[SF] The Day We Felt The Distance [3]

WonKyu Fanart by rixal

The Day We Felt The Distance [3]

18th November 2015

Kyuhyun merapatkan syal yang menutupi sebagian wajahnya untuk enyembunyikan senyumannya ketika ia melihat Siwon sudah menunggunya di basement parkir gedung MBC. Kyuhyun memasukkan kedua tangannya kedalam saku mantel sembari berjalan menghampiri Siwon yang berdiri dekat sebuah mobil Ford berwarna hitam.

Kyuhyun sedikit mengernyit melihat mobil itu.

Mobil Ford itu adalah milik Jaeshin. Tapi kenapa Siwon memakai mobil Jaeshin dibandingkan mobilnya sendiri.

Kyuhyun memperhatikan mobil Ford itu lalu menatap Siwon yang tersenyum lebar padanya. “Kenapa pakai mobil Jaeshin?” tanyanya dari balik syalnya.

Siwon sedikit menarik kebawah syal agar ia melihat wajah Kyuhyun sepenuhnya. “Semua orang sudah mengenali mobilku. Kurasa kita tidak memerlukan skandal disaat aku harus menjalani wamil, bukan?”

Kyuhyun mendecih dan kembali menarik syalnya untuk menutupi wajahnya. “Memang skandal apa yang bisa dikeluarkan oleh para jurnalis menyebalkan itu, eoh? Tapi serius, kenapa pakai mobil Jaeshin?”

“Uhm…. Jaeshin memarkirkan mobilnya di parkiran gedung apartment-ku dan kebetulan mobil-mobilku yang lain sedang tidak bisa dipakai untuk saat ini,” tukas Siwon.

Kyuhyun mendengus. “Kau punya tiga mobil dan semuanya tidak bisa dipakai? Carilah alasan yang lebih masuk akal, Choi Siwon-sshi.”

“Tapi itu memang benar. Selain itu, alasan sebelumnya juga benar. Semua orang sudah mengenali mobilku dimana pun. Dan…. Apa kita akan terus disini, saling melontarkan argument? Apa kau tidak ingin pulang?” tutur Siwon.

Kyuhyun menghela nafas dan langsung membuka pintu penumpang sebelah kanan. Ia melirik Siwon yang masih berdiri. “Katanya mau pulang.”

“Oh! Benar!”

*****

Kyuhyun dan Siwon berjalan keluar lift dengan bergandengan tangan. Sejak mereka keluar dari mobil, Siwon langsung meraih tangan Kyuhyun dan tidak pernah melepaskannya. Kyuhyun tidak mengatakan apapun. Udara malam ini cukup dingin dan tangan Siwon begitu hangat.

Mereka berhenti di depan pintu dan Kyuhyun memasukkan kode pintu.

Setelah pintu terbuka, Kyuhyun menarik Siwon masuk dan menutup pintu dorm. Keduanya melepaskan sepatu dan berjalan menuju ruang tengah. Siwon masih belum melepaskan tangan Kyuhyun.

Ketika mereka berada di ruang tengah, Kyuhyun melihat sebuah keranjang diatas coffee table. Seingat Kyuhyun, dia pernah melihat keranjang itu sebelumnya. Ketika Jaeshin datang menemuinya setelah beberapa bulan.

Kyuhyun menatap Siwon. “Jaeshin datang? Itu sebabnya kau memakai mobilnya?”

“Jaeshin tidak datang. Aku yang menemuinya tadi sore,” tutur Siwon sembari mengajak Kyuhyun duduk di sofa.

Sedikit terpaksa, Siwon melepaskan genggaman tangannya dan membuka keranjang tersebut dan mengeluarkan beberapa kotak berisi makanan. Kyuhyun memperhatikan kotak-kotak itu.

Kyuhyun sudah makan malam, lagipula ini sudah terlalu malam untuknya makan malam. Siwon juga tidak mungkin belum makan sebelum datang menjemputnya tadi.

“Aku memintanya untuk menyiapkan ini semua,” ucap Siwon.

Kyuhyun mengerutkan kening. “Kenapa?”

“Entah. Itu hanya terlintas begitu saja. Saat pagi tadi, aku menghubunginya dan memintanya untuk memasak untukku. Saat aku datang untuk berpamitan padanya, dia juga memberiku ini. Aku juga tidak tahu kenapa aku memintanya untuk memasak.”

Kyuhyun tidak mengerti dengan apa yang Siwon pikirkan hari ini. Terlebih dengan semua tindakannya yang cukup aneh menurut Kyuhyun. Selain itu, sejak kapan Jaeshin bisa memasak?

Kyuhyun menghela nafas. “Lalu semua makanan ini apa kau yang akan menghabiskannya?”

“Aku berniat menyimpannya disini. Ini untukmu,” tukas Siwon sembari menatap Kyuhyun dengan lekat.

“Kau pasti bercanda!”

Giliran Siwon yang mengernyit. “Kenapa? Lagipula masakan Jaeshin cukup enak. Kau juga pernah memakannya.”

“Kapan? Tunggu….” Kyuhyun ingat saat Jaeshin datang dengan membawa begitu banyak makanan. Selain itu, ini adalah keranjang yang sama yang dibawa Jaeshin waktu itu. Semua makanan yang dibawa oleh Jaeshin atas permintaan Siwon. “Waktu itu dia yang memasak semuanya?”

Siwon mengangguk. “Dia tidak mengatakannya padamu? Sejak dia tinggal di apartment-nya sendiri, Jaeshin belajar untuk memasak. Jika aku tidak sibuk, kadang aku pergi ke apartment-nya dan mencoba masakan yang ia buat. Tapi Jiwon yang lebih sering makan bersamanya.”

Kyuhyun menghela nafas lagi dan menatap kotak-kotak makanan itu. “Kau tidak pernah mengatakan apapun padaku mengenainya. Rasanya kami seperti orang asing ketika dia datang setelah berbulan-bulan tidak bertemu.”

Siwon tersenyum tipis dan merangkul Kyuhyun. Ia memeluk pinggang Kyuhyun dan menopang dagunya dibahu Kyuhyun. Tangan kiri Siwon meraih tangan kiri Kyuhyun dan menautkan jemari mereka.

“Itu pilihannya, Kyuhyun.”

Kyuhyun sedikit menoleh. “Pilihan apa?”

Siwon mencium leher Kyuhyun dan menenggelamkan wajahnya diantara surai coklat Kyuhyun yang begitu lembut. “Dia akan membunuhku sebelum aku wamil,” gumamnya.

Hal itu membuat Kyuhyun semakin penasaran. “Apa yang kalian berdua sembunyikan dariku?”

Selain itu, saat Kyuhyun bertanya pada Siwon mengenai pertunangan Jaeshin, kekasihnya juga tidak banyak memberikan penjelasan. Sejak itu, Kyuhyun tahu bahwa ada yang disembunyikan oleh Siwon dan Jaeshin. Lagipula Jaeshin terlalu jahil untuk berhenti menemuinya dan lebih fokus pada pekerjaan disaat ketika ia kuliah, Jaeshin lebih banyak menganggu Kyuhyun.

“Bisakah kita tidak membicarakan Jaeshin? Ini adalah malam terakhir-ku. Aku tidak ingin menghabiskan waktu dengan membahas gadis gila itu, Kyuhyun.”

Siwon menyebut Jaeshin sebagai gadis gila. Well, hanya Kyuhyun yang sering memanggil Jaeshin dengan sebutan itu. Ketika Siwon memanggil Jaeshin begitu, maka dapat dipastikan benar-benar telah terjadi sesuatu.

Siwon menghela nafas dan menatap Kyuhyun dengan lekat. Kemudian ia mencium bibir Kyuhyun lembut.

Kyuhyun memejamkan matanya dan membalas ciuman tersebut. Perlahan ciuman itu menjadi jauh lebih bergairah dari awal niat Siwon mencium Kyuhyun. Dalam beberapa detik, kedua tangan Kyuhyun sudah berada diantara rambut hitam milik Siwon. Kyuhyun cukup senang karena Siwon memilih untuk memangkas rambunya besok pagi. Dibandingkan Changmin yang lebih memilih memangkas rambutnya kemarin.

Kyuhyun perlahan mendorong tubuh Siwon untuk lebih bersandar di sofa dan perlahan dia mulai bergerak untuk duduk diatas pangkuan Siwon.

Siwon menghentikan ciuman itu karena mereka harus bernafas. Ia tersenyum tipis saat melihat wajah Kyuhyun yang memerah. Tangan kanannya menyentuh pipi Kyuhyun dan mengusapnya lembut. Rasanya Kyuhyun tidak pernah membalas ciumannya dengan begitu agresif seperti tadi –bahkan ketika mereka sedang melakukannya.

“Kau sudah begitu merindukanku?” bisik Siwon.

Kyuhyun mengangguk. Tangannya masih memainkan rambut Siwon. “Begitulah. Kita akan tunda pembahasan mengenai Jaeshin, karena waktu ini sangat terbatas, bukan?”

“Atau bahkan kita tidak perlu membahasnya sama sekali. Jaeshin sudah cukup dewasa untuk menyadari bahwa ia memiliki hidupnya sendiri. Kurasa dia sudah tersadar dari dunia fangirl-nya.”

Satu alis Kyuhyun terangkat. “Jadi, sekarang aku kehilangan satu fan?”

“Kehilangan satu fan tidak akan berarti apapun, ketika setiap hari akan ada orang-orang yang jatuh hati padamu karena dirimu dan juga suaramu. Oh… bukankah kita sudah sepakat untuk tidak membicarakan gadis gila itu sekarang?”

Kyuhyun mengecup bibir Siwon. “Jadi, apa yang ingin kita bicarakan? Selain gadis gila itu?”

Siwon menyeringai. “Ada banyak hal yang bisa kita bicarakan? Terutama jika di tempat tidur.”

*****

19th November 2015

Kyuhyun membuka matanya dan melihat wajah Siwon begitu dekat dengannya. Ia tersenyum ketika merasakan setiap hembusan nafas Siwon diwajahnya. Walaupun perlahan senyuman itu menghilang ketika ia ingat bahwa setelah hari ini Kyuhyun tidak bisa merasakan sensasi yang sama.

Rasanya ini begitu jauh lebih berat dibandingkan mereka putus.

“Sudah jam berapa?” gumam Siwon tanpa membuka matanya.

Kyuhyun tidak tahu bagaimana Siwon tahu kalau dia sudah bangun. “Entah, aku belum melihat jam.” Kyuhyun melirik kearah jendela. Diluar masih cukup gelap. “Mungkin sekitar lima pagi.”

Kemudian Siwon membuka matanya. Ia tersenyum saat melihat wajah Kyuhyun. “Selamat pagi.”

“Selamat pagi,” bisik Kyuhyun lalu mencium bibir Siwon sebelum dia semakin memeluk tubuh Siwon dengan erat. Tempat tidurnya tidak besar, jadi mereka harus tidur dengan memeluk satu sama lain.

Selain itu, saat ini hanya ada selimut yang menutupi tubuh mereka.

Siwon memejamkan matanya lagi. Dia menarik nafas dalam-dalam, seperti berusaha mengingat aroma tubuh Kyuhyun. Dia akan sangat merindukan aroma ini. “Apa kita harus bangun sekarang?”

“Sepertinya begitu. Aku tidak ingin membuat masalah karena menahanmu terlalu lama,” ucap Kyuhyun.

“Seandainya kita bisa menikah terlebih dahulu seperti Sungmin. Mungkin aku tidak akan keberatan meninggalkan tempat tidur ini,” tukas Siwon.

Kyuhyun tersenyum tipis mendengarnya. “Tapi kau tahu kita tidak bisa melakukannya.”

Siwon membuka matanya dan menatap Kyuhyun dengan lekat.

“Tapi kita bisa melakukan ini, kenapa kita tidak bisa melakukannya?”

“Siwon…”

Siwon tidak mengatakan apapun. Ia menyingkap selimut dan meraih celana boxer miliknya di lantai lalu memakainya. Kyuhyun perlahan bangun dan memperhatikan Siwon yang kini mulai memunguti pakaian mereka di lantai.

Kyuhyun tidak menyukai kondisi tubuh Siwon saat ini. Hanya ada otot yang terbalut kulit. Siwon bahkan terlihat jauh lebih kurus dibandingkan beberapa bulan lalu ketika ia pertama-kali syuting untuk drama She Was Pretty. Siwon memang banyak makan, tapi ia juga menghabiskan waktu yang cukup lama jika berada di gym.

Kyuhyun memperhatikan pakaian miliknya yang Siwon letakkan diatas tempat tidur. “Siwon…”

Siwon menghela nafas dan kembali menjatuhkan pakaiannya di lantai lalu duduk di tepi tempat tidur. Menatap lekat pada Kyuhyun. Siwon mempehatikan wajah Kyuhyun dan sebagian tubuh Kyuhyun. Well, Siwon cukup menahan diri untuk tidak meninggalkan bekas apapun.

“Maaf, tidak seharusnya aku bersikap seperti itu. Usiaku sudah tigapuluh tahun tapi sikapku masih sama seperti lima tahun lalu.”

“Kurasa dengan bertambah usia, bukan berarti sikap kita tidak akan mudah berubah dalam satu malam,” tutur Kyuhyun.

Siwon mengulas senyuman. Kemudian ia mencium Kyuhyun lagi dan memeluk tubuhnya. Rasanya Siwon tidak ingin berhenti mencium serta memeluk Kyuhyun.

“Aku harap kau menaikkan berat badanmu selama wamil nanti. Kau terlalu kurus, Siwon. Aku bahkan cukup minder karena tubuhku sekarang –dibandingkan dengan tubuhmu,” gumam Kyuhyun di bahu Siwon.

Siwon mengecup bahu polos Kyuhyun. “Kalau begitu, aku juga berharap kalau tidak melakukan diet lagi. Cukup jaga pola makanmu dan perhatikan apa yang kau makan. Itu jauh lebih baik dibandingkan kau melakukan diet. Sesekali ikut pergi ke gym dengan Jungsoo hyung.”

Kyuhyun melepaskan pelukan Siwon dan mendorong bahunya dengan kesal. Siwon hanya tertawa kecil.

“Cepat bersiap. Aku perlu memangkas rambutku.”

Kyuhyun menahan lengan Siwon ketika pria itu hendak berdiri. Siwon menatap Kyuhyun dengan bingung. Tapi Kyuhyun hanya menatapnya dengan begitu lekat. Kyuhyun memperhatikan setiap garis wajah Siwon dengan baik.

“Kenapa?” tanya Siwon.

Kyuhyun tidak menjawab. Dia masih memperhatikan wajah Siwon dengan seksama.

“Kenapa?” tanya Siwon lagi.

“Aku… sudah merindukanmu. Bisa kau tidak pergi?”

Siwon tersenyum. Kyuhyun sangat suka melihat Siwon tersenyum lebar, terlebih kedua dimple-nya itu terlihat dengan sangat jelas.

“Tapi aku harus pergi. Ini hanya satu bulan. Kau bahkan sudah bisa bertemu dengan Donghae setiap akhir pekan. Begitu pula denganku dan Changmin. Aku tidak akan pergi kemana-mana, Kyuhyun.”

Kyuhyun menarik nafas. Ia masih memegangi lengan Siwon. “Aku tahu kita masih bisa bertemu. Tapi kau lihat sendiri bagaimana jadwalku beberapa bulan ini. Kau yakin kita bisa meluangkan waktu untuk bertemu?”

“Kita memang tidak bisa bertemu diluar, tapi jika kau menginap di apartment-ku, mungkin kita bisa menghabiskan satu malam bersama. Selain itu, situasinya tidak akan jauh lebih buruk, Kyuhyun.”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun lagi. Dia hanya memandangi Siwon dengan lekat. Hal itu membuat Siwon semakin sulit untuk melepaskan kekasihnya hari ini. Walaupun Siwon sudah berusaha meyakinkan dirinya bahwa mereka tidak akan terpisah jauh, tapi melihat Kyuhyun hari ini, sepertinya semua keyakinan itu runtuh begitu saja.

Siwon kemudian menyentuh pipi Kyuhyun. “Kau sudah berjanji untuk tidak menangis, Kyuhyun. Kau bahkan bisa menahan dirimu saat Hyukjae dan Donghae berpamitan. Bahkan saat Donghee hyung dan Sungmin pergi, kau juga terlihat baik-baik saja. Ini tidak akan berbeda, Kyuhyun.”

“Tentu saja berbeda. Kau adalah kekasihku. Mana mungkin tidak berbeda,” gumam Kyuhyun.

“Kyuhyun sayang…”

Kyuhyun menarik nafas. Sepertinya sudah lama sekali Siwon tidak memanggilnya begitu. Ia sedikit menundukkan kepalanya lalu bersandar pada bahu Siwon. “Aku tahu. Aku tidak akan menangis hari ini. Mungkin besok.”

Siwon tertawa kecil. Ia mengecup kepala Kyuhyun. “Baiklah, kau boleh menangis besok. Tapi hanya besok saja, mengerti. Sisanya, sampai aku selesai menjalani wamil, kau harus selalu tersenyum. Kau tahu, aku akan selalu mengawasimu. Terlebih lewat akun twitterku.”

Kyuhyun ikut tertawa mendengar ucapan Siwon. “Tapi kau tidak diperbolehkan membawa ponsel selama training. Darimana kau bisa mengawasiku?” tukas Kyuhyun.

“Aku selalu mempunyai banyak cara untuk mengawasimu, sayang. Maka itu, kau harus selalu tersenyum untukku.”

*****

NOTE: Maaf banget kalau aku baru bisa update fanfic. Selama empat hari, aku bolak-balik rumah sakit karena ibu di rawat, trus kemarin giliran aku yang sakit. Jadi, baru sempet nulis..

Ini agak mengecewakan sih menurutku…

Mohon dimaafkan ya…

Scarface masih tahap penulisan, masih belum selesai

Maaf…

Credit picture: http://rixal.tumblr.com/post/12646710195/siwon-x-kyuhyun-super-junior-fanarts-made-by-me

Music: Super Junior – Don’t Leave Me

Advertisements

13 thoughts on “[SF] The Day We Felt The Distance [3]

  1. Lama-lama penasaran juga sama kasus Jaeshin T_T
    Inget banget kemarin pas Siwon berangkat wamil dan ada Kyu yg ngantar, duh jiwa shipper yaaa~
    Gak suka banget kalo Kyu manis kayak gini, kan gemes sekali jadinya huhuhu
    Ini lumayan kok kak, tidak mengecewakan 😉
    Ditunggu ya kelanjutannya. Sama yg scarface juga. Get well soon kak ^^

  2. aaaiiihhh….My Wonkyuu!!!! ><
    itu acara ranjangnya kok d skip kkkkkk 😀
    really miss them so much,,, tapi pagi ini aq d kejutkan dg foto kyu yg bertebaran, benar benar sexy,, apa dia ingin menggoda siwon????
    d tggu kelanjutannya yaa!!! 🙂

  3. udh deh baper lagiiii huks
    Kyu yg sabar yaa..jgn pura2 ‘Happy’ kalau hatimu sbenernya tdk baik2 saja u,u
    lgian jg dirimu bakal nyusul kok,so ~ gotjongmal hehe
    GWS raa ~ dan ditunggu apdetan yg lain nya 😀

  4. Saatnya bergalau ria karna kemungkinan momment WonKyu akan sangat jarang ditemui lagi.Semoga akan selalu hadir ff WonKyu.Hingga akan terus terasa momment WonKyu’y.

    Rasanya mmng terlihat nyata ya..hmmmm.
    Daebak!!!

  5. Sebenarnya apa sih yang disembunyikan jaeshin?? Panasaran akut…
    Jadi sedih kalau ingat siwon udah berangkat wamil 😂
    Dimanapun, kapanpun wonkyu emang selalu sweet 😘

  6. wonkyu pasti selalu sweet deh apalagi siwon wamil dan kyu sebentar lagi juga mau wamil kan bisa kangen deh dgn wonkyu yg so sweet

  7. jadi keingetan sehari setelah siwon wamil
    kyu gak ada kabar sama sekali dan besoknya saat ldf senyum palsu yang dia perlihatkan sama semua orangnya tapi matanya kosong
    ahhh kyu sabar y sebulan gak lama koq..
    setelah siwon resmi pake baju polisi boleh kali ketemuan hehehe
    jangan lupa kasih foto nya sama kami2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s