[SF] Scarface Part 42

kyu-white-shirt

42

“Aku ingin menyentuhmu, Kyuhyun. Aku ingin menyentuh dirimu seutuhnya. Biarkan aku menyentuhmu.”

Siwon kembali mencium Kyuhyun. Lebih dalam. Lebih bergairah. Lebih sensual. Satu-satunya yang dicium oleh Siwon hanya Kyuhyun seorang. Dan Siwon tidak bisa membayangkan untuk mencium orang lain seperti dia mencium Kyuhyun saat ini. Siwon menangkup wajah Kyuhyun dan memposisikan wajah mereka dengan lebih nyaman.

Kyuhyun mendesah dalam ciuman mereka. Ia membalas setiap lumatan lembut bibir Siwon. Kyuhyun begitu menikmati setiap sentuhan dan serta hembusan nafas Siwon yang begitu terasa hangat di wajahnya. Tubuh Kyuhyun bergerak untuk mendekap Siwon lebih dekat. Kyuhyun telah kehilangan kontrol atas tubuhnya sendiri. Dia begitu terbuai dengan sentuhan Siwon.

Kyuhyun kembali mendesah.

Tubuhnya memberikan respon yang sangat baik atas sentuhan serta ciuman Siwon. Heck, Kyuhyun bahkan tidak pernah tahu bahwa dia akan bisa mendapatkan kenikmatan seperti ini hanya dengan sebuah ciuman.

“Kyu..ngh…”

Kyuhyun melenguh. Kini bagian bawah tubuhnya terasa lebih sensitif. Tubuhnya seakan hendak meledak jika Siwon menyentuhnya sekali lagi. Namun, ketika Kyuhyun akan mencapai titik kepuasannya, terdengar suara bunyi nyaring yang membuat keduanya tersadar dari gairah.

Suara dering ponsel Kyuhyun.

Siwon melepaskan ciuman mereka dan meraih jas Kyuhyun untuk mengambilkan ponsel Kyuhyun. Saat dia melihat nama pemanggilnya, tertulis ‘Jaksa Gong’. Siwon tersenyum kecil lalu menyodorkan ponsel itu pada Kyuhyun. “Kupikir ini masalah sidang Seon Hwan.”

Kyuhyun mengambil ponsel itu lalu berdiri dari pangkuan Siwon dengan canggung. Jaksa Gong meneleponnya di saat yang sangat tidak tepat. Kyuhyun lalu berjalan mendekati balkon, agak jauh dari posisi Siwon yang masih duduk di sofa.

“Halo Jaksa Gong…”

Siwon menghela nafas pendek. Kemudian ia berdiri dan meninggalkan ruang tengah. Kyuhyun sepertinya membutuhkan privasi. Ia melepaskan jas dan menaruhnya di meja counter. Lalu Siwon mengeluarkan botol minuman dari lemari pendingin dan menuangkannya ke dalam sebuah gelas. Dia menghabiskannya dalam sekali teguk.

Siwon lalu tertawa kecil.

“Hahhh…. Itu benar-benar…” belum sempat Siwon menyelesaikan ucapannya, ponselnya berdering. Siwon menaruh gelas dan meraih jasnya. Dia memasukkan tangan ke saku dalam jas hitam miliknya dan mengeluarkan ponselnya. Tertera nama Changmin.

Siwon mendesah jengkel. Sepertinya seluruh dunia sedang menantangnya saat ini. “Ya, Shim.”

“Bagaimana?”

Siwon melirik ke arah ruang tengah. Kyuhyun masih berbicara dengan Jaksa Gong. “Ibuku menampar dan memukulnya. Ada luka sobek di wajahnya. Ibuku berniat mempermalukannya dihadapan seluruh pegawai firma hukum.”

“Dengan mengatakan mengenai hubungan kalian?”

“Kyuhyun mengatakan Pengacara Lee berhasil mencegahnya. Walaupun sepertinya akan mulai bermunculan rumor mengenai dirinya,” tutur Siwon dengan mendesah.

“Itu sudah pasti. Nyonya Choi Yoojin datang ke kantor firma hukum dan menamparnya. Itu pasti kejadian yang sangat mengejutkan. Tapi mungkin rumor yang beredar adalah mengenai dia dan adikmu dan ibumu menolak hubungan mereka. Rasanya tidak mungkin mereka akan berpikiran Kyuhyun memiliki hubungan dengan Choi Siwon. Setidaknya itu lebih baik, bukan? Untuk Kyuhyun, maksudku.”

Siwon menggumam pelan. Asumsi Changmin cukup masuk akal. Selain itu, para pegawai dan pengacara di kantor firma hukum pasti mengetahui mengenai berakhirnya hubungan Kyuhyun dan Kang Haesa. Selain itu, Kyuhyun baru saja menyelesaikan kasus Choi Group. Jika memang pada akhirnya akan muncul rumor, mungkin akan mengaitkan Kyuhyun dengan Jinri.

Setelah Kyuhyun kembali dari ‘masa cuti’-nya, dia tidak akan terlalu banyak mengalami masalah di kantor firma hukum karena kejadian ini.

“Apa kau menelepon hanya ingin bertanya mengenai hal itu?” tanya Siwon sembari mengendurkan dasinya dan membuka satu kancing kemeja putihnya.

Rasanya nafasnya seperti tercekat.

“Uhm… Kau sedang bersamanya saat ini?”

Siwon mengernyit. Changmin tahu persis karena Kyuhyun-lah alasan Siwon menghentikan pertemuan dengan UK Corporate. Seharusnya Changmin sudah bisa menerka kalau Siwon sedang bersama Kyuhyun saat ini. Kecuali jika…

“Siapa yang bertanya? Appaku? Kakek? Atau…”

Tidak ada jawaban dari Changmin. Tapi secara samar, Siwon bisa mendengar suara Ibunya. Siwon memejamkan matanya dan menarik nafas perlahan. Setelah dari kantor firma hukum, Ibunya pasti ingin bertemu dengannya.

“Jangan mengatakan apapun pada Eomma. Aku akan mematikan ponsel. Nanti akan kuhubungi lagi, Min.” Kemudian Siwon memutuskan sambungan telepon dan menon-aktifkan ponselnya.

Siwon menghela nafas dan melemparkan ponselnya ke atas jasnya.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun.

Siwon menoleh dan tersenyum tipis. Kemudian Siwon menuangkan air ke gelas miliknya dan menyodorkannya pada Kyuhyun. “Bukan apa-apa. Hanya Changmin.”

Kyuhyun mengambil gelas tersebut dan meneguknya beberapa-kali. Siwon menyeka ujung bibir Kyuhyun untuk menghilangkan sisa air. “Apa yang dikatakan Jaksa Gong?”

“Hanya mengenai jadwal sidang. Aku juga harus kembali datang ke kantor kejaksaan untuk melengkapi berkas kesaksianku,” ucap Kyuhyun.

Siwon mengangguk kecil. Kyuhyun menghela nafas pendek dan menaruh gelas itu di atas meja. Dia sedikit menghindari tatapan Siwon. Bagaimana pun, rasanya canggung sekali. Selain itu, Kyuhyun juga mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Siwon pada Changmin. Mungkin ada masalah lagi dengan Ibunya Siwon.

Siwon masih memperhatikan Kyuhyun dengan lekat. Pria yang berdiri di dekatnya itu menghindari kontak mata dengannya. Sepertinya Kyuhyun merasa canggung dengan apa yang terjadi sebelum ponselnya berdering. Siwon menarik nafas perlahan. Dia bisa mengerti dengan sikap Kyuhyun. Tapi kini, mereka seakan tidak tahu apa yang selanjutnya harus mereka lakukan.

Kembali meneruskan apa yang tertunda atau….

Pandangan Siwon teralihkan pada jam tangan yang dipakai oleh Kyuhyun. Ia meraih pergelangan tangan kiri Kyuhyun dan membuka kancing kemeja pria itu lalu sedikit menggulung lengan kemejanya. Kyuhyun sedikit terkejut tapi dia membiarkan Siwon.

Hari ini, Kyuhyun memakai jam tangan pemberian Siwon. Hadiah ulangtahunnya.

Siwon tersenyum saat melihat jam tangan tersebut. “Penilaianku tidak salah. Emerald memang cocok untukmu,” tuturnya sembari menatap mata Kyuhyun.

Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Dia tidak tahu apakah batu emerald memang cocok untuknya. Kyuhyun bukanlah pakar batu berharga. Namun, jika Siwon mengatakan batu itu memang cocok untuknya, maka Kyuhyun akan percaya.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. Walaupun dia ingin menarik kembali pergelangan tangannya, namun Kyuhyun tidak bisa melakukannya. Siwon masih menggenggamnya dengan erat. “Jam berapa kau harus kembali ke kantor? Bukankah kau bilang ada meeting penting?” tanya Kyuhyun pelan.

Kyuhyun harus mencairkan suasana yang canggung ini.

Siwon mendesah. Kemudian dengan punggung tangan kirinya, Siwon menyentuh pipi kiri Kyuhyun yang masih memerah. “Jangan mengkhawatirkan pekerjaanku.”

“Tapi Siwon…”

Siwon menggeleng kecil. Kyuhyun bungkam. Kyuhyun tahu kalau Siwon lebih mengkhawatirkannya dibandingkan pekerjaannya sendiri. Tapi Kyuhyun bukanlah anak kecil yang harus selalu dikhawatirkan oleh Siwon. Namun, dia tahu kalau Siwon terlalu keras kepala untuk beradu argument. Dan Kyuhyun terlalu lelah dengan kejadian hari ini.

Siwon tersenyum tipis melihat Kyuhyun yang tidak protes lagi. Kemudian Siwon menarik tubuh Kyuhyun dan memeluknya dengan erat. Siwon menenggelamkan wajahnya di leher Kyuhyun. Siwon menarik nafas perlahan. Aroma tubuh Kyuhyun kini memenuhi indera penciumannya.

Kyuhyun memejamkan matanya ketika Siwon bernafas. Hembusan nafas Siwon di bagian lehernya sedikit menggelitik Kyuhyun. Dia juga bisa merasakan kecupan kecil yang diberikan oleh Siwon. Kyuhyun berusaha untuk bernafas dengan teratur.

Sepertinya Siwon berniat meneruskan apa yang tertunda.

*****

Changmin merasa canggung. Di ruangan kerja Siwon yang cukup besar, hanya ada dia, Jaewon dan Yoojin. Sebenarnya Changmin hanya ingin menaruh beberapa dokumen yang telah ia selesaikan di meja Siwon, tapi Yoojin tiba-tiba datang dengan ekspresi marah yang jelas terlihat. Changmin bahkan hampir tidak bernafas ketika melihat Yoojin masuk ke ruangan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Yooji bertanya di mana keberadaan Siwon, tapi Changmin mengaku kalau dia tidak mengetahui apapun. Well, Changmin tidak ingin mencari masalah dengan Choi Yoojin saat ini. Tak lama, Jaewon juga memasuki ruangan tersebut dan menutup pintu dengan rapat. Changmin memaki keberuntungannya. Dia terjebak bersama orangtua Siwon.

Jaewon menyuruh Changmin untuk menghubungi Siwon dan menanyakan di mana keberadaannya saat ini. Untuk satu itu, Changmin menuruti Pamannya. Walaupun Yoojin terlihat menyeramkan ketika marah, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan Jaewon ketika emosi pria itu meledak. Changmin lalu berjalan sedikit menjauhi posisi Yoojin dan Jaewon saat ini.

Saat dia menghubungi Siwon, Changmin bisa mendengar Jaewon dan Yoojin berbicara. Tentu saja mengenai putra mereka. Keduanya terlihat berusaha menahan emosinya masing-masing.

“Di mana Siwon sekarang, Changmin?” tanya Jaewon.

Changmin sedikit ragu. Terlebih dengan ekspresi Yoojin. Jika dia menyebut nama Kyuhyun, entah apa reaksi yang diperlihatkan Yoojin. Changmin kemudian menatap pada Jaewon. “Dia sedang bersama dengan Pengacara Cho.”

Walaupun Siwon menyuruhnya untuk tidak mengatakan apapun, tapi Changmin tidak mempunyai pilihan. Dia sedang terjebak oleh dua pihak. Choi Jaewon dan Choi Yoojin. Keduanya sama-sama buruk.

Jaewon mengangguk kecil. “Kembalilah bekerja, Changmin.”

Changmin lalu bergegas keluar dari ruangan tersebut. Dia tidak ingin terlibat dari pertengkaran pasangan suami-istri tersebut mengenai hubungan putra mereka. Heck, Changmin mempunyai urusan yang lebih penting dibandingkan ikut mengurusi Siwon. Dengan berhati-hati, Changmin menutup pintu ruangan kerja Siwon. Lalu menatap Hyunshik, sekretaris Siwon, dengan serius.

“Kau tidak pernah mendengar apapun, mengerti! Apapun yang kau dengar dari ruangan itu, tidak pernah terjadi! Kau juga tidak akan mengatakannya pada siapapun, mengerti Hyunshik?!” tutur Changmin dengan nada serius. Well, bagaimana pun dia harus menjaga reputasi keluarga Choi.

Hyunshik mengangguk patuh pada ucapan Changmin. Kemudian Changmin bergegas kembali ke ruangannya. Sedangkan di dalam ruangan kerja Siwon, terdapat ketegangan yang begitu terasa.

Jaewon menatap Yoojin dengan serius. “Kenapa kau datang ke kantor? Jika kau ingin membicarakan masalah pribadi Siwon, bukankah kita bisa membicarakannya di rumah?”

“Kenapa kau selalu membela putramu? Kau tahu persis apa yang terjadi pada keluarga kita jika masalah ini sampai diketahui oleh publik,” tutur Yoojin.

Jaewon mendesah. Dia kemudian memilih untuk duduk di sofa. Rasanya perdebatan dengan istrinya akan berlangsung lama. Jaewon mencintai istrinya, namun terkadang dia sama sekali tidak bisa mengerti dengan sikap Yoojin pada Siwon saat ini.

Sejak Siwon kecil, Yoojin selalu memanjakannya. Lebih daripada Jinri. Mungkin karena Siwon hanya satu-satunya pria bermarga Choi di antara keluarga mereka. Seluruh tanggung-jawab Choi Group akan jatuh pada Siwon. Tapi itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. Namun, sikap Yoojin seakan-akan Choi Group akan hancur hanya karena Siwon tidak menikah atau bahkan memiliki hubungan dengan sesama pria.

Jaewon menatap istrinya yang masih berdiri. “Duduklah..”

Yoojin mendengus. “Sekarang apa yang akan kau lakukan? Siwon sedang bersama pria itu sekarang. Dia mengabaikan pekerjaannya demi pria itu!! Entah apa lagi yang dilakukan Siwon demi pria itu! Mungkin dia akan menghancurkan Choi Group.”

“Siwon tidak akan melakukan tindakan gegabah. Jika saat ini dia bersama Pengacara Cho, mungkin terjadi sesuatu padanya. Kita mengenal Siwon dibandingkan siapapun –oh, kecuali Changmin. Putra kita tidak akan mengabaikan pekerjaannya hanya karena dia lebih mementingkan masalah pribadinya. Kurasa jika Siwon pergi menemuinya, ada kaitannya denganmu,” ujar Jaewon.

Yoojin membelalak. “Jadi, kau menyalahkanku?!” serunya dengan keras.

Jaewon mendesah. Suara Yoojin terlalu keras. Bahkan jika ruangan ini kedap suara, Hyunshik mungkin masih bisa mendengarnya. “Jika kau tidak pergi menemui Pengacara Cho, mungkin saat ini Siwon masih di ruangan ini. Bekerja. Lagipula kenapa kau pergi menemui Pengacara Cho?”

“Huh?! Kau benar-benar menyalahkanku! Apa kau tahu, aku mendapatkan paket tadi pagi. Paket itu berisi foto-foto Siwon dengan pria itu!! Jumlahnya tidak sedikit. Bahkan di antara foto-foto itu… Ugh! Jika foto-foto itu tersebar, Choi Group mungkin akan…!” Yoojin bahkan tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena dia terlalu marah. Yoojin melemparkan tas tangannya ke sofa. “Kau tahu, aku tidak menyesalinya. Bahkan aku merasa tamparanku itu masih belum menyadarkan pria itu untuk menjauhi putra kita.”

Jaewon mengernyit. “Kau menamparnya?”

“Tentu saja! Aku bahkan memukulnya. Aku bisa melakukan apa saja untuk membuat pria itu menjauhi Siwon!” seru Yoojin.

“Kau bersikap irasional, Yoojin. Siwon tidak akan menyukai tindakanmu memukul kekasihnya,” ucap Jaewon dengan nada tenang.

Namun, berbeda dengan Yoojin yang terlihat terkejut dengan ucapan suaminya. Jaewon menyebut pria itu sebagai kekasih Siwon. Jaewon mengakui Cho Kyuhyun sebagai kekasih putra mereka.

“Kekasih? Kau menyebut pria itu sebagai kekasih Siwon?! Bukan aku yang bersikap irasional, tapi dirimu, Choi Jaewon. Lihat dirimu. Kau baru saja mengatakan pria itu adalah kekasih putra kita?!” seru Yoojin lagi.

Jaewon menghela nafas. Ia memijat keningnya. “Tapi itu memang kenyataannya. Kau tidak bisa mengabaikannya, Yoojin. Sekeras apapun kau berusaha untuk menolak, Siwon tidak akan meninggalkan Cho Kyuhyun dengan mudah. Apa kau tahu, ini adalah pertama-kali Siwon merasakan bagaimana jatuh cinta?”

“Tapi seharusnya dia jatuh cinta dengan seorang wanita!! Bukannya pria!!”

“Kecilkan suaramu, Yoojin. Kau harus ingat di mana kau saat ini. Walaupun kau adalah istriku, tapi ini adalah tempat kerja. Jika kau membuat keributan, aku tidak akan segan menyuruh orang untuk membawamu pulang,” ucap Jaewon dengan tegas.

Terkadang Yoojin terlalu besar kepala hingga dia melupakan tempatnya.

Jaewon menarik nafas perlahan. “Dengar, mungkin sejak lahir, Siwon memang berbeda dengan pria pada umumnya. Selama ini kita juga tidak pernah melihat Siwon menunjukkan ketertarikan pada seorang wanita. Sejak dia sekolah menengah bahkan hingga satu bulan lalu, Siwon hanya terfokus pada apa yang dikerjakannya. Bahkan saat dia menjalani perjodohan, kau juga tahu bagaimana reaksinya. Sudah dalam DNAnya, Siwon lebih cenderung tertarik pada seorang pria.”

“Tapi aku ibunya. Aku yang mengandungnya selama sembilan bulan. Lalu apa kau menyalahkanku hingga membuat putra kita menjadi…”

“Bukan itu maksudku, Yoojin. Jika kau menyalahkan dirimu dengan apa yang terjadi pada Siwon, maka aku juga ikut bersalah. Kita adalah orangtuanya. Namun, apa yang terjadi pada Siwon, kita tidak bisa ikut campur. Apapun yang menjadi pilihan hidupnya, itu adalah haknya. Kita tidak bisa menginterversinya, Yoojin. Aku tidak memaksamu untuk menerimanya. Tapi setidaknya, kau harus mengerti apa yang dirasakan oleh Siwon. Putra kita sudah tigapuluhtiga tahun, dia sudah sangat dewasa untuk memutuskan hidupnya sendiri.”

Yoojin menarik nafas. Ia mengambil tas tangannya. “Aku akan menerima keputusan Siwon jika dia memilih menikah dengan seorang wanita. Dan bukan menjalin hubungan abnormal dengan seorang pria! Aku akan melakukan apa saja untuk memisahkan mereka.”

Kemudian Yoojin berjalan meninggalkan ruangan tersebut. Bahkan jika aku harus membunuhnya sekali pun.

*****

Jinri mendengus kesal ketika dia tidak bisa menghubungi Siwon. Sudah hampir sepuluh kali, Jinri mencoba untuk menelepon kakaknya tersebut. Setidaknya Jinri ingin bertanya apa yang selanjutnya terjadi. Mengenai Ibu mereka dan juga Cho Kyuhyun. Namun, Siwon sama sekali tidak kooperatif.

Jinri memasukkan ponselnya ketika ia mendengar pesanan caramel machiatonya sudah siap. Jinri berjalan menuju counter untuk mengambil pesanannya. Jinri tersenyum tipis pada sang barista saat ia menerima gelas kopinya. Tapi saat ia hendak berjalan meninggalkan counter, hampir saja Jinri menabrak seseorang dan menumpahkan kopinya. Namun, cukup beruntung Jinri mempunyai gerak reflek yang bagus. Selain itu, orang tersebut juga memegangi kedua lengannya agar kopinya tidak tumpah mengenainya.

“Ah.. Maafkan saya,” ucap Jinri sembari menatap orang yang hampir ditabraknya. Namun, dia sedikit terkejut ketika ia melihat orang yang sama ketika mereka bertemu di toko buku.

Pria itu hanya tersenyum tipis. “Tidak apa-apa,” tuturnya yang kemudian berjalan menuju meja counter.

Jinri masih memperhatikan pria yang menyebutkan pesanannya. Ice Americano. Dan langsung membayar pesanan kopinya. Oh! Pria itu sepertinya tidak mengenali Jinri. Well, itu tentu saja. Mereka hanya bertemu sekali dan itu pun hanya untuk beberapa detik. Jinri menyeruput minumannya sembari memperhatikan pria tersebut.

Pria itu kini menoleh ke arah Jinri dan kembali tersenyum.

“Kau tidak mengenaliku?” tanya Jinri dengan spontan.

Pria itu sedikit terkejut. “Maaf?”

“Kita pernah bertemu. Beberapa hari yang lalu di toko buku. Kau tidak ingat?”

Pria itu menggeleng. “Kurasa ini pertama-kalinya kita bertemu.”

Jinri menghela nafas pendek. Ia kembali menyeruput minumannya. “Padahal aku jelas-jelas ingat kalau itu adalah dirimu,” gumamnya.

Pria itu tidak mengatakan apapun. Dia menerima gelas kopi miliknya lalu berjalan meninggalkan coffee shop tersebut. Jinri tentu saja mengikutinya. Pria itu menarik nafas perlahan dan menatap Jinri dengan lekat. “Dengarkan aku, Nona. Ini adalah pertama-kali kita bertemu. Selain itu, kita tidak saling mengenal, bukan? Aku permisi.”

Kemudian pria itu bergegas menuju mobil yang sudah menunggunya. Jinri hanya mendengus dan melihat mobil hitam itu melaju pergi. Jinri kembali menyeruput kopinya lalu mengulas sebuah senyuman.

“Well… Sikapnya tidak begitu buruk.” Kemudian Jinri bergegas kembali ke kampus.

*****

Hyukjae sedikit mengernyit saat melihat sosok Haesa di kantor. Dia baru saja keluar dari ruangannya untuk pergi makan siang. Di saat yang bersamaan, Haesa baru saja memasuki ruangan Pengacara Kang Jaeha. Hyukjae menghampiri meja kerja Haejin.

“Untuk apa Haesa datang ke sini?” tanya Hyukjae.

Haejin menarik nafas. “Sepertinya Pengacara Kang menginginkan putrinya bekerja di sini. Dibandingkan kembali ke Tokyo. Mungkin karena kejadian kemarin.”

“Bekerja di sini? Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Maksudku, dengan kejadian di Pulau Jeju, bukankah itu hanya akan membuat keduanya dalam posisi yang sulit?”

Haejin berdiri dan meraih jaketnya. “Entahlah. Tapi ini adalah keputusan Pengacara Kang. Dia adalah pemilik firma hukum ini. Kurasa dia berhak untuk memutuskan siapa yang bekerja di sini. Lagipula sepertinya tidak akan begitu buruk. Kyuhyun bahkan rela pergi untuk menyelamatkan gadis itu, bukan?”

Hyukjae tahu hal itu. Namun, tetap saja, situasi ini hanya akan mempersulit Kyuhyun nantinya. Jika Kang Haesa benar-benar akan bekerja di firma hukum, pada titik tertentu, Kyuhyun mungkin akan memutuskan keluar dari firma hukum.

Selain itu, karena kedatangan Choi Yoojin, semua pegawai mulai bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh Kyuhyun hingga membuat Nyonya Choi itu datang dengan emosi yang begitu besar. Jika berkaitan kasus Choi Group sebelumnya, Kyuhyun sudah menyelesaikannya dengan begitu baik tanpa ada masalah. Jadi, mereka mulai berasumsi masalahnya ada di internal keluarga Choi sendiri.

Haejin menatap Hyukjae. “Kita tidak pergi makan siang?”

“Uh? Ayo.. pergi!” Kemudian mereka berjalan keluar gedung kantor.

Haejin merapatkan jaketnya ketika mereka berada di luar gedung. Mereka berdua berjalan menuju salah satu restaurant yang letaknya tidak begitu jauh dari gedung kantor firma hukum Kang.

“Hyukjae-sshi, boleh aku bertanya?” tanya Haejin.

Hyukjae melirik padanya. Ia menghela nafas. Hanya masalah waktu hingga Haejin bertanya padanya. “Mengenai kejadian tadi pagi?”

Haejin mengangguk. “Ini kedua kalinya Nyonya Choi itu datang menemui Kyuhyun. Dan dia terlihat begitu marah pada Kyuhyun. Apa Kyuhyun membuat kesalahan pada keluarga Choi? Kau tahu, pegawai lain sudah membuat rumor tersendiri.”

“Rumor? Mengenai apa?” tanya Hyukjae sembari memperhatikan lampu penyebrangan yang masih merah.

“Kyuhyun mempunyai hubungan khusus dengan salah satu keluarga Choi. Selain itu, sebelumnya Presdir Choi Daehan juga pernah datang menemui Kyuhyun. Dan jujur saja, beberapa kejadian yang menimpa Kyuhyun akhir-akhir ini, selalu berkaitan dengan keluarga Choi. Apa Kyuhyun tidak bercerita padamu?”

Hyukjae mendesah. Saat lampu penyebrangan menjadi hijau, Hyukjae berjalan. Diikuti oleh Haejin. Walaupun Hyukjae mengetahui jawaban dari pertanyaan Haejin, tapi dia tidak bisa memberikan jawabannya. Ini mengenai privasi Kyuhyun. Hanya Kyuhyun yang bisa memberikan jawaban tersebut.

“Aku tidak tahu apapun, Haejin. Kau tahu bagaimana sifat Kyuhyun. Dia tidak akan mudah bercerita mengenai kehidupan pribadinya. Bahkan jika dia bercerita, aku tidak dalam posisi untuk menjawab pertanyaanmu itu. Kurasa biarkan Kyuhyun yang menjelaskannya secara langsung. Kau tahu, Kyuhyun bisa menuntut kita berdua kalau kita menceritakan masalah pribadinya,” tukas Hyukjae.

*****

Yunho mengernyit saat dia menemukan Changmin berada di ruangannya. Ini sudah jam makan siang, tapi sepupunya itu masih sibuk dengan pekerjaannya. Terlebih, Changmin sendiri yang menghubunginya dan mengajaknya makan siang bersama.

Yunho menutup pintu lalu berjalan menuju meja kerja Changmin. “Kau masih sibuk?”

“Oh. Tunggu sebentar, hyung. Aku harus menyelesaikan dokumen yang ditinggalkan oleh Siwon,” tutur Changmin sembari berfokus pada dokumen dihadapannya.

Yunho mengernyit. “Siwon tidak bekerja?”

“Jangan bicara mengenainya. Hari ini, sepupu kita itu benar-benar mengacaukan segala. Dia menghentikan pertemuan denganUK lalu pergi menemui kekasihnya. Dan dia tidak kembali ke kantor lagi,” sahut Changmin.

Yunho menghela nafas. Kemudian dia berjalan menuju salah satu sofa untuk duduk. “Memang apa yang terjadi?”

Changmin mengangkat kepalanya dan mendengus pada Yunho. Sepertinya Yunho akan terus bertanya agar Changmin menceritakan kejadian lengkapnya. Walaupun tidak ingin, pada akhirnya Changmin akan selalu kalah pada Yunho. Itu benar-benar menyebalkan.

“Bibi Yoojin pergi menemui Kyuhyun dan menampar serta memukul pria itu. Mungkin sebagai peringatan untuk meninggalkan Siwon. Dan kau tahu persis –oh.. kau tidak mengetahui banyak mengenai sifat Siwon. Jinri menghubungi Siwon dan mengatakan hal itu. Tentu saja, Siwon merasa khawatir. Aku berusaha untuk menenangkannya dan memintanya untuk mengirimkan pesan pada Kyuhyun. Tapi saat ditengah pertemuan dengan UK, Presdir UK memutuskan untuk menghentikan pertemuan itu karena Siwon terlihat tidak fokus. Setelah itu, dia langsung pergi dan saat ini dia sedang bersama kekasihnya,” cerita Changmin. Walaupun dia meninggalkan kejadian Yoojin yang datang ke kantor. Itu bukan masalahnya.

Yunho memandang Changmin dengan lekat. “Sepertinya Siwon tidak bisa melepaskan Kyuhyun. Entah itu baik atau buruk. Lalu bagaimana dengan dirimu?”

Changmin mengernyit. Bukankah mereka sedang membicarakan mengenai Siwon, kenapa Yunho malah bertanya mengenai dirinya. “Apanya dengan diriku?”

“Bagaimana dengan Yang Jihyun. Aku sudah memberikan hasil penyelidikanku padamu. Kau belum melakukan apapun?” tukas Yunho.

Changmin mendesah. Dia menutup dokumen dan berjalan menghampiri Yunho. Well, beberapa hari lalu, Changmin mendapatkan kiriman paket dari Yunho mengenai informasi tentang Yang Jihyun. Apa yang dilakukan gadis itu setelah mereka tidak bertemu selepas sekolah menengah. Walaupun informasi itu sudah cukup untuk Changmin mengambil langkah pendekatan pada Jihyun, tapi dia masih belum mempunyai keberanian untuk menemui gadis itu lagi.

“Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Jika aku pergi ke Legiun, dia mungkin akan mencari alasan untuk tidak bertemu denganku. Selain itu, aku tidak bisa menggunakan kekuasaanku hanya untuk bertemu dan bicara dengannya,” ujar Changmin sembari duduk di sofa bersebrangan dengan Yunho.

Yunho mengangguk kecil. “Kenapa tidak mencoba dengan kencan buta? Dia menjalani beberapa kencan buta, bukan? Pakai saja cara itu. Kau datang sebagai kencan butanya, agar kalian bisa bicara. Walaupun dia mungkin akan pergi saat melihatmu, tapi setidaknya posisimu bukan sebagai atasannya.”

“Bagaimana aku melakukannya? Informasi darimu, semua kencan buta yang dilakukan Jihyun semuanya atas dasar perkenalan dari teman-temannya. Aku tidak bisa meminta bantuan teman-temannya untuk mengatur kencan buta untuk kami,” sahut Changmin.

Yunho kemudian mengulas sebuah senyuman. “Aku bisa meminta bantuan istriku. Kurasa itu tidak akan sulit. Istriku salah satu pelanggan tetap di toko itu, jadi dia bisa meminta bantuan dari salah satu pegawai toko itu untuk mengaturnya. Lagipula tidak ada yang tahu kalau istriku ada kaitannya dengan keluarga Choi.”

“Kau yakin, istrimu bisa membantuku? Istrimu itu sedikit menakutkan seperti Bibi Yoojin.”

Yunho tertawa kecil. “Tenang saja. Lagipula, istriku sudah mengetahui mengenai Jihyun. Dia pasti mau membantu.”

Changmin mendesah jengkel. Satu lagi orang yang mengetahui mengenai kisah cinta menyedihkannya. Sudah cukup bagi Changmin, mendengar Siwon terkadang mengungkit masalah kisah cintanya hanya untuk sekedar menggodanya. Kini, istri Yunho pun mengetahuinya.

Entah apa yang terjadi padanya nanti.

“Baiklah. Terserah. Tapi ingatkan istrimu untuk merahasiakannya. Walaupun istrimu menakutkan, tapi aku tidak akan segan melakukan balas dendam padanya.”

Yunho hanya menyeringai mendengarkan ancaman Changmin.

*****

Kyuhyun membuka matanya perlahan. Dia menahan nafas ketika wajah Siwon berada tepat dihadapannya. Dengan jarak yang terlalu dekat. Hembusan nafas Siwon terasa begitu hangat di wajah Kyuhyun. Pria itu masih memejamkan matanya dengan tarikan nafas yang teratur. Perlahan, Kyuhyun mulai bernafas.

Dia sedikit mengangkat kepalanya. Mereka berada di tempat tidur. Entah kapan dan bagaimana mereka bisa berakhir di kamar. Kyuhyun sedikit bersyukur karena mereka masih berpakaian lengkap. Walaupun ada beberapa kancing kemejanya yang terbuka. Begitu pula dengan kemeja Siwon. Kyuhyun harus mengingatkan dirinya untuk memeriksa tubuhnya nanti.

Kyuhyun kembali berbaring dan memperhatikan wajah Siwon.

Walaupun dia merasa tidak nyaman pada bagian celananya, karena terasa basah, Kyuhyun tidak bisa melepaskan diri dari pelukan Siwon. Kedua tangan Siwon memeluknya dengan begitu protektif. Selain itu, kedua kakinya juga berada di antara kaki-kaki Siwon. Jika Kyuhyun bergerak sedikit, itu pasti akan membangunkan Siwon.

Kyuhyun mencoba untuk mengingat apa yang terjadi sebelum mereka berakhir di tempat tidur. Namun, yang diingatnya hanya ciuman Siwon serta sentuhan tangan hangat Siwon.

Apa aku benar-benar melakukannya hanya dengan ciuman dan sentuhan Siwon?

“Apa yang kau pikirkan?” gumam Siwon.

Kyuhyun berkedip beberapa-kali saat mendengar ucapan Siwon. Kemudian Siwon membuka matanya dan melihat langsung pada mata Kyuhyun. “Kau sedang memikirkan apa?” tanyanya lagi.

“Bagaimana kita bisa berada di tempat tidur,” bisik Kyuhyun.

Siwon menatap Kyuhyun selama beberapa detik. Lalu dia tersenyum. “Aku yang membawamu ke sini. Dengan menggendongmu.”

Wajah Kyuhyun mulai menghangat. Oh, Kyuhyun seharusnya tidak bertanya. Siwon yang masih tersenyum, kemudian mengecup kelopak mata Kyuhyun. “Apa kau lapar?” tanya Siwon.

Kyuhyun terdiam sejenak. Dia tidak ingin makan saat ini. Hanya ingin mengganti celananya, karena mulai tidak terasa nyaman. “Tidak. Jika kau ingin makan…”

Ucapan Kyuhyun terhenti saat senyuman Siwon menghilang dan pria itu menatapnya dengan serius. Kyuhyun memejamkan matanya dan mendesah perlahan. “Aku tidak lapar, Siwon.”

Siwon teringat dengan ucapan Haneul. Jika Kyuhyun sedang mengalami hari yang buruk, dia tidak akan makan apapun. “Apa ini karena Ibuku? Kau tentu ingat kalau Haneul pernah mengatakan padaku mengenai kebiasaanmu tidak akan makan jika kau mengalami hari yang buruk.”

“Itu tidak berdasar, Siwon.”

Oh, apa aku harus berdebat dengannya mengenai hal ini?

“Kyuhyun…”

Kyuhyun kemudian melepaskan diri dari dekapan Siwon. Dia turun dari tempat tidur dan melirik ke arah kamar mandi. “Apa kau mempunyai celana lainnya di sini?”

Siwon mendesah dan bangun. “Apa kemarin kau makan?” tanya Siwon.

“Siwon, apa kau mempunyai celana lainnya di sini?”

Siwon kemudian turun dari tempat tidur dan berdiri dihadapan Kyuhyun. Dia memperhatikan Kyuhyun dengan lekat. “Kau terlihat pucat. Apa kau makan dengan teratur?”

“Choi Siwon…”

Siwon menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya. Dia menatap Kyuhyun dengan begitu serius. Kyuhyun tidak akan pernah memberikan jawaban dengan mudah. Jadi, Siwon akan terus memaksanya. Walaupun dia sendiri tidak ingin melakukannya.

“Aku akan makan,” gumam Kyuhyun. Dia tidak percaya, kalau dia kalah lagi dengan Siwon. Sebenarnya Kyuhyun cukup keras kepala, tapi kenapa dia selalu kalah argument dengan pria tersebut. “Aku akan makan, tapi berikan aku celana untuk mengganti celanaku ini. Dan… kurasa kau juga harus menggantinya.”

Siwon mengecup bibir Kyuhyun. “Terima kasih. Tapi sayang sekali, aku tidak mempunyai pakaian di sini.”

Mata Kyuhyun membulat. Ini adalah apartment Siwon. Bukankah seharusnya dia mempunyai beberapa pakaian di lemari pakaiannya. Selain itu, terakhir kali Kyuhyun di sini, Siwon mempunyai pakaian ganti untuknya. Kyuhyun sedikit menggigit bibirnya dan melirik ke celananya. Rasanya sudah sangat tidak nyaman.

“Aku bisa meminjam pada tetangga unit lain,” tukas Siwon.

“A-apa… kau tidak bisa meminta bantuan Changmin? Bukankah… Kemeja kemarin, kau memintanya untuk membawakannya ke sini, bukan?”

Heck, meminjam pada tetangga? Apa alasan yang akan diberikan Siwon jika dia harus meminjamnya. Selain itu, dia tidak mungkin meminjam hanya satu. Dan jika tetangga lain melihat mereka keluar bersama, bukankah itu akan menimbulkan masalah. Kyuhyun tidak ingin mempunyai masalah lainnya.

“Sayang sekali. Changmin sepertinya sedang kesal denganku. Terlebih aku mengacaukan meeting penting hari ini. Kurasa aku tidak bisa meminta bantuannya kali ini,” sahut Siwon.

“La-lalu… ba-bagaimana?”

Siwon menarik kedua tangannya dari wajah Kyuhyun. Dia terlihat sedang berpikir. Namun, Kyuhyun sedikit mengernyit ketika Siwon memperhatikannya dari atas hingga bawah. “A-apa yang kau pikirkan?”

“Mungkin kita bisa mencucinya. Di sini ada layanan binatu. Mungkin tigapuluh menit dengan layanan ekspress. Selain itu, pakaianmu memang harus dicuci.”

Kyuhyun memperhatikan pakaiannya. Selain celananya, sepertinya tidak ada yang harus dibersihkan. Lagipula jika pakaiannya dikirim ke binatu, apa Kyuhyun harus telanjang? Itu tidak mungkin ‘kan!

“Tidak ada cara lain?” tanya Kyuhyun.

“Kau bisa mencucinya sendiri. Sepertinya di sini ada pengering rambut. Kau bisa mengeringkan celanamu dengan itu. Kau tahu, meminjam pakaian itu masih lebih baik.”

Kyuhyun menggeleng cepat. Dia tidak ingin menggunakan pakaian orang lain, terlebih orang yang tidak dikenalnya. Kalaupun dia harus mencuci sendiri, Kyuhyun masih harus menunggu hingga celananya kering. Setidaknya di binatu, mereka bisa mengeringkannya lebih cepat.

Kyuhyun kemudian berjalan menuju kamar mandi dan mengunci pintunya. Siwon sedikit mengernyit dengan sikap kekasihnya. Namun, kemudian Siwon tersenyum. Sepertinya Kyuhyun memilih membawa pakaiannya ke binatu. Siwon menarik nafas perlahan dan melihat ke tempat tidurnya. Sedikit berantakan. Tapi cukup beruntung mereka tidak meninggalkan bekas apapun.

Oh, Siwon juga merasa tidak nyaman dengan celananya. Mungkin dia harus segera menggantinya.

Tak lama, Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan bathrobe. Mulut Siwon sedikit terbuka saat melihat Kyuhyun tanpa pakaian kecuali bathrobe tersebut. Namun, dengan cepat Siwon menutup mulutnya ketika Kyuhyun berjalan menghampirinya. Di tangannya, Kyuhyun membawa gulungan handuk. Ia menyodorkannya pada Siwon. “Bawa pakaianku ke binatu. Aku sudah membersihkannya dari….”

“Sperma?” ucap Siwon cepat sembari mengambil gulungan handuk berisi pakaian Kyuhyun.

Oh, Kyuhyun ingin sekali memukul pria itu. Tapi dia menahan diri. “Iya, dari sperma. Kau hanya tinggal mencucinya. Dan… bukankah kau juga harus mengganti pakaianmu. Atau kau tidak….”

“Aku akan meminjam dari tetanggaku saja.”

“Kalau begitu cepat pergi. Aku akan menunggu di sini. Oh, saat kau kembali dengan pakaianku, jangan lupa membeli makanan. Aku yakin, di lemari pendingin juga tidak ada makanan,” ujar Kyuhyun.

Siwon mengernyit. “Kau akan di sini sendirian?”

“Tentu saja. Aku tidak mungkin keluar hanya dengan bathrobe, bukan?”

*****

Changwook memperhatikan Haneul yang sedang melahap jjampongnya. Walaupun Changwook ingin mengajak Haneul ke restaurant yang lebih baik, tapi Haneul bilang dia ingin memakan jjampong. Jadi, Changwook membawanya ke kedai jjampong yang biasa ia datangi bersama keluarganya dulu. Bukan sebuah kedai yang besar, tapi jjampong di kedai tersebut cukup terkenal. Selain itu, pemiliknya sudah berganti hingga tiga generasi.

“Apa enak?” tanya Changwook.

Haneul meliriknya dan mengangguk. “Ini sangat enak. Aku tidak pernah tahu kalau ada kedai jjampong seenak ini.”

Changwook tersenyum tipis. Kemudian dia menyodorkan segelas air ke arah Haneul. “Tidak pedas?”

“Tidak, ini tidak pedas! Tapi… Kenapa kau tidak makan juga? Nanti jjampongnya dingin,” tukas Haneul yang menyadari kalau Changwook hanya memandanginya.

Changwook menarik nafas lalu menopangkan dagunya di telapak tangannya. “Aku menyukai saat kau makan.”

Haneul terdiam sejenak. Dia sedikit memperhatikan sekeliling kedai tersebut. Walaupun tidak banyak pengunjung yang datang, tapi meja mereka yang berada di tengah ruangan dapat dengan mudah mengundang perhatian dari orang-orang.

“Hyung…”

“Jangan pedulikan orang lain. Lagipula aku tidak melakukan apapun kecuali memperhatikanmu,” tukas Changwook.

Haneul menaruh sumpitnya. Lalu ia mengambil gelas yang disodorkan oleh Changwook dan meneguk air beberapa-kali. “Oh… Kau bilang ingin bicara, bukan? Apa yang ingin kau bicarakan?”

Changwook menegakkan tubuhnya. Sepertinya Haneul masih sedikit canggung jika mereka berada di ruang publik. “Pertemukan aku dengan orangtuamu. Aku juga akan mempertemukanmu dengan keluargaku.”

Mata Haneul membulat. “Ma-maksudmu…? Hyung, kenapa kau ingin bertemu dengan orangtuaku? Bu-bukankah kita…”

“Kita memang sepakat untuk mencari waktu yang tepat untuk memberitahu orang lain. Tapi setidaknya orangtuamu harus mengetahuinya terlebih dahulu, Haneul. Kau tidak bisa menutupinya lagi,” tutur Changwook.

Haneul menunduk menatap mangkuk besar jjampong miliknya. Dia bisa mengerti maksud Changwook. Selain itu, Haneul memang sudah bertahun-tahun menyembunyikan masalah seksualitasnya dari keluarganya sendiri. Tapi memberitahu keluarganya adalah sebuah langkah besar. Selain itu, Changwook juga mengatakan kalau dia akan mengenalkan Haneul pada keluarganya.

Changwook masih memandangi Haneul. Sepertinya Haneul tidak akan memberikan jawaban dengan mudah. Ia menarik nafas panjang lalu meraih sumpitnya. Changwook mengaduk jjampongnya. “Pikirkan saja dulu. Aku tidak akan memaksamu untuk mengenalkanku pada orangtuamu. Tapi aku akan tetap membawamu menemui keluargaku. Pikirkan sampai kau benar-benar siap.”

Haneul menatap Changwook yang kini mulai melahap jjampongnya. Pria itu sama sekali tidak memaksanya. Bahkan sejak Changwook mengatakan mengenai perasaannya, Haneul tidak pernah diberi paksaan untuk menerimanya. Apa yang terjadi pada mereka adalah keputusan Haneul sendiri.

Oh, Haneul tidak tahu kalau dia bisa bertemu pria seperti Changwook.

Setelah perasaannya terhadap Kyuhyun kandas begitu tragis, Haneul mendapatkan sesuatu yang lebih indah. Ji Changwook. Tapi Haneul selalu merasa bahwa dirinya terlalu egois.

Haneul menarik nafas perlahan. “Berikan aku waktu satu minggu. Aku akan memikirkan apa yang harus aku katakan pada keluargaku. Mungkin setelahnya, aku akan membawamu bertemu dengan mereka,” gumamnya.

Changwook melirik Haneul. Kemudian ia mengangguk. “Makanlah. Habiskan jjampongmu.”

“Oh ya, hyung…”

Changwook mengangkat kepalanya.

“Lain kali bawakan kopi latte untukku. Itu kesukaanku. Minum kopi Americano terus, membuatku bosan.” Kemudian Haneul kembali melahap mie jjampongnya.

Changwook masih memperhatikan Haneul dengan lekat. Perlahan, Changwook tersenyum. “Aku mengerti. Lalu makanan kesukaanmu?”

“Aku bukan pemilih makanan. Tapi aku sama sekali tidak bisa makan soondae. Mungkin terlalu sering makan sosis di Jerman, aku jadi tidak terbiasa makan soondae. Bahkan mencium baunya saja, aku tidak bisa. Kalau hyung?”

“Kebalikan dirimu. Aku sangat menyukai soondae. Lalu warna favoritmu?” sahut Changwook.

*****

Uhm Ki Joon sedang menikmati makan siangnya. Ditemani alunan musik karya Bach di ruang makannya yang besar dan juga terlihat begitu elegan. Dengan meja makan kayu besar yang terbuat dari oak dengan ukiran yang rumit. Ki Joon melahap menu makan siang mewahnya seorang diri.

Namun, Ki Joon harus sedikit terganggu dengan kedatangan salah satu pegawainya.

“Telepon dari Tuan Geon Min, Tuan.”

Ki Joon meletakkan pisau dan garpu yang berada di tangannya ke sisi piring yang berisi bistik yang menjadi menu makan siangnya. Kemudian ia meraih ponsel yang disodorkan kepadanya dan menyuruh pegawainya itu pergi. Ki Joon menunggu sampai pintu ruang makan kembali ditutup rapat sebelum dia menjawab telepon dari salah satu kakaknya.

“Ya, hyung?”

“Seon Hwan, kau harus menjualnya.”

Ki Joon tersenyum. “Tentu saja. Tapi dengan persidangan ini, rasanya sedikit sulit. Tapi kau tidak perlu khawatir. Katakan itu pada Abeoji.”

“Baiklah. Kami mengandalkanmu untuk hal ini. Lalu bagaimana dengan Choi Group? Dari e-mail terakhir yang kau kirim, sepertinya kau tertarik pada perusahaan itu. Aku juga sudah membaca dokumennya. Apa kau yakin?”

Ki Joon menatap gelas yang berisi red wine. “Kurasa Choi Group akan bermanfaat bagi UK. Mungkin akan selesai dalam dua atau tiga bulan. Bagaimana tanggapan Abeoji?”

“Abeoji tidak mengatakan banyak. Kau tahu, kalau Abeoji sangat mempercayai penilaianmu. Tapi jangan kecewakan kami, Ki Joon. Oh ya, kapan kau akan kembali ke London?”

Ki Joon menarik nafas. “Aku akan membuat keputusan yang rasional, hyung. Ah… aku tidak tahu kapan aku akan kembali ke London. Mungkin setelah situasi di sini menjadi sangat membosankan? Entahlah…”

“Baiklah, terserah padamu. Kau sudah terlalu tua untuk diatur-atur. Tapi perhatikan keputusan dan tindakanmu, Ki Joon. Terutama mengenai Seon Hwan.”

Ki Joon kembali tersenyum tipis lalu memutuskan sambungan teleponnya. Dia menaruh ponselnya di atas meja, lalu kembali melanjutkan makan siangnya yang tertunda.

*****

Haesa memandang meja kerja Kyuhyun yang kosong. Ini adalah pertama-kali baginya memasuki ruangan kerja Kyuhyun di kantor firma hukum ayahnya. Walaupun Haesa pernah beberapa-kali datang, tapi dia selalu menghindari Kyuhyun. Haesa akan mencari waktu di mana Kyuhyun sedang sibuk atau sedang keluar kantor untuk pertemuan dengan klien.

Namun, hari ini, Haesa ingin sekali melihat ruangan kerja Kyuhyun.

Haesa menarik nafas perlahan. Ia menyentuh plat nama Kyuhyun. Kemudian dia memperhatikan semua barang-barang yang tertata rapi di atas meja. Dia tidak pernah berubah sedikit pun, pikirnya.

Perhatian Haesa kemudian tertuju pada sebuah pigura yang dalam posisi terbalik. Ia meraih pigura tersebut dan terhenyak. Pigura tersebut berisi foto dirinya bersama Kyuhyun ketika mereka masih di universitas. Foto yang diambil ketika mereka berusia duapuluhempat tahun.

Haesa memandangi foto tersebut. Jujur saja, Haesa kembali teringat ke masa-masa mereka masih berkuliah. Memori nostalgia itu seakan memenuhi benaknya tanpa terbendung.

“Appa ingin kau bekerja di sini. Setelah apa yang terjadi kemarin, Appa tidak ingin kau kembali tinggal di Tokyo sendirian. Jika alasanmu menolak bekerja di sini adalah Kyuhyun, jangan terlalu mengkhawatirkannya. Kyuhyun bukanlah pria yang menyimpan dendam. Dia tidak pernah seperti itu. Selain itu, pikirkan apa yang Kyuhyun lakukan untukmu selama ini, Haesa. Appa tidak sedang menghakimimu, tapi bukankah seharusnya kau bersikap baik padanya setelah apa yang terjadi? Kyuhyun adalah pria baik, dan kau sudah terlalu jahat padanya, Haesa.”

Ucapan Appanya kembali teringang dalam pikiran Haesa.

Ya, Haesa tahu kalau dia sudah sangat jahat pada Kyuhyun. Bahkan Haneul sudah sering-kali mengatakan hal itu padanya setelah saudara kembarnya mengetahui apa yang terjadi di Pulau Jeju. Tapi Haesa tidak bisa melakukan hal lainnya pada Kyuhyun, selain meminta maaf. Dia sudah melakukannya. Dan Kyuhyun sudah menyuruhnya untuk pergi.

Bukankah semuanya akan baik-baik saja?

“Apa yang kau lakukan di sini?” ujar Hyukjae.

Haesa menoleh dan melihat Hyukjae memasuki ruangan. Ia menutup pintu dan berjalan mendekati Haesa. Hyukjae melirik pigura yang berada di tangan Haesa. Kemudian ia menghela nafas pendek dan mengambilnya.

Hyukjae berjalan ke balik meja kerja Kyuhyun. “Kau tidak bisa berada di sini, Nona Kang. Walaupun ini adalah kantor ayahmu, tapi kau tidak bisa masuk seenaknya ke ruangan pengacara,” tuturnya sembari menyimpan pigura itu di laci meja.

Kemudian Hyukjae menyalakan komputer Kyuhyun dan memasukkan flash-drive ke CPU. Ada beberapa dokumen yang harus ia copy.

Haesa memandang Hyukjae dengan lekat. “Bagaimana dengan kondisi Kyuhyun?”

Hyukjae melirik Haesa lalu kembali berfokus pada layar komputer. “Dia baik-baik saja. Walaupun sepertinya dia tidak senang karena statusnya di non-aktifkan. Tapi dia akan bertahan. Setelah kasus ini selesai, dia bisa kembali bekerja.”

Kemudian suasananya menjadi sunyi. Hanya terdengar suara keyboard dan suara klik mouse. Hyukjae menemukan file dokumen yang dia butuhkan lalu mengcopynya ke flash-drive. Sembari menunggu, Hyukjae kembali menatap Haesa.

“Kudengar kemungkinan besar kau akan bekerja di sini. Butuh waktu enam tahun dan sedikit peristiwa yang menegangkan untuk meyakinkanmu rupanya,” tukas Hyukjae.

Haesa menatap Hyukjae dengan lekat. “Masih kupikirkan.”

“Kenapa? Bukankah lebih baik bekerja di sini, dibandingkan kau harus kembali ke Tokyo. Lagipula kantor firma ini akan jatuh ke tanganmu cepat atau lambat, bukan? Jangan bilang, kau menolak bekerja di sini karena Kyuhyun.”

Haesa menghela nafas pendek. Hyukjae selalu saja menyebut nama Kyuhyun. Walaupun awalnya memang dia yang bertanya mengenai Kyuhyun, tapi apa yang dilakukan Hyukjae saat ini seperti dia sedang mengolok Haesa. “Apa yang sebenarnya kau ingin katakan, Pengacara Lee?”

Hyukjae menggumam pelan. Dia kemudian mencabut flash-drive setelah dokumen telah tercopy lalu mematikan kembali komputernya. Hyukjae kembali menatap Haesa dan tersenyum. “Apa yang ingin aku katakan? Sebenarnya ada begitu banyak. Tapi sayang sekali, ini bukanlah urusanku. Kyuhyun juga tidak akan menyukai sikapku kalau dia mengetahuinya. Namun, ada satu hal yang ingin kukatakan padamu.”

Kemudian Hyukjae berdiri dari kursi dan berjalan mendekati Haesa. Dia menatap gadis itu dengan serius. “Jika kau bekerja di sini dan Kyuhyun juga mulai kembali bekerja, sebaiknya jangan menatap Kyuhyun seakan-akan ada sebuah bilah pedang di punggungnya saat kalian bertemu. Jangan menatapnya dengan rasa simpatimu. Kyuhyun tidak membutuhkannya. Pikirkan saja dirimu, Kang Haesa. Lagipula bukankah itu memang keahlianmu? Oh, tolong segera keluar dari ruangan ini, Nona Kang.”

Hyukjae lalu meninggalkan ruangan tersebut.

Oh, aku puas sekali!!

*****

Siwon menghela nafas pendek saat ia menemukan Kyuhyun tertidur di tempat tidur. Sebelum ke binatu, Siwon pergi ke salah satu tetangga yang dikenalnya untuk meminjam pakaian. Well, cukup beruntung mereka mempunyai pakaian yang masih baru dan belum terpakai. Ukurannya juga pas dengan tubuh Siwon. Akhirnya dia membayar pakaian itu. Hanya sebuah t-shirt polo berwarna putih dengan celana jeans berwarna gelap. Setelah mengganti pakaiannya, Siwon pergi ke binatu untuk mencuci pakaian Kyuhyun dan pakaiannya. Sembari menunggu, Siwon pergi ke restaurant yang berada di area gedung apartment tersebut.

Sebenarnya setelah membeli makan siang, Siwon ingin kembali ke unit apartment dan membiarkan pegawai binatu yang mengantarkan pakaian mereka. Tapi Siwon tidak yakin berada di satu ruangan yang sama dengan Kyuhyun. Terlebih Kyuhyun hanya mengenakan bathrobe. Jadi, Siwon memilih kembali ke binatu dan menunggu hingga pakaian mereka siap.

Tapi saat Siwon kembali, dia malah menemukan Kyuhyun sedang tidur. Well, Siwon hanya pergi selama satu setengah jam dan dia pikir Kyuhyun akan sibuk menonton televisi.

Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun yang sedang tertidur. Kyuhyun terlihat begitu damai. Selain itu, warna merah di pipinya bekas tamparan Ibunya juga mulai menghilang dan tidak bengkak. Siwon sangat bersyukur akan hal tersebut. Entah bagaimana, selama bersama Siwon, Kyuhyun selalu terluka. Dan luka itu meninggalkan bekas.

Siwon melirik bekas luka di tangan Kyuhyun. Ia mendesah berat.

“Kyuhyun…” ucap Siwon sembari menyentuh bahu Kyuhyun. “Ayo, pakai pakaianmu dulu.”

Kyuhyun mengernyit jengkel saat tidurnya terganggu. Matanya perlahan terbuka dan menatap Siwon dengan setengah sadar. Kyuhyun menarik nafas dan beranjak bangun. “Kau ganti pakaian? Jadi, kau benar-benar meminjam dari tetanggamu.”

Siwon tertawa kecil melihat ekspresi Kyuhyun yang terlihat seperti anak kecil. Ia kemudian merapikan rambut pendek Kyuhyun dan merapatkan bathrobe yang sedikit terbuka. Well, Siwon bisa melihat bahu putih Kyuhyun. Jadi, dia tidak ingin mengambil resiko.

“Aku membelinya. Mereka mempunyai pakaian yang masih baru, jadi aku membayarnya.” Siwon lalu mengambil kantung yang berisi pakaian milik Kyuhyun. “Kenakan pakaianmu. Aku akan menyiapkan makan siang.”

Kyuhyun mengerang kesal. “Makan dulu, baru pakaian. Aku sudah lapar.”

“Ta-tapi Kyuhyun…”

Kyuhyun tidak ingin mendengarkan protes Siwon. Dia langsung bergegas keluar kamar dan menuju meja makan di mana Siwon menaruh kantung berisi dua porsi bibimbap untuk makan siang mereka. Sedangkan Siwon sendiri masih di kamar dengan frustasi. Bagaimana bisa dia makan dengan Kyuhyun yang hanya menggunakan bathrobe? Well, setidaknya Kyuhyun bisa menggunakan kemejanya dulu.

Siwon mendesah lalu menyusul Kyuhyun yang sudah membuka porsi bibimbap miliknya. Kyuhyun sedang mengaduk nasi campur itu. Siwon duduk di samping Kyuhyun dan membuka makanan untuknya. Siwon berusaha menjaga pandangan matanya. Dia hanya berfokus pada makanannya. Walaupun sesekali Siwon melirik Kyuhyun sedang sibuk melahap bibimbap-nya.

Oh, Siwon bisa melihat bagian dada Kyuhyun dari celah bathrobe.

Choi Siwon kendalikan dirimu!

*****

NOTE:  Well… aku gak akan semudah itu bikin kyuhyun dan siwon melangkah lebih jauh. hahahahaha… Mereka masih sekedar touching and kissing doang. Belom sampe handjob, blowjob apalagi seks. Walaupun begitu touching sama kissingnya udah naek level.. /berasa game

Sebenarnya ini masih ada lanjutannya. Tapi takut kepanjangan, akhirnya dipotong sajalah. Lagipula sudah dua minggu, bukan?

Uhmm… annyeong~

Music: Super Junior – Shirt

Advertisements

32 thoughts on “[SF] Scarface Part 42

  1. WonKyu sudah maju satu langkah,, mungkin d chapter chpater berikutnya mereka akan maju lima langkah sekaligus, kkkkk
    semoga ny.Choi bisa lebih kalem lagi, dia benar2 wanita yg tangguh dan sadis tentunya!!-_-
    d tggu kelanjutannya ne!! 🙂

  2. I sort of like the conflict between kyuhyun and Siwon’mom because i feel that the more Siwon’s mom hurt Kyuhyun, that show how much love Kyuhyun towards Siwon because he endure the pain…I guess for now kissing n touching is enough for them
    Thanks for the update n waiting for next update

  3. Paling suka kalo udah moment wonkyu nya.saat kyuhyun bangun tidur dan ada siwon di sebelahnya yang aku pikirkan mereka udah melakukan seks,tapi ternyata enggak.

    Tapi itu choi yoojin bener2 mengerikan sampe kepikiran buat membunuh gitu.pasti sulit banget buat wonkyu dengan sikap eomma choi.
    Masih penasaran sama orang yang bertemu dengan jinri di coffee shop.uhm ki jun atau bukan.di chapter ini gak ada yifan-joonmyeon nya ya.penasaran juga sama kelanjutan hubungan mereka

  4. Dudududu,, touching n kissingnya dh level,,, cieeeee mkin so sweet ajja nih wonkyu. . . Kkkk~
    Sika krakter appa siwon yg bsa ngerti posisi siwon dan gk maksain siwon kayak eommanya, yojin emang bner2 kras kepala. Hadeeeeh. .

  5. oh wow…
    aq kira mrka ud this and that
    tp msh touching2 ajj ya
    untung sii won kuat iman
    hahahhahaha
    ffnya makin seru….saya suka

    keep writing

  6. yeeeee akhirnya bunyi tlfn yng ganggu kegiatan wonkyu,kkkk
    aku pikir mamahnya siwon yng tiba2 dateng mergokin wonkyu wkwkwk
    tp rada ribet gt ya pas pinjam meminjam baju segala macem,kirain siwon banyak baju di apartemen dia,
    emmm haesa,mungkin g ya dia bs suka sm kyuhyun?kayanya seru aja gt klo skrng gantian haesa yng ngejar2 kyuhyun?trus gantian kyuhyun yng nolak2 haesa,wkwkwk

  7. Wonkyu selalu so sweet.. Ditambah ama karakter siwon yg over lagi…n sifat kyu yg mandiri n brani, nggk gampang menyerah..jadi ++++…
    Ibunya siwon jahatttt…sampai ada niat mau bunuh kyu lagi…hffft
    Siwonnn…please always protect kyuhyun yaa… Tapi kalau ntar kyu nya disakitin, maka juga tambah so sweet..
    Terimakasih udah update lagi kakak…its always make my day more… beautifull.. smangat.. haha
    selalu kalau tau ada update-an ini langsung bikin ngantuk hilang, hati bersorak gembira…haha
    Ditunggu lanjutannya ya… semangat, fighting…
    oh iyaa satu lagi..ceritanya nggk usah tamat bisa???
    Annyeong…

  8. bener jg sih WONKYU ga akan semudah itu ngelakuin nya slain kissing sma touching haha
    pdhal udh ga sabar liat WONKYU ngelakuin ke yg lbh intim /plakk 😂
    huaa Aboji Choi!! aku padamu!! haha dia udh terang2an blg klo Kyu kekasih nya Siwon aww ~
    duuh Yoojin kapan sadar ya? kyk nya bakal lama deh ahh
    atau WONKYU hrs ngelakuin itu dlu bru sadar? wkwk
    Changwook minta dikenalin ke ortu nya Haneul,berasa kyk mau ngelamar Haneul lol
    iya jg sih..cepat atau lambat kan ortu mreka hrs tau,dripada nnti tambah rumit masalahnya /eh
    pdhal gapapa kepanjangan jg Ra,apa lg klo bgian WONKYU kkk ~
    ini aja blm puas baca nya XD
    ditunggu next nya ❤

  9. Seneng bgt update lgi…..
    Wah ibunya siwon ganas bgt ya,,smpe dy bahkan akn membunuh cho klo ga nurutin kmauan dy mnjauhi siwon
    hbngan wonkyu dh mlae smakin brkembang dn mlae brani sling sntuh,,,heheehehehheeeeeee……
    Good job!!

  10. lagi bergairahnya eh malah diganggu sama dering ponsel, aku kira mereka mau melakukan tahap selanjutnya.. hahahaa
    suka sama pemikiran appa choi dan umma choi benar2 keras kepala sekaligus menyeramkan, apa membunuh kyu juga salah satu dari sekian banyak cara yg dipikirkan umma choi untuk misahkan wonkyu ?
    apa pria yg ketemu jinri di coffee shop itu ki joon ?
    semoga siwon kuat iman melihat kyu dengan penampilan seperti itu hahaha

  11. My gooooddddd di PHPin dieraaaaa…
    Huaaaaaaaaaa gagal punya ponakan deh,,,, #plakk
    Tapi emang kalo di pikir2 sih terlalu cepat tapi juga bikin gak sabar,,, chap depan moga ajah Siwon yg fristasi gegara Kyuhyun,,, kyu macam bocah polos yg gak tau kalau ada singa lapar didepannya, siap nerkam dia terus menanamkan kejantanyan didalam tubuhnya,,, hahahahahaaha
    Entah kyu sadar atau enggak…
    Beneran deh ini masih panjang yah, duuuh kawin lari ajah deh wonkyu #plaakk

  12. yaampunn …. yaampunn diera.
    benar dahhh aku seneng bngt kamu update udah beberapa hari ini aku bulak balik kayak setrikaan ke blog kamu , berharap scarface muncul
    dan akhirnya muncul juga… ampe teriak aku saking senengnya wkwkwk 😀
    siwon kyuhyunnya boleh diculik gak ama aku xD , sumpah gemes bngt ama mereka senenggg bngtttt.. hubungan wonkyu makin lama makin sweet. makin jaya(?) dan makin intim pula , walaupun making love nya blm , but no problem , aku bakal sabar menunggu.. xD
    yaampun yoojinnnn… kesel bngt dahh ama dia… jahat bngt mau misahin gitu , please jangan buat wonkyu pisah , buat bersamanya aja kudu berapa chapter , setelah bersama terus berpisah kayak genes bngt.. 😥
    mudah2an siwon selalu ngelindungi kyuhyun , kasian kyunie terluka melulu , kali2 siwon kek yg terluka krn kyuhyun.
    thank you diera mau update , makin ngefans dahh ahhh…
    ditunggu kelanjutannya
    semangata terus

  13. Choi yoojin bikin kesel, egonya terlalu tinggi -,-
    jangan smpe kyu di apa”in lagi deh sama dia pkoknya siwon hrus ekstra jagain kyukyu

  14. pas buka di wp blum ada eh iseng” cek ditw author dan ternyata udh dipublish…. yaelah ngga sesuai byangan saya kirain mereka bkal ehemm 😀 ya syudahlah.. Cepat” apdet ya thor… Saya slalu menanti… Bnyakin wk moment nya :* :*

  15. puaaasss banget sama chap ini
    banyak uri wonkyu nyaaaaaa…
    mana ini wonkyu momen pulaaaa aahhhh..
    dan suka deh sama kata appa choi yang bilang kalo kyu kekasih siwon
    hahaha…
    duh kayaknya umma choi udah makin garang aja
    seremin sumpah deh umma choi itu ntah menyayangi anaknya, atau memang terobsesi ingin anaknya luarrr biasa dengan segala kesempurnaannya…
    memaksakan kehendak gak baik loh mana siwon juga udah matang kok 33 tahun dia bisa memilih yang terbaik untuknya..
    daaaaannn menunggu chap depan apaan nih..
    sabar ya siwon kalo mau naik tahap lagi bolehin kok hahaha

  16. uch, baru baca udah ada hal yang mendebarkan,, kiraen mereka beneran lanjut ke level berikutnya,, tp krisho lum ada disini, jikang juga dikit, ini lebih banyak bahas soal keluarga siwon ya???

  17. Yah tuh telepon ganggu aja sih…nggak jadi nglakuin “itu” deh…
    Makin gemes aja sama wonkyu…udah deh kawin lari aja, pergi keluar negeri terus hidup tenang nggak ada yang ganggu…hahaha….
    Appa choi udah mulai nerima kyu tapi kenapa umma choi malah pengen bunuh kyu…ckckck jahatnya…
    Semoga mereka tetap bersatu dan saling melindungi..

  18. ” Sudah dalam DNAnya, Siwon lebih cenderung tertarik pada seorang pria.”
    Itu maksudnya apa kaaaak??? Pikiranku jadi kemana-mana pliiiiis T_T
    Apa rahasia keluarga Choi? Aku jadi penasaran sama Choi Daehan lagi kan. Duh~
    Wow!! WonKyu nyaris melakukan adegan 21+. Tapi berakhir dg mereka sekedar cuddling (?) di tempat tidur 😀
    Tiba-tiba kepikiran masalah Haesa. Takut Haesa hadir dan merubah segalanya *eh ^^v

    Bukan keputusan yg mudah utk Haneul. Tapi aku menantikan kelanjutan kisah mereka. Apa nantinya mereka akan jadi pasangan pertama yg mendapatkan restu keluarga? Atau mereka juga harus berjuang lebih lama utk meresmikan hubungan mereka?
    Ditunggu deh ya kak kelanjutannya ^^

  19. Diera eonni memang daebak…. Iya seh klu mereka langsung kayaknya gak etis banget. Hubungannya masih baru gak mungkin langsung gitu… Heheheh

    Wonkyu semakin dekat ajah. Makin suka…. Part ini gak terlalu berat… Semoga konflik dengan uhm ki joon cepat selesai heheheh

  20. Hahaha Kyuhyun ahli banget dalam menyiksa Siwon. Cukup dengan memakai bathrobe, Siwon sudah kelabakan pingin makan (?).
    Beberapa adegan panas, kirain mereka akan cus(?), eh ternyata belooommm. Kyu masih perjaka tingting heee

    ditunggu banget lanjutannya…..

  21. Tahan dirimu choi siwoiinnn.. fokus fokus..
    Hahahahahaha.. kyuhyun ga tw klo tindakan dy bsa bkin harimau jd blingsatan..
    Aduh sneng bgt bnyak moment wonkyuny.. Smoga bsa makin lengket deh mreka.. pngen liat kyuhyun manja2an trs agak posesif gtu ke siwon hahahaha

  22. oooh kupikir dah ada blowjob.
    wkakaaa senanng ma part ini.
    mau naik level lagi lah untuk wonkyu.

    tuk yoojin aku ngeri sampai mau bunuh kyu segala

  23. Gapapa biarpun kemajuannya cuma dikit seenggaknya kyu udah ga malu2 lagi sama siwon hehehe
    Ibunya siwon serem abis parah mak mak drama korea bgt emg dah :””)))
    Dan masih penasaran sama motif kijoon….

  24. ibunya siwon kok kejam bgt sih sama kyu biarkan siwon mencintai kyu jgn di pisahkan dgn paksa gitu dong nti wonkyu jadi terluka
    siwon juga bisa canggungnya padahal klu dekat dgn kyu siwon langsung aja maju meluk kyu tp saya suka dgn hubungan mereka yang naik satu level lebih intim

  25. Wow…… aq kebut baca ff ini dari chap 1 sampai chap 42……
    Two thumbs up for author-ssi…. Daeeebaaaakkkkkk…..
    Mianhae ne baru koment di chap 42 karena penasaran banget sama kisah Wonkyu nya.
    Aq baru sempat buka wp author-ssi…. dulu sering baca walau jarang koment…kkkkk

    Penasaran banget sama apa yang akan Siwon lakukan kepada Eommanya dengan menyakiti Kyuhyun secara phisik dan psikis….

    Keep writing Atuhor-ssi…

  26. Hubungan wonkyu makin intim aja 😁😁😁
    Sneng baca moment wonkyu yg selalu bersama meskipun hubungan mrk ditentang oleh eomma siwon dan kedua orangtua kyuhyun, mrk mampu bertahan utk menghadapinya. Semga selalu sprt itu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s