[MM] The Last King Part 16

gyeongbok palace

16

Kyuhyun menatap telapak tangannya. Dia masih bisa merasakan sensasi hangat tangan Haena yang menggenggamnya saat mereka berlari. Gadis itu telah menyelamatkannya. Tapi Kyuhyun belum mendapatkan kabar apapun mengenainya. Sejak diselamatkan, Kyuhyun dibawa ke Cheongwadae bertemu dengan Jonghyun dan Donghae. Hanya sekitar duapuluh menit di Cheongwadae, Kyuhyun lalu dibawa ke rumah sakit dengan pengawalan ketat. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, dia mendapat informasi mengenai kondisi Siwon.

Sang pengawal selamat walaupun mengalami beberapa luka yang cukup serius. Kyuhyun sangat berterima-kasih pada Siwon yang berusaha keras untuk melindunginya dan menjaganya agar dia tidak mengalami luka yang lebih serius ketika mobil mereka berguling. Namun, tentu saja Kyuhyun merasa bersalah pada Siwon. Dia ingin segera menemui Siwon –untuk melihat kondisinya secara langsung– tapi Kepala Pengawas Park dan team dokter melarangnya dengan mengatakan Siwon masih belum sadar dari operasi yang telah dijalaninya. Selain itu, Kyuhyun juga perlu beristirahat.

Kyuhyun menghela nafas berat. Dia memperhatikan kamar VIP yang cukup besar tersebut. Pihak Cheongwadae memerintahkan agar Kyuhyun mendapatkan pengawalan yang lebih ketat akibat penculikan selama beberapa jam tersebut. Termasuk Donghae dan Jonghyun. Mereka tidak ingin mengambil resiko lainnya seperti yang dialami oleh Kyuhyun. Terlebih status saat ini masih cukup darurat.

Kyuhyun menoleh ketika ia mendengar suara pintu terbuka. Dia tersenyum saat melihat Jeonghyuk berjalan masuk. Sejak sampai di Cheongwadae, Kyuhyun belum bertemu dengan ayahnya. “Appa…”

Jeonghyuk menutup pintu lalu berjalan mendekati tempat tidur. “Bagaimana kondisimu?”

“Masih sedikit sakit. Tapi aku rasa selain memar, tidak ada luka yang parah. Walaupun begitu dokter menyarankan agar aku tetap di rawat selama beberapa hari,” tutur Kyuhyun dengan nada sedikit jengkel. Dia tidak pernah menyukai untuk rawat inap di rumah sakit.

Jeonghyuk tersenyum dan menyentuh kepala Kyuhyun dengan lembut. “Turuti ucapan dokter, Kyuhyun.”

Kyuhyun mengangguk kecil. Dia menyukai sentuhan hangat ayahnya. Rasa sakit sepertinya berkurang banyak. Jeonghyuk menarik nafas lalu ia duduk di kursi dekat tempat tidur. Kyuhyun sedikit mengernyit karena ekspresi ayahnya begitu serius.

“Apa terjadi sesuatu?” tanya Kyuhyun cemas.

Jeonghyuk menggeleng. “Selain masalah Tuan Kang, Hyde dan pemberitaan media, Appa rasa tidak ada yang perlu kau cemaskan, Kyuhyun. Kau harus lebih banyak beristirahat.”

Oh, Kyuhyun teringat dengan Tuan Kang. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pria itu adalah anggota Hyde. Tuan Kang bahkan termasuk anggota Dewan Kerajaan dan sering-kali berinteraksi dengan mereka selama ini. Tapi tidak ada kecurigaan mengenai keterlibatannya dengan Hyde.

“Mengenai Tuan Kang…”

“Kyuhyun, beristirahatlah. Biarkan Kepengawalan Negara yang mengurusnya. Kau tidak perlu ikut terlibat dalam hal ini. Selain itu, Kepengawalan Negara juga seperti merasa kecolongan. Mereka sudah melakukan investigasi pada semua orang yang terlibat dalam Pendirian Kerajaan, tapi kenyataan Tuan Kang adalah anggota Hyde maka mereka perlu meningkatkan kewaspadaaan. Termasuk pengawalan terhadap dirimu, Jonghyun dan Donghae,” tutur Jeonghyuk dengan tenang.

Kyuhyun menghela nafas pendek lalu mengangguk. Walaupun dia tidak menyukai dengan kepengawalan tersebut –bahkan terkadang keberadaan Siwon yang selalu mengikutinya membuatnya jengah– tapi Kyuhyun tidak akan bisa protes. Jadi, dia hanya akan menurut saja. “Oh ya, Appa sudah bertemu dengan Haena? Bagaimana dengan kondisinya? Dia tidak terluka ‘kan?”

Jeonghyuk terdiam sejenak. Dia tahu kalau Kyuhyun pasti akan menanyakan mengenai Haena kembali. Tapi Jeonghyuk tidak mempunyai jawaban yang tepat untuk diberikannya pada Kyuhyun. Terlebih mengenai kondisi Pengawal Kim Haena.

“Appa…” ucap Kyuhyun lagi.

Jeonghyuk menarik nafas perlahan. “Appa belum bertemu dengannya, Kyuhyun. Appa akan tanyakan pada Kepala Pengawas Park, nanti. Lebih baik kau istirahat sekarang.”

Kyuhyun terdiam mendengar jawaban Jeonghyuk. Ia memperhatikan ekspresi ayahnya dengan lekat. Kyuhyun tahu pasti ada sesuatu yang disembunyikan darinya. Tapi ia tidak bisa bertanya lebih lanjut. Sepertinya Jeonghyuk sedang mengurus hal lainnya yang lebih penting. Kyuhyun mungkin bisa bertanya lagi pada Kepala Pengawas Park mengenai kondisi Haena.

Jeonghyuk kembali menyentuh kepala Kyuhyun dan mengusapnya lembut. “Tidurlah, Kyuhyun. Kau membutuhkan istirahat setelah apa yang terjadi hari ini. Dokter akan datang setiap dua jam untuk mengecek kondisimu.”

“Appa akan pergi?”

Jeonghyuk mengangguk. “Situasi saat ini masih kacau. Walaupun media berhasil dikendalikan, tapi masih ada masalah lainnya yang Cheongwadae harus perhatikan. Jonghyun mungkin akan datang malam ini untuk menemanimu.”

“Begitu juga dengan Donghae hyung. Dia tidak akan mau ditinggal sendirian.”

Jeonghyuk tertawa kecil. “Itu benar. Sekarang tidurlah.”

*****

Jonghyun memperhatikan Jaeshin yang hanya diam setelah mendapatkan penjelasan mengenai keterlibatan ayah angkatnya serta mengenai menghilangnya sang ibu angkat. Ia sama sekali tidak tahu kalau Jaeshin sebenarnya adalah anak angkat dari Tuan Kang. Selama ini Jaeshin hampir tidak pernah menceritakan mengenai keluarga angkatnya. Bahkan ia dan Minho belum pernah bertemu dengan orangtuanya. Jaeshin selalu mengatakan dia merasa tidak nyaman membawa orang ke rumah –walaupun teman-temannya sendiri.

Saat di rumah sakit, Jonghyun sedikit terkejut ketika ia mendengar kabar kalau team Kepengawalan Negara membawa Jaeshin ke kantor pusat untuk dilakukan penyelidikan. Selain karena peran Tuan Kang yang telah terungkap, Kepengawalan Negara mungkin hanya ingin melakukan investigasi lebih mendalam. Terlebih mereka sudah kecolongan selama bertahun-tahun oleh Tuan Kang. Jadi, setelah mendengar kondisi Kyuhyun yang tidak parah, Jonghyun memutuskan untuk kembali dan bertemu dengan temannya.

Well, Donghae juga memaksa untuk ikut bersamanya. Karena Donghae pikir Kyuhyun membutuhkan waktu untuk beristirahat tanpa gangguan. Namun, hal itu malah membuatnya mengekori Jonghyun kemana pun pemuda itu pergi. Diikuti pula oleh Seungho, yang bertugas untuk menjaga mereka berdua.

Jonghyun melirik Seungho yang berdiri di dekat pintu. Mereka berada di salah satu ruangan meeting Kepengawalan Negara. Jaeshin tidak mungkin diinterogasi di ruangan isolasi, jadi mereka menggunakan cara yang lebih halus untuk memberikan penjelasan dan bertanya mengenai keluarga angkatnya. Walaupun sebenarnya Jonghyun dan Donghae tidak diijinkan untuk berada di ruangan yang sama, tapi Jonghyun tentu saja akan memaksa.

“Pengawal Yang..” ucap Jonghyun.

Seungho menatapnya lekat. “Ya, Pangeran?”

“Bisa kau ambilkan kami minuman? Selain itu, kau tidak perlu berada di sini. Aku yakin di luar pintu ada pengawal yang menjaga ruangan ini, bukan?” tutur Jonghyun.

Seungho terdiam sejenak. Ia tahu kalau Jonghyun menginginkan sedikit privasi karena ingin bicara dengan Jaeshin, tapi Seungho tidak bisa meninggalkan posisinya. Walaupun di kantor pusat Kepengawalan Negara ada begitu banyak anggota Pengawal Negara, tapi situasi tidak bisa membuat mereka lengah.

Donghae menarik nafas. “Pengawal Yang, suruh orang untuk membawakan minuman dan kau bisa makan siang. Aku tahu kau belum istirahat atau makan sama sekali. Hanya tigapuluh menit. Kami tidak akan pergi kemana-mana,” ucapnya dengan nada serius.

Itu sedikit mengejutkan bagi Seungho. Begitu pula dengan Jonghyun. Mereka sama sekali belum pernah melihat Donghae bersikap sangat serius seperti ini. Rasanya semua sikap kekanakan yang sering ditunjukkan oleh Donghae hanya sebuah tipuan belaka. Inilah sosok Lee Donghae yang sebenarnya.

Seungho mengangguk kecil lalu berjalan keluar meninggalkan mereka bertiga di ruangan tersebut. Donghae lalu menatap Jonghyun lekat. “Apa aku juga harus pergi?”

“Oh? Tidak. Hyung bisa tetap di sini,” tutur Jonghyun.

Donghae tersenyum tipis lalu kembali menatap Jaeshin yang juga memperhatikannya. “Senang bertemu denganmu lagi, Jaeshin.” Well, Donghae kembali bersikap seperti biasanya. Mungkin dia berusaha mencairkan suasana yang begitu tegang sejak tadi.

“Kau juga seorang Pangeran?” tanya Jaeshin dengan suara kecil. Setelah ia mengetahui identitas Jonghyun dan Kyuhyun, dia hanya berpikir kalau Donghae juga seorang Pangeran. Hanya sebuah pemikiran masuk akal.

Donghae mengangkat bahu. “Aku hanya bagian dari kerabat kerajaan. Bukan berarti aku Pangeran yang sesungguhnya. Jangan terlalu sungkan. Pertemuan pertama kita memang singkat, tapi bukan berarti kita adalah orang asing, bukan? Terlebih kau juga teman Jonghyun.”

“Jaeshin, kau… Apa kau baik-baik saja?” tanya Jonghyun.

Jaeshin kembali menatap Jonghyun. Ia menarik nafas perlahan dan menyandarkan punggungnya di kursi. “Kurasa hari ini adalah hari yang cukup berat untuk kita, bukan? Identitasmu terbongkar, kecelakaan yang menimpa Kyuhyun lalu mengenai keluargaku. Aku benar-benar tidak tahu apakah aku baik-baik saja saat ini.”

“Kau akan baik-baik saja, Jae. Mengenai ayahmu, aku tidak akan berkomentar apapun. Kenyataan bahwa dia salah satu yang merencanakan semua ini –termasuk melukai Kyuhyun– aku…” Jonghyun memejamkan matanya sejenak. Dia menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. “Aku tidak bisa memaafkannya, Jae. Kyuhyun hampir mati. Aku hampir saja kehilangkan saudaraku.”

Jaeshin menarik nafas kembali lalu menghembuskannya. Dia bisa mengerti bagaimana perasaan Jonghyun saat ini. Terlebih berkaitan dengan Kyuhyun. “Aku tidak memintamu untuk memaafkan Appaku, Jonghyun. Hanya saja, aku menginginkan alasan yang sebenarnya dari Appaku. Kenapa dia melakukan semua ini? Sejak kapan dia terlibat dalam organisasi itu? Lalu bagaimana dengan Eomma? Bagaimana dengan hidupku selanjutnya? Kau tahu, semua kehidupan yang kujalani selama hampir duapuluhtahun seperti hancur begitu saja. Aku bahkan tidak tahu apa identitasku sebenarnya,” ujar gadis yang duduk dihadapan Jonghyun.

Jonghyun membuka matanya dan memandang sahabatnya. Sepertinya apa yang menimpa keluarga angkatnya membuat Jaeshin merasa hancur. Tentu saja, mereka adalah yang membesarkan Jaeshin. Hanya mereka keluarga Jaeshin saat ini. Tapi kini Jaeshin sendirian. Walaupun gadis itu terlihat begitu kuat dan keras kepala, tapi Jonghyun tahu persis kalau Jaeshin masih memiliki mental seperti anak kecil yang tidak ingin ditinggalkan.

Kemudian pintu terbuka. Jonghyun, Donghae dan Jaeshin menoleh. Mereka melihat seorang pria memasuki ruangan. Oh, Jonghyun sepertinya pernah melihat pria itu sebelumnya tapi dia tidak bisa mengingat kapan. Pria itu berjalan mendekat dan tersenyum. Walaupun ekspresinya terlihat tegang dan serius.

Pria itu –Kim Dongwan– menatap Jaeshin lekat. “Nona Kang, kau bisa bertemu dengan ayahmu. Kepala Pengawas Park memberikan waktu untukmu.”

“Benarkah?”

“Mereka masih melakukan interogasi tapi kau bisa menemuinya nanti. Jadi, bisa kita bicara sembari menunggu? Selain itu, kami juga masih melacak keberadaan ibu anda. Itu memerlukan waktu yang lebih lama dari dugaan kami,” tutur Kim Dongwan.

Jaeshin hanya mengangguk kecil. Walaupun dia tidak yakin apa yang akan dibicarakan oleh pria itu padanya. Mungkin terkait ayahnya atau hal lainnya. Dongwan tersenyum melihat persetujuan Jaeshin. Ia lalu menoleh pada Jonghyun dan Donghae.

“Sebaiknya anda berdua beristirahat. Hari ini adalah hari yang panjang, bukan?”

“Tapi Jaeshin…”

“Tidak apa-apa Jonghyun,” sela Jaeshin dengan cepat. “Kurasa tidak ada hal buruk lainnya yang bisa terjadi. Kau juga butuh istirahat.”

Jonghyun mendesah berat. Lalu ia dan Donghae berdiri lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut. Walaupun begitu, Jonghyun merasa cemas dengan Jaeshin. Begitu mereka berada di luar ruangan, dua orang pengawal langsung menutup pintu dan kembali berjaga.

Jonghyun menghembuskan nafas. Donghae menepuk bahunya perlahan dan tersenyum tipis. Dia masih merasa sedikit canggung dengan keberadaan Donghae, tapi kini dia merasa begitu senang bahwa dia tidak sendirian. Selain Kyuhyun yang selalu berada di belakangnya memberikan dukungan, kini ada Donghae. Jadi, Jonghyun tidak merasa seperti terombang-ambing dalam kekacauan ini. Perlahan dia bisa menerima kalau Donghae adalah bagian dari keluarganya selain Kyuhyun.

“Terima kasih hyung,” gumam Jonghyun.

*****

Seunghoon menghela nafas lega ketika Siwon membuka matanya. Setelah hampir duabelas jam tidak sadarkan diri akibat reaksi obat bius, Siwon terbangun. Wajahnya terlihat pucat dan begitu lemah. Seunghoon tidak pernah melihat adiknya berada dalam kondisi seperti ini sebelumnya. Bahkan ketika Siwon masih di CIA, dia tidak pernah terluka parah hingga harus menjalani operasi.

“Hyung…”

Seunghoon tersenyum tipis. “Apa yang kau rasakan Siwon? Aku akan memanggilkan dokter.”

Tapi Siwon menggeleng perlahan. Dia menarik nafas dengan perlahan –seakan terasa begitu sulit. Beberapa-kali Siwon terlihat berusaha untuk tetap terjaga. Seunghoon tahu kalau tubuh Siwon sepertinya masih perlu membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Terlebih Siwon sampai terlempar dari mobil. Kecelakaan itu pasti memberikan shock pada tubuhnya.

Seunghoon menyentuh bahu Siwon dengan hati-hati. Dia tidak ingin membuat adiknya semakin merasa kesakitan. “Istirahatlah, Siwon. Kau membutuhkannya.”

Siwon memejamkan matanya untuk beberapa detik sebelum dia kembali membukanya. Satu tarikan nafas perlahan. “Kyu… Kyuhyun, bagaimana kondisinya? Apa dia baik-baik saja, hyung?”

Oh, bahkan ketika Siwon sadar hal pertama yang ditanyakannya adalah kondisi Kyuhyun.

“Kyuhyun baik-baik saja, Siwon. Dia juga berada di rumah sakit ini tapi dia hanya mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya. Kondisinya jauh lebih baik. Kau melakukan tugasmu dengan baik Siwon,” tutur Seunghoon. Well, Siwon tidak perlu mengetahui mengenai penculikan Kyuhyun saat ini.

Siwon tersenyum tipis ketika kakaknya memberikan pujian. Itu jarang sekali terjadi. Seunghoon lebih sering bersikap begitu keras padanya –itu pun demi kebaikan Siwon sendiri. Terlebih dengan pekerjaan serta tanggung-jawab yang diemban oleh Siwon. Kakaknya memberikan banyak sekali dukungan yang ia butuhkan.

“Aku senang,” gumamnya.

Seunghoon menghela nafas pendek. “Kembalilah tidur, Siwon. Kau membutuhkannya.”

Kemudian dalam hitungan detik, Siwon kembali memejamkan mata dan tertidur lagi.

*****

Kyuhyun memandang pria bernama Kim Dongwan dengan serius. Pria itu datang bersama Jonghyun untuk menanyakan beberapa hal padanya. Terutama mengenai penculikan itu. Kyuhyun menceritakan apa yang diingatnya. Mengenai bagaimana dia terjebak di dalam mobil lalu ada beberapa pria yang mengeluarkannya dari mobil lalu membiusnya. Saat terbangun Kyuhyun sudah diikat di kursi di sebuah ruangan seperti gudang tua. Kyuhyun juga menceritakan mengenai suara seorang pria yang menceritakannya mengenai sejarah kerajaan.

Kim Dongwan sedikit mengernyit saat mendengarnya. “Apa itu suara Tuan Kang?”

Kyuhyun menggeleng. “Aku tahu persis suara Tuan Kang. Tapi suara itu adalah pria yang berbeda. Dia terdengar seperti orang korea, tapi cara bicara sedikit berbeda. Seperti ada aksen.”

“Selain mengenai kerajaan, apalagi yang diceritakannya?” tanya Kim Dongwan lagi.

Kyuhyun sedikit melirik Jonghyun yang duduk di sofa. Sepertinya ia mendengarnya dengan baik. Selain itu ada Kepala Pengawas Park yang berdiri di dekat pintu. Oh, hanya dengan tiga orang di ruangan kamar VIP yang besar membuat Kyuhyun merasa tidak nyaman. Terlebih dengan semua pertanyaan Kim Dongwan.

“Pangeran Kyuhyun…”

Kyuhyun tersadar. “Dia mengatakan bahwa ada perbedaan antara sejarah yang tertulis pada arsip nasional dengan sejarah yang sebenarnya. Terlebih berkaitan dengan anak kembar Raja Sunjong, Pangeran Gyungho dan saudari kembarnya.”

“Bisa anda jelaskan secara rinci?”

Kyuhyun menarik nafas berat. Dia baru saja bangun dua jam lalu dan bahkan saat mereka datang, Kyuhyun belum selesai sarapan. Tapi pria bernama Kim Dongwan itu menyuruhnya untuk menceritakan pengalaman paling tidak menyenangkan dalam hidup Kyuhyun. Walaupun begitu, Kyuhyun tahu bahwa ini adalah demi penyelidikan. Semakin cepat mereka menemukan motif Hyde, mereka mungkin bisa melacak siapa orang-orang dibalik Hyde ini.

Oh, Kyuhyun juga bermaksud meminta Kepala Pengawas Park untuk menyelidiki Jung Byunghee.

Kyuhyun kemudian menceritakan apa yang diingatkan dari ‘pelajaran sejarah’ dari pria misterius itu. Mengenai posisi penerus tahta kerajaan yang sebenarnya, tentang pembantaian anggota kerajaan oleh pasukan tentara Jepang, lebih banyak mengenai saudari kembar Pangeran Gyungho. Tapi pria misterius itu tidak pernah menyebut nama dari saudari kembar sang pangeran. Selain itu, Kyuhyun juga mengingat kalau pria itu sempat menyebut mengenai pemberontakan oleh Pangeran Gyungho yang bekerja-sama dengan tentara Jepang.

Kyuhyun sama sekali tidak percaya dengan ucapan pria itu karena semuanya begitu berbeda dengan catatan sejarah. Selain itu, jika fakta sejarah yang tertulis di arsip nasional memang sebuah manipulasi, bukankah ahli sejarah bisa membuktikan bahwa itu adalah kesalahan. Tapi selama enampuluh tahun lebih sama sekali tidak ada bukti manipulasi sejarah tersebut.

“Aku akan menyelidiki tentang kebenaran fakta sejarah tersebut. Hal ini mungkin adalah motif utama Hyde. Tapi kita hanya bisa berasumsi untuk sekarang. Kami juga akan berusaha menyelidiki tentang orang-orang dibalik Hyde. Saat ini Tuan Kang belum mau membuka mulut mengenai siapa dibalik Hyde,” tutur Dongwan.

“Aku mempunyai satu nama. Jung Byunghee.”

Jonghyun terkejut saat Kyuhyun menyebut nama mahasiswa pindahan tersebut. Tapi Kyuhyun tidak salah. Byunghee memang mempunyai kaitan dengan Hyde, termasuk pamannya. Hanya saja ketika ia ‘hilang’ bersama Byunghee, pemuda itu mengancamnya untuk tidak mengatakan apapun. Namun, Kyuhyun berani menyebut nama pemuda itu dengan lantang. Haruskah Jonghyun menceritakan juga tentang kejadian yang sebenarnya di resort gunung Seorak?

Kepala Pengawas Park terlihat awas. Ia melirik ke arah Jonghyun lalu kembali pada Kyuhyun. “Jung Byunghee? Salah satu yang ikut ke resort gunung Seorak? Yang ikut hilang bersama Pangeran Jonghyun?”

Kyuhyun mengangguk. Dia menatap Jonghyun dengan lekat. “Kau tidak ingin menceritakannya mengenai kejadian waktu itu, Jonghyun? Aku tahu kalau kau tidak salah mengambil jalur. Pria misterius itu menyebutkan dirimu dan kejadian di resort waktu itu. Saat itu aku sadar kalau Jung Byunghee pasti ikut terlibat.”

Dongwan dan Kepala Pengawas Park lalu memandang Jonghyun yang masih duduk tenang di sofa. Walaupun terlihat ekspresi tegang Jonghyun saat Kyuhyun menyebut nama Jung Byunghee.

“Pangeran Jonghyun?” ucap Dongwan yang menunggu penjelasan.

Jonghyun mendesah. Sepertinya dia tidak mempunyai pilihan lain.

*****

Seungho memperhatikan Kyungsoo yang sedang merapikan loker milik Haena. Pagi ini, sebelum pergi ke rumah sakit, Kepala Pengawas Park memberikan sedikit pengumuman mengenai situasi operasi penyelamatan Kyuhyun sebelumnya. Termasuk mengenai tewasnya Kim Haena. Hal itu sepertinya membuat Kyungsoo –yang merupakan sepupunya– mengalami guncangan.

Seungho mendengar kalau Kyungsoo dan Haena awalnya mendaftar bersama dua tahun lalu ke SGA tapi hanya Haena yang diterima karena Kyungsoo tidak mengikuti ujian akhir karena sakit. Setelah itu, Kyungsoo berusaha untuk masuk SGA mengikuti Haena. Akhirnya setelah menunggu dua tahun, Kyungsoo berhasil masuk tapi kini dia malah kehilangan sepupunya.

Seungho lalu menghampiri Kyungsoo. Dia mengeluarkan kartu tanda pengenal milik Haena yang dititipkan gadis itu padanya. Seungho menaruh kartu itu di dalam kardus. Kyungsoo mengangkat kepala dan menatap seniornya.

“Kemarin Haena menitipkannya padaku,” ucap Seungho.

Kyungsoo mengangguk kecil lalu ia mengeluarkan barang terakhir milik Haena dari loker, sebuah buku catatan berwarna biru. Kyungsoo menatap buku itu dengan lekat. Ia menghela nafas pendek lalu memasukkan ke dalam kardus.

Seungho masih memperhatikan Kyungsoo. “Kepala Pengawas Park memberikanmu dua hari libur, bukan?”

Kyungsoo yang sedang menutup pintu loker dan menguncinya hanya mengangguk. Kemudian ia memberikan kunci loker itu pada Seungho. “Aku dengar Kepala Pengawas Park juga akan melakukan upacara pemakaman untuk Haena.”

Seungho menerima kunci itu. “Itu sudah menjadi tradisi kami. Tidak jauh berbeda dengan angkatan militer. Kau baik-baik saja, Kyungsoo?”

Kyungsoo hanya mengangguk kecil. Seungho menghela nafas pendek. Kyungsoo adalah anggota termuda mereka –selain Haena tentu saja. Hal seperti ini masih terlalu berat untuknya, terlebih yang tewas adalah sepupunya sendiri. Tapi Seungho tahu kalau Kyungsoo mengetahui resiko dari menjalankan setiap misi. Entah mereka bisa terluka, mereka bisa diculik dan disiksa demi sebuah informasi, MIA (missing in action) ataupun KIA (killed in action). Namun, Kyungsoo masih berusia duapuluh tahun.

Kemudian Seungho memeluk pemuda bertubuh kecil itu. “Pulanglah dan beristirahat. Aku dengar orangtua Haena akan mengambil jenazahnya di rumah sakit. Aku akan memberikan informasi mengenai upacara pemakaman untuk esok hari padamu nanti.”

Kyungsoo kembali mengangguk. Seungho bisa merasakan tubuh Kyungsoo bergetar. Pemuda itu menangis. Pertahanannya sudah hancur. Walaupun ia tidak mendengar suara isakan, tapi setidaknya Kyungsoo bisa mengeluarkan emosinya. Setiap Pengawal ditekankan bahwa mereka harus menekan emosi mereka dalam situasi apapun. Emosi bisa mempengaruhi pekerjaan mereka. Tapi untuk saat ini Kyungsoo tidak dalam situasi di mana dia harus menahan emosinya.

“Menangislah. Tidak apa-apa. Menangis saja,” gumam Seungho sembari mengusap punggung Kyungsoo.

*****

Donghae memperhatikan Tuan Kang dari balik jendela satu arah yang dipasang di ruang interogasi. Dia sudah berada di sana selama kurang lebih limabelas menit. Seorang pengawal yang bersamanya tidak mengatakan apapun, walaupun sikap Donghae terlihat begitu aneh. Saat Jonghyun mengatakan dia ingin ke rumah sakit, Donghae menolak untuk ikut. Itu sedikit aneh bagi Jonghyun karena Donghae selalu mengekorinya.

Sebaliknya Donghae malah pergi menemui Tuan Kang. Walaupun tidak secara langsung, hanya memperhatikannya dari jendela satu arah tersebut.

“Donghae..”

Donghae tersadar lalu menoleh. Ia melihat Presiden Lee berjalan memasuki ruangan tersebut dan menghampiri Donghae. Ia berdiri di samping Donghae dan ikut memandangi Tuan Kang. “Aku pikir kau akan ikut pergi ke rumah sakit.”

Donghae memperhatikan Presiden Lee –atau orang yang lebih sering dipanggilnya dengan sebutan Paman Lee. “Aku rasa mereka perlu waktu lebih banyak berdua. Aku dengar mereka adalah saudara kembar sesungguhnya. Selama duapuluh tahun lebih mereka hidup bersama, tapi mereka sama sekali tidak mengetahuinya,” tuturnya sembari kembali menatap Tuan Kang yang hanya duduk diam di kursi dengan kedua tangan terborgol di meja.

Presiden Lee tersenyum. “Takdir memang begitu rumit. Entah bagaimana mereka bisa dititipkan di panti asuhan yang sama, tapi dengan nama yang berbeda. Walaupun wajah mereka terlihat mirip, tapi tidak ada yang menyangka kalau mereka benar-benar bersaudara.”

“Tapi aku rasa sebenarnya hanya salah satu dari mereka yang dititipkan di panti asuhan. Yang lainnya tetap bersama orangtua mereka. Namun karena sesuatu hal, kedua anak itu malah berakhir di panti asuhan yang sama,” gumam Donghae.

Presiden Lee melirik pada Donghae. Ia mengernyit tidak mengerti dengan ucapan Donghae. “Apa maksudmu, Donghae?”

Donghae menunjuk Tuan Kang dengan dagunya. “Kurasa orang itu tahu bagaimana Jonghyun dan Kyuhyun bisa berakhir di panti asuhan yang sama.”

*****

Jonghyun menceritakan mengenai kejadian di jalur pendakian gunung seorak, Kim Dongwan sedikit mendapatkan titik terang darimana dia harus menyelidiki Hyde. Jung Kingdom adalah perusahaan besar, rasanya tidak akan sulit untuk melacak Hyde. Walaupun dia tahu pasti akan ada masalah pada ijin investigasi. Tapi jika Presiden Lee mengeluarkan perintah investigasi pada Jung Kingdom, itu akan jauh lebih mudah.

“Aku akan memulai investigasi pada Jung Kingdom. Kurasa Kepala Staff Moon dan anggota Dewan Kerajaan bisa membantu untuk kebenaran fakta sejarah mengenai saudari kembar Pangeran Gyungho dan hal lainnya yang diceritakan oleh Pangeran Kyuhyun,” tutur Dongwan.

Kemudian dia mulai merapikan semua catatan yang dibuatnya atas penjelasan dari Kyuhyun dan Jonghyun. Lalu ia berpamitan pergi. Kepala Pengawas Park memperhatikan kedua pangeran lalu menghela nafas. Sepertinya dia juga harus pergi untuk melihat hasil investigasi mengenai Tuan Kang serta Hyde.

“Untuk beberapa waktu, kami akan meningkatkan pengawalan terhadap anda berdua. Dan mungkin kami akan memindahkan kediaman anda sampai situasi menjadi lebih baik,” tutur Kepala Pengawas Park.

Jonghyun hanya mengangkat bahunya. Toh, baginya tidak ada yang berubah. Lagipula jika pun dia protes saat ini, tidak akan berpengaruh apapun. Baik Kepala Pengawas Park, Presiden Lee ataupun ayahnya tidak akan mendengarkan. Kyuhyun sendiri hanya menggumam pelan. Setelah berbicara panjang lebar mengenai kejadian kemarin, dia merasa begitu lelah. Sepertinya tubuhnya masih belum pulih sepenuhnya.

“Ah, Haena pergi ke mana? Sejak kemarin aku tidak melihatnya. Bahkan pagi ini dia sama sekali tidak menemuiku,” tukas Jonghyun. Dia mendengar kalau Haena ikut pasukan khusus untuk penyelamatan Kyuhyun, tapi hingga hari ini sosok gadis itu sama sekali tidak terlihat. Jonghyun hanya merasa penasaran karena Seungho juga tidak mengatakan apapun.

Kyuhyun teringat pada Haena. Sejak kemarin dia berusaha untuk mengingatkan dirinya untuk bertanya pada Kepala Pengawas Park mengenai gadis tersebut. Kebetulan Jonghyun bertanya.

Kepala Pengawas Park terdiam sejenak. “Pengawal Kim…” sekilas ia melirik pada Kyuhyun yang sedang memperhatikannya dengan serius. Kedua pangeran tersebut sedang menunggu jawabannya. Kepala Pengawas Park menarik nafas perlahan. Mungkin dia memang harus menceritakan yang sebenarnya.

“Dalam misi penyelamatan Pangeran Kyuhyun…”

Mata Kyuhyun membulat. Dia merasa ada sesuatu yang buruk. “Kenapa? Dia tidak terluka ‘kan?” Oh, Kyuhyun tidak bisa menerima jika ada pengawal lainnya yang terluka –selain Siwon– karena dirinya.

“Pengawal Kim terbunuh dalam misi,” ucap Kepala Pengawas Park.

Sontak suasana di kamar tersebut menjadi sunyi. Jonghyun bahkan hampir tidak bernafas. Ini sama sekali tidak terduga. Yang ia dengar dari Seungho, pasukan khusus yang diturunkan dalam misi penyelamatan Kyuhyun adalah pasukan elite yang hampir tidak pernah gagal dalam misi. Kenyataan kalau Haena terbunuh ketika ia bersama pasukan khusus itu sama sekali tidak masuk akal.

“Ba-bagaimana bisa? Mereka pasukan khusus, bukan?” gumam Jonghyun tidak percaya dengan ucapan Kepala Pengawas Park.

Walaupun dia sedikit tidak menyukai gadis itu, tapi selama sebulan terakhir ini, mereka selalu bersama. Jonghyun hanya merasa terbiasa dengan kehadiran gadis itu. Tapi kini…

“Pengawal Kim bukanlah bagian dari pasukan khusus. Tapi dia bersikeras untuk ikut dalam misi. Pengawal Kim merasa mempunyai tanggung-jawab atas keselamatan Pangeran. Dia memang bukan ditugaskan untuk mengawal Pangeran Kyuhyun, tapi…” Kepala Pengawas Park terdiam. Dia tidak tahu alasan apa yang harus dikatakannya pada kedua pangeran.

Kyuhyun terlihat tidak menunjukkan reaksi apapun. Ekspresinya terlihat biasa saja, namun wajahnya memucat. Jonghyun yang memperhatikannya menjadi sedikit khawatir. Lalu ia berdiri dan menghampiri tempat tidur Kyuhyun. Jonghyun menatap Kyuhyun yang bahkan tidak berkedip sedikit pun.

“Kyuhyun…”

Kepala Pengawas Park sontak ikut memperhatikan Kyuhyun dengan khawatir. Jonghyun mulai panik. Dia menyentuh bahu Kyuhyun. “Kyuhyun-ah…”

Tapi Kyuhyun tidak menunjukkan reaksi apapun. Ini sangat berbeda. Jonghyun tidak pernah melihat Kyuhyun bereaksi seperti ini sebelumnya. Kembali, Jonghyun menyentuh bahu saudaranya dan mulai mengguncangkan perlahan. “Kyuhyun, apa kau mendengarkanku? Kyuhyun?!!”

Namun, Kyuhyun masih belum menunjukkan reaksi apapun. Tapi beberapa detik berikutnya, Kyuhyun seakan kehilangan nafasnya. Tubuhnya berguncang hebat. Wajahnya semakin pucat dan keringat dingin mulai keluar dari pori-pori kulitnya. Kyuhyun dalam kondisi shock berat. Sontak Jonghyun langsung memegangi saudaranya. Ia benar-benar panik.

“Panggilkan dokter!! Cepat!!” serunya pada Kepala Pengawas Park.

Kepala Pengawas Park bergegas keluar untuk memanggil dokter. Sedangkan Jonghyun masih memegangi tubuh Kyuhyun yang berguncang. Dia tidak tahu bagaimana harus memberikan pertolongan pertama pada Kyuhyun. Sepanjang mereka tinggal bersama, Kyuhyun tidak pernah mengalami shock seperti ini. Jadi, satu hal yang bisa dilakukan oleh Jonghyun adalah tetap berada di sisi saudaranya. Jonghyun memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat.

“Kyuhyun!! Kyuhyun!! Bernafaslah. Kau harus bernafas!!”

*****

Siwon menatap layar ponselnya dengan lekat. Saat ia terbangun untuk kedua kalinya, Siwon merasa jauh lebih baik. Dokter yang memeriksanya juga mengatakan kondisinya perlahan mulai stabil dan membaik walaupun Siwon masih harus dirawat sampai satu minggu untuk pemulihan lebih lanjut. Setelah pemeriksaan, suster membawakan sarapan untuk Siwon.

Setelah sarapan,walaupun tidak sampai menghabiskannya, Seunghoon memberikan ponsel baru pada Siwon. Ponsel lama Siwon, karena kecelakaan kemarin, rusak parah dan tidak bisa diperbaiki. Jadi, Seunghoon memutuskan untuk membelikan ponsel baru dan mengurus nomor lama Siwon agar bisa digunakan kembali. Dan ketika Siwon memeriksa bulletin harian Kepengawalan Negara, dia melihat sebuah pengumuman mengenai kematian Haena saat menjalankan misi penyelamatan Kyuhyun.

Siwon menatap kakaknya dengan lekat. “Kemarin hyung tidak mengatakan apapun mengenai penculikan Kyuhyun dan misi itu.”

“Itu karena kondisimu masih belum stabil. Aku tidak bermaksud menutupinya darimu, Siwon. Aku hanya berusaha mencari waktu yang tepat,” ujar Seunghoon.

Siwon memejamkan matanya sejenak. Haena bukan anggota pasukan khusus, tapi kenapa dia harus ikut dalam misi tersebut. Siwon tahu kalau Haena adalah gadis yang keras kepala, tapi bukankah tugasnya adalah mengawal Jonghyun. Bahkan jika diantara mereka bertiga, yang harus ikut dalam misi penyelamatan Kyuhyun adalah Siwon sendiri.

Siwon membuka matanya kembali dan menatap kakaknya. “Kapan upacara pemakamannya?”

“Mungkin besok. Aku belum mendengar kabar lainnya dari Kepala Pengawas Park ataupun Jeonghyuk. Kenapa?”

“Aku ingin hadir dalam upacara pemakaman Haena.”

“Tapi Siwon, kondisimu saat ini…”

“Hanya untuk beberapa jam, hyung. Dokter pasti akan memberikan ijin jika aku keluar untuk beberapa jam. Lagipula ini adalah upacara pemakaman Haena.”

Seunghoon menghela nafas pendek. Bahkan pada kondisinya saat ini, Siwon masih begitu keras kepala. Tapi dia tidak pernah menolak keinginan adiknya. “Baiklah, aku akan bicara dengan dokter. Tapi jika dokter melarang, maka kau tidak bisa memaksa untuk pergi keluar. Mengerti?”

Siwon hanya mengangguk kecil. Lalu ia menyodorkan ponselnya kembali pada kakaknya. Seunghoon meraihnya dan menyimpannya di laci meja nakas. Mungkin selain bersikap keras pada Siwon, Seunghoon juga terlalu memanjakan adiknya tersebut.

“Istirahatlah. Aku akan bicara dengan Kepala Pengawas Park mengenai pemakaman Haena. Aku dengar dia berada di kamar Pangeran Kyuhyun,” tutur Seunghoon.

“Sekalian tanyakan kondisi Kyuhyun sekarang.”

Seunghoon mengangguk. Dia mengusap kepala Siwon dengan lembut lalu berjalan keluar kamar rawat tersebut.

*****

“Dia mengalami shock. Untuk sementara ini biarkan dia istirahat dulu. Jangan membuatnya stress dan usahakan agar dia tetap dalam kondisi tenang,” tutur dokter yang baru saja memberikan sedative pada Kyuhyun yang mengalami shock setelah mendengar kematian Haena.

Jonghyun mengangguk kecil. Dia memperhatikan Kyuhyun yang kini sedang tertidur akibat obat penenang tersebut. Kemudian dokter tersebut meninggalkan kamar tersebut. Kepala Pengawas Park sedikit membungkuk pada sang dokter ketika melewatinya. Lalu ia memperhatikan Kyuhyun yang terbaring di tempat tidur. Mungkin tidak seharusnya ia mengatakan mengenai kematian Haena sebelum berdiskusi dengan Kepala Staff Moon dan Presiden Lee. Tapi kini tidak ada yang bisa disesali. Kyuhyun sudah mengetahuinya dan reaksinya cukup buruk. Entah bagaimana reaksinya lagi setelah ia tersadar nanti.

Jonghyun menarik nafas perlahan lalu menarik selimut hingga dada Kyuhyun. Lalu ia berbalik dan menghampiri Kepala Pengawas Park. “Sebaiknya kita kembali ke Cheongwadae. Biarkan Kyuhyun istirahat.”

“Anda tidak ingin menemaninya di sini?”

Jonghyun melirik Kyuhyun lalu menggeleng. “Aku rasa Kyuhyun akan membutuhkan waktu sendirian setelah mengetahui apa yang terjadi pada Haena. Aku belum pernah melihatnya bereaksi seperti itu sebelumnya. Jadi, sepertinya ini cukup buruk. Aku juga perlu bicara dengan Appa mengenai kondisi Kyuhyun.”

Kepala Pengawas Park mengangguk lalu membukakan pintu. Ia mempersilakan Jonghyun keluar terlebih dahulu, lalu diikuti olehnya. Tapi di luar kamar Kyuhyun, mereka bertemu dengan Seunghoon.

“Anda akan kembali ke Cheongwadae, Pangeran?” tanya Seunghoon.

Jonghyun mendesah pelan. Dia masih tidak terbiasa dengan panggilan tersebut. Jika orang lain bicara dengan formal padanya, Jonghyun masih bisa menerima baik tapi jika memanggilnya dengan sebutan pangeran, itu rasanya sangat berlebihan. “Kyuhyun membutuhkan istirahat. Jadi, lebih baik dia sendirian terlebih dahulu. Bagaimana dengan keadaan Pengawal Choi?”

Seunghoon tersenyum tipis. “Sudah lebih baik, walaupun dokter mengatakan dia harus dirawat selama satu minggu. Ah, Kepala Pengawas Park, ada yang ingin kutanyakan padamu.”

“Denganku? Mengenai apa?” tanya Kepala Pengawas Park.

“Mengenai upacara pemakaman untuk Pengawal Kim. Siwon bilang ingin menghadirinya, tapi aku mengatakan itu pun jika dokter memberikan ijin.”

Jonghyun mengernyit. “Pengawal Choi sudah mengetahuinya?”

“Dia melihatnya dari bulletin harian Kepengawalan Negara.”

Kepala Pengawas Park mengangguk. Ternyata beritanya sudah dimasukkan ke bulletin Kepengawalan Negara. Dia menghela nafas pendek. “Upacaranya dilakukan besok di SGA. Siwon tidak perlu datang jika kondisinya tidak memungkinkan. Dia juga masih membutuhkan waktu untuk memulihkan tubuhnya.”

“Itu tergantung pada keputusan dokter. Siwon cukup keras kepala mengenai keinginannya,” tutur Seunghoon.

*****

Jeonghyuk memberikan perintah pada bawahannya terkait laporan yang diberikan Kim Dongwan mengenai penjelasan Kyuhyun dan Jonghyun. Mereka harus membuka kembali arsip nasional mengenai kerajaan dan memanggil anggota Dewan Kerajaan terkait saudara kembar Pangeran Gyungho dan fakta sejarah lainnya yang masih ambigu.

Jeonghyuk menarik nafas panjang. Rasanya ide atas Pendirian Kerajaan ini mengalami begitu banyak masalah bahkan hingga menjelang peresmiannya. Oh, Jeonghyuk belum mendengar keputusan dari Presiden Lee mengenai kelanjutan hari peresemian Pendirian Kerajaan. Tapi kemungkinan terbaik adalah menundanya hingga situasi menjadi lebih tenang dan Hyde berhasil diatasi.

“Kepala Staff Moon, Presiden memanggil anda,” tutur salah seorang staff.

Jeonghyuk mengangguk. Ia meraih ponselnya di atas meja kerjanya dan memasukkan ke saku dalam jas sembari dia berjalan keluar dari ruangan besar tersebut. Tapi saat menuju ruangan kerja Presiden, Jeonghyuk bertemu dengan Donghae yang diikuti oleh Seungho. Donghae tersenyum tipis saat melihat Jeonghyuk.

“Saya pikir Pangeran Donghae ikut bersama Pangeran Jonghyun pergi ke rumah sakit,” tutur Jeonghyuk.

Donghae mengangkat bahunya. “Kupikir mereka membutuhkan waktu berdua. Terlebih setelah apa yang terjadi kemarin dan pertengkaran mereka sebelumnya. Lagipula masih ada hal yang harus kukerjakan.”

Jeonghyuk mengernyit. Dia sedikit melirik pada Seungho yang berdiri di belakang Donghae. Tapi Seungho sendiri hanya menggeleng –tanda dia tidak tahu apa yang dimaksud oleh Donghae.

“Maksudku mengenai persiapan hari peresmian Pendirian Kerajaan.”

“Ah!”

Donghae kembali tersenyum. “Setelah apa yang terjadi karena Tuan Kang, kurasa Dewan Kerajaan akan kembali memikirkan mengenai peresmian tersebut. Tapi semua persiapan yang sudah dilakukan selama ini akan berakhir sia-sia jika hari peresmian itu gagal dilaksanakan. Aku memikirkan hal lainnya.”

“Seperti?”

“Entahlah. Mungkin mengenalkan anggota Kerajaan yang tersisa pada publik sebelum Pendirian Kerajaan benar-benar diresmikan. Terlebih setelah reaksi negatif masyarakat kemarin. Aku masih harus membicarakannya pada Dewan Kerajaan,” tutur Donghae.

Oh, Jeonghyuk begitu terkejut dengan sikap Donghae. Bukan hanya Jeonghyuk, Seungho yang sudah bersama Donghae cukup lama juga terkejut dengan perubahan sikap Donghae. Ia pikir sikap Donghae kemarin hanya bersifat situasional saja karena semua ketegangan itu. Tapi melihat sikap Donghae hari ini, membuat Seungho seperti tidak mengenal sosok sang pangeran.

Donghae lalu berjalan lagi. Seungho mengikutinya setelah membungkuk sekilas pada sang kepala staff. Jeonghyuk masih memperhatikan sosok Donghae yang berjalan menuju salah satu ruangan yang biasa digunakan anggota Dewan Kerajaan melakukan pertemuan di Cheongwadae. Dia sedikit masih tidak percaya dengan perubahan sikap Donghae. Atau mungkin hanya bersifat sementara saja. Setelah semua situasi ini berakhir, Donghae akan kembali pada sifatnya semula.

Entahlah. Tapi Jeonghyuk menyukai perubahan sikap Donghae. Sang pangeran terlihat dewasa sesuai dengan usianya. Kemudian Jeonghyuk kembali berjalan menuju ruangan Presiden.

*****

“Paman yakin kalau aku harus kembali?” tanya Byunghee. Dia sesekali melirik pada beberapa pengurus rumah yang sedang merapikan pakaian-pakaiannya.

Henry hanya mengangguk kecil. “Kurasa pihak Cheongwadae sudah melakukan investigasi. Terlebih Kang sudah tertangkap. Kedua pangeran itu juga tidak mungkin selamanya tutup mulut terkait apa yang mereka alami. Akan jauh lebih baik jika kau meninggalkan Korea.”

Byunghee mendesah. “Kurasa tidak akan berpengaruh apapun. Kyuhyun dan Jonghyun pasti melaporkan namaku. Tapi jika Paman menyuruhku untuk pergi, maka aku akan pergi. Lalu apa yang akan paman lakukan sekarang?”

“Tentu saja menyelesaikan apa yang harus diselesaikan.”

Byunghee mengernyit. Entah rencana apa lagi yang ada di kepala pamannya. Tapi untuk saat ini Byunghee tidak akan melibatkan diri. Terlebih pamannya sudah memberikan perintah agar dia kembali ke Bern. Walaupun begitu, Byunghee tidak tahu apakah dia bisa selamat sampai bandara atau tidak.

Cheongwadae pasti sudah bergerak dan melakukan pencegahan bagi siapapun untuk keluar Korea dengan ketat. Mereka pasti akan memeriksa latar belakang semua orang. Di Korea ini memang adalah limapuluh juta populasi, tapi bagi pihak Cheongwadae memeriksa latar belakang semua warga bukanlah hal sulit.

“Lalu dengan kedua pangeran itu?” tukas Byunghee.

Jonghyun dan Kyuhyun adalah dua target utama dari pamannya. Selain menghancurkan pendirian kerajaan tentu saja.

Henry menatap Byunghee lalu menyeringai sinis. “Kau tidak perlu mencemaskan apapun, Byunghee. Semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana paman.”

*****

NOTE: Well… After two months. I’m really sorry…

Kayaknya nasib Kyuhyun di TLK sama di SF gak jauh beda yaa.. -___- /maafkan

 

Advertisements

11 thoughts on “[MM] The Last King Part 16

  1. Kyuhyuuuuunnnnnnn huweeeeeeee, kasian. Kyuhyun pasti terguncang banget.
    Tapi aku senang#plak#
    Akhirnya bisa baca juga ff ni, lamaaaaa banget. Tapi sebandinng dengan apa yang dibaca. BEner-bener senang bacanya.
    Dengan terbongkarnya nama Byunghee, itu memudahkan penyelidikan. Apa sebentar lagi semuanya akan terbongkar???
    Haduuuuuhhhhhh jadi nggak rela kalo terbongkar secepat itu, takutnya masalah habis trus tamat dehhhh. Tidaaaakkkkkk….. FF ni FF pavorit, jadi harusssss panjaaaaangggg. Jangan cepat selesai, ya? Please.
    Ditunggu lanjutannya…..
    Ditunggu banget…..

    KAlo nggak salah FF “Super Human” ada bagian ke dua nya ya? Moga benar, aku tunggu juga ff nya.

  2. kyuhyun shock berat ya denger berita haena meninggal, secara dia yang nyelametin kyuhyun pasti terguncang banget.
    siwon juga udah sadar, jadi pengen lihat moment wonkyu nya dan mereka ada di rumah sakit yang sama kan jadi bisa ketemu. Byunghee apa akan kabur begitu aja? semoga dia ketangkep di bandara dan bisa ngebongkar kejahatan henry.

  3. semoga setelah nama jung byunghee terungkap semuanya akan cepat terungkap pula..Aku sudah menduga pasti Kyu akan terguncang kalau mendengar kematian Haena,secara kan Haena yg nyelametin Kyu, apalagi pas terakhir kan Kyu bersama Haena. Apa nanti ada WonKyu moment nya??? #BerharapBanget
    d tggu kelanjutannya ne!! 🙂

  4. Wouw….apa yg akan terjadi mmng benar-benar bikin penasaran dan deg-degan.Henry..Apa motif sebenarnya untuk semua yang telah ia lakukan???target utama Kyuhyun dan Jonghyun??.
    Heana..berbahagialah disana.
    Donghae oppa mmng bisa bikin tiba-tiba kagum dengan perubahnnya.Fighting!!!semoga mmbuahkan hasil.
    Untuk keadaan Kyuhyun…semoga dia bisa mngendalikan perasaannya.Mungkin perasaan bersalaah telah mrndominasi pikirannya untuk apa yg terjadi terhadap Haena.

    Jeongmal gumawo eonni…

  5. kyu shock berat ya… setelah dengar kabar heana meninggal… kan terakhir kyu sama heana… duh kyu jgn nyalahin diri sendiri ya… siwon nanti jenguk kyu kan… pengen liat wonkyu moment… di tunggu lanjutannya ya… suka bgt baca ff ini… tapi sayang updatenya lama… padahal udh penasaran…

  6. kyu knapa kmu kbagian menderita melu2,,,tp itu sich yg bkin aq ska
    smoga kyu cpet pulih trus dia g trus2n ngerasa bersalah karena kematian heana dan mg aja dlng sbnarnya bsa cpet ktangkep
    jd makin pnasaran sma misteri kedua pangeran itu,,,d tunggu kelanjutannya

  7. Haena 😖😭😭😭😭
    Kesian bgt kyu.. Kehilangan n sangat merasa bersalah bgt pasti kyu..
    Hae.. Kok jd agak mencurigakan ya.. Hmm
    Iya ni.. Lama bgt ga update ahahhaha
    Makasih ya dh d update. Ak suka 😝

  8. euhm, rasanya tiap baca ff disini kaya nonton film action pake VR, kkk~ berasa bgt feelnya. penulisannya sudah menerapkan EYD, jadi serasa baca novel juga disaat yang sama. minggu depan update ScarFace,kan? semoga saja iya. keep fight Authornim. saya mengagumi jerih payah imajinasi dan tarian jemarimu ^^ :*

  9. waaaahhh update jg.. yeaayy!! aigoo kyuhyun sampe shock begitu saat tau pngawalnya mninggal.. kasian jg.. gimana nasib kedua pangeran kembar jongkyu ini? mana mreka jd target utama henry pula?? gimana klu diculik lg aja.hahaha

  10. aduh kyuhyun kasian banget.
    mendengar kematian hyena dia sampai syok dan tergunjang seperti itu.
    jonghyun aja sampai takut sama reaksi kyu.
    semoga setelah sadar dia akan baik” saja.
    walaupun lebih seneng kyu agak sedikit tersiksa hahahahaa…..

    hendry dan organisasinya hyde jahat banget ya…
    apa salah kyu dan jonghyun kenapa mereka target utamanya….
    apa mereka akan dibunuh…ahh makin penasaran ma lanjutannya.
    ditunggu update chapter 17 nya ya andiera…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s