[MM] Super Human – 1st Story [17]

super human

Marc menatap Kakek Watson dengan tidak percaya. Sebelumnya mereka berada di ruang perpustakan rumah kakeknya, tapi detik berikutnya saat Watson menyentuh bahunya, mereka berada di sebuah tempat yang sangat terasingkan, seperti area besar dengan bangunan tua yang sebelumnya mengalami kebakaran hebat. Marc memperhatikan sekeliling tempat tersebut. Sebuah bangunan besar yang ditelantarkan dan beberapa gedung lainnya yang seperti ditinggalkan begitu saja. Namun, yang menarik perhatian Marc adalah sebuah monumen besar yang berada di tengah area tersebut.

Marc berjalan menuju monumen itu untuk melihatnya dengan lebih jelas. Monumen itu hanya sebuah dua pilar besar yang menyatu di bagian atas. Marc tidak bisa melihat apa yang menjadi puncak dari monumen tersebut. “Ini besar sekali,” gumamnya.

Watson tersenyum. “Tentu saja. Choi Incoporate tidak akan setengah-setengah dalam melakukan suatu project. Terlebih ada orang yang sangat memaksa untuk membuat monumen ini dengan ukuran sebesar ini.”

Marc menoleh pada Watson. “Siapa?”

“Tentu saja dirimu!” seru seseorang dari belakang mereka. Marc dan Watson menoleh ke sumber suara tersebut. Berbeda dengan Watson, Marc tentu saja terlihat sangat terkejut dengan siapa yang ia lihat saat ini. “Atau bisa dibilang aku sendiri.”

Mata Marc membulat. Ia menatap Watson dan orang itu secara bergantian. Orang yang memiliki wajah sama seperti dirinya. Namun, orang itu terlihat jauh lebih tua beberapa tahun dari usia Marc saat ini. Perlahan Marc menghampiri orang tersebut. Ia memperhatikan setiap garis wajah orang tersebut dengan seksama. Tinggi badan, cara berpakaian, cara bicara, ekspresi wajah, semuanya sangat mirip dengan dirinya.

Marc kini sedang menatap seorang Marcus Cho masa depan.

“Aku tahu, kalau aku sangat tampan. Tapi aku tidak menyangka diriku sendiri bisa begitu terperangah melihat wajahnya sendiri.”

Well, sifat narsisnya juga tetap sama. Watson tertawa. Marc sendiri kini terlihat begitu tertarik dengan sosok dirinya di masa depan. Perlahan ia mengangkat tangannya untuk menyentuh wajahnya sendiri. “Woah…”

“Kau begitu tertarik? Inilah wajahmu di masa depan, Marcus Cho.”

Marc tersenyum lebar. “Ternyata aku semakin tampan. Kini aku penasaran dengan wajah Andrew di masa depan.”

Sontak ekspresi Marc masa depan menjadi suram. Kening Marc berkerut melihat perubahan ekspresi tersebut. Watson menghela nafas dan menghampiri kedua Marc tersebut. Watson menyentuh bahu Marc. Saatnya ia mengatakan apa yang harus diketahui oleh Marc. Walaupun bukan dengan cara seperti ini yang diinginkan oleh Watson. Terlebih dengan kemunculan Marc masa depan yang mendadak. Watson sendiri tidak mengetahui kalau cucunya (yang berasal dari masa depan) telah menunggunya.

“Ada yang harus kau ketahui Marc,” tutur Watson.

Marc menatap wajah kakeknya dengan lekat. Suasana di antara mereka bertiga kini menjadi sangat serius. Marc melirik dirinya yang dari masa depan. “Apa? Apa yang harus kuketahui? Apa alasan Kakek membawaku ke sini?”

Marc masa depan menghela nafas dan berjalan mendekati monumen besar tersebut. “Apa kau tahu alasan aku membuat monumen ini? Apa kau ingat –ah… tunggu, kejadian itu mungkin belum terjadi di masa-mu saat ini. Mengenai project nemesis.”

“Project nemesis? Kecelakaan itu?” Marc kemudian memperhatikan sekeliling area tersebut. Gedung terbakar itu, jika Marc perhatikan lebih seksama, gedung itu memiliki design yang sama dengan gedung utama project nemesis. Oh, tentu saja! Marc yang sendiri yang menyetujui design bangunan utama project nemesis. Marc bahkan begitu bangga ketika ia mempresentasikannya di hadapan Dewan Direksi Choi Incoporate Kemudian Marc memperhatikan gedung lainnya yang terbengkalai. “Kawasan industri Shiwa…” gumamnya.

Marc memandang Marc masa depan. “Kecelakaan itu benar-benar terjadi?”

“Tentu saja. Apa kau pikir dengan melakukan evaluasi ulang maka semuanya akan baik-baik saja? Apa yang dikatakan Victoria dan Anna, kau tidak bisa mengabaikannya begitu saja Marc. Inilah yang terjadi.”

Marc terdiam. Sekali lagi, ia memperhatikan sekeliling area tersebut. Dengan hanya melihat area tersebut, Marc bisa tahu kalau kecelakaan itu telah terjadi bertahun-tahun lalu. Namun, jika kecelakaan nemesis itu terjadi, bukankah area ini sama sekali tidak bisa dimasuki oleh orang lain. Karena kontaminasi radiasi dari project nemesis.

Namun, Marc masa depan mempunyai jawabannya.

“Salah satu pegawaimu –ah, pegawai kita– Nathan Kim, dia memiliki kemampuan untuk mengontrol radiasi. Kau harus berhati-hati untuk tidak menyentuhnya, mengerti? Selama satu bulan setelah kecelakaan itu, Nathan berusaha mengontrol radiasi hingga semuanya hilang. Tapi Choi Incoporate tetap menutup kawasan ini dan memberikan kompensasi pada pabrik lain yang terkena dampak akibat kecelakaan itu,” tutur Marc masa depan.

Kecelakaan itu terjadi. Marc tidak percaya kalau kecelakaan itu terjadi. Setelah evaluasi yang dilakukannya secara teliti dan dengan perhitungan yang sangat berhati-hati, tapi kecelakaan itu tetap terjadi. Marc sangat yakin kalau dari hasil evaluasi ulang yang dilakukannya, Project Nemesis tidak akan mengalami kerusakaan yang akan mengakibatkan kecelakaan besar. Marc sangat yakin dengan kemampuannya serta kemampuan team-nya.

Kecelakaan itu seharusnya tidak pernah terjadi. Ada sesuatu yang salah pada project nemesis. Marc harus melakukan pemeriksaan lanjutan atas project nemesis. Tapi bagaimana? Sekarang project nemesis sudah hancur. Marc tidak bisa melihat di mana letak kesalahannya. Marc tidak bisa kembali ke masa lalu untuk mencari kesalahannya.

Marc kemudian menatap Watson dengan lekat. Seakan Marc sedang memikirkan sesuatu dengan begitu mendalam. “Kakek memberikan kemampuan Kakek padaku, bukan? Maksudku, Marc yang ini…” Marc menunjuk dirinya dari masa depan, “mempunyai kemampuan time traveller seperti Kakek, bukan?”

Marc kemudian menatap dirinya. “Kenapa kau tidak mencegahnya?”

Tentu saja! Dengan kemampuan time traveller, Marc dari masa depan bisa mencegah kecelakaan itu. Mencegah project nemesis hancur dan monument itu tidak akan pernah dibuat. Watson menghela nafas berat.

“Kau tidak bisa melakukannya. Maksud Kakek, Marc dari masa depan tidak bisa melakukannya,” tutur Watson.

Marc mengernyit. “Kenapa tidak bisa? Dengan kemampuan itu, dia bisa kembali ke masa lalu dan mencegah kecelakaan itu.”

“Walaupun aku ingin tapi aku tidak bisa melakukannya.”

Marc kembali menatap dirinya masa depan. “Kenapa tidak bisa? Andrew masih melarangku –ah… ini benar-benar merepotkan. Apa Andrew masih mengatur diriku hingga saat ini? Kakek Watson mempunyai kemampuan untuk melakukan perjalanan waktu, itu artinya kita bisa pergi masa lalu dan mencegah kecelakaan itu. Jika ini yang terjadi, bukankah itu hal bagus? Apa Andrew masih terlalu banyak memikirkan resiko yang akan terjadi? Ah… Apa mungkin dia belum menikah juga?”

Marc masa depan menatap Watson. “Apa harus kuberitahu?”

Watson melirik cucunya –well, yang jauh lebih muda dari yang lain– yang menatapnya dengan rasa penasaran begitu besar. Watson menghembuskan nafas. Ia menatap Marc masa depan. “Bicaralah dengannya. Tapi kurasa kau tidak mempunyai waktu lama.” Kemudian Watson berjalan menjauh dari kedua Marc tersebut.

Marc tidak mengerti dengan ucapan Kakeknya dan hanya melihatnya berjalan menjauh. Kemudian Marc menatap dirinya sendiri. Rasanya memang ada suatu alasan Kakek Watson membawanya ke masa depan ini. “Apa yang harus dibicarakan denganku?”

Marc masa depan menarik nafas lalu kembali menatap monumen besar dihadapannya. “Monumen ini dibuat untuk mengenang kecelakaan itu. Sekaligus sebagai memorial untuk Andrew.”

“An-andrew…? Memorial untuk Andrew? Kenapa?”

“Andrew meninggal dalam kecelakaan project nemesis. Dia berusaha mematikan mesin utama tapi karena kontaminasi radiasi, Andrew meninggal tigapuluh menit setelah ia berhasil mematikan mesin utama,” jelas Marc masa depan.

Mata Marc membulat. Penjelasan dirinya dari masa depan mengenai Andrew yang sudah meninggal, benar-benar tidak masuk akal. Andrew tidak mungkin meninggal. Bahkan jika Andrew berusaha mematikan mesin utama, Andrew bisa melakukannya dari pusat kontrol utama project nemesis. Andrew tidak perlu mematikannya secara langsung. Kecuali jika komputer di pusat kontrol mengalami kerusakan.

Tapi kenapa hal itu bisa terjadi? Apa yang salah dari project nemesis?

Apa yang salah?!

Marc menatap dirinya. “Jika Andrew meninggal…” Marc memejamkan mata dan menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan. Ia membuka matanya kembali dan memandang dirinya dengan lekat. Ada begitu banyak yang ingin ditanyakannya setelah Marc masa depan. Terutama mengenai penyebab kecelakaan project nemesis. “Apa penyebab dari kecelakaan itu? Apa kau mengetahuinya?”

“Jake Mason dan Eric Mason. Hanya itu yang perlu kau tahu saat ini.” Marc masa depan kemudian melirik jam di pergelangan tangan kirinya. Ia menatap Marc. “Aku harus pergi sekarang.”

Heck, yang benar saja! Marc hanya mendapatkan dua nama yang ia tidak ketahui mereka itu siapa. Dan kini, Marc masa depan ingin pergi tanpa memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai kecelakaan itu. Atau bahkan kenapa dia tidak bisa menyelamatkan Andrew.

“Tunggu! Aku akan mencari tahu mengenai Jake dan Eric itu. Tapi jika Andrew meninggal, kenapa kau tidak menyelamatkan?! Saat ini kau sudah mempunyai kemampuan time traveller, bukan? Kenapa kau tidak pergi ke masa lalu dan menyelamatkan saudaraku?!! Andrew… Dia adalah saudaramu!! Kenapa kau tidak menyelamatkan Andrew?! Kenapa kau tidak bisa menyelamatkannya!! Dengan kemampuan itu kau bisa mengubah masa lalu! Damn, apa saat aku menjadi lebih tua, aku akan menjadi lebih bodoh!” seru Marc dengan suara keras. Wajahnya memerah karena amarah. Bahkan Watson sempat menoleh karena suara teriakan Marc.

Marc masa depan mendesah. Ia lupa kalau dirinya pernah memiliki temperament yang buruk seperti ini. Tapi sejak Andrew meninggal, karena semua tanggung-jawab atas Skyline jatuh padanya membuat Marc harus berubah. Bahkan jika bisa dikatakan, Andrew meninggal pun adalah kesalahan Marc. Dirinya harus berubah sebagai pertanggung-jawaban atas semua kesalahannya.

Well, seperti ucapannya yang lebih muda, -kini ia bahkan merasa jengkel karena harus menggunakan kata ganti orang ke-tiga untuk menyebut dirinya sendiri- dengan kemampuan yang dimilikinya, Marc bisa mengubah masa lalu. Dia bisa menyelamatkan Andrew. Tapi Marc masa depan tidak bisa membuat resiko mengacaukan waktu karena tindakan cerobohnya jika ia kembali ke masa lalu.

Apa yang dipedulikannya? Dengan bertemu dirinya dari masa lalu, itu adalah sebuah tindakan ceroboh yang bisa mengacaukan waktu. Well, sejak awal Marc masa depan seharusnya tidak menandai hari ini dan menunggu dirinya di tempat ini. Bahkan sebenarnya Marc tidak pernah bisa bertahan di area ini selama lima menit setelah kecelakaan tersebut.

Tapi inilah saatnya Marc untuk melakukan sesuatu. Demi Andrew.

“Kau harus mengatasi sikap temperamen burukmu itu, Marc. Kita tahu kalau Andrew selalu mengalami kesulitan jika kau sudah marah-marah seperti itu. Kau banyak berhutang padanya, Marc. Kita berhutang banyak pada Andrew. Berubahlah demi Andrew,” tukas Marc masa depan.

Marc mendengus jengkel. “Aku akan melakukannya. Itu pun jika Andrew masih hidup saat aku kembali ke masaku.” Well, ia yang sekarang dengan dirinya dari masa depan mempunyai perbedaan sifat dan sikap yang begitu mencolok. Harus diakui oleh Marc kalau perbedaan Marc masa depan itu lebih besar alasannya karena kematian Andrew.

Dia mungkin juga akan melakukan hal yang sama. Karena rasa bersalah.

Marc masa depan tersenyum. “Kalau begitu kau harus berjanji pada dirimu sendiri untuk berubah.” Setelah mengatakan itu, Marc masa depan menghilang tepat dihadapan Marc. Watson kemudian kembali menghampiri cucunya yang hanya berdiri diam, seolah Marc masih menatap dirinya.

Watson menatap Marc dan menyentuh bahunya.“Marcus…”

‘Victoria dan Anna pernah mengatakan mengenai kecelakaan tersebut, apa mereka juga mengatakan pada Andrew mengenai kemungkinan Andrew yang akan meninggal? Lalu kenapa aku tidak diberitahu? Kenapa hanya aku yang tidak mengetahui apapun?!’ pikir Marc.

Marc merasa sangat bodoh. Dia mempunyai kemampuan, tapi kenapa dia tidak bisa memanfaatnya dengan baik? Apa itu karena dia tidak pernah menuruti Steve dan Andrew untuk melatih kemampuannya? Tapi apa dengan kemampuan yang dimilikinya, Marc bisa mencegah semua itu?Kecelakaan project nemesis. Kematian Andrew. Dan berdirinya monumen sialan itu.

Marc menatap Kakek Watson dengan ekspresi serius. “Jake dan Eric Mason. Siapa mereka, Kakek? Apa Kakek tidak mengenal mereka? Apa mereka yang menyebabkan kecelakaan di project nemesis?” tanyanya dengan suara pelan.

Kemudian Marc berpikir lagi. Victoria dan Anna juga pernah mengatakan bahwa kecelakaan di project nemesis ada kaitannya dengan sang pembunuh berantai. Orang yang sama yang berusaha membunuhnya dengan kecelakaan sinkhole sebelumnya. Seorang pembunuh dengan kemampuan super human dan mengincar super human lainnya. Mungkinkah pembunuh itu adalah salah satu dari orang yang bernama Mason itu? Atau keduanya adalah pembunuh itu? Mengingat Jake dan Eric mempunyai nama belakang yang sama.

Watson menghela nafas. “Kakek rasa kau harus mencari tahu sendiri siapa Jake dan Eric Mason. Kakek tidak bisa memberitahumu banyak mengenai apa yang terjadi di masa depan. Masa depan bukanlah sesuatu yang pasti. Bahkan jika kita kembali, mungkin saja masa depan yang kita lihat saat ini bisa berubah. Kau tidak bisa mengacaukan waktu, Marcus.”

“Kalau begitu kita harus kembali. Aku harus bertemu dengan Andrew. Kakek, kita harus kembali sekarang!!” seru Marc.

“Jika kita kembali, kau tidak bisa mengatakan pada siapa pun mengenai apa yang kau lihat di masa depan. Termasuk dengan apa yang kau dengar dari dirimu di masa depan.”

Marc semakin tidak mengerti. Jika dia tidak boleh mengatakan apa yang ia lihat dan dengar di masa depan, lalu kenapa Kakek Watson mengajaknya ke tempat ini? “Lalu kenapa aku berada di sini? Kenapa Kakek membawaku ke sini dan bertemu dengan diriku sendiri? Aku bahkan mengetahui kalau Andrew sudah meninggal pada masa ini.”

“Karena kau bertanya mengenai kemampuan Kakek. Jadi, aku hanya memberikan bukti padamu. Tapi kita bertemu dengan dirimu dari masa depan. Kakek tidak bisa mencegahnya karena kalian sudah bertemu. Lagipula sepertinya Marcus mengetahui kalau kita akan datang,” tutur Watson.

Dirinya dari masa depan mengetahui kedatangan ia dan Kakek Watson? Tapi bagaimana? Marc tidak mungkin menghitung waktu secara kebetulan atau bahkan memprediksinya karena kemampuan yang dimilikinya adalah memprediksi masa depan bukan masa lalu. Selain itu, Kakek Watson sepertinya juga sering bertemu dengan dirinya dari masa depan.

Marc menarik nafas perlahan. “Aku dari masa depan mempunyai kemampuan seperti Kakek, bisa saja dia pernah datang ke masa lalu dan menghitung perkiraan kalau kita akan datang ke masa depan ini.”

Watson tersenyum. Cucunya yang satu ini memang cukup pintar dalam suatu perhitungan. Walter saja sering dibuat kesal oleh sikap Marc yang selalu bisa membalikkan semua ucapannya. “Time traveller bukanlah kemampuan yang kau gunakan dengan sesuka hatimu, Marcus. Terlebih jika dirimu berasal dari masa depan yang menggunakannya dan melakukan perhitungan kalau kita akan datang ke sini. Apa yang terjadi di masa lalu bisa mengubah masa depan. Siapa tahu, di masa lalu, kau melakukan tindakan yang berbeda sehingga masa depan pun akan berbeda.”

Marc mendengus. Watson membalikkan ucapannya. Jika Marc bisa saja adu pendapat dengan Kakek Walter, namun berbeda dengan Kakek Watson. Well, Kakek Watson sepertinya jauh lebih pintar karena kemampuannya itu.“Tapi bisa saja aku dari masa lalu yang menandai hari ini dan membuat perhitungan untuk diriku di masa depan agar menunggu kita di tempat ini.”

“Itu mungkin benar dan masuk akal. Tapi seperti yang Kakek bilang, apa yang kau lakukan di masa lalu bisa mengubah masa depan. Jika kita kembali dan kau menandai tanggal ini dan menyimpannya untuk dirimu di masa depan, maka semuanya akan berubah,” tutur Watson.

Kali ini, Marc benar-benar jengkel dengan Kakek Watson. Kakek Watson selalu saja mengatakan apa yang dilakukannya di masa lalu akan mengubah masa depan. Well, jika tindakannya di masa lalu berbeda tentu saja masa depan juga akan berbeda. Mungkin saja, setelah kembali ke masa lalu, Marc bisa melakukan suatu tindakan yang berbeda bahkan tanpa harus mengatakannya pada orang lain. Itu bisa mengubah masa depan, bukan?

Kakek Watson tidak pernah melarangnya untuk melakukan hal seperti itu.

‘Tunggu…!!’

Marc menatap Watson dengan lekat. Ekspresi Watson yang begitu tenang bahkan terkesan tersenyum padanya membuat Marc menyadari sesuatu.

“Kau baru menyadarinya, Marcus?” tukas Watson.

Marc ingin sekali mengumpat. Tapi dihadapannya adalah Kakek Watson Choi. Jika dia melakukannya, Kakek Watson pasti akan mengadu pada Kakek Walter dan Nenek Hannah juga Nenek Chloe. Jangan lupakan kedua orangtuanya. Oh, Marc tidak ingin mendengarkan ceramah apapun dari mereka semua hanya karena mengumpat dihadapan Kakek Watson.

Watson tertawa melihat ekspresi kesal Marc. Marcus Cho selalu memberikan reaksi yang begitu menyenangkan setiap kali dia menggoda cucunya tersebut. Sayang sekali, Watson tidak bisa melakukannya pada Andrew atau bahkan cucu-cucunya yang lain. Well, Marcus Cho memang cucu yang sangat berbeda.

“Aku mungkin tahu apa yang harus aku lakukan setelah ini. Tapi apa Kakek bisa menjamin kalau masa depan juga akan ikut berubah? Bagaimana walaupun akan berakhir seperti apa yang sudah diramalkan? Bagaimana kalau Andrew meninggal karena kecelakaan itu memang terjadi?Bagaimana aku bisa mencegah kematian Andrew?” tanya Marc lagi.

Dia harus mencegah kematian itu. Andrew tidak boleh mati karena kesalahan Marc.

“Jika kau melakukannya dengan benar, Andrew mungkin tidak akan mati. Walaupun dia bisa saja terluka. Setiap perubahan tindakan akan mengubah apa yang akan terjadi selanjutnya. Maka pikirkan baik-baik, Marcus,” tutur Watson. Kemudian ia menyentuh bahu Marc dan meremasnya. “Kita pulang sekarang?”

Marc menatap monumen besar itu sekali lagi. Ia harus membuat monumen itu tidak pernah dibangun. Walaupun kecelakaan project nemesis akan tetap terjadi, setidaknya dia tidak akan ada monumen itu sebagai memorial untuk Andrew. Lalu Marc menatap Watson dan mengangguk. Watson menyentuh bahu Marc.

Saat Watson mulai berkonsentrasi, dalam hitungan detik mereka menghilang.

Kembali ke masa mereka. Di mana sesuatu yang buruk sedang terjadi.

*****

Chapter Seventeen

Dennis hampir saja mengumpat ketika dia dan Anna tidak diperbolehkan masuk ke kawasan industri Shiwa. Sudah limabelas menit sejak alarm peringatan evakuasi dari gedung project nemesis berbunyi dan semua orang sudah dievakuasi. Hampir semua, karena menurut laporan yang mereka dapat dari team karantina, Andrew, Marc dan satu pegawai lainnya yang bernama Nathan Kim masih berada di gedung tersebut. Dennis berusaha meminta ijin pada petugas yang berwenang agar mereka bisa masuk ke gedung project nemesis. Tapi mereka tidak akan membiarkan siapapun masuk, kecuali team karantina yang melakukan prosedur penyelamatan untuk Andrew, Marc dan Nathan.

Dennis mengusap wajahnya dengan frustasi. Mereka tidak akan bisa masuk dengan semua pengawasan ketat dari pusat keamanan nuklir nasional. Dennis menatap Anna yang memperhatikan kearah gedung project nemesis. “Apa kau mempunyai rencana?”

Anna melirik Dennis dan mengangguk. “Rencana yang sedikit beresiko. Mungkin Dad akan menghukumku karena ini.”

“A-apa maksudmu dengan…? Hey!”

Anna berjalan menuju pintu barikade dan menatap salah petugas dengan lekat. Anna menarik nafas lalu menoleh pada Dennis –seolah dia ingin memantapkan keputusannya. Anna masih ragu untuk melakukannya, walaupun ini adalah jalan satu-satunya. Anna kembali menatap pada petugas yang berdiri dengan tegap. Para petugas itu memandangnya dengan sorot mata penuh pertanyaan dan menunggu apa yang dilakukan oleh Anna.

“Namaku Annabelle Kim dan ayahku adalah Perdana Menteri David Kim,” ucap Anna.

Sepanjang David memangku jabatan sebagai Perdana Menteri, Anna tidak pernah sekalipun menyebutkan jabatan David pada orang lain. Tapi kali ini, Anna harus melakukannya. Ini bagian dari rencana nekatnya. Petugas itu melirik rekan kerjanya dan kembali menatap Anna. “Buka barikadenya. Biarkan aku masuk,” kata Anna lagi.

Para petugas itu saling melirik. Bagaimana bisa seorang gadis tiba-tiba datang, mengaku pada mereka kalau dirinya adalah putri sang perdana menteri hanya untuk meminta dibukakan barikade agar dia bisa memasuki kawasan yang berbahaya. Salah satu petugas kembali menatap Anna dengan serius. “Saat ini situasinya sangat berbahaya. Kami tidak bisa membiarkan masyarakat sipil untuk memasuki area karantina. Lagipula, jika anda, benar, adalah putri Perdana Menteri, kami tidak akan membiarkan anda memasuki area berbahaya. Tolong tinggalkan area ini dengan segera.”

Anna menggigit bibirnya. Tentu saja, mereka tidak akan membuka barikade hanya karena Anna menyebutkan nama ayahnya. Anna mungkin harus melakukan tindakan offensif. “Aku tahu. Tapi ini darurat. Kalian harus membiarkan aku masuk atau aku harus, dengan sangat terpaksa, akan menyakiti kalian. Percayalah, kalian tidak ingin aku melakukannya. Jadi, biarkan aku masuk.”

Tapi para petugas itu tidak bergeming mendengarkan ancaman dari Anna. Seolah itu hanya sebuah gurauan anak kecil. Dennis memperhatikan Anna yang perlahan membuka sarung tangannya. Anna menunduk dan menatap tangan kanannya yang terbuka. Ia menarik nafas lalu kembali menoleh pada Dennis. Ini mungkin adalah untuk pertama dan terakhir kalinya, Anna menggunakan kemampuannya untuk hal yang jahat seperti ini. Anna lalu menatap pertugas itu lagi.

“Buka barikadenya.”

“Tidak, nona! Anda harus pergi dari area ini.”

Penolakan petugas itu membuat Anna menyentuhnya. Dalam sekejap, petugas berteriak kesakitan lalu terjatuh ke tanah. Anna hanya menyentuhnya selama satu detik lalu menarik tangannya dan kembali memakai sarung tangan. Melihat rekan kerjanya jatuh, sontak petugas lainnya menghampiri petugas tersebut. Momen itulah yang dimanfaatkan oleh Anna untuk menerobos masuk dan berlari menuju gedung project nemesis.

Petugas lainnya berteriak agar Anna kembali. Tapi Anna terus berlari dan tidak pernah menoleh ke belakang. Dennis yang menyaksikan kejadian tersebut tidak bisa mengejar Anna karena begitu Anna masuk dan pergi, penjagaan kembali diperketat. Dennis tersenyum memandang Anna yang terus berlari bahkan tanpa menoleh ke belakang.

“Kuserahkan padamu, Nona Kim. Semoga beruntung.”

*****

“Tolong lepaskan saudaraku dan menjauhlah,” ancam Marc dengan masih mengarahkan ujung senjata api tersebut ke arah Eric.

Eric kemudian melambaikan tangannya di atas tubuh Andrew hingga pria itu kembali bisa bergerak dengan bebas. Eric lalu berjalan menjauhi Andrew yang berusaha bangun dan mengelap darah dikeningnya. Marc berjalan menghampiri Andrew dengan masih memfokuskan perhatiannya pada Eric. Marc tidak ingin mengambil resiko apapun.

Marc berdiri dihadapan Andrew. “Kau tidak apa-apa, Andrew?”

Andrew melirik Marc dan mengangguk. “Ya, aku tidak apa-apa.”

“Syukurlah. Senang melihatmu hidup, sepupu,” kata Marc dengan mengulas sebuah senyuman.

Andrew kemudian berusaha untuk berdiri. Ia bertopang pada meja agar tidak terjatuh lagi. Andrew melirik ke arah komputer-komputer tersebut. Hampir sebagian besar rusak dan mungkin tidak bisa digunakan lagi. Sepertinya Eric memang sengaja melemparkan tubuh Andrew kearah komputer-komputer tersebut agar dia tidak bisa menghentikan mesin utama dari ruangan tersebut.

“Aku senang melihatmu hidup, Marcus. Tapi rasanya kau terlihat jauh lebih tua dari terakhir kali aku melihatmu di rumah sakit,” kata Eric dengan nada sinis. Seolah dia menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda.

Marc sedikit menyeringai. Ia sedikit menurunkan senjatanya. “Terjatuh dalam sinkhole membuatku sedikit mengalami stress. Mungkin juga post-trauma akibat beberapa kejadian. Aku butuh liburan setelah semua masalah ini selesai. Oh, terima kasih bunga krisannya. Aku akan mengirimkan dengan jumlah yang lebih banyak ketika pemakamanmu nanti.”

Andrew tersentak. Marc mengetahui tentang bunga krisan. Tapi dia tidak pernah mengatakannya pada Marc sewaktu di rumah sakit. Jadi, bagaimana Marc bisa mengetahuinya?

Eric tertawa. Tapi tawanya itu bukanlah tawa kesenangan, namun tawa yang terdengar begitu menyeramkan. “Well, kau tidak bisa melakukannya jika mesinmu meledak.”

Andrew membenarkan ucapan Eric. Ia memperhatikan wajah Marc yang menatap dengan lekat pada Eric. Orang yang berdiri dihadapan Andrew saat ini adalah Marc. Namun, Andrew merasa bahwa dia bukanlah Marc. Terdengar gila memang, tapi Andrew mengenal Marc dan yang kini berbicara dengan Eric bukanlah Marc, sepupunya. Andrew tidak mengenal sosok Marc yang bersamanya saat ini. Lagipula Marc yang dihadapannya itu terlihat jauh lebih tua dari usianya yang sekarang. Selain itu, darimana Marc mendapatkan senjata yang berada ditangannya? Mereka tidak pernah mempunyai dan menyimpan senjata apapun.

“Andrew, pergi dan matikan mesinnya dari lantai satu. Komputer utama telah rusak, kau tidak akan bisa melakukan apapun di sini. Pergi ke lantai satu, matikan sistem mesin utama. Kau bisa mematikannya mesin utama dengan bantuan Nathan!” seru Marc.

Andrew terdiam dan menatap Marc dengan lekat. ‘Bantuan Nathan? Marc tahu kemampuan Nathan?’

Marc mendesis ketika Andrew sama sekali tidak bergerak dari posisinya. “Sekarang, Andrew Choi!” perintah Marc dengan suara lantang.

Sontak Andrew pertama-kali mendengar Marc berteriak padanya menatap sepupunya dengan ekspresi terkejut. Mungkin bukan yang pertama, tapi Andrew merasa ada yang berbeda perintah Marc sekarang. Dan kini hampir tujuhpuluh persen Andrew sangat yakin kalau yang berteriak padanya bukanlah Marcus Cho. Marc tidak akan pernah berteriak seperti itu padanya. Selain itu, firasatnya yang mengatakan kalau Marc bukanlah Marc yang sesungguhnya pada Andrew.

Marc menoleh pada Andrew. “Andrew Choi, waktu terus berjalan dan kita akan mati jika kau tidak mematikan mesin itu sekarang!”

Andrew tersadar dan kemudian berlari keluar dari ruangan tersebut. Walaupun dia ingin lebih memastikan sosok Marc tersebut, tapi saat ini yang terpenting adalah mematikan mesin utama. Jika mesin tersebut meledak, entah berapa banyak orang yang akan terkena dampak kontaminasi radiasi dari project nemesis. Heck, setelah semua ini berakhir, Andrew akan mati-matian meminta Marc menghentikan project nemesis, walaupun kerugian besar akan dihadapi Skyline. Andrew tidak akan peduli jika Marc menyebutnya gila, karena Marc jauh lebih gila karena membuat project ini.

Eric kembali menyeringai licik pada Marc setelah Andrew keluar. “Kau tahu, apa yang kau lakukan saat ini adalah sebuah kecurangan. Datang dari masa depan untuk merubah kejadian saat ini. Apa kau sangat ingin menyelamatkan saudaramu, Marc?”

“Aku datang tidak dengan niat menyelamatkan Andrew. Tapi jika pada prosesnya, Andrew bisa tetap hidup, maka itu adalah sebuah keberuntungan. Aku datang ke sini untukmu, Jake Mason. Aku datang untuk menjemputmu pulang,” kata Marc. Ia lalu melemparkan senjata itu ke lantai. Dia tidak pernah membutuhkan senjata untuk menghadapi sosok Eric dihadapannya.

Eric menatap Marc dengan marah. “Namaku bukan Jake Mason! Jake Mason telah mati bersama dengan kemampuannya yang diserap oleh gadis itu! Annabelle Kim! Namaku adalah Eric Mason!”

“Tch… Tapi kau tetaplah seorang Mason. Apa artinya kau mengubah nama depanmu jika kau tetap memakai nama Mason. Nama yang membawa kesialan, bahkan jauh sebelum dirimu lahir. Baik di masa lalu ataupun masa depan, nama Mason selalu membawa bencana bagi umat manusia,” tukas Marc.

Kemudian Marc berjalan menghampiri Eric sembari mengunci tubuh pria tersebut –sama seperti yang dilakukan Eric pada Andrew. Marc berkonsentrasi pada kemampuan pressure power miliknya untuk tetap menahan Eric dalam posisinya. Tapi Eric tidak menyerah begitu saja. Ia berusaha menggerakkan tangannya dan membuat lantai yang dipijak Marc bergetar. Marc mengalihkan konsentrasinya untuk menahan kedua tangan Eric. Dan ketika Marc berdiri tepat dihadapan Eric, Marc tersenyum.

“Aku tidak peduli masalahmu dengan gadis menyebalkan itu. Tapi, saatnya pulang, Jake.” Marc menaruh tangannya di bahu Eric atau Jake –Marc tidak peduli dengan nama pria itu saat ini– dan detik berikutnya mereka berdua menghilang.

*****

Dengan perjuangan keras, Andrew akhirnya bisa menuruni anak tangga dan dia sudah sampai di lantai dua. Ia melihat Nathan dan segera menyuruhnya meninggalkan gedung tersebut, sedikit bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Marc sebelumnya di mana Andrew harus meminta bantuan Nathan agar dia bisa mematikan mesin utama project nemesis. Andrew berusaha untuk bergegas menuju lantai satu dengan susah payah. Seluruh tubuhnya yang terasa sangat sakit dan luka dikeningnya juga masih mengeluarkan darah.

Selain itu, Nathan ternyata cukup keras kepala untuk mengikuti Andrew sampai ke lantai satu, walaupun dia sudah menyuruhnya pergi. Mereka berdua menuju mesin utama. Andrew memberi perintah pada Nathan untuk melindungi mereka berdua dari paparan radiasi sementara Andrew berusaha untuk mematikan mesinnya dengan semua tenaga yang tersisa.

Andrew tidak pernah mengerti bagaimana Marc bisa membuat mesin tersebut. Marc adalah seorang inovator sekarang, tapi Andrew tidak pernah terpikir sebelumnya kalau Marc yang selalu dijaganya sejak mereka kecil akan menjadi seorang penemu seperti sekarang. Marc telah banyak membuat project-project yang membantu kehidupan banyak orang. Tapi kini, project buatan Marc mungkin saja bisa membunuh banyak orang jika Andrew tidak bisa mematikannya.

Selama hampir dua menit, Andrew berusaha berkonsentrasi, berbicara dengan mesin tersebut, akhirnya usahanya terbayarkan. Perlahan pintu palka mesin tertutup. Nathan tersenyum dan mengontrol dan menghitung jumlah radiasi di sekitar gedung tersebut. Andrew menghela nafas lega. Alarm peringatan berhenti berbunyi. Situasinya kini sudah aman.

Nathan tersenyum pada Andrew. “Anda berhasil, Direktur. Anda berhasil mematikan mesin utama.”

Andrew menoleh dan menepuk bahu Nathan. Ia berusaha untuk tersenyum, tapi berikutnya Andrew mulai kehilangan kesadaran dan jatuh dalam kegelapan. Nathan yang berdiri tepat di samping Andrew dengan sigap menahan tubuh Andrew agar tidak membentur lantai dengan keras. Perlahan Nathan membaringkan tubuh Andrew ke lantai. Nathan berusaha untuk menyadarkan Andrew, namun tidak berhasil.

Di saat itu pula, Anna berlari masuk ke dalam gedung dan melihat sosok Andrew yang berbaring tidak sadarkan diri. Apa yang dilihatnya sekarang memang berbeda dengan kilasan masa depannya, tapi Anna masih yakin kalau apa yang terjadi pada Andrew sama persis dengan apa yang dilihatnya. Anna kemudian bergegas menghampiri tubuh Andrew.

Nathan menyadari bahwa ada orang lain yang menghampiri mereka. Ia mengangkat kepalanya dan menatap seorang gadis yang berlutut pada sisi lainnya. “Kau siapa? Bagaimana kau bisa masuk ke area ini? Bukankah…”

Anna menatap Nathan dengan lekat. “Itu tidak penting. Aku tidak akan bertanya apa yang terjadi untuk saat ini. Tapi…” Anna melirik Andrew yang tidak sadarkan diri. “Di mana Marcus?”

Nathan menarik nafas. Kemudian dia menjelaskan mengenai Marc palsu tersebut pada Anna. “Marcus tidak di sini. Orang itu datang dan menyamar sebagai Marcus. Aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya. Tapi sepertinya dia mempunyai kemampuan untuk meniru orang lain dengan sempurna. Dia juga yang memicu alarm peringatan evakuasi. Orang itu, pembunuh berantai yang dicari oleh semua kepolisian, Eric Mason.”

“Eric Mason? Bukan Jake Mason?”

Nathan menggeleng. Ia kembali memperhatikan Andrew yang tidak sadarkan diri. “Dia mengatakan sendiri kalau namanya adalah Eric Mason. Jadi, Marc tidak ada di gedung ini. Lalu bagaimana kita menyelamatkan Direktur Choi? Saat ini, Direktur sudah terkena paparan radiasi. Aku bahkan tidak bisa mengontrol jumlah radiasi dalam tubuhnya.”

Anna masih memperhatikan Nathan dengan lekat. “Kau bilang tidak bisa mengontrol jumlah radiasi dalam tubuhnya?” Anna lalu melirik sebuah nametag pada jas putih Nathan. Anna berusaha untuk tetap tenang saat ini. Ia menarik nafas panjang. “Apa kemampuanmu, Nathan?”

Nathan mengangkat kepalanya dan menatap mata Anna. Gadis itu bertanya mengenai kemampuannya, jadi Nathan berpikir kalau gadis itu juga memiliki kemampuan seperti dirinya dan Andrew. “Generate and manipulated radiation. Menciptakan dan mengontrol radiasi. Aku berhasil mengontrol jumlah radiasi dari kebocoran reaktor nuklir pada tingkat minimum. Tapi gedung ini masih perlu diisolasi sampai tingkat radiasinya benar-benar hilang.”

Anna tersenyum mendengar penjelasan Nathan. “Kerja bagus. Apa yang kau lakukan sudah cukup untuk saat ini. Baiklah, sekarang beritahu aku berapa jumlah radiasi dalam tubuh Andrew?”

“Aku tidak tahu. Tapi aku harap tidak lebih dari 30 gray, karena dengan tingkat paparan radiasi sebesar itu, Direktur mengalami sindroma otak yang akan berujung kematian,” kata Nathan.

Anna mengangguk mengerti. “Okay, aku mengerti. Aku mungkin bisa menyelamatkan Andrew, tapi aku ingin kau berjanji satu hal padaku. Katakan dengan jujur apapun yang kau saksikan pada Andrew atau seseorang yang akan menemuimu nanti. Katakan pada mereka kalau aku melakukan ini untuk menyelamatkan Andrew.”

Nathan memperhatikan Anna yang melepaskan salah satu sarung tangannya. Dia tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh gadis itu. Namun, hanya melihat ekspresi gugup Anna, Nathan merasa kalau apapun yang dilakukan gadis itu adalah ide gila. Dan ketika Anna hendak menyentuh tangan Andrew, Nathan dengan cepat menghentikannya. “Tunggu! Apa yang akan kau lakukan? Apa kau mempunyai kemampuan khusus? Kemampuan seperti apa?” tanya Nathan.

Anna kembali tersenyum pada Nathan. “Absorption power mimicry, aku mampu menyerap energi dari orang lain melalui sentuhan. Dengan kemampuanku ini, aku akan berusaha menyelamatkan Andrew. Walaupun dengan satu resiko besar.”

“Resiko apa?”

“Andrew mungkin saja bisa kehilangan kemampuannya. Dia akan kembali menjadi manusia normal. Itu pun jika aku tepat memperhitungkan waktu yang kubutuhkan untuk menyerap energinya termasuk jumlah radiasi dalam tubuhnya. Resiko terburuknya, Andrew akan mati jika aku terlalu lama menyentuhnya,” jelas Anna.

Nathan terbelalak dengan penjelasan Anna. Dia tidak ingin mengijinkan Anna menyentuh Andrew dengan resiko besar seperti itu. Tapi mereka tidak mempunyai pilihan lain. Jika team karantina datang dan menyelamatkan Andrew, kemungkinan besar Andrew akan mengalami kecacatan akibat paparan radiasi. Apa yang akan dilakukan oleh Anna, sedikit terdengar masuk akal bagi Nathan dan jauh lebih aman. Jika prioritasnya adalah untuk menyelamatkan Andrew.

“Baik, kau boleh melakukannya. Tapi lakukan setiap satu detik. Aku akan berusaha menghitung berapa jumlah radiasi dalam tubuh Andrew hingga mencapai batas aman,” kata Nathan.

Anna mengangguk. Kemudian ia mengambil nafas panjang sebelum akhirnya menyentuh tangan Andrew.

Maafkan aku, tapi aku harus melakukannya, Andrew.

*****

Andrew merasa semuanya terasa berputar. Sekelilingnya hanya ada kegelapan dan dia bahkan kesulitan untuk bernafas. Seluruh tubuhnya terasa begitu sakit dan Andrew ingin berteriak meminta pertolongan, memanggil siapapun yang bisa mengeluarkannya dari kegelapan tersebut dan membantunya bernafas. Rasa sakit itu terus menyiksanya hingga Andrew ingin memilih mati daripada merasakan kesakitan yang luar biasa. Tapi dia tidak mati.

Andrew kembali berusaha untuk berteriak meminta pertolongan. Namun, tidak ada apapun. Andrew seperti berada di ruang hampa udara dan hanya sendirian. Andrew ingin berlari dari posisinya saat ini. Namun, dia juga tidak bisa bergerak karena rasa sakit itu. Andrew merasa sangat putus asa. Dia sendirian, berada dalam kegelapan, tidak bisa bernafas dan tidak ada siapapun yang bisa menolongnya.

Dalam keputus-asaan tersebut, Andrew perlahan teringat kejadian yang dialami sebelum kegelapan itu. Dia berada di gedung project nemesis, berusaha mematikan mesin utama sebelum meledak dan membahayakan orang lain. Dia bersama Nathan, super human lainnya yang mempunyai kemampuan untuk menciptakan dan mengontrol radiasi. Andrew juga ingat pada Eric Mason, sang pembunuh berantai. Eric berusaha membunuh Nathan tapi Andrew berhasil menyelamatkannya. Kemudian, muncul Marc.

Oh, Marc!

Andrew meninggalkan Marc bersama Eric. Andrew perlu mengetahui kondisi Marc saat ini. Apakah Marc saat ini dalam kondisi aman? Tapi Andrew juga teringat, asumsinya tentang Marc yang bukanlah Marc. Andrew ingin melihat Marc sekarang. Ia ingin bertemu dengan Marc yang asli, saudara sepupunya dan memastikan kalau Marc baik-baik saja dan aman. Bahkan jika setelah bertemu dengan Marc, Andrew harus mati, dia tidak akan menyesalinya.

Andrew hanya ingin bertemu dengan Marc.

“Maafkan aku, tapi aku harus melakukannya, Andrew.”

*****

“Andrew? Kau mendengar suaraku? Andrew?”

Andrew bisa mendengar ada yang memanggil namanya di antara kegelapan. Andrew tidak merasakan kesakitan lagi dan dia bisa bernafas dengan normal. Andrew juga merasakan kehangatan yang perlahan menyebar keseluruh tubuhnya. Andrew menemukan ketenangan setelah keputus-asaannya. Kemudian Andrew bisa melihat sebuah cahaya putih di ujung kegelapan tersebut.

“Andrew? Kau bisa membuka matamu?”

Suara itu datang lagi. Suara yang menenangkannya. Suara yang menyelamatkannya dari keputus-asaan. Andrew tersenyum ketika suara itu kembali memanggil namanya. Dan cahaya putih itu semakin mendekatinya. Rasa hangat yang menyebar ke seluruh tubuhnya semakin membuatnya nyaman. Jika ini adalah waktunya Andrew untuk pergi, maka dia siap untuk pergi.

“Andrew, buka matamu.”

Suara itu menyuruhnya membuka mata. Andrew pun membuka matanya. Ia bahkan tidak tahu kalau selama ini matanya tengah terpejam. Dan ketika Andrew membuka mata, cahaya putih itu tepat berada dihadapannya. Cahaya putih yang membuatnya sulit untuk melihat dengan jelas. Kemudian cahaya itu perlahan berubah menjadi redup, hingga Andrew kini bisa melihat wajah seseorang yang ingin ditemuinya. Wajah seseorang yang sekarang kini tersenyum padanya. Andrew ikut tersenyum pada wajah tersebut.

“Halo, Marcus.”

*****

Marc menghela nafas lega begitu mendengar Andrew menyebut namanya. Marc kembali duduk di kursinya dan menundukkan kepalanya. Andrew kini sudah membuka matanya dan Marc merasa semua bebannya menghilang. Marc menarik nafas dan mengangkat kepalanya ketika ia merasakan sentuhan tangan Andrew. Marc menatap Andrew yang masih tersenyum padanya.

“Apa aku membuatmu cemas, Marc?”

Marc mendesis. “Jika kau melakukannya lagi, akan kupastikan kau tidak akan bisa melihat matahari lagi.”

“Apa kau mengancam untuk membunuhku?” tukas Andrew.

“Tidak, tapi aku akan mengirimmu ke Kutub Utara di mana selama limapuluhdua hari kau tidak akan melihat matahari. Hanya ada kegelapan. Now… Hush! Aku akan memanggil doktermu.” Marc kemudian berdiri dari kursinya dan berjalan keluar dari kamar rawat tersebut.

Setelah Marc keluar, Andrew mendapati kesunyian lagi. Namun, kali ini dia tidak merasakan rasa putus asa dalam kesunyian tersebut. Dia mendapati ketenangan. Saat mendapati bahwa dirinya masih bisa bernafas dan merasakan kehangatan sinar matahari. Dan mendapati bahwa Marc dalam kondisi aman. Selain itu, Andrew mendapatkan kembali Marc-nya.

Tidak ada yang ingin diinginkan lagi oleh Andrew saat ini.

“Andrew?”

Andrew menoleh dan melihat Anna berdiri di dekat pintu. Andrew tersenyum pada gadis itu ketika berjalan mendekati tempat tidurnya. Andrew berusaha untuk bangun, namun sepertinya tubuhnya masih cukup lemah. Anna menduduki kursi yang ditinggalkan oleh Marc. Gadis itu berusaha untuk tersenyum pada Andrew, namun Andrew tidak bisa melihat senyuman itu.

Andrew mengernyit. “Ada apa Anna? Apa terjadi sesuatu?”

“Ya, sesuatu telah terjadi. Project nemesis,” kata Anna pelan.

Ekspresi Andrew berubah. “Apa yang terjadi? Apa ledakan itu tetap terjadi? Apa aku tidak berhasil?”

Anna menggeleng dan tersenyum tipis. “Kau berhasil, Andrew. Ledakan itu tidak pernah terjadi. Hanya saja…”

“Apa?”

Anna menarik nafas panjang. Ia kemudian menyentuh tangan Andrew. Andrew melirik tangan Anna yang terbalut sarung tangan putih dan menggenggamnya. Andrew kembali menatap mata Anna. “Katakan Anna. Katakan apa yang terjadi? Lalu bagaimana dengan Eric Mason? Apa dia berhasil ditangkap?”

“Eric Mason?”

“Ya, Eric Mason, si pembunuh itu. Dia berada di sana dan Marc juga bertemu dengannya. Setelah aku mematikan mesin utamanya, lalu apa yang terjadi?” tanya Andrew lagi.

Anna kembali menghela nafas. “Andrew, team karantina hanya mengeluarkanmu dan Nathan Kim dari gedung tersebut. Mereka tidak menemukan siapapun selain kalian berdua.”

“Ta-tapi aku melihat Marc datang untuk menyelamatkanku. Dia menyuruhku untuk pergi ke lantai satu untuk mematikan mesin utama. Aku meninggalkan Marc di ruangan itu bersama Eric Mason. Mereka pasti berada di sana Anna,” kata Andrew bersikeras.

Dia mengingat dengan jelas seluruh kejadian hari itu. Tunggu, berapa lama dia tidak sadarkan diri sejak kejadian itu. Andrew berusaha mencari sebuah kalender atau apapun. Tapi dia tidak menemukannya. Andrew kembali menatap Anna. “Tanggal berapa sekarang? Berapa lama aku tidak sadarkan diri?”

“Dua minggu, Andrew.”

Mulut Andrew terbuka dengan ekspresi terkejut. Dia tidak menyangka kalau selama itu dia tidak sadarkan diri. Tapi Andrew mengira kalau dia tidak tidur selama itu. Rasanya Andrew hanya tidur selama beberapa jam saja. “Kenapa aku tidur selama itu? Apa yang terjadi padaku?”

Anna menarik tangannya dan menundukkan kepalanya. Andrew menatapnya dengan penasaran. Anna mungkin selalu bersikap menutup diri padanya, namun kali ini Andrew merasa ada yang berbeda dengan gadis itu. Seakan Anna merasa sangat bersalah padanya. “Anna, katakan padaku, apa kau melakukan sesuatu?”

Anna mengangkat kepalanya dan Andrew bisa melihat airmata gadis itu sudah jatuh. Ini adalah pertama-kalinya Andrew melihat Anna mengeluarkan emosinya. Gadis itu menangis dihadapannya.

“Maafkan aku, Andrew.” Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut Anna. Andrew menatap nanar gadis itu. Anna telah melakukan sesuatu padanya, dengan kemampuannya.

Andrew menahan nafasnya. “Apa yang kau lakukan, Anna? Kenapa kau meminta maaf dan menangis?” tanyanya dengan pelan. Hampir berbisik.

Anna tidak langsung menjawab. Dia kembali menunduk dan tangisannya semakin keras. Andrew berusaha untuk tidak kehilangan kesabaran. Andrew memejamkan matanya sejenak dan mengambil nafas panjang. Kemudian ia menghembuskan perlahan dan membuka matanya lagi. Andrew masih menunggu penjelasan dari Anna mengenai apa yang dilakukannya. Walaupun sebenarnya Andrew mempunyai asumsi.

Anna dengan masih menangis, kembali menatap mata Andrew. Anna menarik nafas. “Maaf, karena untuk menyelamatkanmu, aku harus menyentuhmu. Sekarang, kau adalah manusia normal. Seperti yang lainnya.”

*****

Setelah satu minggu berada di Mediction, Andrew akhirnya diperbolehkan pulang. Selain luka di keningnya yang memperlukan waktu lebih lama untuk sembuh dan tidak lagi meninggalkan bekas, dokter mengatakan Andrew baik-baik saja. Bahkan, hasil tes screening menunjukkan tingkat radiasi pada tubuh Andrew tidak terlalu berbahaya, walaupun masih perlu dipantau secara berkala. Andrew akhirnya bisa menghela nafas lega kalau dia bisa tidur dengan nyaman di kamarnya sendiri.

Tapi Louise, tidak membiarkan Andrew untuk beristirahat dengan tenang. Dia menyuruh, atau lebih tepatnya memaksa Andrew untuk tinggal bersama dengannya di rumah, dibandingkan pulang ke apartment-nya bersama Marc. Selain itu, Marc juga baru keluar dari Mediction beberapa minggu sebelumnya. Mereka tidak bisa saling mengurus dengan kondisi mereka saat ini.

Andrew, tentu saja, ingin protes pada ibunya. Tapi mengingat kalau dia tidak sadarkan selama dua minggu, Andrew tidak akan membuat ibunya semakin cemas lagi. Namun, Marc mengejutkan semua orang dengan mengusulkan untuk tinggal selama beberapa minggu di rumah kediaman Choi. Marc hanya beralasan kalau Andrew akan bisa memantau kondisi Skyline, karena sejak Andrew ditemukan tidak sadarkan diri, Kakek Watson yang mengambil-alih sementara tanggung-jawab Andrew.

Marc bahkan menambahkan, “Mengingat Andrew sedikit gila kerja, dia mungkin bertambah gila kalau tidak diperbolehkan membaca laporan apapun mengenai kejadian di project nemesis dan perkembangannya. Lagipula Nenek Chloe dan Nenek Hannah bisa memarahinya jika Andrew tidak ingin istirahat.”

Untuk satu hal itu, Andrew sangat bersyukur pada Marc. Dan, di sinilah Andrew saat ini.

Andrew sedang duduk di sebuah kursi kayu yang terletak di halaman rumah kediaman Choi, di bawah sebuah pohon besar yang dulu terdapat ayunan kayu yang sejak kejadian pertengkaran Marc dan Samuel, akhirnya ayunan kayu tersebut diturunkan dan diganti dengan meja dan kursi kayu di mana semua keluarga bisa melakukan piknik, sembari membaca laporan yang diberikan Kakek Watson mengenai perkembangan penyelidikan peristiwa di project nemesis dan beberapa dokumen lainnya.

Andrew menghela nafas dan membuka dokumen lainnya dari tumpukan dokumen. Ada banyak hal yang dia lewatkan selama tiga minggu berada di Mediction. Terutama mengenai project nemesis, yang baru diketahui oleh Andrew, ditutup sementara hingga penyelidikan selesai. Well, itu membutuhkan waktu hingga enam bulan atau mungkin bisa lebih dari satu tahun. Andrew sedikit khawatir dengan reaksi Marc, tapi sepupunya mengatakan bahwa itu adalah keputusan yang tepat. Marc tidak ingin ada kejadian serupa di masa depan.

Oh, mengingat masa depan.

Andrew tidak pernah bertemu dengan Anna lagi sejak gadis itu mengatakan padanya kalau dia telah menyerap semua energi Andrew hingga Andrew tidak mempunyai kemampuan technokinesist-nya lagi. Awalnya, Andrew tidak percaya dengan ucapan Anna saat gadis itu memberitahunya. Jadi, Andrew kemudian berusaha untuk mengontrol ponselnya, namun tidak terjadi apapun. Dan hari itu, Andrew terlalu banyak mendengar ucapan permintaan maaf dari Anna.

Marc sendiri tidak banyak bicara pada Andrew mengenai kemampuannya yang hilang tersebut. Saudara sepupunya itu lebih banyak bicara mengenai beberapa masalah di Skyline. Oh, Andrew bahkan tidak mendengar berita apapun dari Steve, Dennis, atau bahkan Victoria. Mereka sempat beberapa-kali datang menemui Andrew di Mediction, tapi itu pun hanya sekedar menjenguk. Andrew ingin sekali bertanya mengenai Eric Mason, tapi tidak ada satu orang yang ingin membicarakan orang itu dengannya.

Andrew menghela nafas lagi dan menutup dokumen dihadapannya. Rasanya hari ini, dia sudah cukup membaca enam dokumen sekaligus. Andrew merasa lelah sekali.

“Oh, bagus sekali kalau kau sudah selesai. Aku bahkan tidak perlu memanggil Nenek Chloe untuk memarahimu hari ini,” tukas Marc yang diikuti oleh dua pengurus rumah yang membawakan dua nampan berisi makanan dan minuman –makan siang untuk mereka berdua. Marc tersenyum pada Andrew lalu duduk diseberangnya.

Dua pengurus rumah tersebut kemudian menaruh dua nampan itu masing-masing dihadapan Andrew dan Marc. Dua pengurus rumah itu juga mengambil semua dokumen yang telah dibaca oleh Andrew atas permintaan Marc. Andrew memperhatikan Marc yang terlihat begitu senang hari ini.

Rasanya sejak Andrew keluar dari rumah sakit, sekitar dua hari lalu, mood Marc terlihat selalu bagus. Marc tidak pernah mengeluh mengenai apapun, terutama mengenai project nemesis-nya yang harus ditutup sementara dan membuat banyak kerugian. Menurut Andrew, itu terlihat aneh sekali. Dia kembali merasa kalau Marc bukanlah Marc. Seperti waktu kejadian itu.

“Tunggu apa lagi? Makanlah, aku tidak harus memanggil Nenek Chloe atau Nenek Hannah, bukan?” kata Marc yang mengambil sumpitnya.

Andrew menarik nafas. Dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya pada Marc. Andrew bisa gila kalau dia tidak mendapatkan penjelasan apapun dari sepupunya. “Sampai kapan kau bersikap seperti ini, Marc?”

Marc kembali menatap Andrew lekat. Kali ini, Marc terlihat tidak mengerti dengan ucapan Andrew. Andrew tahu kalau Marc sedang melakukan kebohongan lagi padanya. Bahkan dengan alasan sebagai keamanan bagi dirinya, Andrew sudah merasa muak dengan semua orang yang bersikap seakan tidak terjadi apapun pada tiga minggu lalu. Andrew telah kehilangan kemampuannya, Anna yang menghilang tanpa kabar, Eric Mason yang tidak diketahui keberadaannya sekarang dan semua orang yang dikenalnya bersikap kalau semuanya baik-baik saja.

Semuanya tidak baik-baik saja dan Andrew ingin mengetahuinya.

Andrew memejamkan matanya lalu beralih pada ponselnya yang tergeletak di atas meja. Dia berusaha berkonsentrasi pada ponselnya, berharap terjadi sesuatu. Namun, tidak terjadi apapun. Marc masih memperhatikan saudaranya dalam keheningan. Andrew kembali menatap Marc.

“Jika kau masih mengatakan kalau semuanya baik-baik saja, akan kupastikan setelah aku kembali ke Skyline, kau akan bertugas di SkyWorld atau terburuk. Choi Incoporate,” kata Andrew.

Marc menaruh kembali sumpitnya. Ia menghela nafas berat. “Apa yang ingin kau ketahui, Andrew?”

“Semuanya! Mengenai Anna. Mengenai Eric Mason. Semuanya, Marcus! Tidak bisakah kau berhenti melakukan kebohongan hanya untuk keselamatanku? Saat ini aku hanya manusia normal yang tidak akan menjadi target pembunuhan seorang pria yang gila.” Andrew hampir berteriak pada Marc, tapi dia berhasil menahan diri. Andrew mencoba untuk kembali tenang dan melanjutkan, “Di mana Anna sekarang? Apa kau mendengar kabar darinya?”

Marc meraih gelas minumannya dan meneguk beberapa-kali. Andrew melihat kalau Marc terlihat ragu untuk menjawab pertanyaannya. Walaupun dia ingin sekali memaksa Marc segera menjawabnya, tapi dia tidak melakukannya saat Marc membuka mulutnya.

“Anna kembali ke Berlin. Dua hari setelah dia datang menemuimu, dia langsung pergi. Ayahnya yang memintanya untuk kembali ke Berlin sementara, sampai Perdana Menteri David menyelesaikan beberapa masalah yang ditimbulkan oleh Anna untuk menerobos masuk ke area project nemesis,” kata Marc.

Andrew ingin kembali bertanya, tapi Marc belum selesai bicara.

“Hari itu, dia terpaksa melepaskan sarung tangannya untuk menolongmu. Dia membuat seorang petugas dari pusat keamanan nuklir nasional dilarikan ke rumah sakit karena menyentuhnya selama dua detik. Cukup beruntung, petugas itu masih hidup saat ini. Nathan menjelaskan mengenai semua yang dilakukan oleh Anna untuk menyelamatkanmu. Setelah kau mematikan mesin utama, kau pingsan. Nathan bilang kalau kau terpapar radiasi. Karena itu, Anna harus menyentuhmu untuk menyerap radiasi dari tubuhmu. Anna juga mengatakan pada Nathan kalau resikonya adalah kau kehilangan kemampuanmu, atau lebih buruk kau bisa mati. Tapi dengan bantuan Nathan, Anna berhasil menyerap sebagian besar radiasi dari tubuhmu tapi sebagai efek sampingnya adalah kau kehilangan kemampuanmu itu.”

“Dan kau yang meminta Anna untuk memberitahuku secara langsung?” tanya Andrew. Itu pasti yang dilakukan oleh Marc. Sebagai pertanggung-jawaban Anna karena dia telah menyerap kemampuan Andrew. Hanya Anna sendiri yang berhak mengatakan itu pada Andrew.

Marc mengangguk. “Kau perlu melihat bagaimana dia terpuruk. Terlebih kau tidak sadarkan diri selama dua minggu. Dia datang hampir setiap hari dan duduk di kamar rawatmu selama dua jam, tapi aku tahu setiap hari, selama berjam-jam, Anna berusaha mencari cara untuk menyadarkanmu. Dia pikir, kau seperti itu karena dirinya. Dia bahkan menemui Steve. Anna memberikan contoh darahnya dan melakukan serangkaian tes, sebagai gantinya Steve harus melakukan tes klinis menggunakan darah Sully. Untuk menyelamatkanmu. Cara yang hampir sama, untuk menyelamatkanku.”

“Lalu? Apa Stephen melakukannya?”

Marc menggeleng. “Steve masih cukup waras untuk tidak melakukan apa yang dia tidak ketahui efek sampingnya. Dan aku tidak cukup gila untuk memaksa Steve melakukan saran Anna.”

Andrew terdiam sejenak. Dia mungkin tidak terlalu mengenal Anna, tapi Andrew cukup familiar dengan sikap gadis itu. Anna mungkin sangat terpukul melihat Andrew tidak sadarkan diri walaupun dia berhasil menyelamatkannya. Tapi Andrew juga bersyukur, Anna masih terlihat sehat setelah dia menyerap radiasi dari tubuh Andrew. Sepertinya kemampuannya itu sangat menolongnya. Andrew mungkin harus mengirimkan bunga atau hadiah sebagai rasa terima-kasihnya pada Anna karena menyelamatkannya. Terlepas karena gadis itu juga Andrew kehilangan kemampuannya.

“Lalu Eric Mason?” tanya Andrew lagi. Untuk masalah itu, Andrew sangat penasaran. Bagaimana bisa Eric Mason menghilang tanpa jejak? Bahkan Marc juga tidak mengatakan apapun saat dia bertanya bagaimana Marc mengalahkan pria tersebut.

Marc menarik nafas dan memasukkan kimchi ke dalam mulutnya. “Sebaiknya kau mulai makan, Andrew. Aku akan bercerita sembari kita makan. Atau kau harus menunggu, hingga makan malam?” tukasnya. Well, Marc tidak akan mudah memberikan jawaban yang ingin diketahui oleh Andrew tanpa balasannya.

Andrew mendengus lalu meraih sumpitnya. Ia memasukkan nasi kedalam mulutnya dan menatap Marc jengkel. “Sekarang jelaskan!”

Marc menyeringai menang dan kembali bercerita selagi Andrew menghabiskan makan siangnya. “Aku tidak akan banyak bercerita mengenai Eric Mason. Karena aku belum banyak mendapatkan informasi mengenainya. Tapi jika kau memang penasaran, kau harus memaksa Kakek Watson memberikan penjelasan mengenai orang itu padamu. Kakek Watson tidak akan mengatakan apapun padaku. Atau kau bisa menunggu sampai kita mengetahui siapa Eric Mason sebenarnya.”

“Kakek Watson? Kakek Waston mengenal Eric Mason? Di mana Kakek Watson mengenalnya?” Andrew bahkan tidak tahu apa kaitan kakeknya dengan semua rangkaian kejadian membingungkan ini, terlebih berkaitan dengan pria bernama Eric Mason tersebut.

Marc memasukkan nasi ke dalam mulutnya. “Tidak sepenuhnya mengenal. Satu kebohongan yang kuceritakan di Mediction padamu adalah mengenai Kakek Watson. Kakek Walter menemuiku dan mengatakan kalau Kakek Watson mempunyai kemampuan seperti kita –oh, lupakan soal kita.”

Andrew berusaha untuk tidak mendengus. Lalu Marc melanjutkan. “Setelah aku keluar dari Mediction, hari di mana kau… ya, kau tahu maksudku, aku pergi menemui Kakek Watson untuk bertanya mengenai kemampuannya.”

“Lalu?”

Marc menarik nafas. Ia melirik Andrew. “Time traveller. Kemampuan untuk melakukan perjalanan waktu. Penjelasan lebih mudah, Kakek Watson bisa pergi ke masa lalu dan masa depan. Oh, Kakek Watson juga menambahkan pada titik kemampuan tertentu, ia juga bisa mengontrol waktu seperti membuat lebih lambat atau lebih cepat. Kurang lebih. Steve tidak mempunyai database-nya. Hari itu, Kakek Watson menjelaskannya padaku dan mengajakku pergi ke masa depan.”

Mata Andrew membulat. “Masa depan?”

“Mungkin Kakek Watson ingin memberikan bukti padaku. Kami pergi ke masa depan dan… Uhm? Kami tidak sengaja bertemu dengan diriku yang berada di masa depan. Kurasa, kami pergi ke masa sekitar sepuluh atau limabelas tahun kemudian dari tahun ini,” jelas Marc.

Andrew kembali terdiam. Mungkinkah Marc yang waktu itu adalah Marc dari masa depan? Itu sangat menjelaskan kenapa Marc terlihat jauh lebih tua. Lalu apa hubungannya dengan Eric Mason?

“Aku tidak bisa menjelaskan mengenai masa depan karena itu adalah rahasia. Kakek Watson mengingatkanku untuk tidak mengacaukan apapun di masa depan atau masa lalu. Bahkan aku tidak boleh mengacaukan masa kini. Well, aku mungkin bisa melakukan sedikit perubahan dari tindakanku saat ini agar masa depan juga ikut berubah,” lanjut Marc.

Andrew kembali menatap Marc dengan lekat. “Jika Kakek Watson adalah time traveller, lalu apa sekarang kau mempunyai kemampuan itu?”

Marc tersenyum tapi dia menggeleng. “Kakek Watson belum menyentuhku secara langsung. Tapi Kakek bilang, ada waktunya di mana aku akan mendapatkan kemampuan itu. Jadi, aku harus menunggu hingga saat itu tiba.”

Jadi, Marc yang waktu itu adalah benar-benar Marc dari masa depan. Dan dia melakukan perjalanan waktu. Jika tidak ada orang yang menemukan Eric Mason, di gedung project nemesis, apakah Marc dari masa depan itu yang membawa Eric Mason pergi ke masa mereka dengan kemampuan time traveller itu?

Oh, Andrew merasa kepalanya terasa sakit. Terlalu banyak informasi yang diberikan oleh Marc. Andrew memijat keningnya dengan keras. Mungkin dia harus bertanya satu per satu, tidak sekaligus seperti ini.

“Kau baik-baik saja, Andrew?” tanya Marc dengan nada khawatir.

Andrew mengangguk. “Terlalu banyak informasi. Kurasa Marc yang datang menyelamatkanku waktu itu adalah Marc dari masa depan. Semuanya menjadi lebih masuk akal sekarang.” Andrew menarik nafas lalu menatap Marc. “Lanjutkan. Mengenai Eric Mason.”

“Oh! Aku dari masa depan datang menyelamatkanmu? Itu sesuatu yang baru. Mungkin karena itu dia tiba-tiba menghilang saat bicara denganku. Waktu kami bertemu, aku dari masa depan tidak mengatakan apapun selain nama Jake Mason dan Eric Mason. Aku harus mencari tahu sendiri kaitan kedua orang tersebut. Saat ini, yang kita ketahui adalah pembunuh berantai super human itu adalah pria bernama Eric Mason tersebut. Kami masih mencari motif dari pembunuhan yang dilakukannya serta kaitannya dengan Jake Mason. Kurasa kita bisa mengetahuinya motifnya, sepuluh atau limabelas tahun dari sekarang,” komentar Marc.

Okay, aku bisa menunggu selama itu, hingga aku bertemu dengan Eric Mason dan berterima-kasih atas luka yang dia berikan,” sahut Andrew. Ia mengisyaratkan mengenai bekas luka sepanjang hampir tiga senti di keningnya.

Marc terdiam. Andrew menyadari perubahan ekspresi Marc yang menjadi lebih suram. Sepupunya mungkin merasa sangat bersalah padanya. Walaupun Marc tidak mengatakan rasa bersalahnya, tapi dengan cara Marc bersikap pada Andrew sejak ia sadar, menunjukkan rasa penyesalan yang begitu besar. Kemudian Andrew teringat apa yang diucapkan Marc dari masa depan padanya. Senang bisa melihatmu hidup. Andrew memejamkan matanya dan menghembuskan nafas. Dia tidak ingin bertanya pada Marc, tapi rasa penasaran bisa membunuh seekor kucing, bukan?

“Saat kau pergi ke masa depan dan bertemu dengan dirimu yang dari masa depan, apa dia mengatakan padamu kalau sesuatu mengenai project nemesis atau…” Andrew tidak bisa melanjutkan ucapannya. Tapi Andrew yakin, kalau Marc bisa mengetahui apa yang ingin ditanyakannya. Dan untuk saat ini, Andrew ingin Marc berbohong padanya.

Marc mengangguk. “Ya. Dia bilang terjadi ledakan besar di project nemesis. Ledakan itu benar-benar terjadi dan merubah banyak hal. Saat aku dan Kakek Watson muncul di masa depan, kami berada di lokasi project nemesis yang hancur. Lokasi itu dibangun sebuah monumen besar sebagai peringatan kejadian tersebut dan sekaligus memorial untukmu. Kau meninggal saat berusaha mematikan mesin utama project nemesis, Andrew.”

Rasanya tenggorokan Andrew sangat sakit. Dia kemudian meraih gelas minumannya dan segera menghabiskannya. Ledakan itu benar-benar terjadi. Semua yang dilihat oleh Victoria dan Anna mengenai ledakan itu dan dirinya benar-benar terjadi. Andrew benar-benar mengorbankan nyawanya. Andrew melirik Marc yang terlihat tidak menyukai pembicaraan mengenai kematiannya. Andrew harus mengganti topik pembicaraan mereka.

“Tapi sekarang aku hidup, bukan? Jadi, itu akan merubah masa depan,” ucap Andrew pelan.

Marc tersenyum. “Sepertinya begitu. Mungkin aku dari masa depan sangat bersyukur melihatmu hidup setelah dia kembali ke masanya. Aku juga akan sangat bersyukur setiap hari karena melihatmu hidup, Andrew.”

Andrew menatap Marc dan tersenyum. “Well, itu harus. Aku hampir mati untuk mematikan mesin anehmu itu. Dan kurasa aku akan selalu berterima-kasih padamu karena telah datang untuk menyelamatkanku, Marc. Walaupun secara teknis dirimu dari masa depan yang menyelamatkanku sedangkan kau malah berjalan-jalan ke masa depan.”

Marc tertawa kecil lalu melahap makan siangnya lagi. Setelah itu, Andrew dan Marc tidak berbicara lagi. Keduanya hanya sibuk menghabiskan makan siang mereka. Andrew sesekali memperhatikan Marc sembari tersenyum. Tujuh tahun lalu, di mana mereka menemukan bahwa mereka mempunyai kemampuan spesial, Andrew mengatakan pada Marc kalau mereka harus saling melindungi dan membantu.

Mereka hanya memiliki satu sama lain.

Namun, seiring perjalanan waktu, mereka bertemu dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan spesial lainnya. Andrew dan Marc kini tidak hanya saling melindungi untuk diri mereka sendiri, tetap juga orang lain. Dengan kemampuan spesial mereka, dalam kasus Andrew mungkin dia bisa memanfaatkan sejumlah uang miliknya, mereka bisa membantu semua orang yang membutuhhkan bantuan mereka.

Dulu, Andrew selalu berpikir mereka bukanlah super hero yang bisa dilihat dalam sebuah film dan membantu orang lain atau bahkan menyelamatkan dunia. Tapi dengan kejadian project nemesis lalu, secara tanpa sadar mereka telah menyelamatkan banyak orang. Kini, Andrew mempunyai ide lainnya bagaimana mereka bisa menyelamatkan orang lain, bahkan dunia. Terlebih Andrew sudah mendirikan Lab sebagai dasar ide barunya.

Andrew memandang Marc dengan tersenyum. “Hey, Marcus! Apa Kakek Watson dan Kakek Walter akan menerima proposal project Saving the World?”

Marc menatap Andrew dengan sedikit horror. Tapi kemudian ekspresi Marc mulai berubah. Marc menyeringai dan hanya mengangkat bahunya. Andrew dan tindakan gilanya. Menurut Steve, itu adalah sebuah penyakit. Well, sepertinya Andrew sudah kembali menjadi Andrew. Marc hampir berpikir akan mendatangkan seorang psikiater untuk Andrew jika melihat sikapnya setelah sadar beberapa minggu lalu. “Tergantung seberapa menguntungkan proposalmu itu. Kau tahu, Kakek Walter terlalu perhitungan dengan uang yang dikeluarkannya. Terlebih untuk sebuah project gila.”

Andrew tertawa mendengar ucapan Marc. “Kurasa, itu tidak akan menjadi masalah. Lagipula aku mengenal orang sudah terbiasa mengusulkan proposal project gila-nya. Tidak peduli seberapa gila dan berbahayanya proposal project yang diajukannya.”

Marc tahu, kalau Andrew pasti membicarakan dirinya.

*****

NOTE: So… Ini akhir dari 1st Story dari Super Human. Ya, aku tahu masih banyak yang belum terselesaikan. Mengenai Mason, Anna, kemampuan super human itu sendiri. Saat ini, aku masih melakukan research untuk super human 2nd story. Jadi, harap bersabar… /itu pun kalo masih ada yang mau baca ^^;;

PS. Untuk teaser 3 cerita baru yang kemarin aku posting, kebanyakan kalian minta wonkyu. Well…. percayalah, di ketiga cerita itu semuanya ada cast Siwon dan Kyuhyun.. heheheh

Music: JYJ – Mission

Advertisements

7 thoughts on “[MM] Super Human – 1st Story [17]

  1. 1st story super human akhirnya selesai walaupun andrew kehilangan kekuatannya tp ttp mereka bisa selamat dan tisak ada yang meninggal.
    dan ditunggu 2nd story super human nya ya….
    akh akan selalu baca ff dari kamu kok terutama super human dan last king karena akh lebih suka baca yang (MM) hehehe..

  2. Syukurlah-syukurlah Siwon selamat, kasian Kyu kalo sesuatu terjadi pada Siwon. (Hahaha yang terpikir hanya Kyu).
    Ternyata yang menyelamatkan Siwon adalah Kyu di masa depan. Haaahhhh syukurlah.
    Awalnya sedih banget ff ni berakhir, tapi ternyata ada 2nd story super human nya. Senangnyaaaaa…..
    Pokoknya ditunggu banget lanjutannya hehe

  3. Sebenarnya aku orang baru disini,tapi ff ini bener-bener wow bingung mau ngomong apa keren banget pokonya.wonkyu di sini brothership ya???

  4. Akhir dari ff super human ini daebak pollll… di tunggu cerita ke dua… akhir yg susah di tebak.. tp seneng siwon gak jadi meninggal.
    Q selalu akan baca ff u kok diera eonni…

    Heheheh iya q selalu percaya klu ketiga ff baru u ada wonkyunya heheheh semangat untuk semua project ff u hehehh

  5. Bersyukur banget…apa yang ditakutkan selama ini tidaklah mnjadi kenyataan.Terlepas dari apa yang terjadi kepada Siwon.

    Jeongmal gumawo eonni..sudah terus bersemangat untuk mmberikan kita kenangan indah lewat ff’y.

    Fighting!!!

  6. maaf karena coment nya di akhir ya…
    kapan akan update 2st story super humannya ga sabar oengen baca cerita baru nya ditunggu ya andiera

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s