[MM] The Last King Part 12

gyeongbok palace

12

“Mwo? Apa maksudnya Pangeran Jonghyun menghilang?” seru Presiden Lee ketika Kepala Pengawas Park datang memberitahu beliau mengenai situasi di resort Seorak.

Kepala Pengawas Park sebenarnya tidak ingin memberitahu masalah ini pada Presiden sebelum ada kabar yang konkret dari Jeonghyuk. Tapi kode merah yang diberlakukan saat ini membuat situasi di Paviliun atau di kantor pusat Kepengawalan Negara semakin kacau. Terlebih para Pengawal Negara lain masih belum bisa masuk ke area resort Seorak.

“Kami mendapatkan laporan kalau Pangeran Jonghyun tidak kembali tepat waktu. Ada kemungkinan beliau salah mengambil jalur. Para Pengawal Negara sedang melakukan pencarian. Staff Moon juga sudah meminta bantuan pihak resort untuk mencari keberadaan Pangeran Jonghyun,” jelas Kepala Pengawas Park.

Wajah Presiden Lee mengeras. Rasanya sangat mustahil jika Jonghyun menghilang hanya karena salah jalur. Terlebih sebelumnya ia mendapat laporan hanya ada satu jalur pendakian yang dibuka karena masih terbilang aman. Jonghyun bukanlah pemuda yang ceroboh tidak melihat tanda bahaya yang dipasang. “Turunkan para Pengawal Negara dan segera dikirim ke Seorak. Tidak peduli bagaimana caranya, kalian harus berhasil menemukan Jonghyun dalam keadaan selamat,” perintah Presiden Lee.

Kepala Pengawas Park mengangguk patuh.

“Lalu bagaimana dengan Donghae dan Kyuhyun? Mereka aman?” tanya Presiden Lee.

“Pangeran Donghae sudah berada di bungalow bersama Staff Moon. Namun Pangeran Kyuhyun bersikeras untuk ikut mencari Pangeran Jonghyun. Dan mereka tidak bisa membantah karena Pangeran Kyuhyun menjadikannya sebuah perintah,” tutur Kepala Pengawas Park.

Presiden Lee menghela nafas panjang. Kyuhyun memang sangat keras kepala –sesuai dengan penjabaran Jeonghyuk mengenai putra angkatnya tersebut. Namun jika Kyuhyun bersama para Pengawal Negara, Presiden Lee bisa bernafas lega. “Baiklah, pantau terus kondisi di Seorak. Dan terus lakukan komunikasi dengan Jeonghyuk dan Kepengawalan di Pavilliun.”

Kepala Pengawas Park membungkuk dan kemudian meninggalkan ruangan tersebut.

*****

Jonghyun menatap Byunghee dengan serius. Mereka cukup jauh dari jalur pendakian yang aman, mungkin cukup jauh masuk ke area hutan. Jonghyun merapatkan mantelnya. Suhu sangat dingin dan salju sudah menutupi hampir semua bagian tanah. Jonghyun mungkin bisa saja mengabaikan Byunghee dan kembali ke resort karena ia yakin semua orang sedang panic saat ini. Terlebih dengan Kyuhyun dan Ayahnya. Tapi ia masih penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh Byunghee.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Jonghyun.

Byunghee tersenyum. “Ah, benar. Ada yang ingin kubicarakan dengan anda, Pangeran. Maaf, aku terlalu kagum dengan sikap patuh anda. Aku tidak percaya kalau anda benar-benar akan mengikutiku sampai ke sini.”

Jonghyun mendengus pelan. Byunghee terlalu banyak basa-basi. Jika kedua sahabatnya mengetahui bagaimana sikap Byunghee sebenarnya mungkin pemuda yang berdiri dihadapannya akan kesepian nanti saat di kampus. “Jangan terlalu bertele-tele, Byunghee.”

“Baiklah, Pangeran. Kau tentu mengetahui rencana Pendirian Kerajaan, bukan? Well, seharusnya kau mengetahuinya sejak awal karena para Presiden terdahulu sudah bersusah payah mencari jejak keluarga Kerajaan. Presiden Lee benar-benar sangat beruntung karena dia menemukan kalian setelah pencarian yang cukup panjang. Kau dan saudaramu. Tapi benarkah kau adalah Pangeran Hyun yang sebenarnya? Kau yakin dengan hasil test DNA itu?” tukas Byunghee.

Jonghyun mengeryit. Ia tidak tahu bagaimana Byunghee mengetahui banyak hal mengenai rencana Pendirian Kerajaan. Rasanya Presiden Lee belum mengatakan apapun kepada pihak media. Bahkan setahu Jonghyun, pihak pemerintah benar-benar menutup rapat mengenai rencana ini. Hanya sedikit orang di pemerintahan yang mengetahuinya.

“Bagaimana kau mengetahuinya? Kau sebenarnya siapa?” Tanya Jonghyun.

Byunghee menyeringai. “Jangan mengalihkan pertanyaan, Pangeran Hyun. Bukankah kau sangat penasaran dengan apa yang akan kukatakan? Jadi, jawab saja pertanyaanku dan kau akan mengetahui apa sebenarnya maksudku membawamu kesini.”

Jonghyun benar-benar tidak mengerti dengan Byunghee. Tapi ia tidak mempunyai pilihan lain. Selesai bicara dengan Byunghee atau ketika Jonghyun tidak mendapatkan jawaban yang pantas atas rasa penasarannya, ia bisa pergi kapan saja dan menghadapi kemarahan Kyuhyun. “Aku tetap penasaran darimana kau mengetahui rencana itu dan mengenai test DNA. Tapi baiklah, karena kau yang bertanya terlebih dahulu. Sebenarnya aku tidak begitu percaya dengan hasil test DNA itu. Walaupun hasilnya mengatakan aku mempunyai kemungkinan hampir 90% adalah Pangeran Hyun. Hanya saja…”

“Hanya saja, kau selalu merasa Kyuhyun adalah Pangeran Hyun yang mereka cari selama ini, benar?” ucap Byunghee.

Jonghyun menghela nafas dan mengangguk. Tidak bisa dipungkiri selama mereka tinggal di pavilliun untuk mendapatkan pendidikan mengenai Kerajaan, Jonghyun selalu merasa bahwa Kyuhyun-lah yang sebenarnya pantas disebut sebagai Pangeran. Kyuhyun dapat dengan mudah mengerti apa yang diajarkan oleh Professor Jang dan anggota Dewan Kerajaan lainnya. Terlebih Kyuhyun yang menunjukkan rasa ketertarikan besar terhadap buku-buku protocol kerajaan.

Byunghee tersenyum melihat ekspresi Jonghyun. Well, Byunghee hanya mengetahui beberapa hal mengenai rencana pemerintah mengenai ketiga pangeran dan pendirian kerajaan tersebut. Itu pun karena Byunghee yang dengan sengaja masuk ke dalam ruang kerja pamannya dan membaca beberapa dokumen. Byunghee tahu kalau pamannya tengah merencanakan sesuatu untuk menggagalkan usaha pendirian kerajaan dan ia tidak tertarik –sebenarnya. Hanya saja, saat melihat Jonghyun dan Kyuhyun secara langsung untuk pertama-kali, Byunghee merasa tertarik pada kedua pemuda itu. Dan secara tidak sadar Byunghee kini terlibat dalam rencana pamannya.

“Mungkin itu karena Kyuhyun adalah Pangeran Hyun yang sebenarnya.”

Byunghee dan Jonghyun menoleh keasal suara. Byunghee menghela nafas panjang. Melihat pamannya berada di lokasi yang sama dengannya dalam waktu singkat, Byunghee benar-benar percaya bahwa tidak ada yang bisa dilakukan pamannya. “Bagaimana Paman bisa ke sini? Bukannya Paman pergi ke Jeju kemarin untuk bermain golf?”

“Pa-paman?” gumam Jonghyun.

Henry tersenyum dan berjalan mendekati keponakannya. Diikuti oleh beberapa orang dengan pakaian formal.

Mereka berpakaian seperti Pengawal Negara tapi mereka bukan Pengawal Negara, pikir Jonghyun. Ta-tapi apa yang dia bilang? Kyuhyun adalah…

Byunghee menatap Henry dengan serius. “Paman yakin kalau Kyuhyun adalah Pangerannya? Bukan dia?”

Henry tertawa. “Tentu saja, Byunghee. Kau tahu bagaimana cara kerja Paman, bukan? Paman tidak akan bicara seyakin ini sebelum mendapatkan fakta kebenarannya.”

“Hahh… Jadi, aku salah membawa orang, ya?” tukas Byunghee.

Henry menatap Jonghyun dengan lekat. “Tidak juga. Jonghyun juga Pangeran Hyun.”

Sontak hal itu membuat Byunghee dan Jonghyun mengerutkan dahi. Henry menyeringai karena reaksi Jonghyun benar-benar sesuai dugaannya. “Pangeran Jonghyun, apakah anda sudah mempelajari silsilah keluarga anda?”

“Silsilah keluarga? A-apa maksudmu?”

“Sepertinya mereka tidak memberitahu kalian mengenai silsilah keluarga kerajaan. Jadi, anda tidak mengetahui kalau Pangeran Gyungho memiliki saudari kembar. Dan setiap tiga keturunan berikutnya akan ada anak kembar yang dilahirkan. Entah itu karena kebetulan atau takdir yang membuatnya seperti itu. Well, seharusnya kalian dididik dengan cara yang tepat terlebih mengenai keluarga anda sendiri, Pangeran,” tutur Henry.

Byunghee menghela nafas. Ia tidak begitu mengerti ucapan sang paman. “Jadi, maksud Paman, Kyuhyun dan Jonghyun sebenarnya adalah saudara kembar begitu? Tapi mereka….” Byunghee memperhatikan Jonghyun dengan lekat. “Well, mereka memang terlihat mirip. Tapi tidak begitu mirip seperti saudara kembar. Bahkan jika mereka kembar flaternal pun, rasanya…”

Henry menatap Byunghee dan keponakannya itu hanya mengangkat bahunya. Henry tersenyum. Kemudian Henry memandang Jonghyun yang sepertinya tengah berusaha mencerna apa yang dikatakannya.

“Jonghyun…!!!”

Sayup-sayup terdengar suara teriakan yang memanggil nama Jonghyun. Henry menghela nafas panjang. “Sepertinya waktu kita sudah habis. Kau ingin kembali pada teman-temanmu, Byunghee?”

Byunghee menatap Jonghyun. “Kurasa aku harus kembali bersama Jonghyun. Tapi aku mempunyai kekhawatiran.”

“Well, Paman rasa Jonghyun cukup pintar untuk tidak mengatakan apapun pada saudaranya. Jika dia tidak menginginkan Kyuhyun terluka. Apa lagi Kyuhyun lebih pantas menjadi Raja berikutnya –jika Kerajaan benar-benar kembali didirikan,” tutur Henry dengan menyeringai pada Jonghyun.

Jonghyun sedikit merinding melihat ekspresi Henry. Rasanya ia belum pernah merasakan ketakutan sebesar apa yang tengah dirasakannya saat ini ketika berhadapan dengan orang lain –bahkan jika dengan orang jahat sekalipun. Jonghyun merasa Henry bukanlah orang jahat yang biasa dia lihat. Henry bukan orang yang mudah diremehkan. Dan sekali lagi, suara sayup-sayup yang memanggil Jonghyun kembali terdengar. Lebih jelas, suara itu adalah suara Kyuhyun. Jonghyun menoleh kearah sumber suara itu berasal.

“Jonghyun…!!”

Jonghyun ingin sekali menyahut teriakan Kyuhyun, tapi ia merasa perlu memastikan sesuatu hal lagi pada orang yang disebut Paman oleh Byunghee. Jonghyun kemudian berbalik dan menyadari bahwa hanya ada Byunghee. Orang itu sudah menghilang.

Byunghee tersenyum. “Mencari Pamanku, Pangeran Jonghyun? Ah, sebaiknya kau tidak mengatakan apapun mengenai hal ini. Kau tahu, ada banyak sekali orang yang ingin melukai kalian. Terlebih jika mereka mengetahui kalau Kyuhyun juga adalah Pangeran Hyun.”

Dan Jonghyun tahu, bahwa Byunghee tidak main-main dengan ucapannya.

*****

Jeonghyuk memeluk Jonghyun dengan erat saat putra angkatnya tersebut kembali bersama Kyuhyun. Jeonghyuk bernafas lega karena Jonghyun sepertinya tidak mendapatkan luka apapun.

“Oh Tuhan. Terima kasih,” ucap Jeonghyuk dengan tenang.

Jonghyun tidak memberikan reaksi apapun. Namun, ia mendapatkan ketenangan dipelukan ayah angkatnya. Sedangkan Kyuhyun hanya mengulas sebuah senyuman lega. Rasanya satu jam terakhir ini adalah momen paling menegangkan bagi mereka. Tapi mereka cukup beruntung karena Jonghyun tidak hilang terlalu jauh atau terluka.

Jeonghyuk masih memeluk Jonghyun dengan erat. Kemudian ia melirik Kyuhyun dan memberikan isyarat bagi putranya yang lain tersebut untuk mendekat. Kyuhyun berjalan mendekat dan Jeonghyuk ikut mendekap putranya tersebut.

“Syukurlah kalian tidak apa-apa.”

Seunghoon tersenyum melihat moment sahabat bersama kedua putra angkatnya tersebut. Walaupun sebenarnya status mereka sudah berbeda, namun mereka masih terikat pada ikatan keluarga. Nama Kyuhyun dan Jonghyun masih berada dalam satu kertas yang sama dengan nama Jeonghyuk. Bahkan jika nama kedua pemuda itu dihilangkan, ikatan keluarga tidak mudah hilang begitu saja.

Disisi lain, Byunghee yang ikut kembali bersama mereka perlahan berjalan menuju bungalow. Jonghyun tidak mengatakan apapun mengenai pembicaraan mereka serta pertemuan dengan Pamannya. Itu adalah hal baik bagi Byunghee. Selain itu, alasan yang digunakan Jonghyun agar semua orang tidak curiga sepertinya cukup ampuh. Untuk saat ini, Byunghee tidak perlu mencemaskan apapun.

Namun, yang tidak disadari Byunghee, Seungho selalu memperhatikannya sejak ia dan Jonghyun ditemukan. Kini, Seungho mengerti kenapa Haena menyimpan kecurigaan pada pemuda itu. Setelah ini, mereka mungkin akan lebih mengetatkan pengawalan pada ketiga pangeran.

Perhatian Seungho kembali tertuju pada kedua pangeran yang kini berjalan masuk kedalam bungalow bersama Jeonghyuk dan diikuti oleh Seunghoon. Haena yang tidak banyak bicara sejak Jonghyun ditemukan juga langsung masuk. Seungho kini bisa memperkirakan kalau gadis itu pasti akan mendapatkan hukuman karena peristiwa hari ini.

“Sunbaenim, ada yang kau pikirkan?” tukas Siwon tiba-tiba.

Seungho menatapnya dan menggeleng. “Kurasa kita harus kembali ke Seoul sekarang, bukan?”

Siwon mengangguk. “Sepertinya begitu. Lagipula mereka sudah di sini,” sahut Siwon sembari memandang pada rombongan orang-orang dari Cheongwadae. Well, Siwon tahu persis kalau mereka bukan dari Kepengawalan Negara.

Seungho juga memperhatikan orang-orang tersebut. “Sepertinya situasi di Seoul buruk sekali. Bahkan Secret Service Cheongwadae harus turut campur.”

“Dan situasi buruk ini akan jauh lebih buruk bagi Haena nanti,” gumam Siwon.

*****

Seungho menuju kamar Haena setelah memeriksa kondisi Donghae. Ia sedikit khawatir dengan gadis itu. Apalagi tidak ada satu orang pun –bahkan Jonghyun atau Donghae– yang bicara pada gadis itu. Seungho mengetuk pintu beberapa kali sebelum membukanya.

“Haena-ya..”

Haena hanya melirik pada Seungho lalu kembali merapikan barang-barangnya tanpa memberikan reaksi apapun. Seungho menarik nafas dan menghampiri gadis itu. Seungho memperhatikan wajah gadis itu dengan lekat. Ekspresi wajah Haena terlihat datar. Gadis itu tidak menunjukkan ekspresi sedih, tertekan atau rasa bersalah. Walaupun sebenarnya Seungho tahu, Haena merasakan hal itu semua. Tapi sebagai Pengawal Negara, Haena dilatih untuk tidak menunjukkan ekspresi apapun pada semua situasi.

“Haena, kau baik-baik saja?”

Haena hanya menggumam pelan. Seungho terdiam beberapa saat sebelum berbicara lagi. Disaat seperti ini, Seungho harus memilih kata-kata yang akan dilontarkan dengan bijak.

“Jangan terlalu memikirkan masalah hari ini. Ini bukan kesalahanmu. Atau kesalahan siapapun. Kepala Pengawas Park pasti akan…”

“Aku akan keluar dari Kepengawalan Negara,” ucap Haena sembari menarik resleting tas ransel besarnya.

“N-ne? Keluar?! Apa maksudmu, eoh?”

Haena menarik nafas panjang dan menatap Seungho. “Aku akan berhenti dari Kepengawalan Negara. Ini kesalahan terbesar kedua yang kubuat. Kurasa Kepala Pengawas Park juga kecewa padaku. Tenang saja, aku akan tetap menerima hukuman apapun yang dijatuhkan padaku.”

“Ta-tapi… Hey, Kim Haena, apa masalah ini akan selesai begitu saja jika kau keluar, eoh?! Pangeran Jonghyun hilang karena ia mengambil jalan yang salah dan tidak melihat tanda. Bahkan jika ini adalah kesalahanmu, kau mungkin hanya akan diberi skors untuk beberapa hari. Setelah itu, kau bisa kembali bekerja lagi. Tapi kenapa kau memutuskan untuk berhenti?!”

“Hukuman skors tidak akan cukup bagiku, Sunbaenim. Aku sudah berjanji pada Presiden Lee untuk menjaga Pangeran Hyun dengan baik. Bahkan beliau memberikan kepercayaan yang besar padaku. Tapi aku mengecewakannya. Ini adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan. Aku mungkin akan menjalani hukuman akibat masalah ini, setelah itu aku akan memberikan surat pengunduran diri” tutur Haena.

“Kim Haena, kau hanyalah seorang gadis berusia duapuluh tahun. Tanggung-jawab dan kepercayaan yang dilimpahkan padamu begitu besar. Masalah ini akan selesai dengan cepat, lagipula Pangeran Jonghyun tidak terluka sedikit pun. Dan kita bisa melakukan pengawalan lebih ketat bagi ketiga pangeran dikemudian hari. Ini adalah pembelajaran bagi semua orang. Pikirkan keputusanmu untuk keluar, eoh. Ibumu pasti juga tidak ingin kau keluar. Kepala Pengawas Park pasti juga….”

“Sunbaenim, keputusanku sudah bulat. Aku akan kembali ke Seoul sendiri. Terima-kasih atas selama ini dan maaf jika aku sering membuat kesalahan dan masalah.”

Haena mengambil tas ranselnya dan membungkuk pada Seungho, sebelum akhirnya ia berjalan keluar dari kamar tersebut. Dan sialnya, Seungho tidak mempunyai alasan apapun untuk bisa mencegah gadis itu pergi.

*****

Siwon mengernyit ketika ia melihat Haena yang membawa tas ranselnya keluar dari bungalow. Kemudian Siwon bergegas menghampiri gadis itu. Berkali-kali Siwon memanggil nama gadis itu, tapi Haena sama sekali bergeming. Siwon mendesis jengkel dan berlari agak cepat.

Siwon menarik lengan Haena dan menatapnya dengan lekat. “Kau mau kemana, eoh?”

“Pulang ke Seoul.” Haena menarik kembali lengannya.

“Kita bisa kembali bersama. Kau mau pulang dengan apa, eoh? Bis terakhir ke Seoul hanya sampai jam 9. Kau tidak mungkin sampai tepat waktu ke terminal.”

Haena menarik nafas dan menatap Siwon. “Choi Siwon-sshi, bagaimana aku ke Seoul adalah urusanku sendiri. Jangan terlalu mengkhawatirkan gadis ini. Dan satu lagi, tolong jaga Pangeran Hyun. Maaf karena merepotkanmu.”

Haena membungkuk lalu berjalan lagi. Siwon kali ini tidak bisa mencegahnya. Entah kenapa, Siwon merasa kalau Haena tengah mengatakan padanya bahwa ini adalah sebuah perpisahan.

Gadis bodoh. Apa kau bersikap seperti ini karena masalah tadi?

*****

Jonghyun memperhatikan Kyuhyun yang merapikan barang-barang mereka kedalam tas. Walaupun Jonghyun ingin membantu, Kyuhyun melarangnya dan menyuruhnya untuk duduk dengan tenang. Kemudian Jonghyun menatap cincin dalam genggamannya. Cincin yang dibuang oleh Byunghee. Sekaligus cincin yang menjadi bukti bahwa ia adalah penerus kerajaan terakhir. Tapi benarkah?

Ucapan paman Byunghee membuat Jonghyun berpikir ulang mengenai keseluruhan apa saja yang sudah katakan padanya mengenai kerajaan dan mengenai dirinya yang seorang pewaris. Kenyataan Kyuhyun juga disebuh sebagai Pangeran Hyun oleh paman Byunghee membuat Jonghyun kembali menyakini bahwa Kyuhyun adalah Pangeran Hyun –sang pewaris yang sebenarnya dan bukan dirinya.

“Kyuhyun…”

Kyuhyun menggumam.

“Apa kau tahu kalau Pangeran Gyungho memiliki saudara kembar? Bahkan setiap tiga generasi berikutnya akan ada anak kembar yang lahir.”

Kyuhyun menatap Jonghyun dengan mengerutkan dahi. “Kau tahu itu dari siapa? Rasanya Tuan Kang atau Professor Jang tidak pernah mengatakan hal itu pada kita. Oh? Apa mereka memberitahumu secara terpisah? Kau tahu, mengingat kau adalah penerus kerajaan.”

Jonghyun berjengit saat Kyuhyun mengatakan bahwa dirinya adalah penerus kerajaan. “Kyu, bisakah kau tidak mengatakan hal itu.”

“Euhm? Hal apa?”

“Aku adalah penerus kerajaan. Bisa saja, kau juga penerus kerajaan. Ingat ucapan Presiden Lee?”

Kyuhyun tersenyum dan kembali menyelesaikan pekerjaannya. “Well, itu rasanya tidak mungkin. Kita melihat hasil DNA itu dan kau memiliki peluang lebih besar. Selain itu, aku adalah penerus kerajaan? Kurasa tidak, Hyun.”

“Kenapa? Peluang itu tetap ada.”

Kyuhyun menarik nafas dan kemudian duduk disebelah Jonghyun ditempat tidur. Ia memandang Jonghyun dengan lekat. Lalu beralih pada cincin ditangan pemuda itu. “Pakailah lagi, Hyun. Dan jangan sekali-kali melepaskannya. Apapun yang terjadi,” ucap Kyuhyun.

Jonghyun melirik Kyuhyun. Lalu ia memakai cincin itu pada salah satu jemari tangan kanannya. Kyuhyun kembali tersenyum. “Kurasa kau sedikit shock karena sempat hilang tadi. Jangan berpikir hal yang macam-macam, Hyun. Bersiaplah, kita harus kembali malam ini.”

Kyuhyun lalu beranjak meninggalkan kamar tersebut.

“Jika kau yang berada di posisiku, apa kau tidak akan shock mendengar apa yang kudengar, Hyun?”

*****

Haena menarik nafas panjang ketika ia mendapatkan taksi yang akan mengantarkannya ke terminal. Walaupun apa yang dikatakan Siwon adalah benar, bahwa dia tidak akan sempat naik bis terakhir ke Seoul, Haena bisa menaiki bis kemana pun sampai ia bisa ke Seoul. Well, mungkin perjalanan yang panjang ini akan memberikan waktu baginya untuk memikirkan alasan yang tepat saat ia menemui Kepala Pengawas Park besok.

Haena mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor ibunya.

“Hey, Mom.”

“Hey, Dear. Have a bad day?”

“Yang terburuk, Mom. Apa Kyungsoo memberitahumu?”

“Yeah, sepertinya situasinya cukup buruk. Lalu apa kau sedang dalam perjalanan pulang?”

“Euhm. Aku akan sampai besok pagi, kurasa. Bisa katakan pada Appa untuk menjemputku di terminal?”

“Baiklah, Appa akan menjemputmu, sayang. Dan Mom minta maaf padamu, Haena. Kita akan pergi menemui Kepala Pengawas Park bersama, okay?”

Haena hanya menggumam. “Tidak perlu, aku akan menemuinya sendiri. Bye, Mom. I love you. And Dad too.”

“We love you too, honey. Be careful, okay?”

Haena tersenyum tipis kemudian ia menyimpan kembali ponselnya. Haena menyandarkan punggungnya dan menatap kearah luar jendela. Ia tidak melihat banyak kendaraan malam ini, jadi Haena merasa sangat beruntung bisa mendapatkan taksi. Haena menarik nafas perlahan dan memejamkan matanya sejenak.

Haena perlu menjernihkan pikirannya sebelum ia menemui Kepala Pengawas Park untuk memberikan penjelasan tentang apa yang terjadi hari ini. Haena juga perlu bersiap untuk mendapatkan hukuman dari Presiden karena telah lalai dengan tugasnya.

Tugasmu hanya menjaga satu orang, Kim Haena. Bukan seratus orang.

*****

Jonghyun menaiki mobil dengan helaan nafas panjang. Ia duduk di kursi tengah sedangkan Kyuhyun dan Donghae sudah duduk di kursi belakang. Selain itu, Donghae terlihat sudah lelah sekali hingga ia hampir terlelap dibahu Kyuhyun. Jonghyun sedikit bergeser ketika Seungho duduk disampingnya. Lalu Siwon dan Seunghoon duduk dikursi paling depan. Siwon yang kembali menyetir. Setelah pintu tertutup dan semua orang memakai seatbeltnya. Jonghyun menyadari bahwa ada seseorang yang tidak ada bersama mereka.

“Haena mana?” tanya Jonghyun.

Seungho sontak menatap Jonghyun. Siwon bahkan hanya meliriknya dari kaca spion. Tapi tidak ada dari mereka yang menjawab pertanyaan Jonghyun. Hingga Seunghoon berbalik untuk memandang Jonghyun. “Haena sudah kembali ke Seoul terlebih dahulu, Pangeran.”

Jonghyun mengernyit. “Dia pulang duluan? Apa bisa begitu? Bukankah aku masih di sini? Kenapa dia sudah pulang duluan? Tch, dia bahkan tidak menemuiku dulu sebelum pergi. Apa gadis itu benar-benar seorang Pengawal Negara?! Yang benar saja.”

Seunghoon melirik Siwon yang terlihat tidak nyaman dengan ucapan Jonghyun –sebelum akhirnya kembali berbalik. Seungho masih memperhatikan Jonghyun dengan lekat. Ia menutup mulutnya mengenai hal ini. Setidaknya Pangeran Jonghyun tidak perlu mengetahui masalah ini sekarang. Seungho menarik nafas panjang. Kemudian Siwon mulai melajukan mobil mengikuti dua mobil didepannya. Lalu diikuti oleh mobil lainnya dibelakang mereka.

Suasana di dalam mobil sangat sunyi. Donghae bahkan sepertinya sudah tertidur lelap. Jonghyun juga lebih memilih menyibukkan diri dengan music playernya. Disisi lain, Kyuhyun yang duduk di kursi belakang sepertinya mulai menerka kenapa Haena kembali ke Seoul lebih dulu.

*****

Jaeshin kembali ke ruang tengah setelah ia memperhatikan mobil-mobil yang membawa Jonghyun, Kyuhyun dan sepupunya itu pergi. Ia duduk disamping Minho dengan menarik kedua lututnya hingga dada. “Sepertinya ada yang ditutupi oleh Jonghyun. Orang-orang yang datang itu sepertinya bukan orang sembarangan. Mereka lebih terlihat seperti anggota CIA atau semacamnya,” tukas Jaeshin.

Byunghee yang sedang membuat teh di dapur tersenyum tipis ketika mendengar ucapan Jaeshin. Kemudian ia ikut bergabung di ruang tengah dan duduk pada sofa tunggal. Dengan sedikit hati-hati, Byunghee menyeruput tehnya sembari memperhatikan Jaeshin dan Minho yang terlihat bingung dengan apa yang baru saja mereka lihat.

Minho menghela nafas. “Kurasa itu karena ayah mereka. Kau tahu, Paman Jeonghyuk adalah staff di Cheongwadae. Mungkin terjadi sesuatu seperti, ayahnya naik jabatan menjadi salah satu menteri atau semacamnya.”

“Atau hal yang lebih besar,” sahut Byunghee.

Sontak Jaeshin dan Minho menatap pemuda itu dengan serius. Byunghee menyembunyikan senyumannya dibalik mug saat ia kembali menyeruput teh hangat tersebut. Setidaknya Minho dan Jaeshin akan mengambil tindakan untuk bertanya langsung pada Jonghyun.

“Hal besar apa?” tanya Jaeshin.

Byunghee kembali meneguk tehnya sedikit. Lalu menaruh gelas mug itu diatas meja. “Aku tidak tahu. Seperti yang kau bilang, Jae, orang-orang itu bukanlah orang biasa. Diantara mereka ada Choi Siwon, anggota CIA yang direkrut menjadi Pengawal Negara dan kakaknya, Choi Seunghoon mantan Pengawal Negara dan juga mantan anggota CIA. Kurasa ada hal besar yang terjadi di Cheongwadae dan itu melibatkan Jonghyun dan Kyuhyun.”

“Jadi mereka benar-benar anggota CIA,” tukas Jaeshin.

“Tunggu dulu! Hal besar yang melibatkan Jonghyun dan Kyuhyun? Hal seperti apa?” Minho kini juga penasaran.

Byunghee tersenyum tipis. “Aku tidak tahu. Itu rahasia negara –kurasa. Kalian mungkin harus bertanya pada Jonghyun secara langsung.”

Jaeshin dan Minho saling bertatapan untuk beberapa detik sebelum akhirnya mereka menghela nafas pasrah. Bahkan jika mereka bertanya pada Jonghyun, pemuda itu pasti akan mengatakan tidak ada apa-apa. Byunghee kemudian meraih gelas mugnya dan meminum tehnya lagi.

“Ah, ada satu hal yang ingin kutanyakan. Apa kita akan sesuai dengan rencana liburan atau kita akan pulang besok pagi? Jonghyun serta kedua saudaranya juga sudah pulang.”

*****

Kepala Pengawas Park menghela nafas ketika melihat Haena menemuinya pagi ini. Beliau menatap Haena yang berdiri menghadap meja kerjanya. Kepala Pengawas Park menutup pintu ruangannya dan berjalan menuju meja kerjanya. Kepala Pengawas Park menarik kursi lalu duduk. “Ada yang bisa kubantu, Pengawal Kim?” tanyanya tenang.

Haena menatap atasannya dengan lekat lalu mengeluarkan sebuah amplop putih dari saku seragamnya. Haena menaruh amplop tersebut diatas meja tepat dihadapan Kepala Pengawas Park. Sontak sang Kepala Pengawas mengangkat kepalanya dan memperhatikan Haena.

“Surat pengunduran diri saya, Pak,” kata Haena.

Kepala Pengawas Park menghela nafas lalu membuka amplop tersebut untuk membaca isi suratnya. Situasinya sangat tegang, bahkan Haena hampir menahan nafas saat Kepala Pengawas Park menaruh kembali surat tersebut.

“Tidak melakukan investigasi profil lebih lanjut hingga menimbulkan masalah seperti kemarin memang sebuah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan.Tapi untuk membuat keputusan menerima pengunduran dirimu bukanlah otoritasku, Pengawal Kim,” tutur Kepala Pengawas Park yang kembali menghela nafas. “Haena, pikirkan dulu. Kesalahanmu memang fatal, tapi bukan berarti kau akan langsung dipecat.”

“Tapi ini adalah kesalahan ketigaku. Setelah sebelumnya,” ucapan Haena terhenti, “Setelah setahun, akhirnya aku kembali turun lapangan. Aku berpikir bahwa aku akan siap, tapi aku kembali membuat kesalahan. Apa yang terjadi pada Pangeran Hyun kemarin, itu adalah kesalahan paling fatal. Pangeran Hyun bisa saja…”

“Tapi itu tidak terjadi, Haena. Dengarkan aku, Presiden Lee mungkin akan meminta pertanggung-jawaban darimu, Seungho dan Siwon. Tapi Presiden Lee tidak akan membuat keputusan untuk memecatmu dari Kepengawalan Negara. Dan kau tidak perlu mengundurkan diri. Ambil suratmu sekarang. Tunggu sampai Presiden Lee membuat keputusan, okay? Untuk saat ini kembalilah ke Pavilliun, lakukan tugasmu seperti biasa,” jelas Kepala Pengawas Park.

Haena tidak mengatakan apapun atau bahkan bergerak dari posisinya. Kepala Pengawas Park menarik nafas lalu berdiri. Ia berjalan menghampiri Haena dan menyentuh kedua bahu Haena agar gadis itu berdiri menghadapnya. Kepala Pengawas Park memperhatikan Haena dengan lekat dan memeluknya dengan erat.

Haena adalah anggota Kepengawalan Negara termuda. Banyak anggota seusianya, tapi mereka masih berada di akademi, belum dapat diberikan tugas-tugas khusus seperti anggota lainnya. Sejak Haena bergabung, Kepala Pengawas Park sangat menjaga gadis itu. Bukan hanya karena dia adalah anak dari mantan agen CIA, tapi karena Haena masih gadis berusia duapuluhtahun. Gadis itu sudah menjalankan beberapa tugas yang cukup berbahaya. Bahkan kejadian satu tahun lalu, Haena bisa saja meninggal bersama rekan kerjanya. Sejak kejadian itu pula, Kepala Pengawas Park menon-aktifkan Haena dari semua tugas lapangan. Haena lebih banyak bekerja di kantor utama, belajar dari seniornya yang lain. Tapi sejak Pangeran Hyun ditemukan, Presiden Lee sudah menyortir nama-nama pengawal yang menjadi kandidat sebagai pengawal sang pangeran. Kepala Pengawas Park juga terkejut begitu melihat nama Haena terpilih sebagai pengawal pangeran, bersama Siwon.

“Aku masih ingat saat pertama-kali kau lulus tes di akademi dan mulai bekerja di kantor pusat. Kau masih sangat muda, hingga kami semua tidak berani memberikan tugas apapun padamu kecuali hal-hal kecil. Tapi kau membuktikan bahwa kau mempunyai kompetensi sebagai Pengawal Negara. Hanya saja, kami akan selalu melihatmu sebagai gadis kecil, Haena. Sekarang pun demikian,” Kepala Pengawas Park melepaskan pelukannya dan tersenyum pada Haena, “Kembalilah ke Paviliun. Aku akan memberi pemberitahuan pada Kepala Pengawal Cha. Untuk saat ini surat pengunduran dirimu kutolak. Kembali bertugas, Pengawal Kim.”

Haena mengangguk lalu mengambil dua langkah mundur. Ia merapikan seragamnya dan berdiri dalam posisi siap siaga. Kemudian Haena memberikan penghormatan pada atasannya tersebut. Kepala Pengawas Park tersenyum dan membalas penghormatan Haena. Haena kemudian menurunkan tangannya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.

Kepala Pengawas Park hanya bisa menghela nafas setelah pintu tertutup. “Kini kita hanya berharap tidak akan terjadi hal lebih buruk.”

*****

Siwon tersenyum lega saat melihat Haena datang. Siwon segera menghampiri gadis itu ketika Haena menaruh tas ranselnya di loker. Haena menutup lemari lokernya dan menatap Siwon dengan lekat.

“Kenapa?” tanya Haena.

Siwon memeluk gadis itu dengan erat. “Tidak ada apa-apa. Aku hanya senang kalau kau pulang dengan selamat.” Kemudian Siwon melepaskan pelukannya. Namun, senyumannya itu menghilang ketika Siwon melihat ekspresi datar Haena.

“Kenapa ekspresimu begitu?” tanya Siwon.

Haena menghela nafas pendek. “Tidak apa-apa. Aku akan menemui Pangeran Hyun terlebih dahulu.”

Kemudian Haena bergegas keluar dari ruangan tersebut untuk menemui Jonghyun. Ketika ia hendak keluar, Seungho tiba-tiba muncul dengan sebuah senyuman besar di wajahnya dan menyapa gadis itu. Tapi Haena hanya memberikan salam dan pergi begitu saja. Seungho mengernyit dengan reaksi Haena lalu berjalan menghampiri Siwon.

“Terjadi sesuatu? Dia terlihat seperti bukan Kim Haena,” ujar Seungho.

Siwon menghela nafas lalu duduk pada salah satu kursi. “Kurasa sikapnya itu karena masalah kemarin. Dia bilang akan mengundurkan diri, tapi melihatnya datang hari ini, sepertinya Kepala Pengawas Park masih bisa menahan keinginanya untuk keluar.”

“Kepala Pengawas Park berhasil lagi.”

“Berhasil lagi?” tanya Siwon.

Seungho menatap Siwon dan menepuk lengannya. “Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang. Ayo…”

*****

Jonghyun menoleh ketika pintu kamarnya dibuka. Ia menatap orang yang berjalan masuk dan menghampirinya dengan lekat. Jonghyun masih memperhatikan ketika orang itu membungkuk dihadapannya. Kemudian Jonghyun menyimpan gitar akustiknya agar dia bisa menatap Haena yang kini menemuinya setelah gadis itu meninggalkannya kemarin. Jonghyun masih merasa kesal karena Haena pergi tanpa pemberitahuan, bahkan Siwon dan Seungho juga tidak memberikan pembelaan apapun untuk gadis itu.

Jonghyun melipat kedua tangannya didepan dada. Ia memasang ekspresi wajah yang serius. Berusaha agar terlihat lebih memiliki wibawa. Toh, Haena adalah pengawalnya. Orang yang selalu menjaganya dalam situasi apapun. Namun, gadis itu malah meninggalkannya.

“Kupikir kau tidak akan menemuiku,” ucap Jonghyun.

Haena kembali membungkuk. “Maafkan atas tindakan saya, Pangeran.”

“Kau tidak akan mengatakan alasan kenapa kau pergi begitu saja, kemarin?” tutur Jonghyun.

Haena sedikit mengangkat kepalanya dan menatap wajah Jonghyun. Namun, kemudian ia kembali menurunkan pandangannya. Ini adalah salah satu aturan yang dibuat oleh Tuan Kang dan anggota dewan kerajaan lainnya. Tidak ada seorang pun yang boleh menatap langsung wajah para pangeran.

“Saya tidak diwajibkan untuk mengatakan alasan saya pada anda. Tapi jika anda ingin mengetahuinya, Pangeran bisa bertanya langsung pada Kepala Pengawas Park atau Kepala Pengawal Cha,” ucap Haena.

Jonghyun menatap gadis yang berdiri dihadapannya dengan ekspresi tidak percaya. Ia hanya bertanya alasan kenapa dia pergi kemarin, tapi gadis itu malah menyuruhnya bertanya pada orang lain. Untuk sesaat Jonghyun merasa jengkel dengan sikap yang ditunjukkan oleh Haena. Tapi jika mengingat kejadian kemarin, Jonghyun juga tidak bisa menyalahkan Haena. Karena tindakannya yang ceroboh untuk mengikuti Byunghee, semua orang menjadi sangat khawatir.

Mungkinkah dia kembali ke Seoul seorang diri karena kejadian kemarin? Apa dia mendapatkan masalah? pikir Jonghyun.

Kini Jonghyun merasa sedikit bersalah pada gadis dihadapannya. Ia menarik nafas perlahan dan berdiri. Jonghyun menghampiri gadis itu tapi yang terjadi sangatlah tidak terduga. Saat Jonghyun berjalan menghampirinya, Haena mengambil beberapa langkah mundur untuk menjauhi Jonghyun.

Haena meliriknya. “Ini adalah protocol. Saya harus berdiri setidaknya dua meter dari anda, Pangeran.”

Jonghyun mendengus. Ia ingat beberapa aturan protocol kerajaan karena Tuan Kang selalu saja memintanya untuk mengingat aturan-aturan itu dan melakukan beberapa test untuk melihat apakah Jonghyun benar-benar mempelajari protocol kerajaan. Dan Jonghyun sama sekali tidak pernah membaca ada aturan yang mengatur jarak antara anggota kerajaan dengan orang-orang bekerja untuk kerajaan. Alasan Haena yang menghindarinya sama sekali tidak bisa diterima olehnya.

“Apa kau menganggapku orang bodoh, Kim Haena-sshi? Aku menghafal aturan protocol kerajaan dan aku sama sekali tidak ingat ada aturan seperti itu. Lagipula sebelumnya, kau pernah berdiri cukup dekat denganku atau bahkan Kyuhyun. Siwon dan Seungho juga tidak berdiri sejauh ini ketika mereka mengikuti Kyuhyun atau Donghae. Apa kau sedang mempermainkanku, eoh?!” seru Jonghyun dengan marah.

Jonghyun mungkin bisa menerima saat Haena pulang ke Seoul terlebih dahulu, itu mungkin ada kaitannya dengan kejadian kemarin. Tapi untuk masalah sepele seperti jarak diantara mereka, Jonghyun menganggap alasan yang diberikan Haena sangatlah tidak masuk akal.

Jonghyun masih menatap Haena yang sama sekali tidak memandang kearahnya. Gadis itu hanya menunduk dihadapannya. Selain itu, Haena sama sekali tidak mengatakan apapun untuk membalas ucapan Jonghyun sebelumnya. Itu malah membuat Jonghyun semakin jengkel dengan sikap Haena.

“Yak, Kim Haena!!”

“Hyun-ah…”

Sontak Jonghyun menoleh ketika ia mendengar suara Kyuhyun. Saudaranya itu berdiri diambang pintu dengan ekspresi wajah tidak senang. Mungkin karena sikap Jonghyun pada Haena. Tapi kalau Kyuhyun mendengar pembicaraan mereka, seharusnya Kyuhyun bisa mengerti dengan sikap Jonghyun pada Haena.

Jonghyun menghela nafas pendek. “Keluar,” perintahnya pada Haena.

Haena menunduk lalu berjalan keluar. Sebelumnya, Haena juga membungkuk pada Kyuhyun lalu berjalan meninggalkan kamar tersebut. Kyuhyun menghampiri Jonghyun yang kembali duduk di sofa. Kyuhyun tidak mendengarkan pembicaraan mereka. Ia hanya tidak sengaja melewati kamar Jonghyun ketika ia mendengar saudaranya itu mulai berteriak marah pada Haena. Karena tidak mengetahui alasannya, Kyuhyun tidak bisa mengatakan apapun mengenai sikap Jonghyun pada Haena.

Kyuhyun kemudian duduk disamping Jonghyun dan menatap saudaranya. “Apa yang terjadi?”

“Tch! Apa yang terjadi? Jika kuceritakan pun, kau mungkin hanya akan membela gadis itu,” sahut Jonghyun.

“Aku tidak akan membela siapapun sebelum aku mendengar apa yang terjadi sebenarnya. Apa yang membuatmu berteriak seperti itu padanya. Kau tahu bagaimana sifatku, Hyun. Kau sudah mengenalku lama sekali, aku tidak akan mudah membela orang lain,” tutur Kyuhyun.

Jonghyun melirik Kyuhyun. Apa yang dikatakan Kyuhyun memang benar. Kyuhyun bukanlah tipe orang yang akan ikut campur tanpa mendengarkan awal permasalahannya. Selain itu, Kyuhyun juga tidak suka memihak pada siapapun, sekalipun pada Jonghyun.

Jonghyun menyandarkannya kepalanya dan menarik nafas perlahan. “Dia menemuiku untuk meminta maaf. Mungkin karena dia pergi seorang diri kemarin. Saat aku bertanya alasannya, dia hanya bilang aku bisa bertanya langsung pada Kepala Pengawas Park atau Kepala Pengawal Cha. Jadi, kupikir dia mendapat masalah karena kejadian kemarin. Aku hanya bersikap baik, tapi ketika aku menghampirinya dia malah menjauhiku. Dia bilang kalau itu adalah aturan protocol kalau dia harus menjaga jarak dua meter dariku. Tapi aku dan kau tahu persis tidak ada aturan seperti itu. Aku hanya merasa kesal, makanya aku berteriak seperti itu padanya.”

Jonghyun menoleh pada Kyuhyun yang sepertinya mendengarkan ceritanya dengan baik. Selain itu dari ekspresi wajahnya, Kyuhyun juga terlihat bisa memahami alasan kenapa dia berteriak pada Haena. Tapi Jonghyun masih merasa sedikit khawatir, karena Kyuhyun tidak mengatakan apapun sebagai tanggapannya.

“Apa aku berlebihan?”

Kyuhyun tersentak. Seakan dia sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius hingga tidak sadar kalau Jonghyun menunggu tanggapannya. Kyuhyun menatap Jonghyun dan tersenyum kecil. “Kau sedikit berlebihan. Aku bisa mengerti kalau kau marah, tapi kau tidak perlu berteriak seperti itu. Kupikir, Haena sudah mendapat banyak masalah karena masalah kau hilang kemarin, Hyun. Haena adalah seorang gadis, Hyun. Walaupun dia seorang Pengawal Negara yang dididik untuk menjadi tangguh, tapi kau tidak bisa melupakan bahwa perasaan seorang gadis itu juga sangat sensitif.”

“Apa kau mengatakan aku harus minta maaf padanya?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Itu tergantung pada situasinya. Sebaiknya kau bicara dengan cara lebih baik dengannya. Masalah aturan protocol, seingatku Tuan Kang pernah mengatakan kalau ada beberapa aturan protocol yang diubah atau ditambahkan. Salah satunya mungkin mengenai jarak berdiri itu. Selain itu, kau juga perlu mengontrol emosimu, Hyun. Kau tidak mungkin akan selalu berteriak seperti itu pada semua orang jika situasinya tidak sesuai keinginanmu, bukan? Ingatlah posisimu saat ini, Hyun.”

“Cih, posisi apa maksudmu, Kyun? Posisiku sebagai Pangeran Hyun, sang pewaris tahta kerajaan yang hilang? Apa kau benar-benar yakin kalau Pendirian Kerajaan akan mudah diterima oleh semua masyarakat? Perubahan konstitusi tidak semudah itu, Kyun-ah. Kau yang belajar hukum, pasti mengetahuinya, bukan? Kalau pun Kerajaan akan kembali berdiri, apa kau pikir aku yang akan memegang kekuasaan pemerintahan? Siapa yang akan mempercayakan kekuasaan negara pada seorang pemuda yang sama sekali tidak tertarik dengan politik. Lihat saja, Kerajaan hanya akan dipandang sebagai boneka yang akan dipajang sebagai hiasan rumah,” sahut Jonghyun dengan sinis.

Kyuhyun sedikit terkejut dengan ucapan Jonghyun. Entah darimana Jonghyun bisa mendapatkan pemikiran seperti itu mengenai Pendirian Kerajaan. Sebelumnya, selama mereka mendapatkan pembelajaran dari Tuan Kang dan Prof. Jang atau bahkan anggota dewan kerajaan lainnya, Jonghyun tidak pernah mengatakan apapun mengenai sikap protesnya pada ide Pendirian Kerjaan.

Namun, sekarang Jonghyun terlihat begitu berbeda.

Kyuhyun masih menatap Jonghyun dengan lekat, hingga saudaranya itu kembali bertanya padanya. “Kenapa memandangiku, begitu? Apa kau terkejut dengan ucapanku? Kenapa? Itu memang benar, bukan? Kau pasti juga setuju dengan ucapanku.”

“Hyun-ah, kenapa kau bicara begitu? Ini… Kerajaan ini adalah asal mula kehidupanmu. Kau dan Donghae hyung adalah anggota Kerajaan, bahkan jika Presiden Lee tidak mengusulkan Pendirian Kerajaan, ini adalah asal usulmu. Jika Pendirian Kerajaan tidak dilakukan, semua itu tidak akan merubah apapun kalau kau dan Donghae hyung adalah anggota Kerajaan yang tersisa. Kenapa kau menganggap keluargamu dengan begitu rendah?” tutur Kyuhyun.

Jonghyun menatap Kyuhyun dengan lekat. “Aku dan Donghae hyung? Keluarga? Aku bahkan baru mengenalnya kurang dari satu bulan, Cho Kyuhyun. Keluargaku yang sesungguhnya adalah dirimu dan Appa. Aku tidak peduli kalau ternyata aku memiliki keterkaitan dengan Kerajaan. Aku hanya peduli pada keluargaku sekarang. Keluarga yang kumiliki selama belasan tahun. Tapi hanya karena sepasang cincin dan satu lembar test DNA, keluarga yang kumiliki kini menganggapku orang asing.”

Sontak Jonghyun berdiri dan berjalan keluar kamarnya. Kyuhyun berusaha untuk mengejar dan memanggil Jonghyun berulang-kali. Namun, Jonghyun malah mengabaikannya dan semakin melarikan diri dari Kyuhyun.

Jonghyun tidak menginginkan dirinya sebagai anggota Kerajaan. Ia hanya ingin keluarganya. Ayahnya, Moon Jeonghyuk dan saudaranya, Cho Kyuhyun.

*****

NOTE: Akhirnya, setelah bertahun-tahun (tabok!) gak pernah diupdate, sekarang udah mulai ditulis lagi. Hahahahaha… Harap maklum ya, terkadang otak saya gak bisa mikir untuk lanjutan kalo udah stuck. Kebiasaan buruk sekali..

Music: The King – The King 2 Hearts OST.

Advertisements

7 thoughts on “[MM] The Last King Part 12

  1. Akhirnya FF ni lanjut, senang banget…..
    Suka banget ff ni, di sini Kyu dewasa banget
    Dia benar-benar menjadi kakak yang baik.

    Kyu adalah pangeran yang sebenarnya????? Huwahahahaha Senang banget…..
    Kyu nya terluka dooonggg!!!! Meskipun cuma sedikit hehe….
    Suka banget kalo Kyu terluka #plak#
    Intinya sih suka banget kalo Kyu nya diperhatiin ma yang lain.

    Ditunggu lanjutannya…..

  2. Uwaah..akhirnya..setelah penantian panjang untuk menemukan pangeran Hyun akhirnya terjawab.Setelah bgtu lama bertanya-tanya.Dan berdo’a semoga semua baik-baik saja kkkkk.
    Setelah mndengar apa yang dikatakan paman Henry tadi,rasanya malah bikin tambah penasaran soal kedua pangeran Hyun itu.

    Fighting eonni..jeongmal gumawo.

  3. aku seneng banget ff ini akhirnya dilanjut.
    aku nunggu lama banget lho…
    dan sekarang jonghyun tau satu kebenaran kalo dia adalah saudara kandung kyuhyun.
    tapi apa eeaksi kuuhyun nantinya kalo dia juga adalah pewaris kerajaan, menginggat kalo kyuhyun punya rencana setelah semuanya selasai dan dia akan kembali kepada appanya hidup dengan bahagia…

    dan semoga hubungan kyu dan jonghyun akan baik” saja
    ditunggu lanjutannya dan jangan lama” lagi ya…

  4. Ini pertama kali bacanya, walaupun ngga baca dari part 1 karena setelah saya scroll ke bawah ternyata di blog ini hanya mulai dari part 6, tapi aku masih bisa ngerti isi ceritanya. Dan ini bagus banget, alurnya ngalir, kalimatnya ngga bertele-tele. Oenni ini daebak!! Ditunggu next partnya oen. Segera hihihi 😀

    Umm aku penasaran cerita awalnya, kalau mau baca sebelum part 6. Kemana ya oen? Mungkin oenni ada blog lain? ‘-‘

  5. OMG Akhirnya ni ff dilanjutin lg. Ayo ka yg semangat buat Lanjutin ff ini lg. Aku bakal selalu nungguin.
    Kyuhyunnya celaka dong kkk biar seru, kan dia Pangeran Hyun jg. Biar semua orng Khawatir ama dia, engga cuma Ke Jonghyun aja yg Khawatir. Penasaran sma Hyena, dia dulunya knpa??

  6. jdi..siapa sbenernya pangeran Hyun yg asli? Jonghyun or Kyuhyun?
    itu Henry kok tau bgt soal silsilah kerajaan Hyun?
    sikap Jonghyun emg bener2 ngeselin,beda sma sikap kalem nya Kyuhyun ._.
    smoga teka teki siapa pangeran Hyun yg asli cpt selesai ya,biar ff nya jg cpt2 tamat xD

  7. kyu dewasa bgt… ak jd tersepona >///
    mau tny.. knp di beri judul ‘the last king’? pdhl di ceritakan klo kerajaan mau d bangkitkan kembali?
    pertnyaan ke 2.. the President part 1-4 kok ga ad ya??

    btw.. salam kenal ya xD
    reader br ak.. numpang baca ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s