[SF] Stranger [1]

stranger

Stranger

– JaeYong-

Jaehyun sudah berkeliling di bagian fiksi perpustakaan untuk mencari sebuah buku yang akan dijadikannya sebagai referensi untuk tugas literature Gong Ssaem yang harus dikumpulkan pada akhir pekan ini. Tapi dia menemukannya. Batas waktu pengumpulan tugas tersebut tinggal dua hari lagi. Sejak awal hari Senin, Jaehyun sudah berusaha mencarinya tapi ia selalu kedahuluan dengan siswa lainnya.

Hari ini, begitu ia memasuki perpustakaan, Jaehyun bertanya pada petugas perpustakaan apakah buku yang ia cari sudah dikembalikan. Petugas tersebut mengatakan baru saja mengembalikannya ke tempat buku itu disimpan. Tapi Jaehyun tidak bisa menemukan. Rasanya tidak mungkin jika ada siswa lain yang meminjam buku tersebut. Jadi, penjelasan yang masuk akal, buku itu masih berada di perpustakaan tapi sedang dibaca oleh siswa lain.

Jaehyun menghela nafas pendek lalu ia berkeliling untuk mencari siswa yang mengambil buku tersebut. Ia hanya berharap bisa meminjamnya untuk satu hari. Hanya untuk melengkapi referensinya.

Jaehyun berkeliling perpustakaan, memeriksa semua buku yang sedang dibaca oleh siswa-siswa lain. Sesekali dia menggumamkan kata maaf saat memeriksa buku mereka. Namun, dia tidak menemukan buku tersebut.

Hingga ia menemukan seorang siswa yang sedang tertidur di bagian paling ujung ruang perpustakaan. Meja tersebut cukup tersembunyi diantara rak-rak besar buku, agak jauh dari meja-meja utama di mana lebih banyak siswa duduk di sana. Bahkan Jaehyun tidak mengetahui kalau ada bagian yang tersembunyi seperti itu.

Dengan sedikit berhati-hati, Jaehyun mendekati siswa tersebut. Ia melihat cover buku yang dijadikan bantalan kepala siswa itu untuk tidur. Oh, buku yang dicari selama ini. Jaehyun tersenyum tipis karena dia telah menemukannya. Tapi kini dia merasa kebingungan bagaimana meminta buku itu. Agaknya sedikit kasar jika dia membangunkan siswa itu hanya untuk meminta buku tersebut. Tapi perpustakaan bukan tempat untuk tidur.

Jaehyun menghela nafas perlahan. Lalu ia mencari sebuah buku dari rak terdekat. Jaehyun memilih buku tersebut secara acak, lalu ia mengambil duduk di meja yang dengan siswa yang tertidur itu. Sedikit jauh dari posisi siswa tersebut. Jaehyun melirik siswa yang sepertinya tidak terganggu dengan suara kursi yang sedikit berderit saat ia menariknya. Ia kembali tersenyum dan mulai membaca buku tersebut.

Jaehyun menunggu sampai siswa itu terbangun.

***

Taeyong membuka matanya perlahan. Rasanya dia tidak pernah tidur senyenyak ini sebelumnya. Mungkin karena suasana perpustakaan yang begitu tenang hingga dia bisa menikmati tidurnya. Situasinya sedikit berbeda dengan di rumah. Sudah hampir seminggu ini, dia tidak bisa tidur dengan baik. Wajahnya sudah terlihat pucat dengan kantung mata yang mulai menghitam. Bahkan guru kelasnya sudah menyuruhnya pergi ke ruang kesehatan sekolah sekedar untuk beristirahat sejenak. Tapi Taeyong menolak.

Hari ini kondisi tubuhnya semakin lemah, hingga dia memutuskan pergi ke perpustakaan untuk tidur dibandingkan pergi ke ruang kesehatan dan memberikan penjelasan pada suster sekolah. Oh, Taeyong tidak akan pergi ke ruang kesehatan bahkan jika guru yang menariknya secara paksa. Setelah hampir dua jam tertidur, Taeyong terbangun. Memang tidak cukup, tapi dia merasa sudah jauh lebih baik. Hanya saja, dia merasa tidak sendirian.

Taeyong sedikit terkejut ketika ia melihat seorang siswa dengan membaca sebuah buku dengan kedua telinganya terpasang earphone. Oh, Taeyong memilih meja yang terletak di bagian belakang perpustakaan agar dia tidak menganggu siswa lain. Heck, apakah dia tidur terlalu pulas hingga tidak menyadari kedatangan siswa itu. Dengan cepat, Taeyong berdiri dan mengambil sebuah buku yang dijadikannya sebagai ‘bantal’ kepalanya untuk dikembalikan ke rak.

“Maaf…”

Taeyong terhenti dan kembali menatap siswa yang duduk di satu meja dengannya.

Siswa itu melepaskan earphone dari telinganya dan ia menunjuk buku yang di tangan Taeyong. “Maaf, tapi aku membutuhkan buku itu? Untuk tugasku. Jika kau tidak ingin meminjamnya, bisa berikan padaku? Atau kita bisa bergantian?”

Taeyong menatap buku di tangannya. Buku yang diambilnya secara acak dari rak buku saat dia mencari tempat untuk tidur. Apa siswa itu menunggunya bangun hanya untuk meminta buku tersebut? Tapi kenapa? Kenapa dia harus menunggu dan bukan membangunkannya untuk meminta buku itu?

Taeyong menaruh buku itu di atas meja. Dia tidak mengatakan apapun. Siswa itu tersenyum tipis. Dan Taeyong menyadari bahwa siswa mempunyai dimple di kedua pipinya. Taeyong tidak pernah melihat seseorang dengan dimple sebelumnya.

“Terima kasih,” ucap siswa itu.

Taeyong hanya mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan perpustakaan.

***

Jaehyun berhasil menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Jika dia tidak menemukan buku itu, Jaehyun tidak akan merasa yakin dengan hasil laporannya. Dia benar-benar berterima-kasih pada siswa misterius tersebut. Jaehyun tidak pernah melihat siswa itu sebelumnya. Mungkin dia adalah senior Jaehyun, karena rasanya tidak mungkin siswa itu adik kelasnya.

Saat upacara penerimaan siswa baru, Jaehyun menjadi salah satu anggota dari panitia siswa. Jaehyun mungkin tidak bisa mengingat semua orang, tapi siswa misterius itu mempunyai fitur wajah yang begitu mencolok, wajahnya seperti karakter di komik-komik yang sering dibaca oleh Doyoung. Jika siswa misterius itu adalah adik kelasnya, Jaehyun pasti bisa mengetahuinya dengan cepat.

Namun, Jaehyun bisa mencari tahu tentang siswa misterius itu lain kali. Mungkin mereka akan bisa bertemu lagi.

Jaehyun menghela nafas perlahan dan mempercepat langkahnya menuju ruang guru. Dia harus mengumpulkan tugas Gong Ssaem. Tapi ketika ia hendak membuka pintu, Jaehyun hampir saja menabrak seseorang lain. Dengan cepat, Jaehyun mengambil langkah mundur.

Jaehyun hendak mengucapkan kata maaf, ketika dia terkejut melihat siswa misterius tersebut. “Oh? Kau yang di perpustakaan sebelumnya, bukan?” ucap Jaehyun.

Siswa itu hanya menatap Jaehyun dengan lekat sebelum hendak bergegas pergi. Jaehyun sontak menahan pergelangan tangan itu. Itu sedikit spontan. Jaehyun pun tidak tahu kenapa dia melakukannya, tapi yang lebih membuatnya terkejut adalah reaksi siswa tersebut.

Sang siswa misterius itu menepis tangan Jaehyun dengan kasar dan langsung pergi begitu saja.

Jaehyun tidak mengerti dengan reaksi siswa misterius tersebut. Oh, Jaehyun sempat melihat nametag siswa tersebut. Siswa misterius itu bernama Lee Taeyong. Mungkin kali ini dengan mengetahui namanya, Jaehyun akan lebih mudah mencari tahu tentang dirinya.

Setelah melihat Lee Taeyong pergi, Jaehyun menghela nafas dan memasuki ruang guru untuk menemui Gong Ssaem.

***

“Stranger?” Kening Jaehyun mengernyit.

Doyoung yang sedang melahap ramyeon hanya mengangguk kecil. Jaehyun tidak tahu bagaimana dia harus memulai untuk mencari tahu tentang siswa bernama Lee Taeyong tersebut, sampai akhirnya ia membelikan Doyoung sebuah cup besar ramyeon. Well, setidaknya itu cara yang tercepat. Doyoung hampir mengenal semua siswa di sekolah –secara harfiah karena dia adalah anggota dewan siswa sekolah. Walaupun Jaehyun sempat ditawari posisi di dewan siswa, tapi dia menolaknya. Kegiatan club basket sudah cukup membuatnya sibuk.

Tapi ketika Jaehyun menyebut nama Lee Taeyong, Doyoung hanya menyebut satu kata mengenai siswa tersebut. Stranger. Itu malah membuat Jaehyun semakin penasaran.

Doyoung menyeruput sup ramyeon sampai habis kemudian ia menatap Jaehyun lalu bertanya, “Kenapa kau bertanya mengenainya?”

“Aku pernah bertemu dengannya dua kali. Hanya penasaran saja. Tapi kenapa dia disebut ‘stranger’?” tanya Jaehyun lagi.

Doyoung memperhatikan sekeliling kantin sekolah. Sebenarnya dia menunggu Taeil untuk mengembalikan buku yang dipinjam oleh kakak kelasnya itu sampai Jaehyun datang dengan menyodorkan padanya sebuah cup besar ramyeon dan sebuah nama ‘Lee Taeyong’. Dan Taeil belum menunjukkan batang hidungnya sejak sepuluh menit lalu. Doyoung menarik nafas perlahan, dia kembali memandang pada Jaehyun.

“Karena dia memang seperti orang asing. Dia hampir selalu seorang diri. Tidak pernah ada yang melihatnya berinteraksi dengan siswa lain. Ekspresi wajah yang dingin, tanpa emosi. Jika kau pernah bertemu dengannya, kau pasti mengerti maksudku. Intinya dia seperti tidak bisa tersentuh oleh orang lain. Seakan dia tidak berasal dari dunia yang sama dengan kita. Oh, itu hanya sebuah ungkapan Jaehyun,” jelas Doyoung dengan menatap Jaehyun lekat.

Jaehyun terdiam mendengar penjelasan singkat Doyoung mengenai Lee Taeyong. Well, jika boleh jujur apa yang dikatakan oleh Doyoung memang benar. Dalam dua kali pertemuan mereka, Taeyong selalu seorang diri. Dia tidak pernah bicara –atau setidaknya dia hanya memberi respon pada Jaehyun. Terutama ketika Jaehyun hendak menyentuh siswa itu. Dengan cepat dia menarik tangannya, seakan tidak ingin disentuh oleh siapapun.

Doyoung memperhatikan teman sekelasnya tersebut. Jujur, ia sedikit penasaran kenapa Jaehyun begitu tertarik dengan siswa bernama Lee Taeyong itu. Ini pertama-kali Jaehyun bertanya padanya mengenai siswa lain. Terlebih dengan sifat Jaehyun yang tidak suka ikut campur dengan urusan orang lain. Namun, melihat Jaehyun yang datang padanya dan bertanya mengenai orang lain, itu terkesan berbeda.

“Tapi Jaehyun-ah…” Jaehyun tersadar dari pikirannya sendiri dan menatap Doyoung. “Katakan dengan jujur, kenapa kau bertanya mengenai Lee Taeyong? Kau biasanya tidak bertanya mengenai siswa lain, terutama yang tidak kau kenal sama sekali.”

Jaehyun menghela nafas pendek dan mengangkat bahunya. “Aku benar-benar hanya penasaran saja, Dong. Tapi kau tahu dia dari kelas berapa?”

Alis Doyoung terangkat. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Jaehyun mengenai Lee Taeyong ini. Terlebih ketika Jaehyun hanya mengatakan kalau dia penasaran. Ini seperti bukan Jung Jaehyun yang dikenal oleh Doyoung. Tapi toh, itu bukanlah urusan Doyoung.

Doyoung menarik nafas perlahan. “Kelas 2-5.”

Jaehyun tersenyum tipis lalu berdiri. “Terima kasih, Dong-ah. Aku ke kelas duluan.” Kemudian dia bergegas meninggalkan kantin sekolah.

***

NOTE: Bukan fanfic wonkyu, atau pun krisho, apalagi jikang. Meet JaeYong!!!

Hahahaha… Kalo ada yang follow aku di twitter, mungkin tahu dari beberapa retweet massive saya tentang JaeYong selama hampir sebulan ini.

Sebenarnya ini fanfic request dari Dey. walaupun niatnya bikin Oneshot, tapi apa daya sejak hari Senin sakit dan baru sembuh banget hari Rabu, fanfic jadi terbengkalai, akhirnya aku bikin chapter sajalah. Tapi ini gak akan banyak koq..

Dey, jangan protes yaa~ semoga fanfic ini cepat kelar

Music: SHINee – Stranger

Advertisements

9 thoughts on “[SF] Stranger [1]

  1. wuahh cerita baru.. sebenernya aku nda bgtu tau siapa itu taeyong, jaehyun.. dri BB mana mereka >„<
    diliat dri sifat dn sikap, spertinya taeyong mirip dgn karakter kiyu yg sok sok misterius gt yah wkwkwk .. trs jae kaya siwon heuheu *sprtnya otakku sdh dipenuhi dgn krktr wonkyu *maafkeuunn

    kakaa.. aku menunggu update-an scarface, sungguh.. apalagi the last king.. huaahh aku nda sabar nunggu kiyu disiksa #plakk

    kayanya comment ku nda berhubungan satu sama lain ya hahahh,, tapi tak apalah yaa..
    akhir kata, semangat terus nulisnya kakaa..

  2. Aku kira scarface yang di update 😁 tapi ini juga menarik.ini castnya member NCT ya?meskipun belum tau membernya satu2.
    Disini taeyong masih misterius ya?dia sakit kah?jaehyun udah tertarik sama taeyong ya..
    Di tunggu next chapternya!!

  3. pas banget, aku suka jaehyun juga?? oh apa dia di posisi ‘atas’? kok aku ngerasa taeyong lebih manly ya??

  4. Ehh nct? Aaaa aku suka taeyong!!! Suka jaehyun jugak! Suka yuta yaa ampun jhonny juga aaaa Ten apalagi . Sumpah aku baru pertama kali baca ff main castnya member nct biasanya mereka cuma cameo😆 oke aku langsung jadi fans fanfict ini JaeYong yaa aku mikirnya dulu YongTen soalnya ten imut” gitu terus si taeyongnya kan juga suka liat” ten tapi karna cast nya disini jaeyong mikir lagi ehh iyaa jugak mereka sweet jugak ditunggu next chapnya kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s