[SF] Because I Love You

choi

Because I Love You…

Kyuhyun mengeluarkan secarik kertas dari saku mantelnya ketika ia hendak memasuki gedung apartment. Ia baru saja memarkirkan mobilnya dan untuk bisa memasuki gedung tersebut, di pintu basement dipasang semacam kunci untuk memasukkan kode pintu. Kyuhyun sedikit mengernyit melihat kombinasi angka di kertas tersebut. Tapi dia tetap memasukkan angka-angka tersebut ke dalam panel angka.

030288.

Tanggal ulang tahun-nya.

Pintu basement kemudian terbuka. Kyuhyun berjalan masuk dan menuju pintu lift. Ia menekan tombol dan seketika pintu lift terbuka.

Kyuhyun sedikit terkejut, namun ia berjalan memasuki kotak baja tersebut. Sekali lagi, Kyuhyun harus memasukkan kombinasi angka yang sama pada panel angka di salah satu sisi lift tersebut. Perlahan pintu lift tertutup dan mulai bergerak naik.

Saat pulang dari Tokyo, Kyuhyun menemukan secarik kertas berisi alamat, kombinasi angka serta kapan dia harus pergi ke alamat tersebut. Tidak ada tulisan lainnya atau bahkan siapa yang meninggalkan pesan tersebut. Kyuhyun berasumsi bahwa kertas itu ditinggalkan oleh Siwon. Namun, tulisan di kertas tersebut bukanlah tulisan tangan Siwon.

Atau Jaeshin.

Kyuhyun menghela nafas. Walaupun ia merasa tidak yakin untuk pergi ke alamat tersebut, tapi Kyuhyun sedikit penasaran siapa yang meninggalkan pesan tersebut dan kenapa Kyuhyun harus pergi ke gedung apartment yang baru saja selesai di bangun. Heck, bahkan ketika Kyuhyun hendak memasuki area gedung, penjaga gedung juga terlihat terkejut dengan kedatangannya. Terlebih dia datang pukul tujuh malam. Namun, penjaga gedung tersebut membiarkan Kyuhyun memasuki area parkir.

Kyuhyun kembali menatap kertas yang masih dipegangnya. “Sebuah apartment? Apa mungkin…”

Tak lama, lift berhenti dan pintu terbuka. Kyuhyun sedikit ragu ketika ia melihat ruangan besar yang kosong dihadapannya. Ia merasa kalau lift-nya berhenti di lantai yang salah, tapi pintu lift terus terbuka dan Kyuhyun juga tidak punya pilihan selain melangkah keluar.

Pintu lift kemudian tertutup.

Kini Kyuhyun berdiri di tengah ruangan besar. Sebuah unit apartment.

Kyuhyun mendesah sembari memasukkan kertas itu kedalam saku mantelnya. Ia cukup beruntung karena lampu penerangannya sudah menyala hingga Kyuhyun tidak harus mencari saklar lampu. Dengan rasa penasaran, Kyuhyun mulai memeriksa setiap ruangan yang ada.

Unit apartment-nya tidak begitu besar. Ada dua ruang yang bisa dijadikan kamar, dua buah kamar mandi –salah satu kamar mandi terdapat di ruang yang lebih besar, mungkin master bedroom – ruang tengah yang langsung menyatu dengan ruang makan dan dapur. Terlihat begitu minimalis tapi Kyuhyun yakin bahwa harga-nya cukup mahal.

Ini adalah gedung baru yang terletak dekat gedung apartment Siwon dan Jaeshin. Terlebih dengan lift private yang hanya bisa diakses oleh kombinasi angka pemilik unit apartment. Melihat kombinasi angka-nya, Kyuhyun bisa mengira kalau ini adalah unit apartment miliknya.

Atau….

Kyuhyun menoleh kearah lift, ketika ia mendengar suara.

“Kau datang tepat waktu!”

Kyuhyun menarik nafas perlahan dan menatap kesal orang yang menghampirinya.

“Permintaan Siwon lagi?” tanya Kyuhyun.

Jaeshin –orang yang datang adalah Choi Jaeshin, memang Kyuhyun berharap siapa– mengangkat bahunya. Ekspresi wajah gadis itu terlihat tenang, tidak nampak ekspresi jahil atau semacamnya. Walaupun begitu Kyuhyun ingin sekali menjitak kepala gadis menyebalkan itu.

“Kau menyukainya?” tanya Jaeshin.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menghela nafas. Ia berusaha untuk tetap tenang. Kyuhyun kemudian membuka matanya dan memandang Jaeshin dengan serius. “Siwon yang membelinya?”

Jaeshin mengernyit. “Kenapa kau selalu menganggap Siwon akan membelikan apapun untukmu? Tunggu… itu memang benar. Sepupuku akan membelikanmu apapun bahkan jika ia kehabisan uang sekalipun. Tapi tidak, ini hadiah ulang tahun dari kami.”

“Kami? Kau dan Siwon?”

“Apa kau gila? Harga unit apartment ini bahkan lebih mahal dari harga apartment Siwon saat ini. Ini hadiah dari seluruh anggota keluarga Choi,” tukas Jaeshin sembari memulai tur melihat seisi unit apartment yang masih kosong.

Kyuhyun terkejut. Well, sangat terkejut. Ia berjalan mengikuti Jaeshin, walaupun ia sudah melihat-lihat ruangan tadi. “Seluruh anggota keluarga Choi? Ma-maksudmu?”

“Keluarga Siwon, keluargaku dan beberapa orang lainnya di keluarga Choi. Iya, hampir semua anggota keluarga Choi. Hadiah besar untuk Cho Kyuhyun,” tutur Jaeshin sembari membuka pintu kamar mandi. Kemudian ia berbalik dan menatap Kyuhyun. “Oh, tunanganku juga ikut andil untuk membelinya.”

“Tunanganmu juga?! Ta-tapi…. Kenapa memberiku apartment? Kalau hanya untuk hadiah ulang tahun, maka ini terlalu berlebihan.”

Jaeshin menghela nafas sembari terus berjalan memeriksa ruangan lainnya. Kyuhyun masih mengikuti gadis itu. Bahkan ketika Jaeshin berhenti di sebuah jendela besar yang menghadap kearah jembatan sungai han. Pemandangan malam yang sangat indah. Tapi Kyuhyun tidak bisa menikmatinya, ketika ia tahu bahwa ada orang lain yang mengeluarkan uang sangat banyak hanya untuk membelikannya apartment. Bahkan jika Kyuhyun mau, dia bisa membeli dengan uangnya sendiri. Walaupun bukan di gedung ini.

“Jaeshin…”

Jaeshin menoleh. “Siwon akan datang pukul setengah delapan. Dia akan mengajakmu makan malam. Kau bisa tanyakan sendiri alasannya. Tapi setahuku, ini adalah rencana Siwon sejak empat tahun lalu. Tenang saja, walaupun harganya cukup mahal tapi masing-masing dari kami tidak mengeluarkan uang terlalu banyak. Total yang menyumbang sekitar hampir limabelas orang. Lagipula kau juga mengenal keluarga Choi yang lainnya, bukan? Anggap saja hadiah dari keluarga besan.”

Kyuhyun membuka mulutnya, tapi ia kembali terdiam. Ia menatap kearah luar jendela besar. Kyuhyun memperhatikan mobil-mobil yang melewati jembatan. Walaupun Jaeshin bilang apartment ini adalah hasil patungan, tapi Kyuhyun tetap saja tidak bisa menerimanya. Terlebih dengan ucapan Jaeshin terakhir.

Kyuhyun bahkan tidak tahu apakah dia bisa menikah dengan Siwon, atau tidak.

Walaupun mereka saat ini sedang menjalin hubungan, namun belum tentu hubungan ini akan dibawa ke altar pernikahan. Kyuhyun bahkan sebenarnya sudah mempersiapkan diri jika suatu hari ia dan Siwon akan putus dan mereka akan menikah dengan orang lain.

Menikah dengan seorang gadis.

Kalau itu sampai terjadi, bukankah Kyuhyun tidak bisa menerima hadiah apartment ini. Rasanya pasti akan canggung sekali.

“Berapa harganya?” gumam Kyuhyun.

Jaeshin melirik Kyuhyun. “Harganya? Entahlah, Siwon yang mengurus pembeliannya. Tapi jika melihat dari lokasi gedung dan fasilitas lainnya, mungkin lebih dari satu miliar won. Uhm… kurasa sekitar tujuhratus juta won sampai satu miliar won. Kenapa?”

Kyuhyun kembali memejamkan matanya ketika ia mendengar harga dari unit apartment tersebut. Bahkan jika ada limabelas orang yang menyumbang setidaknya setiap orang harus mengeluarkan limapuluh juta won sampai tujuhpuluh juta won. Memangnya gaji Jaeshin cukup untuk menyumbang sebesar itu? Atau bahkan anggota keluarga lainnya? Rasanya tidak mungkin jika mereka mau mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk membelikan orang asing sebuah apartment mewah.

Kyuhyun bisa membeli dengan uangnya sendiri. Malah dia pernah membeli gedung dengan harga yang lebih mahal dari unit apartment tersebut.

“Furniture-nya akan datang dua atau tiga minggu lagi. Kau bisa mendiskusikan dengan pihak developer untuk mengatur design interior-nya. Lagipula ini adalah apartment-mu,” sahut Jaeshin lagi.

Kyuhyun lalu menoleh dan menatap Jaeshin dengan jengkel. Gadis itu masih terlihat begitu tenang, setelah sepupunya menjarah semua tabungannya hanya untuk membelikannya apartment. Well, ini memang bukan hadiah dari satu orang, tapi limabelas orang sekaligus. Tapi tetap saja….

“Aku harus pergi untuk bertemu dengan Seok Jo. Lagipula Siwon mungkin sudah sampai. Ah… Jika kau pikir hadiahnya hanya sampai disini, maka kau salah besar. Baiklah, selamat menikmati makan malam-mu.”

Jaeshin langsung berjalan menuju lift, meninggalkan Kyuhyun yang kembali dibuat terkejut.

Ada hadiah lainnya?!

*****

Kyuhyun masih memandang Siwon dengan kesal. Setelah Siwon datang, Kyuhyun tidak mengatakan apapun dan hanya langsung pergi. Siwon berusaha untuk bicara, tapi Kyuhyun memilih untuk mengabaikan kekasihnya. Bahkan sampai mereka berdiri di ruang tengah apartment Siwon, saat ini.

Kyuhyun bisa melihat meja makan yang sudah ditata dengan indah, tapi ia sama sekali tidak berselera makan. Ia masih terlalu marah dengan tindakan Siwon. Bahkan walaupun rencana pembelian apartment itu sudah direncanakan sejak empat tahun lalu.

Siwon sendiri tidak bisa berkutik menghadapi Kyuhyun. Ia ingin bicara, tapi Siwon tidak yakin apakah Kyuhyun mau menerima penjelasan darinya mengenai hadiah apartment tersebut.

Well, mungkin Siwon harus memberikannya di tahun depan atau dua tahun lagi setelah Kyuhyun selesai menjalani tugas kenegaraannya. Tapi Siwon tidak bisa menunggu. Lokasi gedung apartment itu sangat bagus dan berdekatan dengan gedung apartment miliknya. Jika Siwon menunda untuk membelinya, maka yang ia takutkan harganya jauh lebih mahal. Dan rencananya akan gagal. Padahal Siwon sudah bersusah-payah meyakinkan beberapa anggota keluarganya atas rencana pembelian apartment tersebut.

Termasuk Jaeshin.

“Kyuhyun…” Siwon berusaha membuka pembicaraan.

Namun, Kyuhyun mendahuluinya untuk bicara.

“Jika kau tidak ingin membuatku lebih marah, jual kembali apartment itu dan kembalikan semua uang keluargamu. Kalau kau ingin memberikanku hadiah, maka berikan hadiah yang wajar, Choi Siwon. Sebuah apartment? Itu sebuah kegilaan. Lebih gila lagi, kau meminta keluargamu yang lain untuk menyumbang dana untuk membelinya?! Jika aku mau membeli apartment, aku bisa membelinya dengan uangku sendiri?! Apa kau pikir, selama sepuluh tahun aku bekerja, aku tidak akan mampu untuk membelinya?!!”

Well, Kyuhyun benar-benar marah besar padanya.

“Tapi Kyuhyun… Itu bukan hanya sekedar hadiah. Aku –maksudku, keluargaku membelikannya untukmu sebagai…”

“Sebagai apa?!” Kyuhyun kembali menyela ucapan Siwon. Hell, selama tiga hari Kyuhyun berada di Tokyo dan mereka berdua hanya bisa berkomunikasi melalui pesan, tapi saat bertemu akhirnya mereka bertengkar karena tindakan gila Siwon. “Apa sebagai tanda bahwa kau akan menikahiku? Mereka memberi apartment itu sebagai bagian dari mas kawin? Begitu?”

Siwon mengernyit. “Kau mau menikah denganku?” tanyanya dengan polos.

Kyuhyun menggeram jengkel. Lebih pada dirinya sendiri. Mungkin tidak seharusnya ia terpengaruh dengan ucapan Jaeshin yang mengatakan apartment itu sebagai hadiah dari keluarga besan. Heck, yang benar saja!

“Tentu saja tidak!! Tidak untuk saat ini!!” seru Kyuhyun dengan nada tinggi.

Well, jika Siwon ingin menikahinya, Kyuhyun tentu akan memikirkannya. Tapi untuk saat ini, itu bukanlah masalah yang penting.

Siwon menarik nafas panjang dan menyentuh kedua bahu Kyuhyun. Ia bisa merasakan kalau Kyuhyun sangat tegang dan ia berusaha untuk membuat kekasihnya menjadi lebih tenang. Dalam hitungan menit, tubuh Kyuhyun sudah terlihat jauh lebih rileks. Walaupun ekspresi Kyuhyun masih terlihat begitu kesal dengannya.

Siwon mengulas sebuah senyuman.

“Hey, itu memang hadiah ulang tahun-mu. Rencana awalnya dari Jiwon. Tapi aku yang membuat perencanaan dana yang dibutuhkan dan mencari lokasi yang bagus. Aku berusaha keras untuk memberikan penjelasan pada keluargaku mengenai pembelian apartment itu. Jika kau pikir mereka langsung setuju, maka kau salah. Appa-ku dan Appa Jaeshin bahkan sangat sulit dibujuk. Mereka malah memintaku untuk membuat perhitungan dana yang kubutuhkan dan berapa lama waktu hingga aku bisa membeli apartment itu,” tutur Siwon.

Tatapan Kyuhyun berubah menjadi lebih lembut. “Tapi.. harganya sangat mahal. Mereka pasti sudah gila jika mengeluarkan uang hingga puluhan juta won hanya untuk orang asing.”

Siwon mengernyit. “Puluhan juta won? Aku hanya meminta masing-masing dari mereka lima juta won. Itu pun empat tahun lalu.”

“Tapi Jaeshin bilang harganya bahkan bisa lebih dari satu miliar won.”

“Well, harga saat aku membelinya sekitar delapan ratus tujuhpuluhenam juta won, lebih tepatnya. Tapi aku hanya meminta masing-masing lima juta won, empat tahun lalu. Saat semua dananya terkumpul, aku melakukan beberapa investasi dari uang itu. Jika kau pikir mereka langsung memberikan uang puluhan juta padaku, mungkin saat ini aku sudah di hukum gantung. Dari investasi yang kulakukan, aku mendapat tambahan dana. Namun, karena bentuknya adalah investasi maka aku tidak langsung mendapatkan keuntungan besar. Itulah kenapa aku membutuhkan waktu selama empat tahun. Memangnya, aku hanya bisa menghabiskan uang tanpa berpikir bagaimana mengaturnya dengan baik, eoh?”

Kyuhyun sedikit menunduk. Ia menghembuskan nafas. Sepertinya Kyuhyun terlalu berlebihan memberikan reaksi atas pembelian apartment itu tanpa mendengarkan penjelasan Siwon darimana ia mendapat uang sebanyak itu.

Terlebih Jaeshin dan tunangannya.

Kyuhyun mengangkat kepalanya. “Jaeshin menyumbang berapa? Jika empat tahun lalu, bukankah dia masih kuliah? Tidak mungkin dia mempunyai uang lima juta won. Selain itu, Jaeshin juga bilang kalau tunangannya juga ikut andil pembelian apartment ini. Mereka baru bertunangan tahun lalu…”

“Empat tahun lalu, jumlah uang di tabungan gadis gila itu adalah duapuluhdua juta won. Dia mendapatkannya dari kakek dan nenek pihak ibunya. Kurasa warisan. Selain itu, Jaeshin mendapatkan transfer dana dari perusahaan ayahnya setiap bulan sekitar dua atau tiga juta won. Itu pun dari hasil saham yang dimilikinya. Jaeshin mempunyai uang yang cukup dibandingkan gadis seusianya, sayang. Untuk urusan Seok Jo… uhm, gedung itu adalah project dari temannya. Jadi, Jaeshin sedikit meminta bantuannya untuk menyisakan satu unit dengan posisi view paling bagus untukmu.”

Kyuhyun menghembuskan nafas perlahan. Ia menundukkan kepalanya dan mengusap wajahnya. Siwon menyentuh wajah Kyuhyun lalu memeluk kekasihnya dengan erat. Siwon mengusap lembut punggung Kyuhyun.

“Aku terlalu berlebihan, bukan?” gumam Kyuhyun dalam pelukan Siwon.

Siwon tersenyum dan mengecup kepala Kyuhyun. “Tidak, kurasa itu sangat wajar. Siapa pun pasti akan bereaksi sama sepertimu jika tiba-tiba diberikan apartment semahal itu. Tapi katakan padaku, apa kau menyukainya? Jika tidak, aku bisa menjualnya kembali dan mencari gedung apartment yang lain.”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Siwon dengan lekat. “Tidak, aku menyukainya. Itu terlalu mahal, tapi… aku tidak akan bohong. Itu apartment yang bagus.”

“Aku senang jika kau menyukainya. Sekarang bisa kita makan malam?”

Kyuhyun menghela nafas. “Aku tidak lapar. Kau makan saja.”

“Tapi Kyuhyun…”

“Aku tidak makan, Siwon. Terlebih dengan semua kejutan yang kau berikan. Selain itu, aku juga lelah.”

Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun dengan lekat. Ia bisa melihat gurat kelelahan pada wajah kekasihnya. Selama beberapa bulan terakhir, jadwal Kyuhyun memang sangat padat. Walaupun dia tidak menyukai jika kekasihnya bekerja terlalu keras, tapi Siwon juga tidak bisa melakukan apapun untuk mengatur jadwal pekerjaan Kyuhyun. Siwon menghela nafas perlahan dan mengecup kening kekasihnya. Kemudian ia menggenggam tangan Kyuhyun dan membawanya ke kamar.

Kyuhyun hanya mengikuti Siwon dan menuruti kekasihnya ketika Siwon menyuruhnya untuk berbaring di tempat tidur.

“Tidurlah untuk tigapuluh menit. Nanti aku akan mengantarkanmu pulang ke dorm,” ucap Siwon sembari merapatkan selimut.

Kyuhyun meraih tangan Siwon dan memberinya isyarat untuk duduk di sisi tempat tidur. Menemaninya untuk beberapa menit. Siwon tersenyum tipis dan menuruti keinginan kekasihnya. Perlahan tangan Siwon menyusuri surai lembut rambut Kyuhyun.

“Aku tahu ini pertanyaan konyol, tapi kenapa kau memberi hadiah sebuah apartment? Maksudku, kau bisa memberikan hadiah lain yang ukurannya sedikit lebih kecil. Selain itu, Jaeshin mengatakan soal hadiah lainnya.”

Siwon mendengus. “Jaeshin sama sekali tidak bisa jaga rahasia. Tapi aku tidak akan terkejut. Tenang saja, aku tidak akan membuatmu terkejut lagi. Hadiahnya akan sedikit jauh lebih normal.”

Kyuhyun tertawa kecil. Matanya sudah terasa berat, tapi ia berusaha tetap untuk terjaga. “Memangnya sejak kapan hadiah dari seorang Choi bisa disebut normal?”

“Lalu bagaimana dengan hadiah super mahal-mu untuk ulang tahun-ku kemarin, eh?”

Kyuhyun menghela nafas. “Itu hanya tiga botol wine. Terlebih Jaeshin yang membayar….” Ia menguap sebentar. “…. Lebih banyak.”

Siwon mengusap lembut pipi Kyuhyun dan menyeka air mata kantuk di ujung mata Kyuhyun. “Tidurlah…”

Kyuhyun mengangguk kecil. Siwon lalu mengecup bibir kekasihnya. Namun, ketika Siwon hendak menyudahi kecupan tersebut, Kyuhyun kembali mencium bibir Siwon.

Siwon sedikit terkejut dan berusaha menahan berat tubuhnya dengan tangannya agar ia tidak terlalu menindih tubuh kekasihnya. Perlahan Siwon membalas setiap sentuhan bibir Kyuhyun. Ia melumat lembut bibir Kyuhyun yang meresponnya dengan seduktif.

Setiap kecupan yang diberikan Siwon, membuat gairah Kyuhyun semakin meningkat. Bahkan Kyuhyun merasa mulai tidak nyaman pada bagian celananya. Mungkin itu karena mereka sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama.

“Siwon…” desah Kyuhyun.

Siwon menarik bibirnya dan menatap Kyuhyun dengan wajahnya yang memerah. Nafas Kyuhyun sedikit terengah. Siwon menyentuh ujung bibir Kyuhyun dan membuat Kyuhyun dengan spontan membuka kedua belah bibirnya.

“Kau ingin melakukannya?” bisik Siwon.

Kyuhyun hanya bisa mengangguk.

*****

“Kau belum menjawab pertanyaanku, Siwon.”

Siwon mengernyit menatap Kyuhyun yang tengah memperhatikannya dengan serius. Mereka baru saja tenang setelah gelombang gairah yang datang bertubi-tubi. Rasanya mereka tidak pernah seagresif tadi ketika bercinta.

“Pertanyaan yang mana, sayang?”

Kyuhyun menarik nafas. Ia sedikit memiringkan tubuhnya untuk lebih serius. “Alasan kenapa kau memberiku hadiah apartment.”

“Oh.” Siwon merubah posisi tubuhnya sama seperti Kyuhyun. Ia memperhatikan bahu Kyuhyun yang terdapat beberapa tanda merah darinya. “Sudah kubilang, itu rencana awal dari Jiwon. Aku sebenarnya tidak memikirkannya dengan serius, tapi melihatmu sering pulang-pergi dorm dan apartment-ku, itu membuatku berpikir untuk mencari tempat tinggal pribadi untukmu. Awalnya aku berpikir hanya ingin menunjukkan beberapa brosur padamu dan membiarkanmu untuk memilih sendiri. Tapi Jiwon dan Jaeshin mengatakan kenapa tidak memberikannya sebagai hadiah. Tentu saja, mereka berpikir aku harus mulai menabung atau melakukan sesuatu untuk mengumpulkan uangnya.”

“Tapi kau meminta uang pada semua orang di keluargamu.”

Siwon tidak bisa menahan diri untuk tidak menyentuh bahu serta leher Kyuhyun. “Aku sudah mengembalikan uangnya. Hasil investasinya cukup banyak, jadi aku memutuskan untuk mengembalikan uang itu ke beberapa orang. Jangan terlalu khawatir.”

Tangan Siwon perlahan menyentuh setiap bagian tubuh Kyuhyun. Rasanya dia tidak pernah puas untuk menyentuh kekasihnya. Kyuhyun sendiri memperhatikan setiap gerakan tangan lembut Siwon. bahkan ketika tangan Siwon mulai menghilang ke balik selimut.

Kyuhyun menahan nafasnya. Ia memejamkan matanya saat tangan besar Siwon menyentuhnya.

Siwon tersenyum melihat reaksi Kyuhyun. Perlahan ia mulai mendekatkan diri pada Kyuhyun. Siwon bisa merasakan Kyuhyun mulai kembali bernafas dengan normal ketika ia mencium bahu Kyuhyun. Tak lama, Siwon mulai mendengar suara desahan Kyuhyun.

Siwon memeluk tubuh kekasihnya.

Kyuhyun membuka matanya ketika ia merasakan Siwon. Ia mencengkram lengan Siwon sedangkan Siwon sendiri masih mengecup bahu serta bagian leher Kyuhyun.

Ketika gairah itu kembali memuncak, Kyuhyun melepaskannya tanpa peduli bahwa tetangga Siwon akan terganggu. Well, itu tidak akan terjadi karena kamar Siwon kedap suara. Terkadang Kyuhyun sangat menghargai setiap inisiatif kekasihnya.

Siwon mencium bibir Kyuhyun dan menyentuh wajahnya dengan tangannya yang basah.

Kyuhyun mendesis jengkel dan langsung menjauhkan tangan Siwon dari wajahnya. “Kau menjijikkan!”

Siwon hanya tertawa. “Tapi kau mencintaiku, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun memutar bola matanya. Ia meraih tangan basah Siwon dan menautkan jemari mereka. Kemudian ia tersenyum. “Sayangnya, itu benar sekali.”

Siwon mengecup hidung Kyuhyun. “Aku juga sangat mencintaimu, Cho Kyuhyun tersayang.”

Kyuhyun lalu kembali mencium bibir Siwon.

*****

Kyuhyun melirik jam di pergelangan tangannya ketika ia melihat sosok Jaeshin sedang berdiri bersandar pada pintu dorm. Kyuhyun baru saja kembali setelah dia pergi bersama dua teman sekolahnya bermain snowboard di resort ski. Dengan membawa snowboard-nya, Kyuhyun berjalan mendekati Jaeshin yang menyadari kedatangannya. Ini adalah pertemuan Kyuhyun dengan Jaeshin setelah satu bulan. Terakhir Jaeshin datang dengan membawa makanan sebelum hari dimana Siwon menyelesaikan training pertama-nya.

Kyuhyun menurunkan syal yang menutupi sebagian wajahnya. “Kenapa kau selalu datang tanpa memberitahu-ku terlebih dahulu? Dibandingkan menunggu, bukankah sebaiknya kau datang ketika aku berada di dorm?”

“Aku sudah bertanya pada manager yang biasa mengikutimu. Tenang saja, aku belum lama menunggu.” Kemudian Jaeshin mengangkat sebuah kantung ke hadapan Kyuhyun. “Aku tahu kau besok ada recording Radio Star, ayo minum satu gelas saja bersamaku?”

Kyuhyun menatap kantung yang kemungkinan berisi botol red wine. Well, Kyuhyun biasanya tidak akan minum jika keesokan harinya dia mempunyai jadwal pekerjaan, tapi jika hanya satu gelas rasanya tidak terlalu buruk. Kyuhyun menghela nafas sembari memasukkan kode pintu.

“Kau tahu, ini sudah hampir pukul satu pagi, bukan?” tukas Kyuhyun sembari membuka pintu.

Jaeshin tersenyum tipis dan mengikuti Kyuhyun berjalan masuk. Saat Kyuhyun pergi menyimpan snowboard, Jaeshin bergegas menuju dapur untuk mengambil dua gelas.

Kyuhyun mendengus jengkel saat ia memasuki kamar untuk menyimpan tas serta mantelnya. Ia mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada Siwon.

To: Choi S.W

Jae datang ke dorm dan dia membawa sebotol red wine. Kurasa kau harus bicara padanya mengenai kebiasaannya muncul di dorm tanpa pemberitahuan.

Aku tidak ingin berdebat dengannya, terima kasih. Jadi, aku harap kau yang bicara pada sepupumu itu.

Siwon Sayang….

Kyuhyun tahu, kemungkinan besar Siwon sudah tidur. Namun setidaknya Siwon harus diberitahu. Ia tidak ingin membuat masalah jika terjadi sesuatu nanti. Rasanya dia mempunyai firasat buruk mengenai kedatangan Jaeshin. Gadis gila itu tidak biasanya datang di tengah malam seperti ini dan Kyuhyun juga tidak bisa menyuruh Jaeshin pulang setelah menunggu cukup lama. Well, Kyuhyun bisa menebak berapa lama Jaeshin menunggunya. Wajah gadis itu terlihat merah.

Kyuhyun menarik nafas sembari menaruh ponselnya diatas meja. Setelah menyimpan mantelnya di lemari, Kyuhyun berjalan keluar dan menemukan Jaeshin sudah membuka botol wine. Gadis itu duduk di lantai beralaskan karpet dan bersandar pada sofa. Kyuhyun melihat satu gelas lainnya yang sudah berisi red wine.

Kyuhyun menghampiri Jaeshin. Ia mengambil gelas untuknya dan memilih duduk di sofa.

“Ada apa?” tanya Kyuhyun sembari menatap Jaeshin.

Gadis gila itu hanya mengumam sembari menatap gelas ditangannya. Jujur saja, Kyuhyun seakan tidak mengenal sosok Jaeshin. Entah apa yang terjadi selama mereka tidak bertemu selama beberapa bulan kemarin. Setelah pertunangan yang mendadak, perubahan sikapnya pada Junmyeon juga membuat Kyuhyun semakin tidak mengerti Jaeshin. Mereka berdua mengatakan tidak ada masalah apapun, tapi sikap mereka yang seperti orang asing mengatakan sebaliknya.

Kyuhyun memang tidak ingin ikut campur tapi dia merasa penasaran.

“Jaeshin-ah…”

Jaeshin sedikit menoleh untuk bisa menatap Kyuhyun. “Kenapa?”

Kyuhyun menaruh gelas wine kembali keatas meja dan akhirnya pun terpaksa ikut duduk diatas karpet disamping Jaeshin. Ia lalu mengambil gelas dari tangan Jaeshin dan menaruhnya lagi keatas meja. Kyuhyun menghela nafas dan menatap gadis gila itu.

“Jae-ah, apa kau sedang mempunyai masalah?”

Jaeshin memandang Kyuhyun dengan bingung. “Masalah? Tidak ada masalah.”

Kyuhyun mendesah. Jika Siwon yang berbohong, Kyuhyun masih bisa untuk memberikan argument tapi jika Jaeshin sudah berbohong, walaupun Kyuhyun sudah bicara panjang lebar, gadis gila ini tidak akan mengakuinya dengan mudah. Oleh karena itu, Kyuhyun akan lebih mencari aman untuk percaya saja apa yang dikatakan gadis itu.

Namun untuk saat ini, rasanya sulit bagi Kyuhyun untuk membiarkan Jaeshin berbohong.

“Nona Choi, kau tahu kalau aku tidak akan mudah percaya dengan ucapanmu, bukan?”

“Tapi biasanya, kau tidak akan peduli,” gumam Jaeshin sembari berusaha mengambil gelas wine miliknya.

Kyuhyun dengan cepat menahan tangan Jaeshin dan memeganginya erat. Mungkin Kyuhyun seharusnya menerima apapun yang dikatakan Jaeshin. Terlebih gadis itu terlihat sedang mengalami hari yang buruk. Kyuhyun tidak ingin kalau Jaeshin tiba-tiba mengamuk padanya karena ia terus mendesak gadis itu untuk bicara.

Kemudian Kyuhyun melepaskan tangan Jaeshin dan kembali duduk diatas sofa.

Jaeshin meraih gelasnya dan menghabiskan wine dalam satu tegukan. Lalu ia mengisi gelasnya lagi dan mulai meminumnya. Kyuhyun hanya bisa memandangi gadis itu minum tanpa henti. Mungkin jika Jaeshin mabuk, dia akan lebih mudah untuk bicara. Atau yang terjadi malah sebaliknya.

Kyuhyun mendesis ketika Jaeshin sudah sampai pada gelas ke-delapan. Dia tidak pernah tahu kalau Jaeshin pandai minum seperti itu. Entah gadis gila itu belajar dari siapa. Kyuhyun melirik gelas miliknya yang belum tersentuh.

Ia meraihnya dan meneguknya habis lalu menaruhnya kembali keatas meja.

“Hey, Nona Choi. Aku mau tidur, kau masih mau ditemani?” tanya Kyuhyun. Pada akhirnya, ia menyerah. Siwon atau Jiwon mungkin yang akan bicara dengan Jaeshin nanti.

“Pergi tidur sana, aku akan baik-baik saja.”

Walaupun tidak ingin meninggalkan Jaeshin sendirian, tapi Kyuhyun sudah lelah dan ingin tidur. Selain itu, recordingnya akan dimulai pagi hari. Kyuhyun menarik nafas lalu berdiri. Ia menyentuh kepala Jaeshin dengan lembut. “Kalau kau ingin menginap, tidur di kamar Hyukjae hyung saja, eoh. Jika kau ingin pulang, panggil supir pengganti mengerti? Selamat malam.”

“Malam…”

*****

Kyuhyun sepertinya baru tidur beberapa menit, ketika ia mendengar suara dering ponselnya. Ia membuka mata perlahan dan menggerang kesal. Entah siapa yang menghubunginya di pagi buta seperti ini. Dengan mata setengah terbuka, Kyuhyun meraih ponselnya untuk menerima panggilan tersebut.

“Yoboseyo…” gumamnya dengan suara serak.

“Kyuhyun, apa Jaeshin masih di dorm? Aku baru membaca pesan darimu.”

Kyuhyun mengeryit dan mencoba membuka matanya. Kyuhyun menatap layar ponselnya dan melihat nama Siwon. Selain itu, Kyuhyun juga menyadari bahwa Siwon menghubunginya pada pukul tiga pagi. Dia baru tidur selama hampir dua jam.

“Aku tidak tahu. Saat aku pergi tidur, sepupu-mu masih minum. Kenapa kau tidak menghubungi ponselnya?” tanya Kyuhyun.

“Ponselnya tidak bisa dihubungi, Kyuhyun. Bisa kau lihat? Hanya untuk memastikan.”

Well, suara Siwon terdengar khawatir. Itu mungkin karena Jaeshin adalah anak tunggal, jadi ada banyak orang yang mengkhawatirkannya.

Kyuhyun menggumam pelan. Ia menyibak selimut lalu berjalan keluar kamar. Kyuhyun menemukan lampu di ruang tengah sudah dimatikan, jadi dia harus menemukan saklar. Ketika ruang tengah sudah terang, Kyuhyun melihat dua gelas dan sebotol wine diatas meja. Namun, dia tidak melihat sosok Jaeshin.

“Hyung, Jaeshin….” Ucapan Kyuhyun terhenti ketika ia melihat tas Jaeshin di sofa.

“Kenapa, Kyuhyun?”

“Eoh? Tunggu sebentar, hyung.”

Kyuhyun kemudian membuka pintu kamar Hyukjae. Kyuhyun ingat kalau jika Jaeshin memilih untuk menginap, ia menyuruh gadis itu untuk tidur di kamar tersebut. Namun ketika ia menyalakan lampu kamar Hyukjae, dia juga tidak menemukan sosok Jaeshin. Rasa khawatirnya mulai muncul. Kyuhyun mulai mencari dua kamar lainnya. Tapi hasilnya pun nihil.

“Kyuhyun-ah…”

Kyuhyun tersadar kalau dia masih tersambung dengan Siwon saat ia berjalan menuju kamar mandi. Ia tidak tahu apa yang dikatakannya pada Siwon. Kyuhyun tidak bisa berbohong pada Siwon kalau dia tidak menemukan Jaeshin. Kyuhyun masih harus memeriksa kamar mandi. Jika Jaeshin tidak ada disana, maka mau tidak mau Kyuhyun harus mengatakan kalau Jaeshin pergi tanpa membawa tas-nya.

Perlahan Kyuhyun membuka pintu kamar mandi. Detik berikutnya, Kyuhyun merasa kalau dia mendapat serangan jantung.

“Hy-hyung…”

“Kenapa Kyuhyun? Apa Jaeshin masih di dorm?”

“Eoh. Hyung, cepat datang ke dorm. Panggil dokter juga. Ppali!”

Kyuhyun memutuskan sambungan telepon dan menyimpannya ke saku celana. Lalu ia bergegas kesisi Jaeshin yang tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Kyuhyun memeriksa wajah gadis itu. Jaeshin yang terlihat pucat. Kyuhyun bisa melihat keningnya yang terlihat keunguan. Kemungkinan besar Jaeshin terbentur wastafel atau semacanya.

Kyuhyun mengangkat kepala Jaeshin untuk memeriksa apakah ada luka lainnya.

Ia menghela nafas setelah tidak menemukan luka lainnya selain memar di kening Jaeshin. Kyuhyun kemudian mengangkat tubuh Jaeshin dan membawanya ke tempat tidur. Entah berapa lama gadis itu pingsan di kamar mandi. Kyuhyun tidak seharusnya meninggalkan gadis itu sendirian menghabiskan wine yang dibawanya.

Setelah dia membaringkan Jaeshin diatas tempat tidur, Kyuhyun mengeluarkan ponselnya untuk memanggil Ryeowook. Setidaknya Ryeowook lebih tahu apa yang harus dilakukannya untuk membuat Jaeshin sadar sebelum Siwon datang dengan dokter.

“Aku akan segera datang.”

Kyuhyun lalu memutuskan sambungan dan melemparkannya ke sisi tempat tidur. Ia melihat Jaeshin yang masih memakai mantelnya. Dengan sedikit berhati-hati, Kyuhyun melepaskan mantel Jaeshin dan melemparkannya ke lantai.

Tak lama, Ryeowook datang.

“Apa yang terjadi?” tanya Ryeowook.

Kyuhyun menoleh dan menggeleng. “Entah, aku pergi tidur dan meninggalkannya minum wine sendirian. Lalu aku terbangun karena Siwon menelepon untuk memeriksanya. Saat aku pikir dia sudah pergi, aku melihat tasnya lalu mencarinya di ruangan lain. Lalu aku menemukannya di kamar mandi dalam keadaan pingsan. Ada luka memar di keningnya.”

Ryeowook lalu menghampiri Jaeshin yang berada di tempat tidur. Ia memeriksa kening gadis itu. “Kurasa dia pingsan selama satu jam. Aku akan mengambil kompres es. Siwon akan datang?”

“Dia akan datang. Bersama dokter.”

Ryeowook menghela nafas dan mengangguk. “Itu bagus. Aku akan mengambil kompres es-nya.”

Lalu Ryeowook berjalan keluar kamar. Kyuhyun memperhartikan Jaeshin dengan khawatir. Ia merasa bersalah pada gadis gila itu. Well, tentu saja. Jaeshin pingsan selama satu jam di kamar mandi yang dingin sedangkan Kyuhyun tidur dengan nyaman di kamar yang hangat. Entah apa jadinya jika Siwon tidak menghubunginya dan Kyuhyun malah baru menemukan Jaeshin di pagi hari.

Ponselnya kembali berdering. Siwon menghubunginya lagi.

“Ya, hyung?”

“Aku dalam perjalanan bersama Jiwon. Dokter mungkin akan datang lebih cepat daripada kami. Aku sudah memberikan alamat dorm. Apa yang terjadi pada Jaeshin, Kyuhyun?”

Kyuhyun mengusap wajahnya. “Sepertinya Jaeshin terjatuh di kamar mandi. Keningnya memar tapi Ryeowook sedang mengambil kompres es. Hyung, aku minta maaf.”

“Bukan salahmu, sayang. Jaga Jaeshin sampai kami datang. Kurasa Jaeshin baik-baik saja. Dia hanya mabuk dan tidak sengaja terbentur. Itu saja. Jangan menyalahkan dirimu, Kyuhyun.”

“Baiklah.”

Sambungan telepon kembali terputus dan Ryeowook datang dengan membawa kompres es. Ia menaruh kompres es itu tepat diatas memar Jaeshin dengan hati-hati. Kyuhyun lalu berdiri agar Ryeowook bisa duduk.

“Tidurlah. Aku akan disini sampai Siwon dan dokter datang.”

Kyuhyun menghela nafas perlahan. “Siwon bilang dokternya akan datang lebih cepat.”

Ryeowook mengangguk. Kyuhyun menatap sosok Jaeshin yang masih belum sadarkan diri, lalu ia berjalan keluar kamar menuju sofa di ruang tengah. Kyuhyun menatap dua gelas serta botol wine yang sepertinya sudah habis diatas coffee table. Ia menarik nafas panjang dan melirik tas milik Jaeshin.

Tanpa sadar, Kyuhyun meraih tas tersebut untuk memeriksa isinya. Ia menemukan ponsel Jaeshin dalam keadaan mati. Sepertinya baterainya habis. Kyuhyun kembali memeriksa isi tas tersebut. Memang tidak sopan, tapi Kyuhyun perlu mencari tahu. Kyuhyun menemukan kunci mobil, dompet, parfume serta charger ponsel. Selebihnya hanya sebuah buku note dan sebuah kotak kecil berwarna hitam.

Kyuhyun mengambil kotak hitam itu dan membukanya. Didalam kotak itu terdapat sepasang cincin. Cincin yang sama yang pernah dilihat oleh Kyuhyun melingkari pada jari manis Jaeshin. Dengan cepat Kyuhyun menutup kotak tersebut dan mengembalikannya kedalam tas.

“Kenapa Jaeshin memiliki dua cincin tunangannya?”

*****

Kyuhyun membuka matanya perlahan. Ia tersenyum tipis saat melihat Siwon yang sedang mengusap lembut rambutnya. Siwon ikut tersenyum dan mencium kening kekasihnya. Kemudian Kyuhyun bangun dan duduk bersandar. Entah bagaimana dia bisa berakhir tertidur di sofa. Ryeowook bisa saja membangunkannya dan menyuruhnya pindah ke kamar kosong –atau Siwon yang melakukannya. Tapi mereka sepertinya membiarkan Kyuhyun tidur saja. Selain itu, Kyuhyun juga tidak ingat kalau dia mengambil selimut.

“Kau masih mengantuk?” tanya Siwon.

Kyuhyun mengangguk kecil. Ia melirik kearah jendela. “Jam berapa?”

“Hampir pukul tujuh. Saat aku datang kau sudah tertidur. Ryeowook ingin membangunkanmu tapi aku melarangnya. Kau terlihat lelah. Aku juga menyuruhnya untuk kembali istirahat. ”

Kyuhyun mengusap wajahnya dan menggumam pelan. Ia melirik Siwon yang duduk disampingnya, memandanginya dengan begitu lekat. Kemudian ia menyadari bahwa Jiwon sepertinya ikut menginap di dorm. Adik Siwon itu berjalan masuk ke kamarnya dengan membawa semangkuk bubur. Kyuhyun teringat Jaeshin.

“Bagaimana keadaan Jaeshin?”

Siwon terdiam sejenak. Kemudian ia tersenyum tipis. “Dokter bilang dia hanya mabuk dan memar di keningnya adalah kesalahannya. Dia baik-baik saja, sayang.”

“Benarkah?” tanya Kyuhyun dengan kening berkerut. Rasanya Siwon selalu menjawab pertanyaan mengenai Jaeshin tanpa ragu. Namun, kali ini sepertinya ada yang ditutupi oleh Siwon.

Siwon menarik nafas dan mengusap lembut pipi Kyuhyun. “Jangan mengkhawatirkannya.”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Dia hanya mengangguk kecil. Kyuhyun tidak ingin berdebat dengan Siwon disaat matahari baru saja muncul. Itu hanya akan memberikan pertanda kalau keseluruhan harinya akan berakhir dengan sangat buruk. Kemudian Kyuhyun menyadari bahwa Siwon sudah mengenakan seragam kepolisiannya.

Ah, dia hampir saja melupakan itu.

“Jam berapa kau harus pergi?” gumam Kyuhyun sembari menyentuh dasi hitam Siwon.

“Aku masih punya waktu setengah jam lagi. Jiwon akan mengantarkanku,” tutur Siwon.

Kyuhyun kembali mengangguk. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya. Kyuhyun lalu menarik tangannya dari dasi Siwon dan ia sedikit menunduk. Tanpa sengaja, ia melihat bantal dan selimut lainnya di lantai. Selain itu, coffee table sepertinya sudah dipindahkan.

Siwon tidur di lantai dengan hanya beralasan karpet.

“Kau tidur disini?” bisik Kyuhyun.

Siwon mengernyit. Ia tidak mendengar sepenuhnya pertanyaan Kyuhyun. “Kau bilang apa, sayang?”

“Kau tidur di lantai.”

Kali ini tidak terdengar seperti pertanyaan. Siwon melirik bantal dan selimut didekat kakinya. Mungkin seharusnya dia merapikan itu sebelum membangunkan Kyuhyun. Siwon lalu mencium ujung bibir kekasihnya.

“Ayo sarapan,” tukas Siwon sembari meraih tangan Kyuhyun.

Namun, Kyuhyun dengan cepat menahan pergelangan tangan Siwon dan membuatnya tetap duduk disisinya. Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat. Siwon sedikit tersenyum padanya. Kyuhyun menghela nafas. Dengan rambut pendeknya, Siwon terlihat jauh lebih muda dari usia sebenarnya. Bahkan kondisinya sepertinya jauh lebih baik.

Tangan Kyuhyun menggerak untuk menyentuh pipi Siwon dan mengusapnya lembut. “Kau terlihat lebih baik.”

“Kau baru menyadarinya?” sahut Siwon.

Kyuhyun mengangguk. Rasanya baru kemarin dia bertemu dengan Siwon. Bahkan sebelumnya, mereka juga sempat bertemu. Tapi kenapa Kyuhyun baru menyadari perubahan itu sekarang. Dia sama sekali tidak peka. Kemudian Kyuhyun memeluk Siwon dengan erat. Ia memejamkan matanya dan menyesapi aroma tubuh Siwon sekaligus menikmati pelukan hangat kekasihnya.

Siwon membalas pelukan Kyuhyun dengan mengusap punggungnya dengan lembut. Perlahan ia menarik tubuh keatas pangkuannya dan merangkulnya seperti seorang anak kecil. Sesekali Siwon menciumi kepala Kyuhyun dengan penuh kasih sayang.

“Oppa…”

Siwon menoleh kearah Jiwon yang terlihat sedikit canggung. Well, Siwon tidak akan menyalahkannya. Ini pertama-kali Jiwon menginap di tempat yang cukup asing baginya. Selain itu, Jiwon juga hampir tidak pernah melihat Siwon dan Kyuhyun dalam posisi yang cukup intim –berbeda dengan Jaeshin yang sering-kali menerobos masuk di waktu yang tidak tepat.

“Sarapan…” ucap Jiwon singkat lalu segera duduk di meja makan.

Siwon melepaskan pelukannya dan menatap Kyuhyun dengan lembut. “Ayo sarapan…”

Kyuhyun mengangguk kecil lalu turun dari pangkuan Siwon dan berdiri. Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Siwon. Kekasihnya itu tersenyum lebar. Siwon meraih tangan kekasihnya dan ikut berdiri.

Siwon memandang Kyuhyun dengan lekat. Kemudian ia mengecup bibir Kyuhyun dengan lembut.

“Aku mencintaimu, sayang.”

*****

NOTE: Biasanya nulis yang semi-canon tapi ini pure fiction (pake banget). Seharusnya aku update di hari Minggu, tapi karena masalah sama modem, jadi gak kesampean deh… Maaf ya ^^;;

Err…. Scarface masih proses, mungkin update selanjutnya Super Human dulu.

Music: Kyuhyun (Super Junior) – 그냥 보고 싶어 그래 (Because I Miss You)

Advertisements

19 thoughts on “[SF] Because I Love You

  1. AAAA!! SUKAAA BANGET SMA CERITA YG PERTAMAAA!! >_<
    ultah Kyu msh lama,tpi Siwon udh ksh hadiah yg super mahal :3
    mana lg itu beli nya patungan sma keluarga Choi yg lain.
    ciee ~ Kyu udh diterima sbg 'calon mantu' nih :v
    gyyaaaah!! apa lg pas Kyu duluan minta itu sma Siwon,jdi inget pas di Super Camp kmarin pas Teuk bocorin klo itu nya Kyu gede wkwk *plakk
    bkin kaget aja nih Jae, untung cma pingsan yaa ga parah.
    bisa2 Kyu ngerasa brsalah beneran sma Jaeshin.
    cincin tunangan nya ada 2? atau jgn2 mreka batal tunangan lg? *plakk
    gapapa Ra,yg pnting kmu apdet.
    ditunggu scarface nya XD

  2. Kyaaaa!!!sElalu bikin kesemsem dengan momment WonKyu.Ugh..mereka itu,,kalau udah menciptakan sweet momment gini rasanya bikin senyum gaje yang baca.
    Semoga..WonKyu bisa mnjaga hubungan spesial mereka ini dengan baik.
    Terima kasih untuk dukungan dari mereka-mereka.

    Dan Jaeshin..mudah-mudahan mmng dia baik-baik saja.

    Fighting eonni…gumawo.

  3. wah wah selalu suka deh sama SF yang full wonkyu…
    ahhh apalagi hadiahnya itu double banget ya kyu hahaha
    dari apartemen sampe penyaluran rasa deh, eaaa…
    semua sudah siwon lakukan ya sampe pembelian apartemen
    kali2 kyu juga dong kasih yang mahal buat siwon walo siwon sendiri pasti mampu membelinya…
    oia jaeshin apa dia batal tunangan??
    kalo iya… bisa dong sama junmyeon??

  4. ini so sweet bngt ya ampuuuunnnn….berasa kyuhyun tu princess bngt ya,Siwon sayang bngt sm kyuhyun di sini,sampe2 kyuhyun mw ultah di ksh kado appartemen mahhhhhaaaal….#siapa yng g mw
    terus jaeshin knp ya itu ko bs jatoh di kmr mandi gt?mudah2n g ada masalah sm percintaan dia wlpn sepertinya memang lg ada masalah si,dan weeeeellll….aku benci klo km skip adegan make a love nya wonkyu#plak

  5. kyu sudahvmarah dulauan sebelum siwon menjelaskan masalah apartemen.hehehehe…
    sebenarnya ada apa dengan jaesin apa dia putus dengan tunangannya.
    ditunggu lanjutannya dan update super humannya ya

  6. Wah bahagianya kyu yang dapat hadiah besar..
    Ni ff bikin diabetes aja…sweetttt bangetttt..hehehe….
    Sebenarnya ada apa dengan jaeshin??

  7. nah loh kira2 jaeshin knpa yah …
    aigoooo wonkyu bner2 so sweettt bgt sih …
    itu hadiah siwon benr2 super woow bgt ..
    enak bgt jadi si babykyu hihihi….

  8. Ugh,, bahagianya kalo jdi si mbul.
    Dpet hadiah mahal, diterima dengan senang hati oleh kluarga siwon, dan yg paling pnting di cintai ama daddywon. . huhuhu
    Lengkap banget kebahagiaan si mbul. . hohoho
    Momen mreka emang selalu so sweet. Dudududu
    😍😍😍

  9. mereka itu bener2 so sweet banget yahhh… sampek iri dengen ke sweet.an mreka hahaha,.. kasian banget lihat jaeshin kayak gitu… kyu nemuin cicin lagi. pas jaeshin sama tunangan.e putus.

    hehehhe gpp diera eonni pokok.e diera eonni update q sudah seneng banget… fighting eonni…

  10. woww….ultah aja blum hadiahnya dah bejibun,,,mana hadiahnya serba super lg,,enak bgt jdi pcarnya wondad….
    sprtinya jae emang da msalah yg ckup berat,,smoga jae baik” aja.

  11. ah saya suka yg terakhir bacanya wonkyu so sweet bgt sih apalagi kyu di pangku gitu sama siwon
    pokoknya saya suka pake bgt lagi nih eonni

  12. Hadiah ulang taun ajaa udah apartemen mewah gituu, gimanaa kalau hadiah perkawinan hahhhha … Gara2 baca ff Ini jadi kangen wonkyu moment ihh T_T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s