[SF] Not a Perfect Man

gift box

Not a Perfect Man

Kyuhyun memasuki kamar rawat dengan berhati-hati agar dia tidak menimbulkan suara. Perlahan, ia menutup pintu dan berjalan masuk. Kyuhyun melepaskan masker hitamnya dan tersenyum pada Jiwon yang sedang duduk di sofa sembari membaca sebuah majalah. Kyuhyun menghampirinya. Dia melepaskan topi hitam yang dikenakannya. Lalu menaruh sebuah eco-bag ke atas coffee table.

“Bagaimana kondisinya?” tanya Kyuhyun dengan suara pelan.

Jiwon tersenyum. “Sudah jauh lebih baik. Tapi dokter mengatakan kemungkinan masih harus dirawat beberapa hari agar kondisinya jauh lebih stabil.”

Kyuhyun mengangguk kecil. Lalu ia menoleh ke arah tempat tidur di mana Siwon tengah berbaring saat ini. Kyuhyun menghela nafas pendek. Sudah seminggu terakhir ini, kondisi Siwon terus menurun hingga dia harus dibawa ke rumah sakit.

Kyuhyun kembali menatap Jiwon. “Pulanglah. Aku akan di sini sampai Jaeshin datang. Malam ini giliran dia yang jaga, bukan?”

“Kemungkinan dia akan datang pukul sebelas. Aku akan menghubunginya lagi,” tutur Jiwon.

Kyuhyun menghela nafas dan tersenyum. “Pulanglah. Hati-hati menyetir, okay?”

Jiwon mengangguk. Dia menaruh majalah di tangannya tersebut ke atas meja lalu meraih tasnya. Kemudian Jiwon berjalan keluar kamar rawat tersebut. Setelah Jiwon pergi, Kyuhyun menaruh topi serta maskernya di atas meja, dekat eco-bag. Kemudian Kyuhyun berjalan menghampiri tempat tidur di mana Siwon tengah tertidur saat ini. Kyuhyun mendesah pelan. Dia sudah mengatakan pada Siwon agar menjaga kesehatannya, tapi sepertinya kekasihnya itu mengabaikannya.

Kyuhyun memperhatikan wajah Siwon dengan lekat. Sedikit pucat dan lebih tirus dari terakhhir-kali mereka bertemu. Entah bagaimana perbedaannya terlihat begitu mencolok. “Setelah Donghae hyung, lalu dirimu yang jatuh sakit. Apa berikutnya Changmin?” gumamnya pelan.

Kyuhyun sedikit terkejut ketika ponselnya bergetar di dalam saku celananya. Ia mengeluarkan ponselnya dan melihat ada sebuah pesan masuk.

Aku akan datang pukul sebelas. Tapi sebaiknya kau tidak perlu menunggu sampai aku datang. Pulanglah, lagipula besok kau harus ke Jepang.

Jae

Kyuhyun mendesis pelan. Kemudian ia membalas pesan gadis gila itu.

Aku akan tinggal sampai kau datang, lalu pulang. Penerbanganku siang, jangan khawatir. Hati-hati menyetirnya, okay?

Setelah memastikan terkirim, Kyuhyun menaruh ponselnya di meja nakas lalu duduk di tepi tempat tidur. Kyuhyun kembali memperhatikan Siwon dengan lekat. Kyuhyun meraih tangan Siwon dengan hati-hati agar dia tidak menyentuh jarum infusnya. Kemudian ia menggenggam tangan Siwon yang terasa hangat.

“Kau selalu cerewet agar aku menjaga kesehatanku, tapi kenapa kau malah mengabaikan kesehatanmu sendiri? Hahh… Ini pertama-kalinya kau melewati hari ulang tahunmu di rumah sakit, bukan? Setelah sembuh, kau harus lebih ketat menjaga kesehatanmu. Mengerti?” tukas Kyuhyun.

Siwon membuka matanya perlahan lalu tersenyum. “Mengerti, sayang.”

Kyuhyun sedikit terkejut. “Eoh? Kau bangun? Apa aku menganggu tidurmu?”

“Tidak. Aku hanya memejamkan mata sebentar. Rasanya terlalu lama di tempat tidur membuatku selalu merasa sangat lelah,” ucap Siwon dengan suara lemahnya. Siwon menarik nafas panjang lalu menghembuskannya. “Kau baru pulang dari recording?”

Kyuhyun mengangguk kecil. “Aku menyempatkan pulang ke dorm dulu. Kembalilah tidur.”

Siwon mendesah. “Aku selalu tidur, Kyuhyun. Lagipula kau datang menjengukku, bagaimana mungkin aku bisa tidur? Sudah makan malam?”

“Tentu saja, sudah. Ini sudah pukul sepuluh, Siwon.” Kyuhyun sedikit merapikan selimut tebal, “Jiwon bilang kondisimu semakin membaik. Tapi dokter menyarankan agar kau tetap di rumah sakit beberapa hari lagi.”

Siwon menggumam pelan. Kemudian Siwon memejamkan matanya untuk beberapa detik. Nafasnya cukup teratur, tapi wajahnya masih terlihat begitu pucat. Kyuhyun sangat tidak biasa melihat kondisi Siwon yang tengah sakit seperti ini. Kekasihnya selalu terlihat sehat dalam kondisi apapun, bahkan jika dia benar-benar sakit sekalipun. Namun, kali ini begitu berbeda.

“Jangan sakit lagi,” gumam Kyuhyun.

Siwon membuka matanya dan tersenyum tipis pada Kyuhyun. “Tidak akan. Aku sudah berjanji akan menjaga kesehatanku, bukan?”

Kyuhyun mengusap punggung tangan Siwon lalu mengangkatnya agar dia bisa mengecupnya. Siwon kembali tersenyum atas afeksi Kyuhyun. “Oh, ini pertama-kalinya.”

“Tidak akan ada yang kedua, Choi Siwon.”

Siwon hanya tertawa kecil. Kyuhyun kemudian melepaskan genggamannya lalu berjalan untuk mengambil sebuah kotak dari eco-bag. Dengan membawa sebuah kotak berwarna putih dengan sebuah hiasan pita berwarna merah, Kyuhyun kembali menghampiri tempat tidur Siwon. Kyuhyun memilih ke sisi sebelah kiri untuk menekan tombol agar tempat tidur Siwon bisa naik pada posisi yang ia inginkan.

Kyuhyun kemudian menaiki tempat tidur dan duduk bersandar di samping Siwon. Kekasihnya sedikit bergeser untuk memberikan ruang bagi Kyuhyun.

“Hadiah ulang tahun untukmu,” ucap Kyuhyun sembari menyodorkan kotak tersebut.

Siwon menerima kotak tersebut. Ia masih tersenyum pada Kyuhyun. “Terima kasih.”

Kemudian Siwon membuka kotak tersebut. Kyuhyun memperhatikan ekspresi Siwon ketika dia membuka hadiahnya. Kyuhyun menghela nafas perlahan lalu sedikit menyandarkan kepalanya di bahu Siwon. “Kau menyukainya?” tanyanya.

Siwon menggumam pelan. “Ini adalah hadiah dari kekasihku. Tentu saja aku menyukainya.”

Kyuhyun tersenyum. “Syukurlah.”

Kyuhyun memberikan satu set cufflinks, pena dan sebuah jam tangan. Bahkan saat memesannya, Kyuhyun juga meminta pihak toko membuat inisial nama Siwon. Walaupun tidak sebanding dengan hadiah yang diberikan Siwon pada ulangtahunnya kemarin. Kyuhyun juga berencana untuk memberikan hadiah lainnya.

Siwon menutup kotak itu lagi dan menaruhnya di meja nakas dekat ponsel Kyuhyun. Kemudian Siwon sedikit mengubah posisi tubuhnya agar dia bisa memeluk Kyuhyun. Siwon menenggelamkan wajahnya di bahu Kyuhyun. Menghirup aroma tubuh kekasihnya yang memberikan sensasi menenangkan. Oh, Siwon sangat merindukan Kyuhyun. Dan dia akan jauh lebih merindukan kekasihnya saat Kyuhyun berada di Jepang untuk rangkaian tur konsernya. Mereka akan lebih sulit bertemu nantinya, setelah Kyuhyun mulai fokus pada persiapan musical barunya.

Kyuhyun membalas pelukan Siwon. Ia melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Siwon lalu mengecup kepala Siwon. Kemudian, dengan perlahan, Kyuhyun mengubah posisi mereka hingga Siwon kembali berbaring. Siwon masih membutuhkan istirahat yang cukup agar cepat pulih. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menatap Siwon dengan lekat. Dengan tangan kirinya, Kyuhyun menyentuh wajah Siwon dan mengusapnya lembut. Lalu Kyuhyun mengecup bibir Siwon sekilas.

“Selamat ulang tahun, sayang.”

Kemudian, ia kembali mencium bibir Siwon.

*****

Kyuhyun menghembuskan nafas perlahan. Ia memperhatikan Siwon yang kini sudah tertidur. Perlahan dia tersenyum dan mengangkat tangan kanannya untuk menyentuh rambut hitam Siwon. Kyuhyun menyusuri surai rambut Siwon dengan hati-hati agar tidak menganggu tidurnya. Akhir-akhir ini, Kyuhyun tidak mempunyai waktu untuk memandangi wajah Siwon. Walaupun mereka sesekali bertemu, tapi yang mereka lakukan lebih sering mengobrol –membicarakan hal-hal tertentu. Itu pun tidak lama. Mungkin hanya sekitar tigapuluh menit sampai satu jam. Selebihnya, Kyuhyun dan Siwon lebih sering berkomunikasi melalui pesan singkat.

“Aku merindukanmu, Siwon.”

Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka. Kyuhyun menoleh dan tersenyum ketika Jaeshin berjalan masuk. “Kau sudah datang,” ucap Kyuhyun berbisik.

Jaeshin menghampiri Kyuhyun dan sedikit melirik ke arah Siwon yang sedang tertidur. “Oh. Dia sudah lama tertidur?”

Kyuhyun menggeleng. “Mungkin baru duapuluh menit.” Kemudian dengan hati-hati Kyuhyun melepaskan tangan kirinya dari genggaman tangan Siwon. Setelah terlepas, Kyuhyun berdiri dan berjalan menuju coffee table di mana ia meletakkan topi serta maskernya.

Jaeshin mengikutinya. Gadis itu menaruh tasnya dan melepaskan jaketnya. “Eoh? Kau bawa apa?” tanyanya saat dia melihat sebuah eco-bag.

Kyuhyun memakai topi hitamnya lalu tersenyum pada Jaeshin. “Sup rumput laut. Berikan padanya setelah kau menghangatkannya, okay?”

Jaeshin mengangguk. “Ah… Aku dengar kau besok harus ke Jepang. Baiklah, akan kuberikan padanya saat sarapan pagi.”

Kyuhyun kembali berjalan menghampiri tempat tidur. Ia meraih ponselnya di meja nakas dan memasukkannya ke saku celana. Lalu Kyuhyun memandangi wajah Siwon. Senyuman kembali mengulas di wajah Kyuhyun.

“Aku pergi, Siwon. Besok aku akan mengirimkan pesan sebelum take off,” ucap Kyuhyun pelan.

Jaeshin hanya diam memandangi interaksi Kyuhyun pada Siwon yang sedang tertidur. Sedikit mengelikan, tapi itu juga sedikit romantis.

Kyuhyun menarik nafas lalu mendekatkan wajahnya pada Siwon agar dia bisa mengecup bibir kekasihnya lagi. “Aku mencintaimu, sayang.” Kyuhyun sengaja mengucapnya dengan berbisik. Lebih pelan agar Jaeshin tidak bisa mendengarnya.

Kemudian Kyuhyun menegakkan tubuhnya dan menoleh pada Jaeshin. “Tolong jaga sepupumu, Jae.”

Jaeshin mendengus. “Baiklah. Aku akan menjaganya dengan nyawaku sendiri. Kau juga harus hati-hati dalam menyetir, Kyuhyun.”

Kyuhyun menyeringai pada gadis gila itu lalu memakai maskernya. Setelah memastikan terpasang dengan besar, Kyuhyun berjalan meninggalkan kamar tersebut. Ia membuka dan menutup pintu dengan sangat berhati-hati.

Setelah Kyuhyun pergi, Jaeshin mendekati Siwon. Dia memperhatikan wajah sepupunya yang terlihat jauh lebih baik dibandingkan dua hari Siwon berada di rumah sakit. Mungkin kedatangan Kyuhyun sedikit membantu penyembuhannya.

Kemudian Jaeshin melihat sebuah kotak dengan pita di meja nakas –hadiah ulang tahun Siwon dari Kyuhyun. Ia kembali mendengus jengkel. “Ugh… Aku iri sekali padamu, Choi Siwon. Benar-benar sangat iri. Bagaimana bisa kau mendapatkan kekasih yang begitu perhatian padamu dengan semua sikap anehmu itu?”

Jaeshin terdiam sejenak. Ia memandang Siwon dengan lekat. Kemudian Jaeshin menghela nafas pendek. “Kenapa kehidupan Choi Siwon selalu hampir sempurna? Tuhan benar-benar menyayangimu, Choi Siwon. Tapi jika dipikirkan lagi, kau bukanlah manusia yang sempurna.”

Jaeshin kembali mendengus. “Hey Tuan Muda Choi, lain kali kalian harus lebih berhati-hati, mengerti!”

*****

Jaeshin mengambil ponsel satu suster dari tiga suster yang ia pergoki sedang mengintai kamar rawat Siwon saat dia baru saja keluar dari lift. Jaeshin memeriksa ponsel tersebut dan menemukan beberapa foto Siwon dan Kyuhyun. Dalam hitungan detik, Jaeshin langsung menghapus foto-foto tersebut. Kemudian ia melemparkan ponsel itu pada pemiliknya dan berganti menatap kedua suster lainnya.

“Berikan ponsel kalian.”

“N-ne?”

Jaeshin tidak mengatakan apapun. Tapi sangat jelas terlihat kalau dia sangat marah. Kedua suster itu mengeluarkan ponselnya dan menyodorkannya pada Jaeshin. Dengan cepat, Jaeshin mengambil kedua ponsel itu untuk memeriksa apakah ada foto lainnya. Setelah memastikan tidak ada foto lainnya, Jaeshin mengembalikan kedua ponsel. Jaeshin lalu mengeluarkan ponselnya dan mencari sebuah nomor kontak. Dia masih menatap ketiga suster itu dengan tajam hingga para suster itu hanya bisa tertunduk dihadapan Jaeshin.

“Direktur Min Jung Ha? Ini aku, Choi Jaeshin,” ucap Jaeshin dengan suara angkuhnya yang membuat ketiga suster itu tersentak. Mereka tentu mengenali nama salah satu direktur rumah sakit. “Aku sedang berada di lantai sepuluh. Ini adalah lantai untuk kamar VIP, bukan?”

“Iya, benar Nona Choi. Ada yang bisa saya bantu?”

“Bisa peringatkan tiga suster yang bertugas di lantai ini? Kim Nam Jung, Park Oh Young dan Baek Seon. Aku memergoki mereka sedang melanggar privasi salah satu pasien VIP. Aku tidak tahu sejak kapan standar rumah sakit ini menjadi sangat jatuh dalam memilih pegawai-pegawainya. Ini adalah peringatan, Direktur Min. Jika aku memergoki ketiga suster ini atau bahkan suster lainnya kembali melanggar batas privasi pasien VIP…” Jaeshin tersenyum sinis. “Anda bisa menggunakan imajinasi anda, Direktur Min.”

“A-ah! Ba-baiklah, Nona Choi. Saya akan memberikan peringatan tegas pada ketiga suster tersebut dan suster-suster lainnya. Saya meminta maaf atas kelancangan pegawai-pegawai kami. Saya harap anda…”

Jaeshin tidak ingin mendengarkan ucapan lainnya, jadi dia memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Gadis gila itu masih menatap ketiga suster dihadapannya. “Ini adalah peringatan bagi kalian. Jika kalian mengatakan mengenai kejadian ini atau apa yang kalian lihat di kamar itu pada orang lain, bersiaplah menghadapi resikonya.”

“Ka-kami mengerti, Nona Choi.”

Kemudian Jaeshin memberi isyarat agar ketiga suster itu pergi dari hadapannya. Tanpa membuang waktu, ketiga suster itu segera meninggalkan Jaeshin yang masih berdiri di lorong yang kosong. Well, Jaeshin sangat bersyukur karena tidak ada orang lain di lorong koridor lantai VIP tersebut.

Jaeshin memejamkan matanya sejenak. Dia berusaha mengatur nafasnya dengan teratur.

“Hahh… Sepertinya aku bertindak terlalu jauh,” gumamnya.

Lalu Jaeshin mengetik sebuah pesan di ponsel untuk ayahnya.

Appa…

Maaf, aku terpaksa memakai sedikit kekuasaan sebagai Choi di rumah sakit. Aku akan menjelaskannya di kantor. Jangan marah padaku sebelum mendengarkan penjelasan dariku, ya?

Ini benar-benar situasi yang sangat mendesak.

Kemudian Jaeshin mengirimkan pesan tersebut dan kembali menenangkan dirinya sebelum ia memasuki kamar rawat Siwon.

“Woaah… Aku tidak percaya aku melakukannya demi mereka.”

*****

NOTE: Uhm…. gak tahu kenapa mesti dibikin endingnya begitu. Tapi yang jelas, saya lagi kangen banget sama Om Siwon dan Dek Kyuhyun. Hahhhh…

Walaupun pengen dipostingnya kemarin, tapi plotnya ternyata harus diubah. jadinya baru bisa dipublish sekarang..

Well… Selamat Ulang Tahun Om Siwon~ ^^

Music: Shinhwa – Perfect Man

P.S ada yang bisa kasih rekomen blog fanfic wonkyu gak?
Terima kasih

Advertisements

20 thoughts on “[SF] Not a Perfect Man

  1. Blog :
    wonkyufanfics.blog.com
    wonkyuourbed.blog.com
    wonkyufandic.blog.com
    wonkyusmut.blog.com
    autumn1013.wordpress.com

  2. Blog :
    wonkyufanfics.blog.com
    wonkyuourbed.blog.com
    wonkyufandic.blog.com
    wonkyusmut.blog.com
    autumn1013.wordpress.com
    naolovewritecreate.wordpress.com

  3. Jaeshin,,,selalu bisa di andalkan !! Ternyata siwon sakit pas di hari ulang tahunnya lagi, sayang banget 😢 semoga cepet sembuh dan jangan buat kyuhyun khawatir kkk

    Selalu moment wonkyu nya sweet ❤❤ di tunggu ff lainnya terutama scarface..

  4. Whoaa.. sweet for sweet.
    Thank you jaeshin aaah..
    Kamu benar2 menjaga siwon dengan nyawamu sendiri. Haha
    Kyuhyun cepet balik yaa , jagain siwon.
    Wonkyu tetep sehat yaa pleaseee

  5. sebenernya Siwon udh sakit sejak bbrapa hari sblm ultah nya kan? cma pas aja ke RS nya di ultah nya dia hehe
    haha Jaeshin bener2 bisa diandalkan ya,beruntung bgt deh Wonkyu hoho
    coba aja klo Jaeshin ga cepet2 datang psti udh timbul masalah tsk
    gapapa ra mau gmana pun crita nya tetap nyambung kok XD

    well ~ happy birthday handsome!! trnyata kita sakitnya barengan wkwk

  6. ff nya lumayan ngobatin kerinduan tante sama wonkyu#pelukdiera
    baruuuuu aja smlm tante nangis2 ngliat fanfid nya wonkyu,g tau knp jd kangeeennn bngt moment2 wonkyu,dan berakhir nangis sesenggukan sampe tidur#ok tante mulai lebay
    eeeehhh paginya liat twitt nya diera ada update an ff wk,uuugh seneng bngt
    oiya,tante tunggu ya scarface nya,mudah2n diera baik hati cpt2 update

  7. Mau dalam situasi apapun wonkyu tetap sweet…
    Woah..jaeshin keren banget waktu mengintimidasi menggunakan kekuasaan choi..

    1. annyeong…aku readers baru k’
      wktu buka blognya ehhh… udah update ff
      ceritanya so sweet bnget, bikin melelehhh

  8. annyeong….aku readers baru k’, wktu buka blognya ehhh…udah update ff, aduh ceritanya so sweet bnget lagi…

  9. baca ff ini jadi kangen wonkyu berat, kangen berat bngt ama mereka… 😦 untng ada ff diera, buat ngobatin kangen
    dan baru juga bbrapa hari tapi udah kangen ama scarface, berasa pengen ketemu lagi sama pengacara dan CEO ganteng…
    semoga sacrface cpt update..
    wonkyu kasian bngt deehhh.. siwon sakit kyunie malah ahrus kejepang…
    gws siwon…
    pokoknya ditunggu fflainnya 🙂 semangat diera 🙂

  10. waaahh beruntung ada jaeshin yang selalu bantu mereka berdua ya
    saya suka interaksi wonkyu nya
    walau sedikit tapi so sweet
    suka aja gitu dengan sikap kyu nya yang manjain siwon
    hahaha..
    duh siwon jangan sakit2 lagi ya

    btw kalo boleh mampir ke wonkyucorp1013.wordpress.com
    hehehe.. disana banyak ff wonkyu nya…

  11. jaesin hebat dia berani menggunakanbkekuasaan keluarganya demi anggiota keluarga yang lain.
    ditunggu lanjutannya ya

  12. beruntung banget wonkyu punya jaeshin yg selalu membantu dalam keadaan apapun
    meskipun interaksi wonkyu sedikit tapi manis banget apalagi waktu kyu ngecup tangan siwon
    semoga cepat sembuh siwon..

  13. Jaeshin tanpa sadar selalu ngelakuin hal terbaik buat wonkyu 🙂 kasian siwon sama kyuhyun kalo ketemu bentar doang ToT Apalagi sekarang kyu lg di jepang :3 thanks diera ff mu selalu berkesan

  14. yeeee jaeshin emg the best deh saya suka dgn jaeshin tanpa sadar selalu membantu wonkyu klu lagi ada masalah …makasih eonni udh buat ff wonkyu klu bisa terus buatnya eonni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s