[SF] Scarface Part 48

attorney cho

48

Kyuhyun terlambat sepuluh menit untuk menghubunginya.

Bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Tapi Siwon tidak bisa menahan diri untuk merasa khawatir. Dia memikikan beberapa kemungkinan Kyuhyun belum menghubunginya juga saat ini. Entah persidangannya belum selesai atau ada hal lainnya yang sedang dilakukan oleh Kyuhyun selain menghubunginya saat ini. Siwon menatap ponselnya dengan lekat. Seolah berharap dalam lima detik berikutnya ponselnya akan berdering.

Itu terlihat menyedihkan. Terlebih bagi Changmin yang sedari tadi menunggu di ruangan Siwon sembari membalas pesan chat dari Yunho.

“Hubungi saja dia,” tukas Changmin.

Siwon melirik pada Changmin kemudian mendesah. “Tidak bisa. Bagaimana kalau dia masih di ruang sidang? Itu hanya akan menganggu.”

“Kalau begitu kirim pesan. Tanyakan apa sidangnya masih berlangsung atau tidak.”

Siwon menyandarkan punggungnya di kursi. Dia menatap Changmin yang masih berbalas pesan dengan Yunho. Well, Changmin tidak salah. Siwon bisa mengirim pesan singkat hanya untuk memastikan. Tapi jujur saja, Siwon merasa tidak tenang sejak setengah jam lalu. Dia berpikir kalau sedang terjadi sesuatu yang buruk. Hanya saja dia selalu menepisnya.

Hal terburuk apa yang bisa terjadi setelah semua permasalahan mengenai Seon Hwan dan ibunya?

Changmin kembali menoleh pada Siwon. Dia tidak tahu kalau Siwon bisa bersikap bodoh seperti ini. Menunggu padahal dia bisa mengambil inisiatif untuk menghubungi Kyuhyun terlebih dahulu. Changmin hanya bisa menggelengkan kepala lalu dia kembali berfokus pada ponselnya.

“Menurutmu aku harus mengiriminya pesan, begitu?” tukas Siwon tiba-tiba.

Changmin menggumam. “Kirim saja. Sebuah pesan tidak akan terlalu menganggu jika dia masih berada di ruang sidang,” ujarnya sembari mengetik sesuatu.

Siwon menarik nafas lalu ia menegakkan tubuhnya dan hendak meraih ponsel. Bersamaan Hyunshik masuk ke dalam ruangan dengan membawa beberapa dokumen. Siwon kembali mengerang.

“Dokumen terakhir untuk HJ Company Direktur,” ucap Hyunshik sembari menaruh sekitar tiga dokumen diatas meja kerja Siwon.

Changmin mengernyit. “Kupikir dokumen HJ sudah selesai.”

Siwon membuka dokumen tersebut dan mulai membubuhkan tanda-tangannya. Hyunshik menoleh pada Changmin yang duduk di sofa. Keningnya berkerut.

“Ada sedikit perbaikan untuk masalah kontraknya. Tidak ada perubahan yang serius. Dan kupikir anda bertemu dengan ayah anda, Manager Shim.”

Changmin menurunkan ponselnya dan menatap Hyunshik. “Ayahku?”

“Saya dengar beliau datang untuk bertemu dengan Presdir dan Direktur Choi Jaewon. Kupikir anda sudah diberitahu,” tutur Hyunshik sembari mengambil dokumen yang sudah ditanda-tangani oleh Siwon.

Changmin mendesah. “Sudahlah, mungkin datang untuk membicarakan kembali soal merger itu.” Kemudian Changmin melirik pada Siwon yang sepertinya masih sedikit khawatir dengan Kyuhyun yang belu menghubunginya. “Hyunshik, apa kau mengikuti perkembangan berita hari ini?”

“Berita? Berita tentang apa?”

Changmin mengangkat bahu. “Sidang Seon Hwan.”

“Oh. Beberapa pegawai mengikuti perkembangannya. Sepertinya Seon Hwan tidak akan bisa berkutik dengan bukti yang ada. Banyak yang bilang sidang Seon Hwan tidak akan berlangsung lama,” ujar Hyunshik kembali memandang Changmin. “Pengacara itu benar-benar hebat.”

Alis Changmin terangkat. Dia melempar sebuah senyuman pada Siwon. “Pengacara? Siapa yang kau maksud?” tanyanya lagi dengan nada antusias.

Siwon mendengus melihat tingkah sepupunya.

Hyunshik kembali melanjutkan ceritanya. “Pengacara dari firma hukum Kang Jaeha yang menyerahkan bukti flashdrive pada kejaksaan. Ada rumor yang mengatakan kalau sebenarnya pihak Seon Hwan mengancam pengacara tersebut. Bahkan mereka sampai nekat melakukan penyekapan terhadap pengacara itu.”

Oh, Siwon tidak tahu kalau ada rumor semacam itu. Dia pikir pihak kepolisian dan kejaksaan berhasil menutupi kasus tersebut.

“Oh, penyekapan? Tapi tidak ada satu pun berita mengenai hal itu,” tukas Changmin lagi.

Siwon akan memukul Changmin setelah Hyunshik keluar nanti.

“Pihak kepolisian dan kejaksaan sengaja menutupinya. Selain itu identitas pengacara itu juga sengaja dirahasiakan. Sebagian mengatakan kalau pengacara itu adalah putri dari Pengacara Kang Jaeha, Kang Haesa. Walaupun banyak yang berspekulasi kalau itu adalah Pengacara Cho Kyuhyun, yang seharusnya menangani kasus Seon Hwan. Pengacara yang sama yang menangani kasus sengketa Choi Group dengan Kim Jinhyeok sebelumnya.”

Well, Hyunshik sudah menyebutkan nama Kyuhyun.

“Tapi… ada yang sedikit aneh. Para reporter mengatakan kalau Pengacara Cho akan hadir dalam persidangan, karena Pengacara Kang Jaeha juga hadir. Tapi sampai sidang di mulai, Pengacara Cho sama sekali tidak terlihat di gedung pengadilan.”

Sontak ucapan Hyunshik membuat Siwon menjadi tegang. Kyuhyun tidak muncul di gedung pengadilan? Tapi tadi pagi, mereka sempat berbicara melalui telepon dan Kyuhyun mengatakan pada Siwon kalau dia akan pergi ke pengadilan. Mungkinkah Kyuhyun pergi ke tempat lain dan sengaja berbohong pada Siwon? Atau sesuatu terjadi pada Kyuhyun?

Siwon memucat. Begitu pula dengan ekspresi Changmin yang berubah menjadi serius. Ia melirik Siwon yang kemudian meraih ponselnya dan berusaha menghubungi Kyuhyun.

“Apa maksudmu Pengacara Cho tidak muncul?” tanya Changmin dengan serius.

“Salah satu stasiun televisi mengadakan siaran langsung untuk sidang tersebut. Pengacara Kang Jaeha terlihat datang ke pengadilan tapi sampai sidang dimulai, tidak ada tanda kedatangan dari Pengacara Cho,” tutur Hyunshik lagi.

Changmin menarik nafas perlahan. Dia menatap sekilas pada Siwon yang masih berusaha menghubungi Kyuhyun. Namun sepertinya tidak berhasil. Changmin memandang Hyunshik. “Oh, terima kasih, Hyunshik-ah. Kau mungkin harus kembali bekerja.”

Hyunshik mengangguk. Sebelum keluar ruangan, ia melirik Siwon yang sepertinya terlihat begitu panik. Changmin sontak bangun dari sofa setelah Hyunshik menutup pintu. Dia menghampiri Siwon.

“Bagaimana?”

Siwon menggeleng kecil. Oh, kini dia benar-benar merasa khawatir. Jika Kyuhyun tidak muncul di pengadilan, lalu kemana dia pergi? Kyuhyun tidak mungkin berbohong padanya. Mereka sudah berjanji untuk tidak saling membohongi.

Siwon kembali mencoba menghubungi Kyuhyun lagi. “Ayolah Kyuhyun… Tolong angkat teleponnya! Kumohon angkat teleponnya…”

Changmin hanya bisa memandang Siwon yang semakin terlihat panik karena Kyuhyun tidak mengangkat telepon darinya. Ada begitu banyak hal terburuk yang bisa terjadi pada Kyuhyun. Entah dia mengalami kecelakaan atau hal lainnya. Yang jauh lebih buruk adalah Kyuhyun mengalami hal yang sama seperti sebelumnya. Tapi mungkinkah? Pihak Seon Hwan tidak mungkin bertindak ceroboh.

Siwon melempar ponselnya ke meja saat Kyuhyun masih belum mengangkat panggilannya.

“Siwon, apa Kyuhyun masih menyimpan pin yang kau berikan sebelumnya? Pin yang kau gunakan untuk melacak keberadaannya sebelumnya?”

*****

“Jadi, aku tinggal bersikap sudah mengetahui semuanya?”

Yifan mengangkat bahunya. “Itu terserah padamu. Kau yang lebih banyak mengetahui dibandingkan orangtua kita. Mereka hanya mengetahui tentang seksualitasku, bukan hal lainnya yang terjadi diantara kita.”

Joonmyeon terdiam sejenak. Dia memperhatikan Yifan yang sedang sibuk melukis berdasarkan sebuah foto. Mungkin foto yang diambilnya ketika dia pergi liburan ke Jeonju bersama Luhan. Ah, Joonmyeon harus memberitahu Yifan mengenai rencana hiking tersebut.

“Yifan, kau dan Luhan bisa ikut pergi hiking bersama kami.”

Yifan sontak menoleh pada Joonmyeon yang duduk di kursi meja makan. “Kau sudah bicara dengan teman-temanmu?”

Joonmyeon mengangguk. “Mereka tidak keberatan. Lagipula Park Chanyeol juga akan ikut. Kau mengenal Park Chanyeol bukan? Dia tetangga Kyungsoo.”

Yifan tentu mengenal Park Chanyeol. Bahkan pemuda itu pernah datang ke rumah. Tapi yang tidak diketahui oleh Yifan apa yang akan dilakukan Park Chanyeol ketika mereka kembali ke sekolah. Park Chanyeol adalah anggota dewan siswa. Para guru-guru di sekolah mungkin sudah mengetahui tentang Yifan dan Joonmyeon yang menjadi saudara dan mereka tidak akan terlalu peduli. Tapi bagaimana kedua kelas mengetahuinya?

“Chanyeol tidak akan mengatakan apapun mengenai hubungan kita, kau tahu? Maksudku tentang kita yang menjadi saudara karena pernikahan orangtua kita. Kyungsoo sudah memastikan agar Chanyeol tetap tutup mulut hingga kita lulus,” tutur Joonmyeon lagi.

Yifan mengernyit. “Bagaimana kau bisa yakin?”

“Err… Chanyeol dan Kyungsoo, kau tahu… mereka mempunyai hubungan. Sort of?”

Alis Yifan terangkat. Oh, dia teringat dengan sikap Kyungsoo dan Chanyeol di rumah sakit. Well, setidaknya itu bisa menjelaskan mengenai situasi diantara mereka. Yifan tersenyum tipis lalu dia kembali pada lukisannya.

“Itu bisa menjadi skandal besar,” tukasnya.

Joonmyeon menghela nafas pendek. “Begitulah. Kyungsoo bilang hubungan mereka masih sebatas teman dekat. Tapi Chanyeol sudah menegaskan bagaimana perasaannya. Mungkin setelah lulus, semuanya akan berbeda bagi mereka.”

Yifan menggumam pelan. Dia masih sibuk untuk menyelesaikan lukisannya. Mungkin saat hari pertama masuk sekolah, Yifan bisa membawanya dan menyimpannya di galeri sekolah. Joonmyeon masih memperhatikan Yifan yang melukis.

Oh, sekarang suasananya menjadi canggung. Mungkin Joonmyeon tidak perlu menceritakan mengenai hubungan Chanyeol dan Kyungsoo. Hanya dengan penjelasan keduanya adalah tetangga dekat, sudah cukup untuk Yifan. Entah kenapa dia harus mengatakannya.

“Kau tidak ingin memberitahu Luhan? Mengenai rencana hiking? Itupun jika dia ingin ikut,” tutur Joonmyeon.

Yifan menarik nafas. “Aku sudah bicara dengannya. Dia sangat bersemangat untuk ikut. Lagipula sebentar lagi dia akan ke sini dengan membawa makan siang? Kau bisa menunggu jika ingin bicara langsung dengannya.”

Joonmyeon melirik jam digital di meja belajar Yifan. Sudah pukul duabelas siang, dia harus segera pulang. Kemudian Joonmyeon meraih syal merahnya. “Kau bisa mengatakannya sendiri, aku harus pulang. Mom menyuruhku pulang sebelum makan siang. Dan….”

Yifan kembali menoleh. “Dan apa?”

“Kau bisa ikut makan siang di rumah, jika kau mau. Kau memang sudah menjelaskan kenapa kau harus kembali ke dorm, tapi sekolah baru dimulai bulan depan. Setidaknya sampai waktu itu, kau bisa tinggal di rumah,” lanjut Joonmyeon.

Yifan tersenyum tipis. “Setiap akhir pekan selama liburan, aku akan makan siang di rumah. Tenang saja. Lagipula aku sudah terbiasa tinggal di dorm. Saat tinggal di rumah, aku merasa sedikit aneh saja. Jadi, mungkin selama setahun terakhir ini, aku akan tetap tinggal di dorm.”

“Tapi setelah setahun, kau akan langsung pergi ke London,” gumam Joonmyeon.

Yifan sedikit terhenyak dengan ucapan Joonmyeon tersebut. Dia memperhatikan saudaranya tersebut dengan lekat.

Joonmyeon menghela nafas pendek lalu mengangguk. “Baiklah, kalau itu adalah keinginanmu. Sampai jumpa di akhir pekan. Aku akan menghubungimu jika Baekhyun sudah memutuskan tanggalnya.”

Yifan hanya mengangguk kecil lalu tersenyum. Joonmyeon kemudian berjalan keluar dari unit dorm tersebut. Setelah Joonmyeon pergi, Yifan menghela nafas pendek. Dia menaruh palet serta kuas di lantai.

Akhirnya, semua ini berakhir.

*****

“Ahn Soo bilang butuh waktu setidaknya sepuluh menit untuk memastikan lokasinya. Itu pun kalau Kyuhyun membawa pin itu bersamanya,” tutur Siwon sembari menaruh ponselnya di meja. Kemudian ia mengusap wajahnya frustasi.

Oh, Siwon pikir semuanya telah berakhir. Orang-orang suruhan Seon Hwan yang melakukan penculikan pada Kang Haesa dan pemukulan terhadap Kyuhyun sudah sebagian ditangkap dan diberi hukuman. Seon Hwan sendiri sedang menghadapi kebangkrutan dan putusan hukuman atas tindakan kejahatan mereka. Siwon beranggapan Kyuhyun sudah cukup aman.

Mungkin seharusnya Siwon tidak mencabut perintah Ahn Soo dan Shin Hwan untuk menjaga Kyuhyun. Setidaknya hal seperti ini akan bisa diantisipasi.

Changmin menarik nafas perlahan. Dia menatap ponselnya yang berdering, kemudian ia berjalan agak menjauh dari meja kerja Siwon untuk menerima panggilan tersebut. “Halo…”

“Bagaimana?”

Terdengar suara Yunho di seberang telepon. Changmin memberitahu sepupu tertua mereka mengenai situasi yang terjadi. Tapi mereka tidak mengatakan apapun mengenai kemungkinan Kyuhyun diculik atau mengalami kecelakaan. Paling tidak mereka harus memastikan lokasi keberadaan sang pengacara terlebih dahulu.

“Ahn Soo masih berusaha melacak lokasinya. Itu pun tergantung apakah Kyuhyun membawa pin yang diberikan oleh Siwon atau tidak. Jika dia tidak membawanya, entah bagaimana lagi kami bisa melacak keberadaannya.”

“Bagaimana dengan CCTV lalu lintas? Jika Siwon mengatakan terakhir mereka bicara adalah ketika Kyuhyun dalam perjalanan menuju pengadilan. Kita bisa memeriksa CCTV lalu lintas untuk mencari kemana Kyuhyun pergi.”

Changmin mendesah berat. “Tapi itu membutuhkan laporan kepolisian. Kita belum bisa melaporkan kejadian ini ke kantor polisi.”

“Aku akan mengusahakannya. Ayah mertuaku mengenal beberapa kenalan di kantor polisi. Aku akan menghubungi kalian sekitar setengah jam lagi, okay?”

Changmin menggumam pelan lalu memutuskan sambungan telepon. Well, memeriksa CCTV lalu lintas mungkin adalah cara terakhir yang mereka bisa andalkan untuk mencari keberadaan Kyuhyun. Kemudian ia menghampiri Siwon lagi.

“Yunho bilang dia akan mencoba membantu untuk melacaknya melalui CCTV lalu lintas,” ucap Changmin.

Siwon mengangkat kepalanya dan mengangguk. Dia merasa bersyukur karena kedua saudara sepupunya membantunya, walaupun mereka tidak pernah dalam situasi seperti ini sebelumnya. Siwon melirik ponselnya kembali dan mempertimbangkan apakah dia harus mencoba menghubungi Kyuhyun lagi atau tidak.

Changmin memperhatikan Siwon. “Hubungi lagi. Tidak ada salahnya mencoba, bukan?”

Siwon kemudian meraih ponselnya dan menekan nomor Kyuhyun. Ia memejamkan mata, berdoa agark Kyuhyun mengangkat panggilannya dan dia dalam kondisi baik-baik saja. Siwon mendengar nada sambung, tapi dia masih menunggu.

Ketika panggilan tersambung, Siwon tersenyum tipis sembari menatap Changmin lekat.

“Ha-halo… Kyuhyun? Halo, Kyuhyun? Kau dimana sekarang?” tanya Siwon.

“Halo, Direktur Choi Siwon. Senang mendengar suaramu.”

Ekspresi Siwon menjadi tegang. Perlahan Siwon berdiri. Itu bukanlah suara Kyuhyun. Suara seorang pria asing. “Siapa kau? Kenapa kau yang menerima telepon? Di mana Kyuhyun!!!” teriaknya dengan keras. Dia memegangi dengan erat ponselnya, sedangkan tangan lainnya mengepal kuat.

“Tenang, Direktur Choi. Kekasihmu dalam kondisi baik-baik saja. Tapi jika kau terus berteriak seperti tadi, aku tidak akan bertanggung-jawab apa yang akan terjadi pada kekasihmu ini.”

Siwon menutup mulutnya. Pria asing itu mengetahui tentang hubungan mereka, yang lebih penting Kyuhyun ada bersamanya. Kemudian Siwon menekan speaker dan menaruh ponselnya di atas meja agar Changmin bisa mendengarkan percakapan mereka.

“Ka-kau siapa? Di mana Kyuhyun? Aku ingin bicara dengannya?!” ucap Siwon dengan nada sedikit lebih tenang, tapi itu tidak mengurangi rasa khawatirnya. Oh, dia berharap kalau Kyuhyun membawa pin yang ia berikan agar Ahn Soo bisa melacak posisinya saat ini.

“Sayang sekali untuk saat ini kekasihmu sedang tidak bicara. Dia masih tertidur dengan pulas.”

Siwon rasanya ingin berteriak. Tapi dia tidak bisa mengambil resiko Kyuhyun untuk terluka. Dia melirik pada Changmin yang sibuk dengan ponselnya. Mungkin dia menghubungi Ahn Soo atau siapapun, Siwon tidak peduli untuk saat ini.

Siwon menarik nafas. “Apa maumu?”

Pria asing itu tertawa. “Aku tidak menginginkan apapun, Direktur Choi.”

“Lalu kenapa kau menculik Kyuhyun? Pasti ada alasannya, bukan?” Siwon terdiam sejenak. Ia mempunyai asumsi lain. “Ini berkaitan dengan kasus Seon Hwan, bukan?”

“Bingo!”

Fuck! Siwon mengumpat dalam hati.

Tentu saja, ini mengenai Seon Hwan. Tapi siapa di Seon Hwan yang masih mempunyai kekuasaan untuk membayar pria ini untuk menculik Kyuhyun? Semua asset Seon Hwan sudah dibekukan, bahkan semua aliran dana petinggi Seon Hwan diawasi dengan ketat. Siwon hendak memberi isyarat pada Changmin untuk menghubungi polisi atau paling tidak jaksa mengenai masalah ini.

“Sebelum kau bertindak ceroboh, Direktur Choi. Kuingatkan untuk tidak melaporkan hal ini pada siapa pun. Well, kau tidak akan begitu bodoh untuk membahayakan kekasihmu sendiri, bukan? Lagipula ini adalah standar penculikan. Dilarang untuk melapor polisi.”

Siwon mengumpat keras. Pria itu tertawa mendengar luapan keputus-asaan Siwon.

“Tapi jangan khawatir. Aku hanya akan sedikit bermain-main dengan kekasihmu. Lagipula perintah yang kudapatkan bukan untuk melukai Pengacara Cho. Anggap saja ini sebagai peringatan untuknya. Dan juga untukmu, Direktur Choi.”

Siwon dan Changmin mengernyit. “Untukku? Apa maksudmu?”

“Well, untuk saat ini sampai di sini pembicaraan kita, Direktur Choi. Ah, agar kau merasa jauh lebih tenang aku akan mengirimkan hadiah untukmu. Sampai jumpa lagi, Direktur.”

Kemudian sambungan telepon terputus. Siwon mengumpat sembari memukul meja kerjanya dengan kepalan tangan dengan keras. Ia menatap ponselnya dengan lekat lalu tiba-tiba sebuah pesan masuk. Siwon membuka pesan tersebut. Matanya kembali melebar ketika melihat isi pesan tersebut.

“Apa itu?” tanya Changmin.

Siwon menyodorkan ponsel tersebut agar Changmin bisa melihatnya. Pesan tersebut berisi sebuah foto Kyuhyun yang teringat di sebuah kursi dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pesan tersebut dikirim langsung dari ponsel Kyuhyun.

“Ahn Soo belum memberi kabar apapun?” tanya Siwon.

Changmin menarik nafas perlahan. Ada pesan lainnya yang masuk. Dari Ahn Soo. Dia menatap Siwon setelah membaca pesan tersebut. “Lokasi pin itu menunjukkan alamat rumah Kyuhyun. Dia tidak membawa pin itu bersamanya Siwon.”

“Shit! Mungkin seharusnya aku memasang alat penyadap itu di jam tangan yang kuberikan padanya. Paling tidak dia selalu memakainya akhir-akhir ini,” gumam Siwon.

Changmin mendesah. Rasanya pun menyesali hal itu saat ini adalah hal percuma. Dia kemudian menaruh ponsel Siwon di atas meja. Tapi entah mengapa, Changmin memperhatikan ponsel tersebut dengan serius. “Ponsel Kyuhyun masih aktif. Kita bisa melacak sinyalnya.”

Siwon kembali duduk di kursi. “Aku sudah memerintahkan Ahn Soo untuk melacak sinyalnya juga. Apa dia belum memberikan laporannya?”

Well, Siwon tentu tidak bodoh. Changmin kembali membaca ulang pesan yang dikirim oleh Ahn Soo. Namun, tidak ada apapun lagi. Mungkin Ahn Soo masih melacak sinyal ponsel Kyuhyun. “Lalu bagaimana? Kau akan mengikuti permainan mereka?”

“Untuk saat ini. Tapi kenapa dia bilang ini peringatan untukku juga?”

*****

Hyukjae berada di ruangan kerja Kyuhyun. Ekspresinya terlihat tegang sekaligus khawatir. Di tangannya terdapat sebuah kartu yang datang sekitar limabelas menit lalu. Hyukjae tidak tahu kenapa semua hal buruk selalu terjadi. Kemudian Hyukjae meletakkan kartu tersebut di atas meja kerja Kyuhyun yang kosong.

“Hyukjae-sshi…” ucap Haejin yang berdiri di ambang pintu.

Hyukjae menoleh pada Haejin. “Pengacara Kang masih di pengadilan?”

“Dalam perjalanan kembali ke kantor. Beliau tidak mengatakan apapun mengenai penculikan Kyuhyun pada jaksa. Sepertinya ada orang yang mengawasinya,” tutur Haejin.

Hyukjae mengangguk. “Hubungi Choi Group. Kurasa Direktur Choi sudah mengetahui situasi ini. Katakan padanya untuk datang ke sini.”

“Direktur Choi? Kenapa?” tanya Haejin dengan kening berkerut. “Apa ada ini ada kaitannya juga dengan Choi Group? Dengan kasus sengketa tanah sebelumnya?”

“Tidak, Haejin. Hubungi mereka saja,” tutur Hyukjae.

Haejin menatap Hyukjae dengan bingung. Tapi kemudian dia mengangguk dan kembali ke meja kerjanya untuk menghubungi Choi Siwon sesuai permintaan Hyukjae.

Hyukjae menarik nafas perlahan dan kembali memandangi kartu yang ia letakkan ke atas meja kerja Kyuhyun. Kemudian Hyukjae menyentuh plat nama milik Kyuhyun. Hanya berselang beberapa detik, Hyukjae lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut.

Di luar ruangan Kyuhyun, Hyukjae melihat pegawai lain bahkan beberapa pengacara terlihat sibuk. Dia lalu menghampiri meja Haejin yang sedang berbicara di telepon. Haejin melirik Hyukjae sekilas.

“Ah, baiklah.” Kemudian dia menyodorkan telepon itu pada Hyukjae. “Manager Shim..”

Hyukjae menerima telepon tersebut. “Ya, Manager Shim?”

“Apa pria itu menghubungi ke kantor?”

“Tidak. Kami mendapat kiriman sebuah kartu. Kurasa anda harus melihatnya sendiri. Tapi… Apakah ‘pria itu’ menghubungi anda?” tanya Hyukjae dengan sesekali memperhatikan Haejin yang memandanginya dengan cemas.

“Begitulah. Pria itu memegang ponsel milik Kyuhyun. Jadi, ketika Siwon berusaha untuk menghubunginya, pria itu yang menerimanya. Kami masih menunggu hasil pelacakan sinyal ponsel Kyuhyun. Pengacara Kang sudah mengetahuinya?”

Hyukjae mendesah. “Kami tidak mengatakan banyak pada Pengacara Kang. Beliau dalam perjalanan kembali ke kantor. Ancaman itu…” Hyukjae memejamkan matanya sejenak. Haejin sendiri memilih untuk meninggalkan Hyukjae untuk bicara dengan Changmin. “Kami tidak bisa melakukan banyak. Dalam kartu itu, tertulis kalau mereka memperhatikan setiap gerak-gerik kami. Mungkin ada mata-mata diantara para pegawai. Aku bahkan tidak tahu apakah keputusanku untuk menghubungi kalian adalah keputusan yang benar,” tuturnya lagi sembari memperhatikan situasi sekelilingnya.

“Tidak apa-apa, Pengacara Lee. Kami akan berusaha untuk melacak keberadaannya. Kami akan mengabarimu lagi.”

Hyukjae mengangguk. “Terima kasih, Manager Shim.”

*****

Kyuhyun mulai tersadar untuk kedua-kalinya.

Efek obat biusnya sudah mulai habis. Tapi hal itu membuat Kyuhyun merasakan sakit kepala yang begitu hebat. Dia berusaha untuk berfokus memperhatikan sekelilingnya. Oh, Kyuhyun masih di ruangan yang sama. Namun, ada beberapa orang yang sibuk. Mereka menaruh sebuah meja di hadapan Kyuhyun –sekitar tiga meter dari posisinya. Kemudian diatas meja tersebut diletakkan sebuah laptop. Dan beberapa orang lainnya sibuk mempersiapkan tripod dan kamera.

Kyuhyun tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh mereka.

“Oh, anda sudah bangun, Pengacara Cho? Sepertinya dosisnya tidak memberikan efek yang cukup lama. Bagaimana tidur siang anda, Pengacara Cho?” tanya pria asing itu sembari tersenyum pada Kyuhyun.

Kyuhyun masih merasakan sakit kepala akibat obat yang disuntikkan padanya sebelumnya. Entah itu obat apa. Selain itu nyeri di wajahnya akibat pukulan pria asing tersebut sebelumnya juga tidak membuat kondisi Kyuhyun menjadi jauh lebih baik. “Apa yang kau suntikkan padaku?”

“Tenang saja, Pengacara Cho. Itu hanya sekedar obat sedative biasa. Aku tidak akan meracunimu dengan narkotika atau semacamnya.”

Kyuhyun menatap pria asing itu dengan susah payah. Selain rasa sakit kepala, nyeri di wajahnya, pandangannya juga mulai mengabur. Namun, Kyuhyun masih bisa melihat senyuman licik pria asing itu. “Sebenarnya… apa yang kau inginkan dariku? Kenapa kau melakukan ini padaku? Seon Hwan bersalah karena melakukan tindakan korupsi. Aku hanya melakukan hal yang benar.”

“Tentu. Tentu saja, Pengacara Cho. Apa yang kau lakukan adalah sesuatu tindakan yang benar dan terpuji. Bahkan seharusnya pemerintah memberikan penghargaan padamu karena berhasil membongkar kasus ini. Bahkan dengan apa yang kau lalui karena Seon Hwan. Tapi tentu saja, setiap tindakan akan memunculkan reaksi. Action-reaction. Jadi, kurasa ini adalah hal yang wajar, bukan?”

Kyuhyun mendengus. “Kau tidak menjawab pertanyaanku. Apa yang kau inginkan dariku? Jika orang yang menyuruhmu tidak ingin aku terluka, lalu kenapa dia harus melakukan ini padaku? Apa yang dia inginkan?”

Pria itu menyeringai. Lalu berjalan menuju meja yang sudah disiapkan sebelumnya. Pria itu menaruh ponsel milik Kyuhyun di dekat laptop kemudian ia kembali menghampiri Kyuhyun. Pria itu sedikit membungkuk untuk menjajarkan pandangan mereka berdua. Ia kembali menyeringai.

“Tentu saja untuk melihatmu menderita, Pengacara Cho.”

Tiba-tiba mulut Kyuhyun disumpal oleh kain yang diikatkan melingar di kepalanya. Kyuhyun berusaha untuk melawan, tapi efek obat itu masih menguasai tubuhnya. Pria itu menegakan tubuhnya dan memberikan isyarat pada anak buahnya yang lain.

“Sepertinya Direktur Choi sudah mendapatkan lokasi ini. Kita pergi sekarang.”

Mata Kyuhyun membulat. Siwon berusaha melacak keberadaannya? Tapi Kyuhyun tidak membawa pin yang diberikan Siwon sebelumnya. Tapi dia teringat dengan ponselnya. Siwon mungkin menyuruh para bodyguardnya untuk melacaknya melalui sinyal ponsel. Kemudian pandangan Kyuhyun menghitam. Seseorang memakaikan blindfold padanya.

Hal terakhir, Kyuhyun merasakan suntikan lainnya di bagian leher.

*****

Siwon langsung meraih ponselnya ketika Ahn Soo mengirimkan lokasi hasil pencarian sinyal ponsel milik Kyuhyun. Tanpa pikir panjang, ia bergegas meraih kunci mobilnya dan pergi. Changmin bahkan harus bersusah payah untuk mengejarnya. Selain itu, para pegawai hanya memperhatikan mereka dengan bingung.

Siwon tidak memakai lift. Dia langsung menuju tangga darurat.

“Siwon! Tunggu, kau tidak boleh bertindak gegabah!!” seru Changmin yang mengikuti Siwon menuruni anak tangga.

Oh, shit! Demi Tuhan, mereka berada di lantai enambelas dan Siwon memilih untuk menuruni anak tangga dibandingkan mereka turun dengan menggunakan lift? Tapi dengan cara Siwon menuruni tangga seperti ini, Changmin tidak yakin bisa mengejar Siwon jika dia memutuskan untuk menggunakan lift. Paling tidak, menuruni tangga jauh lebih mudah ketimbang mereka harus menaiki anak tangga.

“SIWON!!” seru Changmin lagi.

Tapi Siwon tidak berhenti. Dia terus menuruni anak tangga. Bahkan dalam hitungan lima menit, mereka hampir mencapai lantai parkir basement. Dan ketika Changmin sibuk menuruni anak tangga, dia merasakan ponselnya bergetar. Entah siapa yang menghubunginya di waktu seperti ini.

Changmin mengumpat. Dia harus berhenti sejenak untuk mengambil ponselnya di saku celana. Kemudian ia kembali menuruni tangga lagi sembari menerima panggilan tersebut.

“Jung Yunho, aku harap kau menghubungiku untuk sesuatu yang penting!!”

“Kau di mana, Min? Kenapa kau seperti sedang berlari?”

Changmin mendengus. Dia sampai di lantai basement. “Katakan saja ada apa?!” seru Changmin sembari membuka pintu. Dia memperhatikan sekitar dan berusaha mencari sosok Siwon. Ketika ia menemukan Siwon yang berlari menuju mobilnya, Changmin segera mengejarnya.

“Aku menemukan rekaman ketika Kyuhyun diculik. Aku akan mencari tahu kemana mereka pergi.”

Changmin mengumpat ketika Siwon memanjat masuk ke dalam mobil. Jadi, dia harus mempercepat larinya agar bisa mencegah Siwon pergi sendirian. Well, dalam situasi seperti ini Siwon tidak akan bisa mengambil keputusan yang rasional.

Shit!

Namun, Changmin terlambat. Mobil Siwon sudah melaju pergi. Changmin menghentikan larinya dan berputar arah menuju mobilnya. “Bagus. Kita akan membutuhkan rekaman itu. Aku akan pergi dengan Siwon. Kami menemukan lokasi Kyuhyun dengan melacak sinyal ponselnya. Tanyakan pada Ahn Soo.”

Changmin memutuskan sambungan telepon. Dia membuka pintu mobil, melempar ponselnya ke kursi penumpang dan memanjat masuk. Tanpa membuang waktu, Changmin menyalakan mesin mobil, memakai seatbelt dan melajukan mobilnya.

Dia meraih ponselnya dan mengeluarkan headset dari dashboard mobil. Sembari terus fokus pada jalanan, Changmin menekan nomor Ahn Soo.

“Kirimkan koordinat lokasi Kyuhyun padaku. Dan lacak sinyal ponsel Siwon!! Waktumu hanya sepuluh menit!”

*****

“Dia langsung pergi begitu saja?” tanya Jaewon pada Hyunshik.

Hyunshik mengangguk. “Sepertinya terjadi masalah besar. Direktur Choi dan Manager Shim berlari pergi begitu saja. Tapi saya tidak tahu ada masalah apa. Sepertinya tidak ada masalah apapun yang cukup mendesak yang terjadi.”

Jaewon menatap ayahnya yang memperhatikan ruangan Siwon yang kosong. Ini bukanlah masalah perusahaan. Siwon tidak akan bersikap demikian jika masalah itu berkaitan dengan Choi Group. Mungkin terjadi sesuatu pada Cho Kyuhyun.

“Presdir?”

Choi Daehan menarik nafas perlahan dan menoleh. Ia menatap pada putranya dengan lekat. “Hubungi Kim Hyeon. Katakan padanya aku menginginkan laporan dari situasi terakhir,” tuturnya dengan nada tenang.

Jaewon mengangguk dan mengeluarkan ponselnya. Choi Daehan kemudian menutup pintu ruangan Siwon lalu menatap Hyunshik. “Jangan ada yang masuk ke dalam ruangan ini. Lakukan pekerjaan kalian.”

Hyunshik sedikit membungkuk. Kemudian Choi Daehan berjalan menuju lift. Jaewon mengikutinya.

“Kim Hyeon akan datang sepuluh menit lagi. Sepertinya Siwon meminta Ahn Soo untuk melacak sinyal ponsel Pengacara Cho. Presdir, apakah mereka sudah bergerak?” tanya Jaewon.

Choi Daehan berhenti di depan lift. Jaewon kemudian menekan tombol lift dan menatap sang ayah dengan serius. “Apa yang harus kita lakukan?”

“Tidak ada yang bisa kita lakukan, Jaewon. Jika benar pria itu yang berada dibalik kejadian ini, maka kita tidak bisa ikut campur. Terlebih dengan kontrak yang sudah kita tanda-tangani. Semoga Siwon tidak melakukan hal ceroboh yang bisa mempersulit situasi,” ujar Choi Daehan.

Pintu lift kemudian terbuka, Choi Daehan berjalan masuk diikuti oleh Jaewon.

*****

Haneul sedang memperhatikan tayangan berita mengenai persidangan kasus Seon Hwan.

Persidangannya berjalan cukup singkat. Dengan semua bukti yang diserahkan pihak kejaksaan pada pengadilan, pihak Seon Hwan tidak mempunyai alasan untuk mengelak. Walaupun begitu, putusan kasus tersebut baru akan diumumkan dalam waktu tiga hari. Tapi semua orang beranggapan kalau Seon Hwan sudah berakhir.

Bahkan sudah ada rumor, perusahaan utama Seon Hwan akan mengumumkan kalau perusahaan itu bangkrut. Tapi tentu saja ada masalah lainnya. Mengenai ribuan pegawai Seon Hwan yang terancam kehilangan pekerjaan. Hal itu tentu berdampak pada masa depan puluhan ribu orang lainnya –keluarga mereka. Entah keputusan apa yang diambil oleh perusahaan utama Seon Hwan tersebut.

Haneul menghela nafas pendek lalu ia kembali ke stasiun suster.

“Bisa aku meminta catatan pasien Ki Hyun Jae?” ucapnya pada salah seorang suster.

Suster itu dengan sigap mengambil catatan pasien yang minta. Haneul tersenyum dan menggumamkan kata terima kasih. Tapi hal itu membuat sang suster terperangah karena sikapnya. Haneul tidak menyadarinya karena dia sibuk membaca catatan sang pasien.

“Pemeriksaan terakhir Ki Hyun Jae pukul empat sore ini, bukan? Sebelum dia diijinkan pulang?” tanya Haneul pada suster yang menatapnya tanpa berkedip. Haneul mengernyit bingung dengan reaksi suster tersebut. “Suster Han?”

“Ye? Ah… iya, dokter Kang.”

Haneul mengangguk kecil lalu mengembalikan catatan tersebut. “Perhatikan suhu tubuhnya setiap satu jam. Hanya untuk berjaga-jaga saja.”

“Baik, dokter Kang.”

Haneul kembali tersenyum sebelum dia hendak berjalan ke ruangan dokter, sampai suster Han memanggilnya lagi.

“Dokter Kang, apa sudah terjadi sesuatu yang baik?” tanya suster tersebut.

Haneul mengernyit. “Sesuatu yang baik? Maksudmu?”

“Beberapa minggu ini, anda terlihat begitu senang. Oh, anda bahkan sudah mulai tersenyum. Itu bukan sesuatu yang buruk. Tapi…. Perubahan itu terlalu tiba-tiba. Apa terjadi sesuatu? Misalnya, anda sedang berkencan saat ini?”

Haneul tertawa kecil. “Apa selama ini aku selalu bersikap dingin ya?”

Suster Han mengangguk dengan ekspresi terkejut lainnya. Haneul baru saja tertawa. Dan ini pertama-kali di depan umum. Haneul berdeham pelan. Ia kemudian memasang ekspresi seriusnya lagi.

“Kembali bekerja, suster Han.”

Well, Haneul tidak akan dengan mudah mengumumkan mengenai kehidupan pribadinya pada setiap orang yang bertanya. Ia yakin, Changwook akan mengerti.

*****

NOTE: Well… /grin

yang terburuk ada di part 49. Yifan dan Joonmyeon berakhir cuma sebagai saudara tiri. Jujur, aku udah pikirin beribu skenario agar mereka bisa bersatu, tapi sayang… rasanya gak mungkin T.T /gak di real life gak di fanfic krisho harus pisah..

Sampai di sini dulu…

Music: Wheesung – 가슴 시린 이야기

Advertisements

36 thoughts on “[SF] Scarface Part 48

  1. Seruu, tegang bacanya semoga Siwon dpt segera menyelamatkan kyuhyun,,, sebenarnya saat siwon tau lokasi kyuhyun berada,, kemana para penculik itu akan membawa kyuhyun pergi,,, bahkan keluarga kyuhyun belum mengetahuinya., bagaimana reaksi Ahra kalau tau adiknya d culik

  2. siwon sampai di lokasi penculikan pasti kyuhyun nya udah gak ada, dan aku pikir choi daehan akan bantu siwon cari kyuhyun tapi dia terlalu berhati-hati, mungkin takut berdampak sama perusahaan nya 😞

    part ini menegangkan, semoga kejadian ini gak berdampak buruk buat hubungan wonkyu!!!!
    krisho gak bisa bersatu sebagai pasangan ya? hmmm ya gak apa apa lah

  3. Oh yeah…kejutan besar apa yang telah eonni persiapkan untuk next chap.Rasanya begitu penasaran.
    Sepertinya apa yang akan terjadi dengan WonKyu mmng tidak akan mudah.Begitu bnyk nama besar yang mengikuti.Dan tentu saja masalah-masalah yang sedikit terlihat menakutkatkan itu.
    Semoga…mmng Siwon tidak bertindak gegabah.Melihat situasi yang ia hadapi sekarang.
    Semangat aj buat KrisHo…semoga selalu kompak.
    Haneul..semoga makin sering juga ramah tamahnya hehehe…

    Jeongmal gumawo eonni..fighting!!

  4. Tarik nafas keluarkan tarik nafad keluarkan
    AAAKKKKKKKKKKHHHHHHHHHHHH diera hikss.. Hikss.. Hikss.. Omg omggg… Tegang tegang bangrt bacanya bedasa ini hal yg nyata , baca ampe ngebut saking tegangnya. Ini lebih tegang dari pada menunggu hasil ujian , kyuhyunnn… Hikss.. Siwon pleass selamatin kyuhyun. Kekasihmu terluka jangan buat terluka lagi , lindungin kyuhyun
    Aduuhhh seneng bngt ff ini upate diera..
    Aduhh rasanya jantung aku mau meledak menunggu chap 49 , gak tahu harus koment apa kereeennnnm… Pokoknya ff ini kerennnnn abissss… Lebih keren dari Descendent of the sun.. Aku tunggu chap 49 diera…
    #ambiltiseu.. Masih baper ama scarface xD

  5. akhirnya yang ditunggu2….
    penasaran itu mereka nyuntiknya pake apaan de, terus itu beneran cuma disekap lg terus ditinggal kah? kayaknya gabakal dilepas gitu aja huft
    semoga next part lebih cepet lg di post yaaa

  6. uwooww!! slalu deh klo Kyu udh diculik gini,trs Siwon sma keadaan yg lain jdi terasa tegang nya buat yg baca haha
    Ki Joon emg cocok jdi jahat,tpi jgn keterlaluan nyiksa Kyu nya ㅜ.ㅜ
    KrisHo gabakal jadian?? yaahh ~ ya udh mngkin emg takdir nya mreka ga bakal bersatu /eh
    kyk nya part depan bakal tambah tegang nih,apa lg klo Siwon udh msuk ke ‘perangkap’ Seon Hwan buat nyelamatin Kyuhyun ><
    ditunggu next nya Ra 😆

  7. Huaaaaaaa penasaran lanjutannya…….
    pingin baca lagi.
    Haduuuhhh sebenarnya apa yang diinginkan penculiknya. Trus tempat Kyu diculik juga mudah ketahuan ma Siwon. Apa Kyu akan dibawa ke tempat lain atau dibebaskan? Penasaran.
    Ditunggu lanjutannya…..

  8. haduuuhhh ikutan tegang bersama siwon!!! semoga siwon bisa segera nemuin Kyu,
    nggak tau mau komen apa lagi, soalnya kayak baca komik detectif conan. hehehe
    d tggu kelanjutannya ne!! 🙂

  9. So kyuhyun will be shift to another place? How the kidnapper know Siwon has found Kyuhyun and anyone inside Firma Kang is the bad people???
    Wonder what will Kyuhyun family reaction when they know that their son has been kidnap
    Well…. Siwon really into relationship with Kyuhyun and happy to see that Yunho also will hrlp in finding Kyuhyun….. Hopefully Siwon will not sign the contract 1st
    I can guess that Yifan dan Joonmyeon will only be brothers
    Finally you have update chapter 48…. been waiting for 2 weeks

  10. Waduuhhh gmn nih??
    Semoga siwon bisa nyelamatin kyuhyun.. Semoga kyuhyun ga dibuat terluka banget, kan kasian..
    Uuhhh penasaraaann

  11. Krisho
    Berakhir apaitu please dech
    “Berakhir sebagai saudara tiri” iyakan
    Krisho bersatu please author-nim 😭
    Aku mah apa atu cuma seorng reader yg berhrp krisho bersatu dlm cerita karna udh kg mungkin kan
    Terserah author atuh author yang punya cerita
    Fighting
    Krisho bersatu ya *buing suho aegyo

  12. sumpah masih mikir hahaha… ini kenapa ada hubungannya sama siwon?
    apa karena siwon udah menandatangani kontraknya??
    jika iya, bukankah seharusnya kake dan ayahnya siwon memperingatkan atau lebih baik mereka ikut turun tangan? ya setidaknya ga akan sampai seperti ini…
    semoga siwon ga bertindak gegabah dan juga semoga kyuhyun segera di temukan oleh siwon..
    waahhh senengnya deh ini apdet…
    setidaknya udah tau kalo siwon mulai mencari kyuhyun…
    semoga juga keluarga kyuhyun dengan ini bisa membuka matanya demi hubungan wonkyu
    btw di perusahaan kang jaeha ada seorang mata2??
    atau memang hanya mata2 dari luar yang membca pergerakan dari tempat kerja kyuhyun dan perusahaan siwon?

  13. makin seru… KrisHo ngga bkal menyatu yah kasian dri smua couple hbungan mereka brdua yg pling kompleks bgt… Buat om siwon slamatkan tante kyuhyun yah 😀 btw choi daehan kyaknya ngga mau iku cmpur… “pria itu” psti uhm ki joon

  14. Jadi fix nih udah krisho ga bisa bersatu? Udah gitu aja jadi sodara tiri? 😭😭😭 huhu miris amat otp ku yg ini 😭😭😭
    Buat wonkyu… Aduh aduh makin pusyink barbie konfliknya banyak bgt kasian 😭😭😭 ini mah fix bgt yg nyulik pst suruhannya kijoon /rada sotoy/ atau jangan2 ibunya siwon? Nsosnskska semoga kyu cepat ditemukan siwon huhu

  15. sumpah ya,kea lg nonton film action,tegang banget bawaannya,aduuuuhhh mudah2n siwon nemu kyuhyun yaaa,tp kayanya ga semudah itu si,kan penculiknya udah mau pindahan tuh td kkkk,dan ya ampun kyuhyun kasian nya pake bngt,baruuuu aja sadar,eeeh udah di bikin ga sadar lagi,uuuuhhh sutradaranya jahaaaat#cubit diera

  16. kyu …. rsanya g tega klo kyu terlalu menderita .siwon psti bkal nglakuin apapun utk bebasin kyu … smoga ini terakhir kalinya kyu kna sial…

  17. Ada dua kemungkinan ketika Siwon sampai menurut aku… 😀😀😀
    Pertama Kyuhyun gak ada dan Siwon akan video callan sama org yg nyulik Kyu, dua Siwon nemuin Kyuhyun dalan kondisi tidak sadaran diri dan terekam bebas.. *gak mungkin kayanya sih*

    Kalo pairing lain udah mulai keliatan endnya gimana dengan WonKyu? Ngambang juga kah kaya gabus? #plakk

  18. Aigooo…kyu sabar ne…emang di ff ini kamu yang slalu menderita😢
    Udah punya trauma, slalu diculik, diancam sana sini dan slalu berakhir di rumah sakit….kasihan amat nasibmu kyu 😞
    Semoga kyu cepet dislametin sama siwon 🙏

  19. baca part ini aja udah ngak tega ma kyu yg disekap trus menerus eeeh ternyata masih ada yang terburuk. tapi semoga cpt update dah biar cepat chap 50 nya sp tau ada happy2 nya wlo dikit jg ga apa2.😣😣

  20. Yatuhan kenapa bisa mereka melalukan itu sama kyuhyun. kasihan bnget ngelihat kyu tersiksa kyak gitu, jahat bnget-.- siwon ayo dong cepet temui kekasih kamu itu, semoga jangan telat nolongin nya.. wk min jangan lama2 ya, saya nungguin nih part 49 nya hahaha

  21. Yatuhan kenapa bisa mereka melalukan itu sama kyuhyun. kasihan bnget ngelihat kyu tersiksa kyak gitu, jahat bnget-.- siwon ayo dong cepet temui kekasih kamu itu, semoga jangan telat nolongin nya.. wk min jangan lama2 ya, saya nungguin nih part 49 nya hahaha

  22. duh bca part ni kok jd tegang yah,,,jd mkin pnasaran apa motif pnjhat tuh nyulik kyu trus jg ngancem siwon,,,ksian kyu di bkin pingsan melu2 smoga siwon bsa cpet nemuin kyu.
    d tunggu next partnya makasih

  23. Ini seruu…aq benar2 ikutan tegang,aduh kyunie knapa nasibmu slalu jdi yg menderita.
    Kayaknya siwon sampai kyukyu dh gk ada di situ ya?!
    Siwon kmu harus bisa slametin kyukyu ya…

  24. annyeong author-ssi..
    well, situasinya makin rumit, kasian kyu yg lagi2 jadi korban.. jgn dibikin lebih menderita lagi donk kyu nya .. jebal 😥
    krisho udah fix gak bisa bersatu, harapannya sih, ada moment mereka waktu pergi hiking nanti, tapi yahhh, gak kesampaian kyknya..
    ditunggu part berikutnya.. author hwaiting !!

  25. kyu kok di culik lagi sih padahal yg kemarin aja blm selesai kasusnya semoga aja siwon cpt dtg dan tolongin kyu
    pokoknya eonni hrs semangat terus

  26. Dududududu,,
    Baca part ini jdi berdebar-debar euuuyyy.
    Moga siwon bsa nyelametin kyu lgi.
    Tp kayaknya choi daehan udh tau sp yg nyulik kyu yah,, 🤔🤔
    Mudah2an ada jlan kluar buat mreka.

    Hmmm, buat krisho pngennya sib mereka bsa bersatu tp konflik mereka emang lbih rumit sih yah,, syng jg kalo gk bsa bersatu tp yaah di satuin jg kayaknya terlalu maksa. Ahahahahhaa

  27. Musuh wonkyu kali ini benar” sangat tdk bs dianggap biasa krna mrk jauh lbh tau apa yg akan dilakukan oleh siwon…
    Apalagi choi daehan jg sprtnya mnyerah utk mslh ini. Mkanya dia membiarkan suwon yg mengatasinya sendiri dg harapan siwon tdk mwngambil tindakan yg salah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s