[SF] Scarface Part 37 [2]

kyuhyun

[2]

Siwon menunggu di dalam mobil dengan perasaan gelisah. Ini sudah hampir dua jam, tapi dia belum mendapat kabar apapun. Walaupun begitu Siwon juga tidak bisa keluar dan menerjang masuk tanpa memikirkan keselamatan Kyuhyun. Saat ini dia berada sekitar dua ratur meter dari sebuah gudang besar yang cukup terbengkalai. Kyuhyun memang tidak memberitahu kemana dia pergi, tapi Siwon cukup pintar untuk memasukkan pin serta pena khusus yang pernah ia berikan –walaupun ditolak oleh Kyuhyun– kedalam saku mantel Kyuhyun.

Shin Hwan melacak pin tersebut dan menemukan lokasi di pinggiran kota Ilsan. Cukup jauh dari Seoul, hingga Siwon berpikir apakah Kyuhyun mempunyai cukup waktu dari dijanjikannya.

Shin dan Ahn sedang melakukan penyisiran di area tersebut, sedangkan tim polisi masih melakukan persiapan untuk penyergapan ke gudang tersebut.

Limabelas menit setelah Kyuhyun pergi, kepala kepolisian mendatangi kantor firma hukum dan Kang Jaeha menceritakan semua kronologis kejadian. Mengenai penculikan putrinya di Tokyo, serta ancaman yang berikan oleh orang-orang Seon Hwan, sekaligus keterlibatan Kyuhyun. Hanya berselang waktu singkat, kepala kepolisian memberikan perintah untuk melakukan proses penangkapan. Selain itu, ada kabar dari kantor kejaksaan kalau mereka mendapat kiriman flash-drive mengenai Seon Hwan.

Dengan bermodalkan flash-drive tersebut, penyelidikaan terhadap Seon Hwan mendapatkan titik terang.

*****

Siwon menyentuh plat nama Kyuhyun. Ia memperhatikan meja kerja Kyuhyun yang dipenuhi oleh beberapa dokumen-dokumen kasus yang sedang ditanganinya. Siwon tersenyum tipis. Kyuhyun sepertinya tipe orang yang cukup teratur. Walaupun meja kerjanya cukup penuh, tapi semuanya diatur dengan rapi.

Kyuhyun berbeda jauh dengan Changmin.

Setiap kali Siwon datang ke ruangannya, meja kerja Changmin selalu berantakan. Semua dokumen ditumpuk jadi satu dan kertas-kertas revisi ditumpuk di lantai tanpa peduli akan dibersihkan atau tidak. Karena alasan itu, Siwon hampir tidak pernah ke ruangan Changmin.

Siwon menarik nafas panjang dan menoleh ketika Ahn Soo memanggil namanya.

“Semuanya sudah siap, Direktur Choi. Pihak kepolisian sudah mulai bergerak menuju lokasi dan sebaiknya anda kembali…” ucapan Ahn Soo terputus ketika Siwon menghampirinya.

Siwon menatap Ahn dengan serius. Di luar, Siwon bisa melihat kepala kepolisian sedang bicara dengan seseorang melalui telepon. Sejak kedatangan beliau, kantor firma hukum ditutup dan semua pegawai diminta untuk tidak bicara pada siapapun mengenai apa yang terjadi di kantor tersebut.

“Kita akan ikut bersama mereka. Kalian masih mempunyai tugas untuk melindungi Kyuhyun. Ini adalah untuk yang terakhir. Setelah itu kau dan Shin akan kembali pada tugas kalian sebelumnya. Lakukan dengan baik,” ucap Siwon.

Ahn terdiam sejenak. Ia dan Shin, pada awalnya, memang tidak tahu apa alasan dibalik penugasan mereka untuk melindungi Pengacara Cho Kyuhyun. Tapi setelah berminggu-minggu, kini Ahn bisa mengerti. Begitu pula dengan Shin Hwan. Pria yang tengah berdiri dihadapannya, dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu tegas dan serius, namun jauh didalam perasaan hatinya sedang berkecamuk perasaan gelisah dan khawatir. Ahn tidak pernah melihat sosok pria itu dalam kondisi yang begitu rapuh seperti sekarang ini. Selama hampir limabelas tahun ia bekerja pada keluarga Choi, ini adalah pengalaman pertama.

Pria dihadapannya menjadi lebih humanis dari sebelumnya. Hanya dalam hitungan waktu singkat dan itu karena seorang pria lainnya.

“Saya mengerti, Direktur Choi. Tapi kita tidak bisa terlibat langsung, terlebih polisi juga sudah turut ikut campur. Kami bisa mengawasi dari jauh, tapi kami tidak akan turun tangan jika terjadi sesuatu ketika penyergapan dilakukan. Kami mendapat perintah tersebut dari Presiden Choi,” tutur Ahn.

Siwon mengangguk. Sepertinya Kakeknya sudah mengetahui situasi saat ini. Ia bisa mengerti. Masalah Seon Hwan adalah hal yang sensitif. Choi Group tidak bisa ikut campur kedalam masalah tersebut.

“Lakukan apapun, asalkan Kyuhyun tetap aman.”

Ahn mengangguk patuh.

*****

Siwon menarik nafas panjang dan menatap kotak ditangannya. Ia membuka kotak tersebut dengan perlahan. Siwon memandangi dengan lekat jam tangan yang berada didalam kotak tersebut. Sebuah jam tangan dengan design yang sederhana namun tetap terlihat begitu elegan. Sebuah jam tangan yang sudah lama dipesan olehnya, namun sejak bertemu dengan Kyuhyun, Siwon menutuskan untuk memberikannya pada Kyuhyun. Untuk itu, dia melakukan beberapa perubahan design dari sebelumnya.

Sebelumnya, Siwon akan memberikan jam tangan tersebut pada hari ulang tahun Kyuhyun. Hari itu hanya berjarak sepuluh hari lagi.

Tapi kini Siwon akan menimbang untuk memberikannya ketika Kyuhyun pulang dengan selamat. Hanya itu keinginan Siwon untuk saat ini. Dia tidak akan meminta banyak. Dengan hanya bisa memeluk Kyuhyun lagi, itu sudah cukup baginya.

Siwon menutup kotak itu kembali dan memejamkan matanya. “Kau harus pulang, Kyuhyun. Kau yang mengatakannya sendiri padaku. Kau akan pulang. Kau harus pulang… Cho Kyuhyun.”

Padaku…

*****

Changmin menoleh kearah pintu ketika ia mendengar suara Kakeknya menyebut namanya. Namun, Changmin mengabaikannya dan kembali kepada layar komputer. Saat ini, Changmin sedang menonton berita lanjutan mengenai Seon Hwan. Dalam berita tersebut, disebutkan kalau pihak kejaksaan mendapat kiriman data-data mengenai Seon Hwan yang akan menjadi bukti kuat untuk menjatuhkan perusahaan tersebut.

Changmin cukup lega mendengarnya, namun tidak dipungkiri kalau dia juga merasa cemas.

Siwon telah berbohong padanya. Itu tidak mengherankan, jika melihat bagaimana sikap Siwon pada seorang Cho Kyuhyun. Namun, melihat permasalahan yang ada, Changmin tidak bisa menahan diri untuk memaki sepupunya karena bertindak sangat bodoh.

“Kakek yakin kau sudah mengetahuinya,” ucap Choi Daehan yang kini berdiri dihadapan Changmin.

Changmin mendesis jengkel. Lalu ia menatap Choi Daehan. “Siwon juga terlibat?”

Choi Daehan menggeleng. “Walaupun dia ikut bersama polisi, tapi Shin Hwan dan Ahn Soo memastikan bahwa mereka tidak akan ikut campur. Fokus Siwon saat ini adalah Kyuhyun. Siwon tidak akan melakukan hal yang ceroboh jika berkaitan dengan pengacara itu. Kau mengenal sepupumu.”

Ya, Changmin memang sangat mengenal Choi Siwon.

Siwon akan selalu berhati-hati dalam mengambil tindakan pada setiap masalah yang dihadapinya. Tidak terkecuali masalah Cho Kyuhyun. Bahkan untuk mengakui bahwa dia mempunyai perasaan khusus pada Kyuhyun, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyadarinya. Siwon tidak akan melakukan apapun yang bisa menghancurkan hidupnya ataupun Choi Group.

“Namun, kini masalahnya tidak akan semudah itu. Seon Hwan ada kaitannya dengan Matsumoto Group. Jika pihak kejaksaan benar-benar akan menyelesaikannya hingga akhir, maka mereka akan berhadapan dengan perusahaan itu juga,” ucap Choi Daehan. Nada bicaranya masih terdengar begitu tenang. Hingga Changmin kembali bertanya, apakah kakeknya akan bersikap seperti ini jika Choi Group terlibat masalah yang serupa?

Changmin mengernyit. “Matsumoto Group? Maksud Kakek, Takeshi Matsumoto? Bukankah dia juga terlibat dalam yakuza. Jadi, rumor yang beredar selama ini adalah suatu kebenaran?”

“Sejak kapan rumor bukan kebenaran, Changmin. Kau sudah lama bekerja di Choi Group, tapi kau masih percaya bahwa rumor-rumor itu hanya sebuah kesalahan? Karena ini melibatkan Matsumoto Group, maka kita tidak bisa terlibat. Siwon cukup pintar untuk tidak memaksakan kehendaknya saat ini,” tutur Choi Daehan lagi.

Changmin mendengus. Kakeknya sulit sekali diajak bicara dengan santai.

Tapi jika Seon Hwan berkaitan dengan Matsumoto Group, maka masalah ini tidak akan selesai dengan mudah. Bahkan dengan data-data baru yang didapatkan oleh pihak kejaksaan. Terlalu banyak korban jatuh dalam masalah ini. Sejak kasus Seon Hwan menguak ke permukaan, pihak kejaksaan telah kehilangan hampir sepuluh saksi kuat atas kasus tersebut hanya karena ‘kecelakaan’. Walaupun pihak Seon Hwan mengaku tidak melakukan apapun, tapi Changmin tahu persis itu hanya sebuah ucapan manis.

Dunia bisnis sangatlah kotor dan dipenuhi oleh penjilat dan pembunuh. Bahkan Changmin juga tidak yakin kalau Choi Group ‘sangatlah bersih’ seperti yang dikatakan orang-orang. Entah Choi Daehan pernah melakukan apa untuk membesarkan Choi Group sampai sekarang ini.

Changmin memperhatikan Choi Daehan. “Lalu Cho Kyuhyun?”

“Pengacara itu hanya terlibat dalam waktu dan tempat yang salah. Jika dia ingin keluar, maka dia harus melakukannya sendiri. Begitu pula dengan kantor firma hukumnya.”

“Tapi Kang Jaeha sudah memutuskan untuk melepaskan Seon Hwan.”

Choi Daehan menggeleng. “Itu tidak akan cukup, Shim Changmin. Mereka terlibat cukup jauh. Bahkan yang kudengar, Seon Hwan telah mengambil putrinya. Pengacara Cho mungkin akan berusaha menyelamatkan gadis itu dengan mengorbankan dirinya sendiri. Inilah masalah bagi Siwon. Dia tidak akan tinggal diam begitu saja.”

“Kakek tidak bisa membantunya?” tanya Changmin. Walaupun ia tahu persis jawaban yang akan diberikan oleh Choi Daehan, tapi dia tetap ingin mendengarkannya langsung.

“Choi Group tidak boleh terlibat, Shim Changmin. Saat ini keputusannya ada pada Siwon. Jika dia bertindak diluar perintahku, maka Choi Group juga akan ikut hancur bersama Seon Hwan.”

*****

Kyuhyun berusaha untuk tetap bernafas. Tapi rasanya sulit sekali. Dadanya terasa sakit. Begitu pula dengan perut serta kepalanya. Heck, seluruh tubuhnya terasa begitu sakit. Hingga Kyuhyun tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati.

Tapi mungkin dia masih hidup, karena rasa sakit itu begitu nyata. Jika dia sudah mati, kenapa rasa sakit itu masih begitu menyiksanya?

Kyuhyun teringat sesuatu sebelum dia pergi. Siwon mengatakan sesuatu tentang membawanya kembali untuk membunuhnya dengan tangannya sendiri jika Kyuhyun mati.

Kyuhyun tertawa. Tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.

Mungkinkah rasa sakit ini karena Siwon tengah berusaha membawanya kembali dari kematian hanya untuk bisa membunuhnya? Terdengar begitu gila. Tapi jika benar, Kyuhyun tidak akan keberatan. Jika dia bisa kembali dari kematian untuk bisa melihat Siwon untuk terakhir-kali, maka dia tidak akan peduli kalau harus mati sekali lagi.

Siwon.

Choi Siwon.

Pria yang sangat menyebalkan dengan semua sikap serta tindakan sepihaknya. Kyuhyun membenci pria itu. Karena Siwon selalu datang menyelamatkannya. Berulang-kali, hingga Kyuhyun tidak tahu apakah Tuhan juga membencinya dengan mengirimkan Siwon sebagai penyelamat Kyuhyun ketika dia mengalami kejatuhan.

Siwon sudah terlalu sering menyelamatkannya, hingga Kyuhyun membencinya.

Siwon sudah terlalu sering menyelamatkannya, hingga Kyuhyun menyukainya.

Siwon sudah terlalu sering menyelamatkannya, hingga Kyuhyun…

Berharap pria itu datang dan menghilangkan semua rasa sakit yang tengah dirasakannya.

Berharap pria itu datang dan menyelamatkannya sekali lagi.

“Siwon…”

Dan diantara hidup dan matinya, Kyuhyun menyebut nama pria yang mencintainya melebihi rasa cinta yang pernah dimiliki Kyuhyun untuk Kang Haesa. Pria yang mencintainya tanpa batasan. Pria yang melakukan apapun untuk terus melindunginya. Pria yang kini mulai dicintainya.

Choi Siwon…

*****

Kyuhyun mengernyit ketika ia mendapati sebuah pena serta pin yang pernah diberikan oleh Siwon ada di saku mantelnya. Kyuhyun tidak tahu kapan Siwon memasukkan kedua benda tersebut. Mungkin ketika Kyuhyun mencium pria itu untuk menutup mulutnya. Kyuhyun memperhatikan kedua benda itu sembari terus fokus menyetir.

Ini mungkin cara yang terpikirkan oleh Siwon untuk tetap melindungi Kyuhyun walaupun dia pergi sendirian. Pena dan pin itu bisa membantu Kyuhyun.

Heck, dulu Kyuhyun menolak untuk menerima kedua benda itu, tapi sekarang kedua benda itu mungkin akan membuatnya tetap hidup.

Kyuhyun menghela nafas sembari menyimpan pena pada saku mantel dan pin tersebut pada saku dalam jas hitamnya. Hanya untuk berjaga-jaga saja. Kemudian Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan. Dia hanya berharap bahwa flash-drive yang asli akan sampai di kantor kejaksaan tepat waktu.

Tak lama, Kyuhyun memasuki kawasan Ilsan.

*****

Kyuhyun tidak tahu sudah berapa lama dia berada disana, merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Kyuhyun hanya berharap bahwa semuanya akan selesai pada saat flash-drive itu sudah berada di kantor kejaksaan. Dia juga tidak peduli apakah dia akan berakhir mati di tangan para penjahat itu atau diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.

Keduanya tidak jauh berbeda.

Kyuhyun berkedip beberapa-kali, ketika dengan samar dia mendengar suara gaduh. Suara itu semakin keras terdengar di telinganya. Bukan hanya suara teriakan, tetap juga suara senjata api. Kyuhyun sempat berpikir apakah dia sedang kembali ke masa peperangan. Mungkinkah dia menjalani perjalanan waktu ke masa lalu?

Tapi sekali lagi, Kyuhyun mengatakan pada dirinya sendiri bahwa itu adalah gila.

Bahkan jika dia mati, mana mungkin Tuhan akan mengirimnya ke masa lalu.

Kyuhyun memejamkan matanya untuk sejenak. Dia tidak memperdulikan suara kegaduhan itu. Dia hanya ingin rasa sakitnya hilang. Dan mungkin sebuah pelukan hangat karena dia mulai merasa kedinginan.

Kyuhyun membuka matanya kembali dan melihat butiran-butiran berwarna putih jatuh tepat mengenai wajahnya. Terasa dingin saat butiran putih itu mengenai kulitnya.

Salju…

Kyuhyun selalu bertemu Siwon pada hari turun salju.

Siwon selalu menyelamatkan Kyuhyun pada hari turun salju.

“Siwon…”

Kyuhyun merasa ada orang yang menghampirinya. Mungkin para penjahat itu kembali dan akan membunuhnya. Namun, bukan mereka. Kyuhyun mengenali wajah yang sedang menatapnya dengan ekspresi khawatir. Para penjahat itu tidak mungkin akan menunjukkan ekspresi seperti itu jika mereka akan membunuhnya.

“Ahn.. Soo.”

Orang itu mengangguk. “Ini saya, Pengacara Cho. Apa anda terluka? Apa yang anda rasakan?”

Kyuhyun berusaha untuk menggeleng. Tapi dia tidak bisa menggerakan kepalanya, atau anggota tubuhnya yang lain. “Ra-rasanya sakit… Semua tubuhku, rasanya sakit.”

“Tunggu sebentar, medis akan segera datang!”

Kyuhyun menarik nafas perlahan. Bukan mati, tapi dia akan dibawa ke rumah sakit. Entah itu hal baik atau bukan. Kyuhyun sudah muak dengan rumah sakit. Dia tidak ingin pergi ke sana lagi, sekalipun kondisinya cukup parah.

Kyuhyun memperhatikan Ahn Soo yang seperti bicara dengan rekan kerja-nya, Shin Hwan melalui ear-piece. Ahn Soo memberitahu Shin Hwan kalau dia telah menemukan Kyuhyun dan meminta Shin Hwan untuk membawa paramedis untuk menangani kondisi Kyuhyun.

Siwon. Apa dia juga datang?

Itu adalah pertanyaan yang kini terlintas dalam benak Kyuhyun. Jika Ahn Soo dan Shin Hwan berada disini –untuk menyelamatkannya– apa mungkin Siwon juga datang bersama mereka? Tapi itu tidak mungkin. Siwon adalah Direktur Choi Group. Dia tidak boleh ikut terlibat dalam masalah ini, bahkan Ahn Soo dan Shin Hwan juga seharusnya tidak ada disini.

Kyuhyun membuka mulutnya lagi. Tapi dia tidak bisa mengeluarkan suaranya lagi.

Tak lama Shin Hwan datang dengan anggota paramedis yang membawa stretcher. Selain itu, ada beberapa polisi yang juga menghampirinya. Kyuhyun mendengar polisi itu bicara dengan Shin dan Ahn. Pihak kepolisian berhasil menangkap beberapa orang sedangkan ada sekitar tiga orang yang berhasil kabur. Mereka mengatakan agar Shin dan Ahn segera pergi dari lokasi TKP tersebut untuk menghindari pemberitaan. Jika pers mengetahui bodyguard dari Choi Group ikut dalam penyergapan ini, maka akan menimbulkan masalah baru.

Kyuhyun yang sedang ditangani oleh anggota medis hanya bisa memandangi kedua bodyguard tersebut yang terlihat ragu untuk meninggalkannya.

“Pe-pergi…” kata terakhir yang diucapkan oleh Kyuhyun.

Shin dan Ahn menatap Kyuhyun dengan lekat. Kemudian mereka mengangguk.

“Kami akan langsung ke rumah sakit,” ucap Shin yang ditujukan untuk Kyuhyun.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menghela nafas dengan lega. Rumah sakit, dimana dia akan bertemu dengan Siwon lagi.

*****

Hyukjae berjalan masuk ruang kerja Ahra. Setelah mendapat kabar dari pihak kepolisian, Hyukjae bergegas menemui Ahra sesuai dengan perintah dari Pengacara Kang Jaeha. Walaupun ini bukan yang pertama bagi Hyukjae menemui Ahra untuk memberitahu kondisi Kyuhyun, tapi ia masih tidak bisa menebak bagaimana reaksi kakak sahabatnya tersebut.

Hyukjae terdiam ketika ia melihat Ahra yang tersenyum padanya walaupun ia masih terlihat sibuk dengan dokumen. Setelah menarik nafas panjang, Hyukjae berjalan mendekati meja kerja Ahra.

“Kenapa datang menemuiku di kantor? Rasanya kau tidak pernah datang secara langsung kecuali berkaitan dengan Kyuhyun,” tutur Ahra sembari menutup dokumen.

Wanita muda itu mengangkat kepalanya dan menatap Hyukjae dengan lekat. “Kyuhyun baik-baik saja, bukan?”

Rasanya ada batu di tenggorokan Hyukjae. Ia menjadi kesulitan bicara ataupun bernafas. Ahra tahu bahwa ada sesuatu yang terjadi pada adiknya. Namun, dia tetap bertanya seperti itu pada Hyukjae. Entah, bagaimana lagi Hyukjae harus memberitahu Ahra mengenai kondisi Kyuhyun saat ini.

“Kyuhyun dibawa ke rumah sakit. Dia pergi menemui orang-orang Seon Hwan dengan membawa flash-drive. Polisi melakukan penyergapan ke lokasi itu. Terjadi baku tembak. Tiga orang pelaku berhasil kabur,” ucap Hyukjae. Entah kenapa dia harus mengatakan itu semua pada Ahra.

Ahra terdiam sejenak. Perlahan dia berdiri dan meraih tas serta mantelnya. Namun, kemudian dia memejamkan matanya sejenak dan menarik nafas. “Bagaimana kondisi Kyuhyun?”

“A-aku tidak tahu, noona. Mereka menemukannya di sebuah gudang tua di kawasan Ilsan dengan kondisi luka. Polisi tidak memberitahu apakah ada luka serius atau tidak. Kemungkinan ada beberapa tulang patah,” ucap Hyukjae lagi.

Ahra membuka mata perlahan sembari menghembuskan nafas. Ia menatap Hyukjae dengan serius. “Kau sudah memberitahu Eomma?”

Hyukjae menggeleng.

Ahra mengangguk kecil.

Sejak Kyuhyun menjadi pengacara dan menangani kasus-kasus yang sering membuat kondisinya terancam, pihak firma hukum akan menghubungi Ahra jika terjadi sesuatu pada Kyuhyun. Setelah Ahra memastikan kondisi Kyuhyun, baru dia yang memberitahu orangtua mereka. Ini sudah seperti perjanjian tidak tertulis antara Ahra dan Kyuhyun.

“Antarkan aku ke rumah sakit,” ucap Ahra sembari berjalan.

Hyukjae mengikutinya dari belakang. Menjaga Ahra agar tidak terjatuh. Hyukjae tahu persis apa yang tengah dirasakan Ahra saat ini. Bahkan ketika ia terluka karena sebuah kasus, Eomma-nya juga terlihat seperti kondisi Ahra sekarang. Tapi Kyuhyun jauh lebih sering terluka dibandingkan dirinya dan Ahra tidak pernah terbiasa akan situasi tersebut.

Mereka terus berjalan menuju lift.

“Apakah Siwon juga ke rumah sakit?” tanya Ahra ketika mereka menunggu.

Hyukjae menghembuskan nafas. “Siwon ikut bersama polisi dalam penyergapan tersebut. Jadi, kemungkinan dia sudah berada di rumah sakit.”

Hyukjae masih belum terbiasa mengetahui hubungan baru antara Kyuhyun dan Siwon. Tidak, Hyukjae bukannya merasa jijik atas hubungan tersebut, tapi dia merasa semuanya terjadi begitu mendadak. Sebelumnya, Kyuhyun mengatakan bahwa dia tidak mempunyai perasaan apapun pada Siwon, tapi sehari kemudian Kyuhyun malah mengatakan berusaha untuk menerima perasaan itu.

Kyuhyun adalah orang yang cukup tegas terhadap ucapannya. Sekali dia membuat keputusan, maka akan sulit untuk merubahnya. Namun, melihat Kyuhyun sangat cepat merubah ucapan seperti itu, membuat Hyukjae seperti tidak mengenal sahabatnya tersebut. Jadi, Hyukjae akan menunggu penjelasan dari Kyuhyun mengenai hubungan barunya.

Setelah kondisinya cukup baik untuk bicara banyak.

Pintu lift terbuka. Ahra berjalan masuk terlebih dahulu dan diikuti oleh Hyukjae. Ahra menekan tombol basement dan pintu lift kembali tertutup. Hyukjae memperhatikan Ahra yang kini berdiri disampingnya. Wanita muda itu terlihat begitu tegar. Walaupun tangannya terlihat gemetar, tapi Hyukjae tidak melihat ekspresi apapun di wajah Ahra.

Untuk saat ini, Ahra terlihat baik-baik saja. Mungkin berbeda jika mereka sudah melihat kondisi Kyuhyun yang sebenarnya di rumah sakit.

*****

Yunho berlari menghampiri Siwon. Setelah dia mendapat kabar mengenai apa yang terjadi dari Changmin, Yunho memutuskan untuk menemui Siwon di rumah sakit. Mereka berada di lantai tiga rumah sakit yang dikhususkan untuk menangani kondisi darurat dan ‘rahasia’. Pihak kepolisian sepertinya memutuskan untuk menutupi kondisi Kyuhyun dari pers dengan keterlibatannya dengan Seon Hwan.

Yunho melihat beberapa polisi yang berjaga di pintu utama sebelum dia diijinkan masuk. Selain itu, Yunho juga melihat beberapa orang dari kantor kejaksaan yang datang. Mungkin Kyuhyun akan dijadikan saksi utama dalam kasus ini. Dan demi keselamatannya, mereka akan memberikan perlindungan duapuluhempat jam pada sang pengacara.

Yunho berhenti tepat disamping Siwon yang sedang memandang ke sebuah ruangan besar melalui jendela. Yunho mengatur nafasnya sejenak lalu ikut menoleh kearah ruangan tersebut. Di ruangan itu, ada beberapa dokter dan suster yang sedang melakukan tindakan pada Kyuhyun.

“Hyung…” gumam Siwon pelan.

Yunho tersentak. Siwon tidak pernah memanggil Yunho dengan sebutan hyung sejak sepuluh tahun lalu. Yunho tidak pernah tahu apa alasannya dan dia tidak berniat untuk bertanya karena percuma. Siwon juga tidak akan memberitahunya. Jadi, dia hanya mengikuti keinginan Siwon.

Tapi hari ini, Siwon kembali memanggilnya dengan sebutan hyung.

“Hyung, katakan padaku bahwa dia akan baik-baik saja. Katakan padaku kalau Kyuhyun akan selamat,” bisik Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok Kyuhyun yang terbaring dan dikelilingi oleh para dokter yang sedang bekerja.

Yunho meremas bahu Siwon. “Kyuhyun akan baik-baik saja. Dia akan baik-baik saja. Dokter di rumah sakit ini adalah dokter terbaik.”

Walaupun Yunho tidak merasa yakin dengan ucapannya.

“Aku sudah memintanya untuk tidak pergi, hyung. Aku sudah mengatakan agar Ahn Soo dan Shin Hwan yang menemui mereka. Tapi…” ucapan Siwon terhenti. Ia menarik nafas perlahan. “Dia begitu keras kepala. Dia bilang kalau hanya dia seorang yang bisa menyelesaikan masalah itu. Dia bilang kalau hanya dia yang bisa menyelamatkan Kang Haesa. Kenapa dia harus menyelamatkan gadis itu? Kenapa dia harus menyelamatkan gadis yang sudah menolaknya dan meninggalkannya hampir mati membeku sewaktu di Jeju? Kenapa dia tidak melihatku? Aku yang selalu ada untuknya dan menyelamatkannya. Tapi kenapa dia tidak bisa menuruti keinginanku?”

“Siwon…”

Yunho tahu kalau Siwon sedang terguncang. Ini adalah pertama-kali dan Yunho tidak tahu bagaimana harus mengatasinya. Siwon tidak pernah dalam kondisi seperti ini sebelumnya. Siwon tidak pernah mengalami masalah seperti ini sebelumnya. Siwon tidak pernah jatuh cinta sebelumnya. Jadi, tidak ada yang tahu bagaimana harus menenangkan Siwon saat ini.

Yunho berpikir untuk meminta suster menyuntikkan sedative pada Siwon. Tapi itu terlalu kejam. Dia tidak bisa melakukan itu pada sepupunya.

Kemudian Yunho menarik Siwon secara paksa untuk duduk. Entah sudah berapa lama Siwon berdiri dalam posisi itu sebelum Yunho datang. Setelah berhasil membuat Siwon duduk di deretan kursi tunggu, Yunho hendak pergi untuk membelikan Siwon kopi. Namun, ia melihat sesuatu ditangan Siwon. Saat Yunho akan mengambilnya, Siwon dengan cepat menjauhkan tangannya dari jangkauan Yunho.

Yunho terdiam sejenak. “Maaf. Kau tunggu disini. Aku akan pergi membelikan kopi. Mengerti?”

Siwon hanya mengangguk dan Yunho bergegas ke kafetaria rumah sakit. Setidaknya rasa kopi di kafetaria jauh lebih baik dibandingkan kopi dari vending machine. Tapi saat ia berjalan keluar menuju lift, Yunho berpapasan dengan Ahra dan Hyukjae.

Yunho pernah melihat kakak Kyuhyun sewaktu sang pengacara dibawa ke rumah sakit setelah mengalami kejadian di ice-rink Legiun. Kini mereka bertemu kembali. Tapi sepertinya Ahra tidak mengenali Yunho, karena wanita muda itu terus berjalan melewatinya. Yunho mengabaikannya. Ahra pasti khawatir dengan kondisi adiknya.

Kemudian Yunho menekan tombol lift dan berjalan masuk ketika pintu lift terbuka.

*****

Kang Jaeha kembali ke rumah setelah mendapatkan kabar dari pihak kepolisian mengenai kondisi Kyuhyun dan hasil akhir dari penyergapan tersebut. Walaupun ia merasa kecewa karena ada yang berhasil kabur dan mengenai kondisi Kyuhyun saat ditemukan, tapi Kang Jaeha tetap merasa bersyukur Kyuhyun masih bisa diselamatkan.

Kini, setelah menyuruh semua pegawai firma hukumnya untuk pulang ke rumah dan menutup mulut atas situasi saat ini, Kang Jaeha berencana untuk melihat bagaimana kondisi putrinya.

Putrinya sudah kembali ke rumah dengan selamat. Itu berkat Kyuhyun.

Istrinya menghubunginya dan mengatakan bahwa Haesa telah pulang dengan selamat. Bahkan tanpa luka apapun. Kang Jaeha kembali bersyukur.

Kang Jaeha menaiki anak tangga dan berjalan menuju kamar putrinya. Kamar yang selalu kosong selama lebih dari lima tahun sejak Kang Haesa memutuskan untuk menerima tawaran pekerjaan di Tokyo. Meninggalkan Kyuhyun dan perasaannya yang tak pernah terbalaskan.

Kang Jaeha selalu merasa bersalah setiap dia bertemu Kyuhyun atas perbuatan putrinya. Kyuhyun adalah orang baik, tapi putrinya bersikap begitu egois karena memilih pergi tanpa memutuskan bagaimana hubungan diantara mereka sebenarnya. Semua perlakuan ‘istimewa’ yang Kang Jaeha berikan pada Kyuhyun, semata-mata sebagai tanda penyesalan dirinya atas tindakan sang putri.

Tapi sepertinya dia tidak bisa melakukan hal itu lagi, setelah kejadian hari ini.

Tidak akan ada harga yang pantas yang bisa Kang Jaeha berikan pada Kyuhyun karena telah mengorbankan dirinya demi keselamatan Haesa.

Kang Jaeha membuka pintu kamar dan melihat istrinya sedang memeluk putrinya dengan erat di tempat tidur. Haesa terlihat baik-baik saja. Wajahnya pucat, matanya terlihat memerah dan emosionalnya masih terguncang karena penculikan tersebut. Tapi selebihnya, putrinya dalam kondisi baik-baik saja.

Jauh bertolak-belakang dengan kondisi Kyuhyun di rumah sakit.

“Haesa…”

Sang putri menatapnya dengan mata penuh kegelisahan. “Kyuhyun? Bagaimana dengan Kyuhyun, Appa?”

Kang Jaeha tersenyum tipis. Setidaknya, putrinya masih mencemaskan pria yang mencintainya selama bertahun-tahun. Ia berjalan mendekati tempat tidur dan memandang Haesa dengan lekat. “Kyuhyun berada di rumah sakit. Appa tidak tahu bagaimana kondisinya. Tapi pihak kepolisian menjamin keselamatannya.”

Jaeha bisa melihat kelegaan di wajah Haesa. Tapi raut rasa bersalah masih nampak terlihat di wajah lelah Haesa.

“Maaf, Appa. Mungkin tidak seharusnya aku memberikan flash-drive itu pada Kyuhyun. Kalau saja, aku langsung mengirim flash-drive itu ke kantor kejaksaan, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Maafkan aku…”

Istrinya kembali memeluk Haesa dengan erat.

“Jangan meminta maaf pada Appa. Setelah kondisimu membaik, temui Kyuhyun. Bicaralah dengannya, Haesa. Dia yang telah menyelamatkan dirimu. Dia yang berhak menerima permintaan maaf itu darimu.”

*****

Hyukjae memperhatikan Kyuhyun yang masih ditangani oleh tim dokter di ruangan besar dari balik kaca besar. Rasanya begitu aneh, ketika kurang dari tiga jam lalu, ia dan Kyuhyun masih makan siang bersama. Bahkan sempat beradu argument sebelum Kyuhyun pergi. Tapi kini dia melihat sahabatnya tengah terbaring tidak berdaya. Mungkin tidak seharusnya Hyukjae bersikap keras pada Kyuhyun dan memaksanya untuk menjelaskan tentang hubungannya dengan Siwon.

Hyukjae menghela nafas dan menoleh kearah dimana Siwon sedang duduk. Pria itu hanya duduk diam sembari terus menatap kotak kecil ditangannya. Fokus perhatian Hyukjae teralih pada Ahra yang sedang bicara dengan salah satu dokter yang menangani Kyuhyun serta polisi dan seseorang dari kantor kejaksaan.

Mungkin yang mereka bicarakan adalah mengenai tindakan selanjutnya atas kondisi Kyuhyun.

Saat ini, Kyuhyun menjadi saksi kunci atas kasus Seon Hwan. Pihak kepolisian mungkin akan menutupi identitasnya sampai masalah ini selesai. Tapi yang jadi permasalahan adalah pers dan Choi Group.

Pers tidak akan peduli mengenai keselamatan seseorang disaat mereka hanya fokus mencari berita. Fakta bahwa Cho Kyuhyun, seorang pengacara terkenal dari kantor firma hukum Kang, menjadi saksi kunci dari kasus Seon Hwan, akan menjadi sasaran empuk pencari berita. Selain itu, keterkaitan Kyuhyun dengan Choi Group, pasti akan membuat situasi menjadi lebih rumit.

Hyukjae tahu kalau Choi Group tidak akan ikut campur. Tapi berbeda dengan pribadi Choi Siwon. Pria itu adalah wajah dari Choi Group. Apapun tindakannya akan menjadi cermin keputusan Choi Group. Jika Siwon masih bisa berpikir cerdas, dia tidak akan melakukan tindakan gila yang hanya akan menambah keselamatan Kyuhyun semakin terancam.

Hyukjae menarik nafas perlahan. Kini tim dokter terlihat sudah lebih tenang. Kondisi Kyuhyun sepertinya cukup stabil karena satu per satu, suster dan para dokter berjalan keluar ruangan tersebut. Hyukjae melirik Siwon, berharap melihat apa tindakan pria itu selanjutnya.

Namun, diluar perkiraannya, Siwon masih duduk diam walaupun kini perhatiannya tertuju pada ruangan dimana Kyuhyun masih terbaring.

Hyukjae sedikit mengernyit tapi dia tidak mengatakan apapun. Kyuhyun sepertinya dalam kondisi sadar. Itu tandanya lukanya tidak parah.

“Tuan Choi Siwon?”

Hyukjae menoleh dan melihat seorang suster menghampiri Siwon.

“Ya?” ucap Siwon pelan.

Suster itu tersenyum tipis. “Pasien ingin bertemu dengan anda. Dokter hanya memberikan ijin selama lima menit sebelum pasien menjalani test MRI dan CT-Scan. Anda bisa masuk sekarang.”

Siwon terlihat terkejut. Tapi dia berdiri dan berjalan memasuki ruangan besar itu. Hyukjae merasa heran. Orang yang pertama-kali dicari oleh Kyuhyun adalah Siwon dan bukan kakaknya sendiri.

Hyukjae kembali memperhatikan kedalam ruangan itu. Ia melihat bagaimana Siwon berjalan mendekati Kyuhyun dengan sangat berhati-hati. Seakan jika Siwon tidak sengaja menyentuhnya, Kyuhyun bisa terluka parah.

Itu sangat berlebihan, pikir Hyukjae. Tidak peduli seberapa besar rasa cintamu pada seseorang, satu sentuhan tidak akan membuatnya terluka.

*****

“Hey…”

Kyuhyun berusaha tersenyum saat ia melihat Siwon. Tubuhnya masih terasa sakit, tapi Kyuhyun merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.

Siwon tidak tersenyum. Dia memperhatikan kondisi Kyuhyun dengan lekat dan berusaha tidak ada tempat yang terlewat olehnya. Saat ini Kyuhyun hanya memakai celana tanpa kemeja. Siwon melihat kemeja yang mungkin dirobek oleh dokter di tempat sampah yang ada di pojok ruangan itu. Tubuh Kyuhyun penuh dengan memar kebiruan. Bahkan ada memar warna keunguan dengan ukuran besar di bahu kanannya.

Semua memar-memar itu sangat kontras dengan kulit putih pucat Kyuhyun.

Tidak hanya di tubuhnya, wajah Kyuhyun juga tidak jauh lebih baik. Ada luka robek di kening atas sebelah kiri dan memar di beberapa tempat. Jujur saja, Siwon tidak akan menyangka kondisinya akan seburuk yang terlihat.

“Siwon…”

Ucapan Kyuhyun menyadarkan Siwon.

“Ya?” bisik Siwon.

Kyuhyun tersenyum. Benar-benar tersenyum. Tidak ada ekspresi kesakitan ataupun sebuah ekspresi yang palsu. “Aku pulang.”

Sontak air mata Siwon jatuh. Dia ingin sekali memeluk Kyuhyun, tapi Siwon tidak bisa melakukannya. Jika Siwon memeluknya, Kyuhyun pasti akan merasakan kesakitan lagi. Siwon tidak ingin Kyuhyun merasakan rasa sakit lebih dari apa yang sudah diterimanya.

Jadi, Siwon hanya menyentuh tangan Kyuhyun –menggenggamnya dengan erat tanpa berusaha untuk menyakitinya. Tangan Siwon lainnya mengusap lembut surai rambut coklat Kyuhyun. Dengan berhati-hati, Siwon mencium kening Kyuhyun.

Tangisannya jatuh di wajah Kyuhyun.

Siwon berusaha untuk tidak menangis, tapi air matanya terus jatuh. Siwon berusaha untuk tersenyum dalam tangisnya. Tangis bahagianya.

“Kau sudah pulang, Kyuhyun.”

*****

Ahra memperhatikan wajah adiknya yang tengah tertidur. Setelah dokter membawanya untuk menjalani test MRI dan CT-Scan, Kyuhyun dibawa ke kamar rawatnya. Siwon bersikeras untuk meminta kamar VIP dengan penjagaan ketat dari pihak rumah sakit serta kepolisian demi keamanan Kyuhyun mengingat ada tiga pelaku lainnya yang belum tertangkap. Kyuhyun masih dalam bahaya. Ahra terpaksa menurutinya, karena ia kalah jumlah.

Selain Siwon, polisi dan seorang dari kantor kejaksaan juga menginginkan hal yang sama. Kyuhyun menjadi saksi utama dari sebuah kasus besar, selain itu flash-drive serta sebuah pena perekam yang diberikan Kyuhyun akan menjadi barang bukti kuat untuk menjatuhkan Seon Hwan. Hyukjae sebagai perwakilan dari kantor firma hukum Kang Jaeha mengatakan hal sama. Terlebih Hyukjae juga menyampaikan pesan langsung dari Kang Jaeha agar Kyuhyun mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit.

Perlahan Ahra menyentuh pipi Kyuhyun dengan punggung tangannya. Dia tidak ingin membangunkan adiknya. Selain itu, di sisi lain tempat tidur, Siwon juga tidak melepaskan tangan Kyuhyun hingga mereka tertidur. Ahra mungkin pernah mengatakan bahwa dia akan mendukung apapun keputusan Kyuhyun terhadap perasaannya sendiri. Tapi dia juga tidak bisa membohongi dirinya dengan mengatakan bahwa suatu hari Kyuhyun akan kembali jatuh cinta pada seorang gadis.

Dan bukan seorang pria.

“Noona..”

Kyuhyun terbangun. Ahra menarik tangannya dan tersenyum tipis. “Apa aku membangunkanmu?” bisiknya.

Kyuhyun menggeleng. Ini sudah hampir pukul delapan malam. Setelah dibawa ke kamar rawatnya, Kyuhyun langsung tertidur. Tubuhnya sudah terlalu lelah karena mendapat pukulan bertubi-tubi dari para penjahat itu. Mungkin Kyuhyun harus meluangkan waktu khusus untuk dirinya bersantai sejenak setelah dia keluar dari rumah sakit. Tubuhnya telah banyak bekerja keras hari ini. Atau selama hampir tujuh tahun dia bekerja sebagai pengacara.

“Noona, pulang saja. Ceritakan pada Eomma dan Appa secara baik-baik. Jangan sampai membuat Eomma pingsan,” gumam Kyuhyun.

Ahra mengangguk kecil. Tangannya menyentuh rambut Kyuhyun. “Appa mungkin akan menyuruhmu berhenti menjadi pengacara. Kau sudah terlalu sering terluka hanya karena kasus-kasus yang kau tangani, sayang.”

“Jika aku tidak menjadi pengacara, lalu untuk apa aku kuliah hukum, noona?”

“Kau bisa menjadi penasihat hukum di perusahaan. Appa mungkin akan jauh lebih tenang jika kau mengurusi masalah-masalah di kantor pusat, dibandingkan kasus berbahaya seperti ini. Aku tidak meragukan kantor firma hukum Kang, tapi di sana kau selalu terluka. Mungkin kau bisa bekerja di kantor firma hukum lain,” tutur Ahra.

Kyuhyun bernafas perlahan. Ujung matanya melirik kearah Siwon yang masih tertidur disisi sebelah kanan dirinya. Kyuhyun teringat tawaran dari Choi Daehan untuk bekerja di firma hukum milik Choi Group. Firma hukum mereka hanya mengurusi permasalahan hukum yang melibatkan Choi Group saja. Bahkan jika dilihat dari rekor yang ada, firma hukum Choi Group kebanyakan hanya mengurusi masalah internal dibandikan kasus-kasus eksternal seperti masalah sengketa tanah dengan Kim Jinhyeok yang Kyuhyun tangani sebelumnya.

Sebelumnya, Kyuhyun menolak karena dia merasa nyaman di firma hukum Kang. Tapi setelah kejadian ini, Siwon mungkin akan berusaha meyakinkannya lagi untuk pindah firma hukum. Pengacara Kang, mungkin dia juga tidak akan menahan Kyuhyun untuk tetap bertahan di kantornya.

“Akan kupikirkan, noona. Pulanglah. Jisung hyung datang menjemputmu?”

Ahra mengangguk. “Mungkin dia sudah sampai. Besok aku datang dengan Eomma. Ohya, jika dia sudah bangun, suruh dia untuk makan. Dia belum makan apapun, atau bahkan minum sesuatu selain satu gelas kopi.”

“Aku mengerti. Hati-hati…”

Ahra tersenyum tipis. Ia mencium kening adiknya lalu beranjak keluar dari kamar rawat tersebut.

Kyuhyun menghela nafas pendek dan kembali memperhatikan Siwon yang masih tertidur. Walaupun Kyuhyun ingin menggerakkan tangannya untuk menyentuh Siwon, tapi tubuhnya sama sekali tidak dapat digerakkan sesuai keinginannya.

Untuk kesekian kalinya, Kyuhyun harus menginap di rumah sakit. Kyuhyun paling membenci rumah sakit, tapi dia selalu kembali. Sama halnya dengan Choi Siwon. Kyuhyun membenci pria itu, tapi ia selalu kembali padanya.

Jika dia tidak merasakan sakit, Kyuhyun mungkin akan tertawa karena menganalogikan Choi Siwon dengan rumah sakit.

“Apa yang kau pikirkan?”

Kyuhyun sedikit terkejut saat melihat Siwon sudah terbangun. Kyuhyun berkedip beberapa-kali saat melihat Siwon memandanginya dengan kepala diatas tangannya. Posisi Siwon terlihat tidak begitu nyaman karena ia harus membungkukkan tubuhnya.

Siwon tersenyum tipis pada Kyuhyun. Kemudian dia menegakkan tubuhnya. Punggungnya terasa sakit karena dia tidur dengan posisi yang sama selama dua jam. Atau mungkin lebih. Tapi apa yang dirasakan Siwon, tidak sebanding dengan rasa sakit Kyuhyun. Jadi, Siwon berusaha untuk tidak mengeluh.

“Kakakmu sudah pulang?”

Kyuhyun menggumam pelan. “Kau harus makan. Kau bahkan tidak pergi ke toilet. Kau juga tidur dengan posisi tidak nyaman.”

Siwon menyentuh kepala Kyuhyun dan mengusap rambut coklat itu dengan perlahan. Ia merasa sangat tersentuh dengan perhatian Kyuhyun, walaupun sebenarnya kondisi Kyuhyun yang harus diberikan perhatian lebih.

“Aku baik-baik saja. Apa kau ingin makan sesuatu?”

“Kurasa aku sedang tidak bisa makan apapun untuk saat ini. Kau pulanglah dan jangan lupa makan malam.”

Siwon masih tersenyum. Sikap Kyuhyun padanya telah banyak berubah. Siwon hanya berharap kalau itu adalah sesuatu yang baik. Hubungan mereka bahkan masih terlalu singkat, namun Siwon sangat bersyukur Kyuhyun bisa melihat hatinya. Siwon mencium punggung tangan Kyuhyun, membuat wajah pria yang masih terbaring itu terlihat memerah. Siwon tertawa kecil. Sepertinya Kyuhyun masih belum terbiasa menerima afeksi seperti itu.

“Kau ingin aku pulang dan meninggalkanmu disini? Hanya ditemani dengan polisi yang menjaga kamarmu di luar?”

Kyuhyun mengernyit. “Polisi? Apa karena hari ini? Apa yang terjadi?”

“Akan kuceritakan saat kondisimu jauh lebih baik. Mulai hari ini kau masih daftar perlindungan saksi. Ahn Soo dan Shin Hwan juga tidak lagi menjagamu. Choi Group…”

“Aku tahu. Kau juga tidak boleh berada disini. Aku…”

Siwon mengernyit mendengar ucapan Kyuhyun. “Hey, apa kau sedang melihatku sebagai Direktur Choi Group?”

Untuk sesaat Siwon merasa kesal dengan ucapan Kyuhyun yang tidak menginginkannya berada disampingnya. Siwon tahu reaksinya terlalu berlebihan, tapi setidaknya Kyuhyun juga bisa mengerti bagaimana perasaannya selama enam jam terakhir. “Saat ini aku adalah kekasihmu, Cho Kyuhyun. Kau tidak tahu bagaimana perasaanku setelah kau pergi. Atau bahkan ketika mereka menemukanmu di gedung tua itu. Tapi kau menyuruhku untuk pergi?”

“Siwon…”

“Apa? Kau ingin bertanya mengenai kondisi Kang Haesa?! Apa kau ingin bertemu dengannya untuk lebih memastikan bahwa dia baik-baik saja?! Seharusnya kau pikirkan kondisimu sekarang. Sudah kubilang untuk Ahn dan Shin yang mengantarkan flash-drive itu. Lihat bagaimana akhirnya, bukan? Lihat tubuh dan wajahmu sekarang, Cho Kyuhyun!!”

Emosi Siwon langsung meledak begitu saja. Ia sepertinya sudah cukup lama menahan diri dan berusaha untuk tidak mengatakan hal semacam itu pada Kyuhyun. Namun, hanya karena sebuah kalimat, emosi Siwon terpancing dan akhirnya dia meluapkan semua kekesalannya pada Kyuhyun. Memang tidak adil, karena kondisi Kyuhyun saat ini, namun Siwon mungkin bisa gila jika dia tidak mengeluarkan semua yang dipendamnya.

Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Dia hanya menatap Siwon yang memarahinya. Well, Kyuhyun juga tidak bisa menyalahkan Siwon. Pria itu sudah memberikannya peringatan untuk tidak datang menemui para penjahat itu, tapi Kyuhyun yang tetap bersikeras untuk pergi. Terbaring di rumah sakit dengan kondisi penuh memar memang resiko yang harus diterima oleh Kyuhyun.

Situasi di kamar itu menjadi sunyi. Hanya terdengar deru nafas Siwon. Ekspresi wajah Siwon juga masih terlihat begitu kesal. Kyuhyun tidak yakin bagaimana dia harus merespon.

Siwon menunggu Kyuhyun untuk bicara, tapi kekasihnya hanya diam. Ia menarik nafas panjang dan melepaskan tangan Kyuhyun dari genggamannya. Untuk sesaat dia merasa bersalah karena telah berteriak pada Kyuhyun. Namun, jika lebih diperhatikan lagi, selama ini Siwon-lah yang selalu bersikap egois pada Kyuhyun. Bahkan jauh sebelum dia mulai merasakan perasaan itu pada Kyuhyun, Siwon bersikap jauh lebih tinggi dibandingkan Kyuhyun. Seakan Kyuhyun harus menuruti setiap keinginannya tanpa argument.

Termasuk Kyuhyun harus menerima perasaannya, tanpa Siwon bertanya bagaimana perasaan Kyuhyun.

“Mungkin ini adalah salahku,” gumam Siwon.

Kyuhyun mengernyit mendengar ucapannya.

“Mungkin seharusnya aku tidak pernah mengatakan apapun padamu. Harusnya aku tahu untuk menyimpannya seorang diri tanpa harus memberitahumu bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Bahkan jika hubunganmu dengan Kang Haesa benar-benar berakhir, aku tidak…” Siwon memejamkan matanya dan menarik nafas perlahan. Siwon tidak bisa melanjutkan ucapannya. Dia bahkan tidak tahu apa yang akan ia katakan pada Kyuhyun.

“Namamu.”

Siwon membuka matanya dan menatap Kyuhyun dengan ekspresi bingung.

Kyuhyun menghela nafas dengan teratur. “Di gudang itu, ketika aku berpikir bahwa aku mungkin akan mati, hanya namamu yang terlintas dalam benakku. Semua kejadian yang pernah kita alami, dimana kau selalu menyelamatkanku, semua itu kembali muncul dalam ingatanku. Tanpa sadar, aku mengharapkanmu untuk datang dan menyelamatkanku lagi. Aku berharap untuk bisa bertemu dengan dirimu lagi. Bahkan jika itu untuk yang terakhir-kali.”

Kyuhyun tersenyum pada Siwon. Lalu ia meraih tangan besar Siwon yang terasa hangat. “Menurutmu, kenapa aku meminta suster untuk bertemu denganmu tadi, eoh? Harusnya aku bertanya mengenai keluargaku terlebih dahulu, tapi saat itu aku hanya ingin melihat wajahmu.”

“Kyuhyun…”

Sekali lagi, Siwon merasa bahwa dia adalah orang yang paling jahat. Bagaimana bisa setelah ia berteriak, meluapkan kekesalannya pada Kyuhyun, tapi kekasihnya masih bisa berbicara dengan begitu manis padanya seperti itu? Bahkan Kyuhyun mulai bicara dengan lugas mengenai hubungan mereka. Bahkan Siwon adalah kekasih Kyuhyun. Hal itu benar-benar tidak terduga oleh Siwon.

Kyuhyun terlalu baik untuk Siwon.

Bahkan Siwon tidak tahu, kebaikan apa yang pernah dia perbuat hingga Tuhan mempertemukan dirinya dengan Kyuhyun.

Siwon merasa sangat tidak pantas bagi Kyuhyun.

Kyuhyun mengernyit ketika air mata Siwon kembali jatuh. “Kenapa kau menangis lagi? Choi Siwon benar-benar pria yang sensitif, rupanya.”

Siwon langsung menyeka air-matanya. “Maaf.”

Hanya kata itu yang bisa diucapkan oleh Siwon. Walaupun sebenarnya tidak cukup, tapi Siwon tidak tahu apa yang harus dikatakannya.

Kyuhyun menghela nafas panjang. Ia ingin sekali bangun, tapi mungkin jika dipaksakan pun hanya akan membuatnya merasa kesakitan lagi. “Bisa kau tinggikan sedikit ranjangnya?” tanya Kyuhyun.

Siwon mengangguk lalu mulai meninggikan ranjang tersebut hingga mencapai sudut yang tepat untuk mempermudah Kyuhyun duduk dengan nyaman. Tanpa harus membuatnya merasa sakit. Siwon juga mengatur posisi bantal yang tepat dibelakang punggung Kyuhyun. Setelah membuat Kyuhyun merasa nyaman, Siwon kembali duduk di kursi. Dan tangan Kyuhyun kembali menggengam erat tangannya.

“Jangan berteriak seperti itu lagi padaku. Sebelumnya tidak pernah ada orang yang berteriak padaku, kecuali klien. Tapi aku tidak pernah menyukainya, jadi jangan melakukannya lagi. Kau tidak pernah mendengarkan ucapanku dengan baik. Aku belum selesai bicara, Siwon. Kau harus mulai belajar mendengarkan orang lain,” tutur Kyuhyun. Ia menarik nafas perlahan dan menatap Siwon dengan lekat. Kyuhyun sebenarnya sudah merasa lelah lagi. Ia ingin kembali tidur, tapi sebelumnya Kyuhyun harus menyelesaikan pembicaraan ini dengan Siwon.

“Yang ingin kukatakan, kau tidak boleh berada disini. Untuk malam ini. Kau belum makan malam atau istirahat dengan benar. Aku tahu kau mengabaikan semua telepon. Aku yakin bahwa semua telepon itu lebih banyak untuk urusan pekerjaan. Kau tidak bisa mengabaikan tanggung-jawabmu. Maka dari itu, aku memintamu untuk pulang dan istirahat. Jika pekerjaanmu sudah selesai, kau bisa datang ke sini lagi. Lagipula aku juga tidak bisa pergi kemana pun. Mengerti?”

Kali ini, Siwon mendengarkan dengan baik. Ia mengangguk paham dengan keinginan Kyuhyun. Dirinya merasa benar-benar buruk karena salah paham dengan maksud ucapan Kyuhyun yang menyuruhnya pergi.

“Pulanglah dan istirahat. Jangan lupa untuk makan malam, uhm.”

Siwon kembali mengangguk. Perlahan ia berdiri dari kursi dan menarik nafas perlahan. Siwon memperhatikan tangannya dan tangan Kyuhyun. Tanpa sadar, Siwon bisa kembali tersenyum. Siwon menatap Kyuhyun dengan lekat. “Kau tahu, aku harus berterima-kasih pada ibuku karena telah mempertemukan kita berdua. Namun, aku lebih banyak berhutang rasa terima-kasih dan permintaan maaf padamu. Dan tiga-kali lebih banyak pada Tuhan karena Dia menciptakan dirimu.”

Kyuhyun tertawa kecil, walaupun hal itu membuat dadanya terasa sedikit nyeri. “Aku tidak akan pernah terbiasa mendengarkan rayuan dari seorang pria. Jangan lakukan lagi.”

“Aku tidak bisa menjanjikannya padamu, Cho Kyuhyun. Karena kini, kau akan terjebak bersamaku untuk waktu yang sangat lama.”

*****

NOTE: Saya gak tega bikin scene dimana Kyuhyun harus dipukuli dan segala macam oleh para penjahat itu. Jadi, cuma aftermath nya ajah.

Baiklah, kita move on ke pairing berikutnya. Walaupun saya belum bisa move on dari konser hari sabtu kemarin.. hehehehe

music: ‘Werther’ OST. 규현 (Kyu hyun) – 발길을 뗄 수 없으면

P.S Selama nulis part ini, saya muter lagu ini sampe ratusan kali.

Advertisements

30 thoughts on “[SF] Scarface Part 37 [2]

  1. Ugh,, aq juga gk tega baca bagian kyu di pukulin. . kasian si mbul. . 😢😢
    Tp keknya kalo gk sperti ini, kyu keknya masih ragu ma perasaannya sama siwon. .
    Bukannya jahat sih, tp aq bersyukur krna krjadian ini kyu bner2 mantepin hatinya buat won. . yeeeiii banzaii └(^o^)┘
    Ahahahaha
    Suka pake banget ama part ini, so sweet. Won yg kdang msih ragu ma perasaan kyu terhadapnya sekarang udh bsa bner2 lega. . kkk~
    Love it, uugh ❤❤
    Btw,, sy ngiri authornya bsa nonton KRY scara Live. . huhuhu

  2. Diera nonton KRY,,, hahahah sama nih belom move on dr kyuhyun…..
    Baguslah scene kyu di pukulin gak ada,,, gak tega juga,,, pas kyu gak sdar dan tubuhnya sakit semua ajah rasanya ngilu… but syukur udah baik2 ajah… n hubungannya dengan siwon jg jadi lebih pasti…. cuma tetep ajah yah kyu itu gak mau bilang dgn jelas bahw dia cinta siwon, kalo siwon tau mungkin dia bakal nangis kejer,,, hahahahaha
    Beneran deh iri sama kyu yg di tangisin sama siwon,,,,
    Dan akan sgt seru siwon yg cheesy dan kyu yg malu2,,, hahahahah
    Next part gak ada wonkyu kah? Ok gak masalah krna dr kmrin udah full wonkyu,,, but tetep di kasih tau klo itu gak ada wonkyunya

  3. Menegangkan..dan..bikin tak karuan.
    Puas banget dengan isinya .Semua terasa tersusun rapi dan pas banget.
    Aq ga tau bagaimana ribet’y eonni bisa mnjadikan cantik sepertinya.Aq hnya bisa mngucapkan bnyak terima kasih untuk ff’y.
    Fighting!!!

    Hmmm…uri WonKyu bikin terharu aj.Bikin senyam-senyum gaje.Semoga masalah Seun Hwan segera mndapatkan titik terang hingga tidak akan menambah korban lagi.

    Fighting!!!

  4. bayangin luka yg d dapat kyu ajah udah ngeri gimana kalau kyu d keroyok orang banyak. untung kyu nggak sampai jatuh kritis ataupun koma,, padahal awal2 udah bayangin yg enggak enggak kayak gitu. Akhirnya Kyu benar benar tau isi hatinya pada siwon,, gemes dg cara mereka komunikasi, terkesan lembut dan tulus dari hati..
    d tggu kelanjutan hubugan mereka deh!! 🙂

  5. Waaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhh senangnya…..
    Seminggu sakit, begitu pegang laptop langsung buka email. Dan akhirnya lanjuuuuutttttt
    Senangnya, apalagi semua tentang Kyu.
    Tapi Syukurlah Kyu selamat.
    Tiap chapter pasti makin seru.
    Ditunggu banget lanjutannya

  6. Mwo?! jadi kmarin kmu nnton KRY?! lucky banget T.T
    iyaa gapapa ~ ngebayangin Kyu memar2 kyk gitu aja aku ga kebayang gmana rasa sakitnya,apa lagi klo Kyu dipukuli? rasa nya nyess bgt ._.
    tiap baca bgian Siwon kok rasa nya pgn nangis mulu ya? apa lg yg scene WonKyu,kerasaaaa bgt kekhawatiran Siwon ><
    Kyu udh mulai nerima Siwon nih? ciie ~ Kyu hrs trbiasa nnti sma gombalan2 Siwon kkk ~
    Haesa kyknya bakal ktemu Kyu nih.
    gmana prasaan nya pas tau klo Kyu udh pengganti Haesa,apa lg dia cwok bkn cwek wkwk
    ditunggu next chap nya Ra ^^

  7. Beruntung kk gak menjelaskan dg rinci adegan kelahinya. Gak yakin kuat bacanya. Hahaha
    Oke, sekarang Kyu sudah selamat. Tapi masalah belum berakhir 😦
    Mungkin setelah ini WonKyu harus menghadapi orangtua-nya Kyuhyun :’)

    Part depan mulai ada KrisHo lagi kan kak? Aku merindukan mereka hehehe
    Ditunggu kelanjutannya kak ^^

  8. Bikin ngiri dah untuk yang bisa nonton K.R.Y..

    Ditengah kesakitan kyu aku ngerasa ini sweet bgt.
    Saat kyu ingt siwon, saat siwon ngeluh ke yunho bahkan saat siwon malah kaget karna kyu mau ktmu. Hal2 yang mungkin terlihat ‘normal n wajar’ tapi part ini yang aku suka bgt.
    Kliatan bgt kalo wonkyu saling membutuhkan n ‘mendarah daging’ tanpa sadar

  9. waaahhh kyu sampe di pukulin??
    kalo bisa.. udah siwon bales kali itu orang yang mukulin
    tapi dia harus bisa menahan dirinya demi choi group juga
    untunglah kyu gak apa2..
    dan selalu siwon yang menyelamatkan.. takdir tuh kyu hehehe
    dan ah suka banget sama scene nya wonkyu pas di kamar rumah sakitnya
    banyak kata indah dan juga perasaan2 yang ada pada diri mereka bisa terbuka juga akhirnya
    semoga semakin kuat ya hubungannya walau didepan akan semakin banyak rintangannya

  10. Daebak…kyu yg buat bisa jinakin siwon…
    Emang rada ngeyel kyu juga…huft..ea gk tega adegan kyu digebukin…manis cute kyk gitu pantesnya dipeluk…..next chp…

  11. Wuahhhhh puas bangetttt sama wonkyu momentnya….
    Walau nggak tega lihat kyu sakit tapi tetap bersyukur karna dengan kejadian itu buat kyu sadar kalau dia bener2 cinta dan nggak bisa lepas dari siwon..
    So sweet banget deh pokoknya…

  12. dieraaaa eonni… bikin q nangis, ketawa, seneng… aduhhh… terima kasih diera eonni… terima kasih banget…

    iya bener q juga gak tega bacanya klu kyu sampek di pukuli orang2… kyu kata2nya romantis banget buat q meleleh… padahal kan q bukan siwon hejehhe…
    kasusnya serius banget ini eonni…

    eonni hebat banget bisa ngarang ff yang daebak luar biasa ini…
    semangat eonni…. kutunggu ff selanjutnya… terima kasih banyak…

  13. kaaian kyu dia sampe sakitbkayak gitu dan gadis yg dicintainya selamat.
    siwon benar” overprotective ya sama kyu.
    lanjut ya thor

  14. aaaaahhhhh……suka suka sukaaaa bgt bca part ini,,wonkyu manis skali bkin aq gregetan,,kata” kyukyu bkin aq meleleh..part dpan gk wonkyunya y..

  15. aaaaahhhhh……suka suka sukaaaa bgt bca part ini,,wonkyu manis skali bkin aq gregetan,,kata” kyukyu bkin aq meleleh..part dpan gk wonkyunya y..

  16. Sebenarny agak kurang greget sih eonni, g baca detail penyerangan Kyuhyun 😀 . Tp g pa2 lah. G tega juga 😛 .

    Aah..
    WonKyu udah g canggung lg. Senangnyaaaa \(^_^)/

  17. aq kira kyu bakalan parah kritis sampek koma gt…
    tp untung deh gpp
    dan rsa cntanya mkin gede ajj
    sama sii ganteng abang won
    kekekeke

    lnjuuut ya
    keep writing

  18. Duhh pada jangan pada bahas KRY lagi dong… Galau aku msih blom ilang ini #plakkk

    kemajuan pesat!! Akhirnya sedikit demi sedikit kyu mulai mengerti dengan prasaan nya sendiri.. Siwon juga udah ga terlalu di cuekin lagi hahahahah 😀

    next chap ga ada wonkyu ya? Hmmm okelah kkk

  19. Pantesan tau2 Kyuhyun udh babak belur kkkk
    So sweat… Iya kyu pindah aja dri Firma hukum Kang. kerja bareng Siwon aja biar makin deket hehe
    Tinggal Ummanya Siwon nih yg mengerikan hihihi

  20. yippppiiiiiiiiii… akhirnya… akhirnyaaa…. update juga…
    walupun aku telat bacanya but i’m happy…
    wonkyu ohhh wonkyu… gua bener2 ngeship kalian bangt…

    kyuhyunn… aku gak tega bayangin kamu dipukulin.. 😥
    walupun siwon sedikit telat nolonginnya krna sudah keburu kyu dipukulin tapi gpp.. yg penting kyuhyun baik baik aja..
    seneng bngt dehhh sumpah seneng bngt.. liyat moment wonkyu.. kyuhyun sudah mulai nunjukin perhatiannya.. ohh thanks athor~ssi udah buat moment wonkyu.. mudah2an chap depatlebih bnyak lagi moment wonkyu , dan moment kissing wonkyunya.. pengen bngt liyat wonkyu kissing lagi , soalnya udah berapa chap wonkyu mesranya kurang mantep.

    pokoknya ditunggu chap selanjutnya

  21. Ckup menegangkan,,,beruntung adegan kekrasan trhadap kyu ga djelaskan…….ga tega…..wow seorang siwon mnangis,,,,berita besar…..dn satu lgi kebiasaan bruk siwon,,,dy ga mau mndengarkan org laen…..nexxttt

  22. Siwon jangan buru2 kebawa emosi gt dund dengerin dulu kyuhyunnya ngomong ;;; hade.. Jelas2 dirimu yg di cari duluan sama kyu pas dia sadar eh malah negative thinking kyu masih peduli sm haesa tsk… Smg cepet sembuh chokyu!! 💙 Hwhw

  23. Syukurlah kyuhyun bs diselamatkan dan kondisinya tdk terlalu buruk. Dan smga saja tdk akan ada bahaya lagi utk kyuhyun mengingat status kyuhyun sekarang adl saksi kunci…
    Hubungan wonkyu semakin baik sekarang, mrk bs bersikap sedikit lembut satu sama lain dan tdk selalu dipenuhi dg pertengkaran..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s