[SF] Scarface Part 47

Abandoned ballroom

47

Yifan sedikit terkejut ketika ia melihat Junhyeok berdiri di depan pintu unit dormnya. Tapi dia mempersilakan ayah angkatnya itu masuk. Namun Junhyeok menolak dengan mengatakan bahwa dia hanya mampir sebelum pergi ke kantor.

“Mom sudah menceritakannya pada Appa,” tutur Junhyeok.

Yifan menatap Junhyeok dengan tidak mengerti. Kemudian Junhyeok melanjutkan. “Kau tahu, mengenai rahasiamu Yifan.”

Kini Yifan mengerti. Tapi dia tidak tahu kenapa Sara menceritakan pada Junhyeok sekarang, padahal sebelumnya Sara mengatakan agar mereka menunggu sampai Yifan pindah ke London untuk kuliah. Selain itu, mereka bicara di luar unit dorm. Walaupun kondisi gedung dorm sepi tapi masih ada beberapa siswa lain yang memilih tinggal di dorm ketimbang pulang ke rumah mereka masing-masing.

Namun, Yifan tidak terlalu peduli apakah ada orang lain yang mendengar. Dia hanya ingin tahu reaksi Junhyeok setelah mengetahui tentang seksualitasnya.

“Appa tidak marah?” tanya Yifan dengan pelan.

Junhyeok tersenyum tipis. “Kenapa harus marah? Itu adalah bagian dari dirimu, Yifan. Kami adalah orangtuamu. Dan orangtua tidak pernah meninggalkan anak-anaknya.”

Yifan hanya bergumam pelan. Dia merasa lega karena Junhyeok tidak keberatan dengan seksualitasnya. Dia hanya takut kalau Junhyeok merasa tidak nyaman dengan keberadaannya. Terlebih mereka masih orang asing.

“Mom juga mengkhawatirkan tentang Joonmyeon. Kau harus bicara secara langsung padanya mengenai hal ini, Yifan.”

Yifan memandang Junhyeok dengan lekat. “Bicara dengan Joonmyeon?”

“Joonmyeon juga berhak tahu. Tapi Appa rasa hanya kau yang berhak menceritakannya pada Joonmyeon. Selain itu, kita tidak perlu mengatakannya pada anggota keluarga lainnya sampai kau merasa nyaman. Mom sedikit khawatir dengan keluarga kalian di Guangzhou,” tutur Junhyeok lagi.

Ah, Yifan tahu kalau Sara pasti merasa dilemma. Terutama mengenai pembicaraan perjodohan dengan Shi Liu. Mungkin dengan alasan ini, Yifan bisa menghindari perjodohan tersebut. Walaupun dia harus bersiap dengan reaksi Nana.

“Aku akan bicara dengan Joonmyeon dalam waktu dekat ini. Untuk keluarga di Guangzhou, itu tergantung keputusan dari Mom,” ucap Yifan.

Junhyeok tersenyum lalu menepuk lengan Yifan. “Baiklah, Appa akan mengikuti keinginanmu. Masuklah. Ah, karena sekolah belum dimulai, kau harus lebih sering pulang ke rumah. Jangan mengurung diri di dorm terus.”

Yifan mengangguk kecil. “Aku mengerti.”

“Kalau begitu Appa pergi dulu. Jangan lupa hubungi Joonmyeon.” Kemudian Junhyeok berjalan pergi.

Yifan sedikit membungkuk lalu memperhatikan Junhyeok yang berjalan menuju anak tangga. Ia tersenyum lega. Walaupun tidak sesuai rencana, tapi begitu Junhyeok sudah mengetahui tentang seksualitasnya, Yifan merasa bebannya sudah terangkat sepenuhnya. Selain itu, Junhyeok juga tidak memberikan reaksi keras.

Kini Yifan tinggal memberitahu Joonmyeon kalau ayahnya juga sudah mengetahui tentang seksualitasnya. Joonmyeon tinggal bersikap kalau dia baru mengetahuinya. Yifan lalu bergegas kembali masuk ke dalam dorm untuk menghangatkan diri.

*****

Kyuhyun menatap sebuah foto dan kartu nama yang diberikan ibunya ketika mereka sedang sarapan. Ia tahu kalau ibunya kembali mengusahakan perjodohan lainnya. Setelah kegagalan dengan Hyun Seol, ibunya tidak lama langsung mencari anak gadis teman-temannya untuk dijodohkan dengan Kyuhyun. Walaupun ia berusaha protes, tapi kedua orangtuanya tidak akan berhenti.

“Namanya adalah Cha Darim. Dia seorang designer. Keluarganya mempunyai sebuah perusahaan clothing ‘MoonLight’. Hubungi dia dan atur jadwal pertemuan. Jika kau tidak menghubunginya, maka Eomma yang akan mengatur pertemuan kalian,” tutur sang ibu.

Ahra terperangah melihat sikap ibunya yang begitu egois. Sepertinya baru tiga hari lalu, Kyuhyun memutuskan perjodohan dengan Hyun Seol, hari ini Ibunya kembali menyodorkan gadis lainnya. Selain itu, ayahnya juga terlihat begitu tenang. Kyuhyun hanya terdiam melihat foto dan kartu nama itu dihadapannya. Ibunya tidak akan berhenti sampai ia menyerah.

“Eomma!” seru Ahra.

“Jangan ikut campur, Ahra. Kau fokus saja dengan pernikahanmu. Eomma akan bertemu dengan Ibu Jisung hari ini. Eomma akan meminta tanggal pernikahan kalian dimajukan. Awal musim panas itu terlalu lama. Setelah pernikahanmu, Eomma akan berfokus pada pernikahan adikmu.”

Kyuhyun menarik nafas panjang. Dia mengambil foto dan kartu nama itu lalu memasukkan ke saku jasnya. Kemudian ia berdiri. Rasanya Kyuhyun tidak berselera untuk makan. “Aku harus ke pengadilan.” Setelah memberi salam, Kyuhyun bergegas pergi.

Ahra hanya bisa memandangi punggung adiknya yang berjalan seperti tanpa tenaga. Oh, dia sudah tidak tahan dengan sikap kedua orangtuanya. Tanpa menghabiskan sarapannya, Ahra mengambil tas serta mantelnya lalu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pada orangtua.

Ahra berusaha mengejar sebelum adiknya pergi. Tapi ketika ia berada di luar, mobil Kyuhyun sudah melaju pergi.

*****

Haneul baru saja memanjat masuk ke mobil ketika Haesa menahan pintu agar ia tidak bisa menutupnya. Haneul menatap Haesa lalu kembali memanjat keluar. “Ada apa? Aku harus ke rumah sakit.”

“Siapa pacaramu?” tanya Haesa.

Haneul mengernyit. Haesa masih begitu penasaran dengan kekasihnya. Sejak kejadian ‘coming out’ tanpa sengaja itu, Haesa selalu menekan Haneul agar memberitahu nama kekasihnya. Well, Haneul tidak pernah memberitahu kalau dia mempunyai kekasih, tapi insting saudari kembarnya cukup tajam. Ia cukup beruntung karena Haesa tidak pernah bertanya dihadapan orangtua mereka. Situasinya masih cukup canggung.

“Kenapa kau begitu penasaran Haesa?” tukas Haneul.

“Karena aku mulai menyadari semua sikapmu pada Kyuhyun selama ini sejak kau coming out. Kau menyukai Kyuhyun, tapi sepertinya kau tidak berusaha mendekati Kyuhyun. Bahkan setelah apa yang terjadi padaku dengan Kyuhyun. Jadi, kupikir pasti ada orang lain yang kau sukai saat ini. Jadi, siapa pacarmu? Apa dia bekerja di rumah sakit yang sama denganmu?” ujar Haesa dengan penuh antusias.

Haneul memutar bola matanya. Ia begitu jengkel dengan sikap Haesa. “Aku tidak akan mengatakan apapun padamu.”

“Kenapa??!” seru Haesa.

“Karena jika aku memberitahumu, pasti kau akan mencari tahu tentangnya dan berusaha menemuinya. Berhentilah penasaran dengan masalahku, Haesa. Kau fokus saja dengan masalahmu sendiri. Hari ini adalah persidangan Seon Hwan bukan?”

Haesa mendengus. “Aku tidak bisa pergi ke pengadilan.”

“Tapi Appa pergi.”

“Kyuhyun juga pergi. Aku masih canggung dengannya.”

Haneul mendesah jengkel. Semua yang terjadi diantara mereka berdua adalah kesalahan Haesa, tapi dia yang tidak mempunyai keberanian untuk bertemu dengan Kyuhyun. Walaupun di rumah sakit, Haesa sudah menemui Kyuhyun untuk berterima-kasih dan meminta maaf, tapi menurut Haneul itu tidak cukup. Haesa juga harus menunjukkan niat baik untuk menjaga hubungan baik dengan Kyuhyun –walau hanya sebagai rekan kerja. Toh, Haesa akan mulai bekerja di firma hukum.

“Jika kau tidak pergi ke pengadilan, lebih baik kau mengurusi kepindahanmu itu. Sudah jangan menggangguku lagi,” tukas Haneul yang kemudian memanjat masuk ke dalam mobil. Dengan cepat, dia menutp pintu dan menyalakan mesin mobil.

Haesa mendengus jengkel dengan sikap saudara kembarnya. Tapi kemudian dia tersenyum. Rasanya sudah lama sekali mereka tidak berdebat hanya untuk masalah sepele. Seakan kembali ke masa lalu. Haneul memakai sabuk pengaman lalu melajukan mobilnya. Meninggalkan Haesa yang melambaikan tangannya.

Haesa menghela nafas setelah melihat mobil Haneul melaju menjauh. “Sepertinya pacarnya bekerja di rumah sakit yang sama. Well, setidaknya aku sudah tahu di mana tempat kerjanya.” Kemudian Haesa bergegas masuk ke dalam rumah. Dia harus menghubungi pengurus gedung apartmentnya di Tokyo untuk persiapan kepindahannya.

*****

Siwon baru saja memasuki lobby gedung Choi Group ketika sambungan telepon tersambung. Ia tersenyum lebar dan berjalan menuju lift. “Kau di mana?”

“Menuju pengadilan. Hari ini sidang Seon Hwan.”

Siwon menekan tombol lift dan mengernyit. “Sepagi ini? Apa kau tidak kepagian pergi ke pengadilan? Tapi kupikir kau tidak akan dipanggil bersaksi hari ini,” ujarnya sembari menunggu lift terbuka.

“Memang tidak. Tapi aku harus datang untuk melihat perkembangan kasusnya. Dan ini tidak terlalu pagi. Sudah pukul setengah sembilan, Siwon. Kau masih di perjalanan menuju kantor?”

Pintu lift terbuka. Siwon berjalan masuk diikuti oleh sekitar enam pegawai lainnya. Siwon menekan tombol lantai ruangannya terlebih dahulu. “Aku sudah sampai di kantor.”

“Dan kau bilang aku terlalu pagi pergi ke pengadilan.”

Siwon tertawa kecil. Hal itu membuat pegawai yang berada satu lift dengannya sedikit terkejut. Siwon selalu terlihat serius, bahkan hampir tidak pernah tersenyum. Dia selalu menekankan untuk bersikap professional untuk pekerjaan. Walaupun tersenyum bisa dianggap sebuah manner baik, tapi ekspresi serius akan lebih dianggap sebagai rasa pertanggung-jawaban serta kebijaksanaan.

“Hari ini aku ada meeting pukul sembilan. Changmin akan membunuhku jika aku terlambat atau aku bisa membunuhnya jika dia terlambat. Ini semacam taruhan siapa yang datang pertama,” tukas Siwon.

“Kau tahu, ucapanmu itu bisa kuartikan sebagai rencana pembunuhan. Itu serius, Siwon. Jangan bicara seperti itu hanya sebagai lelucon.”

Siwon mengulum senyuman. “Aku mengerti. Tidak akan kulakukan lagi. Ohya, bisa kita bertemu saat makan siang? Rasanya kau tidak akan terlalu lama di pengadilan, bukan?”

“Uhm.. Nanti akan kuhubungi lagi. Kalau tidak bisa makan siang, bisa bertemu saat makan malam saja?”

Siwon menghela nafas pendek. Tak lama pintu lift terbuka di lantai ruangannya. “Baiklah. Hubungi aku sebelum pukul sebelas, okay?” Siwon lalu melangkah keluar lift. Dia lalu sedikit berbalik untuk menatap ke-enam pegawai yang langsung membungkuk hormat. Siwon tersenyum tipis dan memberikan gesture tangan lalu melangkah menuju ruangannya.

Well, sikap Siwon yang membalas sapaan pegawai membuat ke-enam pegawai itu semakin terheran dengan sikap aneh Siwon hari ini. Rasanya mereka tidak pernah melihat sikap sang direktur begitu humanis pada pegawai-pegawainya.

“Aku mengerti. Selamat bekerja. Semoga harimu menyenangkan.”

Siwon kembali tersenyum. “Semoga harimu juga menyenangkan…” Siwon melirik ke sekeliling lantai tersebut. Ada beberapa pegawai yang melihat kedatangannya, jadi Siwon tidak akan bisa menyebut nama Kyuhyun dengan bebas. Walaupun dia sangat ingin mengatakan pada semua orang mengenai hubungannya dengan Kyuhyun. Namun, Siwon menahan diri.

Jadi, dia hanya mengatakan, “.. sayang.”

Namun, hal itu membuat beberapa pegawai itu terkejut. Oh, secara tidak sadar Siwon sedang memberitahu pada semua orang kalau dia sedang berhubungan dengan seseorang. Kemudian Siwon memutuskan sambungan telepon dan bergegas menuju ruangannya untuk persiapan meeting.

*****

Di sisi lain, Kyuhyun yang sedang menyetir hanya bisa terperangah dengan ucapan terakhir Siwon. Pria itu berada di kantor tapi dia menyebutkan kata ‘sayang’ yang Kyuhyun yakini dihadapan para pegawainya. Well, paling tidak Siwon tidak menyebut namanya di depan umum. Itu hanya akan menambah masalah baru.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. Dia masih sibuk fokus menyetir. Namun, pikirannya kembali pada foto serta kartu nama seorang gadis bernama Cha Darim pada sakunya. Sepertinya sang ibu akan bekerja keras untuk perjodohannya kali ini. Kyuhyun tidak bisa dengan mudah memutus perjodohan seperti yang dilakukan dengan Hyun Seol.

Kyuhyun harus mencari cara untuk menolak perjodohan tersebut. Tapi itu pun tergantung pada gadisnya. Jika Cha Darim memiliki kepribadian seperti Hyun Seol, rasanya Kyuhyun tidak akan mengalami kesulitan. Namun, jika sebaliknya maka Kyuhyun mungkin harus memikirkan cara yang cukup ekstrem. Termasuk memberitahu mengenai seksualitasnya, jika diperlukan.

Kyuhyun dikejutkan oleh suara dering ponselnya. Ia melirik ponselnya yang berada pada dock-phone di dashboard. Terlihat nama Ahra sebagai pemanggilnya. Kyuhyun mendesah berat. Ahra pasti akan membicaraka masalah perjodohan itu dengannya. Kyuhyun terkadang merasa jengkel dengan sikap kakaknya yang sering ikut campur pada masalahnya, tapi dia juga bersyukur. Dalam hal ini kakaknya berada di pihaknya.

Jadi, Kyuhyun tidak bisa mengabaikan telepon dari Ahra.

Namun, ketika ia hendak menerima panggilan tersebut. Dari arah berlawanan, Kyuhyun mendengar suara klakson mobil yang cukup keras. Oh, Kyuhyun tidak menyadari hal itu sebelumnya. Mungkinkah karena dia terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri hingga dia tidak fokus menyetir? Mata Kyuhyun membulat dan sontak ia langsung membanting kemudi untuk menghindari kecelakaan. Namun naas, dia malah menabrak mobil lainnya.

Nafas Kyuhyun memburu. Shit, seharusnya dia lebih fokus saat menyetir. Terlebih ini adalah jam sibuk orang-orang pergi bekerja. Dengan cepat Kyuhyun melepaskan seatbelt dan memanjat keluar. Dia mungkin harus menghubungi pihak asuransi untuk mengganti kerusakan.

Kyuhyun memeriksa bagian depan mobilnya yang menabrak bagian belakang mobil berwarna hitam. Ia meringis. Ini adalah kecelakaan pertamanya. Tak lama pemilik mobil berwarna hitam itu keluar dari mobil. Kyuhyun sontak menghampirinya untuk meminta maaf.

Tapi Kyuhyun tidak sempat mengucapkan kata maaf. Dia hanya merasakan rasa sakit begitu hebat di bagian kepalanya dan kegelapan.

*****

Changwook tersenyum ketika ia melihat mobil Haneul terparkir. Dia kemudian berjalan menghampiri mobil tersebut. Dia tangannya dia membawakan segelas jus segar. Sesuai dengan perjanjian, mereka membuat jadwal kapan Changwook akan membawakan kopi atau jus untuk Haneul. Begitu pula sebaliknya.

Haneul tersenyum tipis ketika ia memanjat keluar dan menyalakan alarm mobil. “Pagi…”

“Selamat pagi. Kau tepat waktu,” tutur Changwook sembari menyodorkan jus tersebut.

Haneul menerimanya dan sedikit menyeruputnya. “Kau akan langsung pulang?”

Changwook mengangguk. “Dua hari terakhir banyak sekali operasi. Aku beruntung dokter Ahn memberikan ijin pulang untuk beristirahat beberapa jam sebelum kembali untuk memeriksa kondisi pasien-pasienku.”

“Pulanglah dan istirahat. Mungkin kau harus naik taksi saja. Sangat berbahaya kalau kau menyetir di saat kondisimu sedang lelah seperti ini,” ujar Haneul yang terlihat khawatir.

Changwook kembali mengulas senyum lalu ia memeluk tubuh Haneul dengan erat. Ia memejamkan mata dan menghirup aroma tubuh Haneul yang begitu disukainya. “Jangan khawatir. Aku hanya membutuhkan ini untuk beberapa menit.”

Haneul menghela nafas pelan. Mereka masih berada di area rumah sakit. Siapa saja bisa muncul di basement parker dan melihat mereka berdua. Tapi itu bisa dicemaskan Haneul nanti. Tapi karena kedua tangannya sedang penuh, tangan kanannya memegang gelas jus dan tangan kirinya tas kerjanya, Haneul tidak bisa membalas pelukan Changwook.

Changwook menggumam pelan lalu semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di anatara bahu dan leher Haneul. “Aku merindukanmu,” bisiknya.

“Aku juga merindukanmu. Tapi kau harus pulang sekarang. Kita bertemu lagi saat kau kembali ke rumah sakit? Saat makan malam?” ucap Haneul.

Changwook lalu melepaskan pelukannya. Ia menatap Haneul lalu mengangguk. “Baiklah, kita makan malam bersama. Tapi aku tidak ingin makan malam di kafetaria. Bertemu di restaurant?”

“Okay. Aku akan menghubungimu kapan aku bisa keluar makan malam, lalu kita bertemu di restaurant pilihanmu.”

Changwoook tersenyum lebar. Rasanya sikap Haneul benar-benar sudah berubah total padanya. Terlebih setelah apa yang terjadi pada hari sebelumnya di apartment Changwook. Oh, Changwook tidak percaya kalau mereka benar-benar melakukannya dan Haneul tidak terlihat menyesal. Changwook semakin terlihat begitu senang.

Tapi hal itu membuat Haneul sedikit mengernyit. “Kenapa kau tersenyum seperti itu padaku?”

“Bukan apa-apa,” sahut Changwook yang diikuti oleh sebuah kecupan pada bibir Haneul. “Kita bertemu saat makan malam?”

Haneul mengangguk kecil. Changwook memberikan kecupan lainnya sebelum ia berjalan menuju mobilnya. Haneul hanya bisa memandanginya sampai mobil Changwook meninggalkan area basement parkir.

Setelah Changwook pergi, Haneul kembali menyeruput jus segarnya lalu berjalan memasuki gedung rumah sakit.

*****

Pengacara Kang Jaeha kembali memeriksa jam di pergelangan tangannya. Kyuhyun belum sampai tapi sidang akan segera di mulai. Rasanya Kyuhyun tidak pernah terlambat seperti ini, kecuali jalanan sedang macet. Namun paling tidak, Kyuhyun bisa menghubunginya untuk memberitahu keterlambatannya.

Setelah berdiri cukup lama di luar ruang persidangan, Pengacara Kang Jaeha memilih untuk masuk karena sidang akan segera di mulai. Persidangan Seon Hwan berlangsung tertutup. Tapi puluhan reporter sudah berada di gedung pengadilan sejak pagi. Bahkan saat ia sampai ada beberapa reporter yang ingin mewawancarainya. Tapi berkat pengawalan ketat dari pihak kepolisian, Pengacara Kang bisa menghindari pertanyaan para reporter tersebut.

Pengacara Kang duduk di baris depan. Dia melihat Jaksa Gong yang menjadi penuntut umum sedang berbicara dengan rekan kerjanya. Ia sedikit mengangguk sebagai sapaan ketika Jaksa Gong melihat ke arahnya. Jaksa Gong membalasnya dengan anggukan kepala.

Di sisi lain, tim pengacara Seon Hwan juga sedang bersiap untuk pembelaannya. Oh, Pengacara Kang mengenali salah satu dari tim pengacara Seon Hwan. Han Jun Hee, pengacara dari firma hukum Derin. Jun Hee juga merupakan teman satu fakultas dengannya ketika mereka berkuliah di Harvard. Dia tidak menyangka kalau Jun Hee mengambil kasus ini.

Pengacara Kang tersenyum tipis ketika Han Jun Hee melihat padanya. Sang teman membalas senyumannya lalu kembali berdiskusi dengan rekannya yang lain. Kemudian tiba-tiba ponselnya bergetar. Pesan dari Kyuhyun.

Maaf, Pengacara Kang.

Sepertinya saya tidak bisa hadir dalam sidang hari ini. Saya akan menghubungi anda nanti mengenai persidangan hari ini.

Pengacara Kang mengerutkan keningnya. Sebelumnya Kyuhyun memastikan kalau dia akan hadir pada sidang hari ini, tapi kenapa dia malah membatalkannya. Kyuhyun tidak pernah membatalkan pada menit-menit terakhir. Selain itu, Kyuhyun hampir tidak pernah menghubunginya melalui pesan. Kyuhyun akan langsung menghubunginya untuk memberikan penjelasan. Ini bukanlah kebiasaannya. Kecuali Kyuhyun mempunyai urusan yang jauh lebih penting dibandingkan menghadiri sidang Seon Hwan.

Pengacara Kang lalu membalas pesan tersebut.

Tidak apa-apa.

Tapi apa kau mempunyai urusan lainnya? Hubungi aku dalam dua jam.

Setelah ia mengirim pesan tersebut, Hakim memasuki ruangan dan pintu ruang sidang ditutup rapat. Pengacara Kang menghela nafas panjang lalu memasukkan ponselnya kembali ke saku jas. Tanpa diketahui Pengacara Kang, seorang pria yang duduk di deret baris belakang sedang tersenyum sembari memperhatikannya.

*****

Joonmyeon menuruni anak tangga dengan hati-hati. Sara yang sedang berada di ruang tengah memperhatikannya dengan lekat. Joonmyeon sudah memakai mantel tebal serta syal merahnya. Ini masih pagi untuk Joonmyeon pergi keluar rumah.

“Kau mau pergi ke mana, Joon?” tanya Sara.

Joonmyeon menghampiri Sara yang duduk di sofa dengan memangku laptop. Entah apa yang sedang dikerjakan oleh Sara saat ini. “Bertemu dengan Baekhyun. Dia ingin membicarakan tentang pergi hiking ke gunung taebaek.”

Hari Sabtu lalu, ketika Saejoon datang untuk pemeriksaan rutin, sang paman memberitahu kalau Joonmyeon diberi ijin untuk pergi hiking dengan teman-temannya. Setelah itu kakeknya juga menghubunginya dengan membicarakan hal yang sama. Tapi selain ijin pergi hiking, kakeknya juga mengatakan mengenai mengunjungi makam ibu Joonmyeon. Mereka akan pergi hari Jumat nanti.

Kemudian Joonmyeon melanjutkan, “Lalu pergi ke dorm Yifan. Tadi dia menghubungiku dan meminta bertemu. Sepertinya ada yang ingin dibicarakannya. Aku akan pulang sebelum makan siang.”

Sara terdiam sejenak. Dia hanya memandangi Joonmyeon dengan begitu serius.

“Kenapa Mom?” tanya Joonmyeon.

Sara menggeleng. Ia tersenyum tipis. “Saat kau bicara dengan Yifan, dengarkan penjelasannya baik-baik dan pikirkan bagaimana reaksimu.”

Joonmyeon mengernyit. Dia seolah tidak mengerti dengan ucapan Sara. Yifan sudah memberitahunya kalau ayahnya datang ke dorm dan mengatakan kalau dia sudah mengetahui seksualitas Yifan. Yifan sendiri mengatakan kalau ayahnya tidak menunjukkan reaksi negatif. Semuanya berjalan dengan lancar. Jadi, hari ini Yifan akan ‘memberitahu’ Joonmyeon.

“Reaksiku?”

Sara masih tersenyum padanya. “Kau akan mengerti nanti. Setelah kau bicara dengan Yifan, Mom pikir kita juga perlu bicara. Hati-hati di jalan ya.”

Joonmyeon mengangguk kecil lalu berjalan menuju foyer. Dia mengeluarkan sepatunya dari lemari dan memakainya. Joonmyeon sempat menoleh dan menghela nafas pendek. Akhirnya, sandiwara mengenai seksualitas Yifan akan selesai hari ini. Setelah hari ini, mereka akan bisa hidup berkeluarga dengan tenang. Joonmyeon tersenyum lalu membuka pintu dan melangkah keluar.

*****

Kyuhyun tersadar dengan siraman air dingin di wajahnya. Kyuhyun menggerakan kepalanya untuk mengibaskan sisa air dari wajahnya karena dia menyadari kedua tangannya terikat. Kyuhyun merasakan rasa sakit di bagian kepalanya serta tamparan keras dari air dingin di wajahnya. Semuanya terlihat kabur tapi perlahan Kyuhyun mendapatkan kesadarannya secara penuh. Dan Kyuhyun mulai menyadari apa yang terjadi padanya. Tentang kecelakaan, pukulan di kepalanya. Ini adalah penculikan dirinya untuk kedua kalinya –bahkan jika penyekapan sebelumnya dihitung maka ini adalah yang ke-tiga. Oh, bahkan jika ‘penculikan’ pertama yang dilakukan oleh Choi Daehan adalah benar penculikan. Rasanya Kyuhyun tidak beruntung tahun ini.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memperhatikan ruang dimana ia berada saat ini. Tidak terlihat seperti gudang tua seperti kejadian sebelumnya. Dia seperti berada di sebuah aula besar dengan jendela-jendela tinggi yang memberikan pencahayaan bagi ruangan besar tersebut. Kyuhyun berada di tengah aula, terikat pada sebuah kursi.

“Akhirnya kita bisa bertemu, Pengacara Cho.”

Kyuhyun menatap seorang pria bertubuh tinggi dengan perawakan kasar. Kyuhyun tidak mengenali pria itu. “Kau siapa? Kenapa kau melakukan ini padaku?”

“Kurasa kau sudah tahu kenapa kau berada di sini, Pengacara Cho.”

Kyuhyun mengernyit. Seon Hwan. Hanya itu alasan yang terlintas dan cukup masuk akal baginya. Tapi bukankah pihak Seon Hwan tidak akan mampu menyuruh orang-orang untuk melakukan hal ini. Terlebih dengan segala semua perhatian media pada Seon Hwan. Jika penculikan ini terungkap, maka Seon Hwan benar-benar akan berakhir.

Tapi siapa di Seon Hwan yang mempunyai kuasa paling tinggi untuk memberikan perintah seperti ini. Direksi Seon Hwan bahkan sudah terlalu sibuk dengan persidangan. Selain itu, semua petinggi Seon Hwan mendapatkan pengawasan khusus dari pihak kejaksaan serta kepolisian. Tentu, rencana penculikan seperti ini akan langsung ketahuan.

Penjelasan yang masuk akal lainnya adalah orang yang sebenarnya mendapatkan kerugian paling besar atas kasus Seon Hwan. Orang lain yang secara tidak langsung terlibat dengan Seon Hwan tapi dia mempunyai kekuasaan besar.

“Seon Hwan? Kau pikir aku ini bodoh? Orang-orang Seon Hwan tidak akan berani melakukan hal seperti ini dengan kasus yang sudah ada. Jadi, jangan bertele-tele. Katakan saja siapa yang menyuruhmu dan apa motifnya? Aku bahkan tidak mempunyai urusan lagi dengan Seon Hwan!!” seru Kyuhyun.

Pria besar itu tertawa. Terdengar seperti khas tawa seorang penjahat. Dia berjalan mendekati Kyuhyun dan menatapnya dengan tajam. “Oh, kau benar-benar pintar Pengacara Cho. Tapi sayang sekali, kau salah besar. Kau masih mempunyai urusan yang belum terselesaikan atas Seon Hwan. Apa kau pikir, setelah kau menghancurkan Seon Hwan dengan memberikan flashdrive itu pada kejaksaan maka masalahmu akan selesai? Itu adalah kesalahan besar, Pengacara Cho.”

Pria itu tersenyum sinis pada Kyuhyun. “Mimpi burukmu baru akan dimulai,” tuturnya sembari mengeluarkan sebuah ponsel.

Mata Kyuhyun membulat. Oh, itu adalah ponsel miliknya. “Untuk apa kau mengambil ponselku? Kembalikan!!”

Pria itu menunjukkan ponsel tersebut pada Kyuhyun. “Oh, kau menginginkannya, Pengacara Cho? Tapi sayang sekali, aku ingin bermain-main sejenak. Jujur saja, aku begitu terkejut melihatnya. Ternyata informasi tersebut benar. Hubunganmu dengan penerus Choi Group. Katakan dengan jujur Pengacara Cho, rayuan seperti apa yang kau lakukan ketika kau menjadi pengacara untuk kasus Choi Group? Apa kau berusaha menidurinya? Hahahaha… Kau bahkan tidak jauh berbeda dengan seorang pelacur.”

Kedua tangan Kyuhyun terkepal dengan kuat hingga jemarinya memutih. Ekspresinya juga mengeras dan wajahnya mulai memerah. Bukan hanya karena amarah tapi siraman air dingin di wajahnya. Kyuhyun berusaha memberontak melepaskan diri, tapi ikatan itu begitu kuat. Bahkan pergelangan tangannya mulai terluka karena ikatan yang kuat dan usaha Kyuhyun untuk melepaskan diri.

“Jangan begitu Pengacara Cho. Aku diberi perintah untuk tidak melukaimu. Jadi, duduklah dengan tenang. Lihatlah pergelangan tanganmu…”

“Aku tidak peduli!! Katakan apa maumu?!! Dan jangan pernah melibatkan orang lain. Ini adalah masalahku. Maka kau hanya berurusan denganku seorang!!” teriak Kyuhyun dengan keras.

Pria itu kembali tertawa. “Oh, kau mempunyai tempramen yang cukup buruk. Kalau aku berada di posisimu saat ini pengacara, aku akan memilih untuk bekerja sama baik-baik. Jika kau terus bersikap seperti ini, maka kau akan menyesal seumur hidupmu.”

“APA MAUMU SEBENARNYA?! KATAKAN SIAPA YANG MENYURUHMU, BRENGSEK!!”

Pria itu sontak memukul wajah Kyuhyun dengan keras. Kyuhyun bisa merasakan rasa anyir di mulutnya. Dia kembali menatap pria itu dengan tajam.

“Sudah kukatakan untuk tidak bersikap buruk seperti itu, Pengacara Cho. Aku mungkin diberi perintah untuk tidak melukaimu, tapi bukan berarti batas kesabaranku bisa kau uji seperti ini.” Pria itu kemudian memasukkan ponsel Kyuhyun ke dalam saku celananya.

Lalu pria itu mendekati Kyuhyun dan menyambak rambut Kyuhyun dengan keras. “Dengar Pengacara Cho, bersikaplah selayaknya anak manis. Kau tahu, aku bisa melukai orang-orang terdekatmu. Kedua orangtuamu, kakakmu, sahabatmu atau bahkan kekasih menjijikkanmu itu.”

“Jika kau menyentuh mereka sehelai rambut saja….”

Pria itu menyeringai. “Siapa bilang aku akan menyentuh mereka? Ada banyak hal yang bisa kulakukan untuk melukai mereka, Pengacara Cho. Contohnya, menghancurkan pernikahan kakak tersayangmu. Aku sangat yakin keluarga Ahn Jisung tidak tahu kalau adik dari calon menantunya adalah seorang gay menjijikkan. Kau bisa bayangkan apa yang terjadi pada kakak tersayangmu. Atau bahkan pada kekasihmu itu.”

Wajah Kyuhyun memucat mendengarnya.

Pria itu tersenyum dan melepaskan rambut Kyuhyun. Ia mengambil dua langkah mundur. “Jadi, mulai saat ini pikirkan bagaimana kau harus bersikap, Pengacara Cho. Jika kau membuat kesalahan, maka mereka yang akan menerima hukumannya.”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Dia hanya menatap pria dihadapannya dengan tajam. Pria itu kembali tertawa melihat kebungkaman Kyuhyun. “Sepertinya kau mulai mengerti. Itu bagus sekali. Anak pintar. Dan sekarang, waktunya untuk tidur siang.”

Detik berikutnya, Kyuhyun merasakan sesuatu yang tajam menusuk bagian lehernya. Tanpa waktu lama, kegelapan kembali menyelimutinya.

*****

Changmin memasuki ruangan Siwon dengan ekspresi masam. Well, sejak tiga hari terakhir Siwon selalu melihat ekspresi Changmin seperti itu. Siwon hanya menduga kalau kencan buta dengan Yang Jihyun tidak berjalan dengan baik. Tapi dia tidak ingin bertanya ketika mood Changmin sedang buruk seperti ini. Bahkan ketika ia menghubungi Yunho untuk bertanya apakah Changmin menghubunginya setelah kencan buta tersebut, sang sepupu tertua mengatakan Changmin belum menghubunginya sama sekali. Jadi, untuk saat ini Siwon tidak akan berusaha mengungkit masalah kencan buta atau mengenai gadis tersebut. Setidaknya, hingga Changmin yang mulai bicara sendiri padanya.

“Dokumen dari UK Corporate sudah datang?” tanya Changmin sembari dia menaruh laporan meeting tadi di atas meja kerja Siwon.

Siwon menggeleng. “Pihak UK mengatakan mereka akan mengirimkannya hari Senin. Jadi, mungkin baru sampai dua atau tiga hari lagi. Mengingat perbedaan waktu London dan Seoul.”

Changmin hanya menggumam pelan. Dia kemudian berjalan menuju sofa panjang lalu menjatuhkan tubuhnya. Siwon masih memperhatikan sepupunya dengan lekat. “Ada lagi yang ingin kau bicarakan?”

“Ayo makan siang dengan Yunho. Ajak Sooyoung sekalian,” tukas Changmin.

Siwon mengerutkan keningnya. Jika Changmin sudah mengajak mereka berempat untuk makan siang bersama, ada kemungkinan Changmin akan menceritakan tentang kencan buta itu. Tapi Siwon masih menunggu kabar dari Kyuhyun. Ia melirik jam di pergelangan tangannya.

Changmin mengangkat kepalanya untuk menatap Siwon. “Kenapa tidak menjawab?”

“Tanyakan setelah empatpuluhlima menit lagi,” sahut Siwon.

Kali ini Changmin yang mengernyit. Ia sontak bangun dan duduk bersandar. “Empatpuluhlima menit lagi? Kenapa harus menunggu…. Oh? Kau ingin makan siang dengan Kyuhyun?”

“Itu tergantung dari keputusannya. Kami akan bertemu saat makan siang atau makan malam. Dia sedang berada di gedung pengadilan saat ini,” tutur Siwon.

“Sidang Seon Hwan? Kau bilang hari ini dia tidak dipanggil sebagai saksi,”

Siwon mengangkat bahunya. “Mungkin dia hanya ingin pergi melihat jalan persidangan.”

Changmin mendengus. “Jika kalian ingin bertemu saat makan siang, ajak saja dia sekalian. Kurasa Yunho dan Sooyoung tidak akan keberatan. Terlebih setelah apa yang kau lakukan pagi ini di koridor. Tch… ‘sayang’? Apa kau sadar setidaknya ada hampir sepuluh pegawai yang mendengarkan ucapanmu itu. Saat ini gossip tentang kekasihmu itu sedang menjadi pembicaraan panas. Tunggu sampai paman dan kakek mendengarnya. Oh, yang terburuk adalah ketika ibumu mengetahui kalau kau mulai terbuka dengan hubunganmu itu.”

Siwon hanya tersenyum lebar. “Aku tidak akan keberatan jika mengajaknya makan siang bersama, tapi itu tergantung keputusan Kyuhyun. Jika dia belum begitu nyaman dengan Yunho dan Sooyoung, maka aku tidak bisa memaksa. Mengenai gossip itu, aku tidak menyebutkan namanya. Lagipula tidak ada yang perlu ditutupi. Mengenai reaksi ibuku, aku sudah tidak peduli lagi.”

Alis Changmin terangkat. “Kau tahu, sikapmu saat ini mengingatkanku ketika kau berniat kabur ke Busan karena dipaksa kuliah ke luar negeri. Aku kini mulai berpikir, kalau kau akan membawa Kyuhyun kabur ke luar negeri jika ibumu masih bereaksi keras atas hubungan kalian.”

“Itu adalah salah satu pilihannya, Changmin. Tapi jika aku mengambil keputusan sepihak seperti itu, Kyuhyun yang akan meninggalkanku. Jika situasi hubungan kami tidak membaik, mungkin aku akan membicarakan mengenai pergi ke luar negeri itu dengan Kyuhyun. Aku bahkan tidak peduli dengan masalah Choi Group. Kau bisa mengambil-alih jika mau.”

Changmin mendengus. “Kau benar-benar gila, Choi Siwon.”

Siwon tertawa kecil. “Kurasa kau akan bertindak jauh lebih gila dariku, Changmin. Itu pun jika kau benar-benar sedang mencintai seseorang. Aku pikir, kau yang lebih tahu tentang hal ini.”

“Hey, apa maksud ucapanmu itu?!” tukas Changmin.

Siwon mengangkat bahu. “Tidak ada. Tapi itu benar, bukan? Jika kau benar-benar mencintai seseorang, maka kau akan rela melakukan apa saja untuk bisa bersamanya.”

*****

“Boleh aku mengajak Yifan dan Luhan?” tanya Joonmyeon.

Baekhyun dan Kyungsoo menatap Joonmyeon dengan lekat. Mereka bertiga sedang membahas mengenai persiapan hiking ke gunung taebaek. Karena kondisi Joonmyeon, pamannya memberikan sedikit catatan khusus untuk Joonmyeon. Well, mereka tidak bisa mengambil resiko besar ketika kondisi Joonmyeon tiba-tiba menurun.

Baekhyun menghela nafas. “Kurasa, saudaramu tidak apa-apa. Tapi siapa Luhan?”

“Teman Yifan dari kelas seni. Kurasa kalian tahu orangnya. Dia yang lukisannya dipajang di galeri utama menggantikan lukisan Yifan yang dirusak orang,” tutur Joonmyeon. “Jika hanya mengajak Yifan saja, aku takut dia merasa canggung. Jadi, sekalian saja aku mengajak Luhan. Lagipula Chanyeol juga akan ikut, bukan?” lanjutnya sembari menoleh pada Kyungsoo.

Kyungsoo mendesah pelan. “Well, Chanyeol memaksa untuk ikut. Aku tidak keberatan. Tapi Baekhyun….?”

“Kenapa kau berpikir aku akan menolak? Lebih banyak yang ikut, maka lebih bagus. Lagipula kabinnya cukup besar. Selain itu, bisa berteman dengan anak-anak kelas Seni adalah sesuatu yang tidak akan kulewatkan. Mengingat ini adalah tahun terakhir kita. Tidak mungkin selalu diisi dengan persaingan antar kelas, bukan?” sahut Baekhyun.

Joonmyeon tersenyum tipis. Sepertinya Baekhyun tidak menunjukkan reaksi negatif terhadap siswa kelas Seni. Mungkin karena hubungan Kyungsoo dan Chanyeol. Tapi ia belum bisa memastikan bagaimana reaksi Baekhyun ketika mengetahui seksualitas Yifan. Well, itu bukan kapasitas Joonmyeon untuk memberitahu orang lain mengenai seksualitas Yifan. Lagipula sepertinya orangtua mereka hanya ingin menyimpan persoalan ini untuk keluarga terlebih dahulu, sebelum Yifan dengan percaya diri untuk mengakui dihadapan anggota keluarga besarnya di Guangzhou.

Joonmyeon menarik nafas perlahan. “Karena Baekhyun sudah setuju, aku harus pergi sekarang.”

“Kau mau ke mana?” tanya Kyungsoo sembari melirik ke arah jam digital di meja belajar Baekhyun. “Kau bilang harus pulang sebelum makan siang, bukan? Tapi ini bahkan belum pukul duabelas siang.” Mereka bahkan belum bicara lebih dari tigapuluh menit.

Joonmyeon meraih mantel di tempat tidur Baekhyun. “Aku harus ke dorm Yifan. Dia bilang ada yang harus dibicarakan. Mungkin sekalian aku memberitahu dia dan Luhan tentang hiking ke taebaek,” tukasnya sembari memakai mantelnya lalu diikuti oleh syal merahnya.

“Mau kuantar?” tanya Baekhyun.

Joonmyeon menggeleng. “Aku akan naik bis saja. Lagipula kapan lagi aku bisa keluar rumah seperti ini?” Kyungsoo tersenyum tipis mendengarnya.

Baekhyun sendiri hanya mengangkat bahu. “Hati-hati di jalan, Joon.”

Joonmyeon tersenyum lalu berjalan keluar kamar Baekhyun. Kyungsoo mendesah panjang setelah melihat Joonmyeon pergi. Baekhyun menatapnya dengan lekat. Dia tidak pernah melihat ekspresi Kyungsoo seperti itu sebelumnya. Terlebih pada Joonmyeon. Kyungsoo mungkin mengkhawatirkan Joonmyeon, tapi Baekhyun tahu ada yang berbeda.

“Soo-ya…”

Kyungsoo mengangkat kepalanya dan memandang Baekhyun. “Kenapa?”

“Kalian tidak sedang menutupi sesuatu, bukan?”

“Apa maksudmu, Baek?”

“Entahlah. Aku hanya merasa ada sesuatu rahasia diantara kau dan Joonmyeon.”

*****

NOTE: Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir batin pada semua reader!!!! ^^

Aku mau minta maaf karena hiatus tanpa pengumuman terlebih dahulu di blog dan memprivate blog. Terlebih selama satu minggu. Tapi lumayan deh selama satu bulan ini Scarface udah kutulis sampe part 50. Gak banyak memang, tapi stoknya lumayan cukup.. /ps. aku gak mungkin update scarface berturut-turut yaa.

[Oh ya.. pasti bakal ada yang protes]

Sebenarnya ini cukup pendek karena cuma sekitar 4k words, tapi aku puas banget sama hasilnya. Dan ini adalah pertama-kali aku benar-benar bikin Kyuhyun menderita secara fisik sama mental. Gak tega sih awalnya, tapi…

Jujur, kayaknya hampir semua fanfic wonkyu aku selalu Kyuhyun yang lebih menderita. Untuk fanfic barunya, giliran Siwon deh yang bakal aku bikin menderita fisik dan mental..

Sekian untuk update hari ini. Sampai jumpa di update berikutnya ^^

Advertisements

38 thoughts on “[SF] Scarface Part 47

  1. Kasian kyu lagi” jadi Korean penculikan dan siwon pasti bakal gak tenang kalo tau babykyu nya diculik lagi…jd penasaran siapa dalang dibalik penculikannya kyu

  2. Uwaahhh akhirnya update..
    Jdi ni critanya kyuhyun diculik lg? Aduuhhh tambah mslah baru lagi ini.. Klo siwon tau bakalan gmn ya jdinya? Smoga kyuhyun ga disiksa bgt ya, kasian dia..

  3. Wah finally sudah update….
    Harap perkahwinan Ahra will not be spoilt and wonder who will be the that realise kyuhyun punya penculikan…. Waiting for next chapter….. Update soon ya

  4. Aduuuh,, mbuuulkyu nasib mu miris banget sih😭😭 di culik lagi di culik lagi.
    Mana siwon gk tau lagi,, duh
    Won,, selametin kyu cepeeet 😩

    Eh, minal aidin wal Faizin jg yah authornim.
    Mohon maaf lahir & batin 🙏🙏

  5. Dalang penculikan kyuhyun kali ini si uhm kijoon ya? Jd penasaran sbnrnya apa mslh diantara mreka. Kyuhyun sprtinya emg kurang beruntung jd korban penculikan trs. Smga siwon cpt sadar deh klo kyuhyunnya di culik.
    Thankyou uda update lg! Walopun agk pendek dan makin bkn penasaran, tp aku seneng sm updateannya. Semoga next update nya bs agk cpt~ :p

  6. Minal Aidzin Wal Faidzin jg ya Rasa ~ 😁
    cieee ~ Siwon udh manggil Kyuhyun pake Sayaaang huhuuyy
    duh duh..klo di pikir2 emg iya sih Kyuhyun yg pling bnyk menderita disini kasiaaan ㅜ.ㅜ
    kira2 siapa yg nyulik Kyuhyun? Ki Joon kah? jahat amat klo emg dia.
    Siwon psti kelabakan klo tau Kyuhyun diculik,apa lg Ahra.
    gapapa Ra dkit2 aja posting nya,biar ga buru2 jg baca nya /eh
    yosshh ~ slalu ditunggu lanjutan nya 😚

  7. Kyu diculik, asyiiiikkkkk. Tapi semoga mereka nggak ngelakuin hal yang aneh-aneh pada orang-orang yang deat dengan Kyuhyun.

    Aku lebih suka Kyuhyun yang menderita. Kayanya lebih dalem aja kalo Kyu menderita hehe. Kalo nggak kedua-duanya aja yang menderita.

    Senangnya bisa baca lagi di blog ini. Makasih sudah kembali dan ngelanjutin ffnya.
    Ditunggu lanjutan Scarface dan The Last Kingnya!

    1. Selamat Hari Raya Idul Fitri, Taqobalallahu Minnaa wa Minkum, Minal ‘Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir Batin.

  8. ngliat pic nya si ada nebak2 klo kyuhyun pasti di culik,eh ternyata bnr,aduh,suka sedih klo kyuhyun di culik tp di pukulin,Jae nya jahat ih,orang mah di culik ya di culik aja tp jngn sambil di siksa,kasian kyuhyunnya#protes keras
    mudah2n ini bukan pertanda kyuhyun bakal nyerah sama hubungannya sama siwon,paling sebel soalnya klo udh di ancem trus kyuhyun harus ninggalin siwon dan bersikap seperti orng lain gt,jd kasian sana sini ujung2nya kn

  9. Mohon maaf lahir dan batin juga kakak..:-)
    Yep..emang seru kalo kyu yg tersakiti , kan ada Siwon yg akan nolong …wwwww
    Yeeeee nulisnya udah sampai part 50 jadi tinggal menunggu kejutan updatenya dari kakak..

  10. akhirnya ini yang di tunggu-tunggu update juga, setelah satu bulan full. sebelumnya Mohon Maaf Lahir Batin author-ssi

    ini kyuhyunnya jangan lama lama ya di siksanya, gak tega soalnya. dan mudah2an siwonnya cepet tau kalo kyuhyun di culik😢
    haneul-changwook makin berani dan makin sweet aja. coba aja wonkyu bisa kaya meraka 😔 dan semoga pas joon sama yifan hiking nanti ada momennya yang…..

  11. Kasihan banget kyu, menderita terus..nggak tega banget bayanginnya.
    Bisa gila tu siwon kalau tau kekasihnya diculik lagi…
    Nggak pa2 deh kyu disiksa terus asal jangan sampai menyerah sama hubungannya dengan siwon..

  12. kirain tadi kyu pingsan karena kecelakssn itu, ehh ternyata malah lebih parah. jadi pengen tau reaksi siwon setelah tau Kyu d culik, pasti ‘mengerikan’.
    d tggu kelnjutannya ya!! 🙂
    maaf lahir batin juga ^^

  13. Mohon Ma’af lahir dan batin eonni….😊

    Wouwwww…menarik bnget sama perkembangan ff’y.Tntng keluaga Yifan yg begitu terbuka untuk masalah pribadinya itu.Reaksi yg mmbuat nyaman.
    Knpa aq baru tahu kalau Haesa sama Haneul itu saudara kembar kkkkkk#😆
    Semoga hubungan Haneul dan Changwook semakin lancar.
    Suka bnget sama perkembangn hubungan WonKyu yg makin bikin dag-dig-dug.Bagaimana reaksi Siwon nanti saat tahu keadaan sang kekasih.Dan..semoga Kyuhyun bisa mnghadapi situasinya dngn baik.Mungkn aakn bnyk hal yg akan terjadi nanti.
    Jeongmal gumawo eonni…Fighting!!!

  14. Mohon ma’af lahir batin eonni…

    Suka bnget sama perkembangan ff’y.Terlebih untuk WonKyu hehehe..
    Penasaran bnget sama apa yg terjadi dengan Kyuhyun.Bikin ketar ketir bnget rasanya.Ga sabar buat next selanjutnya.Penasaran bnget dngn rekasi Siwon kalau tahu apa yg terjadi dengn sang kekasih.
    Selamat untuk Yifan.Sepertiny itu perkembangan yg baik.
    Knpa aq baru tahu kalau Haneul sama Haesa itu saudar kmbar ya…kkkk

    Gumawo eonni..fighting

  15. akhirnya update
    ud mengunggu soalnya
    dan kyu di culik ( lagi )
    enta knp pngen mrka hapy end aj
    kasihan soalnya
    gmna reaksi won klo tau kyu di culik y??
    heeem
    keep writing

  16. Minal ‘aidin wal Faizin,mohon maaf lahir bathin.Smoga Allah melimpahkan segala kebaikan bwt kita semua.
    Hah,kyuhyun di culik….siwon pasti kalang kabut bila tau,berharap kyuhyun akan segera di selamatkan.

  17. Kyu di culik????? Smga saja dy bsa mngatasinya! Gmn reaksi siwon klo dy tau kyu di culik?????
    Ibunya kyu sma kerasnya sm ibunya siwon!
    Good job!!!!!!!

  18. sukurlah..kupikir bakal di private or berhenti sama sekali nulisnya. cz bbrpa kali bolak balik liat blog nya masih ja ‘diam membisu’.
    hmmm yap..yap…biasanya d ff2 ny mang kyu yg lbh kasian apalagi yang ini. hancuur dah kyu.
    btw aku baca berulang ulang sambil senyum2 part wonkyu yg telponan apalagi pas siwon bilang sayang tu. jadi makin pengen wonkyu ktmu n kangen2an

  19. mohon maaf lahir batin juga kak..
    bagian wonkyu telponan itu manis banget apalagi waktu Siwon bilang sayang, bikin senyum2 sendiri
    kyu di culik lagi ? apa ini suruhan Ki Joon ? semoga Siwon secepatnya tau kalo kyu di culik dan bisa bantu kyu

  20. Minal aidin juga…

    Ah first update tapi cukup mendebarkan… Gak tau gimana nanti reaksi Siwon terlebih dalangnya UK group
    Aku sih maunya siwon yg nyelametin Kyu kali ini secara langsung… Jadi orang2 tau bahwa hubungan mereka serius… Tapi semua cerita tergantung author sih…

    Udah nyetok sampe 50? Berarti bisa sampe part 100 gak nih… Hihihihi
    Semangat… Semangat….

  21. Hahhh??? Kyu oppa diculik lagi?
    Kasian bnget kyu oppa disiksa kyak gtu, oohhh no…aku tidak sanggup membacanya

  22. Pasti kyu di culik sama orangnya kijoon kan zzz hade hade ganggu idup org aja d tuh si om om -_- pls siwon gausah kerja sama sama uk corp kek ruginya kayaknya lebih banyak dr pd untungnya deh 😭
    Seneng deh liat hubungannya haneul sama changwook 😍 Haha makin hari makin lengket~~
    Wihihi yifan ama joon mau naik gunung nih.. Apakah bakal ada kejadian2 yg bikin senyum2 lg nih di gunung? hehe 😆
    Dan lebaran buat author dan juga buat para wks lainnya~ 🙏🏻

  23. Dieraaaa… Ini seriusss.. Beneran seriusss.. Beneran aku terhayuttt ama ceritamu.. Omgggg… Kyuhyunnnn… Lagi lagi diculikkkk.. Aaiiiss i wanna cry.. I wanna cry….. Kyuhyun lagi2 terluka… Ouuhh diera… Aku rasanya bener2 pengen nangis. Please siwon selamatin kyuhyun…. Jangan sampe kyuhyun terluka lagi , aaugggtt gak kuat bngt bacanya
    Ini harus update asap thor , harusss. Pokoknya harus update kilat #maksa xD , tapi sumpah ini gegang bangt.. Buat penasaran bngt.
    Yg aku jarapin cuman update cepat.. Dan kyuhyun diselamatin ama siwon
    Pleaseee. …
    Rasanya pengen bngt teriak saking penasarannya

  24. kenapa di culik lagi kan kasihan dgn kyu bisa” kyu jd gila karna memikirkan keselamatan orang” yg di sayanginya semoga saja siwon bisa menolong kyu
    semoga wonkyu hubungannya bisa damai dan romantis lagi

  25. Lagi2 dia tersiksah… *sedih*
    Keciaaaaan kaaaak…
    Sambil terus berpikir, kpn ya umma Choi kena geplak, dan om Kijoon kesandung kek ato kepleset kek.. Aiish..
    Poor baby Kyu… Wonnie semoga cepet ngeh nya, dan selamatin Kyu macam super hero gituh..
    Semoga update nya gak lama2 ya.. :))

  26. kyumbul lgi” diculik.. Siwon tlong kekasihmu
    btw apa yah yg bkal yifan ksh tau ama joon? Smpe skrang kyaknya hbungan chang-neul deh yg pling mulus.. Selamat idul fitri ya buat author ama readers lainnya. Mhon maaf lahir batin

  27. kasian banget sich kamu kyu kirain pingsan gara”efek kecelakaan ternyata karena dia dipukul ya…
    gimana kalo siwon tau kyu hilang ya…
    ditunggu lanjutannya ua

  28. sebelumnya mohon maaf lahir dan batin juga ya…
    saya sih udah tau blog ini di private pas ada pengumuman di fb hehehe jadi g mampir emang selama puasa…
    setelah lebaran malah ga bisa buka dan baru hari ini bisa baca nya hahaha..

    okay mulai masuk komen untuk scarface nya..
    sumpah ya saya kangen wonkyu berharap ada momen eh gada hahaha..
    malahan kyu di culik, saya sangka kijoon g akan nyampe nyulik kyu..
    taunya dia berani ya… ntah maksudnya apaan..
    g tau juga bagaimana sama nasib pernikahan ahra,, moga aja sih ahra sebelumnya udah bilang sama jisung duluan jadinya g gitu terkejut dan buat ortunya jisung ntah lah ya,, semoga g nambah konflik baru lagi deh.. siapa tau ortunya jisung orangnya lebih calm dan ya pengertian dah…
    siwon semoga dirimu segera bisa menyelamatkan kyuhyun, ini waktunya untuk membuktikan bahwa siwon layak untuk bersama kyuhyun, apalagi kalo ortunya kyu tau siwon yang nyelematin kyu, lagi… apdetnya kan rabu tgl 6 bisa kali kalo apdet lagi di hari rabu besok hehehe… g sabar eung…

  29. Biasa nya kyu, selalu di kawal sama bodyguard…
    Yahh.. Kalau siwon tahu kyu di culik lagi, bisa habis tuh penjahat² kelas teri…harus ada yg ngasih tahu siwon tentang keadaan kyu yg sbnr nya…
    Next..

  30. Mohon maaf lahir batin… Semoga kita semua di beri umur untuk merasakan bulan suci ramadhan aaminnn…

    Wahhh q ketinggalan jauh nih… Hehehe mklum hp rusak jadi gak update ff heheh.. Ternyata udah update…

    SAYANG??? Hahah lucu sekali siwon waktu bilang gitu hehehe… Baru mesra2an eh ternyata kyu di culik… Kasian banget kyu itu yah.. Semoga siwon cepat bertindak…

    Makasi diera eonni…

  31. karena yg aq suka cma wonkyu doank jd maaf aq bca cma pas bgian wonkyu aja,,kyu d culik gmana nsibnya tuh ksian bnget mna siwon g tau lg
    kyu memank spesialis klo soal kesiksa soalnya krang greget aja klo bca ff tp kyu nya g sengsara
    d tunggu kelanjutannya

  32. Jd benar ya motif mrk membalas dendam pd kyuhyun?? Dan skrg mrk telah menculik kyuhyun, siwon msh blm tau keadaan kyuhyun…
    Semoga saja rencana mrk utk mengancurkan keluarga kyuhyun atau siwon tdk berhasil dan siwon bs segera mnyelamatkan kyuhyun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s