[SF] Let’s Step Up

black box

Let’s Step Up

“Jadi, sebenarnya kita harus pergi ke mana?”

Yongsuk yang menyetir hanya menghela nafas pendek. Ini sudah ke-limapuluh kalinya Kyuhyun bertanya tujuan mereka hari ini selepas dari pertunjukkan musikal. Bahkan saat Kyuhyun menuliskan tweet kalau dia tidak bisa menemui para fans seperti biasanya karena ada urusan pribadi, pemuda itu masih menatapnya dengan penuh curiga. Namun, Yongsuk tidak bisa mengatakan apapun walaupun dia sangat ingin.

“Yongsuk!!” seru Kyuhyun dengan jengkel.

Yongsuk hanya mendesah sembari memutar kemudinya. Mereka hampir sampai tujuan. Tapi kesabaran Kyuhyun semakin habis. Dia melirik sang idol. “Kau bisa melihatnya sendiri nanti. Tapi untuk saat ini, bersabarlah sepuluh menit lagi. Kita hampir sampai.”

Kyuhyun mendelik kesal. Tapi itu tidak mengurangi rasa penasarannya. Sejak pagi, Yongsuk mengatakan kalau hari ini ada sebuah acara penting jadi setelah pertunjukkan selesai, mereka harus bergegas. Karena itulah, Kyuhyun menuliskan dua tweet sebagai permintaan maaf pada fans yang biasa menunggunya di luar gedung pertunjukkan. Selain itu, Jiwon sudah mengirimnya tiga pesan sejak pagi. Itu adalah keanehannya lainnya.

Jiwon sangat jarang mengiriminya pesan, jadi ketika gadis mengirim tiga pesan dalam satu hari maka Kyuhyun wajib merasa curiga. Namun, isi pesannya hanya kalimat biasa saja. Kyuhyun melirik Yongsuk yang masih sibuk fokus menyetir. Entah mengapa, dia mempunyai firasat kalau sikap Yongsuk dan Jiwon hari ini saling berkaitan.

“Kita sampai!”

Kyuhyun mengernyit. Lalu ia memperhatikan sekitar di mana Yongsuk menghentikan mobil. “Salon?”

Yongsuk mengangguk. “Masuklah. Mereka sudah menunggu. Cepat!!”

Kyuhyun mendengus sembari melepaskan seatbelt. Ia mengambil tas ranselnya lalu membuka pintu. Dan memanjat keluar mobil. Kyuhyun memperhatikan gedung salon dihadapannya. Hans Salon. Kyuhyun tentu mengetahui salon terkenal ini. Tidak banyak orang bisa mendapatkan pelayanan di salon tersebut tapi Yongsuk membawanya ke salon tersebut.

Dengan langkah berat, Kyuhyun berjalan menuju pintu.

Namun belum sempat Kyuhyun menyentuh handle pintu, seseorang membukakan pintu dan Kyuhyun sontak mengambil dua langkah mundur. Ia melihat seorang pria muda –mungkin seusia dengannya – dengan pewarakan tinggi dengan wajah seperti orang eropa. Rambutnya hitam eboni dengan mata berwarna hazel. Pria itu tersenyum padanya.

“Selamat datang di Hans. Kami sudah menunggumu, Kyuhyun-sshi.”

Mata Kyuhyun melebar. Pria eropa itu mengetahui namanya dan juga bisa berbicara bahasa korea dengan lancar. “Uh… Aku…”

Pemuda itu lalu meraih tangannya dan membawanya masuk ke dalam salon. “Namaku Jason Hans. Kau mau minum sesuatu?” Kyuhyun menggeleng. Jason mengernyit. “Kau yakin? Aku bisa membawakanmu secangkir teh hangat yang bagus untuk tenggorokanmu. Kau baru selesai dari pertunjukkan musikalmu, bukan?” sekali lagi pemuda itu –Jason– membuat Kyuhyun semakin kebingungan.

Jason membawa Kyuhyun melewati lorong dan beberapa ruangan hingga dia memasuki sebuah ruangan khusus dengan hanya ada dua meja rias. Jason menyuruhnya duduk di salah satu kursi dan bertanya apakah Kyuhyun yakin tidak ingin minum sesuatu.

Kyuhyun menatap Jason. “Er… Mungkin segelas air saja. Terima kasih.”

Jason tersenyum lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut. Kyuhyun menghela nafas pendek dan menatap pantulan dirinya di cermin besar yang ada dihadapannya. Rambutnya masih sedikit basah bahkan make up-nya belum benar-benar bersih. Kyuhyun menaruh tas ranselnya di lantai dekat kakinya ketika seorang pria lainnya masuk.

Kyuhyun menatap sosok pria itu dari refleksi cermin. Pria itu terlihat jauh lebih tua dari Jason, bahkan tubuhnya jauh lebih tinggi dan tegap dari Jason dengan rambut dark-brown pendeknya. Tapi Kyuhyun bisa melihat kemiripan diantara mereka berdua. Terutama mata hazel mereka.

Mungkin mereka bersaudara.

Pria itu berdiri di belakang Kyuhyun dan tersenyum padanya. “Namaku Michael Hans. Dan aku minta maaf jika adikku membuatmu merasa tidak nyaman.”

Ah.

“Tidak apa-apa,” ucap Kyuhyun pelan.

Michael menepuk bahu Kyuhyun. “Well, kau memang terlalu baik. Baiklah, bisa kita mulai?”

“Er… Tu-tunggu! Kenapa aku ada di sini? Maksudku, aku tidak tahu alasan kenapa berada di sini. Managerku membawaku ke salon ini dan menyuruhku masuk.”

“Benarkah? Mereka tidak memberitahumu? Itu aneh sekali. Tapi sayang sekali, aku tidak bisa berkata banyak. Bisa aku mulai sekarang? Waktunya tidak banyak.”

“Eh?”

*****

Satu jam kemudian, Kyuhyun keluar dari ruangan tersebut dengan tatanan rambut yang rapi, make up yang sudah diperbaiki dan bahkan Michael memberikannya pakaian serta sepatu untuk dikenakannya. Walaupun Michael mendandaninya dengan style kasual, tapi Kyuhyun tahu sepertinya dia akan pergi ke sebuah acara. Tapi Michael –bahkan Jason yang sesekali kembali ke ruangan tersebut tidak mengatakan mengenai acara yang dihadiri oleh Kyuhyun.

Kyuhyun memperhatikan pakaiannya. Bottom-up white shirt dengan lengan tergulung hingga siku dipadu dengan celana berwarna biru muda serta sepatu sneakers putih.

“Aku tidak pernah melihat seorang bisa terlihat tampan sekaligus cantik,” gumam Jason yang memperhatikan Kyuhyun dengan seksama.

Michael menyikut perut adiknya karena wajah Kyuhyun bersemu merah karena pujian Jason. Kyuhyun menatap keduanya dengan sedikit canggung. Dia memegangi ranselnya dengan erat.

“Apa aku sudah selesai?”

Michael tersenyum. “Tentu saja. Kurasa jemputanmu sudah menunggu di depan. Jangan khawatir, mereka sudah membayar untuk semua ini. Termasuk pakaian dan sepatumu.”

“Oh. Tapi… Siapa yang menjemputku? Kupikir managerku yang masih menunggu.”

“Tentu saja diriku!”

Kyuhyun menoleh dan terlihat terkejut melihat kedatangan Siwon yang tersenyum padanya. Penampilan Siwon tidak berbeda jauh dengan Kyuhyun, kemeja putih polos dan celana panjang yang berwarna cream pastel serta sepatu sneakers juga. Siwon berjalan menghampiri Kyuhyun dan mencium pipi kekasihnya. Tapi dengan cepat Kyuhyun mendorong bahu Siwon karena mereka berada di ruang publik. Terlebih dengan keberadaan Michael dan Jason.

Siwon tertawa kecil. “Jangan khawatir. Mereka sudah tahu,” bisiknya di telinga Kyuhyun lalu menatap Hans bersaudara tersebut. “Terima kasih Mike.”

“Hey… Kenapa hanya pada Mike? Aku kan… Ahh!” Jason merintih ketika Michael memukul kepalanya. Dia mendengus jengkel pada kakaknya tersebut. “Hey, kata ibu dilarang memukul kepala!!”

“Ibu tidak di sini,” tukas Michael, kemudian menatap Siwon dan Kyuhyun. “Jangan sungkan. Tapi aku terkejut Kyuhyun tidak mengetahui apapun.”

“Ah, benar! Ada acara apa?” tanya Kyuhyun cepat.

Siwon tersenyum tipis. Dia mengambil tas ransel dari tangan Kyuhyun dengan tangan kanannya, lalu mengenggam tangan Kyuhyun dengan tangan kirinya. “Nanti kau juga akan tahu. Kami pergi sekarang, Mike. Sekali lagi terima kasih. Untukmu juga, Jason.”

Jason mendesis. “Iya, sudah pergi sana!”

Siwon tertawa kecil lalu membawa Kyuhyun pergi dari salon tersebut.

*****

Kyuhyun menghela nafas panjang. Dia merasa begitu canggung. Mungkin tidak seharusnya Kyuhyun datang ke acara ini, tapi Siwon tetap memaksa untuk tetap tinggal paling tidak sampai acara tukar cincin. Well, ini adalah pesta pertunangan Han Seok Jo dan Choi Jaeshin. Walaupun sebenarnya Siwon pernah mengatakan kalau keduanya hanya ingin mengadakan acara pertunangan yang hanya dihadiri oleh keluarga saja, tapi kedua orang tua mereka memaksa untuk membuat acara yang sedikit lebih besar.

Pesta pertunangannya mengambil tempat di sebuah taman besar. Mungkin karena musim panas, jadi mereka sengaja mengambil tempat terbuka agar jauh lebih nyaman. Selain itu, semua tamu undangan berpakaian cukup kasual dengan dresscode putih dan pastel. Tamu undangannya juga tidak banyak, tapi Kyuhyun tidak mengenal siapapun kecuali keluarga Choi saja.

Bahkan ia hanya pernah berkenalan secara tidak resmi dengan Seok Jo ketika midnight movie di bulan sebelumnya. Kyuhyun mungkin seorang idol yang cukup terkenal –ada beberapa undangan yang langsung mengenalinya– tapi dia tetap merasa pesta ini bukanlah tempatnya.

Kyuhyun menarik nafas dan menyentuh gelas berisi jus miliknya. Siwon melarangnya untuk minum alcohol –terlebih dengan kesibukannya saat ini. Dia ingin sekali pulang, tapi dia tidak memegang uang ataupun ponselnya. Semuanya ada di ransel dan Siwon cukup pintar untuk menyimpan tas ranselnya tersebut entah di mana. Selain itu, Siwon juga entah berada di mana saat ini.

Sudah hampir sepuluh menit, Kyuhyun menunggunya di meja seorang diri.

“Kau sudah merasa bosan?”

Kyuhyun sedikit menoleh dan tersenyum tipis ketika Jiwon menghampirinya dan duduk di kursi sebelahnya. Dia mengangguk kecil. “Aku merasa seperti orang asing. Bisa pinjami aku uang untuk pulang? Siwon menyandera tas ranselku dan aku tidak tahu di mana dia menyembunyikannya.”

Jiwon tertawa kecil mendengar protes Kyuhyun. “Aku bisa saja meminjami uang padamu, Oppa. Tapi kurasa Siwon oppa tidak akan menyukai tindakanku. Jadi, aku tidak ingin cari masalah dengannya. Tenang saja, kau bisa pergi mungkin dalam setengah jam.”

Kyuhyun mendesah lalu melirik jam di pergelangan tangan kirinya. Sudah hampir pukul sembilan. Acara dimulai pukul tujuh dan dua jam kemudian dia masih terjebak di pesta tersebut. Makan malam sudah dihidangkan dan acara tukar cincin sudah dilaksanakan, lalu kenapa Siwon masih harus menahannya lebih lama? Bahkan Jaeshin hanya sempat mengobrol dengannya selama lima menit.

“Kurasa aku akan mengambil resiko. Aku pulang dulu ya. Jika kau bertemu Siwon, katakan untuk membawa tasku ke dorm, okay?”

“Lalu bagaimana kau pulang? Kau tidak punya uang.”

“Aku bisa pinjam dengan satpam gedung apartment. Ini sudah cukup larut. Aku lelah dan ingin istirahat. Aku masih ada pertunjukkan lainnya. Okay? Katakan permintaan maafku pada Jaeshin karena tidak berpamitan,” ucapnya sembari berdiri dari kursi.

Jiwon mengikutinya. “Ta-tapi…”

“Kau mau pergi ke mana, Kyuhyun?” tanya Siwon yang baru saja muncul entah dari mana dan berjalan menghampiri Kyuhyun dengan cepat.

Kyuhyun menghela nafas pendek. “Aku ingin pulang. Kau bilang aku bisa pulang setelah acara tukar cincin.”

“Aku tahu, tapi kenapa kau… Apa kau ingin pulang sendiri? Kau datang bersamaku Kyuhyun, maka aku yang akan mengantarkanmu pulang,” ucap Siwon.

Kyuhyun melirik Jiwon yang sepertinya canggung karena terlibat dalam pembicaraan –mungkin hampir menjadi perdebatan– antara dirinya dan Siwon. Oh, Kyuhyun juga tidak ingin membuat keributan dengan berdebat, terlebih dia datang sebagai tamu dari keluarga Choi. Tentu saja, dia juga harus menjaga kehormatan keluarga Choi.

“Siwon…” Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Dia menarik nafas panjang lalu menghembuskan perlahan. Kemudian matanya terbuka. “Aku ingin pulang. Kumohon, aku sudah lelah dan ingin istirahat. Tolong jangan membuatku memohon lebih dari ini.”

Siwon memperhatikan Kyuhyun dengan lekat. Dia bisa melihat gurat kelelahan di wajah Kyuhyun. Tentu saja, Siwon merasa bersalah pada kekasihnya. Selesai dari pertunjukkan musikalnya, Kyuhyun harus bergegas ke salon untuk mengejar waktu  sebelum pesta dimulai.

“Baiklah, aku akan mengantarmu pulang.” Siwon mengeluarkan kunci mobilnya dan menyodorkannya pada Kyuhyun. “Kau tunggu di mobil. Aku akan mengambil tas ranselmu, okay? Maaf jika aku memaksamu tinggal lebih lama, padahal kau sudah lelah.”

Kyuhyun mengambil kunci tersebut. “Tidak apa-apa. Aku hanya… Kumohon cepatlah.” Lalu Kyuhyun menatap Jiwon dan tersenyum. “Aku pulang dulu, Jiwon. Katakan permintaan maafku pada keluarga yang lain karena aku pergi tanpa pamit. Terutama Jaeshin.”

Jiwon mengangguk. “Aku mengerti, aku akan memberi penjelasan pada mereka. Pergilah.”

Kemudian Kyuhyun berjalan pergi. Jiwon dan Siwon memperhatikan punggung Kyuhyun yang menjauh. Jiwon kembali mendesah keras lalu dia meninju dada kakaknya dengan sedikit keras. Siwon merintih pelan sembari mengusap dadanya yang ditinju oleh Jiwon.

“Untuk apa itu?” ujar Siwon.

“Apa kau tidak melihat kalau wajahnya sudah pucat? Kenapa kau memaksanya untuk datang? Jaeshin bahkan sengaja tidak memberitahunya karena dia tahu Kyuhyun cukup sibuk dengan pekerjaannya. Tapi kenapa kau membawanya bahkan tanpa mengatakan kalau ini adalah pesta pertunangan Jaeshin? Kau tahu, Jaeshin marah sekali padamu.”

“Aku hanya ingin… Oh, sudahlah! Aku akan mengambil tas ransel Kyuhyun. Aku pergi!”

*****

Siwon mengusap rambut Kyuhyun dengan perlahan. Dia mengantarkan Kyuhyun sampai ke dorm, membantu Kyuhyun membersihkan make up dan mengganti pakaiannya, lalu membuatkan segelas teh hangat lalu kini menemani Kyuhyun di tempat tidur. Siwon tersenyum tipis sembari duduk di tepi tempat tidur dengan tangan kanannya masih bergerak lembut diantara surai rambut Kyuhyun.

“Maafkan aku. Seharusnya aku tidak memaksamu,” bisiknya.

Kyuhyun menggeleng kecil. “Tidak apa-apa. Mungkin jika kau tidak mengajakku ke acara itu lalu mengetahui kalau Jaeshin sengaja tidak mengundangku, aku akan marah padanya. Tapi mendengar alasan darinya kenapa tidak memberitahuku soal pesta itu, aku bisa mengerti.”

“Tapi itu tidak menjadi alasan, Kyuhyun. Aku begitu egois. Tanpa melihat bagaimana kondisimu, aku memaksamu untuk tetap tinggal walaupun aku tahu kau sudah kelelahan. Kurasa ada baiknya kau cukup keras kepala.”

Kyuhyun tersenyum. “Kalau begitu aku tidak akan menghilangkan sifatku itu.”

Kemudian Kyuhyun menutup mulutnya ketika menguap. Siwon mengusap air mata yang mengalir dari ujung mata kekasihnya. “Bagaimana kondisi tenggorokanmu? Apa perlu ke rumah sakit untuk pemeriksaan?”

“Entahlah. Rasanya memang sudah semakin tidak nyaman. Tenang saja, aku akan membuat janji dengan dokter jika terasa semakin menganggu.”

“Buat janji lebih cepat, okay? Kau sudah sibuk sekali sejak promosi album solomu tahun kemarin. Konser Agit, lalu promosi untuk album jepangmu, tur konser di jepang, latihan untuk musikal, recording radio star. Kau bahkan hampir tidak punya waktu untuk istirahat, sayang.”

“Aku tahu. Baiklah, aku akan membuat janji lebih awal untuk pemeriksaan,” tutur Kyuhyun yang kemudian menguap lagi. Dia sudah benar-benar lelah dan ingin tidur.

Siwon mengusap pipinya lembut. “Tidurlah. Aku akan pulang setelah kau benar-benar terlelap.”

“Lalu kau akan kembali ke dorm kepolisian atau apartmentmu?”

“Belum tengah malam, jadi aku akan kembali ke dorm kepolisian. Mobil aku tinggal di sini, okay? Jiwon yang akan mengambilnya nanti.”

“Kau pergi dengan taksi?”

Siwon menggumam pelan. “Itu akan jauh lebih efektif. Tidurlah, sayang.”

“Selamat malam, Siwon.”

“Selamat malam, sayang.”

Siwon kemudian mengecup bibir Kyuhyun singkat. Perlahan Kyuhyun memejamkan matanya dan menikmati setiap belaian tangan Siwon di kepalanya. Rasanya begitu menenangkan.

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang semakin lama tertidur pulas. Dia mengulas senyuman. Dia selalu menyukai ketika Kyuhyun tidur dengan nyaman. Tak lama Siwon mendengar suara dengkuran pelan. Dia tertawa kecil. Kemudian Siwon menarik tangannya dari kepala Kyuhyun dan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

Sebuah kotak persegi berukuran sedang. Sejak tadi siang, kotak itu sudah berada di kantung sakunya tapi dia tidak mempunyai kesempatan untuk memberikannya pada Kyuhyun ketika acara dimulai.

Siwon lalu menaruh kotak tersebut di atas meja nakas. Lalu dia kembali memandang Kyuhyun. “Aku mencintaimu, Kyuhyun sayang. Dan aku tidak ingin hubungan kita berakhir dengan sia-sia. Walaupun aku masih belum percaya diri untuk mengatakannya secara langsung padamu, tapi aku ingin kita melangkah lebih jauh lagi,” gumamnya.

Dia mendesah dan tertawa kecil lagi. “Seandainya aku bisa mengatakan itu ketika kau tidak dalam kondisi tidur seperti ini.” Siwon kembali mengecup bibir Kyuhyun sekilas.

“Selamat tidur, Cho Kyuhyun tersayang.”

*****

NOTE: Halo, maaf ya baru bisa update sekarang. Niatnya sih antara sabtu ato minggu, tapi karena di rumah lagi sibuk untuk persiapan pengajian keluarga, jadi gak sempet. Dan updatenya bukan Scarface atau The Last King.. ^^;

Intermezzo yaa..

Err… ini almost semi-canon tapi bisa jadi pure fiction. Well… begitulah jadinya.

Advertisements

21 thoughts on “[SF] Let’s Step Up

  1. wahhh buka fb niatnya, terus ada updatean ini langsung cek email deh.

    Tadinya di pikir kyuhyun di bawa kesalon buat potong rambut, karena yaa tau lah rambut dia sekarang giman, meskipun buat kebutuhan musikal tapi tetep aja gerget pengen potong kkk *kok bahas rambut*ok sudah lah….

    Sudah bisa di tebak sih siwon pelakunya. tapi yang gak nyangka itu kyuhyun nya di bawa ke acara pertunangan jaesin. kirain siwon bawa kyuhyun buat makan malam atau apa gitu. tapi kasian juga kyuhyunnya kelelahan sampe niat ninggalin acara dan pulang sendiri.

    ngomong-ngomong doal salon, jadi inget ff scarface entah chapter berapa di situ kyuhyun juga kesalon kan yang di rekomendasikan siwon.. di tunggu scarfacenya!!!

  2. Daebak…!!!
    Kalau baca yg gini-gini itu..terasa melihat kenyataan yang dilakukan oleh WonKyu.
    Semoga..Kyuhyun lekas sembuh.Dan Siwon juga bisa mnyampaikan kmbali maksudnya tadi secara langsung kepada sang kekasih.

    Fighting eonni…gumawo..

  3. Udah curiga sih liat judulnya…. Tapi ya masa di kasih begitu ajah, kirain langsung tunangan abis kyunya udah di dandanin sih… ㅋㅋㅋㅋ
    Siwon payah ah beraninya pas orangnya tidur…

  4. selamat buat pertunangan jaeshin ya,akhirnya dia tunangan jg,hihi
    oh apa itu isi kotak dr siwon?apa cincin tunangan jg kah?awwwww

  5. Hallo aq reader baru disini. Izin utk ngubek2 blog ini ya. Ceritanya Siwon mo ngelamar Kyu ya, tp g pede kalo ngomong lsg😀😀😃. Tenang aja Siwon, alamat diterima deh sm Kyu kan kalian berdua saling mencintai😍😍😍

  6. kirain yg mau tunangan itu Wonkyu, soalnya Kyu smpe dibawa ke salon sgala eh tau nya tunangan nya jaeshin 😂
    well ~ Siwon emg egois iih maksa Kyuhyun utk ikut ke acara nya Jaesin, pdhal Jaeshin tau bgt sma kondisi nya Kyuhyun.
    tpi walaupun bgitu ending nya tetap sweet 😍
    waah apakah Wonkyu bakal Jaeshin nih tunangan?!
    ditunggu series selanjutnya diera-ra ☺☺
    fighting!!

  7. agak mikirnya kenapa siwon selalu nahan kyu mulu..
    taunya dia pengen ngungkapin sesuatu ya??
    eh taunya dia berani pas kyu udah tidur hahaha
    simpen aja deh siwon..
    siapa tau besok kyu bangun dia liat…
    ayo dong melangkah maju jangan stuck gitu aja…
    jaeshin aja dah tunangan hahaha

  8. kalo baca ff yang cast nya siwon ma kyu jadi kangen moment mereka saat bersama.sieon selalu terlihat kagum dan bangga sama kyuhyun.
    dan dia juga terlihat sangat sayang sama kyuhyun.
    seperti di sini dia sangat melindungi dan memanjakan kyuhyun.
    ditunggu ff lainnya ya terutama the last king udah lama banget ga update…

  9. ooohhhh so sweet……. oklah ditunggu aja kbr bahagia selanjutnya…….uri kyu cpet sembuh ya jd ngbyangin gmna paniknya siwon pas tau kyu sakit mpe g bsa nylesein jadwal musicalnya …di tunggu ya lanjutanya……

  10. siwon tumben maksa kyu tempat ditinggal di acara pertunangan jaeshin pahadal kyu udh pucat mukanya biasanya siwon klu yg berhubungan dgn kyu pasti tahu walaupun kyu gak bilang sama siwon
    siwon baru kali ini gak bisa ngomong ke kyu padahal kan siwon biasanya ngomong romantis dan sikapnya selalu so sweet sama kyu semoga aja siwon bisa lebih berani

  11. Kirain wonkyu yg mau tunangan eh ternyata bukan, itu apa ya di bawa siwon? cincin tunangan pa bukan?…
    Tpi klau cincin masa’ ngasihnya waktu kyu tidur kan gk asik, siwon cemen ah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s