[SF] Scarface Part 31 – additional part

tea

31 – additional part

Mata Kyuhyun terbuka secara perlahan. Dia menarik nafas dan menghembuskannya dengan teratur. Untuk beberapa menit, Kyuhyun diam dalam posisi tidur dengan memeluk bantal. Ia berkedip beberapa-kali untuk memfokuskan pandangannya. Untuk sementara dia berpikir bahwa Heechul pasti membawanya pulang. Well, Kyuhyun tentu ingat kalau dia minum banyak sekali –itu pun salah Heechul. Namun, dia merasa aneh.

Kamarnya bukan seperti kamarnya.

Selain bantal dan tempat tidur yang terasa begitu berbeda, Kyuhyun juga merasa ada sesuatu yang berbeda dari kamarnya. Entah, tapi Kyuhyun seperti mencium bau cologne yang selalu dipakai oleh Siwon. Dan itu sangat aneh, karena Kyuhyun tidak memakai cologne dengan merek yang sama.

Kyuhyun menarik nafas perlahan dan mengeliat diatas tempat tidur yang empuk tersebut.

“Lalu apa kau juga menyukai Choi Siwon?”

“Ung? Menyukai Siwon? Sedikit… hic… hehehehe…. Tapi…”

“Tapi?”

“Jika aku menyukai… hic… Siwon dan pernah menyukai Haesa, hic… apakah itu normal hyung?”

Kyuhyun memejamkan matanya. Bahkan dalam keadaan setengah sadar, Kyuhyun masih bisa mengingat sebagian pembicaraanya dengan Heechul. Well, Kyuhyun benar-benar menyalahkan Heechul dalam hal ini. Sepupunya itu selalu membuatnya mabuk terlebih dahulu sebelum bertanya masalah yang ditutupi oleh Kyuhyun. Cara itu selalu berhasil karena Kyuhyun selalu menuruti ucapan Heechul yang menyuruhnya untuk minum.

Kyuhyun mengerang kesal lalu menutupi wajahnya dengan bantal tersebut.

Beberapa detik kemudian Kyuhyun menyingkirkan bantal itu dari wajahnya dan sontak bangun. Kyuhyun memperhatikan ke-sekeliling ruangan tersebut, ruangan yang bukan kamarnya. Kyuhyun mungkin masih setengah mabuk, tapi dia tahu bahwa dia tidak pernah mempunyai cologne dengan merek yang dipakai oleh Siwon. Jadi, satu-satu penjelasan yang masuk akal adalah…

Kyuhyun menjambak rambutnya ketika dia menyadari bahwa kamar itu adalah kamar di apartment Siwon.

Kyuhyun memang baru sekali melihat kamar ini, tapi dia tidak mudah melupakan detail tertentu. Terlebih dengan bau khas cologne itu. Kyuhyun mengerang tertahan. Dia menggigit bibirnya.

“Apa kedua orang itu yang membawa-ku kesini?” gumamnya.

Kyuhyun mendesah sebal. Jika dia mabuk, seharusnya Heechul mengantarkannya pulang atau menyuruh kedua bodyguard keluarga Choi itu membawanya pulang. Tapi kenapa Kyuhyun harus berada di kamar apartment Siwon? Kenapa tidak ke rumahnya? Tapi jika Kyuhyun pikir lagi, kalau Kyuhyun kembali pulang dalam keadaan mabuk, kakaknya pasti akan bertanya hal-hal yang tidak bisa dijawab oleh Kyuhyun.

Kyuhyun mengusap wajahnya dan beranjak turun dari tempat tidur tersebut. Namun, saat Kyuhyun menyadari bahwa ada hal lainnya yang berbeda. Pakaiannya. Kyuhyun tidak lagi memakai kemeja serta celana panjang hitam, tapi dia memakai t-shirt yang ukurannya sedikit lebih besar dan celana sweatpants.

“Siapa yang….”

Kyuhyun lalu bergegas keluar dari kamar itu dan menemukan seseorang tengah tertidur di sofa. Kyuhyun menelan salivanya. Dia tahu bahwa kedua bodyguard itu tidak mungkin membawanya ke apartment ini tanpa alasan. Dan tentu saja, alasan terbesarnya adalah Choi Siwon.

“Apa kau memang normal, Kyuhyun?”

“Hyung… Kau menganggapku tidak normal? Hic…”

“Tentu saja, tidak. Siapa yang akan menganggapmu normal jika kau menunggu seorang gadis selama enam tahun yang sama sekali tidak mempunyai perasaan apapun terhadapmu. Tch… Kau bahkan hampir mati karena gadis itu.”

“Itu benar. Kurasa aku memang… hic.. tidak normal. Hehe… Jadi, tidak apa-apa aku menyukai Siwon, hyung?”

“Apa kau sudah mengatakan padanya kalau kau juga menyukainya?”

“Tidak… aku belum mengatakan… hic… apapun padanya. Aku… memintanya untuk menunggu sampai aku menghubunginya. Apa itu salah?”

Kyuhyun memejamkan matanya. Pembicaraannya dengan Heechul kembali terngiang dalam benaknya. Entah dia harus berterima-kasih pada Hyukjae atau dia harus meruntuki temannya yang sangat pemaksa itu untuk bicara pada Heechul mengenai Siwon. Kyuhyun membuka matanya dan kembali memperhatikan Siwon yang tengah tertidur dari posisinya yang sama sekali belum bergerak dari depan pintu kamar.

Heechul mungkin yang menyuruh pria itu datang dan membawa Kyuhyun pergi dari bar. Tapi bukankah Siwon sudah berjanji padanya untuk tidak menghubungi atau bahkan menemuinya sama Kyuhyun memutuskan waktunya. Namun, itu masih bisa ditanyakan Kyuhyun nanti. Karena Kyuhyun mencium aroma makanan, lebih seperti sup yang sedang dimasak. Lalu dia berjalan menuju area dapur dan menemukan meja counter yang terdapat beberapa piring berisi makanan. Kyuhyun juga melihat sebuah panci diatas kompor yang menyala. Kyuhyun mematikan kompor itu.

“Oh?!”

Kyuhyun sontak menoleh. Siwon baru saja terbangun dan hendak mematikan kompor ketika dia melihat Kyuhyun di dapur. Siwon menghela nafas panjang lalu menghampiri Kyuhyun. Namun, Siwon tidak menatap Kyuhyun. Dia malah berfokus pada panci sup.

“Kapan kau bangun? Apa kepalamu terasa sakit? Butuh obat?” tanya Siwon sembari mengaduk sup kimchi yang sudah matang.

Kyuhyun yang berdiri didekat Siwon hanyabisa menatap pria itu dengan lekat. Siwon melirik Kyuhyun setelah dia menutup panci tersebut. “Ini baru pukul tiga, kembalilah tidur. Aku akan segera pergi.”

“Kenapa pergi? Ini adalah apartment-mu,” gumam Kyuhyun.

Siwon menarik nafas perlahan lalu menatap Kyuhyun. “Ini memang apartment-ku. Tapi aku masih ingat pembicaraan kita tadi siang. Kau tidak ingin bertemu dan bicara padaku sampai kau yang memutuskan sendiri. Selain itu, kau lebih membutuhkan apartment ini dibandingkan diriku. Pakaianmu kotor dan sudah kukirim ke laundry. Sebelum kau berangkat kerja, Shin dan Ahn akan mengantarkan pakaian baru untukmu. Dan… hangatkan makanannya sebelum kau makan.”

Siwon lalu berjalan keluar area dapur dan kembali ke ruang tengah untuk mengambil mantel serta ponselnya. Kyuhyun mengikuti pria itu dengan spontan. Bahkan ketika Siwon hendak memakai mantelnya, Kyuhyun menyentuh lengan pria itu.

“Ada apa?” tanya Siwon.

Kyuhyun menarik kembali tangannya dari lengan Siwon. “Kenapa aku ada disini?”

Siwon memakai mantelnya dan mendesah pelan. “Sepupumu yang memanggilku dan menyuruhku membawamu pergi. Dia bilang entah ke hotel atau ke rumahku, asalkan tidak mengantarmu pulang. Dia juga bilang akan memberitahu keluargamu kalau kau menginap di rumahnya. Dibandingkan hotel dan rumahku, apartment ini adalah pilihan yang tepat. Kembalilah tidur, Kyuhyun. Jika kau merasakan sakit, ada kotak obat di kamar mandi.”

“Lalu kau akan pergi sekarang?”

Siwon mengangguk lalu berjalan menuju hallway. Kyuhyun masih mengikuti pria itu sampai foyer dimana Siwon memakai sepatunya.

“Kyu, dengarkan aku. Apa yang kau lakukan pada Siwon sama seperti Haesa lakukan padamu. Haesa membuatmu menunggu dengan penuh pengharapan kalau suatu hari dia akan menerima perasaanmu. Gadis itu membuatmu menunggu selama enam tahun. Dan sekarang kau melakukannya pada Siwon. Secara tidak sadar, kau mungkin menginginkan orang lain merasakan apa yang kau alami sebelumnya. Haesa membuatmu menunggu, jadi kau membuat Siwon menunggumu. Tapi percayalah Kyuhyun, pria seperti Siwon tidak mempunyai kesabaran seperti dirimu.”

Kyuhyun menghembuskan nafas panjang. Dia kembali teringat dengan ucapan Heechul. Tapi bersamaan dengan ikut, Kyuhyun merasakan efek mabuk. Kepala bagian belakangnya seperti dipukul oleh palu besar.

“Kau bilang…”

Ucapan Kyuhyun menarik perhatian Siwon. Dia menatap Kyuhyun yang berdiri tidak jauh dari posisinya. Siwon mengernyit saat memperhatikan ekspresi Kyuhyun yang seperti menahan rasa sakit.

“Kau bilang kotak obatnya ada di kamar mandi, bukan? Di bagian mana?” tanya Kyuhyun.

Siwon kembali melepaskan sepatunya dan menarik Kyuhyun ke ruang tengah. Dia mendudukkan Kyuhyun di sofa lalu bergegas menuju kamar mandi di dalam kamarnya untuk mengambil obat. Sedangkan Kyuhyun memegangi kepalanya yang berdenyut. Mungkin untuk kedepannya, Kyuhyun tidak akan membiarkan Heechul menyuruhnya mabuk hanya untuk mendiskusikan masalahnya.

Tak lama Siwon keluar dari kamar dengan membawa sebuah botol obat dan hampir berlari menuju dapur untuk mengambil segelas air. Siwon menyerahkan gelas mug yang dibawanya kepada Kyuhyun dan mengeluarkan dua pil dari botol obat tersebut.

“Buka mulutmu,” ucap Siwon.

Kyuhyun membuka mulutnya agar Siwon bisa memasukkan dua pil itu ke dalam mulutnya. Kemudian Kyuhyun meneguk habis air minum yang dibawa oleh Siwon tadi. Setelah obatnya tertelan, Siwon mengambil kembali gelas mug dari tangan Kyuhyun dan menaruhnya diatas coffee table. Siwon menghela nafas lega saat melihat ekspresi Kyuhyun yang mulai tenang. Sepertinya obatnya mulai bekerja.

“Kembalilah tidur. Aku akan pasang alarm pukul tujuh pagi. Jika kau masih merasakan sakit kepala, jangan pergi bekerja. Beritahu rekan kerjamu kalau kau sakit. Pulanglah ke rumah setelah kau sarapan. Shin atau Ahn akan mengantarkanmu pulang. Jangan menyetir sendiri, mengerti?” ucap Siwon.

Kyuhyun menarik nafas. “Tidakkah kau sadar kalau perhatianmu terlalu besar padaku? Padahal aku sudah membuatmu menunggu.”

“Aku akan tetap menunggu, tapi tidak akan lama. Kesabaranku bahkan tidak mencapai batas enam tahun. Jika kau tidak datang padaku, maka aku yang akan memaksa kau mengatakannya.”

“Itu cukup adil,” gumam Kyuhyun.

Siwon kembali melepaskan mantelnya. “Apa aku harus menunggu lagi atau kita bisa bicara saat ini juga?”

Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik nafas dengan teratur. “Berikan aku waktu sebentar lalu kita bisa bicara.”

*****

Selagi Kyuhyun menenangkan diri –atau itulah yang dipikirkan oleh Siwon– Siwon sendiri membuatkan teh hangat untuk mereka berdua dan mengambil selimut untuk Kyuhyun dari kamarnya. Siwon memang jarang untuk tinggal di apartment-nya, lebih sering di pertengahan tahun untuk mengurus beberapa project karena jarak antara apartment dengan kantor jauh lebih dekat, tapi Siwon tidak melupakan untuk membersihkan apartmentnya. Siwon membayar jasa kebersihan yang disediakan oleh pengurus gedung apartment. Jadi, walaupun sudah berbulan-bulan tidak ditinggali, Siwon tidak akan mendapati debu di unit apartmentnya. Kecuali untuk pembelian bahan makanan. Jadi, Siwon harus pulang ke rumah dan mengambil bahan makanan untuk membuat makanan untuk Kyuhyun, karena dia tidak mungkin pergi ke supermarket.

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang masih memejamkan matanya, kemudian dia menyampirkan selimut yang dibawanya di bahu Kyuhyun dan merapatkannya agar Kyuhyun tidak kedinginan. Kyuhyun membuka matanya dan menatap Siwon yang begitu dekat dengannya. Siwon membalas tatapan mata Kyuhyun. Walaupun ada bagian dirinya yang ingin sekali mencium Kyuhyun saat ini, tapi Siwon menahan diri. Lalu Siwon mengambil segelas mug yang berisi teh untuk Kyuhyun.

Kyuhyun meraih gelas mug tersebut dan memperhatikan Siwon yang memilih duduk agak jauh darinya. Kyuhyun menghela nafas berat dan menyesap teh hangat itu perlahan.

“Lalu apa… Hic.. Apa yang harus aku lakukan, hyung? Semua ini membuatku… jujur saja, aku merasa takut. Hyung… bantu aku.”

“Kyuhyun-ah, aku tidak bisa membantumu. Yang bisa melakukannya hanyalah dirimu sendiri. Tanyakan pada dirimu, apakah kau benar-benar yakin atas perasaanmu padanya. Pikirkan segala reaksi jika kalian bersama, namun pikirkan juga bagaimana dirimu menanggapi reaksi itu. Jika kau merasa tidak peduli, maka tidak ada yang bisa menghalangimu untuk bersamanya. Satu-satunya penghalang adalah dirimu sendiri.”

Kyuhyun kembali memejamkan matanya setelah dia mengingat ucapan terakhir Heechul sebelum dia tidak sadarkan diri akibat efek alcohol. Jika Heechul mengatakan penghalang diantara hubungan mereka adalah dirinya sendiri, maka Kyuhyun harus meyakinkan dirinya tentang perasaannya sendiri. Selama ini, Kyuhyun sudah terlalu lama bersikap layaknya seorang pengecut.

Sekarang, Kyuhyun harus bersikap layaknya seorang pria.

“Jadi, bisa kita bicara sekarang?” tanya Siwon.

Kyuhyun membuka matanya perlahan, dia menatap Siwon lalu mengangguk kecil. Siwon memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun sebelum dia melontarkan pertanyaan. Ada banyak hal yang ingin ditanyakannya, tapi pertanyaan pertama Siwon adalah “Kenapa kau mabuk?”

Kyuhyun terdiam sejenak. Dia masih memandang Siwon dengan lekat. Tapi terlihat jelas kalau Kyuhyun tidak memprediksi kalau pertanyaan pertama Siwon adalah mengenai dirinya yang mabuk, bukan tentang pembicaraan Kyuhyun dengan ibunya. Kyuhyun menaruh gelas mug itu diatas coffee table kembali.

“Kau yakin itu pertanyaanmu?”

Siwon menghela nafas. “Ada pertanyaan lainnya, tapi itu bisa nanti saja. Kenapa kau mabuk, Kyuhyun? Atau lebih tepatnya, kenapa kau datang ke bar itu dan bukan pulang ke rumahmu?”

“Hyukjae menyuruhku datang dan bicara pada sepupuku.”

“Bicara apa? Mengenaiku?”

Kyuhyun kembali mengangguk. Dia tidak berpikir untuk berbohong pada Siwon. Terlebih dengan apa yang telah dirasakannya selama beberapa minggu ini. Heechul mungkin tidak akan senang jika Kyuhyun kembali berbuat hal bodoh setelah pembicaraan mereka.

“Heechul mengatakan kalau aku melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Haesa. Aku membuatmu menunggu atas perasaanku. Aku minta maaf.”

Siwon terdiam sejenak. Dia begitu terkejut dengan sikap Kyuhyun yang tiba-tiba berubah drastis. Sepertinya pembicaraan Kyuhyun dan Heechul memberikan dampak yang cukup berarti. Terlebih Kyuhyun juga meminta maaf padanya.

“Baiklah… Permintaan maaf diterima. Sebenarnya bukan permintaan maaf yang ingin kudengar darimu saat ini. Aku yakin, kau tahu maksudku.”

“Ya, aku tahu.”

Alis Siwon terangkat. “Lalu?”

“Pertanyaanmu harus lebih jelas, ‘lalu’ itu bukan pertanyaan yang mudah dimengerti.”

Siwon melipat kedua tangannya di depan dada dan menyandarkan punggungnya. “Apa yang kau bicarakan dengan ibuku?”

“Mengenai dirimu. Mengenai perasaanmu padaku.”

“Apa jawabanmu?”

“Aku…” Kyuhyun menarik nafas panjang. “Ada satu hal yang ingin kutanyakan sebelum aku menjawab pertanyaanmu.”

“Kupikir, disini hanya aku yang boleh bertanya.”

“Ini hanya satu pertanyaan, kau bisa bertanya puluhan pertanyaan.”

Siwon menahan diri untuk tersenyum. Kyuhyun memang tidak bodoh. Dia mungkin masih dalam efek mabuk, tapi Kyuhyun tidak lupa kalau dirinya adalah seorang pengacara yang handal. Pria yang duduk dalam balutan selimut itu bisa membalas setiap pertanyaannya dengan baik. Sepertinya dia masih cukup sadar.

“Baiklah, kau boleh bertanya. Apa pertanyaanmu?”

“Apa yang ibumu katakan mengenai pertemuan kami?”

Siwon menggigit pipi bagian dalam mulutnya. Dia berharap kalau Kyuhyun tidak bertanya mengenai hal itu, walaupun sepertinya tidak bisa dihindari. Siwon menarik nafas dan menghembuskan perlahan.

“Ibuku mengatakan kalau kau menjelekkanku dihadapannya. Kau mengatakan kalau aku hanya klien penting bagi karir-mu. Bahwa kau telah menjebakku untuk bisa menyukaimu. Tapi tentu saja aku tidak percaya, sampai aku mendengar penjelasan darimu. Jika apa yang ibuku katakan adalah kebenaran maka….”

“Maka?”

“Apa yang kalian bicarakan, Kyuhyun?”

“Sebagian yang ibumu katakan adalah benar. Kau memang klien penting bagi karir-ku atau itulah yang sempat diucapkan oleh Pengacara Kang. Perusahaan Choi Group adalah perusahaan besar. Jika aku sebagai pengacara luar dari Choi Group bisa memenangkan kasus terkait Choi Group, tentu saja itu akan menambah resume panjangku. Tapi aku tidak menjelekkan dirimu atau menjebakmu. Ibumu bertanya apa jawabanku atas perasaanmu. Beliau bilang, jawabanku akan menentukan apa tindakan yang akan dia ambil berikutnya. Ada ratusan kemungkinan yang akan terjadi.”

Siwon tahu kalau ibunya tidak seratus persen jujur padanya. Apa yang dikatakan oleh Kyuhyun, Siwon mempercayainya. Tapi Kyuhyun masih belum memberikan jawaban yang ingin didengar oleh Siwon.

“Lalu apa jawabanmu, Kyuhyun?” bisik Siwon.

“Ya.”

Siwon mengernyit. “Ya?”

Kyuhyun melirik Siwon dan menghela nafas. “Ya. Itu adalah jawaban atas pertanyaanmu dan jawaban yang kuberikan pada ibumu.”

Siwon berkedip beberapa-kali. Dia bisa mendengar ucapan Kyuhyun dengan baik, namun ada bagian dirinya yang masih mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Kyuhyun. Siwon memejamkan matanya dan bernafas dengan teratur. Dia berusaha menenangkan diri –hell.. kenapa dia harus menenangkan diri? Bukankah ini jawaban yang Siwon tunggu? Dia harusnya merasa begitu senang telah mendapatkan jawabannya. Namun, entah mengapa Siwon masih merasa ada yang harus dia pastikan dari jawaban Kyuhyun.

Siwon membuka matanya lalu berpindah duduk ke samping Kyuhyun. Ia meraih tangan kiri Kyuhyun, memainkan jemarinya sebelum Siwon menatap pria itu.

“Kenapa kau begitu lama memberikan jawaban singkat itu padaku?”

Kyuhyun terdiam sejenak. Dia bisa mendengar suara kekecewaan dari pertanyaan Siwon. Tapi memang apa yang Kyuhyun harapkan? Pelukan dan ciuman dari Siwon hanya karena dia memberikan jawaban “ya”, setelah berminggu-minggu Kyuhyun menggantungkan perasaan pria itu? Kyuhyun bahkan merasa marah pada Haesa karena gadis itu baru memberikan jawaban “tidak” padanya setelah enam tahun menunggu.

“Aku minta maaf. Tapi kita sudah membicarakannya, bukan? Perasaan ini terasa begitu asing walaupun sangat familiar. Aku butuh waktu untuk memikirkannya. Kau akan jauh lebih kecewa dan terluka jika aku memberikan jawaban setengah hati. Aku tidak pernah merasakan perasaan ini pada seorang pria, bahkan aku tidak menyangka kalau aku akan merasakannya pada seorang pria. Begitu pula dengan dirimu. Kau bilang, aku adalah orang pertama dan satu-satunya yang membuatmu merasakannya, bukan? Orang pertama mungkin iya, tapi aku tidak yakin dengan “satu-satunya”, Siwon. Jika dulu aku pernah menyukai seorang gadis, maka kau pun akan merasakan perasaan yang sama pada orang lain –entah pria ataupun gadis. Aku pernah hampir mati karena memutuskan menunggu selama enam tahun, tapi aku yakin kau tidak akan mengalami hal yang sama walaupun menunggu selama beberapa minggu.”

Ucapan Kyuhyun terdengar tidak masuk akal sekaligus sangat masuk akal di waktu bersamaan di telinga Siwon. Hingga ia tidak tahu bagian mana yang harus diyakininya. Namun, bukankah Kyuhyun sudah memberikan jawaban padanya. Penjelasan itu tidak akan begitu penting baginya. Asalkan Siwon bisa memiliki Kyuhyun –untuk saat ini. Siwon pun tidak akan bersikap delusi dan menganggap kalau perasaannya pada Kyuhyun akan bertahan untuk selamanya.

Namun, untuk saat ini, untuk momen ini. Siwon akan menyimpannya dengan sangat baik.

“Kau begitu takut dengan perasaan ini, Kyuhyun?”

Kyuhyun memberanikan diri untuk menatap Siwon sepenuhnya. Dia telah melewati bagian yang terburuk. Pertanyaan Siwon lainnya tidak akan membuatnya merasa jauh lebih buruk lagi.

Ketika mata mereka bertemu, Kyuhyun mulai menyadari bahwa dia menyukai tatapan Siwon.

Kyuhyun mengangguk. Tentu saja dia merasa takut. Usianya mungkin sudah tigapuluhdua tahun, tapi selama itu juga Kyuhyun tidak pernah menyadari bahwa dia mempunyai kemungkinan untuk menyukai seorang pria. Atau seorang wanita sekaligus. Kyuhyun mungkin harus menyalahkan keluarganya yang selalu memperlakukannya seperti anak kecil yang naïf.

Siwon menghela nafas lalu mendekatkan wajahnya kearah Kyuhyun hingga kening mereka bertemu. “Jangan takut lagi, aku bersamamu.”

Siwon menautkan jemari tangan kanannya pada jemari tangan kiri Kyuhyun dan menggenggamnya dengan erat. Kedua tangan mereka menyatu dengan begitu pas. Hingga Siwon merasa dia telah menemukan belahan jiwanya.

Siwon tersenyum menyadari hal tersebut.

“Aku tidak akan takut, jika kau tetap bersamaku. Setidaknya jika kau ingin pergi, katakan padaku ketika kau mulai merasakan perubahan itu.”

Siwon mengecup bibir Kyuhyun. Ciuman resmi pertama mereka dan masih terasa begitu menakjubkan bagi Siwon. Kyuhyun memejamkan matanya ketika Siwon menciumnya. Rasanya begitu aneh sekaligus nyata. Dia baru saja mengakui perasaannya pada Siwon, lalu sekarang mereka ini apa?

Kekasih?

Siwon menarik bibirnya dan memperhatikan wajah Kyuhyun.

“Aku tidak akan pergi darimu, sebelum kau yang menginginkan pergi dariku. Aku bisa memastikan hal itu padamu, Cho Kyuhyun.”

Perlahan Kyuhyun membuka matanya. Siwon begitu dekat dengannya dan ia juga bisa merasakan sensasi hangat dari telapak tangan Siwon yang menggenggam tangannya erat. Kyuhyun menyukai sensasi itu.

Kyuhyun melepaskan genggaman tangan Siwon dan memeluk tubuh pria itu. Siwon sedikit terkejut dengan pelukan Kyuhyun, namun dia menerimanya dengan senang hati. Siwon membalas pelukan Kyuhyun dengan erat dan mengecup bahu Kyuhyun.

Kyuhyun menarik nafas secara perlahan lalu menyembunyikan sebagian wajahnya di bahu Siwon. “Kau berjanji?” gumamnya.

Siwon tersenyum mendengar pertanyaan samar Kyuhyun. Well, Siwon tahu kalau Kyuhyun tidak akan mudah percaya dengan ucapannya, terlebih dengan apa yang pernah dialaminya sebelumnya -dengan Kang Haesa. Namun, Siwon memastikan ucapannya bisa dipercaya. Lalu ia melepaskan pelukan Kyuhyun. Siwon menangkupkan wajah Kyuhyun dengan kedua telapak tangannya.

“Kau bisa percaya padaku, Kyuhyun.”

*****

NOTE: Dan kisah cinta Siwon dan Kyuhyun resmi dimulai… /plak!!

Sebenernya gak niat dibikin additional gini sih, tapi pas mau nulis part 32, berasa part 31 masih ada yang kurang. Ya sudah… akhirnya additional part ini difokuskan ke hubungan Siwon dan Kyuhyun.. /karena aku banyak diprotes karena bikin hubungan mereka lambat banget… Setidaknya disini, akhirnya mereka resmi menjadi kekasih.. hahahaha. aku juga sedikit masukin pembicaraan kyuhyun yang lagi mabuk sama heechul.

Uhm… sudah itu saja. bai-bai~

Music : K.Will – Love Blossom

Advertisements

44 thoughts on “[SF] Scarface Part 31 – additional part

  1. Akhir nya pasangan wonkyu ini udah resmi jadian, walaupun siwon harus menunggu tapi jawaban kyu bisa membuat siwon senang ☺

    Maaf ya eon, aku baru ikut coment di chap ini 😊
    Aku suka jalan cerita nya.. di tunggu chap selanjut nya ☺☺☺

  2. AAAAAASSSSS FINALLY JADIAN!!!! YIHIIIIII…
    seneng bgt akhirnya kyuhyun mengakui perasaannya… wajar sih klo dia takut, cinta mereka akan berat kedepannya… pantes ajah ibunya siwon buru2 mau jodohin siwon lg ternyata dia udah tau dukuan kalo kyu juga suka sama siwon….
    Duh kyu malu2 sama siwon tapi mau,,, ㅋㅋㅋㅋ
    Di tunggu lovey dovet mereka… siwon kan overprotective plus agresif sementara kyu macam anak yg gak mau dimanja dan masih malu2 sama hubungan mereka… ㅋㅋㅋㅋ

    Di tunggu next chap….

  3. AAAAAA!! AKHIRNYAAAA WONKYU JADIAN HOREEEEE
    duuh ~ terima ksh bgt sma Heechul yg udh bkin Kyu mabuk nd Kyu mengakui soal prasaan nya sndiri,dan akhir nya YES!! mreka udh resmi kyyaaaa!!
    Kyu jgn takut,Siwon akan slalu bersamamu eoh? tenang aja..Siwon pasti ga mau ada seseorang yg menyakiti dirimu trmasuk Ny. Choi hngg
    bner2 ga sabar bgt sma moment wonkyu kedepan nya bakal jdi apa? pkoknya ditunggu bgt next nya diera-ya >.<

  4. Dieraaa makasih bgt nih dibuatin full wonkyu nya dan asli seneng bgt akhirnya kyu mengakui perasaannya .. wlopun masih merasakan takut yg berlebihan akan hubungan mereka kedepannya dan itu wajar sih .. jgn takut kyu siwon akan sllu melindungimu dan akan terus mencintai mu.. makin penasaran gmn moment2 indah mereka setelah resmi jadian.. ditunggu chap berikutnya diera .. semangattg

  5. Akhirnya masalah untuk WonKyu mulai menemui titik terang. Setidaknya mereka sekarang tinggal menghadapi semuanya bersama-sama 🙂
    Rasanya lega sekali kak baca part khusus ini. Ya ampuuun, thx to Heenim beneran deh! Ah Hyukjae juga turut ambil bagian. Hehehe~
    Lalu selanjutnya adalah masalah KrisHo. Aku menunggu kelanjutan kisah KrisHo-nya kaaak ^^

  6. FINALLYY!! Sweet bgt sih! Suka bgt bacanya! Thankyu ud bkin additional part khusus wonkyu. Ditnggu bgt chap 32 nya ya diera~ ASAP.. hihihi ^^

  7. aakkhiirnya jadian itulah yg dharapkan dari kemarin2 hahaha..
    duh kalian bkin melting deh saat pelukan gtu..
    keingetan klo wonkyu pelukan hahaha..
    bner kan dugaanku kalo kyu ngegantungin prasaan siwon dikarenakan kyu pgn siwon jg ngrasain apa yg drasainnya slama ini ke haesa stidaknya dgn mnunggu kyu kayak ngrasa dy g sndiri walo itu egois.. bner kata chullie hahaha
    pkknya sneng bgd deh jdia…
    thanks buat chullie sama hyuk udh bantuin nih mslh kelar..
    tnggl mnunggu prmainan dr eomma choi mngenai sgala hal trburuk mngnai hubungan wonkyu ini deh hahaha

  8. wow..wow… akhirnya…
    daebak…
    jeongmal gomawoyo untuk part kali ni #nangisterharu
    full wonkyu dengan segala bumhu rempah2nya yang bikin ngiler.
    part kali ini benar2 istimewa men6rutku.
    mulai dari crta wonkyu smpe music nya. (aku suka suara k.will)

  9. Akhirnya..kyu jawab iya…cie udah resmi..udah bisa peluk cium….siwon bakal dominan bgt…kyu..agh kmu itu cute,,,jwab iya aja….pke lmaaa bgt…ujung**nya kmu bkalan cinta mati sm siwon…..

  10. Huh finally…setelah menunggu sekian lama (31chp), kisah cinta wonkyu resmi dimulai…Yaeyyyyyyyy!!!😚😚
    Lega sudah hati ini hehehe…..

  11. prok..prok..prok…akhirnya mereka jadian ..Siwon bakalan posesif ke Kyu kayaknya…sekarang tinggal menghadapi keluarga masing2…selamat berjuang wonkyu…gomawo Diera ….dilanjut..

  12. yaaaaayyyyy baru nongol langsung di suguhi wonkyu jadian,awwww so sweeeeeet,pasti kyunya cute bngt di balut selimut,ewww,yaaayyyyu…..bsk tinggal mereka berjuang nglawan orang2 yng mw misahin mereka,apalagi siwon mw di jodohin,

  13. Akhirnya wonkyu jadian
    Skrng status mereka sepasang kekasih
    Senengnya
    Akhirnya kyu mau mengakui perasaannnya
    Gimana nih reaksi orang2 kalo tau wonkyu udh jadian

  14. akhirnyaaaa wonkyu jadian …. yayyy
    kirain pas kyu bangun bakal debat lagi mereka

    oiya changwook-haneul dibikin jadian jg ya thor..
    hwaiting~

  15. Yeeeyyyyy…!!!Rasanya seneng banget ya.Ikut. Bahagia dengan apa yang WonKyu lewati.
    Rasanya sweet banget yaks.Hmmm…semoga akn terus di iringi hal-hal yang mampu menguatkan cinta mereka.

    Fighting!!!

  16. hahahahahhaha part ini sungguh seperti hadiah terindah untuk u eonni.. hahahha q seneng eonni seneng banget… akhirnya wonkyu bersatu dan jadian.

    udah gak penasaran apa yang kyu bicarain sama ibunya siwon. trus gak penasaran lagi sama apa yang di bicarain kyu n heechul. hahahha akhirnya…

    jeongmal gomawo eonni… jongmal gomawo….

  17. Annyeong aq readers baru ,,,,
    Aq dah baca semuanya dri chap 1 tpi mian baru coment d chap ini *bow

    Suka bngt ma jalan ceritanya,moment2 wonkyunya juga bikin greget kkkkkkk
    Agak lambat sih bikin wobkyu jadian tpi d chap ini akhirnya mereka jadian ,,,,,
    Gak sabar baca chap selanjutnya ,,,, fightibg buat authornya

  18. Ecieeeeee, suit suit ada yg baru jadian nih . . ahayy
    Nyom kita pesta. . . 😂😂
    Akhirnya setelah di gantung, perasaannya abang won terbalaskan juga. . ahahaha
    Meskipun bkalan ada bnyak rintangan,, smiga wonkyu tetep bersama. . yeeeeei `(*^﹏^*)′

  19. UYEA finally!!!! setelah melewati 31 chapter disinilah kita di babak baru hubungan wonkyu wuwuwuwu senangnyaaa <333333
    tp gmn sm ibu nya siwon yg mau ngejodohin siwon ya?? aduh jd tkt 😦

  20. Huwaaa….akhirnya yg ditunggu” telah tiba, wonkyu sdh resmi jd pasangan 🎉🎉🎉
    Semoga mrk bs bertahan sampai akhir mskipun banyak sekali penghalang utk hubungan mrk

  21. Akhirnyaaaa mereka jadian,, gila nungguin perasaan kyu lma bnget.. kira2 apa yg akan terjdi dgn hubungan mereka?? Jreng jreng jreng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s