Pria itu akan membuatmu terbunuh, Siwon. Jauhi pria itu! Atau Eomma yang akan melakukannya sendiri.”

Siwon terperangah. Ibunya sama sekali tidak bisa mengerti. Siwon sudah bisa menebaknya kalau ibunya tidak akan berubah pikiran walaupun dia berusaha memberikan penjelasan. Jadi, ini adalah keputusan akhirnya.

“Aku tidak akan meninggalkannya. Eomma tidak akan bisa mengatur apa yang harus kupilih dalam kehidupanku. Dan jika Eomma berani menyentuhnya sedikit saja, maka Eomma tidak akan pernah melihatku lagi. Untuk selamanya.”

Yoojin memicingkan matanya. “Kau berani mengancam Eomma, Choi Siwon?”

“Itu karena Eomma yang mengancamku terlebih dahulu!! Sudah berapa kali aku harus mengatakan, aku tidak akan meninggalkan Kyuhyun! Sekeras apapun Eomma berusaha untuk memisahkan kami. Bahkan jika Eomma berusaha untuk membunuhnya, maka aku juga akan mati bersamanya.”

Yoojin menjadi gelap mata. Siwon benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya dan memilih untuk bersama pria menjijikkan itu dibandingkan memilih keluarganya sendiri. Dengan sangat keras, Yoojin menampar wajah Siwon.

Ini adalah pertama-kali Choi Yoojin memukul putranya sendiri.

“Jaga bicaramu, Choi Siwon. Kau adalah pewaris Choi Group! Untuk apa kau mengorbankan dirimu sendiri demi pria itu. Dengarkan kata-katamu sendiri, kau bahkan rela mati demi seorang pria!! Apa kau tidak memikirkan keluarga yang membesarkanmu selama ini? Bahkan jika bukan karena keluargamu, kau tidak akan bisa mencapai posisi tinggi!”

“Aku tidak peduli!! Persetan dengan Choi Group. Jika Eomma memang menginginkan seorang putra sebagai pewaris Choi Group, maka Eomma bisa hamil lagi atau terserah!! Aku tidak akan peduli dengan semua itu!! Aku bisa melepaskan Choi Group, tapi aku tidak akan bisa melepaskan Cho Kyuhyun!”

*****

Kyuhyun memandang ke arah pintu dengan begitu serius. Ia merasa ada sesuatu tengah terjadi. Tapi entah apa. Perasaannya sedikit tidak nyaman sejak tadi. Ahra yang memperhatikannya sedikit mengerutkan kening dan ikut melirik ke arah pintu tersebut. Kemudian ia menatap Kyuhyun dengan khawatir.

“Ada apa?”

Kyuhyun menatap kakaknya. Lalu menggeleng. “Tidak, bukan apa-apa. Tapi… Kenapa noona membuat alibi kalau aku adalah korban perampokan? Dengan kondisiku saat dibawa ke rumah sakit, bukankah itu sedikit tidak biasa.”

“Itu adalah ide Changmin. Dia mungkin tidak bisa memikirkan alasan yang tepat, terlebih dengan semua perhatian media pada Seon Hwan. Jika kau dibawa ke rumah sakit dengan alasan orang-orang Seon Hwan yang menculikmu maka identitasmu sebelumnya saat kasus penyekapan itu juga akan ikut terbongkar. Dia hanya berpikir kau tidak akan menyukai perhatian media. Selain itu, Siwon juga ditemukan di lokasi yang sama denganmu. Mereka hanya berusaha mencari jalan aman agar Choi Group tidak ikut terseret dalam kasus Seon Hwan.”

Kyuhyun sedikit menunduk. “Mungkin juga untuk menutupi hubungan kami.”

“Well, itu juga sebagian alasan mereka membuat alibi seperti itu. Tapi sepertinya kondisimu sangat berbeda dengan beberapa hari sebelumnya. Apa itu karena kau tidak ingat dengan kejadian itu?”

Itu memang benar. Sebelumnya Ahra melihat Kyuhyun yang begitu pendiam, terlihat sering-kali gugup dan cenderung menutup dirinya dari orang lain. Sekarang Kyuhyun terlihat seperti Kyuhyun yang seperti biasanya.

Kyuhyun mengangkat bahunya. “Mungkin saja. Aku belum bertemu dengan dokter lagi dan mendapatkan penjelasan apapun.”

“Sepertinya efek trauma yang kau alami sangat berat. Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padamu selama kau diculik, Kyuhyun. Sejak kau tersadar, kau tidak ingin menceritakannya.”

“Benarkah? Bahkan pada noona sekalipun?”

Ahra mengangguk. Kemudian terdengar suara ketukan dan pintu terbuka. Dokter Seo dan dokter Ahn memasuki kamar tersebut dengan wajah yang begitu serius. Kedua dokter itu menghampiri Kyuhyun dan Ahra yang bicara di ranjang rawat.

“Selamat pagi, Kyuhyun-sshi.”

Kyuhyun hanya mengangguk kecil membalas sapaan tersebut. Dia memperhatikan ekspresi kedua dokter itu. Well, Kyuhyun berpikir mungkin mereka adalah dokter yang menanganinya selama ia di rumah sakit. Tapi keduanya terlihat begitu serius.

“Ada apa?”

Ahra menatap adiknya lagi. “Apa maksudmu, Kyuhyun?”

“Ini mengenai hasil tes yang kemarin anda jalani. Kami menemukan dimenhydrinate dengan dosis cukup tinggi dalam darah anda. Apa sebelumnya anda pernah mengkonsumsi obat-obatan sejenis tersebut? Biasanya digunakan sebagai obat pencegah mabuk,” ucap dokter Ahn.

Ahra menggeleng. “Tidak. Kyuhyun tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan. Setidaknya hampir duapuluh tahun ini, dia tidak pernah meminum obat seperti itu. Kenapa? Apa obat itu berbahaya?”

“Dalam dosis kecil, dimenhydrinate tidak berbahaya. Mungkin jika diminum dalam waktu berdekatan, efek samping yang ditimbulkan adalah kesulitan tidur. Namun dalam darah anda, dosisnya terbilang cukup tinggi,” jelas dokter Seo.

Kyuhyun berkedip beberapa-kali. “A-apa efek sampingnya?”

“Anda akan mengalami halusinasi penglihatan dan suara. Selain itu, anda juga akan mengalami perubahan emosi yang drastis. Mengalami kepanikan dan ketakutan. Efek samping lainnya bisa menyebabkan gangguan pada hati hingga penyakit liver.”

Ahra menutup mulutnya. Dia melihat Kyuhyun dengan khawatir. “Ta-tapi bagaimana obat itu bisa masuk ke dalam tubuh Kyuhyun? Rumah sakit tidak mungkin menggunakan obat itu, bukan?!!”

“Hal itulah yang ingin kami tanyakan,” ucap dokter Ahn. “Kyuhyun-sshi, apakah anda ingat saat kejadian perampokan itu, apakah pelaku menyuntikkan sesuatu pada anda?”

“A-aku… Tidak ingat. Aku tidak ingat apapun mengenai kejadian itu. Si-siwon yang menceritakan padaku mengenai kejadian itu. Tapi aku tidak bisa mengingat apapun.”

Dokter Seo dan dokter Ahn saling menatap. Sepertinya apa yang diucapkan oleh Choi Siwon pada mereka kemarin adalah benar. Kemudian dokter Seo menghampiri Kyuhyun. Dia memperhatikan wajah pasiennya tersebut dengan seksama.

“Kyuhyun-sshi, katakan hal terakhir yang anda ingat.”

Kyuhyun melirik Ahra. Dia menelan salivanya. Hal terakhir yang ia ingat? Bangun di kamar rawat yang aneh, lalu berkeliling rumah sakit sampai akhirnya ia bertemu dengan Siwon yang memberitahunya mengenai kejadian penculikan tersebut. Itu hal terakhir yang diingat olehnya. Tapi haruskah dia memberitahu itu pada dokter tersebut?

“Kyuhyun-sshi? Apa anda mengerti instruksi saya? Apa hal terakhir yang anda ingat? Jelaskan dengan secara rinci. Selain terbangun di rumah sakit.”

Oh, dokter itu menambahkan instruksi lainnya.

“Hyun Seol. Aku bertemu dengan gadis itu dan memutuskan perjodohan kami,” gumamnya dengan sedikit ragu.

Kyuhyun masih belum sepenuhnya percaya pada ingatannya sendiri. Setelah semua kebingungan mengenai ingatannya yang hilang, Kyuhyun tidak bisa memastikan apakah hal itu pernah terjadi sebelum ‘insiden perampokan’ itu.

“Apa dia kekasih anda?”

Kyuhyun menggeleng. “Dia… Ibuku yang menjodohkan kami. Tapi dia bukan kekasihku. Kami hanya bertemu dua kali.”

Ahra mengingat tentang itu. Saat mendengarnya, ibu mereka sangat marah karena Kyuhyun memutuskannya secara sepihak. Dan kemudian ibunya mencari gadis lain untuk dijodohkan dengan Kyuhyun. Cha Darim. Tapi mereka tidak pernah bertemu karena penculikan itu. Satu-satunya pertemuan mereka adalah ketika ibu mereka membawa gadis itu ke rumah sakit satu hari setelah Kyuhyun tersadar.

“Lalu, apa ada hal lainnya?”

“Aku bertemu dengan Siwon. Kami hanya bicara sebentar lalu aku pulang. Hanya itu saja.”

Dokter Seo sedikit mengernyit. “Apa yang anda bicarakan dengan Choi Siwon? Apa anda mengenalnya dengan sangat baik?”

“Di-dia…”

“Kyuhyun pernah menangani kasus Choi Group. Sejak itu, keduanya cukup dekat dan sering bertemu,” ucap Ahra cepat mengalihkan. Kyuhyun menatap kakaknya dengan bersyukur. Oh, Kyuhyun sangat tidak mungkin memberitahu mengenai hubungan diantara mereka pada dua dokter asing.

“Lalu bagaimana dengan Seon Hwan? Apa anda mengingat sesuatu dari kasus itu?”

Tubuh Kyuhyun sedikit menegang ketika dokter itu menanyakan mengenai kasus itu. Dia tidak tahu kenapa dokter itu menanyakan kasus itu padanya. Bukankah identitas Kyuhyun dirahasiakan oleh kepolisian? Terlebih dengan kejadian penyekapan Haesa sebelumnya.

“Seon Hwan? Aku hanya tahu kalau hari Senin adalah persidangan pertama Seon Hwan. Aku mendapat kabarnya dari salah satu jaksa. Tapi yang kutahu selanjutnya hari Senin itu adalah dua minggu yang lalu.”

“Tidak hal spesifik yang anda ingat dari kasus tersebut?”

Kyuhyun menggeleng. Kyuhyun tidak mungkin mengatakan kalau beberapa-kali dia masuk rumah sakit karena kasus itu. Well, dia tidak bisa membicarakan masalah kasus itu dengan orang lain, bukan? Itu melanggar etika kerjanya sebagai pengacara. Lagipula walaupun Kyuhyun bukanlah pengacara kasus tersebut, tapi dia juga tidak seenaknya membicarakan kasus itu terlebih masa pengadilan masih berjalan.

Dokter Seo menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Kyuhyun tidak banyak memberikan informasi yang dia butuhkan. Jadi, ia tidak bisa membuat asumsi sendiri terkait obat tersebut dengan kasus Seon Hwan. “Ingatan anda sebelum kejadian itu masih baik-baik saja. Tapi memori yang hilang mungkin dikarenakan trauma parah yang anda alami. Selain itu, pada hari sebelumnya anda juga mengalami dua kali episode besar.”

“Apa ingatanku bisa pulih?”

“Saya tidak bisa memastikan hal tersebut. Bisa jadi, ingatan anda bisa pulih dalam beberapa hari atau minggu. Mungkin bisa hilang permanen. Tapi kami akan melakukan pengawasan ketat untuk hal tersebut. Yang saat ini menjadi perhatian kami adalah dimenhydrinate dalam tubuh anda. Kami tidak tahu bagaimana obat itu bisa masuk ke dalam tubuh anda. Jika pelaku perampokan yang menyuntikan obat itu, maka seharusnya obat tersebut sudah hilang. Tapi hasil tes mengatakan dosisnya masih cukup tinggi, itu artinya ada orang yang memberikan obat tersebut bahkan selama anda di rumah sakit.”

Ahra kembali menatap Kyuhyun dengan serius. Jika ada orang yang memasukkan obat itu ke dalam tubuh Kyuhyun bahkan ketika adiknya masih dalam pengawasan dokter, bukankah mereka seorang yang professional. Mungkin ini masih ada kaitannya dengan Seon Hwan.

“Lalu bagaimana? Apa pihak rumah sakit akan menyelidiki siapa pelakunya?” tanya Ahra tanpa melepaskan perhatiannya dari Kyuhyun.

“Kami akan memeriksa kamera pengawas di sekitar area kamar isolasi. Mungkin ada baiknya, anda dipindahkan ke kamar rawat VIP ini,” ucap dokter Ahn. “Pengaman di lantai VIP akan kami perketat. Saya juga akan memasang kembali infus untuk membersihkan obat tersebut dari tubuh anda sebagai langkah pencegahan.”

“Tapi anda masih harus berhati-hati. Jika anda mulai mengalami gejala efek samping yang saya sebutkan, anda harus segera memanggil saya atau dokter Ahn,” lanjut dokter Seo.

Kyuhyun menatap kedua dokter tersebut dan mengangguk kecil. Kemudian dokter Seo dan dokter Ahn meninggalkan ruangan tersebut. Dalam sepuluh menit akan ada suster yang memasangkan kembali infus pada Kyuhyun. Suasananya menjadi hening. Ahra meraih tangan Kyuhyun dan mengenggamnya erat. Ia tahu kalau adiknya pasti ketakutan. Seon Hwan sepertinya belum benar-benar berhenti untuk membalas dendam.

“Jangan katakan hal ini pada Siwon,” gumam Kyuhyun.

“Kyuhyun…”

“Kumohon, noona.”

Ahra tidak punya pilihan. Ia hanya mengangguk kecil lalu memeluk tubuh adiknya dengan erat.

*****

Jinri menutup laptop dengan sedikit jengkel. Dia masih belum menyelesaikan paper yang harus diserahkannya dalam tiga hari. Tapi dia tidak berkonsentrasi sedikitpun. Terlalu banyak hal-hal yang menganggunya. Baik di rumah ataupun kampus. Karena itulah dia memilih coffee shop untuk menyendiri.

Namun, mungkin itu juga ide yang buruk. Hari ini, café cukup ramai. Jinri tidak bisa berkonsentrasi sama sekali. Dia meraih ponselnya dan mengecek pesan terakhir yang dikirimkan oleh temannya. Jinri sebenarnya sudah membuat janji dengan temannya itu di café tersebut untuk menyelesaikan tugas. Dia sudah menunggu lebih dari sepuluh menit, namun temannya belum muncul juga. Bahkan dia juga belum mendapatkan balasan pesan yang dikirimnya.

Jinri menghembuskan nafas.

Ketika ia mendengar suara pintu café terbuka, sontak ia mengangkat kepalanya untuk melihat apakah temannya yang datang. Namun, bukan temannya melainkan seorang pria. Jinri memperhatikan pria itu yang berjalan menuju counter lalu tersenyum tipis.

Ia bertemu dengan pria itu.

Oh, rasanya sudah lama sekali. Mereka bertemu tiga kali secara tidak sengaja dan dua pertemuan diantaranya di café yang sama. Jinri memperhatikan pria itu dengan seksama. Pria itu memakai pakaian yang kasual yang sedikit menutupi usianya. Jinri yakin sekali kalau pria itu kemungkinan pria jauh lebih tua dari kakaknya, tapi cara berpakaiannya terlihat kalau dia masih sangat muda.

Jinri masih memandanginya ketika pria itu duduk di salah satu meja kosong –cukup dekat dengan mejanya– sembari menunggu pesanannya dibuatkan oleh barista. Pria itu mengeluarkan ponselnya dan cukup sibuk selama beberapa menit.

Mungkinkah dia juga seorang pengusaha? Atau mungkinkah seorang pengacara? Mungkin seorang professor! Jaksa? Hakim? Atau…. Seorang actor? Tapi aku tidak pernah melihat wajahnya di televisi.

Jinri menundukkan kepalanya tertawa kecil dengan pikirannya sendiri. Bagaimana bisa dia menebak apa profesi pria itu tanpa bertanya? Kemudian ketika ia mengangkat kepalanya lagi, tawanya terhenti. Pria itu menatapnya dengan lekat. Mereka bertatapan mata selama beberapa detik, sebelum Jinri meraih ponselnya lagi dengan canggung. Oh, dia benar-benar malu sekali.

Aku benar-benar bodoh.

Jinri memaki dirinya sendiri dan mengetik pesan pada temannya untuk datang lebih cepat. Jika dia tidak sendirian, maka rasa malunya akan lebih banyak berkurang. Jinri sedikit melirik pria itu lagi dan menyadari pria itu sedang sibuk menelepon. Jinri menghembuskan nafas lega. Pria itu sepertinya masih tidak mengenalinya.

Jinri kembali memperhatikan pria itu. Dari jarak diantara meja mereka, Jinri masih bisa mendengar secara samar pembicaraan pria itu. Tidak bermaksud untuk menguping, tapi Jinri hanya penasaran. Terlebih ketika pria itu mulai menyebutkan Choi Group.

“Aku sudah mengirimkan dokumennya. Tapi belum mendapatkan respon lanjutan. Mungkin karena Direktur Choi masih di rumah sakit. Aku juga belum mendapatkan informasi apakah Direktur Choi yang masih bertanggung-jawab atas project itu, atau mereka menggantinya dengan orang lain.”

Jinri terdiam. Dia menatap pria itu dengan lekat.

Well, paling tidak aku tahu dia adalah seorang pengusaha juga. Terlebih dia juga berkerjasama dengan Choi Group. Mungkin aku bisa bertanya pada Appa.

Jinri kembali berusaha mendengarkan sembari berpura sibuk melakukan sesuatu. Dia tidak ingin pria itu menyadari kalau sebenarnya dia menguping pembicaraan. Terlebih mereka adalah orang asing. Itu sangatlah tidak sopan.

“Entahlah. Aku akan kembali ke London dalam dua hari. Setelah itu Evans yang akan mengambil-alih masalah dengan Choi Group. Dengan semua masalah yang terjadi pada Seon Hwan, aku tidak akan bisa berbuat banyak. Lagipula masih ada banyak pekerjaan yang harus aku urus.”

Kening Jinri berkerut. Seon Hwan? Rasanya aku pernah mendengar nama itu.

Perhatian Jinri sedikit teralihkan ketika teman yang ditunggunya datang.

“Jinri-ah, maaf. Aku tidak bisa menemukan beberapa buku di perpustakaan. Apa kau menunggu lama?”

Jinri menggeleng. “Tidak apa-apa. Kau sudah mendapatkannya, bukan?” tanyanya sembari melirik ke arah pria itu lagi untuk memastikan agar dia tidak ketahuan.

“Eoh. Tapi aku pikir kita akan membutuhkan referensi lainnya. Apa kau pikir Prof Han akan meminjami beberapa bukunya?”

Jinri hanya menggumam pelan. Dia masih sesekali melihat pria itu yang kini menuju counter untuk mengambil kopinya lalu berjalan keluar coffee shop. Selepas pria itu pergi, Jinri menghembuskan nafas panjang.

“Kau kenapa?”

“Tidak apa-apa. Keluarkan buku yang kau sudah temukan. Oh, apa kau tidak ingin memesan dulu?”

Ini adalah pertemuan terakhirnya dengan pria itu sebelum dia kembali ke London. Tapi mengingat pria itu melakukan kerjasama dengan Choi Group, mungkin suatu hari nanti mereka akan bertemu lagi.

Well, semoga saja.

*****

Choi Daehan mendesah. Dia baru saja mendapatkan kiriman foto dari orang yang mengawasi Jinri. Uhm Ki Joon kembali menemui cucu perempuannya tersebut. Walaupun pria itu sama sekali tidak mendekati Jinri, tapi Daehan tahu bahwa sikap Ki Joon menemui cucu perempuannya sebagai salah satu peringatan padanya.

Pria itu sepertinya semakin berani dengan semua tindakannya. Tapi ia tidak mempunyai bukti apapaun untuk menjatuhkan posisi pria itu. Uhm Ki Joon adalah pria yang sangat pintar. Dia menghapus semua bukti bahkan dia membuat alibi yang begitu sempurna. Hampir tidak ada celah sedikit pun.

“Bagaimana dengan Siwon?”

Kim Hyeon menatap Choi Daehan sekilas. “Kondisi Direktur Choi semakin membaik. Walaupun semalam, dia meminta dokter untuk memindahkan kamar rawat Pengacara Cho ke lantai VIP.”

“Aku tidak akan heran jika dia melakukan hal itu. Tapi tidak ada hal mencurigakan di rumah sakit, bukan?”

Kim Hyeon terlihat sedikit gugup mendengar pertanyaan itu. Choi Daehan memicingkan matanya melihat reaksi salah satu petugas keamanan terbaiknya. “Nyonya Choi hari ini datang menemui Direktur Choi. Dan… Mereka bertengkar.”

Choi Daehan seharusnya tidak perlu bertanya mengenai hal itu. Sejak kemarin Yoojin sibuk sekali mempersiapkan makanan untuk Siwon. Jadi, hari ini dia pasti pergi ke rumah sakit lagi dengan membawa semua makanan itu. Dan masalah pertengkaran keduanya mungkin karena Siwon kembali membicarakan tentang Kyuhyun.

Yoojin pasti masih bersikeras menolak kalau Siwon menyukai Kyuhyun dan Siwon pun sangat kerasa kepala untuk tidak melepaskan Kyuhyun. Mungkin pada suatu titik, semua perdebatan itu akan mencapai puncaknya. Choi Daehan hanya berharap itu tidak membuat keluarganya menjadi hancur.

“Kurasa itu saja untuk saat ini. Lakukan kembali pekerjaanmu.”

Kim Hyeon mengangguk lalu berjalan menuju pintu. Tapi ketika ia membuka pintu, di sana sudah ada Yoojin yang terlihat begitu marah. Wanita itu berjalan masuk begitu saja ke ruangan kerja mertuanya. Kim Hyeon tidak ingin terlibat dalam urusan keluarga Choi, jadi dia memilih untuk keluar dan menutup pintu secara perlahan.

Choi Daehan menatap menantunya dengan lekat.

“Abenim, lakukan sesuatu pada Siwon. Entah apa saja. Aku tidak akan peduli, asalkan dia kembali pada rasionalitasnya.”

Kening Choi Daehan berkerut. “Lakukan apa maksudmu?”

“Pindahkan dia ke kantor Choi Group di luar Seoul. Atau apa saja asalkan dia tidak bisa bertemu dengan pria menjijikkan itu!”

“Cho Kyuhyun, maksudmu? Kenapa? Apa alasannya aku harus memisahkan mereka?”

Yoojin mendengus. “Abeonim masih bertanya alasannya? Pria menjijikkan itu, karena dia Siwon hampir saja mati. Aku yakin Abeonim pasti mengetahui kejadian sebenarnya. Pria itu bisa membunuh Siwon! Siwon adalah pewaris Choi Group. Jika media mengetahui semua ini, bukankah itu akan menghancurkan Choi Group? Bukankah alasan itu sudah cukup untuk Abeonim memisahkan mereka!!”

Kemudian pintu tiba-tiba terbuka keras. Keduanya menoleh ke arah pintu dan melihat Jaewon dengan ekspresi tidak senang dengan kedatangan istrinya ke kantor dan membuat keributan. Terlebih di kantor Presdir Choi Group.

Jaewon menutup pintu lalu menghampiri istrinya. “Apa yang kau lakukan?”

“Kenapa? Apa kau ingin membela kelakuan amoral putramu itu, eoh?! Kenapa kau tega membohongiku dengan mengatakan kalau Siwon jatuh ke sungai, padahal dia hampir mati karena menolong pria sialan itu?! Apa kau lebih menyayangi orang lain dibandingkan putramu sendiri?”

“Choi Yoojin!!”

Choi Daehan mendengus melihat pertengkaran dihadapannya. “Jika kalian ingin bertengkar masalah keluarga lakukan di rumah. Ini adalah perusahaan. Choi Yoojin, seharusnya kau lebih tahu akan hal ini. Siwon mungkin adalah putramu, tapi dia juga cucuku. Untuk persoalan posisinya di perusahaan itu adalah kewenanganku.”

“Lalu bagaimana dengan Choi Group?! Apa Abeonim akan membiarkan Siwon terus berhubungan dengan pria itu?!” seru Yoojin sekali lagi.

Choi Daehan tidak ingin berteriak tapi menantunya begitu keras kepala. “Apapun yang berkaitan dengan Choi Group, itu adalah keputusan serta tanggungjawabku. Aku tahu persis yang harus aku lakukan demi perusahaan. Sejauh ini kinerja Siwon masih cukup bagus, jadi aku tidak akan berkomentar mengenai hubungannya. Tapi jika memang pada akhirnya hubungan mereka akan berdampak buruk bagi perusahaan, maka itu adalah hakku untuk memutuskan.”

Yoojin hanya terdiam setelah mendengarkan ucapan ayah mertuanya. Tapi dia tidak mengerti kenapa mertuanya masih membiarkan Siwon menjalani hubungan abnormal itu. Walaupun Siwon masih bekerja dengan baik, tapi jika media mengetahui tentang masalah ini, bukankah itu akan menjadi masalah besar bagi Choi Group? Citra Choi Group yang sudah dibangun selama berpuluh tahun akan hancur hanya karena seorang pengacara rendahan.

“Sebaiknya kalian berdua pergi.  Jaewon, kembalilah bekerja. Dan, Yoojin, jika sekali lagi kau datang ke perusahaan hanya untuk membicarakan masalah pribadi yang sebenarnya bisa dibicarakan di rumah maka aku akan melarangmu datang ke perusahaan lagi. Kau mungkin melakukan hal ini demi Choi Group, tapi jika caramu adalah berteriak keras yang dapat didengar oleh pegawai maka kaulah yang sebenarnya menjatuhkan Choi Group. Apa kau mengerti?”

*****

Kyuhyun memasuki kamar rawat Siwon dan dia begitu terkejut dengan begitu banyak makanan yang tersedia. Rumah sakit tidak mungkin akan membawakan begitu banyak makanan hanya untuk satu orang pasien.

“Kau akan menghabiskan semua makanan ini sendirian?” tanyanya sembari berjalan mendekati tempat tidur.

Siwon hanya tersenyum tipis. “Ibuku yang membawakannya. Tapi mungkin aku akan memberikannya pada para suster. Lagipula aku tidak bisa menghabiskannya sendirian.”

Kyuhyun duduk di tepi tempat tidur dan menatap Siwon dengan lekat. “Kau bertengkar lagi dengan ibumu? Karena diriku?”

“Kenapa kau bicara begitu?”

“Aku bisa melihat ekspresimu. Selain itu, aku seperti mendengar suara teriakanmu dan ibumu tadi.”

“Benarkah? Apa suaranya terdengar begitu keras?”

Kyuhyun menggeleng. “Hanya sebuah feeling. Kau baik-baik saja?”

Siwon meraih tangan Kyuhyun dan mengangguk. “Aku baik. Jangan khawatir. Tapi kenapa kau diinfus lagi? Apa kata dokter?”

“Oh? Bukan hal penting. Mereka hanya khawatir dengan masalah hilang ingatanku. Selain itu, sebelumnya aku mengalami dua kali episode, bukan? Jadi, mereka hanya berjaga-jaga saja.”

“Apa ingatanmu akan kembali?”

Kyuhyun mengangkat bahunya. “Entah. Mereka tidak bisa memastikan apakah ingatanku bisa kembali atau hilang secara permanen. Tapi setidaknya aku tidak kehilangan semua ingatanku, bukan?”

“Tapi ingatanmu yang hilang adalah bagian yang paling penting dari kasus ini. Walaupun sebenarnya aku sedikit bersyukur kau tidak mengingatnya karena kau terlihat jauh lebih tenang dan sikapmu tidak menunjukkan kalau kau mengalami trauma, tapi aku juga ingin semua pelaku penculikanmu ditangkap. Hanya kau yang pernah melihat mereka.”

Kyuhyun menarik nafas dan menunduk. Tangannya masih digenggam erat oleh Siwon. “Aku tahu. Tapi Noona mengatakan kalau aku tidak bicara pada siapapun mengenai penculikan itu. Bahkan pada noonaku sendiri. Jika ingatanku tidak hilang, mungkin aku juga tidak akan bicara.”

Siwon masih belum mengerti kenapa Kyuhyun lebih memendam sendiri apa yang ia rasakan. Terlebih dengan penculikan itu. Mungkinkah selain dia dipukuli, mereka juga melakukan sesuatu pada Kyuhyun? Siwon tidak bisa menebaknya jika Kyuhyun tidak bicara. Selain itu sepertinya ada banyak sisi Kyuhyun yang tidak diketahui oleh Siwon.

Dia mungkin pernah melihat sisi Kyuhyun sebagai pengacara. Baginya, Kyuhyun terlihat begitu sangat mempesona terlebih saat persidangan. Hell, kenapa Siwon tidak menyadarinya lebih cepat terlebih dan malah bersikap dingin pada sang pengacara. Di lain sisi, Kyuhyun sebagai seorang pria yang begitu romantis. Kenyataan bahwa Kyuhyun menyiapkan event special untuk melamar Haesa saat mereka di Jeju, Siwon bisa melihat kalau Kyuhyun begitu tulus mencintai wanita itu –terlebih selama enam tahun. Hanya saja, Haesa begitu buta hingga tidak bisa melihat pria yang berharga dihadapannya.

Dalam sisi gelapnya, Siwon melihat Kyuhyun yang begitu rapuh. Sebuah trauma masa lalu yang tidak bisa dilupakan. Trauma yang membuatnya kembali seperti anak kecil berusia tujuh tahun. Namun, Kyuhyun tetap menjalani kehidupannya dengan sangat baik. Dia menjadi pengacara dengan karir yang cemerlang. Traumanya tidak menghalangi Kyuhyun untuk tumbuh menjadi pria hebat. Tapi kali ini Siwon melihat sisi yang begitu berbeda dari seorang Cho Kyuhyun.

“Kenapa kau tidak ingin membicarakannya?” bisik Siwon. “Jika kau mau bicara, aku bisa membantu. Kasus ini akan bisa diselesaikan. Polisi bisa mencari orang-orang yang melukaimu dan…”

Kyuhyun mengangkat kepalanya. “Karena kau bilang akan membantu. Semua masalah ini karena Seon Hwan. Tapi perusahaan itu sudah hancur, maka tidak ada yang bisa dilakukan lagi. Selain itu, jika kau ikut terlibat, jika Choi Group terlibat….” Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Aku tidak bisa melibatkanmu ataupun Choi Group.”

“Kyuhyun, Seon Hwan mungkin sudah hancur, tapi mereka masih bisa melukaimu.”

“Dan kau bilang akan melindungiku, bukan? Lakukan itu saja. Lindungi aku tapi bukan berarti kau harus ikut turun tangan mencari orang-orang yang melukaiku.”

“Jika kau bicara dengan polisi…”

“Tapi itu sudah percuma. Aku tidak ingat apapun. Mengenai kejadian itu atau bahkan wajah mereka. Bicara dengan polisi? Apa yang harus kukatakan, Siwon? Mereka tidak akan bisa melukaiku lagi. Aku tidak ingat mereka, jadi aku tidak bisa bicara pada siapapun.”

“Lalu kenapa kau tidak bicara sebelumnya? Kau sadar lebih dulu dibandingkan aku. Kau bisa bicara sebelum kau hilang ingatan. Tapi kenapa kau tidak melakukannya?”

Kyuhyun mendesah. “Aku… Tidak tahu.”

“Kau tidak tahu?” Kening Siwon berkerut.

“Aku yang ini adalah aku yang tidak pernah mengalami penculikan itu. Satu-satunya yang mengetahui tentang kejadian itu adalah aku yang ingatannya hilang. Jadi, aku tidak tahu kenapa aku tidak menceritakan mengenai kejadian penculikan itu pada siapa pun. Siwon, tidak bisakah kau lupakan saja? Aku bahkan tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya padamu.”

Siwon mendesah berat. Inilah yang tidak bisa dimengertinya. Kyuhyun begitu sulit untuk menjelaskan padahal ia yakin bahwa semua itu bisa lebih mudah. Tapi Siwon juga tidak bisa menekannya terus menerus. Ia tidak pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada Kyuhyun. Jika dia terlalu memaksa, Kyuhyun mungkin akan mengalami episode lainnya. Oh, itu adalah satu hal yang snagat dihindari oleh Siwon.

“Baiklah, kita tidak perlu membicarakan hal ini lagi. Lagipula aku tidak ingin membuatmu menjadi stress dan frustasi. Kalau kau mengalami episode lainnya…. Aku hanya tidak ingin kehilanganmu. Jika kau tetap berada di sisiku, aku tidak akan permasalahkan ingatanmu yang hilang itu. Okay?”

Kyuhyun mengangguk kecil. “Terima kasih.”

Siwon tersenyum lalu menarik tubuh Kyuhyun ke dalam dekapannya. Sekilas ia mencium kepala Kyuhyun dan kembali memeluknya erat.

“Aku menyayangimu, sayang.”

*****

NOTE: Karena update dua hari berturut, minggu depan boleh absen update lagi? Hahahaha… /ditabok!! [Boong koq, diusahain bakal update lagi] ^^;

Untuk perihal obat yang dipakai, menurut google memang itu efek yang muncul karena pemakaian yang tidak sesuai dosis. Tapi selebihnya agak dilebih-lebihkan. Dan sebenarnya Kyuhyun hilang ingatan bukan karena efek obatnya, tapi lebih karena traumanya sendiri. Aku pernah baca kalau korban dengan kasus trauma berat biasanya ada beberapa yang kehilangan ingatannya.

Rekomendasi lagu kali ini adalah lagu barunya Park Hyo Shin yang judulnya Breath. Walaupun impactnya gak sebesar Wild Flower, tapi ini tipikal ballad yang enak banget!

Advertisements

31 thoughts on “[SF] Scarface Part 53

  1. semoga efek obatnya gak sampai jadi penyakit penyakit lainnya!!! Untung kalau Ki joon sudah melepas Kyuhyun, penasaran gimana hubungan WonKyu kedepannya, ortu Siwon sangat keras, tapi kakek sepertinya oke oke wae!!! kkkkk 🙂
    d tggu kelanjutannya ne!

  2. Jadi Ki Joon nyuruh orang jadi mata mata di rumah sakit? siapa orangnya? kemungkinan besar sih perwat. karena yang bebas masuk kamar pasien kan cuma dokter, parawat sama keluarga. bisa jadi kan si perawat menyuntikan obat itu ke infusannya kyuhyun.uhm ki joon benar benar profesional, bersih dari segala tuduhan

    Yoojin, aku pikir akan luluh setelah sebelumnya terlihat sangat khawatir saat siwon dirumah sakit. tapi setelah di kasih tau kejadiannya yang sebenarnya pun dia makin murka, terlebih sama kyuhyun.
    Aku setuju sama apa yang di katakan siwon “kalau yoojin berusaha membunuh kyuhyun siwon akan ikut mati bersama”..

  3. Oh kirain Kyuhyun kehilangan ingatannya karena efek obat yang diberikan oleh penculiknya? Ternyata bukan. Semoga efek obat yang tadi disebutkan tidak akan terjadi pada Kyuhyun. Haduhhh aku ingin Wonkyu bahagia.
    Pokoknya ditunggu banget lanjutannya…..
    Puas banget bacanya, di chapter ini banyak menceritakan tentang Kyuhyun.

  4. smga efek obatnya ngga parah” bgt… Brharap ada adgan lebih so sweet dri wonkyu.. Tpi ngga papa deh yg pnting authornya apdet itu sdh membuat diri ini snang 😀

  5. Ibunya siwon itu masih jadi penghalang terbesar dalam hubungan wonkyu ya.. Kapan sih bisa luluh paling ngga jngan keras begitu loh apalagi sama kyuhyun heunggg
    akhirnya ketahuan juga itu obat apaan smoga efeknya ga berkepanjangan,, kijoon benra benra berbahaya ckck

  6. Ohh siwon yg sedang jatuh cinta bisa menyeramkan seperti itu rela mati demi kekasihnya, rela melepas segalanya demi kyuhyun,, kyuhyun menyembunyikan sesuatu dari siwon tentang kondisinya yg sebenarnya,, lambat laun siwon juga pasti akan tahu, lalu apa yg akan terjadi selanjutnya??? Nextx jangan lama” 😥

  7. Tersentuh bgt ma perhatian siwon ke kyuhyun. Tp mslh yg tjd krna kasus seonhwan ni kyknya msh rumit bgt si kijoon licik bgt . Tp pcya deh yg jahat pd akhirnya psti bkal dpt hukuman yg setimpal…. wonkyu smoga makin kuat dsn tak terpisahkan…..

  8. Kirain Kyuhyun hilang ingatan krn obat ituu..
    Klu Kyuhyun hilang ingatan gini berarti kasus yg menimpa dia g akan bisa selesai dong? Keenakan dong si Uhm Ki Joon.

  9. Gemess bngett am ki joon kpan dia kna batunyaa thorr.. Di siksa yang berat bangettt siii.. Aarrgghh.!!!
    Siwon bner2 dah jatuh ke pesona kyu nyampe bilng bklan mati klo kyu mati jgaa.. Hahahaa so sweet.
    Tanks updatenya ^^
    Ha
    Waitiing.!!! 😝😝😍😍

  10. oohh krna trauma nya trnyata, aku kira krna obat yg dikasih sma suruhan Ki Joon 😅
    syukurlah klo gitu.
    dri tdi ngetik apus ngetik apus gara2 bingung mau komen apa, pdhal udh ada diotak kata2nya tpi mlh ga bisa ditulis 😂 /plakk
    jgn minggu dpn lg dooong.. pdhal udh lama nunggu kmu apdet Ra huks
    tetap semangat ya Ra buat next nya 🙆

  11. Untung kyuhyun di tes darab lagi jadi ketauan ada yg nyuntikin obat itu ke kyu secara ilegal…. semoga dgn kyu masuk ke ruang vip pengawasan ya akan jauh lebih ketat lagi. 👌🏻👌🏻👌🏻
    Ibunya siwon emang bener2 deh egoisnya dan keras kepalanya bikin elus dada dan setuju bgt sama apa kata kakeknya siwon kalo ibunya siwon yg malah bisa bikin perusahaan ancur krn marah2 mulu kalo ke kantor lol 😂

  12. aku kira itu karena obat yang dikasih ki jon–”
    kek nya permasalaannya kaga kelar-kelar :3
    tapi seneng chap ini lumayan banyak wonkyu moment nya :*
    ditunggu yang full wonkyu yaa 😙

  13. Akhirnya ada juga wonkyu moment…sweet banget 😘😚
    Yoojin nyerah aja deh karena apapun yang terjadi choi siwon sudah cinta mati sama cho kyuhyun…
    Kapan sih UKJ menderita? Udah sebel banget ma tu orang 😠😡
    Semoga pas naik pesawat ntar terjadi kecelakaan terus UKJ luka separah-parahnya terus mati deh tu orang#ngayalbangethehehe…

  14. jadi obat itu ngefeknya ke halusinasi nya ja ya..
    untuk hilang ingatan itu mengenai trauma berat dari kyuhyunnya
    duuhh ibunya siwon seremin banget ya..
    heung saya pengen lebih lama lovey dovey nya wonkyu kangen mereka soalnya tapi liat masalahnya belum selesai, kayaknya nunggu banget ya hahaha
    semoga minggu depan apdet SF lagi ya

  15. Senangnya nemu apdetan scarface…
    UKJ kpn tewasnya nieh…?? Gemessss beneer..
    Choi Yoojin kirim ke Alaska aja, biar gak ganggu anak kesayangan yg lg kasmaran ini..
    Gak sabar pingin liat Company nya UKJ hancur dan WonKyu bersama selamanya.. Halaaah…
    Ditunggu sangat lanjutan nya ya..

  16. kyuhyun semoga dia bisa melewati trauma dan tidak mengalami episode lainnya lagi…
    siwon begitu mencintainya sampe”dia ga peduli posisinya sebagai pewaris choi group…
    ditunggu lanjutannya ya

  17. Senengnyaaaa karna full wonkyunya.. hahahaha
    Krna bacaannya agak berat, jadi mesti dibaca pelan2 biar lebih ngerti.. sukaaa banget ngliat interaksi kyuhyun sama siwon, udah ga bgtu canggung lagi.. mreka udah mulai bisa memahami satu sama lain.. pokonya top deh..
    Smoga nanti ibunua siwon bsa nrima hubungan mreka ya, syukir juga siwon tetep keras kepala buat bertahan sama kyuhyun, smoga kyuhyun gtu juga ya.. brani dengan lantang mertahanin hubunganny sama siwon di depan ortunya..

  18. Author, thanks for the update..i really really really love this story..everyday i will see this blog to check if you already update this story..
    They are so romantic..I like to see that wonkyu love each other so deeply..but kyu should to be honest to siwon..so siwon will find solutions for kyu’s problem..
    Author, don’t make me & the others waiting for long time..update very soon..I believe lot of readers love this story..tq

  19. .waaahh kyu blum smbuh jg ingatannya, jd pen tau spertipa reaksinya nanti saat ingatannya saat penculikan itu muncul.. waaaahhh gak sabar.. lanjut yaa..semangaaatt!!^^

  20. Bolak balik buka blog nya demi nungguin ni ff update dan akhirnya….
    Hmmm kyu nyium siwon tu wow banget buatku. Apa itu didepan ahra??
    Ooh jgn2 jinri bakal terperangkap juga nih.

  21. Akhirnya diera eonni nemu nama obatnya…
    Kemesraan mreka sweet bangettt
    Semoga jinri dapat mencium ada yang aneh sama uhm ki joon. Agar semua ini cepat berlalu.
    Ibunya siwon jahat bangetttt…
    Diera di tunggu yang part selanjutnya

  22. jangan smpe deh obat ituberakibat patal sma kyu apalagi smpe ada pnyakit lainnya,,?ksian kn c embul menderita melu2 pengacara tp bnyak maen d rumah sakit he,,,he,,,
    nyonya choi smbng bnget sih loe,,,mentang2 dia menantu kluarga choi,,,tpkyaknya kakek nya siwon g ada mslh tuh sma hbungan wonkyu
    mg aja hbngan wonkyu brjalan lncar and kyu nya g d bkin sakit melu2,,,d tunggu update’n slnjutnya

  23. mamahnya siwon makin benci gt sama kyuhyun,aku pikir dia terlibat sama penculikan kyuhyun tempo hari,kkk
    kasian kyuhyun,untung siwon selalu di samping dia,selalu ksh semangat,cinta dan ksh sayang#bleh bleh bleh
    ini edisi telat coment,padahal baca udh dr kmrn2,tp demi apaapun lupa coment waktu itu,kkkk

  24. kyu jd lebih manja pas ingatannya hilang saya suka dgn pribadi kyu yg ini
    siwon tlg terus jg kyunya dan semoga aja kyu gak di sakiti lg sama penjahat itu ngeri juganya ibu siwon sampai ngancam siwon kayak gitu semoga aja gak terjadi deh terima kasihnya eonni udh buat full wonkuyu

  25. aahhhh… rasanya ademmm bngt kalo bagian wonkyu momentnyaaa… berasa hidup gak ada bebannnn.. xD 😀
    aduhh emaknya siwonnn… please dehhh jangan coba pisahin wonkyu , gak bisa liyat apa betapa cintanya siwon ama kyuhyunn…
    ahhhhjj rasanya pengen bangtttt aku tonjok kalo inget orang yg nyulik kyuhyun dan buat kyuhyun begitu..
    dieraaa thank udah mau update + mau nerusin ff ini
    cuman tinggal ff ini doang , yg paling seru.. ff wonkyu yg lainnya banyak yg seru juga tapi pada setengah jalan doang cerita..
    semoga ini endingnya happy end..
    semangat terusss

  26. Jdi itu penyebabnya, moga kyukyu segera sembuh dan bisa mengingat kembali para pelakunya, itu pas bagian siwon nyiumin kyu supaya berhenti ketawa so sweet bgt, wonkyu benar2 bikin gemes.

  27. WonKyu…bagaimana dengan cinta kalian kedepannya???mmngingat bagaimna eomma Siwon bersikap.Dan bagaimna kelembutan seorang Cho Kyuhyun.Aq takut akan mmnggoyahkannya.hmmm.
    Uhm Ki joon sebenarnya apa motif dirimu sich..hingga berbuat sejauh itu.Jangan2 kamu mnyukai Kyuhyun ya..??#gubrak.#abaikan

    Fighting eonni..jeongmal gumawo

  28. Seneng bgt dg ketegasan siwon yg selalu menentang kemauan eommanya utk meninggalkan kyuhyun, dan smga saja siwon msh bs profesional utk choi grup agar kakek choi tetap membiarkan hubungan wonkyu terus berjalan..
    Semoga saja ingatan kyuhyun bs kembali tp dg kondisinya yg tetap baik, jgn sampai kyuhyun mengalami episode lagi saat mengingatnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s