[SF] Scarface Part 36

han_river

36

Sara memperhatikan Joonmyeon yang sedang menghabiskan makan siangnya. Setelah Yifan dan Joonmyeon bicara mengenai kepindahan Yifan, suster datang membawa makan siang Joonmyeon. Yifan sendiri sedang diantar Junhyeok kembali ke dorm-nya. Jadi, Sara yang menemani Joonmyeon.

Joonmyeon melirik Sara. “Kenapa Mom?”

“Kau menerimanya dengan baik. Tentang kepindahan Yifan,” ucap Sara yang duduk ditempat tidur menghadapi Joonmyeon.

Joonmyeon mengaduk bubur dalam mangkuk. “Aku tidak bisa protes, bukan? Lagipula jarak antara dorm dengan rumah tidak begitu jauh. Kita masih bisa menemuinya di dorm. Selain itu, Yifan juga bilang akan pulang setiap akhir pekan.”

“Mom tahu. Tapi ini aneh sekali, bukan? Kenapa Yifan tiba-tiba memutuskan untuk pindah? Sebelumnya dia masih baik-baik saja. Appa saja tidak bisa membujuknya untuk tetap tinggal di rumah,” tutur Sara.

Joonmyeon menghela nafas perlahan. Rasanya terdengar aneh Sara bicara seperti itu. Tapi Joonmyeon ingat kalau Yifan sendiri yang meminta Sara untuk tidak mengatakan apapun mengenai seksualitasnya pada siapapun termasuk pada Joonmyeon dan Junhyeok –Yifan juga menyuruhnya untuk berpura tidak mengatakan apapun.

“Dia bilang ingin fokus persiapan ujian akhir dan UAL.”

Giliran Sara yang menghela nafas. “Memangnya di rumah dia tidak bisa fokus? Selama ini dia juga selalu berada di kamarnya dan hanya melukis. Dia hanya keluar untuk makan atau pergi membeli cat serta kanvas.”

Joonmyeon sedikit tersenyum mendengar protesan Sara. Kemudian Joonmyeon menghabiskan semua bubur sebelum suster datang untuk mengambil tray tersebut.

Sara memperhatikan Joonmyeon dengan lekat. Mereka baru berkenalan dalam waktu singkat, tapi ia dan Junhyeok memutuskan untuk menikah hanya dalam waktu beberapa minggu. Bahkan Joonmyeon dan Yifan sama tidak bisa menolak karena persiapan pernikahannya sudah siap. Padahal Sara sudah bicara pada Junhyeok untuk menunda pernikahan setidaknya beberapa bulan walaupun mereka sudah saling mengenal sejak satu setengah tahun lalu. Tapi karena alasan masalah internal perusahaan, Junhyeok memutuskan untuk mempercepat pernikahan.

Sara sangat bersyukur karena Joonmyeon dan Yifan dapat menerima keputusan mendadak itu dengan sangat baik.

Joonmyeon sedikit mengerutkan kening ketika melihat Sara yang begitu serius memandangnya. “Mom? Kenapa menatapku begitu?”

“Terima kasih,” ucap Sara.

“Te-terima kasih? Untuk apa?”

Sara mengulurkan tangannya dan menyentuh kepala Joonmyeon –mengusapnya dengan lembut. “Karena menerima Mom dan Yifan sebagai keluargamu.”

*****

Jinri dengan sedikit gugup memperhatikan Eomma-nya yang sedang mencoba menghubungi Siwon. Entah ini sudah yang keberapa-kalinya. Mungkin ke-duapuluh. Tapi Siwon sepertinya dengan sengaja mematikan ponselnya. Bahkan Jinri yang mengirim pesan secara diam-diam untuk Siwon, juga tidak mendapatkan balasan apapun dari kakaknya tersebut.

Ujung mata Jinri memperhatikan Hyorin yang sedang menikmati teh-nya dengan tenang. Gadis itu seakan tidak peduli apakah Siwon akan muncul atau tidak. Jinri mendengus pelan. Hyojin memang cantik, tapi Jinri tidak menyukai sikap arogan gadis itu.

Entah apa yang Eomma-nya lihat dari sosok Jung Hyojin tersebut.

Yoojin akhirnya menyerah. Dia kembali duduk di sofa tepat dihadapan Hyojin. Yoojin tersenyum sungkan. Dia tidak pernah dipermalukan seperti itu sebelumnya. Terlebih Siwon sering-kali menuruti ucapannya untuk menghadiri pertemuan seperti ini.

“Hyojin, sepertinya Siwon sedang sibuk denga pekerjaannya. Dia memang tidak biasa bekerja di akhir minggu, tapi mungkin saat ini pekerjaannya sedang menumpuk,” tutur Yoojin.

Hyojin menurunkan cangkir tehnya dan tersenyum. “Tidak apa-apa, Ajhumma. Aku tentu sangat mengerti dengan tanggung-jawab yang dipegang oleh Siwon. Bukankah itu bagus? Artinya Siwon sangat berdedikasi dengan pekerjaannya. Jika dia sudah berkeluarga, dia juga sangat berdedikasi untuk keluarganya.”

Yoojin tersenyum tapi Jinri rasanya ingin pergi ke kamar mandi.

“Kau begitu pengertian. Siwon pasti akan beruntung jika kau menjadi istrinya. Bagaimana kalau kita membuat janji makan siang atau makan malam? Kali ini, Ajhumma akan menyesuaikan dengan jadwal Siwon. Bagaimaa menurutmu?”ujar Yoojin.

“Tentu saja, Ajhumma. Itu ide yang bagus.”

Akhirnya, Jinri memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Ia tidak ingin mendengarkan rencana perjodohan Yoojin untuk Siwon. Eomma-nya pasti tahu bagaimana situasi Siwon saat ini, tapi Yoojin seperti menutup mata dan telinganya. Yoojin tidak peduli jika Siwon adalah gay dan menyukai Kyuhyun, ia tetap ingin melihat putranya menikah dengan gadis pilihannya walaupun mungkin pada akhirnya itu hanya akan membuat semua orang menderita. Terutama Siwon. Setelah membuat alasan kalau dia masih mempunyai tugas yang harus dikumpulkan hari Senin nanti, Jinri bisa kembali ke kamarnya.

Jinri mengunci pintu kamarnya dan mengeluarkan ponselnya. Ia memutuskan menghubungi Changmin. Well, jika Siwon tidak bisa dihubungi maka Jinri hanya bisa mengandalkan Changmin. Mereka mungkin sepupu yang sering-kali bertengkar untuk hal-hal kecil. Walaupun begitu, Siwon dan Changmin sudah seperti anak kembar yang sulit dipisahkan. Entah karena alasan apa mereka bisa bertahan satu sama lain.

Jinri duduk di meja belajarnya sembari menunggu Changmin mengangkat panggilannya.

“Kenapa, Jinri?”

Jinri tersenyum ketika Changmin mengangkat teleponnya. “Oppa, kau tahu Siwon oppa pergi kemana?”

“Siwon? Aku tidak tahu. Tadi pagi dia memang menghubungiku, tapi hanya untuk memintaku mengambil pesanannya. Setelah itu, dia tidak menghubungiku lagi. Kenapa kau mencarinya?”

Senyuman Jinri menghilang. Ia menghela nafas panjang. “Tidak, aku hanya bertanya saja. Hari ini Eomma mengundang Jung Hyojin datang ke rumah untuk makan siang. Aku memberitahu Oppa mengenai hal itu. Dia pergi dan tidak bisa dihubungi lagi. Eomma sepertinya kesal sekali karena tidak bisa menghubunginya.”

“Tch.. Dia mungkin sedang bersama Kyuhyun. Sudah biarkan saja. Kakakmu pasti tahu apa yang harus dilakukannya. Terlebih dengan kehidupannya sendiri. Jika Appamu dan Kakek tidak bisa mengatur hidupnya, maka Eomma-mu juga tidak akan bisa.”

Jinri tertawa kecil. Ucapan Changmin memang benar. Selama ini Kakek dan Appa tidak bisa mengatur Siwon. Jika mereka memaksakan, maka Siwon akan memberontak. Terakhir-kali waktu Siwon memilih universitas. Appa dan Kakek menyuruhnya pergi ke Amerika, tapi Siwon memilih untuk tetap berada di Korea. Namun, Appa dan Kakek memaksa dan sudah mempersiapkan tiket pesawat dan semua keperluan Siwon selama di New York, tapi saat hari keberangkatan Siwon malah kabur ke Busan hanya dengan bermodal uang seratus duapuluh ribu won dan berniat untuk kuliah di salah satu universitas di Busan.

Well, akhirnya Appa dan Kakek membatalkannya dan membiarkan Siwon berbuat sesuai keputusannya asalkan ia memberitahu terlebih dahulu kepada keluarga. Sebenarnya Yoojin masih sangat beruntung karena Siwon masih menuruti keinginannya untuk datang ke semua pertemuan perjodohan walaupun selalu berakhir gagal. Jika Siwon sudah membuat keputusan mengenai pasangan hidupnya, maka bisa dipastikan Yoojin tidak akan bisa merubahnya.

Tapi Jinri cukup mengenal Eomma-nya. Yoojin tidak akan menyerah begitu saja. Jika Siwon tidak bisa diusik, akan ada kemungkinan Yoojin akan mengusik Kyuhyun nantinya.

“Jinri? Kau masih disana?”

“Eoh? Ya, aku masih disini. Jika Oppa tidak tahu, ya sudahlah. Maaf menganggu hari liburmu,” tukas Jinri.

“Oh? Setidaknya kau masih mempunyai kesadaran kalau kau sedang menganggu hari liburku. Dibandingkan dengan kakakmu yang menyebalkan itu. Baiklah, sampai jumpa sepupu.”

Jinri menghela nafas dan memutuskan sambungan telepon. Kemudian ia menaruh ponselnya diatas meja. “Sebaiknya kau mempunyai alasan yang tepat untuk kau jelaskan pada Eomma, Oppa. Aku tidak bisa membantumu untuk yang satu ini.”

*****

“Kau tidak ingin mengaktifkan ponselmu lagi? Siapa tahu ada yang mencarimu,” tukas Kyuhyun.

Saat ini Siwon sedang membawanya ke tempat lain setelah mereka makan siang. Kyuhyun sendiri tidak keberatan jika Siwon mengajaknya pergi kemana pun, tapi dia sedikit terganggu karena Siwon mematikan ponselnya.

Siwon yang sedang menyetir melirik Kyuhyun. “Ini hari Sabtu, kemungkinan yang mencariku hanya keluargaku, Kyuhyun. Well, praktisnya aku bertemu dengan mereka setiap hari. Jadi, beberapa jam mematikan ponsel tidak akan membuatku… Mereka tidak akan terlalu merindukanku.”

Kyuhyun memutar bola matanya. “Kau terlalu percaya diri. Mereka tidak akan merindukanmu, tapi Eomma-mu pasti mencarimu. Terlebih kau bilang siang ini Eomma-mu mengundang gadis yang akan dijodohkan denganmu, bukan?”

“Haruskah kau mengingatkanku soal itu? Kau tahu, aku bahkan sudah lupa apa alasanku keluar rumah hari ini, selain untuk bertemu denganmu.”

“Siwon…”

“Apa kau sedang merajuk padaku, Kyuhyun? Kau tahu, itu terdengar begitu aneh.”

“Jangan mengalihkan pembicaraan, Siwon.”

“Aku tidak melakukannya. Aku hanya tidak ingin membicarakan mengenai Eomma-ku atau perjodohan. Sebaliknya, aku ingin bertanya. Apa kau sudah memberitahu keluargamu mengenai seksualitasmu? Aku tahu orangtuamu masih di luar kota, tapi kau mungkin sudah menghubungi mereka?” tanya Siwon.

Kyuhyun menarik nafas panjang dan menyandarkan punggungnya di kursi. Omong-omong soal orangtuanya, Kyuhyun sudah bicarakan dengan Ahra apa yang harus ia jelaskan. Walaupun Ahra menyuruhnya untuk menunggu sampai beberapa minggu karena hubungannya dengan Siwon masih terlalu baru. Selain itu, Kyuhyun baru saja memutuskan hubungan dengan Kang Haesa. Saat orangtua mereka mendengar kabar tersebut, Kyuhyun bisa melihat kekecewaan di wajah ibunya. Jadi, menurut Ahra jika Kyuhyun memberitahu orangtua mereka sekarang, kekecewaan itu akan bertambah tiga kali lipat.

Berbeda dengan Ahra, Kyuhyun ingin mengakhirinya dengan cepat. Jika orangtua mereka tahu lebih cepat, maka kekecewaan itu akan lebih cepat mereda. Kalau Kyuhyun menunggu lebih lama, ia takut akan ada masalah yang jauh lebih besar.

“Aku belum memberitahu mereka. Masalah ini tidak bisa kujelaskan lewat telepon. Aku akan menunggu hingga mereka pulang,” ucap Kyuhyun.

Siwon meliriknya dan menghela nafas. “Okay. Lalu bagaimana dengan noona-mu? Kau tahu, dia akan menikah dengan Ahn Jisung. Apa kau tidak akan memberitahu pada keluarga calon ipar-mu itu?”

“Kurasa tidak. Aku tidak ingin membahayakan pernikahan kakakku. Aku juga sudah bicara padanya. Noona sepakat untuk tidak mengatakan pada siapapun mengenai hal ini.”

“Jika kau tidak memberitahu siapapun maka kau tidak akan mengakui hubungan kita di hadapan publik. Aku hanya akan jadi rahasiamu selamanya. Begitu?”

Kyuhyun menoleh pada Siwon. Ia bisa melihat jelas kalau Siwon kecewa dengan keputusannya untuk menyimpan masalah ini hanya untuk keluarganya saja dan tidak mengakui secara publik tentang seksualitasnya. Tapi Kyuhyun mempunyai alasannya sendiri untuk membuat keputusan itu.

“Siwon…”

“Kau kembali merajuk, Kyuhyun. Itu sama sekali bukan seperti dirimu.”

Kyuhyun memejamkan matanya selama beberapa detik sebelum dia kembali menatap Siwon. “Aku punya alasan kenapa aku tidak ingin mengatakannya pada semua orang.”

“Apa alasanmu?” tanya Siwon dengan suara tenang. Ia tidak ingin terdengar begitu memaksa Kyuhyun untuk menjelaskan. Walaupun dia sangat ingin tahu. Tapi Siwon harus menunggu hingga Kyuhyun benar-benar terbuka padanya.

Siwon tidak ingin menjadi kekasih yang terlalu posesif dan ingin mengetahui segalanya.

“Aku tidak bisa menjelaskannya saat ini.”

“Lalu apa kau akan menjelaskannya padaku? Suatu hari nanti?” tanya Siwon sembari melirik kearah Kyuhyun.

Kyuhyun mengangguk kecil. Siwon menarik nafas dan menghentikan mobilnya. Mereka sudah sampai di tempat yang dituju oleh Siwon. Kyuhyun masih memandangi Siwon hingga dia tidak tahu dimana mereka saat ini. Siwon lalu menatap Kyuhyun dan melepaskan seatbelt-nya.

“Aku akan menunggu. Tapi tidak akan lama. Kau tahu, kalau aku bukan seperti dirimu yang sangat sabar menunggu. Aku akan menunggu hingga kau menjelaskan alasannya. Mengerti?”

Kyuhyun kembali mengangguk.

Siwon menghela nafas. “Kalau begitu, tidurlah. Turunkan kursinya dan kau bisa istirahat.”

Kyuhyun mengerutkan kening lalu memeriksa dimana mereka saat ini. Nyatanya, Siwon kembali membawanya ke daerah Yeoido, kali ini dekat sungai Han. Dan Siwon menyuruhnya untuk tidur. Kyuhyun kembali menatap Siwon.

“Kau menyuruhku untuk tidur?”

Siwon mengangguk. “Tidurlah untuk beberapa menit. Mungkin setengah jam. Lalu aku bisa mengantarmu pulang.”

Kyuhyun masih menatapnya. Dia tidak mengatakan apapun. Siwon menaikkan satu alisnya lalu mendesis kesal. Ia melepaskan seatbelt Kyuhyun dan berniat menurunkan kursi untuk Kyuhyun, namun untuk melakukannya Siwon harus meraih sisi lain dari kursi tersebut.

“Apa aku harus menurunkannya untukmu?”

Kyuhyun menurunkan kursinya hingga posisi yang cukup nyaman. Siwon kemudian memeriksa heather mobilnya dan memastikan bahwa suhunya cukup hangat. Ia lalu meraih selimut di kursi belakang dan menyampirkannya hingga menutupi seluruh tubuh Kyuhyun.

Siwon tersenyum tipis dan mengusap lembut kepala Kyuhyun yang masih memandanginya.

“Tidurlah.”

“Kenapa aku harus tidur?” tanya Kyuhyun.

“Karena aku tidak bisa membawamu ke tempat umum. Kau sendiri yang mengatakan bahwa kau ingin menyimpannya sebagai rahasia. Dibandingkan aku harus mengantarkanmu pulang sekarang, aku ingin menghabiskan waktu lebih lama. Ini adalah yang terpikir olehku,” tutur Siwon.

Kyuhyun berkedip perlahan. “Siwon…”

“Hari ini kau suka sekali menyebut namaku. Jika kau tidak bisa tidur, setidaknya pejamkan matamu. Istirahatkan tubuhmu. Aku akan menunggu di luar. Lagipula aku butuh udara segar,” kata Siwon lalu beranjak keluar dari mobil dan menutup pintunya dengan cepat sebelum udara dingin masuk.

Kyuhyun memperhatikan Siwon yang memandang kearah sungai yang dingin. Sungai Han hampir tidak pernah membeku, termasuk ketika musim dingin terparah sekali pun. Kecuali airnya menjadi terlalu dingin.

Kyuhyun tahu bahwa keputusannya untuk menyimpan Siwon sebagai rahasia adalah buruk. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun saat ini. Kyuhyun ingin memberitahu keluarganya terlebih dahulu sebelum ia benar-benar siap untuk keluar dihadapan public. Saat itu tiba, Kyuhyun mungkin akan kehilangan lisensinya sebagai pengacara. Itu bisa dikhawatirkannya nanti.

Namun untuk saat ini, Kyuhyun merapatkan selimut dan memejamkan matanya.

*****

Changwook menemukan Haneul di tangga darurat, tempat dimana mereka pernah makan siang bersama. Waktu operasinya lebih cepat dari perkiraan. Bukan Haneul yang memberitahunya, tapi suster yang ikut bertugas dalam operasi tersebut. Sepertinya terjadi masalah dan Changwook tidak bisa pulang sebelum bertemu dengan Haneul.

Sebelumnya Changwook mencarinya ke ruang dokter bedah anak, taman dan atap rumah sakit. Tapi dia tidak menemukan Haneul dimana pun. Sampai akhirnya, Changwook memikirkan untuk menyusuri tangga darurat.

Changwook duduk di satu anak tangga dibawah Haneul. Ia menatapnya dengan lekat. Haneul masih memakai baju operasinya dengan bercak darah. Haneul bersandar di dinding dan memejamkan matanya. Ia bernafas dengan tarikan teratur.

“Han, apa yang terjadi?” tanya Changwook berbisik.

Haneul menarik nafas dan menghembuskannya. “Tidak ada.”

“Operasinya berjalan lancar?”

Haneul hanya menggumam. Changwook tahu Haneul tidak akan berbohong. Jadi, mungkin terjadi sesuatu saat proses operasinya. Changwook tahu kalau semua operasi pasti mempunyai resikonya tersendiri, bahkan operasi kecil sekali pun.

“Kenapa kau belum ganti baju? Ada darah di bajumu. Kau harus membersihkannya, Han.”

Haneul membuka matanya dan menatap Changwook yang kemudian berdiri lalu mengulurkan tangannya. Haneul menatap tangan Changwook yang terulur padanya. Kemudian Haneul meraih tangan Changwook dan berdiri.

Changwook menatap Haneul. “Ceritakan apa yang terjadi?”

“Operasinya sedikit sulit. Aku hampir kehilangannya. Tapi dia tetap hidup. Dia akan hidup.”

Changwook tersenyum. Setidaknya hanya ini yang bisa ia lakukan untuk Haneul. Changwook tahu bahwa Haneul sudah bekerja sangat baik, dia berusaha menyelamatkan pasiennya. Haneul berhasil. Kemudian Changwook mendekap tubuh Haneul dengan erat.

“Bagus. Itu sangat bagus, Han. Kau berhasil menyelamatkannya dan sekarang dia akan sembuh. Kau telah melakukannya dengan sangat baik,” bisik Changwook.

Perlahan tubuh Haneul mulai rileks. Changwook bisa merasakan kalau Haneul membalas pelukannya. Changwook menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ia menunggu hingga Haneul benar-benar tenang.

*****

Luhan menatap Yifan yang sedang memakan ramyeon bersama di kamar dormnya dengan jengkel. Entah bagaimana mereka bisa berteman, tapi Luhan sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Yifan. Sebelumnya Yifan begitu percaya diri akan perasaannya pada Joonmyeon, bahkan sepertinya Yifan akan berterus terang mengenai perasaannya dihadapan Sara dan Junhyeok. Tapi hari ini setelah Yifan mengatakan salam perpisahannya pada Joonmyeon, Luhan ingin sekali memukulnya agar Yifan sadar dengan perbuatannya.

“Jadi, kau akan mulai mencari orang lain?” tanya Luhan.

Yifan mengangkat bahunya. “Mungkin saja. Terlebih jika aku sudah pindah ke London. Ohya, bagaimana dengan keputusanmu? Apa yang akan kau lakukan setelah lulus, eoh?”

“Jangan mengalihkan pembicaraan Wu Yifan. Lagipula kenapa kau begitu penasaran dengan apa yang akan kulakukan setelah lulus?”

Yifan menatap Luhan dan menaruh sumpitnya. “Kalau kau tidak ingin kembali ke Beijing, aku ingin mengajakmu ke London. Dibandingkan kau tinggal sendirian di Seoul. Lagipula Yixing juga akan kembali ke Changsa bukan? Selain itu, aku juga tidak ingin sendirian di London.”

“London? Hey?!! Kau tidak sedang menjadikanku sebagai alat pelarianmu, bukan?”

Yifan mendengus. “Tentu saja tidak! Kau bukan tipe-ku! Tapi itu adalah kesempatan bagus, bukan? Jika di Seoul, kau masih tidak tahu apa yang ingin kau lakukan, siapa tahu di London kau menemukannya. Selain itu, kurasa ayahmu juga tidak akan mendesakmu terus-terusan untuk kembali ke Beijing jika kau menemukan apa yang kau cari selama ini. Lagipula kau kabur ke Seoul juga bentuk pembangkangan terhadap ayahmu, bukan?”

Luhan terdiam dan memikirkan ucapan Yifan. Luhan memang masih belum memutuskan apa yang akan dilakukannya setelah lulus dari KAMSH. Luhan bahkan tidak memasukkan aplikasi ujian masuk universitas. Jadi, tawaran untuk ikut ke London bersama Yifan memang sangat menggiurkan.

“Akan kupikirkan,” kata Luhan, “Aku harus melihat jumlah tabunganku dulu. Jika kau memang ikut ke London bersamamu, mungkin aku akan meminta ibuku mengirimkan uang secara diam-diam.”

Yifan menyeringai. “Tenang saja, kau masih mempunyai waktu hingga akhir tahun ini sebelum aku berangkat ke London. Pikirkan dengan baik dan jangan mengatakannya pada siapapun. Termasuk Zitao! Sesekali kau harus belajar bagaimana cara menutup mulut besarmu itu dengan baik.”

“Kenapa? Takut Zitao mengadukannya pada Nana dan ibumu?”

“Aku tidak akan peduli jika Zitao mengadu pada Nana, tapi aku tidak tahan jika aku harus menjelaskan pada Mom. Bahkan untuk kembali tinggal di dorm saja, aku harus mengakui seksualitasku,” sahut Yifan.

Luhan mengernyit. “Jadi, kau mengakui itu hanya sebagai alasan untuk bisa tinggal di dorm?”

“Tidak juga. Hanya sebagai salah satu alasannya. Jangan banyak bertanya lagi. Jika kau tidak mau menghabiskan ramyeonmu itu, lebih baik aku yang menghabiskannya!!” tukas Yifan.

*****

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang sepertinya tertidur. Kemudian ia menatap Shin Hwan yang datang menemuinya. Siwon meminta Shin Hwan dan Ahn Soo untuk menyelidiki kasus Seon Hwan yang kini ditangani oleh Pengacara Kang Jaeha. Walaupun Kyuhyun sudah tidak menangani kasus Seon Hwan, tapi nyatanya orang-orang Seon Hwan tidak berhenti mengawasinya.

Kecurigaan Siwon saat mengantar Kyuhyun pulang kemarin terbukti. Shin Hwan mengatakan kalau mereka menemukan dua mobil yang mencurigakan yang selalu mengikuti Kyuhyun sejak seminggu terakhir. Siwon memang tidak pernah mendapatkan laporan itu karena Shin Hwan dan Ahn Soo ingin menyelidiki lebih lanjut dan menemukan bukti yang kuat sebelum melaporkannya pada Siwon.

Siwon menatap Shin Hwan lekat. “Jangan lakukan apapun. Pastikan Kyuhyun selalu aman. Kita tidak bisa membahayakan situasi Kyuhyun dengan bertindak gegabah.”

“Saya mengerti. Lalu apa anda akan mengantar Pengacara Cho pulang sekarang?” tanya Shin.

Siwon memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantelnya. “Periksa jalannya.”

Shin Hwan mengangguk dan beranjak pergi untuk kembali pada tugasnya. Sementara Siwon menunggu beberapa menit sebelum kembali masuk ke mobil. Kyuhyun mungkin tidak tahu bagaimana situasi mengenai kasus Seon Hwan saat ini, terlebih sepertinya Pengacara Kang Jaeha yang mengambil alih kasus tersebut tidak mengatakan apapun mengenai perkembangan kasus itu. Jadi, Siwon berusaha untuk membuat Kyuhyun tidak mengetahui apa-apa.

Walaupun rasanya sedikit sulit.

Setelah cukup lama berada di luar, Siwon memutuskan untuk kembali ke mobil. Ia memanjat masuk dengan sedikit berhati-hati agar tidak membangunkan Kyuhyun. Setelah ia menutup pintu perlahan, Siwon lalu memeriksa heather-nya. Suhunya masih cukup hangat dan Kyuhyun masih tertidur dengan lelap.

Siwon tersenyum sembari memperhatikan Kyuhyun. Siapa yang menyangka kalau akhirnya Siwon akan jatuh hati pada seorang pria dan bukannya wanita. Dan siapa yang menyangka pula kalau Siwon akan memacari adik lelaki dari calon tunangannya dari perjodohan yang diatur oleh ibuya sendiri. Bahkan kalau Siwon ingat, ibunya sendiri yang mengenalkan mereka berdua ketika pertemuan pertama mereka. Tapi nyatanya, ibunya juga yang menentang hubungan ini.

Siwon mengulurkan tangannya dan menyentuh rambut lembut Kyuhyun. Kemudian ia menghela nafas. “Kau mungkin akan meninggalkanku suatu hari nanti, tapi aku bersyukur bisa bertemu denganmu. Dan kau tahu, aku tidak akan minta maaf atas kejadian di toilet waktu itu. Kurasa karena itu, aku mulai menyadari bahwa aku menyukaimu. Apa kau benar-benar tidak ingat mengenai kejadian itu? Rasanya kita tidak terlalu mabuk.”

Kejadian itu sudah berlalu cukup lama dan mereka juga sepakat untuk tidak mengatakan apapun tentang hal tersebut. Tapi Siwon tetap saja penasaran dengan reaksi Kyuhyun jika ia mengingatnya. Terutama mengenai apa yang dikatakan Siwon sebelum Changmin datang mencari mereka berdua. Siwon ingi saja mengatakannya, tapi ia tidak yakin kalau Kyuhyun bisa menerimanya dengan baik. Dibandingkan membuat Kyuhyun tidak ingin menemuinya lagi, lebih baik Siwon tidak mengatakan apapun.

Terlebih dengan status hubungan mereka saat ini.

Siwon menarik tangannya ketika Kyuhyun mulai terbangun. Kyuhyun membuka matanya perlahan dan menyadari kalau Siwon sudah kembali ke mobil. Lalu ia menegakkan tubuhnya sembari menguap. Well, Kyuhyun tentu saja menutup mulutnya dengan telapak tangan saat ia menguap. Sangat tidak sopan jika ia membuka mulut dihadapan orang lain. Bahkan jika orang itu adalah…

Kyuhyun sudah bangun sepenuhnya. “Berapa lama aku tidur?” tanyanya sembari menegakkan kursi.

“Entah. Mungkin duapuluh menit. Tidurmu nyenyak?”

Kyuhyun mengangguk kecil. Ia melipat selimut yang digunakannya dan menaruhnya di kursi belakang. Lalu ia menatap Siwon. “Kita bisa pulang atau kau ingin pergi ke tempat lain dulu?”

“Kau ingin pergi ke suatu tempat? Aku bisa mengantarkanmu kemana saja. Bahkan jika kau ingin kabur ke luar negeri,” tukas Siwon.

Kyuhyun berusaha untuk tidak membalas kalimat terakhir yang diucapkan oleh Siwon. Ia memeriksa jam di pergelangan tangannya. Ahra mengatakan kalau orangtua mereka kemungkinan akan pulang sebelum jam makan malam. Jadi, Kyuhyun sebenarnya masih mempunyai beberapa jam lagi sebelum dia harus pulang. Tapi Kyuhyun sendiri tidak tahu ia ingin kemana.

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu. Ia menarik nafas lalu memasangkan seatbelt untuk Kyuhyun dengan tiba-tiba. Kyuhyun sendiri sedikit terkejut. Siwon juga memasang seatbelt.

“Jika kau tidak tahu ingin pergi kemana, kita bisa berputar-putar dulu. Selain itu, aku sudah mengatakan kalau aku ingin menghabiskan waktu lebih lama bersamamu. Ah… Mungkin kita bisa mampir untuk makan ramyeon atau tteokbokki di kedai pinggir jalan. Setuju?”

*****

Changwook menunggu di ruang ganti dokter ketika Haneul sedang mengganti pakaiannya. Ia menimang-nimang jaket putih milik Haneul. Setelah berusaha menenangkannya selama sepuluh menit, Changwook membawa Haneul ke ruang ganti dokter untuk mengganti baju operasinya yang terkena darah, setelahnya Changwook mungkin akan mengajak Haneul untuk makan siang sebelum dia bersiap untuk pulang.

Setelah lima menit, Haneul keluar dengan pakaiannya yang bersih. Changwook tersenyum dan menyodorkan jaket putih tersebut. Haneul meraih jaket itu dan memakainya. Lalu Changwook berdiri lebih dekat dan membantu Haneul merapikan kerah jaket putihnya tersebut.

Haneul menatap Changwook dan tersenyum tipis. “Terima kasih,” gumamnya.

“Tidak perlu sungkan. Kau juga melakukan hal yang sama padaku. Setelah operasi Kim Joonmyeon,” ucap Changwook.

Haneul mengingatnya. Waktu itu Changwook juga sangat tertekan bahkan ia sampai menangis. Haneul cukup tahu diri untuk tidak mempermalukan dirinya dihadapan Changwook dengan menangis. “Kau bahkan sampai menangis,” tukasnya.

Changwook tertawa kecil. “Ah… benar juga! Itu benar-benar memalukan. Aku menangis dihadapan orang yang kusuka.”

Haneul menghela nafas. “Lebih memalukan jika kau menangis dihadapan para suster.”

“Itu memang benar. Terima kasih telah menyimpan rahasiaku. Kau ingin makan sesuatu? Jika kau tidak ingin makan di kafetaria rumah sakit, kita bisa pergi ke restaurant dekat sini. Bagaimana?” tutur Changwook.

“Aku sedang tidak ingin makan apapun. Tapi kita bisa ke kafetaria, kau pasti belum makan bukan?”

Changwook menatap Haneul dengan khawatir. “Hey, jika kita ke kafetaria maka kau harus makan juga, okey? Bukan hanya aku, kau juga belum makan siang. Aku tidak akan membiarkanmu jika kau menolak untuk makan.”

“Tapi aku…”

Haneul terdiam ketika Changwook menangkup wajahnya dengan kedua telapak tangan besarnya. Jarak mereka terlalu dekat, bahkan mereka pun bisa saling merasakan hembusan nafas. Haneul berkedip beberapa-kali sebelum akhirnya tersadar dan berusaha untuk menjauh dari Changwook. Tapi dokter muda itu tidak melepaskannya dengan mudah.

“Kau sudah memberikanku kesempatan maka aku akan melakukannya dengan baik. Kau mungkin tidak mudah terbiasa, tapi inilah yang bisa kuberikan padamu. Kau bisa menolak untuk beberapa hal, tapi jika itu berkaitan dengan dirimu, aku harap kau tidak akan berkompromi. Kau harus makan Haneul. Kau seorang dokter, jika kau jatuh sakit lalu siapa yang akan merawat pasein-pasienmu? Apa kau ingin diejek oleh semua pasien anak-anakmu itu karena kau sama sekali tidak menjaga kesehatan sedangkan kau selalu menyuruh mereka untuk menjaga kesehatan mereka? Dengarkan aku, okey? Aku melakukannya demi dirimu, jika kau merasa keinginanku terdengar tidak masuk akal kau boleh menolaknya. Mengerti?”

Haneul mengangguk. “Aku mengerti. Jadi, bisa lepaskan aku? Kau bilang ingin makan bukan?”

Changwook masih menangkup wajah Haneul dengan satu tangan sedangkan tangan lainnya berada di bahu Haneul saat ia hendak menjauh. Jadi, Changwook harus mempertahankan jarak diantara mereka untuk meyakinkan Haneul.

Changwook menyadari posisi mereka tapi ia tidak melepaskan Haneul. Ia menarik nafas panjang dan menatap Haneul dengan lekat. “Masih ada yang ingin kukatakan padamu. Jadi, kau harus mendengarnya dengan baik.”

“Apa?”

“Aku mencintaimu, Kang Haneul.”

Lalu Changwook mencium bibir Haneul dengan lembut. Ini memang bukan ciuman pertama mereka, tapi Haneul selalu saja terkejut dengan ciuman Changwook. Haneul berkedip beberapa-kali tapi dia belum membalas ciuman itu. Changwook menarik diri dan menatap Haneul dengan lekat.

“Dan aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah.”

Changwook tersenyum tipis dan kembali mencium bibir Haneul.

Kali ini, Haneul membalas ciuman itu.

*****

Siwon mengantarkan Kyuhyun pulang setelah mereka menghabiskan waktu hampir seharian. Terlebih sebelum pulang, Siwon mengajak Kyuhyun untuk makan di kedai tteokbokki yang sering dikunjunginya sewaktu dia masih sekolah menengah. Siwon bahkan cukup terkejut bahwa kedai itu masih ada hingga saat ini. Hari ini mungkin bukan kencan yang Siwon inginkan, tapi setidaknya Kyuhyun sama sekali tidak protes. Walaupun sebenarnya Siwon sedikit rindu dengan Kyuhyun dengan sifat keras kepalanya, tapi dia sangat menyukai Kyuhyun yang begitu penurut.

Siwon mematikan mesin mobil setelah ia memarkirkannya di garasi. Kemudian ia memanjat keluar dan bergegas memasuki rumah. Walaupun sepertinya tidak ada harapan bagi Siwon menginginkan ibunya akan membiarkan perbuatannya yang pergi keluar rumah dan mematikan ponsel.

Langkah Siwon terhenti ketika di ruang tengah ia melihat Yoojin sudah menunggunya. Siwon menarik nafas panjang dan memberi salam. Namun, saat Siwon hendak menuju anak tangga, Yoojin memanggilnya.

“Kau pergi menemui dia lagi?”

Siwon menoleh. “Dia? Oh, maksud Eomma adalah Kyuhyun? Iya, aku pergi menemuinya.”

Yoojin menatap putranya dengan marah. Siwon bisa melihat ekspresi kekesalan ibunya. Yoojin bukan tipe ibu yang mudah menutupi ekspresinya dihadapan anak-anaknya. Tidak jarang, Siwon dan Jinri sering dihukum karena membuat Yoojin kesal dengan semua tindakan mereka.

“Lalu kau mematikan ponselmu?”

Siwon mengangguk. “Aku tidak ingin ada yang mengangguku. Kenapa? Eomma menghubungiku?” Well, berpura tidak mengetahui apapun mungkin adalah tindakan yang salah. Yoojin mungkin akan semakin kesal pada Siwon. Terlebih dengan kedatangan Hyorin hari ini.

“Iya, Eomma menghubungimu. Hyojin datang ke rumah untuk menemuimu. Kau cukup beruntung karena Hyojin mengerti dengan kesibukanmu. Eomma akan mengatur pertemuan kalian lagi, jadi jangan mengacaukannya seperti yang selalu kau lakukan selama ini pada semua perjodohan yang Eomma atur untukmu,” tutur Yoojin.

Siwon tersenyum. “Eomma, aku tidak mengacaukan semua perjodohan itu. Selain itu, perjodohan yang Eomma lakukan sangat berhasil. Buktinya, saat ini aku menjalani hubungan yang lebih serius dengan Kyuhyun. Apa Eomma lupa kalau Eomma sendiri yang mengenalkanku pada Kyuhyun? Itu adalah salah satu perjodohan yang Eomma atur bukan?”

Yoojin tergagap. Tentu saja Yoojin ingat kalau dia yang mengenalkan Kyuhyun pada Siwon, tapi saat itu Kyuhyun datang sebagai pengganti kakaknya. Tapi sepertinya Siwon malah membalikkan fakta yang ada.

“Choi Siwon, kau….”

“Eomma, hari ini aku sudah sangat lelah. Kita bicara lain kali saja. Ah, untuk perjodohan lainnya kurasa Eomma harus menghentikannya karena aku cukup serius menjalani perjodohanku dengan Kyuhyun. Selamat malam, Eomma.” Siwon kemudian menaiki anak tangga.

Sikap Siwon pada ibunya mungkin terlihat sangat tidak sopan, tapi untuk hari ini Siwon tidak ingin bertengkar dengan Yoojin. Hari ini Siwon sudah cukup senang menghabiskan waktu bersama Kyuhyun, jadi dia tidak ingin merusak mood-nya dengan perdebatan di rumah.

Yoojin mendengus kesal. Ia melirik kearah Jaewon yang hanya duduk santai di sofa sembari menikmati secangkir kopi dan membaca majalah bisnis. “Kenapa kau sama sekali tidak mendukungku?”

Jaewon mengangkat kepalanya dan menatap sang istri. Sejak Siwon datang dan berdebat dengan Yoojin, Jaewon sama sekali tidak memperlihatkan ketertarikannya untuk terlibat. Siwon sudah terlalu tua untuk diatur-atur oleh mereka. Bahkan saat Siwon baru menginjak usia limabelas tahun, Jaewon sama sekali tidak bisa mengatur putranya tersebut. Termasuk Choi Daehan.

“Kenapa kau tidak membiarkannya saja? Siwon tahu apa yang sedang dijalaninya. Dia sudah tigapuluhtiga tahun, sayang. Kau bahkan sudah terlalu tua untuk berdebat dengan putramu sendiri,” tutur Jaewon.

“Karena dia sudah tigapuluhtiga tahun maka dia harus segera menikah. Dengan seorang wanita dan bukannya terjebak dalam sebuah delusi hubungan dengan seorang pria. Siwon bahkan sudah terlalu tua untuk terjebak dalam fase kebingungan tentang seksualitasnya. Siwon harus segera menyadari bahwa apa yang dirasakannya pada pengacara itu tidak lebih dari sebuah delusi,” ujar Yoojin.

Jaewon mengernyit. “Yoojin, putra kita tidak sebodoh itu untuk merasakan fase disaat usianya setua sekarang ini. Siwon bahkan terlalu pintar untuk beradu argument dengan Abeoji ketika dia masih belasan tahun. Apa kau melupakan apa yang dilakukan oleh Siwon menentang keputusan Abeoji berkaitan dengan sekolahnya? Jika kau pikir Siwon sedang terjebak dalam delusi hubungan dengan Cho Kyuhyun, maka kau mungkin harus menunggu. Mungkin dia akan sadar suatu hari nanti.”

“Lalu bagaimana kalau Siwon malah memutuskan untuk lebih serius dengan pria itu? Apa kau akan menerima kenyataan bahwa kau akan mendapatkan menantu pria?”

Jaewon kembali membaca majalahnya sembari menghela nafas. “Kalau Siwon memutuskan untuk menikah dengan seorang pria, maka kita harus mempersiapkan pernikahan di Paris. Atau mungkin Belanda.”

“YAK, CHOI JAEWON!!”

*****

Music: Kyuhyun – 7 Years of Love

Advertisements

28 thoughts on “[SF] Scarface Part 36

  1. Belasan kali bolak balik,,, akhirnya nemu juga lanjutan scarface.
    Ingin cepat tau endingnya, tapi masih sangat menikmati ceritanya…… sesuatu.
    Untuk pdf twoface terimakasih ya,,,langsung baca tanpa jeda.

  2. hubungan Siwon sama kyuhyun masih jauh,, yifan – joomyeon selesai???
    aku suka haneul dan changwook!!
    hubungan mereka manis buat diikuti,,

  3. Gak tau kenapa gemas sekali sama repson Choi Jaewon 😀
    Baca bagian KrisHo bawaannya pengen nangis terus. Sekarang mereka pisah rumah aja, tapi nantinya mereka pisah benua. Duh~
    Apa Joon bakal gotu terus? Yifan sudah mulai menyerah, Joon yang masih mempertahankan egonya 😥
    Ya hanya bisa menunggu sampai mereka menemukan kebahagiaan mereka lah :’)

    Pasangan dokter ini semakin romantis ya. Haneul harus bersiap utk hidup dg Changwook sepertinya 😀

    Untuk WonKyu, aku menunggu Kyu menyampaikan ttg dia dan Siwon ke orang tuanya. Kalau Siwon sepertinya hanya perlu menaklukkan ibunya aja. Tapi, apa kabar Choi Daehan? Sudah lama tidak muncul, jadi penasaran sama apa yg sedang dia lakukan.
    Terima kasih sudah update kak. Ditunggu kelanjutannya ^^

  4. sepertinya kyuhyun benar” masih ragu dengan hubungannya dengan siwon.
    apa appanya siwon secara tidak langsung menyetujui hubungan siwon dan kyuhyun?
    ditunggu lanjutannya ya

  5. Padahal Siwon udah ngambil langkah banyak tentang hubungannya dengan Kyu. Tapi Kyu kayanya masih ragu-ragu mengenai ke depannya. Tapi aku tetap suka cerita mereka.
    Cerita Wonkyu selalu ditunggu…..

  6. Saluut untuk appa choi.heeee
    Btw wonkyunya ngak niat nih untuk lbh mesra?
    Yah semisal gaya pacaran abg or selayaknya orang yang baru jadian gtu? #plaaak
    Apalagi kan siwon baru kalo ini pacaran terlepas dari umurnya.
    Oh ya sepertinya ada typo untuk hari. Yoojin bilang minggu tapi siwon setelahnya bilang hari sabtu.
    N thanks untuk updateannya

  7. ff yang di tunggu2 hehheh…

    siwon ngajak kencan nich ceritanya… suka sama kencan sederhna mereka.tidak muluk2 tp manis…. choi appa sangat mantap…. malam minggu yang main juga buat q baca ff ini heheh….

    changwook so sweet banget akhirnya haneul membalasnya juga heheh kemajuan nich…

    untuk krisho, yang terbaik ajah sedih bacanya…

  8. Kasihan siwon, cuma jadi pacar rahasia kyuhyun 😢
    Nyesek banget waktu siwon bilang “kau mungkin akan meninggalkanku suatu hari nanti, tapi aku bersyukur bisa bertemu denganmu”~T_T~
    Pasangan ChangHan makin sweet aja 😚
    YifanJoon makin jauh aja 😞

  9. Perasaannya campur aduk baca bagian Wonkyu. Senang sekaligus sedih.
    Nggak mau mereka pisah.
    Semoga Kyuhyun yakin dan nggak ragu-ragu terhadap Siwon dan hubungannya.

    Suka sikap pengertian Siwon disini. Sweetlah. 🙂

    Appa Choi, Keren!! 😀

  10. “Kalau Siwon memutuskan untuk menikah dengan seorang pria, maka kita harus mempersiapkan pernikahan di Paris. Atau mungkin Belanda.”
    suka bgt sama kata2 ayahnya siwon…artinya dia setuju…wkwk

  11. Appa Choi aja mendukung hubungan Siwon dgn Kyuhyun,masa Ny. Choi blm bisa? hahaha
    Jinri mah nyusul,dia psti nerima kakak nya yg kyk gitu kkk ~
    eii ~ JiNeul aja udh kiss brapa kali tuh,masa WonKyu blm ada lg? hahaha
    iih bener jg,aku jg kangen sma Kyuhyun yg keras kepala bkn Kyuhyun yg diem kyk gini huks
    ini mau smpe brapa chap Ra? 50?! tpi gapapa lah,slalu nunggu klo ff buatanmu xD

  12. yeaayy akhirnya update…
    makin suka ama changwook-haneul, makin mesra bgt, jd senyum2 sendiri bacanya..
    tp tetep berharap semoga semua couple happy ending..
    fighting, author-ssi ..

  13. suka banget saat eomma dan appa choi berdebat hahaha
    santai banget deh appa choi nanggepinnya
    bener sih siwon udah terlalu tua untuk mnentukan soal seksualitasnya
    apalagi eomma nya bilang itu delusi..
    malah kalo dia terus melanjutkan perjodohan hanya akan membuat malu keluarga saja karena siwon pasti akan lebih keras lagi menentangnya
    siwon udah punya tujuan untuk hidupnya
    berbeda dengan kyuhyun yang terlalu banyak pertimbangan
    setidaknya orang tuanya dulu lah yang tau…
    setelahnya keluarga calon kaka iparnya dan tentu setelahnya public
    lagi pula anak pengacara kang juga kan punya orientasi seksual yang berbeda bukan? kayaknya kyu akan tetap aman jadi pengacara di sana

  14. siwon perhatian bgt jdi iri,,penasaran ma reaksi ortunya kyukyu, mreka marah gk ya,,smoga tdak,,appa choi bkin gemes dh santai bngit,,changhan manis skali.

  15. Brsyukurlah appa choi ga bisa membebaskan siwon buat milih pendampingnya/? Sendiri… Ga kyk eomma choi yg slalu maksa xD

    brharap banget next chap hubungan wonkyu bisa lebih dari yang tadi………

  16. Sepertinya didalam hubungan cinta dari tiga pasangan kita ini,,hanya Changwook dan Haneul yang sudah terlihat lebih nyaman dan terbuka.Momment mereka itu lho..kkkkk.Semoga akan berjalan lancar.
    Untuk uri Yifan dan Joonmyon mereka mmng masih terus mncoba untuk mnjadi saudara yang seharusnya.Tapi,semoga mereka tidak terus mmbuat diri mereka sakit karna perasaan mereka.
    Uri WonKyu..setiap momment mereka bisa bikin deg-degan terus.Mmng sepertinya tidak akan mudah.Tapi,semoga mereka akan terus bertahan dan mmperjuangkannya.

    Fighting eonni..gumawo.

  17. ini gila!!! Dgn entengnya Jaewon bilang “Kalau Siwon memutuskan untuk menikah dengan seorang pria, maka kita harus mempersiapkan pernikahan di Paris. Atau mungkin Belanda.”
    histeris!! Gue ngakak masa byangin wjah seorang yoojin yg kesel gmana gitu :v
    buat wonkyu bersatu. Buat yifan ama suho smga cpet dpet cahaya ilahi aja yah… ChangNeul sosweet . Boleh juga nih 😀

  18. Yahhhh ini si ibu siwon knp keras kpala bgt,,,wonkyu sdh sm2 dewasa,,,knp ortu msh ikut campur mrk bkan belasan thun,,pi sdh kpala 3…..
    Spertinya kyu yg keras kpala dn agak sdkit mnentang siwon lbh mnarik drpd penurut!!

  19. Siwon memang top bgt dah…
    Meskipun dia seorang cucu tp tdk adabyg bs menentangnya termasuk kakeknya, walaupun kakeknya orng paling berkuasa tp tetap saja dia kalah dg siwon…
    Utk mslh hubungan wonkyu hanya ada pd eomma siwon dan orangtua Kyuhyun krna msh blm tau reaksi sprt apa yg akan mrk brikan saat mendengar seksualitas anaknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s