[SF] Scarface Part 49

hand with blood

49

“Bagaimana Pengacara Kang?” tanya Hyukjae.

Pengacara Kang masih membaca kartu yang diperlihatkan oleh Hyukjae. Dia tidak percaya kalau masalah ini belum selesai setelah Seon Hwan terseret ke pengadilan. Selain itu, dia juga sudah merasa aneh ketika Kyuhyun mengiriminya pesan saat di pengadilan. Seharusnya, ia bisa bersikap sensitif. Tapi kini ia tidak bisa melakukan apapun untuk keselamatan pegawainya sendiri.

“Kita tidak bisa melaporkan hal ini pada polisi, apa lagi pihak kejaksaan. Bahkan jika kita memanggil detektif Ji, kita masih tidak tahu siapa yang mengawasi kita di kantor ini. Segala cara yang terpikirkan hanya akan membahayakan kondisi Kyuhyun saat ini,” tutur Pengacara Kang.

Hyukjae menarik nafas perlahan. Dia ingin sekali mengatakan kalau pihak Choi Group –lebih tepatnya Choi Siwon– sedang melacak keberadaan Kyuhyun, tapi ia yakin itu hanya akan membuat Pengacara Kang mempunyai pertanyaan baru. Hyukjae tidak mempunyai kapasitas untuk menjelaskan mengenai hubungan Kyuhyun dan Choi Siwon.

Namun, dia tidak mempunyai pilihan.

Hyukjae melirik ke arah pintu yang tertutup rapat. Ia sengaja meminta Pengacara Kang untuk bicara di ruangan kerja Kyuhyun. Dia hanya berusaha mencegah percakapan mereka di dengar oleh orang lain. Kemudian Hyukjae berjalan lebih dekat pada Pengacara Kang.

“Pengacara Kang, sebenarnya pihak Choi Group sudah melakukan pelacakan menggunakan sinyal ponsel Kyuhyun,” bisik Hyukjae.

Pengacara Kang menatap Hyukjae dengan mengernyit. “Choi Group? Kenapa mereka…”

“Untuk saat ini, hanya Choi Group yang bisa kita andalkan. Bahkan untuk kejadian sebelumnya, lokasi penyekapan putri anda dan Kyuhyun berhasil ditemukan dengan menggunakan bantuan Choi Group,” tutur Hyukjae.

Pengacara Kang menghela nafas berat. “Kau sudah mendengar kabar lainnya dari Choi Group?”

Hyukjae menggeleng. “Mungkin mereka masih membutuhkan waktu untuk melacak sinyal ponsel Kyuhyun. Kita akan mendengar kabar dari mereka jika memang sudah ditemukan.”

“Kita benar-benar tidak bisa berbuat apapun, bukan?”

“Sayangnya begitu, Pak.”

*****

Choi Daehan terdiam sejenak setelah Kim Hyeon menjelaskan situasi terakhir. Terkait penculikan Kyuhyun dan mengenai persidangan Seon Hwan. Ia belum bisa memikirkan motif terbaik selain balas dendam. Tapi jika pria itu benar ingin balas dendam, bukankah cara ini terkesan terlalu konfesional?

UK Corporate adalah perusahaan besar. Jika berita terkait penculikan ini dan keterlibatan pimpinannya atas kasus tersebut mencuat di media massa, bukankah itu sama saja menghancurkan perusahaan itu sendiri? Jika motifnya memang balas dendam karena apa yang telah Cho Kyuhyun lakukan pada Seon Hwan, bukankah ia bisa memikirkan cara lainnya?

Penculikan? Itu sama sekali tidak masuk akal.

“Abeoji…”

Choi Daehan menatap Jaewon. “Ini bukan penculikan biasa. Jika benar, dia menginginkan balas dendam, maka penculikan bukan cara yang benar. Pria itu mempunyai kemampuan lebih untuk melakukan sekedar penculikan.”

“Jadi menurut Abeoji, penculikan ini… Mungkinkah ini berkaitan dengan trauma Pengacara Cho?” tanya Jaewon.

“Itu bisa saja. Jika pria itu ingin balas dendam, dia sudah melakukannya sejak kasus Seon Hwan menjadi lebih besar. Terlebih setelah Kyuhyun menyerahkan flashdrive tersebut. Tapi dia menunggu cukup lama sejak kejadian tersebut. Pria itu mungkin mengawasi Kyuhyun sembari mencari titik kelemahannya. Tapi selain trauma itu…” ucapan Choi Daehan terhenti.

Jaewon mendesah berat. “Choi Siwon. Jadi, dia benar-benar akan memanfaatkan Siwon?”

Choi Daehan kemudian menatap Kim Hyeon dengan serius. “Kirim orang ke lokasi koordinat yang telah ditemukan oleh Ahn Soo. Pantau situasinya. Kita tidak tahu berapa banyak orang yang mengawasi situasi ini. Hal terburuk yang terjadi, Pengacara Cho dan Siwon akan terluka. Kita juga tidak bisa terlihat ikut terlibat dalam masalah ini. Situasi Seon Hwan sudah cukup buruk. Bertindaklah jika memang tidak memungkinkan. Ingat, Siwon tidak boleh terluka.”

“Baik, Presdir.” Kemudian Kim Hyeon berjalan meninggalkan ruangan besar tersebut.

Jaewon kembali memperhatikan ayahnya. “Tapi jika dia akan memanfaatkan trauma Kyuhyun, apakah dia membawanya ke arena ice-skating? Di Seoul tidak cukup banyak ice-rink. Selain itu, pengawasannya pasti juga ketat. Mereka tidak akan bisa membawa Kyuhyun masuk.”

“Tidak perlu pergi ke ice-rink. Saat ini masih ada banyak danau yang membeku, Jaewon.”

*****

Siwon sampai di lokasi koordinat yang dikirimkan oleh Ahn Soo. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, tapi cukup terpencil dan areanya sudah terbengkalai. Bahkan Siwon sedikit kesulitan untuk mencari jalannya. Area sekitarnya sudah ditumbuhi rumput liar yang menjulang tinggi. Namun, Siwon bisa melihat sebuah bangunan tua.

Siwon menghentikan mobilnya tepat di depan bangunan tua yang terlihat seperti aula pertemuan yang sudah lama ditinggalkan. Siwon melepaskan seatbelt dan memanjat keluar mobil. Ia memperhatikan gedung aula tua tersebut. Kyuhyun berada di tempat ini.

Jadi, tanpa berpikir panjang, Siwon berlari masuk ke gedung tersebut. Dia membuka pintu besar gedung tersebut dan berjalan masuk. Namun, Siwon tidak melihat siapa pun. Bahkan tidak juga Kyuhyun. Ia terus berjalan ke tengah ruangan di mana ia melihat sebuah kursi yang ditinggalkan.

Siwon menyentuh kursi tersebut. “Kyuhyun…”

Siwon tidak mengerti. Apa Ahn Soo tidak bisa melacak keberadaan sinyal ponsel Kyuhyun dan malah mengantarkannya ke lokasi yang salah? Atau orang-orang yang menculik Kyuhyun sudah tahu kalau dia akan datang ke tempat ini lalu pergi membawa Kyuhyun ke tempat lainnya?

“CHO KYUHYUN!!!”

“Tsk! Sepertinya kau dan kekasihmu itu mempunyai tempramen yang buruk, Direktur Choi.”

Siwon sontak menoleh ke arah sumber. Dari sebuah laptop di atas meja yang letaknya tidak jauh dari kursi tersebut. Siwon tidak menyadari hal itu sebelumnya. Ia berjalan menuju meja tersebut dan menyadari selain laptop, ada sebuah kamera yang menyala dan sebuah ponsel. Milik Kyuhyun.

Siwon meraih ponsel tersebut. Mereka meninggalkan ponsel itu, jadi Siwon tidak bisa melacak keberadaan Kyuhyun lagi. Kemudian Siwon menatap laptop yang menyala tersebut. Dia melihat Kyuhyun dalam posisi terikat dan tidak sadarkan diri. Awalnya, Siwon berpikir kalau itu hanyalah sebuah rekaman video semata. Tapi dengan adanya kamera yang menyala, ia tahu kalau itu rekaman secara langsung.

“Brengsek!! Apa yang kau lakukan pada Kyuhyun?!! Ke mana kau membawanya?!!!” seru Siwon dengan keras. Dia sudah tidak bisa menahan emosinya lagi. Tidak ketika ia melihat kondisi Kyuhyun saat ini. Bahkan hanya melalui video seperti ini, Siwon bisa melihat memar di wajah Kyuhyun.

Siwon melihat pria yang berdiri di dekat Kyuhyun, tapi karena posisi kamera dia tidak bisa melihat wajah para penculik Kyuhyun. Bahkan jika Siwon merekam video ini, dia tidak bisa menggunakannya untuk mencari para penculik tersebut.

“Jika kau terus berteriak seperti itu, aku tidak akan bertanggung-jawab dengan keselamatan Pengacara Cho. Jadi, tenanglah Direktur Choi. Kekasihmu masih dalam keadaan baik-baik saja.”

Tangan Siwon terkepal kuat. Jemarinya bahkan sudah mulai memutih. “Apa yang kau inginkan?”

“Aku tidak menginginkan apapun, Direktur. Aku hanya menjalankan perintah yang diberikan padaku.”

Siwon mengeram marah. Dia sudah tidak bisa menahan diri lagi, namun ia juga tidak bisa mengambil resiko. “Siapa? Siapa yang menyuruhmu melakukannya? Siapa yang di Seon Hwan yang menyuruhmu melakukan hal ini, huh!!!”

Pria itu tertawa. Dia begitu menikmati situasi ini. Kemudian, Siwon bisa melihatnya menyentuh wajah Kyuhyun yang terlihat sudah mulai sadar. Matanya membulat histeris. “Jangan menyentuhnya, brengsek!!”

Kyuhyun sudah membuka matanya dan menyadari perubahan sekelilingnya. Matanya sontak membulat ketika ia melihat Siwon.

“Siwon…”

Siwon bisa mendengar suara pelan Kyuhyun menyebut namanya. Siwon menggigit bibirnya. Ia menarik nafas panjang. “Kyuhyun, apa kau baik-baik saja? Tenanglah, aku akan menyelamatkanmu.”

Pria itu masih tertawa begitu keras. Tawa yang begitu menyeramkan. Tapi Siwon hanya terfokus pada Kyuhyun saat ini. Mereka hanya bisa memandang melalui video seperti ini. Siwon harus bisa meyakinkan Kyuhyun kalau dia akan baik-baik saja. Siwon akan segera menyelamatkannya.

Kyuhyun mengangguk kecil. Siwon tersenyum tipis.

“Oh… ini reuni yang begitu mengharukan. Tapi bagaimana kau akan menyelamatkan kekasihmu, Direktur?”

Pria itu kembali menyentuh wajah Kyuhyun. Siwon bisa melihat kalau Kyuhyun berusaha menghindari tangan pria tersebut. Siwon mendesis. “Kubilang jangan menyentuhnya. BRENGSEK!!”

Tapi reaksi Siwon malah membuat pria itu menjambak rambut Kyuhyun dengan keras. Mata Siwon membulat mendengar suara kesakitan Kyuhyun.

“Sudah kubilang untuk bersikap tenang, Direktur. Ini adalah peringatan terakhir untukmu. Kau tahu itu?”

“Jauhkan tangan menjijikkanmu itu dari wajahnya, bajingan. Siapa yang memberimu perintah, bajingan?!” ucap Siwon keras. Pria itu mendecih.

“Kenapa? Apa kau ingin menghancurkan hidupnya lalu mengirimnya ke penjara? Tch.. Kekasihmu yang menjijikkan ini sudah melakukannya. Apa lagi yang tersisa untuk kau lakukan, eoh? Ini bahkan bukan harga yang setimpal dengan apa yang telah dilakukannya. Dia harus membayar apa yang telah dilakukannya selama seumur hidupnya. Hidup dalam mimpi buruk yang tidak akan pernah meninggalkannya.”

Wajah Siwon memucat. “A-apa yang ingin kau lakukan?”

“SIWON…!! Awas di belakangmu!!!”

Siwon berbalik karena teriakan Kyuhyun. Tapi ia hanya merasakan pukulan keras di kepalanya dan tubuhnya terhuyung jatuh. Kesadaran Siwon masih tersisa ketika ia menerima pukulan lainnya. Dan hal terakhir yang ia ingat sebelum kegelapan memeluknya adalah suara teriakan Kyuhyun dan bau anyir darah.

*****

Changmin sampai di lokasi koordinat dan ia melihat mobil Siwon. Bergegas, Changmin keluar dari mobil dan berlari memasuki gedung tua tersebut. Oh, dia bahkan tidak tahu kalau Seoul mempunyai tempat seperti ini. Tapi di dalam gedung, Changmin tidak melihat siapapun. Tidak ada Siwon. Tidak ada Kyuhyun. Atau bahkan orang-orang yang menculik Kyuhyun.

Changmin merinding. Dia merasakan firasat yang sangat buruk.

Changmin mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ahn Soo untuk bertanya mengenai kebenaran lokasi koordinat yang ia kirimkan. Selagi terdengar suara sambungan telepon, Changmin berjalan menuju tengah ruangan besar tersebut. Dia melihat sebuah kursi dan meja yang kosong.

“Ya, Tuan Shim?”

“Kirimkan lokasi sinyal terakhir ponsel mereka berdua. Aku berada di lokasi koordinat yang kau kirim sebelumnya, tapi tidak ada siapapun. Namun, mobil Siwon ada di sini. Jadi, aku pikir…” Changmin terdiam sejenak. Jika Siwon datang ke tempat ini, lalu pergi ke tempat lain untuk mencari Kyuhyun, kenapa mobilnya harus ditinggalkan?

Changmin menelan salivanya. Oh, ini adalah asumsi yang cukup buruk. “Ahn Soo, kirim bantuan! Aku yakin, Kakek pasti sudah mengetahui situasi ini.”

“Kim Hyeon sudah memberi perintah sesuai dengan instruksi Presdir Choi, Tuan. Apa saya harus kembali melacak sinyal ponsel Tuan Choi?”

“Lakukan dengan segera, Ahn Soo! Aku takut, kita tidak mempunyai banyak waktu!” seru Changmin yang kemudian memutuskan sambungan telepon. Ia mendesah berat. Jika saat itu, Changmin tidak harus menjawab panggilan Yunho, mungkin dia bisa mengejar Siwon.

Kini, ia tidak tahu ke mana Siwon pergi. Hal yang terburuk, orang-orang itu juga menangkap Siwon. Shit! Changmin mengumpat keras. Kini dia harus menunggu sampai Ahn Soo mengirimkan lokasi berikutnya.

Changmin memperhatikan ruangan besar tersebut. Sepertinya ini adalah tempat pertama di mana Kyuhyun disekap. Ia mengenalinya dari foto yang dikirimkan oleh penculik itu pada Siwon. Changmin melihat kursi itu dengan lekat. Tempat Kyuhyun diikat.

Namun, dia melirik pada sebuah meja yang berjarak kurang lebih tiga meter dari kursi tersebut. Changmin mengernyit. Jika kursi itu untuk mengikat Kyuhyun, lalu untuk apa meja tersebut?

Changmin berjalan menghampiri meja tersebut, tapi kemudian langkahnya terhenti. Dia menunduk ke bawah dan mengangkat kakinya. Matanya membulat. Sontak ia berjongkok dan menyentuh lantai tersebut. Lantai ruangan tersebut memang kotor, tapi Changmin bisa melihat perbedaannya. Dan ketika ia mengangkat jemarinya, ia melihat noda merah.

“Darah? Siwon….?”

*****

“BRENGSEK!! Kau bilang targetnya hanya aku!! Kenapa kau harus melibatkannya!?!!! Lepaskan aku brengsek!! Aku tidak peduli jika aku harus mati, tapi jangan libatkan dia!! BAJINGAN!! BRENGSEK!”

Kyuhyun berteriak keras dan berusaha memberontak, walaupun ia tahu kalau ikatan tangannya terlalu kuat. Bahkan kini pergelangan tangannya semakin memerah dan mulai berdarah. Kyuhyun tidak peduli.

Siwon terluka.

Jika targetnya hanyalah ia seorang, kenapa mereka harus melibatkan Siwon? Atau inikah yang pria itu maksud dengan membuat Kyuhyun menderita?

Kyuhyun terus meneriakkan sumpah serapah. Tapi pria itu malah mengabaikannya dan hanya sibuk berbicara dengan seseorang melalui telepon. Kyuhyun tidak bisa mendengar percakapan mereka, karena pria itu mengambil jarak yang cukup jauh. Selain itu, anak buah pria itu juga tidak melakukan apapun. Mereka hanya berjaga di sekeliling Kyuhyun. Menatapnya yang berteriak histeris.

“BRENGSEK!! BAJINGAN! KEPARAT!!”

Kyuhyun terus berteriak, menyumpah pada mereka yang menontonnya seperti pertunjukkan hewan sirkus. Kyuhyun merasa sangat dipermalukan dan direndahkan. Mereka seakan tidak melihatnya sebagai manusia. Itu yang membuatnya begitu marah. Tapi hal lainnya yang membuat Kyuhyun geram adalah mereka melukai Siwon.

Siwon tidak mempunyai kaitan apapun dengan Seon Hwan. Siwon hanyalah pihak asing yang tidak mempunyai kepentingan atas Seon Hwan. Tapi mereka melibatkannya. Mereka melukainya.

“BRENGSEK!! Apa kau tuli?!! Kubilang jangan melibatkannya!! LEPASKAN DIA, BAJINGAN!!”

Pria itu mengakhiri pembicaraannya lalu berbalik. Dia mendengus kesal dengan sikap Kyuhyun. kemudian ia berjalan mendekati Kyuhyun. Pria itu memberikan ponsel itu pada anak buah yang didekatnya, lalu ia menatap Kyuhyun dengan tatapan bengis.

Pria itu sepertinya sudah muak mendengarkan teriakan Kyuhyun.

Kyuhyun mendesis ketika pria itu kembali menjambak rambutnya, lalu melayangkan pukulan di wajahnya. “Sudah berapa kali, kukatakan untuk bersikap tenang, Pengacara Cho? Tapi sepertinya kau bahkan tidak bisa menuruni sebuah perintah mudah. Tutup mulutmu.”

Kyuhyun mendengus. “Tch.. Memang kau siapa? Berani memberiku perintah untuk tutup mulut? Kau hanya seorang pelayan yang menjalankan perintah yang diberikan oleh majikanmu. Kau tidak mempunyai kekuasaan di sini. Kau hanya orang yang dibayar. Manusia rendahan. Bahkan majikanmu juga manusia rendah. Dia membayarmu dengan uang kotor.”

Pria itu kembali memukul wajah Kyuhyun. Tiga kali.

Kyuhyun mengerang kesakitan. Mulutnya sudah mulai dipenuhi oleh darah. Pandangannya mulai mengabur lagi. Efek pukulan keras pria itu. Selain itu, sepertinya obat bius yang disuntikkan ke tubuhnya belum hilang sepenuhnya. Kepala Kyuhyun berdenyut keras. Semua terlihat berputar.

“Kau bilang kami adalah manusia rendah? Kau bahkan tidak lebih baik. Kau mungkin bersembunyi dibalik peranmu sebagai pengacara terhormat, tapi kau sama buruknya dengan pelacur.”

Kyuhyun meludahi wajah pria itu dengan darah. Ia tersenyum. Setidaknya bukan hanya dia seorang yang kini merasa dipermalukan. Kyuhyun merasakan ada pistol yang ditujukan padanya. Tepat di belakang kepalanya. Hampir menyentuh bekas lukanya. Kyuhyun berusaha untuk tidak memperlihatkan ketakutannya.

Wajah pria itu mulai memerah karena emosi yang mulai memuncak. Pria itu melepaskan jas hitamnya dan melemparkan ke lantai. Dia memberi isyarat pada anak buahnya untuk menarik kembali senjata itu dari belakang kepala Kyuhyun lalu tersenyum jahat.

“Kau benar. Orang yang membayarku tidak ada di sini. Jadi, aku tidak akan mengikuti perintahnya lagi. Tch.. Sayang sekali padahal wajahmu begitu tampan, pengacara.”

Kemudian pria itu kembali meninju wajah Kyuhyun. Berulang-kali. Pria itu melampiaskan semua emosinya pada Kyuhyun. Bahkan pria itu tidak mendengarkan ucapan dari beberapa anak buahnya. Kyuhyun merasakan wajahnya mulai mati rasa dengan semua pukulan yang diterimanya. Ia bahkan bisa mencium bau darah yang menguar.

Shit, Kyuhyun sama sekali tidak menyukai bau darah.

Setelah beberapa menit, pria itu berhenti memukulnya. Tapi pukulan terakhirnya baru saja akan datang. Pria itu menendang tepat di dada Kyuhyun dengan keras. Tubuh Kyuhyun terjatuh, bersama dengan kursi tempat ia diikat.

Kyuhyun mengerang kesakitan. Tendangan terakhir itu membuatnya sedikit kesulitan untuk bernafas. Dia memuntahkan darah dari mulutnya. Tubuhnya mulai melemah. Ini adalah ambang batasnya. Oh, ini sensasi yang sama ketika Kyuhyun terakhir kali disekap di gudang tua ketika ia hendak menyelamatkan Haesa. Tapi kali ini, Kyuhyun tidak tahu apakah Siwon akan datang untuk menyelamatkannya atau tidak.

“Kita selesaikan ini sekarang.”

*****

Hyukjae memasuki ruangan Pengacara Kang Jaeha untuk memberitahu kabar terakhir yang ia terima dari Shim Changmin. Dengan langkah berat, Hyukjae menghampiri meja kerja Pengacara Kang.

Kang Jaeha menatap salah satu pengacara terbaiknya dengan tatapan penuh harapan. Berharap ada kabar baik mengenai Kyuhyun. “Ada kabar dari Choi Group?” Oh, Kang Jaeha merasa begitu tidak berdaya. Ia tidak bisa melakukan apapun untuk menolong Kyuhyun, selain berharap pada Choi Group. Walaupun ia sendiri tidak mengerti kenapa Choi Group ikut bertindak untuk mencari Kyuhyun.

“Mereka berhasil melacak lokasi dari sinyal ponsel Kyuhyun. Tapi ketika Manager Shim sampai di lokasi, ia tidak menemukan siapa pun. Kyuhyun sudah dipindahkan ke lokasi lainnya. Dan mereka kembali sedang melacak lokasinya,” tutur Hyukjae.

Kang Jaeha mengangguk. Setidaknya itu adalah bagus. Lokasi Kyuhyun akan ditemukan dengan mudah tanpa harus membuat resiko yang lebih besar.

Hyukjae menarik nafas panjang. “Tapi Manager Shim mengatakan kemungkinan terburuk.”

Perhatian Kang Jaeha kembali tertuju pada Hyukjae.

“Direktur Choi… Ia sampai pertama-kali di lokasi itu. Menurut Manager Shim, orang yang menculik Kyuhyun juga menangkap Direktur Choi. Manager Shim menemukan ceceran darah di lokasi. Mungkin Direktur Choi berusaha melawan tapi tentu ia akan kalah jumlah,” lanjut Hyukjae.

Kang Jaeha memejamkan matanya. Jika Choi Siwon terluka, maka Choi Group tidak akan tinggal diam. Kasus ini akan jauh lebih besar dari seharusnya. Kang Jaeha tentu sangat bersyukur dengan bantuan Choi Group, tapi jika pada akhirnya perusahaan besar itu ikut terlibat dalam masalah ini maka…

Kang Jaeha menarik nafas perlahan. Ia memandang Hyukjae dengan lekat. “Mata-mata itu. Apa kita punya tertuduh? Tidak banyak pegawai yang terlihat mencurigakan. Kau pasti memperhatikan mereka.”

“Untuk saat ini, saya tidak mempunyai calon tertuduh. Kita melakukan investigasi menyeluruh pada setiap pegawai. Bahkan tidak ada bukti kebocoran mengenai kerahasiaan kasus yang kita tangani selama ini. Asumsi saya, mata-mata yang dimaksud adalah kamera pengintai dan alat penyadap. Anda memberikan perintah untuk perbaikan sistem keamanan kamera pengintai di awal tahun ini. Mereka mungkin mengambil celah itu,” tutur Hyukjae.

Kang Jaeha mengingat hal itu. Tapi bukankah saat itu mereka belum menerima kasus Seon Hwan? Kyuhyun sendiri masih mengatasi kasus sengketa tanah Choi Group. Kemungkinan lainnya, mungkin pihak Seon Hwan memang sudah memilih firma hukum miliknya untuk menangani kasus korupsi tersebut dan melakukan persiapan awal. Mereka dengan sengaja mengawasi setiap gerak-gerik para pegawainya.

Kang Jaeha ingin sekali mengumpat. Dia kembali kecolongan.

“Pengacara Lee, apa kau mengenal orang yang bisa memeriksanya? Jika kita menghubungi pihak perusahaan, mereka mungkin akan mengetahuinya? Setidaknya kita bisa memastikan apakah asumsimu itu adalah benar,” ujar Kang Jaeha.

Hyukjae terdiam sejenak. Lalu ia tersenyum tipis. “Aku mengenal seseorang, Pak. Jangan khawatir, kita bisa mempercayainya.”

“Bagus. Untuk saat ini rahasiakan dari pegawai lainnya.”

*****

Choi Daehan dan Jaewon sedang menonton rekaman CCTV lalu lintas yang didapatkan oleh Yunho terkait penculikan Kyuhyun. Dalam rekaman sekitar dua menit itu, sangat terlihat bagaimana kecelakaan itu terjadi. Kejadiannya begitu cepat, jadi mereka pastilah orang-orang yang sangat professional. Bahkan mereka bisa menghindari wajah mereka tertangkap oleh kamera. Selain itu, walaupun jalanan pagi cukup ramai, sepertinya tidak ada banyak orang yang menyaksikannya.

“Apa polisi sudah mengambil tindakan atas rekaman ini?” tanya Jaewon sembari ia menatap keponakan tertuanya.

Yunho menggeleng. “Karena tidak ada laporan, maka kepolisian tidak bisa menindaknya secara langsung. Bahkan ketika polisi menghubungi kantor firma hukum Kang Jaeha, mereka mengatakan untuk tidak melakukan tindak-lanjut atas penculikan tersebut. Sepertinya penculik itu sudah memberikan peringatan pada mereka.”

“Tentu saja. Mereka melakukannya seperti standar penculikan biasa,” tutur Choi Daehan sembari bersandar pada kursinya. Ia menutup laptop dihadapannya. “Polisi pasti baru bertindak jika ada permintaan tebusan. Tapi sampai saat ini, tidak ada permintaan apapun. Changmin sudah menghubungimu lagi?”

“Changmin kehilangan Siwon. Kakek pasti sudah mendengarnya juga. Mereka masih melacak sinyal ponsel Siwon, bukan? Apa belum ada kabar?” tukas Yunho.

Jaewon menarik nafas berat. Ia kemudian berjalan menuju sofa dan duduk. “Changmin juga bilang kalau Siwon kemungkinan terluka.”

Yunho terdiam sejenak. Ia melihat pada kakek serta pamannya secara bergantian. Keduanya mungkin sangat mengkhawatirkan kondisi Siwon saat ini. Bagaimana pun juga, Choi Siwon adalah calon pewaris Choi Group. Walaupun Choi Daehan mempunyai kekuasaan untuk membuat keputusan menyelamatkan Siwon, tapi mereka tidak bisa mengabaikan segala resiko. Jika Choi Group ikut terlibat dalam kasus Seon Hwan, itu mungkin masyarakat bertanya-tanya. Hubungan Siwon dan Kyuhyun juga akan terekspos nantinya. Choi Daehan mungkin tidak menunjukkan penolakan yang begitu agresif seperti Choi Yoojin terhadap hubungan Siwon dan Kyuhyun, tapi beliau juga tidak menyukai jika citra Choi Group akan rusak karena masalah ini.

Yunho menghela nafas. Dia masih tidak mengerti kenapa Seon Hwan masih menganggu Kyuhyun, terlebih dengan situasi mereka sekarang.

“Yunho…” ucap Choi Daehan yang menarik perhatian sang cucu. “Hubungi rumah sakit. Setidaknya kita bisa membuat persiapan dan alibi untuk Siwon.”

Kening Yunho mengernyit. “Maksud Kakek?”

Jaewon menatap ayahnya lalu berdiri. “Aku akan memastikan alibi untuk Siwon. Mungkin insiden saat kunjungan kerja ke pabrik atau semacamnya.” Kemudian ia berjalan meninggalkan ruangan tersebut. Yunho semakin tidak mengerti dengan tindakan paman serta kakeknya.

“Kenapa masih di sini? Cepat pergi ke rumah sakit!” seru Choi Daehan.

Yunho menggaruk bagian leher belakangnya. “Rumah sakit mana?”

*****

Changmin berjalan keluar dari gedung tua tersebut dan melihat sebuah mobil datang. Sepertinya suruhan kakeknya sudah datang. Ia menghela nafas pendek lalu kembali berjalan. Dari mobil tersebut, keluar sekitar lima orang termasuk Shin Hwan. Kelimanya menghampiri Changmin dan membungkuk memberi salam.

Changmin mengernyit. “Kakek hanya mengirim kalian?”

“Jika terlalu banyak, itu hanya akan membuat keributan Tuan Shim,” tutur Shin Hwan.

Changmin mendesah pelan. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pada Shin Hwan koordinat terakhir yang dikirimkan oleh Ahn Soo. Dengan sigap, Shin Hwan memasukkan angka koordinat itu ke sebuah alat GPS yang dibawanya. Changmin memasukkan kembali ponselnya ke saku mantelnya. Dia memperhatikan area sekeliling.

“Mereka tidak akan pergi jauh dari sini,” ucapnya.

Shin Hwan membenarkan. Ia memperhatikan alat di tangannya. “Sinyalnya menunjukkan ke arah sana,” tuturnya sembari menunjukkan ke arah jalan setapak yang sudah ditutupi rumput liar yang tinggi.

Changmin mendesah. “Baiklah, kita berpencar. Buat perimeter. Sepertinya mereka akan berjaga di sekitar lokasi. Hubungi ambulance. Kurasa polisi tidak akan berguna.”

“Ambulance? Dengan alasan apa?” tanya salah seorang bodyguard.

Changmin mengangkat bahu. “Entahlah. Hubungi Kim Hyeon. Kurasa Kakek sudah memberikan perintah lainnya. Kita membutuhkan ambulance.”

Bodyguard itu mengangguk. Kemudian Changmin menatap Shin Hwan lalu mendesah. Oh, dia paling tidak menyukai hal berbau penjelajahan seperti ini. Tapi dia tidak punya pilihan.

“Tunjukkan jalannya, Shin Hwan. Yang lain mulai berpencar!”

*****

“Itu bagus. Uangnya sudah kukirim ke tempat yang kau minta. Ingat, jangan lupakan untuk menghilangkan bukti. Jika mereka berhasil melacak keberadaanmu, kami tidak akan membenarkan mengenai setiap tindakanmu atau bahkan anak buahmu,” ucap seorang pria yang berada di sebuah ruangan kerja.

Pria itu sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.

“Cih… Tentu saja. Aku bukanlah seorang amatir yang kalian sewa sebelumnya. Kami sudah menghilangkan semua buktinya. Bahkan rekaman CCTV lalu lintas tidak akan membantu sama sekali. Tapi aku melanggar perintah.”

Kening pria itu berkerut. “Melanggar perintah?”

“Yeah, aku terpaksa melakukannya. Dia benar-benar membuatku gila dengan sikapnya.”

Pria itu menyeringai sinis. “Kurasa itu tidak masalah. Singkirkan ponselmu. Aku akan mulai menghapus catatan telepon kita. Kerja bagus.”

“Bukan masalah. Selamat tinggal.”

Pria itu mengakhiri sambungan telepon. Lalu ia berfokus pada layar komputer dihadapannya. Tangannya bergerak lincah pada keyboard. Setelah beberapa menit, dia kembali tersenyum sinis. Kemudian ia meraih ponsel lainnya dan menghubungi sebuah nomor penting.

“Tuan, semuanya telah selesai.”

“Bagaimana dengan sidangnya? Apa menyenangkan?”

Pria itu melirik layar komputernya. “Sesuai dengan prediksi anda, Tuan. Direksi Seon Hwan akan mengumumkan perusahaan mengalami pailit esok hari. Setelah itu, pengadilan akan mengumumkan hasil persidangan. Apa anda sudah membuat keputusan untuk nasib pegawai Seon Hwan? Jika perusahaan mengumumkan pailit, maka…”

“Tenang saja. Aku tidak bodoh. Semuanya sudah kuselesaikan. Aku akan kembali ke Seoul, mungkin dalam satu minggu ini. Tetap awasi situasinya. Terlebih dengan Choi Group.”

Pria itu menarik nafas. “Baik, Tuan. Anda tidak perlu khawatir.”

“Kerja bagus. Ini adalah akhirnya, bukan?”

*****

Mata Siwon perlahan terbuka. Beberapa kali ia berkedip, berusaha memfokuskan pandangannya. Ia mengerang karena rasa sakit di kepalanya. Itu adalah pukulan yang sangat keras. Siwon menarik nafas perlahan, berusaha menyadarkan diri sepenuhnya. Selain rasa sakit di kepalanya, Siwon juga mulai merasakan dingin di sekujur tubuhnya.

Perlahan, Siwon menggerakkan tubuhnya. Dalam posisi tubuh terbaring, ia menatap ke arah langit yang berwarna abu-abu. Beberapa-kali ia kembali berkedip.

Aku masih hidup, pikirnya.

Kemudian ia mulai menyadari di mana ia berada saat ini. Sejauh mata memandang, Siwon hanya melihat rumput liar. Tapi itu tidak menjelaskan sensasi dingin di seluruh tubuhnya. Perlahan dia menggerakkan tangannya dan sensasi dingin itu menyebar di permukaan kulitnya.

Mata Siwon terbuka lebar. Lapisan es. Dia berada di atas lapisan es dari danau yang membeku.

Shit!

Siwon ingin sekali bangun tapi ia tidak tahu apakah lapisan esnya cukup tebal atau tidak. Jika dia salah bergerak, dia akan tenggelam dalam air dingin. Siwon kembali mengumpat dalam kepalanya. Para bajingan itu memukulnya lalu membawanya ke tempat seperti ini. Entah bagaimana mereka bisa meletakkan tubuh Siwon di atas lapisan es seperti ini. Oh, dia sepertinya berada di tengah danau kecil tersebut.

Siwon menggeram. Dia harus menyelamatkan Kyuhyun, tapi dia malah terjebak dalam situasi seperti ini.

Kyuhyun!!

Siwon menggerakkan tubuhnya agar dia bisa melihat sekeliling. Matanya menangkap sosok lain yang terbaring di atas lapisan es yang tak jauh darinya. Itu adalah Kyuhyun. Dia dalam kondisi tidak sadarkan diri, tapi Siwon bisa melihat wajahnya yang penuh darah. Para bajingan itu sepertinya memukuli Kyuhyun hingga kekasihnya pingsan.

“Kyuhyun!!” seru Siwon keras. Dia perlu memastikan kondisi Kyuhyun terlebih dahulu. “Kyuhyun!!”

Di sisi lain, Kyuhyun mulai tersadar. Secara sayup, ia mendengar seseorang meneriakkan namanya. Tapi Kyuhyun teralihkan dengan rasa sakit di wajah serta seluruh tubuhnya. Selain itu, tubuhnya mulai menggigil. Perlahan ia membuka mata dan hal pertama yang ia lihat adalah lapisan es dibawah tubuhnya.

Kyuhyun menegang. Bagaimana bisa dia berada di tempat tersebut? Rasa sakit lainnya muncul dari tempat lain. Tepat di belakang kepalanya. Halusinasi, Kyuhyun mulai mendengar suara raungan sirine ambulance dan kerumunan orang-orang. Kyuhyun memejamkan matanya lagi. Dia menarik tubuhnya –meringkuk dan memeluk tubuhnya sendiri.

“KYUHYUN!! Kyuhyun, dengarkan aku! Fokus pada suaraku!!”

Itu suara Siwon. Kyuhyun mengalami halusinasi kalau dia mendengar suara Siwon. Tapi itu malah membuatnya semakin ketakutan. Rasa sakit di belakang kepalanya mulai tidak tertahan. Kyuhyun berteriak keras, tangannya memegangi kepalanya dengan erat.

Siwon yang melihat reaksi Kyuhyun mulai ikut panik. Dia tidak bisa membiarkan Kyuhyun terjebak dalam ketakutannya. Dia berusaha untuk bangkit, tapi ketika ia menggerakkan tubuhnya Siwon mendengar seperti suara retakan. Sepertinya lapisan es tersebut tidak cukup kuat.

Siwon kembali menatap pada sosok Kyuhyun. Jarak diantara mereka kurang dari dua meter. Siwon seharusnya bisa menghampiri Kyuhyun, tanpa mengambil resiko membuat retakan yang lebih besar.

“KYUHYUN!! Buka matamu!! Lihat, ini aku!! INI AKU, SIWON!! Dengarkan suaraku!!” teriak Siwon lagi.

Kyuhyun kembali mendengar suara Siwon. Ia merintih dalam kesakitan dan sensasi dingin yang luar biasa. “Siwon…”

“Kyuhyun, buka matamu. Aku ada di sini. Aku datang untuk menyelamatkanmu! Buka matamu dan lihat padaku. Fokus pada suaraku!!”

Suara Siwon terdengar besar dan dekat dengannya. Kyuhyun mulai berpikir apakah dia tidak mengalami halusinasi. Dengan memberanikan diri, Kyuhyun membuka matanya lalu mencari arah sumber suara tersebut.

Matanya melebar ketika ia melihat sosok Siwon tidak jauh darinya.

“Siwon…”

Siwon tersenyum miris. Dia bisa melihat luka di wajah Kyuhyun dengan jelas. Wajah kekasihnya dipenuhi oleh darah. “Tenanglah. Aku ada di sini. Aku akan menghampirimu, okay?”

“Ta-tapi lapisan esnya…”

“Tenang saja. Lapisan esnya cukup tebal. Sekarang tutup kembali matamu dan fokus pada suaraku. Ada aku di sini. Aku tidak akan meninggalkanmu, mengerti?”

Kyuhyun mengangguk lalu kembali memejamkan mata. Ia masih bisa mendengar suara Siwon. Tapi jauh dari bagian tubuhnya lain masih merasakan kesakitan luar biasa. Ia tidak pernah mengalami rasa sakit seperti ini sebelumnya. Perlahan, ketakutannya kembali memeluk tubuhnya. Kyuhyun seperti kembali seperti anak kecil berusia tujuh tahun.

Suara Siwon masih terdengar, tapi Kyuhyun merasa begitu tak berdaya. Ini adalah mimpi yang paling buruk yang pernah ia alaminya.

Siwon terus bicara pada Kyuhyun, agar kekasihnya menjadi sedikit lebih tenang. Ia tahu jika Kyuhyun lebih lama berada di atas lapisan es, maka dia bisa mengalami panic-attack. Bahkan jauh lebih buruk.

Siwon memperhatikan sekelilingnya. Ia berusaha memeriksa apakah cukup aman untuknya bergerak. Suara retakan yang ia dengar sebelumnya, itu bisa menjadi peringatan baginya. Siwon kembali menatap pada sosok Kyuhyun.

Kemudian ia mulai berdiri. Kembali terdengar suara retakan.

Mungkinkah lapisan esnya tidak cukup tebal?

Tapi Siwon berhasil berdiri di atas kedua kakinya. Hanya beberapa langkah. Siwon hanya perlu berhati-hati. Siwon kembali berbicara pada Kyuhyun. Ia mengucapkan kata-kata yang bisa menenangkan Kyuhyun.

Perlahan, Siwon mulai melangkah. Dia tersenyum tipis karena tidak mendengar suara retakan. Lalu langkah berikutnya. Siwon semakin percaya diri. Langkahnya begitu mantap. Kemudian langkah selanjutnya.

“Aku hampir sampai, Kyuhyun!”

Siwon mengambil langkah berikutnya. Tinggal tiga langkah lagi dari posisi Kyuhyun. Ia bisa melakukan hal ini. Namun, saat ia melangkah lagi. Terdengar suara retakan yang begitu besar. Wajah Siwon memucat. Apakah dia terlalu percaya diri dan menjadi lengah?

Siwon memeriksa lapisan es di bawah kakinya. Terlihat baik-baik saja. Namun suara retakan itu membuat Siwon khawatir. Siwon menarik nafas perlahan. Dia tidak bisa berhenti sekarang, Kyuhyun sudah ada dihadapannya. Siwon harus menyelamatkannya.

Kembali, Siwon mengambil langkah lainnya. Kemudian suara retakan itu semakin besar dan dekat. Siwon menoleh untuk memeriksa apakah lapisan esnya mulai terpecah. Tapi hanya sedikit gerakan kakinya, tiba-tiba lapisan esnya mulai hancur dan Siwon terperosok jatuh ke dalam air dingin.

Kyuhyun tidak mendengar suara Siwon lagi. “Si… Siwon?”

Tidak ada jawaban. Kyuhyun membuka matanya dan melihat ke tempat di mana ia melihat Siwon. Namun, tidak ada siapapun. Apakah ia hanya berhalusinasi kalau Siwon datang untuk menyelamatkannya? Kyuhyun kembali memejamkan matanya kembali.

Kini dia sendirian. Tidak ada orang yang akan menyelamatkannya dari mimpi buruknya.

*****

NOTE: Well… seperti janjiku di postingan akhir juli kemarin. Err… Kayaknya waktunya gak tepat banget yaa. Siwon -akhirnya- dateng ke musikal Kyuhyun, tapi update fanficnya malah begini…

btw kemaren di postinga SF Part 48, siapa yang nebak kalau kyuhyun dipindah ke tempat lain, trus pas siwon dateng malah video call ama si penculiknya? Saya ampe shock baca komennya.. /klise banget ya ini alur cerita ampe ketebak gitu

Agak susah nyari foto yang pas buat part ini, tapi akhirnya nemu yang begitu /tunjuk foto di atas.. Ohya yang kemarin kasih rekomen cerita wattpad makasih yaa.. Kalo ada yang mau rekomen lagi boleh koq.. hihihi

Music: 린 (LYn), 레오 (LEO of VIXX) – 꽃잎놀이 (Blossom Tears)

Advertisements

41 thoughts on “[SF] Scarface Part 49

  1. ya ampun gmna nsb wonkyu tuh,,,cpet donk se2orang tolongin wonkyu,,,
    bca chap ini jd deg2n sendiri,oenni emank jagonya deh bkin kita yg bca jd kbwa suasana tegang berasa nonton drama asli.
    next chapnya d tunggu makasih

  2. Haduuuuhhhhhhh gimana nasib Siwon????????
    Siwon tenggelammmmm, siapa yang akan menyelamatkan Siwon????
    Makin panas, makin seruuuuu……
    Semoga Siwon selamat, please ada yang nolong Siwon!
    Ditunggu banget lanjutannya…..

  3. chapter ini bener-bener menegangkan dari awal sampe akhir. itu gimana nasib siwon tenggelam di danau, sedangkan kyuhyun sangat butuh siwon apalagi dengan traumanya..

    semoga changmin bisa segera menukan mereka, gak tega lihat wonkyu tersiksa begitu. itu yang nyuruh culik kyuhyun Uhm ki jun kan?
    nextnya semoga cepet!!!

  4. Astaga…ini benar-benar mmbuat perasaanku jadi benaran tak karuan.Melihat apa yg tengah terjadi dengan WonKyu dan yg lain.Sebenarnya apa motif dari penculikan itu???benaran ga sabar pingin tau orang dibalik ini.
    Semua orang tengah berjuang keras .Semoga segera mmbawa hadil.Dan Kyuhyun juga bisa mngatasi trauma’y. Siwon semoga saja juga tak apa2..dan segera kmbli kpda Kyuhyun.
    Makin gregetan pas TBC kkkkk…padahal udh panjang tapi,terasa kurang karna begitu seru hingga tak terasa.

    Jeongmal gumawo eonni…Fighting!!@@

  5. Semoga wonkyu ny selamat ga tega aq ny
    Dan part krisho kaga ada masa hadeuh dah ditunggu padahal tp tdk pa lach aq masih akan dan selalu menunggu
    Kak author-nim nya semangat nulisnya
    Fighting
    Fighting
    Hwaiting 🙂

  6. Waaa kasia siwon jatuh, trs gmn nasib kyuhyun? Ayoo siwon, kmu psti bsa bangkit, trs nyelamatin kyuhyun..
    Uuhhh kasian mreka brdua

  7. tbcnya ngga pas bgt… duh makin penasaran…. dari awal baca part ini udh seru bgt sampe Akhir… changmin cepetan dtng nolongin siwon yg kecebur… duh ntar keburu kena hipotermia si siwon… ditunggu lanjutannya… semoga cepat…

  8. aku harap changmin segera datang…>< #PelukWonKyu TT
    dari awal cerita udah deg deg ajah,, makin seru!!! tapi apa setelah ini WonKyu akan sulit bertemu?? karena mungkin kakek Siwon g akan tinggal diam sama hubungan mereka setelah kejadian ini. d tggu banget kelanjutannya ne!!! 🙂

  9. terlalu ngeri ngebayangin wonkyu menderita sampe g bs coment apa2 kayanya,tp semoga ini bukan akhir perjuangan mereka buat bertahan jd sepasang kekasih,karna sayang banget setelah semua penderitaan yng udah mereka berdua alamin tau2 kyuhyun nya menyerah aduuuuh semoga jangan,dan sebel bngt sama penculiknya ya,kurang ajar sama babykyu gt,#aku bnrn baper jae,wkwkwk

  10. Wow…
    Menegangkan bgt eonniiii o.O ..
    Nasib Siwon bagaimanaa 😥 ..
    Klu Siwon kenapa2, bisa2 trauma Kyuhyun makin bertambah dong 😥 ??

  11. Aduuuuuh.. Sesek napas iniiiih…. Teganya cliffhanger nya nenggelemin Siwon..
    Kasian tuh dia kedinginan…
    Please semoga gak lama ya ngapdet nya.. Gak tega ngebayangin Siwon tenggelem… Hiks…

  12. bisakah chapter 50 dipercepat aku tau ini maksa tapi please ini bener2 menegangkan…….chingu please….chapter 50 jangan akhir bulan lagi yaa

  13. ya tuhan selamatkan daddy ama mommykyu…
    Greget bgt mrka brdua yg kejebak di atas es mlah saya yg dingin…. Next ditunggu

  14. Is kyuhyun able to male miracle on rescue siwon or changmin on time to save him??? Really hope you can update this story real fast….. Thanks for ur update

  15. Huweeeee ….. sedih banget baca nya, selametin kyumom n wondad …. 😭😭😭😭😭😭

    Lanjut nya jangan lama2 de … penasaran abies …

  16. TBC yg sangat tidak pas….
    Gak mungkin kayanya kasus penculikan ini berakhir, menurut aku akan ada kasus lain setelah Siwon berhasil menyelamatkan Kyuhyun. Atau bisa jadi kali ini Kyuhyun akhirnya mampu mengatask traumanya dan menyelamatkan Siwon…
    Well aku masih gak bisa nerawang bagaimana akhir hubungan mereka…

  17. duuuhh sumpah ya…
    gak bisa bayangin muka kyu babak belur gitu..
    jadi pengen jambak si penculiknya lalu bentur2in ke tembok jahat banget ngerusak mukanya si baby… duuuhhh…
    siwon jatuh ke es???
    kyu nya trauma pula
    ah sudahlah lengkap hanya menunggu bala bantuan aja
    semoga segera bisa di temukan dan juga yang menculiknya segera mendapatkan ganjarannya

  18. Sebel bgt sma penculiknya pngen tk gorok aja, aduuhh…. babykyu kmu kasian skali,trus tu siwon jg knapa mesti tenggelam cba,kak diera sukses bkin aq dek2an moga aja changmin segera menemukan mreka end itu para penculik jga segera tertangkap trmasuk yg menyuruhnya. Makasih

  19. aduhh…it gimana nasib wonkyu,ya ampun kasian bgt mereka berdua,cb ak bisa aku pasti tolongin,ugh gantung,jd bkin penasaran ma kelanjutan nya..next chap…

  20. Duh ak masochist sih, tim sakitin siwon tapinAKDAMKXKlzjzKMA
    gemesssss huhuhu deg2an bacanya asliii!!!!!
    Yaampun ga sabarrrrr inj gimanaaaa maygaaaaddddd

  21. crita nya kyk nya bakal jdi thriller ya klo kyk gini? wkwk
    bener2 ga kebayang sma muka babak belur nya Kyuhyun.
    ampun deh yaa emg bener2 ya kelakuan si penculik ga punya hati bgt err
    Siwon jatoh,lha gmna sma situasi panic-attack nya Kyuhyun?? smoga kedua nya baik2 aja nd bantuan segera dateng.
    beneran bakal berakhir? haha kok saya ga yakin ya? tpi smoga masalahnya cepet selesai deh ._.
    slalu ditunggu lanjutan nya ra,fighting!! ❤

  22. tuk kali ni komentku cuma mau bilang ga tega bayangin kyu yang dipukul berkali2.
    moga yang mukulin kyu dpt hukuman yg lebih

  23. baca dari chap awal ini pertama kali aku komen dan ini ff yg selalu aq tunggu2 krna selalu bikin penasaran tiap akhirnya,,, gak peduli mau sepanjang apa chapnya yg jelas aq suka bgt.. tapi chap ini sumpah bikin aku penasaran bgt gimana itu nasib wonkyu bedua dari awal baca bawaannya tegang mulu…. berharap cepat update 😀

  24. Huaaa siwon kenapa??? Klu siwon tenggelam kyuhyun siapa yang nolong… Kyu tenang pasti siwon akan menolong mu… Menegangkan banget penjahatnya cepet ketangkep biar wonkyu hidup dengan tenang aaminnn

  25. Nggak tau deh nasib wonkyu selanjutnya…semoga semua cepat teratasi tapi sepertinya makin ruwet aja situasinya…
    Jangan lama2 nyiksa wonkyu nya ya eoun….nggak tega ngebayanginnya….

  26. Nooo!! Kenapa tbc nya gitu??
    Deg2an bgt bacanya ya ampun.. >.<
    Smga siwon gpp dan bs nyelamatin kyu.
    Pliss bgt updatenya lbh cpt dr kmrn. Penasaran bgt sm kelanjutannya.

  27. Baperrr… Gua baperr.. Hikss kyuhyunn… Udah ampe chap sejauh ini kyuhyun blm diselamtin juga, ayo dongg siwon please selamatin kekasih mu , dieraa… Kapan moment wonkyunya , kapan moment sweet mereka… Kaapan NC’annga xD , Kanget bngt ama moment sweet mereka dieraaa…
    Hadeehhh selalu tegang kalo baca ff ini kasiang uri kyuhuun…
    Oke ditunggu aja chap kelanjutannya
    Semoga tidak mengecewakan ,

  28. bagaimana nasib mereka berdua ya.
    kyuhyun yang trauma dan siwon malah tenggelam di danau yg dingin itu.
    semoga bala bantuan datang.
    ditunggu lanjutanny ya

  29. duh gimana siwon dan kyu
    kenapa sih org itu jahat bgt sama wonkyu
    semoga aja siwon bisa selamat dan bisa menolong kyu yg lagi takut sekarang ..

  30. Aduu semoga siwon sama kyuhyun segera di temuin sama anak buah nya siwon atau changmin atau tenaga medis deh huhu takut siwon ga selamat iih gara2 nyemplung ke danau nya 😭😭

  31. Aigoo…jgn sama hal buruk trjadi sama wonkyu, smga kejadian ini tdk akan memperburuk trauma kyuhyun dg ice. Dan semoga saja siwon mampu membawa kyuhyun keluar dr ice itu…

  32. woahhh authornya jahatt tega banget nyiksa kyu ama siwon..
    bagaimana cara mereka selamat? apa setelah ini keluarga choi masih merestui mereka berdua…
    ff nya kereeennn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s