[SF] Sunflower

Sunflowers

Sunflower

“Kau tidak ingin bertemu dengannya dulu, Kyuhyun?” tanya Changmin sebelum dia turun dari mobil.

Hari ini adalah penampilan pertama Kyuhyun di drama musikal Mozart. Orangtuanya datang menonton, begitu pula dengan Ryeowook dan Changmin. Jujur saja, Kyuhyun merasa sangat gugup untuk pertunjukan musikal kali ini. Walaupun Mozart adalah judul musikal ke-delapannya tapi rasa gugupnya masih sama ketika ia melakukan pertunjukan pertama-kali musikal. Oh, ini selalu terjadi di hari pertama pertunjukan di setiap judul musikal yang pernah dilakukannya.

Tapi Kyuhyun harus bersikap professional. Mozart adalah judul musikal terakhirnya sebelum ia menjalani wamil di tahun depan. Paling tidak, Kyuhyun bisa membuat setiap pertunjukan menjadi kenangan yang berharga.

Kyuhyun tersenyum tipis lalu menggeleng. “Aku ingin langsung pulang saja.”

“Baiklah, terserah dirimu saja. Terima kasih telah mengantarku,” tutur Changmin.

Kyuhyun mengangguk kecil. Changmin mengambil tas ranselnya lalu membuka pintu mobil di mana dia berteriak terkejut karena Siwon sudah berada di sana. Kyuhyun tertawa kecil melihat reaksi Changmin.

Changmin mendengus lalu memanjat keluar. “Yak! Jangan berdiri di sana tanpa suara. Benar-benar menyebalkan.”

Siwon lalu menjentikan jarinya di kening Changmin. “Bicara yang sopan pada seniormu.”

“Tch.. senior? Walaupun usia kita berbeda dua tahun, tapi aku seniormu di SM, Choi Siwon-sshi.”

Siwon memutar bola matanya. Dia menatap Kyuhyun. “Boleh aku memukulnya lagi?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Lakukan saja. Tapi aku yakin Changmin akan mengadu pada Yunho nanti.” Kemudian ia melihat salah satu tangan Siwon berada di balik punggungnya. Ia sedikit mengernyit. Entah apa yang disembunyikan Siwon.

Changmin menyeringai. “Aku pergi dulu, Kyu. Sekali lagi terima kasih!” Kemudian ia menjulurkan lidah pada Siwon lalu bergegas masuk ke dalam gedung.

Siwon hanya menghela nafas pendek lalu ia menatap Yongsun yang berada di kursi depan. “Yongsun hyung, bisa aku bicara dengan Kyuhyun sebentar.”

Yongsun menatap Siwon dan Kyuhyun bergantian lalu mendesah. “Sepuluh menit, Siwon.”

“Tigapuluh menit.”

“Limabelas menit.”

“Duapuluhlima menit.”

Kyuhyun hanya tertawa kecil melihat Siwon dan Yongsun saling berdebat seperti itu. Ini sudah lama sekali tidak terjadi. Yongsun mendengus jengkel dengan sikap Siwon.

“Duapuluh menit, Siwon. Tawaran terakhir.”

Siwon tersenyum. “Call!”

Yongsun lalu memanjat keluar mobil dan berjalan agak menjauh. Siwon lalu kembali menatap Kyuhyun dengan lekat. “Pindah ke kursi belakang.”

Kyuhyun mengernyit tapi dia menuruti ucapan Siwon untuk pindah ke kursi belakang. Siwon lalu memanjat masuk, menutup pintu. Kyuhyun melihat Siwon menaruh sesuatu di kursi tengah sebelum ia duduk di samping Kyuhyun. Ia meraih tangan Kyuhyun dan menautkan jemari mereka. Awalnya Kyuhyun ingin bertanya apa yang dibawa Siwon, tapi ia dikalahkan oleh pertanyaan Siwon.

“Bagaimana pertunjukan pertamamu?” tanya Siwon.

“Well… Gugup. Itu sudah pasti. Sangat menyenangkan, terlebih panggungnya di teater Sejong jadi benar-benar besar. Dan ini adalah salah satu musikal impianku. Kau tentu sudah mengetahuinya,” tutur Kyuhyun.

Siwon tersenyum tipis. “Selamat atas pertunjukan pertamamu.”

“Terima kasih untuk kiriman bunganya.”

“Err.. kurir yang mengantarkannya, bukan?” tukas Siwon dengan sedikit ragu.

“Tentu saja. Memang kau pikir siapa yang mengantarkan bunganya?”

Siwon menghela nafas. “Entahlah. Jaeshin? Sebelumnya dia sempat menemuiku untuk bertanya di mana aku memesan bunga untukmu dan aku memberitahunya. Kupikir dia juga akan membawakan pesanan bunga dariku dan memberikannya padamu. Oh… Hari ini dia datang untuk menonton, bukan?”

“Bungamu sampai tepat sebelum pertunjukkan press-call berlangsung. Jadi, aku langsung meminta Yongsuk untuk membawanya ke dorm. Ruang ganti menjadi heboh karena kiriman bungamu itu, tahu. Tapi kupikir Jaeshin akan datang pada hari Sabtu.”

Siwon mengernyit. “Benarkah? Oh, kupikir dia mendapat tiket pada hari pertama pertunjukkanmu. Tapi sudahlah.” Kemudian Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun dengan lekat. “Kau belum menghapus make-upnya.”

Kyuhyun menggumam. “Tidak sempat. Changmin harus segera kembali, jadi aku langsung melepaskan wig dan berganti pakaian.”

Siwon menarik nafas lalu ia melepaskan genggaman tangan. Kemudian ia meraih tas ransel milik Kyuhyun yang berada di kursi depan. Siwon membuka resleting tas ransel Kyuhyun dan mengeluarkan tas make-up pribadi Kyuhyun.

“Lepaskan lensa kontakmu,” tutur Siwon sembari ia mencari lens-case.

Kyuhyun mengernyit. “Siwon, aku bisa melakukannya di dorm.”

“Kalau bisa dilakukan sekarang, kenapa kau harus melakukannya nanti? Lepaskan lensa kontakmu, Kyuhyun.”

Kyuhyun mendesah tapi dia melepaskan lensa kontak dengan hati-hati. Siwon menyodorkan lens-case itu agar Kyuhyun bisa langsung menyimpannya. Setelah Kyuhyun melepaskan kedua lensa kontaknya, Siwon langsung menyodorkan kapas yang sudah dibasahi oleh cairan eye make up removal.

“Kau tahu, ini benar-benar sangat aneh.”

Siwon hanya menggumam pelan. Kyuhyun lalu menutup kedua matanya dan menekan kapas basah itu di kedua kelopak matanya. Setelah beberapa saat, mata Kyuhyun sudah bersih dari eye-liner. Kyuhyun membuang kapas itu pada sebuah trashbin yang ada di dalam mobil.

“Kemari…” tutur Siwon.

Kyuhyun memposisikan wajahnya menghadap Siwon. Pria itu lalu mulai membersihkan wajah Kyuhyun dari make-up. Kyuhyun memperhatikan Siwon yang terlihat begitu serius.

“Ketika sampai di dorm, langsung mandi. Bersihkan rambutmu dan jangan lupa cuci wajahmu lagi. Mengerti?”

Kyuhyun mengangguk kecil. Siwon mengambil kapas lainnya untuk membersihkan bagian kening Kyuhyun.

“Sebelum tidur, minum teh hangat terlebih dahulu. Sikat gigimu, baru kau bisa pergi tidur. Besok jam berapa kau harus recording di MBC?”

“Entahlah. Mungkin pukul sepuluh aku sudah harus berada di MBC. Kenapa?”

Siwon menarik nafas pendek. Ia membuang semua kapas yang digunakannya untuk membersihkan wajah Kyuhyun ke trashbin. Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun –seolah dia mencari apakah adalah bagian yang belum bersih. Kyuhyun berkedip beberapa-kali.

“Kenapa?”

Siwon lalu memasukan kembali tas make-up Kyuhyun ke dalam tas ransel. Kemudian ia mengeluarkan sebuah case berisi kacamata milik Kyuhyun. “Bukan apa-apa. Hanya bertanya saja,” tukasnya sembari menyodorkan kacamata itu pada kekasihnya.

Kyuhyun memakai kacamata tersebut, lalu mengernyit. “Kau tahu, sikapmu ini begitu aneh. Terlebih saat Changmin pergi.”

Siwon mendesah. Ia mengembalikan tas ransel Kyuhyun ke kursi depan. “Tidak ada yang aneh, sayang. Percayalah. Kita sudah berjanji untuk tidak saling berbohong, bukan?”

Well, Kyuhyun tidak percaya begitu saja. Mereka mungkin sudah berjanji untuk tidak saling berbohong, tapi terkadang ada waktu di mana mereka menutupi sesuatu. Seperti saat ini. Kyuhyun yakin kalau Siwon sedang menutupi sesuatu darinya.

Siwon memperhatikan Kyuhyun lagi dengan lebih mendalam. Kemudian ia meraih tubuh kekasihnya dan memeluknya erat. “Jangan khawatir. Aku tidak akan berbohong padamu untuk sesuatu yang besar.”

Kyuhyun melepaskan pelukan tersebut. Sepertinya Siwon tidak akan buka mulut tentang apa yang dipikirkannya saat ini. Jadi, Kyuhyun hanya bisa menunggu sampai Siwon yang bercerita langsung. Kemudian Kyuhyun mengecup bibir Siwon.

“Time’s up!!” seru Yongsun yang masuk ke dalam mobil dengan tiba-tiba.

Siwon mendengus jengkel pada Yongsun. Sang manager benar-benar menyebalkan. Mungkin karena dia kembali bertugas bersama Kyuhyun hari ini. Saat Kyuhyun keluar dari teater Sejong, pasti banyak fans yang menunggu dan ingin memberikan hadiah. Tapi melihat perangai Yongsun yang tidak menyukai jika dia tidak bisa mengontrol jarak tertentu antara member dengan para fans, sangat bisa dipastikan sebenarnya Yongsun sudah begitu kesal tapi dia berusaha menahan diri. Lalu kenapa harus Siwon yang menjadi sasaran kekesalannya?

Siwon lalu menatap Kyuhyun dan tersenyum. “Istirahat, okay?”

Kyuhyun mengangguk kecil. Siwon memberikan kecupan di kening Kyuhyun sebelum dia memanjat keluar mobil. Kyuhyun juga pindah dari kursi belakang ke bagian tengah lalu memakai seatbelt. Siwon melambaikan tangannya lalu menatap Yongsun.

“Hati-hati di jalan, hyung.”

Yongsun hanya mengangkat tangannya, dia sudah bersiap untuk melajukan mobilnya. Siwon lalu menutup pintu mobil dan mengambil tiga langkah mundur. Siwon memandangi mobil berwarna hitam itu melaju pergi menjauh.

Siwon menghela nafas pendek. “Good night, my sunflower.”

*****

Kyuhyun melihat sebuah buket bunga matahari di kursi sampingnya. Ia tersenyum tipis dan mengambil buket bunga tersebut. Sepertinya ini yang disembunyikan oleh Siwon. Tapi kenapa Siwon tidak memberikannya langsung padanya?

“Bukankah dia sudah mengirimkan karangan bunga tadi siang?” tanya Yongsun yang meliriknya dari kaca spion.

Kyuhyun menyandarkan punggungnya lalu memperhatikan buket bunga matahari tersebut di tangannya. “Entahlah. Hyung tahu sendiri bagaimana sifat Siwon. Dia tidak akan mudah diprediksi.”

Yongsun sedikit mendengus. “Itu tentu saja. Apalagi terkait denganmu, Kyuhyun. Kali bunga matahari? Tadi siang dia mengirim bunga lily putih dan mawar putih, bukan?”

Kyuhyun menggumam pelan. Ia masih tersenyum memandangi bunga matahari tersebut. Entah sudah berapa lama sejak Siwon membeli buket bunga tersebut. Bunganya masih terlihat segar. Mungkin bunga tersebut baru diantarkan atau mungkin Siwon kembali meminta bantuan orang lain untuk membelikan buket bunga tersebut.

Namun, melihat bunga matahari tersebut, Kyuhyun kembali teringat pada musikal terakhirnya, Werther. Sontak ekspresi wajahnya berubah ketika teringat cerita menyedihkan Werther.

Entah, rasanya Kyuhyun merasa bahwa kisah cintanya akan tidak jauh berbeda dengan kisah Werther. Itu memang terdengar sedikit berlebihan. Selama ini Kyuhyun dan Siwon bisa bertahan dari semua segala masalah. Tapi Kyuhyun perlu menyadari realitas. Hubungannya dengan Siwon, mungkin bisa berakhir tanpa ‘happy ending’.

“Kyuhyun? Kau tidak apa-apa?” tanya Yongsun.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan mengangguk. Dia menaruh buket bunga tersebut di pangkuannya dan melihat ke arah luar jendela mobil. Kyuhyun menghela nafas panjang dan memejamkan matanya untuk sejenak.

Aku mencintaimu, Siwon.

*****

NOTE: Sunflowers symbolize adoration, loyalty and longevity.

Sebenernya lumayan cocok buat hubungan siwon dan kyuhyun. Tapi kita perlu lihat realitasnya. Gak semua kisah mempunyai akhir yang bahagia.

Duh, kode banget dah ah… hahahahaha /ditabok readers

Music: Super Junior – Sunflowers

Advertisements

21 thoughts on “[SF] Sunflower

  1. suka banget interaksi WonKyu disini, mereka sungguh manis. 🙂
    tapi emang siwon nya kelihatannya ada rahasia kecil mungkin, hehehe d tggu cerita cerita lainnya 🙂

  2. Bahagia di awal sedih diakhir…….

    Siwon begitu perhatian kepada Kyuhyun, haduh jadi iri.
    Tapi diakhir, kok aku jadi ikut sedih ya…..
    kyu semoga kamu selalu bahagia!

  3. Hweeeee…kenapa rasanya malah pingin nangis.Entah nangis terharu apa sedih.Untuk WonKyu.
    Apapun yang akan terjadi…semoga mereka bisa bijaksana dalam mnghadi semuanya.
    Saranghae……💞

    Gumawo eonni..
    Fighting!!!!

  4. kok sedih ya pas akhirnya. iya sih kita realitas aja, selalu yang terbaik buat mereka berdua.

    tapi moment mereka selalu manis, dengan perhatian kecil siwon.

  5. Yaaaaa berasa di tabok gitu ya klo udah ngomongin realita nya mereka,hahaha,iya,mereka,wonkyu,entah gimana endingnya di luar sana tp yaaaaa selama msh bisa berandai andai seperti di ff,ga papa lah ya,#ngga tau ngomong apa ini
    Iiihhh si manager nya galak bngt si,lagi asyik2 pacaran main usir2 aja loh
    Makasih loh buat Jae,update terus,ngebut lagi,jangan2 ini stock2 bulan puasa kmrn ya?kkk

  6. err kode? kode apa emg? 😅
    well ~ kita emg ga tau gmana nnti ending nya Wonkyu,yg psti sih utk skrg2 kita tetap dukung apapun yg trjadi sma Wonkyu hoho

  7. Udah awalnya unyu unyu gimana gitu kan terus dengan pikiran polos ngira siwom ngasih kado diem2 nya itu boneka *mainstream bgt emg aku wkwk* eeeh gataunya endingnya bikin baper 😭😭

  8. kode jarang ada momen wonkyu kah??
    hahaha
    kalo udah ngomongin realita sih ya g tau juga ya…
    selama ini kan kita pun semua hanya menerka mereka mempunyai hubungan
    terlebih dengan segala adanya fanacc dan juga video candid ataupun foto
    ya untuk hasil akhir biarkan waktu yang berbicara..
    eaaaa bahasa ku hahaha

  9. Ceritanya sweet bgt bikin senyum” GJ gitu. Xixixi.. Tapi emank bener clw lihat realitas wonkyu . Jadi sedih… rasanya bakalan g’ rela bgt clw pada akhirnya mereka bakalan bawa pasanganya masing”.

  10. Huaaaaa kisah cinta memang gak harus berakhir bahagia… Kata2 mu kak bikin meleleh. Terharu bacanya… Kisah cinta wonkyu akan selalu terkenang di hati wks kok heheheh…

    Makasi kak dieraa

  11. Suka banget sama perhatian Siwon.. Berasa banget realnya…
    Bangun dari realita hanya ketika sudah sampai waktunya… Kalo sekarang mah nikmatin ajah dulu apa yang ada… Hehehe
    Produktif bgt diera ini, buka wp ada ff baru lagi… Ngeluarin stock yah… XD

  12. sweet bgt deh siwon.. lg suka bunga ya bang? hehe
    huhu tp diakhir kok nyesek ya, aku pun juga gak bisa menduga realitas wonkyu kedepannya seperti apa. kita mah hanya bisa berdoa buat kebaikan mereka berdua..

  13. klo ngmongin real life mang psti bkin nyesek… wonkyu moment makin jarang plus mpe setdk’y 2 thn kedpan kyu ma won kepisah ma tugas negara . y sdahlah ya nikmatin ja , mslh real life nanti ja klo dah pasti… ok diera ssi d tnggu next krya’y . kunjungan kyu ke police officers waktu itu boleh jga kaleeee

  14. Soal hubungan wonkyu ke depan itu bakal nyata apa tidak…..biarlah itu soal nanti,aq mau menikmati yg ada di angan sekarang,yg jelas apapun itu yg terbaik bwt wonkyu.

  15. wonkyu udh lama gak bicaranya kok serius bgt bahasannya
    semoga aja wonkyu bisa bahagia
    saya jd sedih klu kyu wamil

  16. so sweat banget…
    siwon dan kyuhyun sangat romantis.
    siwon terlihat sangat sayang sama kyu…
    ditunggu ff lainnya ya

  17. Iya iya, skrg kembali lagi ke realitas.. tapi bsa kan bkin mreka tetep berakhir bahagia? Ga rela klo salah satu dari mreka ga ngrasain bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s