[SF] Scarface Part 41

director choi

41

Kyuhyun duduk di meja makan dengan sedikit canggung. Ahra yang duduk di sampingnya tersenyum padanya, namun berbeda dengan Eomma serta Appanya. Sikap keduanya begitu dingin pada Kyuhyun. Hal itu karena Kyuhyun, akhirnya, mengatakan kalau dia tengah menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria. Hari Sabtu kemarin, Kyuhyun berbicara pada Appa dan Eomma. Sebenarnya Ahra ingin ikut mendengarkan, tapi Kyuhyun melarangnya.

Kyuhyun tidak tahu darimana dia harus memulai. Sampai ia memutuskan untuk langsung mengatakannya. “Aku sedang berkencan. Tapi bukan dengan seorang gadis, melainkan seorang pria.” Hanya dua buah kalimat yang diucapkan oleh Kyuhyun. Dan reaksi yang diberikan oleh kedua orangtuanya, tidak jauh berbeda dengan apa yang perkirakan oleh Kyuhyun.

Appanya, tentu saja terlihat begitu marah. Selama tigapuluh tahun –bahkan selama enam tahun terakhir– Kyuhyun tidak menunjukkan tanda-tanda kalau dia adalah seorang homoseksual. Kyuhyun memberi alasan kemungkinan besar kalau dia biseksual. Tentu saja, sangat tidak masuk akal ketika Kyuhyun, yang dulu, tergila-gila pada Kang Haesa, bisa langsung berbalik menyukai seorang pria hanya dalam waktu satu bulan.

Eommanya, tidak begitu buruk. Tapi beliau menyangka kalau perpisahannya dengan Kang Haesa membuat Kyuhyun begitu terpukul hingga dia tidak percaya lagi pada seorang wanita. Kyuhyun kembali menyangkalnya. Perpisahannya dengan Kang Haesa tidak berkaitan dengan seksualitasnya. Jika Kang Haesa memang bukan jodohnya, Kyuhyun masih berharap dia bisa bertemu dengan wanita lain. Tapi setelah Kang Haesa hanya ada Choi Siwon.

Oh, Kyuhyun tidak berani menyebut nama Choi Siwon dihadapan kedua orangtuanya. Mengakui seksualitasnya sudah cukup buruk, Kyuhyun tidak ingin kedua orangtuanya pingsan ketika mendengar mantan calon tunangan kakaknya adalah kekasihnya saat ini. Terlebih dengan status Choi Siwon di masyarakat. Selain itu, Kyuhyun juga masih sedikit mengalami persoalan dengan ibu Siwon. Mungkin Kyuhyun akan mengatakannya lain waktu. Walaupun Ahra mengatakan kalau Kyuhyun harus mengakuinya saat dia mengakui seksualitasnya.

Tapi Kyuhyun memilih untuk menunggu. Ini adalah keputusannya. Pilihannya.

Setelah pembicaraan itu, sepanjang hari Sabtu dan Minggu, kedua orangtuanya hampir tidak pernah bicara dengannya. Eommanya masih lebih baik dengan bertanya satu atau dua pertanyaan padanya. Bukan mengenai hubungannya, hanya berkaitan dengan kasus Seon Hwan. Sedangkan Appanya terkadang memandanginya dengan penuh kekecewaan.

Kyuyun mungkin sedikit menyesali keputusannya untuk bicara, tapi seperti Ahra katakan. Lebih cepat diakui, maka reaksinya tidak akan terlalu buruk.

Suasana sarapan pagi ini, begitu sunyi. Kyuhyun hanya menatap mangkuk nasinya. Rasanya dia sama sekali tidak lapar. Bahkan mengingat, dua hari sebelumnya Kyuhyun juga hampir tidak makan apapun. Kyuhyun ingin ke kantor. Walaupun dia yakin tidak ada yang bisa dilakukannya, tapi akan jauh lebih baik jika Kyuhyun keluar rumah untuk beberapa jam.

Kyuhyun menarik nafas dan beranjak berdiri.

“Kau mau kemana?” tanya Eomma.

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia menatap Eommanya. “Ke kantor. Aku harus menyelesaikan masalah kasus itu.”

“Kau belum makan apapun. Makan dulu,” ucap Eomma.

Kyuhyun melirik Appa dan kakaknya. Ahra terlihat membujuk Kyuhyun untuk menuruti Eomma. Tapi Kyuhyun tidak tahan dengan situasi saat ini. Dia hanya ingin pergi keluar untuk beberapa jam. “Aku akan makan di kantor saja.” Kemudian Kyuhyun meraih mantel dan bergegas pergi.

Ahra menghela nafas berat setelah melihat Kyuhyun pergi yang tanpa menyentuh sarapannya. Sepertinya dia juga tidak lapar. Ahra menurunkan sumpitnya ketika ia mendengar Appanya bicara.

“Setelah pernikahan Ahra, persiapkan untuk pernikahan Kyuhyun.”

Ahra menatap Appanya dengan terkejut. “Appa…”

Cho Youngjun menatap sang istri dengan lekat. “Kyuhyun sendiri yang mengatakan dia kemungkinan biseksual. Setidaknya dia masih bisa menyukai seorang wanita. Jika kau bisa mencarikan putrimu seorang suami, maka kau bisa mencarikan istri untuk putramu. Asalkan dia wanita yang baik dan terpelajar, aku tidak peduli dengan latar belakang keluarganya. Kita tidak perlu menantu kaya lainnya.”

“Appa, Eomma… Kalian harus bicara dulu dengan Kyuhyun mengenai ini. Dia baru saja…”

Kim Hannah menyela ucapan Ahra. “Jangan ikut campur, Ahra. Kau fokus saja dengan pernikahanmu. Eomma yang akan mengurus masalah adikmu. Lagipula hubungan… Oh ya Tuhan. Kyuhyun bilang mereka belum lama bertemu, jadi tidak akan sulit. Mereka masih bisa berpisah.”

“Eomma…” Ahra merasa tidak percaya dengan sikap kedua orangtuanya.

Kyuhyun adalah putra kesayangan mereka. Demi Kyuhyun, mereka akan melakukan apa saja. Itulah yang selalu terjadi setelah Kyuhyun lahir, bahkan hingga usia adiknya sudah terlalu tua untuk diurusi oleh Eomma. Ahra berpikir ketika Kyuhyun mengatakan mengenai seksualitas serta hubungannya, kedua orangtuanya setidaknya bisa mengerti dan menunggu waktu yang tepat. Bahkan jika mereka tidak setuju baik itu seksualitas atau hubungan yang tengah dijalani oleh Kyuhyun, Ahra pikir kedua orangtuanya bisa memberikan Kyuhyun waktu untuk menata perasaannya sendiri.

Setelah apa yang Kang Haesa lakukan pada Kyuhyun, kedua orangtuanya sepertinya tidak melihat kondisi Kyuhyun yang sebenarnya. Mereka hanya bersyukur Kyuhyun baik-baik saja setelah perasaan sepihaknya selama enam tahun berakhir begitu tragis. Dan kini, mereka menginginkan Kyuhyun menikah dengan wanita lain.

Ahra mungkin sedikit tidak menyukai Choi Siwon –terlebih dengan semua apa yang terjadi pada Kyuhyun saat menangani kasus Choi Group– tapi tidak buta. Dia bisa melihat kalau Choi Siwon begitu serius dengan perasaannya dan Kyuhyun juga terlihat begitu berhati-hati dalam mengambil keputusan untuk menerima Siwon. Ahra tidak akan mengabaikan bahwa adiknya menyukai Choi Siwon.

Kedua orangtuanya sama sekali tidak berpikir logis. Ahra memilih meninggalkan meja makan dan pergi ke kantor. Mungkin dia akan bicara dengan Kyuhyun mengenai rencana pernikahan itu.

*****

Kyuhyun sampai di kantor firma hukum lebih cepat limabelas menit dari biasanya. Mungkin karena jalanan di Senin pagi ini tidak begitu ramai. Terlebih lebih banyak orang yang memilih untuk pergi bekerja agak siang hingga suhu agak lebih hangat. Suasana kantor masih begitu sepi, hingga Kyuhyun memutuskan untuk pergi ke café sebrang kantor firma hukum untuk membeli sandwich dan kopi untuk sarapannya.

Setelah membeli sarapan, Kyuhyun kembali ke kantor dan menemukan Haejin sudah berada di meja kerjanya. Kyuhyun tersenyum pada Haejin yang terlihat terkejut melihat kedatangan Kyuhyun.

“Oh, Kyuhyun. Kau benar-benar datang?!” serunya.

Kyuhyun mengernyit. “Kupikir Hyukjae mengatakan padamu, aku kembali ke kantor. Kenapa? Apa yang terjadi selama aku di rumah sakit?”

“Oh? Pengacara Kang belum menghubungimu?” tanya Haejin.

Kyuhyun menggeleng. “Ada apa?”

Haejin menarik nafas panjang. “Kau akan di-non-aktifkan sampai kasus Seon Hwan selesai. Mungkin Kang Jaeha melakukannya demi keselamatanmu.”

“Di-non-aktifkan? Apa aku dipecat?” gumam Kyuhyun. Oh, Hyukjae tidak mengatakan apapun padanya. Bahkan selama tiga hari sebelumnya saat mereka saling berkirim pesan, Hyukjae sama sekali tidak menyingung masalah tersebut.

“Tidak! Bukan dipecat. Mungkin semacam diskors? Tapi ini lebih baik. Kau bisa beristirahat sejenak setelah apa yang terjadi kemarin. Oh ya, aku membutuhkan password komputermu. Semua kasus yang sedang kautangani akan dipindah-alihkan pada yang lainnya,” tutur Haejin.

Kyuhyun terdiam sejenak. Kemudian ia mengangguk dan berjalan menuju ruangannya. Kyuhyun bisa mendengar suara langkah kaki Haejin di belakangnya. Mungkin Haejin membutuhkan data-data kasus yang ia tangani di dalam komputernya. Kyuhyun menarik nafas perlahan dan membuka pintu ruangannya.

Kyuhyun menaruh kantung berisi kopi serta sandwich yang baru saja dibelinya di atas meja. Kemudian ia duduk di kursi dan menyalakan komputernya.

“Kyuhyun, kau baik-baik saja?” tanya Haejin.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Haejin. “Aku baik.”

“Syukurlah. Kurasa kau memang membutuhkan liburan, Kyuhyun. Gunakan waktu ini untuk beristirahat. Setelah Seon Hwan selesai, kau bisa kembali bekerja dengan nyaman,” tutur Haejin.

Kyuhyun mengulas sebuah senyuman. Kemudian ia memasukkan password komputernya. “Kau bisa mengubah sistem keamanannya, bukan? Semua kasus kumasukan di folder tersendiri. Kecuali untuk kasus Seon Hwan, semuanya…”

“Aku mengerti, Kyuhyun. Terima kasih. Oh, sebaiknya kau makan sarapanmu terlebih dahulu. Saat Pengacara Kang datang, aku akan memberitahunya kalau kau datang.”

Kyuhyun kembali mengangguk dan Haejin berjalan keluar ruangan tersebut. Kyuhyun memejamkan matanya begitu pintu tertutup. Kyuhyun pikir suasana di rumah sudah cukup buruk. Tapi kini Kyuhyun tidak bisa memilih situasi mana yang jauh lebih buruk. Kyuhyun pikir dengan kembali ke kantor, Kyuhyun bisa sedikit melupakan masalah di rumah. Tapi sekarang dia malah di-non-aktifkan. Walaupun Haejin bilang dia akan bisa kembali bekerja setelah kasus Seon Hwan selesai, tapi Kyuhyun yakin setelah dia mulai kembali bekerja, situasi di kantor tidak akan sama seperti dulu.

“Apa yang harus aku lakukan sekarang?” gumam Kyuhyun.

*****

“Pagi…” sapa Changwook yang datang ke ruangan khusus dokter bedah anak.

Haneul yang sedang mempelajari sebuah jurnal menoleh dan tersenyum tipis pada Changwook yang datang menemuinya. Cukup beruntung karena ruangan ini sedang sepi. Para dokter lainnya sedang mempersiapkan untuk jam kunjungan rutin. Jika tidak, pasti mereka akan bertanya banyak pada Haneul nantinya. Mengingat hubungan mereka sebelumnya tidak terlalu akrab. Terlebih dengan sikap dingin Haneul pada semua dokter dan suster. Rasanya akan aneh jika Changwook menemui Haneul dan mereka mengobrol dengan akrab.

Well, tapi syukurlah Changwook menemui Haneul di waktu yang tepat. Atau mungkin Changwook sudah memperkirakan waktu ini sebelumnya.

Oh! Sekali lagi, Changwook membawakan segelas kopi untuk Haneul. “Selamat pagi..” sapa Haneul sembari mengambil gelas kopi itu dari tangan Changwook.

“Hari ini kau ada jadwal operasi?” tanya Changwook.

Haneul menggeleng. “Tidak. Mungkin hanya melakukan kunjungan rutin. Tapi kita tidak pernah tahu kasus darurat, bukan?”

Changwook tersenyum. Ia jadi teringat dengan kecelakaan yang dialami oleh Joonmyeon. Itu benar-benar sangat tidak terduga. “Kau benar. Hari ini shift-mu akan selesai pukul dua, bukan? Kita makan siang bersama di luar.”

“Baiklah. Terima kasih kopinya, dokter Ji.”

Changwook, walaupun dia ingin sekali memeluk Haneul saat ini juga, tapi dia berusaha menahan diri. Setelah satu tarikan nafas, Changwook lalu berjalan keluar ruangan tersebut. Haneul tersenyum dan menyesap kopi yang dibawakan oleh Changwook. Kemudian Haneul kembali berfokus pada jurnal yang tengah dipelajarinya.

Berselang dua menit, Han Jiyeon memasuki ruangan dengan sebuah senyuman besar di wajahnya. Dokter muda itu duduk di kursi sebelah Haneul. Jiyeon memperhatikan Haneul dengan lekat, hingga Haneul menyadari sikap rekan kerjanya tersebut.

“Kenapa?” tanya Haneul singkat.

Jiyeon melirik gelas kopi di dekat jurnal yang sedang dibaca oleh Haneul. “Dokter Ji baru saja datang memberikan itu padamu, bukan?”

Haneul ikut melirik gelas kopi yang diberikan oleh Changwook dan mengangguk. “Lalu?”

“Sepertinya hubungan kalian semakin membaik. Berbeda dengan sebelumnya. Apa terjadi sesuatu?” tanya Jiyeon penasaran.

Haneul menghela nafas pendek. Dia menyimpan jurnal tersebut dan menatap Jiyeon dengan lekat. “Sebenarnya apa yang ingin kau ketahui, dokter Han?”

“Aku hanya ingin bertanya mengenai hubunganmu dengan dokter Ji. Sepertinya kalian lebih akrab. Kalian berteman?”

Haneul mengangkat bahunya. “Bisa dibilang seperti itu.”

Jiyeon tersenyum. “Aku senang mendengarnya. Oh, kita akan melakukan kunjungan dalam sepuluh menit. Bersiaplah.” Kemudian Jiyeon meninggalkan Haneul di ruangan tersebut.

Haneul memperhatikan Jiyeon yang berjalan keluar dan mendesah jengkel. Rasanya di Berlin tidak banyak orang yang penasaran dengan urusan Haneul, tapi kenapa di Seoul sepertinya semua orang ingin mengetahui segalanya.

“Mungkin kembali ke Seoul adalah keputusan yang buruk,” gumam Haneul.

Oh, kecuali bertemu dengan Changwook.

*****

Joonmyeon mendesah bosan. Rasanya dia ingin cepat kembali ke sekolah atau mungkin pergi keluar rumah. Tapi Junhyeok masih melarangnya berpergian, bahkan jika hanya untuk ke rumah Kyungsoo atau taman dekat rumah mereka. Sara sendiri tidak bisa membujuk Junhyeok. Walaupun dari pemeriksaan kemarin, Paman Saejoon mengatakan kondisi Joonmyeon mulai stabil.

Oh, Joonmyeon belum bertanya mengenai ijin pergi hiking pada pamannya. Walaupun Junhyeok sudah bicara padanya mengenai hal itu, tapi Appanya tidak akan memberikan ijin sebelum kondisinya benar-benar sudah stabil. Selain itu, Joonmyeon juga harus meminta ijin pada Kakeknya. Oleh karena itu, sepertinya Kyungsoo dan Baekhyun harus menunggu lebih lama.

Joonmyeon mengganti channel televisi dengan jengkel. Dia ingin pergi keluar. Hanya pergi ke taman. Berjalan selama limabelas menit lalu menikmati udara dingin selama duapuluh menit lalu kembali ke rumah. Tapi hanya untuk olahraga ringan seperti itu, ayahnya melarangnya dengan tegas.

“Joon-ah…”

Joonmyeon menoleh dan tersenyum pada Sara yang datang menghampirinya. “Kenapa Mom?”

Sara tersenyum dan menyodorkan mantel, syal serta beanie pada Joonmyeon. “Ayo pergi ke taman.”

“Tapi kata Appa…”

“Well, di rumah ini hanya ada kita berdua. Lagipula Mom juga bosan. Berjalan selama tigapuluh menit lalu kembali ke rumah, tidak akan terlalu melelahkan bukan? Lagipula kau juga butuh sedikit olahraga ringan,” tukas Sara.

Joonmyeon menyeringai lalu dengan cepat memakai mantelnya. Sara tertawa kecil lalu memakaikan syal di leher Joonmyeon hingga menutupi sebagian wajahnya agar tetap hangat. Joonmyeon kemudian memakai beanie. Setelah memastikan kancing mantelnya terpasang dengan baik, Sara kemudian mengulurkan tangannya. “Ini menjadi rahasia kita berdua, okay?”

Joonmyeon menggenggam tangan Sara dan mengangguk. Lalu mereka berdua pergi berjalan ke taman yang tidak jauh dari rumah.

*****

Siwon menatap Changmin dengan jengkel. “Yak?! Kenapa kau tidak mengatakannya sejak kemarin, eoh?”

“Itu karena kau hanya sibuk dengan kekasihmu. Bagaimana bisa kau mengabaikanku selama dua jam hanya untuk saling berkirim pesan dengannya? Yunho saja menertawaiku karena aku hanya bicara sendiri,” tukas Changmin.

Kemarin, keluarga Choi mengadakan piknik bersama. Itu pun atas usul dari Changmin. Sebenarnya Siwon ingin sekali kabur dan pergi menemui Kyuhyun, tapi sepupunya itu menegaskan kalau semua anggota keluarga harus ikut acara tersebut. Jadi, Siwon hanya bisa berkirim pesan dengan Kyuhyun. Ia bahkan hampir tidak memperhatikan apa yang dibicarakan oleh Changmin atau yang lainnya. Fokus Siwon hanya tertuju pada ponselnya.

Oh, Siwon yakin sekali kalau ibunya juga sangat kesal. Tapi Siwon tidak peduli.

“Jam berapa dia akan datang?” tanya Siwon.

Changmin melirik jam di pergelangan tangannya. “Sekitar setengah jam lagi. Kita hanya akan membicarakan masalah poin-poin yang ada di dalam dokumen yang dikirimkan oleh UK. Kalau semuanya berjalan lancar, mungkin hanya membutuhkan waktu satu jam.”

Siwon mendesah berat. Ia ikut memeriksa jam di pergelangan tangannya. Sudah pukul setengah sepuluh. Jika selesai sesuai perkiraan Changmin, Siwon mungkin bisa bergegas ke kantor firma hukum untuk makan siang dengan Kyuhyun.

Walaupun Siwon melarang Kyuhyun untuk kembali ke kantor, tapi Kyuhyun bukan tipe kekasih yang akan mudah menurut begitu saja. Siwon juga tidak ingin memaksa keinginannya dan bersikap terlalu egois. Jadi, dia membiarkan Kyuhyun melakukan apa yang diinginkannya.

“Jadi…” tukas Changmin.

Siwon menghela nafas jengkel. “Baiklah. Aku juga tidak punya pilihan lain, bukan? Jadi, siapa perwakilan dari UK yang akan datang?”

“Uhm Ki Joon. Presiden Direksi UK Corporate.”

Siwon mengernyit. “Presiden Direksinya langsung? Woah… Kupikir kantor utama UK berada di London. Jadi, dia datang jauh-jauh dari London untuk meeting ini?”

“Itu hanya asumsimu saja. Sejak Agustus tahun lalu, Uhm Ki Joon sudah tinggal di Seoul. Sepertinya dia sedang melakukan riset untuk bisnis ini. Choi Group adalah perusahaan pertama yang diberikan proposal kerja-sama ini,” jelas Changmin.

Siwon mengangguk kecil. “Oh, kau melakukan penyelidikan lagi rupanya. Kau harus mengontrol kebiasaanmu itu, Changmin. Kalau begitu aku akan mempelajari dokumennya lagi.”

Changmin menghela nafas. Ia memperhatikan Siwon yang membuka beberapa dokumen yang dikirimkan oleh UK Corporate. Sepertinya Siwon bisa mempertahankan sikap professionalismenya. Mungkin karena situasi Kyuhyun sedikit jauh lebih baik. Terlebih dengan pemberitaan pagi ini.

Oh, Changmin tidak tahu apakah Siwon sudah mengetahuinya apa belum.

“Kau masih di sini, Manager Shim.” Changmin tersadar. Siwon tengah memandanginya dengan penasaran. “Ada apa?” tanyanya.

“Kau sudah lihat berita pagi ini?”

Kening Siwon mengernyit. “Berita? Mengenai apa?”

“Tiga orang yang buron dalam kasus terkait Kang Haesa dan Kyuhyun tempo hari. Mereka ditemukan tewas di tiga lokasi berbeda,” ucap Changmin.

Siwon terdiam. Tapi Changmin bisa melihat kalau sepupunya cukup terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakannya. Changmin kembali menarik nafas perlahan. “Mayat tiga orang ditemukan dini hari tadi. Polisi menduga kalau mereka kabur secara terpisah.”

“Bagaimana mereka bisa tewas?” tanya Siwon.

“Belum ada berita lanjutan mengenai hasil penyelidikannya. Saat aku membaca berita pagi ini, pihak polisi menduga ketiga-nya sebenarnya meninggal pada waktu yang berbeda. Selain itu lokasi mayat mereka sangat berjauhan. Tidak ada luka fisik apapun di tubuh mereka. Jadi, tidak ada bukti kalau mereka dibunuh,” tutur Changmin lagi.

Siwon menutup dokumen UK. Ia sedikit mengendurkan dasi hitamnya. “Seon Hwan. Mereka adalah orang-orang Seon Hwan. Bisa saja Seon Hwan yang…”

Oh, Changmin mungkin seharusnya tutup mulut mengenai berita itu. Setidaknya sampai meeting dengan Uhm Ki Joon selesai.

“Siwon, posisi Seon Hwan sudah cukup buruk saat ini. Apa yang kau pikirkan mungkin sebuah asumsi yang cukup masuk akal. Tapi biarkan polisi yang melakukan penyelidikan. Aku mengatakan ini hanya ingin kau mengetahuinya dan bisa bernafas lega. Setidaknya Kyuhyun sudah aman sekarang,” ujar Changmin.

Hell, bagaimana Siwon bisa bernafas lega?! Tiga orang itu adalah orang-orang Seon Hwan, tapi dalam hitungan hari mereka ditemukan tewas. Walaupun Changmin mengatakan kemungkinan mereka tewas pada waktu dan lokasi yang berbeda, tapi Siwon tetap saja merasa janggal. Pasti ada orang Seon Hwan lainnya yang melakukannya. Pasti ada orang lain yang memiliki kekuasaan lebih tinggi yang memberikan perintah untuk membunuh tiga orang itu.

Kyuhyun masih belum aman.

“Siwon-ah, jangan terlalu dipikirkan. Kyuhyun sudah aman. Lagipula polisi masih mengirim orang untuk mengawasi Kyuhyun, bukan? Jadi, jangan terlalu khawatir. Persiapkan dirimu untuk meeting nanti, okay?”

*****

“Kau sudah mengirimkan paketnya?”

Seorang pria yang sedang mengemudikan mobil mewah itu melirik ke arah kaca spion. Ia mengangguk kecil. “Saya sudah mengirimnya. Mungkin sekarang paket itu sudah sampai.”

“Itu bagus sekali. Lalu masalah tiga orang itu? Sepertinya pihak kepolisian sedang sibuk sekali.”

Pria itu masih terlihat fokus mengemudi. “Kami sudah menyelesaikannya. Kami juga sudah memastikan tidak ada bukti-bukti yang tersisa. Anda bisa tenang, Tuan.”

Pria yang duduk di kursi belakang itu tersenyum puas. Ia memandang ke arah jalanan kota Seoul yang ramai. “Kerja bagus. Pastikan tidak ada kesalahan.”

“Baik, Tuan.”

Pria itu kemudian mengambil table pc dan melihat kembali hasil foto-foto terbaru yang ia dapatkan mengenai Choi Siwon dan Cho Kyuhyun. Pria itu kembali tersenyum.

Mungkin cepat atau lambat, aku akan bertemu dengan Cho Kyuhyun.

*****

Choi Yoojin mendapatkan kiriman paket dari seseorang yang tidak menuliskan namanya. Tapi di atas kotak berukuran kecil itu terdapat sebuah tulisan ‘Hadiah untuk Nyonya Choi’. Sedikit penasaran, Choi Yoojin membuka pembungkus kotak tersebut dan membuka kotaknya. Namun, matanya membulat dan memancarkan kekesalan yang begitu besar saat melihat isi dari kotak tersebut.

Isi kotak tersebut berisi puluhan foto-foto putranya, Choi Siwon dengan Cho Kyuhyun.

Yoojin memperhatikan setiap lembar dari foto-foto tersebut. Semuanya seperti diambil secara diam-diam dengan jarak yang cukup jauh. Tapi Yoojin masih bisa melihat dengan jelas setiap gesture Siwon pada Kyuhyun. Di antara foto-foto tersebut, terlihat Siwon sedang memeluk Kyuhyun, mengenggam tangannya dan bahkan mencium pria tersebut.

Yoojin semakin terbakar oleh amarah. Pengacara itu sepertinya mengabaikan segala ancamannya. Oh, Yoojin bahkan berpikir kalau dia masih bersikap terlalu baik pada pengacara itu. Sepertinya Yoojin harus kembali menemui pengacara itu dan memberikan peringatan yang lebih tegas lagi.

Dengan membawa kotak berisi foto-foto tersebut, Yoojin berjalan menuju kamar tidurnya.

Ia melemparkan kotak itu dengan sangat keras hingga semua foto tersebut berserakan di lantai. Yoojin mengambil mantel dari lemari pakaiannya dan memakainya. Yoojin memperhatikan penampilannya di cermin rias. Tak lupa Yoojin juga memakai beberapa perhiasan dan memeriksa riasan wajahnya. Walaupun dia hanya akan menemui seorang pengacara, tapi Yoojin tidak akan pernah melepaskan statusnya sebagai Nyonya Choi. Kemudian Yoojin mengambil tas tangannya serta kunci mobil pribadinya lalu berjalan keluar kamar tidur tersebut.

Yoojin berjalan menuju pintu utama ketika Jinri hendak ke meja makan untuk mengambil sarapan sebelum dia pergi ke kampus. Jinri yang melihat penampilan serta ekspresi Yoojin yang terlihat menahan amarah, segera menghampiri ibunya.

“Eomma ingin pergi?” tanya Jinri.

Yoojin terus berjalan dengan angkuh. “Tentu saja, Jinri. Bukankah kau harus pergi ke kampus.”

Jinri memperhatikan ekspresi ibunya dengan seksama. Jinri yakin sekali kalau Yoojin sedang marah terhadap sesuatu. “Eomma mau pergi kemana? Pergi menemui Hyojin onnie? Atau menemui Oppa di kantor?”

“Bukan urusanmu, Jinri.” Yoojin lalu menyodorkan kunci mobil pada seorang pegawai. “Ambilkan mobilku.”

Pegawai itu mengambil kunci tersebut dan bergegas mengambil mobil milik Yoojin. Jinri terlihat semakin cemas dengan sikap ibunya.

“Eomma, katakan padaku. Eomma ingin pergi kemana?” tanya Jinri sekali lagi.

Yoojin menatap putrinya dan tersenyum. Tapi Jinri terkejut melihat senyuman itu. Yoojin tidak pernah tersenyum dengan begitu menyeramkan seperti itu. “Eomma…”

“Kenapa? Apa kau ingin mengadu pada kakakmu, Jinri?”

“Mengadu pada oppa? A-apa Eomma akan menemui Pengacara Cho lagi? Eomma, tolong jangan temui Pengacara Cho. Saat ini situasinya…”

“Kenapa Eomma tidak bisa menemuinya? Dia bukan orang penting hingga tidak banyak orang yang bisa menemuinya. Jinri, kenapa kau berada di pihak kakakmu? Pikirkan apa yang akan terjadi pada keluarga kita jika skandal menjijikkan ini sampai diketahui oleh publik. Pikirkan masa depanmu sendiri.”

Tak lama mobil milik Yoojin terparkir dihadapannya. Pegawai yang membawa mobil itu memanjat keluar dari mobil tersebut. Yoojin berjalan menuju pintu driver. Sang pegawai mengambil beberapa langkah mundur agar Yoojin bisa memasuki mobilnya. Namun, sebelum Yoojin memanjat masuk, ia menatap putrinya dengan lekat.

“Kau bisa mengadu pada kakakmu, tapi itu tidak akan menghentikan Eomma.”

Kemudian Yoojin memanjat masuk dan menutup pintu driver dengan keras. Dalam hitungan detik, mobil tersebut sudah meninggalkan rumah kediaman Choi. Jinri mengumpat dalam hati melihat tindakan ibunya. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Siwon.

*****

Changmin menahan lengan Siwon ketika sepupunya hendak pergi. Mereka akan menemui Uhm Ki Joon yang sudah menunggu di ruang pertemuan, tapi setelah mendapat telepon dari Jinri mengenai ibunya yang pergi menemui Kyuhyun, Siwon tidak bisa tenang. Dia ingin ke kantor firma hukum dan mencegah ibunya. Lagipula Siwon sudah berjanji pada Kyuhyun kalau dia akan melindunginya. Dari Seon Hwan atau bahkan ibunya sendiri.

Namun, Changmin mempunyai pemikiran sendiri.

“Lepaskan, Changmin!” seru Siwon.

Changmin menggeleng. “Kau harus bersikap professional, Siwon. Ini adalah bisnis. Lagipula pertemuan ini hanya satu jam. Kau bisa menemui Kyuhyun setelah pertemuan ini selesai.”

“Tapi Kyuhyun…”

“Dia bukan anak kecil, Siwon. Kyuhyun pasti bisa mengatasi ibumu. Paling tidak kau bisa mengirim pesan padanya untuk memberikan peringatan. Tapi kau tidak bisa melepaskan tanggung-jawabmu sebagai Direktur Choi Group hanya untuk pergi menemui kekasihmu. Hanya satu jam, Siwon. Ini adalah pekerjaan penting,” tutur Changmin.

Siwon terdiam sejenak. Changmin melepaskan lengan Siwon. Ia tahu kalau Siwon tidak akan gegabah mengambil keputusan. Masalah pekerjaan tentu adalah yang terpenting saat ini. Siwon tidak bisa mendahulukan perasaannya di atas sebuah professional pekerjaan. Lagipula Cho Kyuhyun, bukan pria tidak berdaya yang tidak bisa menghadapi Choi Yoojin.

Jika Kyuhyun bisa bertahan dari pemukulan oleh orang-orang Seon Hwan, maka dia pasti bisa bertahan menghadapi Choi Yoojin.

Changmin memperhatikan Siwon yang mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan. Ia tersenyum tipis. Setidaknya, Siwon masih seorang Choi Siwon walaupun dia sedang tergila-gila oleh cinta. Siwon masih bisa mengambil keputusan yang rasional.

“Sudah?” tanya Changmin.

Siwon melirik sepupunya dan mengangguk. “Usahakan agar pertemuan ini cepat selesai. Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh ibuku pada Kyuhyun. Paling buruk adalah mempermalukan Kyuhyun dihadapan semua orang di kantor firma hukum. Oh, ya Tuhan…”

“Jangan terlalu mendramatisir, Choi Siwon. Ibumu adalah Choi Yoojin. Dia tidak akan melakukan sesuatu yang bisa merendahkan statusnya dihadapan orang lain. Terlebih untuk kekasih putranya yang kebetulan seorang pria. Harga dirinya terlalu tinggi untuk hal itu,” tukas Changmin.

Siwon mendengus melihat sikap Changmin yang begitu tenang. Namun, apa yang diucapkan Changmin memang benar. Ibunya tidak akan merendahkan dirinya dihadapan orang lain. Tapi Siwon hanya memikirkan kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

Kemudian Changmin membuka pintu ruang pertemuan dan mempersilakan Siwon masuk terlebih dahulu.

Siwon melangkah masuk dan melihat ada tiga orang pria dengan berpakaian formal. Salah satunya adalah pria yang memakai kacamata yang langsung berdiri dan menghampirinya. Pria itu tersenyum pada Siwon dan mengulurkan tangannya. Siwon menjabat tangan pria itu dan membalas senyumannya. Walaupun sebenarnya, Siwon merasakan sensasi aneh yang seakan menyelimuti pria tersebut.

“Namaku Uhm Ki Joon, Presiden Direksi UK Corporate. Senang akhirnya bisa bertemu dengan anda, Direktur Choi Siwon.”

*****

Joonmyeon menggengam tangan Sara selagi mereka berjalan menuju taman. Tidak banyak yang bisa mereka bicarakan sepanjang jalan yang masih dipenuhi oleh salju. Sara hanya bertanya mengenai kebiasaan, kesukaan dan hal yang tidak disukai oleh Joonmyeon. Sebagai gantinya, Joonmyeon terkadang bertanya mengenai Yifan dan Sara secara bergantian.

Joonmyeon merasa ini bisa membuatnya menjadi lebih nyaman dengan Yifan sebagai saudaranya. Selain itu, Sara juga terlihat begitu bersemangat ketika membicarakan Yifan. Joonmyeon terkadang hanya tersenyum dan mendengarkan semua cerita masa kecil Yifan yang diceritakan oleh Sara.

Dalam sepuluh menit, Joonmyeon sudah mengetahui kalau Yifan mempunyai bekas luka di punggungnya ketika dia terjatuh di usia enam tahun. Apa yang dibenci oleh Yifan, serangga. Kebiasaan tidur Yifan, terkadang Yifan bisa mengigau dan mengatakan hal-hal konyol tapi dia tidak akan ingat apapun keesokan paginya. Dan alasan terbesar kenapa Yifan sangat menyukai melukis.

Sara tersenyum pada Joonmyeon. Mereka sudah sampai di taman dan Sara langsung membawa Joonmyeon untuk duduk beristirahat di salah satu bangku taman. Dengan tangan masih saling terpaut, Sara kembali bercerita mengenai Yifan.

“Mendiang ayahnya pernah memberikan hadiah alat lukis ketika Yifan berulang-tahun ke-sepuluh. Sebenarnya mendian ayahnya adalah seorang pelukis, tapi karena tuntutan keluarga, dia harus meninggalkan lukisan dan berfokus untuk perusahaan. Saat memberikan hadiah itu, ayahnya mengatakan ketika Yifan tidak bisa mengatakan apa yang dirasakannya dengan kata-kata maka cara terbaik adalah menyalurkannya melalui lukisan. Entah itu hanya sebuah perasaan kesal, marah, sedih atau bahagia. Ayahnya selalu mengatakan agar Yifan bisa menunjukkannya dengan bebas sesuka hatinya. Well, Yifan memang tidak begitu terbuka jika bicara mengenai perasaannya. Jadi, cara kami untuk mengetahui apa yang dirasakannya adalah melalui lukisan yang dibuat oleh Yifan. Cara itu cukup ampuh. Yifan menjadi lebih terbuka dan lebih banyak bicara.”

Joonmyeon tersenyum tipis ketika Sara menoleh padanya. Sara menarik nafas dan kembali meneruskan ceritanya. “Tapi ketika ayahnya meninggal, Yifan kembali seperti sedikit tertutup. Dia hanya bisa bicara dengan nyaman dengan Zitao ada sepupu lainnya. Tapi sayang sekali, mereka tidak pernah mau menceritakan apa yang diceritakan Yifan pada Mom. Mereka selalu bilang kalau itu adalah rahasia mereka sebagai sepupu. Mom menerimanya. Setidaknya kondisi Yifan tidak begitu buruk.”

“Tapi bukankah Mom bisa menebak apa yang dirasakan Yifan melalui lukisannya?” ujar Joonmyeon.

“Semakin besar, Yifan semakin pintar menyembunyikan perasaannya. Semua lukisan yang dibuatnya tidak selalu menggambarkan apa yang dirasakannya saat itu. Sesekali Mom bisa menebak dengan pemilihan warna lukisannya, tapi Yifan sepertinya sudah tahu trik itu. Jadi, setiap kali Mom memperhatikan lukisan barunya, Mom tidak bisa menebak apa yang benar-benar dirasakan oleh Yifan,” tutur Sara.

Joonmyeon terdiam sejenak. Dia sering-kali memperhatikan lukisan yang dibuat oleh Yifan. Awalnya dia pikir itu hanya sebuah karya kreatif Yifan semata, tapi setelah cerita Sara, mungkin semua lukisan yang dibuat Yifan memiliki makna tertentu. Dan mungkin hanya orang-orang tertentu yang mengerti seni yang bisa melihatnya. Sara dan Joonmyeon bukanlah ahli seni. Dan mereka juga bukan pembaca pikiran yang bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Yifan.

“Lalu menurut Mom, bagaimana kondisi Yifan sekarang? Maksudku, Yifan sering-kali melukis dan kebanyakan hasil lukisannya memberikan kesan damai dan ketenangan. Mungkin kecuali untuk lukisan yang dominasi warna merah itu. Aku yakin, itu karena waktu aku terjatuh,” tukas Joonmyeon.

Oh, Joonmyeon melihat sebuah lukisan yang ditinggalkan oleh Yifan di kamarnya. Bukan lukisan aneh. Hanya saja pemilihan warna merah yang begitu mencolok seperti warna merah darah. Jadi, Joonmyeon berpikiran saat Yifan melukisnya dia pasti mengingat waktu Joonmyeon terjatuh dari tangga.

Sara menarik nafas perlahan. “Yifan seperti Yifan yang dulu. Dia lebih baik, tapi terkadang Mom merasakan ada sesuatu yang ditutupinya dan membuatnya begitu sedih. Sebenarnya Mom sangat berharap kau bisa lebih akrab dengan Yifan dan membuatnya menjadi lebih terbuka. Saat bersama Luhan, Yifan terlihat begitu nyaman. Tapi Luhan hanyalah sahabatnya, tapi kau adalah saudaranya Joon.”

Joonmyeon tersenyum tipis. “Aku akan berusaha, Mom. Lagipula Yifan bukan tipe saudara tiri yang menyebalkan. Jadi, kupikir kami bisa akrab dengan baik.”

Sara tertawa kecil mendengarnya. Ia mengusap pipi Joonmyeon dengan tangannya yang lain. “Terima kasih, Joon. Untuk saat ini, hanya ini yang bisa Mom ceritakan padamu mengenai Yifan. Jika waktunya memungkinkan, Mom akan menceritakan hal lainnya mengenai Yifan.”

Joonmyeon mengangguk.

“Kurasa ini sudah waktunya kita kembali. Wajahmu sudah terasa dingin. Mom akan membuatkan coklat panas untukmu, okay?” tukas Sara.

Joonmyeon menyeringai. “Kurasa untuk hari ini aku akan memilih teh hangat saja. Sejak kemarin, Mom memberiku coklat panas. Berat badanku…”

“Baiklah.. Baiklah.. Mom mengerti. Mom akan mengurangi dosis coklat panas untukmu. Paling tidak, dalam seminggu kau harus meminum coklat panas buatan Mom sebanyak dua kali?”

Joonmyeon tertawa kecil. “Okay! Call! Dua kali dalam seminggu!”

*****

Kyuhyun menutup pintu ruangan Pengacara Kang Jaeha dengan perlahan. Dia baru saja mendapatkan penjelasan mengenai statusnya di kantor firma hukum. Pengacara Kang mengatakan kalau status non-aktifnya akan jauh lebih memudahkan proses persidangan. Kyuhyun mungkin akan dipanggil untuk bersaksi. Selain itu, mengenai apa yang terjadi pada Kyuhyun, Pengacara Kang merasa bersalah dan menganggap ini sebagai kompensasi moral terhadap Kyuhyun.

Walaupun batas waktunya tidak ditentukan, Pengacara Kang menjamin kalau Kyuhyun tidak akan kehilangan pekerjaannya di kantor firma hukum. Kyuhyun sama sekali tidak menyukai keputusan tersebut, tapi dia tidak bisa menolaknya. Ketika ia tahu bahwa rekan kerjanya mungkin akan mengalami kesulitan nantinya karena kasus Seon Hwan.

Kyuhyun kini berharap dia bisa memutar waktu, hingga dia bisa menolak kasus Seon Hwan.

“Bagaimana?” tanya Hyukjae yang menunggunya di luar ruangan.

Kyuhyun menatap Hyukjae. “Mungkin aku akan pergi liburan,” tukasnya sembari berjalan menuju ruangannya. Kyuhyun akan merapikan beberapa barang. Walaupun dia tidak dipecat, setidaknya ada beberapa barang pribadinya.

Hyukjae ikut berjalan di sampingnya. “Nikmati liburanmu. Anggap saja sebagai hadiah ulang-tahun.”

Kyuhyun mengulas sebuah senyuman kecil. Kemudian dia teringat kalau ponselnya sempat bergetar. Ia mengeluarkan ponselnya dan melihat sebuah pesan dari Siwon. Hyukjae melirik layar ponselnya. Oh, Kyuhyun belum menjelaskan apapun padanya mengenai hubungannya dengan Choi Siwon saat ini. Mungkin sebelum Kyuhyun pergi, Hyukjae akan meminta penjelasan darinya.

Ibuku akan menemuimu. Kurasa situasinya cukup buruk. Maaf, aku sedang ada meeting penting. Kita bertemu saat makan siang, okay? Berhati-hatilah…

Choi S.W

Kyuhyun terdiam setelah membaca pesan tersebut. Oh, kenapa hari ini dia mendapatkan masalah yang datang terus-menerus.

“Ada apa?” tanya Hyukjae.

Kyuhyun tersadar. Dia memasukkan ponselnya ke saku celana dan menggeleng. “Bukan apa-apa.” Lalu kembali berjalan menuju ruangannya.

Namun, siapa yang menduga, setelah dia membaca pesan tersebut, kini Choi Yoojin sudah berada di kantornya. Kyuhyun memandangi wanita yang berjalan menghampirinya. Kyuhyun bisa melihat kemarahan dari ekspresi Choi Yoojin. Dan dalam hitungan detik, Kyuhyun merasakan rasa sakit yang luar biasa di pipinya. Sepertinya peringatan Siwon datang terlambat.

“Sepertinya ini adalah jawabanmu, bukan?”

Hyukjae yang berdiri di dekat Kyuhyun sangat terkejut dengan kehadiran Choi Yoojin yang langsung menampar Kyuhyun. Oh, bahkan beberapa pegawai lainnya juga terlihat begitu penasaran dengan apa yang terjadi. Hyukjae ingin bicara, tapi ini bukanlah tempatnya untuk ikut campur. Terlebih sepertinya Choi Yoojin datang karena putranya.

Kyuhyun menarik nafas perlahan. Seperti kata Siwon, situasinya memang sangat buruk. Kyuhyun berusaha untuk tetap tenang. Bagaimana pun dia sedang menghadapi Choi Yoojin, ibu dari kekasihnya. Kyuhyun menatap Choi Yoojin. “Nyonya Choi, sebaiknya kita bicara di ruanganku.”

“Kenapa? Apa kau tidak ingin mereka mengetahuinya?! Oh, tentu saja! Kau tidak ingin mereka mengetahuinya. Kau mungkin saja bisa dipecat karena jika masalah ini sampai tersebar, entah apa pandangan masyarakat pada firma hukum ini.”

Kyuhyun menyadari bahwa rekan kerjanya mulai memperhatikan mereka. “Nyonya Choi, jika anda ingin bicara denganku maka sebaiknya…”

“Kenapa?! Apa kau takut? Kau tidak ingin mencoreng reputasimu? Reputasi seorang Cho Kyuhyun, yang merupakan pengacara hebat yang hampir tidak pernah mengalami kekalahan dalam kasus apapun. Jika kau takut, maka seharusnya kau tidak pernah mendekati…”

“Nyonya Choi!!” seru Kyuhyun dengan tegas.

Choi Yoojin menyeringai sinis.

Oh, kepala Kyuhyun terasa mau pecah. Ia memperhatikan sekelilingnya. Beberapa rekan kerjanya bahkan sampai keluar ruangan untuk melihat apa yang terjadi. Oh, Pengacara Kang juga sudah berada di luar ruangan dan memperhatikan dengan rasa penasaran. Kyuhyun melirik pada Hyukjae yang tidak mengatakan apapun. Entah dia harus bersyukur atau kesal karena Hyukjae tidak membantunya sama sekali.

“Pengacara Cho, ada apa ini?” tanya Pengacara Kang.

Kyuhyun menoleh. “Bukan apa-apa, Pengacara Kang. Maaf atas keributan ini. Saya akan mengatasinya.” Kemudian Kyuhyun kembali menatap Choi Yoojin. “Nyonya Choi, aku tidak peduli dengan reputasiku saat ini. Jika anda ingin bicara, kita akan bicara berdua. Ini adalah masalah pribadi. Jika anda berusaha merendahkanku dihadapan semua rekan kerjaku, percayalah anda juga akan merendahkan diri anda sekaligus… putra anda.” Kyuhyun harus merendahkan suaranya ketika ia menyebut kata ‘putra anda’.

“Tch.. kenapa harus bicara dengan pelan? Jika kau tidak peduli dengan reputasimu, sebaiknya kau bicara dengan jelas. Aku tidak akan peduli jika aku harus merendahkan diriku. Aku adalah Choi Yoojin. Aku adalah bagian dari keluarga Choi yang terhormat. Tapi siapa dirimu? KAU ITU SIAPA HINGGA BERANI MENGGODA…”

Ucapan Choi Yoojin terhenti ketika Hyukjae menarik pergelangan tangannya dan berusaha membawanya keluar dari kantor tersebut. Kyuhyun sendiri terkejut dengan tindakan Hyukjae. Choi Yoojin tentu saja memberontak.

“Lepaskan! Kau itu siapa hingga berani menarikku seperti ini?! Lepaskan tanganmu!!” seru Choi Yoojin sembari memukuli Hyukjae dengan tas tangannya.

Tapi Hyukjae mengabaikannya. Dia tetap berusaha membawa Choi Yoojin pergi. Situasnya menjadi lebih memanas. Kyuhyun bisa mendengar gumaman para pengacara serta pegawai lainnya. Dia tidak ingin Hyukjae mendapatkan masalah karena ikut campur ke dalam masalah pribadinya. Dengan cepat, Kyuhyun menarik tangan Hyukjae dan melepaskan Choi Yoojin.

Kyuhyun menatap Hyukjae. “Ini masalahku. Jangan ikut campur.”

“Tapi Kyuhyun…”

Ucapan Hyukjae terhenti karena Yoojin kembali memukul Kyuhyun. Kali ini dengan tas tangannya. Namun, karena ornament di tas tangan tersebut, bagian pipi Kyuhyun menjadi terluka. Ada sedikit luka sobek di bawah mata kanannya, tepat di area tulang pipinya. Hyukjae dengan cepat menangkis tangan Yoojin ketika wanita itu hendak memukul Kyuhyun lagi.

Yoojin menatap Hyukjae dengan kesal. Ia menarik tangannya dengan kasar lalu kembali berfokus pada Kyuhyun. “Ini adalah peringatan lainnya, Cho Kyuhyun. Kau mungkin bisa mengadu, tapi aku tidak akan berhenti sampai kau pergi.” Kemudian Yoojin melangkah pergi dengan angkuh.

Kyuhyun hanya bisa menghela nafas berat. Setidaknya ini sudah berakhir untuk saat ini. Kyuhyun menoleh dan sedikit membungkuk pada rekan kerjanya lalu meminta maaf atas keributan tersebut. Kyuhyun juga meminta maaf pada Pengacara Kang sebelum dia pergi ke ruangannya.

Hyukjae mengikutinya dengan khawatir. Ia memasuki ruang kerja Kyuhyun dan menutup pintunnya dengan rapat.

“Kyuhyun, pipimu itu…”

Kyuhyun memakai mantelnya. “Kembalilah bekerja, Hyukjae. Aku tahu kau ingin bicara. Tapi bisa kita melakukannya di lain hari?”

“Okay, kita akan bicara lain hari. Tapi obati dulu lukamu itu,” tutur Hyukjae.

Kyuhyun menyentuh bagian pipinya yang terluka. Ia sedikit tersenyum. “Hanya luka kecil. Aku baik-baik saja. Kembalilah bekerja.” Kyuhyun mengambil tas kerjanya dan kunci mobil. Lalu ia berjalan menghampiri Hyukjae. Kyuyun tersenyum lagi dan menepuk lengan sahabatnya. “Terima kasih.”

Kemudian Kyuhyun berjalan keluar ruangan tersebut. Berjalan meninggalkan kantor firma hukum.

*****

Choi Siwon tidak tenang.

Kyuhyun tidak membalas pesannya. Walaupun berulang-kali Siwon melirik ponselnya yang ia letakkan di atas meja, tapi tidak ada pesan masuk. Sepanjang meeting tersebut, Siwon hanya setengah hati mendengarkan penjelasan dari pihak UK dan penjelasan Changmin terkait proposal kerja-sama yang diajukan oleh UK.

Changmin terus memperhatikannya dengan ekspresi tidak senang. Siwon memang berusaha untuk bersikap professional, tapi ia tidak bisa mengabaikan kondisi Kyuhyun saat ini. Entah apa yang dilakukan ibunya di kantor firma hukum tersebut. Siwon melirik jam tangan di pergelangan tangannya. Duapuluhlima menit sebelum waktu satu jam berakhir.

Oh, Siwon ingin cepat-cepat berakhir.

“Mungkin kita bisa melakukan pertemuan di lain hari.”

Tiba-tiba ucapan dari Uhm Ki Joon menarik perhatian Siwon. Ia memandang pria itu yang duduk di sebrang meja. Uhm Ki Joon tersenyum padanya. “Kurasa Direktur Choi sedang memikirkan sesuatu yang lebih penting daripada meeting ini,” tuturnya lagi.

Siwon berkedip beberapa-kali. Ia melirik ke arah Changmin yang benar-benar terlihat kecewa dengan sikap Siwon. Kemudian ia kembali menatap Uhm Ki Joon. Oh, Siwon tidak memperhatikan kalau Uhm Ki Joon sedang memperhatikannya.

“Oh, maafkan saya. Saat ini pikiran saya memang sedikit tidak fokus. Ada sesuatu hal yang sedang terjadi dan saya belum mendapatkan laporan perkembangan apapun. Masalah bisnis,” tukas Siwon cepat.

Changmin hanya bisa memutar bola mata mendengar alasan yang diberikan oleh Siwon.

Uhm Ki Joon mengangguk paham. “Baiklah, aku bisa mengerti. Kita lanjutkan di lain hari? Dan mungkin aku akan mengirimkan perwakilan dari UK saja. Bagaimana?”

Sebelum Changmin bisa menjawab, Siwon menyelanya terlebih dahulu. “Baiklah. Kami akan mengatur waktu pertemuannya dan akan menghubungi pihak UK dalam waktu dekat ini.”

“Perfect!” Uhm Ki Joon lalu berdiri dari kursinya, begitu pula dengan Siwon.

Keduanya saling berjalan menghampiri. Uhm Ki Joon masih tersenyum. “Aku sangat mengharapkan bisa bekerja-sama dengan Choi Group. Kuharap ini bisa berjalan dengan baik.”

“Tentu saja, Presiden Uhm. Saya juga mengharapkan demikian. Maafkan atas sikap saya. Tapi karena masalah ini cukup penting maka…”

Uhm Ki Joon menggeleng. “Aku bisa mengerti. Jika terjadi masalah, aku pun pasti merasa khawatir. Semoga kita bisa bertemu lagi. Untuk menanda-tangani dokumen kerja-sama, tentunya.”

“Tentu saja, Presiden Uhm.” Siwon mengulurkan tangannya. Uhm Ki Joon menyambutnya.

Kemudian Uhm Ki Joon menarik tangannya dan berjalan keluar ruangan tersebut diikuti oleh dua pegawainya. Setelah Uhm Ki Joon pergi, Siwon hendak bergegas pergi tapi Changmin kembali menahannya. Changmin terlihat tidak menyukai sikap Siwon. Saat ini mereka sedang melakukan pertemuan bisnis penting, namun Siwon lebih mementingkan perasaan pribadinya. Well, cukup beruntung Uhm Ki Joon tidak terlihat kesal dengan sikap ketidak-profesional Siwon.

Siwon melepaskan lengannya dari tangan sepupunya. “Changmin, kita bicara nanti, okay!”

Tapi Changmin kembali menghalangi jalan Siwon. “Aku tahu kalau kau khawatir. Tapi tidak bisakah kau fokus selama satu jam saja. Bahkan sepanjang pertemuan, kau selalu memperhatikan ponselmu. Direktur Choi, bukan ini cara mu bersikap professional.”

“Aku tahu. Aku minta maaf. Tapi aku benar-benar khawatir. Kita bicarakan lagi nanti. Kau bisa mengomel atau apapun padaku. Tapi nanti, okay?” Siwon menepuk lengan Changmin lalu bergegas pergi.

Changmin hanya bisa menghela nafas jengkel. Dia tidak menyukai Choi Siwon yang sedang jatuh cinta. Mungkin cukup bagus, karena Choi Siwon terlihat jauh lebih manusiawi. Tapi jika pada akhirnya dia mulai mengabaikan pekerjaannya, Changmin tidak menyukainya. Cho Kyuhyun, bukan seorang anak kecil yang selalu dikhawatirkan. Dan Choi Siwon terlalu mendramatisir setiap keadaan.

“Choi Siwon yang sedang jatuh cinta, bahkan lebih menyebalkan dari Choi Siwon.”

*****

Siwon berusaha menghubungi Kyuhyun, tapi pria itu sama sekali tidak menjawab panggilannya. Bahkan beberapa-kali, Siwon mengirim pesan, Kyuhyun juga tidak membalasnya. Siwon mungkin berpikir kalau ibunya masih berada di kantor firma hukum, bicara dengan Kyuhyun. Tapi memikirkan hal itu, hanya membuat Siwon semakin panik. Siwon berharap liftnya berjalan dengan cepat.

“Sepertinya anda terlihat sangat khawatir, Direktur Choi. Apakah masalahnya cukup besar?” tanya Uhm Ki Joon yang berada di satu lift yang sama. Oh, Siwon pikir Uhm Ki Joon sudah pergi tapi pada akhirnya mereka memasuki lift yang sama.

Siwon menatap Uhm Ki Joon. “Bukan masalah yang besar. Tapi memiliki resiko yang mengkhawatirkan. Aku hanya berharap semuanya baik-baik saja.”

Uhm Ki Joon tersenyum. Siwon mengernyit. Sososk Uhm Ki Joon yang berdiri di sampingnya terlalu tenang dalam situasi apapun. Tapi apakah dia masih bisa tersenyum seperti itu jika perusahaannya dalam bahaya? Ah, Siwon tidak ingin memikirkan hal itu.

“Aku harap semuanya baik-baik saja. Choi Group memiliki reputasi yang cukup baik. Bahkan dalam menghadapi masalah, Choi Group selalu bisa mengatasinya dengan baik. Ah, kudengar terakhir Choi Group berhasil memenangkan sengketa tanah pabrik di Incheon. Selamat,” tutur Uhm Ki Joon.

Siwon mengangguk. “Terima kasih. Tapi kasus sengketa itu tidak begitu sulit karena kami mempunyai bukti yang kuat. Selain itu, pengacara yang kami cukup handal.” Heck, kini Siwon sedang membanggakan Kyuhyun dihadapan Uhm Ki Joon. Rasanya dia tidak pernah membanggakan orang lain.

“Ah, Choi Group memakai jasa pengacara dari kantor firma hukum Kang Jaeha untuk kasus tersebut, bukan? Aku mendengar reputasi kantor firma hukum tersebut sangat baik. Terutama salah satu pengacaranya.” Uhm Ki Joon sedikit menoleh ke arah dua pegawainya yang berdiri di bagian belakang. “Siapa namanya?”

“Pengacara Cho Kyuhyun, Tuan.”

“Benar, Pengacara Cho Kyuhyun. Aku pernah melihat namanya di beberapa artikel berita.”

Siwon tersenyum tipis mendengar pujian untuk Kyuhyun tersebut. Lagi, dia merasa begitu aneh. Kyuhyun yang mendapat pujian, tapi Siwon yang merasa sangat bangga saat mendengarnya. Walaupun dia tidak menyangkal kemampuan Kyuhyun. Tapi mendengar kekasihnya mendapat pengakuan, bahkan dari seorang Uhm Ki Joon, membuat Siwon senang.

Tak lama, pintu lift terbuka di lantai lobby utama. Uhm Ki Joon menatap Siwon. “Baiklah, sampai bertemu lagi, Direktur Choi.”

Siwon hanya mengangguk dan melihat Uhm Ki Joon serta kedua pegawainya melangkah keluar. Lalu dengan cepat ia menekan tombol untuk menutup pintu lift. Sedangkan Uhm Ki Joon berjalan menuju pintu utama. Senyuman tidak pernah hilang dari wajahnya. Saat ia melewati pintu utama dan menunggu mobilnya datang, Uhm Ki Joon menoleh dan memperhatikan lobby Choi Group.

“Sepertinya paketnya sampai dengan baik. Awasi terus situasinya.”

*****

Kyuhyun sedang menyetir ketika ponselnya terus saja bordering. Kyuhyun melirik ponselnya yang diletakkan di dock-dashboard. Choi Siwon. Pria itu sudah menghubunginya berulang-kali sejak Kyuhyun keluar dari kantor firma hukum. Kyuhyun mendesah. Walaupun dia ingin mengabaikan panggilan dari Siwon, tapi sepertinya Siwon tidak akan berhenti menghubunginya. Hanya berselang dua detik dari setiap-kali ponselnya berhenti bordering, Siwon kembali menghubunginya.

Kyuhyun lalu memakai handfree dan menerima panggilan Siwon. “Halo..”

“Kau di mana? Apa masih di kantor?”

Kyuhyun menarik nafas perlahan. “Tidak, aku tidak di kantor.”

“Lalu kau di mana sekarang? Ayo kita bertemu, eoh.”

Kyuhyun memutar kemudinya dan berbelok ketika ia sampai di persimpangan. Well, sebenarnya Kyuhyun juga tidak tahu dia ingin pergi kemana. Kyuhyun tidak ingin pulang ke rumah. Dia juga tidak bisa menemui Ahra di kantor terlebih dengan luka di wajahnya. Menemui Heechul juga bukan keputusan yang tepat.

“Kyuhyun, katakan kau di mana sekarang. Aku mohon…”

Kyuhyun memegangi kemudinya dengan begitu kuat. Dia tidak menyadarinya. Jika Kyuhyun bertemu dengan Siwon sekarang, pria itu pasti akan bertanya mengenai apa yang dikatakan oleh ibunya. Selain itu, wajah Kyuhyun terlihat buruk. Luka sobek di pipinya dan bekas tamparan Choi Yoojin yang masih memerah.

“Kyuhyun…”

“Kau ingin bertemu di mana?”

“Di apartmentku. Kau tahu alamatnya, bukan? Kita bertemu di sana. Akan kuberitahu nomor kode pintunya melalui sms.”

Mungkin lebih baik Kyuhyun menghadapi Siwon sekarang. Kyuhyun mengumam setuju lalu memutuskan sambungan teleponnya. Kyuhyun kemudian melajukan mobilnya ke alamat apartment Siwon. Walaupun dia baru dua kali datang, tapi gedung apartment Siwon berada di kawasan yang cukup terkenal. Tidak akan sulit untuk mencarinya.

Kyuhyun menghela nafas dan melirik refleksi wajahnya. Kini dia harus mencari penjelasan yang tepat mengenai apa yang terjadi.

*****

Siwon menghampiri Kyuhyun yang berdiri bersandar pada pintu apartmentnya. Kyuhyun tidak menunggu di dalam apartment, padahal Siwon sudah memberitahu nomor kode pintunya. Siwon berdiri tepat dihadapan Kyuhyun dan memperhatikan kekasihnya. Kyuhyun tersenyum tipis pada Siwon.

“Rasanya tidak sopan jika aku langsung masuk,” ucap Kyuhyun.

Siwon tidak mengatakan apapun. Dia memperhatikan wajah Kyuhyun. Ada luka sobek di bagian pipi sebelah kanan dan rona merah seperti bekas tamparan di pipi sebelah kiri. Oh, Siwon bisa memperkirakan apa yang dilakukan ibunya pada Kyuhyun.

Siwon lalu memasukkan kode pintu dan menarik Kyuhyun masuk.

“Duduk!” perintah Siwon yang langsung bergegas mengambil kotak obat di kamar mandi. Tidak lupa ia juga mengambil sebuah handuk kecil.

Kyuhyun mendesah. Ia melepaskan mantel dan menaruhnya di sofa. Kyuhyun juga melepaskan jas serta dasinya saat ia melihat Siwon keluar dari kamarnya dengan membawa kotak obat dan sebuah handuk. Siwon menaruh kotak obat itu di atas coffee table.

“Kubilang duduk!” ucap Siwon dengan nada tegas. Lalu ia menuju dapur.

Kyuhyun memutar bola matanya lalu melepaskan dua kancing kemeja putih sembari dia duduk. Tak lama, Siwon kembali dengan membawa handuk yang membungkus beberapa balok es. Siwon duduk di samping Kyuhyun dan menempelkan handuk itu di pipi sebelah kiri Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit meringis ketika sensasi dingin menyentuh permukaan kulitnya. Tapi dia bisa menahannya.

“Pegang handuknya,” ucap Siwon.

Kyuhyun memegangi handuk tersebut, sedangkan Siwon membuka kotak obat. Dia mengeluarkan sebuah obat salep untuk mengobati luka di pipi kanan Kyuhyun. Siwon mengoleskan obat itu dengan hati-hati lalu menutup lukanya dengan plester. Setelah selesai, Siwon kembali memperhatikan apakah Kyuhyun mempunyai luka lainnya. Siwon tidak pernah tahu kalau ibunya akan bisa bersikap kasar pada seseorang. Bahkan sampai membuatnya terluka.

Kyuhyun menghela nafas pendek. “Lukanya tidak parah,” gumamnya.

“Aku tahu. Tapi bukan berarti ibuku bisa melakukannya. Apa yang dikatakan ibuku? Apa yang terjadi?” tanya Siwon.

Kyuhyun menaruh handuk berisi balok es itu di atas coffee table lalu kembali memandang Siwon. “Ibumu berniat memberitahu semua orang yang ada di firma hukum mengenai seksualitasku. Tapi itu tidak terjadi. Sebelum ibumu mengatakannya, Hyukjae berusaha membawa ibumu keluar dari kantor. Jangan khawatir. Lagipula aku tidak akan ke kantor lagi untuk beberapa waktu. Pengacara Kang me-non-aktifkan statusku di kantor. Seperti diskorsing, sampai kasus Seon Hwan selesai.”

“Kau tidak dipecat, ‘kan?”

Kyuhyun menggeleng. “Setelah kasusnya selesai, aku bisa kembali bekerja. Hyukjae bahkan bergurau dengan menganggapnya sebagai hadiah ulang-tahun untukku. Dia bilang aku bisa menggunakannya sebagai liburan.”

Siwon sedikit tersenyum. “Itu bagus. Setidaknya kau bisa beristirahat. Ingin pergi ke suatu tempat? Aku bisa mengaturnya untukmu.”

“Asalkan bukan Pulau Jeju,” tukas Kyuhyun.

Siwon tertawa. “Jangan khawatir. Aku akan mengirimmu ke sana. Terlebih saat ini masih turun salju. Hanya untuk berjaga-jaga.”

“Aku hanya bercanda.”

“Tapi aku tidak, Kyuhyun. Aku akan mengatur liburan untukmu. Walaupun aku tidak bisa ikut, tapi kau bisa menikmati waktumu dengan tenang,” tutur Siwon dengan ekspresi yang serius.

Kyuhyun terdiam sejenak. Ia kemudian menyandarkan punggungnya. “Tapi aku tidak bisa pergi. Situasinya tidak memungkinkan.”

“Karena persidangan kasus Seon Hwan?”

Kyuhyun mengangguk. “Tapi bukan hanya kasus itu. Hari Sabtu lalu, aku mengatakan pada orangtuaku. Kalau aku sedang berkencan dengan seorang pria. Walaupun tidak seburuk reaksi ibumu, tapi orangtuaku terlihat begitu kecewa. Situasi di rumah menjadi canggung.”

“Kau tidak bilang apapun padaku kemarin,” ucap Siwon.

“Situasimu sudah sulit dengan ibumu, jadi biar aku yang mengatasi situasi dengan orangtuaku sendiri. Lagipula kemarin kau sedang menghabiskan waktu dengan seluruh keluargamu, bukan? Jika aku mengatakannya, kau pasti akan meninggalkan acara itu dan menemuiku,” ujar Kyuhyun.

Siwon menghela nafas. “Itu masuk akal. Tapi terima-kasih telah mengatakannya.”

Kyuhyun bergumam pelan. Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun. Ia masih bisa melihat rona merah karena tamparan tersebut. Siwon memang tidak pernah ditampar oleh ibunya, tapi hanya dengan melihat bekasnya, Siwon tahu kalau tamparannya begitu keras dan menyakitkan. Perlahan tangan Siwon menyentuh bagian pipi Kyuhyun yang memerah dengan hati-hati. Dia tidak ingin semakin menyakiti Kyuhyun.

“Maaf…”

“Bukan dirimu yang memukulku. Jadi, jangan minta maaf.”

“Tapi aku sudah berjanji untuk melindungimu. Seharusnya kau tidak terluka lagi, terlebih yang melakukannya adalah ibuku sendiri.”

Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat, lalu mencondongkan tubuhnya agar dia bisa mencium bibir Siwon. “Hentikan itu. Kau tidak selamanya bisa melindungiku. Aku juga bisa melindungi diriku sendiri, Siwon.”

“Aku tahu..” bisik Siwon.

Kemudian Siwon menarik tubuh Kyuhyun ke atas pangkuannya dan mencium bibir kekasihnya lagi. Kyuhyun memejamkan matanya ketika ia merasakan sentuhan lembut bibir Siwon dan membalas setiap kecupannya. Tangan Siwon memeluk tubuh Kyuhyun dengan protektif. Sedangkan jemari Kyuhyun bergerak di atas permukaan pakaian yang melekat begitu pas di tubuh Siwon. Oh, Kyuhyun tidak pernah menyangka kalau dia mempunyai keberanian sebesar itu untuk menyentuh tubuh orang lain. Terlebih seorang pria.

Siwon membuka kedua belah bibir Kyuhyun dan menciumnya lebih dalam, seiring dengan gerakan tangan Kyuhyun di tubuhnya. Rasanya Siwon bisa gila hanya karena sentuhan tangan Kyuhyun. Siwon mendesah dalam ciuman mereka saat tangan Kyuhyun bergerak semakin sensual.

Siwon melepaskan ciuman mereka. “Aku ingin menyentuhmu, Kyuhyun. Aku ingin menyentuh dirimu seutuhnya. Biarkan aku menyentuhmu.”

Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat. Wajah mereka memerah karena ciuman dan sentuhan. Kemudian Kyuhyun mengangguk, karena dia juga ingin menyentuh Siwon dengan seutuhnya.

*****

NOTE: Minggu ini, saya terlalu produktif. Hahahaha… Jadi, kalo minggu depat agak jarang update, harap maklum yaa..

Music: Lee Sunhee (이선희) – 그대를 만나 (Meet Him Among Them)

Advertisements

33 thoughts on “[SF] Scarface Part 41

  1. Extreme decision from kyuhyun parents but happy that Ahra actually slowly accept Siwon….
    Extreme action from Siwon’s mom….But lucky that Jinri actually help her brother… What she will be her action next time???
    Extreme improve in Siwon and Kyuhyun relationship
    What danger will kyuhyun or maybe siwon face next time???

  2. Kasian Kyu, tapi suka banget kalo Kyu menderita hehe
    Tegang banget ketika ibu Siwon datang ke kantornya Kyu, haduuuhhhh untung ada Hyukjae, sehingga Kyu tidak dipermalukan di depan umum.

    Ditunggu lanjutannya

  3. mak nya siwon bar bar banget ya pdhl kan nyonya choi yg terhormat kkkkkkk
    itu uhm kijoon nya dibikin suka kyuhyun kah??? kan bagus buat saigan siwon *korban sinetron bgt*
    tbc nya tepat bgt ya jae lol

  4. waow…diera ngebuuut,updatenya kilat,jd seneng eonnie,hihi
    yah ampun mamahnya siwon jahat bngt gamparin kyuhyun,dari insiden itu si bacanya jd was2 melulu takut wonkyu menyerah gt,tp ga nyangka pas bagian akhir justru wonkyu bertindak sebaliknya,mereka semakin jauh melangkah sama2,mudah2n mereka g gampang goyah kedepannya

  5. wow kyu berani banget bilang ke ortunya tentang seksualitasnya…. aduhhhh tegang banget…. uhm ki joon itu juga ngapain sih…. eomma choi kejam banget sampek segitunya…. aduhhh kasian kyu…
    hehehhe tapi akhirnya suka banget heheheh….

    diera eonni terima kasih udah update…. makasi bangetttt…..
    ff ini bener-bener kaya drama…. feelnya kena banget

  6. Seneng bgt dh update lgi…..reaksi ortu kyu bnr2 diluar perkiraan,,,q pkir mrka ga akan smpe mnikahkan kyu dgn prempuan….ibunya siwon llbh parah dn ganas dy mngira ckyu yg mngejar siwon,,padahal siwon yg bgtu ngebet…hehehheee
    wahhhh wonkyu bnr akn mlakukan lbh jauh……good job!

  7. Di sini banyak bagian WonKyu-nya, sukses bikin tegang terus. Secara yg dialami sama WonKyu bukan masalah kecil :’)
    Tambah penasaran, tambah tegang juga, dan WonKyu tambah hot *ehem* aja hehehe

    Joon semakin deket sama Sara, kok aku jadi patah hati ya? Yifaaaan 😥
    Aku jadi galau juga, antara pengen KrisHo cepet bersatu, tapi juga semakin gak pengen nyakitin Sara. Duh~ 😦

    Pasangan dokter cuma muncul sekilas, ditunggu deh kisah mereka kak ^^
    Ditunggu juga kelanjutannya kak 😉

  8. OMG!!! Wonkyu adjdklfgh sweet bgt ^^
    Duh aku masih bingung sama hubungan krisho yg absurd, sebenernya mereka gmn?
    Semoga kedua keluarga bisa terima hubungan wonkyu yg lagi sweet nya kekeke
    next min,penasaran sama kelanjutannya 🙂

  9. Kayanya emang bakal sulit ya jalan wonkyu ke depannya.mulai dari orang tua kyuhyun yang sampe mau ngejodohin dia dengan wanita lain,eomma choi yang mulai bersikap kasar dan lagi uhm ki joon yang kayanya pengen ngancurin siwon atau malah choi grup dengan cara ngebuat eomma choi yang udah gak suka sama kyuhyun malah makin gak suka lagi😓

    Tapi itu terakhirnya nanggung banget.semoga aja wonkyu gak nyerah di tengah jalan !!!

  10. gak nyangka loh reaksi ibunya siwon sampe sebegitunya banget..
    maksudnya ya mempermalukan dirinya sendiri bahkan kyuhyun
    dan berani nampar bahkan memukul, seeerrrreemmm…
    kalo umma cho tau soal siwon apakah dia akan beraksi sama kepada siwon dengan misal mendatangi siwon, lalu nampar atau memukul???
    hehehhe…
    tapi saya suka endingnya hahaha
    akhirnya kan wonkyu kayak punya suatu quality time kembali

  11. Untung wonkyu saling jujur, nggk nutup2in jadi masalahnya nggk tmbh ribet…jadi sdikit lebih lega…n cos masalah mereka udah ribet bgt…haha
    Baca ni cerita bisa bikin dag dig dug..hehe
    Pokoknya seneng bgt deh when this story update… Love 100..x buat kakak…fighting..
    “Izinkan aku menyentuhmu…”
    Huaaa wonkyu…

  12. Aigoo…kasihan banget kyu, dicuekin ortunya, dinon-aktifkan dari pekerjaan sampe kena gampar eomma choi..semoga wonkyu makin kuat dan tak terpisahkan…
    Tbc nya nanggung banget unn..😁

  13. Uhm Ki Joon sangat mencurigakan.
    Apa yg ingin dilakukanny pd pasangan WonKyu?

    But, semakin ada masalah, semakin mesra aja Siwon & Kyuhyun ♥.♥

  14. kasian banget kyu.
    tapi bagaiamana kalo kyu tau dia akan dinikahkan sengan seorang gadis.
    ga sabar pengen baca lanjutannya.ditunggu chapter selanjutnya ya

  15. Akhirnya kyu jujur ke ortunya, yah mskipun tanggapannya kyak bgitu. Jngan smpe deh perjodohan yg direncanain ortunya kyu smpe trjadi. Wonkyu udh sama2 terbuka satu sama lain . . .
    Eomma choi bner2 serem ye, ampe segitunya ama kyu.
    Yg di pentingin mlah nma baik kluarga choi mulu, gk mkirin perasaannya sieon. Hadeeeeh
    Endingnya so sweet sekaleeee, , , aaarrrrgghhh 😚😚😚

  16. Kyuhyuh sudah mengatakan yg sebenarnya sma ortu nya.
    beruntung emg reaksi nya ga trlalu buruk kyk ibunya Siwon,tpi Kyuhyun psti sedih krna sudah mengecewakan ortu nya u,u
    dan lagi,gmana perasaan Kyuhyun nnti pas tau klo dia mau dijodohkan sma wanita lain? klo aku mikirnya dia kabur sma Siwon haha /plakk/ *abaikan ._.
    duuh ~ Yoojin emg kejam bgt sma Kyu,ga tega bayangin Kyu disiksa mulu sma Yoojin.
    tpi klo dipikir2 kok seneng ya liat Kyuhyun menderita? haha mksd nya jdi WonKyu sering ktemuan klo kyk gini kkk ~
    whoaa ~ udh mulai lbh intim lg nih Wonkyu ><
    jdi ga sabar baca next nyaaaa!!
    selalu semangat buat lanjutin next nya ra ^^

  17. arghhhh,part kali ini wonkyu moment bnyak bgt aplgi bgian endingnya sumpah itu gantung bgt.. >.< Ngga sbar ama kelanjutannya mungkin efek SuperCampBKK author bnyakin momentnya. 😀 Hayati ngga kuat bang. Kyaknya kisah cinta wonkyu bkal rumit.. KrisHo momentnya dong thor saya pnasaran perasaan suho itu gmana sih ama yifan. Kyak dilema gitu… 😦
    hbungan changwook dan haneul deh yg pling adem" mskipun yah sdikit" agak gitulah

  18. Ibunya siwon sadis bgt yg sbar y kyunie..
    kyukyu mau d jodohin gimana reaksi siwon bila tau y..smoga aja ortu kyukyu bsa lbih mengerti prasaan kyuhyun.
    tu ki joon mau mnghancurkan wonkyu y???

  19. Galak bngt Ny.Choi.. Kasian Kyuhyun, bnyk pikiran, ga disuka sana-sini, orng tua jg ga ngedukung sama sekali. semoga Siwon selalu disampingnya & Kyuhyun jg engga nyerah. Sweat bngt akhirnya, tp nanggung wkwkwk
    Tangannya Andiera lg produktif, semoga selalu gitu kkk. Fighting terus ya (:

  20. jiaah tbc nya pas banget.
    pas seru2nya.
    kali ini prediksi changmin salah besar.
    saking marahnya tu nyonya choi yang ngaku terhormat malah ngak mikirin citra n kehormatannya sama sekali.
    ngerti sih dia marah karna anaknya sukanya malah ma laki2.
    tapiii kenapa hanya kyu yang disakiti.
    padahal dah jelas2 tu anaknya yang ngejar2.
    kasian kyu kan. baru aja berenti lebam eeh sekarang kena tampar n luka lagi.
    belum lagi kyu bakal dijodohin ma ortunya.
    kalo siwon tau apa bakal dibawa kabur ya kyu nya?

  21. Heeeemmmm kayanya nih FF akan makin panjang yaaahhh kayanya bakalan nunggu end ajah deh….
    Bener kan yg aku bilang kemarin tanpa nunggu kesepakatan juga mereka bisa langsung naik ranjang…. orang dua2nya juga kaya magnet gitu tarik2kan…
    Minggu depan full Wonkyu sentuh2an please…
    ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
    Beneran penasaran soalnya secara dua2nya perjakan ting ting dan juga bener2 pertama kali tapi sesama pria,,, siwon pertama kalinya sama cinta pertamanyanlagi pasti special dong….
    Di tunggu nextnya diera-ssi…
    Fighting!!!

  22. Sepertiny banyak kemajuan yg baik.Teruntuk buat Joon dan sang mommy.Changwook dan Haneul yg sering berblushing ria kkkkk.
    Semoga makin lancar.
    Ahh..dan untuk Changmin semoga dia makin sabar mnghadapi sang sepupu.
    Uhm Ki Joong..sebenarnya apa yg ia inginkan?!Kyuhyun kah??!apa ada yg lain.Terus knpa ia mlkukan hal yg berakibat seperti itu ke Kyuhyun?
    Aigooo..sepertinya aq bnyk ngoceh kkkkk.

    Ps:Pingin tau apa yg sedang dilakukan WonKyu ya??? kkkkkkk.

    Jeongmal gumawo eonni..#bow

  23. Omggggg… Omgggg… Makin seru…. Makin seruuuu. .
    Wonkyuuuu. You make me crazy , yaakkkk~ xD
    Aduuuh gereget vngt ama yoojin , dia bnr2 gak menyerah buat misahin wonkyu , mudah2 kyuhyun gak terpengaruh , dan ttp mempertahan siwon , udah mah apaa cho mau ngejodohin kyuhyun 😦 masalah benr2 dateng terus ke kyuhyun , tapi ini bagus , dengan adanya msalah , cinta wonkyu makin kuat 😀
    Aaiigoo mudah2 om kijoon gak berniat ngancurin siwon , sosok ki joon bnr2 buat penasaran
    Semangat terus diera nulisnya makin nambah cinta dahh ama ffnya dan karya2nya
    Hehehe… Aku suka moment wonkyu 😀 wonkyunya mau nc’an xD wkwkwkw… Mudah2an gak si skip wkwkwk d

  24. Setelah kang haesa hanya ada choi siwon WKWKWKWK Desperate!Cho Kyuhyun *ditampol* juga gimana reaksi ortu nya setelah tau pacar nya itu siwon calon nya ahra– itu tersedak moment karena gue inget yang datang pertemuan kan kyu, makin-makin gimana reaksi emak nya doh..
    -_____- dan itu Ki Joon ngirim paket pas banget waktu nya -_- pas mau ada pertemuan sama kuda– kalo changkulkas gak bisa nahan siwon pergi, makin seneng aja itu orang atau malah mungkin emang itu rencana dia supaya siwon gak hadir dan makin ngeh kalo kyuhyun orang yang spesial :p /sok tau/ dari perkenalannya dia sama jinri– ki joon tau saat dia ngirim paket pasti ada yang ngasih tau siwon saat emak nya ngamuk– ki joon juga udah pasti ngerasa emak choi bakal ngamuk– WKWKWKWK Paket- emak Choi- Jinri- siwon berhubung kulkas bisa di andelin jadi wee siwon gak harus bikin masalah lagi karena dia ninggalin profesionalitas nya dia dan ngancurin choi grup >_< *wink

  25. Kasian bgt kyu nya.. masalah yg satu blom selesai, udah muncul masalah yg baru 😌

    Iiihh nyonya choi kenapa jdi murka bgtu.. siwon aja ok ok aja. Menjalin kasih dgn kyu..

    Umh ki joon seperti nya punya mksd tertentu…😎
    Wah cerita selanjut nya di tunggu 😉😉

  26. Grrrer geregetan banget sama ibunya siwon sama ortu kyu sama kijoon. Hufff ibunya siwon batu bgt parah 😒 Kalo ortunya kyu mungkin ya wajar deh dia sebelomnya pernah pacaran sm cewe trs tiba2 sm cowo. Mungkin masih shock. Trs ini kijoon!!!! 😒 ini apa deh motifnya dia. Dendam sama kyuhyun? Apaa apaan? 😠
    Untungnya endingnya bisa bikin senyum :”) wkwk

  27. Meskipun banyak kendala yg menghambat hubungan wonkyu tp sedikit bersyukur wonkyu msh selalu bersama…
    Kali ini musuh wonkyu tdk bs dianggap remeh, semoga saja choi grup msh memiliki kewaspadaan thdp UK. Jd mrk bs mengantisipasi kemungkinan buruk yg akan terjadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s