[SF] Scarface Part 37 [1]

flash-drive

37

Changmin meletakkan sebuah kotak berisi jam tangan pesanan Siwon diatas meja kerja sepupunya tersebut. Ia mendengus jengkel lalu berjalan menuju sofa untuk duduk. Siwon yang sedang memeriksa dokumen terakhir project yang ditanganinya mengalihkan fokusnya dan tersenyum tipis melihat kotak tersebut. Siwon membuka kotak itu untuk memeriksa isinya. Ia tersenyum puas karena hasilnya sesuai dengan yang diharapkannya.

Changmin mendesis dan melipat kedua tangannya didepan dada. “Bagaimana kencan-mu kemarin?”

Siwon menggumam pelan sembari menyimpan kotak jam tangan itu di laci meja kerjanya. Kemudian ia menatap Changmin. “Kencan? Ah… Kau tahu dari siapa?”

“Jinri. Dia meneleponku untuk bertanya mengenaimu. Jika kau tidak ada di rumah maka aku yakin kau pergi ke suatu tempat bersama seseorang. Selain itu, kau menyuruhku mengambil pesanan untuk Kyuhyun, bukan? Jadi, aku pikir kau pergi bersama Kyuhyun. Pergi kencan. Kalian pergi kemana?” tukas Changmin.

Siwon mengulas senyumannya dan kembali fokus pada pekerjaannya. “Kami hanya pergi makan siang dan pergi ke Yeoido. Lalu mengantarkannya pulang. Changmin-ah, kau tidak terlalu sibuk, bukan?”

Changmin mengernyit. Jika Siwon sudah bertanya seperti itu, Changmin yakin bahwa Siwon akan memintanya melakukan sesuatu. Jika bukan pekerjaan, maka sesuatu yang personal. Untuk saat ini sesuatu yang personal bagi Siwon adalah Cho Kyuhyun.

Tapi Changmin tidak ingin jauh terlibat dalam masalah personal Siwon. Terutama karena Ibu Siwon. Choi Yoojin mungkin terlihat begitu elegan dan lembut, tapi jika situasinya tidak berjalan sesuai keinginannya Choi Yoojin akan jauh lebih menyeramkan dibandingkan monster khayalan yang sering muncul di waktu malam ketika Changmin masih kecil.

“Aku tidak sibuk, tapi aku tidak ingin melakukan apapun untukmu. Terutama berkaitan dengan Cho Kyuhyun. Untuk saat ini, aku ingin lebih fokus pada Yang Jihyun. Kau yang menyuruhku untuk menemuinya. Kurasa ini memang sudah waktunya. Duabelas tahun sudah terlalu lama,” ujar Changmin.

Siwon mengangkat kepalanya dan menatap sepupunya dengan lekat. “Kau ingin membawanya sebagai calon istrimu?”

“Calon istri? Itu masih terlalu jauh untuk diputuskan. Untuk saat ini aku hanya ingin memperbaiki hubungan ini. Tapi hanya sekedar penasaran, kau akan menyuruhku melakukan apa?” tanya Changmin.

Siwon terdiam sejenak. Mungkin ini saatnya, Siwon harus mengurus masalahnya sendiri ketimbang meminta bantuan Changmin atau sepupu-sepupunya yang lain. Siwon kembali tersenyum dan menggeleng. “Kau bilang tidak akan melakukannya, jadi aku tidak akan mengatakannya. Urus saja masalahmu sendiri. Aku yang akan mengurus masalahku sendiri.”

“Oh! Choi Siwon akan mengurus masalah pribadinya sendiri? Ini benar-benar sesuatu yang baru. Sepertinya Cho Kyuhyun benar-benar membuatmu banyak berubah,” tutur Changmin sembari tertawa kecil.

Siwon ingin sekali melempar pena yang ada ditangannya kearah Changmin, tapi ia masih memerlukan pena tersebut. Jadi, dia menahan diri dibandingkan ia harus mengambil pena itu lagi nanti. “Shim Changmin, pergi ke ruanganmu sana!” serunya sembari membaca dokumen dihadapannya.

Changmin menghela nafas lalu berdiri. Lalu ia berjalan mendekati meja kerja Siwon. “Choi Siwon…”

“Apa?” tukas Siwon sembari mengangkat kepalanya.

Changmin menyentil kening sepupunya dengan keras. Hingga membuat Siwon mengusap keningnya sembari merintih kesakitan. Changmin sendiri berusaha untuk tidak tertawa dan tetap terlihat serius. “Fokus pada pekerjaanmu. Kyuhyun bukan satu-satunya yang harus kau khawatirkan. Mungkin tidak seharusnya aku membiarkanmu jatuh cinta pada Cho Kyuhyun.”

“Yash!! Shim Changmin, kau mau mati!!”

*****

Kyuhyun menghela nafas kesal. Sejak ia datang, Hyukjae selalu saja menganggunya. Bukan menganggu dengan puluhan pertanyaan, tapi pengacara itu hanya duduk di ruangannya sembari membaca beberapa dokumen kasus yang sedang ditanganinya. Itu lebih menyebalkan dibandingkan Kyuhyun harus menjawab semua pertanyaan-pertanyaan aneh yang dilontarkan oleh Hyukjae.

Kyuhyun menaruh penanya dan menarik nafas berat. Ia menatap Hyukjae yang masih sibuk dengan dokumennya. Entah sampai berapa lama ia akan duduk disana.

“Lee Hyukjae, apa kau tidak menyukai ruang kerjamu?” tanya Kyuhyun dengan nada jengkel.

Hyukjae menoleh dan menatap Kyuhyun. “Ruang kerja? Aku menyukai ruanganku, tapi aku lebih menyukai berada disini.” Kemudian Hyukjae kembali membaca dokumen dihadapannya.

Kyuhyun mengusap wajahnya. Ia berdiri lalu menghampiri Hyukjae dan duduk dihadapan pengacara itu. Hyukjae meliriknya tapi mengabaikannya. Kyuhyun bisa gila menghadapi sikap Hyukjae.

“Ada sesuatu yang membuatmu kesal padaku, Pengacara Lee? Karena ini sangat menyebalkan, tahu. Caramu mengangguku seharian ini. Bahkan ini hampir makan siang. Kau tidak mempunyai klien yang akan menemuimu untuk konsultasi atau apapun lainnya?” tutur Kyuhyun.

Hyukjae menghela nafas lalu menutup dokumen dan menaruhnya ke atas meja. Hyukjae lalu menatap Kyuhyun dengan serius. “Donghae bilang Siwon menemuimu di bar saat kau pergi menemui Heechul. Well, bahkan sepertinya Heechul yang menyuruhnya datang untuk membawamu pergi. Oh, bahkan hari Jumat kau tidak masuk kerja. Bisa jelaskan hal itu padaku? Karena selama akhir pekan kemarin, kau sama sekali tidak menghubungiku. Bahkan aku mengirimi pesan dan email padamu. Kau hanya membacanya tanpa berniat membalasnya.”

Shit. Hyukjae sepertinya benar-benar marah padanya. Kyuhyun mungkin bisa memberikan beberapa alasan pada Hyukjae mengenai apa yang terjadi pada Kamis malam dan kenapa dia tidak bekerja di hari Jumat. Tapi Kyuhyun tidak yakin bisa mengatakan alasannya dengan baik.

Kyuhyun menatap Hyukjae dengan lekat tanpa mengatakan apapun. Hyukjae kembali menghela nafas.

“Kau tidak akan memberikan alasan apapun padaku?”

“Aku bisa memberikan alasannya, tapi aku…” Kyuhyun memejamkan matanya untuk beberapa detik sebelum ia kembali memandang Hyukjae. “Aku mencoba untuk menerima apa yang sudah terjadi.”

Hyukjae mengernyit dengan ucapan aneh Kyuhyun. “Maaf, Kyuhyun. Tolong bicara dengan hal yang kumengerti. Aku tahu kalau kau lebih pintar dariku, tapi setidaknya kau bisa mengunakan kata-kata yang cukup mudah.”

“Aku mencoba untuk menjalani hubungan dengan Choi Siwon.” Sebenarnya Kyuhyun tidak ingin mengatakan dengan lantang, tapi Hyukjae akan terus-menerus mendesak dirinya. Mungkin lebih baik Kyuhyun langsung mengatakan apa yang harus dikatakannya tanpa berbelit-belit.

Kini Kyuhyun memperhatikan Hyukjae yang terdiam. Sahabatnya itu belum menunjukkan reaksi apapun atas pengakuannya. Kyuhyun memang masih belum yakin atas hubungan tersebut, tapi untuk saat ini dia hanya bisa menjalaninya dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Hyuk-ah…”

Hyukjae mengangkat tangannya untuk membuat Kyuhyun berhenti bicara. Kemudian ia merapikan dokumen yang dibawanya dan berjalan keluar ruangan kerja Kyuhyun. Setelah Hyukjae menutup pintu dengan rapat, Kyuhyun menarik nafas panjang dan menyandarkan punggungnya di kursi. Well, walaupun tidak sama seperti dugaannya, tapi reaksi Hyukjae sepertinya tidak akan begitu buruk.

Atau mungkin sebaliknya.

“Memang apa yang lebih buruk dari reaksi dari Eomma dan Appa?”

*****

Yunho mengernyit ketika Changmin memasuki ruang kerjanya. Ia melirik jam di pergelangan tangannya. Pukul sebelas lewat duapuluhdua menit. Masih terlalu cepat untuk makan siang. Sepertinya Changmin kabur dari pekerjaannya. Ia menyelesaikan dokumen yang sedang dikerjakannya. Changmin sendiri berjalan menuju sofa dan memilih untuk berbaring.

“Kau masih lama dengan dokumen itu?” tanya Changmin sembari menatap langit-langit.

Yunho menghela nafas. Sepertinya Changmin ingin bicara sesuatu yang cukup serius. Jika tidak, mana mungkin sepupunya itu akan bertanya seperti itu. Biasanya, Changmin akan langsung bicara mengenai apa yang dibicarakannya. Melihat sikap Changmin yang berbeda, Yunho menutup dokumen yang dikerjakannya lalu berjalan menuju sofa. Ia memperhatikan Changmin.

“Ada apa?”

Changmin menyeringai pada Yunho lalu bangun. Ia sedikit bergeser agar Yunho duduk disampingnya. “Mengenai calon istriku.”

Yunho kembali mengernyit lalu duduk dengan sedikit menghadap pada Changmin. Yunho menyilangkan kakinya. “Calon istri? Jadi, kau sudah menemukan siapa yang akan kaunikahi?”

“Dia belum tentu bisa kunikahi. Tapi aku mempertimbangkannya untuk mengenalnya kembali. Jadi, aku ingin meminta bantuanmu. Siwon sama sekali tidak bisa diharapkan. Kondisinya jauh lebih parah dariku karena dia tergila-gila pada Kyuhyun. Dia tidak mungkin bisa memikirkan orang lain selain pengacara itu. Aku juga tidak ingin menemui Sooyoung. Terakhir kudengar dia masih sibuk membujuk mertuanya untuk tetap tinggal di Seoul. Jadi, aku hanya bisa mengandalkanmu,” tutur Changmin.

Yunho menatap Changmin dengan lekat. Sepupunya yang satu ini benar-benar sedang serius. Selama tigapuluhan tahun ini, Yunho hanya pernah beberapa kali melihat sisi serius seorang Shim Changmin. Itu pun ketika Changmin dihadapkan dengan masalah pekerjaan. Untuk masalah pribadinya, ini adalah pertama-kali.

“Min-ah, kau tahu aku akan selalu membantu kalian semua. Kita adalah satu keluarga. Beritahu apa yang kau butuhkan dariku. Walaupun aku tidak yakin, tapi aku akan berusaha.”

Changmin tersenyum tipis. Mungkin karena Yunho yang tertua, maka ia sangat bisa diandalkan. Walaupun begitu terkadang Changmin juga merasa bersalah karena Yunho selalu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa berniat meminta bantuan. Menjadi yang tertua, terkadang sangat kesepian.

“Kau bisa meminta orang untuk mencari tahu tentang Yang Jihyun. Dia dulu satu sekolah denganku, tapi sejak lulus aku tidak tahu bagaimana hidupnya. Saat ini dia bekerja di Legiun, toko nomor empatpuluhdua. Walaupun aku bisa mencari-tahu seorang diri, tapi Kakek pasti akan mengetahuinya lebih cepat,” ujar Changmin.

Yunho mengangguk kecil. “Yang Jihyun, Legiun, toko nomor empatpuluhdua. Dia juga teman sekolahmu dulu. Ada hal lainnya?”

“Dia adalah cinta pertama-ku yang kusimpan selama tigabelas tahun. Kau tahu bagaimana dengan keluarga kita, bukan? Walaupun aku menyukainya, tapi aku tidak akan berani untuk mengatakannya. Hampir semua teman-temanku mengatakan kalau dia juga menyukaiku, tapi aku tetap tidak berani. Kau bahkan baru bisa berkencan ketika semua anggota keluarga menyetujui gadis yang kau pilih, bukan? Begitu pula dengan Sooyoung. Kurasa hanya Siwon yang berani melakukan apapun yang ia inginkan. Karena dia adalah Choi Siwon.”

Yunho menghela nafas berat. Apa yang dikatakan oleh Changmin memang benar. Sebagian besar adalah benar. Diantara semua cucu Choi Daehan, hanya Choi Siwon yang berani mengatakan dan melakukan apapun yang menurutnya benar. Sooyoung dan Jinri bahkan tidak bisa melakukan hal yang sama walaupun mereka berdua memakai marga yang sama.

“Itu benar. Itu karena Choi Siwon adalah Choi Siwon. Tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukannya juga. Hey, apa kau pikir aku akan dengan mudah menuruti semua aturan keluarga dalam memilih seorang gadis atau bahkan hal lainnya? Mungkin seharusnya sejak lama aku mengatakannya padamu, tapi kau mempunyai pilihan Min. Kita semua memilikinya. Hanya saja Kakek tidak pernah mengatakannya dengan secara lugas. Aku baru menyadarinya ketika pertama-kali bekerja di Jung Company. Tapi Siwon, dia sudah menyadarinya sejak dia berusia limabelas tahun. Kau ingat bagaimana dia menentang Kakek dan Paman Jaewon? Itu adalah pilihannya sendiri. Kakek terus memberikan argument untuk melihat seberapa besar ia bisa mempertahankan pilihannya tersebut. Kurasa ini salahku, karena tidak mengatakannya lebih awal. Jika tidak, kau mungkin bisa memilih jalan hidupmu dengan lebih baik. Termasuk mengenai Yang Jihyun,” tutur Yunho.

Changmin menundukkan pandangannya. Yunho kemudian menyentuh bahunya. “Aku akan membantumu. Yang Jihyun, temui gadis itu dan katakan kenapa kau tidak bisa menemuinya selama ini. Kalau dia tidak ingin mendengarkannya, buat saja keributan di depan toko tempat ia bekerja. Kau salah satu direksi Legiun, tidak akan orang yang berani mengusirmu.”

Changmin tertawa kecil. Ia melirik Yunho. “Tapi itu hanya akan membuatnya semakin membenciku.”

“Kau yakin dia membencimu? Bukankah kau diberitahu oleh teman-temanku kalau dia juga menyukaimu. Ini mungkin sudah lebih dari sepuluh tahun dan dia mungkin sudah tidak mempunyai perasaan yang sama ketika kalian masih sekolah, tapi untuk bisa membencimu itu sedikit mustahil. Aku akan berhati-hati agar tidak ada yang mengetahuinya, terlebih Kakek.”

Changmin menghembuskan nafas dan menatap Yunho dengan lekat. “Terima kasih.”

*****

Haejin sesekali memperhatikan Hyukjae dan Kyuhyun bergantian. Mereka sedang makan siang bersama tapi suasananya terasa begitu tegang. Haejin tidak tahu masalah apa yang terjadi diantara Hyukjae dan Kyuhyun. Toh, Haejin juga tidak ingin terlibat masalah yang tidak ada kaitan dengan dirinya.

Haejin menarik nafas dan melirik Kyuhyun yang duduk disampingnya. “Kyuhyun…”

Kyuhyun yang sibuk memperhatikan Hyukjae yang hanya melahap makanannya langsung menoleh kearah Haejin. “Ya?”

“Bagaimana dengan perkembangan kasus yang kau tangani? Minggu ini kau sudah memulai konsultasi awal bukan?” tanya Haejin. Walaupun mereka hampir tidak pernah membahas pekerjaan, namun Haejin tidak mungkin secara langsung bertanya kenapa Hyukjae jadi pendiam sekali hari ini.

Kyuhyun melirik Hyukjae lalu sedikit menunduk menatap mangkuk makanannya. “Haejin, kita tidak pernah membicarakan masalah pekerjaan di luar kantor. Kau tahu itu, bukan?”

“Aku tahu. Tapi ini membuatku gila! Aku tidak akan bertanya masalah apa diantara kalian, tapi bisakah kita makan siang dengan nyaman. Kau tahu, situasi diantara kalian jauh lebih dingin dibandingkan suhu saat ini,” tukas Haejin.

Hyukjae mengangkat kepalanya dan menatap Haejin dengan lekat. Kyuhyun menghela nafas pendek. Jika Haejin sudah bicara, maka situasi yang terlihat oleh orang lain lebih buruk dibandingkan perkiraannya. Kyuhyun menaruh sumpitnya diatas meja. Ia menatap Hyukjae dengan lekat. “Kita perlu bicara, Hyuk. Aku akan kembali ke kantor duluan.”

Tanpa menunggu, Kyuhyun langsung berdiri dan berjalan keluar restaurant tersebut setelah membayar makanannya. Haejin kemudian hanya bisa menghela nafas berat melihat Kyuhyun pergi begitu saja. Lalu Haejin menatap Hyukjae dengan lekat.

“Sebenarnya aku tidak ingin bertanya, tapi jika kalian punya masalah sebaiknya dibicarakan. Ini pertama-kalinya aku melihat Kyuhyun seperti itu,” tutur Haejin.

Hyukjae memasukkan kimchi kedalam mulutnya. “Seperti apa, maksudmu?”

“Kyuhyun tidak pernah yang menjadi pertama-kali mengajakmu untuk bicara. Bahkan jika dia yang membuat kesalahan, itu selalu dirimu yang datang padanya untuk bicara. Masalah kalian bukan sesuatu yang besar, benar?” tanya Haejin.

Hyukjae terdiam sejenak. Ia melirik Haejin lalu menggeleng. “Tenang saja. Kyuhyun sudah mengatakan kalau kami harus bicara. Jangan khawatir.”

*****

Kyuhyun menghela nafas panjang sembari merapatkan mantelnya. Ia berjalan perlahan menuju ke kantor. Sesekali ia menoleh kearah belakang dan melihat sebuah mobil mengikutinya dari jarak yang agak jauh. Shin dan Ahn masih mengikutinya tapi Kyuhyun terkadang merasa tidak nyaman dengan keberadaan mereka. Walaupun begitu, Kyuhyun tidak bisa menyuruh mereka untuk pergi karena Siwon akan protes padanya. Karena Kyuhyun sudah setuju.

“Mungkin seharusnya aku tidak menyetujui apapun,” gumamnya.

Kyuhyun kini menunggu untuk menyebrang. Walaupun tidak banyak kendaraan, tapi tetap saja ia harus menuruti aturan lalu lintas. Kemudian Kyuhyun teringat kejadian ketika ia ‘diculik’ oleh Choi Daehan. Sampai saat ini, Kyuhyun sama sekali tidak mengerti kenapa Choi Daehan harus memakai cara seperti itu hanya untuk bertemu dan bicara dengannya.

Kyuhyun menghela nafas lagi dan melihat lampu pejalan kaki berubah hijau.

Namun, saat ia hendak menyebrang, sebuah mobil berhenti tepat didepannya. Kyuhyun mundur beberapa langkah. Ia baru saja mengingat kejadian ‘penculikan’, kini sebuah mobil yang tidak dikenalinya berhenti dihadapannya. Kyuhyun hendak pergi ketika pintu mobil terbuka dan seorang pria menyeringai padanya. Kyuhyun mengernyit. Pria itu lalu menyodorkan sebuah ponsel padanya. Kyuhyun sedikit ragu untuk mengambilnya.

“Ada seseorang yang ingin bicara padamu, Pengacara Cho,” kata pria itu.

Kyuhyun memang seorang pengacara yang cukup terkenal, jadi dia tidak heran ada yang mengenalinya. Tapi ada sesuatu yang membuat Kyuhyun merasa kalau pria itu tidak hanya sekedar mengenal namanya saja. Kyuhyun berjalan mendekat untuk mengambil ponsel tersebut. Sebelum bicara, ia melirik kearah mobil Shin dan Ahn.

“Halo…” ucap Kyuhyun pelan.

“Kyu-kyuhyun-ah….”

Mata Kyuhyun melebar. Dia mengenali suara itu. Kyuhyun menatap pria yang masih menyunggingkan senyuman sinisnya. Kyuhyun menarik nafas perlahan. Dia tidak bisa panik disaat seperti ini. Kyuhyun harus tahu apa motif si pria dihadapannya, walaupun Kyuhyun berasumsi satu hal.

Seon Hwan.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kyuhyun.

Kyuhyun mendengar suara tangisan. Well, itu tandanya buruk, bukan?

“Kau tidak di Tokyo?” tanya Kyuhyun lagi.

Pria didalam mobil tertawa mendengar pertanyaan Kyuhyun. Jawabannya adalah tidak.

“Kyuhyun-ah… flash-drive itu… be-berikan padanya.”

Flash-drive. Tentu saja, ini pasti berkaitan dengan flash-drive yang berisi data-data mengenai Seon Hwan. Kyuhyun sudah mengetahui kalau flash-drive itu akan menimbulkan masalah cepat atau lambat ketika ia membaca data-data tersebut.

Kyuhyun menatap pria itu. “Baiklah. Jangan khawatir.”

Kemudian Kyuhyun mengembalikan ponsel itu pada pria tersebut. “Aku akan memberikan flash-drive-nya setelah kalian melepaskannya. Aku harus memastikan kondisinya aman terlebih dahulu.”

Pria itu kembali menyeringai. “Anda tidak dalam posisi mengajukan persyaratan seperti itu, Pengacara Cho. Kami akan memberikan waktu satu jam. Bawa flash-drive itu dan kau bisa membawa gadis itu pulang.”

“Flash-drive itu ada padaku, jadi aku bisa melakukan apapun. Entah memberikannya pada kalian atau mengirimnya ke kantor kejaksaan. Kalian mungkin akan mengancam untuk melukai putri pengacara Kang, tapi aku tidak akan terjebak. Jika kalian memang melukainya, itu artinya kalian akan kehilangan flash-drive tersebut. Jadi, lepaskan putri pengacara Kang sekarang dan aku akan membawa flash-drive itu pada kalian,” ucap Kyuhyun dengan tegas.

Senyuman pria itu menghilang. Ia menatap Kyuhyun dengan jengkel. Pria itu menatap rekan kerjanya yang berada di kursi depan. Kyuhyun berusaha untuk terlihat kuat walaupun tangannya gemetaran. Ini bukan pertama-kali bagi Kyuhyun mendapatkan ancaman seperti ini, tapi Seon Hwan jelas jauh lebih berbahaya dari semua ancaman yang pernah diterima olehnya.

Kyuhyun sedikit menoleh kearah mobil Shin dan Ahn. Sebelumnya mereka berdua masih berada didalam mobil, tapi sekarang Kyuhyun melihat Ahn sedang memperhatikannya sembari memegangi ponselnya. Mungkinkah mereka memberi laporan pada Siwon? pikir Kyuhyun.

Kyuhyun menghela nafas lalu kembali menatap pria yang sama sekali tidak keluar dari mobil. “Jadi, bagaimana?”

“Baik, kami akan mengantarkan gadis itu kembali ke rumahnya. Tapi kau hanya punya waktu satu jam untuk mengantarkan flash-drive itu,” kata pria tersebut. Kemudian ia melemparkan ponsel ditangannya kepada Kyuhyun. Cukup beruntung ponsel itu tidak jatuh. “Kami akan mengirimkan pesan berisi alamat kemana kau mengantarkan flash-drive tersebut. Ah, kau harus datang sendiri. Itu artinya kau harus kabur dari dua bodyguard-mu itu. Tch… Ayo pergi!”

Pintu tertutup dan mobil itu melaju pergi. Kyuhyun menghela nafas berat. Entah bagaimana mereka bisa tahu kalau Kyuhyun diawasi oleh dua bodyguard. Karena semua rekan kerja-nya sepertinya tidak tahu –termasuk Hyukjae– mengenai bodyguard tersebut. Ia menatap ponsel ditangannya dan langsung memasukkannya ke saku celana ketika sebuah mobil berhenti dihadapannya –lagi.

Ahn dan Shin keluar dari mobil dan menatapnya dengan serius. Kyuhyun menghela nafas lagi. Rasanya hari ini sudah terlalu banyak masalah yang muncul pada saat bersamaan.

“Pengacara Cho…”

Kyuhyun melirik kearah lampu penyebrangan yang masih berwarna merah. Ia mendesah jengkel. “Jangan mengatakan apapun pada Siwon. Mereka klien-ku, jadi kalian tidak perlu khawatir. Kalian pergilah makan siang, aku akan tetap di kantor.”

Kemudian ketika lampu berubah kembali menjadi hijau, Kyuhyun bergegas menyebrang. Walau begitu, Kyuhyun masih sempat untuk berteriak pada Shin dan Ahn. “Ingat, jangan katakan apapun pada Choi Siwon!! Jika tidak… Aku akan sangat membenci kalian berdua!!!”

Shin dan Ahn saling menatap, lalu keduanya menghela nafas. Walaupun Kyuhyun sudah mengatakan untuk tidak mengatakan apapun, tapi Shin dan Ahn masih terikat perintah oleh Siwon. Terlebih Ahn juga sudah mengirimkan pesan pada Siwon saat Kyuhyun masih bicara dengan pria asing tadi.

“Lebih baik dibenci dibandingkan dipecat,” tukas Shin pada Ahn.

*****

Siwon bergegas keluar ruangan setelah dia menyelesaikan dokumen terakhir. Pesan yang dikirimkan oleh Ahn sepuluh menit lalu membuat Siwon sangat khawatir. Dugaannya benar. Seon Hwan pasti akan melakukan sesuatu pada Kyuhyun. Ahn memang tidak memberikan informasi yang jelas, tapi Siwon yakin kalau hal itu adalah sesuatu yang buruk.

Siwon hampir berlari menuju lift. Dia menekan tombol lift dengan cepat, berharap pintunya akan terbuka lebih cepat. Walaupun sebenarnya Siwon harus menunggu selama empat menit, sebelum dia bisa masuk kedalam kotak bergerak tersebut. Siwon menekan tombol basement lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Ahn.

Siwon memperhatikan pergerakan lift. Kini dia hanya berharap kalau ruang kerjanya bukan di lantai duapuluhtujuh. “Apa dia masih di kantor?”

“Ya, Direktur Choi.”

“Bagus, tetap awasi keberadaannya. Aku dalam perjalanan.” Siwon langsung memutuskan sambungan telepon. Sebenarnya dia ingin menghubungi Kyuhyun, tapi Siwon menahan diri. Ia tidak ingin bertindak gegabah.

Siwon lalu bersandar pada sisi lift dan memejamkan matanya. Ia menghitung sampai sepuluh sebelum kembali membuka matanya. Siwon merasa jauh lebih tenang. Tak lama pintu lift terbuka di lantai basement. Siwon berjalan keluar dan menuju mobilnya. Namun, ia melihat mobil Changmin yang memasuki basement dan parkir.

Siwon mengernyit saat melihat sepupunya memanjat keluar dari mobilnya. “Kau dari mana? Kupikir kau berada di ruanganmu.”

Changmin menatap Siwon dengan kerutan di keningnya. Ia berjalan menghampiri Siwon. “Makan siang dengan Yunho. Kau mau pergi?”

Siwon mengangguk.

“Urusan dengan Kyuhyun?” tanya Changmin lagi.

“Bukan, urusan di Legiun.” Siwon berbohong dengan cepat. Entah kenapa dia malah berbohong pada Changmin mengenai kemana dia akan pergi. Tapi sepertinya itu adalah yang terbaik. Siwon tidak ingin Changmin ikut terlibat. “Kembalilah bekerja. Aku meninggalkan tiga dokumen baru yang harus kau periksa. Selesaikan sebelum hari Kamis karena harus dikirim ke London. Mengerti?”

Changmin mengangguk. Siwon lalu memanjat masuk kedalam mobilnya. Changmin menghela nafas dan berjalan menuju lift, sedangkan mobil Siwon melaju pergi. Changmin menunggu sejenak. “Tapi memangnya ada masalah apa di Legiun? Aku tidak mendapatkan laporan apapun.”

*****

Hyukjae membuka ruang kerjanya dan melihat Kyuhyun sedang membuka laci meja kerjanya. Hyukjae mengernyit dan menutup pintu. “Kau mencari apa?”

Kyuhyun mengangkat kepalanya. “Oh, usb yang kuberikan padamu. Kau menyimpannya disini atau di rumahmu?”

“USB?” Hyukjae lalu berjalan menuju meja kerja dan meraih tas-nya. Kemudian ia mengeluarkan usb yang pernah diberikan oleh Kyuhyun padanya. “Untuk apa kau mencari ini?”

Kyuhyun mengambil usb tersebut dan menyodorkan kunci mobil miliknya. “Berikan kunci mobilmu. Kau bisa pakai mobilku.”

“Kyuhyun, sebenarnya ada apa?” tanya Hyukjae semakin tidak mengerti. Sebelumnya Kyuhyun bilang agar mereka bicara, tapi sekarang Kyuhyun malah meminta usb yang pernah diberikannya lalu bertukar mobil. “Apa yang terjadi?”

Kyuhyun menggeleng. “Jangan khawatir. Sekarang berikan kunci mobilmu. Aku sedang terburu-buru.”

Tapi Hyukjae hanya menatap kunci mobil yang disodorkan Kyuhyun. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan. Kemudian dia berjalan ke balik meja kerjanya. “Kau bahkan tidak menjelaskan apapun mengenai hubunganmu dengan Choi Siwon.”

“Aku sudah mengatakannya tadi. Aku berusaha untuk menerimanya, tapi apa kau pikir itu akan mudah? Lee Hyukjae, aku tidak mempunyai banyak waktu. Pinjam mobilmu untuk dua jam saja. Aku harus pergi sekarang!” seru Kyuhyun.

Hyukjae memandang Kyuhyun. “Apa yang sedang terjadi? Kenapa kau seperti berkejaran dengan waktu? Terlebih kau meminta usb itu lagi. Apa ada kaitannya dengan Seon Hwan?”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Ia memeriksa jam di pergelangan tangannya. Sudah lewat duapuluhlima menit dari waktu satu jam yang diberikan. Selain itu, Kyuhyun juga belum mendapat pesan kemana dia harus pergi membawa usb tersebut. Dan lagi, belum ada kabar mengenai Haesa. Kyuhyun menggenggam usb ditangannya dengan erat. Dia tidak bisa menjelaskan apapun pada Hyukjae ketika waktu yang dimilikinya semakin sempit. Lalu Kyuhyun memilih keluar dari ruang kerja Hyukjae. Kyuhyun mungkin akan meminjam mobil Haejin atau yang lain saja.

Hyukjae hanya bisa menghela nafas lagi dan memilih untuk kembali bekerja. Kyuhyun mungkin akan datang lagi padanya nanti.

*****

Kang Jaeha memperhatikan Kyuhyun yang sedang bicara dengan Haejin. Kang Jaeha tahu persis apa yang sedang terjadi, tapi dia tidak bisa berbuat banyak. Setelah Kyuhyun memberikan semua data mengenai kasus Seon Hwan, Kang Jaeha mempelajarinya selama tiga hari dan memutuskan untuk tidak lagi menangani kasus tersebut. Namun, keputusannya malah berujung hal yang tidak terduga.

Dua jam sebelumnya, Kang Jaeha mendapat kabar dari Tokyo kalau Haesa telah menghilang sejak Minggu malam. Tidak ada tetangga atau teman yang mengetahui keberadaannya. Pihak kepolisian Tokyo juga sudah mengkonfirmasi tentang berita tersebut. Belum sempat, Kang Jaeha menghubungi kepolisian Seoul untuk meminta bantuan, ia mendapat telepon dari orang asing mengenai keberadaan Haesa.

Jaeha tahu bahwa apa yang terjadi pada putrinya pasti berkaitan dengan Seon Hwan. Haesa sudah memberi peringatan sebelumnya, namun Jaeha tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak walaupun Haesa mengatakan ia mendapat bukti mengenai Seon Hwan. Ia merasa sangat bersalah karena tidak memutuskan lebih cepat dan melakukan tindakan antisipasi. Jika sudah seperti ini, Jaeha juga tidak bisa berbuat banyak.

Jaeha lalu menghampiri Kyuhyun. Ia melihat Kyuhyun memegang sebuah usb. Jika benar, maka usb itu yang diinginkan oleh Seon Hwan. “Kyuhyun-sshi…”

Kyuhyun dan Haejin yang tengah berbicara sontak menoleh pada Jaeha.

“Pengacara Kang, a-apa anda sudah mendengar kabar?” tanya Kyuhyun dengan ragu. Dia tidak ingin mengatakan apa yang sedang terjadi dihadapan banyak orang seperti saat ini. Semakin sedikit orang yang mengetahuinya, maka semakin mudah untuk membuat scenario untuk menutupi apa yang sebenarnya tengah terjadi.

“Mereka menemuimu juga ternyata. Kupikir mereka tidak akan melibatkan siapapun selain keluargaku,” ucap Kang Jaeha.

Haejin menatap Kyuhyun dan Pengacara Kang Jaeha dengan bingung. Sebelumnya, Kyuhyun sedikit memaksa untuk meminjam mobilnya. Haejin bisa saja melakukannya, tapi alasan yang diberikan oleh Kyuhyun sama sekali tidak menyakinkan. Maka dari itu, Haejin berusaha bertanya lebih jauh. Belum sempat Kyuhyun mengatakan apapun, Pengacara Kang Jaeha datang. Haejin melihat ekspresi khawatir dari wajah Pengacara Kang. Itu semakin membuatnya yakin bahwa tengah terjadi sesuatu.

Terlebih Pengacara Kang juga menyebut keluarganya.

“Sebenarnya apa yang sedang terjadi?” tanya Haejin.

Kang Jaeha menatap Haejin dengan lekat. “Haejin-sshi, tunda semua pertemuan konsultasi dengan klien untuk dua hari. Atur ulang jadwal konsultasinya ke minggu depan. Hubungi perwakilan kepolisian Seoul. Aku ingin bertemu secepatnya.”

Haejin ingin bertanya lebih lanjut tapi ia tahu kalau tidak akan mendapatkan jawaban yang ia inginkan. Jadi, Haejin melakukan apa yang diperintahkan oleh Pengacara Kang.

Kyuhyun masih menatap Pengacara Kang dengan serius. “Pengacara Kang…”

“Berikan usb itu padaku, Kyuhyun. Kau tidak perlu terlibat lebih jauh lagi. Aku sudah mengambil-alih darimu, maka ini menjadi tanggung-jawabku,” tutur Kang Jaeha.

“Tapi Pengacara Kang…”

Kang Jaeha menggeleng sembari mengulurkan tangannya untuk meminta Kyuhyun menyerahkan usb itu padanya. Kyuhyun masih menggenggam usb itu di tangannya. Pria itu yang mengatakan kalau ia sendiri yang harus membawa flash-drive itu ke tempat yang telah ditentukan. Kyuhyun tidak tahu, tapi ia yakin bahwa mereka akan terus mengawasinya bahkan jika Haesa sudah kembali dengan selamat. Jadi, Kyuhyun tidak ingin mengambil resiko apapun dan membuat Pengacara Kang sendiri yang menyerahkan usb tersebut.

Kyuhyun memasukkan usb itu kedalam saku mantelnya. “Walaupun anda tidak ingin saya terlibat, tapi itu sudah terlambat. Hanya saya yang harus mengantarkan usb ini pada mereka. Anda harus tetap disini dan memastikan bahwa keluarga anda tetap aman. Mereka mengatakan bahwa…” Kyuhyun melirik Haejin yang sedang sibuk dengan melakukan apa yang diminta oleh Pengacara Kang, “Haesa akan segera pulang dan saya akan pergi untuk mengantarkan usb-nya. Itu adalah kesepakatannya.”

“Kau tidak akan pergi kemana pun, Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun dan Kang Jaeha menoleh. Mata Kyuhyun membulat saat melihat Siwon berjalan menghampirinya dengan tergesa. Dalam hati, Kyuhyun memaki Shin Hwan dan Ahn Soo. Kini ia benar-benar membenci dua orang tersebut. Siwon berjalan cepat menghampiri keduanya. Kemudian Siwon memegangi lengan Kyuhyun dengan erat.

“Siwon-sshi…”

“Kau tidak akan pergi kemana pun, mengerti!” ucap Siwon dengan tegas pada Kyuhyun. Lalu ia menatap Kang Jaeha. “Maaf, Pengacara Kang, tapi aku ingin bicara dengan Kyuhyn.”

Kang Jaeha memperhatikan keduanya. Kyuhyun yang berusaha melepaskan lengannya dan Siwon yang masih terus memegangi sang pengacara. Kang Jaeha mengangguk.

Siwon langsung menarik Kyuhyun menuju ruang kerjanya. Perbuatannya itu cukup menarik perhatian dari pegawai lain, termasuk Hyukjae yang baru saja keluar dari ruangannya. Siwon sedikit terpaksa harus membawa Kyuhyun dengan cara kasar karena Kyuhyun terus saja memberontak.

Hyukjae sedikit mengernyit melihat pemandangan tersebut. Sepertinya baru beberapa jam lalu Kyuhyun mengatakan bahwa dia sedang berusaha untuk menerima perasaannya Siwon. Lalu apakah hubungan kasar seperti ini yang dijalani oleh Kyuhyun?

Hyukjae lalu berjalan menuju meja Haejin dimana Kang Jaeha masih berada disana. “Aku dengar jadwal konsultasi dua hari dibatalkan dan dijadwal ulang. Ada apa?”

Kang Jaeha menatap Hyukjae dan menepuk lengannya. “Jangan khawatir. Lanjutkan pekerjaanmu.” Kemudian Kang Jaeha berjalan kembali ke ruangannya.

Hyukjae semakin tidak mengerti. Kyuhyun dan Pengacara Kang mengatakan hal yang sama padanya. Jangan khawatir.

“Memangnya apa yang perlu dikhawatirkan? Apa berkaitan dengan Seon Hwan? Bukankah Pengacara Kang yang sudah mengurusnya sendiri?” gumam Hyukjae.

*****

Siwon mengunci pintu dan menatap Kyuhyun dengan lekat. “Apa yang mau kau lakukan, eoh? Kau mau datang pada mereka? Apa kau sudah gila, Cho Kyuhyun?!”

Kyuhyun mendesah kesal. Dia tidak mempunyai waktu untuk berdebat dengan Siwon. Kyuhyun ingin menyelesaikan masalah mengenai flash-drive itu terlebih dahulu, lalu mengkonfrontasi Ahn Soo dan Shin Hwan karena mengadu pada Siwon. Walaupun sebenarnya “mengadu” pada Siwon memang pekerjaan mereka.

Kyuhyun merasakan ponsel di saku mantelnya bergetar. Sepertinya pria itu sudah mengirimkan pesan kemana ia harus membawa usb tersebut. Kyuhyun memeriksa jam tangannya. Tinggal duapuluhlima menit dari waktu satu jam diberikan. Kyuhyun tidak mempunyai waktu lagi.

“Kita bicara nanti, Siwon. Sekarang aku harus pergi.” Kyuhyun berusaha melewati Siwon, tapi pria yang tubuhnya jauh lebih besar darinya berhasil memegangi kedua lengan Kyuhyun dengan kuat.

Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat. “Tolong, lepaskan aku. Haesa…. Dia dalam bahaya. Aku bisa menyelamatkannya. Aku harus pergi sekarang. Waktunya terbatas, Siwon.”

Siwon memandang Kyuhyun dengan serius. Mendengar Kyuhyun menyebut nama gadis itu membuatnya semakin jengkel. Siwon tidak ingin mendengar bagaimana kronologis kaitan gadis itu dengan Seon Hwan. Tapi ia juga mendengar Kyuhyun akan pergi dengan membawa usb pada mereka. Kemudian Siwon memeriksa saku mantel Kyuhyun.

“Tunggu! Apa yang kau cari?! Choi Siwon!!”

Siwon menemukan sebuah usb dan sebuah ponsel yang begitu asing baginya. Ponsel itu bukan milik Kyuhyun. “Ahn Soo dan Shin Hwan yang akan mengantarkan ini pada mereka. Kau tetap disini, bersamaku, mengerti?”

“Tapi kesepakatannya…”

“Persetan dengan kesepakatan, Cho Kyuhyun! Apa kau pikir mereka akan melepaskanmu begitu saja setelah kau memberikan mereka usb ini? Apa kau yakin bahwa kau atau Kang Haesa atau semua orang di firma hukum ini akan aman setelah mereka mendapatkannya?! Kau sudah menjadi pengacara selama bertahun-tahun, kau pasti tahu bahwa itu hanya sebuah omong kosong. Seon Hwan tidak akan melepaskan kalian begitu saja! Kau tidak akan pergi, itu adalah yang terbaik,” tutur Siwon.

Kyuhyun terdiam. Ia tentu tidak bodoh. Kyuhyun tahu persis apa resiko yang ia ambil jika dia harus pergi sendiri mengantarkan usb tersebut. Dirinya tahu ketika dia datang ke tempat itu, maka sangat kecil kemungkinan dirinya untuk kembali dengan selamat. Tapi Kyuhyun tidak mempunyai pilihan.

Kyuhyun mungkin bisa menyelesaikan ini tanpa harus melibatkan semua orang. Hanya saja, Choi Siwon tidak akan bisa mengerti pillihannya.

Kemudian terdengar ketukan pintu. Siwon menghela nafas lalu hendak berjalan untuk membuka pintu, ketika Kyuhyun menahan lengannya. Siwon menatapnya lekat.

“Aku tahu resiko yang aku ambil dengan pergi kesana seorang diri. Tapi aku mungkin bisa mengakhiri kasus ini tanpa membuatnya menjadi lebih besar. Itu hanya copy dari data yang asli. Tidak semua data di flash-drive yang asli ada di usb itu. Flash-drive yang asli, sudah kusimpan dengan aman. Orang yang menjaga flash-drive yang asli akan membawanya ke kejaksaan saat aku menyuruhnya. Biarkan aku pergi membawa usb itu. Saat aku membawanya, aku akan menghubungi orang itu untuk membawa flash-drive yang asli ke kejaksaan. Mereka tidak akan lolos dengan mudah. Biarkan aku pergi, Siwon.”

Siwon menghela nafas berat. Walaupun saat ini Siwon bisa saja menyerah karena tatapan mata yang diberikan Kyuhyun, tapi Siwon cukup keras kepala untuk tidak menuruti keinginan Kyuhyun begitu saja. “Tidak. Aku tidak akan mengijinkanmu pergi sendirian.”

“Apa kau tidak mengerti?! Seperti katamu, Seon Hwan tidak akan melepaskanku begitu saja jika aku datang pada mereka. Tapi jika aku tidak datang, maka akan ada masalah yang jauh lebih besar. Apa kau pikir aku melakukannya hanya untuk menyelamatkan Haesa seorang? Aku melakukannya demi semua orang. Bahkan termasuk dirimu yang sama sekali tidak terlibat dalam masalah ini. Mereka tahu bahwa ada orang-orang yang mengikutiku –berusaha menjagaku dari jauh. Aku yakin mereka juga tahu kalau itu atas perintahmu. Choi Group terlalu besar bagi Seon Hwan, tapi mereka tidak akan menyerah begitu saja. Mereka tidak akan menyentuhmu atau Choi Group secara langsung, tapi mereka akan menemukan cara untuk membuatmu terluka. Aku tidak bisa membiarkannya, Siwon. Ini masalah kami. Choi Group sama sekali tidak ada kaitannya,” seru Kyuhyun.

“Apa kau tidak sadar apa yang baru saja kau katakan padaku? Mereka memang tidak akan menyentuhku, tapi dengan mereka melukaimu itu sudah cukup membuatku merasakan sakit luar biasa. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi, Kyuhyun. Tidak, ketika aku tahu ada kemungkinan besar kalau aku akan kehilangan dirimu. Tidak, ketika aku baru saja menemukanmu.”

Kyuhyun kembali terdiam. Ia sedikit menunduk dan menatap usb serta ponsel ditangan Siwon. Perlahan Kyuhyun mengambil kedua benda itu dari tangan Siwon. Sedikit memaksa, akhirnya usb dan ponsel itu kembali ke saku mantel Kyuhyun. Kemudian Kyuhyun memeriksa waktu yang tersisa.

“Tinggal sepuluh menit,” gumamnya.

“Kyuhyun… Please.”

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis pada Siwon. “Aku akan pulang. Shin Hwan dan Ahn Soo bisa menjemputku. Aku akan mengirimkan alamat kemana aku pergi dan mereka bisa datang menjemputku. Tapi berikan aku waktu satu jam. Kau bisa memberiku waktu?”

“Kyuhyun…”

Kyuhyun mencium bibir Siwon. Cukup lama untuk membuat Siwon diam. Perlahan, Kyuhyun melepaskan bibir Siwon. Ia bernafas perlahan dan kemudian tertawa kecil. “Jika dengan menciummu bisa membuatmu menuruti ucapanku, mungkin sejak lama aku harus melakukannya,” gumamnya.

Kemudian Kyuhyun berjalan menuju pintu, memutar kuncinya lalu berjalan keluar setelah pintu terbuka. Kyuhyun melewati Ahn Soo dan Shin Hwan lalu bergegas keluar. Siwon masih terdiam pada posisinya. Ia telah membiarkan Kyuhyun pergi.

“Direktur Choi, apa kami harus mengejar Pengacara Cho?” tanya Shin.

Siwon menarik nafas dan menoleh. “Biarkan dia pergi sendiri. Kalian bisa menjemputnya sesuai dengan perintahku.”

Shin Hwan dan Ahn Soo mengangguk patuh.

Siwon kemudian menatap meja kerja Kyuhyun. “Kau harus tetap hidup, Cho Kyuhyun. Atau aku sendiri yang akan membawamu dari kematian hanya untuk membunuhmu lagi.”

Itu bahkan ciuman pertama darimu.

*****

Choi Daehan menatap Kim Hyeon dengan lekat. Ia menutup dokumen ditangannya dan menaruhnya diatas meja. Ia menarik nafas perlahan. Informasi yang dibawa oleh Kim Hyeon mengenai Cho Kyuhyun dan Seon Hwan sedikit mengejutkannya. Awalnya Choi Daehan berpikir kalau kasus Seon Hwan tidak akan menjadi seburuk ini, tapi ternyata dugaannya salah.

“Lalu keberadaan Choi Siwon?” tanya Choi Daehan.

“Direktur Choi masih di kantor firma hukum Kang. Ahn Soo dan Shin Hwan bersamanya,” tutur Kim Hyeon.

Choi Daehan mengangguk. “Sepertinya pengacara itu berhasil meyakinkan Siwon untuk tidak ikut campur. Awasi terus situasinya. Jika Siwon terlibat maka ini tidak akan baik bagi Choi Group. Kondisinya sudah jauh lebih buruk di kejaksaan.”

Kim Hyeon menunduk lalu berjalan keluar dari ruangan besar tersebut. Choi Daehan menarik nafas panjang lalu menekan tombol intercom. Beliau menyuruh sekretarisnya untuk memanggil Jaewon datang ke ruangannya dengan segera. Kemudian Choi Daehan mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan untuk Yunho dan Changmin.

Tak lama, Jaewon mengetuk pintu dan berjalan masuk. Choi Daehan menaruh ponselnya dan menatap putranya yang kini berdiri dihadapan meja kerjanya. “Uhm… Anda memanggilku sebagai anak atau Direktur?”

“Keduanya. Kau sudah bicara dengan istrimu mengenai Siwon?” tanya Choi Daehan.

“Abeoji tahu bagaimana sifat Yoojin. Aku sudah mengatakan kalau apapun keputusan Siwon, maka itu adalah jalan hidupnya. Tapi kurasa dia tidak akan menyerah dengan mudah,” ujar Jaewon.

“Ya, aku tahu persis bagaimana sikap menantuku itu. Dia bahkan jauh lebih keras kepala dibandingkan Siwon. Kau dengar mengenai lanjutan kasus Seon Hwan?”

Jaewon mengerutkan kening. Choi Daehan hampir tidak pernah membicarakan masalah perusahaan lain yang sama sekali tidak mempunyai kaitan dengan Choi Group. Tapi jika saat ini ayahnya bertanya mengenai perusahaan lain, maka Jaewon berpikir kalau ada masalah yang cukup serius.

“Kasusnya sama sekali tidak menunjukkan perubahan apapun. Bahkan yang kudengar firma hukum Kang Jaeha mulai menarik keterlibatan mereka dengan Seon Hwan. Apa yang Abeoji khawatirkan?” tanya Jaewon.

“Well, sepertinya putramu pergi ke kantor firma hukum itu untuk menemui Pengacara Cho Kyuhyun. Mungkin terjadi masalah disana. Mungkin dia mengkhawatirkan kekasihnya atau semacamnya. Kau urus dia. Kita tidak ingin terlibat dalam masalah ini.”

*****

NOTE: Bagian 1 fokus dulu sama WonKyu. Walaupun sebenarnya ini masih setengah cerita dari part WonKyu (mungkin 2/3). Untuk Part 37 sepertinya lumayan panjang, jadi… harap bersabar ya. Kalo cuma fokus ke satu pairing mungkin gak akan sebanyak ini… hehehehe ^^;

Music: Tei –  내가 있을게 (Oh My Venus (KBS2 월화드라마) OST – Part.5)

Advertisements

30 thoughts on “[SF] Scarface Part 37 [1]

  1. Dudududu, akhirnya update yeah. .
    Aq nungguin dri kmren2. . ahahaha

    Duh,, keknya kasus Seon Hwan ini lumayan serius yah, semoga kyu baik2 ajja. .
    Mreka bru mesra msak udh mo mnderita sih. Ahahaha

  2. Oh..Seon Hwan benar-benar tidak melepaskan mereka yg terlibat kasusnya. Choi Daehan akhirnya muncul ^^
    Kyuuu~ sempat-sempatnya nyium Siwon dikondisi begitu. Tapi bagus lah, jadi dia bisa meyakinkan Siwon dengan mudah. Aku penasaran, seandainya nanti Siwon terlibat dg kasus ini, apa yg bakal terjadi sama Choi Group?
    Aaaakkk~ ditunggu kelanjutannya deh kak ^^

  3. Full wonkyu,,, ><
    Entah kenapa kata2 bhwa jika kyuhyun terluka aka siwon akan merasakan sakit yg sangat terdengar sangat so sweet,,,, aigooo couple ini akhirnya menunjkan perkebangan,,,
    Next berarti kyuhyun aka lebih sring nyium siwon dong kalo keinginannya gak di turutin,,, hahahaha atau siwon malah sengaja nanti bkin Kyuhyun nyium dia melulu,,, ㅋㅋㅋㅋ
    Aku harap kyuhyun baik-baik saja dan kembali ke pelukan Siwon,,,,

  4. Cie..ygdicium Kyu….kaget..senang…ia Kyu emnk keras kepala..siwon hrus jga Kyu dg baik…bodygardnya..ok…rela dibenci..dr pd dipecat…

  5. Puas bgt baca part ini. Yach .. meskipun deg”gan sama kasusnya seon hwan. Ehmm… tapi ceritanya makin menarik dgn interaksinya wonkyu… fighting authornim…

  6. Waahhhh seru banget….wonkyu…
    Chap slanjutnya wonkyu lagi kan ya ya??,.pngen cepet tau klanjutannya kasus ini..nanti kalau dah slesai kasus..baru ganti pairing…hehe..
    Pasti setiap baca..aku berharap jangan habis dulu..krena seru bnget deh…terimakasih sudah buat crita ini..fighting kakak

  7. Seruuuuuuuuu……
    Haduh nggak tahan lanjutannya
    Moga Kyu baik-baik saja, tapi….. kalo Kyu terluka? Seru juga hehehe
    pokoknya ditunggu banget lanjutannya

  8. Full wonkyuu.. Dan makin seru cerita nya…
    Sekarang kyu udah tahu cara mendiamkan siwon ya itu dengan mencium siwon.. Dia udah langsung gk bisa berbuat apa² 🙂

    Penasaran sama kelanjutan kasus yg di tangani sama pengacara cho…
    Di tunggu next chap nya ya 😀

  9. Wuiih ~ Seon Hwan bener2 serius bgt masalah nya .
    smpe2 Haesa aja diculik,trs pengacara Kang ga mau Kyu ikut campur .
    smoga aja Kyu ga knapa2 ya pas di bawa sma org2 Seon Hwan itu,apa lg demi menyelamatkan Haesa yg udh nyakitin hati Kyu ._.
    haha aku slalu sukaaaa tiap Kyu yg cium Siwon dluan ><
    ngebayangin nya beda aja gitu,lbh err xD
    ditunggu next chap nya Ra,penasaran bgt huhu

  10. huaaaaa….. aq bcanya jdi deg”an. smoga kyukyu baik” aja,,,tu yg kyukyu nyium siwon bkin iri deh,,,manis bingiiitttz……

  11. yaAmpunnnnnnn sumpah dahh makin penasarannnnn… makin seru.. moment wonkyunya makin sweet seru… pokoknya wonkyunya lumay banyak….

    hahahaha.. akhirnya kyuhyun tahu cara menjinakan(?) keras kepalanya siwon..
    mudah2an kesananya wonkyu banyak partnya.. karna saya cuman baca bagian ada siwon ama kyunya doanggg xD
    aku tunggu moment wonkyu lainnya.. 😀

  12. yaAmpunnnnnnn sumpah dahh makin penasarannnnn… makin seru.. moment wonkyunya makin sweet seru… pokoknya wonkyunya lumay banyak….

    hahahaha.. akhirnya kyuhyun tahu cara menjinakan(?) keras kepalanya siwon..
    mudah2an kesananya wonkyu banyak partnya.. karna saya cuman baca bagian ada siwon ama kyunya doanggg xD
    aku tunggu moment wonkyu lainnya

  13. Wowww..edisi spesial dari eonni.
    Puas banget baca’y.
    Dan sepertinya memang akan ada masalah serius yang akan Kyuhyun hadapi.Semoga..semua akan berjalan lancar .
    Dan Kyuhyun harus terus mengingat bagaiman menghentikan kecrewetannya(?) Siwon kkkkk.

    Fighting eonni..gumawo.

  14. duh akhirnya di publish jga.. Mkin tambah greget yah kisah cinta WonKyu. Btw pas kyu nyium siwon kok berasa sweet bgt yah. Gue yg nge-fly masa. Mengingat kyu yg cuek bebek bgt ama siwon dan pas d part ini dia seolah melembut/? Untuk meyakinkan siwon.. Semoga rencananya brjalan lancr makin dibanyakin yah thor sweet momentnya wonkyu. Next chap jan kelamaan yah 🙂

  15. kyu dan siwon kenapa selalu dibuat pusing dgn masalah
    tp mudah”an aja wonkyu tetap bersama jgn di buat mereka pisah karna org lain
    pokoknya eonni tetap semangatnya

  16. kyu akan pulang dengan selamat khan?? jadi makin penasaran kelanjutannya, ini akan sampe chap 50? oy, jikang couple akan di buat part khusus gk??

  17. Smpe skrng msih ga ngerti sbernya ada apa dengan kasus seon hwan ini…. Tp emg kyknya sih serius banget ya?

    Takutnya nanti ada yg knpa” ntah itu kyu ataupun siwon duh jngan smpe lah ya
    ini couple baru aja jadian kmaren tapi masalah knpa jadi makin bnyak ya.. Yg ny. Choi kmaren blom slesai eh nmbah satu lagi smoga sih ntar ga ada apa” sama hbungan mreka :3

  18. huaaaaa…. ditunggu-tunggu benar-benar tidak mengecewakan eonni hehehheh hebat lanjutan scarface tambah seru….. part ini seru banget…. sedih, takut, deg-degan rasa saat baca part ini…. sebener.e udah baca dari kemarin-kemarin tp gak bisa komen gak ada jaringan internet. sekarang udah ada jadi langsung ajah komen heheh….

    makasi diera eonni heheheh semangatttt

  19. Ckup menegangkan,,,pi sngat mnarik…setuju bgt sm si cho,,,klo bkan kyu yg mnyerahkan,,,psti mslah yg lbh besar trjadi dn lgi mski kyu ga pergi org2 seon hwan ga akan mdh mlepaskan kyu,,,krna mngkin mrka ga mau ambil resiko,,kyu pernah baca data2 itu…..nexxt

  20. Sprtnya kasis seon hwan benar” berbahaya sprt prkiraan sblmnya, mskipun kyuhyun sdh tdk menangani kasus tsb tp trnyata dia tetap terlibat. Smga saja siwon bs selalu melindungi kyuhyun mskipun kakeknya berusaha membuat siwon tdk trlibat dg kasus trsbut…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s