[SF] The Day We Felt The Distance [2]

mug of tea

The Day We Felt The Distance [2]

Kyuhyun berjalan keluar lift dengan wajah lelahnya. Hari ini adalah konser ke-empat setelah konser pertamanya berlangsung tanggal lima kemarin. Dua hari pertama, konsernya berjalan cukup lancar. Begitu pula dengan hari ke-tiga dan hari ke-empat. Namun, hari ini kondisi tenggorokannya semakin membuatnya kesulitan mencapai nada-nada tinggi.

Mungkin malam ini, Kyuhyun akan tidur lebih cepat dari biasanya.

Kyuhyun tersenyum tipis dari balik syal hitamnya pada sebuah boneka penguin yang selalu menemaninya selama seminggu ini. Rasanya begitu aneh karena Kyuhyun sudah terlalu tua untuk membawa boneka seperti itu. Tapi dia tidak bisa meninggalkan boneka itu di dorm.

Saat Kyuhyun berjalan menuju unit dorm, ia melihat Jaeshin sedang berdiri bersandar pada pintu dorm dengan membawa sebuah keranjang besar. Kyuhyun sedikit mengerutkan kening. Ia sudah lama tidak bertemu dengan Jaeshin, terlebih sejak Jaeshin sibuk dengan pekerjaannya. Namun, melihat Jaeshin tiba-tiba datang ke dorm, Kyuhyun yakin bahwa ada kaitannya dengan Siwon.

Kalau tidak, mana mungkin gadis itu akan datang ke dorm tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kyuhyun berjalan menghampiri Jaeshin. Ia berdiri tepat dihadapan gadis itu. Jaeshin tersenyum tipis pada Kyuhyun.

Kyuhyun menarik nafas dan tersenyum. “Eoh? Choi Jaeshin, ada apa? Itu… kau bawa apa?” tanyanya sembari menunjuk keranjang di tangan gadis tersebut.

Jaeshin bergeser dari pintu agar Kyuhyun bisa membuka pintu tersebut. “Buka pintunya. Aku sudah menunggu lebih dari setengah jam. Apa kau tidak kasihan padaku?”

Kyuhyun lalu memasukkan kode pintu dan membukanya. Ia mempersilakan Jaeshin masuk terlebih dahulu, baru diikuti olehnya. Jaeshin melepaskan sepatunya di foyer dan berjalan di hallway.

“Ganti pakaianmu. Uhm… Mungkin kau harus mandi. Simpan dulu tas dan bonekamu itu di kamar. Aku akan menyiapkan bath-tub untukmu, okay?” ucap Jaeshin yang berjalan menuju meja makan untuk menaruh keranjang yang dibawanya.

Kyuhyun mengikuti Jaeshin dengan kerutan di keningnya. “Apa yang sedang kau lakukan? Tidak biasanya kau bersikap seperti ini. Yak, Choi Jaeshin! Kita sudah hampir delapan bulan tidak bertemu.”

Jaeshin melirik Kyuhyun sembari melepaskan mantel serta syalnya. “Baru delapan bulan. Cepat ke kamarmu. Aku akan menyiapkan bath-tub,” tutur Jaeshin sembari melempar mantel serta syalnya ke sofa.

Namun, ketika Jaeshin hendak berjalan menuju kamar mandi, Kyuhyun menahan pergelangan tangannya. Gadis itu menatap Kyuhyun dengan lekat. Kyuhyun menghela nafas panjang dan melihat sebuah cincin di jemari manis Jaeshin.

“Kau sudah bertunangan?” tanya Kyuhyun.

Jaeshin menarik tangannya dan menggenggam tangan Kyuhyun. Ia membawa Kyuhyun ke kamarnya. Jaeshin masih tersenyum pada Kyuhyun. “Aku akan menyiapkan bath-tubnya. Kita bisa bicara nanti, eoh.”

Kemudian Jaeshin menuju kamar mandi. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa menuruti ucapan gadis itu. Rasanya begitu aneh melihat perubahan sikap Jaeshin. Mereka hanya tidak bertemu selama beberapa bulan. Tapi Kyuhyun bisa melihat jelas kalau Jaeshin banyak berubah.

Terutama mengenai pertunangan itu.

Siwon mungkin pernah menceritakan kalau Jaeshin menjalani perjodohan. Tapi Kyuhyun tidak menyangka kalau pertunangannya dilaksanakan begitu cepat. Kyuhyun bahkan tidak mendengar berita apapun dari Siwon.

Setelah melepaskan mantelnya serta syalnya, Kyuhyun menyimpan boneka penguin serta tas ranselnya di tempat tidur. Kemudian ia berjalan menuju kamar mandi dimana ia melihat Jaeshin tengah mengisi bath-tub dengan air hangat. Gadis itu juga menuangkan aroma terapi kedalam bath-tub.

“Jae…”

Jaeshin menoleh menatap Kyuhyun. Dia tidak pernah menyukai Kyuhyun memaksakan kemampuannya untuk terus bernyanyi dengan kondisi tenggorokan seperti itu. Kini, untuk bicara saja, suara Kyuhyun terdengar parau. Kemudian Jaeshin menghampiri Kyuhyun yang berdiri diambang pintu. “Tunggu beberapa menit lagi. Airnya masih belum cukup. Jangan berendam terlalu lama. Aku memberikan waktu sepuluh menit. Mengerti?”

Kyuhyun hanya memperhatikan Jaeshin kembali berjalan ke area meja makan. Sepertinya Siwon kembali menyuruh Jaeshin sebagai perpanjangan-tangan kekasihnya. Biasanya Jaeshin selalu mengeluh dengan semua permintaan Siwon tersebut. Tapi kali ini, gadis itu melakukannya dengan senang hati.

Kyuhyun bisa bertanya hal itu nanti. Lagipula Jaeshin sudah mengatakan mereka akan bicara nanti. Untuk saat ini, Kyuhyun mungkin akan bersantai selama sepuluh menit di dalam air hangat.

Kyuhyun kemudian menutup pintu kamar mandi.

*****

Jaeshin kembali tersenyum ketika ia mendengar suara pintu tertutup. Ia mengeluarkan beberapa kotak makanan dari keranjang yang dibawanya. Jaeshin melihat label-label yang tertempel diatas tutup kotak-kotak tersebut. Ia memasukkan beberapa kotak ke dalam lemari pendingin dan sisanya akan ia siapkan untuk Kyuhyun.

Well, ini mungkin salah satu permintaan istimewa Siwon.

Awalnya, Siwon ingin meminta Jiwon menyiapkannya untuk Kyuhyun. Namun, pada akhirnya Siwon menghubungi Jaeshin tiga jam sebelum ia pergi ke bandara. Memang sangat mendadak dan Jaeshin ingin sekali menolak permintaan Siwon tersebut. Tapi sepupunya itu sangat keras kepala. Siwon bahkan mengatakan kalau ini permintaan terakhirnya sebelum dia menjalani wajib militer.

Jaeshin mendengus jika teringat alasan Siwon tersebut.

Siwon ditugaskan kedalam satuan kepolisian, dan bukannya active duty seperti Hyukjae.Tapi ia seakan-akan mengatakan kalau mereka tidak akan bertemu untuk waktu yang lama.

Jaeshin selesai menyiapkan makanan diatas meja makan. Lalu ia beralih menghangatkan sup rumput laut yang dibawanya dan membuat segelas teh hangat untuk Kyuhyun. Sembari menunggu sup-nya hangat, Jaeshin berteriak untuk mengingatkan Kyuhyun untuk keluar dari bath-tub.

“Kyuhyun-ah, sudah sepuluh menit! Cepat berpakaian, makanannya sudah siap!” seru Jaeshin.

Setelah cukup hangat, Jaeshin menuangkan sup tersebut kedalam sebuah mangkuk dan membawanya ke meja makan. Saat Kyuhyun keluar dari kamar mandi, sudah berpakaian lengkap, Jaeshin menyiapkan teh hangat.

“Woah… Apa kau sedang membuat pesta? Kenapa makanannya banyak sekali?” tukas Kyuhyun, masih dengan suara seraknya.

Jaeshin menyodorkan mug berisi teh itu pada Kyuhyun. “Minum tehnya dulu. Oh, duduklah dan mulai makan. Kau tidak perlu menghabiskannya. Ohya, di lemari pendingin juga ada beberapa kotak lagi. Kau bisa meminta Ryeowook untuk menghangatkannya. Makanannya cukup untuk kalian dan manager kalian.”

Kyuhyun menatap Jaeshin sembari duduk di kursi. Ia melihat kalau Jaeshin hanya menyiapkan untuk satu orang. “Kau tidak ikut makan?”

“Aku sudah makan. Cepat makan! Nanti sup-nya dingin. Aku akan memeriksa beberapa email dulu. Kalau sudah selesai, biarkan saja. Nanti aku yang bereskan, eoh. Dan… kuharap kau mengurangi bicara untuk beberapa hari. Suaramu sudah parah sekali.”

Sebelum Kyuhyun sempat mengatakan apapun, Jaeshin langsung menuju ruang tengah. Ia duduk di sofa dan mulai sibuk dengan ponselnya. Kyuhyun hanya bisa menghela nafas berat.

Kyuhyun menatap semua makanan dihadapannya. “Ini bahkan terlalu banyak untukku. Choi Siwon, sebenarnya kau menyuruh apa pada Jaeshin?”

*****

Jaeshin terlalu sibuk dengan ponselnya, dengan membalas beberapa email. Ini memang hari libur, tapi Jaeshin harus selalu mengecek perkembangan project yang sedang ditanganinya. Gadis itu terlalu berkonsentrasi dengan pekerjaannya, hingga ia tidak menyadari kalau Kyuhyun sudah selesai makan.

Kyuhyun memperhatikan Jaeshin dengan lekat. Gadis itu bahkan terlihat tidak berkedip sama-sekali. Kyuhyun lalu berdeham pelan untuk menarik perhatian Jaeshin.

Gadis itu mendongak dan menatap Kyuhyun yang berdiri didekatnya. “Kau sudah selesai?”

Kyuhyun mengangguk kecil. “Makanannya terlalu banyak. Aku tidak menghabiskannya.”

Jaeshin menaruh ponselnya dan berdiri. “Tidak apa-apa. Sepertinya memang terlalu banyak,” tukasnya sembari menuju meja makan.

Jaeshin melihat hanya ada beberapa piring kosong, sedangkan yang lainnya masih tersisa cukup banyak. Kemudian Jaeshin mengambil satu kotak makanan kosong untuk membuang sisa makanan. Kyuhyun hendak membantu Jaeshin membereskan meja makan, tapi gadis itu menahan tangannya.

“Aku yang akan membereskannya. Kau istirahat saja. Duduk santai di sofa sembari menonton televisi atau beristirahat di kamar. Aku akan membawakan teh lagi untukmu,” ucap Jaeshin.

Kyuhyun menghela nafas. Ia memperhatikan Jaeshin dengan lekat. “Jae, apa Siwon yang menyuruhmu melakukan ini semua?”

“Begitulah. Kau tahu sendiri bagaimana protektifnya seorang Choi Siwon pada Cho Kyuhyun. Sepertinya dia sudah memprediksi kalau kondisimu akan menurun setelah dua atau tiga hari konser. Dia juga mengatakan bahwa jadwalmu padat sekali sampai beberapa bulan ke-depan. Aku tidak akan terkejut, jika dia akan membawamu ke rumah sakit untuk check-up. Sudah kubilang untuk beristirahat, bukan? Kenapa masih disini?”

Kyuhyun mengusap wajahnya. Well, Kyuhyun memang tidak terkejut lagi dengan semua sikap dan tindakan Siwon. Bahkan melihat Jaeshin yang rela datang untuk mengurusnya karena Siwon yang memintanya. Tapi entah kenapa Kyuhyun merasa sedikit aneh dengan sikap Jaeshin hari ini.

Gadis itu terlalu banyak berubah.

Terlalu banyak perubahan hingga Kyuhyun merindukan Choi Jaeshin.

Kyuhyun memperhatikan Jaeshin yang membawa semua piring kotor ke wastafel. Gadis itu memakai sarung tangan karet dan mulai mencuci piring. Kyuhyun menghampiri gadis itu. Ia berdiri dibelakang Jaeshin lalu memeluknya.

Jaeshin tersenyum tipis.

“Hey, aku tidak bisa mencuci piring jika kau memelukku seperti ini. Jika kau tidak mau menonton televisi sebaiknya kau ke kamar, Kyuhyun.”

Kyuhyun mengulurkan tangan kanannya untuk menutup keran wastafel. Kemudian ia melepaskan sarung tangan karet dari kedua tangan Jaeshin. Gadis itu tidak mengatakan apapun dan membiarkan Kyuhyun melakukan apa yang ingin dilakukannya.

Kyuhyun kemudian melingkarkan kedua tangannya dibahu Jaeshin.

“Kenapa?” tanya Jaeshin pelan.

“Aku merindukanmu. Kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu. Aku bahkan baru menyadari bahwa kau terlalu banyak berubah. Kau bukan Choi Jaeshin yang kukenal selama lima tahun ini. Kau adalah Choi Jaeshin yang berbeda,” gumam Kyuhyun pelan. Kyuhyun tidak ingin memaksakan pita suaranya.

Jaeshin tertawa kecil. “Apa perbedaan Choi Jaeshin ini begitu buruk?”

“Ani. Aku hanya merasa tidak begitu nyaman. Kau sama sekali tidak mengeluh. Kau selalu tersenyum. Kau bahkan tidak mengejekku lagi. Itu terasa aneh bagiku.” Kyuhyun lalu melirik cincin di jemari Jaeshin. “Kau bahkan sudah bertunangan. Kapan kau melakukannya? Kenapa aku tidak diberitahu?”

Jaeshin mengangkat tangan kirinya hingga ia dan Kyuhyun bisa melihat jelas sebuah cincin emas putih dengan sebuah berlian melingkar manis di satu satu jemari Jaeshin. “Kami tidak melakukan upacara pertunangan resmi. Ini hanya antara aku dan dia. Keluarga kami bahkan terkejut saat melihat cincin ini. Siwon bahkan memarahiku saat mengetahuinya. Dan aku yang memintanya untuk memberitahu siapapun.”

Jaeshin lalu menyentuh lengan Kyuhyun. Ia merasa sensasi hangat di kulit Kyuhyun. “Sepertinya kau agak demam. Sebaiknya kau istirahat di kamar. Saat Siwon pulang, dia akan membawamu ke rumah sakit atau memanggil dokter untuk memeriksa kondisimu.”

Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Apa kau datang menemuiku hanya sebagai perpanjangan-tangan Siwon? Apa setelah ini kau akan melaporkan kondisiku pada Siwon?”

“Begitulah. Lagipula Siwon sudah berjanji akan membelikan sesuatu untukku jika aku mengurusmu dengan baik selama dia pergi.”

Kyuhyun mendengus. “Siwon sudah pergi selama dua hari, tapi kau baru datang hari ini. Aku akan mengadu pada Siwon kau mengabaikanku sejak dia pergi ke LA dan memastikan kau tidak akan mendapatkan apapun dari Siwon.”

“Itu sebuah ancaman?”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan membalikan tubuh Jaeshin hingga ia bisa menatap wajah gadis itu. “Ya, itu sebuah ancaman.”

Jaeshin kembali tertawa. “Oh, aku takut sekali. Well, adukan saja!”

Kyuhyun ikut tertawa. Lalu ia memeluk Jaeshin dengan erat. Rasanya aneh sekali Kyuhyun bisa sangat merindukan gadis menyebalkan dalam pelukannya kini.

“Aku sangat merindukanmu, Choi Jaeshin. Sebaiknya kau lebih sering menghubungiku, jika kita tidak bisa bertemu.”

Jaeshin tersenyum dalam pelukan Kyuhyun. “Ne.”

Kyuhyun mengecup kepala Jaeshin dan menepuk-nepuk lembut punggung Jaeshin.

Aku juga sangat merindukanmu, Choi Siwon. Sebaiknya kau cepat pulang!

*****

NOTE: Karena Siwon-nya belum pulang dari LA, jadi Jaeshin yang gantiin deh. Hahaha… Well, kan biasanya Siwon yang nyuruh Jaeshin jagain Kyuhyun kalau dia lagi sibuk. Selain itu, untuk di story ini Jaeshin ama Kyuhyun juga udah jarang ketemu. Jadi, sekalian ajah.

Setting time-nya hari Minggu setelah konser.

Music: Kyuhyun (Super Junior) – The Day We Felt The Distance

Advertisements

10 thoughts on “[SF] The Day We Felt The Distance [2]

  1. Sudah lama sekali gak baca ttg Jaeshin. Dan sepertinya memang banyak yg berubah :’)
    Jadi penasaran sama kehidupan Jaeshin kak hahaha
    Ini bakalan lanjut terus kak? .-.
    Ditunggu selanjutnya yaaa~

  2. haha bener..hampir lupa sma Agasshi yg 1 ini,Choi Jaeshin.
    aigoo ~ apa kabar dia? bru mncul udh tunangan aja wkwk
    disini JaeShin nya berasa kyk ehem pembantu nya Kyuhyun,klo ga di iming2 ga bakal dikasih hadiah psti Jaeshin ga mau tuh lol
    ya sudah ditunggu series slanjut nya ^^

  3. entahlah….Aku merasa mereka memiliki perasaan suka (sebagai pasangan) yang tidak mereka sadari. hehe apalagi pelukan Kyu. kentara banget dengan rasa rindu. Kalo bukan karena perintah Siwon, Jaeshin seperti kekasih yang memperhatikan pasangannya.

  4. heheheh siwon berkuasa sekali hingga sepupunya itu nurut seperti itu heheh. kyu beruntung punya siwon…. jaeshin banyak berubah… aku udah lama gak baca tentang jaeshin…
    bener…bener siwon overprotective banget sama kyu.,.. makasi diera eonni… fighting…

  5. Apa cuma aku yg ngeliat klo kyu jaeshin itu kyk psangan/? Soalnya tiap baca scene mreka berasa beda aja….. Apalagi tadi pake acara pelukan hahahaha
    brharap ff ini ada yg ke3 lanjutan siwon plg gitu kkkkkk

  6. Yeah..untuk ada Jaeshin yang sllu siap memperpanajang tangan Siwon lewat dirinya.
    Tumben ya..Kyuhyun ga canggung gitu meluk orang lain.Teruntuk Jaeshin.Mungkin karna mereka udh bgtu dekat.
    Dan moga WonKyu segera berkumpul kmbli.

  7. hahaha jaeshin selalu mau aja ya di perintah sama siwon
    mau dong siwon diriku jagain kyu apalagi dapat sesuatu *plak hahaha
    duh kyu pake peluk2an siwon kan posesif kalo tau pacarnya suka peluk2 sepupunya gak akan dikasih izin lagi loh hahaha…
    scene nya mereka kayak saling jatuh cinta udah kayak kehidupan rumah tangga hahaha…
    jaeshin istri yang pengertian sama suaminya kyu

  8. wah siwon udh lama gak plg makanya kyu kesepian
    untung ada jaeshin yg bisa jagain dan membuat rasa kesepian kyu sedikit menghilang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s