[SF] Meet Him Among Them

won & kyu

Meet Him Among Them

Choi Siwon tidak yakin akan dirinya. Bahkan, dia tidak pernah mempertanyakan sebelumnya. Namun, keraguannya yang dirasakannya saat ini sungguh membuatnya ketakutan.

***

Choi Siwon adalah pemuda normal berusia sembilanbelas tahun, seperti kebanyakan pemuda lainnya. Hanya seorang siswa sekolah menengah yang akan mengikuti ujian masuk univesitas dalam tiga bulan. Siwon adalah siswa yang cukup cerdas. Peringkatnya tidak pernah lepas dari tiga besar dari seluruh sekolah. Posisinya sebagai salah satu wakil ketua dewan siswa membuat Siwon cukup popular di antara semua siswa dan para guru. Siwon tidak pernah terlibat masalah apapun. Guru kelasnya juga selalu mengandalkannya sebagai ketua kelas. Teman-temannya selalu menghargainya. Bisa dikatakan kehidupan Choi Siwon berjalan biasanya saja tanpa ada banyak masalah.

Sampai suatu hari, Choi Siwon bertemu dengan pria itu.

Di pertengahan bulan September dengan suhu yang mulai menurun, pertanda musim gugur akan segera datang. Siwon sedang menunggu teman-temannya di sebuah café dekat rumahnya. Ia sudah mempunyai janji untuk melakukan diskusi bersama untuk persiapan ujian masuk universitas pada bulan November mendatang. Tapi sayang sekali, Siwon datang terlalu cepat dari waktu janjian mereka. Jadi, Siwon memilih menunggu sembari menikmati secangkir kopi latte.

Hingga Siwon melihat sosok seorang pria yang berdiri di belakang counter dan berbicara dengan pegawai yang sedang bekerja. Ekspresi pria itu terlihat serius saat mendengarkan ucapan pegawai tersebut. Kemudian pria itu tersenyum dan menepuk bahu sang pegawai.

Oh, mungkinkah dia pemilik café ini? pikir Siwon.

Siwon mungkin terlalu lama memandangi pria itu hingga ia tersadar kalau pria itu juga memandang ke arahnya. Dengan cepat, Siwon mengalihkan pandangannya. Ia menyeruput kopinya perlahan. Lalu beberapa menit kemudian, saat Siwon mengangkat kepalanya dan melihat ke arah counter, pria itu sudah tidak ada.

Siwon menghela nafas pendek. Dia mungkin tidak akan bertemu dengan pria itu lagi.

***

Tapi takdir menentukan hal lain.

***

Siwon bertemu lagi dengan pria itu. Di depan rumahnya.

Saat dia pulang sekolah, Siwon melihat mobil ekspedisi di rumah kosong yang letaknya berseberangan dengan rumahnya. Rumah kosong itu sudah cukup lama ditinggalkan oleh penghuni lamanya yang pindah ke Filipina. Mungkin sekitar enam bulan. Dan pria itu akan tinggal di rumah tersebut. Langkah Siwon terhenti sejenak dan memperhatikan pria yang sedang mengatur beberapa pekerja yang sedang membawa beberapa kotak ke dalam rumah tersebut.

Tetangga baru? gumam Siwon.

Kemudian Siwon bergegas memasuki rumah ketika pria itu hendak berbalik. Entah apa yang membuat Siwon memilih untuk menghindari tatapan pria itu. Siwon menutup pintu dengan sedikit keras lalu melepaskan sepatunya di foyer.

“Aku pulang!” serunya.

Siwon mendengar suara sahutan ibunya dari arah dapur. Dengan spontan, ia berjalan menuju dapur dan melihat ibunya sedang mempersiapkan makan malam. Ibunya tersenyum ketika melihat Siwon. “Kau sudah pulang. Bersiaplah untuk makan malam, Appamu akan segera pulang.”

Siwon mengangguk kecil. Lalu ia memutuskan untuk bertanya mengenai tetangga barunya tersebut. “Eomma, kita punya tetangga baru? Itu rumah di depan,” tutur Siwon.

Siwon melihat ibunya tersenyum lebar. Sepertinya sangat senang dengan tetangga baru tersebut. “Eoh. Akhirnya setelah enam bulan, ada penghuni baru. Dia baru datang sekitar pukul tiga tadi. Apa mereka belum selesai?” tanya ibunya yang mengaduk sup kimchi.

Siwon kembali mengangguk dan melihat apa yang sedang dibuat oleh ibunya. “Belum. Apa Eomma mengenal penghuninya?”

Ibunya menatap Siwon setelah mematikan kompor. “Pemilik café OneStar yang di depan jalan utama. Dia masih muda sekali. Sekitar duapuluhdelapan tahun.”

Sembilan tahun lebih tua dariku.

“Siwon, ambilkan empat mangkuk,” ucap ibunya lagi.

Siwon mengernyit. Mereka hanya tinggal bertiga, tapi kenapa ibunya meminta mengambil empat mangkuk. “Empat?” tanyanya sembari mengambil empat mangkuk dari lemari.

“Eomma meminta tetangga baru kita untuk makan malam di sini.” Ucapan ibunya membuat Siwon sontak menoleh ke arah ibunya. “Dia mungkin terlalu sibuk memindahkan barang-barang, jadi tidak akan sempat membeli makan malam. Setidaknya kita bisa mengenalnya,” tutur ibunya.

Siwon tidak mengatakan apapun. Dia mengambil empat mangkuk dan menyodorkan pada ibunya. “Aku akan mengganti pakaianku dulu.”

“Setelah selesai, tolong temui tetangga baru kita dan ajak makan malam di sini, ya.”

Siwon tidak memberikan respon apa pun dan memilih bergegas ke kamarnya yang berada di lantai dua.

***

Tetangga barunya, Cho Kyuhyun.

Siwon mengetahuinya ketika ia harus –dengan sedikit terpaksa– menemuinya dan mengatakan kalau ibunya mengundangnya untuk makan malam. Beruntung, karena pegawai ekspedisi sudah selesai memindahkan semua barang-barangnya ke dalam rumah. Siwon bisa melihat kotak-kotak besar yang belum dibuka di ruang tengah.

Awalnya, Kyuhyun menolak undangan tersebut. Tapi Siwon mengatakan, “Ibuku adalah orang yang sedikit pemaksa. Dia mungkin akan datang secara langsung dan menarik anda untuk makan malam bersama kami. Akan jauh lebih baik jika anda datang dengan sukarela.”

Kyuhyun tertawa mendengarnya. Well, itu suara tawa yang paling menyenangkan yang pernah Siwon dengar. Terlebih ketika Kyuhyun tersenyum. Siwon menyadari bahwa pria yang berdiri dihadapannya itu memiliki dimple di bawah mulutnya.

“Siapa namamu?” tanya Kyuhyun.

Siwon terdiam sejenak. Ia berkedip beberapa-kali. Apakah aku tidak mengatakan namaku tadi?

“Kau tidak mengatakan namamu,” ucap Kyuhyun mengkonfirmasi apa yang baru saja dipikirkan oleh Siwon.

Oh.

Siwon lalu sedikit membungkuk. “Ah, maaf. Namaku Choi Siwon. Senang berkenalan dengan anda.”

Kyuhyun masih tersenyum. Kemudian tangannya terangkat dan mengusak rambut hitam Siwon dengan lembut. Oh, rasanya jantung Siwon akan meledak. “Jangan terlalu formal, Siwon. Kau bisa memanggilku hyung,” tutur Kyuhyun seraya menarik tangannya kembali.

Siwon hanya mengangguk kecil sembari menyentuh rambutnya. “Jadi, apa hyung akan makan malam bersama kami?” Dan Siwon akan mencari alasan lain agar Kyuhyun menerima undangan makan malam tersebut.

“Jika ibumu memaksa, maka aku tidak akan punya pilihan, bukan?”

***

Sejak hari itu, Siwon mulai memperhatikan tetangganya, Kyuhyun.

Setiap pagi, saat Siwon hendak berangkat sekolah, ia akan melihat Kyuhyun baru saja kembali dari kegiatan jogging paginya. Terkadang jika mereka berpapasan, Kyuhyun akan menyapa dan tersenyum padanya. Bodohnya, Siwon hanya membalas sapaan itu dengan sedikit membungkuk lalu mempercepat langkahnya menuju halte bis.

Pada malam harinya, Siwon bisa melihat Kyuhyun pulang dari café dari kamarnya di lantai dua. Kyuhyun sebenarnya mempunyai mobil, tapi sepertinya dia lebih sering menggunakan kendaraan umum. Jika beruntung, Siwon akan bisa melihat Kyuhyun yang bersantai di balkon sembari menyeruput kopi atau teh.

Jika di hari Sabtu dan Minggu, Siwon lebih sering melihat Kyuhyun pada menjelang siang hari.

Siwon sering mendengar cerita ibunya mengenai apa yang dilakukan Kyuhyun pada siang hari. Terkadang, Kyuhyun akan pulang untuk satu jam kemudian akan pergi lagi. Mungkin untuk makan siang. Atau terkadang Kyuhyun pulang hanya untuk mengganti pakaian dan pergi lagi dengan mengendarai mobilnya.

Ah, Siwon kini juga lebih sering melewati café OneStar ketika pulang sekolah. Hanya berharap untuk bisa melihat Kyuhyun di café. Atau jika Siwon sedang cukup berani, ia akan datang ke café tersebut dan memesan secangkir kopi.

Namun, dia tidak selalu beruntung.

Kyuhyun tidak selalu berada di café. Menurut pegawai café tersebut, Kyuhyun hanya datang sesekali untuk melakukan pengecekan kondisi café. Selebihnya, tidak ada yang tahu apa yang dilakukan Kyuhyun kecuali manager café tersebut. Tapi tentu saja, sang manager tidak akan mengatakan urusan pribadi pemilik café pada pegawai café.

***

Tapi pada satu hari, entah Siwon sangat sial atau sangat beruntung.

Setelah pulang dari akademi, hujan tiba-tiba turun dengan deras dan Siwon tidak membawa payung. Jadi, dari halte bis, Siwon terpaksa berlari ke café OneStar yang letaknya cukup berdekatan untuk meminjam payung dari Jun, pengawai café yang sudah cukup akrab dengannya. Itu pun karena Siwon cukup sering datang ke café dan mereka banyak mengobrol. Tapi siapa sangka, Kyuhyun juga berada di café.

Dengan kondisi basah kuyup, Siwon bertemu dengan Kyuhyun.

Kyuhyun terlihat begitu terkejut dengan kondisi Siwon. Ia hampir berteriak pada salah satu pegawainya untuk mengambilkan handuk kering. Kyuhyun menghampiri Siwon dan membawanya ke ruangan manager.

“Kenapa kau hujan-hujanan, eoh? Kau darimana? Ini sudah lewat jam pulang sekolah, bukan?” tanya Kyuhyun dengan khawatir.

Siwon terdiam sejenak. “Aku baru pulang dari akademi. Aku tidak tahu akan turun hujan. Begitu sampai di halte aku pikir bisa meminjam payung dari Jun hyung. Makanya aku berlari ke sini.”

Kyuhyun mengernyit saat Siwon menyebut nama Jun. Tak lama, terdengar suara ketukan pintu. Kyuhyun membuka pintu dan melihat Jun yang membawakan dua handuk kering. Jun melirik pada Siwon. “Kau tidak apa-apa, Siwon?” tanya Jun.

Siwon tersenyum dan mengangguk. “Ne, hyung.”

Kyuhyun menghela nafas pendek. Ia mengambil handuk itu dari tangan Jun. “Kembalilah bekerja, Jun.” Kemudian ia menutup pintu sebelum Jun mengatakan apapun lagi. Kyuhyun lalu berjalan mendekati Siwon yang berdiri dengan canggung di dekat sofa.

Kyuhyun menyodorkan handuk kering tersebut. “Keringkan dirimu. Aku akan mencarikan pakaian untukmu. Mungkin ada pegawai yang membawa pakaian.”

“Ah, tidak perlu hyung.” Siwon meraih handuk tersebut. Ia melepaskan tas ranselnya dan menaruhnya di lantai. “Aku hanya perlu meminjam payung.”

Kyuhyun mendesah mendengar penolakan Siwon. Lalu ia mengambil satu handuk yang cukup besar lalu menyampirkannya di bahu Siwon dan handuk lainnya untuk mengeringkan rambut basah Siwon.

Siwon sendiri cukup terkejut dengan tindakan Kyuhyun. Tapi dia tidak mengatakan apapun. Dia hanya membiarkan Kyuhyun berusaha mengeringkan rambutnya. Setelah cukup kering, Kyuhyun kembali menatap Siwon dengan lekat. Oh, Siwon yakin sekali wajahnya mulai memerah.

“Aku akan mencari pakaian. Mungkin seragam café. Setidaknya kau harus mengganti seragammu, bukan? Ini sudah mendekati waktu ujian masuk universitas. Aku yakin kau tidak ingin sakit di saat sepenting ini,” tutur Kyuhyun dengan suara tegas.

Siwon tahu kalau Kyuhyun tidak ingin mendengar penolakan lagi darinya. Jadi, Siwon hanya mengangguk dan melihat Kyuhyun berjalan keluar dari ruangan tersebut. Siwon menghela nafas panjang. Ia memperhatikan ruangan tersebut. Tidak jauh berbeda dari ruang kerja ayahnya di kantor. Siwon pernah datang beberapa-kali untuk mengantarkan dokumen. Ada meja kerja dengan beberapa tumpukan dokumen, sebuah kursi besar di balik meja tersebut dan dua kursi lainnya di depan meja. Dan sofa serta coffee table. Di sisi lain dinding, ada sebuah rak besar yang kemungkinan berisi dokumen operasional café atau semacamnya.

Siwon lalu melepaskan handuk dari bahu dan menaruhnya di sofa. Kemudian ia melepaskan blazer seragamnya yang basah lalu mendesis jengkel karena kemeja seragamnya juga ikut basah. Tak lama, Kyuhyun kembali dengan membawa kaus seragam pegawai café.

“Ganti pakaianmu dengan ini. Aku sudah memesankan teh hangat untukmu. Kita akan pulang bersama, kebetulan aku membawa mobil,” tutur Kyuhyun.

Siwon mengambil kaus itu dari tangan Kyuhyun. Tanpa sengaja, jemarinya bersentuhan dengan jemari Kyuhyun. Siwon sedikit terkejut, tapi Kyuhyun sepertinya sangat tenang. Bahkan terkesan tidak menyadarinya.

“Uh… terima kasih hyung,” ucap Siwon dengan cepat. Dia tidak ingin membuat situasinya menjadi canggung. Untuk dirinya.

Kyuhyun tersenyum tipis dan mengangguk. “Aku akan menunggumu di luar, okay?”

***

Berita buruk. Siwon sakit.

Setelah pulang dalam keadaan basah kuyup, keesokan paginya Siwon mengalami demam tinggi. Jadi, ibunya menghubungi pihak sekolah dan mengatakan Siwon tidak bisa masuk untuk beberapa hari. Cukup beruntung, dia sakit pada hari Kamis. Dua hari tidak masuk sekolah tidak akan membuat Siwon ketinggalan terlalu banyak. Jadi pada hari Senin, Siwon bisa kembali ke sekolah dan meminjam catatan dari teman-temannya.

Berita buruknya lainnya. Ibunya meminta bantuan Kyuhyun untuk menjaga seharian, karena ibunya harus pergi menemui bibinya yang masuk rumah sakit bersamaan Siwon sakit.

Siwon sebenarnya bisa mengurus dirinya sendiri. Lagipula dia sudah berusia delapanbelas tahun. Apa perlu orang lain menjaganya di saat dia sedang sakit? Siwon bisa mengerti kalau ibunya merasa khawatir, tapi meminta Kyuhyun yang cukup sibuk dengan pekerjaan untuk menjaganya seharian, itu terlalu berlebihan.

Siwon menghela nafas pendek saat melihat Kyuhyun berdiri di ruang tengahnya. “Hyung tidak perlu menjagaku. Lagipula Eomma mungkin tidak akan lama. Selain itu, aku juga bukan anak kecil lagi,” tuturnya.

Kyuhyun mengernyit. “Aku tahu kau bukan anak kecil. Tapi kau akan makan apa untuk makan siang? Ibumu belum memasak, bukan?”

Siwon menggaruk bagian lehernya dan berjalan ke area dapur. Ia membuka lemari pendingin dan hanya melihat bahan mentah makanan dan beberapa kotak side-dish. Siwon menutup pintu dan berbalik. Kyuhyun sudah berada di belakangnya dengan kedua lengan terlipat di depan dada.

“Aku bisa masak nasi. Lagipula ada side-dish. Tidak akan begitu sulit. Hyung pasti sedang sibuk dengan urusan di café,” ujar Siwon yang mengambil beberapa langkah menjauhi Kyuhyun. Dia bisa mencium baru cologne yang dipakai oleh Kyuhyun. Terasa aroma lemon dan mint yang begitu segar. Oh, Siwon ingin sekali mencoba untuk sekali saja memeluk Kyuhyun untuk bisa mencium aroma itu lebih lama.

Apa yang baru saja kau pikirkan, Choi Siwon?

“Ibumu dengan jelas mengatakan kalau kau harus makan bubur. Aku bisa membuatkannya untukmu,” tutur Kyuhyun.

Siwon mengernyit. “Hyung bisa memasak?”

“Tentu saja. Aku sudah tinggal sendiri sejak keluar dari wajib militer,” sahut Kyuhyun sembari berjalan mendekati Siwon yang berdiri dekat meja counter. Ia mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Siwon dengan punggung tangannya. “Tubuhmu masih terasa panas. Sebaiknya kau beristirahat. Jika buburnya sudah siap, aku akan memanggilmu. Setelah memastikanmu makan dan minum obat lalu kembali istiharat, aku akan pergi ke café untuk dua jam. Lalu kembali lagi ke sini.”

Siwon yang masih cukup terkejut dengan sentuhan tangan Kyuhyun hanya bisa mengangguk. Dia tidak berani untuk mengeluarkan suaranya. Lagipula sepertinya suhu tubuhnya semakin naik setelah Kyuhyun menyentuhnya. Entah itu karena demamnya atau hal lainnya.

Kyuhyun tersenyum melihat anggukan kepala Siwon. Lalu Kyuhyun menyuruh Siwon kembali ke kamarnya sedangkan ia mulai menyiapkan bahan-bahan untuk membuat bubur. Siwon kemudian berjalan meninggalkan dapur dengan sesekali menoleh ke arah Kyuhyun.

Dengan tangan menyentuh pipinya.

***

Tangan Siwon masih memegangi pipi yang disentuh oleh Kyuhyun. Pandangan matanya masih terarah pada langit-langit kamarnya. Entah sudah berapa lama, Siwon memandanginya. Mungkin sejak dia kembali ke kamar dan berbaring di tempat tidurnya. Jadi, sudah empatpuluh menit?

Siwon menarik nafas panjang. Lalu dengan tangan masih dipipinya, Siwon menampar pipinya sendiri. Dia merintih tertahan. Rasanya sakit. Jadi, Siwon tidak sedang bermimpi.

Oh, apa selama empatpuluh menit kau memikirkan apakah sentuhan itu hanya sebuah mimpi? Kau benar-benar menyedihkan, Choi Siwon.

Kemudian Siwon menaruh tangannya di atas dadanya, tepat di jantungnya. Ia bisa merasakan detak jantungnya yang begitu cepat. Bahkan jauh lebih cepat, ketika Siwon membayangkan Kyuhyun tersenyum padanya.

“Apa ini? Kenapa rasanya aneh sekali?” gumamnya.

Heck, Choi Siwon yang merupakan peringkat dua di seluruh sekolah tidak mengetahui apa yang sedang dirasakannya saat ini. Sebelumnya, Siwon bisa tahu segala hal. Dia bisa mencari jawaban rasional dan logis atas semua pertanyaannya. Namun, kini Siwon tidak mendapatkan jawaban apapun dari pertanyaannya. Dia pernah mengalami hal ini sebelumnya. Tapi Kyuhyun, seorang tetangga barunya, bisa membuatnya bertanya-tanya apa yang sedang dirasakannya.

Kau sedang jatuh cinta, bodoh!

Siwon mengernyit saat mendengarkan suara pikirannya. “Jatuh cinta?”

“Siwon-ah…”

Sontak Siwon bangun dan melihat Kyuhyun yang berdiri di ambang pintu. Pria itu tersenyum lagi padanya. “Ayo makan dulu.”

***

Siwon menghabiskan bubur buatan Kyuhyun. Siwon meminum obatnya dan mengecek suhu tubuhnya lagi. Lalu Kyuhyun menyuruhnya kembali ke kamar untuk beristirahat. Sepertinya Kyuhyun akan pergi ke café, seperti yang dikatakannya. Tapi Siwon tidak ingin Kyuhyun pergi meninggalkannya.

Kyuhyun menaruh botol thermos dan sebuah mug kosong di atas meja belajar Siwon. “Aku membuatkan teh madu untukmu. Tidurlah untuk beberapa jam, lalu minum tehnya. Aku akan pergi ke café selama dua jam lalu kembali untuk mengecek kondisimu.”

Siwon menatap Kyuhyun yang berdiri agak jauh dari tempat tidurnya. Ia lalu mengangguk kecil. Kyuhyun menghela nafas pendek lalu hendak berjalan keluar kamar. Tapi dengan cepat, Siwon memanggilnya. “Hyung…”

Langkah kaki Kyuhyun terhenti dan ia menoleh.

“Terima kasih,” ucap Siwon pelan.

Kyuhyun kemudian berjalan mendekati tempat tidur Siwon. Tangannya menyentuh kening Siwon dengan lembut. Dan Siwon berusaha untuk tidak menarik pergelangan tangan itu untuk menggengam tangan Kyuhyun yang terasa hangat. Atau itu karena suhu tubuhnya sendiri?

“Istirahatlah. Aku akan kembali.”

Kemudian Kyuhyun menarik tangannya dari kening Siwon dan berjalan keluar kamar Siwon.

***

Entah itu karena obat yang diminumnya atau teh madu buatan Kyuhyun, keesokannya kondisi Siwon menjadi jauh lebih baik. Bahkan suhu tubuhnya sudah normal. Walaupun kondisinya sudah lebih baik, Ibu dan Ayahnya masih melarangnya untuk pergi ke sekolah dan menyuruhnya untuk tetap beristirahat di rumah. Tapi Siwon memutuskan untuk pergi ke perpustakaan untuk menyelesaikan tugas sekolah. Kemarin sore, salah satu temannya datang dan memberikan tugas sekolah yang harus dikumpulkan pada hari Senin.

“Jangan terlalu lama, eoh. Saat kau mulai merasa pusing, kau harus segera pulang. Ah.. Tidak! Kau bisa mengerjakannya besok, Siwon. Hari ini kau di rumah saja,” tutur Ibunya dengan nada khawatir.

Siwon tertawa kecil. Ia mengikat tali sepatu dengan kuat. “Tidak apa-apa, Eomma. Aku sudah jauh lebih baik. Aku akan pulang sebelum makan siang.” Lalu ia meraih tas ranselnya dan memandang Ibunya yang sedang memperhatikannya dengan tatapan kekhawatiran.

“Eomma, aku hanya pergi ke perpustakaan, bukan pergi wajib militer. Aku akan segera kembali,” tutur Siwon seraya berjalan keluar.

Ibunya hanya bisa menghela nafas melihat kepergian Siwon lalu ia kembali ke ruang tengah untuk meneruskan menonton drama paginya.

Siwon merapatkan jaketnya saat ia berjalan keluar pagar rumahnya. Tapi dia bertemu dengan Kyuhyun yang baru keluar dari mobilnya. Kyuhyun tersenyum padanya dan lalu menghampiri Siwon. Tapi saat Kyuhyun semakin mendekat, Siwon bisa melihat kalau Kyuhyun seperti kurang tidur. Oh, bahkan sepertinya Kyuhyun tidak pulang semalam.

“Kau mau pergi? Memangnya kondisimu sudah lebih baik?” tanya Kyuhyun.

Siwon mengangguk. “Sudah lebih baik. Terima kasih karena kemarin telah menjagaku.”

“Aku hanya melakukan apa yang harus aku lakukan. Kau pergi kemana? Hari ini kau belum masuk sekolah bukan?” tanya Kyuhyun lagi.

“Ke perpustakaan.”

“Kalau begitu, akan kuantar,” tutur Kyuhyun.

Mata Siwon membulat. Kyuhyun baru saja pulang, tapi dia ingin mengantarkan Siwon. Terlebih dengan kondisinya saat ini. Dengan cepat, Siwon menolaknya. “Ah.. tidak perlu, hyung. Aku akan naik bis saja. Lagipula hyung sepertinya juga terlihat lelah.”

Kyuhyun tersenyum.

Kini Siwon mulai berpikir, Kyuhyun sering-kali tersenyum di berbagai situasi. Walaupun dia pernah melihat Kyuhyun yang terlihat khawatir, saat dia datang ke café dalam kondisi basah kuyup, tapi Siwon tidak pernah melihat ekspresi lainnya dari Kyuhyun. Sepertinya Kyuhyun menjalani hidupnya dengan baik hingga dia tidak pernah mengalami masalah sedikitpun.

“Tidak apa-apa. Lagipula sebenarnya aku sedang tidak ingin di rumah ataupun pergi ke café. Jadi, sepertinya perpustakaan menjadi tempat pelarian yang bagus. Aku bisa tidur di sana,” sahut Kyuhyun.

Siwon hanya menyeringai mendengar ucapan Kyuhyun. Apa dulu saat masih di sekolah, dia sering ke perpustakaan hanya untuk tidur?

***

Kyuhyun benar-benar tidur di perpustakaan.

Saat Siwon kembali setelah mencari beberapa buku yang akan menjadi referensi tugasnya, ia melihat Kyuhyun sudah tertidur. Dia menggunakan beberapa buku untuk menyanggah kepalanya. Siwon menghela nafas pendek dan kembali duduk di kursi. Siwon duduk dengan berhati-hati agar dia tidak menimbulkan suara yang menganggu Kyuhyun.

Siwon melirik ke arah Kyuhyun yang tertidur begitu nyenyak. Siwon tersenyum tipis lalu mulai mengerjakan tugas sekolahnya. Sejak semalam, Siwon sudah mengerjakan sebagian besar tugasnya. Dia pergi ke perpustakaan hanya untuk menambahkan referensi buku untuk tulisannya dan memperbaiki beberapa bagian.

Suasana perpustakaan kota yang sunyi walaupun cukup banyak orang yang datang membuat Siwon menjadi mengantuk. Terlebih dengan Kyuhyun yang tertidur dengan nyenyak di sampingnya. Sesekali Siwon melirik Kyuhyun yang tidak bergerak dari posisinya sembari dia menuliskan tugasnya. Jujur saja, Siwon tidak akan percaya jika Kyuhyun sudah berusia duapuluhdelapan tahun dengan wajahnya itu. Jika hanya sekali lihat, Siwon mungkin akan berpikir Kyuhyun baru diawal usia duapuluhtahunan. Tapi Kyuhyun selalu menegaskan usianya adalah duapuluhdelapan tahun. Dua tahun menjelang usia tigapuluh tahun.

Jarak usianya terlalu jauh, pikir Siwon.

Setelah satu jam mengerjakan, akhirnya Siwon berhasil menyelesaikan tugasnya. Dia menyimpan data tulisannya setelah mengeceknya dua kali. Kemudian Siwon menoleh ke arah Kyuhyun yang masih tidur. Siwon lalu menumpuk dua buku dan merebahkan kepalanya di atas tumpukan buku tersebut dengan wajah menghadap Kyuhyun.

Siwon memperhatikan setiap garis wajah Kyuhyun. Pria itu terlihat begitu lelah. Entah apa yang dilakukannya kemarin. Saat Ibunya pulang, Kyuhyun langsung pamit pergi walaupun Ibunya sudah memaksanya tetap tinggal sampai makan malam. Tapi entah apa alasan yang diberikan Kyuhyun hingga Ibunya bisa melepaskannya. Siwon tahu kalau dia tidak pergi ke café, karena Kyuhyun pergi dengan menyetir mobilnya. Selain itu, siang hari Kyuhyun sudah pergi ke café. Dan Kyuhyun baru kembali pagi ini. Mungkin seharusnya Siwon lebih keras menolak tawaran Kyuhyun untuk mengantarkannya ke perpustakaan dan membiarkan Kyuhyun tidur di kamarnya yang hangat.

Siwon menarik nafas perlahan. Apa yang dilakukannya semalaman?

Tanpa sadar, tangan Siwon bergerak untuk menyentuh rambut Kyuhyun. Dengan sedikit hati-hati, Siwon menyentuh surai coklat yang terasa begitu lembut di jemarinya. Siwon tersenyum lagi. Ini adalah jarak terdekat yang bisa Siwon raih. Tapi tidak lama, Siwon menarik tangannya dan memejamkan matanya karena Kyuhyun mulai terbangun.

Siwon tidak ingin Kyuhyun memergokinya tengah memperhatikannya yang sedang tidur. Siwon berusaha bernafas dengan setenang mungkin agar Kyuhyun tidak curiga.

Selama dua menit, Siwon tetap memejamkan matanya dan berpura tetap tidur. Dia tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Kyuhyun. Sampai dia merasakan tangan hangat Kyuhyun menyentuh kepalanya dan mengusapnya lembut. Siwon ingin sekali membuka matanya, tapi dia tahu kalau itu hanya akan membuat Kyuhyun terkejut dan suasananya akan menjadi canggung.

Mereka sudah cukup akrab dan Siwon tidak ingin membuat Kyuhyun menjadi canggung.

Entah berapa lama, Siwon berpura memejamkan matanya hingga ia benar-benar tertidur. Dia hanya terbangun ketika Kyuhyun membangunkannya untuk mengingatkanya kalau mereka harus pulang sebelum jam makan siang.

Saat Siwon terbangun, Kyuhyun sudah terlihat jauh lebih baik dari sebelumnya.

***

Sudah satu bulan sejak Kyuhyun menjadi tetangga barunya.

Sudah satu bulan juga, Siwon belum mendapatkan jawaban yang tepat apa yang tengah dirasakanya jika dia berdekatan dengan Kyuhyun. Pernah dia bertanya pada teman-temannya, tapi mereka tidak memberikan jawaban yang memuaskan. Walaupun suara pikirannya mengatakan kalau dirinya tengah jatuh cinta, tapi Siwon lalu menyangkalnya.

Siwon tidak mungkin jatuh cinta pada Kyuhyun.

Siwon adalah seorang pria, begitu pula dengan Kyuhyun. Selain itu, Kyuhyun mungkin juga sudah punya kekasih. Walaupun dia tidak pernah mengatakan apapun mengenai hal itu pada Siwon. Tapi Kyuhyun adalah pria yang cukup tampan, mana mungkin tidak ada gadis yang menyukainya.

“Hey.. apa yang sedang kaupikirkan?!” seru Jun.

Siwon tersadar dan menggeleng. “Bukan apa-apa.” Dia kemudian menutup buku yang hanya dipandanginya. Siwon pergi ke café untuk meminum kopi latte sembari membuat catatan. Tapi sepertinya dia hanya menghabiskan waktu untuk memikirkan Kyuhyun. Padahal pria itu tidak ada di café.

“Kau akan pulang?” tanya Jun yang melihat Siwon merapikan buku-bukunya.

“Ne. Kenapa hyung?”

Jun memberi isyarat agar Siwon menunggu lalu dia pergi ke belakang meja counter. Siwon memasukkan semua buku-bukunya ke dalam tas ranselnya. Tak lama, Jun kembali dengan membawa sebuah kotak. Siwon menatap kotak itu setelah Jun menaruhnya dihadapannya.

“Berikan itu pada Bos, okay? Kalian ‘kan tetangga,” ujar Jun.

Siwon mengernyit. “Memangnya Kyuhyun hyung tidak datang ke café?”

Jun menggeleng. “Sepertinya dia sibuk dengan urusan lain. Sudah satu minggu ini, Bos tidak datang mengecek café. Dia hanya menghubungi manager untuk bertanya kondisi café. Paket ini datang tadi siang, awalnya aku yang harus mengantarkannya. Tapi kebetulan sekali kau mampir ke sini.”

Siwon mendesis jengkel setelah mendengar alasan Jun. Tapi dia memasukkan paket itu ke dalam tas ranselnya. “Baiklah, aku akan mengantarkannya. Aku pergi dulu, hyung.”

Setidaknya aku mempunyai alasan untuk bertemu dengannya.

***

Siwon sedikit terkejut melihat kondisi Kyuhyun saat dia mengantarkan paket itu. Kyuhyun terlihat jauh lebih lelah dari terakhir-kali dia melihat pria tersebut. Wajahnya sangat pucat. Dan sepertinya Kyuhyun juga tidak tidur dengan baik. Walaupun begitu Kyuhyun tetap bisa tersenyum saat melihat Siwon.

“Oh, kau datang, Siwon. Ada apa?”

Siwon menyodorkan paket itu pada Kyuhyun. “Saat aku datang ke café, Jun hyung memintaku mengantarkan ini. Hyung, kau baik-baik saja?”

Kyuhyun mengambil paket itu dari tangan Siwon. “Hahh… Seharusnya dia mengantarkannya sendiri. Terima kasih, Siwon-ah. Kau mau masuk dulu?”

Siwon berjalan masuk dan melepaskan sepatunya di foyer. Kyuhyun berjalan ke ruang tengah dan menaruh paket itu di atas coffee table. Ini adalah pertama-kali bagi Siwon memasuki rumah Kyuhyun. Terkesan minimalis. Tidak banyak furniture dan lebih banyak dengan dominasi putih dan hitam. Mungkin Kyuhyun terlalu malas untuk memikirkan dekorasi warna. Tapi ini jauh lebih baik.

Kyuhyun lalu berjalan menuju dapur. “Kau ingin minum sesuatu?”

“Ah, tidak perlu, hyung. Aku baru saja minum kopi latte di café. Tapi hyung belum menjawab pertanyaanku,” tutur Siwon yang mengikuti Kyuhyun ke dapur dan duduk di salah satu stool.

Kyuhyun menatap Siwon sekilas lalu menuangkan kopi ke dalam sebuah gelas. “Pertanyaan yang mana?”

“Hyung terlihat pucat. Apa hyung baik-baik saja?”

Kyuhyun menyesap kopinya sebentar. “Hanya kurang tidur. Seminggu ini aku terlalu sibuk. Tapi aku baik-baik saja, Siwon.”

“Oh. Jun hyung juga mengatakan kalau hyung tidak datang ke café selama seminggu.”

Kyuhyun hanya menggumam pelan lalu meneguk kopinya perlahan. “Bagaimana dengan persiapan ujianmu? Lancar?”

“Begitulah. Ohya, aku akan masuk ke universitas yang sama dengan hyung.”

Siwon memilih Universitas Kyunghee, tempat Kyuhyun juga berkuliah. Itu pun juga sebuah ketidak-sengajaan. Siwon mengetahui tempat kuliah Kyuhyun dari Jun karena dia juga pernah kuliah di sana walaupun akhirnya harus berhenti di pertengahan semester karena masalah biaya.

Jun bisa bekerja di café OneStar juga karena Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyit. “Kyunghee? Kau tahu darimana aku kuliah di sana?”

“Ada seseorang yang menceritakannya padaku. Walaupun ternyata aku memilih berbeda fakultas,” tutur Siwon.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Jun pasti menceritakannya padamu, ya?”

Siwon hanya tertawa kecil. Well, kebanyakan informasi mengenai Kyuhyun didapatkan dari cerita Jun. Itu juga alasan Siwon sering datang ke café agar dia bisa bertanya lebih banyak pada Jun. Walaupun Siwon harus berhati-hati saat bertanya agar Jun tidak curiga padanya.

“Sepertinya kau cukup dekat dengan Jun,” gumam Kyuhyun.

Siwon sedikit mengernyit. Ada yang berbeda dengan cara bicara Kyuhyun. Tapi belum sempat dia bertanya, terdengar suara bunyi telepon. Kyuhyun menghela nafas pendek lalu bergegas ke ruang tengah untuk menerima panggilan tersebut. Siwon kembali mengikutinya dan mendengarkan pembicaraan Kyuhyun.

“Oh, aku tidak akan lupa. Iya… aku akan membawa cincinnya. Jangan khawatir. Kau selalu mengingatkannya selama satu minggu ini. Aku bosan mendengarnya. Aku akan menemuimu satu jam lagi, okay?”

Siwon sedikit terhenyak saat Kyuhyun menyebut kata cincin. Apa mungkin….

“Siwon, maaf.” Suara Kyuhyun menyadarkan Siwon. Ia menatap Kyuhyun dengan lekat. “Aku harus bersiap untuk pergi. Terima kasih karena telah mengantarkan paketnya,” tuturnya lagi.

Siwon mengangguk kecil. “Bukan masalah, hyung.” Kemudian Siwon berjalan menuju pintu. Dia memakai sepatunya dan sedikit membungkuk pada Kyuhyun sebelum dia melangkah keluar dari rumah tersebut.

Cincin? Apa mungkin untuk kekasihnya?

***

Kemudian satu minggu berikutnya, Siwon hampir tidak pernah bertemu dengan Kyuhyun.

Mungkin lebih tepatnya, Siwon yang berusaha untuk mencari waktu agar dia tidak perlu berpapasan dengan Kyuhyun. Bagaimana pun mereka adalah tetangga. Jika Siwon dengan terang-terangan menghindari Kyuhyun, pria itu pasti akan curiga. Siwon terkadang masih ke café tapi hanya untuk membeli kopi dan pergi setelah sepuluh menit. Saat berpapasan dengan Kyuhyun dengan secara tidak sengaja, Siwon masih menyapanya walaupun dia akan beralasan harus belajar untuk mempersingkat waktu mengobrol dengan Kyuhyun.

Entah kenapa Siwon melakukannya.

Mungkin karena pembicaraan mengenai cincin itu. Tapi Siwon masih tidak yakin. Apa benar dia menyukai Kyuhyun? Rasanya Siwon tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Siwon bahkan yakin kalau dia masih tertarik ketika melihat seorang gadis. Namun, kenapa dia bisa menyukai Kyuhyun?

Pertanyaan itu selalu menganggunya.

Sampai takdir sepertinya memang sedang mempermainkannya.

“Eomma!!!” seru Siwon sembari mengetuk pintu dengan keras.

Hari ini, sepulang dari akademi, Siwon mendapati rumahnya kosong. Ibunya tidak mengatakan apapun kalau hari ini dia akan pergi ke suatu tempat. Terlebih hari ini kembali turun hujan. Cukup beruntung, Siwon sudah mempersiapkan diri membawa payung jadi dia tidak perlu hujan-hujanan seperti sebelumnya. Tapi sialnya, Siwon tidak bisa masuk ke rumahnya sendiri karena tidak ada orang dan Ibunya tidak meninggalkan kunci cadangan.

Siwon mendesah jengkel. Udaranya cukup dingin, jika menunggu lebih lama di luar, dia bisa sakit lagi. Waktu ujian sudah dekat. Hanya tinggal satu bulan dan Siwon tidak ingin melakukan hal nekat seperti menunggu kedinginan yang kemungkinan besar akan berakhir pneumonia.

“Ibumu tidak ada di rumah?”

Siwon terkejut melihat Kyuhyun yang berdiri di luar pagar rumah dengan memegangi sebuah payung besar. Siwon lalu menghampirinya. “Ne. Sepertinya Eomma sedang pergi dan lupa meninggalkan kunci cadangan.”

“Ayo ke rumah. Kau bisa menunggu di sana.”

“Eh? Tapi…”

Kyuhyun menatap Siwon dengan tajam. “Apa kau mau menunggu di udara dingin seperti ini? Ayo ikut bersamaku!”

Karena ucapan Kyuhyun yang begitu tegas, Siwon tidak mungkin menolaknya. Lagipula dia juga tidak ingin menunggu di luar rumah seperti orang bodoh ketika ada tetangga yang menawarkan agar Siwon bisa menunggu di rumahnya. Siwon lalu mengikuti Kyuhyun dengan kepala sedikit tertunduk. Tapi dia hampir menabrak Kyuhyun ketika pria itu hendak membuka pintu.

Kyuhyun meliriknya lalu membuka pintu dan memberi isyarat agar Siwon masuk terlebih dahulu.

***

Siwon merasa sangat canggung.

Dia memegangi sebuah mug berisi teh madu hangat buatan Kyuhyun sedangkan Kyuhyun sendiri sedang menikmati kopi sembari menonton televisi setelah mereka makan malam. Tidak ada yang bisa dibicarakan. Kyuhyun sibuk menonton televisi, Siwon sibuk dengan pikirannya sendiri.

Siwon menghela nafas pendek lalu melirik ke arah jam dinding. Sudah pukul setengah Sembilan dan tidak ada tanda-tanda kedua orangtuanya sudah pulang. Bahkan saat Siwon mencoba menghubungi Ayah atau Ibunya, tidak ada satu pun jawaban. Walaupun besok ada hari Sabtu, tapi Siwon masih harus belajar untuk persiapan ujian. Bagaimana pun dia tidak ingin gagal.

“Kau bisa menggunakan ruang kerjaku,” ucap Kyuhyun tiba-tiba.

Siwon sontak menoleh pada Kyuhyun yang masih terfokus pada layar televisi dihadapan mereka. “Ne?”

“Kau ingin belajar, bukan? Kau bisa menggunakan ruang kerjaku. Di sana.” Kyuhyun menunjuk sebuah pintu yang terletak dekat tangga menuju lantai dua.

Siwon menggeleng. “Tidak. Aku bisa belajar nanti.”

Kyuhyun melirik pada Siwon lalu mengangkat bahunya. “Terserah dirimu.”

Siwon meneguk teh madunya lalu menaruh mug yang hampir kosong itu ke atas coffee table. Kemudian Siwon berusaha untuk nyamankan dirinya dengan bersandar pada sofa yang empuk. Ia juga berusaha fokus dengan apa yang ia tonton saat ini. Sebuah film documenter mengenai seorang dokter yang melakukan pekerjaan sukarela di Afrika. Siwon tidak tahu kalau Kyuhyun menyukai tipe film seperti ini.

Sebenarnya sedikit membosankan. Tapi Siwon tidak bisa protes. Ini bukan rumahnya. Siwon berusaha untuk menontonnya. Tapi dia terkadang menutup mulutnya karena menguap.

Hahh… ini benar-benar membosankan.

“Kau mau menginap di sini?” tanya Kyuhyun lagi.

Sontak pertanyaan itu membuat mata Siwon terbuka lebar. Dia menatap Kyuhyun yang menaruh gelas kopinya di atas coffee table. Kyuhyun lalu menatap Siwon dengan lekat. “Kau terlihat lelah. Aku ada kamar lainnya. Dibandingkan kau menunggu orangtuamu, kau bisa menginap di sini. Aku akan memberitahu orangtuamu jika mereka sudah pulang.”

“I-itu tidak perlu. Aku akan menunggu sampai mereka pulang…”

“Tapi kita tidak tahu jam berapa orangtuamu pulang. Lagipula hujan juga masih turun dengan deras. Ayo, akan kuperlihatkan kamar yang bisa kau gunakan,” ucap Kyuhyun sembari berdiri.

Siwon hanya menatap pria itu dengan lekat. Siwon tidak ingin menginap. Siwon tidak bisa menginap. Karena dia yakin kalau dia tidak akan bisa tidur. Siwon berusaha untuk mencari alasan lain agar Kyuhyun membiarkannya menunggu sampai orangtuanya pulang.

Tapi Kyuhyun dengan tiba-tiba meraih pergelangan tangannya dan mengambil tas ranselnya. Pria itu menarik Siwon menuju lantai dua. Kyuhyun membawa Siwon ke sebuah kamar yang tidak terlalu besar. Ukurannya hampir sama besar dengan kamar pribadi Siwon. Tapi suasananya begitu nyaman dan hangat. Mungkin karena pemilihan warna cream lembut dan lampu penerangan yang tidak terlalu terang. Selebihnya ini adalah sangat ‘Kyuhyun’ sekali. Minimalis dan elegan.

“Ada pakaian yang bisa kau gunakan di lemari. Kau pasti tahu di mana kamar mandinya. Layout-nya tidak berbeda dengan rumahmu. Di sana juga ada sikat gigi yang belum dipakai. Bersihkan dirimu dan tidurlah,” ucap Kyuhyun sembari menyodorkan tas ranselnya.

Siwon mengambil tas itu dan melihat tidak ada cincin yang melingkar di salah satu jemari Kyuhyun. “Terima kasih…” gumamnya.

Kyuhyun tersenyum lalu hendak meninggalkan Siwon, tapi dengan cepat Siwon meraih pergelangan tangan Kyuhyun.

“Ada apa?”

Siwon menatap Kyuhyun dengan lekat. Dia harus bertanya atau dia tidak akan mendapatkan jawabannya. “Aku hanya penasaran. Apa hyung tidak punya kekasih? Maksudku… sejak hyung pindah, rasanya aku tidak pernah melihat hyung membawa tamu ke rumah ini. Aku tidak bermaksud menyinggung masalah pribadi hyung. Hyung tidak perlu menjawab pertanyaanku kalau…”

“Aku tidak punya kekasih, Siwon. Mungkin terlalu sibuk dengan pekerjaanku. Walaupun orangtuaku sudah bertanya mengenai pernikahan, tapi aku sama sekali tidak tertarik membicarakan masalah itu sekarang. Selain itu, aku juga tidak nyaman jika orang lain datang ke rumahku. Makanya aku tidak pernah membawa tamu,” tutur Kyuhyun.

Siwon terdiam sejenak. Dari sudut hatinya, Siwon merasa sangat senang begitu mengetahui kalau Kyuhyun tidak mempunyai kekasih. Tapi ada pertanyaan lain yang muncul.

“Tapi hyung membiarkanku masuk ke rumah hyung. Bahkan kali ini hyung membiarkanku menginap. Padahal aku adalah orang lain,” ujar Siwon.

Kyuhyun kembali tersenyum. “Kau bukan orang lain, Siwon. Selamat malam…”

Jika aku bukan orang lain. Lalu aku ini apa baginya?

***

Siwon menuruni tangga dengan mata setengah terbuka.

Sebelumnya Siwon merasa yakin kalau dia tidak akan bisa tidur. Tapi nyatanya, dia tidur nyenyak sekali. Padahal dia selalu kesulitan jika tidur di tempat asing. Hanya saja, saat Siwon berbaring di tempat tidur, ia merasakan sensasi yang begitu familiar hingga membuatnya tertidur dengan cepat.

“Kenapa kau bangun? Ini baru setengah satu malam, Siwon.”

Siwon menoleh ke sumber suara. Dengan mata setengah terbuka, ia melihat Kyuhyun berada di ruang tengah dengan beberapa dokumen di atas coffee table. Oh, Siwon bahkan tidak tahu saat ini sudah pukul berapa.

“Aku haus,” ucapnya lalu berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.

Siwon berjalan menuju lemari pendingin dan membukanya. Ia mengambil sebuah kaleng cola dan langsung membukanya. Saat ia meminumnya, rasanya cola itu begitu aneh. Siwon berpikir kalau itu merek cola yang berbeda yang biasa dia minum makanya terasa aneh. Kemudian ia menghabiskannya dengan cepat.

“Yak! Yang kau minum itu beer!” seru Kyuhyun yang dengan cepat mengambil kaleng itu dari tangan Siwon dan membuangnya ke wastafel.

Entah sejak kapan Kyuhyun berada di belakangnya. Karena saat ini kepala Siwon terasa berputar. Perutnya juga terasa aneh. Siwon bahkan tidak bisa berdiri dengan tegak hingga Kyuhyun harus memapahnya ke sofa. Siwon bisa mendengar suara dengusan Kyuhyun.

Siwon berusaha membuka matanya dengan benar. Tapi tubuhnya tidak menuruti keinginannya. Ia bahkan kembali tertidur ketika Kyuhyun membangunkannya dan menyodorkan sebuah botol air mineral. “Habiskan! Kau harus minum banyak air untuk menghilangkan alkoholnya. Tch… kenapa kau bisa saja mengambil kaleng cola? Apa kau tidak bisa membedakan mana kaleng cola dan kaleng beer?”

Siwon meraih botol air mineral itu dan menghabiskan setengah bagiannya.

“Kubilang habiskan, Siwon.”

Kemudian Siwon menghabiskan air mineral tersebut. Oh, perutnya terasa penuh.

“Apa yang kau rasakan sekarang?”

“Perutku terasa penuh. Dan… kepalaku sakit.”

Oh, rasanya kepalaku mau meledak. Aku tidak akan pernah minum beer lagi.

Kyuhyun menghela nafas berat. Ia mengambil botol air mineral kosong dari tangan Siwon. “Kau mungkin akan memuntahkannya nanti. Berbaring saja dulu. Aku akan mengambil ice-pack untuk kepalamu.”

Dengan mata mulai terpejam, Siwon membaringkan tubuhnya di sofa empuk tersebut. Saat ia mencoba membuka mata, semuanya terlihat berputar dan itu membuat kepalanya terasa semakin sakit. Siwon mengerang pelan dan memijat kepalanya. Tak lama, ia merasakan sensasi dingin di keningnya. Kyuhyun menaruh ice-pack di kepalanya.

Hmm, rasanya nyaman sekali.

Kemudian Siwon merasakan kalau Kyuhyun duduk di dekat kepalanya. Sepertinya Kyuhyun kembali bekerja. Siwon ingin bertanya kenapa Kyuhyun masih terbangun di jam seperti ini, tapi dia mungkin harus menunggu beberapa menit sampai rasa sakitnya mulai menghilang.

Selain sensasi dingin dari ice-pack, Siwon juga merasakan sensasi pijatan di kepalanya. Oh, Kyuhyun sedang memberikan pijatan lembut di kepala Siwon. “Ini akan membantu rasa sakitnya hilang,” ucap Kyuhyun pelan.

Siwon hanya menggumam pelan dan menikmati pijatan tersebut.

“Hahh.. apa yang akan kukatakan padaIbumu besok, eoh?”

Siwon membuka matanya. Pandangannya mulai kembali normal. Walaupun masih sedikit mengabur. “Orangtuaku sudah pulang? Jam berapa?”

“Mungkin pukul sepuluh. Saat aku mengecek ke kamar, kau sudah tidur. Jadi, kukatakan pada Ibumu untuk membiarkanmu tidur di sini,” jelas Kyuhyun.

Siwon kembali menggumam. Ia menarik nafas panjang secara perlahan dan menghembuskannya. “Kenapa hyung belum tidur?”

Kyuhyun menghentikan pijatannya. Siwon bisa melihat Kyuhyun dari posisinya yang sedang berbaring. “Ada yang harus kuselesaikan secepatnya. Kau sudah merasa jauh lebih baik? Mungkin kau seharusnya kembali ke kamar.”

“Masih sedikit pusing. Biarkan aku di sini sebentar. Hyung bisa melanjutkan pekerjaanmu.”

Kemudian sunyi. Hanya terdengar suara air hujan di luar. Rasanya begitu damai, kecuali untuk rasa sakit yang masih dirasakan oleh Siwon. Bahkan terlalu sunyi, Siwon tidak yakin kalau Kyuhyun masih bersamanya. Lalu dengan susah payah, Siwon berusaha bangun dan menoleh ke arah Kyuhyun tengah duduk sembari membaca sebuah dokumen dengan ekspresi serius. Ia melemparkan ice-pack ke atas coffee table.

Oh, ekspresi lainnya.

“Hyung…”

Kyuhyun menggumam pelan.

“Apa maksud ucapan hyung kalau aku bukan orang lain?”

Entah darimana keberanian itu datang. Siwon hanya mengucapkannya begitu saja. Mungkin ini yang dikatakan orang dengan keberanian karena mabuk. Tidak ada jawaban. Tapi Siwon yakin kalau Kyuhyun tengah memperhatikannya saat ini. Siwon berusaha tetap sadar untuk mendengarkan jawaban Kyuhyun.

“Kau memang bukan orang lain. Kita adalah tetangga, bukan?”

Heck, jawaban macam apa itu?

“Tapi kita baru berkenalan selama satu bulan. Walaupun kita adalah tetangga, tapi kita tetap orang asing.”

“Kenapa kau bertanya, Siwon?”

Siwon mengerucutkan bibirnya. “Jangan memberi pertanyaan lagi, hyung.”

Siwon bisa mendengar Kyuhyun mendesah berat. Kemudian Kyuhyun menutup dokumen di tangannya dan menaruhnya di sisi lain sofa. Kyuhyun kembali menatap Siwon dengan lekat. “Siwon…”

“Jika hyung tidak mau menjawabnya, tidak apa-apa. Aku hanya mengutarakan pertanyaan. Bukan berarti pertanyaan itu harus dijawab,” ucap Siwon dengan cepat. Kyuhyun pasti akan marah karena dia terlalu memaksa meminta jawaban. Well, biasanya orang dewasa tidak ingin menjawab pertanyaan yang membuatnya tidak nyaman.

Tapi kenapa Kyuhyun harus tidak nyaman?

“Siwon, apa kau mabuk?”

“Apa itu buruk? Jika aku mabuk, maksudku?”

“Oh, ya Tuhan. Entah bagaimana aku menjelaskan pada Ibumu mengenai hal ini. Bagaimana bisa aku membiarkanmu mengambil kaleng beer?”

Siwon mengernyit. “Kita bisa merahasiakannya.”

“Apa?”

“Kita bisa merahasiakannya. Lagipula jika aku memang mabuk, bukankah besok aku tidak akan ingat apapun. Kecuali rasa sakitnya. Tapi jika kita tidak bicara, maka Ibuku tidak perlu tahu,” ucap Siwon.

Siwon mendengar suara tawa Kyuhyun. Kenapa dia tertawa? Apa yang kukatakan ada yang lucu?

“Siwon-ah, apa kau benar-benar mabuk? Hey… kau tidak sedang mabuk ‘kan?”

Siwon kembali mengernyit. Apa Kyuhyun sedang meragukannya kalau dia sedang mabuk? Tapi dia seperti sedang mabuk. Kepalanya terasa sakit dan berputar dan perutnya masih terasa penuh karena terlalu banyak minum air. Oh, Siwon mungkin harus mengeluarkannya. Tapi dia yakin kalau dia sedang mabuk saat ini. Namun, Kyuhyun sepertinya tidak percaya.

“Aku mabuk, hyung…”

“Tidak. Kau tidak mabuk, Siwon. Aku bisa melihatnya kalau kau tidak mabuk. Kembalilah ke kamarmu, Siwon.”

“Tapi aku benar-benar mabuk, hyung!”

“Aku tidak percaya. Sudah, kau kembali ke kamar saja. Jika kau ingin muntah, aku harap kau melakukannya di kamar mandi. Aku tidak ingin membersihkan muntahanmu. Itu menjijikkan,” tukas Kyuhyun yang kembali membuka dokumen.

Siwon mendengus jengkel. Kyuhyun sepertinya benar-benar tidak percaya kalau dirinya sedang mabuk. Memangnya kau mabuk, Siwon? Itu hanya satu kaleng beer.

Kemudian Siwon mengambil dokumen dari tangan Kyuhyun yang disambut dengan protes pria tersebut. Tapi Siwon tidak ingin mendengarkan apapun dari Kyuhyun. Siwon menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya lalu mencium bibir pria tersebut.

Kau benar-benar gila, Choi Siwon.

Tapi Siwon tidak mempedulikan suara pikirannya tersebut. Bibir Kyuhyun terasa jauh lebih manis dari yang dibayangkannya. Ia bisa merasakan madu di bibir Kyuhyun. Mungkin sebelumnya pria itu meminum teh madu. Siwon mulai memejamkan matanya dan terus mengecup bibir Kyuhyun.

Oh Tuhan…

Siwon mungkin benar-benar mabuk karena dia berani mencium Kyuhyun. Siwon memperkirakan kalau Kyuhyun akan langsung mendorongnya dan mengusirnya. Tapi hal itu tidak pernah terjadi. Kyuhyun tidak melakukan apapun. Dia hanya diam. Mungkin terlalu terkejut karena ciuman tiba-tiba itu.

Siwon menyeringai. Jika dia tidak menolak, bukankah itu hal bagus?

Kemudian Siwon mendapatkan keberanian lainnya. Ia membuka kedua belah bibirnya dan menjilat permukaan bibir Kyuhyun. Oh, ini adalah ciuman pertama Siwon. Dan dia melakukannya dengan seorang pria yang merupakan tetangganya sendiri. Pria yang jauh lebih tua sembilan tahun darinya.

Siwon terus mencium bibir Kyuhyun, walaupun dia tidak mendapatkan respon dari Kyuhyun. Sampai akhirnya, Siwon menarik bibirnya dan membuka kedua matanya. Perlahan Siwon menarik tangannya dari wajah Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun dengan lekat. Ekspresi Kyuhyun saat ini tidak bisa dimengerti oleh Siwon.

Oh, Siwon mungkin tidak harus mencium Kyuhyun.

“Hyung, a-aku….”

Yang terjadi selanjutnya adalah Kyuhyun mencium Siwon.

Tangan Kyuhyun menarik tubuh Siwon hingga ia jatuh tepat dipangkuan Kyuhyun. Siwon cukup terkejut dengan reaksi Kyuhyun. Dia pikir kalau Kyuhyun akan marah padanya. Tapi detik berikutnya, Siwon mulai terlena dengan ciuman Kyuhyun.

Siwon membuka kedua belah bibirnya ketika Kyuhyun mulai menciumnya lebih dalam. Dia memejamkan matanya lagi dan menikmati setiap sentuhan bibir Kyuhyun. Tangan Siwon memeluk leher Kyuhyun dan jemarinya mulai menyelusup masuk di antara surai rambut Kyuhyun.

Siwon mendesah dalam ciuman mereka saat ia merasakan salah satu tangan Kyuhyun berada di pinggangnya dan bergerak masuk ke dalam kaus yang dipakainya. Kaus milik Kyuhyun karena Siwon sangat familiar dengan aromanya. Ujung jemari Kyuhyun menyentuh permukaan kulitnya dengan begitu sensual.

Oh Tuhan…

Kyuhyun mencium dan menyentuhnya dengan baik. Seakan Kyuhyun tahu bagaimana dia harus mencium dan bagian mana dari tubuh Siwon yang harus ia sentuh. Seakan Kyuhyun pernah melakukan hal ini sebelumnya. Oh, Siwon tidak peduli siapa yang pernah disentuh oleh Kyuhyun sebelumnya. Saat ini dia benar-benar dibuat gila oleh setiap sentuhan Kyuhyun.

“Hyung…”

Kyuhyun melepaskan ciuman mereka. Siwon menatap Kyuhyun dengan wajah memerah dan mulut terbuka. Siwon kehabisan nafas. Ciuman Kyuhyun menarik seluruh nafasnya.

Oh, dia terlihat begitu menakjubkan.

Kyuhyun menyentuh wajah Siwon. “Won-ah…”

“Aku menyukaimu, hyung. Benar-benar menyukaimu,” gumam Siwon.

Kemudian Siwon menenggelamkan wajahnya di leher Kyuhyun. Akhirnya ia bisa memeluk Kyuhyun. Siwon tersenyum tipis dan menarik nafas dalam. Dia merasakan aroma tubuh Kyuhyun yang memabukkan. Siwon mengecup leher Kyuhyun.

“Aku sangat menyukaimu hyung,” gumamnya lagi.

***

Entah itu hanya sebuah mimpi atau benar-benar terjadi.

Saat Siwon terbangun, dia berada di kamar. Dan ketika ia turun ke dapur, Kyuhyun menyapanya sembari menyiapkan sarapan. Kyuhyun bersikap tidak pernah terjadi apapun di antara mereka. Seakan Siwon tidak pernah mencium Kyuhyun. Tapi Siwon masih bisa mengingat dengan jelas rasa madu yang dia rasakan ketika mengecup bibir Kyuhyun.

Hanya saja, sikap Kyuhyun membuat Siwon meragukan dirinya.

Setelah sarapan, Siwon pulang ke rumahnya dengan penuh keraguan.

***

Ujian masuk universitas akan dilaksanakan dalam satu minggu.

Tapi Siwon tidak bisa fokus dalam belajar. Sejak dia menginap dari rumah Kyuhyun, Siwon merasa ada sesuatu yang terlupa olehnya. Mengenai ciuman itu.

Kyuhyun tidak pernah mengatakan apapun. Dan dia juga masih bersikap seperti biasanya saat bertemu dengan Siwon. Kyuhyun tersenyum pada Siwon. Kyuhyun mengobrol dengan Siwon. Oh, terkadang Kyuhyun mengantarkan Siwon jika dia harus pergi ke akademi pada akhir pekan.

Tidak ada yang berubah.

Namun, Siwon masih memikirkan mengenai ciuman itu. Karena Siwon merasa yakin seratus persen, kalau ciuman itu benar-benar terjadi. Dia pernah beberapa-kali mencoba untuk membicarakan masalah apa yang terjadi di malam saat dia menginap. Namun, Kyuhyun, entah mengapa selalu bisa mencari celah untuk mengalihkan pembicaraan.

Hal itu membuat Siwon semakin yakin. Keraguannya mulai terhapus.

Siwon akan menemui Kyuhyun untuk bertanya mengenai ciuman itu dengan lebih tegas. Dia tidak akan bisa melakukan ujian dengan baik jika masih ada pertanyaan yang belum terjawab.

“Hyung, apa kau ingat saat malam ketika aku menginap di sini?” tanya Siwon.

Siwon menciptakan kesempatannya sendiri. Saat ini mereka sedang makan malam bersama. Siwon beralasan orangtuanya sedang pergi dan tidak ada makanan di rumah. Kyuhyun, tentu saja, menawarkan agar Siwon makan malam bersamanya.

Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat. “Apa maksudmu?”

Siwon menarik nafas perlahan dan menaruh sumpitnya. “Apa yang terjadi saat aku menginap? Aku ingat kalau aku terbangun di tengah malam dan pergi ke dapur untuk mengambil minum. Tapi aku tidak ingat bagaimana bisa aku kembali ke kamar.Waktu itu hyung juga masih terbangun. Aku sangat ingat.”

“Tidak ada yang terjadi, Siwon.”

Ucapan Kyuhyun begitu singkat dan tanpa keraguan. Namun, Siwon masih tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Kyuhyun. Jadi, dia akan mencoba untuk mengambil resiko.

“Benarkah? Karena rasanya aku ingat secara samar kalau aku mencium hyung.”

Kyuhyun tersentak. Dia menatap Siwon dengan lekat. Siwon tidak melihat ekspresi apapun dari wajah Kyuhyun. Pria dihadapannya sangat pintar menyembunyikan emosinya.

“Dan hyung juga menciumku. Apa ciuman itu… Apa aku hanya sekedar bermimpi?” tanya Siwon.

“Siwon…”

“Kumohon jangan berbohong padaku, hyung. Walaupun aku hanyalah orang asing, kumohon jangan berbohong.”

Ada jeda selama beberapa menit.

Kyuhyun hanya menatap Siwon dengan lekat. Siwon sendiri tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun. Dia perlu melihat kejujuran dari setiap jawaban yang diberikan Kyuhyun. Siwon bukanlah anak kecil yang mudah dibodohi.

“Kau bukan orang asing Siwon,” gumam Kyuhyun pelan.

Siwon berkedip beberapa-kali. Kyuhyun memberikan pernyataan yang sama seperti malam itu. Kemudian Siwon melihat Kyuhyun beranjak meninggalkan meja makan dan berjalan menuju meja counter dapur untuk membuat kopi.

Siwon masih memperhatikan pria itu dengan serius.

“Jika aku bukan orang asing, lalu aku ini apa? Apa bagi hyung aku hanya tetanggamu saja?” tanya Siwon.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan pandangan mata mereka kembali bertemu. Namun, Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Dia memasukkan bubuk kopi ke dalam mesin pembuat kopi dan menekan tombol. Siwon mendesah kesal. Dia seperti sedang dipermainkan oleh Kyuhyun.

Perasaannya sedang dipermainkan.

Siwon kemudian beranjak dan menghampiri Kyuhyun. Dia kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. “Jika aku bukan orang asing. Lalu aku ini apa?”

Kyuhyun memejamkan matanya dan menghembuskan nafas dari mulut. “Siwon, hentikan. Jika kau sudah selesai makan, sebaiknya kau pulang. Ujian sudah semakin dekat bukan…”

“Bagaimana bisa aku melakukan ujian ketika seluruh pikiranku hanya tertuju padamu, hyung!!” seru Siwon dengan keras.

Kyuhyun membuka matanya dan menatap Siwon.

“Aku menyukaimu. Sejak kita berkenalan, aku selalu merasakan ada sesuatu yang aneh. Aku merasa begitu senang melihatmu tersenyum padaku. Sedikit sentuhanmu, membuatku seperti ingin meledak. Aku bahkan tidak bisa fokus belajar. Sebagian besar yang kupikirkan adalah dirimu, hyung. Bagaimana aku mencari alasan hanya sekedar bertemu denganmu untuk beberapa menit. Hanya untuk melihat senyumanmu.”

Kyuhyun terdiam mendengarkan ucapan Siwon. Tidak ada sepatah kata yang keluar dari mulut Kyuhyun.

Oh, apakah aku mendapatkan perhatianmu sekarang?

“Awalnya aku begitu ketakutan. Aku tidak pernah mengalami hal ini sebelumnya. Bahkan dengan seorang gadis sekali pun. Tapi setelah bertemu dengan hyung, aku…”

“Hentikan, Choi Siwon!!” Kyuhyun berteriak.

Hari ini, Siwon melihat Kyuhyun yang terlihat histeris.

Kyuhyun mengambil dua langkah menjauh dari Siwon. “Jangan katakan apapun. Kau tidak mengerti. Usiamu baru sembilanbelas tahun, kau tidak akan bisa mengerti. Apapun yang kau pikirkan, itu tidak benar.”

“Apanya yang tidak benar? Perasaanku padamu? Itu adalah kesalahan, begitu?! Aku mungkin baru sembilanbelas tahun, tapi aku tidak bodoh. Aku tahu perasaanku sendiri, hyung. Jika hyung berpikir kalau aku hanya mengambil kesimpulan dengan….”

“Kubilang, hentikan Choi Siwon!! Pulanglah. Aku tidak ingin mendengarkan apapun lagi darimu.”

Kyuhyun mengusirnya. Kyuhyun menolak mengakui perasaan yang dirasakan olehnya.

Tapi Siwon tidak bisa menerima penolakan lagi. Kyuhyun sudah terlalu lama bermain dengan perasaannya. Selama satu bulan, dia tersiksa dengan perasaannya tapi Kyuhyun malah mengusirnya. Siwon harus mengambil tindakan saat ini juga.

Siwon meraih bahu Kyuhyun dan mendorong tubuh pria itu ke meja counter dan berusaha untuk menciumnya.Namun, Kyuhyun berhasil mendorongnya sebelum bibir mereka bertemu. Siwon mencoba mencium Kyuhyun sekali lagi. Kali ini dia memegangi kedua tangan Kyuhyun. Namun, ketika Siwon hendak mencium Kyuhyun, pria itu memalingkan wajahnya.

Siwon terdiam. Ia menatap Kyuhyun yang kini menghindari kontak mata dengannya.

“Kenapa?” bisik Siwon.

Kyuhyun menghela nafas dan menarik tangannya dari genggaman Siwon. Tapi Kyuhyun tidak bisa melepaskan diri karena Siwon berdiri terlalu dekat dengannya.

“Apa karena usiaku? Atau karena aku adalah seorang pria, sama seperti hyung?” tanya Siwon.

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Ia menarik nafas panjang lalu menatap Siwon dengan lekat. “Keduanya. Karena kau masih sembilanbelas tahun dan kau juga seorang pria. Kau tahu persis kalau ini adalah sebuah kesalahan. Saat ini kau belum memahaminya, Siwon. Tapi di masa depan, kau pasti akan mengerti. Apa yang kau rasakan saat ini adalah…”

“Sebuah kesalahan? Jika ini sebuah kesalahan, lalu kenapa hyung menciumku? Malam itu, kenapa hyung menciumku? Saat itu hyung dalam keadaan sadar. Jika aku mencium hyung karena efek mabuk, bukankah hyung bisa mendorongku. Tapi saat itu hyung tidak mendorongku. Hyung tidak menolakku. Bahkan hyung juga…”

“Choi Siwon, malam itu adalah kesalahan. Aku harap kau bisa melupakannya. Pulanglah…”

Siwon diam menatap Kyuhyun. Dia mengambil dua langkah mundur. Kyuhyun menghembuskan nafas dan menegakkan tubuhnya. Siwon mendorong tubuhnya terlalu keras, kini bagian pinggang Kyuhyun terasa sakit. Tapi rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan oleh Siwon saat ini.

Dengan sadar, Kyuhyun telah menciumnya. Tapi pria itu kini menolak untuk mengakuinya. Lebih parah, dia juga telah mendorong Siwon menjauhinya. Berulang-kali. Hingga Siwon tidak tahu apakah dia bisa bangkit berdiri lagi.

Siwon telah jatuh terlalu dalam.

“Tapi aku tidak mau melupakannya.”

Oh, Siwon bahkan tidak sadar kalau airmatanya telah jatuh. Kyuhyun terhenyak melihat airmata tersebut. Lalu, dengan cepat, Siwon menghapus airmata dari wajahnya.

“Siwon…”

“Hyung mungkin berpikir kalau aku terlalu muda untuk mengerti. Tapi apakah itu menunjukkan kalau hyung lebih memahaminya dibandingkan diriku? Aku tahu kalau hyung juga memiliki perasaan yang sama denganku. Tapi kau terus menyangkalnya. Kau selalu mengatakan padaku bahwa itu adalah sbeuah kesalahan.Tapi pikirkan lagi, hyung.Sebenarnya siapa yang salah di antara kita. Aku atau hyung.”

***

Siwon menghindari Kyuhyun.

Begitu pula dengan Kyuhyun yang menghindari Siwon.

Siwon menggunakan alasan kalau dia harus mempersiapkan diri untuk ujian. Dan Kyuhyun lebih sering menghabiskan waktu di café atau mengerjakan hal lainnya dibandingkan berada di rumah. Untuk hal itu, Siwon merasa bersyukur karena mereka jadi hampir tidak pernah bertemu.

Walaupun sesekali Siwon masih memikirkan Kyuhyun. Tapi sebagian besar waktunya kini hanya untuk belajar. Itu menjadi pengalihan yang cukup bagus.

“Bagaimana dengan persiapannya, Siwon?” tanya sang ayah.

Hari ini, Siwon akan menjalani ujian. Hari yang sangat penting bagi masa depannya.

Siwon menatap pada ayah dan ibunya. Kemudian ia menunduk menatap mangkuk nasinya. “Jangan khawatir. Jika aku tidak lulus, mungkin aku akan masuk wajib militer.”

“Yak! Apa kau sedang bercanda?” seru ibunya.

Siwon menyeringai. “Aku serius, Eomma. Jika aku tidak lulus, aku akan masuk wajib militer. Setelah dua tahun, aku akan belajar untuk ujian tahun berikutnya. Bukankah itu jauh lebih baik? Aku tidak perlu menunda kuliahku untuk menjalani wajib militer.”

“Sebenarnya itu bukan rencana yang buruk,” tutur ayahnya.

Sang Ibu mendesis jengkel. Siwon hanya tertawa kecil.

Ya, jika dia tidak lulus, Siwon akan pergi. Dua tahun, rasanya waktu yang cukup untuk bisa melupakan Kyuhyun. Mungkin pada waktu yang bersamaan, Kyuhyun akan menikah. Setidaknya, dengan alasan itu, Siwon akan berusaha lebih keras untuk menghapuskan perasaannya.

Sang ayah menatap Siwon dengan lekat. “Lakukan yang terbaik, Siwon. Apapun hasilnya, maka itu yang terbaik.”

Siwon tersenyum dan mengangguk. Kemudian ia berdiri dan mengambil tas ranselnya. “Terima kasih atas makanannya. Aku pergi dulu.”

***

Siwon bertemu dengan Kyuhyun.

Mungkin lebih tepatnya, Kyuhyun yang menunggu Siwon di depan rumahnya. Siwon sedikit membungkuk pada Kyuhyun dan hendak pergi. Namun, pria itu memanggilnya.

“Aku akan mengantarkanmu,” ucap Kyuhyun dengan tenang.

Siwon menoleh. “Tidak perlu. Aku tidak ingin merepotkan. Aku bisa pergi dengan bis.”

“Tapi ada yang ingin kubicarakan,” tutur Kyuhyun dengan cepat.

Siwon terdiam sejenak. Dia menatap Kyuhyun dengan lekat. Mungkin Kyuhyun sudah memikirkan ulang mengenai perasaan mereka. Selain itu, waktu satu minggu adalah waktu yang cukup untuk berpikir secara matang. Namun, Siwon tidak ingin mendengarkan apapun dari Kyuhyun.

Dalam waktu dua jam, dia akan melakukan ujian. Siwon tidak ingin semua usahanya berakhir dengan sia-sia hanya karena pembicaraannya dengan Kyuhyun.

Siwon menghela nafas pendek. “Kita bicara setelah aku selesai ujian. Itu pun jika anda tetap memaksa. Aku akan pergi ke café…”

“Tidak perlu. Aku akan menjemputmu. Kurasa kita perlu bicara di tempat yang sedikit private,” ujar Kyuhyun.

Siwon mengangguk kecil. “Baiklah. Ujiannya akan selesai pukul lima sore. Aku pergi.”

Apakah ini artinya aku telah menang darinya?

***

Siwon mengerjakan ujiannya dengan baik.

Sepanjang waktu ujian, Siwon bisa menjawab semua pertanyaan dengan baik. Oh, Siwon juga selalu tersenyum sepanjang waktu ujian. Hal itu membuat pengawas ujiannya sedikit mengernyit dengan sikapnya. Hell, Siwon bahkan harus menjalani beberapa pemeriksaan karena pengawas menaruh curiga kalau Siwon membuat kecurangan. Namun, mereka tidak menemukan bukti apapun kalau Siwon melakukan kecurangan.

Bukankah reaksimu sedikit berlebihan? Bagaimana kalau dia akan tetap menolakmu?

Selesai ujian, Siwon langsung bergegas meninggalkan gedung sekolah. Dia bahkan berlari menuju gerbang utama di mana Kyuhyun sudah menunggunya. Saat melihat mobil Kyuhyun, Siwon berhenti berlari. Dia mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum berjalan dengan tenang menuju mobil Kyuhyun.

Siwon berjalan ke sisi sebelah kanan dari mobil dan membuka pintu. Ia melirik Kyuhyun yang sedang duduk bersandar dengan memejamkan matanya. “Sedang tidur?”

“Masuklah,” ucap Kyuhyun pelan.

Siwon memutar bola matanya dan memanjat masuk. Ia menutup pintu dengan sedikit keras lalu menoleh pada Kyuhyun. “Kau mau bicara di mana?”

Kyuhyun membuka matanya dan memandang Siwon. “Bagaimana dengan ujiannya?”

“Aku bisa mengerjakannya dengan baik. Apa kau berusaha mengalihkan pembicaraan? Tadi pagi, hyung bilang ingin bicara denganku. Apa mengenai ini?” tukas Siwon.

Kyuhyun menghela nafas pendek. “Pakai sabuk pengamanmu,” ujarnya sembari menyalakan mesin.

***

Siwon tidak tahu kemana Kyuhyun membawanya.

Mereka berada di sebuah rumah sakit yang berada di pinggir kota. Entah apa alasan Kyuhyun membawanya ke tempat itu. Bukankah mereka akan bicara? Dan Kyuhyun mengatakan kalau mereka harus bicara di tempat yang cukup private. Namun, kenapa mereka malah berada di rumah sakit?

Siwon mengikuti Kyuhyun berjalan melewati lorong panjang. Siwon tidak bisa bertanya apapun pada Kyuhyun. Itu pun karena Kyuhyun tidak mengatakan apapun sejak mereka keluar dari mobil dan memasuki gedung rumah sakit. Jadi, Siwon akan menunggu kemana Kyuhyun akan membawanya.

Kemudian mereka tiba di depan kamar rawat. Siwon masih memperhatikan Kyuhyun.

Pria itu terlihat sedikit ragu. Namun, dengan tangannya yang gemetaran, Kyuhyun membuka pintu dan berjalan memasuki kamar rawat tersebut. Siwon mengikutinya lalu menutup pintunya.

“Aku datang hyung,” ucap Kyuhyun pelan.

Siwon sedikit berjalan lebih dekat untuk melihat Kyuhyun bicara pada siapa. Tapi dia begitu terkejut ketika melihat sosok pria yang terbaring di tempat tidur. Pria itu dalam kondisi tidak sadar. Namun, yang lebih membuat Siwon lebih terkejut lagi adalah wajah mereka yang memiliki kemiripan. Bahkan jika orangtuanya melihat pria itu, mereka mungkin akan berpikiran kalau pria itu adalah kakak Siwon.

Siwon lalu menatap Kyuhyun. “Si-siapa dia?”

“Kang Jiwon. Kekasihku,” ucap Kyuhyun dengan berbisik.

Oh, rasanya Siwon seperti dihempaskan jatuh dari sebuah gedung tinggi saat Kyuhyun menyebut kalau pria itu adalah kekasihnya. “Ke-kekasih? Ta-tapi sebelumnya hyung mengatakan kalau kau tidak mempunyai kekasih.”

“Itu benar. Aku memang tidak punya kekasih. Sejak Jiwon hyung koma empat tahun lalu, aku memang tidak pernah mempunyai kekasih.”

Siwon kembali memandang pria bernama Kang Jiwon tersebut. “Lalu? Apa ini yang ingin hyung bicarakan padaku? Kau ingin mempertemukanku dengannya agar aku melepaskan perasaan ini?”

“Bukan. Aku tidak sepicik itu, Siwon.”

“Lalu apa yang ingin kau bicarakan denganku? Kupikir, hyung sudah memikirkan mengenai perasaan ini. Apa karena dia, hyung tidak bisa menerimaku? Apa karena hyung masih mencintai pria ini?”

Kyuhyun menarik nafas perlahan dan berjalan mendekati tempat tidur. Ia menatap wajah Jiwon yang begitu pucat. “Aku pernah mencintainya. Itu memang benar. Tapi bukan karena dia, aku tidak menerimamu.”

“Lalu kenapa hyung membawaku ke sini? Apa kau ingin…”

“Hari ini, dokter akan melepaskan seluruh alat bantu pernafasannya. Sudah empat tahun, Jiwon hyung koma. Dokternya sudah tidak bisa mempertahankannya lebih lama. Itu hanya akan membuat Jiwon hyung semakin menderita,” ucap Kyuyun dengan cepat.

Siwon terdiam. Ia masih memandang pria Kang Jiwon itu dengan lekat. Siwon tidak tahu penyakit apa yang diderita oleh Kang Jiwon. Tapi melihat Kyuhyun yang selalu setia menunggunya selama empat tahun, sepertinya pria itu benar-benar sangat berarti bagi Kyuhyun. Jujur saja, Siwon merasa begitu iri.

Kang Jiwon mendapatkan perhatian yang begitu besar dari Kyuhyun. Perhatian yang diinginkan oleh Siwon. Tapi hari ini, Kyuhyun akan melepaskannya dan Siwon masih tidak mengerti kenapa Kyuhyun mengajaknya menemui pria itu.

Siwon menarik nafas lalu menatap pada Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tidak melepaskan pandangannya dari sosok Kang Jiwon. Siwon mendengus kesal. Kenapa Kyuhyun tidak pernah memandang ke arahnya?

“Lalu kenapa aku di sini? Kenapa hyung mengajakku ke sini?”

“Karena Jiwon hyung ingin bertemu denganmu, Siwon.”

Siwon mengernyit mendengarkan ucapan Kyuhyun.

“Hyung, aku membawanya. Dia adalah Choi Siwon yang sering kuceritakan padamu. Aku sudah menepati janji terakhirku padamu, hyung. Kurasa kau bisa pergi dengan tenang, bukan?”

***

Mereka masih berada di lorong rumah sakit.

Kyuhyun masih menunggu proses dokter melepaskan alat bantu yang terpasang pada Kang Jiwon. Di dalam kamar rawat, sudah ada keluarga Kang Jiwon dan dokter yang bertugas. Mereka sudah menunggu selama limabelas menit. Namun, dokter masih belum keluar dari kamar tersebut. Mungkin keluarganya masih belum bisa melepaskan Kang Jiwon untuk selamanya.

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang berdiri bersandar pada dinding. Ia lalu menghampiri pria itu.

Kyuhyun menceritakan padanya kalau setiap-kali ia datang ke rumah sakit, dia akan berbicara mengenai apapun pada Jiwon. Namun, dua bulan terakhir, Kyuhyun lebih sering menceritakan mengenai Siwon.

Entah apa alasan Kyuhyun bercerita mengenai Siwon pada Jiwon. Selain itu, Siwon berpikir kalau Jiwon tidak akan bisa mendengar apapun dengan kondisi komanya. Tapi mungkin Kyuhyun melakukannya hanya untuk menenangkan hatinya. Untuk membuatnya merasa jauh lebih baik.

“Hyung..” bisik Siwon.

Kyuhyun mengangkat kepalanya. Dia tersenyum tipis pada Siwon. Kemudian secara samar dari arah kamar rawat Kang Jiwon, mereka mendengar suara tangisan.

Kang Jiwon telah pergi untuk selamanya.

“Ayo pulang, Siwon.”

Siwon masih memperhatikan pria dihadapannya dengan lekat. Kyuhyun tidak menangis. Dia masih tetap tersenyum. Tapi Siwon bisa melihat kesedihan dari sorot matanya. Siwon mengangguk kecil. Kyuhyun kemudian meraih tangannya dan menautkan jemari mereka. Lalu berjalan meninggalkan lorong rumah sakit tersebut.

***

“Terima kasih,” ucap Kyuhyun.

Mereka kini berada di depan pagar rumah Siwon. Sepanjang perjalanan pulang, Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Dia juga tidak menangis. Dan Siwon tidak ingin bertanya mengenai apapun. Mereka bahkan tidak makan malam.

Mungkin dia sudah melepaskannya sudah lama sekali, bahkan sebelum keputusan dokter itu dibuat.

Siwon mengangguk kecil. “Apa hyung baik-baik saja?”

“Tentu saja. Jangan mengkhawatirkanku. Oh, kau jangan lupa makan malam. Maaf, aku seharusnya mengajakmu makan malam sebelum kita pulang,” tutur Kyuhyun.

“Tidak apa-apa.”

Kemudian sunyi. Kyuhyun hanya memandang Siwon dengan sorot mata yang begitu lembut. Dan Siwon tidak bisa melepaskan pandangannya dari Kyuhyun. Siwon tidak tahu apa yang terjadi pada hubungan mereka selanjutnya. Walaupun dia sangat ingin bertanya, tapi situasi hari ini sama sekali tidak memungkinkan bagi Kyuhyun.

Kyuhyun baru saja kehilangan seseorang yang pernah dicintainya. Siwon tahu, kalau Kyuhyun pasti akan membutuhkan waktu untuk menyembuhkan perasaannya. Siwon tidak ingin menjadi egois hanya karena perasaannya sendiri.

“Aku menyayangimu, Siwon.”

Ucapan Kyuhyun memecah keheningan di antara mereka.

“Bukan karena Jiwon hyung. Tapi aku bersungguh-sungguh menyayangimu. Aku sebenarnya sudah memikirkan perasaan ini sejak dua bulan lalu. Saat kau sakit karena pulang dalam keadaan basah kuyup. Aku begitu mengkhawatirkanmu dan ingin menjagamu. Namun, aku tidak bisa berterus-terang atas perasaan tersebut. Ada begitu banyak hal yang harus kupertimbangkan, hingga akhirnya aku memilih untuk melepaskannya. Tapi ketika kau menciumku, aku lepas kendali. Aku menginginkanmu saat itu juga.”

“Lalu kenapa hyung malah mendorongku jauh?” tanya Siwon berbisik.

“Percayalah, aku pun tidak ingin. Tapi aku memikirkan masa depanmu. Kau masih begitu muda. Apa yang kau rasakan saat ini mungkin hanya sementara. Kau akan mempunyai banyak kesempatan untuk bertemu dengan banyak orang. Perasaanmu padaku, itu bisa hilang dan digantikan. Tapi berbeda denganku. Bagiku, saat ini hanya dua orang.”

“Salah satunya, Kang Jiwon?”

“Dan juga dirimu. Tapi karena Jiwon hyung sudah pergi, maka yang tersisa hanya dirimu, Siwon.”

Hati Siwon merasa begitu hangat mendengarkan pengakuan Kyuhyun. Pria dihadapannya juga menginginkan dirinya. Perasaan yang dirasakannya tidaklah sepihak. Namun, Kyuhyun mengakuinya ketika hatinya sedang terluka. Itu membuat seakan pengakuan Kyuhyun terlihat irasional.

Siwon menarik nafas. Perlahan, ia mengangkat tangan kanannya dan menyentuh wajah Kyuhyun dengan ujung jemarinya. Saat Siwon menyentuhnya, Kyuhyun tidak menghindar. Dia hanya menutup matanya dan seakan merasakan setiap gerakan jemari Siwon di wajahnya. Siwon tersenyum tipis.

Kyuhyun telah menerimanya. Walaupun pria itu masih membutuhkan waktu, tapi Siwon sudah merasa sangat senang. Siwon mengambil satu langkah lebih dekat. Kini wajah mereka begitu berdekatan. Terlebih dengan perbedaan tinggi mereka tidak begitu jauh. Kyuhyun membuka matanya dan menatap Siwon.

“Aku menginginkan dirimu, hyung. Tapi aku akan memberikan waktu yang kau butuhkan. Walaupun begitu, aku tidak bisa selamanya menunggu dirimu,” bisik Siwon.

Kyuhyun menggumamkan kata “terima-kasih” dalam ciuman mereka.

***

Sudah dua bulan sejak Siwon resmi menjadi mahasiswa juruan arsitektur Universitas Kyunghee.

Walaupun keputusan dia diterima di universitas, membuat Siwon harus mengatur ulang rencananya untuk wajib militer, tapi dia begitu menikmatinya. Dia bertemu dengan orang-orang baru dan mendapatkan pengalaman yang lebih banyak.

Siwon masih seorang pemuda berusia duapuluh tahun –dia berulang-tahun dua hari lalu– yang cukup popular di kalangan mahasiswa baru. Para dosen juga menyukainya karena Siwon selalu fokus pada setiap jam perkuliahan dan mengerjakan tugasnya dengan baik. Bahkan seniornya juga bersikap baik padanya.

Kehidupan Choi Siwon seorang mahasiswa, tidak berbeda jauh dengan kehidupan Choi Siwon seorang siswa sekolah menengah.

Kecuali untuk satu hal. Kini, dia mempunyai seorang kekasih.

Agak sulit untuk mengakui pada orangtuanya, tapi Siwon mendapatkan pemahaman mereka mengenai seksualitasnya. Begitu pula dengan pemahaman mereka kalau Siwon menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria. Walaupun reaksi kedua orangtuanya cukup terkejut ketika Siwon membawa Kyuhyun ke rumah dan mengenalkannya sebagai kekasihnya.

Tapi mereka tidak menunjukkan penolakan.

Sejak hari itu, kehidupan Choi Siwon menjadi lebih baik.

***

“Jadi….”

Siwon menatap Jun dan Seon dengan bergantian. Kedua pegawai café OneStar itu memandanginya dengan penuh harap. Kemudian Siwon melirik ke arah meja di mana Kyuhyun sedang mengerjakan sebuah dokumen dengan serius.

“Siwon, kami membutuhkan jawabanmu,” tukas Seon.

Siwon menghela nafas pendek dan kembali menatap Jun dan Seon. “Keduanya cukup enak. Tapi kenapa aku yang harus memberikan jawaban? Bukankah Kyuhyun hyung yang berhak memutuskan?”

Jun mendengus. “Bos mengatakan kalau kau, sebagai pelanggan setia OneStar, yang harus memutuskan. Itu lebih objektif.”

“Tapi kenapa hanya aku? Kalian bisa bertanya pada pelanggan lainnya yang cukup sering menikmati kopi di sini. Kalau hanya aku seorang, bukankah itu sama biasnya?” tukas Siwon.

Heck, bagaimana bisa Jun dan Seon menarik Siwon yang baru datang untuk mencicipi kopi buatan mereka yang kemudian salah satunya akan dijadikan menu baru di café OneStar. Selain itu, Kyuhyun sepertinya malah mengabaikannya dan hanya berfokus pada dokumen.

“Ayolah, kau tinggal pilih mana di antara kopi kami yang rasanya jauh lebih enak,” tutur Seon.

Siwon mendesah pelan. Dia lalu menatap kedua cangkir kopi dihadapannya. Satu milik Jun dan yang lainnya milik Seon. Sepertinya Siwon akan tertahan lebih lama di café padahal Kyuhyun sudah berjanji akan membawanya ke suatu tempat sebagai hadiah ulang-tahunnya, jika dia tidak memilih salah satu dari kopi tersebut.

Akhirnya, Siwon mendorong cangkir kopi milik Seon hingga membuat sang pemilik bersorak senang.

“Maaf, Jun hyung. Tapi kopi buatan Seon hyung sedikit lebih enak dibandingkan kopi buatanmu,” ucap Siwon.

Seon masih sibuk bersorak penuh kemenangan. Dia bahkan kini memeluk pegawai lainnya yang hanya tertawa melihat sikap berlebihannya. Jun menghela nafas pendek. “Sudahlah, tidak apa-apa. Aku masih bisa mencobanya dua bulan lagi.”

“Jadi, siapa yang menang?” tanya Kyuhyun yang entah kapan sudah berada di belakang Siwon.

Jun menatap Kyuhyun dan menunjuk Seon yang masih sibuk dengan kemenangannya. Kyuhyun tersenyum tipis. “Jangan berkecil hati. Kopi buatanmu cukup enak, tapi kau belum bisa mempertahankan konsistensi antara susu dan kopinya. Buat menu yang lebih baik untuk pemilihan menu baru berikutnya.”

Jun mengangguk kecil.

“Bisa kita pergi sekarang?” tanya Siwon pada Kyuhyun.

Kyuhyun menyodorkan dokumen yang telah diperiksanya pada Jun. “Berikan ini pada Manager Min. Katakan kita perlu menghitung ulang untuk pemesanan bulan depan.”

Kemudian Kyuhyun menggenggam tangan Siwon dan membawanya meninggalkan café.

***

Siwon kehabisan nafasnya.

Kyuhyun membawa Siwon ke rumahnya. Dan begitu mereka berada di ruang tengah, pria itu mendorong Siwon hingga terjatuh di sofa dan menciumnya dengan begitu bergairah. Kyuhyun mencium serta menyentuhnya lebih sensual, lebih bergairah dibandingkan ciuman yang pernah mereka bagi sebelumnya. Hal itulah yang membuat Siwon kehabisan nafas hingga membuat wajahnya begitu merah.

“Apa ini hadiah ulangtahunku?” bisik Siwon.

Kyuhyun tersenyum. “Jangan bercanda. Aku hanya ingin menciummu,” ujarnya yang kembali mencium bibir Siwon.

Siwon kembali membuka mulutnya dan membalas setiap sentuhan Kyuhyun. Dia mendesah ketika tangan Kyuhyun kembali bergerak dibalik kemejanya. Siwon memegangi pinggang Kyuhyun dengan satu tangan kirinya. Dan tangan lainnya berada di punggung Kyuhyun, menjaga agar pria itu tidak jatuh dari pangkuannya.

“Kyu…nngh-ah.. Please…”

Siwon mengerang ketika satu tangan Kyuhyun keluar dari balik kemejanya dan menyentuh bagian celananya. Siwon bisa merasakan Kyuhyun menyeringai dalam ciuman mereka. Tangan Kyuhyun menekan lebih keras hingga Siwon kembali mendesah.

Siwon melepaskan ciuman mereka. “Jangan menggodaku, Cho Kyuhyun. Berikan hadiahku sekarang.”

Kyuhyun tersenyum lalu berdiri dari pangkuan Siwon dan berjalan ke ruang kerjanya. Siwon mengerang jengkel. Ia melirik pada bagian celananya. Entah apa yang harus dilakukannya nanti. Mungkin Siwon akan masturbasi lagi.

Walaupun Kyuhyun dan Siwon sudah berkencan selama tiga bulan, tapi tidak sekali pun mereka melakukan sesuatu yang lebih selain ciuman dan sentuhan. Jika Siwon tiba-tiba merasa lebih bergairah hanya karena ciuman mereka, Kyuhyun akan menyuruhnya pergi ke kamar mandi. Kyuhyun sama sekali tidak pernah menyentuhnya. Walaupun begitu, dia sering-kali menggoda Siwon.

Sama yang dilakukan Kyuhyun saat ini. Setelah Siwon menerima hadiahnya, Kyuhyun mungkin akan menyuruh Siwon pergi ke kamar mandi. Siwon menghela nafas pendek. Dia menginginkan Kyuhyun seutuhnya. Kemudian, Kyuhyun kembali ke ruang tengah dengan membawa sebuah kotak.

“Hadiah untukmu,” ucapnya sembari menyodorkan kotak itu pada Siwon, lalu duduk di sampingnya.

Oh, Siwon pikir Kyuhyun akan kembali pada pangkuannya. Singkirkan pikiran kotormu, Choi Siwon.

Siwon mengambil kotak itu lalu membukanya tanpa persetujuan Kyuhyun. Lagipula itu adalah hadiah ulangtahunnya. Dia mengernyit saat mengeluarkan sebuah kotak kaca yang berisi bunga carnation yang diawetkan. Siwon menatap Kyuhyun dengan penasaran.

“Aku mendapatkannya di pernikahan Changmin bulan lalu. Kau ingat, bukan?” tukas Kyuhyun.

Siwon ingat kalau Kyuhyun pernah pergi ke acara pernikahan salah satu temannya. Tapi Kyuhyun tidak pernah mengatakan kalau dia mendapatkan bunga carnation yang digunakan Changmin pada hari pernikahannya. Dan kini, bunga itu adalah hadiah ulangtahunnya.

Siwon menatap kotak kaca itu dengan lekat. “Apa kau sedang melamarku, hyung?”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Siwon kembali memandang ke arah Kyuhyun yang wajahnya mulai memerah. Siwon tersenyum lebar melihat reaksi Kyuhyun. Kemudian Siwon menaruh kotak kaca itu di atas coffee table.

“Well… Bukan maksudku untuk… Uhm… Aku pikir…”

Siwon tertawa kecil melihat Kyuhyun yang kesulitan untuk memberikan penjelasan. Kemudian Siwon mengecup bibir Kyuhyun. “Terima kasih,” bisiknya lalu memeluk tubuh Kyuhyun hingga mereka terjatuh dari sofa. Cukup beruntung Kyuhyun memasang karpet berbulu yang terasa lembut untuk menutupi sebagian lantai. Siwon menatap Kyuhyun yang berada di atas tubuhnya.

“Aku mencintaimu, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun tersenyum. “Aku mencintaimu, Choi Siwon.”

Siwon menarik kepala Kyuhyun lebih dekat agar dia bisa kembali mencium kekasihnya. Oh, Siwon sangat menyukai ciuman Kyuhyun. Pria itu benar-benar tahu bagaimana mencium. Walaupun terkadang Siwon teringat kalau Kyuhyun pasti lebih sering mencium Kang Jiwon sebelumnya. Namun, dia selalu mengingatkan dirinya kalau hanya ada ia seorang bagi Kyuhyun saat ini.

Oh!

Siwon menghentikan ciuman mereka dengan mata membulat. Dia merasakan tangan Kyuhyun pada celana jeansnya.“Ka-kau… tidak akan menyuruhku ke kamar mandi?”

Kyuhyun tersenyum. Kini dia berhasil membuka kancing jeans Siwon dan menurunkan resletingnya. “Kurasa ini sudah waktunya. Coming age. Aku hanya menunggu sampai kau dewasa secara legal, Choi Siwon.”

Siwon mendesah ketika ia merasakan sentuhan tangan Kyuhyun di celana boxernya. “Oh.. God! Finally!!”

Kyuhyun tertawa kecil dan mencium bibir Siwon. Tangannya bergerak masuk ke dalam celana boxer Siwon. “Yes… Finally!”

***

NOTE:  Fanfic request dari kyuya onnie.. Akhirnya selesai!! Setelah satu minggu, gonta-ganti plot!

Prompt-nya : Siwon yang berusia delapanbelas tahun jatuh cinta sama Kyuhyun yang usianya jauh lebih tua. Alasan si onnie sih, udah banyak fanfic di mana Siwon yang usianya jauh lebih tua dibandingkan Kyuhyun.

Tapi karena aku gak pernah bikin fanfic di mana Siwon lebih muda daripada Kyuhyun, maka aku rada kesulitan untuk nulisnya. Jadi, aku harap ini cukup memenuhi ekspetasi. Padahal gak yakin…

Refrensinya, tolong diingat bagaimana karakter Siwon sewaktu dia main drama 18 vs 29.

Update terakhir di bulan Maret. Scarface 42 akan dipublish di bulan April (Mudah-mudahan bisa dipublish di awal bulan ya…)

Credit Picture: Uhm.. Sebenarnya aku nemu di twitter. Kalau gak salah ini Changmin dan Yunho. Tapi aku lupa, beneran mereka apa bukan. Walaupun begitu, secara sekilas agak mirip WonKyu, bukan? Jadi, anggap ajah itu mereka ya…

Advertisements

19 thoughts on “[SF] Meet Him Among Them

  1. Apa ini,,,,setelah beberapa hari gak ada asupan ff dari wonkyu dan akhirnya~~aku juga baru nemu ini ff yang siwon nya lebih muda dari kyuhyun dan,,,aku suka banget.kyuhyun yang dewasa dan siwon yang polos bisanya kan kebalikan nya.oh jadi kyuhyun udah punya kekasih yang mirip sama siwon ya itu kang jiwon,,aku kira orang tua siwon akan nentang hubungan mereka karena siwon masih muda dan ya mereka sesama…tapi untunglah wonkyu pada akhirnya tetep bersatu !! Boleh dong buat ff yang kaya ini lagi,maksud’y siwon nya lebih muda dari kyuhyun..pokoknya keren lah!!

  2. Karakter Kyu selalu dewasa, baik umurnya lebih muda atau lebih tua dari Siwon.Tapi karakter Siwon agak beda, dia lebih polos hahaha (Karena Siwon lebih muda).
    Suka ffnya…..
    Tapi emang lebih suka kalo Kyu lebih muda, perhatian Siwon nya kerasa banget ma Kyu. Suka banget kalo Kyu jadi pusat perhatian.
    Tapi ff ni juga seru, terasa berbeda aja dengan Siwon yang polos heee
    Suka banget

  3. aku bingung mw comment apa,saking tersanjungnya udh di buatin ff ini,makasiiiiiiihhhh…….#peluk diera erat2
    jangankan yng buat,yng baca jg mungkin ngrasa aneh ya diera tumben2 an ganti posisi wonkyu,yng biasanya siwon lbh tua dan lebih perhatian sama kyuhyun,skrng sebalikny kyuhyun yng ngemong siwon,tp untuk ukuran “baru bikin”yng beginu,itu daebak bngt#acungin jempol
    tp satu yng bikin kesel,diera tu seneng bngt ya bikin eonnie sewot sama ending yng tanggung2 begitu!
    tp sekali lagi terima kasiiiiiiihhhh#peluk sayang diera

  4. oiya,eonnie suka karakter siwon yng polos,bnr2 polos bngt dia di sini,klo kyuhyun ga beda jauh di ff diera lainnya,selalu cool dan dewasa atau juga kalem gt,hihi,tp satu yng sama di siwon,dia selalu agresif cium2 kyuhyun duluan,dan selalu pemaksa ke kyuhyun,wkwkwk#edisi comment sambungan

  5. Bagaimana ini kkkkk?seru pokoknya.Beda dari biasanya.Tapi,tetap asyikkkkkkk..!
    Ga sabar aj pas baca pingin tau apa yg akan terjadi dan bagaimana endingnya.
    Syukurlah…semua berjalan lancar.Meski ada dag-dig-dung’y.Takut WonKyu ga bisa bersama.

    Jeongmal gumawo eonni..mianhae..kalau comment Hana sering ga nyambung.

    Fighting!!!

  6. bagus ceritanya, beda banget sama ff lain yang selama ini dibuat, oy, apa cuma aku doang yang ngerasa, pas pertama kali mereka ciuman itu siwon kok kerasa jado uke?

  7. Waaa jarang2 nihh ada fic yang dimana kyu nya lebih tua dari siwon hehe. Ku kira yang bikin kyu gamau nerima siwon emg bener alesan yang siwon lebih muda dan pria eh gataunya ada alasan lain yang lebih penting lg ;; ah tapi seneng akhirnya mrk pacaran dN ortu nya siwon setuju2 ajaa hehe. Dan endingnya leh uga hahaha nunggu siwon legal :””!)

  8. suka sama cerita dan karakter wonkyu dsini, jarang-jarang ada yg siwon lebih muda dan polos daripada kyu biasanya selalu kebalikannya
    awalnya mikir kyu cuma menganggap siwon seperti adiknya karna kyu terkesan biasa aja setiap bersama siwon apalagi kyu gak bilang apapun saat siwon mengatakan perasaan nya ke kyu tpi ternyata kyu mempunyai perasaan yg sama dan nerima siwon, ortu siwon juga nerima hubungan wonkyu dan akhirnya wonkyu jadi sepasang kekasih..

  9. yeeeah…ini bagus
    kyu lbih tua juga oke lho
    hehehehehe
    dan part menuju ending jd ikut tahan napas
    akhir yg bhagia utk mrka

    keep writing

  10. Sedikit aneh sih…dari siwon yang lebih muda dari kyu sampai seakan mereka bertukar peran….tapi tetep sweet…apapun itu, asalkan tetap wonkyu hehehe….

  11. YaAmpuuu YaAmpuunn… Etdah si kyubaby agresif amat yah disini xD , tpi gpplah xD
    Hehehe aku bca sidikit canggung + aneh kyuhyun lebih tua dari siwon. Krn dari dulu ampe skrng demennya kyu lebih muda dari siwon , but no problem , asalkan itu wonkyu gpp 😀
    Hehe~ thanks buat diera krn udah buat ff wonkyu , krn aku bnr2 butuh asupan ff wonkyu bngt , ff wonkyu udah bnyk yg ngilang , dan syukurnya diera masih bertahan dikaryamu yg mantep ini , selalu kembangkan ff wonkyu diera , karna aku fansmu wkwk. Ini serius
    Omg.. Baca note nya dan ada scarfacenya excited bangt ama ff itu , rasanya mataku sensitif bngt kalo udah baca scarface rasanya pengen terus baca tuhh ff
    Ditunggu scarfacenya
    Klo boleh aku pngn bngt baca ff kyuhyun jadi stylis siwon , kalo gak siwon jdi asisten kyuhyun
    Aku pengn minta buatin , tapi kayaknya sulit , #siapa gua! XD
    Yaudah segitu aj
    Fans mu menunggu scarface 😀

    1. Chat ajah ke twitter aku. Bikin prompt untuk requestnya. Biasanya sih aku nunggu ilham dulu, baru nulis. Karena untuk fanfic ini pun seminggu lebih penulisan sampe tiga kali ganti plot.. ^^

  12. Aku gak pernah salah sama siapa yg lebih tua…. tapi yg selalu aku tanya itu siapa bottomnya hahahahaha ini pikirannya ngeres banget… #wush wush#
    Tapi aku selalu suka sama ff diera yg wonkyu tentunya krna cima baca wonkyu sih…. hehehehehe di tunggu Scarface nya….

  13. Trs posisi seme sama ukeny gmn? Hahahaha.. Baguuss bgt.. Oneshoot tp ngena bgt..
    Yah namany cinta kn ga msti mandang usia ya.. Syukur akhirny mreka bsa jdi kekasih..
    Ditunggu cerita selanjutnya yaa..

  14. sebenarnya pernah deh baca yang kayak ketuker gini usianya hahaha
    cuman disini bedanya tuh pas bagian mereka making out nya haha
    kok berasa siwon yang uke nya ya??
    disangka tuh walo siwon lebih muda tapi dia lebih dominan gitu
    hahahaha…
    *plak

  15. Waktu ngbayangin siwon yg polos agak susah sh hbis keinget wajahnya wkwkwk
    Kukira bkal susah hbungan mreka tpi trnyata enggk senang ,pnyebab kyu meragu bnar” gk trduga kupikir krna usia end ortu
    Ujung”a wonkyu mesum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s