[MM] The Last King Part 13

gyeongbok palace

13

Byunghee menatap pamannya dengan serius. Sebenarnya Byunghee tidak mengetahui apa rencana pamannya mengenai pendirian kerajaan tersebut. Ia hanya ikut bermain karena merasa tertarik saat bertemu dengan Cho Kyuhyun dan Lee Jonghyun. Namun, untuk rencana lengkap apa saja yang akan dilakukan pamannya, Byunghee sama sekali tidak mengetahuinya. Ia hanya berharap kalau permainan pamannya tidak akan membosankan, seperti lainnya.

Henry menanda-tangani dokumen terakhir dan menyuruh pegawainya pergi. Ia tersenyum pada Byunghee yang menunggunya dengan sabar, walaupun sangat terlihat kalau keponakannya itu sangat tidak suka menunggu. Henry menaruh penanya dan menatap Byunghee dengan lekat. “Ada apa, Byunghee?” tanya Henry setelah hanya tinggal mereka berdua di ruang kerja yang besar tersebut.

“Apa yang akan paman lakukan dengan kerajaan?” tanya Byunghee.

Alis Henry terangkat. “Tentu saja menghancurkannya. Memangnya apa yang kau pikirkan? Pendirian Kerajaan setelah enampuluh tahun lebih itu hanya sebuah omong kosong. Mereka hanya akan menjadi bahan lelucon pada akhirnya. Kenapa kau bertanya?”

“Jika paman ingin menghancurkannya, kenapa tidak melakukan dengan cara yang biasanya. Kenapa harus berkaitan dengan Pangeran Hyun itu? Aku ikut bermain karena rasa penasaran. Kyuhyun dan Jonghyun. Oh, bahkan mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi,” tutur Byunghee sembari melipat kedua tangan di depan dada.

Byunghee tidak pernah mengerti dengan cara berpikir pamannya. Oh, bahkan paman dan ayahnya memiliki satu kesamaan walaupun mereka hanya saudara tiri. Entah karena mereka tumbuh bersama atau mereka memang mempunyai sifat yang serupa.

Henry tertawa kecil. “Katakan, Byunghee. Apa yang membuatmu penasaran hingga kau ikut bermain dengan paman? Dulu, kau sepertinya tidak pernah tertarik dengan semua urusan paman.”

“Aku hanya penasaran tanpa sebuah alasan. Apakah itu aneh? Sama seperti kita sedang menyukai atau membenci seseorang. Tanpa harus ada alasan, kita bisa menyukai atau bahkan membenci, bukan?”

“Sebaiknya kau kembali ke kamarmu, Byunghee. Dan pikirkan apa yang membuatmu tertarik. Rasa penasaran tidaklah cukup membuatmu ikut terlibat dalam permainan ini. Jika memang kau hanya penasaran, sebaiknya kau berhenti. Paman menyuruhmu datang ke Korea bukan untuk bermain-main,” tutur Henry dengan suara tegas.

Byunghee menatap pamannya selama beberapa menit. Inilah pamannya. Walaupun sering terlihat kalau pamannya tidak pernah serius, namun jika berkaitan dengan sesuatu yang telah ia putuskan maka Henry tidak akan melakukannya secara setengah-setengah. Menghancurkan kerajaan. Entah alasan apa dibalik rencana tersebut, tapi Byunghee yakin kalau pamannya akan melakukan apa saja untuk benar-benar menghancurkannya. Henry tidak akan membiarkan siapapun menghalanginya untuk mencapai tujuannya, bahkan jika orang itu adalah keluarganya sendiri.

Byunghee menghela nafas. “Baiklah, terserah paman. Tapi aku akan sangat tertarik mendengar rencana paman. Ohya, apa kita akan makan siang bersama? Atau aku harus makan sendirian lagi?”

“Pergilah ke ruang makan, nanti paman akan menyusul.”

Byunghee mengangkat bahu lalu berjalan keluar dari ruangan kerja Henry. Mungkin dia akan memikirkan ulang kenapa ia menjadi benar-benar tertarik dengan kedua Hyun. Apa yang menarik dari kedua orang itu hingga Byunghee memutuskan untuk mendekati mereka? Byunghee menutup pintu besar tersebut dengan hati-hati lalu berjalan menuju dapur untuk melihat menu makan siang mereka hari ini.

Sementara Henry yang masih berada di ruangan kerjanya kemudian menghela nafas setelah keponakannya pergi. Terkadang Byunghee bisa menjadi merepotkan jika ia sudah merasa penasaran. Henry tidak akan membiarkan siapapun untuk menganggu rencananya. Rencana yang sudah ia persiapkan sejak bertahun-tahun lalu.

Henry menarik keluar sebuah laci meja kerjanya. Ia mengeluarkan sebuah foto usang yang telah lama ia simpan dengan baik. Henry memperhatikan dengan seksama foto hitam-putih tersebut. Foto itu adalah sebuah kenangan yang menyedihkan bagi Henry. Walaupun berulang-kali ia berusaha membakar atau membuangnya, tapi dia tidak pernah dapat melakukannya. Masa lalu tidak bisa dibuang dan dilupakan begitu saja. Masa lalu seperti luka yang meninggalkan bekas. Rasa sakitnya mungkin sudah tidak terasa, namun setiap kali kau melihat bekasnya, kau akan selalu teringat dengan rasa sakit itu.

Inilah alasan terbesar Henry ingin menghancurkan rencana pendirian kerajaan.

*****

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang terlihat begitu lesu. Di meja makan besar hanya ada Kyuhyun seorang. Donghae sedang sibuk membicarakan rencana pengumuman dengan salah satu anggota Dewan Kerajaan, dan tentu saja Seungho mendampingi Donghae. Sedangkan Jonghyun entah berada di mana di paviliun besar ini. Terlalu banyak ruangan hingga Jonghyun bisa bersembunyi. Haena bahkan sedang sibuk mengecek seluruh rekaman kamera untuk mencari keberadaan sang pangeran.

Ini memang bukan sesuatu yang biasa. Terlebih dengan ekspresi Kyuhyun saat ini. Mungkin Kyuhyun dan Jonghyun bertengkar lagi hingga Jonghyun memilih untuk menyendiri. Tapi tindakan Jonghyun sepertinya melukai Kyuhyun.

Siwon memandangi Kyuhyun yang bahkan tidak memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya. Ini sudah hampir duapuluh menit dan limabelas kemudian, ketiga pangeran akan bertemu dengan professor Jang untuk melanjutkan pembelajaran mereka. Siwon menghela nafas dan memberi isyarat bagi pelayan yang ikut menunggu di ruang makan tersebut untuk keluar. Setidaknya Siwon bisa membiarkan Kyuhyun sedikit ruang untuk bernafas.

Semua pelayan meninggalkan ruangan besar tersebut. Lalu Siwon berjalan mendekati Kyuhyun. Ia menyentuh bahu sang pangeran hingga Kyuhyun mengangkat kepalanya. Siwon tersenyum tipis dan menarik tangannya kembali. “Kau harus makan,” ucap Siwon.

“Haena sudah menemukan di mana persembunyian Jonghyun? Dia tidak mungkin bisa keluar dari pavilliun, bukan?” tanya Kyuhyun dengan khawatir.

Tentu saja, tidak akan ada yang bisa keluar pavilliun dengan mudah. Apalagi dengan sejumlah pengawal yang diturunkan setelah kejadian di resort Seorak. Mereka tidak bisa mengalami kecolongan seperti sebelumnya. Siwon lalu duduk di salah satu kursi. Walaupun sebenarnya bukan tindakan sepatutnya, tapi Siwon juga tidak bisa membiarkan Kyuhyun melewatkan makan siang di saat kegiatan mereka sangat padat. Hari pengumuman akan segera tiba dan Hyde masih terus menjadi ancaman.

“Haena akan menemukannya. Ada ratusan kamera pengawas di pavilliun ini, jadi Jonghyun tidak mungkin lolos dari pengawasan begitu saja. Sebaiknya kau makan, Kyuhyun.”

Kyuhyun menghela nafas dan menatap mangkuk nasinya yang masih terisi penuh. Dia benar-benar tidak berselera makan untuk saat ini. Kyuhyun harus bicara dengan Jonghyun mengenai kesalah-pahaman mereka. Oh, Kyuhyun bahkan tidak tahu apakah itu murni kesalah-pahaman atau hanya Kyuhyun yang tidak bisa mengerti cara berpikir Jonghyun.

Kyuhyun tahu bagaimana reaksi Jonghyun mengenai ide mengenai kerajaan dan Pangeran Hyun tersebut. Tapi Kyuhyun juga tidak mengerti kenapa Jonghyun melakukan penolakan begitu keras. Kerajaan adalah asal usul mereka. Jika Jonghyun berpikir kalau itu akan menghilangkan fakta bahwa mereka adalah anak-anak dari Moon Jeonghyuk, bukankah itu sedikit berlebihan. Keluarga bukanlah suatu ikatan yang bisa dihapuskan dengan mudah. Bahkan jika namamu hilang dari kartu keluarga, apakah itu juga akan menghilangkan ikatan tak terlihat diantara anggota keluarga?

Kyuhyun menarik nafas perlahan. “Hyung…”

“Ya, Kyuhyun?” Siwon masih terasa asing dipanggil dengan sebutan seperti itu oleh Kyuhyun. Mengingat status Kyuhyun sebagai pangeran dan sebelumnya mereka juga tidak pernah saling mengenal sebelumnya.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Siwon dengan lekat. “Bisa panggilkan Appa ke sini? Kurasa Appa bisa bicara dengan Jonghyun.”

“Ta-tapi… Aku tidak bisa melakukannya. Jika kau ingin memanggil Appamu, kau harus bicara langsung dengan Kepala Pengawal Cha. Saat ini pihak keamanan pavilliun tidak bisa membiarkan orang-orang dengan mudah keluar-masuk. Sampai hari pengumuman hanya tiga orang yang diberikan ijin. Itu pun hanya anggota Dewan Kerajaan,” tutur Siwon.

Kyuhyun mengangguk. “Aku akan bicara dengan Kepala Pengawal Cha, kalau begitu.”

“Aku akan memberitahu Kepala Pengawal Cha kalau kau ingin bicara. Tapi sebaiknya kau makan dulu, Kyuhyun. Sup-nya sudah dingin,” ujar Siwon.

Kyuhyun melirik mangkuk sup-nya. Kemudian ia meraih sendok dan memasukkan ke dalam mangkuk tersebut. Ia mengambil sedikit dan menyuapkan ke dalam mulut. Kyuhyun sedikit tersenyum. “Rasanya agak asin.”

“Asin? Apa kau ingin sup yang baru?” tanya Siwon.

Kyuhyun menggeleng. Ia tersenyum pada Siwon. “Tidak apa-apa. Kurasa ini salahku sendiri. Hyung, sebaiknya kau ikut makan bersamaku. Aku tidak terbiasa makan seorang diri di meja besar ini.”

“Sayangnya, aku tidak bisa melakukannya. Ada hal-hal yang kita tidak bisa lakukan secara kasual, Kyuhyun. Memanggil namamu dan kau memanggilku hyung di saat hanya ada kita berdua, itu mungkin sesuatu yang bisa dilakukan. Tapi selain itu, aku masih terikat dengan aturan protocol,” tutur Siwon.

Kyuhyun teringat dengan pertengkaran Jonghyun dan Haena sebelumnya. Aturan protocol. Itu adalah salah satu yang tidak akan pernah disukai oleh Jonghyun dan bahkan Kyuhyun. Donghae mungkin terlihat tidak begitu peduli, tapi Kyuhyun yakin Donghae juga tidak nyaman dengan semua aturan tersebut. Namun, mereka tidak mempunyai pilihan.

Kyuhyun kembali menatap mangkuk nasinya. Siwon merasa sedikit buruk. Kyuhyun baru saja tersenyum, tapi karena sedikit ucapan Siwon malah membuat Kyuhyun kembali muram. Rasanya Siwon sedang berusaha menyenangkan seorang gadis yang mengalami mood swing karena hormon.

“Kyuhyun…”

“Tidak apa-apa. Aku akan makan sekarang.”

*****

Haena memasuki sebuah ruangan yang sudah lama ditutup. Sebenarnya ini adalah paviliun lama milik salah satu wakil presiden terdahulu. Usianya mungkin sudah hampir tigapuluh tahun. Ketika Donghae pertama-kali ditemukan, Presiden Lee mengusulkan pavilliun ini dijadikan rumah sementara bagi sang pangeran sampai Pangeran Hyun ditemukan dan pendirian kerajaan resmi diumumkan. Sejak itu, ada perbaikan besar-besaran. Mulai dari mengganti beberapa furniture dan menutup beberapa ruangan yang tidak diperlukan hingga memasang sistem keamanan terbaru.

Dari rekaman CCTV, Haena menemukan Jonghyun membuka ruangan lama yang berada di bagian timur pavilliun, dekat tangga menuju basement. Entah bagaimana Jonghyun dapat menemukan jalur menuju ruangan tersebut. Pasalnya, Jonghyun dan Kyuhyun belum lama pindah ke pavilliun tersebut. Berbeda dengan Donghae yang sudah tinggal di pavilliun cukup lama. Sepertinya Jonghyun mempunyai rasa penasaran yang besar.

Haena memperhatikan seisi ruangan yang hampir mirip dengan perpustakaan utama. Ruangan tersebut memiliki beberapa rak buku besar. Mungkin dulu digunakan ruang arsip atau semacamnya. Tidak ada lampu penerangan, tapi sinar matahari yang masuk dari jendela-jendela besar sudah cukup membuat Haena bisa melihat dengan baik.

Haena menghela nafas pendek. Ruangan tersebut penuh debu. Entah apa alasannya hingga Jonghyun memasuki ruangan tersebut.

“Pangeran Hyun..” panggil Haena. Namun, dia tidak mendapatkan sahutan apapun. Ia berjalan lebih dalam. Melewati beberapa rak besar. Kemungkinan Jonghyun akan bersembunyi. Tapi kenapa harus bersembunyi di sini? pikir Haena.

“Pangeran Hyun…” panggilnya sekali lagi. “Saya tahu anda berada di sini. Tolong keluar sekarang. Anda harus makan siang sebelum pertemuan dengan Professor Jang.”

Haena mendengus ketika Jonghyun mengabaikan panggilannya. Ruangan itu tidak begitu besar dan Haena sudah mengelilingi ruangan tersebut untuk mencari Jonghyun, namun sang pangeran sepertinya bersembunyi dengan baik.

“Bagaimana Haena? Apa kau sudah menemukan Pangeran Hyun?”

Terdengar suara Kepala Pengawal Cha dari wireless yang dipakainya. Haena kembali mendesah. “Saya sudah berada di ruangan ini. Tapi Pangeran Hyun tidak terlihat. Dia juga tidak memberikan respon. Apa anda yakin ruangan ini yang dimasuki oleh Pangeran?”

“Tentu saja. Kita melihatnya bersama. Selain itu, kamera lainnya tidak menangkap keberadaan posisi Jonghyun di tempat lain. Temukan Pangeran, Haena. Ini sudah waktunya pertemuan dengan Professor Jang.”

“Baik, Kepala Cha.”

Haena kembali berjalan memeriksa isi ruangan tersebut sekali lagi. Walau pun dia tidak menyukai ruangan berdebu, tapi Haena harus bertahan hingga ia menemukan Jonghyun. “Jonghyun-sshi, ayo keluar. Sudah waktunya pertemuan dengan Professor Jang!” seru Haena.

Haena tidak peduli jika dia mendapat teguran karena memanggil Jonghyun dengan tidak pantas seperti itu. Tapi dia tidak ingin semakin lama berada di ruangan tersebut. “Lee Jonghyun, jika kau tidak keluar sekarang, aku akan memanggil saudaramu ke sini.”

Well, itu bukanlah ancaman yang tepat. Mengadukan sikap Jonghyun pada Kyuhyun. Itu bahkan terdengar menggelikan. Jonghyun mungkin tidak takut sama sekali pada Kyuhyun, tapi Haena tidak tahu bagaimana cara membuat Jonghyun muncul dengan sukarela kecuali menggunakan Kyuhyun. Atau mungkin Appanya. Tapi itu adalah pilihan terakhir.

“Jonghyun-sshi…”

“Apa kau pikir dengan mengancamku menggunakan Kyuhyun, itu akan berhasil?”

Haena berbalik mendengar suara tersebut. Haena melihat Jonghyun sedang berada di antara rak besar sembari membaca sebuah buku yang terlihat usang. Haena mengernyit. Sepertinya saat ia melewati bagian rak tersebut, ia tidak menemukan Jonghyun berada di sana. Tapi itu tidak penting sekarang.

Haena berjalan mendekati Jonghyun. “Itu berhasil. Buktinya kau muncul. Sudah waktunya pertemuan dengan Professor Jang.”

Jonghyun menutup buku tersebut lalu mengembalikannya ke rak dengan posisi semula. Ia menatap Haena dengan lekat. “Bukankah kau harus berada dua meter dariku. Itu aturan protocol, bukan? Apa kau sudah lupa?”

Haena mengernyit. Lalu ia menyadari jarak posisi ia berdiri agak terlalu dekat dengan Jonghyun. Mungkin hanya sekitar satu meter. Spontan, Haena mengambil dua langkah mundur. Ia menunduk. “Maafkan saya, Pangeran Hyun.”

Jonghyun mendengus lalu berjalan menuju pintu keluar. Haena mengikutinya. Sekali lagi, Haena melihat ke sekeliling ruangan tersebut. Tidak ada yang begitu istimewa dari ruangan tersebut, tapi kenapa Jonghyun datang ke ruangan tersebut. Haena menatap punggung Jonghyun. Kini mereka sudah berada di luar ruangan tersebut. Haena menghirup udara banyak-banyak. Rasanya paru-parunya akan dipenuhi oleh debu jika lebih lama berada di ruangan tersebut. Haena menutup pintu ruangan itu dengan rapat lalu kembali berjalan di belakang Jonghyun yang sepertinya langsung menuju perpustakaan utama.

“Pangeran, bagaimana anda bisa mengetahui ruangan tersebut? Kenapa anda pergi ke ruangan itu?” tanya Haena.

Jonghyun meliriknya. “Itu bukan urusanmu, Haena-sshi.”

Jawaban dingin Jonghyun membuat Haena terdiam. Well, sepertinya Jonghyun masih marah dengan sikap Haena sebelumnya. Itu tidaklah mengejutkan. Haena menarik nafas perlahan. “Apa anda ingin makan siang terlebih dahulu?”

“Bukannya kau tadi mengatakan kalau ini sudah waktunya pertemuan Professor Jang? Professor Jang sangat tidak menyukai keterlambatan, apa menurutmu aku masih mempunyai waktu untuk makan siang?” sahut Jonghyun.

Itu benar. Haena seharusnya tidak mengatakan itu. Lagipula, Jonghyun bisa makan siang setelah pertemuan itu berakhir. Setelah berjalan beberapa menit, mereka sampai di perpustakaan. Bersamaa dengan Kyuhyun yang datang bersama Siwon.

Haena membungkuk pada Kyuhyun yang berjalan mendekati Jonghyun. Kyuhyun tersenyum tipis. Jonghyun hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan datar lalu membuka pintu dan berjalan masuk. Kyuhyun terhenyak. Jonghyun mengabaikannya.

Kyuhyun menghela nafas lalu berjalan masuk perpustakaan besar tersebut dan menutup pintunya.

Haena sedikit mengernyit dengan sikap Jonghyun pada Kyuhyun. Sepertinya mereka bertengkar. Haena ingat saat ia keluar dari kamar Jonghyun, di sana ada Kyuhyun yang melihat perdebatan ia dan Jonghyun. Mungkinkah mereka bertengkar karena itu?

“Kau menemukannya di mana?” tanya Siwon.

Haena menoleh. Ia tidak sadar kalau Siwon juga masih ada di sana. “Di ruangan lama di bagian timur dekat tangga menuju basement. Entah apa yang dilakukannya di ruangan penuh debu itu.”

Siwon mengangguk kecil. Kemudian ia tersenyum dan mengusap kepala Haena. “Selagi mereka di perpustakaan, ayo makan siang. Seungho sepertinya sudah makan duluan.”

Siwon merangkul bahu Haena lalu membawanya pergi menuju kafetaria khusus pegawai paviliun.

*****

“Kyuhyun memintaku datang ke pavilliun?” ujar Jeonghyuk dengan terkejut ketika ia mendapat telepon dari Kepala Pengawas Park mengenai permintaan Kyuhyun meminta agar Jeonghyuk datang ke paviliun. Tapi kemudian Jeonghyun tersadar kalau ia memanggil Kyuhyun tanpa gelar seharunya. “Ah… maaf, maksud saya Pangeran Kyuhyun meminta saya datang untuk menemuinya?”

Jeonghyuk mendengar suara tawa Kepala Pengawas Park.

“Anda masih bisa memanggil putra anda dengan kasual, Staff Moon. Kurasa Presiden juga tidak akan keberatan. Tapi itulah begitulah laporan yang saya dapatkan dari Kepala Pengawal Cha. Pangeran Kyuhyun menemuinya dan meminta agar anda diberikan ijin untuk memasuki pavilliun. Sepertinya ada yang ingin dibicarakan oleh Pangeran.”

“Begitu,” gumam Jeonghyuk.

“Kapan anda bisa datang ke pavilliun?”

Jeonghyuk memeriksa kalender meja yang digunakannya untuk menuliskan beberapa jadwal pertemuannya. Walaupun terkesan tradisional karena Jeonghyuk bisa menggunakan memo pengingat di ponselnya. Tapi dia lebih memilih menggunakan kalender meja hanya untuk tujuan tertentu.

“Besok sekitar pukul sebelas siang,” tutur Jeonghyuk. Well, jika Kyuhyun akan bicara cukup lama, Jeonghyuk bisa memakai alasan itu untuk makan siang dengan kedua putranya. Oh, Jeonghyuk sangat merindukan untuk makan bersama dengan Jonghyun dan Kyuhyun.

“Baiklah. Saya akan mengurus perijinannya. Maaf menganggu anda, Staff Moon.”

Jeonghyuk kemudian menutup telepon tersebut. Kemudian ia memandang pigura yang memasang foto Jonghyun dan Kyuhyun. Dan Jeonghyuk pun tersenyum.

*****

Keesokan harinya, Jeonghyuk sudah berada di gerbang utama pavillliun tepat pukul sebelas. Setelah mendapatkan konfirmasi mengenai kedatangannya, petugas penjaga membukakan pintu gerbang utama untuk Jeonghyuk. Setelah melewati jalur yang cukup panjang dari gerbang utama, Jeonghyuk bisa melihat bangunan pavilliun yang terlihat megah. Jeonghyuk hanya sesekali datang ke pavilliun saat kedatangan Donghae, tapi ini adalah pertama-kali sejak Jonghyun dan Kyuhyun pindah.

Setelah memarkirkan mobilnya, Jeonghyuk disambut oleh Kepala Pengawal Cha secara langsung. Jeonghyuk tersenyum melihat sang kepala pengawal.

“Maaf karena pemeriksaan yang cukup lama. Sejak kejadian di resort Seorak, Presiden Lee memberikan perintah untuk melakukan penjagaan yang lebih ketat dari sebelumnya,” tutur Kepala Pengawal Cha.

Jeonghyuk tersenyum maklum. Tentu saja, pemeriksaan ketat akan diberlakukan bagi siapa saja yang akan memasuki area pavilliun. Terlebih dengan ancaman Hyde saat ini. “Aku bisa mengerti. Kita tidak ingin kejadian kemarin menjadi terulang kembali, bukan?”

Kepala Pengawal Cha mengangguk dan mengantarnya memasuki pavilliun. Setelah melewati pintu detector, Kepala Pengawal Cha membawa Jeonghyuk ke ruang perpustakaan di mana Kyuhyun sudah menunggu.

“Pangeran Kyuhyun terlihat begitu senang saat mendapatkan kabar kalau anda akan datang hari ini. Beliau bahkan meminta para chef membuatkan makanan kesukaan anda untuk makan siang nanti,” ujar Kepala Pengawal Cha lagi.

Jeonghyuk tersenyum. “Benarkah? Sepertinya kunjunganku kali ini akan lebih lama dari yang kupikirkan.”

Setelah melewati lorong ketiga, Kepala Pengawal Cha berhenti di sebuah pintu besar dengan ukiran yang rumit. Setelah mengetuk pintu beberapa-kali, Kepala Pengawal Cha membukakan pintu dan mempersilakan Jeonghyuk untuk masuk. Jeonghyuk menarik nafas perlahan lalu berjalan memasuki ruangan perpustakaan yang besar tersebut.

Jeonghyuk tersenyum ketika Kyuhyun tiba-tiba langsung memeluknya dengan erat. Cukup beruntung, Kepala Pengawal Cha langsung menutup pintu perpustakaan. Jeonghyuk membalas pelukan putranya.

“Bukankah kemarin kita sudah bertemu? Apa kau terlalu merindukan Appa?” tukas Jeonghyuk.

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mengajak Jeonghyuk duduk di sofa besar. “Aku akan selalu merindukan Appa. Jika bisa, aku akan meminta ijin pada Presiden agar Appa juga tinggal di sini. Tapi itu akan sulit dengan situasi sekarang, bukan?”

Jeonghyuk mengangguk. “Jadi, kenapa kau ingin bertemu dengan Appa? Lalu di mana Jonghyun? Apa dia tidak tahu kalau Appa akan datang?”

“Aku tidak memberitahunya kalau Appa akan datang. Lagipula masalah yang ingin kubicarakan dengan Appa adalah mengenai Jonghyun,” tutur Kyuhyun.

Kini, ekspresi Jeonghyuk terlihat begitu serius. Terlebih Kyuhyun akan membicarakan masalah Jonghyun. Selama ini, Jeonghyuk mendapatkan laporan kalau kondisi kedua putra mereka baik-baik saja selama tinggal di pavilliun. Tapi sepertinya ada yang terlewat dari laporan tersebut.

“Ada apa dengan Jonghyun?” tanya Jeonghyuk.

“Entahlah. Sejak kembali dari resort Seorak, dia menjadi sedikit aneh. Oh, bahkan sejak dia ditemukan, Jonghyun sudah bicara hal-hal aneh,” kata Kyuhyun sembari menyandarkan punggungnya.

Jeonghyuk mengernyit. Sepertinya cukup mengkhawatirkan karena. “Hal-hal aneh apa maksudmu, Kyuhyun?”

Kyuhyun menarik nafas perlahan. “Tentang Pangeran Gyungho yang mempunyai kembaran atau setiap tiga generasi kerajaan akan mendapatkan keturunan anak kembar. Lalu mengatakan aku mempunyai peluang bahwa aku adalah Pangeran Hyun yang sebenarnya. Yang paling membuatku terkejut, saat kami bicara kemarin, Jonghyun terlihat tidak menyukai ide atas pendirian kerajaan. Well, sejak hasil DNA itu keluar, Jonghyun memang tidak menyukai ide tersebut, tapi kemarin dia bahkan mengatakan bahwa usaha pendirian kerajaan akan sia-sia saja. Kerajaan tidak akan mempunyai wewenang atas kekuasaan pemerintah. Oh, Jonghyun juga menyinggung masalah perubahan konstitusi. Appa tahu sendiri kalau Jonghyun tidak mengerti masalah itu. Maka itu, aku meminta Appa datang agar bisa bicara dengannya. Sepertinya dia tidak akan mengatakan apapun padaku.”

Jeonghyuk mengerti. Kekhawatiran Kyuhyun memang cukup berdasar. Terlebih, Jonghyun mengetahui mengenai keturunan anak kembar setiap tiga generasi dalam kerajaan. Walaupun ada catatan sejarah mengenai fakta tersebut, tapi Jeonghyuk yakin Dewan Kerajaan tidak akan memberitahu Jonghyun, Kyuhyun atau pun Donghae tentang hal tersebut. Karena mengenai saudara kembar Pangeran Gyungho, sama sekali tidak ada catatan sejarah tersimpan di arsip Negara. Selain itu, jika mereka menghitung setiap generasi sejak Pangeran Gyungho, mereka tidak bisa membuktikan apakah ada anak kembar lainnya yang lahir selain Kyuhyun dan Jonghyun.

Jeonghyuk mungkin akan menemui Dewan Kerajaan untuk lebih memastikannya. Dan untuk saat ini, Jeonghyuk bisa bicara pada Jonghyun. Setidaknya itu bisa membuat Kyuhyun jauh lebih tenang dengan perubahan sikap saudaranya.

“Appa akan bicara dengan Jonghyun. Kau jangan terlalu khawatir. Jonghyun mungkin hanya merasa tertekan. Sampai pengumuman resmi, kalian akan lebih banyak mendapatkan pembelajaran dari anggota Dewan Kerajaan. Terlebih dengan posisinya sebagai Pangeran Hyun. Sekarang bisa panggilkan Jonghyun, agar Appa bisa bicara dengannya?” tutur Jeonghyuk.

Kyuhyun mengangguk lalu berjalan keluar perpustakaan untuk memanggil Jonghyun. Kini ia bisa lebih merasa tenang karena Jeonghyuk yang akan bicara pada Jonghyun. Dan Kyuhyun harap Jonghyun bisa jauh lebih terbuka pada Jeonghyuk dibandingkan dengannya saat ini. Jeonghyuk terlihat jauh lebih mengkhawatirkan Jonghyun sejak mereka keluar dari rumah untuk tinggal di pavilliun. Oh, Kyuhyun bahkan tidak ingin memberitahu Jeonghyuk mengenai pertengkarannya dengan Jonghyun kemarin. Setelah apa yang terjadi di resort Seorak, Kyuhyun tidak ingin membuat Jeonghyuk merasa lebih khawatir.

Setelah Kyuhyun keluar. Jeonghyuk menghela nafas berat. Kekhawatirannya terjadi. Jonghyun pasti akan bersikap seperti ini cepat atau lambat. Sejak diadopsi, Jonghyun terkadang menunjukkan pembangkangnya pada sesuatu hal yang tidak disukainya namun tetap dipaksakan padanya. Karena itu, Jeonghyuk selalu bersikap berhati-hati saat menghadapi Jonghyun. Cukup berbeda dengan Kyuhyun.

Well, sejak dulu, Jonghyun dan Kyuhyun memang berbeda. Jeonghyuk tidak bermaksud menyamakan keduanya karena setiap manusia mempunyai karakteristik yang berbeda. Namun, ia selalu berharap Jonghyun sedikit lebih mudah diatur dan dimengerti seperti Kyuhyun.

*****

Kyuhyun mengetuk pintu kamar Jonghyun dan menunggu. Tapi Jonghyun tidak memberikan respon apa pun. Kyuhyun mengetuk pintu lagi. Dan ketika Jonghyun kembali tidak memberikan respon, Kyuhyun dengan sedikit terpaksa membuka pintu tersebut. Kebiasaan Jonghyun belum berubah. Dia tidak pernah mengunci pintu kamarnya. Kyuhyun memasuki kamar tersebut dan memperhatikan ruangan besar tersebut.

Tidak ada siapa pun.

Kyuhyun menghela nafas pendek lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Jonghyun. Dia tidak ingin merepotkan orang lain untuk mencari keberadaan Jonghyun saat ini. Saat panggilannya tersambung, Kyuhyun kembali menunggu.

“Ada apa?”

Kyuhyun bersyukur karena Jonghyun masih mengangkat telepon darinya. Sejak kemarin, mereka jarang sekali bicara. Bahkan Donghae saja sampai bertanya apakah mereka sedang bertengkar.

“Appa datang dan ingin menemuimu. Kau di mana sekarang?” tanya Kyuhyun sembari berjalan keluar kamar Jonghyun. Ia menutup pintu kamar dengan perlahan.

“Di mana Appa menunggu?”

Well, sepertinya Jonghyun hanya terpaksa menerima panggilan telepon dari Kyuhyun untuk mengetahui kenapa ia menghubunginya. Jika tidak ada hal penting, Jonghyun mungkin akan langsung memutuskan sambungan telepon.

“Di perpustakaan. Kita juga akan makan siang bersama.”

Tanpa mengatakan apapun lagi, sambungan telepon terputus. Kyuhyun mendesah. Jonghyun masih marah padanya. Jika dulu, setiap mereka bertengkar, Kyuhyun dan Jonghyun akan bisa berbaikan dalam waktu singkat, tapi untuk masalah ini sepertinya akan memerlukan waktu yang lebih lama.

Kini, Kyuhyun hanya berharap ayahnya bisa membantu menyelesaikan masalah ini. Walaupun rasanya begitu kekanakan, karena pada akhirnya Jeonghyuk harus turun tangan langsung. Kyuhyun dan Jonghyun sudah besar, jika mereka mengalami masalah harusnya mereka menyelesaikannya sendiri. Tapi untuk saat ini, Kyuhyun membutuhkan bantuan Jeonghyuk.

Sembari menunggu Jonghyun selesai bicara dengan Jeonghyuk, Kyuhyun akan menemui Donghae yang masih bicara dengan Tuan Kang mengenai acara pengumuman.

*****

Siwon melirik Haena yang baru saja memasuki ruangan loker. Ia tersenyum pada gadis itu. Siwon sedang beristirahat sejenak setelah Kyuhyun menyuruhnya untuk tidak terus-menerus mengikutinya. Lagipula Kyuhyun hanya ingin bicara dengan ayahnya, jadi Siwon tidak perlu menunggu di luar perpustakaan. Atau itulah alasan Kyuhyun. Dan melihat Haena tidak mengekori Jonghyun, sepertinya sang pangeran kini juga sedang menemuinya ayahnya.

“Dia menemui ayahnya?” tanya Siwon.

Haena menggumam pelan sembari duduk di salah satu kursi. Haena menyandarkan punggungnya dan melihat sekeliling ruangan. “Seungho sunbae masih bersama Pangeran Donghae?”

“Begitulah. Karena waktunya semakin dekat, sepertinya semakin sibuk. Kurasa setelah pengumuman, kita akan diberikan tugas lainnya. Kau tahu, mereka akan menugaskan orang lain yang lebih berpengalaman. Dibandingkan diriku,” tutur Siwon.

Itu tentu saja, Siwon baru saja direkrut oleh Kepengawalan Negara. Tapi Presiden Lee sudah memberikan tugas mengawal Pangeran. Walaupun track-record Siwon selama bekerja di CIA cukup bagus, tapi untuk penugasan di Kepengawalan Negara, Siwon masih amatir. Mungkin berbeda dengan Seungho yang akan menjadi Pengawal untuk Donghae. Entah dengan Haena. Gadis itu sepertinya masih bersikeras untuk berhenti dari Kepengawalan Negara.

“Kurasa, kau masih akan ditugaskan setelah pengumuman itu. Tapi aku berharap bisa kembali ke Akademi jika surat pengunduran diriku tidak diterima oleh Kepala Pengawas Park,” ujar Haena.

Siwon memperhatikan Haena dengan lekat. Kejadian di resort Seorak sepertinya menjadi pukulan terbesar bagi Haena. Gadis itu telah berusaha melakukan tugasnya dengan baik, tapi kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Terlebih dengan ancaman Hyde saat ini.

Oh, selain itu, Siwon merasa sedikit terganggu sejak kejadian di resort Seorak. Terutama mengenai pemuda Jung Byunghee. Siwon telah melihat hasil penyelidikan mengenai Jung Byunghee dan semuanya terlihat normal. Namun, itu tidak membuat Siwon merasa tenang. Jadi, dia diam-diam meminta bantuan Hyukjae –Spencer– untuk mencari tahu mengenai Jung Byunghee serta keluarganya. Walaupun sampai hari ini, Hyukjae belum memberinya kabar apapun.

“Haena…”

Haena menatap Siwon dengan lekat. “Ya, sunbae?”

“Saat kau meminta Jeongsa mencari-tahu mengenai Jung Byunghee, kau bilang kita harus menjaga jarak dengannya, bukan? Aku membaca ulang laporan profil mengenai Jung Byunghee, tapi semuanya terlihat normal. Apa alasanmu waktu itu?” tanya Siwon.

Haena menarik nafas dan menghembuskan perlahan. “Itu karena pamannya. Henry Damein Jung.”

Oh, Siwon mengingat nama itu. Dia juga sempat mencari-tahu sedikit mengenai sosok pria itu. Henry D. Jung terlihat seperti sosok pengusaha pada umumnya. Tidak ada yang begitu mencolok darinya. Bahkan kehidupan pribadinya pun cukup bersih dari skandal-skandal. Tapi ketika Haena menyebut nama orang itu, Siwon yakin Haena mengetahui sesuatu.

“Kenapa dengan pamannya?”

“Tidak ada yang istimewa. Kecuali dia adalah anak angkat dari keluarga Jung. Dia adalah adik angkat dari ayah Jung Byunghee. Aku tidak tahu cerita lengkapnya, karena tidak ada laporan apapun mengenai sosok pria itu. Bahkan namanya cukup bersih di media. Tapi aku selalu merasa ada yang aneh.”

“Apa kau melakukan investigasi pada orang itu?”

“Kyungsoo yang melakukannya. Dia sedikit pintar dalam hal computer, jadi aku meminta bantuannya. Dia tidak menemukan banyak tapi cukup penting. Saat ini, aku masih menunggu hasil penyelidikan terbaru darinya,” tutur Haena.

Well, Haena telah meminta bantuan Kyungsoo sejak satu minggu lalu. Walaupun awalnya Kyungsoo menolak karena melakukan investigasi pada seseorang tanpa ada surat tugas dari Kepala Pengawas Park tentu saja melanggar hukum. Kyungsoo tidak ingin mendapatkan masalah selagi dia masih menjadi siswa Akademi. Namun, Haena cukup beruntung bisa membujuk sepupunya tersebut.

Siwon terdiam sejenak. Sepertinya Haena telah melakukan dua langkah lebih cepat darinya. Rasanya tidak salah, Kepala Pengawas Park berusaha mempertahankan gadis itu dalam Kepengawalan Negara. Menurut cerita dari Seungho, Haena berulang-kali meminta agar dia bisa berhenti dari tugas Kepengawalan dan mungkin kembali ke Akademi. Tapi Kepala Pengawas Park mengabaikan keinginannya dan berusaha membuat Haena tetap berada di Kepengawalan Negara.

Rasanya pun setelah pengumuman resmi Pendirian Kerajan, jika Haena kembali meminta dipindahkan ke Akademi, Kepala Pengawas Park tidak akan melakukannya.

“Aku juga meminta bantuan temanku. Walaupun sampai hari ini, aku belum mendapat kabar apapun darinya,” tukas Siwon.

Haena memandang Siwon sejenak. “Sunbae juga melakukan investigasi?”

“Sejak kejadian tempo hari, aku merasa Jung Byunghee mengetahui sesuatu. Terlebih ia juga ikut tersesat bersama Pangeran Jonghyun. Semuanya terasa begitu janggal. Jalur pendakian mempunyai tanda-tanda khusus yang mudah dilihat, tapi kenapa mereka bisa tersesat. Terlebih kau juga bersama mereka. Jika mereka tersesat, Pangeran Jonghyun bisa berteriak memanggilmu. Apalagi kalung milik Pangeran Jonghyun juga jatuh. Bukankah semua itu terlihat dibuat-buat?”

Haena tersenyum tipis. “Well, itu deduksi cukup bagus. Walaupun kupikir orang bodoh pun bisa melihatnya dengan jelas.”

“Yak! Apa kau sedang mengejekku? Itu memang hanya deduksi umum. Tapi kita harus mencari-tahu motifnya, bukan? Kurasa Seungho juga merasa curiga tapi dia lebih memilih berfokus pada Pangeran Donghae,” tutur Siwon.

Haena kemudian menghela nafas berat. Sepertinya kini mereka hanya bisa menunggu.

*****

“Kyuhyun pasti mengadu pada Appa,” tukas Jonghyun.

Jeonghyuk tersenyum tipis pada putranya. “Itu sudah kebiasaan Kyuhyun, bukan? Kau juga sering mengadu tentang Kyuhyun pada Appa.”

Jonghyun mendesis jengkel. Kyuhyun akan menggunakan Jeonghyuk agar dia bisa bicara. Ini sering dilakukan oleh Kyuhyun ketika Jonghyun menolak bicara pada Kyuhyun mengenai sesuatu. Tentu saja, itu selalu berhasil. Jeonghyuk akan selalu mempunyai trik agar Jonghyun bisa mengatakan mengenai masalah yang sedang dialaminya.

“Apa kau mulai merasa jengah berada di sini?” tanya Jeonghyuk.

“Sejak awal, Appa. Bahkan jika bukan karena hasil test DNA sialan itu, aku tidak akan mau keluar dari rumah Appa. Tch.. Pangeran? Yang benar saja. Pendirian Kerajaan. Mereka hanya buang-buang waktu saja. Untuk apa bersusah payah mencari sesuatu yang sudah hilang sejak puluhan tahun lalu. Bahkan semua orang tidak mengingat tentang kerajaan lagi. Mereka hanya mempelajarinya di sekolah. Pelajaran Sejarah bahkan sangat membosankan.”

Jeonghyuk terdiam sejenak. Sepertinya apa yang dikhawatirkan Kyuhyun memang cukup berdasar. Jonghyun tidak pernah bersikap sekasar ini sebelumnya. “Jonghyun-ah, apa yang terjadi? Kenapa kau bersikap seperti ini? Ini bukan seperti dirimu, Jonghyun.”

“Aku senang Appa tidak memanggilku dengan sebutan Pangeran. Semua orang-orang selalu saja memanggilku dengan nama itu. Pangeran Hyun.. Pangeran Hyun.. Tch! Appa, tidak bisakah aku mengganti namaku. Moon Jonghyun kurasa cukup bagus. Lee Jonghyun, aku bahkan tidak tahu apakah itu benar nama asliku.”

Jonghyun tidak menjawab pertanyaannya. Ini sepertinya cukup buruk.

Jeonghyuk menarik nafas perlahan. “Jonghyun, apa sesuatu telah terjadi? Apa yang terjadi di gunung Seorak saat kau tersesat? Kyuhyun bilang kau mulai bersikap aneh setelah kembali. Kenapa kau mengatakan pada Kyuhyun kalau dia mempunyai peluang sebagai Pangeran Hyun? Jonghyun-ah, kau bisa ceritakan pada Appa.”

Kemudian tiba-tiba, Jonghyun berdiri. Ekspresinya terlihat begitu marah. “Itu karena Kyuhyun adalah Pangeran Hyun yang sebenarnya!! Hasil test DNA itu adalah kesalahan besar! Aku bukan Pangeran! Aku adalah anak Appa!! Kenapa semua orang tidak bisa melihatnya?! Kenapa semua orang seakan menutup mata dan berpura tidak mengetahui apapun. Bahkan Presiden Lee pasti tahu yang sebenarnya!!”

“Jonghyun…”

“Apa Appa juga tidak melihatnya? Apa Appa juga berpura tidak mengetahuinya?! Apa aku terlihat seperti seorang Pangeran? Apa aku pernah terlihat begitu tertarik dengan semua sejarah kerajaan atau semacamnya? Itu hanya Kyuhyun, Appa! Bahkan sejak kami tinggal di sini, Kyuhyun terlihat begitu tertarik dengan pembelajaran mengenai protocol atau apapun itu. Saat itu, Kyuhyun bahkan belum mengetahui tentang identitasnya. Tch… Bahkan tanpa test DNA pun semua orang sudah bisa melihatnya kalau Kyuhyun adalah seorang Pangeran.”

Jeonghyuk terdiam. Apa yang diucapkan oleh Jonghyun memang benar. Tapi itu hanya tampilan luar. Sejak kecil, Kyuhyun memang lebih banyak tertarik dengan sejarah dan hal-hal yang bersifat penelitian. Cukup berbeda dengan Jonghyun yang lebih menyukai seni. Namun, itu tidak menjadi sebuah alasan bahwa Kyuhyun adalah Pangeran Hyun. Hasil test DNA yang mereka lakukan mengatakan bahwa Jonghyun memiliki peluang yang lebih besar mempunyai satu garis keturunan dengan Pangeran Gyungho.

“Jonghyun, kenapa kau mengatakan Kyuhyun adalah Pangeran Hyun? Presiden Lee jelas mengatakan hasil test itu menunjukkan kalau kau mempunyai peluang lebih besar berasal dari satu garik keturunan dengan Pangeran Gyungho. Kita memang belum mengetahui tentang garis keturunan Kyuhyun tapi…”

“Bagaimana kalau aku dan Kyuhyun mempunyai kemungkinan bahwa kami adalah saudara kembar?”

Jeonghyuk kembali terdiam oleh ucapan Jonghyun. “Apa maksudmu, nak?”

“Appa tidak mengetahuinya? Kupikir Appa pasti tahu mengenai keturunan kerajaan akan memiliki anak kembar setiap tiga generasi. Bukankah Appa melakukan penelitian mengenai sejarah kerajaan? Appa pasti mempunyai datanya, bukan? Aku dan Kyuhyun mungkin saja adalah saudara kembar,” tutur Jonghyun. Suaranya terdengar lebih tenang dari sebelumnya. Tapi emosi Jonghyun masih cukup tinggi. Dia tidak bisa menahan diri lebih lama lagi.

“Itu… Memang ada catatan sejarah yang mengatakan hal itu. Tapi tidak ada yang bisa memastikan bahwa kalian adalah saudara kembar, Jonghyun. Catatan sejarah mengenai anak kembar itu terhenti pada Pangeran Gyungho dan saudarinya. Setelah itu tidak ada catatan lainnya. Kau tidak bisa mengambil kesimpulan terlalu cepat seperti itu,” jelas Jeonghyuk.

“Lalu penjelasan apa yang lebih masuk akal? Kami ditinggalkan di panti yang sama pada hari yang sama. Usia kami sama. Bahkan Appa dan Eomma selalu mengatakan kami seperti anak kembar karena wajah kami mirip. Hasil test DNA Kyuhyun juga menunjukkan kalau dia memiliki 86% kecocokan dengan garis keturunan Pangeran Gyungho. Oh! Bahkan wajah Kyuhyun lebih mirip dengan wajah Pangeran Gyungho! Kenapa kalian hanya tergantung pada hasil test DNA itu?! 90%? Itu hanya sebuah angka dan bukan sebuah kebenaran!”

Jeonghyuk tidak bisa mengatakan apapun lagi. Rasanya Jonghyun telah mempersiapkan apa yang harus dikatakannya. Seperti Jonghyun telah mencari-tahu lebih banyak. Jeonghyuk tidak yakin apa yang anggota Dewan Kerajaan telah ajarkan pada Jonghyun.

“Tapi namamu, dari surat yang ditinggalkan bersamamu di panti adalah Lee Jonghyun. Hampir seluruh anggota kerajaan dari garis keturunan utama bermarga Lee sedangkan Kyuhyun…”

“Tidakah Appa pernah berpikir kalau orang yang meninggalkan kami di panti asuhan, bisa dengan sengaja memberikan nama yang berbeda pada kami? Pasti ada alasan kenapa kami ditinggalkan di panti asuhan dan bukannya tinggal bersama keluarga kami sendiri. Appa pernah melakukan penelitian tentang sejarah Kerajaan, bukan? Sebaiknya Appa melakukannya lagi dan lihat kebenarannya.”

Kemudian Jonghyun meninggalkan ruang perpustakaan tersebut.

*****

“Istana Gyeongbuk?”

Kyuhyun mengangguk. “Istana Gyeongbuk adalah istana utama dari kerajaan, bukan? Walaupun sekarang ditetapkan sebagai situs sejarah dan menjadi tempat wisata, tapi di sanalah kemegahan serta kebesaran kerajaan. Bukankah itu tempat yang cukup ideal sebagai lokasi untuk pengumuman Pendirian Kerajaan. Kerajaan berakhir di Istana Gyeongbuk dan berawal lagi di Istana Gyeonguk.”

Donghae tersenyum. “Okay, kita jadikan Istana Gyeongbuk sebagai lokasi utama. Jika Paman Lee dan Dewan Kerajaan menyetujuinya.” Donghae lalu kembali berfokus pada hal-hal yang telah dikerjakan untuk pengumuman Pendirian Kerajaan. “Uhm… Sepertinya semuanya sudah selesai? Aku tinggal menunjukkannya pada Tuan Kang dan Paman Lee. Terima kasih, Kyuhyun-ah.”

Kyuhyun tersenyum lebar pada Donghae. Ia telah membantu Donghae membuat keputusan untuk beberapa hal mengenai persiapan Pendirian Kerajaan. Donghae sangat bekerja keras dalam hal persiapan tersebut. Donghae telihat serius, walaupun awalnya Donghae melakukannya karena merasa bosan selama Kyuhyun dan Jonghyun sibuk di kampus.

Sepertinya Kyuhyun sedikit salah dalam menilai sosok Donghae.

“Hyung…”

Donghae yang sedang merapikan beberapa dokumen mengenai persiapan, menoleh pada Kyuhyun. “Ya, Kyuhyun?”

“Terima kasih.”

Donghae mengernyit. “Untuk apa?”

“Hanya ingin berterima-kasih. Oh, Hyung akan ikut makan siang bersamaku, Jonghyun dan Appa, bukan? Kita hampir tidak pernah makan bersama,” ajak Kyuhyun.

Donghae tersenyum dan mengangguk. “Tentu saja. Lagipula makan sendirian tidak menyenangkan. Tapi… Maaf ya, kemarin kau harus makan siang sendirian.”

“Tidak apa-apa. Lagipula kemarin Siwon hyung menemaniku, walaupun dia tidak ingin makan bersamaku,” tukas Kyuhyun.

“Oh?! Siwon hyung? Rasanya aku tidak pernah mendengarmu memanggil Pengawal Choi dengan sebutan hyung sebelumnya? Sejak kapan?!” seru Donghae yang terlihat penasaran.

Kyuhyun tertawa. Well, sifat kekanakan Donghae sepertinya masih cukup dominan. “Sejak aku mulai kembali ke kampus? Itu pun hanya jika kami berdua saja. Aku memanggilnya dengan hyung dan dia tidak akan memanggilku dengan sebutan Pangeran. Tapi Siwon hyung selalu mengatakan itu melanggar aturan protocol.”

Donghae mendengus. “Itu juga yang dipakai oleh Seungho. Jonghyun pasti juga kesal dengan aturan protocol itu, benarkan?”

Kyuhyun terdiam. Lalu ia mengangguk. Donghae menghela nafas. “Apa itu alasannya dia bertengkar dengan pengawalnya? Aku sedikit mendengar suara teriakannya kemarin.”

“Begitulah. Jonghyun bukan seseorang yang mudah patuh pada aturan ketat.”

Donghae bisa mengerti. Tentu saja, dia telah merasakannya terlebih dahulu. Sejak Seungho pertama-kali ditugaskan menjadi pengawalnya, Donghae berpikir bisa berteman dengannya karena selama tinggal di Jepang, Donghae tidak mempunyai banyak teman. Tapi Seungho selalu menjaga jarak dan selalu menggunakan alasan aturan protocol. Walaupun sekarang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Kurasa Jonghyun akan terbiasa nantinya. Setelah pengumuman resmi, Jonghyun harus membiasakan diri dengan semua aturan protocol. Entah dia suka atau tidak,” sahut Donghae.

Kyuhyun tersenyum tipis. “Hyung, apa kita akan mengobrol lebih lama di sini?”

“Ani! Perutku juga sudah lapar. Semua persiapan ini membuatku selalu lapar. Aku rasa berat badanku pasti naik lagi..”

*****

Advertisements

7 thoughts on “[MM] The Last King Part 13

  1. Eh….knpa kedua pangeran Hyun malahan berselisih seperri itu?!Tapi,rasanya malah makin seru.Krna ada emosi yg tercipta.Semoga…kebenaran itu akan jelas terungkap.Hingga semua akan trlihat baik.

    Fighting eonni…gumawo.

  2. Mnrtku peluang kyu sbg pangeran hyun lbh besar drpd jonghyun..
    Dan kurasa mrka emang kembar..
    Ini ga ad adegan kejar2an atau tembak2an gt?? Buat kyak gt dong.. Ad situasi d mn kyu n jonghyun dlm bahaya trus hyena n siwon berjuang mati2an ngelundungi mrka bdua 😆😆
    D tgg klnjtanny.. Semangat

  3. akhirya update juga.
    sepertinya tujuan hyde akan tercapai.
    mereka sepertinya meracuni pikiran junghyun dengan menjelekkan dan tidak pentingnya mendirikan kerajaan yang sudah pecah.dan membuat kyu dan junghyun bertengkar
    buat kyu lebih tersiksa dengan diam dan marahnya junghyun donk.biar lebih greget.
    ditunggu lanjutannya ya

  4. Kyuuuuu……. aku suka banget Kyu.
    Di sini kyunya dewasa banget.
    Kanapa Jonghyun bersikap seperti itu ke Kyu, kasian kan Kyu. Dia khawatir banget…..
    Ditunggu banget lanjutannya….

  5. penasaran sma alasan Henry yg bgitu terobsesi bgt ingin menghancurkan kerajaan,emg masalalu sperti apa yg membuat Henry sprti itu?
    aigoo ~ ksian jg liat du Hyun itu bertengkar,apa lg liat Kyu yg diabaikan trs sma Jonghyun :3
    siapapun Pangeran nya,smoga itu yg terbaik buat kerajaan nya /plakk

  6. Seneng bngt pas Liat ff ini Update ^_^
    Ohhh Jonghyun, gregetan am Dia. Kasian Kyuhyun di diemin gitu, Jd khawatirkan.
    Bikin Kyu dlam Bahaya dong, Kan Jonghyun udah, skrng giliran Kyu wkwkwkw. Suka kalau liat dia Sakit atau disiksa hehehe. Tp kalau merusak cerita km ga usah, yg penting ff ini terus update sampe END ya. Selalu ditunggu.. Fighting (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s