[SF] Words I Couldn’t Say Yet

siwon

Words I Couldn’t Say Yet

Kyuhyun melepaskan sepatunya di foyer dan menarik kopernya berjalan masuk. Tapi dia terkejut ketika ia melihat sosok Jaeshin sedang memasukkan barang belanjaan ke lemari pendingin. Kyuhyun menghela nafas pendek. Jaeshin mungkin pernah beberapa-kali pergi belanja untuk mengisi lemari pendingin di dorm, tapi lebih banyak itu pun karena permintaan Siwon. Jadi, mungkin kali ini pun dengan alasan yang sama.

Kyuhyun meninggalkan kopernya di ruang tengah lalu berjalan menghampiri sepupu kekasihnya tersebut.

Kyuhyun melepaskan masker serta fedoranya dan menaruhnya di atas meja counter. “Pesanan dari Siwon?” tanyanya.

Jaeshin melirik Kyuhyun sekilas lalu memasukkan satu karton jus segar ke dalam lemari pendingin sebelum menutupnya. “Bukan. Ibunya.”

Kening Kyuhyun berkerut. Sebelumnya Jaeshin mengantarkan pesanan dari Jiwon, sekarang belanjaan dari ibu Siwon? Jujur saja, Kyuhyun merasa aneh. Dia merasa kalau semua itu adalah perbuatan Siwon. Tapi Jaeshin tidak mungkin berbohong padanya.

“Jae, boleh aku bertanya?”

Jaeshin menatap Kyuhyun lekat. “Mengenai apa?”

“Apa terjadi sesuatu? Maksudku sebelumnya Jiwon mengirimiku pakaian, sekarang Ibu Siwon. Jujur saja, aku pikir itu adalah perbuatan Siwon. Tapi kau tidak mungkin berbohong padaku dengan mengatakan sebaliknya.  Jadi, kupikir terjadi sesuatu di keluarga kalian. Apa itu?” tanya Kyuhyun.

Jaeshin mendengus. “Kenapa bertanya seperti itu. Tidak terjadi apapun. Memang apa yang bisa terjadi saat ini, eoh? Lagipula apa kau tidak lelah? Aku akan segera pergi.”

Kyuhyun menghela nafas dan menahan pergelangan gadis tersebut. “Choi Jaeshin…”

Jaeshin tersenyum tipis. Dia melepaskan tangan Kyuhyun lalu berjalan ke ruang tengah untuk mengambil tasnya di sofa. Kyuhyun mengikutinya. Dia masih penasaran, tapi gadis itu tidak bicara sama sekali. Kyuhyun masih curiga dengan semua perlakuan tidak biasa ini. Yang lebih aneh, dalam beberapa hari mungkin giliran ayah Siwon yang melakukan sesuatu untuknya.

“Jae…”

Jaeshin kembali menatap Kyuhyun dengan lekat. “Percayalah. Tidak terjadi apapun. Siwon tidak mungkin menutupi sesuatu darimu dan aku juga tidak bisa berbohong padamu, bukan?”

“Tapi kalian pandai sekali melakukan hal itu,” sahut Kyuhyun yang kemudian melepaskan tas ranselnya dan melemparkannya ke sofa.

Kyuhyun sebenarnya sudah sangat lelah dan ingin sekali tidur. Tapi kedatangan Jaeshin ke dorm dengan membawa belanjaan yang dikirim oleh ibu Siwon membuatnya tidak bisa menganggap semuanya baik-baik saja. Terlebih dengan hadiah yang dikirim Jiwon sebelumnya. Keluarga Siwon mungkin beberapa-kali pernah melakukan sesuatu atau mengirimkan hadiah padanya, tapi itu sebatas pada perayaan ulang tahun atau bahkan perayaan debut saja.

Tidak lebih dari itu.

“Terserah jika kau tidak mau memberitahuku. Oh, jika ingin datang ke dorm setidaknya menghubungiku dulu atau manager. Kau punya nomor Junghoon hyung atau Yongsun hyung, bukan? Paling tidak mereka juga perlu tahu. Jika kau ingin pergi, silakan saja. Aku ingin istirahat. Terima kasih karena telah mengisi bahan makanan,” ucap Kyuhyun pelan.

Kemudian ia berjalan menuju kamar. Membiarkan kopernya di ruang tengah begitu saja. Toh, dia akan mengurus kopernya nanti.

Jaeshin sendiri hanya memperhatikan Kyuhyun yang berjalan masuk ke kamar dan menutup pintu perlahan. Dia menghela nafas pendek. Jaeshin meraih tasnya lalu berjalan menuju pintu. Dia tidak mempunyai penjelasan yang memuaskan yang bisa diberikannya pada Kyuhyun.

Hanya Siwon yang bisa melakukannya.

*****

Kyuhyun tidak tahu berapa lama dia tertidur.

Hal terakhir yang ia ingat sebelum terlelap adalah Jaeshin yang datang membawakan belanjaan untuknya. Tapi sekarang, Kyuhyun merasakan sentuhan tangan besar yang terasa begitu hangat di kepalanya.  Kyuhyun merasa begitu nyaman dengan sentuhan tersebut dan ingin meneruskan tidurnya. Walaupun begitu, dia penasaran. Hanya ada satu orang yang bisa memberikan sensasi seperti itu.

Perlahan Kyuhyun membuka matanya dan melihat sosok pria yang tersenyum tipis yang duduk di sisi tempat tidurnya.

Kyuhyun menghembuskan nafas lalu mengubah posisi tubuhnya dari tengkurap menjadi berbaring. Dia kembali membuka matanya secara penuh dan menatap orang tersebut. Kyuhyun mengerang pelan. “Jam berapa kau datang?” tanyanya dengan suara sedikit serak.

“Duapuluhlima menit lalu. Kau tidur dari jam berapa?” Orang tersebut tidak lain adalah Siwon.

Siwon sepertinya kembali meminta ijin untuk keluar dari pengawasnya.

Kyuhyun bangun dan mengusap wajahnya. “Entahlah. Begitu sampai, aku langsung masuk ke kamar dan tidur. Sekarang sudah pukul berapa?”

“Hampir pukul sepuluh. Sebaiknya kau mandi dulu, sayang. Kau belum makan apapun, bukan? Setelah itu kau harus makan malam dulu,” ujarnya sembari berdiri. “Oh ya, kopermu masih di ruang tengah. Apa perlu aku membongkarnya?”

Kyuhyun menggeleng. “Biar aku saja. Kau ingin masak atau beli makanan dari luar?”

“Jaeshin sudah menyiapkan bahan makanannya, jadi, aku tinggal memasaknya. Cepat bangun dan bersihkan badanmu, sayang.” Siwon mengecup kening Kyuhyun lalu berjalan keluar kamar.

Sedangkan Kyuhyun sendiri terdiam. Oh, dia ingat dengan perdebatan singkatnya dengan Jaeshin tadi. Tapi entah apakah itu bisa dikatakan sebagai debat atau bukan. Bahan makanan yang dikirim oleh ibu Siwon. Jadi, Siwon tahu kalau Jaeshin tadi datang untuk mengantarkan bahan makanan tersebut.

Kyuhyun akan bertanya mengenai hal itu nanti. Sekarang dia hanya ingin mandi.

*****

Kyuhyun duduk di kursi dan menatap makanan yang sudah dibuat oleh Siwon. Bukan makanan besar. Siwon hanya membuat sup tauge, eggroll dan bulgogi dengan tambahan side-dish kimchi. Kyuhyun mengucapkan terima kasih ketika Siwon menaruh mangkuk nasi dihadapannya.

“Makanlah,” ucap Siwon yang kemudian duduk di samping Kyuhyun.

Kyuhyun menatapnya dengan lekat. Hanya ada satu mangkuk nasi dan satu mangkuk sup. “Kau tidak ikut makan?”

“Aku sudah makan malam sebelum ke sini.”

“Kau pulang ke rumah orangtuamu dulu?”

Siwon mengangguk kecil. “Ayo dimakan, Kyuhyun. Nanti nasinya dingin.”

“Jadi, kau tahu kalau ibumu menyuruh Jaeshin mengirimkan semua bahan makanan itu?”

“Begitulah. Kenapa? Kau tidak menyukainya?”

Kyuhyun menatap mangkuk nasinya lalu menghela nafas pendek. “Lalu sweater yang dikirimkan Jiwon padaku. Kau juga tahu akan hal itu?”

Siwon mengernyit. “Sweater? Jiwon tidak mengatakan apapun mengenai hal itu. Kapan dia memberinya padamu?”

Oh. Kupikir juga begitu. Jiwon tidak akan memberitahu apapun.

“Kyuhyun…”

Kyuhyun mengangkat kepalanya lagi dan menatap Siwon dengan lekat. “Sesuatu yang kaututupi dariku. Apa itu? Hampir sebulan ini, kau bersikap begitu aneh Siwon. Saat aku mengantarkan Changmin kembali dan kau memberikan buket bunga matahari. Saat aku mengunjungimu di kantor polisi, kau bersikap aneh. Dan kemudian Jiwon mengirimiku sweater. Sekarang ibumu yang mengirimkan bahan makanan. Apa selanjutnya ayahmu?”

“Kyuhyun…”

“Kau selalu mengatakan padaku untuk tidak berbohong. Kau mungkin tidak berbohong tapi aku tahu kau menutupi sesuatu dariku. Apa itu?”

Siwon menghela nafas berat. Dia menyandarkan punggungnya dan memandang Kyuhyun. Tatapannya terlihat kalau dia merasa bersalah karena menutupi sesuatu dari kekasihnya. Perut Kyuhyun merasa aneh saat melihat tatapan itu. Ini begitu berbeda dengan sifat Siwon, bahkan selama mereka bersama Siwon tidak pernah bersikap seperti ini.

“Siwon…” bisik Kyuhyun pelan, “apa kau ingin putus dariku?”

Kyuhyun tidak bisa menahan diri. Hanya itu alasan yang terdengar masuk akal.

“Hey, kau pikir aku akan dengan mudah memutuskan hubungan kita yang sudah bertahun-tahun? Semua segala masalah yang kita hadapi bersama, apakah itu sama sekali tidak berarti. Jika aku ingin putus darimu, bukankah seharusnya aku tidak memulai hubungan ini?” tutur Siwon.

“Lalu apa?”

“Aku masih belum percaya diri untuk mengatakannya padamu, Kyuhyun. Suatu hari akan kukatakan, tapi tidak dalam waktu dekat ini. Bisakah kau percaya padaku? Aku tidak akan memutuskanmu dengan mudah. Hanya saja…” ucapan Siwon terhenti.

Kemudian dia meraih tangan Kyuhyun dan menautkan jemari mereka. Siwon lalu mengecup punggung tangan kekasihnya.

“Aku sangat mencintaimu, kau tahu itu, bukan?”

Kyuhyun berkedip beberapa kali. “Aku juga mencintaimu, Siwon.”

Siwon tersenyum tipis dan kembali mengecup punggung tangan Kyuhyun. “Jadi, kumohon percaya padaku, sayang. Apa yang akan kukatakan padamu nanti bukanlah sesuatu yang buruk. Aku hanya perlu waktu untuk memikirkannya terlebih dahulu.”

“Okay…” bisik Kyuhyun.

Siwon kemudian menarik tubuh Kyuhyun dalam dekapannya dan mencium bibir kekasihya dengan lembut. “Terima kasih Kyuhyun. Aku mencintaimu,” ucap Siwon yang kemudian memeluk tubuh Kyuhyun dengan begitu erat dan mengecup sisi kepala kekasihnya tersebut. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas dan menenggelamkan diri dalam pelukan kekasihnya.

Aku akan menunggu, Siwon. Tapi kumohon, jangan membuatku menunggu terlalu lama.

*****

NOTE: Setting waktu habis pulang dari Meksiko? Hahahaha… Aku lupa kapan ini ditulis, tapi sepertinya memang pas baru pulang dari supercamp meksiko

BTW judulnya kepanjangan yaak… Yah, maklum deh. kebiasaan dapet inspirasi judul fanfic dari judul lagu sih.. ^^;

Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71!!!!!

Music: 이홍기 (Lee Hongki of FTISLAND) – 아직 하지 못한 말

Advertisements

18 thoughts on “[SF] Words I Couldn’t Say Yet

  1. Aku juga jadi penasaran. Ada apa dengan Siwon dan keluarganya? Apa mereka akan melamar Kyu? (sok tau). Atau mau mengangkat Kyuhyun jadi anak angkat??? #plakk#
    Pokoknya penasaran….

  2. jadi ikut penasaraan sama yang di tutupi siwon dari kyuhyun. dia bilang ini bukan hal buruk, apa siwon dan keluarganya berencana meresmikan hubungan mereka? seperti pertunangan mungkin😉

    Semoga memang bukan hal buruk, seperti yang siwon bilang…

  3. Wahhh…sepertinya mmng Siwon berhadil mmbuat Kyuhyun begitu penasaran.Begitu pula dengan kita yg mengikuti perjalanan mereka hehehe.
    Kira-kira apa yang akan Siwon lakukan??sepertinya akan ada hal besar.
    Semoga…Kyuhyun bisa terus bersabar untuk menanti jawaban dari Siwon.

    Fighting eonni…gumawo.

  4. mudah2an bkn sesuatu yg buruk yaa.. aku malah mikirnya jauuh bgt haha
    jdi penasaran soal apa, lanjutan nya jgn lama2 ya Ra kekeke /plakk
    Keep fighting!!

  5. Mikirin buat ngelmarr kyu.. Mkanya siwon bgituu.. Hahahaa #gwsoktau.
    Scarfacenyaa update lgi minggu ini ya thor.. Heheheeee.. 😀😀😀
    Keep writing..!!!!! 😉😉

  6. emmmm semoga yng di tutupin sama siwon bukan hal buruk yng nyakitin ya,semoga semacemmmm….siwon ngajak kyuhyun tunangan,wkwkwk
    atau tinggal bareng gt#asdfghjkl

  7. Semoga kabar baik yang di dengar oleh kyu…
    Siw9n pasti tidak mudah melepaskan kyu… Selalu seperti nyata ff ini… Q tidak merasa klu ini hanya ff. Daebak diera eonni…

    Selamat hari kemerdekaan juga. Semoga kita semua dapat memajukan Indonesia kita ini… Semangat…

  8. siwon menyembunyikan sesuatu dari kyuhyun.apa iyu ya.apa kyu akan dilamar atau apa ya.makin penasaran.ditunggu lanjutanny ya

  9. ok…. yg ini mkin bikin penasaran ,smoga bneran bukan sesuatu yg buruk ..go publik mungkin pa mlah mau ajak kyu married… aaaaaaaaa jd penasaran ..ditunggu kbar baiknya dech…..

  10. Aq juga ikut penasaran, apa akan terjdi sesuatu yg bwt kyu berbunga dngan indah, siwon jngn lama2 ya aq juga ikut nunggu sperti kyu hehehe…

  11. sesuatu yang bukan putus tapi juga untuk masa depan mereka kali ya??
    melamar kyuhyun??
    hahaha… siapa tau…
    apalagi siwon bilang mana mungkin membina hubungan jika pada akhirnya menginginkan putus…

  12. semoga aja siwon gak menunda terus rahasia yg mau di katakannya sama kyu nti kyu bisa lama menunggu dan gak percaya lagi sama siwon dan meninggalkan siwon
    semoga aja wonkyu tetap bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s