[SF] Scarface Part 43

prosecutor office

43

Kyuhyun menyesap kopi latte pesanannya dengan perlahan. Kemudian ia menaruh kembali cangkir tersebut ke atas meja. Kyuhyun menarik nafas perlahan sebelum ia mengangkat kepalanya. Tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata dari seorang gadis –seorang putri dari salah satu teman ibunya. Semalam, ibunya memberikan sebuah foto beserta sebuah kertas yang berisi nama serta nomor telepon seorang gadis.

Ibunya mengatakan bahwa beliau sudah mengatur pertemuan dengan gadis tersebut. Dan Kyuhyun harus datang bertemu dengan gadis tersebut. Sebenarnya Kyuhyun tidak tahu bagaimana dia harus bereaksi. Namun, setelah apa yang terjadi di akhir minggu, Kyuhyun tidak ingin semakin mengecewakan orangtuanya. Jika hanya untuk bertemu saja, Kyuhyun akan menuruti kemauan sang ibu. Walaupun Ahra mengatakan kalau Kyuhyun mempunyai pilihan untuk menolak.

Gadis dihadapan Kyuhyun saat ini bernama Hyun Seol. Seorang gadis cantik berusia duapuluh sembilan tahun yang bekerja sebagai kurator seni. Hyun Seol lebih banyak bekerja untuk pameran-pameran di luar negeri. Latar belakang keluarganya dan pendidikannya cukup bagus. Hanya itu yang Kyuhyun tahu dari ibunya.

“Aku dengar, kau bekerja di firma hukum milik Kang Jaeha?” ucap Hyun Seol.

Sejak bertemu, Kyuhyun dan Hyun Seol hanya bertanya mengenai hal-hal umum. Jujur saja, Kyuhyun yang lebih banyak menjawab dibandingkan dia harus melontarkan pertanyaan.

Kyuhyun mengangguk kecil. “Begitulah,” jawabnya singkat. Toh, Kyuhyun tidak bisa membicarakan mengenai pekerjaannya dengan orang lain. Itu melanggar kode etiknya sebagai pengacara. Walaupun statusnya saat ini adalah non-aktif.

“Kenapa kau bekerja di sana? Apa itu karena kantor firma hukum milik ayah Kang Haesa?”

Kyuhyun terdiam. Itu pertanyaan yang sama sekali tidak terduga.

“Ah, maafkan aku. Ibumu mengatakan kalau kau pernah menjalin hubungan dengan putri Kang Jaeha, Kang Haesa. Tapi beliau bilang, hubungan kalian sudah berakhir,” tutur Hyun Seol.

Kyuhyun mendesah pelan. Oh, dia sama sekali tidak menyangka kalau ibunya akan menceritakan masalah pribadinya dengan orang lain. Terlebih orang asing seperti Hyun Seol. “Kami tidak pernah mempunyai hubungan. Itu hanya cinta sepihak. Ibuku terlalu berlebihan.”

“Oh. Ma-maafkan aku jika bicaraku tidak sopan, Kyuhyun-sshi.”

Kyuhyun menggeleng kecil. Dia masih berusaha untuk tetap bersikap sopan pada Hyun Seol. “Bukan salahmu. Kurasa tidak seharusnya ibuku menceritakan mengenai masalah pribadiku pada orang lain. Kau pasti merasa tidak nyaman saat mendengarnya.”

Hyun Seol tersenyum tipis. “Itu bukan masalah besar. Tapi terima kasih atas perhatianmu. Kau benar-benar sangat sopan. Rasanya aku tidak pernah bertemu dengan pria seperti dirimu sebelumnya. Aku menyukainya.”

“Eh? A-apa maksudmu, Hyun Seol-sshi?” tanya Kyuhyun dengan bingung.

Oh, ini akan menjadi masalah besar.

Hyun Seol tersenyum lebih lebar. “Aku bilang aku menyukaimu, Kyuhyun-sshi. Walaupun ini adalah pertemuan pertama kita dan rasanya terlalu cepat untuk mengatakannya. Tapi kesan pertama yang kau berikan benar-benar membuatku terkesan. Aku harap kita bisa bertemu di lain waktu.”

Kyuhyun terdiam. Dia benar-benar tidak menyangka kalau pembicaraan canggung mereka selama duapuluh menit akan berakhir seperti ini. Kyuhyun hanya berusaha bersikap sopan dengan Hyun Seol. Tapi entah bagaimana gadis itu malah bisa tertarik padanya.

Oh, Kyuhyun seharusnya menuruti ucapan Ahra untuk menolak datang ke pertemuan ini.

Kyuhyun kembali meminum kopi lattenya lagi. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana harus menyikapi ucapan Hyun Seol. Kyuhyun tidak bisa meneruskan pertemuan tersebut. Saat ini, Kyuhyun tengah membohongi seorang gadis baik. Tapi Kyuhyun juga tidak bisa memikirkan cara untuk menolak gadis itu tanpa harus menyakitinya.

Cho Kyuhyun, kau terlalu baik!

Kyuhyun menghela nafas pendek sembari menaruh cangkir kopinya. Lalu ia memeriksa jam di pergelangan tangannya. Ini sudah hampir waktunya dia pergi ke kantor kejaksaan untuk bertemu dengan Jaksa Gong. Kyuhyun menatap Hyun Seol lagi.

“Maaf, Hyun Seol-sshi. Tapi aku harus pergi sekarang. Aku sudah mempunyai janji dengan orang lain,” ucap Kyuhyun cepat. Dia ingin cepat-cepat pergi dari coffee shop tersebut. Dan mungkin dia juga harus mencari cara untuk menolak gadis dihadapannya.

“Ah, tidak apa-apa. Aku tahu kau adalah pengacara yang sibuk,” tutur Hyun Seol yang kemudian meraih tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil. Hyun Seol menaruh kotak itu ke atas meja dan mendorongnya ke arah Kyuhyun.

Kyuhyun menatap kotak itu dengan bingung.

“Hadiah untukmu. Hari ini adalah ulang tahunmu, bukan? Selamat ulang tahun, Kyuhyun-sshi,” ucap Hyun Seol.

Kyuhyun diam untuk sejenak. Hari ini adalah pertama-kali mereka bertemu, tapi Hyun Seol sudah memberikan hadiah untuknya. Bukankah itu sedikit berlebihan?

Kyuhyun kembali menatap Hyun Seol dengan lekat. “Hyun Seol-sshi, kau tidak perlu…”

“Itu hanya cufflinks. Sebenarnya itu untuk kakakku. Ibuku yang membelikannya. Tapi dia tidak menyukai designnya. Ibumu mengatakan kalau hari ini adalah hari ulang tahunmu, jadi kuberikan padamu,” jelas Hyun Seol.

“Tapi tetap saja. Aku tidak…”

“Tolong diterima. Anggap saja hadiah dari seorang teman. Kumohon.”

Kyuhyun merasa serba salah.
Jika menerimanya, Kyuhyun hanya akan semakin merasa bersalah. Bukan hanya pada Hyun Seol, tapi juga pada Siwon. Tapi jika tidak menerimanya, Kyuhyun akan dianggap tidak sopan. Oh, ini membuatnya berada di posisi yang sangat sulit. Masalahnya pasti akan semakin besar.

Kyuhyun menghela nafas pendek dan meraih kotak tersebut. “Terima kasih,” ucapnya.

Hyun Seol mengangguk. “Oh. Aku juga berterima-kasih karena kau mau menerimanya.”

Kyuhyun tersenyum sopan lalu berdiri. “Maaf, aku harus pergi duluan. Senang bertemu denganmu, Hyun Seol-sshi.”

“Aku juga senang bertemu denganmu, Kyuhyun-sshi.”

*****

“Joon-ah, kau lihat apa?” tanya Baekhyun.

Joonmyeon tersentak dan kembali menatap Baekhyun yang duduk dihadapannya. Joonmyeon menggeleng kecil, tapi dia masih melirik ke arah seorang pria yang berjalan menuju pintu keluar coffee shop tersebut. Hal itu membuat Baekhyun dan Kyungsoo juga melihat ke arah pria tersebut.

Kyungsoo kembali menatap Joonmyeon yang duduk di sampingnya. “Apa kau mengenalnya?”

“Tidak. Aku hanya pernah merasa melihatnya saja,” tutur Joonmyeon sembari mengaduk jusnya.

Kyungsoo hanya mengangkat bahu. Tapi Baekhyun masih berusaha melihat siapa pria yang diperhatikan oleh Joonmyeon sejak mereka memasuki coffee shop tersebut lima menit lalu. Baekhyun menarik nafas.

“Oh, sepertinya aku juga pernah melihatnya,” tukasnya.

Joonmyeon sontak melirik Baekhyun. Kyungsoo mengernyit dengan ucapan Baekhyun. “Di mana kau bertemu dengannya? Memang dia siapa?” tanyanya.

Baekhyun menatap Kyungsoo dan Joonmyeon dengan serius. “Di sebuah tayangan berita. Dia seorang pengacara terkenal. Tapi aku tidak bisa mengingat namanya.”

Kyungsoo mendesis. “Yak! Apa kau tahu ada berapa banyak pengacara terkenal yang muncul di berita? Bagaimana bisa kau mengenalinya hanya dengan sekali lihat.”

Baekhyun mengeluarkan ponselnya dan mulai sibuk sendiri. Kyungsoo mendecak jengkel dengan sikap temannya tersebut. Lalu ia berfokus pada Joonmyeon. Oh, rasanya mereka sudah lama sekali tidak bertemu.

Saat Kyungsoo dan Baekhyun datang ke rumah Joonmyeon, Sara langsung mengusir mereka bertiga untuk pergi keluar. Sara beralasan kalau Joonmyeon sudah merasa sangat bosan di rumah. Tapi ia mengingatkan Kyungsoo dan Baekhyun untuk tidak membawa Joonmyeon pergi terlalu lama. Siang ini, pamannya akan datang untuk pemeriksaan rutin. Jadi, sebelum jam makan siang, Joonmyeon harus pulang.

Tapi karena mereka tidak tahu harus pergi kemana, akhirnya mereka memilih coffee shop yang berada tidak jauh dari area rumah Joonmyeon. Lagipula mereka juga tidak tega membawa Joonmyeon terlalu lama di jalan dengan udara dingin. Walaupun kondisi Joonmyeon semakin lebih baik, dia masih harus banyak istirahat.

“Kau terlihat jauh lebih sehat,” tutur Kyungsoo.

Joonmyeon tersenyum. “Sepertinya rumah memang jauh lebih baik dibandingkan rumah sakit. Walaupun aku harus lebih banyak bersabar mendengarkan ocehan Mom.”

“Ibumu itu sangat menyayangimu. Kau seharusnya merasa bersyukur. Hahh… Aku tidak menyangka kalau hubungan kalian jauh lebih baik dibandingkan perkiraanku,” tukas Kyungsoo.

Joonmyeon mengernyit. “Kenapa?”

Kyungsoo menyeruput minumannya. “Kalian bertemu hanya hitungan hari, tapi dalam waktu singkat dia menjadi ibumu. Kurang dari satu bulan, kau mendapatkan ibu baru dan saudara. Terlebih keduanya benar-benar menyukaimu.”

Wajah Joonmyeon menghangat ketika Kyungsoo menekankan kata ‘menyukai’. Oh, dia tahu persis apa maksud dengan ucapan Kyungsoo. Joonmyeon mengangkat gelas jusnya dan meminumnya perlahan. Kyungsoo sedikit tersenyum melihat sikap sahabatnya.

“Kau tahu, hidupmu benar-benar sangat diberkahi. Di mana kau bisa menemukan seorang ibu tiri yang akan menyayangi anak tirinya yang baru ditemuinya dalam hitungan minggu? Selain itu, saudara tirimu juga sangat memperhatikanmu. Dia bahkan rela melakukan apa saja untukmu,” ucap Kyungsoo dengan suara pelan agar Baekhyun tidak terlalu curiga.

Walaupun sepertinya Baekhyun terlalu sibuk dengan ponselnya untuk memperhatikan pembicaraan mereka. Joonmyeon hanya menunduk sembari menaruh gelas jusnya ke atas meja.

“Soo-ya, jangan bicara seperti itu,” gumam Joonmyeon.

Kyungsoo terdiam. Lalu ia menepuk bahu Joonmyeon. “Sorry…”

Kemudian Baekhyun berseru keras hingga membuat Joonmyeon dan Kyungsoo menatapnya dengan bingung. Baekhyun lalu menunjukkan ponselnya pada kedua sahabatnya. Ia tersenyum lebar. “Aku menemukannya. Cho Kyuhyun. Ini pria tadi, bukan?”

Joonmyeon memperhatikan foto yang ditunjukkan oleh Baekhyun. Cho Kyuhyun ini memang sama dengan pria yang baru saja meninggalkan coffee shop tersebut. Ia mengernyitkan keningnya. Rasanya Joonmyeon pernah mendengar nama itu di suatu tempat.

Kyungsoo mengambil ponsel Baekhyun untuk bisa melihat foto tersebut dengan lebih jelas. “Cho Kyuhyun, pengacara kantor firma hukum Kang. Oh? Bukankah dia yang memenangkan kasus sengketa Choi Group itu?! Joon-ah, kau tahu Choi Group bukan? Kau pernah bercerita padaku mengenai perusahaan itu.”

Baekhyun mengerutkan keningnya. “Joonmyeon bercerita mengenai Choi Group padamu? Yak!! Kenapa aku tidak tahu?!!”

Choi Group? Cho Kyuhyun? Choi.. Siwon? OH… Acara pertunangan waktu itu!!

Joonmyeon mulai mengingat. Cho Kyuhyun, dia pernah melihat pria itu sekali waktu ayahnya membawanya ke acara pertunangan rekan kerjanya. Di acara tersebut pula, Joonmyeon melihat Choi Siwon mencium seorang pria lainnya. Dan pria lainnya itu adalah Cho Kyuhyun. Joonmyeon hampir yakin karena posisinya berdiri saat kejadian itu sangat jelas untuk melihat wajah keduanya.

Shit, aku bahkan hampir melupakan kejadian ciuman itu dan kini aku tidak bisa melupakannya lagi.

“Tapi Joon-ah, kenapa kau memperhatikan Cho Kyuhyun? Kau tahu, sejak kita datang, matamu hampir tidak pernah lepas dari pria itu. Sangat beruntung karena jarak meja kita cukup jauh dengan mejanya. Jika tidak, kau pasti akan ditegur karena terlalu serius memperhatikannya. Itu membuat orang lain tidak nyaman,” tukas Baekhyun.

Joonmyeon tersadar. “Ah, bukan apa-apa. Aku hanya pernah merasa melihatnya. Aku berusaha mengingatnya saja.”

*****

Yifan menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Dia baru saja sampai setelah pergi liburan ke Jeonju bersama Luhan. Jujur saja, dia tidak akan pernah pergi liburan dengan Luhan lagi. Sahabatnya itu benar-benar lupa waktu. Dalam sehari mereka bisa berkeliling kota hampir sepuluh jam. Mencari tempat-tempat wisata lokal dan pergi mencari restaurant-restaurant yang terkenal di Jeonju. Selain menguras tenaganya, pergi liburan bersama Luhan juga menghabiskan uangnya. Yifan bahkan harus menghubungi Sara untuk mengiriminya uang.

Walaupun begitu, selama liburan bersama Luhan, mereka juga bersenang-senang. Yifan bahkan sempat mengambil beberapa foto yang akan dijadikannya sebagai inspirasi lukisan-lukisan terbarunya. Selain itu, Yifan juga hampir tidak pernah memikirkan Joonmyeon. Kecuali ketika malam menjelang. Sebelum tidur, Yifan selalu memandangi ponselnya selama sepuluh. Berusaha memutuskan apakah dia harus menghubungi atau mengirim pesan pada Joonmyeon.

Pada akhirnya, Yifan menyimpan ponselnya di bawah bantal lalu pergi tidur.

Jauh dari Joonmyeon, benar-benar membantu Yifan melupakan saudara tirinya tersebut.

Yifan melepaskan sepatunya lalu memasukkan kedua kakinya ke dalam selimut. Dia akan tidur selama beberapa jam, sebelum mandi dan mengeluarkan baju-baju kotornya lalu mencucinya. Dia belum sempat sarapan di kereta dalam perjalanan pulang. Luhan hanya sempat membeli roti dan kopi. Tapi itu sudah cukup bagi Yifan saat ini.

Yifan hanya ingin tidur sejenak. Dia sangat lelah sekali.

Namun, sepertinya ponselnya mengatakan hal lain. Mata Yifan terbuka ketika ia mendengar suara dering ponselnya. Dengan sedikit mengerang, Yifan bangun dari tempat tidur dan meraih tas ranselnya di lantai dekat tempat tidur. Dia merogoh sebuah saku kecil di bagian depan tasnya di mana dia menyimpan ponselnya.

Yifan mendesah pelan saat ia melihat nama peneleponnya. “Ya, Mom?” ucapnya sembari kembali menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur.

“Masih di perjalanan pulang?”

“Sudah di dorm Mom,” ucap Yifan dengan mata setengah terpejam.

“Suaramu terdengar lelah sekali.”

Yifan menghembuskan nafas. “Aku memang lelah, Mom. Aku ingin tidur sebentar. Ada apa Mom menghubungiku?”

“Oh, maaf. Mom hanya ingin memastikan apakah kau sudah pulang atau belum. Sebenarnya Mom ingin kau pulang ke rumah selama beberapa hari. Tapi karena kau lelah sekali, maka istirahat saja. Nanti siang Mom akan datang ke dorm untuk mengantarkan beberapa makanan.”

Yifan hanya menggumam pelan. Matanya kini benar-benar terpejam. Kondisi Yifan sudah setengah sadar. Mungkin jika Sara bicara lebih lama, Yifan akan langsung tertidur. “Ada lagi, Mom? Aku ingin tidur sekarang.”

“Tidak ada lagi. Tidurlah, sayang.”

Yifan lalu melemparkan ponselnya lalu meraih bantal dan memeluknya dengan erat.

*****

Changmin mendesah pelan. Dia menunggu Siwon untuk menanda-tangani dokumen yang harus selesai siang ini sebelum meeting besok. Tapi saat dia masuk ke ruangan sepupunya, Siwon sedang bicara di telepon. Well, Changmin tahu persis dengan siapa Siwon bicara. Terlebih dengan nada bicara Siwon yang terdengar begitu berbeda dibandingkan ketika ia menghubunginya.

Changmin melipat kedua tangannya di depan dada. Dia sudah mulai jengkel. Pasalnya sudah lima menit dia menunggu tapi Siwon belum selesai juga.

“Direktur Choi…”

Siwon mengangkat tangannya agar Changmin diam. “Aku tahu. Hati-hati menyetirnya, eoh.”

Changmin menghela nafas lega. Akhirnya pembicaraan itu selesai. Siwon tersenyum tipis sembari menaruh ponselnya di atas meja. Tapi senyuman itu menghilang ketika Siwon mengangkat kepalanya dan menatap Changmin.

“Ada apa?” tanya Siwon dengan nada serius.

Changmin mendengus. “Dokumen Juan Alexander,” ucapnya sembari menadahkan satu tangannya.

Siwon kemudian mengambil enam dokumen dari tumpukan dokumen yang telah ia selesaikan. Lalu menaruhnya di atas tangan Changmin. Tapi karena terlalu banyak, Changmin harus menggunakan kedua tangannya. Keningnya berkerut melihat enam dokumen di tangannya.

“Dua dokumen Global Shin, satu dokumen untuk UK Corporate dan dua dokumen lainnya perbaikan dari laporan meeting terakhir,” ucap Siwon.

Changmin memutar matanya. Siwon kembali melakukannya lagi. Entah apa alasannya kali ini. Dokumen Global Shin seharusnya menunggu laporan dari divisi perencanaan minggu depan, tapi Siwon sudah menyelesaikannya.Changmin menarik nafas perlahan. “Siwon, dokumen Global Shin itu…”

“Aku tahu. Aku sudah bicara dengan divisi perencanaan. Mereka mengatakan tidak ada yang perlu diubah lagi. Mungkin masih harus menunggu dari bagian keuangan dan pihak Global Shin untuk verifikasi. Kau hanya tinggal menyelesaikan bagian akhirnya,” tutur Siwon.

“Hari ini kau ingin pergi kemana lagi, eoh?” tanya Changmin.

Siwon menyeringai. “Merayakan ulang tahun Kyuhyun. Mungkin makan siang, itu pun jika dia selesai di kantor kejaksaan lebih cepat. Atau kami akan makan malam bersama. Kenapa? Kau mau ikut makan dengan kami?”

Changmin mendesis. Well, seharusnya dia tidak terkejut lagi melihat sikap Siwon hari ini. Sepupunya terlihat begitu bersemangat dan terus saja tersenyum. Heck, bahkan para pegawai sudah membicarakan sikap aneh Siwon. Pasalnya, hari ini Siwon menyapa semua orang yang ditemuinya. Itu adalah keanehan. Karena Siwon tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya.

“Tidak, terima kasih. Aku tidak ingin melihat kehidupan romantismemu, Choi Siwon. Lalu bagaimana dengan masalah Legiun? Kudengar saat kau melakukan pemeriksaan, ada beberapa masalah.”

Siwon menepuk kedua tangannya dan tersenyum. “Itu adalah bagianmu, sepupu. Hyunshik akan mengirimkan laporannya padamu nanti. Kudengar salah satu masalahnya adalah masa kontrak toko nomor empatpuluhdua. Kuharap kau bisa menyelesaikannya dengan baik.”

Changmin mendengus. Siwon kembali mengejeknya. Oh, mungkin tidak seharusnya Changmin mengatakan mengenai Yang Jihyun pada sepupunya. Kini dia benar-benar menyesalinya. Mungkin dalam waktu dekat, ia juga akan menyesali keputusannya menceritakan masalah yang sama pada Yunho.

“Kau menyebalkan, Choi Siwon!” tukasnya.

Siwon menyeringai. “Terima kasih kembali, Shim Changmin.”

*****

“Siapa gadis ini?” tanya Ki Joon sembari mengusap lembut layar tablet pc di tangannya untuk mengganti beberapa foto. Saat ini Ki Joon sedang melihat foto-foto yang baru saja dikirim. Foto Cho Kyuhyun dengan seorang gadis di sebuah coffee shop.

Seorang pegawainya menjawab, “Hyun Seol. Putri dari Hyun Do Jun, seorang senator di parlemen.”

“Oh, benarkah? Tidak kusangka dia mempunyai koneksi sehebat itu. Kurasa kita tidak ingin bermasalah dengan senator, bukan? Kau bisa mengirimkan foto ini,” ujar Ki Joon sembari menaruh tablet pc itu ke atas meja.

Pria itu mengangguk kecil. “Baik, Tuan.”

Ki Joon menarik nafas perlahan. “Lalu apa sudah ada kabar dari Choi Group? Mengenai pertemuan lanjutan?”

“Kami sudah mendapatkan waktu pertemuannya. Hari Jumat, minggu ini. Siapa yang akan anda kirim, Tuan?”

Ki Joon bergumam pelan. Dia seakan terlihat berpikir sejenak. Kemudian Ki Joon tersenyum. “Kurasa siapapun tidak akan masalah. Oh, jangan lupa aku ingin tahu situasi selanjutnya.”

“Baik Tuan.”

“Ah, siapkan mobil. Kita harus ke kantor kejaksaan, bukan?”

*****

“Jangan khawatir, Hyojin. Siwon akan datang pada pertemuan berikutnya. Saat ini dia hanya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Ajhuma dengar, perusahaan sedang mendapatkan tawaran kerja-sama dari perusahaan besar. Kalau tidak salah perusahaan itu adalah UK Corporate,” ucap Yoojin dengan senyuman di wajahnya.

Hyojin yang duduk dihadapan Yoojin menghela nafas pendek. “Aku bisa mengerti dengan kesibukan Siwon, Ajhuma. Tapi yang aku pertanyakan adalah apakah Siwon memang berniat menjalani perjodohan ini? Aku sudah banyak mendengar ratusan perjodohannya gagal karena Siwon tidak menunjukkan ketertarikan. Ajhuma, apa Siwon normal?”

Yoojin sedikit terkejut dengan pertanyaan Hyojin. “A-apa maksudmu, Hyojin? Tentu saja, Siwon normal. Dia mungkin hanya belum menemukan wanita yang cocok untuknya. Kau tahu, Siwon sedikit kuno. Dia percaya dengan cinta pada pandangan pertama. Siwon tidak akan sembarangan memilih wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya. Dia adalah Choi Siwon, Hyojin. Ajhuma mengenal persis Siwon.”

“Benarkah? Kalau begitu, aku dan Siwon sepertinya mempunyai pandangan yang berbeda mengenai cinta. Di jaman seperti ini, mana ada cinta pada pandangan pertama. Terutama bagi kalangan atas seperti keluarga kita. Cinta pandangan pertama, atau pun cinta sejati itu hanyalah sebuah fantasi semata. Tapi jika Ajhuma berkata demikian, aku akan menunggu. Tapi aku sedikit tidak yakin kalau Ajhuma mengenal Siwon. Jika Ajhuma mengenal Siwon, bukankah ajhuma tidak akan mengalami kesulitan seperti ini untuk mencarikan calon istri bagi Siwon?” tutur Hyojin.

Yoojin kembali terdiam karena ucapan Hyojin. Walaupun Yoojin sedikit mengakui ucapan terakhir Hyojin. Jika dia benar-benar mengenal Siwon, mungkin sudah bertahun-tahun lalu Siwon sudah menemukan istrinya dibandingkan dia harus menjalin hubungan dengan pria menjijikkan itu. Yoojin meraih teh hangatnya dan menghirupnya perlahan.

Hyojin menarik nafas perlahan. “Tapi aku mendengar hal lainnya mengenai keluarga Choi.”

Sontak Yoojin menatap gadis dihadapannya. “Kudengar Presdir Choi Daehan memberikan ijin agar Shim Changmin menikah mendahului Siwon. Apakah itu benar? Bukankah Choi Daehan terkenal cukup ketat mengenai pernikahan. Itu terjadi ketika anak-anaknya menikah, bukan? Tapi kenapa kali ini berbeda?”

Yoojin sedikit menghela nafas lega. Dia pikir rumor mengenai hubungan Siwon dengan pria itu mulai tersebar. Karena foto-foto yang ia terima kemarin. Yoojin tidak tahu siapa yang mengirimkannya, tapi melihat foto-foto itu datang dari pihak lain, maka Yoojin tahu ada seseorang atau pihak lain yang mengetahui mengenai hubungan Siwon dengan pengacara itu dan berusaha memanfaatkanya.

“O-oh.. mengenai hal itu? Siwon sudah terlalu lama menunda pernikahannya. Jadi, Kakeknya memutuskan agar Changmin juga mulai mencari calon istrinya. Jika situasinya memungkinkan, mereka bisa saja menikah dalam waktu yang berdekatan,” jelas Yoojin sembari menaruh cangkir tehnya.

Kemudian ponselnya bergetar. Yoojin tersenyum tipis pada Hyojin lalu meraih ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan. Namun, tangan Yoojin bergetar ketika ia melihat isi pesan tersebut adalah sebuah foto. Foto Cho Kyuhyun dengan seorang gadis.

Hyojin sedikit mengernyit ketika ia melihat perubahan ekspresi di wajah Yoojin. “Ajhuma, kau tidak apa-apa? Ajhuma terlihat pucat.”

Yoojin menggeleng cepat. “Tidak, Ajhuma tidak sakit. Hyojin-ah, Ajhuma harus pergi sekarang. Ajhuma akan mengatur pertemuanmu dengan Siwon berikutnya. Ajhuma akan memastikan kali ini Siwon akan datang menemuimu.”

Hyojin hanya mengangguk kecil. Kemudian Yoojin bergegas meraih tas tangan serta mantelnya lalu meninggalkan café tersebut.

Kali ini adalah kesempatannya untuk menghancurkan hubungan Siwon.

*****

Kyuhyun mengernyit saat dia membaca laporan hasil penyelidikan mengenai kematian tiga orang yang buron ketika peristiwa pemukulannya sebelumnya. Rasanya sangat aneh ketiga orang itu ditemukan dalam kondisi tewas di tempat dan waktu yang berbeda. Selain itu, kematiannya akibat serangan jantung. Tidak ada tanda kekerasan ataupun mereka diracun.

“Jadi, polisi langsung menutup kasus itu?” tanya Kyuhyun pada Jaksa Gong.

Jaksa Gong menghela nafas. “Kecuali orang-orang yang berhasil ditangkap, sepertinya polisi tidak akan melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kematian tiga orang tersebut. Hasil otopsi menunjukkan tidak ada hal yang aneh pada kematian mereka. Polisi hanya akan berfokus pada kasus penculikan dan pemukulan saja. Kurasa kau tidak perlu memberikan kesaksian lebih lanjut, karena buktinya sudah kuat. Mereka akan dihukum dengan sepadan.”

Kyuhyun mengangguk kecil. Dia mengembalikan laporan penyelidikan itu pada Jaksa Gong. “Lalu bagaimana dengan Seon Hwan? Anda bilang aku harus memberikan kesaksian lagi.”

“Hanya pada saat persidangan. Kau hanya perlu mengatakan apa yang kau ketahui mengenai kasus tersebut. Katakan saja sesuai dengan kesaksianmu sebelumnya. Walaupun posisimu agak sulit karena kau pernah ditunjuk sebagai pengacara perusahaan itu. Selain itu, flash-drive yang temanmu kirimkan pada kami, itu sangat berguna dalam penyelesaian kasus ini. Kurasa semuanya akan selesai dengan cepat,” tutur Jaksa Gong.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Aku harap demikian. Negara sudah merugi cukup banyak karena kasus tersebut. Terlebih ini juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, bukan?”

“Kau benar, Pengacara Cho.”

“Lalu… Keterkaitan Kang Haesa dengan Seon Hwan, apa dia juga harus memberikan kesaksian? Karena flash-drive itu, aku mendapatkannya dari Kang Haesa. Dia juga telah membahayakan dirinya karena kasus ini,” ucap Kyuhyun.

Jaksa Gong menarik nafas. “Mengenai Nona Kang Haesa, kami tidak melihat keterkaitan langsung dirinya dalam kasus Seon Hwan. Mungkin berbeda dengan penyelesaian kasus ini di Jepang. Aku dengar, kasus Seon Hwan juga berkaitan dengan Matsumoto Group. Nona Kang Haesa mungkin akan mendapatkan panggilan atas kasus tersebut dari pihak kejaksaan Tokyo.”

“Begitu rupanya,” gumam Kyuhyun.

Jaksa Gong tersenyum tipis. “Apakah kau mengkhawatirkannya? Aku dengar, kalian adalah teman sekampus. Kau bahkan bekerja di kantor firma hukum milik ayahnya. Apa kalian…”

“Ah, tidak. Kami hanya berteman. Dia hanya teman baikku saja,” ucap Kyuhyun cepat.

Jaksa Gong hanya mengangguk mengerti. Dia tidak akan bertanya lebih lanjut atas pertanyaan pribadi Kyuhyun. “Aku akan mengabari kapan kau harus datang untuk memberikan kesaksian saat sidang. Mungkin sampai saat itu tiba, kau juga masih harus berhati-hati. Kita tidak akan pernah tahu dengan kejadian berikutnya, bukan?”

Kyuhyun kembali mengangguk. “Aku akan berhati-hati. Terima kasih Jaksa Gong. Aku akan menunggu kabar selanjutnya darimu.”

Kemudian Kyuhyun berjalan keluar dari ruangan tersebut. Ia menghela nafas perlahan lalu berjalan menuju lift. Walaupun Kyuhyun sedikit merasa lega karena dirinya tidak perlu mengkhawatirkan keselamatannya karena tiga orang yang buron itu sudah meninggal, tapi Kyuhyun tetap merasa ada yang aneh dengan kasus kematian mereka.

Rasanya tidak mungkin mereka meninggal hanya berselang beberapa hari dari kejadian minggu lalu. Semua kematian ketiga orang itu sangat tiba-tiba. Walaupun polisi dan hasil otopsi mengatakan tidak ada hal-hal yang menunjukkan keanehan, tapi Kyuhyun mempercayai firasatnya sendiri sebagai seorang pengacara.

Tapi kini, Kyuhyun tidak perlu memikirkan kasus tersebut. Saat ini, dia hanya perlu berfokus pada penyelesaian kasus Seon Hwan. Kyuhyun hanya ingin semuanya cepat berakhir dan dia bisa kembali bekerja. Rasanya dia seperti seorang pengangguran yang tidak tahu harus melakukan hal apa.

Pintu lift terbuka. Kyuhyun melihat ada tiga orang yang hendak keluar dari lift tersebut, jadi dia menunggu sampai ketiga orang itu keluar. Kyuhyun sekilas memperhatikan salah seorang dari mereka –yang memakai kacamata. Dia seperti melihat wajah orang itu di suatu tempat. Well, atau mungkin itu hanya pemikiran Kyuhyun semata. Setelah lift kosong, Kyuhyun berjalan masuk dan menekan tombol.

Pintu lift tertutup.

*****

Langkah kaki Ki Joon terhenti. Kemudian dia sedikit berbalik untuk menatap lift yang sudah tertutup. Wajahnya tersungging sebuah senyuman sinis. “Dia adalah Cho Kyuhyun, bukan?”

“Benar, Tuan.”

“Jika melihat wajahnya secara langsung, aku mungkin bisa memahami kenapa Choi Siwon sampai menyukainya. Dia ke sini untuk menemui Jaksa Gong, benar?” ucap Ki Joon lagi.

Seorang pria yang berdiri di sebelah kanannya mengangguk. “Mereka membicarakan mengenai persidangan kasus Seon Hwan. Dan mungkin membicarakan masalah kejadian penculikan serta pemukulan sebelumnya.”

“Begitu rupanya. Tapi aku tidak akan perlu khawatir atas kasus-kasus itu, bukan?” ujar Ki Joon.

“Jangan khawatir, Tuan. Semuanya sudah dipersiapkan. Kasus itu akan selesai sesuai dengan keinginan anda.”

Ki Joon menatap kedua pegawainya dan tersenyum. “Itu bagus. Aku tidak membayar kalian cukup mahal untuk melakukan kesalahan. Sekarang kita temui Jaksa Min.”

*****

Joonmyeon melepaskan jaketnya dan menggantungnya di rak pakaian. Walaupun dia masih ingin bersama dengan Kyungsoo dan Baekhyun, tapi Joonmyeon harus pulang sebelum pamannya datang. Atau Sara akan kena masalah karena membiarkan Joonmyeon keluar rumah di udara dingin seperti ini.

Sara memasuki kamar Joonmyeon dengan membawa mug berisi teh hangat. Ia tersenyum dan mendekati Joonmyeon yang sudah naik ke tempat tidur dan memasukkan kedua kakinya di dalam selimut. Sara menyodorkan mug tersebut.

“Agar tubuhmu lebih hangat,” ucap Sara.

Joonmyeon duduk bersandar lalu meraih mug tersebut. “Terima kasih, Mom.” Lalu ia menyeruput teh hangat itu dengan hati-hati. Sara duduk di tepi tempat tidur dan memperhatikan Joonmyeon dengan lekat. “Kenapa Mom?”

“Tidak. Apa kau senang bertemu dengan Kyungsoo dan Baekhyun?” tanya Sara.

Joonmyeon mengangguk. “Rasanya sudah lama sekali. Walaupun aku merindukan mereka, tapi sikap menyebalkan Baekhyun tidak pernah berubah. Dia kembali bertanya kapan aku bisa mendapatkan ijin pergi hiking itu.”

“Kau bisa bertanya pada pamanmu hari ini. Mom rasa, kondisimu sudah jauh lebih stabil. Bertanyalah dengan cara baik-baik. Pamanmu mungkin akan memberikan ijinnya, lalu kau tinggal bicara dengan kakekmu,” tutur Sara.

Joonmyeon tersenyum tipis. “Temani aku saat bicara dengan paman, ya?”

Sara tertawa kecil. Dia menyentuh kepala Joonmyeon dan mengusapnya lembut. “Tentu saja, sayang. Oh ya, hari ini Yifan sudah pulang. Saat Mom menghubunginya dia sudah sampai di dorm.”

“Be-benarkah?” tanya Joonmyeon pelan. Dia kemudian kembali meminum teh hangatnya.

Sara mengangguk. Kini terlihat jelas wajah cemas Sara. “Dia sepertinya kelelahan sekali. Mom akan pergi mengantarkan makanan untuknya sore ini. Mom pikir, jika menyuruhnya pulang di saat kondisinya lelah, itu tidak akan baik. Jadi, Mom akan memintanya pulang besok dan tinggal selama beberapa hari di rumah.”

“Oh.” Ia menunduk memperhatikan gelas mug di tangannya. Sensasi hangat dari tehnya tersebut mulai menyebar di telapak tangan Joonmyeon.

Sara mengernyit melihat reaksi Joonmyeon. “Joon-ah, apa kau masih belum menyukai Yifan?”

Joonmyeon sedikit terkejut dengan pertanyaan Sara. Terlebih dengan ekspresi yang ditunjukkan Sara saat ini. “Y-ya? A-aku menyukainya. Mungkin karena kami jarang bicara saja.”

“Kalau begitu, apa kau ingin ikut bersama Mom ke dorm? Kau juga sudah lama tidak bertemu dengannya, bukan? Otthe?”

“Eh? Ke dorm Yifan?”

Sara mengangguk. “Hanya untuk mengantarkan makanan. Dan mungkin membawa pulang pakaian kotornya. Mom yakin, dia tidak akan sempat mencuci pakaiannya.”

*****

From: Kyuhyun, Cho

Aku sudah selesai di kantor kejaksaan. Kau bilang ingin makan siang bersama, bukan? Kau ingin bertemu di mana?

Siwon tersenyum tipis saat dia mendapatkan pesan dari Kyuhyun. Kemudian Siwon mematikan laptopnya lalu membalas pesan tersebut.

To: Kyuhyun, Cho

Apa kau ada urusan lainnya? Kita makan siang di apartmentku saja. Aku yang akan memasak untukmu.

Siwon lalu mengirim pesan tersebut lalu memasukkan beberapa dokumen serta laptop ke dalam tas kerjanya. Well, dia bisa menyelesaikannya dokumen itu di apartment. Selain itu, sebagian besar pekerjaannya untuk hari ini sudah selesai.

Tak lama pesan balasan kembali masuk.

From: Kyuhyun, Cho

Kenapa kau yang selalu memasak? Memangnya di apartmentmu ada bahan makanan? Kita makan di tempat lain saja. Kau pasti sibuk dengan pekerjaanmu, Siwon.

Siwon tersenyum lebar.

To: Kyuhyun, Cho

Kita bisa pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan. Dan jangan gunakan alasan pekerjaanku untuk menghindarinya, Kyuhyun. Sudah kubilang, aku akan menyelesaikan pekerjaanku. Kita bertemu di supermarket saja.

Siwon lalu meraih mantel serta tas kerjanya. Dia bergegas menuju pintu. Siwon cukup beruntung hari ini dia tidak menjadwalkan meeting apapun. Namun, ketika dia membuka pintu ruangannya, Siwon melihat ibunya sudah berdiri dengan wajah serius.

Yoojin menatap Siwon dengan lekat. Dia tahu kalau putranya akan pergi. “Eomma senang datang tepat waktu. Kita perlu bicara, Siwon.” Tanpa Siwon memberikan ijin, Yoojin memasuki ruangan besar tersebut dan berjalan menuju sofa.

Siwon menghela nafas pendek. Di tangannya ponselnya kembali bergetar.

From: Kyuhyun, Cho

Baiklah. Terserah dirimu. Tapi jangan menyalahkanku ketika kau mendapatkan masalah di kantor karena pekerjaanmu. Kita bertemu di supermarket. Di dekat gedung apartmentmu, ada sebuah supermarket bukan? Kita bertemu di sana.

Siwon tersenyum tipis melihat Kyuhyun menuruti keinginannya. Walaupun dia ingin segera pergi dengan menghiraukan ibunya, tapi Siwon tahu kalau ibunya pasti akan mencari keributan di kantor. Siwon kembali menutup pintu dengan rapat lalu menghampiri ibunya.

Siwon duduk di salah satu sofa. “Ada apa?”

Yoojin memicingkan matanya. Dia tidak menyukai sikap yang ditunjukkan Siwon padanya. Tapi dia akan mengabaikannya untuk kali ini. Yoojin kemudian mengeluarkan ponselnya dari tas tangannya. Lalu mengirimkan foto yang didapatkannya ke ponsel Siwon.

Siwon mengernyit ketika ia melihat kiriman sebuah foto dari ibunya.

“Lihatlah foto itu,” ucap Yoojin.

Siwon kemudian membuka foto tersebut dan terkejut saat melihatnya. Itu adalah foto Kyuhyun dengan seorang gadis. Siwon memperbesar foto tersebut agar lebih memastikan sosok pria yang tersenyum pada gadis yang tidak dikenalnya. Itu adalah benar-benar Kyuhyun.

Siwon lalu menatap ibunya. “Apa maksud Eomma mengirimiku foto ini? Apa Eomma bermaksud mempengaruhiku dengan foto ini?”

Yoojin menatap Siwon. “Kau tentu bisa melihat dengan baik siapa yang ada di foto tersebut. Tapi kau tentu ingin tahu siapa gadis itu, bukan? Dia adalah Hyun Seol, putri senator Hyun Do Jun. Tchh… sepertinya dia melakukan perjodohan. Mereka bertemu hari ini. Apa kau lihat? Ini adalah dirinya yang sebenarnya, Siwon. Dia akan memanfaatkan siapapun demi kepentingan karirnya sendiri. Putri senator, itu bahkan jauh lebih baik dibandingkan dia harus berhubungan dengan keluarga Choi.”

Siwon menggenggam ponselnya dengan erat. “Aku tidak akan percaya begitu saja dengan ucapan Eomma. Bahkan jika benar, Kyuhyun melakukan perjodohan. Aku akan bertanya sendiri mengenai alasannya. Foto ini tidak berpengaruh padaku, Eomma. Jika Eomma pikir, aku bisa terbuai begitu saja. Maka Eomma sama sekali tidak mengenalku.”

“Silakan kau bertanya padanya. Dia mungkin tidak akan menyangkalnya, tapi dia akan memberikan alasan lain agar kau percaya padanya. Kau tentu tahu bagaimana cara berpikir seorang pria, Siwon. Wanita mungkin akan mempunyai seribu cara untuk memberikan alasan, tapi seorang pria berpikir dengan logikanya. Seorang pria akan selalu menemukan penjelasan yang sesuai logikanya untuk sebuah masalah,” tutur Yoojin dengan sebuah senyuman sinis di wajahnya.

Siwon terdiam. Tentu saja, seorang pria pasti tahu bagaimana pria lainnya berpikir. Tapi Siwon akan tetap berpegang pada keyakinan serta kepercayaannya pada Kyuhyun. Jika Kyuhyun memang bertemu dengan gadis itu untuk sebuah perjodohan, maka Siwon yakin pasti ada alasannya. Mungkin alasan yang sama ketika ibunya selalu mendesaknya untuk menikah. Terlebih dengan reaksi Kyuhyun atas pengakuannya yang berhubungan dengan seorang pria.

Pertemuan perjodohan itu mungkin adalah cara keluarga Kyuhyun.

Siwon akan memastikan hal itu langsung pada Kyuhyun saat mereka bertemu. Dia tidak akan termakan oleh ucapan sang ibu. Yoojin tidak mengetahui apapun mengenai Cho Kyuhyun. Ibunya hanya bicara sesuai fakta apa yang dilihatnya. Tapi Siwon bukanlah Yoojin.

Siwon menyeringai. “Anda bisa bicara sesuka anda, Nyonya Choi Yoojin. Tapi aku tidak akan mudah percaya dengan ucapan anda. Anda mungkin ibu yang melahirkanku, tapi anda tidak pernah tahu bagaimana diriku yang sesungguhnya. Jika kita sudah selesai bicara, maka aku akan pergi sekarang. Oh, tolong jangan membuat keributan seperti sebelumnya. Itu sangat tidak baik jika didengar oleh pegawai lain.”

Kemudian Siwon beranjak meninggalkan ruangan tersebut. Choi Yoojin sendiri begitu terkejut dengan ekspresi serta cara bicara Siwon padanya. Dia tidak pernah melihat Siwon bersikap seperti itu sebelumnya.

“Choi Siwon!!” serunya dengan keras.

Tapi Siwon mengabaikan Yoojin. Dia berjalan keluar ruangan dan menutup pintu dengan rapat.

*****

Haneul menemukan Changwook sedang menunggunya di ruangan dokter bedah anak. Dia baru saja menyelesaikan kunjungan rutin pasien-pasiennya. Haneul tersenyum tipis lalu berjalan masuk dan menghampiri Changwook yang duduk di kursi miliknya. Changwook tersenyum lalu menyodorkan sebuah gelas kertas pada Haneul.

“Kopi latte.”

Haneul tersenyum lebar lalu meraih gelas tersebut. “Terima kasih. Tapi aku pikir, aku harus mengurasi konsumsi kopi. Itu tidak akan baik untuk kesehatanku.”

Sontak Changwook mengerucutkan bibirnya. “Yak! Aku sudah membawakannya untukmu. Jadi, hari ini kau harus meminumnya. Lain kali, mungkin akan membawa jus untukmu.”

Haneul tertawa kecil lalu mengambil kursi dari meja lain. “Buat saja jadwalnya. Kapan kau akan membawakan kopi untukku dan kapan kau membawa jus. Itu lebih mudah, bukan?”

“Akan kupikirkan. Walaupun itu sedikit merepotkan,” tukas Changwook.

Haneul menyesap kopi latte yang dibawakan oleh Changwook lalu menaruhnya ke atas meja. Dia kembali memperhatikan Changwook dengan lekat. “Ada apa menemuiku?”

Changwook tersenyum. “Aku tidak boleh menemui kekasihku sendiri? Aku merindukanmu, tahu.”

“Bukan tidak boleh. Tapi jika kau datang ke sini maka…”

“Aku mengerti, Han. Aku akan berhati-hati ketika akan menemuimu di rumah sakit. Tapi aku benar-benar merindukanmu,” ucap Changwook.

Haneul tidak mengatakan apapun. Dia hanya menatap Changwook lalu tersenyum. Changwook menghela nafas lalu mendekatkan wajahnya pada Haneul. Dia mengecup ujung bibir Haneul dengan cepat.

“Kau belum mengambil keputusan?” tanya Changwook.

Haneul menggeleng. “Untuk saat ini, situasinya tidak memungkinkan. Kau tahu, karena masalah Haesa. Jika tiba-tiba aku memberitahu orangtuaku, rasanya…” Haneul terdiam sejenak. Dia sedikit merasa bersalah pada Changwook. “Maaf, tapi kau harus menunggu sedikit lebih lama lagi.”

“Jangan khawatir. Kubilang, aku akan menunggu, bukan? Ah, shiftku akan selesai dalam waktu dua jam. Tapi kita tidak bisa makan siang bersama. Aku ada urusan lain,” ucap Changwook.

Haneul mengernyit. Dia ingin bertanya mengenai urusan itu, tapi ia menahan dirinya. Toh, itu adalah masalah pribadi Changwook. Haneul tidak akan ikut campur begitu saja. Terlebih dengan hubungan yang baru mereka jalani. Haneul menarik nafas perlahan lalu mengangguk.

Changwook tersenyum atas pengertian Haneul. Walaupun Changwook sedikit berharap Haneul bertanya mengenai alasan urusan lain tersebut. Tapi untuk saat ini, Changwook sudah cukup senang dengan sikap Haneul yang berbeda padanya. Dia sedikit melirik ke arah pintu yang tertutup rapat. “Di mana para dokter lainnya?”

“Oh, mereka masih ada pasien lainnya. Sebagian sedang melakukan operasi. Kenapa?”

Changwook berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Haneul. “Hanya bertanya saja.” Kemudian Changwook menangkup wajah Haneul dan sedikit membungkukan tubuhnya untuk mencium bibir lembut pria tersebut.

Haneul sontak memejamkan matanya dan membalas ciuman Changwook. Tangannya bergerak memegangi lengan Changwook. Dia perlahan membuka kedua belah bibirnya ketika lidah Changwook menyentuh permukaan bibirnya. Perlahan, Haneul merasakan kalau Changwook menarik tubuhnya agar berdiri.

Ketika Haneul sudah berdiri, Changwook sedikit merubah posisi kepala mereka dan menciumnya lebih dalam. Haneul mendesah pelan dalam ciuman tersebut. Kedua tangannya kemudian mulai bergerak menuju bahu Changwook, ketika Haneul merasa tangan Changwook juga mulai berpindah pada pinggangnya.

Changwook menarik tubuh Haneul lebih erat. Lalu mendorongnya hingga punggung Haneul bertemu dengan meja. Dengan gerakan cepat, Changwook mengangkat tubuh Haneul dan membuatnya duduk di atas meja. Haneul yang sedikit terkejut memeluk tubuh Changwook dan mendesah lebih keras.

Changwook membuka matanya dan melihat gelas kopi Haneul. Dia lalu memindahkannya agak jauh dari tempat Haneul duduk saat ini. Dia kemudian melepaskan ciuman itu sejenak. Haneul perlahan membuka matanya dan melihat wajah Changwook. Pria itu tersenyum padanya.

“Apa kita perlu mengunci pintunya?” gumam Changwook.

Haneul melirik ke arah pintu. Dia tahu kalau ciuman ini tidak akan berakhir dengan cepat. Kemudian Haneul melihat jam di pergelangan tangannya. “Kita hanya punya waktu sepuluh menit.”

Changwook tersenyum. “Kurasa itu waktu yang cukup.”

Kemudian Changwook mulai memberikan kecupan pada kelopak mata Haneul, beralih pada ujung hidungnya kemudian bibirnya. Haneul menghembuskan nafas perlahan saat menerima setiap kecupan tersebut. Oh, Changwook sangat tahu bagaimana cara mencium.

Haneul kembali memejamkan matanya dan menikmati sentuhan bibir Changwook pada bagian rahangnya dan bergerak menuju lehernya. Ia menelan salivanya. Rasanya begitu sensual. Setiap kecupan Changwook serta hembusan nafasnya. Tanpa sadar, Haneul mendesah. Gairahnya mulai bereaksi.

Changwook tersenyum ketika ia merasakan tubuh Haneul mulai rileks dalam dekapannya. Dia menenggelamkan wajahnya di leher Haneul, memberikan kecupan tanpa harus meninggalkan bekas. Changwook tidak ingin Haneul kesulitan memberikan penjelasan. Oh, Changwook menyukai aroma tubuh Haneul.

Sedikit diluar kendali, tangan Changwook bergerak menuju bagian celana Haneul. Sontak mata Haneul terbuka dan ia sedikit menepis tangan Changwook.

“Jangan di sini,” ucapnya pelan.

Changwook menatap Haneul dan tersenyum tipis. Dia kembali mencium bibir Haneul. “Aku hanya ingin menyentuhnya, Han.” Lalu tangan Changwook kembali bergerak.

Haneul berusaha menepisnya lagi, tapi ciuman Changwook membuatnya lemah. Ciuman serta sentuhan tangan Changwook membuat Haneul seolah dia akan meledak. Haneul sudah hampir mencapai puncak gairahnya. Oh, dia mungkin harus pergi ke mini market setelah ini untuk membeli celana dalam baru.

Tapi kemudian gairah itu menghilang begitu saja ketika Changwook menarik tangan serta bibirnya. Haneul membuka matanya dan melihat pria yang masih tersenyum itu dengan bingung. Haneul melirik bagian celananya. Oh, itu jelas terlihat sekali.

“Changwook…”

“Sudah kubilang aku hanya ingin menyentuhnya, bukan? Aku akan pergi sebelum rekan kerjamu kembali,” ucap Changwook dengan senyum jahil.

Haneul mendesis jengkel lalu meninju bahu pria itu. “YAK!! Lalu bagaimana dengan… Oh, Tuhan!! Sudah kubilang untuk tidak…! Ji Changwook!!”

Changwook mengecup pipi Haneul. Lalu membisikkan sesuatu pada telinganya. “Bertahanlah, aku tahu kau bisa melakukannya. Tapi jika kau ingin melanjutkannya, kau bisa datang ke apartmentku pukul tujuh, dokter Kang.”

Kemudian Changwook berjalan keluar dari ruangan tersebut dan meninggalkan Haneul dengan masalahnya sendiri.

*****

Changmin menghela nafas panjang sebelum dia berjalan mendekati toko nomor empatpuluhdua. Dia datang untuk membahas mengenai masa kontrak toko tersebut. Walaupun dia bisa melakukannya di lain hari, tapi Changmin menggunakan alasan ini untuk bertemu dengan Jihyun.

Changmin memasuki toko yang disambut oleh beberapa pegawai, salah satunya adalah Jihyun. Changmin melirik ke arah Jihyun yang kembali melayani salah satu pelanggan. Dia menghembuskan nafas. Changmin harus bekerja secara professional.

“Aku ingin bicara dengan Manager Song,” ucapnya ketika salah seorang pegawai menghampirinya.

Pegawai itu mengangguk lalu menunjukkan jalan menuju kantor. Changmin kembali melirik pada Jihyun sebelum mengikuti pegawai tersebut. Jihyun sendiri sempat menoleh ke arah Changmin yang sudah berjalan menuju kantor. Dia menghembuskan nafas dan kembali tersenyum pada pelanggan.

Sampai di bagian belakang toko, sang pegawai mengetuk sebuah pintu lalu membukakannya untuk Changmin. Changmin sedikit membungkuk pada pegawai itu lalu berjalan memasuki ruangan tersebut. Tapi dia sedikit terkejut ketika melihat sosok yang ia lihat sedang bicara dengan Manager Song.

Istri Jung Yunho, Cha Rae Won.

Wanita itu menoleh dan tersenyum pada Changmin sekilas sebelum dia kembali berbicara dengan Manager Song. Oh, Changmin bisa menebak alasan wanita menyeramkan itu datang bertemu dengan Manager Song. Pasti berkaitan dengan kencan buta itu.

“Baiklah, tolong diusahakan Manager Song. Teman dari suamiku sangat berharap atas hasilnya,” ucap Cha Rae Won. Dan Changmin berusaha untuk tidak mendengus.

Changmin harus menjaga sikapnya dan berpura tidak mengenal Cha Rae Won. Istri Yunho itu sedikit mempunyai sifat yang aneh. Jika orang-orang pasti akan menyombongkan diri ketika mereka mempunyai hubngan dengan keluarga Choi, tapi berbeda dengan Cha Rae Won. Dia malah menyembunyikannya. Bahkan dia tidak akan pergi ke acara formal perusahaan jika ada wartawan yang datang. Dia sangat menjaga identitasnya sebagai istri dari cucu tertua Choi Daehan.

Entah apa alasannya. Tapi Changmin tidak ingin membuang waktu untuk bertanya.

Manager Song tersenyum. “Akan saya usahakan, Nyonya Cha. Saya akan bertanya terlebih dahulu dengan Nona Yang. Jika dia setuju, saya akan mengabari anda secepatnya.”

“Aku akan menunggu kabar darimu. Terima kasih atas waktunya, Manager Song.” Kemudian Cha Rae Won berdiri dan berjalan menuju pintu.

Changmin sedikit bergeser untuk memberikan jalan pada Rae Won. Ketika mereka berpapasan, Rae Won mengedipkan matanya pada Changmin lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut. Changmin menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan. Dia harus menahan diri untuk saat ini. Mungkin setelah pertemuan ini, Changmin akan protes habis-habisan pada Yunho.

Changmin menutup pintu dengan perlahan.

“Manager Shim, saya tidak menyangka anda akan datang secepat ini. Saya pikir, anda atau Direktur Choi akan datang membicarakan masalah kontrak di minggu depan,” ucap Manager Song.

Changmin tersenyum tipis dan berjalan menghampiri meja Manager Song. “Jika berkaitan dengan pekerjaan, tentu saja aku akan datang cepat. Terlebih ini pekerjaan yang sangat penting.Tapi maaf sebelumnya, aku tidak tahu kalau anda sedang ada tamu.”

“Ah, Nyonya Cha adalah salah satu pelanggan di toko ini. Beliau hanya ingin meminta bantuan saya. Apa kita akan langsung membahas mengenai dokumen perpanjangan kontraknya sekarang?”

Changmin mengangguk kecil. “Lebih cepat, lebih baik bukan?”

Selain itu, lebih cepat aku menyelesaikan ini, mungkin aku bisa bertemu dengan Jihyun.

*****

Choi Daehan menatap Kim Hyeon dengan lekat. Dia baru saja mendapat laporan kalau Yoojin kembali datang ke kantor dan bicara dengan Siwon selama beberapa menit sebelum cucunya itu pergi meninggalkan kantor. Dia tidak menyukai sikap Yoojin ketika terakhir-kali dia datang ke kantor dan bicara dengan Jaewon di kantor Siwon. Walaupun Hyunshik yang berada di luar ruangan Siwon tidak bisa mendengar dengan jelas apa isi pembicaraan Yoojin dan Jaewon, tapi suara teriakan Yoojin menjadi pembicaraan pegawai.

Walaupun kali ini Yoojin tidak bereaksi keras, tapi tetap saja ada pembicaraan aneh di kalangan pegawai. Choi Yoojin hampir tidak pernah datang ke kantor untuk bertemu dengan Jaewon atau Siwon. Tapi melihat kedatangan Yoojin sampai dua kali dalam waktu yang berdekatan, tidak pelak membuat para pegawai bertanya-tanya.

“Kau tidak tahu apa yang mereka bicarakan?” tanya Choi Daehan.

Kim Hyeon menggeleng. “Saya masih mencari tahu, Presdir. Tapi sepertinya permasalahannya masih seputar hubungan Direktur Choi dengan Pengacara Cho.”

“Aku tidak akan terkejut. Yoojin sepertinya masih keras kepala atas masalah Siwon. Ini bisa menjadi masalah besar cepat atau lambat ketika Yoojin salah mengambil tindakan. Terlebih dengan sikap keras kepala Siwon,” ucap Choi Daehan.

Kim Hyeon hanya diam. Dia sudah bekerja cukup lama dengan keluarga Choi, jadi ia bisa memahami sikap masing-masing anggota keluarga Choi. Selain itu, Kim Hyeon juga mengetahui cukup banyak mengenai apa yang terjadi di dalam keluarga Choi dibandingkan orang lainnya. Oh, semua anggota tim keamanan yang bekerja dengan keluarga Choi tahu banyak mengenai rahasia keluarga terpandang tersebut. Tapi mereka cukup tahu diri untuk menutup mulut dan tidak membocorkan pada publik atau bahkan saingan bisnis keluarga Choi. Tentu saja, mereka dibayar cukup mahal selain untuk menjaga keselamatan tiap anggota keluarga tapi juga untuk menjaga rahasia tersebut.

Choi Daehan menghela nafas pendek. “Untuk saat ini, aku tidak akan melakukan apapun. Lakukan pengawasan terhadap Siwon dan Yoojin. Ah, kau mungkin harus melakukan penyadapan terhadap ponsel Yoojin. Hanya untuk berjaga-jaga saja. Cari tahu apa yang dibicarakan oleh Yoojin dan Siwon hari ini.”

“Baik, Presdir.” Kemudian Kim Hyeon berjalan keluar dari ruangan besar tersebut.

Choi Daehan menghela nafas pendek. Rasanya permasalahan pribadi Siwon bisa menjadi masalah besar bagi perusahaan jika Yoojin mulai bertindak diluar akal sehatnya. Yoojin terkadang memiliki masalah dengan kontrol emosinya jika sesuatu tidak berjalan sesuai dengan keinginannya. Untuk kali ini adalah masalah hubungan Siwon.

“Oh, kenapa kehidupan keluargaku menjadi semakin mirip dengan cerita drama televisi,” gumam Choi Daehan sembari memijat keningnya lembut.

*****

NOTE: Uhmm…. Saya tidak mempunyai sesuatu untuk dikatakan pada bagian Note kali ini. Jadi… tolong dimaafkan ya kalau ada salah-salah dalam update kali ini ^^;

Credit Picture: Yonhap News

Advertisements

28 thoughts on “[SF] Scarface Part 43

  1. Aku baru baca udah selesai ajah,,, wonkyunya sikit kali jadi cepet selesai deh…
    Oh yeah tentu saja mereka pasangan dewasa tentu akan menyelesaikannya dgn cara dewasa atau cara romansa hahahaha
    Mereka ke apartment lagi kan moga ajah ada lovey dovey kagi… 😚😘😙

  2. thanks udah update lagi…
    yahhh…wonkyu makan bersama masih chap depan ya..sekalian ultah kyu..
    ditunggu update slanjutnya ya…fighting

  3. wonkyu di kasih cobaan begitu ajah pasti bisa melaluinya semangat wonkyu… siwon pasti percaya sama kyu bukan sama nyonya choi. mereka mau merayakan ultahnya kyu di apartemen siwon heheheehh pasti ada lovey dovey nya heheheh apa lagi mau belanja bareng… aduh udah kayak pasangan muda lainya heheheh

    diera eonni makasi yahhhh fighting.. ditunggu kelanjutannya….

  4. ga ada wonkyu momentnya ya klo aku g salah baca,tp part kali ini bnr2 bikin dag dig dug,kyuhyun yng di jodohin dan mamahny siwon yng terus2an berusaha ngancurin hubungan wonkyu,ko aku ngeri sendiri jangan2 suatu saat mamahnya siwon bakal nyuruh orng buat perkosa kyuhyun#plak
    efek ngantuk sambil baca jd ngaco wkwkwk
    dan siapa itu?hyojin?kayany dia smart bngt ya,blm apa2 aja nanyanya membombardir gt kaya ld investigasi mamahnya siwon,wah wah wah g bs di remehin jg tu cewe,wa wa wa makin seru dn tegang lah ya ini pastinya

  5. panjang sih..tpi ga ada Wonkyu moment /plakk
    suka deh sma sikap Siwon yg trlalu percaya sma Kyu dripada ibu nya,krna Siwon tau klo ibunya cma mau ‘mempengaruhi’ pikiran Siwon buat jauh2 sma Kyu.
    well ~ smoga chap depan bnyak WKM nya ya ra,apa lg nnti ktemuan di apartemen muahaha

  6. gak ada wonkyunya yahh… #yaaahhh, sedih bngt.. 😦
    kyuhyun dijodohin lagi ama ortunya, dan itu sedih bngt… kyuhyun kau harus tegas menolaknya, siwon aja tegas bngt nolak semua cwe yg dijodohin siwon,
    sempet khawatir siwon bakal percaya ama nyonya choi, dan untungnya siwon percaya ama kyuhyun.
    gk tahu mau ngomong apa lagi~ chap ini rasanya aku sedih bngt..
    semangat terus diera, ditunggu lovely doveynya wonkyu,
    thanks karna udah update

  7. Smoga siwon ga trpengaruh ya..
    Tapi klo ada bumbu2 ribut2 krna cmburu sdikit bole jga tuh.. Jdi smakin menegangkan.. hahahaha

  8. Ibunya siwon msh lom mnyerah jg,,,,smentara ibunya kyu mlai mnunjukan prlawanan trhadap hbngan wonkyu……
    Untung siwon bs brpikir dewasa dn ga lngsung cemburu….
    Ga sbar nunggu wonkyu mkan brsama!!

  9. Harusnya kyuhyun langsung tolak aja Hyun Seol nya.kalo kaya gitu kan takut salah faham,kaya yang memberi harapan gitu.

    Untung siwon tetep percaya sama kyuhyun di banding ibunya.Choi yoojin bener bener ya,,,gak hilang akal dia buat misahin wonkyu.
    Tapi di antara ke tiga pasangan itu cuma changwook sama haneul yang bahagia.sedangakan hubungan yifan sama joon belum ada kejelasan,entah tetep jafi saudara atau bisa jadi pasangan.ynga jelas di tunggu next nya!!!

  10. masih penasaran motifnya kijoon… wkwk
    hwhwhw ibunya siwon makin hari makin rese nih ~_~ hufff. untung siwon ga percaya gitu aja sama ibunya. :”))
    joon kenapa jadi awkward bgt setiap nama yifan disebut sih ;;; huhu tau kok kemaren smpt ada masalah suka sukaan. cuma kan yifan mencoba untuk melupakan joonnya juga harus bisa mendukung dundd~ hehehe

  11. wonkyu momentnya berkurang tapi changwookhaneul nya mkin intim.. Itu masih dirumah sakit woy main nyosor aja… 😀 msih bingung ama prasaan joonmyeon…

  12. gak ada wonkyu moment padahal itu yang di tunggu..
    umma kyu langsung bertindak cepat ya, langsung berusaha menjodohkan kyu dengan kenalan wanitanya
    hyun seol bilang dia menyukai kyu, apa itu nanti akan menjadi masalah untuk hubungan wonkyu ?
    kedua umma wonkyu sama2 menolak hubungan anaknya dan berusaha untuk memutuskan hubungan tersebut terutama umma siwon tapi yang bikin bingung itu kakek choi, dia sebenernya setuju/ gak sama hubungan wonkyu ?
    baguslah siwon tidak terpengaruh dengan hasutan ummanya..
    masih gak ngerti sama apa yang sedang di rencanakan sama ki joon

  13. Mana nih WKM nya? Dikit amat, sampe nggak kelihatan😰
    Harusnya kyu langsung nolak tu perjodohan, takutnya siwon ntar salah paham terus jadinya ribut..
    Ditunggu lovely dovey wonkyu di apartemen…ohohoho…

  14. Wonkyu nya dikit ya hihi
    wah jodoh nya kyu levelnya diatas siwon bagus biar mak choi kebakaran alis lol
    kijoon jangan suka kyuhyun ya dia jahat bgt kayaknya … pokoknya cepet lanjut ya penasaran sama momen ultah kyu.

  15. Nngguin wonkyu nya dari tadi.. Tp sayang scene mreka cuma pas kirim pesan ajah huhu

    aku kok mlah makin greget ama ceritanya yah? Ayo dong kak majuin lagi jngan skak begitu” aja *plakk* ehehehehe

  16. Ada krishox tapi moment dua2anx tp tk p lachhh…
    Jikang aduhhhh mesummm
    fighting update asapppp plissss :* kecuphhj

  17. kyu akhirnya mau menuruti eomma nya ya buat ketemuan
    dan hahaha lucu pas bagian kyu yang malah ngerasa serba salah
    kyu baek banget, wanita kan suka sama laki2 yang sopan
    apalagi sepertimu ga salah lah kalo cewe itu terkesan dengan pertemuan pertama mana cewe itu anak senator pula, wuidih hebat ya..

    calonnya siwon belum pernah ketemu sama sekali ya
    oia dulu siwon g datang hahaha…

    kyu ultah dan mau rayain berdua..
    ciiiee silahkan selesai dengan cara pria dewasa ya..
    sesuai kata umma choi..
    semoga kake choi bisa mengatasi soal menantunya ini..
    dan ortu cho yang lambat laun bisa menerima mengenai wonkyu

  18. Gara-gara perjodohan yang dilakukan Kyu, jadi takut membuat Siwon galau. Moga hubungan mereka baik-baik saja.
    Kyu mungkin berencana mengatakannya pada Siwon, eh malah keduluan.
    Haha gadis yang dijodohkan dengan Kyu, malah suka Kyu lagi, haduuuuhhhhh masalah nih. Moga gadis itu nggak ngebet banget ngejar Kyu.
    Ditunggu lanjutannya

  19. Kyu di jodohin ma anak senator wow..keren.
    Wonkyu ketemuan lg d apartemen,apa akan trjadi sesuatu, karna bcanya bagian wonkyu aja jdi brasa kurang hahaha…Trimakasih.

  20. kyu sama siwon masih lamanya masalah mereka selesai kan saya ingin baca wonkyu nya gak ada lagi masalah sama ortu masing”
    tp mudah”an aja wonkyu tetap bersama

  21. Mianhae eonni..Hanna blm smpt ninggalin comment di chap sebelumnya.Jeongmal mian.

    Apa ..ketiga pasangan itu nanti akan bisa saling mngenal?karna rasanya.,tnpa disadari kehidupan mereka itu..mmng sdh terhubung kkkkk.Rasanya mngkin akan makin seru saat mnmukan teman seperjuangan.

  22. 😀😀😀😀
    Choi daehan sprtnya mrasa pusing dg perseteruan antara siwon dg eommanya krna takut berpengaruh pd perusahaannya….
    Smga saja adanya perjodohan kyuhyun yg dilakukan oleh orangtua kyuhyun sbg bentuk penolakan hubungan wonkyu tdk merusak hubungan wonkyu saat ini, smga wonkyu menyelesaikan mslh mrk dg baik dan hubungan mrk tetap sprt biasanya…
    Aigoo…hubungan jikang semakin intim saja dan mrk jg msh blm memiliki kendala, krna msh blm ada yg tau dg hubungan mrk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s