[SF] Scarface Part 52

wheelchair

52

Sooyoung memperhatikan Siwon dan Kyuhyun dari jendela besar di luar kamar rawat.

Siwon meminta Sooyoung keluar, agar dia bisa bicara dengan Kyuhyun dengan lebih nyaman. Selain itu, Sooyoung juga tahu kalau mereka berdua pasti membutuhkan waktu intim berdua. Tapi mengingat peringatan dari Ahra, Sooyoung tidak bisa pergi begitu saja. Dia sudah menghubungi Changmin untuk menyusulnya. Well, setelah mendengarkan omelan Changmin selama beberapa menit mengenai Siwon yang harus tetap di tempat tidur selama beberapa hari, akhirnya Sooyoung bisa meyakinkan Changmin untuk datang.

Kini, Sooyoung hanya bisa menunggu. Dia memandang Siwon yang masih memeluk tubuh Kyuhyun dengan penuh kasih sayang. Hal yang tidak pernah dilihat Sooyoung sebelumnya. Siwon bukan tipikal orang yang mudah menunjukkan afeksi kasih sayangnya pada orang lain –termasuk adiknya sendiri. Tapi berbeda dengan Kyuhyun, Siwon seperti berubah menjadi sosok Siwon yang lain.

Di dalam kamar rawat, Siwon masih berusaha untuk menenangkan Kyuhyun.

Kekasihnya sudah berhenti menangis, tapi tubuhnya masih bergetar hebat. Sesekali, Siwon mengusap punggung Kyuhyun untuk lebih menenangkannya. Ini adalah reaksi yang begitu berbeda ketika ia menghadapi Kyuhyun saat episode traumanya muncul.

Setelah beberapa menit, Siwon perlahan melepaskan pelukannya. Ia memandang Kyuhyun dengan lekat. “Sayang…” Kyuhyun membalas tatapan matanya. Siwon tersenyum tipis. Paling tidak, dia mendapatkan respon dari Kyuhyun.

“Kau ingin kupanggilkan dokter?” tanya Siwon lembut.

Kyuhyun menggeleng. Siwon menghela nafas. Ia masih belum bisa mendengar suara Kyuhyun, kecuali suara tangisannya tadi. Oh, Siwon tidak ingin mendengar suara tangisan itu lagi. Seumur hidupnya. “Sudah merasa jauh lebih tenang?”

Kyuhyun tidak menjawab lagi. Dia hanya menatap Siwon –hampir tidak berkedip. Siwon harus bersabar. Menurut cerita Jinri, Kyuhyun kemungkinan mengalami PTSD. Itu tidak akan diragukan, terlebih ketika lokasi terakhir ia ditemukan adalah danau yang masih membeku. Kyuhyun belum bicara pada siapapun, mau itu dokter, polisi ataupun keluarganya terkait kejadian penculikan itu. Team dokter pun tidak bisa memaksanya bicara karena itu akan menganggu kesehatan mentalnya.

“Kyuhyun, aku…” Ucapan Siwon terhenti karena Kyuhyun tiba-tiba menyentuh wajahnya. Seakan kekasihnya sedang memastikan sesuatu. Ujung jemari Kyuhyun bergerak dari pipinya, menuju hidung, alis lalu beralih pada bibirnya.

“Ini begitu aneh,” gumam Kyuhyun kemudian.

Siwon mengernyit mendengar ucapan Kyuhyun. “Apa yang aneh?”

Ujung jemari Kyuhyun masih berada di bibir Siwon. Jadi, Kyuhyun sedikit terhenyak ketika merasakan hembusan nafas Siwon pada jemarinya ketika ia sedang berbicara. “Kenapa kau begitu nyata? Terakhir kali pun, suaramu terdengar begitu nyata. Kau memintaku untuk fokus pada suaramu. Suaramu yang mengatakan akan menyelamatkanku. Tapi itu hanyalah halusinasiku. Kupikir hanya akan terjadi sekali. Kenapa ini terjadi lagi? Bahkan sentuhanmu pun terasa begitu nyata,” tutur Kyuhyun.

Siwon tidak mengerti dengan ucapan Kyuhyun. Halusinasi? Apa saat ini Kyuhyun menganggapnya hanya sebagai halusinasi? Terakhir kali? Mungkinkah terakhir-kali itu ketika mereka berada di danau es membeku, ketika Siwon hendak menyelamatkannya? Jadi, Kyuhyun berpikir saat itu Siwon tidak benar-benar datang untuk menyelamatkannya?

Oh Tuhan…

Siwon meraih tangan Kyuhyun dari bibirnya. “Kyuhyun, aku nyata. Aku sudah berada di sini, sayang. Aku bersamamu. Kau tidak sedang berhalusinasi.”

Kening Kyuhyun mengernyit. Siwon menyadari perubahan ekspresi Kyuhyun yang begitu cepat. Sebelumnya Kyuhyun terlihat begitu tenang, lalu dia menangis histeris dan sekarang dia terlihat begitu kebingungan. Siwon berpikir ini adalah reaksi umum akibat traumanya.

“Ti-tidak. Siwon pasti sedang bekerja. Dia mempunyai meeting penting. Dia bertaruh dengan Changmin, siapa yang datang terlebih dahulu. Jadi, dia tidak mungkin ada di sini,” gumam Kyuhyun lagi.

Oh Shit! Siwon memang pernah mengatakan bahwa dia mempunyai meeting penting, tapi itu saat mereka bicara terakhir kali melalui telepon. Sudah sepuluh hari yang lalu. Siwon kemudian menoleh pada Sooyoung yang masih berdiri di luar dekat jendela. Kemudian dia kembali beralih pada Kyuhyun.

“Kyuhyun, sayang… itu sepuluh hari yang lalu. Apa kau ingat? Kau bilang padaku ingin pergi ke pengadilan. Tapi kau tidak pernah datang. Kau diculik. Apa kau tidak mengingat hal itu?”

“Di-diculik?” Tiba-tiba mata Kyuhyun membulat dan nafasnya seperti tercekat. Sontak Siwon ikut panik dengan perubahan ekspresi tersebut. “Haesa!! Me-mereka menculik Haesa!!! A-aku…. Harus pergi!! Mereka meminta flash-drive itu!!” Kyuhyun berusaha untuk pergi, tapi dengan cepat Siwon menahannya.

“Tidak! Kyuhyun, dengarkan aku! Haesa sudah aman. Kau sudah menyelamatkannya! Itu sudah berlalu, sayang!” ujar Siwon sembari berusaha menahan tubuh Kyuhyun. Tapi tubuhnya masih begitu lemah dan tenaga Kyuhyun kini jauh lebih besar darinya. Siwon merasa begitu kewalahan.

Dia menoleh pada Sooyoung dan berteriak, “Sooyoung, panggilkan dokter!! CEPAT!!”

Sooyoung kemudian bergerak cepat.

“Lepaskan aku!! Tolong, aku harus pergi!! Haesa…!! Aku harus menolongnya!! Jika tidak, dia akan…”

“Kyuhyun!!  Sadarlah!! CHO KYUHYUN!!”

*****

Joonmyeon memperhatikan Yifan yang sedang berkemas. Dia akan ke Kanada untuk mengunjungi nenek dari pihak ayahnya. Dan Sara meminta Joonmyeon untuk membawakan beberapa pakaian yang tertinggal di rumah agar Yifan bisa membawanya. Sebenarnya dia tidak bisa lama tinggal karena pukul empat nanti tutornya akan datang.

Yifan melirik Joonmyeon yang duduk di kursi. “Bukankah sore ini tutormu akan datang?”

“Eoh. Tapi aku sudah stress sekali. Ini bahkan belum seminggu. Rasanya aku ingin sekali kembali ke taebaek,” tukas Joonmyeon.

Yifan tersenyum tipis. Well, perjalanan mereka ke gunung taebaek benar-benar menyenangkan. Mereka pergi hiking, mengunjungi pasar tradisional, berkeliling di sekitar desa. Itu adalah liburan dua hari yang sangat menyenangkan. Bahkan Luhan bisa akrab dengan Kyungsoo dan Baekhyun –seakan mereka sudah lama sekali berteman.

Joonmyeon juga terlihat begitu bebas tanpa beban.

“Well, ini hanya sampai ujian masuk universitas, bukan? Jadi, sekitar sepuluh bulan? Kau pasti bisa bertahan,” sahut Yifan sembari menutup kopernya.

Joonmyeon mendengus. “Sepuluh bulan. Itu benar-benar neraka. Tapi paling tidak bebanku sedikit berkurang karena kakek menyetujui aplikasiku untuk Universitas Inha. Jadi, kalau aku tidak masuk Universitas Seoul tapi di Inha, rasanya tidak akan membuat kakek marah.”

“Inha? Kapan kau memutuskan untuk mengambil aplikasi itu?” tanya Yifan yang sedang mencari sesuatu di meja belajarnya. Dia sesekali menoleh pada Joonmyeon.

“Satu jam setelah memasukan aplikasi untuk Universitas Seoul. Aku bertemu dengan Kang Ssaem dan mengisi aplikasi lain untuk Inha,” tutur Joonmyeon sembari memperhatikan Yifan yang sepertinya sedang mencari sesuatu. “Apa yang kau cari?”

“Foto yang diberikan Luhan kemarin. Dia memintaku untuk memberikannya padamu. Ah… Ini dia!!” seru Yifan sembari menemukan sebuah amplop putih lalu menyodorkannya pada Joonmyeon. “Foto-foto saat liburan di taebaek kemarin.”

Joonmyeon tersenyum tipis dan mengambil amplop tersebut. “Terima kasih, tapi kenapa hanya diberikan padaku?”

Yifan mengangkat bahu. “Entah. Dia bahkan melarangku untuk melihatnya.”

Joonmyeon mengangguk kecil lalu ia memasukkan amplop tersebut ke dalam saku dalam jaket hitamnya. Dia kembali memperhatikan Yifan yang mengemasi tas ranselnya. “Jadi, berapa lama kau di Kanada?”

“Entahlah. Mungkin satu minggu.”

“Hahh… Kau beruntung sekali. Sebelumnya liburan ke Jeonju, pergi ke gunung taebaek lalu sekarang Kanada. Rencana liburanku bahkan berantakan. Cukup beruntung Kyungsoo dan Baekhyun merencanakan hiking ke gunung taebaek.”

Yifan tersenyum tipis lalu menatap Joonmyeon dengan lekat. “Well, setelah ujian masuk universitas, kau bisa liburan sepuasmu sebelum upacara penerimaan mahasiswa. Kau bisa merencanakan liburanmu.”

“Termasuk pergi ke Kanada?”

“Well, kurasa itu bisa diatur. Kita bisa pergi bersama. Dengan Mom dan Appa.”

Joonmyeon ikut tersenyum. “Itu ide bagus.”

*****

Changmin mendengus kesal. Ia sudah memberi peringatan pada Jinri untuk tidak membawa Siwon keluar menemui Kyuhyun, tapi akhirnya malah Sooyoung yang membawanya pergi menemui sang pengacara. Dia menatap Siwon yang terlihat begitu lesu dan ekspresinya begitu khawatir, sedangkan Sooyoung yang duduk di sofa pun juga memperlihatkan ekspresi yang sama.

Changmin mengusap wajahnya. Entah ia harus menyalahkan siapa dalam hal ini. Terlebih kondisi Kyuhyun sepertinya malah menjadi semakin memburuk setelah dia sadar.

“Aku akan pergi dan menemui dokternya,” ucap Changmin pelan.

Sontak Siwon mengangkat kepalanya dan menatap dengan mata penuh pengharapan pada Changmin. Sebelumnya, dokter memberi perintah agar Siwon meninggalkan kamar rawat Kyuhyun dan kembali ke kamar rawatnya sendiri. Tentu saja, Siwon menolak keras. Dia memang keluar dari kamar rawat, tapi Siwon menunggu sampai dokter selesai melakukan pemeriksaan.

Tapi sayangnya, dokter tidak bisa memberi informasi mengenai kondisi Kyuhyun kepada siapa pun kecuali keluarganya. Selain itu, dokter juga kembali memasang tanda ‘isolasi’ pada pintu kamar rawat Kyuhyun. Itu artinya, tidak ada yang bisa menemui Kyuhyun termasuk keluarganya sendiri. Kecuali team dokter.

Jadi, ketika Changmin mengatakan dia ingin menemui dokter Kyuhyun, Siwon merasa ada suatu harapan. Walaupun dia tidak yakin, Changmin bisa mendapatkan informasi yang cukup mengenai kondisi Kyuhyun.

Changmin menatap Siwon dengan lekat. “Tapi aku tidak akan janji bisa mendapatkan informasi apapun.”

“Kalau kau tidak bisa mendapatkan informasi apapun, lalu kenapa kau pergi menemui dokternya, Min?” tanya Sooyoung.

Changmin menghela nafas. “Paling tidak itu bisa membuat Siwon jauh lebih tenang. Dia mungkin akan berbuat lebih nekat lagi,” sahutnya. Kemudian ia mendengus. “Sudah kubilang untuk menunggu beberapa hari, bukan! Kenapa kau begitu keras kepala eoh!!” omelnya pada Siwon.

Lalu Changmin berjalan keluar kamar rawat tersebut. Sooyung menarik nafas lalu menghembushkan perlahan. Ia menggelengkan kepala. “Moodnya semakin tidak karuan sejak kencan buta itu,” gumamnya.

Siwon teringat mengenai kencan buta itu. Oh, sebelumnya pada hari yang sama, Changmin meminta agar mereka bisa makan siang bersama. Siwon merasa sedikit bersalah. Karena masalahnya, Changmin harus membuang egonya dan mengurusi masalah yang timbul karena dirinya.

Siwon memandang Sooyung dengan lekat. “Dia bicara padamu? Mengenai kencan buta itu?”

“Tidak. Selama satu minggu kemarin, dia hanya sibuk dengan urusan pekerjaan dan mengatur beberapa hal untuk alibimu dan Kyuhyun. Tapi dia sempat bicara dengan Rae Won tentang kencan buta. Dia meminta Rae Won untuk mencarikan gadis lainnya,” tutur Sooyoung.

Siwon mengernyit. “Dia akhirnya akan membuka diri lagi?”

Sooyoung mengangguk kecil. “Sepertinya begitu. Dia sempat mengatakan mengenai kalau tidak jodoh, dia juga tidak bisa memaksa. Jadi, mungkin dia akan mencoba untuk berkenalan dengan gadis-gadis lain. Selama ini, dia juga hanya disibukkan dengan pekerjaan –seperti dirimu Siwon. Tapi dia tidak seberuntung kau yang bertemu dengan Kyuhyun karena pekerjaan.”

Siwon tersenyum tipis. Dia memang cukup beruntung bertemu dengan Kyuhyun, walaupun hubungan mereka menemui banyak sekali masalah. Tapi paling tidak, ia ingin Changmin menemukan cintanya dengan masalah yang lebih sedikit daripada dirinya. Jadi, mungkin Yang Jihyun memang bukanlah jawabannya.

“Kau akan pulang? Changmin sudah di sini, lagipula Jinhae…”

“Tidak apa-apa. Membiarkan kau berdua dengan Changmin di saat kondisi moodnya tidak karuan begitu, aku khawatir kau besok akan tidak sadarkan diri lagi. Suamiku bisa mengurus Jinhae, jika tidak, mungkin dia akan membawanya ke sini,” tutur Sooyoung.

Siwon kembali tersenyum. Dia semakin merasa beruntung mempunyai saudara-saudara yang begitu memahaminya. “Aku merindukan Jinhae…”

Sooyoung mendecih. “Tapi dia lebih merindukan Paman Yeon-nya.”

“Paman Yeon?”

“Kyuhyun. Sejak kejadian di Legiun itu, Jinhae sering-kali bertanya mengenainya. Mungkin karena aku mengenalnya juga. Bahkan dia memanggilnya dengan Paman Yeon.”

*****

Haneul berlari menghampiri Changwook yang menunggunya di lorong sepi. Setelah ia mendengar kalau Kyuhyun mengalami episode lainnya –bahkan dua kali. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal kemarin kondisinya sudah semakin membaik. Tapi karena episode kali ini, team psikiatri rumah sakit akan mempercepat terapi untuk Kyuhyun.

Haneul berdiri dihadapan Changwook yang bersandar di dinding. Kepalanya tertunduk. Haneul menarik nafas lalu menyentuh kepala Changwook. Perlahan Changwook mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis pada Haneul. Tangan Haneul bergerak dari kepala Changwook menuju pipinya.

“Kau baik-baik saja?” bisik Haneul pelan.

Changwook mengangguk. “Aku baik, tapi Kyuhyun tidak.”

“Apa yang terjadi?”

Changwook menghela nafas. Ia menyentuh tangan Haneul yang berada di pipinya kemudian mengenggamnya erat. “Dia mengalami episode lainnya. Dua kali. Pertama ketika bersama dengan kakaknya, lalu yang kedua ketika Siwon mengunjunginya.”

“Siwon sudah sadar?”

“Kudengar, tadi malam. Aku tidak tahu apa yang mereka pikirkan. Maksudku, kakaknya dan Siwon. Dokter sudah mengatakan bahwa kondisi Kyuhyun masih rentan, terlebih jika dia mengalami episode. Tapi sepertinya tidak peduli dengan hal itu. Jika kondisi Kyuhyun tidak semakin membaik, team dokter mungkin akan memberi saran tentang terapi di rumah sakit Medical Han,” tutur Changwook.

Mata Haneul membulat. “Medical Han? Bukankah itu rumah sakit khusus psikiatri? Apa kondisi Kyuhyun seburuk itu?”

Changwook mengangkat bahunya. “Entahlah. Aku bukan dokter psikiatri. Tapi dokter Seo mengatakan hal itu pada dokter Ahn tadi. Mereka akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk melihat seberapa buruk kondisi mental Kyuhyun sebelum mengambil keputusan apakah dia harus dirujuk ke Medical Han atau tidak. Hanya saja ada yang sedikit aneh.”

“Apa?”

Changwook menatap Haneul dengan lekat. “Saat Kyuhyun dalam kondisi histeria, dia sempat menyebut kalau dia harus menyelamatkan Haesa. Dia mengatakan mengenai tentang penculikan dan flash-drive. Bukankah itu sudah berminggu-minggu lalu?”

“Eoh. Sekitar akhir bulan lalu. Jadi, hampir dua atau tiga minggu lalu.”

“Tapi sikap histeris Kyuhyun seperti dia harus pergi saat itu juga untuk menyelamatkan Haesa. Dia mengatakan kalau dia tidak mempunyai waktu banyak. Itu tidak masuk akal, bukan? Dokter Seo mengatakan mungkin ada kaitan dengan traumanya. Tapi itu tidak menjelaskan mengenai perbedaan waktu yang dialami oleh Kyuhyun ketika ia mengalami episode.”

“Lalu apa yang akan dilakukan oleh dokter Seo?”

Changwook menggeleng. “Itu adalah keputusan dari team psikiatri.”

Haneul menghela nafas panjang. Dia sedikit meremas tangan Changwook. “Apa kau ingin makan sesuatu?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.

Changwook sepertinya sedikit stress dengan kondisi Kyuhyun saat ini. Dia mungkin bukan dokter utama yang menangani Kyuhyun, tapi sepertinya inilah sikap Changwook pada setiap pasiennya. Bahkan ketika pasiennya sebelumnya, Kim Joonmyeon, mengalami kondisi semi-coma, Changwook terlihat jauh lebih stress. Tapi paling tidak, untuk kasus Kyuhyun, Changwook tidak bekerja sendiri. Dan yang menjadi perhatian paling besar team dokter saat ini adalah kondisi mental Kyuhyun. Luka fisiknya sendiri sudah mulai sembuh dan mereka hanya perlu melakukan pemantauan.

“Ahh… Kita ada janji makan malam bersama di apartmentku, bukan? Tapi kenapa kau di sini?”

“Aku baru dari supermarket ketika mendapat pesan darimu. Jadi, aku langsung ke sini. Apa kau ingin tetap makan di apartment atau kita makan di luar saja?”

Changwook tersenyum tipis. “Kenapa kau bertanya padaku? Kita bisa tetap makan di apartment, tapi mungkin aku harus kembali ke rumah sakit setelahnya.”

“Bukankah shiftmu sudah berakhir?”

“Aku tahu, tapi dengan situasi Kyuhyun saat ini, semua dokter sedang dalam kondisi siaga. Kita tidak pernah tahu dengan apa yang terjadi selanjutnya. Jadi, bagaimana?”

“Kalau begitu kita makan di restaurant saja. Aku akan tetap ke apartmentmu setelahnya untuk menyimpan semua bahan makanan. Bagaimana?”

Changwook tersenyum dan mengangguk.

*****

“Benarkah?” tanya Uhm Ki Joon setelah dia mendengarkan laporan dari pegawainya mengenai perkembangan kondisi Cho Kyuhyun di rumah sakit.

Sang pegawai mengangguk. “Hari ini Cho Kyuhyun mengalami dua kali episode dan team dokter akan melakukan observasi terhadap kondisinya. Bahkan ketika episode keduanya, saat Direktur Choi menemuinya, Cho Kyuhyun seperti mengalami distorsi waktu. Dia mengalami halusinasi yang cukup parah. Bahkan team dokter perlu memberikan obat penenang padanya.”

Ki Joon tersenyum lebar. “Itu bagus sekali. Obatnya bekerja dengan begitu baik. Benar?”

“Benar, Tuan. Apa rencana anda selanjutnya?”

Ki Joon menatap dokumen yang sedang diperiksanya. Dia mengetuk-ketukkan jarinya di atas dokumen tersebut beberapa-kali. “Kurasa kita bisa melepaskan Cho Kyuhyun sekarang. Tapi tetap lakukan pengawasan pada Choi Group. Jika pria tua itu memiliki tekad yang kuat, dia mungkin akan mencoba mencari titik lemahku. Terlebih dengan Choi Siwon.”

“Baik, Tuan. Lalu, mengenai putri Choi Jaewon, Tuan?”

Alis Ki Joon terangkat. “Ah, benar. Aku hampir melupakan gadis itu. Menurutmu, apa perlu kita melakukan kunjungan terakhir sebelum kembali ke London? Rasanya akan menyenangkan melihatnya untuk terakhir-kali.”

*****

Kyuhyun membuka matanya secara perlahan.

Dia berada di sebuah ruangan besar. Ia terbaring di sebuah tempat tidur. Ini mengingatkannya pada kejadian ketika Choi Daehan menculiknya. Tapi ini jelas memberikan kesan yang berbeda. Kyuhyun mengangkat tubuhnya dan memperhatikan sekitar ruangan tersebut. Kemudian dia menghela nafas berat.

Ia berada di rumah sakit. Entah sudah berapa sekian kalinya dia masuk rumah sakit dan harus dirawat. Namun, Kyuhyun menyadari bahwa ruangan ini berbeda dengan ruangan rawat inap biasanya. Jendela besar, peralatan medis yang kompleks, bahkan pintu yang berbeda. Kyuhyun menyadari bahwa ada sebuah meja observasi di ujung ruangan, terdiri dari sebuah meja dan kursi. Tapi dia tidak melihat suster ataupun dokter.

Kyuhyun lalu kembali berbaring. Dia menatap langit-langit yang kosong. Berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi sebelum dia terbangun. Tapi tidak ada yang terlintas di ingatannya. Isi kepalanya begitu kosong. Dia bahkan tidak tahu apa alasan kenapa dia masuk rumah sakit kali ini.

Mungkinkah karena episode lainnya?

Kyuhyun menghela nafas panjang lalu bangun. Dia turun dari tempat tidur dan memakai sandal rumah sakit yang ada di lantai. Lalu dia berjalan keluar dari kamar tersebut. Kyuhyun berjalan di lorong yang sepi.

*****

Hyukjae menghentikan mobilnya di depan bar milik Heechul.

Namun, dia tidak turun dari mobilnya dan hanya duduk diam memandangi bar tersebut. Jam baru menunjukkan pukul tujuh malam. Bar baru dibuka pukul setengah sembilan nanti. Hyukjae kemudian memejamkan matanya sejenak. Seharusnya dia pulang ke rumahnya, tapi akhir-akhir ini dia tidak ingin berada di rumah. Rasanya seperti ia sedang terperangakap dan sulit untuk bernafas. Terlebih dengan semua hal yang terjadi pada Kyuhyun.

Tak lama, Hyukjae membuka matanya. Dia meraih ponselnya dari dock dashboard dan mencabut kunci mobil sebelum dia memanjat keluar. Hyukjae kemudian berjalan menuju bar tersebut. Saat dia memasuki bar sudah ada beberapa pegawai yang tengah bersiap. Hyukjae berjalan menuju meja bartender di mana Heechul sedang memeriksa logistik minuman.

“Hyung…” gumam Hyukjae ketika dia sudah berada di dekat Heechul.

Sontak Heechul menoleh dan menatap Hyukjae dengan lekat. Keningnya berkerut. “Yak, bar belum dibuka. Kembali pukul setengah sembilan.”

“Donghae sudah datang?” tanyanya pelan.

Heechul mendesah. Well, ia tahu alasan Hyukjae datang ke bar-nya ada untuk bertemu dengan Donghae. Karena itulah dia melarang pria itu untuk sng-sering datang, bahkan jika ia datang bersama Kyuhyun sekalipun.

“Donghae tidak bekerja malam ini. Kau tidak menghubunginya terlebih dahulu?” ujar Heechul.

Hyukjae menggeleng. Lalu dia duduk di stool sebelah Heechul. Ia mengusap wajahnya dengan kasar lalu merebahkan kepalanya di meja counter. Heechul masih memperhatikan Hyukjae dengan lekat. Dia menghela nafas pendek lalu menutup dokumen catatan logistik. Heechul kemudian memberikan isyarat pada salah satu pegawainya untuk membawakan segelas air.

“Kau kenapa? Stress karena pekerjaanmu atau karena masalah Kyuhyun?” tanya Heechul sembari melipat kedua tangannya di depan dada.

Tak lama seorang pegawai membawakan segelas air. Heechul kemudian menyuruhnya meletakkan di meja dekat Hyukjae. “Minumlah. Aku tidak akan memberikanmu alcohol,” ujarnya.

Hyukjae mengangkat kepalanya dan menatap gelas air tersebut. Dia mendesah lalu kembali merebahkan kepalanya. Lalu ia memejamkan matanya. Bar masih cukup sepi, bahkan tidak ada musik sama sekali. Hyukjae berpikir kalau dia bisa tidur sejenak. Heechul mendesah jengkel dengan sikap Hyukjae.

Sudah beberapa-kali Hyukjae datang ke barnya, bertemu dengan Donghae dan terkadang bicara dengannya. Membicarakan tentang Kyuhyun, tentu saja. Dari sekian banyak, teman Kyuhyun yang Heechul kenal, Lee Hyukjae adalah yang paling akrab dengan Kyuhyun. Keduanya terkadang saling bergantung, tapi Hyukjae lebih sering dalam posisi yang mengkhawatirkan Kyuhyun dibandingkan sebaliknya. Mungkin karena Kyuhyun jauh lebih terkenal dan lebih banyak menangani kasus-kasus yang cukup serius. Namun, kasus Seon Hwan ini yang lebih parah dibandingkan semua kasus lainnya.

“Kau sudah dengar kabar dari Choi Group? Mengenai Choi Siwon?” tanya Heechul lagi.

Hyukjae membuka matanya. “Dia sudah sadar.”

“Lalu?”

Hyukjae mendesah. Ia menegakkan tubuhnya lalu mengangkat bahu. Dia hanya tahu hal itu dari Ahra, sisanya tidak ada. Dia bahkan belum ke rumah sakit lagi dari terakhir-kali dia pergi beberapa hari lalu. “Kau belum ke rumah sakit, hyung?”

“Belum. Ahra mengatakan Kyuhyun masih belum ingin bertemu dengan orang banyak. Bahkan paman dan bibi hanya dua atau tiga kali melihatnya. Lebih sering Ahra yang menemaninya di rumah sakit.”

Hyukjae terdiam sejenak. Sepertinya situasi Kyuhyun dengan orangtuanya masih belum mencair. Bahkan dengan kondisi putra mereka saat ini, orangtuanya masih menyimpan ego yang begitu besar. Bahkan ibunya sampai rela membawa gadis ke rumah sakit. Walaupun, berujung tidak baik.

“Orangtuanya masih akan menjodohkannya?”

Heechul melirik Hyukjae lalu menghela nafas panjang. “Entahlah. Kondisinya masih belum stabil, bukan? Ketika Ahra bercerita mengenai kejadian dengan gadis bernama Cha Darim, sepertinya mulai beredar rumor mengenai kondisi kejiwaan Kyuhyun. Entah hal itu benar atau tidak. Jika perjodohan tidak bisa, orangtuanya mungkin akan mengirimnya ke luar negeri.”

“Tch… Mereka akan mengasingkan putra mereka sendiri? Hanya karena Kyuhyun mengaku biseksual dan masalah kejiwaannya?! Rasanya mereka adalah orangtua yang berbeda dari selama ini yang kulihat,” tutur Hyukjae.

“Masalahnya tidak semudah itu, Hyuk. Kyuhyun adalah penerus keluarga Cho. Bahkan jika dia biseksual pun, asalkan dia masih tertarik dengan wanita dan menikahi seorang wanita, rasanya bukan masalah besar. Tapi saat ini Kyuhyun tengah berhubungan dengan seorang pria. Hubungan mereka mungkin tidak akan bertahan lama, tapi tidak ada jaminan kalau Kyuhyun tidak akan menyukai pria lainnya di kemudian hari. Bagaimana jika dia memutuskan untuk menikah dengan seorang pria? Belum lagi masalah kondisi kejiwaannya. Kalau kondisinya membaik dengan cepat, mencari calon istri yang bisa mengerti kondisinya bukan hal sulit. Namun, saat ini kita tidak tahu kapan Kyuhyun bisa pulih sepenuhnya,” jelas Heechul.

“Kupikir kau berada di pihak Kyuhyun, hyung.”

Heechul meraih gelas yang diperuntukan Hyukjae lalu meminum airnya. “Aku berada di pihak yang berpikir rasional, Hyuk. Hubungan Kyuhyun dan Siwon, aku bisa menerimanya. Karena saat itu, Kyuhyun memutuskan dengan rasionalitasnya sendiri. Dia tahu resikonya ketika ia memilih menerima perasaan Siwon. Jadi, aku mendukungnya. Tapi dengan situasi sekarang, aku akan melihat bagaimana Kyuhyun memutuskan. Ini adalah hidup Kyuhyun, hanya dia berhak memutuskan apa yang terbaik untuknya. Bukan orangtuanya ataupun orang lain seperti kita.”

“Kalau Kyuhyun tetap pada keputusannya? Tetap menjalin hubungan dengan Siwon atau bahkan jika dia memutuskan untuk pergi dengan Siwon? Hyung juga akan mendukungnya?” tanya Hyukjae lagi.

Heechul mendorong gelas agak jauh dari posisi dokumen. Ia mengernyit lalu melirik pada Hyukjae. “Pergi dengan Siwon? Memang Siwon akan membawa Kyuhyun pergi dari Seoul? Dengan semua situasi ini?”

Sekali lagi, Hyukjae mengangkat bahunya. “Itu hanya asumsiku. Choi Siwon bisa melakukan apa saja. Aku melihatnya sendiri, terlebih jika hal itu berkaitan dengan Kyuhyun. Jika dia merasa ia harus membawa Kyuhyun pergi dari Seoul, aku yakin dia tidak akan berpikir ratusan kali untuk memutuskan. Tapi dia tetap meminta keputusan dari Kyuhyun.”

Heechul tersenyum. “Mendengar ceritamu mengenai Choi Siwon ini, sepertinya sepupuku sudah menjeratnya cukup kuat. Apakah jika Kyuhyun memutuskannya, Choi Siwon lebih memilih mati dibandingkan melihat Kyuhyun bersama dengan orang lain?”

“Well, mungkin tidak sampai bunuh diri. Mungkin dia akan mencari cara agar Kyuhyun kembali padanya.”

*****

Joonmyeon merapikan semua bukunya. Hari ini tutornya memberikan beberapa lembar soal dari ujian beberapa tahun sebelumnya. Walau Joonmyeon tidak begitu yakin saat mengerjakannya, tapi hasilnya tidak cukup buruk. Pada pertemuan selanjutnya, sang tutor mengatakan kalau mereka akan mengunjungi beberapa museum. Hanya sebagai selingan agar Joonmyeon tidak merasa bosan belajar di dalam kamar terus.

Well, harus Joonmyeon akui, tutornya sangat perhatian. Berbeda dengan tipikal tutor yang selalu serius, tutor yang diberikan oleh kakeknya bersikap cukup fleksibel. Itu mungkin karena dia sudah diberitahu mengenai operasi yang pernah dijalani Joonmyeon sebelumnya. Karena itu, dia tidak terlalu keras pada Joonmyeon.

“Joon…”

Joonmyeon menoleh dan tersenyum ketika Sara memasuki kamarnya. Sara menghampiri Joonmyeon yang masih merapikan beberapa buku lalu duduk di kursi lainnya. “Bagaimana hari ini?” tanya Sara.

“Tidak buruk. Nilaiku hampir memenuhi dari standar. Tapi Ssaem bilang aku masih harus fokus. Kami akan melakukan kunjungan ke beberapa museum. Itu pun tergantung dari jadwal kuliahnya nanti,” tutur Joonmyeon.

Sara tersenyum. “Itu bagus. Tapi jangan terlalu memaksakan diri. Waktunya masih cukup lama sebelum jadwal ujian. Kau juga baru pulih, sayang.”

Joonmyeon mengangguk kecil. Lalu ia mengambil amplop putih yang diberikan Yifan tadi siang. Foto-foto mereka saat liburan di gunung taebaek. “Mom, Yifan memberikanku ini. Foto-foto saat liburan kemarin. Sebenarnya dari Luhan. Mom mau melihatnya bersamaku?”

“Tentu saja.”

Joonmyeon lalu mengeluarkan setumpuk foto dari amplop tersebut dan melihatnya satu per satu dengan Sara. Sesekali Joonmyeon menjelaskan mengenai foto-foto itu pada Sara. Mereka sedang melakukan apa, sedang berada di mana. Seakan Joonmyeon mengenang kembali saat-saat tersebut.

Sara kemudian mengambil salah satu foto dan tersenyum lebar. Itu adalah foto Joonmyeon dan Yifan saat mereka berada di puncak. Setelah hampir tiga jam mendaki, akhirnya mereka bisa menikmati pemandangan dari puncak gunung taebaek. Dalam foto tersebut, Joonmyeon dan Yifan berdiri berdampingan dengan tangan Yifan merangkul bahu Joonmyeon. Mereka berdua terlihat senang sekali.

“Ini bisa kita pajang di ruang tengah,” tuturnya.

Joonmyeon menatap foto tersebut dan mengangguk. Sara menghela nafas pendek dan memandang Joonmyeon dengan lekat. “Mom sangat senang. Kalian berdua semakin dekat. Mom masih merasa cemas kalian berdua merasa canggung satu sama lain.”

“Well, kami masih butuh waktu. Tapi setidaknya kami tidak saling bertengkar, bukan?”

Sara tertawa kecil. “Ya, itu bagus. Walaupun sesekali Mom ingin melihat kalian bertengkar layaknya saudara. Tapi kita masih punya waktu bersama untuk hal itu.”

“Mom…”

“Ya, sayang?”

“Yifan bilang kalau kita bisa pergi liburan bersama. Sebagai keluarga.”

Sara menatap Joonmyeon lama. “Tentu saja. Kalian membicarakan mengenai hal itu tadi?”

Joonmyeon mengangguk. “Aku hanya merasa sedikit iri. Dalam satu bulan, Yifan pergi liburan ketiga tempat berbeda. Lalu dia bilang kalau kita bisa pergi liburan. Mungkin Kanada, tapi setelah ujian universitas. Dia bilang aku bisa merencanakan liburan kemana pun sebelum upacara penerimaan mahasiswa tahun depan.”

Sara menyentuh kepala Joonmyeon dan mengusapnya lembut. “Kau ingin pergi ke Kanada?”

“Aku tidak masalah tempatnya. Tapi sebelumnya Mom dan Appa pergi ke Kanada, sekarang Yifan yang pergi ke sana. Jadi aku….”

“Mom akan bicarakan hal ini dengan Appa, okay? Kita bisa merencanakan pergi liburan sebagai hadiahmu. Setelah ujian universitas. Kita akan pergi sekeluarga. Bagaimana?”

Joonmyeon memandang Sara dan tersenyum. “Terima kasih.”

Kemudian Sara memeluk Joonmyeon dengan erat. “Terima kasih kembali, sayang. “

*****

Changwook dan Haneul berlari memasuki lobby rumah sakit dan menuju eskalator terdekat.

Saat mereka makan malam bersama, Changwook mendapatkan laporan kalau Kyuhyun menghilang dari kamar rawatnya. Tidak ada suster yang melihat kemana Kyuhyun pergi. Changwook dan Haneul bergegas menuju lantai empat. Laporan terakhir yang diterima oleh Changwook, pihak keamanan rumah sakit sedang mengecek rekaman CCTV untuk melacak kemana Kyuhyun pergi setelah keluar dari kamar rawatnya.

Saat Changwook dan Haneul sampai di kamar rawat isolasi Kyuhyun, mereka melihat dokter Ahn sedang memarahi beberapa suster yang seharusnya bertugas untuk menjaga Kyuhyun. Bahkan dokter Seo terlihat begitu tegang.

“Dokter Ahn, bagaimana situasinya?” tanya Changwook dengan nafas sedikit terengah.

Dokter Ahn menatap Changwook lekat, lalu sekilas melirik pada Haneul. “Suster Jang melaporkan kalau Kyuhyun sudah tidak ada di kamar rawatnya ketika ia datang untuk pemeriksaan rutin. Dokter siapa yang seharusnya terakhir-kali datang untuk mengecek kondisinya?” Pertanyaan itu lebih ditujukan pada para suster.

“Dokter Han dari bagian psikiatri pukul lima lewat duapuluh. Tapi saat itu saya yang mendampingi dokter Han masih melihat pasien Cho berada di kamar rawatnya,” ujar suster bernama Ra Nari.

Dokter Seo membenarkan. “Saya mendapatkan laporan terakhir dari dokter Han sepuluh menit kemudian. Saat itu pasien Cho masih dalam kondisi tertidur. Tapi dia tidak akan pergi jauh dari rumah sakit.”

“Aku akan pergi memeriksa kamera keamanan. Yang lainnya berpencar untuk mencarinya,” tutur dokter Ahn.

Beberapa suster langsung berpencar, dokter Seo dan dokter Ahn kemudian bergegas menuju lantau dua untuk menuju ruang keamanan. Mereka harus bergerak cepat untuk menemukan Kyuhyun. Dengan kondisi mentalnya saat ini, tidak ada yang tahu apa yang ada dipikiran Kyuhyun. Yang terburuk adalah ide bunuh diri.

Changwook menatap Haneul dengan lekat. “Pergilah. Aku akan mencarinya. Ini bukanlah…”

“Kita cari bersama. Lebih banyak orang yang mencari akan jauh lebih baik. Aku akan mencari dari lantai ini ke lantai satu. Kau ke lantai atas, okay?”

Changwook mengangguk lalu mereka berpisah untuk mencari Kyuhyun.

*****

Changmin sedang berbicara dengan Yunho ketika ia melihat sosok Kyuhyun yang tengah berjalan di koridor sendirian dengan ekspresi kebingungan. Changmin mengernyit. Kyuhyun seharusnya masih berada dalam pengawasan dokter, tapi kenapa dia bisa keluar dari kamar rawatnya dan berjalan ke lantai kamar rawat VIP seorang diri.

Changmin kemudian berjalan mendekatinya. “Hyung, nanti kutelepon lagi, okay?”

“Baiklah. Nanti aku akan bicarakan dengan Rae Won. Kalian bisa membicarakan masalah ini lebih detail.”

Changmin hanya menggumam lalu memutuskan sambungan telepon. Dia setengah berlari menghampiri Kyuhyun yang menatapnya dengan lekat. Changmin memperhatikan kondisi Kyuhyun dengan seksama. Pria itu terlihat normal. “Kyuhyun-sshi, kenapa kau di sini?”

“Aku juga ingin bertanya hal yang sama padamu,” ucap Kyuhyun dengan kening berkerut. “Kenapa kau di rumah sakit? Siapa yang sakit?”

Changmin masih memperhatikan Kyuhyun. Pria itu terlihat baik-baik saja, bahkan sikapnya terlihat normal seperti biasa. Tidak ada tanda yang menunjukkan perubahan emosi yang terlihat signifikan. Seakan Kyuhyun tidak pernah mengalami sebuah episode  sebelumnya.

Changmin menarik nafas. “Siwon harus dirawat.”

Mata Kyuhyun membulat. “Si-siwon? Kenapa? Bukankah… Bisa aku bertemu dengannya?”

Changmin mengangguk kecil. Lalu dia menunjukkan di mana kamar rawat Siwon. Tapi sebelumnya, Changmin menuju stasiun suster dan mengatakan pada salah satu suster untuk menghubungi dokter Ahn atau dokter Seo dan menyampaikan kalau Kyuhyun berada di kamar rawat Choi Siwon. Changmin tahu kalau Kyuhyun tidak mungkin keluar dari kamar rawatnya dengan sepengetahuan dokter. Dan jika para dokter dan suster tidak melihat Kyuhyun di kamar rawatnya, mereka pasti sedang panik mencari Kyuhyun saat ini. Lalu Changmin kembali berjalan menuju kamar rawat Siwon dengan Kyuhyun yang berjalan di sisinya.

“Kenapa kau meminta mereka memberitahu dokter kalau aku berada di kamar rawat Siwon?” tanya Kyuhyun.

“Hanya untuk berjaga-jaga saja.”

Changmin lalu membuka sebuah pintu dan mempersilakan Kyuhyun untuk masuk terlebih dahulu. Kyuhyun melangkah masuk dan melihat sosok Siwon sedang berada di ranjang rawatnya sembari menonton televisi. Changmin menutup pintu perlahan dan memperhatikan keduanya.

“Siwon, Kyuhyun datang.”

Sontak Siwon menoleh dan terdiam menatap Kyuhyun yang berdiri. Jujur, dia begitu terkejut. Setelah apa yang terjadi siang tadi dan Changmin tidak mendapatkan informasi apapun dari dokter, tiba-tiba Kyuhyun datang dan dari ekspresi yang terlihat bahwa dia baik-baik saja. Siwon mematikan televisi dan tersenyum tipis.

“Hey…” sapanya.

Kyuhyun berjalan menghampiri Siwon. “He-hey… Kenapa kau di rumah sakit?”

Siwon melirik pada Changmin. Sepupunya hanya mengangkat bahu. Mereka sama sekali tidak mengerti situasi yang terjadi pada Kyuhyun saat ini. Kyuhyun seakan tidak mengetahui apapun. Heck, bahkan sikap Kyuhyun saat ini seperti dia tidak pernah mengalami episode. Perlahan Siwon menarik nafas dan memberi isyarat agar Kyuhyun lebih mendekat padanya dan duduk di tepi ranjangnya.

Kyuhyun, dengan sedikit ragu, berjalan lebih dekat dan duduk di tepi ranjang. Dia menatap Siwon dengan lekat. Pria itu terlihat pucat dan begitu lelah. “Apa karena pekerjaan? Aku tahu kalau kau sibuk…”

Siwon meraih tangan Kyuhyun. “Sebagian kecil memang karena pekerjaan. Tapi jangan khawatir, aku baik-baik saja.” Siwon menatap wajah Kyuhyun yang masih menampakkan bekas memar samar. Dia tersenyum lirih. “Bagaimana keadaanmu?”

“Entahlah. Baik, kurasa.”

“Kau rasa?”

Kyuhyun menghela nafas. “Aku merasa sedikit aneh. Entah kenapa aku berada di rumah sakit. Semuanya terasa kabur. Aku bahkan tidak yakin hari ini hari apa.”

Sekali lagi, Siwon melirik Changmin yang terlihat begitu serius. Mungkin terjadi sesuatu saat penculikan itu. Terlebih dengan kondisi Kyuhyun saat mereka menemukannya. Dan kini Kyuhyun sepertinya tidak ingat dengan penculikan itu ataupun hal lainnya.

Siwon menggenggam erat tangan Kyuhyun. “Apa hal terakhir yang kau ingat?”

Kyuhyun menatap Siwon lekat. “Hal terakhir yang kuingat? Siwon, apa maksudmu? Apa kau tahu… Siwon?”

“Kyuhyun, apa hal terakhir yang kau ingat? Agar aku bisa membantu memberikan penjelasan.”

Kening Kyuhyun semakin berkerut. “Hal terakhir? Hal… Terakhir?” Kyuhyun berusaha mengingat apa yang ingat sebelum terbangun di sebuah kamar rawat. Tapi anehnya dia tidak bisa mengingat apapun. “A-aku… tidak ingat. Siwon, aku tidak tahu.”

“Persidangan Seon Hwan. Apa kau ingat?”

Kyuhyun mengangguk. “Jaksa mengatakan kalau persidangannya hari Senin. Sekarang hari apa?”

“Hari Kamis,” jawab Changmin singkat.

Kyuhyun menoleh pada Changmin sekilas lalu kembali memandang Siwon. “Jadi, persidangannya minggu depan.”

Siwon menggeleng. “Tidak Kyuhyun. Bukan minggu depan, tapi minggu kemarin. Hari Senin minggu kemarin.”

Kyuhyun terdiam sejenak. Tapi Siwon bisa melihat keterkejutan dari mata Kyuhyun. perlahan Kyuhyun tertawa kecil. “Minggu kemarin? Siwon, jangan bergurau. I-itu tidak mungkin. Mana mungkin itu persidangan itu minggu kemarin. Jaksa baru saja memberitahuku mengenai jadwal persidangannya.”

Changmin lalu berjalan mendekat lalu memperlihatkan ponselnya pada Kyuhyun agar dia bisa melihat waktu yang sesungguhnya. Kyuhyun kembali terdiam. Siwon menatap Changmin lekat lalu memberi isyarat agar mereka diberikan waktu berdua. Untuk hal ini, Siwon yang harus menjelaskan sendiri pada Kyuhyun. Changmin mengangguk dan berjalan keluar kamar rawat.

Siwon kembali berfokus pada kekasihnya. “Kyuhyun, apa kau dalam keadaan tenang?”

“Uh?” Kyuhyun berkedip beberapa-kali. Lalu mengernyit karena pertanyaan Siwon. Saat ini –anehnya– Kyuhyun merasa tenang walaupun dia menyadari bahwa dia telah melewatkan sepuluh hari lebih. Entah apa yang terjadi padanya. “Kau bilang kau bisa membantu memberikan penjelasan bukan?”

“Aku bisa. Tapi aku ingin kau bersikap tenang. Jika tidak, aku terpaksa memanggil dokter untukmu. Aku tidak ingin kau mengalami episode lainnya untuk hari ini,” tutur Siwon.

“Episode lainnya? Hari ini? Si-siwon…”

Siwon menyentuh wajah Kyuhyun dengan lembut. Dia tidak ingin menyakiti Kyuhyun lagi, terlebih dengan bekas memar yang masih terlihat jelas. “Dengarkan aku, hari Senin ketika kau hendak pergi ke gedung pengadilan untuk menghadiri sidang Seon Hwan, kau diculik. Aku berasumsi kalau mereka adalah orang-orang Seon Hwan. Sebelum kejadian itu, kita sempat bicara di telepon dan berjanji untuk makan siang bersama. Aku menunggu telepon darimu, tapi yang menghubungiku adalah orang yang menculikmu. Kemudian aku melacak lokasimu melalui sinyal ponsel. Saat Ahn Soo memberikan koordinatnya, aku langsung pergi ke tempat itu. Tapi aku terlambat. Mereka sudah memindahkanmu ke tempat lain.”

Kyuhyun hanya diam mendengarkan dengan seksama penjelasan Siwon mengenai sepuluh hari yang terlewat. Jujur saja, Kyuhyun merasakan déjà vu. Dia seperti mengalami apa yang diceritakan oleh Siwon, namun Kyuhyun masih merasa tidak yakin.

“Mereka sepertinya sudah memprediksi kalau aku pasti akan datang mencarimu. Mereka meninggalkan sebuah laptop dan kamera, singkatnya kami melakukan video-call. Aku melihat kondisimu diikat di sebuah kursi. Aku merasa sangat marah, geram tapi sekaligus tidak berdaya karena tidak bisa menjagamu. Kemudian seseorang memukulku dari belakang dan aku pingsan. Tapi ketika tersadar, aku sudah berada di atas danau yang membeku. Kau juga berada di sana,” ucapan Siwon kemudian terhenti. Dia tidak bisa melanjutkan cerita. Dia memejamkan matanya, berusaha menghilangkan bayangan ketika ia melihat wajah Kyuhyun yang berdarah, memohon padanya untuk diselamatkan. Tapi Siwon tidak menyelamatkannya. Siwon telah gagal.

Kyuhyun memperhatikan Siwon. Ia tahu ada sesuatu yang dilewatkan oleh Siwon. Perlahan, ia menyentuh wajah pria dihadapannya. Sontak Siwon membuka mata dan memandangnya. “Lanjutkan. Aku tahu kau masih melewatkan bagian lainnya,” ucapnya berbisik.

Siwon menyentuh tangan Kyuhyun yang berada di wajahnya. “Kau berada di sana. Di atas danau yang membeku dengan wajah penuh darah. Mereka pasti memukulimu. Kau terlihat begitu kesakitan dan ketakutan. Aku berteriak padamu untuk fokus pada suaraku, mengatakan bahwa aku akan menyelamatkanmu.” Kemudian ia menarik nafas panjang.

“Tapi aku tidak bisa. Lapisan esnya retak dan aku terperosok jatuh ke dalam danau.”

Nafas Kyuhyun tercekat. Siwon jatuh ke dalam danau yang dingin? Siwon hampir mati hanya untuk menyelamatkannya? Dan Kyuhyun tidak ingat mengenai hal itu?

“Aku tidak tahu kelanjutannya. Tapi menurut Changmin yang menyusulku, mereka berhasil menemukan kita. Shin Hwan menyelam untuk menarikku keluar dari danau dan mereka langsung membawaku ke rumah sakit dengan helicopter. Dokter mengatakan aku bisa mati jika terlambat satu menit saja. Changmin yang membawamu ke rumah sakit dengan ambulance. Aku tidak tahu… Changmin membuat alibi untuk kita. Mengenai kejadian itu agar media tidak curiga. Mereka bilang kondisimu sangat parah. Mereka bilang kalau kau mungkin tidak bisa selamat. Tapi kau terbangun seminggu kemudian, dan aku tersadar kemarin.”

“Lalu bagaimana aku tidak ingat semua itu? Selain itu, aku sudah sempat sadar tapi aku tidak ingat. Siwon, aku tidak ingat!” ujar Kyuhyun.

Siwon mengecup telapak tangan Kyuhyun dan mengusapnya lembut agar kekasihnya bisa tenang. “Aku juga tidak tahu. Dokter bilang kau kemungkinan mengalami PTSD. Mungkin itu ada kaitannya dengan memorimu. Tapi aku tidak mendapatkan informasi apapun. Kau mungkin harus bertanya pada keluargamu, karena team dokter hanya mendiskusikan mengenai kondisimu hanya pada keluargamu.”

“Ahra noona…”

Siwon kemudian menarik tubuh Kyuhyun dalam dekapannya. Dia merasa lega bisa memeluk kekasihnya lagi. Bisa merasakan aroma tubuhnya yang begitu khas dan sensasi hangat tubuhnya. Siwon memejamkan matanya dan menenggelamkan wajahnya di leher Kyuhyun.

Kyuhyun membalas pelukan Siwon. Jauh dalam lubuk hatinya, Kyuhyun merasa begitu tenang. Jauh lebih tenang, padahal seharusnya dia merasa ketakutan atau reaksi histeris lainnya. Semua hal yang diceritakan Siwon, terutama ketika kekasihnya terperosok ke dalam danau dingin hanya demi menyelamatkannya. Kyuhyun merasa sangat egois. Siwon menyelamatkannya, tapi dia tidak bisa mengingatnya.

“Maaf…” Kyuhyun merasa bahwa dirinya sangat menyedihkan. Hanya kata maaf yang bisa dikatakannya. Bahkan ‘maaf’ pun tidak akan cukup. Kyuhyun mengeratkan pelukannya. “Aku minta maaf, Siwon.”

Siwon mengecup leher Kyuhyun. “Shh… Jangan meminta maaf. Ini bukan kesalahanmu, Kyuhyun. Yang terpenting kau sudah di sini, berada dalam dekapanku. Kau hidup, Kyuhyun. Begitu juga denganku.”

“Aku minta maaf. Maaf… Maafkan aku. Maaf, Siwon.”

Siwon melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun. Dia menggeleng. “Jangan, Kyuhyun. Jangan meminta maaf. Aku tidak menyalahkanmu. Tidak ada yang menyalahkanmu. Kumohon… Kau sudah di sini bersamaku. Itu yang terpenting.”

Kyuhyun tidak tahu. Siwon bersikap terlalu baik padanya. Dia terlalu pengertian dengan semua situasi membingungkan ini. Siwon seharusnya marah padanya, karena Kyuhyun tidak ingat. Karena Kyuhyun melupakannya.

“Hey…” Kyuhyun kembali terfokus pada Siwon. Pria itu tersenyum padanya. “Jangan dipikirkan. Itu hanya akan membebanimu. Dengan kondisi mentalmu saat ini, aku yakin dokter meminta agar kau tetap tenang dan tidak stress. Okay?”

Kyuhyun tidak merespon apapun. “Kyuhyun, kumohon.”

Akhirnya, Kyuhyun mengangguk. kemudian Siwon mencium bibir Kyuhyun dengan lembut dan berhati-hati. Oh, Kyuhyun dan Siwon begitu saling merindukan. Kyuhyun memejamkan matanya dan membalas sentuhan bibir Siwon. Dia sedikit membuka mulutnya dan membiarkan Siwon mencumbunya. Sepuluh hari. Itu adalah waktu yang cukup lama.

Siwon tersenyum dalam ciumannya. Rasanya begitu menyenangkan. Kekasihnya telah kembali padanya, berada dalam pelukannya. Dan Siwon tidak berencana untuk melepaskannya. Apapun rintangannya, Siwon tidak akan melepakan Kyuhyun.

“Aku mencintaimu, Kyuhyun.”

*****

Changwook menatap Kyuhyun yang tertidur di ranjang rawat Siwon. Sedangkan Siwon duduk di tepi tempat tidur dengan tangannya masih menggenggam erat tangan Kyuhyun. Sepuluh menit lalu dia mendapat kabar kalau Kyuhyun berada di kamar rawat Siwon. Tidak ada yang tahu bagaimana Kyuhyun bisa memasuki lantai kamar rawat VIP. Namun, paling tidak mereka menemukan Kyuhyun dalam kondisi baik-baik saja.

“Direktur Choi, kami harus membawa pasien Cho kembali ke kamar rawatnya,” ucap dokter Ahn.

“Biarkan Kyuhyun tidur di sini untuk malam ini,” ucap Siwon pelan. Kemudian pria itu melepaskan genggaman tangannya lalu merapatkan selimut untuk Kyuhyun.

Siwon menarik nafas lalu berbalik menatap Changwook, Haneul dan dokter Ahn serta dokter Seo.  Dia ingin berdiri tapi kakinya masih terlalu lemah. Kedua dokter senior itu menatap Siwon dengan lekat. Tentu saja, mereka tidak tahu alasan Siwon meminta Kyuhyun untuk tetap berada di kamar rawatnya dibandingkan dipindahkan ke kamar rawat isolasi. Changwook melirik Haneul yang terlihat lega.

“Tapi Direktur Choi..” ujar dokter Seo.

“Siwon. Ini adalah rumah sakit dan aku adalah pasien. Rasanya tidak perlu memanggilku dengan sebutan jabatan seperti itu,” sela Siwon cepat.

Dokter Seo mengangguk kecil. “Choi Siwon-sshi, kami tidak bisa mengijinkannya. Kondisi pasien Cho masih dalam pengawasan ketat dari team psikiatri. Hari ini pasien Cho mengalami dua kali episode. Kami tidak bisa mengambil resiko membiarknya tidur di kamar rawat anda. Kemungkinan pasien Cho akan mengalami episode lainnya…”

“Jika hal itu terjadi lagi, aku akan memanggil dokter. Sebelumnya, aku juga menemuinya di kamar rawatnya. Aku mengetahui jelas tentang resiko itu. Tapi Cho Kyuhyun adalah…” Siwon melirik Kyuhyun yang sedang tertidur, kemudian dia kembali menatap dokter Ahn. “Aku berhutang budi padanya. Jika bukan karenanya, mungkin Choi Group akan mengalami kerugian besar. Paling tidak aku bisa melakukan satu hal untuknya.”

Changmin yang berdiri dekat pintu hanya mendengus pelan. Well, Siwon memang terlalu pandai mencari alasan untuk kepentingannya sendiri. Selain itu, ini adalah Cho Kyuhyun. Sepupunya sudah terlalu gila akan cinta maka dia akan melakukan apa saja.

Siwon menatap Changmin dan tersenyum tipis. “Sepupuku akan mengurus kamar VIP untuk Kyuhyun. Dibandingkan kamar rawat isolasi, kamar VIP akan jauh lebih membantu.  Maksudku, di kamar VIP tidak sembarang orang bisa keluar-masuk. Selain itu, pengawasannya jauh lebih baik.”

Changwook menaikkan satu alis. Dia melirik Changmin yang sepertinya tengah mencibir Siwon. Dia tersenyum tipis. Rasanya motif Siwon sangat telihat sekali dengan memindahkan Kyuhyun ke kamar VIP. Lagipula kamar isolasi itu, pengawasannya lebih ketat. Tapi Kyuhyun cukup pandai keluar dari lantai kamar isolasi tanpa sepengetahuan suster.

“Tapi untuk pemindahkan kamar pasien, kami memerlukan persetujuan dari pihak keluarga. Anda tidak bisa…” ucapan dokter Ahn terhenti.

“Oh! Mengenai hal itu, aku bisa bicara langsung dengan keluarganya. Lagipula Kyuhyun hanya pindah kamar perawatan, bukan? Team dokter tidak akan mengalami kesulitan apapun,” tukas Changmin. Jika dia tidak ikut meyakinkan dokter Kyuhyun, maka Siwon akan bersikap jauh lebih agresif. Mungkin menggunakan posisinya sebagai pewaris Choi Group.

Dokter Ahn dan dokter Seo saling menatap. Mereka tahu bagaimana pengaruh Choi Group dan jika Choi Siwon sudah memutuskan hal seperti itu, rasanya pun untuk menolak akan sulit. Mereka tentu bisa menggunakan posisi mereka sebagai dokter, tapi Choi Siwon akan menggunkan posisinya yang jauh lebih tinggi.

“Baiklah. Tapi harus ada orang yang mengurus dokumen administrasi untuk…”

Changmin langsung mengangkat tangannya dan tersenyum lebar. “Aku yang mengurusnya. Jadi, kita akan mengurusnya sekarang atau…?”

Dokter Ahn menghela nafas. Sepertinya mereka tidak bisa menolak permintaan dari keluarga Choi.

“Tunggu sebentar, ada hal yang ingin kukatakan mengenai kondisi Kyuhyun. Saat dia menemuiku, Kyuhyun mengaku kalau dia tidak mengingat apapun terkait apa yang terjadi padanya. Bagaimana dia bisa masuk rumah sakit atau kejadian sebelumnya. Apa traumanya bisa menimbulkan efek seperti itu?” tanya Siwon.

Dokter Seo sedikit mengernyit. “Berapa lama rentang waktu yang tidak diingat oleh Pasien Cho?”

“Entahlah. Mungkin sepuluh hari atau bahkan bisa dua minggu. Apa ini karena traumanya?”

“Itu bisa menjadi kemungkinan terbesarnya. Trauma yang dialami Pasien Cho cukup berat hingga dia mengalami shock. Terlebih dengan dua kejadian episode hari ini. Saya harus memeriksanya lebih mendalam apakah ini hanya bersifat sementara,” jelas dokter Seo.

Siwon mengangguk kecil. Kemudian kedua dokter yang menangani Kyuhyun berjalan keluar kamar tersebut. Changmin menatap Siwon dengan jengkel dan mengikuti kedua dokter tersebut. Siwon hanya tersenyum puas lalu menatap Changwook dan Haneul yang masih berada di kamarnya.

“Jadi dokter Ji, apakah anda juga termasuk ke dalam team dokter yang menangani kasus Kyuhyun?” tanya Siwon.

Changwook mengangguk. “Begitulah. Tapi aku tidak bisa memberikan informasi apapun mengenai kondisinya padamu. Terutama mengenai kondisi mental psikisnya. Jika kau ingin mengetahuinya, maka…”

“Aku akan bertanya pada kakaknya. Terima kasih.”

Changwook dan Haneul terbelalak terkejut karena ucapan terima kasih dari Siwon. Itu sangat tidak terduga. “Uh… Terima kasih kembali. Kurasa,” gumam Changwook.

Siwon tersenyum lalu dia kembali menatap Kyuhyun yang tertidur. Tangannya bergerak menyentuh rambut Kyuhyun dan membelainya lembut. Changwook menatap Haneul dengan sedikit canggung. Rasanya mereka sedang menganggu waktu intim Siwon dan Kyuhyun. Kemudian Haneul berjalan menuju pintu, diikuti oleh Changwook. Setelah pintu tertutup, Siwon menghembuskan nafas panjang. Dia masih menyentuh surai rambut Kyuhyun. Rambut kekasihnya sedikit lebih panjang dari terakhir-kali Siwon membawanya ke salon. Sebuah senyuman tipis tersungging di bibir Siwon.

“Aku akan lebih menjagamu mulai hari ini. Apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi. Bahkan jika perlu, aku akan membawamu pergi jauh hingga tidak ada yang bisa melukaimu. Selamat tidur, sayang. Mimpi yang indah.”

*****

NOTE: Well…. I really dont know about this part. Sebenarnya Scarface awalnya dibatasinya cuma sampai 50 part, tapi kelewat. Jadi, aku berusaha untuk 55 part. Tapi… Gak janji juga. Bisa jadi, sampai 60 part.. /rekor banget dah ah ini fanfic..

Oh ya, Jinhae udah punya nickname buat Kyuhyun. Karena sebenarnya untuk penulisan namanya adalah Kyuhyeon jadi aku ambil bagian ‘Yeon’ nya. Karena kalau ‘Kyu’ atau ‘Hyun’ itu udah biasa hahahaha…

Untuk ‘obat’ yang disuntik ke Kyuhyun itu, sebenarnya aku keinget sama racun tracker jacker di hunger games. Tapi itu kayaknya terlalu sadis buat Kyuhyun, jadi aku agak nyari ‘obat’ yang cukup masuk akal..

Music: Super Junior – It’s You

Advertisements

36 thoughts on “[SF] Scarface Part 52

  1. Huuuuaaaaaa… Fic yg paling aku tunggu tetiba appear subuh2… Lol…
    Untung Kyu gak dibuat makin menderita lagi disini.. Seneng dia udh tenang dekat Siwon, yah emang sdh seharusnya kan..
    Director Choi yg akan lakuin apapun u selalu dekat dgn Kyu, alesan lah VIP room lbh aman buat Kyu, lol..
    Tp aku suka, krn artinya akan banyak WonKyu moment nya in the future..
    Itu si Om Kijoon hrs disiksa yaaaa.. Gak seneng bgt sm dia dific ini.. Siksa banget deeeh pokoknya..
    ThanKyu u part ini, ditunggu sangat next nya..

  2. Jadi itu sbenernya obat apa ya? Sampe bkin kyuhyun sperti berhalusinasi, trs memoriny kadi kacau balau gtu? Kijoon jahat bener ih.. smoga kakek siwon bsa balasin dendam *hahahahaha
    Seneng pas bagian kyuhyun dateng ke kamar siwon, trs mreka bicara berdua, terus ditutup dengan ciuman manis.. uuhhh sweet bangeet.. ditunggu next chap yaaa..

  3. Baca part ini bener bener……
    diawal wonkyu momennya itu jauh dari apa yang di bayangkan. aku kira bakalan sweet gimana gitu, ini malah..

    Ini benar gak ada celah buat tau kelemahan dari Uhm ki jun? siapa tau dengan mengetahui kelemahannya dia, choi siwon bisa nyerang balik.
    Kayanya kyuhyun parah banget kondisinya. apa obat yang di suntikan itu supaya kyuhyun gak inget tentang penculikan itu? obat itu untuk menghilangkan memori kyuhyun agar kyuhyun gak menceritakan kronilogis penculikan itu..
    Wonkyu momen yang terakhir sweet lah meskipun kyuhyunnya linglung(?) dan siwon juga udah nyeritain kejadian yang sebenarnya dan kyuhyun gak ngalamin episode lagi

  4. Jadi obat itu menyebabkan Kyuhyun kehilangan sbagian ingatannya?? Tapi kurasa itu baik juga, jadi Kyuhyu bisa melupakan kejadian mengerikan yang dialaminya. Manis banget kyuhyun tidur di ranjang rawat Siwon. Awal baca sedih banget, kirain Kyuhyun akan terus histeris seperti itu, tapi dengan hilangnya ingatan, bacanya juga jadi lebih tenang, setenang pikiran Kyuhyun ketika bertemu dengan Siwon hahaha (lebay).

    Sampe chapter 60 aja atau lebih!!! Hehe suka banget dengan ff ni, jadi agak nggak rela kalo harus berakhir.

  5. Wahhhhh Siwon benar2 so sweet deh, apalagi part terakhirnya..uh wonkyu ><,
    Sebenarnya sih berharap ni fic nggk ada kata2 the end, jadi tetap dilanjut terus, karena ni satu2nya fanfic yg benar2 Love Love banget deh,,atau kalau nggk gitu bikin cerita tentang wonkyu yg chap nya banyak lagi hehe,, tapi terserah kakak nya Thanks ya kak udah buat cerita yg sabagus ini,,

  6. aku kira pad part awal itu Wonkyu bakal sweet moment, eh ternyata malah yg d akhir part. Ki joon apakah akan kembali menyerang Keluarga Choi?? terus kenapa dsini ortu Kyu jadi kelihatan jahat kurasa, meskipun tak ada satu orang tua yg mau menerima kalau anaknya ‘special’. d tggu kelanjutannya ne!! 🙂

  7. ouhhhhh so sweet banget sohh siwonn.. rasanya pengen nangis liyat kesih mereka… akhirnya kyuhyun udah sedikit lebih tenang , walaupun di sempet ngalamin episode itu.. tapi seenggaknya udah lebih baik sekrang…
    siwonn please jaga kyuhyun…. dengen siwon bakal jaga kyuhyun.. rasamya terharuuu.. pengen nangis
    selalu dan selalu… feelnya dapetttttt
    thank diera udah update
    i’m so happy 😀

  8. Trnyata mental kyu yg lbh mnghawatirkan dbanding fisiknya skrg!! Aku mndukung bgt klo siwob bawa pergi jauh kyu,,,krna spertinya ortu kyu ga akan prnah mnyerah mnjodohkan kyu bgtu jg dgn oemma siwon!!
    Good job!!

  9. Daebak….it’s Ok eonni….
    Buat Joon …moga aja makin lancar .
    Makin sehat.
    Uhm Ki Joon moga aja aksinya tidak akan berjalan terlalu lama.Karna itu akan sangat tidak baik.Greget banget sama itu orang.
    Sempet deg-de gan banget soal kondisi Kyuhyun.Aq kira tadi..dia akan lupa tentang hubungannya dngan Siwon.Semoga lekas kerahuan kalau ada obat terlarang masuk ke dalam tubuh Kyuhyun.
    Terharu sama momment’Y WonKyu.
    Ahhh…sepertinya Haneul dan Changwook tau hubungan apa yg tengah terjadi antara WonKyu kkkk.

    Jeongmal gumawo eonni…#bow
    Fighting!!!!

  10. Mian buat couple yg lainnya yg aq lewati karena alesan aq ska sma ff ni tuh wonkyu he,,,he,,,
    Duh kyu mg aja g makin parah traumanya jd pnasaran gmna ntar kyu pas bngun apa dia msh inget atau kembali kya orang linglung,,,siwon jgain kyu yah ksian kyu udh menderita bnget baik fisik maupun mental
    Orang tuanya kyu jg tga bnget sih ,siwon bwa kbur aja kyu kluar negri biar bsa bebas gitu,,
    Next chapnya d tunggu sma yg the last king kpan lnjutannya tuh dah klamaan nganggur ,,,,,makasih oennie

  11. “Aku akan lebih menjagamu mulai hari ini. Apapun yang terjadi, aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi. Bahkan jika perlu, aku akan membawamu pergi jauh hingga tidak ada yang bisa melukaimu. Selamat tidur, sayang. Mimpi yang indah.”…kyaaaaaaa…!!!!!! Aku suka bngett kata2 siwon yg ini.. Km jago banget thor bikin kata2 yg bginiaan yaa ampun gw triak gajee.. 😰😰😱😱😄😄😍😍
    Puas bnget am wonkyu momentnyaa.. Ada kissing nyaa jgaa.. Hihihiii..
    Next nya gntian ki joon yg di siksa ya thor.. Siksa yaangg pedesss gituuu… #cabekaliah.. 😫😫
    Gomawoo buat updatenyaa… 😘😘😘 #faiting.!!!! 😄😄

  12. protective!won.. love ya!!
    terharu bgt… babykyu secara tidak sadar mmbawa langkah ny mndekat ke siwon.
    penasaran jg perang antara siwon vs uhm kijoon nanti klo won uda tau dalang dbalik pnculikn kyu..

  13. Obatnya bahaya sekali yah… Kyu sampek kayak gitu..
    Kyu di permainkan dengan obat kayak gitu…
    Sempet bingung sama jinhae klu manggil kyu kok yeon heheheh… Lucu juga…

    Terserah mau 60, 70 juga gpp diera eonni heheheh keeo fighting yahhh

  14. tuh kaan.. Kyu histeris2 gitu krna efek ‘obat’ waktu Kyu diculik.
    jgn trlalu sadis Ra, kasian Kyu nya masa disiksa mulu u,u
    haha Siwon modus bgt elah.. hanya ChangMin yg ngrti mksd terselubung Siwon, yg lain mlh cma mengernyit wkwk
    Ahjussi Yeon? boleh jg haha
    duuh yaa lovey dovey WonKyu akhirnyaaaa.. walaupun cma bentar, tetap aja bkin baper 😂
    ga skalian smpe 100 chap aja Ra klo kmu nya bingung mau smpe chap brapa xD /plakk
    slalu ditunggu next nya,fighting!! 😀😀

  15. hai aku bru gabung di ff ne,jjr wkt chap 1 aku bca smpai chap 6 aku blm terlalu ska,krn ada bgian yg tdk aku mngerti,tp mkin kemari aku mkin suka sma ff ne,bahkan aku slalu tnggu up date nya,ff nya bgus dan di tunggu lanjutannya ya?

  16. Obat yang disuntikin ke kyuhyun parah keampuhannya bisa bikin memori kyuhuun ke skip gitu dan bikin dia jadi kayak orang bingung gitu…. Jahat bgt lah emg si kijoon. Kayaknya aku ada feeling siwon bisa jadi beneran bawa kyuhyun kabur dari seoul. Dan kalo itu terjadi semoga aja ga ketangkep sm radar nya kijoon. dan plz kakek / ayah nya siwon kalo bisa ngetatin pengawasan thdp jinri krn bisa aja dia jd mangsa selanjutnya.
    Aku sebagai penyuks krisho merasa…..mereka beneran hopeless banget gabakal bisa bersatu di fic ini 😭 Tapi asal mereka berdua merasa nyaman dengan keadaan sekarang aku rela 😭😭

  17. jujur yah.. aku miris banget liat Kyuhyun. Dia kaya orang linglung gitu,
    kasian bangeettt… 😦
    tapi gak papa selama ada siwon kamu pasti gak akan kenapa2 kyu,, apalagi setelah semua yang terjadi Siwon pasti bakal super ekstra ngejagainnya hehe..
    gak papa deh mau panjang berapa part juga pasti dengan setia aku baca dan tungguin update an nya hehe..
    semoga cepet update nya yah.. 🙂

  18. Aaaasudah update *NariRia HAHAHA. Ugh masih adakah yang ingin memisahkan wonkyu udh tahu mereka sudah dipasangkan gimana sih!!! 😂😂 lain kali tulis ff mystery aja author. Aku yang comment wkwkwk Siwonnya dibuat mystery HAHAHA keep writing ya thor abaikan saja keinginan gaje itu. 😂😂

  19. Sebenarnya obat apa yang disuntikan ke tubuh kyuhyun?
    Unnie jangan siksa kyu lama2 ne, nggak tega lihatnya….
    Gantian UKJ yang disiksa…siksa sampe mati juga nggak pa2…
    Sumpah kesel banget ma tu orang, jahatnya minta ampun…siapa sih mata2 UKJ? Bisa tau semua informasi tentang keadaan kyu..jangan2 salah satu dokter yang menangani kyu??
    Akhirnya ada wonkyu moment nya…seneng banget, apalagi ada kisse nya 😘
    Perlakuan siwon ke kyu selalu bisa bikin baper…sepertinya siwon udah cinta mati sama kyu..
    Udah bawa pergi aja kyu, terus wonkyu hidup bahagia selamanya#hayalantinggkattinggi

  20. It’s complicated …. Well… Agak sedikit capek, capek karena gak selessai… Emang panjang ini…. Hahahahaha
    Tapi Siwon udah ada rencana mau bawa kabur Kyuhyun… Kali ini kayanya dia gak peduli apapun pokoknya Kyuhyun harus aman… Tapi sadis juga yah Kyuhyun jadi aneh gitu… Shocknya bener2 nusuk ke dalem2 deh… Untung Siwon masih sabar. Fiuhhhh… Semangat yah dan sampe 60 ajah… Gak sabar endingnya gimana… Jgn gantung kaya drama2 korea yah… Wkwkwkwkwkwwk… Jgn kaya scarface sama only one juga yg mirip2…
    *suka2 authornya*

    Kan bisa heboh kalo sampe Siwon-Kyuhyun nikah… XDDD

  21. Waah eonni akhirny update..
    Kayakny g pa2 deh klu sampai lebih dr 55 chapter eonni. Bukankah perjalanan WonKyu masih panjang?
    Masalah kejahatan Seon Hwan thdp Kyu, penolakan dr mama Kyu dan Siwon tntng hubungan mereka.
    Pelan2 aja eonni. Cepat2 g asyik. Wkwkwk 😀

  22. akhirnya apdetnya juga tpi saya yg trlambat bca… Brharap wonkyu bsa brstu dan brharap juga ortunya kyuhyun bkal ngerestuin hbungan mereka brdua.. Suka bgt ama sikap siwon yg gentle bgt fanfic perhatiannya minta ampun bgt so sweet… Stelah 10 hari brlalu kyaknya siwon snang bgt bsa cium kyuhyun.. Hehehehe
    buat partnya lbih pnjang aja thor kalo bisa sya lbh tmbh ska wkwkwk

  23. kpan kyu g menderita… g tega rasanya. smoga beneran y si ki joon dah nglepasin kyu ….. ok kyknya bkal byk wonkyu moment ke depanya scara kyu pindah ke. vip room…. pleasee diera ssi jgn bkin kyu lebih trsiksa lg. dah ckup y dgn efek obat yg bkin kyu lost memory… ok lanjuuutttt

  24. trauma kyu sampe separah itu dia berhalusinasi atas semua kejadian yg dialaminya…
    siwon modus dia sedikit meggunakan sedikit kekuasaan nya untuk kyuhyun…
    kyuhyun malah lebih tenang kalo dia sama siwon….
    ditunggu lanjutannya ya

  25. wuuuiiihhh baru bisa baca sekarang setelah dirumah kembali sepi… *curcol hahaha
    dan sumpah ya obatnya kijoon ampuh benerrr…
    bikin kyu kayak orang linglung gitu..
    obatnya bisa kali di cobain ke kijoon biar otaknya agak geser dikit hahaha
    btw kalo soal jinri saya ngarep kake choi bisa lebih waspada biar siwon akan fokus menjaga kyuhyun.. walau katanya sih kyuhyun udah g masuk hitungan kembali tapi dengan kata kijoon yang akan menengok kembali sebelum pergi ke london bisa saja membuat dirinya berubah pikiran untuk tetap mengusik kehidupan kyuhyun…
    eum… ucapan heechul ada bener nya juga mengenai wonkyu menikah, cuman sih kalo siwon orangnya seperti itu yang super nekad bisa aja terjadi…
    terlebih kake choi nya juga yang fine aja.. walo dia masih tetap memikirkan bagaimana omongan publik, yang jadi pemikiran adalah keluarganya kyu nih sama calon besan apa bisa menerima mengenai kyuhyun yang seperti itu..
    jauh dari pembahasan di atas nih hahaha…
    saya favorit dah chap ini walo chap2 sebelumnya juga sama hahaha cuman wonkyu momennya banyak eung.. udah gitu suka banget sama kesabarannya siwon,, ah good job dah

  26. yah kenapa kyu histerisnya pas siwon bertanya tentang penculikkan itu kan jadi mengalami episode lagi tapi saya senang soalnya kyu sama siwon bisa berpelukkan walaupun cuma sebentar
    hanwook juga saya suka sekali mereka saling mengkuatkan dan perhatian satu sama lain gak kalah sama wonkyu
    apalagi diakhir cerita kyu datang sendiri ke ruangan siwon
    senangnya wonkyu bisa bersama walaupun cuma sebentar
    lanjutnya eonni saya penasaran kayak mana episode selanjutnya

  27. Wonkyu so sweet.. sampai ngiri aq segitu sayangnya siwon, berharap kyu segera ingat kejadian itu jdi siwon segera bisa membalas perbuatan ki joon tanpa merugikan perusahaan..bwt aja tu orang gila kayak kyu.

  28. Walaupun kyu lupa akan penculikannya..at least kyu tidak lupa akan siwon..itu lebih dr okay..semoga wonkyu cepat pulih..
    Thanks author for the update..i love this story like crazy..hihihi

  29. Baru kmarin sore nemu ni ff,,,,nglembur baca sampai slsai hari ini,,,,,sorry br comments di part ini cz kmrin bnr2 penasaran ma ni cerita,,,,ya ampunnn authorrr knp kejam bngit sampai nyiksa Babykyu jadi spt itu 😭😭😭😭😭😭😭,,,,,mudah2an Choi Daehan bisa nemuin kelemahan Ki joon,,,biar kyu g sengsara trus,,,,sumpah ngenes bngit hidup Kyu,,,dpt tekanan dr mna2 kyk gt,,,,mudah2an keadaan wonkyu bs cpt smbuh,,,,next author 😁

  30. Lngsung loncat kesini aja 😀
    jadi itu sbenernya kyuhyun kenapa ya ?? Dia dikasih obat apaan sama penculiknya kmaren sih… Masa sampe semua dokter aja pada ga sadar gitu aduhhh

    smoga wonkyu cepet sehat lagi deh supaya bisa bales perbuatan orang orang jahat itu

  31. Uhm ki joon licik sekali, dia menculik kyuhyun dan memberikan suntikan obat agar kyuhyun melupakan semua kejadian itu dan mengalami kondisi psikis yg memburuk…
    Smga saja siwon bs lbh menjaga kyuhyun dan choi grup jg bs membantu utk mencegah uhm ki joon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s