[MM] The Last King Part 14

gyeongbok palace

14

Kyuhyun baru saja menyelesaikan sidang kasus yang diajukannya sebagai tugas akhir. Dia tidak mendapatkan kesulitan apapun dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan, walaupun begitu ada sedikit catatan dari salah satu dosennya. Kyuhyun masih harus menjalani tes kelayakan sebelum dia menjadi praktisi hukum yang sebenarnya. Kyuhyun berniat menjadi jaksa umum dan perjalanannya menuju cita-citanya baru akan dimulai. Kyuhyun masih harus mempersiapkan diri untuk ujian menjadi jaksa.

Namun, ketika Kyuhyun teringat dengan statusnya saat ini, dia kembali berpikir apakah menjadi jaksa itu adalah sesuatu yang memungkinkan.

Hey Cho Kyuhyun, statusmu saat ini adalah seorang Pangeran. Itu bahkan lebih mustahil dibandingkan kau menjadi seorang jaksa.

Kyuhyun menghembuskan nafas dan berjalan menghampiri Siwon yang sedang menunggunya. Kening Kyuhyun berkerut ketika Siwon terlihat begitu serius dengan ponselnya. “Hyung…!”

Sontak Siwon menoleh dan menatap Kyuhyun dengan terkejut. Kyuhyun sedikit tertawa atas reaksi Siwon. Toh, dia tidak sampai berteriak memanggil pengawalnya tersebut. “Ada apa? Kenapa kau begitu serius?”

“Uh? Bagaimana dengan ujian akhirmu?” tanya Siwon.

Kyuhyun kembali mengernyit. “Aku akan lulus. Tapi kenapa dengan ekspresimu? Apa sesuatu sedang terjadi?”

Siwon terlihat berpikir sejenak. Selain itu, Siwon mengawasi situasi di sekitar mereka. Di lorong tersebut tidak begitu banyak orang yang berlalu-lalang. Mungkin karena lantai lima ini memang dikhususkan sebagai ruang ujian, jadi tidak banyak orang yang diperbolehkan lewat dengan bebas.

“Hyung, kau tahu, ekspresimu itu membuatku khawatir,” tukas Kyuhyun. Dia menyadari bahwa ada sesuatu yang terjadi. Kalau tidak, mana mungkin sikap Siwon terlihat begitu aneh.

Siwon menghembuskan nafas lalu menarik pergelangan tangan Kyuhyun. “Aku akan menjelaskannya nanti. Kurasa kita harus kembali ke pavilliun sekarang,” tuturnya sembari menarik Kyuhyun menuju salah satu lift.

“Lalu bagaimana dengan Jonghyun?” tanya Kyuhyun.

Oh, situasi diantara Kyuhyun dan Jonghyun belum membaik. Bahkan setelah pembicaraan dengan Jeonghyuk, Jonghyun lebih sering menghindari Kyuhyun. Bahkan Jonghyun hampir tidak bicara dengan Kyuhyun ataupun Donghae. Jeonghyuk sendiri tidak bisa mengatakan banyak apa yang membuat Jonghyun bersikap seperti itu.

Siwon menekan tombol lift. “Haena akan membawanya pulang. Jadi, anda tidak perlu khawatir.”

Siwon menggunakan kalimat formal padanya. Jadi, Kyuhyun bisa memastikan bahwa terjadi sesuatu. Tak lama, pintu lift terbuka dan Siwon menarik Kyuhyun masuk ke dalam kotak baja tersebut. Siwon menekan tombol lantai satu dan pintu lift tertutup. Kemudian Kyuhyun memandang Siwon dengan serius. Dia harus mendapatkan penjelasan mengenai apa yang sedang terjadi.

“Hyung, katakan padaku apa yang terjadi. Apa ini mengenai kerajaan?”

Siwon melirik Kyuhyun. Dia masih menggenggam tangan Kyuhyun dengan erat. Walaupun aturan protocol dengan jelas melarang menyentuh anggota kerajaan secara langsung, tapi Siwon tidak bisa kehilangan Kyuhyun untuk saat ini. Dia tahu pasti situasinya akan lebih buruk ketika pintu lift terbuka nanti.

“Ini memang mengenai kerajaan. Ada kebocoran informasi mengenai Pangeran Hyun. Kami belum mengetahui siapa yang menyebarkan informasi tersebut. Pihak Cheongwadae masih menyelidikinya. Dan untuk saat ini, prioritas kami adalah keselamatan ketiga Pangeran,” tutur Siwon.

Kyuhyun terdiam. Jika informasi mengenai Pangeran Hyun sudah diketahui oleh publik, itu artinya nama Jonghyun pasti akan dicatutkan. Entah bagaimana reaksi Jonghyun saat mengetahuinya. Terlebih dengan situasi emosinya saat ini. Haena pasti akan mengalami kesulitan lagi dalam mengontrol Jonghyun.

Tak lama pintu lift terbuka dan Kyuhyun merasakan Siwon merangkul bahunya lalu membawanya berjalan menuju pintu keluar. Di saat mereka keluar dari lift, saat itu juga Kyuhyun mendengar suara seseorang berteriak menyebut namanya. Kejadian begitu cepat.

Siwon menundukkan kepalanya dan merangkulnya lebih erat. Kyuhyun berusaha menyamai langkah kaki cepat Siwon yang membawanya pergi. Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi. Dia hanya mendengarkan orang-orang meneriakan namanya.

Kyuhyun tidak tahu kemana Siwon membawanya pergi. Mereka berjalan begitu cepat dan Kyuhyun tahu bahwa ada orang-orang yang mengikuti mereka. Kyuhyun hanya diam dan terus berjalan, hingga Siwon membukakan pintu mobil dan menyuruhnya masuk.

Di saat itulah, Kyuhyun bisa melihat bagaimana kondisi saat ini. Ada begitu banyak orang di sekitar mobil. Orang-orang tersebut adalah reporter berita. Mereka melontarkan pertanyaan secara bersamaan hingga Kyuhyun tidak bisa mendengar apa yang mereka tanyakan.

Siwon sudah duduk di kursi driver dengan sedikit usaha yang cukup keras untuk melewati para reporter tersebut. Dengan cepat Siwon menyalakan mesin mobil dan melajukannya meninggalkan area kampus.

Siwon melirik Kyuhyun yang terlihat shock. “Pakai sabuk pengamanmu, Pangeran.”

Kyuhyun tersadar lalu ia memasang seatbelt. Siwon menarik nafas perlahan. “Kami dalam perjalanan menuju Pavilliun. Lalu bagaimana dengan Pangeran Hyun?” tanyanya melalui wireless pada Kepala Pengawal Cha.

“Haena berhasil mengeluarkannya sebelum para reporter itu datang. Segera pergi ke Cheongwadae, Siwon. Para reporter itu pasti akan berusaha mengikuti mobil kalian. Setidaknya, tempat yang aman saat ini adalah Cheongwadae.”

Siwon mendesah. Ia melirik kaca spion dan melihat ada beberapa mobil di belakang mereka. “Baiklah, saya mengerti, Pak.”

Kemudian komunikasinya terputus. Siwon menghembuskan nafas dan berusaha menyetir dengan aman. Walaupun dia harus menghindari mobil-mobil yang mengikuti mereka, tapi Siwon tidak bisa membahayakan kondisi Kyuhyun.

Omong-omong soal Kyuhyun, Siwon sedikit menoleh pada sang pangeran. Wajah Kyuhyun terlihat pucat. Well, itu adalah reaksi yang normal. Ini adalah pertama-kalinya Kyuhyun dikejar-kejar oleh reporter-reporter gila yang haus akan berita. Siwon sudah cukup sering mengalaminya ketika dia masih berada di CIA.

Siwon lalu meraih tangan Kyuhyun dan memberikan remasan lembut. Kyuhyun menoleh pada Siwon. “Tenanglah, Pangeran. Situasinya akan membaik,” tutur Siwon.

“Bagaimana dengan Jonghyun?” tanya Kyuhyun.

Siwon melepaskan tangan Kyuhyun dan kembali memegang kemudi. Sesekali Siwon melirik pada spion. “Haena berhasil membawanya keluar sebelum reporter itu datang. Mereka dalam perjalanan menuju Cheongwadae.”

*****

Presiden Lee tengah mengawasi semua tayangan berita mengenai informasi Pangeran Hyun dari sebuah ruangan besar yang dipasangi beberapa layar besar. Pagi ini, portal berita diramaikan dengan berita-berita mengenai Pendirian Kerajaan dan Pangeran Hyun. Entah siapa yang membocorkan informasi tersebut, tapi ada kecurigaan dari orang-orang Cheongwadae sendiri. Karena informasi yang beredar cukup lengkap bahkan disertai bukti-bukti dokumentasi.Selain itu, foto Jonghyun dan Kyuhyun juga mulai tersebar luas.

Sudah hampir dua jam, Cheongwadae berusaha mengontrol berita-berita yang tersebar. Tapi mereka kesulitan melacak darimana awal informasi itu berawal. Bahkan saat mereka menghubungi kantor berita yang menyebarkan menyebarkan informasi tersebut, pihak kantor hanya mengatakan bahwa mereka mendapatkan email tanpa nama. Staff ahli IT pun berusaha melacak IP dari email tersebut, tapi mereka malah mendapatkan lokasi yang berbeda-beda.

“Presiden Lee..”

Presiden Lee menoleh dan menatap Kepala Pengawas Park. “Di mana Pangeran Kyuhyun?”

“Mereka dalam perjalanan. Pangeran Jonghyun baru saja sampai,” tutur Kepala Pengawas Park.

Presiden Lee mengangguk kecil lalu kembali memperhatikan layar-layar dihadapannya. Situasinya benar-benar kacau. Bahkan bagian layanan informasi Cheongwadae tidak berhenti menerima telepon yang bertanya mengenai kebenaran berita tersebut. Terlebih dengan reaksi masyarakat atas Pendirian Kerajaan.

Presiden Lee tentu sudah memperkirakan pasti akan pro dan kontra atas rencana Pendirian Kerajaan dan dia berusaha untuk meminimalkan reaksi kontra yang ada dengan membuat perencaanaan yang matang sebelum pengumuman rencana Pendirian Kerajaan. Tapi kini semua persiapaan tersebut hancur begitu saja.

Atas kekacauan ini, Presiden Lee hanya mempunyai satu orang yang dicurigainya. Orang yang ingin menghentikan Pendirian Kerajaan. Organisasi Hyde. Mereka telah bergerak dan menjatuhkan bom besar. Kini Presiden Lee yang harus mengatasi dampaknya. Terutama dengan reaksi negatif masyarakat atas rencana tersebut. Presiden Lee harus mencari jalan keluar yang cepat dan tepat. Bagaimana pun juga Pendirian Kerajaan tidak bisa dibatalkan begitu saja. Kerja keras pemerintah selama bertahun-tahun dalam melakukan pencarian anggota kerajaan tidak bisa berakhir dengan sia-sia.

Presiden Lee menghela nafas pendek. “Perketat keamanan, Kepala Pengawas Park. Aku mempunyai firasat kalau ini adalah perbuatan Hyde.”

“Hyde, Pak Presiden?”

“Panggilkan Kim Dongwan. Katakan ini adalah masalah serius.”

****

Henry D. Jung tersenyum saat melihat laporan berita mengenai informasi tentang Pendirian Kerajaan dan Pangeran Hyun. Dia tidak pernah tahu bahwa akan semudah ini. Permainannya akan menjadi lebih menyenangkan.

Henry menatap salah satu pegawainya. “Bagaimana dengan situasinya?”

“Cheongwadae sedang berusaha untuk menghentikan pemberitaan. Walaupun sepertinya akan sia-sia. Reaksi dan opini publik juga cukup buruk atas berita ini. Pihak Amerika belum memberikan tanggapan apapun. Tapi Pihak China dan Korea Utara…”

Henry mengangkat tangannya. “Kita akan memikirkan masalah itu nanti. Lalu di mana lokasi sang pangeran saat ini?” ia masih memperhatikan layar besar dihadapannya.

“Pihak Cheongwadae sudah melakukan evakuasi. Pangeran Donghae sudah berada di Cheongwadae. Pangeran Jonghyun sendiri baru saja sampai di Cheongwadae. Lalu Pangeran Kyuhyun…”

Henry kembali tersenyum. Ia tengah mempehatikan tayangan CCTV jalanan utama kota Seoul. Matanya hanya tertuju pada satu mobil yang tengah melaju dengan cepat diantara kejaran mobil-mobil lainnya. “Lakukan tahap selanjutnya. Aku ingin bertemu dengan sang pangeran.”

“Baik, Mr. Hyde.”

“Ah… Suruh Byunghee untuk pulang. Situasi di kampus pasti sedikit tidak menyenangkan.”

*****

“Heol!! Aku benar-benar tidak percaya!! Aku benar-benar dikhianati. Bagaimana bisa dia tidak menceritakan mengenai hal ini pada kita? Minho-ya, kau sependapat denganku, bukan?!” tukas Jaeshin sembari memperhatikan Minho yang masih sibuk dengan ponselnya. Ah, tak lupa dengan earphone yang tersumpal di telinganya.

Jaeshin mendengus lalu memukul lengan Minho dengan keras hingga membuat temannya itu berteriak kesakitan. “Yak! Jangan mengabaikanku?! Sebenarnya apa yang kau lihat?”

“Ah, jangan berisik Nona Kang. Aku sedang mendengarkan penjelasan dari entahlah.. aku bahkan tidak bisa mengingat namanya!” sahut Minho yang masih berfokus pada layar ponselnya.

Jaeshin mendesis. Tapi dia mengambil satu earphone dan memasang di telinganya. Lalu dia ikut menonton apa yang sedang ditonton Minho. Byunghee hanya tersenyum tipis melihat sikap Jaeshin dan Minho sembari menyeruput minumannya.

Byunghee mungkin tahu rencana pamannya, tapi dia tidak pernah tahu kapan pamannya itu akan melakukan eksekusi. Seperti hari ini. Saat ia hendak berangkat ke kampus, Byunghee tidak melihat ada sesuatu yang berbeda dengan pamannya. Bahkan situasi di rumah masih tenang seperti biasanya. Namun, siapa sangka hanya berselang beberapa jam, situasinya berubah drastis.

Byunghee menikmati situasi kampus hari ini. Terlebih dengan reaksi Jaeshin dan Minho saat mengetahui kalau Jonghyun dan Kyuhyun ternyata anggota kerajaan yang tersisa. Selain itu, mahasiswa lain dan dosen-dosen juga memberikan reaksi yang berbeda-beda.

Ini benar-benar menyenangkan, pikir Byunghee.

Tiba-tiba ponsel Byunghee yang berada di atas meja bergetar. Dengan sigap, Byunghee meraihnya dan membaca pesan yang masuk.

Tuan Henry meminta anda untuk segera pulang.

Byunghee menyeringai. Sepertinya pamannya sedang bersenang-senang. Kemudian ia meraih tas ranselnya dan berdiri.

“Kau mau kemana?” tanya Jaeshin yang mengalihkan pandangannya dari layar ponsel Minho.

Byunghee tersenyum tipis. “Pulang. Kita bisa bicarakan masalah Jonghyun lain kali. Jangan membully Minho terus, Nona Kang.”

Ucapan Byunghee disambut dengan juluran lidah dari Jaeshin dan acungan jempol dari Minho. Byunghee tertawa kecil lalu bergegas meninggalkan area kafetaria yang dipenuhi oleh mahasiswa-mahasiswa yang membicarakan berita Jonghyun dan Kyuhyun.

Hari ini benar-benar sangat menyenangkan.

*****

Siwon memegang kemudi dengan erat. Matanya masih terfokus pada jalanan dihadapannya, tapi dia juga menyadari bahwa ada beberapa mobil yang masih mengikuti mereka. Tapi mereka sudah hampir sampai di Cheongwadae, setelah mereka memasuki area tersebut, maka tidak ada perlu dikhawatirkan.

Siwon menghela nafas perlahan. Dia berusaha untuk tetap tenang. Untuk Kyuhyun juga. Karena selama perjalanan, Kyuhyun tidak pernah berbicara sepatah kata. Dia hanya terdiam dengan ekspresi yang begitu cemas.

Siwon melirik Kyuhyun dan meraih tangan sang pangeran. “Kita akan segera sampai, pangeran. Kita akan memasuki area Cheongwadae. Semuanya akan baik-baik saja,” tuturnya. Bagaimana pun Siwon harus membuat Kyuhyun untuk tetap tenang.

Kyuhyun menoleh pada Siwon lalu mengangguk kecil. Siwon tersenyum kecil ketika ekspresi wajah Kyuhyun mulai berubah menjadi lebih tenang. Siwon kembali memfokuskan pandangannya ke arah jalanan dihadapannya. Namun, keningnya sedikit mengernyit ketika dari kejauahn –arah berlawanan– ia melihat ada tiga mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Dengan sigap, Siwon mengganti jalur mobil ke jalur nomor dua. Instingnya mengatakan kalau ada sesuatu yang tidak beres. Tanpa mengalihkan perhatiannya, Siwon tetap melajukan mobil dengan kecepatan normal. Jarak menuju Cheongwadae hanya sekitar tujuh kilometer lagi. Sampai mereka memasuki area Cheongwadae, Siwon harus memastikan Kyuhyun berada dalam situasi yang aman.

“Oh?!” seru Kyuhyun.

Mata Siwon membulat ketika dua mobil dari arah berlawanan tiba-tiba kehilangan kendali dan mulai menabrak mobil-mobil lainnya. Siwon mengumpat pelan sembari membanting kemudinya. Dia berusaha untuk menghindari tabrakan beruntun. Kyuhyun sendiri mengencangkan sabuk pengaman ketika Siwon mulai melakukan maneuver tersebut. Di depan mereka sedang terjadi kecelakaan beruntun.

Kyuhyun menoleh pada Siwon yang berusaha mengendalikan mobil agar mereka tidak ikut terlibat dalam tabrakan tersebut. Siwon berhasil melewati beberapa mobil yang hampir menabrak mobil mereka. Well, sepertinya Siwon adalah seorang pengemudi yang mumpuni.

Namun, tanpa mereka sangka, ada sebuah mobil dari arah belakang tiba-tiba menabrak mobil mereka. Mungkin mobil itu juga hendak menghindari tabrakan.

“Shit!” dengus Siwon sembari terus melakukan maneuver.

Siwon memutar kemudinya dengan cepat ketika ia melihat ada mobil di depan mereka. Tapi karena terlalu cepat, Kyuhyun hampir tidak siap. Tubuh Kyuhyun hampir saja membentur dashboard jika Siwon tidak menahan tubuhnya untuk tetap berada di kursi.

Siwon menginjak pedal rem. Lalu menoleh pada Kyuhyun. “Anda tidak apa-apa?”

Kyuhyun yang terlihat masih shock atas kejadian yang begitu tiba-tiba itu hanya bisa mengangguk. Siwon bisa melihat tubuh Kyuhyun gemetaran. Hell, itu tentu saja akan terjadi. Kyuhyun tidak pernah terlibat dalam sebuah aksi menegangkan seperti ini selama hidupnya.

“Bernafaslah dengan teratur,” ucap Siwon.

“HYUNG!! AWAS!!” seru Kyuhyun sembari menunjuk sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi ke arah mobil mereka.

Siwon mengalihkan pandangannya dan kembali mengumpat. Tidak seharusnya Siwon lengah walaupun hanya untuk beberapa detik. Mereka tidak akan bisa menghindar dengan tepat waktu. Jadi, pilihan yang ada hanyalah membuat Kyuhyun tetap berada dalam posisi aman. Dengan cepat, Siwon melepaskan seatbelt dan berpindah ke kursi Kyuhyun untuk memeluk tubuh pemuda itu sebelum tabrakan terjadi.

Semuanya terjadi dalam hitungan detik.

Siwon memeluk tubuh Kyuhyun dan menekannya untuk tetap berada di kursi ketika mobil mereka mengalami tabrakan dan mulai berguling. Tubuh mereka berdua ikut berputar di dalam mobil tersebut. Siwon berusaha untuk tetap menjaga agar tubuh Kyuhyun tidak mengalami benturan.

Kyuhyun sendiri hanya memejamkan matanya dan mencengkram lengan Siwon ketika tabrakan itu terjadi. Rasanya seperti naik roller coaster. Mereka terus berputar dan Kyuhyun mulai merasa bahwa dia tidak bernafas. Kyuhyun berteriak dengan histeris dalam pelukan Siwon.

Lalu dengan tiba-tiba, Kyuhyun merasa pelukan Siwon terlepas dan tubuhnya mulai terbentur oleh pintu mobil. Kyuhyun juga merasakan ada sesuatu mengenai wajahnya. Tapi ia tidak berani membuka mata. Mobil itu masih berputar beberapa-kali sampai akhirnya berhenti dalam posisi terbalik.

Suasananya kemudian sunyi.

Kyuhyun tidak merasakan tubuh Siwon berada di dekatnya. Hal itu membuatnya menjadi lebih panik hingga dia membuka mata. Kyuhyun menyadari bahwa dia terjebak di dalam mobil yang terbalik. Kaca depan mobil sudah pecah dan ia bisa melihat beberapa tubuh tergeletak di aspal. Termasuk tubuh Siwon.

“Hyu…!!” Kyuhyun berusaha untuk berteriak namun tidak bisa.

Bahkan ketika ia berusaha melepaskan seatbelt-nya pun tidak bisa. Kyuhyun benar-benar merasa frustasi dan berusaha berteriak memanggil Siwon. “Hyu..ng!!!”

Tapi suara Kyuhyun tidak terdengar oleh Siwon atau siapapun.

Kemudian Kyuhyun mendengar ada suara mesin mobil yang berhenti. Ia berharap kalau itu adalah pertolongan. Jadi, dia berusaha untuk kembali berteriak.

“To.. long!! Tolong!!” Kyuhyun berteriak dengan sekeras yang ia bisa. Kyuhyun yakin pasti ada orang lain yang akan menolongnya.

Kyuhyun bisa mendengar suara derap langkah kaki mendekati mobil di mana ia terjebak saat ini. Kyuhyun sedikit bernafas lega ketika ia melihat beberapa pasang kaki. “Tolong keluarkan aku dari sini..”

Salah satu dari pemilik sepasang kaki itu kemudian menurunkan tubuhnya. Kyuhyun bisa melihat wajah penolongnya. Kyuhyun tersenyum tipis. “Pa-paman.. Tolong aku. Tolong keluarkan aku dari sini.”

Pria yang disebut Kyuhyun dengan paman itu mengulas sebuah senyuman. “Halo Pangeran, senang melihatmu tetap hidup.”

Saat itulah Kyuhyun tahu bahwa mereka tidak sedang menolongnya.

*****

Jonghyun menatap lukisan Pangeran Gyungho dengan kedua tangan terlipat didepan dada. Ekspresinya terlihat tidak senang dengan apa yang terjadi hari ini. terlebih saat dia hendak meninggalkan kampus –ketika Haena tiba-tiba menariknya saat Jonghyun baru saja keluar dari kelas– ada banyak mahasiswa-mahasiswa yang sama sekali tidak ia kenal menghampirinya dan bertanya mengenai apakah dia benar-benar seorang pangeran atau semacamnya. Secara bersamaan.

Hal itu membuat kepala Jonghyun seperti mau pecah.

Dia juga cukup berterima-kasih pada sikap tanggap Haena untuk menyingkirkan orang-orang itu dari Jonghyun. Tapi kini, dia terjebak di Cheongwadae. Haena menegaskan kalau Jonghyun tidak boleh meninggalkan Chamber of Crown atau bahkan berusaha untuk kabur –terlebih dengan situasi saat ini.

Jonghyun mendengus lalu kembali duduk di sofa. Mereka bilang kalau Kyuhyun akan segera datang. Tapi dia belum mendapatkan kabar apapun. Bahkan Jonghyun juga belum bertemu dengan Jeonghyuk sejak ia sampai di Cheongwadae.

Jonghyun menoleh ketika pintu terbuka. Donghae berjalan masuk ke ruangan tersebut dan Seungho yang bersamanya langsung menutup pintu dengan rapat. Mungkin berjaga di luar pintu bersama dengan Haena.

Donghae berjalan menghampiri Jonghyun. “Kau tahu apa yang terjadi?”

“Hyung tidak mengetahui apapun?”

Donghae menggeleng. Kemudian ia duduk disamping Jonghyun. “Seungho langsung membawaku ke sini setelah aku selesai sarapan. Oh? Kyuhyun tidak ada di sini?”

Jonghyun menghela nafas pendek dan menyandarkan punggungnya. Dia mengangkat kedua kakinya dan menopangkannya ke atas meja. Memang tidak sopan, tapi Jonghyun tidak peduli. Dia sedang kesal saat ini. “Kyuhyun masih di jalan.”

Donghae mengerucutkan bibirnya lalu meniru apa yang dilakukan oleh Jonghyun. Donghae mengangkat kedua kakinya ke atas meja, menyandarkan punggungnya dan melipat kedua tangannya di dada. Kening Jonghyun sedikit mengernyit saat melihat sikap Donghae. Rasanya ia tidak pernah melihat Donghae bersikap seperti ini selama mereka tinggal di pavilliun. Jonghyun sedikit tersenyum.

“Semua orang sepertinya sedang sibuk,” tukas Donghae.

Jonghyun hanya mengangguk kecil atas ucapannya. Donghae sedikit melirik pada Jonghyun. “Euhmm… Kalian masih bertengkar?”

“Kalian? Aku dan Kyuhyun?”

Donghae mengangguk. “Kau tahu, Kyuhyun terlihat sedih sejak kau hampir tidak pernah bicara dengannya. Jonghyun-ah, ini sudah hampir empat hari. Apa kau tidak lelah?”

Jonghyun tidak menjawab. Dia hanya menyandarkan kepalanya lalu memejamkan mata. Dia tidak ingin membahas masalah pertengkarannya dengan Kyuhyun. Heck, bahkan Appa mereka juga tidak bisa membantu.

Donghe mendesah pelan. “Jonghyun-ah, kau harus bicara pada Kyuhyun. Kalian itu bersaudara. Kita bersaudara. Bukankah sebaiknya apapun masalahnya harus dibicarakan dengan baik-baik. Selesaikan dengan kepala dingin.”

“Hyung, aku tidak ingin membahasnya. Jadi, tolong diamlah. Apapun yang terjadi hari ini sudah membuat kepalaku sakit. Tolong, okay? Hyung tidak mau aku juga marah pada hyung, bukan?” tutur Jonghyun tanpa membuka matanya.

Donghae mendengus jengkel. Tapi dia menutup mulutnya. Kini ia hanya berharap Kyuhyun cepat sampai.

*****

Jeonghyuk sedang membaca laporan yang diberikan salah satu bawahannya mengenai pelacakan IP email ketika salah seorang pegawai berlari memasuki ruangan dengan wajah panik. Pegawai itu langsung menuju salah satu komputer utama. Jeonghyuk meletakkan laporan itu di meja dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Perhatiannya teralihkan ketika layar utama menampilkan tayangan kamera CCTV. Telah terjadi kecelakaan. Jeonghyuk bisa melihat sebuah mobil dalam kondisi terbalik dan beberapa mobil di sekitarnya yang rusak parah –mungkin akibat benturan. Jeonghyuk memperhatikan area sekitar lokasi kecelakaan tersebut. Area itu cukup dekat dengan Cheongwadae. Mungkin sekitar dua atau tiga kilometer.

“Apa yang terjadi?” tanya Jeonghyuk.

Pegawai yang baru saja datang itu menatap Jeonghyuk. “Mobil yang dikendarai Pangeran Kyuhyun dan Pengawal Choi mengalami kecelakaan. Ini adalah situasi lokasi saat ini.”

“A-apa?!! Kecelakaan?! Cepat kirim ambulance. Panggil Kepala Pengawas Park dan perintahkan untuk menutup lokasi kecelakaan!!” seru Jeonghyuk.

Beberapa pegawai segera bertindak cepat atas perintah tersebut. Jeonghyuk kembali memperhatikan tayangan tersebut. “Bagaimana dengan kondisi Pangeran? Apa sudah ada yang diturunkan ke lokasi?”

“Kami langsung mengirim orang ketika mendapatkan kabar tersebut. Tapi sayang sekali, ini adalah tayangan sekitar empat menit lalu. Kamera CCTV sempat mati selama tiga menit. Kami belum mendapatkan laporan dari lapangan,” tutur pegawai tersebut.

Jeonghyuk mengusap wajahnya frustasi. Kyuhyun mengalami kecelakaan dan dia tidak tahu apakah kondisinya baik-baik saja atau mengalami luka serius. Tapi di saat seperti ini, Jeonghyuk tidak bisa panik dan mengambil keputusan irasional.

Jeonghyuk menarik nafas perlahan. Dia berusaha menenangkan diri. “Periksa rekamannya ketika kecelakaan itu terjadi. Dan segera hubungi team di lapangan. Aku butuh laporan mengenai kondisi Pangeran Kyuhyun! Sekarang!”

Pegawai itu mengangguk dan segera melaksanakan perintah Jeonghyuk.

Jeonghyuk mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Seunghoon. Sahabatnya perlu mengetahui kondisi adiknya. Tapi tangannya yang gemetaran membuatnya kesulitan untuk menekan nomor ponsel Seunghoon.

Jeonghyuk memejamkan matanya sejenak dan menarik nafas panjang.

“Pak Moon, kami mendapatkan kabar dari team di lapangan!!” seru salah seorang pegawai. Sontak Jeonghyuk membuka mata dan menatap pegawai tersebut. Pegawai yang memakai wireless itu terlihat memucat. Ia menatap Jeonghyuk dengan tegang.

“Apa yang terjadi? Bagaimana kondisinya?!” desak Jeonghyuk.

“Mereka hanya menemukan Pengawal Choi, Pak. Kondisinya terluka cukup parah. Tapi Pangeran Kyuhyun, mereka tidak menemukannya di lokasi kecelakaan.”

*****

Choi Siwon merintih kesakitan ketika tubuhnya dipindahkan ke atas stretcher. Ada sekitar tiga petugas medis memberikan pertolongan pertama pada luka-lukanya. Mereka mengatakan kalau ada beberapa tulang yang patah dan kemungkinan pendarahan dalam. Siwon mengumpat dalam hati. Hari ini sepertinya adalah hari yang buruk.

Kemudian Siwon melihat ada dua orang dari Kepengawalan Negara menghampirinya. “Pengawal Choi, apa yang terjadi?”

Siwon ingin sekali bicara dan menjelaskan mengenai kecelakaan yang baru saja dialaminya. Tapi salah seorang petugas medis menyela bicara.

“Maaf, tapi kami harus membawanya ke rumah sakit. Pasien saat ini membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.”

Pengawal Negara tersebut terlihat tidak senang atas interupsi tersebut. “Tapi masalah ini juga sangat penting! Pengawal Choi, kami tidak menemukan Pangeran Kyuhyun di manapun.”

Mata Siwon membulat. Oh, Siwon melupakan Kyuhyun karena rasa sakit yang dirasakannya. Shit! Siwon berusaha membuka mulutnya dan bicara. Petugas medis kembali berusaha untuk menginterupsi, tapi dengan cepat Siwon memberikan isyarat agar mereka tidak ikut campur. Bagaimana pun kondisi Kyuhyun jauh lebih penting.

“A-aku ti-tidak tahu bagaimana ke-kecelakaan itu terjadi. Kalian bi-bisa me-meriksa bla-blackbox di mobil. Me-mengenai kondisi Pa-pangeran…” Siwon memejamkan matanya sejenak. Oh, rasa sakit di sekujur tubuhnya benar-benar menyiksa. Mungkin tidak seharusnya Siwon melepaskan seatbelt hanya untuk melindungi tubuh Kyuhyun.

Siwon kembali membuka matanya. “A-aku tidak tahu. Tu-tubuhku terlempar dari mobil.”

“Apa kau tidak melihat ada orang-orang yang mencurigakan mendekati mobil?”

Siwon menggeleng. “A-aku sempat kehilangan ke-kesadaran untuk beberapa detik. Ci-cincin yang dipa-kai Pa-pangeran. Kalian bisa me-melacaknya.”

Kedua Pengawal Negara itu saling menatap sebelum mengangguk. “Kami akan segera melacaknya. Tapi kami akan membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Kalian bisa membawanya ke rumah sakit. Salah satu dari team kami akan mengikuti ke rumah sakit.”

Kemudian para petugas medis membawa Siwon memasuki mobil ambulance. Dan sebelum pintu ambulance ditutup, Siwon bisa melihat beberapa orang berusaha membalikkan mobil yang dikendarai sebelumnya. Oh, kondisi mobil itu benar-benar rusak parah.

Siwon lalu kehilangan kesadarannya lagi.

*****

Seungho dan Haena saling menatap. Mereka baru saja mendapatkan kabar mengenai kecelakaan yang dialami oleh Siwon dan Kyuhyun. Kondisi Siwon cukup parah, tapi yang lebih mengkhawatirkan adalah Kyuhyun tidak ditemukan di lokasi kecelakaan. Team di lapangan meminta mereka untuk melacak cincin yang dipakai oleh Kyuhyun.

“Pergilah. Aku yang yang berjaga di sini,” ucap Seungho.

Haena mengangguk dan segera bergegas ke ruang kontrol Cheongwadae. Seungho melirik pintu besar di belakangnya. Seungho tidak bisa memikirkan bagaimana reaksi Jonghyun dan Donghae jika mereka mendengar kabar mengenai kecelakaan dan menghilangnya Kyuhyun. Dibandingkan Donghae, Seungho sebenarnya sedikit mengkhawatirkan reaksi Jonghyun.

Seungho kembali berdiri dengan tegak. Dia memutuskan untuk tidak mengatakan apapun sebelum ada perintah langsung. Lagipula Seungho sama sekali tidak berhak memberikan penjelasan mengenai apa yang terjadi pada kedua pangeran.

Untuk saat ini, Seungho akan berfokus untuk menjaga Jonghyun dan Donghae.

*****

Presiden Lee memasuki ruangan kontrol, diikuti oleh Kim Dongwan. Saat mendengar berita mengenai kecelakaan yang dialami oleh Siwon dan Kyuhyun, beliau langsung bergegas untuk mencari penjelasan. Jeonghyuk menghampiri Presiden Lee dan sedikit menunduk.

“Bagaimana kejadiannya? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Presiden Lee.

Jeonghyuk memberi isyarat pada salah satu pegawai untuk memutar ulang rekaman CCTV kecelakaan yang baru saja terjadi. Presiden Lee memperhatikan rekaman CCTV itu dengan serius. Semua orang yang ada di ruangan tersebut kembali menonton tayangan rekaman CCTV tersebut. Di mana mobil-mobil mulai bertabrakan dan mobil yang dikendarai oleh Siwon dan Kyuhyun juga ditabrak oleh sebuah mobil yang ukurannya jauh lebih besar dan mulai berguling-guling.

Jeonghyuk memejamkan matanya ketika bagian itu. Dia tidak bisa membayangkan apa yang dialami oleh Kyuhyun yang berada di mobil tersebut. Presiden Lee masih memperhatikan rekaman tersebut. Ia melihat dengan jelas bagaimana tubuh Siwon terlempar dari mobil kemudian rekaman tersebut berakhir.

Presiden Lee sedikit terkejut. “A-apa yang terjadi? Kenapa terputus?”

“Kami tidak tahu, Pak. Tapi inilah yang kami dapatkan. Rekaman terputus selama beberapa menit sebelum kembali normal,” ucap Jeonghyuk.

Tak lama tayangan rekaman kembali muncul. Dan mulai terlihat kepanikan dari orang-orang yang melewati jalanan tersebut. Mereka terlihat berusaha membantu orang-orang yang selamat dari kecelakaan tersebut keluar dari mobil sampai petugas medis datang.

Presiden Lee kemudian menatap Jeonghyuk. “Lalu bagaimana dengan Pangeran Kyuhyun? Kenapa mereka tidak bisa menemukannya?”

“Kami masih melacak keberadaannya, Pak. Berdasarkan laporan sementara dari team lapangan, Pengawal Choi juga tidak mengetahui bagaimana Pangeran Kyuhyun bisa menghilang. Pengawal Choi kehilangan kesadaran selama beberapa detik saat dia terlempar dari mobil. Saat ini team di lapangan sedang menyelidiki kecelakaan tersebut dari rekaman blackbox mobil yang dikendarai oleh Pangeran. Kami akan mendapatkan laporannya dalam lima menit,” tutur Jeonghyuk.

“Lalu kondisi Pengawal Choi sendiri?”

Jeonghyuk menarik nafas perlahan. “Cukup buruk. Sepertinya ada beberapa tulang yang patah dan pendarahan dalam. Itu mungkin karena benturan akibat tabrakan tersebut. Selain itu tubuhnya juga terlempar dengan kuat. Kami sangat bersyukur Pengawal Choi bisa bertahan.”

“Itu memang benar. Tapi saat ini fokus kita adalah Pangeran Kyuhyun.”

Jeonghyuk mengangguk. “Pengawal Kim sedang melacak keberadaan Pangeran melalui alat pelacak yang dipasang di cincin yang dipakainya. Dalam beberapa menit, kami akan mendapatkan hasilnya.”

Presiden Lee melirik ke arah meja di mana Haena sedang bekerja melacak posisi Kyuhyun saat ini. Ya, dia bisa bernafas lega untuk saat ini. Sepertinya keputusan memasangkan alat pelacak pada cincin itu adalah benar. Terlebih dengan kejadian yang dialami oleh Jonghyun sebelumnya, mereka memastikan bahwa ketiga pangeran tidak pernah melepaskan atau meninggalkan cincin yang mereka pakai.

“Pak Presiden, anda harus mengambil keputusan selanjutnya,” ucap Dongwan yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan antara Jeonghyuk dan Presiden Lee.

Jeonghyuk sedikit melirik pada Dongwan, lalu beralih pada Presiden Lee. “Keputusan selanjutnya? Maksud anda, Pak?”

“Ini adalah ulah Hyde. Mereka telah bergerak. Kebocoran informasi dan sekarang kecelakaan. Aku yakin mereka yang telah merencanakannya. Begitu pula dengan menghilangnya Pangeran Kyuhyun. Maka tidak ada cara lain.” Presiden Lee menatap Dongwan dengan lekat. “Persiapkan konferensi pres. Aku sendiri yang akan memberikan penjelasan. Setidaknya, kita perlu menenangkan masyarakat atas informasi Pendirian Kerajaan. Saat ini terlalu banyak reaksi negatif.”

Dongwan mengangguk paham. Kemudian Presiden Lee menoleh pada Jeonghyuk. “Temui Pangeran Jonghyun dan Pangeran Donghae. Mereka pasti kebingungan dengan apa yang terjadi. Jelaskan dengan baik pada mereka. Terutama pada Pangeran Jonghyun.”

“Lalu bagaimana dengan Pangeran Kyuhyun? Apa kedua pangeran juga perlu mengetahui…”

Presiden Lee menggeleng. “Tidak untuk saat ini. Sampai Pengawal Kim berhasil melacak keberadaan Pangeran Kyuhyun, kedua pangeran tidak boleh mengetahui tentang kecelakaan itu. Ah, panggilkan Kepala Pengawas Park. Katakan padanya untuk menyiapkan operasi penyelamatan. Kita tidak bisa membuang waktu. Pangeran Kyuhyun sedang dalam bahaya besar.”

*****

Byunghee memperhatikan situasi rumah pamannya yang terlihat begitu tenang. Ia melihat ada beberapa orang yang terlihat berjaga di depan rumah saat dia memasuki rumah besar tersebut. Tapi jumlahnya lebih sedikit dari biasanya. Hanya dengan melihat jumlah orang yang berjaga di rumah, Byunghee tahu kalau Pamannya sedang bermain.

Byunghee menyeringai lalu berjalan menuju area dapur. Ia melihat ada dua orang yang bertugas membuat makanan tengah bekerja. Byunghee menaruh tas ranselnya di atas meja counter dan mengambil satu buah ape dari keranjang buah.

“Pamanku pergi kemana?” tanya Byunghee.

Salah seorang dari tukang masak itu menoleh dan sedikit membungkuk pada Byunghee. “Kami tidak tahu, Tuan. Tuan Jung langsung pergi setelah memberi perintah menyiapkan makan siang untuk anda.”

Byunghee menggigit apel tersebut. Keningnya berkerut. “Pamanku tidak akan makan siang di rumah?”

“Sepertinya begitu, Tuan. Tuan Jung terlihat sibuk sekali hari ini.”

Byunghee menyeringai sinis. “Well, itu tentu saja. Baiklah, lanjutkan pekerjaan kalian.” Kemudian Byunghee meraih tas ranselnya dan berjalan menuju tangga yang akan membawanya ke lantai dua.

Byunghee kembali menggigit buah apel yang dibawanya. Jika Pamannya tidak berada di rumah, dengan kejadian hari ini, mungkin Pamannya sedang berada di kabinnya. Byunghee berjalan menuju ke sebuah ruangan yang berada di ujung koridor. Ia membuka pintu dan menyalakan lampunya.

Ruangan itu tidak begitu besar dengan sedikit perabot. Ruangan itu hanya diisi dengan sebuah sofa dan sebuah coffee table yang diletakkan di tengah ruangan, menghadap ke salah satu rak besar pada salah satu bagian dinding. Byunghee kemudian menutup pintu dan berjalan ke sofa.

Byunghee melemparkan tas ranselnya ke sudut sofa lalu duduk. Kemudian ia menaruh apel yang sudah digigitnya ke atas meja lalu menekan sebuah tombol yang berada di bagian bawah meja. Sontak rak besar tersebut mulai bergerak. Dua bagian rak di bagian tengah mulai bergerak membuka sebuah layar besar.

Ini adalah ruangan rahasia milik pamannya. Di ruangan ini, pamannya selalu mengawasi segala hal yang tengah terjadi, mulai dari tayangan berita, rekaman CCTV atau bahkan dari ruangan ini juga, dia bisa mengakses data rahasia tanpa terlacak. Walaupun Byunghee dilarang masuk ke ruangan ini, tapi dia tidak peduli. Toh bagi Byunghee, aturan dibuat untuk dilanggar.

Byunghee meraih sebuah keyboard portable dan duduk bersandar di sofa. Layar besar dihadapannya kini sudah menyala dan meminta password untuk mengaktifkannya. Byunghee menyeringai dan mengetikkan passwordnya.

“Well, paman, bukankah sudah kukatakan untuk mengganti passwordnya.”

Kini Byunghee akan mencari tahu apa yang dilakukan oleh pamannya saat ini.

*****

Jonghyun mendengus pelan setelah mendengar penjelasan dari Jeonghyuk mengenai apa yang terjadi hari ini. Oh, Jonghyun bahkan sama sekali tidak terkejut. Dia bisa tahu kalau ini akan terjadi cepat atau lambat. Termasuk reaksi yang muncul atas kejadian bocornya informasi Pendirian Kerajaan.

Jeonghyuk menghela nafas pendek melihat ekspresi Jonghyun. Tapi dia tidak bisa mengatakan apapun pada Jonghyun. Terlebih Jeonghyuk juga harus berhati-hati agar tidak menyebut nama Kyuhyun. Jeonghyuk hanya berharap bahwa Kepengawalan Negara bisa bergerak cepat untuk menyelamatkan Kyuhyun.

Sampai waktu itu tiba, Jeonghyuk tidak akan menyebut nama Kyuhyun dihadapan Jonghyun dan Donghae.

“Paman Moon, di mana Kyuhyun?” tanya Donghae.

Oh, tentu saja! Donghae pasti akan bertanya.

Jonghyun menatap Jeonghyuk dengan lekat. Dari tatapannya, Jeonghyuk tahu kalau Jonghyun juga ingin bertanya mengenai Kyuhyun. Namun, karena situasi diantara mereka yang cukup rumit saat ini, sepertinya Jonghyun memilih Donghae yang bicara –pada akhirnya.

Jeonghyuk menghela nafas pendek. “Sepertinya mereka sedang terjebak kemacetan. Jangan khawatir. Kami mendapatkan laporan dari Pengawal Choi setiap sepuluh menit mengenai situasi mereka.”

Donghae tidak mengatakan apapun. Dia hanya menatap Jeonghyuk dengan lekat. Seakan sedang mencari sebuah kejujuran dari ucapannya baru saja. Donghae menghela nafas pendek lalu mengangguk. “Oh.”

Jeonghyuk kemudian berdiri. “Makan siang akan segera disiapkan. Tapi kalian masih harus tetap di sini. Situasi di luar sedang kacau karena pemberitaan itu. Anda berdua tidak perlu mencemaskan apapun. Pengawal Yang akan memberitahu anda jika makan siang sudah disiapkan.”

Kemudian Jeonghyuk bergegas meninggalkan ruangan tersebut. Dia tidak ingin berlama-lama bersama Jonghyun dan Donghae. Rasanya kebohongannya akan langsung ketahuan hanya dengan menatap mata mereka berdua. Jeonghyuk tahu persis kalau Jonghyun pasti mengetahui bagaimana sikapnya ketika berbohong. Terlebih dengan Donghae.

“Jonghyun-ah…”

Jonghyun menoleh menatap Donghae. “Ya, hyung?”

“Sepertinya terjadi sesuatu pada Kyuhyun.”

*****

Kyuhyun membuka matanya perlahan. Perlahan dia mengerjapkan matanya beberapa-kali, berusaha membiasakan diri dengan cahaya yang sangat cukup terbatas. Ia menarik nafas perlahan dan berusaha menyadarkan dirinya. Setelah beberapa menit, Kyuhyun menyadari bahwa dirinya sedang diikat di sebuah kursi besar. Kursi besar dengan design yang elegan.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan memperhatikan sekelilingnya. Namun, dia tidak bisa melihat apapun kecuali kegelapan di sekitarnya. Kedua tangannya terikat pada kursi dengan kuat hingga dia tidak bisa melonggarkannya.

Kyuhyun tidak tahu bagaimana dia bisa berada di ruangan gelap tersebut. Yang terakhir diingatnya hanyalah kecelakaan di dekat Cheongwadae. Oh, Kyuhyun kini menyadari bahwa seluruh tubuhnya terasa sakit. Mungkin karena benturan saat tabrakan itu terjadi.

Eh? Tabrakan?

Mata Kyuhyun membulat. Dia teringat dengan Siwon.

Kyuhyun masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana kondisi Siwon yang tergeletak di aspal setelah dia terlempar dari mobil. Kyuhyun yang terjebak di mobil tidak bisa menyelamatkan sang pengawal.

“Oh… Anda sudah sadar, Pangeran?”

Kyuhyun tersentak ketika ia mendengar sebuah suara. Namun, suara itu tidak berada di dekatnya. Mungkin berasal dari speaker atau semacamnya. Kemudian, tiba-tiba lampu menyala. Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Perlahan, ketika ia membuka matanya lagi, dengan penerangan yang menyilaukan, Kyuhyun bisa melihat ada sebuah layar besar berjarak tiga meter dari posisinya diikat. Bahkan Kyuhyun bisa melihat sekeliling ruangan tersebut.

Kyuhyun mengira kalau dia berada di sebuah gudang tua. Tidak ada jendela. Hanya ada sebuah pintu besi yang berukuran besar. Selain itu, Kyuhyun juga melihat ada kayu-kayu bekas yang diletakkan di pojok ruangan.

“Ka-kau siapa? Ke-kenapa kau membawaku ke sini?!” ucap Kyuhyun dengan suara bergetar.

Orang itu tertawa. Jujur saja, Kyuhyun merasakan punggungnya meremang mendengarkan suara tawa tersebut. Suara itu terdengar begitu menyeramkan baginya.

“Kurasa anda tahu persis siapa diriku sebenarnya. Dewan kerajaan bodoh itu pasti sudah memberitahukanmu segalanya, bukan? Atau mereka memilih menutupi kebenarannya darimu?”

Kyuhyun mengernyit. Dia sama sekali tidak mengerti ucapan orang tersebut. “A-apa maksudmu dengan menutupi kebenaran?”

Apa orang ini adalah bagian dari Organisasi Hyde? Tapi kenapa dia menculikku?

“Oh, Hyun-ah, aku tahu kau tidak sebodoh itu. Kau bahkan jauh lebih pintar dari saudara kembarmu.”

Mata Kyuhyun melebar. “Hyu-Hyun? Kenapa kau memanggilku dengan nama itu? A-aku bukan Pangeran Hyun. Kau salah orang, tuan. A-aku bukanlah orang yang kau cari!” seru Kyuhyun.

Orang itu kembali tertawa. “Oh, mereka benar-benar membodohi kau dan saudara kembarmu ternyata.”

“Sau-saudara kembar? Si-siapa?”

Kemudian layar dihadapan Kyuhyun menampilkan foto dirinya dan foto Jonghyun. Mata Kyuhyun membulat. Foto yang ditampilkan adalah foto yang diambil ketika mereka berdua masih tinggal di panti asuhan. Kyuhyun tidak tahu bagaimana orang itu bisa mendapatkannya. Bahkan seingat Kyuhyun, suster panti pernah kehilangan dokumentasi foto-foto anak-anak yang tinggal di panti.

“Jo-jonghyun?” gumam Kyuhyun pelan.

“Benar, Hyun. Jonghyun adalah saudara kembarmu. Apa orang-orang di Cheongwadae tidak mengatakannya padamu?”

“Ta-tapi… kami bukan saudara kembar. Ma-marga kami berbeda!”

“Oh, Hyun. Apa kau ikut termakan oleh omong kosong itu? Kau jauh lebih pintar dari saudaramu. Bahkan saudaramu sepertinya sudah menyadari kebohongan yang diucapkan oleh para pria tua itu pada kalian.”

Kyuhyun terdiam. Ia ingat dengan pembicaraan dan pertengkarannya dengan Jonghyun mengenai rencana Pendirian Kerajaan dan mengenai status Jonghyun sebagai Pangeran Hyun. Setelah Jonghyun kembali, setelah dia menghilang di gunung Seorak…

Oh?!

“Gunung Seorak? A-apa kau itu juga perbuatanmu? Apa yang kau katakan pada Jonghyun waktu itu?!!” seru Kyuhyun lagi. Dia menginginkan kebenaran. Tunggu! Saat di gunung Seorak, Byunghee juga ikut menghilang. Apa dia juga bagian dari Hyde? Apa dia dengan sengaja mendekati Jonghyun?

“Kau bisa mengatakannya demikian. Tapi kurasa waktu kita cukup terbatas. Aku membawamu ke sini bukan untuk menjawab pertanyaanmu, Hyun. Aku dengar kau mendapatkan pembelajaran tentang Kerajaan. Tapi yang mereka ajarkan padamu adalah sebuah kebohongan. Semua sejarah yang kau ketahui mengenai Kerajaan adalah palsu.”

“Pa-palsu? Itu tidak mungkin. Semua sejarah dicatatkan pada arsip kenegaraan. Ti-tidak mungkin itu adalah palsu!”

Orang itu mendecak jengkel. “Hyun, aku sedang bermurah hati padamu saat ini. Apa kau tahu, saat ini juga, aku bisa mengembalikan dirimu ke Cheongwadae. Dalam sebuah kantung mayat.”

Wajah Kyuhyun memucat. Oh, Kyuhyun melupakan dengan siapa saat ini ia berhadapan. Organisasi Hyde. Walaupun penjelasan yang ia dapatkan dari Presiden Lee mengenai organisasi tersebut cukup terbatas, tapi Kyuhyun tahu persis bagaimana dia harus bersikap saat ini. Mungkin saat ini, Kyuhyun harus lebih banyak diam.

Sampai Kepengawalan Negara datang untuk menyelamatkannya.

Orang itu tertawa kecil. Dia terlihat senang ketika Kyuhyun sepertinya mengerti dengan maksud ucapannya.

“Bagus sekali. Mari kita mulai pelajaran Sejarah hari ini. Kita mulai pada tahun 1910, ketika Jepang mulai menjajah Korea.”

*****

NOTE: Well… Siapa yang minta Kyuhyun disiksa?? Hahahaha… /ditabok

Uhm.. Perlu saya jelasin mengenai sejarah penjajahan jepang di korea? Kayaknya gak perlu ya. Lagipula sejarah yang dipake di fanfic ini adalah fiksi, kecuali untuk beberapa part.

Untuk Scarface, saya belum mulai nulis. Masih coretan kasar.. Hahahahaha jadi bersabar dulu yaa

PS. Makasih loh bagi yang udah kasih link blog wonkyu. Walaupun sebagian udah pernah saya kunjungi dan ternyata belum ada cerita yang update lagi. Ada lagi yang mau kasih rekomen blog wonkyu??

Advertisements

14 thoughts on “[MM] The Last King Part 14

  1. Paling suka itu saat siwon ngelindungi kyuhyun saat kecelakaan terjadi,tapi sayang siwonnya malah terpental dan kyuhyunnya malah di culik.
    Gimana ya reaksi jonghyun kalo tau kyuhyun di culik?penasaran.tapi itu byunghee dia itu orang seperti apa?apa sama kaya pamannya kah?

  2. Poor my baby Kyy,, Semoga kyu segera ada yg nyelamatin,, :/
    Eh,Siwon keliatannya parah nih,, Semoga keadaannya semakin membaik dengan cepat..
    d tggu kelanjutannya ne!! 🙂

  3. kyaaaa trnyt ff ne uda bnyk update lg!! thank u diera nee san. uda mulai tegang.. serius pnasarn bgt, sbnr ny ada kisah ap dibalik penentangan henry ttg pendirian kerajaan??
    n klo blh request, wonkyu moment ya lbh bnyk lg ya hehe

    uda buka wabbit1111.tumblr.com (author: della) blm? sbnr ny tu blog lama n author ny jg uda lama bgt g update, tp ff2 ny bagus2 bgt!! dstu ad bbrp blog wonkyu dy yg oke bgt! msing2 blog sesuai genre ny, yg _ehem sm*t jg ad. mommy that one!! our bed series, choi sajang, hidden persona, dll smua favorit aq, kereeenn bgt!!

    atau “no money”, author: Ipsolid, bisa bc d Asianfanfiction, okay bgt jg tuh! n yg jls uda tamat. kt ny mw ad sequel tp uda lm bgt blm ad jg!
    “beautiful stranger”, author rioter, karya2 blackmalice jg keren bgt! yg jls, ff wonkyu bnyk bgt yg bgus.
    okay, SORRY curcol ku uda kbnykn.. skali lg, thanks update ny dear author-shi..

  4. Aku.. Aku.. Ahahhahaha
    Keren deh pas bagian siwon ngelindungin kyu!! Mantab..
    Moga2 won ga knp2..amin
    Moga2 kyu jg cm d ksh pelajaran sejarah aj..amin…
    D tgg part slnjtny 😆😆

  5. ga bisa bayangin kalo sampai jonghyun tau kyuhyun mengalami kecelakaan dan dia mengihilang.pasti dia akan marah dan mengamuk kali ya..
    ditunggu lanjutannya ya

  6. Yeeeeeeeee suka bangeeetttttt
    Chapter ini terasa Kyuhyun banget…..
    Aku salah satu yang pingin Kyu tersiksa hahaha….#Plak#
    Rasanya lebih keren aja kalau Kyu dicemasin smua orang
    Moga Siwon Nggak apa-apa and sakitnya ga terlalu lama, nanti siapa yang jaga Kyu kalau Siwon sakit? Heee

    Pokoknya ditunggu banget lanjutannya, ditunggu…. ditunggu…..

  7. walaupun ini masuk di MM dan bukan di SF, tapi aku ngerasa adegan wonkyu di part ini sweet bgt..
    tapi kasihan juga sih krn kyu harus diculik dan siwon luka parah, tapi adegan yg siwon pegang tangan kyu itu…… sesuatu bgt!!

  8. Bermain politik itu mengerikan..

    Gmn nasib siwon itu, y ampun bnr” pengawal yg setia, heeee
    Nkyuhyun akankah dpt ditemukn y

  9. part ini bener2 menegangkan!! apa lg pas adegan kecelakaan itu trs Siwon smpe melindungi Kyuhyun hingga dirinya terlempar ke aspal .
    ga kebayang sumpah..tpi keren ra ><
    mwo?! jdi Jong sma Kyu bener2 saudara kandung ya? kok marga nya beda?
    duuh Henry bener2 tau sgala nya trnyata.
    jdi penasaran err sma 'kisah' yg sebenernya.
    haha pdhal aku nunggu bgt tuh SF nya,tpi blm apdet2 jg huks
    well ~ slalu ditunggu apdetan nya 😄
    blog wonkyu ya? klo aku ksh tau takut nya kmu udh tau ra,makanya saya diem hehe
    tpi klo mau nanya2 ke aku,mention aja deh wkwk

  10. .akhrnya ketemu jg.. nemu ff ini karna tertarik ada yg bahas tentang ff ini di fb.. jd langsg meluncur dee tanya mbah google.. dan setelah baca langsg suka dee… smoga terus dilanjut yaaa sampe end… semangaatt!!

  11. PUAS. puas bngt part ini. ga nyangka Pangeran Kyuhyun bakal diculik. Jangan diapa-apain ya Pangeran aku nya hahaha. pengen tau reaksi Jonghyun kalo tau Saudaranya Hilang, Kasian juga ama Siwon smpe luka parah gitu. Ok, ditunggu kelanjutannya. pasti 🙂

  12. Sebenarnya …apa yg akan Hyede lakukakan?!mereka sepertinya serius sekali.Hingga melakukan hal ekstrim seperti itu.
    Semoga..saat nanti Jonghyun tau yg sebEnarnya tentang Kyuhyun..dia akan lebih bijaksana lagi dlm menghadapi keadaan.

    Fighting eonni..gumawo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s