[SF] Scarface Part 35

yeoido park

35

Siwon berjalan menuju mobil dengan sebuah senyuman lebar di wajahnya. Pembicaraan dengan Ahra berjalan dengan lancar, tidak seperti sebelumnya ketika Ahra menemuinya di rumah sakit. Sepertinya Kyuhyun sudah bicara dengan Ahra mengenai perasaan Siwon dan bagaimana Kyuhyun menyikapinya. Walaupun sekarang Siwon masih mengkhawatirkan bagaimana reaksi orangtua Kyuhyun nanti. Ia hanya berharap kalau reaksi orangtua Kyuhyun tidak seperti reaksi ibunya.

Bicara mengenai ibunya, Siwon tidak tahu rencana Yoojin selanjutnya. Siwon hanya berharap ayahnya bisa memberi sedikit pengertian.

Siwon menghela nafas dan membuka pintu belakang mobil yang dikendarai oleh Ahn Soo. Tapi sebelum ia memanjat masuk, Siwon merasakan bahwa ada yang tengah memperhatikannya. Siwon memperhatikan sekeliling lingkungan rumah Kyuhyun. Namun, Siwon tidak melihat ada seseorang yang mencurigakan. Kemudian Siwon memanjat masuk dan memasang seatbelt.

“Setelah mengantarkanku pulang, periksa lingkungan rumah Kyuhyun. Perluas perimeter pengawasan kalian dan laporan padaku setiap satu jam,” ucap Siwon.

Ahn Soo dan Shin Hwan yang duduk di kursi depan mengangguk patuh. Lalu mobil mewah berwarna hitam itu melaju meninggalkan rumah Kyuhyun.

Mungkinkah orang-orang Seon Hwan?

*****

Siwon baru saja kembali dari jogging paginya. Walaupun udaranya masih cukup dingin, tapi Siwon tidak ingin malas dan melupakan untuk berolahraga. Dengan peluh keringat, Siwon berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air. Disana ada Jinri yang sedang menyiapkan sarapan. Siwon mengernyit. Biasanya jika hari Minggu seperti ini, Jinri baru akan keluar dari kamarnya sekitar pukul sebelas. Tapi ini baru pukul setengah sembilan pagi.

Siwon membuka lemari pendingin dan mengeluarkan sebotol air mineral berukuran sedang dan menutupnya kembali. “Tumben kau sudah keluar dari kamar?”

Jinri yang sedang mengoleskan selai keatas roti panggangnya hanya bisa menghela nafas mendengar ucapan Siwon.

“Kenapa?” tanya Siwon setelah dia minum beberapa tegukan.

Jinri meliriknya. “Entah. Rasanya suasana rumah beberapa hari ini sangat berbeda. Eomma terlihat begitu tegang, terutama jika ada Oppa. Appa juga terlihat canggung. Walaupun begitu sepertinya hanya Oppa yang merasa bahagia.”

Siwon tertawa kecil mendengar ucapan Jinri. Tapi sepertinya respon Siwon malah membuat Jinri merasa jengkel. Jinri menjatuhkan roti ditangannya keatas piring dan menatap Siwon dengan lekat. “Sampai kapan aku harus menunggu penjelasanmu? Ini sudah… tiga hari? Dan suasana rumah benar-benar membuatku muak. Oppa, sebenarnya apa yang terjadi? Apa Oppa dan Eomma bertengkar mengenai sesuatu? Berkaitan dengan perjodohan?”

Siwon terdiam untuk beberapa saat. Well, situasi dengan Eommanya memang belum ada perubahan. Walaupun Siwon sudah berusaha untuk bicara dengan Yoojin, tapi Eomma mereka sepertinya tidak ingin mendengarkan apapun. Terlebih perjodohan dengan gadis bernama Jung Hyojin itu masih terus berjalan. Siwon sebenarnya juga sudah muak dengan situasi di rumah, tapi dia tidak bisa melarikan diri begitu saja.

Terutama ketika dia berhutang penjelasan pada Jinri.

Siwon menarik nafas panjang dan menaruh botol air mineral diatas meja counter dan duduk di stool. Ia juga memberi isyarat agar Jinri duduk untuk mendengarkan penjelasannya. Jinri mendengus dan menuruti keinginan Siwon.

“Sebenarnya aku ingin menunggu sampai situasi dengan Eomma sedikit mereda, tapi kurasa kau sudah cukup dewasa untuk memahami kondisiku saat ini,” tutur Siwon.

“Apa ini akan sangat mengejutkan?”

Siwon mengangkat bahu. “Mungkin, jika kau menuruni sifat Eomma.”

Jinri mendelik jengkel. “Aku pikir Oppa yang lebih banyak menuruni sifat Eomma. Baiklah, mulai jelaskan padaku.”

Siwon menatap Jinri dengan lekat. Ia menarik nafas panjang beberapa-kali. Heck, rasanya jauh lebih sulit mengakui seksualitasnya pada Jinri ketimbang mengakui pada dirinya sendiri atau pada Changmin. Oh, ini bahkan lebih sulit dibandingkan ketika Siwon mengatakannya dihadapan anggota keluarga lainnya beberapa hari lalu.

“Uhm… Aku menyukai Cho Kyuhyun,” ucap Siwon, pada akhirnya.

Well, itu tidak menjelaskan banyak tapi setidaknya Jinri akan bisa menebaknya sendiri dibandingkan Siwon harus menjelaskan dengan kalimat panjang yang berputar-putar. Jinri menatap Siwon dengan berkedip beberapa-kali. Siwon menunggu reaksi adiknya. Ia hanya berharap Jinri tidak bereaksi keras seperti Eomma mereka.

“Jinri… ?”

Jinri mengangkat tangannya, tanda untuk Siwon menunggu.

“Jadi, kau menyukai Pengacara Cho?!!” seru Jinri.

Itu hanya berselang dua detik. Siwon menatap adiknya dengan sedikit terkejut. Well, ini memang bukan apa yang diprediksi oleh Siwon.

Siwon mengangguk. “Apa kau tidak merasa… Er… kau tahu, jijik padaku?”

“Kenapa? Karena Oppa menyukai pria? Jika aku mengatakan jijik pada kakakku sendiri itu terlalu kasar. Mungkin ekspresiku yang tepat untuk saat ini adalah sangat terkejut atau cukup melegakan?” tutur Jinri.

Siwon mengernyit. “Melegakan?”

“Karena Oppa akhirnya seperti manusia pada umumnya. Bisa menyukai seseorang. Jujur saja, aku takut ada sesuatu yang salah pada otak Oppa karena selama ini Oppa sama sekali tidak memperlihatkan perasaan apapun pada orang lain, terutama pada semua gadis yang dijodohkan padamu.”

“Tapi aku menyukai seorang pria?”

“Lalu? Memangnya pria bukanlah manusia? Well, mungkin memang sedikit tidak wajar, tapi aku tidak mampunyai kekuasaan apapun untuk menghakimi seksualitas seseorang, apalagi seseorang itu adalah kakakku sendiri. Apa karena masalah ini Eomma bersikap seperti itu pada Oppa?”

Siwon mengangguk. “Begitulah. Tapi jangan khawatir, aku bisa mengatasinya sendiri. Dan terima-kasih atas pengertianmu. Tapi apa kau yakin hanya “melegakan” reaksimu?”

Jinri kembali pada rotinya yang terabaikan. Ia kembali mengoleskan selai keatas permukaan roti tersebut. “Memangnya aku harus bereaksi seperti apa? Berteriak histeris dan mengatakan kalau kau bukanlah kakakku dan menangis keras? Memangnya aku anak kecil usia sepuluh tahun? Aku tidak akan peduli dengan seksualitasmu, itu adalah hak Oppa. Tapi ada sesuatu yang membuatku penasaran. Sejak kapan Oppa menyadarinya? Sepertinya ketika kita berada di Ansan, Oppa sama sekali tidak memperlihatkan ketertarikan pada Pengacara Cho. Kecuali perhatianmu yang sedikit berlebihan.”

“Entah. Itu hanya terjadi begitu saja. Apa kau menyadarinya? Di Ansan?”

Jinri mengangkat bahu dan melahap rotinya. “Tidak bisa dibilang aku menyadarinya, mungkin hanya memperhatikan. Sikapmu pada Pengacara Cho selama kita di Ansan benar-benar berbeda. Terutama ketika dia jatuh dari kuda. Oh?!!!”

“Kenapa?”

“Aku jadi ingat. Hari ini Eomma mengundang Hyojin untuk makan siang bersama. Sepertinya Eomma benar-benar bekerja keras untuk perjodohan Oppa.”

Siwon menghela nafas berat. “Itu benar,” gumamnya.

Lalu ponsel Siwon bergetar, ada sebuah pesan masuk. Siwon mengeluarkan ponselnya dari kantung celana trainingnya dan membaca pesan tersebut. Beberapa detik kemudian ekspresi Siwon berubah. Sebelumnya Siwon terlihat muram, setelah membaca pesan tersebut Siwon tersenyum lebar.

“Pesan dari siapa? Pengacara Cho?” tebak Jinri.

Siwon melirik adiknya. “Bukan. Habiskan sarapanmu. Oppa mau bersiap-siap untuk kabur dari acara makan siang hari ini.”

*****

Changmin mengerang jengkel ketika tidurnya terganggu oleh suara dering ponselnya. Awalnya Changmin ingin mengabaikan panggilan tersebut dan berharap siapa pun yang menghubunginya akan berhenti. Namun, suara dering itu tidak pernah berhenti. Bahkan Changmin sudah mengabaikannya selama lima menit. Dengan sedikit jengkel, Changmin meraih ponselnya dan mendengus ketika melihat nama pemanggilnya.

“Kenapa? Ada apa menghubungiku di hari Minggu ini? Biarkan aku istirahat selama dua hari, Siwon! Kau bisa mengganguku besok!” seru Changmin kesal.

“Tch, baiklah aku akan menganggumu besok. Sepupu menyebalkan!”

Changmin menghela nafas panjang. Mungkin tidak seharusnya Changmin berkata seperti itu pada Siwon. Ia sangat yakin besok Siwon akan memasang ekspresi cemberut sehari penuh, lebih parah bisa sampai seminggu.

“Ada apa, eoh? Tidak biasanya kau menghubungiku se-pagi ini, terlebih di hari Minggu?” tanya Changmin sembari menahan emosinya. Ia lebih baik menghadapi Siwon hari ini ketimbang esok hari.

“Tidak! Tidak ada apa-apa. Aku tidak ingin menganggu hari liburmu. Maaf menganggumu, silakan teruskan tidurmu lagi.”

Changmin memejamkan matanya. Dia bisa gila menghadapi sepupunya. Siwon mungkin lebih tua setahun dari usianya, tapi Changmin sering-kali menganggap kalau sebenarnya usia Siwon jauh dibawahnya dengan melihat bagaimana sikapnya.

“Choi Siwon, kau sudah membangunkanku. Jadi, lebih baik kau mempunyai alasan yang tepat. Cepat katakan!!” ucap Changmin jengkel.

“Tolong ambilkan pesananku di toko perhiasan.”

Changmin sontak membuka matanya. Bahkan kini Changmin melompat keluar dari selimutnya. “Apa? Pe-perhiasan?”

“Eoh! Aku memesan sesuatu dua hari lalu. Pegawai tokonya baru saja menghubungiku untuk mengambilnya. Tapi hari ini ada yang harus aku lakukan, jadi tolong ambilkan ya?”

“Kau pesan apa?” tanya Changmin.

“Perhiasan, tentu saja. Tenang saja, aku sudah membayarnya. Jadi, kau hanya tinggal mengambilnya dan berikan padaku besok di kantor.”

Changmin menarik nafas panjang. “Kau tidak mungkin… Apa kau memesan sesuatu untuk Kyuhyun?”

“Memang untuk Kyuhyun.”

“Yak!! Hubungan kalian baru beberapa hari!A-apa…. Kau tidak…”

“Aku sedang buru-buru, Changmin-ah. Nanti aku akan sms alamat toko perhiasannya. Terima kasih.”

Kemudian Siwon memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Meninggalkan Changmin yang masih terkejut dengan permintaan Siwon tadi. Changmin menatap layar ponselnya lalu menghela nafas berat. Changmin kemudian melemparkan ponselnya keatas tempat tidur.

“Oh, ya Tuhan. Dia tidak mungkin akan melamar Kyuhyun, bukan?”

*****

Haneul sedang memeriksa data pasien ketika Changwook datang menemuinya dengan membawa segelas kopi. Haneul meliriknya sekilas lalu kembali berfokus pada data pasien dihadapannya. Changwook yang tadi tersenyum kini berubah mengerutkan keningnya karena Haneul mengabaikannya.

“Kau tidak mengucapkan selamat pagi padaku,” tukas Changwook.

Ucapan Changwook itu membuat tiga suster yang sedang berjaga di meja informasi tertawa kecil. Haneul melirik pada para suster itu menghentikan tawanya. Haneul menarik nafas panjang dan menoleh pada Changwook.

“Kau juga tidak mengucapkan selamat pagi,” tuturnya.

Changwook tersenyum dan mendekatkan mulutnya dengan telinga Haneul lalu berbisik, “Selamat pagi dokter Kang.”

Tubuh Haneul sedikit tegang mendengar suara Changwook. Namun, ia berusaha untuk tidak menunjukkan reaksi apapun. “Selamat pagi. Terima kasih untuk kopinya.”

Changwook menegakkan tubuhnya. “Terima kasih kembali. Kita bertemu di kafetaria saat makan siang, okay?”

“Siang ini, aku ada operasi. Mungkin baru selesai pukul tiga atau lebih lama,” ucap Haneul sembari mengembalikan data chart pasein kepada suster. “Tolong ingatkan dokter Jang untuk memeriksa kondisi pasien Lee Jimyeong sebelum dia masuk ruang operasi. Operasinya dimulai pukul satu siang, jadi dokter Jang harus menemuinya sebelum itu.”

“Baik, dokter Kang.”

Haneul meraih gelas kopi yang dibawakan oleh Changwook lalu berjalan meninggalkan meja informasi. Changwook mengikutinya. “Operasi apa? Dokter Jang itu dari bagian psikiatri, bukan?”

Haneul mengangguk sembari menyesap kopinya. “Hanya operasi kecil. Tapi pasiennya baru berusia lima tahun, jadi kami memutuskan untuk meminta bantuan psikiatri sebelum melakukan operasi. Sudah dua hari dokter Jang memonitor kondisinya.”

“Sebagai langkah antisipasi?”

Haneul mengangguk lagi.

“Itu cara yang bagus. Anak kecil memang sering-kali takut di operasi, bukan? Kurasa bagian bedah umum juga harus melakukannya. Tidak hanya anak kecil, bahkan orang dewasa pun ada yang takut dengan pisau bedah. Baiklah, kita bertemu pukul empat di kafetaria. Aku akan menunggumu. Bahkan jika operasinya lebih lama,” ujar Changwook.

Haneul melirik Changwook. “Kau tidak perlu menungguku. Kau makan duluan saja. Hari ini shift-mu hanya sampai pukul enam sore, bukan?”

Tiba-tiba Changwook menahan lengan Haneul dan menatapnya dengan serius. “Oh? Bagaimana kau tahu? Sepertinya aku tidak pernah memberitahu jadwal shift-ku padamu.”

Haneul berkedip beberapa-kali. “Eh? Soal itu… Well, aku menghitungnya. Seperti kau tidak pernah menghitung jam shift-ku setiap minggu.”

Changwook menyeringai. Ia lalu merangkul bahu Haneul dan mulai berjalan lagi. Walaupun Haneul berusaha melepaskan rangkulan Changwook tersebut, tapi dokter bedah itu tidak mudah melepaskan Haneul.

“Kapan hari liburmu?” tanya Changwook.

“Hari Selasa. Kenapa?”

Changwook menarik nafas panjang. “Hari Selasa? Shift-ku selesai pukul sembilan pagi. Baiklah, kita bertemu saat makan siang saja. Okay?”

“Bertemu untuk apa?” tanya Haneul lagi penasaran.

Rasanya mereka berdua sudah cukup sering bertemu di rumah sakit. Lalu untuk apa Changwook memintanya untuk bertemu lagi di hari liburnya. Changwook tersenyum tipis dan menyesap kopinya lagi. Kemudian ia membisikkan jawabannya.

“Tentu saja untuk pergi kencan.”

*****

Yifan menatap Sara yang sedang membantunya untuk mengemasi pakaiannya. Hari ini Yifan akan kembali ke dorm. Walaupun merupakan keputusan yang berat, tapi Sara mengikuti keinginan putranya. Junhyeok sebenarnya merasa keberatan jika Yifan kembali tinggal di dorm, tapi Sara sudah meyakinkan Junhyeok mengenai keputusan Yifan.

Yifan merasa sangat berterima-kasih pada Sara. Awalnya Yifan tidak berharap kalau Sara bisa memahami diri Yifan yang sebenarnya. Yifan sudah menyiapkan diri untuk hal yang terburuk jika Sara tidak bisa menerima pengakuan seksualitasnya. Termasuk jika Yifan tidak lagi mendapatkan bantuan finansial dari Sara untuk biaya sekolahnya. Yifan bahkan berencana untuk menjual semua lukisan-lukisannya jika hal itu sama terjadi. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya. Sara memeluknya dengan begitu erat.

Yifan menghampiri Sara yang masih sibuk memasukkan pakaiannya kedalam koper lalu memeluk sang ibu dari belakang. Sara sedikit terkejut.

“Oh? Rasanya sudah lama sekali Yifan tidak memeluk Mom seperti ini? Ada apa?” tanya Sara.

Yifan memendamkan wajahnya dibahu Sara. “Terima kasih dan maafkan aku.”

Sara tersenyum dan mengusap lembut tangan putranya. “Kau tidak perlu meminta maaf atau berterima-kasih, sayang.”

“Tapi aku sangat merasa bersyukur Mom adalah Mom-ku. Terima-kasih karena terus berada disisiku, walaupun aku tidak selalu berada disisi Mom. Maafkan aku jika aku pernah mengecewakanmu. Terutama mengenai…”

“Hush… Kita sudah membicarakannya, bukan? Jangan diungkit lagi, sayang. Walaupun Mom memang sedikit kecewa karena kau memutuskan untuk kembali tinggal di dorm. Appa-mu juga kecewa. Tapi karena kau sudah berjanji akan pulang setiap akhir pekan, maka Mom akan bertahan,” tutur Sara.

Yifan mengangguk kecil dan mengeratkan pelukannya. “Aku akan sering menghubungi Mom. Sekaligus bertanya mengenai kondisi Joonmyeon. Jangan mengkhawatirkanku. Untuk saat ini, Joonmyeon yang lebih membutuhkan perhatian Mom. Jaga saudara-ku ya, Mom.”

Sara tersenyum. “Tentu saja. Mom akan menjaga saudaramu, sayang.”

Yifan menarik nafas berat lalu melepakan pelukannya. Ketika Sara berbalik menatapnya, Yifan tersenyum. Sara menyentuh wajah putranya dan mengusapnya dengan lembut. “Bawa koper-kopermu ke bawah. Appa ingin mengantarmu ke dorm sebelum kami kembali ke rumah sakit. Ohya, kau belum menemui Joonmyeon lagi, bukan? Jadi, hari ini kau harus ikut ke rumah sakit. Joonmyeon belum tahu kalau kau kembali ke dorm. Mom dan Appa berpikir kalau sebaiknya kau yang mengatakannya langsung pada saudaramu.”

Yifan masih asing mendengar Joonmyeon sebagai saudaranya. Tapi dia harus membiasakan diri. Karena hubungan mereka memang hanya sebatas saudara dalam sebuah kertas kartu keluarga. Yifan berusaha untuk tetap tersenyum dihadapan Sara.

Kemudian ia mengangguk. “Baiklah, aku akan ikut ke rumah sakit.”

*****

Changmin menunggu pegawai toko perhiasan mengambilkan pesanan milik Siwon. Di toko tersebut hanya ada Changmin dan dua orang lainnya yang datang bersama pasangan mereka. Changmin memperhatikan kedua pasangan tersebut. Kedua pasangan itu sepertinya sedang memilih cincin untuk pertunangan atau bahkan pernikahan mereka. Hal itu membuat Changmin jadi memikirkan pernikahannya sendiri.

Walaupun Choi Daehan memberikan waktu satu tahun untuk mencari calon istrinya sendiri, tapi Changmin sudah merasa begitu putus asa. Walaupun Siwon mengatakan Changmin jauh lebih baik darinya yang tidak pernah mempunyai hubungan apapun dengan seorang wanita, tapi hubungan terakhir Changmin sudah lama sekali. Mungkin ketika dia masih di universitas. Heck, Changmin lulus universitas sudah tujuh tahun lalu. Jadi, mungkin hubungan terakhirnya sekitar delapan atau sepuluh tahun lalu.

Tak lama seorang pegawai datang menghampiri Changmin dengan membawa sebuah kotak berwarna hitam –pesanan Siwon untuk Kyuhyun. Pegawai itu menaruh kotak tersebut diatas meja counter kaca dan menyodorkannya kearah Changmin, seolah mempersilakan Changmin untuk memeriksanya.

Well, Changmin memang sedikit penasaran dengan apa yang akan Siwon berikan pada Kyuhyun. Ketimbang dia bertanya pada Siwon, lebih baik Changmin melihat isi kotak tersebut.

Changmin menarik nafas dan membuka kotak hitam tersebut. Namun, dia sedikit mengerutkan kening ketika apa yang ia lihat bukanlah seperti pemikiran sebelumnya.

“Sebuah jam tangan?”

Pegawai itu mengangguk. “Tuan Choi memesan jam tangan dengan design khusus. Sebenarnya jam tangan itu sudah lama dipesan oleh Tuan Choi, tapi dua hari lalu Tuan Choi meminta sedikit perubahan pada design jam tangannya. Apa ada masalah Tuan Shim?”

Changmin menutup kotak hitam tersebut lalu menggeleng. “Tidak ada masalah. Tolong dibungkus.”

Pegawai itu lalu mempersiapkan kotak itu untuk dibawa oleh Changmin. Changmin sendiri menghela nafas untuk kesekian kalinya.

Well, kurasa Siwon masih cukup waras untuk tidak melamar Kyuhyun di saat seperti ini.

*****

Kyuhyun menutup pintu gerbang dan menghela nafas ketika ia melihat Siwon sudah berada di depan rumahnya dengan memasang senyuman lebar. Kyuhyun memperhatikan sekitar rumahnya, tapi dia tidak melihat mobil yang biasa digunakan oleh Ahn Soo dan Shin Hwan. Siwon sedikit mengernyit ketika melihat Kyuhyun memperhatikan sekitar rumahnya.

“Kau mencari apa?” tanya Siwon.

Kyuhyun kembali menatap Siwon. “Kau sendirian? Tidak datang bersama dua bodyguard itu?”

“Oh. Hari ini aku meliburkan mereka. Toh, seharian ini kau akan bersamaku. Masuklah ke mobil,” ucap Siwon.

Kyuhyun menyentuh lengan Siwon ketika ia hendak beranjak memasuki mobil. Tapi dengan cepat Kyuhyun menarik kembali tangannya dan memasukkan kedalam saku mantelnya yang berwarna coklat muda. Kyuhyun masih sedikit canggung, walaupun hubungan mereka sudah satu tingkat lebih intim dari sekedar hubungan pertemanan. “Kita mau kemana?” tanyanya singkat.

Siwon kembali tersenyum. “Ke suatu tempat.”

Ketika Kyuhyun tidak mengatakan apapun atau bergerak dari posisinya, Siwon berjalan menuju sebelah kanan mobilnya dan membukakan pintu penumpang untuk Kyuhyun. “Aku sedang tidak ingin berada di rumah karena Eomma mengundang seseorang yang akan dijodohkan untukku. Pergi ke rumah Changmin bukanlah tempat yang tepat untuk melarikan diri. Jadi, satu-satunya yang terpikir olehku adalah dirimu. Kita bisa pergi kemana pun untuk seharian ini. Aku sudah mematikan ponselku setelah mengirim pesan padamu tadi, jadi tidak akan ada orang yang bisa menghubungiku. Aku mengajakmu pergi, tapi kau bebas memutuskan untuk ikut atau tidak.”

Kyuhyun masih menatap Siwon dengan lekat. Siwon telah jujur padanya, seperti pembicaraan mereka di apartment Siwon. Kyuhyun merasa ada sensasi aneh di perutnya ketika Siwon mengatakan Yoojin mengundang seseorang yang akan dijodohkan dengan Siwon. Ini mungkin salah satu dari ribuan cara yang disebutkan oleh Yoojin ketika mereka bicara.

Aku sudah memberikan jawaban, maka ini adalah jalan harus aku tempuh. Bersama Siwon.

Kyuhyun menarik nafas lalu berjalan mendekati Siwon. Dengan keyakinan, Kyuhyun lalu memanjat masuk mobil dan membiarkan Siwon menutup pintunya. Siwon kemudian bergegas menuju pintu sebelah kiri. Kyuhyun memasang seatbelt dan menatap Siwon yang baru saja memanjat masuk.

Siwon tersenyum padanya. Kyuhyun membalas senyuman itu.

Siwon lalu memasang seatbelt dan menyalakan mesin mobilnya. Kemudian melajukan mobilnya meninggalkan rumah Kyuhyun.

*****

Joonmyeon akhirnya diperbolehkan turun dari tempat tidur. Well, sebenarnya Joonmyeon sudah cukup sehat sejak dua hari terakhir, tapi pamannya meminta Joonmyeon untuk tetap berada di tempat tidur sampai hasil pemeriksaan terakhir keluar. Dibandingkan Joonmyeon mendengar Kakeknya mengeluh padanya, Joonmyeon lebih baik menuruti ucapan pamannya. Hari ini Joonmyeon juga sudah tidak lagi memerlukan IV.

Sudah hampir pukul sebelas. Biasanya orangtuanya akan datang sebelum jam makan siang. Tapi sepertinya hari ini mereka sedikit terlambat. Joonmyeon tidak mempermasalahan, hanya saja dia merasa sedikit kesepian. Dalam dua hari terakhir, Kyungsoo, Baekhyun serta teman-teman sekolah lainnya datang secara bergantian untuk menemaninya, jadi kesepiannya sedikit terobati. Bahkan dokter Ji Changwook datang untuk melihat kondisinya walaupun hanya untuk sepuluh menit.

Yang Joonmyeon kecewakan adalah Yifan tidak pernah datang lagi.

Sara mengatakan kalau Yifan sedang mengurus sesuatu di rumah. Joonmyeon menyadari ekspresi sedih Sara ketika Joonmyeon bertanya mengenai Yifan. Jadi setelahnya, Joonmyeon tidak bertanya lagi mengenai kenapa Yifan tidak mengunjunginya di rumah sakit.

Joonmyeon harus sedikit mengakui kalau dia merindukan Yifan.

Joonmyeon menghela nafas panjang dan memperhatikan taman rumah sakit. Cuacanya cerah sekali, bahkan salju sudah tidak pernah turun lagi. Joonmyeon ingin sekali keluar kamar rawatanya dan pergi ke taman untuk menghirup udara segar, tapi saat kemarin Joonmyeon bertanya pada pamannya, beliau bilang suhunya masih cukup dingin bagi Joonmyeon. Tapi pamannya mengatakan kalau hari Senin, udaranya sudah lebih hangat, Joonmyeon diperbolehkan pergi ke taman untuk beberapa jam.

Joonmyeon kembali ke tempat tidurnya dan melihat bunga Hyachitus dari Yifan. Ia menjadi teringat dengan pembicaraannya dengan Kyungsoo, kemarin.

“Kurasa kau perlu bertanya lagi pada Yifan mengenai status kalian. Walaupun kau bilang dia terdengar sangat yakin dengan keputusannya, tapi dia tidak pernah datang mengunjungimu lagi, bukan? Setidaknya dia perlu datang dan mulai melihatmu sebagai saudara. Jika dia menghindarimu seperti ini pun, hubungan kalian akan lebih canggung nantinya. Itu malah akan membuat orang tua kalian bertanya.”

“Aku tahu. Tapi aku rasa dia perlu waktu sendiri. Selama ini, dia menyukaiku. Seorang diri. Dengan situasi yang cukup rumit diantara kami. Aku tidak akan meminta lebih banyak lagi darinya. Keputusannya untuk melupakan perasaannya padaku… Hahh, aku sangat bersyukur dia mengambil keputusan itu, Soo.”

“Kau yakin, itu adalah keputusan yang terbaik, Joon? Aku tidak akan menarik ucapanku sebelumnya. Mengenai Yifan.”

“Ucapanmu mengenai tidak akan ada orang yang bisa mencintaiku lebih besar dari Yifan? Kurasa itu benar. Aku tidak akan pernah menemukan orang itu, tapi setidaknya aku bisa menemukan orang yang akan kucintai sama besarnya dengan dia mencintaiku. Aku hanya berharap Yifan tidak lagi menderita karena perasaannya padaku.”

“Tapi kau tahu, penderitaannya tidak akan pernah hilang. Karena dia tidak akan pernah bisa melupakanmu. Karena kau adalah saudaranya, Joon.”

Joonmyeon menarik nafas berat. Kalimat terakhir yang diucapkan oleh Kyungsoo dalam perbicaraan mereka kemarin terus teringang dalam pikiran Joonmyeon.

Aku adalah saudaranya. Itu artinya kami akan terus bertemu. Dan karena kami terus bertemu, Yifan akan terus merasakan penderitaannya.

Joonmyeon menutupi sebagian wajahnya dengan telapak tangan kanannya sembari terus bernafas dengan teratur. Pamannya sudah memberi peringatan agar Joonmyeon tidak terlalu banyak memikirkan hal-hal berat atau otaknya akan mengalami shock. Well, Joonmyeon tidak banyak tahu mengenai hal-hal kedokteran, tapi ia lebih baik menuruti ucapan dokternya.

Kemudian Joonmyeon berbaring diatas tempat tidur dengan lengan kanan menutupi matanya.

“Rasanya masalahku tidak pernah selesai,” gumamnya.

*****

Kyuhyun memperhatikan sekeliling. Siwon membawanya ke taman kota dekat sungai han. Karena hari ini adalah hari Minggu, jadi cukup banyak orang yang datang. Kyuhyun merasa jauh lebih gugup dibandingkan ketika dia merasa gugup saat bersama Siwon pada hari-hari sebelumnya. Mungkin karena status mereka yang kini sudah jauh berbeda dan mereka berdua sedang berada di tempat umum, dimana banyak orang yang akan memperhatikan.

Kyuhyun menatap Siwon yang menghampirinya setelah mengunci mobil. Siwon membawa sebuah syal dan memakaikanya pada Kyuhyun. “Suhunya masih dingin. Walaupun kondisimu sekarang sudah jauh lebih baik, tapi aku tidak akan mengambil resiko apapun,” ucap Siwon.

Kyuhyun mengumamkan ucapan terima-kasih. Syal itu milik Siwon, karena Kyuhyun bisa mencium aroma yang sama setiap kali dia berdekatan dengan Siwon. Mungkin keluarga Choi memakai pewangi pakaian yang cukup mahal hingga wangi pakaiannya tidak mudah hilang. Atau Siwon menyemprotkan parfume mahal ke semua pakaiannya. Kemungkinannya hanya dua itu saja.

Kyuhyun merapatkan syal Siwon hingga menutupi sebagian wajahnya. Siwon tersenyum tipis dan mulai berjalan. Kyuhyun mengikutinya. Mereka tidak saling berpegangan tangan, sebaliknya Siwon dan Kyuhyun menyembunyikan kedua tangannya di saku mantel mereka masing-masing.

Untuk satu itu, Kyuhyun juga sangat bersyukur. Setidaknya Siwon menyadari bahwa walaupun hubungan mereka mungkin adalah hubungan romantis, tapi mereka tidak perlu memperlihatkannya dihadapan banyak orang. Terlebih dengan status sosial mereka di masyarakat.

Choi Siwon, sebagai pewaris perusahaan besar. Cho Kyuhyun, sebagai pengacara handal yang terkenal.

Siwon dan Kyuhyun terus berjalan menyusuri jalan taman tanpa banyak bicara. Sesekali Siwon bertanya apa Kyuhyun merasa kedinginan, lapar atau lelah dan jawaban Kyuhyun hanya gelengan kepala.

Siwon memperhatikan Kyuhyun dengan lekat. Kyuhyun terlihat tidak nyaman karena dia terus menarik syal hingga menutupi sebagian wajahnya. Selain itu, Kyuhyun juga lebih sering memperhatikan sekitar mereka. Well, Siwon tentu tidak buta. Saat mereka berjalan, tentu saja orang lain yang berpapasan dengan mereka mengenali Siwon.

Siwon menghela nafas. Mungkin tidak seharusnya dia membawa Kyuhyun ke tempat umum seperti ini.

“Kau ingin pergi ke tempat lain? Tempat dimana tidak banyak orang yang akan memperhatikan kita?” tanya Siwon.

Kyuhyun melirik Siwon. “Tidak. Tidak apa-apa. Kau ingin pergi ke tempat lain?” tuturnya dari balik syal.

Sontak Siwon berhenti tepat dihadapan Kyuhyun. Ia menatap kekasihnya dengan serius. Tangan kanan Siwon terulur untuk menarik sedikit syal yang menutupi wajah Kyuhyun hingga Siwon bisa menatap Kyuhyun sepenuhnya. “Kau merasa tidak nyaman?”

“Sedikit.”

Siwon tersenyum tipis. Setidaknya Kyuhyun menjawab dengan jujur. Kemudian ia mengeluarkan tangan kiri Kyuhyun dari saku dan menggengamnya erat. Kyuhyun terlihat terkejut tapi Siwon bersyukur karena Kyuhyun tidak berusaha menarik tangannya.

“Maaf, mungkin ini terlalu cepat. Tapi aku tidak ingin merasa menyesal di kemudian hari karena tidak menghabiskan waktu denganmu,” ucap Siwon dengan suara pelan. Dia tidak ingin orang lain mendengar percakapan mereka.

Kyuhyun sedikit mengernyit. “Apa maksud ucapanmu, Siwon?”

“Untuk saat ini, kita mungkin masih bisa bertemu. Tapi aku tidak akan menyangkal kalau pada akhirnya kita akan jarang bertemu. Aku tahu bagaimana pekerjaanmu, kau tahu bagaimana pekerjaanku. Jadi, disaat aku bisa bertemu dengan leluasa, aku ingin membuat kenangan bersamamu. Itu terdengar begitu…. sangat tidak “Choi Siwon” bukan?” tukas Siwon.

Kyuhyun sedikit tertawa dan mengangguk. “Iya, terdengar aneh. Apalagi kau yang mengatakannya.”

“Hahh…. Ini sulit sekali. Bahkan jika Changmin atau adikku yang mendengarnya, mereka akan mengatakan bahwa aku membutuhkan seorang dokter.” Siwon lalu melepaskan tangan Kyuhyun dan menarik nafas panjang. Dia tidak ingin membuat Kyuhyun merasa semakin tidak nyaman dihadapan publik –bahkan jika mereka hanya saling berhadapan seperti sekarang.

“Aku tahu bahwa ini juga berat untukmu. Tapi kita menjalaninya bersama, jadi jika kau mengalami masalah, jangan sungkan untuk bicara padaku. Mengerti?”

Kyuhyun memasukkan kembali tangan kirinya kedalam saku. Ia tersenyum dan mengangguk. Hubungan ini, mereka berdua masih sangat canggung untuk menjalaninya. Tapi semua ucapan dan sikap Siwon padanya membuat hubungan tersebut sedikit lebih mudah. Mungkin jika Kyuhyun juga bersikap seperti ini pada Haesa, dirinya tidak akan dicampakkan begitu saja.

Tapi itu adalah masa lalu. Kyuhyun tidak lagi bersama dengan Haesa. Kini dia tengah bersama Siwon. Jadi, Kyuhyun harus membiasakan diri untuk memandang pria itu.

Siwon tersenyum dan menarik syal itu lagi hingga menutupi sebagian wajah Kyuhyun yang terlihat pucat. Mungkin karena udara dingin hingga membuat warna wajah Kyuhyun terlihat jauh lebih pucat.

“Ayo, kita makan siang.”

*****

Saat melihat Yifan datang bersama orangtua-nya, Joonmyeon hanya tersenyum tipis. Sara mengatakan kalau Yifan ingin mengatakan sesuatu pada Joonmyeon, karena itu dia datang ke rumah sakit. Joonmyeon memperhatikan ekspresi kedua orangtuanya yang cukup sedih. Kemudian Sara dan Junhyeok meninggalkan Joonmyeon berdua dengan Yifan, agar mereka bisa bicara dengan leluasa.

Yifan berdiri didekat tempat tidur dan menatap Joonmyeon. Ia tersenyum melihat kondisi Joonmyeon yang jauh lebih sehat dibandingkan terakhir-kali dia datang. “Kau terlihat lebih baik,” ucapnya.

“Ada apa? Kenapa Appa dan Mom terlihat sedih?”

Yifan menarik nafas panjang. “Aku akan kembali tinggal di dorm.”

“Ke-kenapa?”

“Aku sudah mengatakannya pada Mom, bahwa aku adalah homoseksual. Tapi aku tidak mengatakan bahwa aku menyukaimu. Aku tidak akan pernah bisa mengatakannya dan sebaiknya kau juga tidak mengatakannya pada siapapun,” tutur Yifan.

Awalnya Yifan tidak tahu bagaimana memberitahu Joonmyeon. Tapi setelah dia melihat wajah Joonmyeon, ucapan itu keluar begitu saja. Kini, Yifan merasa bahwa hampir semua beban dibahunya telah terangkat. Namun, beban dalam hatinya masih akan terus berada disana.

“Yifan…”

“Bukan karena alasan itu aku kembali tinggal di dorm. Itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan alasanku. Aku hanya ingin lebih fokus untuk ujian akhir dan persiapan untuk UAL. Mom dan Appa masih merasa alasanku masih belum cukup kuat, tapi jika aku mengatakan alasan terbesarku mereka…” Yifan kembali menarik nafas panjang. Ia berusaha untuk tetap tersenyum.

“Aku melakukannya untukmu, Joonmyeon. Sesuai dengan ucapanku sebelumnya, jika kau sadar maka aku akan berusaha menghilangkan perasaanku padamu dan menganggapmu sepenuhnya sebagai saudara tiriku. Untuk alasan itu, aku memilih kembali tinggal di dorm sampai kelulusan nanti.”

Yifan kemudian duduk di tepi tempat tidur. Ia menatap Joonmyeon dengan lekat, seolah ia ingin merekam wajah Joonmyeon dalam ingatannya. Yifan menyentuh pipi Joonmyeon dengan sedikit berhati-hati.

“Aku perlu waktu untuk membiasakan diriku menyebutmu sebagai saudara. Bagaimana pun juga, aku sedikit tidak terima kalau kau lebih tua enam bulan dariku. Aku tidak ingin memanggilmu dengan sebutan hyung. Itu terdengar begitu aneh. Kim Joonmyeon, pemuda yang dulu kusukai kini menjadi hyung-ku,” gumam Yifan.

Joonmyeon meraih tangan Yifan dari wajahnya. Ia menarik nafas panjang dan sedikit menunduk menatap tangan besar Yifan di kedua tangannya. Tangan Yifan yang begitu hangat. Inilah yang diinginkan oleh Joonmyeon. Mereka berdua akhirnya menyadari bahwa status hubungan diantara mereka hanyalah sebagai saudara.

Joonmyeon harusnya merasa senang.

“Apa kau akan sering pulang?” tanya Joonmyeon pelan.

Yifan memperhatikan Joonmyeon yang masih menunduk, memperhatikan tangannya. “Eoh. Mom membuatku berjanji untuk pulang setiap akhir minggu. Appa juga menegaskan kalau aku harus pulang setiap akhir minggu.”

“Itu bagus. Kau harus menepati janjimu,” gumam Joonmyeon.

Yifan menarik nafas panjang. Kemudian ia memeluk Joonmyeon dengan erat. Yifan tahu bahwa dia tidak seharusnya melakukannya, karena itu hanya membuat Yifan merasa jauh lebih kesulitan untuk melepaskan perasaannya. Tapi ini untuk yang terakhir kalinya.

Yifan mengusap lembut punggung Joonmyeon. Ia menarik aroma tubuh Joonmyeon dalam-dalam. Joonmyeon mempunyai aroma tubuh yang begitu menenangkan. Mungkin Yifan akan mencari aroma parfume yang sama yang sering dipakai oleh Joonmyeon.

“Aku tidak jauh darimu, Joonmyeon. Aku akan selalu ada untukmu. Sebagai saudaramu,” bisik Yifan.

Kemudian Yifan melepaskan pelukannya dan menatap wajah Joonmyeon. Yifan kembali tersenyum pada Joonmyeon.

“Apa kau sudah makan siang?”

*****

Siwon menyuruh Kyuhyun untuk mencari meja sedangkan dia yang akan memesan makanan di meja counter. Siwon mengajak Kyuhyun pergi makan siang di salah satu restaurant dimana ia dan Changmin serta sepupu-sepupu mereka lain kunjungi. Setelah memastikan Kyuhyun memasuki area lebih dalam dari restaurant tersebut, Siwon menuju counter dan memesan makanan untuk mereka berdua. Setelah membayar dan mengambil nomor pesanan, Siwon mencari dimana Kyuhyun duduk.

Siwon menemukan Kyuhyun dibagian paling belakang area dining yang cukup private. Diantara meja yang Kyuhyun tempati, Siwon hanya melihat ada dua meja lainnya yang terisi dengan jarak sekitar empat meja dari posisi meja Kyuhyun. Sepertinya untuk hari ini restaurant tidak banyak dikunjungi. Di bagian depan dining, Siwon juga hanya melihat sekitar enam meja lainnya yang terisi.

Siwon berjalan mendekati meja Kyuhyun dan ia memilih duduk di samping Kyuhyun.

“Kau pesan apa?” tanya Kyuhyun.

Siwon memberikan struk pesanannya. Kyuhyun membaca struk tersebut dan menggumam pelan. Setidaknya Siwon tidak memesan sesuatu yang membuatnya alergi. Kyuhyun mengeluarkan ponselnya dan melihat Ahra mengiriminya beberapa pesan. Kyuhyun membaca pesan-pesan tersebut dan hanya membalas satu pesan. Setelah terkirim, Kyuhyun menaruh ponselnya diatas meja. Tak lama seorang pelayan datang dengan membawa minuman untuk mereka berdua. Kyuhyun mengucapkan terima kasih dan pelayan itu pergi.

Suasananya menjadi sunyi.

Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskannya lewat mulut. Siwon meliriknya dan tersenyum. Hubungan mereka memang sudah lebih jelas, namun situasinya masih canggung. Tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Siwon kemudian menyandarkan punggungnya dan memandangi Kyuhyun.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun yang sadar bahwa Siwon tengah memperhatikannya.

Siwon mendekatkan pada telinga Kyuhyun dan berbisik. “Aku tidak tahu apakah kau pernah menyadarinya, tapi kau terlihat… uhm? Beautiful?”

Kyuhyun mengernyit menatap Siwon. “Kau pasti bercanda.”

“Apa aku terlihat sedang bercanda? Aku serius, Kyuhyun. Kau harus lebih sering memperhatikan dirimu sendiri dan kau pasti akan setuju denganku,” tutur Siwon.

Kyuhyun mendengus lalu menyeruput ice tea orange yang dipesankan Siwon untuknya. Namun, ia hampir tersedak ketika Siwon tiba-tiba menyentuh rambutnya dekat telinga sebelah kiri. Kyuhyun dengan cepat menjauhkan kepalanya dari tangan Siwon dan menaruh gelas minumannya kembali diatas meja.

“Choi Siwon!!”

Siwon tertawa kecil. “Kurasanya ini jauh lebih baik, bukan? Dibandingkan dengan suasana canggung.”

“Suasananya tidak begitu buruk.”

Kali ini Siwon yang mengdengus. “Itu yang baru kusebut dengan bercanda, Kyuhyun. Kau tahu, orang lain jika memperhatikan akan mengatakan bahwa ada “sexual tension” diantara kita berdua. Bersikaplah tenang karena kita hanya makan siang. Bukan berarti setelah ini aku akan mengajakmu ke hotel. Atau apartmentku.”

Kyuhyun menahan nafasnya untuk beberapa detik sebelum dia kembali bernafas. Kyuhyun tahu mungkin Siwon hanya bercanda –untuk kalimat terakhir yang diucapkannya. Tapi tetap saja, itu malah membuat Kyuhyun semakin tegang.

Siwon sedikit tersenyum melihat ekspresi Kyuhyun. “Kau benar-benar percaya kalau aku akan membawamu kesana?”

Kyuhyun melirik Siwon dan menghela nafas berat. “Jangan bicara seperti itu, Siwon. Walaupun kau hanya bermaksud sebagai candaan. Aku tidak menyukainya.”

Senyuman Siwon menghilang. Kini ia memperhatikan Kyuhyun lebih lekat. Siwon bisa melihat Kyuhyun merasa tidak nyaman dengan ucapannya. Mungkin Kyuhyun pernah mengalami sesuatu di masa lalu dan hal itu membuatnya trauma. Sama halnya seperti Kyuhyun trauma dengan ice-rink.

Oh, Shit!

“Kyuhyun, maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu merasa…. Oh, ya Tuhan. Aku minta maaf, ya.”

Kyuhyun menatap Siwon dan mengangguk. “Dulu, aku pernah menangani kasus tentang pelecehan seksual terhadap seorang anak berusia sepuluh tahun. Polisi menangkap pelakunya dan aku harus bertemu dengan pelakunya beberapa-kali sebelum persidangan. Itu… Itu bukan pengalaman yang menyenangkan, Siwon. Terlebih kau….” Kyuhyun menarik nafas. “Maaf, aku tidak seharusnya bereaksi seperti itu. Kau juga tidak mengetahuinya. Jadi, tidak apa-apa. Aku juga minta maaf.”

Siwon ingin sekali memeluk Kyuhyun saat ini tapi Kyuhyun tidak akan menyukai tindakannya. Jadi, Siwon hanya meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya dengan erat dibawah meja. Kyuhyun bernafas dengan teratur. Sentuhan tangan Siwon sedikit membantunya menjadi lebih tenang. Kyuhyun memejamkan matanya selama sepuluh detik dan terus bernafas dengan teratur.

Beberapa menit kemudian, sebelum makanan mereka tiba, Kyuhyun sudah jauh lebih tenang.

Kyuhyun menatap Siwon dan mengangguk. “Aku tahu kau pernah mengatakan bahwa kita harus saling jujur. Tapi kau perlu tahu bahwa ada beberapa hal yang tidak akan pernah aku bisa ceritakan secara jujur padamu. Aku hanya ingin kau bisa memahaminya dan tanpa memberikan banyak pertanyaan. Karena aku tidak mungkin bisa menjawabnya, Siwon.”

“Baiklah, aku mengerti. Jika itu berkaitan dengan kasus-kasus yang pernah kau tangani, maka aku tidak akan banyak bertanya. Tapi aku perlu tahu tenang permasalahan yang kau alami. Trauma-mu. Aku mungkin saja akan melakukan kesalahan lagi. Seperti saat aku mengajakmu ke ice-rink atau bahkan hari ini. Setidaknya aku perlu tahu apa yang pernah kau alami sebelum kita bertemu. Okay?” tutur Siwon.

Kyuhyun memandang Siwon dengan serius lalu mengangguk.

*****

NOTE: Well, jika nemu typo tolong dimaafkan. Part kemarin ada sedikit typo, walaupun udah di proofread. Mianhae…

Err… untuk part 35 ini, menurutku sih udah agak lumayan. Tapi karena kebanyakan couple, jadi porsinya makin sedikit. Hahhh… dilemma

Sebenarnya aku sekalian mau nge-post The Day We Felt The Distance part 2, tapi ketiduran jadinya belum selesai. Mungkin nanti ya.. Hehehehehe….

Sepertinya itu saja… aku bingung mau nulis apa lagi

ah!!! dokumen Scarface di Ms. Word aku sudah mencapai 500 halaman!! Hahahahaha… apa ajah coba itu isinya ampe 500 halaman gitu??? ^^; /gak penting juga ditulis di NOTE

Music: So Cold by Henry, Siwon, Donghae & Eunhyuk

Advertisements

28 thoughts on “[SF] Scarface Part 35

  1. Yeah!!!dan saat ini semua keadaan jauh lebih terlihat lebih baik,,.WonKyu..Yifan-Joonmyun..Haneul-Changwook.Dan untuk Changmin..semoga ia segera mendapatkan kepastian cintanya itu.

    Jeongmal gumawo eonni..walau momment mereka terasa dikit2 karna bnyak couple.Aq rasa tidak masalah asal ga ngegantung akut saat TBC kkkkk.

    Fighting eonni!!!

  2. Suasana sedih masih kental di pasangan KrisHo. Untuk WonKyu masih canggung aja 😀
    Pasangan dokter juga sudah mulai membaik. Hihihi
    Sepertinya dari ketiga pasangan di atas, yang paling muda untuk saat ini yang paling menderita ya :’)
    Sara hebat! Menerima Yifan apa adanya, tapi ya kecewa memang gak bisa dipungkiri. Sara & Yifan menyembunyikan masalah orientasi seksual Yifan dari Junhyeok kan? Kira-kira kalau Junhyeok tau gimana ya? :’)

    Menunggu kisah WonKyu sama orangtuanya. Dan Choi Daehan masih belum melakukan apapun, aku penasaran apa yg akan dilakukan Kakek Choi itu. Ditunggu kelanjutannya kak ^^

  3. Waaw ~ seenggak nya reaksi Jinri ga seburuk sma reaksi umma nya ya,jdi Siwon udh lega soal itu.
    naah tinggal ortu nya Kyu aja nih yg blm tau :3
    wkwk aku jg mikirnya perhiasan yg mau dikasih sma Siwon itu cincin atau apa gitu,pkoknya sma apa yg dipikirkan sma Chwang :v
    tau2 trnyata cma jam tangan lol
    aah Kyu disini bkin greget iih,canggung amat.
    aku tau sbenernya Siwon sbenernya kecewa sma sikap Kyu,tpi dia hanya mencoba mengerti sma konidisi Kyuhyun.
    dripada dia kehilangan Kyuhyun kan lbh baik bgitu? hehe
    Yifan bakal tinggal di dorm,apa lg Joon udh sadar sma prasaan nya ya? waah bakal LDR-an nih haha
    yossh ditunggu next sma ff lain nya Ra ^^
    fighting!!

  4. yeeeeee udah update….senengnya aku …hahaha
    wonkyu kencan ni…walaupun masih canggung di tmpt umum…jadi wonkyu nanti kalau mau kncan lagi, di tempat yg sepi aja yaa..hehe..duhh ada yg ngintai kyu ya?…ada musuh ya?..hehe
    terimakash kakak udah update lagi…semangat buat update lanjutannya yaaa..fighting…B-) 😀 ..aku tunggu wonkyu nya…hehe:-D

  5. Lucu banget sama hubungan baru wonkyu, memang terasa canggung, tapi siwon selalu memberikan efek tersendri untuk kyu 🙂

    Chwang semangat pasti bisa menemukan jodoh nya,,hehe…
    Semua couple happy 😀

  6. suka baca fanficnya andiera.bahasanya enak..nyaman bacanya,dan selalu dinanti updatenya. Trutama fanfic wonkyu in real life tp andiera jdiin hayalan yg rasanya beneran. Good job,

  7. Manis banget sih mereka… tapi hubungan mereka memang akan berjalan seperi ddangkoma… lamaaaaa.., mungkin akan lama bisa lihat wonkyu love dovey! Hanky panky disini.. gak tau deh itu kapan terjadi… haaaahhhh…
    Dan kyukyu kamu kasian sekalj punya banyak trauma…

  8. senengnya kak diera update cpat,,melegakan mlihat tnggapan jinri.wonkyu kencan,wow…tu bgus biarpun msih rda kku end malu”kyuhyun sprtinya pnya riwanyat trauma yg lain lgi,,moga ” siwon sbar mnghadapinya.

  9. reaksi jinri ternyata di luar dugaan ku kira dia akan marah besar sama siwon karena dia juga punya perasaan sama kyu…. heheh akhirnya jinri menyetujuinya…
    krisho kasian… semoga yang terbaik untuk hubungan mreka yang cukup sulit…
    untuk chang wook dan haneul heheh semakin dekat ajah…
    untuk pasangan wonkyu masih canggung ajah… tp terlihat nyata…. kelakuan kyuhyun dan siwon kayaknya nyata sekali dan gak dibuat2…

    makasi diera eonni… seneng bangettt lihat eonni update 2 ff sekaligus. makasi… fighting diera eonni…

  10. Ny choi trnyata belum mnyerah jg buat relain siwon dengan kyu..
    Aku brharapnya sih smoga aja siwon ataupun kyu ga bkalan nyerah jg buat prtahanin hbungan mreka biarpun bnyak yg ga suka nantinya

    kyu punya trauma apa aja sih? Kyknya bukan sekedar yg kmaren/?
    Dsini emg kliatan klo siwon yg jauh lebih brusaha tntng hbungan mreka… Sedangkan kyu kliatan msih rada antara malu” sama kaku gitu deh mngkin blm terbiasa… Tp kesannya jd kliatan kyk berat sbelah/?
    Siwon yg terlalu berusaha untuk dekat dan kyu yg terima” aja dngan apa yg dilakuin siwon -,-
    aku ga tau smpai kapan mreka brtahan klo hbungan nya msih skak dsitu” aja… Pngen liat wonkyu yg slalu lovey dovey ituloh (ntah bkalan ada di chap brp nanti mngkin msih lama jg) :3 😀

    okelah lanjut kak…

  11. Wow….
    Cukup mengejutkan Jinri g histeris setelah mendengar pengakuan Siwon.

    Dan Siwon kayakny bahagia banget yah sma Kyu ♥.♥
    Btw, g ada kah konflik yg wow buat WonKyu, eonni? Krn kayakny masih adem ayem aja. Hhehe…

  12. Cuma couple dokter yang hubungannya sudah mulai terbuka…salung menggoda..suka sama love dovenya dan hub wonkyu masih canggung yaa…pengen lebih mesra lagi dong Diera..hehe…lanjut

  13. hahaha…
    duh siwon menolak bertemu calonnya akhirnya ketemuan sama pacar
    bener2 menarik..
    dan jinri oh makasih banyak karena dirimu mnegerti oppamu itu
    tidak trlalu membebankan bagi siwon..
    hanya yang menajdi masalah dalam keluarganya adalah ibunya sendiri..
    jika di keluarga kyu tentunya kedua orang tua kyu..
    tetapi sebelum itu harus membuat suasana hubungan mereka lebih tenang dulu tidak secanggung kencan sekarang ini.. karena perjuangan mereka masih panjang dan berat, jika masih terus canggung kan lebih baik tidak dilanjutkan…

  14. yeeee pori wonkyu di chapter ini lebih byk aku senang deh semoga wonkyu gak berpisah karna byk yg gak setuju dgn hubungan mereka

  15. Hbngan wonkyu msh canggung,,,pi mrka bs sm2 terbuka dn jujur itu lbh baik,,,tnggal nunggu wktu yg tepat aja mrka bs lbh santai,,mesra dn manis manisan…heheheheh

  16. makasij jinri yang selalu ngedukung siwon hehe seneng deh liat progress hubungan wonkyu smg kalian ttp bahagia dan bersama dalam menghadapi segala rintanga. Ea. Hahaha
    Buat yifan…. Yang tabah ya om 😭 Km pst bisa melewati ini semua hehehe

  17. Hubungan wonkyu semakin lbh baik mskipun msh ada rasa canggung, dan utk krisho sekrang sprtnya melangkah mundur. Lalu changmin, apa dia akan tetap berusaha dan mendapatkan cintanya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s