[SF] Scarface Part 51

hospital room

51

Siwon membuka mata untuk pertama kali pada hari ke-sepuluh.

Changmin yang sedang sibuk menangani beberapa dokumen yang dilimpahkan padanya tidak menyadari hal tersebut. Dia hanya sibuk membaca beberapa dokumen yang dibawanya dari kantor. Siwon yang mulai mendapati kesadarannya sepenuhnya sedikit mengangkat kepalanya dan melihat sosok Changmin sedang duduk di sofa dengan coffee table penuh dokumen.

Siwon menarik nafas perlahan. “Min…”

Sontak Changmin mengangkat kepalanya. Dia pikir hanya berhalusinasi mendengar suara Siwon. Tapi ketika Siwon menyebut namanya lagi, Changmin berdiri dan mendekati tempat tidur. Ia sedikit terkejut melihat Siwon sudah membuka matanya.

“Siwon…?!! Eoh… Eoh!! Tu-tunggu sebentar. A-aku akan memanggil dokter!” seru Changmin yang kemudian menekan bell alarm untuk memanggil dokter dan suster.

Siwon memejamkan matanya selama beberapa detik lalu kembali menatap Changmin yang berdiri di sisi tempat tidurnya. Siwon berusaha mengapai tangan Changmin. Melihat hal itu, Changmin segera menyambut tangan Siwon.

“Ke-kenapa? Apa yang kau rasakan?” tanya Changmin.

“Ky.. Kyuhyun? Ba-bagaimana Kyuhyun? Apa kau bisa menyelamatkannya?” tanya Siwon dengan suara lemah.

Changmin menatap sepupunya tak percaya. Bahkan setelah tidak sadarkan diri selama sepuluh hari dan hampir saja terkena serangan jantung berulang-kali, hal pertama yang ditanyakan oleh Siwon adalah Kyuhyun. Sebegitu besarkah rasa cinta Siwon pada Kyuhyun? Tidak sampai dua bulan lalu mereka hanyalah orang asing, tapi kini Siwon seperti tidak akan bisa hidup tanpa Kyuhyun.

Belum sempat Changmin membuka mulut, beberapa dokter dan suster memasuki kamar rawat. Seorang dokter mengatakan agar Changmin keluar terlebih dahulu, tapi Siwon tidak melepaskan genggaman tangannya dengan mudah.  Changmin merasa dilemma. Di satu sisi Siwon terus bertanya padanya, namun di sisi lain suster menyuruhnya untuk keluar sejenak.

“Min.. Jawab pertanyaanku.”

Changmin menatap Siwon lalu menghela nafas. Dia melepaskan tangan Siwon. “Biarkan dokter memeriksa keadaanmu dulu okay? Nanti aku akan kembali dan menjawab pertanyaanmu.”

Changmin kemudian berjalan keluar ruang rawat tersebut. Ia menarik nafas lega. Setidaknya kini Siwon sudah sadar. Jika diagnosis dokter benar, maka seharusnya tidak akan ada masalah terkait kondisi Siwon lagi. Changmin kemudian mengeluarkan ponselnya –berniat memberitahu oranguta Siwon dan anggota keluarga lainnya.

Changmin membuka daftar kontak dan mencari nama Choi Jaewon. Tapi kemudian Changmin mengurungkan niatnya. Dia lalu memilih nama kontak Yunho lalu berjalan menuju lift terdekat.

“Hyung, Siwon sudah sadar,” ucapnya begitu Yunho menerima panggilan telepon tersebut.

“Benarkah?”

Changmin menggumam. Dia setengah berlari menuju lift. “Eoh. Kau yang pertama yang kuhubungi, tapi jangan memberitahu yang lain dulu.” Sampai di depan pintu lift, Changmin menekan tombol dan tak lama pintu lift terbuka.

Changmin berjalan masuk dan menekan salah satu tombol. Pintu kembali tertutup.

“Kenapa? Lagipula mungkin pihak rumah sakit akan menghubungi orangtua Siwon jika kau tidak menghubungi, Min.”

Changmin mendesah. “Aku tahu. Tapi ada hal yang harus kulakukan. Berkaitan dengan Kyuhyun.”

“Kyuhyun? Kenapa? Apa kondisinya kembali menurun?”

“Terakhir kabar yang kudapat kondisinya semakin membaik. Tapi hal pertama yang ditanyakan Siwon adalah Kyuhyun. Dia bahkan hampir tidak melepaskan tanganku saat dokter hendak memeriksanya. Hyung, kumohon berikan aku waktu setidaknya duapuluh menit,” tutur Changmin.

Terdengar helaan nafas berat diujung telepon. Pintu kemudian terbuka dan Changmin melangkah keluar dari kotak lift tersebut. Dia bergegas menuju ruang ICU isolasi dimana Kyuhyun ditempatkan. Pihak dokter masih belum memberikan keputusan untuk membawa Kyuhyun ke kamar rawat regular.

“Akan kuusahakan, okay. Tapi jika pihak rumah sakit sudah menghubungi paman Jaewon maka tidak ada yang bisa kulakukan.”

Changmin tersenyum. “Terima kasih, hyung!” Lalu dia memutuskan sambungan telepon dan berbalik ke koridor sebelah kiri menuju ruang isolasi.

Setelah pintu ke-tiga, dia sampai di depan jendela besar ruang ICU isolasi. Changmin melihat Ahra yang berada di dalamnya bersama Kyuhyun. Kemudian dia mengetuk pintu dan membukanya sedikit. Ahra sedikit menoleh dan mengernyit saat melihat Changmin yang memberinya isyarat agar keluar.

Ahra melepaskan genggaman tangannya lalu berjalan keluar.

“Ada apa?” tanya Ahra ketika ia menutup pintu dengan rapat.

Changmin kembali melirik ke arah dalam ruangan tersebut. “Bagaimana kondisinya hari ini?”

Ahra merapatkan mantelnya. “Siang ini dia kembali demam, tapi dokter mengatakan bukan sesuatu yang serius. Malam ini kau yang berjaga di kamar Siwon?”

“Begitulah. Tapi bukan itu yang sebenarnya ingin kubicarakan. Siwon baru saja sadar. Team dokter sedang memeriksanya saat ini,” ujar Changmin.

Ahra memejamkan mata lalu menghela nafas perlahan. Kemudian dia kembali menatap Changmin dan tersenyum tipis. “Syukurlah. Lalu..?”

“Hal pertama yang ditanyakan Siwon adalah kondisi Kyuhyun. Aku belum mengatakan apapun, tapi aku juga tidak tahu apa yang harus kuceritakan. Selama sepuluh hari ini ada terlalu banyak kejadian. Apa Kyuhyun belum bertanya mengenai Siwon?” tanya Changmin.

Well, Ahra sempat membicarakan tentang hal ini dengan Changmin. Sejak Kyuhyun sadar, pria itu sama sekali tidak pernah menyebut nama Siwon atau bertanya mengenainya. Hal itu membuat keduanya merasa sedikit cemas. Tapi pihak dokter memastikan kalau Kyuhyun tidak mengalami amnesia. Namun, pasti ada sesuatu yang menahan Kyuhyun untuk bertanya mengenai Siwon.

“Belum. Terakhir kali, aku menyebut nama Siwon adalah tiga hari lalu. Tapi saat itu, Kyuhyun tidak mengatakan banyak mengenainya. Mungkinkah ada sesuatu yang terjadi saat Siwon menyelamatkan Kyuhyun? Kau bilang mereka ditemukan di sebuah danau yang membeku, bukan?” tutur Ahra.

Changmin mendesah. “Aku sudah menceritakan semuanya saat aku menemukan mereka. Aku akan tanyakan mengenai kejadian lengkapnya pada Siwon jika kondisinya sudah memungkinkan. Aku akan bilang padanya kalau kondisi Kyuhyun semakin membaik.”

“Tapi kurasa dia akan memaksa untuk bertemu dengan Kyuhyun,” sahut Ahra.

Well, itu benar. Siwon tidak akan puas dengan jawaban Changmin. Dia pasti akan memaksa untuk menemui Kyuhyun. Tapi dengan kondisi Kyuhyun saat ini, rasanya sedikit sulit. Akan dengan sangat terpaksa, Changmin mungkin akan membawa Siwon ke ruang rawat Kyuhyun. Jika hal itu terjadi, Changmin ingin memastikan suatu hal.

“Memar di wajahnya sudah menghilang?” tanya Changmin lagi.

Ahra menatap Changmin dengan tatapan miris. “Memar di mata kirinya belum sembuh benar. Tapi memar di bagian wajahnya mulai memudar. Kurasa Kyuhyun tidak ingin orang luar selain keluarga melihat kondisinya saat ini. Saat Hyukjae datang kemarin, dia tidak ingin menemuinya. Bahkan dengan ibuku membawa Cha Darim, Kyuhyun sampai berteriak histeris.”

“Apa kata dokter Seo?”

“Itu hanya reaksi normal. Dengan kondisi wajahnya saat ini. Tapi mereka masih perlu melakukan pemeriksaan terhadap trauma Kyuhyun. Ada kemungkinan PTSD. Jadi, Kyuhyun akan membutuhkan terapi nantinya.”

Changmin menghembuskan nafas berat. Hal ini pernah dibicarakan oleh kakeknya. Mengenai penculikan dan tempat dimana Kyuhyun ditemukan. Seon Hwan menginginkan balas dendam. Tapi dibandingkan menggunakan cara balas dendam yang konvesional, cara truma psikis seperti ini akan jauh lebih ampuh.

Awalnya Changmin tidak percaya ketika kakeknya mengatakan asumsi mengenai motif balas dendam Seon Hwan terhadap Kyuhyun. Namun, Changmin tidak bisa menutup mata. Kemungkinan itu memang ada. Selain itu, orang yang menculik Kyuhyun juga mengatakan ini adalah hukuman bagi sang pengacara. Tapi dia masih tidak mengerti kenapa Siwon juga dilibatkan. Kakeknya juga tidak mengatakan apapun.

Selain itu, Changmin tidak sampai hati memberitahu Ahra mengenai asumsi balas dendam Seon Hwan pada Kyuhyun.

“Aku harus kembali ke atas. Aku akan mencoba memberi penjelasan pada Siwon mengenai kondisi Kyuhyun. Jadi, bisakah kau tanyakan Kyuhyun mengenai Siwon?”

Ahra mengangguk kecil. “Akan kucoba.”

*****

Saat Changmin kembali ke kamar rawat Siwon, ia bertemu dengan dokter yang menangani Siwon di luar kamar rawat. Ia bergegas menghampiri sang dokter.

“Bagaimana kondisinya?” tanyanya.

Sang dokter menghela nafas dan tersenyum tipis. “Kondisinya masih lemah. Mungkin selama beberapa hari dia masih harus berbaring di tempat tidur. Tapi tidak ada hal yang serius. Kami masih terus memantau suhu tubuhnya secara berkala hanya untuk berjaga-jaga. Oh ya, pihak keluarga sudah diberitahu?”

Changmin mengangguk kecil. “Aku sudah menghubungi beberapa orang untuk memberi kabar. Tapi aku pikir malam ini Siwon masih perlu istirahat.” Well, dia sudah menghubungi Yunho, mungkin Yunho akan memberitahu Sooyoung dan Jinri.

“Ah, begitu rupanya.”

Kemudian dokter itu berjalan pergi meninggalkan Changmin yang menarik nafas panjang terlebih dahulu sebelum memasuki kamar tersebut. Dia menutup pintu secara perlahan dan berjalan mendekati tempat tidur. Siwon terlihat pucat dan kelelahan. Well, dia hanya terbaring selama sepuluh hari tapi seakan dia baru saja kembali dari sebuah perjalanan yang panjang.

Changmin duduk di kursi dan menatap Siwon. “Bagaimana keadaanmu?”

“Entahlah. Dokter bilang kalau aku tidak sadarkan diri selama sepuluh hari.”

Changmin mengangguk. “Aku menemukan kalian di danau yang membeku. Tapi aku hanya melihat Kyuhyun. Lalu Shin Hwan menyelam ke danau dan menarikmu keluar dari air danau. Kau bisa mati saat itu juga, Siwon.”

“Tapi aku tidak mati, Min. Ah… Bagaimana Shin Hwan?”

“Kondisinya mulai membaik. Dia masih di rawat, tapi kemungkinan akhir minggu ini akan diperbolehkan pulang,” tutur Changmin. Ia kembali menari nafas. “Tidurlah. Walaupun selama sepuluh hari ini kau hanya tertidur, tapi kondisi tubuhmu…”

“Kau masih belum mengatakan bagaimana kondisi Kyuhyun. Kau bilang akan mengatakannya setelah dokter memeriksaku. Jadi, bagaimana kondisinya?”

Changmin memandang Siwon dengan lekat. Ia tahu kalau tidak punya pilihan lain. Siwon tidak akan membiarkannya menyelesikan pekerjaannya. “Saat dibawa ke rumah sakit, kondisinya cukup buruk. Dia tidak sadarkan diri selama satu minggu. Tapi kini dia sudah sadar dan kondisinya mulai membaik.”

“Bagaimana dengan traumanya?”

“Yang kudengar dokter Seo akan menjadwalkan terapi untuknya. Tapi tidak ada terlalu serius. Siwon, sebaiknya kau tidur. Kita bisa bicara lagi besok pagi. Sebelum aku menghubungi orangtuamu,” ujar Changmin.

Kening Siwon mengernyit. “Kau belum menghubungi orangtuaku?”

Changmin mengangkat bahunya. “Well, kupikir kau ingin mempersiapkan diri sebelum orangtuamu dan keluarga yang lain datang. Tapi aku sudah memberitahu Yunho. Mungkin Sooyoung dan Jinri sudah diberitahu. Tidurlah, Siwon.”

“Besok aku ingin bertemu dengan Kyuhyun.”

“Er… kurasa itu akan sulit. Dokter mengatakan kalau kau harus tetap di tempat tidur selama beberapa hari sebelum kau mulai berjalan lagi. Tubuhmu masih lemah.”

“Kau bisa membawakan kursi roda untukku, Min. Tolonglah, aku hanya ingin melihatnya secara langsung.”

Well, bahkan dengan kondisinya saat ini Siwon masih begitu keras kepala. Changmin kembali mendesah panjang. Dia yakin Siwon tidak akan mudah dibujuk untuk menunggu beberapa hari –setidaknya sampai tubuhnya kembali normal dan kondisi wajah Kyuhyun lebih baik.

“Aku tidak bisa menjaminnya, Siwon. Dokter masih melakukan pemeriksaan rutin pada kondisimu. Jadi, tunggu ijin dari dokter okay?”

*****

Hyukjae berjalan menuju ruang isolasi di mana Kyuhyun masih dirawat. Walaupun sebelumnya Kyuhyun menolak untuk bertemu dengannya, tapi Hyukjae tidak akan mudah menyerah begitu saja. Sesekali dia menghubungi Ahra untuk menanyakan Kyuhyun. Kondisi sahabatnya semakin membaik tapi masih membutuhkan waktu –terlebih untuk terapinya. Itu membuatnya sedikit jauh lebih lega.

Tapi Hyukjae setidaknya ingin melihat Kyuhyun dengan secara langsung. Bahkan jika hanya melalui jendela besar di luar kamar rawatnya. Jadi pagi ini, sebelum pergi ke kantor, Hyukjae menyempatkan datang ke rumah sakit.

Langkah Hyukjae terhenti di sebuah jendela besar. Dia melihat sosok Kyuhyun masih tertidur di tempat tidur. Hyukjae bisa melihat sekilas bagaimana kondisi wajah Kyuhyun saat ini. Bahkan dibandingkan terakhir kali Kyuhyun masuk rumah sakit saat ia hendak menyelamatkan Haesa, kondisinya kali ini jauh lebih parah. Hyukjae tidak bisa membayangkan apa saja yang dialami Kyuhyun pada saat penculikan itu.

“Kau datang untuk menjenguknya?”

Hyukjae menoleh dan mendapati Haneul sedang berjalan menghampirinya. Sepertinya ini masih shift Haneul di rumah sakit. Hyukjae hanya mengangguk lalu kembali memperhatikan Kyuhyun. Haneul lalu berdiri di sisi Hyukjae –ikut memperhatikan Kyuhyun.

“Kondisinya mulai membaik,” ucap Haneul.

Hyukjae menggumam. “Ahra noona juga mengatakan begitu. Shiftmu belum selesai?”

“Masih ada enam jam lagi. Kau ingin menemuinya?”

Hyukjae terdiam. Dia hanya ingin melihat Kyuhyun dari jauh, karena sahabatnya masih belum ingin menemui siapapun di luar keluarganya sendiri. Jadi, Hyukjae tidak yakin dia bisa bertemu langsung dengan Kyuhyun.

Hyukjae menghela nafas pendek. “Aku hanya ingin melihatnya dari sini. Kudengar, Kyuhyun masih belum nyaman bertemu dengan orang lain. Bahkan ketika ibunya membawa seorang gadis, reaksi Kyuhyun cukup buruk.”

Haneul juga mengetahui itu. Changwook terkadang menceritakan bagaimana kondisi Kyuhyun secara umum –karena kondisi pasien tidak boleh diberitahukan kecuali anggota keluarga. Termasuk mengenai kejadian ketika Kyuhyun memberikan reaksi keras ketika seorang gadis yang datang menemuinya. Changwook mengatakan kalau dokter Seo terpaksa menyuntikkan obat penenang. Haneul tidak tahu kenapa ibunya membawa orang asing ketika kondisi putranya sedang buruk seperti itu.

“Gadis itu adalah gadis yang ingin dijodohkan orangtuanya dengan Kyuhyun,” ucap Hyukjae.

Haneul sontak menatap Hyukjae dengan lekat. Sepertinya Hyukjae mengetahui cukup banyak mengenai kehidupan pribadi Kyuhyun. Hyukjae melirik Haneul sekilas. “Ahra noona yang bercerita. Aku hanya tahu gadis bernama Hyun Seol yang akan dijodohkan dengan Kyuhyun. Namun, gagal. Tapi sepertinya orangtuanya masih bersikeras menjodohkan Kyuhyun dengan gadis lainnya.”

Haneul mengernyit. “Kenapa?”

“Karena hubungan Kyuhyun dengan pewaris Choi Group, Choi Siwon.”

Mata Haneul membulat. “Kyu-Kyuhyun memberitahu orangtuanya?”

“Kyuhyun tidak memberitahu namanya. Dia hanya mengatakan kalau dia sedang menjalin hubungan dengan seorang pria. Reaksi orangtuanya sangat buruk. Bahkan hanya mendengar hal itu saja, Kyuhyun sudah mendapatkan perlakuan dingin dari orangtuanya, entah apa yang akan terjadi jika mereka mengetahui namanya,” tukas Hyukjae.

Haneul kembali melihat ke arah dalam ruang rawat tersebut. Hyukjae kembali melirik Haneul. “Kudengar dari Haesa, kau secara tidak sengaja juga memberitahu orangtua kalian mengenai seksualitasmu,” lanjutnya.

Haneul mendengus. Saudarinya ternyata bermulut besar. “Memang tidak sengaja. Itu pun karena mereka bertanya mengenai pernikahan. Aku hanya mengatakan kalau jika ingin menikah aku memilih Belanda atau Paris. Selebihnya terjadi begitu saja.”

“Kau tidak menyangkalnya?”

Haneul mengangkat bahu. “Rasanya tidak perlu disangkal. Itu adalah kebenarannya. Selama ini aku tidak mengatakannya karena tidak ada yang bertanya.”

“Reaksi keluargamu?” tanya Hyukjae lagi.

Haneul terdiam sejenak. Dia lalu kembali menatap Hyukjae dan tersenyum tipis. “Tidak seburuk reaksi orangtua Kyuhyun? Mereka mungkin masih mencoba untuk memahaminya.”

“Well, tidak semua orangtua akan bisa menerima seksualitas anak mereka dengan tenang. Itu cukup bagus jika mereka tidak menunjukkan reaksi keras yang berlebihan,” tutur Hyukjae. Kemudian ia melirik jam di pergelangan tangannya. “Aku harus ke kantor sekarang.”

Haneul hanya mengangguk. Hyukjae kembali memperhatikan Kyuhyun sejenak sebelum dia berjalan meninggalkan lorong tersebut. Namun baru beberapa langkah, Hyukjae kembali berbalik menatap Haneul.

“Ah… Haesa juga mengatakan kalau kekasihmu kemungkinan dokter ini di rumah sakit ini juga? Apa itu benar?”

Mata Haneul membulat. Bagaimana bisa Haesa mengetahui hal tersebut? Rasanya Haneul tidak pernah mengatakan nama Changwook atau menyebut di mana kekasihnya bekerja. Haesa mungkin hanya mengambil asumsi sendiri tapi tetap saja itu membuat Haneul kesal.

Hyukjae tersenyum tipis melihat reaksi Haneul. Sepertinya ucapan Haesa adalah benar. “Oh, benar ya? Well, berhati-hatilah. Kurasa saudarimu itu akan menyelidiki siapa kekasihmu. Aku pergi.”

Haneul memandang Hyukjae yang mulai menghilang ketika ia berbelok. Lalu ia mendengus jengkel. Sepertinya dia harus bicara dengan Haesa mengenai kekasihnya. Haneul kembali melihat sosok Kyuhyun yang sepertinya masih tidur lelap dan menarik nafas panjang. Kemudian Haneul berjalan pergi untuk kembali ke ruangannya dan melakukan beberapa pemeriksaan terakhir sebelum jam shiftnya berakhir.

*****

Choi Daehan mengangkat kepalanya ketika ia melihat putranya, Jaewon memasuki ruang kerjanya dan menghampiri meja kerjanya. Kemudian Choi Daehan menghentikan tayangan berita yang sedang ia saksikan dan berfokus pada putranya.

“Siwon sudah sadar,” ucap Jaewon dengan bernada lega.

Pasalnya, dia merasa semakin khawatir ketika lebih dari seminggu Siwon masih belum sadarkan diri. Walaupun pihak dokter sudah mengatakan bahwa itu adalah reaksi yang normal. Tubuh Siwon masih membutuhkan waktu untuk menyembuhkan diri dan kembali mengontrol suhu tubuhnya dengan normal. Tapi sepuluh hari bukanlah waktu yang sebentar.

“Aku sudah mendengarnya. Yunho mengirim pesan tadi pagi. Kau akan ke rumah sakit?” tanya Choi Daehan.

Jaewon menggeleng. “Aku masih harus menggantikan Siwon untuk memimpin meeting lanjutan dengan HJ Company. Yoojin dan Jinri yang akan ke rumah sakit. Walaupun aku sedikit khawatir.”

“Berkaitan dengan sikap istrimu pada hubungan Siwon? Mengingat Cho Kyuhyun juga dirawat di rumah sakit yang sama?”

“Begitulah. Yoojin mungkin akan menahan diri mengingat kondisi Siwon yang masih membutuhkan waktu untuk pulih. Tapi aku yakin dia tidak akan berhenti,” ujar Jaewon.

Choi Daehan tentu mengetahui mengenai kekhawatiran Jaewon. Bahkan setelah kejadian yang menimpa Siwon dan Kyuhyun, Yoojin sepertinya sama sekali tidak tergugah hatinya. Walaupun dia tidak memperkirakan Yoojin akan menyetujui hubungan putranya dengan Kyuhyun, paling tidak Choi Daehan berharap Yoojin bisa mengerti akan situasi mereka saat ini.

Setelah masalah Seon Hwan ini berakhir, Choi Daehan masih harus memikirkan apakah dia harus memberitahu Siwon mengenai Uhm Ki Joon. Mereka tidak akan bisa lengah begitu saja. Terlebih dengan kontrak Choi Group dengan UK Corporate selama tiga tahun ini. Namun, jika melihat reaksi Siwon atas kejadian kemarin, maka dia merasa segan untuk memberitahu Siwon mengenai rencana Uhm Ki Joon terhadap Kyuhyun. Yang lebih parah, Siwon akan bertindak agresif.

Itu bisa membahayakan posisi Choi Group dan bahkan Cho Kyuhyun juga.

“Abeoji…”

Choi Daehan tersadar dari pikirannya sendiri. Ia menatap putranya lekat.

“Mengenai Uhm Ki Joon. Apa yang harus kita lakukan?” tanya Jaewon.

“Entahlah. Pria itu mungkin saat ini lebih terfokus pada Seon Hwan, terlebih apa yang terjadi pada Kyuhyun dan Siwon sebelumnya. Sepertinya dia merasa cukup puas. Tapi selama tiga tahun masa kerja-sama ini, kita tidak bisa bersantai begitu saja. Yang kita bisa lakukan saat ini hanya memantau pergerakannya saja. Kim Hyeon sudah membentuk tim tersendiri untuk hal itu. Kau tidak perlu mengkhawatirkan Uhm Ki Joon. Lakukan pekerjaanmu dengan baik dan urus keluargamu,” tutur Choi Daehan.

Jaewon menatap ayahnya cukup lama sebelum mengangguk kecil lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut untuk melanjutkan pekerjaannya.

*****

 “Kyuhyun, kau ingin bertemu dengan Siwon?” tanya Ahra.

Kyuhyun yang sedang melahap sarapannya kemudian menatap kakaknya dengan lekat. Dia menaruh sendoknya. Lalu mengambil gelas air dan meneguk beberapa kali. Ahra masih menunggu jawaban Kyuhyun. Dia tidak ingin terlalu memaksa adiknya dengan kondisinya yang masih belum stabil.

Kyuhyun menghela nafas dan menatap mangkuk bubur. Sebelumnya, Ahra pernah bertanya mengenai Siwon tapi ia tidak pernah sempat menjawabnya. Kyuhyun hanya ingin Ahra tidak bertanya lagi mengenai Siwon padanya. Toh, Kyuhyun tidak tahu apa yang sedang dilakukan Siwon saat ini. Mungkin pria itu sedang sibuk dengan pekerjaan atau hal lainnya.

Bahkan mungkin Choi Yoojin berhasil meyakinkan Siwon untuk meninggalkannya.

“Kyuhyun…”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Ahra lalu tersenyum tipis. “Dia sedang sibuk dengan pekerjaannya, noona. Biarkan saja.”

Ahra mengernyit. Entah darimana Kyuhyun mendapat pemikiran kalau Siwon sedang sibuk. Selain itu, bagaimana bisa Siwon sibuk dengan pekerjaannya sedangkan ia baru saja sadar kemarin? Ahra semakin yakin bahwa sebelum Changmin menemukan mereka, pasti telah terjadi sesuatu.

“Kyu, apa maksudmu dia sibuk dengan pekerjannya? Siwon, dia….”

“Noona, aku sudah selesai makan. Aku ingin kembali berbaring sejenak,” sela Kyuhyun.

Ahra terdiam lalu menarik nafas. Dia mengambil tray dari hadapan Kyuhyun dan memindahkannya ke meja lain. Setelah itu, Ahra duduk di tepi ranjang dan menatap adiknya dengan lekat. Kyuhyun tidak ingin membicarakan apapun berkaitan dengan Siwon. Tapi Ahra hanya ingin memastikan. “Kyuhyun, kenapa kau selalu menghindari pertanyaanku? Kejadian kemarin…. Apa terjadi hal lainnya? Apa yang mereka lakukan padamu?”

Kyuhyun menghela. “Noona, kumohon…”

“Tidak, Kyuhyun. Tolong jawab pertanyaanku. Pihak kepolisian juga tidak bisa bertindak jika kau tidak mengatakan apapun. Jika kau tidak ingin membicarakannya dengan orang asing, kau bisa bicara padaku.”

“Noona….”

Ahra meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya erat. “Tolong bicara, Kyuhyun. Katakan mengenai kejadian itu. Apa yang mereka lakukan padamu?”

Kyuhyun memejamkan matanya. Tapi semua kilasan kejadian saat ia kecelakaan, kepalanya dipukul, lalu sadar di tempat antah berantah dengan pria-pria gila, dia dipukuli, disuntik dengan obat yang bahkan ia tidak tahu apakah itu benar sedative atau bukan, lalu terakhir dia ditinggalkan di danau yang membeku. Semua rasa sakit, bau anyir darah dan sensasi dingin es yang menusuk kulitnya terasa begitu nyata bagi Kyuhyun.

Kyuhyun begitu takut sendirian di atas danau yang membeku. Dia bahkan berpikir kalau dia sudah mati hari itu. Selain itu, halusinasinya mengira kalau Siwon datang untuk menyelamatkannya tidak membantu sedikit pun. Dia benar-benar sendirian waktu itu sampai polisi dan petugas medis datang.

Ahra memperhatikan reaksi tubuh Kyuhyun. Dia menyadari tubuh Kyuhyun yang gemetaran, lalu kulitnya berubah menjadi terasa dingin dan keringat dingin yang keluar dari pori kulitnya. Kyuhyun sepertinya akan kembali mengalami episode lainnya. Dokter Seo sudah memberi peringatan untuk tidak membebani pikiran Kyuhyun.

“Kyu.. Kyuhyun-ah…” Kemudian Ahra memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat. Dia bisa merasakan tubuh adiknya gemetaran begitu hebat. “Maaf, Kyuhyun. Maaf… A-aku tidak bermaksud untuk… Oh Tuhan! Tenanglah…. Tenang. Ada aku di sini. Kau sudah aman, Kyu. Kau sudah aman.”

Tubuh Kyuhyun masih bergetar. Sensasi dingin dan rasa takut itu masih menyelimutinya. Bahkan perlahan rasa sakit mulai menyebar ke seluruh tubuhnya. Kyuhyun merasa pria itu kembali memukulinya –kali ini tanpa rasa ampun.

Kyuhyun merintih dalam pelukan Ahra. Rasa sakit itu tidak hilang, malah Kyuhyun merasakan sensasi sakitnya bertambah hingga ratusan kali lebih sakit saat Ahra semakin mengeratkan pelukannya. Kyuhyun berusaha melepaskan diri dari pelukan kakaknya, berharap rasa sakit itu bisa menghilang. Tapi Ahra tidak melepaskannya dengan mudah.

Kyuhyun semakin meringis kesakitan. “Noona… To-tolong le-lepaskan. Ra-rasanya.. sakit sekali,” rintihnya dengan suara yang terdengar memilukan.

Sontak Ahra melepaskan pelukannya. Kyuhyun sedikit menjauhi Ahra. Tubuhnya masih bergetar dan wajahnya terlihat semakin pucat. Ahra memperhatikan Kyuhyun dengan ketakutan serta kecemasan yang besar. Sepertinya Kyuhyun belum pernah memperlihatkan reaksi seperti ini sebelumnya. Kyuhyun terlihat begitu kesakitan, padahal Ahra hanya memeluknya.

Ahra kemudian berdiri. “Aku akan memanggil dokter. Tunggu di sini.” Lalu ia bergegas keluar ruangan tersebut dan memanggil dokter.

*****

Yoojin tersenyum melihat putranya sudah sadar. Sedari tadi dia terus bicara dengan Siwon –bertanya mengenai hal ini-itu. Bahkan saat suster membawakan makanan untuk pertama-kali, Yoojin memaksa untuk menyuapinya. Siwon berulang-kali menolak dengan mengatakan bahwa dia bisa melakukannya sendiri. Tapi Yoojin jauh lebih keras kepala.

Jinri yang ikut ke rumah sakit hanya bisa menggeleng kepala melihat sikap ibunya yang begitu berlebihan. Padahal sebelumnya sikap Yoojin masih begitu keras pada Siwon terkait hubungannya dengan Cho Kyuhyun.

“Siwon-ah, kau ingin makan sesuatu? Besok Eomma akan bawakan untukmu. Atau kau ingin hal lainnya?”

Jinri mendesah keras dan menurunkan ponselnya. Sedari tadi dia hanya sibuk dengan ponselnya dan mendengarkan semua celoteh ibunya, tapi kini Jinri sudah tidak tahan lagi. “Eomma!!”

Yoojin sontak menoleh ke arah putrinya, namun hanya beberapa detik lalu kembali menatap pada Siwon.

“Eomma, berhenti memperlakukan Oppa seperti anak kecil. Dia sudah tigapuluhtiga tahun!!” seru Jinri dengan kesal.

Siwon yang sedang duduk bersandar di ranjang rawat memperhatikan adiknya hanya mengulas senyum. Tapi Yoojin menunjukkan reaksi berbeda. Dia kembali menatap Jinri dengan tatapan sedikit jengkel.

“Jinri, kakakmu baru saja sadar setelah sepuluh hari. Eomma sangat mengkhawatirkannya. Jadi, sikap Eomma sangat wajar ketika putranya sudah sadar kembali. Selain itu, Eomma masih kesal dengan Appa kalian. Bagaimana bisa dia membiarkan orang yang bertanggung-jawab atas insiden Siwon lolos tanpa hukuman? Seharusnya pegawai itu dipecat,” sahut Yoojin dengan nada jengkel.

Siwon sedikit mengernyitkan kening dan menatap Yoojin dengan penasan. “Insiden? Dipecat?”

Yoojin kembali memandang Siwon. “Eoh. Eomma dengar, kau jatuh ke sungai saat melakukan monitoring pabrik. Appa bilang itu hanya kecelakaan, tapi Eomma yakin ada pegawai yang lalai karena tidak menjagamu dengan benar. Bagaimana bisa kau bisa jatuh ke sungai yang sedang membeku?!”

Siwon tidak mengerti dengan penjelasan ibunya mengenai insiden tersebut. Bukankah dia jatuh ke danau karena ingin menyelamatkan Kyuhyun? Kenapa ibunya malah membicarakan mengenai kecelakaan yang tidak  pernah terjadi?

Jinri menjadi sedikit panik. Pasalnya, di keluarga mereka hanya beberapa orang saja yang mengetahui kejadian sebenarnya. Selain itu, mereka mengetahui kecelakaan jatuh ke sungai itu sebagai alibi yang dibuat oleh Changmin. Setidaknya semakin sedikit orang yang mengetahuinya, akan semakin mudah menyembunyikannya. Termasuk mengenai kejadian yang menimpa Cho Kyuhyun.

“Eomma, jangan bicarakan mengenai kecelakaan itu lagi. Appa sudah bilang untuk tidak membahasnya dihadapan Oppa,” seru Jinri cepat.

Siwon memperhatikan adiknya dengan lekat. Kemudian ia melihat ekspresi wajah Jinri yang begitu berbeda. Selain itu, ia juga menyadari isyarat yang diberikan oleh Jinri. Siwon sedikit mengerti, tapi dia masih membutuhkan penjelasan. Terlebih mengenai apa saja yang terjadi selama sepuluh hari terakhir.

Kemudian Siwon menatap Yoojin. “Eomma, aku ingin tidur. Sebaiknya Eomma pulang saja. Biarkan Jinri di sini sampai Sooyoung datang. Besok Eomma bisa datang lagi untuk menemuiku,” ucapnya.

“Tapi Eomma… Jinri tidak akan bisa mengurusmu.”

Jinri menaruh ponselnya di sofa, lalu berdiri. Ia berjalan mendekati Yoojin. “Eomma, aku bisa. Aku sudah duapuluhempat tahun. Lagipula di sini ada banyak suster dan dokter. Sudah, Eomma pulang saja. Eomma bisa mempersiapkan makanan kesukaan Oppa untuk dibawa besok. Oppa pasti tidak akan terlalu menyukai makanan rumah sakit.”

Yoojin tersenyum mendengar ide Jinri. Dia kemudian menatap Siwon. “Besok Eomma akan bawakan semua makanan kesukaanmu. Istirahatlah.”

Siwon hanya mengangguk kecil. Well, dia masih sedikit canggung dengan perubahan sikap ibunya. Sebelumnya ibunya bersikap cukup keras atas penolakannya pada hubungan Siwon dan Kyuhyun, tapi sekarang Yoojin terlihat seperti ibu yang begitu penyayang. Sebenarnya ia merindukan sosok Yoojin yang seperti ini, tapi dia juga ingin sikap ibunya selalu seperti ini dan menerima hubungannya dengan Kyuhyun. Tapi Siwon tidak ingin mengambil resiko apapun saat ini.

Yoojin bangun dari kursi dan meraih mantelnya serta tas tangannya. Sebelum ia berjalan keluar, Yoojin kembali menghampiri Siwon dan memeluk putranya. Kemudian memberikan kecupan di kepala Siwon.

“Kau tahu, Eomma sangat menyayangimu, bukan?” bisik Yoojin.

Siwon kembali mengangguk. Yoojin tersenyum tipis dan mencium kening Siwon lalu melepaskan pelukan. Yoojin menatap Jinri dengan serius. “Jaga kakakmu dengan baik.”

“Baik, Eomma.”

Yoojin lalu berjalan keluar meninggalkan ruang kamar tersebut. Setelah mendengar suara pintu tertutup dan menunggu paling tidak sampai limabelas detik, Siwon dan Jinri menghela nafas lega. Tapi kemudian Jinri tertawa kecil.

“Itu… benar-benar sangat aneh. Sikapnya seperti Eomma tidak pernah mendengar hubunganmu dengan Pengacara Cho,” tukas Jinri sembari duduk di ujung ranjang rawat.

Siwon menarik nafas perlahan. “Begitulah. Tapi aku juga ingin sikap Eomma seperti itu saat menyikapi hubungaku dengan Kyuhyun.”

Jinri terdiam sejenak. Well, itu tidak memang bisa dirubah dengan mudah. “Aku pikir, pasti kau ingin bertanya mengenai berkaitan sepuluh hari selama kau tidur.”

“Ceritakan saja yang kau tahu. Terlalu banyak yang ingin kutanyakan. Jadi, sebaiknya kau yang menceritakan kronologis yang kau tahu. Sisanya aku bisa bertanya pada Changmin.”

Jinri mengangguk kecil. “Masuk akal. Baiklah, jadi…”

*****

Uhm Ki Joon sedang menonton persidangan kasus Seon Hwan melalui siaran televisi dengan seksama. Hari ini pihak hakim masih mendengarkan beberapa kesaksian lainnya, tapi itu pun tidak akan banyak membantu. Seon Hwan sudah jelas bersalah dalam kasus korupsi di kementerian energy. Selain itu beberapa orang kementerian yang ikut menjadi tersangka juga mulai disidangkan, bukti-bukti yang dimiliki pihak kejaksaan adalah bukti penting.

Seon Hwan telah jatuh telak.

“Prosesnya sudah dilakukan?” tanya Uhm Ki Joon tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar televisi.

“Sudah, Tuan. Beberapa pegawai sudah mulai menginventaris aset-aset Seon Hwan yang masih bisa diselamatkan. Selain itu, pengosongan gedung juga sudah dilakukan. Kami akan memulai pemutasian pegawai mulai minggu depan.”

Uhm Ki Joon menggumam pelan lalu ia menatap pegawai kepercayaannya. “Lalu ada kabar dari rumah sakit?”

“Kami mendapat kabar kalau semalam Direktur Choi Siwon telah sadar.”

Uhm Ki Joon tersenyum. “Benarkah? Itu kabar baik. Aku pikir dia akan koma atau semacamnya lebih lama. Well, setidaknya sepuluh hari adalah waktu yang cukup. Lalu bagaimana dengan Cho Kyuhyun?”

“Kondisinya belum banyak berubah. Tapi kami mendengar team psikiatri rumah sakit akan menjadwalkan terapi untuknya.”

Alis Uhm Ki Joon terangkat. “Terapi. Kurasa itu tidak akan membantu banyak, bukan? Berapa kali mereka menyuntikkan obat itu padanya?”

“Mereka memakai habis dua botol yang sudah dipersiapkan. Jadi, anda tidak perlu khawatir.”

“Pihak rumah sakit belum melihat indikasinya?” tanya Uhm Ki Joon.

Pegawai tersebut menggeleng. “Saat ini gejalanya belum terlihat. Selain itu Pengacara Cho hanya mengetahui bahwa obat yang disuntikkan padanya adalah sedative. Kami masih akan terus melakukan pengawasan.”

Uhm Ki Joon kembali melihat ke arah televisi. Saat ini pihak jaksa masih melakukan pertanyaan pada saksi yang dihadirkan. Sebenarnya ia tidak mendengarnya semuanya. Ia tidak terlalu peduli dengan jalannya persidangan. Kemudian ia meraih remote televisi dan mematikan televisi tersebut. “Lakukan dengan baik. Kita tidak bisa lengah. Oh ya… Bagaimana dengan Presdir Choi? Dia sudah mengirimkan kembali dokumen yang kita kirimkan sebelumnya? Ah… kudengar Kang Haesa bekerja di firma hukum ayahnya. Itu benar?”

“Choi Group sudah mengirimkan kembali dokumen yang kita kirimkan dengan beberapa catatan dari Presdir Choi. Mungkin anda harus melihatnya sendiri. Saya sudah meletakkannya di ruang kerja anda, Tuan. Mengenai Pengacara Kang Haesa, sepertinya setelah kejadian sebelumnya Pengacara Kang Jaeha meminta putrinya untuk tetap berada di Korea dan bekerja di firma hukumnya. Kabar yang saya dengar, Pengacara Kang Haesa menggantikan posisi kosong Pengacara Cho,” jelas sang pegawai.

Uhm Ki Joon menarik nafas panjang dan berdiri dari sofa panjang. “Jadi, Kang Jaeha membuang Cho Kyuhyun?”

“Sepertinya untuk alibi Pengacara Cho mengenai kejadian perampokan yang dibuat oleh mereka kemarin, Tuan. Selain itu, ada alibi lainnya mengenai Pengacara Cho yang direkrut untuk masuk ke firma hukum milik Choi Group.”

“Hah…. Tentu saja. Bukan hanya Choi Siwon seorang yang melindungi pengacara itu. Ternyata semua orang benar-benar melindungi pria itu. Kang Jaeha dengan firma hukumnya dan Choi Daehan dengan Choi Group. Tsk… Aku benar-benar kagum dengan kemampuan pria itu. Kita tidak pernah menghadapi hal ini sebelumnya, bukan?” tukas Uhm Ki Joon.

“Itu benar, Tuan.”

Uhm Ki Joon kemudian berjalan mendekati pegawainya. Lalu ia mendesah. “Lakukan sesuai dengan rencana. Dan persiapkan untuk kepulanganku lagi ke London. Ah… lakukan dengan hati-hati. Kita tidak ingin pria tua itu mengambil kesempatan untuk menjatuhkanku.”

Sang pegawai menunduk  patuh atas perintah tersebut dan Uhm Ki Joon berjalan menuju anak tangga.

*****

Changwook menunggu Haneul di luar ruangan dokter pediatric anak. Walaupun sedikit canggung karena beberapa dokter lainnya sering menatapnya dengan sedikit curiga. Pasalnya department Changwook berbeda, tapi dia cukup sering datang mengunjungi ruangan dokter pediatric anak. Tapi selain itu, tidak ada yang pernah bertanya alasannya. Jadi, mereka hanya membiarkan Changwook berdiri bersandar pada dinding.

Setelah beberapa dokter keluar dari ruangan tersebut, sekitar sepuluh menit akhirnya Haneul keluar. Dia sudah berganti pakaian. Changwook tersenyum tipis. Haneul mendesah pelan lalu menghampirinya. Sebelumnya mereka sempat bertemu untuk makan siang bersama, jadi Haneul mengatakan agar Changwook tidak perlu mengantarnya sampai ke basement parkiran. Tapi kekasihnya begitu keras kepala.

“Kau tahu, sikapmu itu seolah-olah ingin memberitahu semua orang kalau kau mempunyai kekasih di departemen pediatric anak. Kenapa kau sering sekali menunggu di luar sini? Kita bisa bertemu di tempat lain,” ujar Haneul.

Changwook sedikit merapikan mantel serta syal yang dipakai oleh Haneul. “Tapi kekasihku memang bekerja di departemen pediatric anak,” sahutnya yang direspon oleh dengusan Haneul. Changwook tertawa kecil. “Jangan khawatir. Mereka tidak akan tahu, jika kita tidak memberitahu.”

“Jika mereka tahu, pasti aku sudah dipanggil oleh Direktur Go,” tukas Haneul sembari berjalan menuju lift. Changwook ikut berjalan di sisinya. “Aku mungkin harus pindah ke rumah sakit lain.”

Kening Changwook mengernyit. “Kenapa? Apa kau takut jika ketahuan maka lisensi-mu akan dicabut? Begitu juga dengan lisensiku, bukan?”

“Bukan itu. Jika lisensiku dicabut, mungkin aku bisa kembali ke Jerman dan mendapatkan lisensi baru di sana. Ini mengenai Haesa.”

“Kenapa dengannya?”

Haneul melirik Changwook dan sekilas memperhatikan sekitar mereka. Di lorong yang cukup sepi dan mereka hampir mendekati lift terdekat. Haneul menarik nafas. “Dia mulai mempunyai asumsi kalau kekasihku bekerja di rumah sakit yang sama.”

Well, Changwook semakin tidak mengerti. Itu adalah kebenarannya, bukan? Lalu kenapa Haneul malah berpikir ingin pindah rumah sakit. Haneul kembali menatap pada Changwook.

“Itu memang tidak salah. Hanya saja, aku masih belum begitu siap untuk membawa hubungan kita ke publik secara luas. Mungkin tidak akan masalah jika hanya terbatas pada keluarga, tapi…”

“Aku mengerti,” ucap Changwook.

Haneul terdiam sejenak. Mereka sudah sampai di depan lift dan Changwook menekan tombol. Tak lama pintu lift terbuka dan Changwook menarik Haneul masuk ke dalamnya. Lagi, Changwook menekan tombol basement parkir di mana Haneul memarkirkan mobilnya. Haneul sendiri masih menatap Changwook dengan begitu lekat.

“Ka-kau mengerti?”

Changwook mengangguk. “Hubungan kita baru berjalan singkat, selain itu juga kau secara tidak sengaja coming out di hadapan keluargamu. Jadi, untuk mengakui siapa kekasihmu, kurasa akan membutuhkan waktu lebih lama agar keluargamu lebih merasa nyaman terhadap seksualitasmu. Tapi aku tidak tahu bagaimana menyikapi saudaramu itu. Kau harus cari cara sendiri. Dia kan adikmu.”

“Kau tidak masalah jika… Kau tahu, mungkin aku tidak mengakuimu sebagai kekasih jika ada seseorang yang bertanya? Kau tidak akan kecewa?”

Changwook berpikir sebentar. “Rasa kecewa itu pasti ada. Tapi aku pikir, dibandingkan kau dengan terpaksa mengakuinya, aku lebih ingin kau merasa bangga menyebutku sebagai kekasihmu. Jadi, kapan pun kau siap, aku akan menunggu.”

Haneul tidak percaya. Sebelumnya, Changwook meminta secara sopan padanya untuk menggantikan posisi Kyuhyun didalam hatinya dan kini pria itu masih bersedia menunggu Haneul untuk siap membawa hubungan mereka ke hadapan publik. Rasanya, tidak akan ada pria –well, mungkin ada beberapa walaupun tidak banyak– seperti Changwook. Jika Changwook tidak gay, dia mungkin akan menjadi tipe idaman semua para gadis.

Haneul merasa begitu rendah diri mendapatkan pria seperti Changwook –padahal sebelumnya dia sempat menolak pria itu. Tak lama pintu lift terbuka di lantai B2. Changwook berjalan keluar terlebih dahulu sedangkan Haneul masih terdiam di dalam lift. Changwook menoleh dan mengulurkan tangannya. Haneul menatap uluran tangan itu.

“Aku hanya bisa mengantarmu sampai ke mobil,” ucap Changwook.

Haneul tersenyum tipis dan menyambut uluran tangan tersebut. Ia lalu berjalan keluar. Kemudian keduanya berjalan menuju mobil Haneul. “Tidak apa-apa. Shiftmu selesai nanti malam, bukan?”

Tangan mereka masih saling terpaut dengan begitu erat. Changwook menggumam pelan. “Mungkin baru keluar rumah sakit pukul delapan malam.”

“Berikan nomor pass-kode pintu apartmentmu. Aku akan menyiapkan makan malam,” ucap Haneul.

Changwook menyeringai. “Oh? Ada apa ini? Sebelumnya kau tidak pernah melakukan hal ini. Apa ini caramu berterima-kasih padaku? Karena aku telah menjadi kekasih yang begitu perhatian?” godanya.

Haneul tertawa kecil. “Oh! Ini caraku berterima-kasih. Kirimkan lewat pesan, okay?”

Changwook mengangguk kecil. Lalu mereka sampai di mobil Haneul. Changwook melepaskan genggaman tangannya agar Haneul bisa mengambil kunci mobilnya dari tas yang dibawanya. Setelah mematikan alarm, Haneul membuka pintu dan memasukkan –dengan sedikit melemparnya – ke kursi penumpang dan kembali menatap Changwook.

“Terima kasih,” ucap Haneul.

“Apapun untuk kekasihku.”

Haneul kembali tertawa. Dia masih tidak terbiasa dengan sikap cheesy Changwook, tapi setiap kali ia melakukannya Haneul merasakan sensasi aneh di perutnya. Namun, ia menyukai sensasi itu. Kemudian Haneul memeluk Changwook dengan erat. Dia menenggelamkan wajahnya di leher kekasihnya.

Changwook tersenyum. “Hey, kau kenapa?”

“Aku menyayangimu,” bisik Haneul.

Changwook melepaskan pelukan Haneul. Dia memandangi wajah Haneul dan tersenyum. “Aku juga menyayangimu, Han.”

*****

Hyukjae menatap Haesa dengan lekat. “Kau bilang apa?”

“Persidangan Matsumoto Group di Tokyo, keputusan hakim mengatakan bahwa tidak ada indikasi korupsi dari kasus yang melibatkan Seon Hwan dan kementerian energy. Mereka tidak cukup bukti yang mengatakan kalau Matsumoto Group terlibat secara langsung. Mereka masih menghukum beberapa orang yang terlibat dalam kasus Seon Hwan, tapi Matsumoto Group sendiri dinyatakan bersih,” tutur Haesa dengan nada serius.

Oh, Hyukjae benar-benar tidak percaya. Dalam bukti yang dibawa ke kejaksaan tinggi menyatakan bahwa Matsumoto Group ikut terlibat, tapi bagaimana bisa Pengadilan Tokyo mengatakan sebaliknya. Hyukjae memang teringat kalau Matsumoto Group terafililiasi dengan yakuza, tapi dia tidak menyangka kalau pengaruhnya sebesar itu.

“Itu hanya di pengadilan Tokyo saja, bukan? Maksudku, untuk kasus Seon Hwan di sini, mereka sudah terbukti bersalah. Iya kan?” ujar Hyukjae.

Haesa menghela nafs pendek. “Seon Hwan memang terbukti bersalah, tapi aku yakin hukumannya tidak akan terlalu berat. Selain itu, pihak UK Corporate sudah mengatakan bahwa Seon Hwan dalam keadaan bangkrut. Pihak kejaksaan memang sudah memblokir beberapa akses dana dari beberapa petinggi Seon Hwan yang terlibat, tapi mereka masih bisa menyelamatkan sisa aset lainnya. Kemungkinan hasil sidang dan hukuman yang diberikan tidak akan sepadan.”

“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Kyuhyun, dalam kasus ini, adalah yang paling menderita. Apa pihak kepolisian tidak bisa menginvestigasi siapa pelaku penculikannya kemarin? Pasti ada bukti yang terlewat. Seon Hwan pasti ikut terlibat dalam kasus itu,” seru Hyukjae dengan emosi tinggi. “Dia bahkan masih di rumah sakit!”

“Pengacara Lee, kasusnya belum ada perkembangan. Polisi mungkin bisa memperpanjang waktu investigasi, tapi mereka tidak menemukan jalan terang. Kyuhyun juga belum bisa dimintai keterangan. Semua kronologis kejadian dan wajah si pelaku, hanya Kyuhyun yang mengetahuinya. Selain itu, kita tidak bisa menuduh Seon Hwan ikut terlibat. Polisi tidak menemukan bukti…”

“Kang Haesa, apa kau lupa kejadian saat mereka menculikmu di Tokyo? Orang-orang yang tertangkap, walaupun mereka tidak mengatakan secara langsung bahwa dalangnya adalah Seon Hwan, tapi mereka juga tidak menyangkal kalau motif penculikanmu adalah karena kasus Seon Hwan. Mereka berhasil melakukannya sekali, maka mereka bisa melakukannya lagi. Terlebih korbannya sekarang adalah Kyuhyun,” tutur Hyukjae dengan serius.

Haesa menarik nafas berat. Dia juga mempunyai pemikiran yang sama dengan Hyukjae. Dalang penculikannya dan penculikan Kyuhyun kemarin kemungkinan orang Seon Hwan. Tapi mereka tidak menemukan petunjuk yang mengarah pada satu orang. Bahkan hasil penyelidikan polisi juga tidak menemukan keterlibatan petinggi Seon Hwan. Mungkin ada orang lainnya lagi yang mempunyai kekuasaan lebih besar hingga dia bisa menghilangkan semua bukti keterilibatannya. Namun, mereka juga tidak bisa melakukan apapun.

Jika tidak ada bukti, maka mereka tidak bisa melakukan investigasi lanjutan.

“Pengacara Kang tidak akan melakukan apapun? Demi keadilan bagi Kyuhyun?” tanya Hyukjae lagi.

Haesa menatap rekan kerjanya tersebut dengan lekat. “Pengacara Kang akan melakukan apapun yang terbaik agar Kyuhyun mendapatkan keadilan. Kau tahu persis bagaimana cara kerja Pengacara Kang selama ini. Beliau tidak akan membiarkan pegawainya mendapatkan perlakuan seperti ini.”

Hyukjae menghembuskan nafas. Jawaban Haesa sama sekali tidak memberikan kepuasan bagi Hyukjae. Dia menginginkan sebuah kepastian. Kyuhyun berhak mendapatkan yang lebih besar mengingat semua pengorbanannya selama ini.

“Aku akan kembali ke ruanganku.”

*****

Ahra menatap sosok adiknya yang duduk di ranjang sembari menatap ke arah luar jendela. Setelah dokter melakukan beberapa pemeriksaan akibat reaksi yang ditunjukkan oleh Kyuhyun setelah Ahra berusaha untuk membuatnya bicara mengenai apa yang terjadi ketika penculikan itu terjadi, Kyuhyun dibiarkan untuk sendirian sejenak. Dokter sendiri mengatakan bahwa reaksi yang ditunjukkan Kyuhyun adalah bagian dari traumanya atas kejadian penculikan tersebut. Dokter Seo akan melakukan pengamatan lebih mendalam pada Kyuhyun selama satu minggu. Jadi, masa rawat Kyuhyun di ruang isolasi akan kembali diperpanjang.

Sebelumnya, dokter Ahn mengatakan kalau Kyuhyun akan dipindahkan ke kamar rawat regular akhir minggu ini. Namun, karena perubahan psikisnya, dokter Seo menginginkan Kyuhyun tetap berada di ruang isolasi untuk bisa memantau kondisinya lebih baik.

Ahra merasa bersalah karena dia memaksa Kyuhyun untuk bicara. Adiknya sudah memperlihatkan ekspresi ketidaknyamannya saat Ahra mulai bertanya mengenai apa yang terjadi, tapi ia malah mengabaikannya. Ahra seharusnya lebih tahu kondisi psikis Kyuhyun saat ini jauh lebih rapuh dibandingkan sebelumnya. Selain itu, dokter juga sudah memberi peringatan padanya.

Ahra menghela nafas panjang. Dia tidak ingin meninggalkan Kyuhyun sendirian, tapi dia harus ke kantor sebelum pukul tiga ini untuk memeriksa dokumen yang sudah menumpuk di meja kerjanya. Selama Kyuhyun di rumah sakit, Ahra lebih sering menemaninya dibandingkan melakukan pekerjaannya. Walaupun sesekali, dia sempat membawa dokumen kantor ke rumah sakit dan rumah untuk dikerjakan.

Namun, ketika ia hendak berjalan meninggalkan lorong tersebut, dia bertemu dengan Siwon dan seorang wanita muda –oh, Ahra pernah melihat sosok wanita itu tapi dia tidak mengetahui namanya. Sepertinya Changmin tidak bisa menahan Siwon lebih lama untuk tidak menemui Kyuhyun sementara waktu ini. Ahra menatap keduanya dengan lekat.

Siwon sedikit tersenyum pada Ahra. Ia memberi isyarat agar Sooyoung membawanya lebih dekat. Well, ia berhasil memaksa Sooyoung untuk membawanya keluar dari kamar rawat untuk menemui Kyuhyun. Walaupun sedikit beresiko dengan larangan dokternya.

“Ahra-sshi…”

Ahra masih diam menatap Siwon yang duduk di kursi roda. Oh, entah apa yang harus dikatakannya pada Siwon. Dengan kondisi Kyuhyun saat ini, rasanya tidak mungkin membiarkan Siwon menemuinya. Kyuhyun mungkin akan…

“Ahra-sshi, bisa aku bertemu dengan Kyuhyun?” tanya Siwon –sepertinya dia mengulang pertanyaannya lagi pada Ahra.

Ahra lalu melihat pada wanita yang berdiri di belakang Siwon. Ia menarik nafas perlahan, “Bisa kita bicara terlebih dahulu?” tanyanya pada Sooyoung.

Siwon mengernyit dan sedikit menoleh pada sepupunya. Sama seperti Siwon, Sooyoung ikut mengernyit tapi dia mengangguk kecil. Lalu Ahra dan Sooyoung berjalan agak jauh dari posisi Siwon yang masih memperhatikan mereka berdua dengan serius.

Sooyoung menatap Ahra. “Ada apa?”

“Kyuhyun tidak bisa bertemu dengan siapapun hari ini. Aku tidak akan melarang Siwon untuk bertemu dengannya, hanya saja dokter meminta agar Kyuhyun diberikan waktu sendirian. Ada sedikit insiden tadi pagi. Kondisinya tidak buruk, hanya saja…” Ahra melirik pada Siwon. Ia menarik nafas panjang dan kembali memandang Sooyoung. “Siwon mungkin akan bersikeras menemui Kyuhyun, jadi aku ingin kau waspada terhadap perubahan ekspresi Kyuhyun.”

“Kau akan membiarkan Siwon untuk menemui Kyuhyun? Tapi kupikir…. Kenapa?”

Ahra menarik nafas perlahan. Dia juga tidak tahu apakah keputusannya membiarkan Siwon bertemu dengan Kyuhyun hari ini adalah benar. Tapi dia tidak mempunyai banyak pilihan. “Kyuhyun sama sekali tidak ingin membicarakan mengenai Siwon ataupun kejadian penculikan itu. Tadi pagi, aku sedikit memaksanya untuk bicara tapi reaksinya diluar perkiraanku. Dokter sudah memberikan peringatan agar berhati-hati pada perubahan ekspresi dan mood Kyuhyun. Berkaitan dengan traumanya. Tapi karena Siwon sudah datang, jadi… Aku hanya berharap dia bisa membantu Kyuhyun untuk bicara. Apa yang terjadi pada kejadian itu hanya Kyuhyun yang mengetahuinya. Jika dia terus berdiam diri, itu juga tidak akan baik.”

“Kau ingin aku memperhatikan Kyuhyun selama mereka bertemu? Melihat apakah ada perubahan aneh pada ekspresinya, begitu?” tutur Sooyoung lagi.

Ahra mengangguk. “Aku ingin sekali tinggal, tapi aku harus ke kantor sekarang. Jika terjadi sesuatu, kau bisa menekan bell alarm dan dokter akan segera datang.”

“Baiklah, aku mengerti. Aku akan menjaga Kyuhyun,” ucap Sooyoung.

Ahra tersenyum tipis. Dia kembali menatap Siwon lalu bergegas pergi. Sooyoung lalu kembali menghampiri Siwon yang masih mengernyit bingung.

“Dia pergi begitu saja?” tanya Siwon.

“Dia harus kembali ke kantor, Siwon. Tapi kau bisa menemui Kyuhyun.”

Siwon tersenyum tipis. Kemudian Sooyoung mendorong kursi roda Siwon menuju kamar isolasi Kyuhyun. Siwon memperhatikan koridor tersebut. Sepertinya ada beberapa ruangan lainnya, tapi terlihat kosong.

“Kenapa Kyuhyun dirawat di bagian kamar ini?” tanya Siwon.

Sooyoung mengangkat bahunya. “Entahlah, mungkin keputusan dokter.” Ia berhenti di sebuah pintu dan membukanya perlahan. Sooyoung bisa melihat sosok Kyuhyun sedang duduk di ranjangnya. Oh, ini adalah pertama-kalinya Sooyoung bertemu dengan sang pengacara setelah Kyuhyun menyelamatkan putrinya di ice-rink Legiun. Kemudian Sooyoung kembali mendorong kursi roda Siwon memasuki ruangan tersebut. Ia membawanya lebih dekat pada ranjang Kyuhyun.

“Kyuhyun…” ucap Siwon.

Mendengarkan namanya dipanggil, Kyuhyun perlahan menoleh.

Sooyoung terhenyak melihat kondisi Kyuhyun saat ini. Changmin mungkin sempat menceritakan padanya dan Yunho mengenai kondisi Kyuhyun, tapi Sooyoung tidak menyangka akan separah ini. Dia bisa melihat memar di wajah Kyuhyun, terlebih dengan memar di bagian mata kirinya yang masih menghitam. Selain itu, Kyuhyun terlihat jauh lebih kurus. Kulitnya bahkan lebih pucat.

Sebenarnya reaksi Siwon tidak berbeda jauh dengan reaksi Sooyoung. Hanya dia berusaha untuk tidak memperlihatkannya dihadapan Kyuhyun. Siwon tersenyum tipis. “Hey…” ucap Siwon lagi –berusaha untuk mendapatkan respon dari Kyuhyun. Namun, Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Dia hanya menatap Siwon dengan seksama.

Siwon kemudian sedikit mengangkat kepalanya. “Soo, bisa bantu aku?”

Sooyoung lalu berjalan ke hadapan Siwon dan membantunya untuk berdiri dari kursi roda. Well, dokter mengatakan agar Siwon menunggu beberapa hari sampai dia bisa cukup kuat untuk berjalan sendiri, tapi bukan Siwon kalau dia tidak keras kepala. Dengan sedikit berhati-hati, Sooyoung bisa membuat Siwon berdiri dan memapahnya untuk berjalan lebih dekat pada Kyuhyun. Siwon berjalan menghampiri Kyuhyun lalu duduk di sampingnya di tepi ranjang. Sooyoung kemudian mengambil sedikit jarak agar mereka bisa bicara.

Kyuhyun menatap Siwon yang duduk di sampingnya. Tapi ia belum mengatakan apapun. Siwon masih tersenyum pada Kyuhyun, walaupun dalam hatinya ia meringis melihat kondisi Kyuhyun sekarang. Ini bahkan jauh lebih buruk dari yang dibayangkannya. Siwon kemudian meraih tangan Kyuhyun dan menautkan jemari mereka. Kyuhyun sedikit menunduk dan menatap tangan mereka berdua.

“Kyuhyun…” ucap Siwon lagi sembari menatap mata Kyuhyun dengan lekat.

Kyuhyun kembali mengangkat kepalanya dan memandang Siwon yang kini berada dihadapannya. Siwon yang tersenyum padanya. Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik nafas panjang secara perlahan. Saat ini Sooyoung terlihat begitu waspada dengan perubahan ekspresi Kyuhyun. Well, dia tidak ingin hal buruk terjadi lagi. Siwon yang duduk di sisi Kyuhyun mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Kyuhyun yang terasa dingin. Dia begitu senang melihat Kyuhyun dalam kondisi baik-baik saja terlepas dari memar di wajahnya.

Tapi kemudian, Siwon mengernyit melihat tubuh Kyuhyun yang gemetaran. Sooyoung yang juga menyadarinya ikut menghampiri. Siwon berusaha mengangkat kepala Kyuhyun agar dia bisa melihat matanya. Tapi Kyuhyun berusaha untuk menghindar. Akhirnya, Siwon melepaskan genggaman tangannya, agar bisa mengangkat kepala Kyuhyun dengan kedua tangannya. Mata Siwon membulat ketika ia melihat airmata Kyuhyun yang jatuh.

“Kyu… Ada apa?” tanyanya lembut.

Kyuhyun hanya menangis. Dia menangis dengan begitu memilukan. Hal yang tidak pernah dilihat oleh Siwon sebelumnya. Jujur saja, Siwon tidak tahan melihat Kyuhyun menangis seperti itu. Siwon akhirnya memeluk tubuh kekasihnya. Ia membiarkan Kyuhyun menangis di bahunya.

“Jangan menangis. Aku ada di sini sekarang. Kumohon jangan menangis, sayang.”

*****

NOTE: Well… Timeline waktunya sengaja dipercepat, biar cepet selesai ^^;

Maaf karena agak telat update part 51 ini. Tapi setidaknya lumayan deh dapet 7k words… /alasan!

Jadi, masalahnya belum selesai. Hadeeehhh…. -___-‘

Advertisements

45 thoughts on “[SF] Scarface Part 51

  1. padahal berharap ada banyak WonKyu momen. eehhh….malah TBC -_-
    tapi sepertinya ki joon kembali melukai Kyu, haduuhh smoga segera ada yg menyadarinya, #PelukBabyKyu TT
    Di tggu kelnjutannya ne!! 🙂

  2. sbnarnya apa yg trjadi sama kyuhyun? Obat apasih yg disunting… 7k words yah tpi sumpah menurut saya ini pendek wkwkwk pngen tau kyuhyun bkal bcara apa siwon. Atau kyu nangis krena mrasa brsalah krna nganggap siwon ngga nolong dia tpi knyataannya sbaliknya.. Brharap hbungan mereka bkal baik” aja krna entah knapa saya ngerasa smua hal yg trjdi skrang akan smakin brat buat wonkyu kedepannya

  3. Ya ampun,,, TBC nya pas banget sih, bikin orang penasaran..
    Kyuhyun sebenarnya di kasih obat apa sih? apa obat itu yang buat kyuhyun trauma? atau sebenarnya akan ada gejala lain yang belum terdeteksi dokter?? apapun itu semoga gak membahayakan kyuhyun. Uhm ki joon gak bisa di remehin ternyata.tadinya aku pikir setelah penculikan ini dia akan berhenti, tapi malah masih belanjut dan masih memantau mereka.

    penasaran, apa kyuhyun akan bicara pada siwon, apa dia akan baik-baik saja saat siwon memeluknya? Ini malah buat hubungan wonkyu jadi makin berat.
    ok, di tunggu wonkyu momen nya di chapter berikut!!

  4. tadinyq aku kira bakalqn ada wonkyu moment tapi gk papa lah akhirnya mereka sudah bertemu hmmm… kyuhyun kasian dia sampe kena trauma begitu

  5. TBC nya gak tept bangettt….. Akhirnya mereka ketemu juga… Mungkin saat ini Kyuhyun baru sadar setelah melihat Siwon di kursi roda bahwa Siwon benar-benar dateng buat nyelametin dia, dan itu justru bikin Kyuhyun sedih karena dia, Siwon jd sakit…. Tapi kayanya Kyuhyun jug gak histeris di peluk Siwon, gak kaya waktu dipeluk Ahra… Mungkin karena itu jug Siwon… Perasaan keduanya kayanya makin kuat karena insiden yg terjadi belakangan… Seperti kata Changmin, hubungan mereka bahkan baru 2 bulan, tapi keduanya udah mulai nunjukin gak bisa idup satu sama lain…

    Well aku harap sih nanti ada jeda bahwa Kyuhyun hanya bisa dipeluk Siwon karena traumnya… Biar ortu Kyuhyun sadar kalo anaknya udah mentok sama Siwon, kalo emaknya Siwon sih kayaya ancang2 bakal baik…. Semoga ajah….

  6. Finally Siwon sudah bangun….Nasib baik nothing too bad happen to Siwon
    Since like Yoojin really don’t know anything
    Wonder what will kyuhyun parents take for next step?
    Ubat apa yang diberi kepada Kyuhyun….and what is the effect???
    And the TBC……wrong place! Why kyuhyun cry???
    Update soon ya….Btw still thanks for this update

  7. Huft…mmng sungguh berharap bnyk ada momment WonKyu setelah kejadian yg begitu menegangkan itu.
    Tapi,setidak bnyk penjelasan juga tntang masalh yg tengah terjadi.
    Sebenarnya apa yg dilakukan Uhm ki jung ke Kyuhyun.Obat apa yg telah ia berikan.
    Sepertjnya dia memiliki waktu luang yg bnyk.

    Jeongmal gumawo eonni…fighting.
    Mian ga bisa comment pnjang yg mmbangun.

  8. Duuuuuh…. Baru juga nyender di bahu Siwooooon…. Langsung tebece…. Hiks…
    Don’t blame my blabbering, the story are interesting make me want more…
    Semoga Kyu gak menolak kehadiran Siwon ya… Kasiaaaaan babyKyu kalo terlalu menderita..
    Itu UKJ nyuntikin apa ke dlm tubuh Kyu..???
    Pleaseeeeeeee jgn siksa Kyu terlalu lama… Hiks.. Huuuaaa….
    Well, at least keep Siwon near Kyu if you are planning to torture our baby more…

  9. Setiap kali cerita ini update selalu buat aku senang deh, Love Love Love this story,,
    Akhirnya wonkyu ketemu,,berarti next chap wonkyu moment nya lumayan,,waiting for next chapter
    chapter
    Terima Kasih kakak,,

  10. Apa yang disuntikan itu ya ampuuuuuuunnn my mom.. ikut nangis bareng mom..
    Ada jikang nya udah kangen sama nieh couple rasany sdh terlalu lama menunggu moment mereka hehehe walaupun part ny dikit tpi bisa sedikit terobati..
    Krisho nga muncul disini ya semoga next chap ada krisho ny ..tapi yng sweet
    Fighting
    Fast update plisssss

  11. duh tbcnya ngga pas bgt… itu obat apa yg disunti ke kyu waktu penculikan… astaga trauma kyu makin parah… duh pengen cepet baca kelanjutan ff ini…

  12. Mian bru komen di part ini….sbnarnya apa yg dilakukan para penculik itu,,,apa yg dsuntikan ke tbh kyu?????? Spertinya tauma kyu ga mdah untuk dsembuhkan…..apalagi rencana uhm ki joon?????
    Good job!!

  13. ya ampun,jd mengharu biru begini ya kejadiannya,ga nyangka aja sama kondisi kyuhyun,pasti karna kepalanya di pukulin terus dia jd kea gitu,atau memang ada kejadian yng ga di jelaskan pas penculikan,semaceeeemmm…..aduh2,pikirannya udh kemana2,ya mudah2n aja dngn hadirnya siwon kyuhyun perlahan membaik,dan please buat authirnya,jngn siksa wonkyu lg okey,kasian bngt sumpah,hahaha

  14. ahh pertemuan kmbali siwon n kyuhyun bener2 bikin nyesek.. ga terasa mata ku uda basah. ga kebayang gmn reaksi siwon klo tau apa yg sbnrnya terjadi sm babykyu..
    thankyu utk update nya.. mnguras emosi ku yg emg lagi galau. chap depan akn lbh mnguras lagi kah?? ahhh my poor heart

  15. Seneng bgt akhirnya siwon sadar
    Tp aku penasaran sebenarnya obat apa yg disuntikin ukj ama kyu semoga gak brefek apa” dan her an bgt knp selama dia sadar gak pernah nanyain siwon dan malah mikir Siwon sibuk ama kerjaannya padahal Siwon Jodi rawat apa kyu gak inget kalo Siwon yg nyelametin dia
    Penasaran
    Ditunggu lanjutannya

  16. kyu trauma berat gitu jd sedih bacanya nih semoga aja dgn kehadiran siwon bisa buat kyu tenang dan gak merasakan sakit lagi
    oh iya semoga aja kyu minta dipeluk sama siwon terus dan gak mau lepas sedikitpun dari siwon karna mereka sudah banyak mengalami masalah yg berat eonni kasih moment kyu yg sangat mencintai siwon pleaseeeeee

  17. Berharap ada wonkyu moment tpi gak papa2 lah biar jdi penasaran…berharap org tua mereka udh setuju tpi obat apa ya yg disuntikkan ketubuh kyuhyun..jgn jgn kyuhyun bisa hamil krna obat itu aminn hahaha semngat thor,jgn update lama lama ya gomawo

  18. duh authornya sungguh tega msa babykyu di siksa melulu,,,jd ngebayangin gmana wjh babykyu penuh memar apalagi pas bagian mtanya ,,,
    pnasaran obat apa yg di ksih ke kyu,,,jngan smpe ngebhayain nyawanya kyu,,,,bhkan kyaknya dosis yg di kasih cukup tinggi
    kyu kok kya ketakutan gitu di pgang ma siwon bhkan smpe nangis duh mg aja g mempengaruhin hbungan mrk,,ortunya kyu kok tega bnget anaknya lg skit msh aja mkirin soalperjodohan tp oemmanya siwon mulai melunak kyaknya,,,
    di tunggu chap slnjutnya bnyakin wonkyu momentnya donk ,,,thanks

  19. Wahhhh akhirnyaa update tanks aothor..
    Knpa kyu nangis ktemu siwon.. Apa kyu udah ingat tntang siwon yg nyelmatin dia mknyaa dia nangiss.. Atau kyu malu haaizz aku penasaran knpa kyu nangis..
    Klo yg di suntikan ke kyu bukn sedative.. Truss obat apaa… 😱😱..??
    Gk sabarrr buat nunggu next chapter… 😫😫..

  20. kiraen masalahnya sedikit demi sedikit bakalan clear, tapi ternyata masih ada aja ganjalannya.
    hadeh,,, masalahmya complicated banget, tp penasaran, jd bakalan sampe berapa chap ya?

  21. kiraen masalahnya sedikit demi sedikit bakalan clear, tapi ternyata masih ada aja ganjalannya.
    hadeh,,, masalahmya complicated banget, tp penasaran, jd bakalan sampe berapa chap ya?????

  22. om Kijoon jahat bener yaa smpe nyuntik obat ke kyuhyun yg entah obat apa, tpi yg psti mudah2an ga berdampak buruk ya ._.
    kan kasian Kyu nya huks
    duuh yaa makin lope lope deh sma Harabojie – Appa Choi, krna mreka peduli bgt sma Wonkyu ><
    Kyu knapa sih? dia bgitu krna efek samping obat yg mreka suntik ke kyu wktu penculikan kan? diih jahat bener..
    yaa 7k word sih, mana panjang pula.. eh tpi tebece nya ga ngepas raaaaa ㅜ.ㅜ
    pdhal moment nya ditunggu2 bgt huhu
    yasudah lah gapapa ~ udh syukur ya kmu apdet nya panjang2 muehehe
    slalu ditunggu lanjutan nyaaaa!!
    saranghae!!! /eh
    XD

  23. duhh,sedih ny bca part ne tp seneng jg akhir nya siwon sadar,it trauma kyu mkin berat j,wonkyu ketemu,tp kenapa kyu malah nangis,duhh,,jangan buat kyu jauh dr siwon,please bnyakin moment wonkyu nya..next chap

  24. Moment Wonkyunya kurang 😦
    Kyuhyun merasa bersalah bngt kayanya krn dia nganggap Siwon ga nolongin dia. Sweet bngt..
    Ditunggu kelanjutannya. sama TLK juga ya hihi

  25. Waduh. Tbc pula. Padahal sudah berharap ada wk moment eh malah tbc. Huft! Tidak apa. Wah jangan jangan kijoon pake obat untuk buat Kyuhyun ga bisa hilang dari trauma lagi. Hanya pemikiran wkwkwk. Ditunggu chapter berikutnya. Keep writing ya thor.

  26. Tbc nya nyebelin banget 😞
    Berharap banget part ini ada moment wonkyu nya…tapi apa daya author tidak mengijinkan 😢
    UKJ ternyata orang yang menakutkan…dia bisa menggunakan semua cara untuk balas dendam…
    Kasihan kyu, tersiksa secara fisik maupun psikis…
    Sebenarnya obat apa yang disuntikan kedalam tubuh kyu? Sebegitu parah kah efeknya? Bener2 nggak tega lihat kyu menderita…
    Kenapa kyu diam, bahkan nangis waktu ketemu siwon? Kaget kah karena ternyata keadaan siwon yang sama buruknya dengan keadaannya? Atau kyu sadar bahwa siwon benar2 menyelamatkannya waktu di danau dan bukan halusinasinya saja ternyata? Atau kyu sangat merindukan siwon sampai2 saat ketemu hanya nangis yang bisa kyu lakukan? Entahlah…yang pasti semuanya membuat penasaran…
    Part selanjutnya bolehlah full moment wonkyu atau buat kyu tidak bisa lepas dari siwon…semoga eonnie bersedia#ngarepbanget 🙏
    Updatenya jangan lama2 ya eonn ☺

  27. btw apa kijoon memasukkan sesuatu obat ke kyu??
    kok rasanya kyu selalu ngerasa kalo dia itu kemarin sendirian ya?
    maksudnya adanya siwon itu halusinasinya aja gitu
    kan aneh aja padahal kyu tau sendiri siwon akan menyelamatkannya…
    lalu apa kyu kena trauma lagi pas ketemu siwon?
    bisa rame dong kalo kyu kena trauma lagi, soalnya kalo dokter tau siwon ada disana akan jadi banyak perhatian nantinya… semoga kyu hanya memberikan reaksi yang normal saja

  28. authornim!!!!! plaese jgn siksa kyu lg . h tga bgt rasanya hikss… kyanya msh bkalan dbkin ngelus dada nie kapan wonkyu romantic moment .kyu dksh obat apa sie mpe mikir dia berhalusinasi pas siwon nolongin!!!! pnasaran next !!!

  29. Apa kyu nangis terharu karna sadar siwon bnr nyelamatin dia atau nangis trauma n pengaruh obat yg dikasi ke dia??
    Ngarep banget next chap wonkyu bisa lbh banyak lagi

  30. pas siwon ketemu kyu malah tbc…
    masih penasaran sebenarnya apa yg disuntikkan di tubuh kyu ya.kenapa sampe 2 botol dan reaksi yang begitu lambat.dan anehnya dokter belum menemukan dampak dari cairan yg ada ditubuh kyu…
    ditunggu lanjutanny ya

  31. Aselik berulang2 kali baca ending part nya.. Dan ngerasa harus nlis komen lagi krn blm bs move on…
    Deep banget, jadi baper.. halah…
    Semoga author kita Diera tjantik punya waktu untuk update cepet ya… :))

  32. Sedih dengan keadaan Kyu. Efek penculikan yang sekarang pasti berat.
    Penasaran banget tentang obat yang disuntikan ke Kyuhyun, apalagi dengan reaksinya.
    Sempet terpikir narkoba, tapi kalo memang benar pasti terdeteksi di awal. Pokoknya penasaran banget. Ditunggu lanjutannya…..

  33. Kijoon pasti memanfaatkan traumanya kyuhyun.dan obat itu salah satunya.sbgi efeknya kyuhyun lbh sering berhalusinasi ttg kejadian buruk yg menimpa dirinya.termasuk saat siwon yg menolong kyu waktu itu.pdhal semua itu nyta.ini bner2 keterlaluan.separah parahnya siwon lbh parah kondisi kyukyu donk.dan yeaaa….baru aja kyu nyandar dipelukan siwon udaha nongol sekutunya si kijoon »» si TeBeCe…grrrrr….aniwei…maaf main nyosor aja.saya reader di wnkyucorp singgah kesini tak apa kan..soalnyakisah wonkyu yg satu ini sangat2 bkin gregetan…dan moga2 aku bsa komen lg disini…hehehe…ditunggu lanjutannya..^^

  34. Jngan sampe nnti ki joon jd suka sama kyuhyun..
    Nah akhirnya siwon ktemu sama kyuhyun, kyuhyun psti syok tuh, dikiranya siwon yg nolong dy cuma halusinasi dia aja..
    Uuuhhh ga sabar sama gmn sikap lyuhyun slanjutnya..

  35. Sukurlah siwon dh sadar serta keadaanya baik2 aja, tpi kyukyu? …itu wonkyu baru ketemu eh dh tbc kan kurang puass….mana kyukyu pakai nangis pula, kasian kyukyu.
    Aq pnasaran gimana reaksi siwon bila tau bhwa ki joon yg bwt kyu begini,di tunggu klanjutanya, trimakasih.

  36. Kepo bgt kyuhyun di suntikin apaan sama orang suruhannya kijoon… Dan pls dia tuh kenapa sih si kijoon dendam banget kayaknya jadi orang. Kalo cuma masalah seohwan(maaf kalo tulisannya salah ><) ga mungkin pst sebelomnya jg ada kasus yang mirip2 sm kyuhyun /sotoy nyaha/
    Kasian ah liat kyuhyun jadi kayak orang yg traumanya udah akut banget gitu huhu pasti dia tertekan banget deh selama penculikan kemaren dan gara2 ice rink sialan jadi ngerasa kalo dia ga ngeliat siwon di ice rink.. Tp kyuhyun menyangkal siwon lg kerja setiap di tanya uh apa gara2 dia nyiba nenangin dirinya sendiri krn dia liat siwon di gebukin gitu2?
    Semoga masalahnya cepet selesai deh huhu ga tega liat nya 😭

  37. Siapa sebenarnya musuh dlm selimut?
    Bagaimana semua perkembangan wonkyu dan lain2 bleh sampai ke pengetahuan ki joon?
    Look like ki joon have cables everywhere..ughhhh
    Keep writing author..update soon..

  38. Kondisi fisik kyuhyun sprtnya memang baik” saja tp utk psikisnya sprtnya smakin buruk, trnyata bukan sedative yg mereka berikan pd kyuhyun sampai 2 kali lalu obat apa tu?
    Sprtnya kondisi buruk kyuhyun bukan hanya disebabkan trauma kejadian tu tp krna obat yg diberikan itu shg membuat kyuhyun berhalusinasi kejadian buruk yg menimpanya..
    Smga mrk mengetahui dg segera apa yg dialami kyuhyun dan kyuhyun mendapat obat yg membuat psikisnya smaikin buruk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s