[SF] Scarface part 39

Cho Kyuhyun

39

Joonmyeon menunggu lift dengan sabar. Akhirnya, setelah dua hari, Pamannya benar-benar mengijinkannya keluar rumah sakit. Walaupun Joonmyeon sempat tidak percaya dengan ucapan pamannya, namun ketika Sara membereskan beberapa pakaiannya pagi ini, Joonmyeon baru sangat percaya. Sara sedang mengurus pembayaran rumah sakit sejak sepuluh menit lalu. Sebenarnya Sara akan kembali ke kamar, tapi Joonmyeon sudah tidak sabar. Lagipula hanya ada satu satu tas. Joonmyeon akan memberitahu Sara kalau dia akan menunggu di lobby.

Joonmyeon merapatkan beanie yang dibelikan Sara. Ia tersenyum tipis melihat refleksi dirinya pada pintu lift yang masih tertutup.

Kemudian ia melihat ada tiga orang yang datang dan berdiri di sampingnya. Dua orang pria dan satu wanita. Salah satu pria terlihat berpakaian seperti seorang bodyguard dan pria lainnya berpakaian sangat tertutup. Selain coat tebal dan syal yang menutupi hampir sebagian wajahnya, pria itu juga memakai topi berwarna hitam. Joonmyeon melirik kearah wanita. Sang wanita terlihat sibuk dengan ponselnya, mungkin sedang membalas pesan atau email mengenai pekerjaan, karena wanita itu berpakaian formal. Bahkan wanita itu memakai rok pendek yang memperlihatkan kaki jenjangnya dan sepatu heels.

Joonmyeon tidak pernah mengerti dengan wanita dan keinginan mereka untuk tampil fashionable di cuaca apapun.

Tak lama pintu lift terbuka. Joonmyeon masuk terlebih dahulu dan diikuti oleh tiga orang tersebut. Setelah memastikan semuanya masuk, Joonmyeon menekan tombol lantai satu. Pria yang berpakaian hampir menutupi seluruh tubuhnya itu hanya melirik dan menghela nafas pendek.

“Langsung saja pergi ke kantor. Tidak perlu mengantarkanku pulang,” ucap pria tersebut yang sebenarnya adalah Kyuhyun.

Joonmyeon berusaha untuk tetap tenang. Rasanya begitu canggung. Mungkin Joonmyeon harus menunggu di kamar rawat sampai Sara kembali. Tapi jika dipikir lagi, Joonmyeon tidak ingin lebih lama berada di kamar rawat tersebut. Jadi, Joonmyeon hanya harus bertahan beberapa menit di dalam lift tersebut.

Wanita yang berdiri di samping Kyuhyun, tentu saja adalah Ahra, memasukkan ponselnya kedalam saku mantelnya. “Tidak bisa. Appa yang menyuruhku mengantarkanmu sampai rumah. Lagipula hari ini tidak ada meeting atau dokumen penting yang harus kuselesaikan.”

Apa mereka pasangan suami-istri? Pikir Joonmyeon.

Kyuhyun mendengus. Sejak kemarin, kakaknya selalu menemaninya di rumah sakit bahkan dengan membawa beberapa dokumen kantor yang sedang dikerjakannya. Jisung bahkan sempat datang hanya sekadar bertemu dengan Ahra, karena kakaknya menolak pergi dari rumah sakit bahkan hanya untuk beberapa jam.

Kyuhyun tahu persis alasannya.

Dua hari lalu, saat Siwon datang berkunjung, Ahra juga datang tanpa pemberitahuan. Sialnya, Ahra datang ketika Siwon dan Kyuhyun sedang berpelukan di tempat tidur. Kyuhyun tahu Ahra masih berusaha untuk menerima hubungan mereka, tapi ia juga tahu Ahra masih tidak terlalu menyukai Siwon. Mungkin karena itu, Ahra jadi lebih sering menemani Kyuhyun di rumah sakit.

“Kapan tanggal pernikahanmu?” tanya Kyuhyun dengan ketus.

Joonmyeon sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Asumsinya ternyata salah.

Ahra menatap Kyuhyun sebentar lalu melirik Joonmyeon yang berdiri disamping Kyuhyun yang terlihat berpura tidak mendengarkan percakapan ia dan Kyuhyun. Saat ini masih lift baru melewati lantai delapan. “Kau mau membicarakan itu di sini?”

Kyuhyun sedikit memutar tubuhnya hingga menghadap pada Ahra. “Tentu saja. Kau dan Jisung hyung sudah menetapkan tanggalnya?”

“Sebelum musim gugur. Mungkin di akhir musim panas, jadi masih beberapa bulan. Kenapa kau bertanya?” tanya Ahra lagi.

“Percepat tanggalnya. Majukan hingga musim semi.”

“Kenapa?!”

“Agar aku bisa terbebas darimu. Noona, sikapmu bahkan lebih parah dari Eomma. Hentikan itu! Aku sudah terlalu tua untuk kau urusi. Pikirkan pernikahanmu sendiri,” sahut Kyuhyun sembari memutar tubuhnya kembali.

Ahra mendengus dan memukul adiknya dengan keras. “Hey! Jangan kau pikir karena ada…” dengan cepat Ahra menyadari kalau masih ada orang lain bersama mereka. Jadi, Ahra kembali memukul Kyuhyun untuk melampiaskan rasa frustasinya.

Kyuhyun hanya tertawa kecil melihat Ahra yang bahkan tidak bisa menyebutkan nama Siwon di depan publik. Well, Kyuhyun juga masih belum bisa bersikap nyaman dengan Siwon di publik. Mereka hanya butuh waktu. Mungkin.

Kyuhyun kemudian melirik kearah Joonmyeon lagi. Ia seperti pernah melihat pemuda yang berdiri disampingnya tersebut. Namun, Kyuhyun tidak bisa mengingatnya. Tapi Kyuhyun masih penasaran karena wajahnya terlihat begitu familiar. Mereka mungkin pernah bertemu beberapa-kali.

Tak lama, lift sampai di lantai satu. Joonmyeon berjalan keluar terlebih dahulu ketika pintu lift terbuka. Ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Sara kalau dia akan menunggu di lobby. Joonmyeon berjalan dengan tergesa. Well, itu karena ia merasa canggung mendengarkan percakapan singkat pria dan wanita yang ternyata adalah saudara. Itu adalah kesalahan Joonmyeon membuat asumsi sendiri, padahal ia tidak mengenal kedua orang tersebut.

*****

Ditinggal Joonmyeon, Kyuhyun dan Sara –dan satu orang dari pihak kejaksaan yang datang untuk membicarakan lanjutan kasus Seon Hwan– berjalan menuju pintu utama rumah sakit besar tersebut. Saat ketiganya berada di luar, pegawai kejaksaan itu menatap Kyuhyun dengan serius.

“Untuk sementara ini, kami akan mengawasi situasi Seon Hwan. Pihak kepolisian akan mengutus beberapa orang untuk berpatroli di kawasan rumah anda. Kami akan bertemu dengan Pengacara Kang untuk mengambil tindakan selanjutnya,” tutur sang pegawai.

Kyuhyun mengangguk kecil. “Aku mengerti.”

Kemudian pegawai kejaksaan itu pergi. Kyuhyun menghela nafas. Rasanya masalah Seon Hwan semakin besar. Kyuhyun hanya berharap agar dia bisa keluar dari masalah tersebut. Walaupun sepertinya terasa sulit. Ahra memandangi adiknya dan menyentuh tangannya. Kyuhyun menoleh dan tersenyum tipis pada kakaknya. Karena pekerjaannya, keluarganya kini juga ikut dalam bahaya. Seon Hwan mungkin hanya mengincar dirinya, tapi bukan berarti keluarga serta orang-orang di sekitar Kyuhyun juga tetap aman.

“Maaf…” ucap Kyuhyun.

“Kenapa meminta maaf? Ayo, pulang…”

Ahra kemudian menarik Kyuhyun berjalan menuju parkiran. Tangannya masih menggengamm erat tangan Kyuhyun. Rasanya seperti kembali ke masa lalu. Ahra selalu menggenggam tangan Kyuhyun setiap mereka pergi sekolah. Begitu juga ketika pulang sekolah. Tapi karena semakin besar, Kyuhyun meminta kakaknya untuk tidak melakukannya ketika mereka di sekolah.

Terkadang, Kyuhyun merindukan afeksi seperti itu dari kakaknya.

“Noona… eoh?! Siwon?” Kyuhyun terkejut ketika ia melihat sosok Siwon yang sedang berdiri di dekat mobil Ahra. Entah darimana Siwon mengetahui mobil kakaknya. Tapi kenapa Siwon menemuinya dan bukannya pergi ke kantor?

Kyuhyun menatap Ahra yang memandangi Siwon dengan lekat. “Noona…”

Ahra menghembuskan nafas perlahan. “Sepertinya kau sama sekali tidak bisa meninggalkan Kyuhyun, walau hanya untuk sebentar.”

“Tentu saja,” ucap Siwon seraya berjalan mendekat. Siwon tersenyum pada Kyuhyun. “Aku mungkin tidak pernah menjalin sebuah hubungan serius, tapi ketika aku sudah menemukan seseorang, aku tidak akan mudah melepaskannya. Sekalipun dia adalah seorang pria.”

Ahra mengeratkan genggaman tangannya. “Lalu kenapa harus adikku?”

“Noona, kita sudah pernah membahasnya.” Kyuhyun kemudian menatap Siwon. “Kenapa kau datang? Seharusnya kau berada di kantor, bukan? Pekerjaanmu…”

Siwon masih tersenyum. “Sudah kubilang sebagian besar pekerjaanku sudah selesai. Lagipula, kakakmu juga harusnya berada di kantornya. Jadi, kupikir aku bisa mengantarkanmu pulang.”

“Kyuhyun akan pulang bersamaku!” seru Ahra cepat.

Kyuhyun mendesah jengkel. Sepertinya selama dua hari terakhir, Ahra dan Siwon hanya bertukar salam tanpa percakapan apapun, kini keduanya tidak bisa menahan diri lagi. Siwon mungkin ingin menghabiskan waktu dengan Kyuhyun tanpa gangguan apapun, tapi Ahra tidak pernah memberikan waktu tersebut. Tapi kini sepertinya Kyuhyun harus ikut campur, walaupun dia tidak ingin.

“Siwon-sshi, kembali ke mobilmu.”

Senyuman Siwon menghilang ketika mendengar ucapan Kyuhyun. “Ne?”

“Kembali ke mobilmu sekarang,” ucap Kyuhyun dengan tegas.

Ahra tersenyum puas sedangkan Siwon mendengus sembari berjalan menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh. Kemudian Kyuhyun menarik Ahra menuju mobilnya. Ia berjalan ke sisi driver. “Kunci mobilmu.”

“Kau yang akan menyetir?” tanya Ahra sembari mengeluarkan kunci mobil dari saku mantelnya.

Kyuhyun mengambil kunci tersebut dan menekan tombol untuk membuka pintu. Saat pintu mobil terbuka, Kyuhyun mengembalikan kunci dan melepaskan tangan Ahra yang masih menggengam tangannya. Ahra mengernyit bingung.

Kyuhyun menatap Ahra dan mencium kening kakaknya. “Noona kembali ke kantor saja. Siwon yang akan mengantarkanku pulang. Aku menyayangimu, tapi aku butuh ruang untuk kehidupan pribadiku. Jadi, tolong mengertilah.”

Ahra menghela nafas. “Jika kau menganggap hubungan ini adalah sesuatu yang serius, maka kau harus membicarakannya pada Eomma dan Appa. Selain itu, aku juga perlu tahu mengenai reaksi keluarganya. Aku tidak perlu mengatakan seberapa besar keluarga Choi itu, bukan?”

Kyuhyun mengangguk. “Hati-hati menyetir.”

Ahra memanjat masuk ke dalam mobil sedangkan Kyuhyun bergegas menuju mobil Siwon. Ahra memandangi Kyuhyun sejenak sebelum ia menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya. Saat mobil kakaknya sudah pergi, Kyuhyun memanjat masuk ke mobil Siwon. Kyuhyun melepaskan topinya dan melirik Siwon yang kini tersenyum lebar.

“Kenapa?”

Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun. Memar kebiruannya sudah terlihat lebih baik. Semuanya terlihat begitu samar dan sepertinya dalam beberapa hari akan hilang secara total. Siwon tersenyum tipis lalu menggeleng. Kyuhyun menarik nafas lalu memakai seatbelt.

“Bisa antarkan aku ke barber shop atau salon?” tanya Kyuhyun.

Siwon menyalakan mesin mobil. “Salon?” kemudian ia melirik rambut Kyuhyun.

“Rambutmu memang terlihat cukup panjang. Apa ini sudah waktunya untuk memangkas rambut? Di mana biasanya kau memangkas rambutmu?”

“Tidak ada tempat khusus. Pergi saja ke tempat kau sering memangkas rambutmu,” tutur Kyuhyun.

*****

Sara menghampiri Joonmyeon yang sedang menunggunya di lobby. Ia baru saja menyelesaikan pembayaran biaya rumah sakit serta mengambil obat untuk Joonmyeon. Sara tersenyum ketika Joonmyeon menatapnya dengan lembut. “Kenapa menunggu di lobby? Seharusnya kau menunggu di kamar saja.”

“Tidak apa-apa. Lagipula aku sudah bosan di kamar itu. Bisa kita pulang sekarang? Aku rindu kamarku yang sebenarnya,” tutur Joonmyeon.

Sara mengangguk kecil. Keduanya lalu berjalan menuju pintu keluar rumah sakit. Sara menggenggam tangan Joonmyeon dengan erat. Sesekali ia merapikan syal yang dipakai oleh Joonmyeon. Saat keduanya berada diluar, mereka bertemu dengan Park Haejoon yang sepertinya sedang menunggu. Joonmyeon dan Sara menghampiri beliau dan memberikan salam.

Haejoon melirik Sara yang tersenyum sopan padanya. Kemudian ia menatap Joonmyeon. “Semuanya sudah diselesaikan?”

“Iya, semua sudah diselesaikan. Apa anda menunggu kami?” tanya Sara.

“Masuklah. Akan kuantar pulang. Selain itu, Kakek ingin bicara denganmu, Joon.” Park Haejoon lalu berjalan ke sisi sebelah kanan. Beliau duduk di kursi depan sedangkan supir membukakan pintu belakang untuk Sara dan Joonmyeon.

Sara mengusap punggung Joonmyeon dan menyuruhnya untuk masuk terlebih dahulu. Diikuti oleh Sara. Setelah pintu tertutup, sang supir kembali ke kursi driver dan mulai melajukan mobil mewah tersebut meninggalkan rumah sakit.

Selama perjalanan menuju rumah benar-benar canggung dan sunyi. Joonmyeon sering-kali menarik nafas panjang. Sara yang duduk disampingnya hanya memberikan senyuman pada Joonmyeon. Ia meraih tangan Joonmyeon dan menggenggamnya dengan erat. Joonmyeon menatap Sara dan tersenyum tipis.

Park Haejoon sendiri hanya diam dan sesekali melirik kearah kursi penumpang. Beliau memang tidak peduli wanita mana yang dinikahi oleh Junhyeok, asalkan Joonmyeon tetap mendapatkan apa yang menjadi haknya di perusahaan yang telah dibangunnya dengan susah payah. Namun, melihat apa yang dilakukan oleh Sara selama Joonmyeon berada di rumah sakit, Haejoon bisa melihat Joonmyeon menyayangi wanita itu seperti dia menyayangi ibunya sendiri.

“Joon…”

Joonmyeon sedikit terkejut ketika namanya disebut. “Ya, Kakek?”

“Kapan terakhir-kali kau pergi menemui ibumu?”

Joonmyeon mengernyit. Ia melirik Sara lalu kembali menatap kakeknya yang duduk di kursi depan. “I-itu… Saat ulangtahun Eomma. Tahun lalu.”

“Lima bulan lalu. Kapan kau berencana pergi menemui ibumu lagi? Apa kau ingin ikut dengan Kakek?”

Joonmyeon kembali menoleh pada Sara. Ia sama sekali tidak mengerti kenapa kakeknya mengajaknya pergi ke makam sang ibu. Walaupun Joonmyeon tidak akan menolak, hanya saja ini begitu tiba-tiba. Rasanya selama beberapa-hari terakhir, kakeknya tidak pernah membicarakan mengenai ibunya.

“Joon, apa kau ingin ikut?” tanya Haejoon sekali lagi.

“Kapan kakek akan pergi?”

Haejoon menoleh ke belakang dan menatap Joonmyeon. “Mungkin dalam satu minggu ini. Di akhir pekan. Itu tergantung dari ijin pamanmu.”

Joonmyeon mengangguk.

*****

Haneul menghembuskan nafas saat ia memeriksa data beberapa pasien di meja suster. Hari ini Haneul merasa begitu lelah padahal hari sebelumnya dia mendapatkan hari libur. Namun, jika mengingat apa yang kemarin, Haneul seperti ingin mengubur dirinya saja. Haneul menutup data pasien dan mengusap wajahnya.

“Anda terlihat begitu lelah dokter Kang?” tukas seorang suster yang tengah berjaga.
Haneul hanya tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja.”

“Tapi anda tidak terlihat baik-baik saja. Bukankah kemarin adalah hari libur anda? Apa kemarin anda melakukan sesuatu yang begitu melelahkan?” tukas suster lainnya.

Haneul menggeleng sembari membuka data pasien lainnya. Ia akan mengabaikan ucapan suster tersebut. Toh, apa yang dilakukannya kemarin bukanlah urusan dari para suster tersebut. Haneul hanya memeriksa kondisi terakhir dari pasien tersebut sembari mendengarkan semua ocehan para suster yang membuat asumsi apa yang dilakukannya kemarin. Bahkan salah satu diantara empat suster tersebut menyebut kata kekasih.

Haneul terdiam sejenak. Kekasih. Apa ia dan Changwook bisa dikatakan sebagai kekasih saat ini?

Haneul kembali menghembuskan nafas dan menutup data terakhir. Haneul mengembalikan data-data tersebut dan bersiap untuk melakukan kunjungan rutin. Namun, niatnya tertunda karena Changwook yang datang menemuinya dengan membawa segelas kopi.

Changwook tersenyum pada Haneul lalu menyodorkan gelas kopi itu pada Haneul. “Selamat pagi…”

Haneul mengambil gelas kopi tersebut. “Pagi…”

Empat suster yang masih berada di sana menyapa Changwook. Changwook hanya tersenyum pada ke-empat suster tersebut lalu kembali menatap Haneul dengan lekat.

“Apa kau akan melakukan kunjungan rutin?”

“Iya. Ada apa? Apa kau ingin bicara?” tanya Haneul.

Changwook menggeleng. “Kita bertemu saat jam istirahat saja. Sampai nanti, dokter Kang.”

Haneul hanya memandang Changwook yang berjalan pergi. Kemudian ia menatap gelas kopi ditangannya. Well, rasanya begitu canggung. Terlebih dengan apa yang terjadi kemarin di kamarnya. Bahkan setelah Changwook kembali dari kamar mandi, pria itu tidak banyak bicara pada Haneul dan sepuluh menit berikutnya memilih untuk pulang.

“Sepertinya kalian menjadi akrab, dokter Kang? Terlebih setelah operasi dokter Ji kemarin. Yang pasiennya mengalami kondisi semi-coma itu. Kudengar pasien itu adalah keponakan dari dokter Park Saejoon.”

“Benarkah? Aku tidak mendengar kabar apapun.”

“Tidak banyak orang yang mengetahuinya. Lagipula para dokter senior yang sengaja menutupinya.”

Haneul menoleh dan menatap suster yang sedang membicarakan masalah kejadian lama tersebut. Well, Changwook memang pernah mengatakan mengenai pasien tersebut. Haneul bahkan masih ingat namanya. Tapi Haneul tidak menyangka kalau pasien itu adalah keponakan dokter Park yang merupakan senior Changwook sendiri.

“Aku akan melakukan kunjungan rutin,” tutur Haneul yang langsung meninggalkan meja suster.

Haneul tidak ingin mendengarkan para suster itu menggosipkan masalah lama. Lagipula ia sudah cukup penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh Changwook saat mereka bertemu nanti. Selain kemarin Changwook tidak mengatakan apapun, Haneul tidak bisa membuat asumsi mengenai apa yang dipikirkan oleh Changwook saat ini.

*****

Changmin menghela nafas jengkel saat ia menemukan ruangan Siwon masih kosong. Ia memeriksa jam di pergelangan tangannya. Pukul sembilan lewat duapuluh menit dan seharusnya Siwon sudah berada di kantor sejak pukul delapan. Terlebih pukul sepuluh nanti, mereka akan melakukan meeting. Siwon tidak mungkin berniat bolos kerja. Walaupun Changmin bisa menebak sedang dimana sepupunya tersebut saat ini.

Changmin berjalan masuk mendekati meja kerja Siwon. Ia melihat beberapa dokumen yang ditumpuk rapi. Kemudian ia menaruh dua dokumen yang dibawanya ke atas meja, lalu mengambil satu dokumen dari tumpukan tersebut. Changmin tahu kalau Siwon pasti sudah memeriksa dan menanda-tangani dokumen tersebut. Sejak tiga hari terakhir, Siwon benar-benar bekerja keras untuk menyelesaikan semua dokumen tersebut.

“Oh, Siwon belum datang rupanya.”

Changmin menoleh dan mendapati Choi Daehan sedang berdiri diambang pintu. “Begitulah,” tukasnya sembari berjalan mendekati kakeknya tersebut. “Kakek mencari Siwon? Ada apa?”

Choi Daehan mengangkat sebuah dokumen yang dibawanya. “Tawaran dari UK Corporate.”

Changmin mengernyit. “UK Corporate? Perusahaan utama dari Seon Hwan? Sejak kapan kita mendapatkan perhatian dari UK?”

“Entahlah. Mungkin sejak kasus Seon Hwan menjadi sangat besar. Terlebih Siwon menyuruh dua orang dari bodyguard-ku untuk mengawasi Cho Kyuhyun yang sebelumnya menjadi pengacara dari Seon Hwan,” tutur Choi Daehan.

Changmin menghela nafas. UK Corporate mungkin sama besarnya dengan Choi Group, tapi UK Corporate lebih banyak bermain di negara-negara lain. Bisnis mereka di Korea lebih banyak ditangani oleh Seon Hwan dan tiga perusahaan dibawah UK. Walaupun sebenarnya UK dan Seon Hwan memiliki kepengurusan direksi yang berbeda, tapi tidak bisa dipungkiri kalau UK juga terkadang ikut terlibat dalam Seon Hwan. Tapi kini UK mengirimkan tawaran kerjasama bisnis ke Choi Group di saat kondisi Seon Hwan yang sedang kacau. Entah ini hanya sebuah kebetulan atau sebenarnya ada alasan lainnya.

Choi Daehan menyerahkan dokumen itu pada Changmin. “Diskusikan ini dengan Siwon dan Jaewon. Keputusan kalian yang akan menentukan nasib perusahaan. Walaupun jika kita menolak, UK tidak akan berbuat banyak, tapi dengan kasus Seon Hwan saat ini…”

“Apa Kakek mencurigai kalau pihak UK….? Apa ini ada kaitannya dengan Cho Kyuhyun?” tanya Changmin.

“Itu hanya sebuah asumsi, Changmin. UK tidak akan tertarik pada seorang pengacara yang…”

“Tapi Kyuhyun saat ini menjadi saksi kunci dalam kasus Seon Hwan, Kakek.” Changmin harus bicara dengan berbisik agar pegawai di luar ruangan tidak bisa mendengarnya. “Jika UK memang tidak tertarik, lalu untuk apa mereka datang pada kita? Terlebih ketika salah satu perusahaan mereka sedang terlibat dalam masalah besar?”

“Ini mungkin hanya murni bisnis, Shim Changmin. Kau mungkin bisa melakukan penyelidikan terhadap motif UK, tapi kau tidak bisa mengabaikan jika ini memang hanya bisnis semata maka Choi Group bisa mendapatkan keuntungan yang besar. Tentu saja, kau tidak bisa lengah. Pelajari dan diskusikan baik-baik.” Kemudian Choi Daehan berjalan meninggalkan ruangan tersebut.

Changmin mendengus. Kakeknya mungkin bisa bersikap rasional jika berkaitan dengan bisnis, tapi Changmin tidak akan mudah tertipu begitu saja. UK Corporate tidak pernah menjalin hubungan bisnis dengan perusahaan mana pun di Korea, bahkan sejak perusahaan itu berdiri limapuluh tahun lalu. Mereka lebih fokus di China dan Eropa. Ketika UK semakin besar, mereka mendirikan empat perusahaan yang lebih fokus pada bisnis di Korea. Salah satunya adalah Seon Hwan.

Changmin kembali berjalan menuju meja kerja Siwon untuk menaruh dokumen dari UK. Entah apa yang dipikirkan oleh Siwon nantinya. Jika ini memang berkaitan dengan Seon Hwan dan Kyuhyun, mungkin saja Siwon akan bersikap ceroboh.

“UK Corporate? Sekarang siapa yang pemimpin perusahaan itu, ya? Apa masih Uhm Geon Hyun? Tapi bukankah pria itu sudah berusia lebih dari tujuhpuluhdelapan tahun? Mungkinkah salah satu putranya?” gumam Changmin.

*****

Luhan memasuki unit dorm Yifan ketika sang pemiliknya sedang sarapan. Wajah Luhan terlihat sangat gembira dengan membawa dua lembar kertas ditangannya. Yifan mengernyit saat melihat Luhan duduk dihadapannya dan menyodorkan dua lembar tersebut.

“Perencanaan liburan ke Jeonju.”

Yifan mengambil kertas tersebut. “Jeonju? Memang ada apa di Jeonju?” Yifan membaca semua perencanaan yang telah dibuat oleh Luhan dengan seksama. Entah apa yang dipikirkan oleh Luhan saat membuat perencanaan tersebut. Dalam sehari mereka pergi setidaknya ke tiga atau empat tempat dan total perjalanan liburan mereka hampir seminggu.

“Hey, lima hari enam malam itu sangat berlebihan. Kenapa tidak empat atau tiga hari saja?” tukas Yifan lagi.

Luhan menyeringai. “Awalnya begitu. Tapi ketika melakukan research tempat-tempat menarik di Jeonju, aku jadi lupa diri. Selain itu, kita tidak menetap di satu kota saja. Aku sudah mencari guesthouse yang cukup murah dan mencari jalur transportasinya. Lagipula kau juga sudah berjanji untuk tidak protes ketika aku membuat perencanaannya.”

Yifan menyerah. Dia memang tidak bisa berdebat dengan Luhan apalagi setelah dia berjanji seperti itu. Mungkin tidak seharusnya Yifan membuat janji yang tidak bisa ditepatinya. Sama seperti janji yang dibuatnya pada Joonmyeon. Bahkan Yifan sangat kesulitan untuk menepati janji tersebut. Yifan menaruh kertas itu dan meneruskan makan.

“Terserah. Aku akan menghubungi Mom dulu. Kapan berangkatnya?” tanya Yifan lagi.

“Kapan kau menghubungi ibumu? Ketika kau sudah mendapatkan ijin, besoknya kita bisa langsung pergi. Lebih cepat lebih baik. Karena aku sudah bosan tinggal dorm terus,” tutur Luhan.

Yifan mendengus. Ia kemudian mengambil ponselnya dan menekan nomor kontak Sara. Hanya berselang beberapa detik, Yifan mendengar suara Sara dari ujung telepon. “Mom…”

“Kenapa, Fan?”

“Bisa kita bicara? Maksudku, apa Mom bisa bicara saat ini?”

“Tentu saja, sayang. Bicaralah.”

“Bisa aku pergi ke Jeonju? Luhan mengajakku pergi liburan dan dia memilih Jeonju. Sekitar enam hari,” ucap Yifan sembari melihat kertas perencanaan milik Luhan.

“Jeonju? Hanya dengan Luhan saja?”

Yifan melirik Luhan yang masih tersenyum lebar. Mungkin Luhan tahu kalau Sara pasti akan memberikan ijin. “Kurasa hanya kami berdua. Luhan hanya ingin tahu apa Mom memberi ijin, karena dia ingin secepatnya pergi. Jika Mom langsung memberikan ijin, mungkin besok kami bisa berangkat.”

“Besok? Tentu saja, Mom akan memberikan ijin, sayang. Tapi kau juga harus bicara dengan Appa. Datanglah untuk makan malam di rumah. Lagipula hari ini Joonmyeon juga keluar dari rumah sakit.”

Yifan terdiam. Dia tidak tahu kalau Joonmyeon sudah diperbolehkan pulang. Oh, sepertinya kemarin Sara juga tidak mengatakan apapun padanya ketika datang ke dorm untuk mengantarkan beberapa bahan makanan. Senyuman Luhan menghilang ketika ia melihat perubahan ekspresi wajah Yifan.

“Joon pulang hari ini? Kemarin Mom tidak mengatakan apapun padaku.”

“Keputusan dari Pamannya baru diberikan semalam, sayang. Jadi, kau harus pulang. Okay?”

Yifan menghembuskan nafas. “Baiklah, aku akan pulang untuk makan malam. Bye, Mom.”

Yifan langsung mematikan sambungan telepon dan menaruhnya diatas meja. Ia mengangkat kepala untuk menatap Luhan. “Kau mendapatkan keinginanmu Xi Luhan. Kita bisa pergi besok. Tapi aku bahkan belum mengemasi apapun. Selain itu, aku juga harus pulang malam ini. Bagaimana kalau lusa?”

“Aku akan membantumu untuk mengepak. Lagipula tidak akan banyak. Memangnya kita mau pergi kemana, eoh?” tukas Luhan. Ia memperhatikan ekspresi Yifan dengan lekat. Luhan ingin bertanya mengenai Joonmyeon, tapi ia mencoba untuk menahan diri. “Kau mau pulang jam berapa?”

“Sekitar jam lima, mungkin.”

Luhan mengangguk kecil. “Ohya, karena aku sudah membuat perencanaan, kau yang mengurus biaya penginapannya. Sepakat?” tukasnya sembari menyeringai lebar.

“Yak!!”

*****

Kyuhyun mengikuti Siwon memasuki sebuah salon yang cukup ramai. Sepertinya salon tersebut sangat terkenal. Kyuhyun menutupi sebagian wajahnya dengan syal karena banyak orang yang menoleh kearah dia dan Siwon. Bahkan dengan spontan Kyuhyun meraih bagian belakang jaket Siwon ketika ada orang yang tidak sengaja menabraknya.

Siwon menoleh dan melihat Kyuhyun yang terlihat tidak nyaman. Kemudian Siwon meraih tangan Kyuhyun yang memegangi jaketnya dan menggenggamnya. Siwon berjalan lebih dalam dan memasuki sebuah ruangan yang cukup private. Ruangan itu biasa digunakan oleh Siwon ketika ia hendak memangkas rambut karena Siwon juga tidak terbiasa dengan tatapan dari pengunjung salon lainnya.

Siwon menatap Kyuhyun. “Duduklah, aku akan keluar sebentar memanggil Bin.”

Kyuhyun mengangguk dan duduk di salah satu kursi yang menghadap sebuah cermin besar. Sementara Siwon keluar untuk memanggil orang yang bernama Bin tersebut. Kyuhyun menghela nafas sembari melepaskan topinya. Well, setidaknya di ruangan ini, Kyuhyun tidak perlu diperhatikan oleh orang banyak. Kemudian Kyuhyun melepaskan syalnya.

Kyuhyun memperhatikan wajahnya di cermin besar tersebut. Masih terlihat warna kebiruan yang sama di beberapa bagian wajahnya. Walaupun tidak separah tiga hari sebelumnya, tapi Kyuhyun masih merasa tidak nyaman melihat refleksi wajahnya sendiri di cermin. Apalagi orang lain.

Tak lama, Siwon kembali dengan seorang pria dengan tubuh besar dan memakai kacamata kotak berwarna hitam. Kyuhyun berdiri dan menatap pria yang berjalan kearahnya. Pria dengan nametag “Bin” itu tersenyum padanya.

“Jadi, kau yang bernama Kyuhyun?” tanya Bin.

Kyuhyun mengangguk kecil dan melirik Siwon yang menepuk bahu Bin. “Kuserahkan dia padamu, Bin. Tapi kumohon, jangan bereksperimen dengannya. Turuti saja keinginannya. Okay?”

“Tenang saja, Choi Siwon. Kau tahu bayaranku cukup mahal jika aku harus bereksperimen. Sekarang keluar dan tutup pintunya, okay.”

Siwon tersenyum. Ia menatap Kyuhyun. “Aku akan menunggumu di luar, okay?”

“Okay,” ucap Kyuhyun pelan.

Siwon lalu berjalan keluar dan menutup pintu. Kyuhyun kembali berfokus pada Bin yang tengah memperhatikannya dari atas hingga bawah. Pria itu masih tersenyum ramah padanya. Perlahan kecanggunggan yang meliputi Kyuhyun berangsur hilang.

“Duduklah dan katakan style apa yang kau inginkan,” ujar Bin.

Kyuhyun kembali duduk dan melihat Bin berdiri di belakangnya sembari menyentuh rambut coklatnya. Sontak Kyuhyun kembali merasa tegang. “Maaf sebelumnya…”

Bin menatap refleksi Kyuhyun di cermin. “Ya?”

“A-aku… di belakang kepalaku ada luka, jadi aku harap…”

Bin tersenyum. “Siwon sudah mengatakannya. Aku akan berusaha untuk tidak menyentuhnya. Jadi, tenang saja. Oh, kau belum mengatakan style yang kau inginkan. Aku lihat sepertinya kau mempertahankan style ini cukup lama. Apa kau lebih sering memangkasnya lebih pendek?”

Kyuhyun mengangguk kecil. “Mungkin sudah tiga tahun. Tolong dibuat lebih pendek saja.”

“Kau ingin mempertahankan style ini?” Kyuhyun kembali mengangguk. Kening Bin kemudian berkerut. Ia menghembuskan nafas dan tersenyum lagi pada Kyuhyun. “Bagaimana kalau kau serahkan saja padaku? Tenang saja, aku tidak akan membuat style yang aneh. Siwon sudah memberi peringatan padaku kalau kau adalah seorang pengacara.”

Kyuhyun menatap Bin cukup lama. Dia tidak pernah mengganti style kurang lebih lima tahun. Jadi, Kyuhyun agak ragu ketika ada orang yang ingin mengubah style rambutnya sekarang. Walaupun begitu, Bin adalah seorang casper yang handal. Selain itu, Siwon juga sering datang ke tempat ini.

Mungkin inilah waktunya untuk berubah.

Kyuhyun kemudian mengangguk. “Baiklah…”

*****

Changmin berada di ruang meeting dengan lima orang lainnya dan mereka sedang menunggu kedatangan Siwon. Changmin memperhatikan ponselnya yang berada diatas meja besar tersebut dengan jengkel. Sepuluh menit lalu ia sudah mengirim pesan, tapi Siwon belum membalasnya. Walaupun Changmin tahu Siwon saat ini sedang bersama Kyuhyun –entah berada di mana– tapi ia berharap kalau Siwon mungkin sedang dalam perjalanan menuju kantor.

“Manager Shim, bisa kita mulai saja? Direktur Choi mungkin tidak akan datang.”

Changmin melirik pegawai yang bicara itu. Well, itu memang benar dan Changmin akan mengadu pada Choi Jaewon atau Choi Daehan mengenai sikap tidak professional Siwon. Sampai saat itu tiba, Changmin meraih ponselnya dan menghubungi nomor Siwon.

“Ya, Shim?”

Changmin memejamkan matanya. Emosinya sontak naik saat mendengar suara tenang Siwon. “Direktur Choi, apa kau lupa hari ini kita ada meeting?! Kau ada di mana sekarang?!!!” serunya dengan keras. Changmin tidak peduli dengan tatapan para pegawainya. Siwon adalah atasannya di Choi Group, tapi dia juga sepupu Changmin.
Changmin tidak akan peduli dengan tanggapan pegawai lain karena sikap tidak sopannya. Tapi Changmin pun tidak akan bersikap seperti ini jika Siwon memperhatikan sikap professionalnya.

“Aku sedang di Mong Hyun.”

Changmin menekan keningnya. “Kau sedang memangkas rambut? Yak!! Tidak bisakah kau melakukannya di akhir pekan? Kau tahu ini adalah meeting penting!”

“Shim Changmin, jangan berteriak. Lagipula aku tidak sedang memangkas rambut.”

“Lalu untuk apa kau berada di sana? Tunggu… apa…” Changmin melirik para pegawai yang memperhatikannya dengan lekat. “Kau mengantarkannya ke sana untuk memangkas rambut? Kupikir dia belum keluar rumah sakit.”

“Hari ini baru diperbolehkan pulang. Kemarin sudah kukatakan padamu. Kau bisa menunda meeting itu atau kau bisa memulainya tanpaku. Berikan laporannya padaku, okay?”

Changmin mendengus. Siwon kembali memanfaatkan posisinya. Walaupun Changmin ingin kembali berteriak marah pada Siwon, tapi rasanya pun percuma. Siwon tidak akan kembali ke kantor dan mengikuti meeting. Bahkan sepertinya Siwon tidak akan bekerja hari ini. “Apa kau sudah membaca pesanku?”

“Mengenai meeting?”

“Mengenai UK, bodoh!!” seru Changmin jengkel.

“Oh. Kita bahas setelah aku membaca dokumennya, Min. Mulai meetingnya sekarang dan berikan laporannya padaku. Okay?”

Changmin kembali menggerutu ketika Siwon memutuskan sambungannya secara sepihak. Ia menaruh ponselnya diatas meja dan menatap semua pegawai yang sudah menunggu. Changmin menarik nafas panjang. “Baiklah, kita mulai saja. Jangan pedulikan sepupuku yang menyebalkan dan tidak tahu diri itu.”

*****

Joonmyeon membuka kamar Yifan yang kosong. Tidak sepenuhnya kosong, karena tempat tidur, meja, rak buku bahkan beberapa kanvas lukisan Yifan masih ada di ruangan tersebut. Seakan Yifan tidak pernah keluar dari kamar tersebut. Joonmyeon memperhatikan kamar itu selama beberapa menit lalu kembali menutup pintu. Ia berjalan menuju kamarnya sendiri untuk mengganti pakaian. Kakeknya masih menunggunya di ruang tengah.

Entah apa yang dibicarakan oleh kakeknya selain mengajaknya pergi ke makam ibunya.

Saat membuka pintu kamarnya, Joonmyeon menyadari bahwa ia sangat merindukan kamarnya sendiri. Joonmyeon berjalan menuju tempat tidurnya. Ia melepaskan syal merahnya dan menaruhnya diatas tempat tidur. Joonmyeon tersenyum lebar melihat kamarnya.

Kemudian Joonmyeon melepaskan jaketnya dan mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia melihat ada sebuah pesan yang masuk. Joonmyeon bahkan tidak menyadarinya.

Kau sudah pulang? Baekhyun sempat ke rumah sakit, tapi kata suster kau sudah pulang.
Soo

Joonmyeon mengernyit. “Jam berapa dia ke rumah sakit? Mungkinkah kami berselisih jalan?”

Kemudian Joonmyeon membalas pesan dari Kyungsoo tersebut. Setelah mengirim pesan balasan, Joonmyeon menyimpan ponselnya di meja. Lalu ia mengambil pakaian baru dan masuk kamar mandi untuk menggantinya. Setelah beberapa menit, Joonmyeon keluar kamar mandi dan segera turun ke ruang tengah untuk bicara dengan kakeknya.

Saat menuruni tangga, Joonmyeon melihat Sara membawa nampan berisi secangkir teh. Joonmyeon tahu kalau kakeknya tidak menyukai Sara. Bahkan saat pernikahan ayahnya dengan Sara, kakeknya tidak datang. Atau bahkan anggota keluarga dari ibunya yang lain. Namun, melihat sikap pamannya dan kakeknya pada Sara ketika mereka datang berkunjung, Joonmyeon tahu kalau mereka juga tidak membenci Sara. Joonmyeon mempercepat langkahnya dan berjalan menuju ruang tengah. Sara baru saja menyajikan cangkir berisi teh hangat diatas meja untuk Paek Haejoon.

Sara tersenyum pada Joonmyeon. Ia mengusap pipi Joonmyeon ketika putranya itu berdisi di sisinya. “Kau ingin teh hangat juga?”

“Aku ingin coklat panas buatan Mom,” tutur Joonmyeon.

Sara tertawa kecil dan menepuk lembut pipi Joonmyeon. “Baiklah, Mom akan buatkan untukmu. Bicaralah dengan kakekmu, sayang.” Kemudian Sara meninggalkan ruang tengah.

Joonmyeon menatap Park Haejoon yang menunggunya. Joonmyeon memilih duduk di sofa tunggal dan menatap kakeknya dengan lekat. “Jadi, apa yang ingin kakek bicarakan?”

“Mengenai perusahaan. Kakek tahu, kau mungkin tidak akan tertarik mendengarkannya.”

Joonmyeon menyandarkan punggungnya dan mendesah. Dia baru saja keluar rumah sakit dan kakeknya sudah membicarakan masalah perusahaan. “Bisakah kita bicarakan masalah itu besok atau hari lainnya?”

“Joon…”

“Aku menuruti keinginan Kakek dan Appa untuk mengirimkan aplikasi ke Universitas Seoul, memilih jurusan Bisnis. Aku bahkan tidak menolak tutor yang sudah disiapkan oleh Kakek. Selain itu, aku akan masuk ke dalam perusahaan dalam empat atau lima tahun. Sampai waktu itu tiba, bisakah Kakek menunggu? Satu jam lalu, aku baru saja keluar dari rumah sakit. Bahkan kepalaku masih diperban. Maafkan aku, Kakek. Tapi aku ingin istirahat.” Joonmyeon lalu meninggalkan ruang tengah. Ia bergegas kembali ke kamarnya.

Joonmyeon tahu kalau sikap yang ditunjukkannya adalah salah, tapi ia hanya ingin bisa santai untuk beberapa hari setelah terjebak di rumah sakit. Namun, Kakeknya malah mempunyai rencana lain dengan membicarakan masalah perusahaan. Joonmyeon sama sekali tidak mempunyai minat. Ia bahkan tidak akan mengerti dengan apa yang dikatakan oleh kakeknya.

Sara yang baru saja selesai membuatkan coklat panas untuk Joonmyeon hanya diam berdiri dengan nampan di tangannya. Ia memperhatikan ke lantai atas. Sebenarnya Sara tidak ingin menguping pembicaraan antara Joonmyeon dan kakeknya, tapi suara Joonmyeon terdengar cukup keras hingga ke dapur.

Setelah Joonmyeon naik ke kamarnya, Park Haejoon menghembuskan nafas dan berdiri. Dia menatap Sara dengan lekat. “Katakan pada Joonmyeon, aku akan memberitahu Junhyeok saat aku mendapatkan ijin dari Saejoon.”

Sara mengangguk dan melihat Park Haejoon berjalan keluar. Sara melirik cangkir teh yang sepertinya sama sekali tidak diminum. Kemudian Sara menaiki anak tangga dan berjalan menuju kamar Joonmyeon untuk mengantarkan segelas mug berisi coklat panas.

Sara mengetuk pintu sebelum membukanya perlahan. Ia melihat Joonmyeon sedang merapikan pakaiannya. Sara tersenyum dan berjalan masuk.

“Maaf, Mom…”

Sara berjalan menghampiri Joonmyeon dan menyodorkan mug yang dibawanya. “Maaf? Untuk apa?”

Joonmyeon mengambil mug dari atas nampan. Ia menatap coklat panas di dalam mug tersebut. “Sikapku sama sekali tidak pantas pada Kakek. Tapi aku merasa sedikit jengkel. Kakek sepertinya tidak akan berhenti membicarakan masalah perusahaan, padahal aku saja belum lulus.”

“Mom rasa, Kakekmu hanya menginginkan yang terbaik untukmu. Perusahaan itu mungkin adalah warisannya untukmu. Kakekmu ingin kau menjaga perusahaan yang telah ia bangun dengan baik. Asal kau tahu saja, Nana juga sering mengirimi Mom email yang meminta Mom memberitahu Yifan untuk lebih fokus belajar dibandingkan mengurusi lukisannya,” tutur Sara.

Joonmyeon menatap Sara dengan lekat. “Yifan akan bekerja di perusahaan? Kupikir…”

“Yifan akan jadi pelukis, begitu?” tebak Sara. Joonmyeon mengangguk.

Sara menarik nafas. Ia mengusap pipi Joonmyeon. “Yifan memang lebih memilih lukisan, tapi dia sadar akan tanggung-jawabnya. Yifan tahu resiko yang akan terjadi jika dia menolak terlibat dalam perusahaan. Nana Yifan bukanlah seorang nenek yang pengertian, sayang. Berbeda dengan Kakekmu.”

“Kurasa tidak ada bedanya,” gumam Joonmyeon.

Sara kemudian menarik tangannya dari wajah Joonmyeon. “Habiskan coklat panasmu dan istirahatlah. Ohya, Kakekmu akan memberitahu Appa kapan kalian akan pergi menemui Eomma-mu setelah mendapatkan ijin dari pamanmu.”

“Aku mengerti. Terima kasih, Mom.”

*****

Siwon menatap Kyuhyun dengan lekat. Ia bahkan tidak berkedip. Bin yang berdiri di samping Siwon hanya tersenyum dengan puas dengan hasil pekerjaannya. Kyuhyun yang diperhatikan oleh dua orang dihadapannya hanya berdiri dengan canggung. Sesekali ia menyentuh kepalanya. Rasanya begitu berbeda.

Bin sedikit menyikut lengan Siwon. “Jadi, bagaimana?”

Siwon kemudian mengeluarkan dompet dan menarik sebuah kartu lalu memberikannya pada Bin. “Ambil tip seperti biasanya.”

“Thank you,” ujar Bin sembari mengambil kartu tersebut dan berjalan keluar dari ruangan tersebut. Meninggalkan Siwon dan Kyuhyun.

Selepas Bin pergi untuk mengurus pembayarannya, Siwon berjalan mendekat pada Kyuhyun. Ia kembali memperhatikan rambut baru Kyuhyun. Sebelumnya, rambut Kyuhyun berwarna coklat dengan panjang hampir menutupi lehernya, kini Bin mengubahnya secara drastis. Warna rambutnya berubah menjadi hitam dengan panjang yang lebih pendek dari sebelumnya.

Kyuhyun memperhatikan Siwon dengan kikuk. “Kenapa menatapku begitu? Apa tidak cocok?”

“Tidak,” ucap Siwon sembari tersenyum lebar. “Itu sangat cocok untukmu.” Tangan Siwon terangkat untuk menyentuh rambut baru Kyuhyun. “Aku heran kenapa kau tidak pernah mengganti style rambutmu.”

Kyuhyun menyentuh rambutnya dengan canggung. “Aku tidak pernah peduli bagaimana style rambutku. Asalnya tidak berantakan dan tidak terlalu panjang, maka itu bukan masalah. Selain itu, aku juga tidak punya waktu.”

Siwon mengusap rambut bagian belakang Kyuhyun dengan lembut. Berusaha berhati-hati untuk tidak menyentuh bekas luka Kyuhyun. “Kau tidak mempunyai waktu untuk mengubah rambutmu, tapi kau menghabiskan waktu selama enam tahun untuk menunggu Kang Haesa.”

Saat Siwon kembali mengungkit masalah Kang Haesa, tanpa sadar Kyuhyun menjadi kesal. Sepertinya Siwon tidak akan pernah melupakan masalah itu dan akan mengungkitnya sewaktu-waktu hanya untuk mengejek Kyuhyun.

Kyuhyun menghembuskan nafas dan menepis tangan Siwon. “Jangan lakukan.”

“Maksudmu mengungkit tentang Kang Haesa? Kenapa? Itu membuatmu kesal? Begitu juga denganku, Kyuhyun.”

“Kalau begitu jangan lakukan!”

Siwon menghela nafas. Haruskah mereka bertengkar di waktu seperti ini? Bahkan sepertinya hubungan mereka jauh lebih baik dari sebelumnya. Tapi hanya karena menyebut nama Kang Haesa, situasi diantara mereka menjadi berubah 180 derajat.

“Apa kita harus bertengkar hanya karena wanita itu? Dia hanya seorang wanita yang kau tunggu selama enam tahun. Tapi kalian tidak mempunyai hubungan apapun. Walaupun berakhir dengan cara yang tidak menyenangkan, setidaknya kau bisa menatap ke depan. Lihat aku yang sekarang ada dihadapanmu.”

“Itu tidak mudah…”

“Akan jauh lebih mudah jika kau merelakannya. Sekarang kau mempunyai hubungan denganku…” Siwon meraih tangan Kyuhyun dan meletakkanya di dada Siwon. Tepat diatas jantung Siwon yang berdetak. Kyuhyun terdiam. Dia bisa merasakan detak jantung Siwon dari telapak tangannya. “Kau menunggu wanita itu selama enam tahun, tapi aku bisa menunggumu seumur hidupku. Tapi tidak. Aku tidak mau melakukannya. Jadi, datang padaku sekarang Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun hanya diam menatap mata Siwon yang memandangnya dengan lembut. Dengan sorot mata, setiap tarikan nafas dan detak jantung, Siwon kembali meminta Kyuhyun untuk datang padanya. Kyuhyun membuka mulutnya dan hendak bicara. Namun, tidak ada sepatah kata yang terucap.

Kemudian Siwon mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah jam tangan yang dipesannya. Siwon menyodorkan jam tangan itu pada Kyuhyun. “Saku celanaku tidak muat dengan kotaknya. Hadiah ulang tahun untukmu. Selamat ulang tahun, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun memandang jam tangan tersebut. Hadiah ulang tahunnya dari Siwon. Hadiah pertama dari Siwon. Walaupun begitu ulang tahunnya masih enam hari lagi. Kyuhyun kembali menatap wajah Siwon. “Ulang tahunku masih minggu depan.”

“Aku tahu. Walaupun sebenarnya ini akan kuberikan tepat tanggal tiga, tapi karena kejadian dengan Seon Hwan kemarin, aku mengubah niatku. Awalnya ingin kuberikan di rumah sakit, tapi waktunya tidak memungkinkan. Jadi, kuberikan hari ini. Ambillah…”

Kyuhyun mengambilnya dan memperhatikan design jam tangan itu dengan seksama. Jelas, Kyuhyun melihat beberapa batu mulia di bagian dalam jam tersebut. Siwon ikut memperhatikannya.

“Batu emerald. Itu cocok untukmu,” gumam Siwon.

Kyuhyun mengangkat kepalanya hingga jarak wajah mereka jadi terlalu dekat. “Terima kasih.”

Siwon mengangguk kecil lalu mengecup bibir Kyuhyun. Kemudian Siwon memeluknya. Kyuhyun membalas pelukan Siwon dan menenggelamkan wajahnya di bahu Siwon. Tangan besar Siwon menyentuh lembut punggung Kyuhyun dan sesekali mengusap kepalanya dengan hati-hati. Kyuhyun menyukai afeksi tersebut. Entah, Kyuhyun mulai merasa nyaman dengan setiap sentuhan yang diberikan oleh Siwon.
Bahkan –jika ia harus jujur– Kyuhyun terkadang menginginkan yang lebih dari sekedar sentuhan.

“Oh… Maaf!”

Siwon dan Kyuhyun melepaskan pelukan mereka dengan canggung. Siwon menatap Bin yang tersenyum padanya sedangkan Kyuhyun mengambil syal serta topi untuk dikenakannya lagi. Bin berjalan mendekati Siwon dan mengembalikan kartu tersebut.

“Aku harap tidak menganggu sesuatu yang penting,” tutur Bin.

Siwon menggeleng cepat seraya menyimpan kartu di dompetnya kembali. “Tidak, tentu saja tidak. Kyuhyun, apa kau ingin pulang sekarang?”

Kyuhyun mengangguk lalu memakai topi hitamnya. Namun, dengan cepat Bin melepaskan topi tersebut dari kepala sang pengacara. Kyuhyun menatapnya dengan bingung.

“Aku baru saja memberikan vitamin rambut. Dan jangan mencuci rambutmu hari ini, okay?” tukas Bin dengan nada tegas.

Kyuhyun mengangguk lagi. “Oh, aku mengerti. Maaf dan terima kasih.”

Bin mengangguk dan mengembalikan topi itu pada Kyuhyun. Siwon meraih tangan Kyuhyun, ia mengucapkan terima kasih sekali lagi pada Bin dan membawa Kyuhyun pergi. Bin memandangi Siwon dan Kyuhyun pergi dengan sebuah senyuman di wajahnya.

“Well, Choi Siwon akhirnya pun kalah pada cinta. Itu benar-benar menakjubkan.”

*****

Hyukjae memasuki ruangan kerja Kyuhyun untuk mengambil semua dokumen kasus yang sedang ditangani oleh sahabatnya itu. Perintah dari Pengacara Kang Jaeha. Selama Kyuhyun masih dalam pengawasan kepolisian dan kejaksaan, Kyuhyun akan di-non-aktif-kan dalam semua penanganan kasus. Walaupun sebenarnya menurut Hyukjae, Kyuhyun akan memilih keluar dari firma hukum Kang nantinya. Tapi itu pun masih sebatas asumsi.

Hyukjae mengeluarkan semua dokumen-dokumen kasus baru dari laci meja serta lemari yang berisi folder-folder kasus lainnya. Tak lama Haejin datang dengan beberapa pegawai lainnya. Mereka mengambil dokumen-dokumen yang sudah dipilih oleh Hyukjae.

“Kurasa hanya ada sepuluh kasus baru,” tutur Haejin.

Hyukjae mengangguk lalu menutup lemari. Ia lalu mengambil dua dokumen tersisa dari atas meja kerja Kyuhyun. Kini meja kerja Kyuhyun sudah bersih dari tumpukan dokumen. Seolah Kyuhyun baru saja menyerahkan surat pengunduran diri.
Haejin memperhatikan komputer diatas meja. “Bagaimana dengan file di komputer? Kita juga harus memeriksanya, bukan?”

“Ada passwordnya. Hanya Kyuhyun yang tahu karena setiap minggu dia pasti mengganti passwordnya,” ujar Hyukjae

Alasan Kyuhyun adalah demi keamanan kasus-kasus yang sedang ditanganinya.

Haejin mengangguk kecil. “Lalu bagaimana dengan keadaan Kyuhyun? Apa dia masih di rumah sakit? Kita bahkan tidak bisa pergi untuk menjenguknya.”

Hyukjae menghembuskan nafas. Ia mengeluarkan ponsel dan menunjukkan pesan terakhir dari Kyuhyun yang diterima Hyukjae pagi ini. Haejin memicingkan matanya untuk membaca pesan tersebut.

Hari ini aku akan pulang. Kemungkinan aku belum bisa masuk kerja. Jika situasinya memungkinan, polisi dan pihak kejaksaan mungkin akan memperbolehkanku datang ke firma hukum minggu depan.
Tenang, aku baik-baik saja. Jangan khawatir.

Haejin mendesah setelah membaca pesan tersebut. Ia menatap Hyukjae dengan lekat. “Kau pasti kesal sekali dengannya.”

Hyukjae mengangkat bahu dan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. “Itu memang sudah kebiasaannya, bukan. Lalu bagaimana dengan lanjutan kasus itu? Kapan kasusnya akan dipersidangkan? Kau sudah mendapat kabar dari Pengacara Kang?”

“Kau bertanya pada orang yang salah. Pengacara Kang tidak akan memberitahu apa pun pada siapa pun mengenai kasus itu. Kupikir, sidangnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Pihak kejaksaan sudah memiliki bukti yang cukup kuat, bukan. Berkat Kyuhyun,” tutur Haejin.

Hyukjae tersenyum miris. Karena usb yang diberikan Kyuhyun, kejaksaan akhirnya bisa membuat Seon Hwan masuk ke dalam ruang persidangan, tapi resikonya adalah Kyuhyun menjadi target utama Seon Hwan. Bahkan tiga orang dari kasus penculikan kemarin juga masih buron. Polisi sama sekali tidak bisa menemukan di mana keberadaan pria-pria itu. Lebih berbahaya, jika mereka masih mengincar Kyuhyun.

“Sudahlah, jangan bahas Seon Hwan lagi. Kita banyak pekerjaan.”

*****

Seorang pria dengan kacamata duduk dibalik meja kerja besarnya yang terbuat dari kayu oak dengan design elegan. Pria itu sedang membaca hasil laporan yang diberikan salah satu pegawainya mengenai profil Cho Kyuhyun. Well, memang tidak terlalu rinci. Hanya hal-hal yang sudah banyak diketahui oleh publik. Pria itu melempar dokumen laporan tersebut keatas meja.

“Ada yang lainnya?”

Pegawai yang berdiri dihadapannya kemudian menyerahkan sebuah tablet pc pada pria tersebut. Terdapat beberapa file foto. Pria itu menggeser foto-foto tersebut. “Choi Siwon?”

“Sebelum menangani Seon Hwan, Pengacara Cho menangani kasus sengketa Choi Group selama beberapa minggu. Bahkan lebih jauh, Pengacara Cho sudah bertemu dengan Choi Siwon dalam sebuah pertemuan untuk perjodohan antara Choi Siwon dengan Cho Ahra –kakak Pengacara Cho. Walaupun akhirnya perjodohan itu gagal. Sejak itu, hubungan mereka terlihat lebih akrab. Saya sudah memberi laporan pada anda mengenai dua bodyguard yang mengawasi Pengacara Cho sejak dia menangani kasus Seon Hwan. Mereka adalah orang-orang Choi Group.”

Pria itu mengangguk dan menaruh tablet pc tersebut keatas meja –tepat diatas dokumen laporan mengenai Cho Kyuhyun. “Lebih akrab katamu? Dalam konteks seperti apa?”

“Saya tidak ingin membuat asumsi. Karena pada awalnya, mereka terlihat tidak cukup akrab seperti saat ini. Namun, sekarang mereka jauh lebih akrab. Terlihat lebih intim,” tutur sang pengawai.

Pria itu menyunggingkan sebuah seringai. “Lebih intim? Maksudmu mereka berdua adalah kekasih, begitu?”

Sang pegawai tidak mengatakan apapun. Pria itu kemudian tertawa kecil. Sepertinya ucapannya adalah kebenaran. Walaupun tidak ada bukti mengenai hubungan tersebut, hanya dengan sekali lihat siapa pun bisa mengetahuinya dengan jelas. Benar-benar mengejutkan.

“Kita belum mendapat tanggapan dari Choi Group?” tanya sang pria lagi.

“Belum, Presdir. Sepertinya mereka akan melakukan rapat internal terlebih dahulu untuk membhas dokumen kerjasama yang kita kirimkan.”

Pria itu mengangguk. “Baiklah. Hubungi Choi Group dan katakan kalau kita akan memberi waktu tiga hari untuk mengambil keputusan. ”

“Baik, Presdir. Lalu bagaimana dengan Seon Hwan? Dewan direksi Seon Hwan masih menunggu keputusan anda,” ujar sang pegawai.

Pria tersebut tersenyum. “Mau bagaimana lagi? Hancurkan saja sekalian. Hubungi Matsumoto Group dan katakan kalau ini telah berakhir. Mereka harus menyelesaikannya dengan cara mereka sendiri. Amankan beberapa asset Seon Hwan atas namaku. Setidaknya polisi dan kejaksaan sudah mendapatkan kambing hitam atas Seon Hwan, bukan?”

“Dengan tiga orang itu?”

“Selesaikan dengan cara seperti biasa. Lagipula mereka sama sekali tidak berguna.”

Sang pengawai menunduk lalu berjalan keluar dari ruangan besar tersebut. Pria berkacamata itu menarik nafas perlahan dan meraih tablet pc. Ia kembali memperhatikan setiap lembar foto yang baru saja dikirimkan oleh orang-orang yang bertugas mengawasi Cho Kyuhyun. Itu adalah foto-foto pagi ini saat Cho Kyuhyun keluar dari rumah sakit.

Foto Cho Kyuhyun bersama kakaknya, Cho Ahra dan juga Choi Siwon. Saat ketiga berada di area parkir rumah sakit.

“Choi Siwon dan Cho Kyuhyun adalah sepasang kekasih. Ini benar-benar menjadi lebih menarik.”

*****

NOTE: Update ke-empat di bulan ini dan sangat butuh perjuangan untuk bisa ngepublishnya. Baru munculkan musuh sebenarnya… hahahhh

Super Human masih tahap editing akhir, jadi belum bisa dipublish. Beberapa fanfic masih tahap penulisan.

Sebenarnya aku mau update beberapa outline dari fanfic baru, pengen liat reaksi kalian kayak gimana. Tapi… emang ada yang mau baca??

Advertisements

32 thoughts on “[SF] Scarface part 39

  1. ya ampun gmn ya kira2 nasib kyu
    hadehhhh ga bkln tenang kalo pershaan UK itu bner2 ngincar kyu
    semoga aja siwon bner2 bs mengambil kputsan yang tepat untuk kerja smanya..
    berharap siwon bner2 bs lindungi kyu
    trus klrga choi bs bner2 nrima kyu..
    tapi gmn sma eomma choi ya ..
    apa yang bkln dia lakuin ..
    dtgu klnjtanya chingu ^^

  2. Hoaaa, musuh Sbenarnya bru muncul??
    Duh, jngan sampe kyumbul babak belur lagi yah😢😢
    Dy bru sembuh udh musti ktemu penjahat lgi 😭😭 andweeeeee!!!!

    Moment wonkyu as always, so sweet. . Kkk~
    Hbungan krisho ama changneul msih abu2 yah, haneul msih blom yakin ma changwook. .😒😒😒 Semoga mreka bsa sling yakinin ajjalah yah. . Ahahaha
    Maaf, tp keknya ada typo yah wktu kyu ditinggal joon kyu lgi sama ahra bkan sama Sara. . aq sempet bca berulang kali dsana. . Ahahaha

  3. makin keren crtany..dn sptny ad mafia kls tinggi bkn hny seon hwan…
    psgn wonkyu jg smkin intim…dn mkin byk yg tw ttg hub mrka…hny gmn ntr reaksi kel cho..

  4. omaigad!! jdi presdir UK corp itu beneran yaa ada modus didalam nya,bener jg kata Changmin.
    jdi WonKyu yg jdi sasaran nya ya? smoga aja aah ga knapa2 ya.. kasian Kyu hrs menderita trs u,u *eh
    haha kasian Changmin slalu jdi pengganti Siwon dikantor nya tiap Siwon kencan sma Kyu kkk ~
    yg sabar ya min hihi
    ff bru? gmana ya? coba aja di update ra,klo saya trtarik psti saya baca.
    eh mksd nya klo WonKyu sih aku bakal baca XD
    fighting buat next chap nya!!

  5. yaAmpunnn…. entah kenapa setiap baca ff ini rasayany jantung aku berdetag kenfeng bngt. teus merasa takut… pada hal ini hanya cerita fiksi tapi kenapa feelnya dapet bngt .
    ouhhh wonkyu… please lebih bnyak lagi moment kalian
    pengen liyat interaksi mereka lebih intim lagi
    walaupun banyak bngt rintangan yg harus wonkyu lalunya , setidaknya dengan moment kalian yg sweetkan kan sedikit terobati
    siwon… please jaga kyuhyun
    OMG diera aku selalu berharap banyk ama kamu ttng ff in
    ttp semangat please wonkyu momentany tambahan…

  6. kayaknya lebih menegangkan nih!!! Semoga kyu nggak celaka lagi. 🙂
    Ngomong-ngomong soal “Bin” kenapa aku jadi kebayang Ifan gunawan ya!!! kkkkkk
    #Abaikan 😀
    di tunggu kelanjutannya ya!!! 🙂

  7. kayaknya ff ini lebih panjang dari ff yang lain,, ini aja musuh utama baru keluar?? apa akan sampai chap 50?
    di tunggu ff lainnya,,

  8. Makin seru, makin tegang. Pokoknya ceitanya makin wowww…..
    Hubungan Kyu dan Siwon makin deket aja, hihihi uda semakin banyak yang tau.
    Ditunggu lanjutannya…..

    Ditunggu juga lanjutan Super Humannya hehe

  9. sepertinya musuhnya akan menyeramkan.semoga tidak membuat kyuhyun menderita.
    dan moga aja choi group tidak menemukan masalah dalam kerja sama dan memanfaatkannya untuk mendapatkan kyuhyun .ditunggu ff lainnya dan yang baru.tentunya pasti banyak yg mau baca dan bahkan suka.

  10. Fanfic ini yg slu aku tunggu diap minggunya..slu brdebar tiap bacanya..memang feenya dapet banget..kalau bisa buat hubungannya wonkyu lebih mesra kalau perlu ada adegan ehm ehm nya hahaha..mau liat gmn reaksi orang tua kyuhyun akakn hubungannya dgn siwon..
    Ok semangat thor,jgn lma lma updatenya ok….dan semoga sja hubungan mereka memang nyata adanya..

  11. hahh… seneng krn akhirnya hubungan wonkyu makin mesra, tapi kasus seon hwan itu, duh bikin was-was deh…
    buat 2 couple lainnya, semoga mereka segera bersatu jg kyk wonkyu ..
    FF yg baru ?? bakal banyak yg baca lah… selama couple nya ada wonkyunya … hehe..

    fighting~

  12. Hahahaha kyuhyun sudah berani berpikir bahwa dia menginginkan hal lain lebih dr sekedar sentuhan eciyeeeeee… udah demen nih di cium siwon,,,,
    Kebiasaan dr ff diera pasti temanya berat bersa gak abis2 macam drama rememberㅋㅋㅋㅋㅋ

  13. jadi keingetan sama only you ya..
    si musuh nya tau soal hubungan wonkyu ini
    jadi jalan satu2nya kyu harus kasih tau hubungannya dulu sama siwon ke ortunya apapun tanggapannya itu gak jadi masalah
    karena lebih baik ortu kyu tau dari kyu bukan pihak lainnya
    UK corporat kayaknya ada niatan tertentu ya
    semoga aja siwon bisa mengambil tindakan yang baik
    waaah intinya sweet banget lah wonkyu nya
    mana ku suka saat kyu bilang bahwa dia butuh ruang privacy nya
    hahahayyy mana dipeluk siwon udah nerima aja

  14. Kyu siwon..seperti nyata hub mereka di ff ini…suka perhatian lmbut siwon ke kyuhyun…aku bc yg ada wonkyu nya aja ka diera…mau donk ff barunya….

  15. Aq jdi ikutan tegang bcanya,,apa wonkyu kan jdi target mreka?? trus gmna nasib wonkyu,,trlepas dari smua msalah moment wonkyunya kereeennnnn…..aahhh….aq jdi gregetan.

  16. Makin berat aja nih masalahnya..tapi nggak pa2 sih, yang penting wonkyu masih bersatu dan makin sweet momentnya…
    Ditunggu moment2 wonkyu selanjutnya!!!

  17. Still waiting kyuhyun to told his family about his relationship with siwon…. Maybe this if anything happen to kyuhyun he will not face it alone…. Siwon will be on his side. Maybe u can post ur new story but I still prefer to have Scarface complete. Waiting for next chapter…. Fighting!

  18. Selalu bisa salah tingkah sendiri kalau ada momment antara WonKyu.Berharap semua akan segera menemukan solusi’y.Untuk hubungan mereka..ataupun sesuatu hal tentang perusahan itu.
    Rasanya malah makin deg-degan.Apalagi ada seseorang yang diam-diam mengintai mereka.Dan sepertinya..itu bukan orang biasa.
    Syukurlah..hubungan Joon dan sang mom sudah terlihat lebih hangat.Semoga..rencana makan malam mereka beerjalan lancar.
    Dan untuk Haneul..semoga..dia tidak akan ragu-ragu lagi.
    Fighting!!!

  19. aduhhh tambah deg2an bacanya eon… siapa lagi ini musuh yang sebenarnya…
    siwon mau all out hehehhe…. kyuhyun brani banget menentang ahra hehhehe. semoga ortu kyu lebih mudah untuk menerima hubungan wonkyu…. hehheh
    joonmyeon n yifan semoga cepet di perstukan lagi yahhh diera eonni. trus untuk changwook dan haneul mereka harus lebih terbuka akan perasaan masing2… n mreka tmbah sweet juga hehhe

    ff baru? selalu aku tunggu diera eonni. hehheeh

    fighting yahhh….

  20. Itu UK group kyknya ada maksud tertentu deh… Yg jelas kyuhyun msih blom aman,
    hmmmm jadi mkin rumit nih teka teki nya belum terungkap semua..

  21. Fanfic baru?! Kirim aja sih– dibaca kok!! Asal pasangan kuda liar(?) yang jadi main kapel nya– wkwk *ditabok*
    Ya ampun– itu di poin terakhir dari UK Corporate pasti– kenapa lebih berbahaya mereka, seon hwan yang bikin babak belur pacar nya kuda aja mampu di korbanin -___- korban kambing hitam– *bukan idul adha* /gak penting/ gambar di atas itu visualisasi dari poin kyuhyun potong rambut gaya baru kan?!! Itu emang bikin kyu ganteng begete– aaaaaaaa— untuk beberapa kesempatan kyu itu emang ganteng bisa diliat dari gaya rambut apa yang dia ambil— contoh gue suka saat dia di mr.simple dan gue naksir sama sepatu nya juga #WOI kek nya mr.simple kek visualisasi di atas kan(?) -__- gue lupa. #PLAKK
    /segera selesaikan ramblingan gak bermutu nya/ WKWKWK *dijotos*
    Changneul– Kapel dokter yang entah kenapa malah gue sendiri yang ngerasa awkward WKWKWK lucu aja gitu– setelah kejadian u know what itu seme nyantai aja gitu nyamperin uke, senyum yang beda banget saat dia di sapa sama suster– kasian banget sih lu suster WKWKWK
    Krisho — aduh gue bingung, lewatin aja ya maav wkwkwk sejujur nya gak begitu suka exo *disadur*
    WonKyu — Lah ini mah udah sih realistis aja– mau mereka canon atau enggak inti nya mereka itu cocok Jirrr–yang atu body nya aduhai– yang atu meski sebenernya tagname nya lagi jadi kyumbul WKWKWK liat visualisasi di atas– inti nya mereka itu cocok– cocok– setujuin aja sih– gak usah ribet wkwkwk dan sekali lagi visual gambar dia atas gue suka– kyuhyun nya ganteng!!

    *ngilang sebelum di usir karena udah rambling gaje*

  22. Baru bisa baca :’)
    Sedikit curiga sama Changwook, apa dia mau menyerah ya? 😦
    Yifan dan Joonmyeon, kapan mereka ada waktu utk saling mengungkapkan apa yg dirasa. Dua-duanya sama-sama memendam gitu 😥
    WonKyu makin romantis ajaaa, tapi ancaman bahaya selalu mengintai mereka berdua. Aaaaakkkk ToT
    Aku tunggu kelanjutannya deh ya kak ^^
    Gimana Yifan & Joon waktu makan malam? Apa yg mau dibicarakan dr. Ji ke dr. Kang? Bagaimana Kyu akan memberitahu keluarganya? Aku penasaran semuanya. Hahaha 😀

  23. yaelah siapakah “Pria itu”? Kyaknya keslamatan kyu dan org” disekitarnya bkal trancam? Tpi apa yah rncana si “Pria itu” stlah tau kalo WonKyu itu dlm tnda kutip gtulah? Kyaknya ….
    Ditnggu apdetannya jan kelamaan yah thor 😀

  24. Nah spa lgi yg mnyelidiki kyu?????spertinya kyu msh sngat mnjadi incaran,,,dn kli ini lbh serius dr sblumnya….smga ga da yg trluka lagi……

  25. Nambah lagi siah musuh nya 😭 Fix itu orang dari uk group fix bgt. Semoga siwon bisa mengambil keputusan yang tepat buat perusahaannya. Dan mending kyuhyun dikasih bodyguard lg aja deh ;;;;

  26. siapa lagi tu musuh wonkyu emg susahnya klu wonkyu bisa bersama
    semoga aja wonkyu gak pisah gara” musuh baru itu

  27. Huwaa….sprtnya konflik sbnernya muncul, akan ada yg memanfaatkan kedekatan wonkyu dan sprtnya tu akan menghambat hubungan wonkyu krna berkaitan dg urusan bisnis..
    Smga wonkyu bs bertahan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s