[SF] Scarface Part 50

Seoul_National_University_Hospital_(2)

50

Changwook berjalan menuju stasiun suster untuk mengambil catatan pasien barunya. Tigapuluh menit lalu, ia ditelepon karena kasus darurat. Seharusnya ia kembali ke rumah sakit pukul tujuh, tapi paling tidak karena panggilan darurat ini, dia bisa bertemu dengan Haneul lebih cepat.

Changwook merapikan jas putihnya. Ketika ia sampai di stasiun suster, sudah ada data catatan pasien yang harus ditanganinya. Changwook membaca catatan tersebut. Ia mengernyit ketika tidak melihat nama pasiennya.

“Pasien ini baru masuk sekitar duapuluh menit lalu. Usia tigapuluhdua tahun. Dokter Ahn sudah berada di ER untuk menanganinya. Luka pukulan di wajah, ada memar di bagian dadanya dan luka di kedua pergelangan tangan. Selain itu, pasien menunjukkan tanda trauma. Suhu tubuhnya turun cukup drastis. Sekitar tigapuluh derajat. Kemungkinan akan mengalami hyphothermia,” tutur salah seorang suster.

Changwook menatap sang suster. “Hyphothermia? Petugas medis menemukannya di mana?”

“Di danau yang membeku. Korban mengalami perampokan dengan modus kecelakaan, pelaku kemudian memukulinya dan membuangnya ke lokasi yang cukup terpencil. Cukup beruntung ada orang yang menemukannya. Kami sudah menghubungi dokter Seo untuk masalah traumanya.”

Changwook mengangguk kecil. Lalu ia bergegas dengan membawa catatan sang pasien. Dengan langkah cepat, Changwook menuju salah satu ruang ER yang ditunjukkan oleh suster.

“Kupikir kau baru kembali ke sini saat makan malam,” tukas salah satu rekannya yang tak sengaja berpapasan.

Changwook mengangkat catatan pasien. “Emergency. Kupikir hari ini adalah hari liburmu?”

“Memang begitu. Tapi ada pasien VIP. Sepertinya salah satu direktur perusahaan besar. Mengalami kecelakaan saat melakukan monitoring pabrik.”

Changwook mengangguk kecil lalu ia berlari menuju ER setelah berpamitan. Ia harus segera bergerak cepat atau kondisi pasien akan semakin memburuk. Selain itu, dokter Ahn pasti akan menegurnya. Tapi ketika dia sampai di depan ER, Changwook melihat sebuah keluarga yang berdiri di jendela besar ER dengan ekspresi khawatir. Saat Changwook memperhatikan salah satu anggota keluarga tersebut, ia merasa sedikit familiar.

Namun, hal itu tidak penting.

Changwook lalu bergegas memasuki ER dan menutup pintunya rapat. Dia menyerahkan catatan pasien yang dibawanya pada seorang suster dan menghampiri ranjang pasien. Mata Changwook membulat ketika ia melihat sosok Kyuhyun yang terbaring tak sadarkan diri dengan wajah penuh luka. Selain luka di wajahnya, Changwook juga melihat memar di bagian dadanya. Tubuh Kyuhyun sendiri terlihat membiru.

Pasien yang dimaksud suster tersebut adalah Cho Kyuhyun.

“Aku berhasil menaikkan suhu tubuhnya. Tapi kita tidak bisa lengah. Lakukan CT Scan. Sepertinya dia mendapatkan pukulan keras di dadanya. Aku takutkan rusuknya patah dan melukai paru-parunya. Tapi kita perlu memastikannya terlebih dahulu. Siapkan ruang operasi jika diperlukan,” tutur dokter Ahn.

Changwook mengangguk kecil. Dia lalu memakai sarung tangan karet begitu dokter Ahn berjalan keluar ER dan berbicara dengan pihak keluarga. Changwook masih memperhatikan Kyuhyun dengan lekat. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada pria itu hingga kondisinya menjadi seperti ini.

Changwook memeriksa catatan organ vitalnya. Kondisinya cukup buruk, jika mereka tidak segera bertindak, Kyuhyun akan kritis. Yang terburuk, dia tidak akan selamat.

“Suhu tubuh pasien sudah mencapai tigapuluhtiga derajat.”

Shit, suhu itu masih cukup rendah.

Changwook memberi perintah untuk mengambil hot-pack dan selimut. Jika dokter Ahn sudah memasukkan obat ke dalam tubuhnya, Changwook tidak bisa sembarangan menyuntikan obat lainnya. Itu hanya akan memperparah kondisi Kyuhyun saat ini. Kemudian Changwook mulai melepaskan celana Kyuhyun yang terasa dingin.

“Ambilkan selimut yang lebih tebal!” perintahnya lagi.

Seorang suster dengan sigap bergerak mengambil selimut. Setelah Changwook berhasil melepaskan celana basah Kyuhyun, suster itu lalu membungkus tubuh Kyuhyun dengan selimut tebal tersebut. Suster lain juga memasukkan hot-pack untuk menghangatkan tubuh Kyuhyun. Changwook harus berhati-hati agar darah tidak cepat bergerak menuju jantung Kyuhyun. Pria itu akan mengalami serangan jantung.

“Kapan ruang CT Scan siap?”

“Sekitar lima menit. Mereka masih ada satu pasien yang melakukan pemeriksaan.”

Changmin mengumpat. “Katakan untuk lebih cepat. Jika terlambat, pasien ini akan mati!!” serunya keras.

Suster itu lalu berlari menuju telepon intercom. Changwook lalu kembali memeriksa kondisi vital Kyuhyun. Irama jantungnya masih normal walaupun lemah. Tubuhnya masih cukup dingin. Changwook harus segera membawa Kyuhyun ke ruang CT Scan lalu memindahkannya ke kamar rawat.

Saat memeriksa kondisi Kyuhyun, Changwook menyadari luka di pergelangan tangan Kyuhyun. terlihat ada bekas ikatan tali yang cukup kuat dan sepertinya Kyuhyun berusaha untuk melawan karena lukanya cukup dalam. Selain itu, luka di wajahnya juga menunjukkan kalau pelakunya seperti menyimpan kemarahan yang begitu besar pada Kyuhyun.

Ini bukan kasus perampokan. Ini lebih mirip penculikan.

Changwook menatap wajah Kyuhyun yang masih terlihat biru. “Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Cho Kyuhyun?”

*****

Ahra melihat Changmin yang berdiri memperhatikannya dari jauh. Setelah melihat kedua orangtuanya masih bicara dengan dokter yang menangani Kyuhyun, ia menghampiri Changmin. Empatpuluh menit lalu, Hyukjae menghubunginya dan mengatakan apa yang terjadi pada Kyuhyun. Ahra benar-benar tidak percaya kalau adiknya kembali mengalami hal yang sama karena kasus Seon Hwan, bahkan kali ini jauh lebih parah.

Berselang dari telepon Hyukjae, Shim Changmin dari Choi Group menghubunginya. Mengatakan kalau mereka menemukan Kyuhyun dan membawanya ke rumah sakit. Selain itu, Changmin juga mengatakan mengenai alibi yang ia buat untuk Kyuhyun. Hanya untuk memastikan Ahra bisa bekerja-sama dengan menyamakan cerita mereka.

Ahra menatap Changmin. “Sebenarnya apa yang terjadi pada Kyuhyun?”

“Aku tidak bisa menceritakannya di sini. Bagaimana kondisinya?” tanya Changmin.

Ahra menarik nafas perlahan. “Sangat buruk. Dokter bahkan tidak yakin apakah Kyuhyun bisa bertahan. Lalu bagaimana dengan Choi Siwon?”

Changmin sedikit menunduk.

Ia terlambat datang ke lokasi. Saat Changmin dan Shin Hwan sampai di sebuah danau kecil yang membeku, mereka hanya menemukan sosok Kyuhyun di atas lapisan es. Tapi tidak melihat sosok Siwon. Namun, Shin Hwan melihat sebuah lubang di permukaan lapisan es tersebut dan tanpa pikir panjang dia langsung memecahkan lapisan es –agak jauh dari posisi Kyuhyun agar tidak membuatnya jatuh ke dalam air dingin dan lalu menyelam.

Awalnya Changmin tidak mengerti, tapi sepertinya Siwon jatuh ke dalam air danau yang dingin saat berusaha menyelamatkan Kyuhyun. Kemudian ia menghubungi Kim Hyeon untuk membawakan helicopter ke lokasi tersebut. Siwon tidak akan selamat jika dia harus dibawa ke rumah sakit dengan ambulance.

Tak lama, Shin Hwan muncul ke permukaan dengan menarik tubuh Siwon.

“Kondisinya tidak jauh lebih buruk. Suhu tubuhnya turun begitu drastis. Mereka masih berusaha untuk menaikkan suhu tubuhnya sebelum Siwon mengalami gagal jantung,” tutur Changmin. Hanya itu yang ia dengar dari penjelasan suster. Changmin sedikit bersyukur Shin Hwan bisa bertahan. Walaupun dokter juga masih memonitoring kondisinya.

Ahra juga mendengar tentang Siwon yang berusaha menyelamatkan Kyuhyun. Dia sangat bersyukur karena pria itu berusaha keras untuk keselamatan Kyuhyun –bahkan hingga membuatnya jatuh ke dalam air dingin.

“Bagaimana dengan alibi Siwon?” tanya Ahra dengan suara pelan.

Changmin menatap wanita tersebut. “Kecelakaan di tempat kerja. Saat mengecek pabrik baru, ia jatuh ke sungai. Kami sudah menyiapkan setidaknya sepuluh saksi untuk menguatkan alibi tersebut. Aku minta maaf…”

Ahra mengernyit. “Untuk apa?”

“Untuk yang terjadi pada Kyuhyun hari ini. Selain itu, dengan cara kami menyelesaikan masalah ini. Alibi yang kami buat untuk Kyuhyun…” Changmin menghela nafas berat. “Jika media mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, itu hanya akan membuat masalah yang sudah ada semakin besar. Dan Choi Group juga…”

“Aku mengerti. Kurasa ini juga yang terbaik. Selain itu, dengan kasus sebelumnya, identitas Kyuhyun juga tidak diumumkan ke publik. Rasanya akan sangat aneh jika kasus ini….” Ahra menarik nafas lalu tersenyum miris. “Kita bicarakan hal ini nanti saja.”

Changmin mengangguk kecil. Kemudian ia sedikit membungkuk pada Ahra sebelum pergi.

Ahra sendiri hanya memandang punggung Changmin yang berjalan menuju lift terdekat. Rasanya ada begitu banyak hal yang terjadi diantara Kyuhyun dan Siwon. Ahra tidak tahu apakah hubungan keduanya bisa bertahan lama karena masalah-masalah yang mereka alami.

Ahra kini hanya berharap kalau Kyuhyun dan Siwon bisa selamat. Namun, bahkan setelah masalah yang terkait dengan Seon Hwan berakhir, mereka berdua masih harus menghadapi masalah tentang hubungan mereka.

Lalu Ahra kembali pada kedua orangtuanya.

*****

Joonmyeon memberikan penghormatan terakhir dihadapan nisan mendiang ibunya. Rasanya sudah begitu lama sejak Joonmyeon mengunjungi makan sang ibu. Setelah helaan nafas, Joonmyeon mengambil dua langkah mundur dan merapatkan jaket hitamnya.

Joonmyeon merasakan tangan kakeknya menyentuh bahunya. Ia sedikit menoleh dan menatap sang kakek. Joonmyeon sedikit tersenyum. Ia sangat bersyukur karena kakeknya mengajaknya ke makam ibunya. Joonmyeon tidak tahu kalau dia begitu merindukan ibunya. Walaupun kini sudah ada Sara, tapi sosok ibunya tidak akan pernah tergantikan.

Park Haejoon menepuk beberapa kali bahu Joonmyeon lalu berjalan meninggalkan area makam. Joonmyeon mengikuti langkah sang kakek.

“Kapan kau akan pergi hiking dengan teman-temanmu?” tanya Park Haejoon sedikit kaku.

Joonmyeon melirik kakeknya. “Akhir minggu ini. Selain itu, mulai minggu depan tutor yang kakek siapkan juga akan datang ke rumah, bukan?”

“Dua hari satu malam?”

Joonmyeon mengangguk kecil. Well, dia tidak akan bisa meminta waktu lebih banyak. Pamannya mengingatkan kalau ia masih harus waspada terhadap perubahan kondisi tubuhnya. Selain itu Baekhyun dan Kyungsoo juga tidak ingin membuat Joonmyeon terlalu kelelahan.

“Dan saudara tirimu juga akan ikut?” tanya Park Haejoon lagi.

Joonmyeon mengernyit. Kakeknya hampir tidak pernah membicarakan mengenai saudara tirinya atau bahkan ibu tirinya. “Begitulah. Setidaknya dia bisa menjagaku, bukan? Kami juga bisa lebih mengakrabkan diri.”

“Jika terjadi sesuatu padamu, kakek tahu siapa yang harus disalahkan. Kalau begitu.”

Joonmyeon mendesis. “Kakek! Jangan bersikap seperti itu. Yifan juga masih mengalami kesulitan beradaptasi sama sepertiku.”

Namun, Park Haejoon mengabaikan protes cucunya tersebut dan menanyakan pertanyaan lainnya, “Kakek dengar dia akan pergi ke London untuk kuliah?”

Joonmyeon tersenyum lalu mengangguk. “Dia mendapat undangan khusus dari UAL. Dari kelas Seni hanya ada tiga orang yang mendapatkannya.”

“UAL? Kalau begitu kau harus berusaha lebih keras lagi.”

Joonmyeon cemberut. Ia mendengus pelan. Kakeknya pasti tidak menyukai kalau Yifan diterima universitas besar dan terkenal dan semakin berharap besar padanya. Namun, Joonmyeon masih ragu kalau dirinya bisa lulus masuk Universitas Seoul. “Kalau bukan Universitas Seoul asalkan fakultas Management Bisnis, tidak akan jadi masalah untuk Kakek, bukan?”

Park Haejoon melirik Joonmyeon yang berjalan di sisinya. Ia mengernyit. “Apa maksudmu?”

“Well, selain Universitas Seoul… Aku memasukkan aplikasi universitas lain. Masih dengan jurusan yang sama seperti keinginan Kakek,” tutur Joonmyeon.

“Universitas mana?”

Joonmyeon mengangkat kepalanya. “Universitas Inha.”

Park Haejoon menggumam. Universitas Inha adalah almamaternya terdahulu. Mungkin Joonmyeon sengaja memilih universitas itu selain Universitas Seoul seperti keinginannya. Ia tidak akan keberatan dengan universitas tersebut, asalkan jurusan yang dipilih oleh cucunya tidak bertentangan.

“Tidak masalah, bukan? Jika aku tidak diterima di Universitas Seoul, tapi di Universitas Inha? Lagipula itu tempat kakek kuliah dulu, bukan?” tukas Joonmyeon.

Park Haejoon hanya menggumam pelan lagi. Joonmyeon kembali tersenyum. Kakeknya tidak menunjukkan reaksi tidak suka atas keputusannya. Ini jauh lebih baik. Selain itu, mood kakeknya sepertinya cukup baik hari ini. Kemudian Joonmyeon mengajukan hal lainnya.

“Dan… aku masih ingin terus bermusik. Hanya sebagai hobby. Mungkin di kampus ada club music yang bisa aku ikuti.”

Park Haejoon menoleh pada Joonmyeon. Lalu ia menepuk kepala cucunya dengan lembut. “Asalkan kau tidak mengabaikan kuliahmu. Kakek rasa tidak akan masalah.”

Joonmyeon berteriak senang dalam hatinya. Setidaknya ini tidak cukup buruk ketimbang dia harus meninggalkan music sepenuhnya. Mereka berdua terus berjalan menuju area parkir. Kunjungan ke makam ibunya cukup singkat karena kakeknya bilang harus pergi ke rumah sakit.

Joonmyeon beranggapan kalau kakeknya akan mengunjungi Choi Siwon, pewaris Choi Group. Dua hari lalu, ada kabar mengenai kecelakaan kerja yang dialami oleh Choi Siwon. Selain itu, ada berita lainnya terkait kasus perampokan yang melibatkan pengacara terkenal, Cho Kyuhyun.

Well, menurut Joonmyeon itu sedikit aneh. Choi Siwon dan Cho Kyuhyun mengalami kecelakaan di hari yang sama walaupun dengan penyebab yang berbeda. Selain itu, Joonmyeon juga ingat mengenai hubungan kedua orang itu sebenarnya. Tapi ia tidak berani untuk menanyakan hal itu pada orang lain. Tidak ada rumor beredar mengenai hubungan tersebut. Jadi, Joonmyeon memilih untuk tutup mulut.

“Kau ingin ikut Kakek ke rumah sakit?”

Joonmyeon tersadar. Dia menggeleng. “Antarkan aku pulang saja. Lagipula aku tidak ingin ke rumah sakit sekarang. Paman menyuruhku datang hari Jumat untuk pemeriksaan sebelum aku pergi hiking di hari Sabtu.”

*****

Sara tersenyum melihat Yifan yang sedang melukisnya. Sejak kemarin Yifan pulang ke rumah dan mengatakan keinginan untuk melukis Sara. Karena dia belum pernah melukis ibunya sama sekali. Tentu saja, Sara mengiyakan keinginan Yifan. Walaupun Junhyeok sempat melontarkan guyonan kalau Yifan harus melukis mereka berempat.

Well, Yifan hanya tersenyum dan membalas guyonan ayah tirinya itu kalau dia tidak akan bisa melukis dirinya sendiri jika mereka berempat harus berpose. Hal itu membuat Junhyeok terpikir untuk melakukan foto keluarga. Sejak Junhyeok dan Sara menikah, foto keluarga yang pernah mereka lakukan ketika saat pernikahan.

Sara tidak mengatakan apapun mengenai ide itu. Jadi, Junhyeok akan mengatur waktu luang agar mereka bisa melakukan foto keluarga.

“Jadi, seperti ini saat kau sedang melukis,” tutur Sara.

Yifan menatap ibunya dan mengernyit. “Maksud Mom?”

“Mom tidak pernah memperhatikanmu saat melukis. Mom hanya pernah melihat Dad melukis, jadi Mom selalu berpikir bahwa ekspresi kalian pasti sama. Ternyata Mom salah,” ujar Sara lagi.

Yifan menurunkan kuasnya. Sara tidak sering membicarakan mengenai ayah kandungnya. Tapi ia selalu menyukai setiap cerita Sara tentang ayahnya. Yifan hanya berharap Sara sering menceritakannya.

“Ekspresi kalian begitu berbeda. Tapi meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Bagaimana pun juga kau adalah anak Dad, bukan?”

Yifan tersenyum tipis lalu melanjutkan lukisannya. Sesekali ia melirik pada Sara lalu kembali fokus pada kanvas dihadapannya. “Tentu saja aku adalah anak Dad. Tapi kini aku juga anak Appa, bukan?”

Sara terdiam mendengar ucapan Yifan. Kemudian dia tersenyum. “Benar, kau adalah anak Dad dan anak Appa,” gumamnya.

“Jadi, hari ini Joonmyeon pergi ke makam Eommanya?”

Sara menggumam lagi. “Sepertinya dia sudah lama tidak mengunjungi Eommanya. Appa juga mengatakan kalau ia cukup sibuk dua tahun terakhir ini. Jadi, mereka tidak sempat pergi. Kenapa? Kau juga ingin mengunjungi Dad?”

“Kurasa waktunya tidak tepat. Sebentar lagi sekolah akan dimulai.”

“Tapi kau masih mempunyai waktu beberapa minggu. Jika kau ingin pergi, Mom tidak akan melarang.”

Yifan kembali menurunkan kuasnya lalu menatap Sara lekat. Sebenarnya dia bisa menggunakan alasan itu untuk pergi ke Kanada sejenak, sekaligus untuk membantunya menata perasaannya pada Joonmyeon. Tapi dia tidak ingin mengambil resiko yang sama ketika ia pergi ke Jeonju.

Yifan melakukan kesalahan. Dia tidak ingin kesalahan itu terulang lagi.

“Menurut Mom, Dad akan senang jika aku datang mengunjunginya?” tanya Yifan pelan.

Sara mengangguk kecil. “Pergi saja. Kau bisa tinggal di rumah nenekmu. Mom akan menghubungi mereka, jika kau ingin pergi.”

“Akan kuputuskan nanti saja. Lagipula akhir minggu ini, aku dan Joonmyeon juga akan pergi hiking, bukan?” tukas Yifan.

Sara kembali tersenyum. Kedua putranya sepertinya mulai akrab satu sama lain. Itu adalah hal bagus, terlebih setelah Yifan ‘coming out’. Joonmyeon tidak menunjukkan reaksi negative setelah ia kembali dari dorm Yifan. Bahkan ketika mereka makan malam bersama, Joonmyeon mengatakan kalau Yifan akan ikut pergi hiking bersamanya.

“Terserah padamu, sayang. Itu adalah keputusanmu. Apa kau belum selesai? Joonmyeon pasti sudah dalam perjalanan pulang. Mom belum menyiapkan makan siang.”

“Sedikit lagi. Berikan aku tigapuluh menit lagi.” Kemudian Yifan kembali fokus pada lukisannya.

*****

Haesa menghela nafas berat memperhatikan ruang kerja barunya di firma hukum sang ayah. Dia tidak menyangka kalau dia akan menggunakan ruangan milik Kyuhyun. Walaupun sang ayah sempat menolak mengosongkan ruangan tersebut, tapi mereka harus menerima kenyataan.

Haesa menatap kardus terakhir yang berisi beberapa barang milik Kyuhyun yang tersisa yang berada di atas meja kerja barunya. Termasuk sebuah plat nama milik Kyuhyun. Haesa mengambil plat nama tersebut dan menatap ukiran nama Kyuhyun.

“Kau sudah merapikan barang terakhir milik Kyuhyun?”

Haesa menoleh dan melihat Hyukjae berjalan masuk. Kemudian dia menaruh kembali plat tersebut ke dalam kardus. Hyukjae memperhatikan kardus berukuran sedang itu. “Hanya ini saja?”

Haesa mengangguk kecil. “Kau akan mengantarkannya ke rumah sakit?”

“Ahra noona memintaku mengantarkannya ke rumah sakit,” ujar Hyukjae sembari mengangkat kardus tersebut.

Haesa menatap Hyukjae lekat. “Bagaimana keadaannya?”

Sejak mendengar kabar mengenai Kyuhyun kembali diculik oleh orang-orang suruhan Seon Hwan, dia hanya pernah sekali pergi ke rumah sakit. Waktu itu pun kondisi Kyuhyun masih kritis. Bahkan saat dia bertanya pada Haneul, saudaranya tidak mengatakan banyak. Pihak dokter lebih memilih untuk membahas kondisi Kyuhyun pada keluarganya saja.

“Dia belum sadarkan diri. Aku dengar dari Ahra noona kalau kondisinya mulai stabil. Tapi dokter mengatakan kalau tubuh Kyuhyun membutuhkan waktu untuk pulih. Jadi, mereka akan membiarkan kondisi Kyuhyun seperti ini sambil terus memantaunya. Kyuhyun akan sadar setelah tubuhnya merasa ia siap,” ujar Hyukjae dengan suara berat.

Dia tidak menyangka kalau kondisi Kyuhyun begitu buruk. Tapi dia sangat beruntung karena Choi Group menemukannya. Kyuhyun bisa saja terbunuh. Namun, kondisinya selama tiga hari ini tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan.

“Kudengar polisi tidak menemukan bukti lanjutan mengenai penculikan itu. Mereka akan menutup kasusnya?”

Haesa mendesah berat. “Sepertinya begitu. Appa bilang bukti yang ada saat ini tidak bisa membantu mencari siapa pelaku penculikan tersebut. CCTV lalu lintas, keterangan para saksi di jalan. Polisi mengatakan kalau mereka adalah orang-orang professional. Saksi kunci kasus ini adalah Kyuhyun sendiri. Hanya dia yang bisa memberikan keterangan mengenai pelaku. Tapi dengan kondisinya saat ini, jika kasus ini akan terus dilanjutkan pasti akan memakan waktu lama.”

Hyukjae terdiam. Itu benar. Kyuhyun adalah saksi kunci atas kasus tersebut, tapi mereka berhasil menutup mulutnya dengan cara yang sadis. Bahkan Choi Group juga tidak bisa membantu penyelidikan ini.

“Bagaimana dengan alibinya?” tanya Haesa.

Hyukjae menarik nafas. “Alibi berkaitan apa maksudmu?”

“Tentang Kyuhyun tidak bekerja di firma hukum Kang lagi. Saat ini Kyuhyun memang belum sadar, tapi setelah ia sadar? Sebelumnya dia di-non-aktif-kan, tapi kini dia benar-benar kehilangan pekerjaannya. Appa tidak mengatakan apapun padaku, tapi aku yakin beliau mengatakannya padamu.”

“Oh. Dia akan bekerja di firma hukum milik Choi Group. Itu pun karena usulan dari Shim Changmin,” ujar Hyukjae.

Well, Hyukjae tidak tahu kenapa Shim Changmin malah meminta Pengacara Kang membuat alibi seperti itu. Sang manager itu mengatakan kalau Choi Group melakukan lobi pada Pengacara Kang agar Kyuhyun pindah ke kantor firma hukumnya dengan mengatakan Presdir Choi Group sangat menyukai kinerja Kyuhyun atas kasus yang pernah ditangani.

Itu sedikit masuk akal. Kasus sengketa itu cukup besar hingga membuat Choi Group terkesan dengan Kyuhyun. Tapi Hyukjae bisa mengasumsikan kalau itu berkaitan dengan keinginan Choi Siwon. Pria itu masih melindungi Kyuhyun, bahkan di saat kondisinya tidak cukup buruk dengan kondisi Kyuhyun saat ini.

Haesa mengernyit. “Choi Group? Dia akan benar-benar bekerja di firma hukum Choi Group atau…”

Hyukjae mengangkat bahunya. “Mungkin setelah Kyuhyun sadar dan kondisinya membaik, Choi Group benar-benar memperkerjakannya. Untuk saat ini alibi tersebut akan menjadi pernyataan cadangan ketika media mulai bertanya. Sampai ada pernyataan resmi dari Choi Group, Kyuhyun masih tetap pengacara non-aktif di firma hukum ini. Semua pegawai dan pengacara lain juga mengetahuinya dan akan mengatakan hal yang sama.”

Kemudian Hyukjae membawa kardus itu keluar dari ruangan tersebut yang kini sudah menjadi milik Haesa.

*****

Haneul hanya bisa memperhatikan Kyuhyun melalui jendela besar kamar ICU. Sejak Kyuhyun dilarikan ke rumah sakit, para dokter memilih untuk merawatnya di kamar ICU isolasi dengan pengawasan ketat. Informasi yang ia dapatkan dari Changwook –selaku salah satu dokter yang menangani Kyuhyun– kondisi Kyuhyun sering-kali mengalami penurunan. Jadi, mereka tidak ingin mengambil resiko besar.

Haneul bisa melihat wajah pucat Kyuhyun. Tubuh yang lemas tak berdaya dengan segala peralatan kedokteran yang membantunya untuk tetap bertahan hidup. Ini kondisi terburuk Kyuhyun yang pernah disaksikan oleh Haneul.

“Sudah berapa lama kau di sini?”

Haneul menoleh dan melihat Changwook sudah berdiri di sisinya. Oh, Haneul tidak menyadari kedatangan kekasihnya. Sepertinya dia terlalu fokus dengan Kyuhyun. “Sepuluh menit yang lalu. Kau ingin memantau kondisinya?”

Changwook menghela nafas pendek. “Begitulah. Kau ingin masuk dan melihatnya lebih dekat?”

“Ini adalah kamar isolasi. Tidak sembarang orang bisa masuk, bahkan seorang dokter pun. Aku akan menunggu di sini saja,” tutur Haneul.

Changwook mengangguk kecil. Lalu ia berjalan menuju pintu dan masuk. Sebelum menghampiri ranjang rawat Kyuhyun, Changwook memakai masker serta sarung tangan terlebih dahulu. Seorang suster membantu Changwook mencatat kondisi Kyuhyun terbaru.

Haneul melihat Changwook memeriksa setiap luka di tubuh Kyuhyun. Changwook mengatakan kalau Kyuhyun mengalami luka yang cukup serius. Retak tulang rahang, memar di bagian dada, luka di kepala dan luka di pergelangan kedua tangannya. Ia bisa melihat lukanya mulai membaik, tapi masih sangat terlihat jelas bekas kekerasan yang dialami oleh Kyuhyun.

Tak lama, Changwook berjalan keluar dari ICU dan menghampiri Haneul lagi. Ia bersandar pada jendela dan menghela nafas. Haneul menatapnya lekat.

“Bagaimana?”

“Dia akan pulih. Suhu tubuhnya normal, tidak ada kejang seperti dua hari sebelumnya. Dokter Ahn berencana melepaskan respiratornya besok. Hanya untuk melihat apakah dia bisa bernafas sendiri. Luka di dadanya membuat paru-parunya membengkak. Mungkin itu juga yang memicu kejangnya. Kita cukup beruntung, paru-parunya tidak bocor. Atau dia tidak akan bisa selamat hingga hari ini,” ujar Changwook.

Haneul menghela nafas. Dia bersyukur Changwook memberikan informasi lengkap mengenai kondisi Kyuhyun. Padahal ia tahu kalau informasi seperti itu hanya bisa dibicarakan dengan pihak keluarga saja. Ia tersenyum tipis. “Terima kasih.”

Changwook membalas senyuman itu dan mengangguk. “Mau makan siang bersama?”

“Jangan di kafetaria.”

Changwook memeriksa jam di pergelangan tangan. “Well, aku hanya mempunyai waktu empatpuluhlima menit untuk istirahat makan siang. Kedai donkatsu di dekat rumah sakit?”

“Call!”

*****

“Mereka belum sadar?” tanya Ki Joon setelah mendengarkan laporan dari pegawainya. Ia baru saja sampai di Seoul setelah hampir seminggu berada di London.

Pegawai yang duduk di kursi depan sedikit menoleh. “Saya mendapat informasi kalau kondisi mereka cukup buruk saat ditemukan. Tapi mereka berdua selamat.”

Ki Joon terdiam sejenak, lalu ia menoleh ke arah luar jendela mobilnya. Dia masih bisa melihat bandara Incheon yang begitu besar dan megah. “Begitu. Tapi bukankah sudah kubilang untuk meminimalisir kontak fisik. Bagaimana bisa mereka memukul seorang pengacara?”

“Situasinya berbeda dari rencana anda, Tuan. Mereka terpaksa harus melakukannya karena sikap sang pengacara itu sendiri.”

Ki Joon mendengus. “Dan mereka sesumbar mengatakan kalau mereka adalah professional? Kau sudah membereskan semuanya? Semua bukti sudah dilenyapkan?”

“Jangan khawatir, Tuan. Saya sudah melakukan pengecekan beberapa-kali untuk memastikan tidak ada bukti yang tertinggal. Mereka juga sudah keluar Seoul, kemungkinan mereka dalam perjalanan menuju China.”

Ki Joon menarik nafas perlahan. “Itu bagus. Pastikan mereka menghilang untuk beberapa tahun. Kau tahu apa yang kau harus lakukan jika mereka berulah.”

Pegawai tersebut mengangguk kecil lalu kembali menegakkan tubuhnya. Kemudian situasinya menjadi tenang. Ki Joon mendapatkan laporan mengenai bagaimana rencananya berjalan. Tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan, tapi dia cukup puas. Ki Joon tidak terlalu menyukai kekerasan, dia lebih menyukai cara menjatuhkan lawannya dengan taktik psikologis. Itu akan jauh lebih menyakitkan.

Trauma psikologis tidak akan mudah hilang dibandingkan dengan sebuah luka fisik.

“Sudah mendapat kabar lanjutan dari Choi Group mengenai dokumen yang kukirim di hari sebelumnya?” tanya Ki Joon.

“Belum, Tuan. Sepertinya pihak Choi Group masih disibukkan dengan kondisi Direktur Choi untuk saat ini.”

Ki Joon menggumam pelan.

“Apakah anda ingin mengunjunginya di rumah sakit?”

Ki Joon tersenyum tipis. Mengunjungi Choi Siwon dan mungkin sekaligus melihat bagaimana kondisi Cho Kyuhyun dengan mata kepalanya sendiri. Bukanlah sesuatu yang perlu ditolak oleh Ki Joon. “Itu ide yang bagus. Tapi aku hanya ingin istirahat saat ini. Kita bisa pergi besok atau hari berikutnya.”

“Baik, Tuan.”

*****

“Benarkah?” tanya Choi Daehan.

Kim Hyeon mengangguk. “Saya mendapatkan informasinya secara langsung. Tapi sepertinya Uhm Ki Joon tidak akan lama di Seoul. Pergerakan di rumah kediamannya terlihat cukup sibuk beberapa hari terakhir ini. Kemungkinan dia akan kembali ke London.”

Kim Hyeon baru saja memberikan informasi kedatangan Uhm Ki Joon setelah orang itu kembali ke London minggu lalu. Choi Daehan berasumsi mungkin Uhm Ki Joon sengaja membuat alibi untuk dirinya sendiri tanpa harus dikaitkan pada Seon Hwan. Terlebih dengan berita pengumuman bangkrutnya Seon Hwan.

Persidangan putusan kasus Seon Hwan memang belum diputuskan –ternyata sedikit lebih lama dari perkiraan– tapi UK Corporate sebagai perusahaan induk dari Seon Hwan sudah membuat keputusan bagi perusahaan tersebut sekaligus beberapa keputusan lainnya terkait pegawai Seon Hwan yang otomatis akan kehilangan pekerjaannya. UK Corporate mengambil-alih tanggung-jawab atas semua pegawai Seon Hwan dan mereka akan dipindahkan ke beberapa perusahaan dibawah UK lainnya.

Banyak yang memuji keputusan UK tersebut. Tapi bagi Choi Daehan, membangkrutkan Seon Hwan adalah cara tercepat UK untuk lepas tangan dari kasus korupsi tersebut. Rasanya tidak mungkin hanya beberapa petinggi Seon Hwan yang menikmati uang haram tersebut. Kasus ini sudah terjadi selama beberapa tahun dan UK selalu melakukan audit tahunan pada semua perusahaannya. Rasanya begitu aneh jika mereka tidak menemukan kejanggalan apapun terkait korupsi tersebut.

Sidang kasus korupsi tersebut akan dilanjutkan dengan penyelidikan terhadap beberapa tersangka di kementerian. Terlebih kasus ini juga menyeret perusahaan Matsumoto Group.

Choi Daehan menghela nafas berat. “Aku tidak bisa membiarkannya hidup dengan tenang terlebih dengan apa yang sudah dilakukannya pada Siwon. Kita tidak bisa menjebaknya?”

“Kita tidak menemukan bukti kuat terkait terlibatan UK ataupun Uhm Ki Joon dalam kasus korupsi atau bahkan kasus penculikan Cho Kyuhyun. Sepertinya ini bukan pertama-kali mereka melakukannya,” tutur Kim Hyeon.

Choi Daehan menatap Kim Hyeon dan tersenyum tipis. “Tentu saja, ini pasti bukanlah yang pertama. Dia tidak akan begitu ceroboh membuat rencana seperti ini jika dia tidak pernah melakukannya sebelumnya. Kasus korupsi, menculik putri pengacara Kang Jaeha, menculik Cho Kyuhyun dan melibatkan Siwon. Semuanya terjadi dalam waktu singkat dan hampir tidak ada bukti kuat yang bisa menjatuhkannya. Kecuali penyataan dari Cho Kyuhyun terkait penculikan itu. Hah… Aku tidak percaya aku bisa kalah dengan bocah ingusan seperti dia.”

“Presdir…”

“Kita masih belum bisa lengah. Siwon masih belum sadar, begitu juga dengan Cho Kyuhyun. Lakukan sesuai dengan rencana kita sebelumnya. Terus awasi dia dengan baik. Kita tidak tahu apakah ini sudah berakhir atau dia masih mempunyai rencana lainnya.”

Kim Hyeon mengangguk patuh.

*****

Joonmyeon tersenyum tipis.

Dia baru selesai melakukan beberapa pemeriksaan bersama pamannya. Walaupun dia meminta agar pamannya datang ke rumah seperti biasanya, tapi pamannya memaksanya agar tetap datang ke rumah sakit untuk hasil yang lebih akurat. Dengan sedikit berat hati, akhirnya Joonmyeon pergi ke rumah sakit. Bersama Yifan. Itupun karena Sara yang memaksa agar Joonmyeon tidak pergi sendirian. Namun, Yifan bilang kalau dia akan menunggu di lobby saja dan Joonmyeon tidak bisa melarangnya. Kemungkinan pemeriksaannya akan berlangsung cukup lama.

Setelah hampir dua jam, akhirnya Joonmyeon mendapatkan hasilnya. Well.. Hasil pemeriksaan hari ini tidak cukup buruk dan pamannya mengatakan kalau dia bisa pergi hiking besok.

“Jangan terlalu lelah, okay? Jangan lupa bawa jaket yang tebal. Suhu tubuhmu tidak boleh turun secara drastis Joon,” ucap Saejoon yang berjalan menemani Joonmyeon ke lobby di mana Yifan masih menunggunya.

Joonmyeon mengangguk. “Tenang saja. Mom sudah menyiapkan semuanya.”

Saejoon mengacak rambut keponakannya. “Tapi paman masih cemas denganmu. Ini belum lama dari operasimu kemarin. Kondisimu bisa saja menurun dengan cepat jika kau tidak berhati-hati.”

“Jangan khawatir, Paman. Jika paman khawatir, maka Kakek dan Appa juga akan ikut khawatir. Jika mereka khawatir, mereka pasti akan melarangku pergi nanti. Lagipula aku tidak pergi sendirian. Yifan juga ikut bersamaku. Mom sudah menasehatinya agar menjagaku. Selain itu, aku sudah besar. Percayalah sedikit padaku, aku bisa menjaga diriku sendiri,” tukas Joonmyeon dengan jengkel.

Saejoon mendesah. Dia memasukkan kedua tangannya ke saku jas putihnya. “Tapi kau bisa jatuh di rumahmu sendiri, Joon. Entah apa yang akan terjadi padamu di gunung nanti. Hahh.. Sepertinya paman harus bicara lagi dengan saudara tirimu itu. Hanya untuk memastikan.”

“Paman…!!”

Saejoon tertawa kecil melihat ekspresi keponakannya. Pembicaraan mereka terganggu oleh dering ponsel milik Saejoon. Dengan sigap, Saejoon menerima panggilan tersebut. Joonmyeon memperhatikan pamannya dengan lekat. Sepertinya ada panggilan darurat, terlihat dari ekspresi Saejoon yang berubah pucat.

“Baiklah, aku akan segera ke sana. Panggilkan juga dokter Seo! Pastikan pasien Cho tidak mengalami kejang seperti hari sebelumnya.” kemudian Saejoon memutus sambungan telepon tersebut dan menatap Joonmyeon lekat.

“Emergency?”

Saejoon mengangguk. “Pulanglah. Paman akan memberitahu Kakek dan ayahmu mengenai hasil pemeriksaan hari ini. Ingat semua nasihat paman, okay?”

Joonmyeon tersenyum tipis dan mengangguk. Kemudian Saejoon bergegas berlari menuju tangga terdekat. Joonmyeon menghela nafas ketika ia memperhatikan pamannya berlari seperti itu. Well, pamannya memang sangat berdedikasi pada pekerjaannya, walaupun sebenarnya Joonmyeon tahu kalau Kakeknya menginginkan pamannya tersebut ikut bergabung di perusahaan. Tapi Saejoon lebih memilih pekerjaannya sebagai dokter.

Tapi karena itu juga, Kakeknya malah menaruh harapan besar pada Joonmyeon untuk bergabung di perusahaannya. Mungkin karena itu juga, Pamannya lebih sering menjaganya dan terkadang membantu Joonmyeon ketika ia sedang menginginkan sesuatu dari kakeknya.

Joonmyeon berjalan menuju lift terdekat. Yifan sudah menunggu terlalu lama. Selain itu, ini sudah sore. Mereka harus kembali sebelum makan malam. Joonmyeon memasuki lift dan tak lama pintu tertutup. Joonmyeon menarik nafas panjang dan menunggu sampai pintu terbuka di lantai satu. Namun, tiba-tiba Joonmyeon teringat ucapan pamannya saat ia menerima telepon.

“Pasien Cho? Mungkinkah…”

Pintu lift kemudian terbuka. Joonmyeon melangkah keluar. Mungkinkah pamannya menangani Cho Kyuhyun? Tapi bukankah ada cukup banyak orang yang bermarga Cho. Ia tahu kalau di rumah sakit inilah Cho Kyuhyun dan Choi Siwon dirawat. Namun, pamannya mungkin menangani pasien Cho selain Cho Kyuhyun.

Joonmyeon menarik nafas dan berjalan menuju area tunggu di mana Yifan menunggunya. Joonmyeon tersenyum tipis ketika ia melihat Yifan berdiri dan melepaskan earphone ketika ia menghampirinya.

“Bagaimana? Hasilnya cukup baik?” tanya Yifan.

Joonmyeon mengangguk. Yifan tersenyum lalu berjalan menuju pintu keluar. Joonmyeon mengikutinya. Mereka berdua meninggalkan gedung rumah sakit itu berdampingan.

*****

Joonmyeon sekilas melirik Yifan yang hanya sibuk mendengarkan musik. Dia menghela nafas dan mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela bis. Ia masih teringat dengan pasien Cho itu. Hanya berharap kalau pasien Cho itu bukanlah Cho Kyuhyun. Joonmyeon memang tidak mengenai sosok pengacara tersebut. Tapi sejak ia melihat kejadian ciuman pria itu dengan Cho Kyuhyun, Joonmyeon jadi berpikir ulang mengenai perasaan Yifan.

Kedua pria itu pasti sudah mengetahui resiko dari hubungan mereka, tapi Joonmyeon tidak bisa melakukan hal yang sama seperti mereka. Joonmyeon tetap merasa takut. Terlebih dengan kedua orangtua yang mereka sudah menikah, perasaan Yifan bukanlah sesuatu yang mudah dipermainkan.

Jadi, dibandingkan Joonmyeon harus membuat Yifan terluka semakin lama, inilah keputusan yang paling tepat. Menjaga hubungan mereka sebatas saudara tiri. Tidak akan pernah lebih dari itu. Joonmyeon merasa bersyukur karena Yifan mencintainya, tapi dia tidak akan bisa membalas perasaan Yifan.

“Kau merasa lelah?” tanya Yifan.

Sontak Joonmyeon menoleh. Yifan sedang memperhatikannya dengan tatapan khawatir. Joonmyeon tersenyum tipis lalu menggeleng. “Aku baik-baik saja.”

“Atau ada hal yang kau pikirkan?”

“Tidak hal yang begitu spesifik. Aku hanya tak sabar menunggu besok.”

Yifan tersenyum tipis. “Karena kau bisa pergi jauh tanpa pengawasan Mom dan Appa, Kakekmu serta pamanmu itu?”

Joonmyeon mengerucutkan bibirnya. “Well, seandainya bisa begitu. Tapi aku yakin, mereka malah akan menganggumu selama kita pergi ke taebaek,” tukas Joonmyeon.

“Itu benar. Bahkan ketika Kakekmu meminta nomor ponselku, itu benar-benar tidak terduga. Rasanya aku pergi sebagai babysitter.”

Joonmyeon tertawa kecil. “Aku masih belum bisa melupakan bagaimana ekspresimu saat Kakek meminta nomormu. Apa kakekku begitu menakutkan?”

“Tidak berbeda jauh dengan Nana. Tapi sikap overprotectivenya padamu itu yang membuatku tidak akan berusaha mencari masalah dengannya,” ujar Yifan.

Joonmyeon terdiam sejenak. “Berusaha mencari masalah?”

Yifan mengangkat bahunya. Dia memandang lurus –menghindari tatapan mata Joonmyeon. “Tentang perasaanku padamu. Jika kakekmu mengetahuinya, mungkin aku akan mendapat masalah besar. Kurasa ini adalah keputusan yang tepat untuk menyelesaikannya, bukan?”

“Apa karena itu juga akhirnya kau…”

“Joon, kita sudah sepakat, bukan? Itu adalah keputusan akhir dan tidak akan berubah sampai kapan pun. Hubungan kita adalah saudara –tidak lebih.”

Joonmyeon menghela nafas pendek lalu kembali menatap ke arah luar jendela.

*****

Choi Daehan menatap Uhm Ki Joon dengan lekat.

Dia tidak tahu kalau pria itu mempunyai keberanian yang cukup besar untuk datang ke rumah sakit dengan alasan ingin menjenguk Siwon. Choi Daehan tahu persis kalau itu hanya sebuah basa-basi semata dengan mengatakan Uhm Ki Joon menjenguk rekan kerja perusahaannya. Pria itu datang mungkin hanya untuk melihat bagaimana hasil dari tindakannya. Jadi, Choi Daehan tidak akan membiarkan Uhm Ki Joon memasuki ruang rawat cucunya.

Keduanya kini berdiri di sebuah lorong yang cukup sepi. Dengan Kim Hyeon dan pegawai kepercayaan Uhm Ki Joon yang berdiri kurang lebih limapuluh meter dari posisi mereka.

Uhm Ki Joon tersenyum pada Choi Daehan. Ekspresi wajahnya terlihat begitu tenang. Seakan dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun.

Hal itu yang membuat Choi Daehan muak. Uhm Ki Joon mungkin seorang pebisnis yang handal dan Choi Group mendapatkan banyak keuntungan terlebih setelah berita kerja-sama dengan UK Corporate itu beredar di media. Tapi ia tidak menyukai sifat pribadi Uhm Ki Joon itu sendiri.

“Ada yang ingin anda bicarakan, Presdir Choi?” tanya Uhm Ki Joon.

“Aku tidak tahu bagaimana kau melakukannya. Menghilangkan semua bukti-bukti kejahatanmu. Tapi aku akan memberikan peringatan padamu untuk tidak menyentuh keluargaku.”

Uhm Ki Joon kembali menyunggingkan senyuman. “Bukti kejahatan apa maksud anda, Presdir?”

“Presdir Uhm…”

“Apa anda membicarakan mengenai kasus Seon Hwan? Presdir Choi, apa yang terjadi pada Seon Hwan, itu semua diluar kendali saya. UK Corporate mungkin adalah induk perusahaan, tapi kami tidak mempunyai kewenangan untuk mengontrol setiap transaksi perusahaan. Seon Hwan adalah perusahaan mandiri. Saya pikir anda tentu mengetahuinya. Karena sistem management Choi Group pun sebenarnya tidak jauh berbeda dengan UK Corporate.”

Choi Daehan terdiam. Dia menatap sang presdir muda itu dengan lekat. Pria muda itu jelas ahli dalam membalikkan argument –seperti yang dilakukannya saat ini. Well, sepertinya itu memang sudah keturunan keluarga Uhm.

Uhm Ki Joon kembali tersenyum. “Apa ada hal lainnya yang ingin anda bicarakan dengan saya, Presdir?”

“Mengenai kerja-sama Choi Group dengan…”

“Ah…” sekali lagi Ki Joon menyela ucapan Choi Daehan. “Jangan khawatir, Presdir. Proses kerja-sama akan terus berlangsung. Sesuai dengan kontrak dokumen yang sudah kita tanda-tangani. Walaupun rasanya waktu selama tiga tahun itu terlalu singkat,” tuturnya.

Choi Daehan berusaha mengontrol ekspresinya. Dia tidak bisa terpancing dengan sikap Uhm Ki Joon. Kemudian Choi Daehan mengulas sebuah senyuman. Dia tidak akan kalah oleh bocah tengik. “Tentu saja, Presdir Uhm. Saya sangat berterima-kasih atas tawaran kerja-sama dari perusahaan anda. Namun, sepertinya kami akan mengajukan beberapa revisi atas dokumen kontrak yang anda kirimkan. Saya harap anda tidak keberatan, Presdir Uhm.”

“Tentu saja. Kerja-sama sebuah bisnis tentu saja harus saling menguntungkan kedua-belah pihak, bukan?”

“Terima-kasih atas pemahaman anda. Saya juga berharap anda memahami sikap kekhawatiran saya terhadap kerja-sama ini. Kita tidak ingin kasus Seon Hwan terulang kembali, bukan? Rasanya begitu ada banyak kasus lainnya yang muncul karena masalah utama tersebut. Terlebih jika di masa depan, masalah yang muncul akan menyulitkan posisi UK Corporate,” ujar Choi Daehan.

Uhm Ki Joon menyunggingkan sebuah senyuman kecil. Matanya tidak terlepas dari Choi Daehan. Oh, ia tentu tahu persis kalau Choi Daehan sedang mengancamnya untuk tidak bermain-main dengan cucu-nya. Well, kakek tua ini masih belum bodoh rupanya. Bahkan selain melindungi cucunya, dia juga melindungi pengacara itu.

Uhm Ki Joon menghela nafas. “Aku mengerti, Presdir Choi. Kita juga tidak ingin ada masalah yang melibatkan dua perusahaan besar ini, bukan? Itu bisa menjadi skandal besar.”

Dia masih mengancamku dengan hubungan Siwon dan Pengacara Cho, rupanya.

Choi Daehan mengangguk. “Kalau begitu kita mempunyai kesepakatan. Saya akan melakukan evaluasi rutin terhadap proses kerja-sama ini. Sampai waktu kontrak itu habis.”

Uhm Ki Joon kemudian mengulurkan tangannya. Choi Daehan menyambutnya.

“Maaf tidak bisa menjenguk cucu anda lebih cepat, Presdir Choi. Saya harap cucu anda segera sembuh. Sampaikan salam saya pada keluarga anda,” tutur Ki Joon sembari menarik tangannya.

Ketika ia hendak pergi, Ki Joon kembali menoleh pada Choi Daehan. “Oh, anda pasti sangat beruntung mempunyai cucu perempuan yang begitu bersemangat dan cantik. Selamat siang, Presdir Choi Daehan.” Kemudian Ki Joon berjalan meninggalkan lorong tersebut. Diikuti oleh pegawai kepercayaannya.

Kim Hyeon lalu menghampiri Choi Daehan.

“Selain Siwon, dia juga mengawasi Jinri, rupanya. Tingkatkan pengawasan setidaknya sampai tiga tahun mendatang. Kita tidak boleh kecolongan lagi seperti ini,” perintah Choi Daehan.

Kim Hyeon mengangguk patuh.

*****

Changmin sedang melakukan monitoring mingguan di Legiun.

Karena Siwon masih di rumah sakit, jadi ia melakukannya sendirian. Well, ia ditemani oleh beberapa direksi Legiun yang memberikan laporan terkait operasional Legiun. Bukan sesuatu yang dilakukannya jika berkunjung ke Legiun. Jadi, Changmin lebih banyak melakukan monitoring seperti biasa yang ia lakukan bersama Siwon.

Sedikit aneh karena dia hanya sendirian –setelah menyuruh anggota direksi yang menemaninya untuk kembali melakukan pekerjaannya. Selain itu, ada banyak pegawai toko yang bertanya mengenai kondisi Siwon. Well, ‘kecelakaan’ yang dialami Siwon sudah beredar luas di media bahkan sampai masuk ke berita televisi. Tapi setidaknya itu bisa mengalihkan perhatian media dari ‘kecelakaan’ yang dialami oleh Kyuhyun.

Changmin hanya menjawab sekadarnya –mengatakan kalau kondisi Siwon mulai membaik. Walaupun tidak ada perubahan yang signifikan. Tapi jika media dan publik mengetahui apa yang sebenarnya pada kondisi Siwon, itu akan menjadi guncangan besar bagi perusahaan. Jadi, mereka harus mengontrol berita yang menyebar.

Changmin sesekali berbicara dengan pegawai toko atau manager toko. Berkeliling memeriksa kinerja Legiun. Sampai dia melewati toko nomor empatpuluhdua.

Changmin tersenyum tipis ketika Manager Song menyapanya. Keduanya sedikit mengobrol mengenai operasional toko dan masalah apa yang dihadapi oleh toko tersebut. Paling tidak, sang manager tidak bertanya mengenai kencan buta yang berakhir tragis. Changmin cukup beruntung karena Rae Won tidak memberikan namanya sebagai kencan buta yang diaturnya. Tapi ia mendengar dari Rae Won kalau manager Song meminta maaf karena kencan buta itu tidak berjalan dengan lancar.

Well, Changmin sedikit tidak peduli dengan masalah itu. Ada hal yang lebih penting yang harus diurusnya dibandingkan mengurusi masalah perasaannya karena kencan buta tersebut.

Setelah sekitar sepuluh menit mengobrol, Changmin kemudian beralih ke toko lainnya. Sekilas ia melihat para pegawai toko tersebut –termasuk Yang Hyunjin– membungkuk memberi salam padanya. Changmin hanya bisa menghela nafas berat.

Kalau memang tidak jodoh, Changmin tidak akan bisa berbuat apapun.

*****

Ahra tersenyum ketika Kyuhyun membuka matanya. Kemarin, adiknya sadar untuk pertama-kali. Walaupun kondisnya masih begitu lemah, para dokter juga bersyukur Kyuhyun telah membuka matanya. Mereka melakukan beberapa test lanjutan. Hasilnya pun cukup baik.

“Hey… bagaimana kabarmu?” tanya Ahra dengan suara pelan.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Baik..” ujarnya dengan suara serak.

Ahra kembali tersenyum dan mengusap lembut rambut adiknya tersebut. Sejak sadar, dokter mengatakan agar Kyhuyun tidak perlu memaksakan diri. Tubuhnya masih perlu waktu untuk pulih. Dan mereka juga memberikan peringatan pada keluarganya agar bersabar dengan kondisi Kyuhyun.

“Eomma?” tanya Kyuhyun pelan.

“Eomma belum datang,” jawab Ahra singkat.

Well, orangtua mereka sempat beberapa-kali datang ke rumah sakit. Tapi tidak pernah tinggal terlalu lama di rumah sakit. Selain Kyuhyun juga masih dirawat di ruang isolasi –hingga tidak ada yang boleh berkunjung terlalu lama atau bahkan sampai menginap– sepertinya mereka membatasi diri karena pengakuan Kyuhyun sebelumnya. Di lain pihak, Ahra hanya berharap rencana orangtuanya untuk menjodohkan Kyuhyun bisa ditunda atau bahkan dibatalkan –mengingat kondisi Kyuhyun saat ini.

Kyuhyun menghembuskan nafas perlahan. “Eomma masih marah padaku?”

“Eomma tidak marah, Kyuhyun. Mungkin hanya sedikit belum memahami keputusanmu. Tidak ada yang salah.”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Ahra memperhatikan ekspresi adiknya dengan seksama. Wajahnya penuh dengan luka memar. Bahkan bagian mata sebelah kirinya juga masih menghitam. Ahra tidak percaya kalau adiknya bisa dalam kondisi mengenaskan seperti ini. Selama ini Kyuhyun selalu menghindari masalah –bahkan terkait kasus-kasus yang pernah ditanganinya, Kyuhyun tidak pernah sampai mendapatkan perlakuan seperti ini.

Ah, sejak tersadar Kyuhyun tidak pernah menyebut nama Siwon atau bahkan menanyankan perihal pria itu. Entah, mungkin adiknya menahan diri karena mereka berada di rumah sakit dan karena keberadaan orangtua mereka. Tapi saat ini hanya ada mereka berdua di ruang isolasi. Suster yang biasa menjaga Kyuhyun sedang keluar.

“Kyuhyun, kenapa kau tidak bertanya mengenai Siwon?” tanya Ahra –hanya berusaha untuk mengetes.

Kyuhyun menatap kakaknya. “Siwon?”

“Iya, Choi Siwon. Tidak ada yang ingin kautanyakan mengenainya?”

Kyuhyun sediikit mengernyit lalu menggeleng. Ahra menghela nafas pendek.

“Kyu, apa kau lupa siapa Siwon?” Well, tidak ada salahnya untuk berasumsi, bukan?

Kyuhyun menatap Ahra sedikit lama. Kemudian ia menghembuskan nafas panjang. Ia tentu saja mengingat siapa Choi Siwon. Choi Siwon yang seorang direktur Choi Group. Choi Siwon yang seorang pewaris perusahaan besar. Choi Siwon yang juga kekasihnya. Tapi pikiran Kyuhyun tidak tertuju pada Siwon saat ini. Salahkah dia tidak bertanya mengenai pria itu?

Toh, Kyuhyun tahu Choi Siwon pasti dalam kondisi baik-baik saja. Dia pasti sedang sibuk dengan pekerjaannya. Walaupun ia ingin sekali melihat Siwon, tapi Kyuhyun tahu kalau Choi Siwon adalah orang yang sibuk. Selain itu, Kyuhyun juga tidak ingin Siwon melihat kondisinya saat ini. Wajahnya pasti buruk sekali.

“Kyuhyun…”

Belum sempat Kyuhyun menjawab, pintu kemudian terbuka. Ahra menoleh dan melihat ibunya memasuki ruangan tersebut diikuti oleh seorang gadis muda. Cha Darim. Mata Ahra membulat. Kyuhyun baru saja sadar dan ibunya sudah membawa seorang gadis yang dijodohkannya dengan Kyuhyun. Keduanya berjalan mendekati tempat tidur. Mata Kyuhyun membulat besar ketika ia melihat sosok gadis muda berdiri di dekat tempat tidurnya.

“Senang bisa bertemu denganmu, Kyuhyun-sshi. Namaku Cha Darim.”

*****

NOTE: Well…

Timeline waktu untuk part ini sekitar satu minggu. Jadi, dikira-kira ajah yaa.. /ditabok

Tapi seenggaknya, Kyuhyun udah sadar. Tinggal nunggu kejelasan nasib siwon.

Advertisements

36 thoughts on “[SF] Scarface Part 50

  1. Keadaan Siwon gimana eonni??
    Jgn2 dia lebiih paraah 😦 .

    Duuh…
    Emakny Kyu benar2 ya. Baru aja anakny sadar dah mulai lg -_-

  2. Syukurlah mereka selamat. Kyuhyun sudah sadar, tapi bagaimana dengan Siwon????
    Trus, apa Kyuhyun nggak ingat kalo Siwon datang menyelamatkan Kyuhyun?
    Haduh penasaran dengan lanutannya.
    Dan Ibunya Kyuhyun ternyata masih belum menyerah. Padahal Kyuhyun masih sakit.
    Pokoknya penasaran, ditunggu lanjutannya……

  3. akhirnya mereka selamat, ya meskipun dalam kondisi yang buruk. Kyuhyun masih mengira kalau dia berhalusinasi bertemu siwon saat di danau, tapi itu eomma nya Kyuhyun,benar benar bkin greget di akhir cerita. ><
    terus siwon, apa belum sadar juga ya?? di tggu banget kelanjutannya ne!! 🙂

  4. Duh gmana nasib siwon nih jngan smpe keadaanya lbih bruk dri kyu,,,emank kyu g ainget ya klo siwon yg nyelamatin dia,,,,
    Duh oemma kyu gmn sih anaknya lg skit aja msh mikirin tentang perjodohan ,,,gmana nsb siwon ?
    D tunggu klanjutannya

  5. Jadi kyuhyun nyangkanya siwon baik baik aja, padahalkan dia yang mau nyelametin kyuhyun, mungkin waktu di danau itu dia kira halusinasi kali ya. terus kondisi siwon gimana?dia belum sadarkan diri, lebih parah dari kyuhyun kondisinya?

    itu lagi eomma cho, kyuhyun baru sadar udah mau di jodohin (lagi). dikira bakalan nyerah, atau seenggaknya tunggu kondisi kyuhyun pulih dulu gitu.Berharap setelah kejadian ini hubungan wonkyu tetep baik baik aja., takutnya salah satu dari mereka malah menyerah😢

    joonmyeon+yifan lumayan banyak ya partnya di chapter ini, gak sabar nunggu mereka hiking bersama…

  6. CHA DARIM….?????? Hapaaaah itu?? Aaiiissshh… Eomma Cho jahaaat… Bisa yaaaa, normal jg belom.. Udh bawa2 urusan perjodohan.. Gak rela!!

    Please segera pertemukan WonKyu..
    Gak rela ada perempuan lain deket2 Kyu..

    Sedetik sempet kaget pas Ahra nanya ke Kyu soal Siwon n respon Kyu flat gitu, “semoga gak amnesia…!” Begitu deh yg terlintas di kepala…
    Untungnyaaaaa gak amnesia, Kyu cm gak mau Siwon liat dia dlm kondisi buruk dgn luka..so sweet..
    Tp dia gak nyangka kalo Siwon jg luka parah ya..??
    Diera dear, aku kasih semangat terus u kamu ya.. Please update soon..

  7. Kyuhyun kan msh sakit eomma tmbh beban dg perjodohan haiiiisss
    Krisho sudah tidak punya harapan apapun lagi .Akan sangat sulit ya terlalu rumit padahal brhrap sekali mreka bisa bersatu di sini …Kangen moment jikang nya hehehe
    lanjut asap plisssss
    Fighting author-nim

  8. syukur kyu udh sadar tapi gmn keadaan siwon? kyu kan kemarin nganggep siwon cuman ilusi… duh semoga siwon cepet sadar juga… tapi si kyu baru juga sadar udh di sodorin cewe aja… eomma cho sabar sedikit aja… duh makin penasaran sama kelanjutan hub wonkyu… di tunggu nextnya…

  9. haduhhj dieraaa… rasanya jantungku selalu berdebar setiap baca kelanjutan ff ini , dari ep 1 ampe 50 berdebar melulu , debar menunggu moment wonkyu
    haduhhh sedih liyat respon kyuhyun yg gak nanyain siwon… padahal siwon rela kejebur demi ngyelamatin kl, tapi malah beramsumsi kalo siwon sibuk.. gak sabar respon kyuhyun kalo tahu siwon ikut sakit juga
    haduhhh dieraaa….. ffmuu membuatku baperrr.. buat sedihh bngt…
    udah dah , ditunggu aja momentnya
    kalo bisa 1 chapter penuh moment wonkyu… karna udah lebih dari 3 chap gal ada moment wonkyu

  10. Keadaan siwon gimna thor…..??
    Kurang bnget penjelasan tntang siwon..
    Ibunya kyu keterlaluan bnget anknya lgi sakit tpi ttp aj di knalin am gadis pilihanyaa.. Kasian kyu..
    Penasaran am ekspresi kyu klo liat siwon jga trluka parah waktu nyelamatin dia..
    Semoga di jelasin.. Jngan di skip yaa hehehee..
    Ff ini bneran nguras emosiku bngt sambil bca sambil gregeett iihhh..
    Tanks for updatetanya.. Next author di tunggu #hwaiting..!!!!

  11. layaknya kyk lg nnton drama medis,pas awal2 baca aku merinding bayangin nya pas Kyu msuk RS.
    takut knapa2 gitu,tpi syukurlah kyu ga knapa2 nd cepet sadar :’)
    duh yaa om kijun bener2 cocok jdi antagonis kyk di drama2 yg dia bintangi,di ff jg dia ga jauh beda jahatnya wkwk
    semangat trs buat kakek Choi,smoga bisa ‘mengalahkan’ kijun xD
    eh aku kira Kyu amnesia pas ditanya Ahra soal Siwon,tpi trnyata Kyu cma ga mau mengkhawatirkan Siwon :3
    smoga Siwon jg cepet sadar yaa u,u
    aigoo ~ eomma nya Kyuhyun sama aja kyk eomma nya Siwon ya? bener2 keras kepala duh ._.
    ketika junmyeon pnasaran soal kyuhyun sma siwon,apa jdi nya klo junmyun tau hubungan wonkyu yg sbenernya? apa dia bkal mikirin ulang hubungan nya sma yifan? wkwk
    slalu ditunggu lanjutan nya diera,fighting!! ❤

  12. jujur pas part 49 aq g berani bca full cma aq scroll cpet ke bwh abis g tega
    bca kyu di siksa jd pas part 50 dah update lga bgt kyu ma won selamatt…smoga aja smua cpet baikan dan hub kyu ma won mkin kuat apa lg klo kyu tau siwon dah berusaha utk nylametin dia dan terluka jg omma cho please deh y g da kapok2nya

  13. How was Siwon???Hope he is save
    Wonder how kyuhyun will react when he know Siwon condition or the truth
    And will Siwon mom do anything bad to kyuhyun??
    curious to see what will happen toward Kyuhyun and Siwon relationship after this
    And is this the end of Kyuhyun suffer???
    Wow!!! seen like Kyuhyun mom is really in desperate to jodohkan kyuhyun with others girl
    Wonder this story will how many chapter to come an end……soon or very long to go???
    See you soon in the next update…. hope to see update very soon for this story

  14. Ki joon benar2 sadis segitu santainya setelah mlakukan kejahatan, awalnya kupikir kyuhyun amnesia ternyata tdk sukurlah, emak kyuhyun benar2 kebangetan,baru jga sadar eh dh masuk bawa cewek hadeehh… eh la trus gimana nasib siwon?? moga dia jga cepat sadar trus nemuin kekasihnya.

  15. Sempet deg deg.an ketika siwon tidak di temukan. Tap akhirnya bisa langsung di selamatkan…. Daebakkk
    Kyu mengira klu siwon baik-baik saja. Padahal siwon sama terlukanya dengan dia… Kisahnya semakin menarik. Kakek choi daehan memang daebak…
    Ibunya kyu niat banget yah jodoh.in kyu…

    Diera eonni makasi banyak yahhh… Di tunggu part selanjutnya…

  16. Wah..wah..bersyukur mereka sdh ditemukan.Walau dengan keadaan yg begitu mmprihatinkan.Semoga Siwon juga segera sadar dan menemui sang kekasih.Sepertinya Kyuhyun tidak mngingat betul apa yg tengah terjadi.
    Choi Daehan…dia mmng jenius.Semoga dia berhasil untuk terus mnjaga sang terkasih dari mereka.
    Aq rasa…suatu saat nanti ketiga pasangan itu akan memiliki hububgan yang baik.Mereka terlihat saling terhubung. .tnpa disadari.

    Fighting eonni…gumawo.

  17. eomma Kyu semangat sekali yaa menjodohkan Kyu..
    trus gimana keadaan Siwon yaa? trus gimana klw Siwon tau Kyu dijenguk oleh gadis yang dijodohkan ibunya?
    complicated yaa hub mereka

  18. huh itu diakhir eomma kyu bikin kesel aja, gak tau keadaan..
    kyu.. siwon bukan sibuk dia malah yg nyelametin kamu..
    choi daehan secara tidak langsung juga mau ngelindungin kyu ya?
    keren bgt ama karanganmu thor kalo cerita ini pure dari pemikiranmu sendiri..
    keep writing!! semangat!!

  19. Sepertinya Kyuhyun masih gak percaya kalo Siwon dateng nyelametin dia… Coba gimana reaksi dia setelah tau Siwon mempertaruhkan nyawanya untuk menyelematkan dia… Apakah akhirnya Kyuhyun benar-benar akan berlari kepelukan Siwon dengan langkah pasti bukan ragu-ragu. Apa Kyuhyun akhirnya benar-benar sadar bahwa orang yang dia cintai dan mencintai dia dengan tulus adalah Siwon. Dan apakah pada akhirnya Kyuhyun akan dengan berani menghadapi orang-orang mengenai hubungan dia sengan Siwon. Entahlah.
    Dan gimana reaksi Siwon setelah sadar apakah dia merasa menyesal karena hampir gagal menyelamatkan kekasihnya atau Siwon langsung lari buat liat Kyuhyun.
    Moga ajah pas mereka ketemu pasca sadar ada love dovey.. Kan dua2nya hampir hypothermia tuh udah pelukan ajah berdua biar anget… XDDD

    abaikan emaknya Kyuhyun… Sometimes emang ada emak yg kaya dia.. Gak ngerti kondisi anakanya… Enaknya mah Kyuhyun langsung nyeletuk kalo dia kangen Siwon dan pengen ketemu di depan tuh cewe… Tapi kayanya gak mungkin, Kyuhyun terlalu baik disini… Tapi bener kata Ahda hubungan WonKyu masih panjang sepanjang koment saya kalk ini… Hahahaha

  20. kenapa ibu kyu tega bgt sama kyu masa anaknya masih blm pulih udh di jodohkan
    ah syukurlah kyu gak amnesia tp kyu gak tahu klu siwon blm sadar dan tahu keadaanya kayak mana
    semoga aja wonkyu bisa bersatu dan bahagia lagi

  21. Atau jangan jangan keadaan Siwon memburuk karena hipotermia lalu koma dan ngk jenguk Kyuhyun lalu Kyuhyun ngira Siwon ngk peduli lagi. Dan kyukyu nerima perjodohannya dan wa~ imajinasinya terlalu liar

  22. di narasi changmin kan di jelasin kalo siwon keadaannya masih memburuk bahkan tidak berjalan siginifikan.. dan saat pembicaraan changmin dengan ahra pun, changmin bilang kalo kondisi siwon masih buruk bahkan bisa saja terkena serangan jantung…
    jadi apakah kondisi siwon benar2 buruk…
    btw ya penasaran sama emaknya siwon malahan hahaha
    kan nih anak kebanggaannya sakit karena nyelamatin kyuhyun, gimana tuh tanggapannya??

    gileee ya emaknya kyu hahaha
    selangkah lebih maju eung… bahkan menurutku lebih parah emaknya kyu lah..
    emaknya kyu mah langsung bawa calon ini itu..
    lah kalo emaknya siwon mah nyodorin pun siwonnya kagak mau ya udin kagak hahaha

    duuuhh ini semoga ya ahra bisa bantuin kyu…
    ayolah kali ini ahra pasti bisa hahaha…

    eh btw kalo emaknya kyukyu berpaspasan dengan changwook dan haneul bagus kali
    siapa tau dia mau ngbrol sama ortunya haneul berbagi cerita gitu hahaha

  23. syukurlah kyuhyun sudah sadar.
    tapi kenapa eommanya kyu malah nambahin beban kyu dengan yeoja bernama cha darim?.
    semoga siwon cepat membaik.o ya apa kyuhyun tidak tau atau dia lupa kalo siwon terjatuh di danau yg airnya dingin itu ya…
    ditunggu lanjutanny ya diera

  24. kasian bgt wonkyu,kyu udah sadar,kondisi siwon gimana? Duhh,,kyu siwon lg gk baik2 j asal kmu tau…next chap

  25. Tinggal nunggu reaksi Kyu tau keadaan Siwon sebenarnya deh,, nggk sabar lihat adegan selanjutnya wwwwww
    kira2 satu minggu lagi update nya yaaa,hehe ditunggu next part >< nggk sabar nunggu weekend

  26. Gimana ya reaksi kyu kalau tau yang nyelametin itu kekasih hatinya, bahkan rela mati demi dia…
    Tu emaknya kyu nggak punya perasaan, anaknya baru aja sadar udah disodorin calon…sebel banget sama emaknya kyu….semoga ahra bisa membantu dan selalu mendukung hubungan wonkyu…
    Part selanjutnya mau donk lihat love dovey nya wonkyu…kangen banget ma moment mereka…

  27. part ini panjang..
    tapi maaf karna ga bisa kasi koment panjang2..
    n makasi udah update lagi…

    jadi kyu benar2 mikir kalo yg didanau tu hanya halusinasinya aj.cckkk
    umma cho juga parah.
    anaknya masih sakit smpt2nya bawa calon untuk kyu (bnr kn??)

  28. duhh.. hidup wonkyu penuh cobaan bgt, semoga setelah ini mereka berdua bisa bener-bener bahagia

    jikang moment irit bgt di part ini.. trus gak sabar nunggu krisho pergi hiking.. bikin moment mereka donk pas hiking, biasanya author seneng bikin kejutan, hehehe

    oiya koreksi dikit ya, cewek yg ditaksir changmin namanya bukannya Yang Jihyun ya ?? kok yg td tertulis Yang Hyunjin …

    well, fighting author-ssi !! update soon !!

  29. Gereget ini bacanya,, semoga siwon baik” saja,, kalau dia sakit siapa yg bakal jagain kyu? apa kyu gak kepikiran atau hawatir dikit sama siwonx,,, Eommax Kyuu minta di #asah_golok 😀 sekali” kyu berontak apa sama Eommax jd pengen tau gmn reaksi orangtua kyuhyun kalau Choi Siwonlah kekasih putra mereka

  30. Nampaknya kyu x tau kalau siwon juga parah sepertinya..
    Kyu menganggap keberadaan siwon di danau hanya halusinasi..
    Ki joon mmg businessman yg pandai bpura2 & suka mengancam..

  31. Ugh kayaknya kyu beneran ngerasa kalo dia berhalusinasi ttg siwon di danau itu deh jdismdkeks padahal siwon ada disana dan nyoba nyelametin dia 😭😭😭😭 geregetan parah sama kijoon pgn aku bejek2 deh dia rasanya huaaa kzl bgt tp untung kakek choi peka sm apa yang dilakuin kijoon ke siwon dan kyuhyun ;;;; smg dia bisa ngelindungin semua anggota keluarga choi & perusahaannya & juga kyuhyun 😭😭 Dan Ibunya kyuhyun (dan ibunya siwon) terlalu batu deh jadi kesel liatnya 😖😖😖

  32. Syukur akhirnya kyu ama siwon selamet biarpun siwon blom jelas keadaannya kayak gmna.
    Semoga siwon jg cpet sadar.
    Kayaknya kyu gk tau kalo siwon dteng nyelametin dy yah, mknya dg gk nanyain siwon,, ㅜ.ㅜ

    Haaah,, eommanya kyu masih keras kepala mo jodohin kyu yak, kpan mo nerima keputusan kyu kayak ahra. 😭😭😭😭

  33. Kakek choi memang top bgt dah, dia tau persis segala sesuatu yg terjadi trmasuk dia mengetahui dg pasti siapa dalang dr orng yg mencelakai wonkyu dan apa motifnya. Yaa….mskipun kdang dia msh blm bgtu yakin apa yg diinginkan dr uhm ki joon…
    Semoga kakek choi bs terus melindungi keluarganya trmasuk kyuhyun…
    Apa kyuhyun merasa siwon yg berusaha menyelamatkannya tu hanya halusinasi jd dia tdk bertanya keadaan siwon krna berpkir siwon saat itu tdk datang padanya dan melakukan aktifitasnya sprt biasa…
    Kesel bgt sama eomma kyuhyun yg tdk jauh beda dg eomma siwon, smga mrk cepat sadar kalau keputusan yg diambil anak mrk utk kebahagiaannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s