[MM] The Last King Part 15

gyeongbok palace

15

Seungho memperhatikan Haena yang sedang mempersiapkan diri untuk bergabung dengan pasukan khusus untuk melakukan misi penyelamatan Kyuhyun. Haena memakai pakaian khusus berwarna hitam lengkap dengan beberapa pelindung tubuh seperti rompi anti peluru. Setelah Haena berhasil melacak lokasi Kyuhyun, Kepala Pengawas Park langsung memanggil pasukan khusus dan membuat rencana penyelamatan. Walaupun sebenarnya Haena tidak tergabung dalam pasukan khusus, tapi Haena merasa kalau dia harus ikut pergi. Kepala Park awalnya melarang, tapi Haena cukup bersikeras dengan mengatakan dia menggantikan posisi Siwon.

Seungho menghela nafas ketika Haena memeriksa senjatanya. “Aku masih tidak mengerti kenapa kau harus ikut, Haena. Kepala Park bahkan melarangmu untuk pergi, bukan? Lagipula tugasmu adalah menjaga Jonghyun. Penyelamatan Kyuhyun, kita bisa percayakan pada pasukan khusus, Haena.”

“Entahlah. Aku hanya merasa kalau ini adalah tugasku. Awalnya aku ditugaskan untuk mengawal Kyuhyun, tapi karena ada sedikit perubahan, akhirnya aku mengawal Jonghyun. Ini masih tugasku, sunbae. Bahkan jika Siwon sunbae tidak terluka parah, dia pasti akan memaksa untuk ikut,” tutur Haena.

“Tapi kau tahu ini bukanlah tugas yang mudah. Kau bisa saja terluka,” ujar Seungho.

Haena tersenyum tipis. “Itu memang resikonya. Tapi ini adalah sebuah tanggung-jawab. Aku tidak bisa mengabaikannya.”

Kemudian salah satu anggota pasukan khusus memasuki ruangan dan menatap Haena dengan serius. “Pengawal Kim, apa kau sudah siap? Kita harus berangkat sekarang.”

“Aku sudah siap,” ucap Haena. Lalu ia menatap Seungho dengan lekat. Haena menyerahkan tanda pengenal khusus Kepengawalan Negara miliknya pada Seungho. “Aku tidak sempat menyerahkan ini pada Kepala Park. Jadi, tolong sunbae yang simpan. Dan satu lagi, selagi aku pergi, tolong jaga Pangeran Jonghyun juga.”

Seungho menatap tanda pengenal Haena di tangannya. Dia kini mempunyai firasat buruk. Kemudian Seungho memandang Haena. “Haena-ya…”

Haena tersenyum tipis lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut bersama anggota pasukan khusus yang menjemputnya.

*****

Jeonghyuk menatap tas ransel milik Kyuhyun yang ditemukan di mobil. Team lapangan membawa tas ransel itu saat mereka mencari rekaman blackbox mobil. Jeonghyuk menarik nafas panjang sebelum dia membuka tas ransel tersebut. Tas berwarna hitam itu adalah pemberiannya untuk ulang tahun Kyuhyun dua tahun lalu. Walaupun sebenarnya Kyuhyun mempunyai beberapa tas lainnya, tapi dia lebih sering menggunakan tas tersebut.

Jeonghyuk mengeluarkan sebuah laptop milik Kyuhyun. Kondisinya terlihat baik, tapi mengingat mobil terguling beberapa-kali, Jeonghyuk mengira kalau laptopnya mengalami kerusakan. “Han Seoji-sshi..”

Seorang staff yang disebut oleh Jeonghyuk menghampirinya. “Ya, Pak?”

Jeonghyuk menyodorkan laptop tersebut. “Tolong diperiksa apakah ada kerusakan. Di dalam laptop ini ada cukup banyak data penting milik Pangeran Kyuhyun. Kau lihat apa datanya ada yang hilang.”

Staff bernama Han Seoji itu mengangguk dan mengambil laptop tersebut untuk segera diperiksa. Kemudian Jeonghyuk beralih mengeluarkan beberapa buku dari ransel tersebut. Oh, diantara buku-buku mata kuliahnya, Kyuhyun membawa sebuah buku dengan lambang kerajaan pada cover depannya. Jeonghyuk terdiam sejenak menatap buku tersebut. Dia kembali menghela nafas pendek lalu memeriksa apakah ada barang lainnya di dalam tas ransel tersebut.

Jeonghyuk menemukan dompet serta ponsel Kyuhyun. Kebiasaan Kyuhyun adalah dia selalu menyimpan kedua benda tersebut di dalam tas, bukan di saku celananya. Agar tidak mudah hilang, katanya. Jeonghyuk memeriksa ponsel Kyuhyun. Cukup beruntung, ponselnya masih berfungsi dan sepertinya tidak mengalami kerusakan apapun.

“Jeonghyuk…”

Jeonghyuk menaruh ponsel tersebut dan menatap Seunghoon yang menghampirinya. “Oh? Kenapa kau di sini? Apa kau sudah ke rumah sakit?”

Seungho memandang Jeonghyuk. “Aku sempat ke rumah sakit, tapi mereka masih melakukan beberapa pemeriksaan pada Siwon. Setelah mengurus administrasi, aku langsung ke sini. Bagaimana ada perkembangan lanjutannya?”

Jeonghyuk menggeleng. “Saat ini, Kepala Park sedang melakukan operasi penyelamatan. Pasukan khusus diturunkan untuk menyelamatkan Kyuhyun. Presiden Lee sedang bersiap untuk melakukan konferensi pers.”

“Lalu apa yang diketahui oleh Jonghyun?” tanya Seunghoon. Dia tahu kalau selain Kyuhyun, Jeonghyuk juga mengkhawatirkan Jonghyun. Bagaimana pun mereka berdua adalah putranya.

“Aku belum memberitahu apapun kecuali mengenai kebocoran informasi tersebut. Masalah Kyuhyun, Presiden Lee mengatakan untuk tidak memberitahu Jonghyun ataupun Donghae. Jika Jonghyun mengetahui kondisi Kyuhyun saat ini, mungkin dia akan memberikan reaksi yang buruk,” jelas Jeonghyuk.

Seunghoon mengerti maksud ucapan Jeonghyuk. Ikatan persaudaran antara Jonghyun dan Kyuhyun cukup kuat. Terlebih dengan sifat Jonghyun, mereka tidak akan bisa mengontrol tindakannya nanti.

Seunghoon memperhatikan Jeonghyuk yang kembali memasukkan buku-buku serta beberapa barang ke dalam tas ransel. Mungkin milik Kyuhyun. Oh, Seunghoon mendapatkan penjelasan mengenai kecelakaan itu. Dia juga merasa khawatir sekaligus bersalah. Siwon bertugas menjaga Kyuhyun, walaupun dia juga terluka cukup parah, tapi tanggung-jawab pekerjaan tidak bisa disepelekan. Karena kecelakaan itu, Kyuhyun mungkin bisa saja terluka lebih parah dibandingkan Siwon.

“Jeonghyuk, aku minta maaf.”

Jeonghyuk mengernyit mendengar permintaan maaf dari Seunghoon. “Kenapa kau meminta maaf?”

“Aku bisa mengerti situasinya, tapi aku berharap Siwon bisa melakukan tindakan pencegahan atas kecelakaan itu. Jika Siwon melakukan tugasnya dengan baik, Kyuhyun mungkin berada di sini dalam kondisi aman,” ucap Seunghoon.

Jeonghyuk mendesah. “Jangan bicara begitu, Seunghoon. Kita tidak bisa mengontrol apa yang terjadi. Siwon sudah melakukan yang terbaik untuk melindungi Kyuhyun. Aku bahkan merasa bersalah. Saat aku melihat rekaman CCTV kecelakaan itu, aku tidak bisa menahan diri untuk merasa menyesal. Siwon adalah adikmu. Kau tidak bisa mengharapkannya untuk menjaga professionalitasnya ketika situasinya tidak memungkinkan.”

Tapi sepertinya Seunghoon tidak begitu terpengaruh ucapan Jeonghyuk. Dia tahu persis bagaimana sifat Seunghoon. Sahabatnya itu sangat menjaga professionalitasnya untuk pekerjaan. Tidak akan peduli dengan resiko yang akan dihadapinya, Seunghoon akan tetap melakukan apa yang harus dilakukannya sesuai dengan tanggung-jawab. Mungkin itu juga yang sering ditekankan Seunghoon pada Siwon.

Entah bagaimana situasi serta resiko yang dihadapi Siwon dalam menjalankan suatu misi, maka Siwon harus melakukan pekerjaannya sesuai dengan baik.

Jeonghyuk menepuk bahu Seunghoon. “Sebaiknya kau kembali ke rumah sakit. Kau perlu menjaga Siwon. Aku akan menghubungimu untuk memberitahu perkembangan selanjutnya.”

*****

Jonghyun merasa sangat cemas.

Ini sudah hampir dua jam, tapi Kyuhyun belum sampai di Cheongwadae. Jika mereka terjebak dalam kemacetan, rasanya dua jam itu sangat tidak mungkin. Jarak antara kampus mereka ke Cheongwadae memang cukup jauh, tapi hingga membutuhkan waktu selama ini?

Tidak ada yang datang padanya atau pun Donghae untuk mengatakan di mana Kyuhyun saat ini. Bahkan saat Seungho datang membawakan makan siang untuk Jonghyun dan Donghae, dia sama sekali tidak mengatakan apapun. Dia hanya mengantarkan makanan, lalu kembali keluar dari ruangan tersebut. Oh, Jonghyun juga tidak melihat keberadaan Haena.

Jonghyun menarik nafas panjang lalu memejamkan matanya. Dia hanya berharap apa yang dikhawatirkan oleh Donghae tidak terjadi.

“Jonghyun, apa kau merasa cemas?” pertanyaan Donghae membuat Jonghyun membuka matanya dan menatap sang pangeran.

Donghae duduk dengan memeluk kedua kakinya. Dia menatap tray makanan dihadapannya. Sejak Seungho membawakan makanan, Donghae sama sekali tidak menyentuhnya. Jonghyun tidak tahu kenapa Donghae menolak makan seperti itu.

“Cemas mengenai apa, hyung?” tanya Jonghyun.

Donghae menghembuskan nafas lalu melirik Jonghyun. “Kondisi Kyuhyun sekarang. Ini sudah dua jam, tapi dia belum datang. Apa kau tidak merasa cemas?”

Jonghyun terdiam.

Tentu saja, dia merasa cemas. Terlebih dengan ekspresi ayahnya ketika datang dan memberitahu mereka mengenai masalah kebocoran informasi tersebut. Selain itu, ayahnya juga tidak menyebut nama Kyuhyun, kecuali ketika Donghae bertanya. Jawaban yang diberikan ayahnya terasa tidak yakin. Bukan hanya Donghae yang merasakan keganjilan tersebut, Jonghyun juga merasa demikian. Namun, Jonghyun memilih untuk tidak mengatakan apapun mengenai kekhawatirannya.

Jonghyun menghela nafas. “Kyuhyun bersama Choi Siwon, hyung. Sebelum menjadi Pengawal Negara, Choi Siwon adalah anggota CIA. Aku dengar kemampuannya sangat baik. Choi Siwon bahkan salah satu anggota terbaik CIA. Aku yakin dia menjaga Kyuhyun dengan baik.”

Dimanapun keberadaan Kyuhyun saat ini, aku harap Siwon bisa menjaganya.

Donghae memperhatikan Jonghyun dengan lekat. Seakan dia sedang mencari jawaban yang sebenarnya dari ekspresi Jonghyun. Tapi setelah beberapa lama, Donghae mendesah berat. “Apa kau selalu seperti ini?”

Jonghyun mengernyit. “Apa maksudmu, hyung?”

“Kau selalu menyembunyikan perasaanmu yang sebenarnya. Jika kau cemas, kenapa kau tidak mengatakan kalau kau cemas? Dibandingkan kau harus menyimpannya sendiri, lebih baik kau mengatakannya. Itu bukan hanya lebih baik untukmu, tapi juga untuk orang-orang di sekitarmu. Jika kau bersikap seperti ini, mereka tidak akan bisa mengerti apa keinginanmu, Jonghyun,” tutur Donghae pelan.

Jonghyun memejamkan matanya sejenak. Oh, rasanya dia tidak bisa meneruskan pembicaraan ini. Donghae terlalu pandai. Walaupun sedikit berbeda dengan Kyuhyun, tapi Donghae pasti tidak akan melepaskannya hingga Jonghyun bicara sendiri.

“Aku benar-benar tidak mengerti ucapanmu, Donghae hyung.”

“Kau boleh membohongi dirimu sendiri dan orang lain dengan ucapanmu. Tapi kau tidak akan bisa membohongi dirimu dari perasaanmu sendiri. Kau tidak akan bisa membohongi orang lain dengan ekspresimu.”

*****

Byunghee sedang menikmati makan siangnya ketika sang paman kembali. Ia sedikit mengernyit melihat pamannya pulang dalam waktu yang singkat. Bukannya pamannya sedang cukup sibuk saat ini. Dan ketika Henry menuju ruang makan untuk menghampirinya, Byunghee bertanya.

“Sudah selesai?”

Henry menatap keponakannya dan tersenyum. “Apanya yang sudah selesai?”

Byunghee mengangkat bahunya. “Entahlah. Apapun yang paman lakukan saat ini. Media, masyarakat dan bahkan pemerintah sendiri sepertinya lebih sibuk dari paman.”

Henry menepuk bahu Byunghee. “Ini belum selesai, Byunghee. Oh, kau mungkin harus berhati-hati mulai sekarang.”

“Kenapa? Apa Kyuhyun mulai menyadari peranku?”

Henry kembali tersenyum. “Nikmati makan siangmu, Byunghee. Paman akan beristirahat sejenak.”

Kemudian Henry berjalan meninggalkan meja makan lalu menaiki anak tangga. Byunghee masih tidak mengerti dengan sikap pamannya. Mengenai rencana untuk menghancurkan pendirian kerajaan tersebut. Jika pamannya sudah mulai bergerak, tapi kenapa dia masih terlihat begitu tenang.

Dengan reaksi saat ini, baik reaksi di masyarakat maupun reaksi pemerintah negara lainnya, bukankah ini adalah waktu yang tepat untuk melanjutkan tahap selanjutnya. Jika terus mendapatkan reaksi negatif serta tekanan dari pihak negara lain, pemerintah juga tidak akan bisa berbuat apapun. Atau ini adalah bagian dari rencana yang dibuat oleh Henry.

Byunghee tidak pernah tahu bagaimana rencana yang dibuat oleh Henry.

Byunghee tidak melanjutkan makan siangnya. Dia akan bicara pada Henry mengenai rencana selanjutnya.

*****

Kim Dongwan dengan Kepala Pengawas Park sedang berada di ruang pusat kontrol Kepengawalan Negara untuk mengawasi situasi penyelamatan Kyuhyun. Walaupun sesekali Dongwan mendapatkan pesan dari asistennya yang bersama Presiden Lee mengenai konferensi pers. Well, Dongwan tidak bisa berada di dua tempat sekaligus bukan? Selain itu, fokus utamanya adalah Pangeran Kyuhyun saat ini.

Ruang pusat kontrol Kepengawalan Negara tidak terlalu besar, berbeda dengan ruang kontrol untuk team keamanan Cheongwadae. Di ruangan tersebut hanya cukup untuk maksimal enam orang dengan tiga komputer utama. Pengawal Negara yang ditugaskan di ruang kontrol adalah yang terbaik di bidang analisa dan teknologi. Dongwan tahu persis kalau ruangan ini sangatlah rahasia, bahkan anggota Kepengawalan Negara lainnya tidak bisa memasuki ruangan ini dengan sesuka mereka.

Well, Dongwan cukup beruntung karena bisa memasuki ruangan ini.

Dongwan menarik nafas dan menatap Kepala Pengawas Park yang sedang berkoordinasi dengan team lapangan pasukan khusus. Ia tahu misi cukup berbahaya. Tidak ada yang bisa memprediksi berapa jumlah musuh yang akan mereka hadapi atau bagaimana dengan situasi lokasi tempat penyekapan Kyuhyun. Terlebih, mereka juga tidak tahu bagaimana kondisi Kyuhyun saat ini. Apakah dia baik-baik saja? Apakah dia terluka?

Tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan oleh Hyde pada Kyuhyun.

“Kim Dongwan-sshi, bagaimana dengan situasi di konferensi pers?” tanya Kepala Pengawas Park.

Dongwan tersadar dari lamunannya. “Oh. Situasinya mulai terkendali. Sepertinya penjelasan yang diberikan oleh Presiden Lee saat ini membuat situasi menjadi lebih tenang. Walaupun kita harus tetap waspada terhadap opini publik.”

“Itu bagus.” Kemudian Kepala Pengawas Park kembali menatap layar besar dihadapannya. “Team Alpha, fokus pada keselamatan Shilla. Minimalisir serangan langsung. Young Shil, lakukan tugasmu dengan baik.”

“Baik, Pak!”

Dongwan menghampiri Kepala Pengawas Park. Dia tahu bahwa ada suatu kode untuk setiap misi. Walaupun ada beberapa kode yang bisa dia mengerti, tapi Dongwan tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya. “Shilla?”

“Codename untuk Pangeran Kyuhyun. Setiap Pangeran mempunyai codename mereka masing-masing. Aku tidak bisa memberitahumu lebih lanjut,” ucap Kepala Pengawas Park.

Dongwan menggumam pelan. Well, dia bisa menebak dua pangeran lain mendapatkan codename dari periode lain kerajaan. Mungkin Baekje dan Goguryeo. Mengingat Shilla adalah bagian dari tiga kerajaan yang cukup besar sebelum Joseon. Tapi Dongwan tidak akan meminta penjelasan dari Kepala Pengawas Park mengenai asumsinya tersebut.

“Lalu Young Shil?” tanya Dongwan lagi.

Kepala Pengawas Park melirik ke arahnya dan menghela nafas. “Itu codename untuk Pengawal Kim Haena. Dia yang melakukan misi penyelamatan. Team Alpha hanya bertugas untuk mengamankan situasi agar Pengawal Kim berhasil membawa Pangeran Kyuhyun ke lokasi penjemputan.”

“Itu rencananya. Tapi bagaimana jika ada kontak senjata?”

“Maka Team Alpha harus bergerak cepat. Mereka akan bertindak sesuai dengan situasi di lokasi. Young Shil dan Shilla tidak boleh terlibat dalam kontak senjata. Keselamatan Shilla jauh lebih penting saat ini,” tutur Kepala Pengawas Park lagi.

Dongwan mendesah pelan. Dia ikut menatap ke arah layar besar. “Itu yang kita semua harapkan, bukan?”

Dan aku belum bisa memastikan motif Hyde membawa Kyuhyun pergi dibandingkan Jonghyun. Jika rencana utama mereka ada menghentikan rencana Pendirian Kerajaan, bukankah target yang sesuai adalah Jonghyun. Dia adalah Pangeran Hyun. Lalu kenapa Kyuhyun?

*****

Jaeshin mengerutkan kening ketika ia mendapati keadaan rumah yang begitu sepi. Biasanya tidak sesepi ini. Saat ini baru pukul setengah dua siang dan biasanya sang ibu sedang menonton drama siang atau mungkin sibuk di dapur membuat kue. Sedangkan ayahnya mungkin berada di tempat kerjanya. Oh, Jaeshin tidak pernah tahu apa yang dilakukan oleh ayah angkatnya.

Jaeshin menghela nafas pendek sembari berjalan menuju dapur. Ia berharap ibunya meninggalkan pesan yang ditempel di pintu lemari pendingin. Itu adalah kebiasaan ibunya. Jika tidak bisa menghubungi Jaeshin, ibu atau ayahnya biasanya meninggalkan pesan di pintu lemari pendingin atau pintu kamarnya.

Hari ini, entah mengapa, Jaeshin merasa begitu lelah. Setelah kejadian yang sangat mengejutkan mengenai identitas Jonghyun dan Kyuhyun, situasi di kampus benar-benar sangat ramai. Bukan hanya kedatangan para reporter, tapi juga orang-orang luar kampus yang datang untuk mencari tahu tentang Jonghyun dan Kyuhyun. Well, tentu saja itu membuat ia dan Minho sedikit kerepotan untuk menghindari semua pertanyaan mengenai Jonghyun.

Cukup beruntung, Minho membawa mobil hingga mereka bisa pergi dari kampus.

Jaeshin tidak menemukan memo dari ibu. Itu sedikit aneh. Kemudian Jaeshin bergegas menuju kamarnya. Dia juga tidak mendapatkan memo yang ditinggalkan oleh ibunya. Jaeshin lalu memasuki kamarnya. Ia melempar tas ranselnya ke tempat tidur lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi sang ibu.

Namun, tidak ada respon.

Jaeshin merasa panik. Ini bukan seperti sifat ibunya. Kemudian Jaeshin berusaha menghubungi nomor ponsel ayahnya. Tapi sayang sekali, dia juga tidak mendapatkan respon apapun. Jaeshin mendesah berat. Ia mulai merasakan firasat buruk.

Rasanya kedua orangtuanya tidak akan mengabaikan teleponnya seperti ini. Bahkan jika mereka sedang sibuk, paling tidak mereka akan mengirimkan pesan singkat. Tapi Jaeshin sama sekali tidak mendapatkan pesan apapun sejak pagi tadi. Selain itu, saat sarapan pagi ini, Jaeshin juga tidak melihat sebuah keanehan dari sikap kedua orangtuanya.

Dengan sedikit ragu, Jaeshin berjalan keluar kamar dan menuju kamar orangtuanya. Walaupun dia hampir tidak pernah memasuki kamar tersebut, tapi kali ini Jaeshin hanya ingin memastikan.

Kamar orangtuanya terlihat biasa saja. Tidak ada sesuatu yang berbeda. Jaeshin memberanikan diri untuk memasuki kamar tersebut dan melihat sekeliling kamar. Semuanya terlihat normal hingga Jaeshin melihat pintu lemari pakaian yang sedikit terbuka. Jaeshin mendorong pintu lemari pakaian dan terkejut melihat semua pakaian orangtuanya –terlebih milik ibunya hilang.

“Ini tidak mungkin… Eomma?”

Jaeshin kemudian bergegas ke ruangan lain di kamar tersebut dan melihat tidak ada kosmetik apapun milik ibunya di meja rias. Jaeshin lalu membuka beberapa laci meja tersebut dan tidak menemukan apapun. Jaeshin tahu persis kalau ibunya biasa menyimpan beberapa buku tabungan dan beberapa barang penting di laci-laci tersebut.

Tapi kini, semuanya hilang.

Jaeshin kemudian berusaha menghubungi ibunya lagi. Namun dia tidak mendapatkan respon apapun. Ponsel ibunya tidak aktif.

“Eomma….”

*****

Kyuhyun masih sendirian di ruangan itu. Sudah hampir duapuluh menit dari ia mendengar suara seorang pria yang memberikan penjelasan ‘sejarah korea’ padanya. Kini Kyuhyun tidak mendengar suara lainnya. Hanya kesunyian dalam kegelapan.

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Ia menarik nafas perlahan untuk membuat dirinya tenang. Di situasi seperti ini, Kyuhyun harus tetap tenang untuk membuat keputusan dari penjelasan yang baru saja diterimanya. Kyuhyun tidak bisa bertindak gegabah dan mempercayai semua ucapan pria itu.

Kemudian Kyuhyun membuka matanya. Kini dia bisa mengerti dengan semua sikap Jonghyun yang menunjukkan reaksi keras atas kerajaan tersebut. Jonghyun mungkin merasa begitu kecewa atas penjelasan yang ia dapatkan. Tapi Kyuhyun tidak akan melakukan hal yang sama.

Ucapan pria itu berbeda dengan sejarah yang sudah tercatat. Kyuhyun tidak akan percaya sampai dia mendapatkan fakta sebenarnya. Walaupun pria itu mengatakan semua sejarah yang tercatat ada kebohongan, tapi ucapan pria itu juga bisa berupa kebohongan.

Saat ini, Kyuhyun harus mencari cara untuk kabur dari tempat tersebut. Entah sudah berapa lama dia berada di ruangan tersebut dengan kondisi terikat. Oh, Kyuhyun kini mulai merasakan efek kecelakaan tersebut. Beberapa bagian tubuhnya seperti bagian bahu, punggung serta kakinya terasa nyeri. Mungkin karena mobil yang berguling. Kyuhyun yakin pasti ada bekas memar di tubuhnya.

Selain itu, Kyuhyun yakin pihak Cheongwadae pasti kacau sekali saat ini. Bukan hanya karena kebocoran informasi tersebut tapi juga karena dirinya. Kyuhyun juga sedikit mengkhawatirkan kondisi Siwon. Bagaimana pun, sang pengawal pasti mengalami luka yang serius.

Kyuhyun harus keluar dari ruangan ini. Kyuhyun harus pergi dari tempat ini.

Tapi pertanyaannya, bagaimana Kyuhyun melepaskan ikatan kedua tangannya?

*****

“Komputer di ruangan Tuan Kang?!” seru Jeonghyuk saat dia mendapatkan perkembangan mengenai pelacakan IP email yang menyebarkan informasi mengenai Pendirian Kerajaan dan Pangeran Hyun. Tangannya menggenggam erat beberapa lembar kertas hasil laporan yang diberikan oleh bawahannya tersebut.

Pegawai staff bernama Gong Ji Mun itu mengangguk. “Kami berhasil mendapatkan lokasi IP tersebut. Tapi saat mendapatkan Cheongwadae sebagai lokasi awal email itu tersebar, kami mulai melakukan penyelidikan lebih dalam. IP itu berasal dari komputer di ruangan Tuan Kang.”

“Kalian sudah memeriksa komputernya?”

“Staff Ji dan Staff Nam sedang melakukan pemeriksaan. Kami juga sudah berusaha menghubungi Tuan Kang, tapi tidak mendapatkan respon. Hari ini Tuan Kang tidak datang ke Pavilliun atau berada di Cheongwadae.”

Jeonghyuk mengernyit. “Bagaimana dengan rumahnya?”

Staff Gong itu menggeleng. “Tidak ada orang di rumah. Tapi ada yang bertugas untuk mengintai rumah Tuan Kang. Menurut laporan terbaru, putrinya baru saja pulang dan sepertinya dia juga tidak tahu keberadaan ayahnya.”

“Berikan laporan ini pada Kepala Park dan Kim Dongwan. Lakukan penyelidikan pada Tuan Kang. Aku ingin laporannya dalam waktu sepuluh menit, maksimal duapuluh menit. Aku sendiri yang akan bicara pada Presiden Lee mengenai hal ini,” ucap Jeonghyuk.

Staff Gong mengangguk dan melakukan perintah atasannya tersebut. Jeonghyuk kemudian meninggalkan ruang kontrol untuk menemui Presiden Lee yang kemungkinan masih berada di gedung pertemuan di luar gedung utama Cheongwadae di mana konferensi pers dilakukan. Dia merasa begitu aneh mendapatkan fakta bahwa IP email tersebut berasal dari komputer di ruangan Tuan Kang.

Selama ini Tuan Kang sangat berjasa dalam rencana Pendirian Kerajaan. Bahkan sebagai salah satu Dewan Kerajaan, Tuan Kang yang bertugas untuk membantu ketiga pangeran untuk beradaptasi dengan segala sesuatu yang berkaitan dengan protokol kerajaan atau bahkan mengenai pembelajaran mengenai kerajaan. Jeonghyuk masih tidak percaya kalau Tuan Kang yang menyebarkan informasi tersebut dan mungkin juga terlibat dalam Hyde. Asumsi Jeonghyuk, ada orang lain –orang yang benar-benar terlihat Hyde– yang menggunakan komputer di ruangan Tuan Kang.

Namun, untuk saat ini mereka harus tetap waspada. Tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan oleh Hyde selanjutnya.

Jeonghyuk bertemu dengan Presiden Lee di lobby utama, dekat Chamber of Crown. Sepertinya konferensi pers sudah berakhir. Jeonghyuk menghampiri Presiden Lee dan sedikit membungkuk.

“Ada apa Jeonghyuk-sshi? Kau sudah mendapat kabar mengenai misi penyelamatan Pangeran Kyuhyun?” tanya Presiden Lee.

Jeonghyuk menggeleng. “Saya belum mendapat kabar dari Kepala Park, Pak Presiden. Tapi kami mendapatkan hasil pelacakan IP email yang menyebarkan informasi mengenai Pendirian Kerajaan dan Pangeran Hyun.”

“Benarkah?”

Jeonghyuk lalu menyodorkan hasil laporan yang ia dapatkan pada Presiden Lee.“Mereka melacak lokasi IP tersebut berasal dari Cheongwadae.”

Presiden Lee mengernyit. “Cheongwadae? Maksudmu, orang-orang kita sendiri yang melakukannya? Siapa?”

Jeonghyuk menarik nafas panjang. “Kami mendapatkan lokasinya berasal dari komputer di ruangan Tuan Kang. Kami sudah mengirim orang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini kami juga tidak bisa menghubungi Tuan Kang untuk meminta penjelasan. Untuk saat ini kami terfokus pada misi penyelamatan Pangeran Kyuhyun terlebih dahulu.”

“Tuan Kang? Bukankah Tuan Kang adalah anggota Dewan Kerajaan tapi kenapa dia….” ucapan Presiden Lee terhenti ketika mereka dikejutkan suara gelas terjatuh.

Jeonghyuk menoleh dan terkejut melihat sosok Jonghyun berdiri di luar Chamber of Crown. Oh, sepertinya Jonghyun mendengarkan pembicaraannya dengan Presiden Lee. Jeonghyuk hanya berharap kalau Jonghyun tidak mendengarkan ketika ia menyebutkan misi penyelamatan Kyuhyun.

“Pangeran Jonghyun…”

“Apa maksudnya dengan misi penyelamatan Kyuhyun? Appa… Di mana Kyuhyun sekarang?”

*****

Haena bergerak dengan cepat sesuai dengan instruksi team leader Alpha. Mereka berada di sebuah hutan di luar Seoul. Tidak begitu jauh dari lokasi perbatasan dengan Korea Utara. Jadi mereka harus berhati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak Korea Utara atas misi mereka. Di saat seperti ini, mereka perlu menghindari masalah baru dengan pihak Korea Utara.

“Young Shil, kami menemukan lokasi utama. Sekitar limaratus meter. Kami akan melakukan perimeter dan mengamankan lokasi agar kau bisa masuk. Tunggu aba-aba dariku.”

Haena bersembunyi di antara pepohonan besar. “Copy, Al-one. Young Shil stand by.”

Haena berusaha mengontrol nafasnya. Ini adalah tugas lapangan yang cukup berbeda. Dia tidak pernah terlibat dalam misi pasukan khusus sebelumnya. Hanya sesekali ikut berlatih. Jika dalam latihan, mereka tidak pernah mendapatkan kesulitan apapun, tapi situasi saat ini berbeda dengan situasi yang diciptakan saat latihan.

Mereka menggunakan peluru tajam, sedangkan saat latihan mereka menggunakan peluru karet. Jadi, jika Haena lengah sedikit saja, itu bisa membahayakan misi. Dan dia bisa aja KIA –killed in action. Itu situasi yang paling dihindari oleh Haena.

Haena mengeluarkan senjatanya dari sarungnya. Ia memeriksa trigger-nya. Masih terpasang dengan aman. Dia seorang gadis berusia duapuluh tahun dan sudah belajar memegang senjata. Tapi sayang sekali, Haena tidak pernah mempunyai kesempatan untuk menggunakannya. Jadi, Haena sedikit ragu dengan kemampuannya. Walaupun dalam test menembak, skornya tidak begitu buruk.

“Young Shil, stand by. Dalam hitungan aba-abaku. Kau mempunyai waktu tiga menit untuk mengeluarkan Shilla dan membawanya ke lokasi penjemputan.”

“Young Shil ready.”

“Hitung mundur. Three! Two! One! Move!!”

Dalam gerakan cepat, Haena mulai berlari menuju sebuah bangunan besar yang berada di tengah hutan tersebut. Tanpa memperhatikan situasi sekitar, fokus Haena saat ini adalah bangunan tersebut. Dia mempercayai pasukan khusus akan melindunginya. Mereka adalah yang terbaik.

Tapi ketika mulai ada serangan tembakan, Haena harus sedikit mencari jalan menghindari setiap kontak serangan. Dia tidak bisa terluka saat ini. Tugasnya adalah menyelamatkan Shilla. Sampai Shilla berada di lokasi yang aman, Haena tidak boleh terluka untuk melindunginya.

Dalam dua menit, Haena berhasil memasuki bangunan tersebut. Tidak ada waktu untuk mengambil nafas. Haena melihat sosok Kyuhyun yang terikat di sebuah kursi di tengah ruangan tersebut. Dengan cepat, Haena menghampiri Kyuhyun.

“Shilla ditemukan!” lapor Haena.

Lalu dia mengeluarkan pisau untuk memotong tali yang mengikat tangan Kyuhyun.

“Haena?” ucap Kyuhyun yang terlihat terkejut dengan kedatangan Haena.

Haena mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun. “Apa anda terluka, Pangeran?”

“A-aku…”

Haena tersenyum tipis. “Kami akan membawa anda pergi dari tempat ini. Setelah itu, anda akan mendapatkan perawatan.” Haena berhasil melepaskan ikatan tali di tangan Kyuhyun. Kemudian dia melepaskan pelindung kepala dan memakaikannya di kepala Kyuhyun. Selain itu, Haena juga memakaikan rompi anti peluru pada Kyuhyun. Walaupun hal itu tidak dianjurkan, tapi Haena memilih mengabaikannya.

Oh hell, saat ini keamanan Kyuhyun adalah yang terpenting.

“Anda bisa berdiri?” tanya Haena.

Kyuhyun mengangguk kecil dan berusaha untuk berdiri. Tapi kedua kakinya terasa seperti jelly hingga Kyuhyun hampir jatuh. Beruntung Haena dengan cepat menahan tubuhnya dan membantu Kyuhyun untuk berdiri dengan kakinya sendiri. Haena menarik nafas perlahan. Adrenalin mengalir deras dalam tubuhnya.

“Team Alpha, Shilla sudah siap. Amankan perimeter,” ucap Haena melalui wireless.

Kyuhyun menatap Haena dengan lekat. Dia tidak menyangka kalau Haena yang akan datang untuk menyelamatkannya. Tapi jika dipikir lagi, Haena mungkin akan keras kepala dan memaksa untuk ikut terlibat dalam misi penyelamatan.

Haena menggenggam tangan Kyuhyun dengan tangan kirinya sedangan tangan kanannya sudah siap sebuah senjata. Haena telah melepaskan pengamannya. “Tetap berada di belakangku. Situasi di luar sedikit kacau. Jangan lakukan tindakan ceroboh, Pangeran. Mengerti?”

Kyuhyun hanya mengangguk. Haena ikut mengangguk lalu menarik Kyuhyun menuju pintu. Mereka menunggu beberapa detik sebelum berlari keluar meninggalkan gedung tersebut. Kyuhyun sedikit terkejut ketika ada sekitar enam orang pria yang memakai pakaian yang sama seperti Haena tiba-tiba mengelilingi mereka. Posisi Kyuhyun berada di tengah lingkaran tersebut.

Mereka terus bergerak dengan cepat. Haena sendiri tidak melepaskan tangan Kyuhyun. Malah gadis itu semakin erat menggengam tangan Kyuhyun.

“Maaf! Tapi kalian tidak bisa pergi dengan mudah!”

Tiba-tiba mereka berhenti. Haena melepaskan genggaman tangannya. Lingkaran manusia di antara Kyuhyun semakin merapatkan posisi mereka. Kyuhyun berusaha mencari tahu apa yang terjadi. Siapa suara pria yang menghentikan mereka.

Namun begitu melihat sosok tersebut, mata Kyuhyun membesar. “Tu-tuan Kang..”

*****

Jonghyun sangat marah. Dia benar-benar marah pada ayahnya karena telah membohonginya. Walaupun ayahnya atau bahkan Presiden sendiri yang mengatakan alasan itu agar ia tidak perlu cemas, tapi Jonghyun begitu kecewa. Kyuhyun mengalami kecelakaan, lalu hilang dan kini tidak ada yang tahu bagaimana kondisinya. Pasukan khusus mungkin sudah diturunkan untuk melakukan misi penyelamatan, tapi belum ada kabar apapun mengenai misi tersebut.

“Apa aku ini benar-benar anak Appa?” ucap Jonghyun pelan.

Jeonghyuk menatap Jonghyun dengan lekat. “Jonghyun…”

Saat ini mereka hanya berdua di ruangan Jeonghyuk. Setelah mendapatkan penjelasan mengenai situasi Kyuhyun dan tentang kebocoran informasi sekaligus kecurigaan terhadap Tuan Kang dengan Hyde, Jonghyun meminta pada Jeonghyuk agar mereka bisa bicara secara pribadi.

“Lupakan mengenai identitasku atau identitas Kyuhyun sebagai seorang pangeran atau apapun itu. Sebelum identitas itu terungkap, kami adalah putra-putra Appa, bukan?”

“Tentu saja, Jonghyun. Kalian putra Appa, tapi…”

Jonghyun mendesah. “Lalu kenapa Appa tidak mengatakan padaku mengenai situasi sebenarnya? Yang kita bicarakah adalah Kyuhyun, Appa. Ini mengenai Kyuhyun! Apapun alasan yang Appa katakan dengan menyembunyikan situasi terkait Kyuhyun padaku, tapi ini sudah keterlaluan. Kyuhyun itu saudaraku! Apa aku tidak… Dia satu-satunya saudaraku!”

Jeonghyuk memejamkan matanya sejenak. Oh, inilah yang ia takutkan dari reaksi Jonghyun ketika mendengar apa yang terjadi pada Kyuhyun. Tapi mungkin reaksinya tidak akan lebih buruk dari ini jika Jeonghyuk menceritakannya sejak awal. Perlahan, setelah beberapa-kali menarik nafas panjang, Jeonghyuk kembali membuka matanya dan menatap Jonghyun.

“Situasinya tidak memungkinkan, Jonghyun. Ini berkaitan dengan Hyde. Kami mempunyai asumsi bahwa semua ini adalah tindakan Hyde. Kami sudah membahayakan Kyuhyun, tapi kami juga tidak bisa membahayakan dirimu. Atau bahkan Donghae. Status kalian sebagai anggota kerajaan, membuat kami tidak mempunyai pilihan. Selain itu, Presiden Lee ingin tidak ada lagi berita yang muncul, terutama ketika kecelakaan itu terjadi. Karena itu Appa tidak bisa memberitahumu sampai Kyuhyun diselamatkan,” ucap Jeonghyuk dengan tenang.

“Persetan dengan kerajaan! Ini mengenai saudaraku. Tidak ada hubungannya dengan kerajaan atau bahkan Presiden sekalipun. Kyuhyun dalam bahaya, tapi Appa tidak memberitahuku!” kali ini Jonghyun mulai berteriak marah.

Jeonghyuk terdiam melihat reaksi Jonghyun. Ini bukan pertama-kalinya ia melihat ekspresi marah Jonghyun, tapi ini jelas berbeda dengan pengalaman sebelumnya. Wajah Jonghyun yang memerah karena emosi yang begitu besar dan tatapan mata yang begitu tajam. Jeonghyuk seperti bukan sedang menatap putra yang dikenalnya selama ini.

Namun, Jeonghyuk terkejut ketika secara tiba-tiba air mata Jonghyun mulai jatuh.

Dengan cepat Jonghyun memalingkan wajahnya dan menghapus air matanya. Perasaannya begitu buruk hingga ia tidak tahu sebenarnya apa yang tengah dirasakannya saat ini. Rasa marah, cemas, khawatir, kecewa. Semuanya seperti gelombang ombak yang terus datang tanpa henti.

Jeonghyuk hendak memeluk Jonghyun, tapi putranya malah mengambil jarak. “Maafkan Appa, nak.”

Jonghyun tidak mengatakan apapun. Dia berusaha untuk menenangkan dirinya. Sekali lagi, dia menyeka air mata yang terus jatuh tanpa bisa ia kendalikan. Kemudian Jonghyun menatap Jeonghyuk dengan lekat. “Katakan saja pada Kyuhyun. Itu pun jika Kyuhyun pulang dengan selamat.”

Kemudian Jonghyun meninggalkan ruangan tersebut.

*****

Kyuhyun terus berlari tanpa berani menoleh ke arah belakang. Ia berlari diantara pepohonan yang menjulang tinggi. Kyuhyun tidak tahu sudah berapa lama ia berlari karena rasanya hutan itu begitu besar dan tidak memiliki ujung. Tapi Kyuhyun tetap berlari. Walaupun sebenarnya ia tidak tahu kemana tujuannya, tapi suara Haena yang berada di belakangnya terus menyuruhnya untuk terus berlari. Kyuhyun tidak pernah berlari seperti ini sebelumnya.

Ketika terdengar suara tembakan, tubuh Kyuhyun tersentak keras. Dia tidak terbiasa mendengarkan suara tembakan seperti itu. Ia terjatuh. Nafasnya memburu. Telinganya terasa begitu aneh. Kyuhyun memejamkan matanya sejenak, tapi begitu ia merasakan tangannya ditarik oleh seseorang, Kyuhyun membuka matanya lagi.

Haena melepaskan pelindung kepala Kyuhyun dan melemparkannya ke tanah. Mungkin pelindung kepala itu terlalu berat hingga menyulitkan Kyuhyun. Kemudian ia menggenggam tangan pemuda itu dengan erat. Gadis itu menatap Kyuhyun dengan cemas. “Anda baik-baik saja?”

Kyuhyun mengangguk kecil. Lalu mereka kembali berlari. Kali ini Haena yang memandu Kyuhyun menuju lokasi penjemputan.

Setelah mereka bisa melepaskan diri dari kepungan orang-orang Hyde yang bersama Tuan Kang –berkat team Alpha yang membukakan jalan untuk mereka melarikan diri– Haena dan Kyuhyun berlari menuju lokasi penjemputan. Jaraknya cukup jauh dari lokasi bangunan. Mungkin sekitar satu kilometer atau lebih. Itu pun karena lokasi hutan yang cukup lebat. Helikopter harus mencari ruang luas untuk bisa mendarat.

Mengenai Tuan Kang. Haena dan Kyuhyun tidak mengerti kenapa ia bisa terlibat dalam Hyde. Lagipula tidak ada waktu untuk mendengarkan penjelasannya. Kepengawalan Negara bisa mencari tahu motifnya nanti. Untuk saat ini, misi Haena adalah membawa Kyuhyun pulang dengan selamat.

Suara tembakan terdengar semakin dekat. Bahkan ada beberapa tembakan yang hampir mengenai mereka. Haena bergerak cepat dan membawa Kyuhyun ke balik sebuah pohon dengan batang besar. Mereka berdiri berhadapan.

Haena menarik nafas perlahan dan melirik Kyuhyun yang sudah sangat kelelahan. Selain itu, kondisi tubuhnya pasti juga tidak begitu baik. Haena melirik ke arah barat, dimana ia bisa melihat ujung hutan. Jaraknya hanya sekitar dua ratus hingga tiga ratus meter lagi. Tapi dengan situasi seperti ini, mereka akan kesulitan untuk bergerak.

“Young Shil, laporkan posisimu!”

Haena mendengar suara team leader Beta yang bertugas melakukan penjemputan dari wireless yang terpasang di telinganya. “Jarak kami sekitar tiga ratus meter dari lokasi penjemputan. Ada kontak senjata,” ucapnya berbisik.

Kyuhyun memperhatikan gadis itu dengan lekat.

“Bagaimana dengan team Alpha?”

Haena memperhatikan situasi sekitar. “Kami kehilangan kontak. Shilla bersamaku saat ini.”

“Bertahan pada posisimu. Kami akan mengirimkan bantuan.”

“Negatif! Kita tidak bisa membahayakan posisi Shilla. Aku akan melakukan pengalihan. Bersiap untuk melakukan penjemputan. Berikan aku dua menit,” tutur Haena sembari menyiapkan senjatanya.

“Team Beta stand by!”

Kyuhyun mengernyit dengan ucapan Haena. “Apa maksudmu dengan pengalihan?”

Haena menatap Kyuhyun dan tersenyum tipis. Kemudian ia menunjuk arah barat. “Berlarilah ke arah itu. Jaraknya mungkin tiga ratus meter. Tapi anda harus berlari dengan cepat. Waktunya hanya dua menit. Aku akan melindungi anda. Terus berlari dan jangan pernah menoleh ke belakang.”

Mata Kyuhyun melebar. Haena menyuruhnya untuk pergi seorang diri. “Ta-tapi… bagaimana denganmu? Kenapa kita tidak berlari bersama?”

Haena menggeleng. “Situasinya sudah buruk. Kita sudah kalah jumlah. Misi ini adalah untuk menyelamatkan anda, Pangeran. Aku akan memberikan aba-aba. Bersiap?”

“Tu-tunggu dulu!”

“Kita tidak punya waktu, Pangeran! Jangan khawatir, aku akan berada di belakang anda. Pada aba-abaku. Mengerti?” seru Haena. Kemudian Haena bersiap untuk memberikan aba-aba.

Pada hitungan ketiga, Kyuhyun mulai berlari ke arah yang ditunjuk oleh Haena sedangkan gadis itu berlari di belakang Kyuhyun untuk melindunginya. Kyuhyun terus berlari walaupun ia begitu takut dengan suara tembakan yang begitu bertubi-tubi. Kyuhyun hanya berharap Haena masih berada di belakangnya. Dia tidak berani untuk menoleh.

Kyuhyun sampai di ujung hutan. Dia berada di ruang terbuka di mana ada sebuah helicopter besar yang sudah menunggu. Seorang pria dengan pakaian seperti tentara menghampirinya dan membawanya untuk memasuki helicopter.

Kyuhyun menoleh ke arah belakang dan berharap Haena muncul. “Tunggu! Haena!! Dia belum muncul. Kita harus menunggunya!”

“Maaf, Pangeran. Tapi kita harus pergi sekarang,” ucap tentara tersebut.

Kyuhyun memasuki helicopter dengan khawatir. Dia tidak melihat Haena. Hanya ada terdengar suara tembakan. Haena tidak muncul di belakangnya. Saat helicopter mulai bergerak naik, suara tembakan itu berhenti. Dan Kyuhyun masih berharap kalau Haena muncul agar mereka bisa menjemputnya.

Tapi Haena tidak pernah muncul lagi.

*****

Seungho membuka pintu Chamber of Crown dan menghampiri Donghae dan Jonghyun yang duduk di sofa. Saat ia melihat ekspresi Jonghyun, Seungho tahu bahwa pembicaraan dengan ayahnya tidak begitu baik. Donghae menatap Seungho dengan lekat.

“Ada apa?” tanya Donghae pelan.

Seungho menarik nafas perlahan. “Misi berhasil. Pangeran Kyuhyun dalam perjalanan menuju Cheongwadae.”

Ucapan Seungho menarik perhatian Jonghyun. Pemuda itu menatap Seungho dengan lekat. “Bagaimana dengan kondisi Kyuhyun?” tanyanya.

“Secara keseluruhan, Pangeran dalam kondisi baik. Tapi mungkin dia sedikit terguncang. Terjadi kontak senjata saat proses penyelamatan berlangsung. Pangeran Kyuhyun tidak mendapatkan luka apapun,” jelas Seungho.

Donghae menghela nafas lega. Begitu pula dengan Jonghyun yang terlihat jauh lebih tenang. Perubahan ekspresinya terlihat begitu jelas. “Berapa lama hingga dia sampai di Cheongwadae?” tanya Donghae lagi.

Seungho memeriksa jam di pergelangan tangannya. “Kemungkinan sepuluh sampai lima belas menit. Helicopter akan mendarat tepat di landasan utama Cheongwadae.”

Tanpa menunggu lebih lama Jonghyun langsung bergegas menuju landasan utama. Donghae juga mengikutinya. Hal itu membuat Seungho harus menyusul kedua pangeran tersebut. Tapi di luar Chamber of Crown, Jonghyun terlihat kebingungan. Dia tidak tahu di mana letak landasan utama itu.

“Di mana landasannya?” tanyanya pada Seungho dengan cepat.

Seungho mendesah pelan. Dia sebenarnya harus melarang Jonghyun dan Donghae keluar dari Chamber of Crown. Mereka mungkin berada di Cheongwadae yang aman, tapi saat Seungho mendengar kalau Tuan Kang adalah bagian dari Hyde, mereka tidak bisa percaya pada semua orang. Tapi saat ini dia kalah jumlah. Jonghyun dan Donghae tidak akan mendengarkan ucapannya.

Kemudian Seungho menunjukkan jalan menuju landasan utama.

*****

Kepala Pengawas Park menghela nafas lega. Misinya berhasil. Kyuhyun berhasil diselamatkan. Walaupun begitu ini misi juga mengalami kecacatan. Beberapa anggota team Alpha mengalami luka akibat kontak senjata dengan orang-orang Hyde. Kondisi mereka kalah jumlah. Tapi setidaknya mereka berhasil menangkap Tuan Kang. Dengan ini mereka bisa melakukan penyelidikan atas motif Hyde sebenarnya.

“Kepala Park…”

Kepala Pengawas Park mengangkat kepalanya dan menatap seorang staffnya. “Ada apa?”

Staff itu terlihat ragu untuk bicara. Kepala Pengawas Park mendesah berat. Mungkin ada kabar buruk lainnya dari misi tersebut. “Katakan saja,” ucapnya.

“Kita kehilangan satu orang. Al-One berhasil mengkonfirmasinya,” tutur sang staff.

Wajah Kepala Pengawas Park memucat. Inilah yang ia takutkan dari setiap misi. Akan ada korban yang tewas dalam menjalankan misi. Kepala Pengawas Park tidak pernah nyaman untuk menghubungi anggota keluarga dari Pengawal yang tewas. Tapi dia tidak bisa mengontrol situasi di lapangan. Anggota yang terluka ataupun tewas adalah bagian resiko dari misi.

“Siapa?” tanya Kepala Pengawas Park dengan suara pelan.

“Young Shil.”

*****

Kyuhyun melangkah keluar dari helicopter. Langkahnya terasa begitu berat. Tapi saat ia melihat Jonghyun yang berlari ke arahnya, tanpa sadar Kyuhyun tersenyum. Jonghyun pasti merasa sangat cemas padanya. Begitu pula dengan Donghae yang juga ikut berlari menghampirinya.

Jonghyun dan Donghae memeluk Kyuhyun dengan erat. Dan Kyuhyun seperti merasa dia berada di rumah.

Jeonghyuk yang memperhatikan mereka bertiga dari jauh hanya bisa tersenyum. Setidaknya situasi sekarang sudah lebih terkendali. Walaupun Cheongwadae tetap harus waspada dengan tindakan selanjutnya dari Hyde.

Presiden Lee yang berdiri di samping Jeonghyuk juga ikut tersenyum. “Mereka benar-benar keluarga.”

Jeonghyuk menoleh dan mengangguk. “Hubungan darah tidak akan bisa dibohongi, Pak Presiden.”

Ah, bicara mengenai hubungan darah, Jeonghyuk sudah meminta pada Presiden Lee untuk melakukan tes ulang pada contoh DNA Kyuhyun dan DNA Jonghyun.

“Pak Presiden, maaf sebelumnya. Tapi apa anda sudah mendapatkan hasil tes lanjutan mengenai kecocokan DNA Pengeran Kyuhyun dan Pangeran Jonghyun?” tanya Jeonghyuk.

Presiden Lee terdiam sejenak. Beliau menatap Jeonghyuk dengan lekat. Ekspresinya terlihat sangat serius. “Kita bicarakan ini di ruanganku, Kepala Staff Moon. Tapi untuk saat ini, kita harus membawa Pangeran Kyuhyun ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.”

Kemudian Presiden Lee beranjak pergi. Jeonghyuk kembali memandang kearah Kyuhyun, Jonghyun dan Donghae yang masih berpelukan. Jeonghyuk mungkin bisa bicara pada Kyuhyun nanti. Saat ini, dia sudah merasa lega melihat Kyuhyun kembali dalam keadaan selamat.

Jeonghyuk berbalik dan menatap salah satu staffnya. “Persiapkan untuk membawa Pangeran Kyuhyun ke rumah sakit. Pastikan kali ini jalannya cukup aman. Atau kita bisa memakai helicopter.”

“Baik, Pak.”

Kemudian Jeonghyuk meninggalkan area landasan utama. Masih ada hal yang harus dibicarakannya dengan Presiden Lee dan juga Kim Dongwan. Terlebih Kepala Pengawas Park mempunyai sesuatu yang harus dilaporkan berkaitan dengan misi penyelamatan Kyuhyun.

*****

NOTE: Udah berusaha memikirkan berbagai skenario untuk nyiksa kyuhyun, tapi sayang karena tampangnya yang kayak anak kucing, jadi gak tega.

Well, surprise! surprise! Gak ada yang nyangka kalau ada spy kan di Cheongwadae. Hahahahahaha… /tabok

Update pertama di bulan Mei 2016. Woah.. udah tiga tahun ajah ya. Semoga blog ini gak berakhir seperti dua blog sebelumnya yang terpaksa dihapus..

Music: Kyuhyun – Snow Flower cover

Advertisements

18 thoughts on “[MM] The Last King Part 15

  1. Ini beneran haena meninggal???enggak kan?
    Gimana kalo kyuhyun tau haena tewas saat nyelametin dia? syukurlah kyuhyun selamat tanpa terluka.tapi di chapter ini gak ada siwonnya ya.

  2. kapan ya terakhir kali baca ini #lupa hehehe, itu young sil beneran gugur? udah feeling sih akan terjadi apa – apa apalagi pas dia ngasi rompinya ke kyu, dan masalah tuan kang sebenernya gak terlalu kaget kayaknya di chap2 awal ada clue kalo dia spy

  3. Haenanya meninggal oenni? Udah kebaca pas dia ngasi rompinya ke kyuhyun trus dia lari dibelakang kyuhyun
    Yang raja sesungguhnya itu kyuhyun ya??
    Ditunggu kelanjutannya ya oenni,klo bisa cepetan hehehe

  4. udah bersiap dengan baca adegan “mari menyiksa KyuKyu” eehh,, authornya nggak tega juga!! kkkk 🙂
    Haena meninggal beneran?? haduuuhh….terus selanjutnya info ttg keadaan bang WonWon ye!! d tggu kelanjutannya ya!! 🙂

  5. Nunggu banget ff ni, nungguuuuuu banget. Akhirnya bisa baca…….
    Tapi syukurlah Kyu selamat. Bener-bener menegangkan.
    Hehe Kyu terluka #plak#
    FF ni selalu ditunggu……

  6. Haena nya meninggal?? Jinja?
    Aikh aku berharapnya kirain Kyuhyun yg terluka hehe
    Gregetan bngt, bacanya smpe pelan2 takut nemu tbc…
    Lanjutin ya please, jngn lama2 kalau bisa hehe

  7. haena beneran meninggal? padahal kirain kyu yg terluka karena nyelametin haena… kalo kyu tau haena meninggal karena nyelametin kyu gmn perasaan kyu… ah di tunggu next partnya…

  8. si haena beneran meninggal? padahal kirain kyu yg terluka karena nyelametin haena… kalo kyu tau haena meninggal karena nyelametin kyu gmn perasaan kyu… ah di tunggu next partnya… semoga si kyu dipart selanjutnya disiksa…

  9. Alpha team???!!! Pemimpinny Big boss dong!!! 😂😂❤❤
    Haena.. Ya ampun.. Jgn sampe meninggal dong dia..
    Trus perasaan kok kyu tlihat lemah ya d sini.
    Mesti d tempa latihan fisik yg keras ni..
    D tgg part slnjtny 😆😆😆

  10. haena beneran meninggal.
    kenapa haena.ini akan membuat kyuhyun lebih merasa bersalah kan…

    aku sich berharap kyu nya terluka atau tertembak mungkin….

    tapi ini cukup membuat aku bacanya jadi tegang juga kok…
    ditunggu lanjutannya ya

  11. yeeaayy kyuhyunnya selamat!! tp beneran haennanya meninggal?? aigoo klu kyuhyun tau gimana perasaannya tuuh.. abis ini jonghyun baikan dong sama kyu.. udah ga diem”an lg.. pdahal udah dagdigdug klu kyunya bakal disiksa..ternyta engga.. hahaha.. lanjut lg pleaseee…semangat yaaak!!^^

  12. sukses Ra!! dri kmarin crita nya bkin tegang mulu ><
    bayangin pas Haena mau nyelamatin Kyuhyun aku mikirnya pas di Dots eps prtama pas kapt. Yoo mau nyelamatin temen nya yg disandera klo ga salah xD
    Haena gwaenchana kan? smoga aja iya.
    apa kabar kondisi Siwon? smoga dia cepet pulih ya.
    pas Kyu keluar dri helikopter trs disambut Jonghyun sma Donghae kok jdi terharu ya huks
    aah Tuan Kang trnyata menghianati CheongWadae,jahatnyaaa..
    haha smoga aja ngga ya,smoga wp nya slalu awet smpai kapan pun 😁
    ditunggu apdetan slanjutnya Ra ^^

  13. Awalnya mau juga sih kyu di siksa tapi bener kata author, muka dia kaya anak kucing jd ga tega .-.
    Haena apa kabar? Feeling ku ngga mati deh, mungkin dia tertembak di kaki sampe susah buat laniut lari trs ketangkep musuh dan mungkin jd nya dia yg gantian di sekap ohoho ini terlalu liar berkomentar. Mian oenni ^^
    Overall.. Daebaaaaaak!! Next nya jangan lama2 oenni hehe

  14. Aigooo…ikut ngerasa tegang dengan misi penyelamat Silla.Terus..apa yg akan terjadi kalau Kyuhyun tau Haena meninggal??apa kah berita Haena itu benar!,?.Kenapa tuan Kang bisa berbelok arah seperti itu..?
    KyaaAa!!!bnyk bnget yg bikin penasaran.

    Fighting eonni..gumawo.

  15. ceritanya keren bikin tegang, meski berharap kyuhyun sedikit terluka, hehehehe
    ini seriusan haena meninggal?? kyuhyun pasti merasa bersalah..:(
    gak nyangka Tuan Kang…ckckck, gimana perasaan jaeshin ya?
    ditunggu lanjutannya, semangaaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s