[SF] Scarface Part 27

Scarface

27

Kyuhyun menaruh setumpuk dokumen mengenai kasus Seon Hwan diatas meja kerja Pengacara Kang. Ketika dia baru sampai kantor, Haejin memberitahunya kalau Pengacara Kang meminta semua dokumen terkait kasus Seon Hwan. Kyuhyun hanya berpikir kalau Pengacara Kang telah membuat keputusan. Butuh waktu sekitar duapuluh menit untuk mengumpulkan semua dokumen sebelum Kyuhyun mengantarkannya ke ruangan kerja Pengacara Kang.

Kyuhyun menghela nafas dan menatap Pengacara Kang. “Ini semua dokumen terkait kasus Seon Hwan.”

Pengacara Kang mengambil beberapa dokumen dan membacanya sekilas. Dia mengangguk kecil dan tersenyum pada Kyuhyun. “Kau telah bekerja keras untuk kasus ini, Kyuhyun. Haejin akan memberikan dokumen mengenai kasus baru padamu.”

“Ne. Tapi… mengenai kasus Seon Hwan ini, apa anda akan mengambil-alih atau menghentikannya?” tanya Kyuhyun.

Pengacara Kang tidak mengatakan apapun mengenai keputusannya. Kyuhyun hanya merasa penasaran. Jadi, dia harus bertanya dengan lugas. Selain itu, Kyuhyun juga tidak memberikan data dari Haesa pada Pengacara Kang. Hanya untuk berjaga-jaga.

“Kasus Seon Hwan, kau tidak perlu memikirkannya lagi, Kyuhyun. Fokus dengan kasus barumu nanti, uhm? Oh, jika orang dari Seon Hwan menghubungimu terkait kasus itu, kau tidak perlu mengatakan apapun. Aku yang akan menyelesaikannya,” tutur Pengacara Kang.

Kyuhyun mengernyit. “Menyelesaikannya? Apa anda akan…”

“Kembalilah bekerja, Kyuhyun-sshi. Ah, kau baru saja keluar dari rumah sakit, bukan? Apa tidak sebaiknya kau mengambil beberapa hari istirahat untuk pemulihan? Selain itu, kau baru saja menyelesaikan kasus Choi Group?” tukas Pengacara Kang.

Kyuhyun menghela nafas. Sepertinya Pengacara Kang tidak ingin membahas kasus Seon Hwan lagi dengannya. “Ani, saya baik-baik saja. Lagipula beberapa hari di rumah sakit sudah cukup. Saya akan kembali ke ruangan.”

“Kerja bagus untuk Choi Group,” ucap Pengacara Kang.

Kyuhyun mengangguk lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut. Kyuhyun menutup pintu secara perlahan dan menghela nafas pendek. Kemudian dia berbalik dan kembali menuju ruang kerjanya. Namun, dia menemui Haejin terlebih dahulu yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.

“Haejin-sshi…”

Haejin mengangkat kepalanya dan tersenyum tipis pada Kyuhyun. “Mengambil dokumen untuk kasus barumu? Sudah ada diatas meja kerjamu. Selesai kau membacanya, aku akan mengatur jadwal pertemuannya.”

“Oh. Terima kasih,” ucap Kyuhyun.

Haejin mengangguk lalu sontak berdiri ketika dia menyadari bahwa ada seseorang yang datang. “Selamat datang, Direktur Choi. Anda datang tepat waktu.”

Kyuhyun sedikit terkejut mendengar Haejin menyebut Direktur Choi dan ia langsung menoleh. Entah kenapa sepertinya mereka selalu bertemu. Selama tiga hari ini, Kyuhyun selalu bertemu dengan Choi Siwon. Tidak di rumah sakit, di rumahnya, bahkan di tempat kerjanya.

Choi Siwon datang bersama Shim Changmin. Walaupun keduanya tersenyum, tapi Kyuhyun jelas melihat bahwa senyuman Shim Changmin sangat dipaksakan. Kecuali Choi Siwon yang sepertinya terlihat begitu senang –entah karena alasan apa. Kyuhyun sedikit membungkuk saat keduanya berjalan mendekat.

“Selamat pagi, Pengacara Cho. Haejin-sshi,” sapa Siwon.

Kyuhyun mengernyit. Rasanya setiap kali Siwon datang ke firma hukum, dia tidak pernah menyapa seperti itu. Atau hanya asumsi Kyuhyun karena Siwon hanya tiga kali datang ke firma hukum selama Kyuhyun menangani kasus Choi Group dengan Kim Jinhyeok.

“Pengacara Lee sudah siap dengan kontrak baru-nya sesuai dengan instruksi anda, Direktur Choi. Anda bisa langsung berkonsultasi untuk perubahan sebelum dilegalisasikan,” tutur Haejin lagi.

Siwon mengangguk dan melirik pada Changmin. “Kau masuk duluan, Min. Aku ingin memberikan sesuatu pada Pengacara Cho.”

Changmin menghela nafas dan mengangguk. Sekali lagi, Kyuhyun dibuat tidak mengerti. Changmin yang suka sekali bicara, hari ini sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia bahkan tidak menyapa Kyuhyun.

“Saya akan mengantar anda ke ruangan Pengacara Lee. Mari, Manager Shim,” ucap Haejin.

Changmin menatap Siwon sebelum mengikuti Haejin. Oh, Changmin bahkan tidak melihat kearah Kyuhyun saat dia berjalan melewatinya. Kyuhyun mengasumsikan bahwa terjadi sesuatu. Mengenai pengakuan Siwon.

Kyuhyun menarik nafas dan menatap Siwon. “Apa yang ingin anda berikan, Direktur Choi?”

Siwon mengambil sesuatu dari saku dalam jas hitam yang dikenakannya. Sebuah amplop putih. Siwon langsung menyodorkannya pada Kyuhyun. “Bonus atas kerja kerasmu. Sudah ditambah dengan biaya rumah sakit dan kukurangi limapuluhribu won, jadi jangan mengembalikan uang taksi kemarin.”

“Kenapa diberikan langsung padaku? Seharusnya kau…”

Siwon meraih tangan Kyuhyun dan menaruh amplop itu ditelapak tangannya. “Bonus itu harus diserahkan langsung pada penerimanya. Kerja bagus Pengacara Cho,” tutur Siwon.

Kyuhyun berkedip beberapa kali dan mengumamkan ucapan terima kasih. Kyuhyun hendak menarik tangannya kembali, tapi Siwon malah mengeratkan genggamannya. Kyuhyun berusaha menarik lebih keras tetapi usahanya itu malah membuat Siwon menarik tubuhnya lebih dekat.

Kyuhyun hampir menahan nafas ketika wajah mereka berdekatan. Selain itu, mereka berada di ruang terbuka dimana semua orang bisa melihat apa yang mereka lakukan. Kyuhyun mulai bernafas lagi tetapi wajahnya terasa hangat.

“Direktur Choi, kita berada di ruang publik,” gumam Kyuhyun.

Siwon tersenyum tipis. Lalu dia melepaskan tangan Kyuhyun dan memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Tapi Siwon tidak bergerak menjauh dari posisi mereka. Well, Kyuhyun juga tidak bergerak padahal dia sudah terbebas.

“Kita memang di ruang publik, Pengacara Cho. Lalu?” bisik Siwon.

Kyuhyun sedikit menunduk –untuk menghindari tatapan mata Siwon. Well, Ahra mengetahui perasaan Siwon padanya karena tatapan mata Siwon, jadi Kyuhyun berusaha untuk menghindari untuk menatap mata coklat itu. Kyuhyun menarik nafas dan mengangkat kepalanya perlahan.

“Anda harus menemui Pengacara Lee,” ucap Kyuhyun yang bergegas menuju ruang kerjanya.

Siwon hanya tersenyum tipis tanpa memandang kemana Kyuhyun pergi. Lalu dia berjalan kearah dimana ruangan Lee Hyukjae berada. Sedangkan Kyuhyun yang menutup rapat pintu ruangannya masih harus berusaha untuk mengatur nafasnya. Entah kenapa dia harus berlari seperti itu.

Kyuhyun bukanlah seorang kriminal yang tengah melarikan diri.

Kyuhyun mendengus kesal dengan kebodohannya sendiri. Sepertinya kemarin dia masih bersikap biasa saja dihadapan Siwon, tapi kenapa hari ini dia malah bertingkah seperti seorang gadis yang salah tingkah karena bertemu dengan pria yang disukainya? Menyebalkan.

Kyuhyun menatap amplop ditangannya lalu berjalan menuju meja kerjanya. Dia melihat beberapa dokumen untuk kasus baru. Kyuhyun menaruh amplop yang diberikan Siwon diatas tumpukan amplop lainnya, lalu dia mulai bekerja.

Seperti biasa, Kyuhyun akan membaca skimming terkait kasus baru dan menyusun jadwal untuk konsultasi awal dengan semua klien. Itu yang diajarkan oleh Pengacara Kang pada semua pengacara lain. Teknik itu cukup efisien. Namun, setelah selesai membaca cepat dokumen kasus-kasus barunya, Kyuhyun kembali dibuat bingung karena dia hanya mendapatkan kasus-kasus yang mudah. Jika semua berjalan dengan lancar, Kyuhyun memperkirakan semua kasus itu akan selesai dalam hitungan tiga minggu. Kyuhyun bukannya bersikap sombong, tapi dia selalu mendapatkan kasus-kasus besar yang biasanya memakan waktu lebih lama. Tetapi sepertinya Pengacara Kang sengaja memberikan kasus-kasus kecil itu padanya.

Kyuhyun menutup map dokumen terakhir sembari menghembuskan nafas dari mulutnya. Kyuhyun menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya untuk sejenak.

*****

Siwon berjalan keluar terlebih dahulu sementara Changmin yang menyelesaikan beberapa perubahan atas kontrak baru tersebut dengan Hyukjae. Siwon tidak selalu menyukai bagian dimana dia harus bergelut dengan dokumen kontrak. Biasanya akan selalu ada pegawai yang melakukan bagian itu, termasuk dibagian legalisasi kontrak. Untuk kali ini walaupun Siwon adalah penangung-jawab tapi dia akan membiarkan Changmin yang melakukannya. Terlebih sepupunya itu sedang kesal sekali dengannya. Karena masalah kemarin di rumah.

Siwon menghela nafas. Dia memperhatikan pegawai-pegawai firma hukum yang tengah bekerja. Tidak berbeda jauh dengan pegawai Choi Group hanya saja Siwon merasakan suasana yang berbeda. Sedikit ada ketegangan diantara ekspresi wajah pegawai. Siwon berpikir ada kaitannya dengannya kasus Seon Hwan.

Berhubungan dengan kasus Seon Hwan, Siwon ingin tahu apakah Kyuhyun masih meneruskan kasus itu atau tidak. Siwon berjalan menuju ruangan Kyuhyun. Well, Siwon pernah ke ruangan Kyuhyun sekali waktu penculikan oleh Kakeknya.

Jadi, dia mungkin masih ingat.

Atau tidak.

Siwon sedikit kebingungan melihat pintu-pintu kayu berwarna coklat tua tanpa papan nama. Setidaknya ada tujuh pintu yang sama di lantai tersebut dan Siwon tidak tahu mana yang merupakan pintu ruangan kerja Kyuhyun.

“Ada yang bisa saya bantu, Direktur Choi?”

Siwon menoleh dan tersenyum pada Haejin yang memperhatikannya. “Ya, yang mana ruangan Kyu… maksudku Pengacara Cho?”

“Ruangan Pengacara Cho ada di ujung koridor. Pintu kedua.”

Siwon mengangguk kecil lalu berjalan menuju ruangan Kyuhyun dan dia berhenti di pintu kedua sebelum pintu terakhir. Siwon menarik nafas dan mengetuk pintu tersebut.

Tidak terdengar apapun, jadi Siwon mengetuk sekali lagi.

“Kami tidak pernah mengunci pintu, jadi anda bisa langsung masuk. Pengacara Cho mungkin terlalu sibuk dengan dokumen kasusnya,” ujar Haejin.

Siwon tersenyum tipis lalu memegang handle pintu. Dengan perlahan, Siwon membuka pintu kayu tersebut dan berjalan masuk. Siwon kembali menutup pintu dan menoleh kearah meja kerja Kyuhyun berada. Namun, dia sedikit terkejut melihat Kyuhyun ternyata sedang tertidur.

Siwon menahan tawanya lalu berjalan mendekat.

Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun yang sedang tertidur. Dia mungkin pernah memperhatikannya saat di rumah sakit, tapi Siwon akan memberikan apapun jika dia bisa melakukannya lagi. Setiap hari, di tempat tidurnya.

Okay, itu memang terdengar gila.

Kini Siwon berdiri tepat disamping Kyuhyun yang masih memejamkan mata. Entah, Kyuhyun benar-benar tertidur atau dia hanya memejamkan matanya sejenak. Siwon tersenyum dan menghela nafas. Tanpa sengaja, Siwon melihat beberapa dokumen diatas meja kerja tersebut.

Siwon melirik pada Kyuhyun yang masih memejamkan matanya saat dia hendak membuka salah satu map tersebut. Siwon hanya penasaran.

“Kau sedang melanggar batas privasi seseorang Direktur Choi,” ucap Kyuhyun pelan.

Siwon sontak menarik tangannya dan menatap Kyuhyun yang kemudian membuka matanya. Kyuhyun tidak tertidur dan malah memandanginya dengan serius. Siwon menghela nafas lalu sedikit menyandar di meja kerja Kyuhyun dan melipat kedua tangannya.

Kyuhyun menatap Siwon dengan lekat. “Apa yang anda lakukan di ruanganku? Bukankah seharusnya anda bertemu dengan Pengacara Lee?”

“Changmin sudah mengurusnya, Pengacara Cho. Lagipula ada yang ingin kutanyakan padamu. Kenapa kau kembali bersikap seperti ini padaku? Kupikir kita adalah teman. Tapi kau memperlakukanku seperti…”

Kyuhyun menarik nafas. “Ini adalah tempat kerja saya, Direktur Choi. Kita tetap teman, tapi tentu saja ada batasan profesionalisme. Saya tidak mungkin memanggil anda dengan Siwon, sedangkan anda datang ke firma hukum sebagai klien.”

“Tapi saat ini aku datang menemuimu sebagai teman. Bukan klien, Kyuhyun.”

Kyuhyun terdiam sejenak. Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah amplop yang diberikan oleh Siwon sebelumnya. Bonus atas pekerjaannya. Kyuhyun meraihnya dan membuka amplop tersebut. Kyuhyun mengernyit saat melihat sebuah cek dengan jumlah yang cukup banyak untuk disebut sebagai bonus.

Kyuhyun kembali menatap Siwon. “Kau yakin menuliskan jumlah yang tepat, Siwon-sshi?”

Siwon tersenyum tipis dan mengangguk. “Tentu saja. Kenapa? Apa jumlahnya lebih kecil dari bonus yang biasa kau terima setelah menyelesaikan sebuah kasus? Aku bisa menambahkannya.”

“Apa kau sedang bercanda? Jumlah ini bahkan hampir mendekati jumlah jasa yang telah Choi Group dan Firma hukum Kang setujui. Jika kau bilang ini sebagai ganti rugi rumah sakit, maka ini terlalu besar. Jika kau ingin memberikan bonus, maka berikan dengan jumlah yang wajar,” sahut Kyuhyun.

Siwon mengambil cek itu dari tangan Kyuhyun dan merobeknya. Kemudian Siwon mengeluarkan ponselnya. “Berikan nomor account-mu. Akan kutransfer dengan jumlah yang wajar.”

Kyuhyun mendengus. Lagi-lagi Siwon bertindak sesuai dengan keinginannya sendiri. Sepertinya pria itu memang tidak bisa berubah. “Sepertinya baru kemarin aku mengatakan bahwa kau bertingkah seakan kau itu adalah Tuhan. Namun, sepertinya ucapanku sama sekali tidak kau mengerti.”

“Aku tidak bertingkah selayaknya Tuhan, Kyuhyun. Kau mengatakan jumlahnya terlalu besar, maka aku akan mentransfer dengan jumlah yang sesuai ke account-mu. Kau salah mengasumsikan tindakanku. Kau mau memberikan nomor account-mu atau aku harus datang dengan membawa cek lagi?” ucap Siwon.

Kyuhyun mengambil ponsel Siwon sembari mendesis. Dia mengetik angka nomor account-nya lalu mengembalikan ponsel itu pada pemiliknya. Siwon tersenyum dan menyimpan kembali ponselnya di dalam saku dalam jas hitamnya.

“Siang ini akan kutransfer. Ah, sepertinya kau tidak mengusir Shin Hwan dan Ahn Soo. Kupikir ucapanmu mengenai bodyguard itu adalah kebohongan,” sahut Siwon.

Kyuhyun mendelik jengkel. “Aku tidak pernah berbohong. Well, hampir tidak pernah.”

“Kebiasaan yang baik. Baiklah, ada satu pertanyaan yang harus kau jawab dengan jujur. Mengenai kasus Seon Hwan, kau masih menanganinya?” tanya Siwon.

Kyuhyun meraih dokumen diatas mejanya dan mulai bekerja. Dia hanya berharap kalau Siwon akan segera pergi. “Aku tidak lagi menangani kasus Seon Hwan. Aku memberikan semua dokumen terkait kasus itu pada Pengacara Kang.”

Siwon mengernyit. “Pengacara Kang yang mengambil-alih kasus itu?”

“Tidak tahu. Pengacara Kang tidak mengatakan apapun padaku. Sekarang bisa kau keluar dari ruanganku? Aku perlu mempelajari kasus baruku. Kau benar-benar mengangguku,” ujar Kyuhyun dengan sarkastik.

Siwon menegakkan tubuhnya dan menyentuh kepala Kyuhyun dengan tangan kirinya. Kyuhyun sedikit terhenyak dengan gesture tersebut. Namun, dia tidak menepis tangan Siwon.

“Kalau begitu, selamat bekerja Pengacara Cho,” ucap Siwon yang kemudian menarik tangannya dan berjalan keluar ruangan tersebut.

Kyuhyun masih terdiam setelah lima menit pintu ruangannya tertutup. Kyuhyun menyingkirkan dokumen dari hadapannya dan meletakkan kepalanya diatas meja. Dia memejamkan matanya.

“Aku sudah gila,” gumamnya.

*****

Changmin memutar kemudinya. Mereka akan pergi ke Legiun setelah dari kantor firma hukum Kang karena hari Senin kemarin Siwon sama sekali tidak melakukan monitoring apapun karena kejadian di ice-rink. Selain itu, Changmin ingin bicara dengan Siwon tapi dia tidak ingin melakukannya di kantor. Jadi, Legiun adalah pilihan masuk akal agar mereka tidak dianggap melalaikan pekerjaan.

Changmin menarik nafas panjang.

Well, Siwon tentu menyadari sikap sepupunya tersebut. Bahkan sejak mereka bertemu pagi ini, Changmin terkesan mengabaikannya. Selain itu di kantor firma hukum, Changmin juga mengabaikan Kyuhyun. Jadi, Siwon berasumsi sikap Changmin hari ini berkaitan dengan sang pengacara. Terkait pengakuannya kemarin.

“Apa yang kau ingin katakan padaku, Changmin? Daripada menunggu kita sampai di Legiun, lebih baik kau katakan sekarang,” ucap Siwon.

Changmin kembali menarik nafas. “Perlukah kau mengakui perasaanmu terhadap Kyuhyun secepat ini?”

Siwon mengernyit. “Kenapa? Kupikir kau yang selama ini mendorongku untuk mengakui perasaanku pada Kyuhyun adalah sesuatu yang harus kuterima. Bahwa aku menyukai seorang pria. Tapi kenapa aku tidak boleh mengakuinya dihadapan keluarga lainnya? Kau, Yunho dan Sooyoung sudah mengetahuinya bahkan tanpa aku harus mengatakannya. Selain itu, kemarin bukan sepenuhnya kesalahanku. Kakek yang memaksaku untuk mengatakannya.”

“Ya, Kakek menghubungiku dan mengatakan bahwa kau tidak menyukai ide perjodohan antara Kyuhyun dan Jinri karena kau menyukai Kyuhyun. Karena itulah, semua keluarga dipanggil kemarin. Cukup beruntung, tidak semuanya bisa hadir. Kau beruntung, Choi Siwon.”

Siwon memperhatikan Changmin yang fokus menyetir. “Kakek mengatakan apa lagi padamu? Kemarin kau menghubungiku untuk segera pulang karena Kakek mengumpulkan semua orang. Walaupun aku tahu alasannya, tapi aku masih ingin tahu apa yang Kakek katakan padamu, Changmin.”

“Tidak ada hal begitu spesifik. Hanya bertanya kapan kau mulai menyukai Kyuhyun dan hal-hal terkait antara dirimu dan Kyuhyun karena hampir delapanpuluh persen waktuku dihabiskan bersamamu. Jadi, Kakek mungkin menganggap bahwa aku pasti mengetahui lebih banyak bahkan dari dirimu sendiri,” tutur Changmin.

Siwon menyandarkan pungungnya. “Apa kau mengatakan mengenai kejadian di Bar?”

“Tanpa kuberitahu, Kakek pasti sudah mengetahuinya. Seperti yang kau bilang, Kakek hanya berpura tidak mengetahuinya,” Changmin melirik kearah spion lalu kembali fokus pada jalanan di hadapannya. “Kau tahu, menyuruh Shin Hwan dan Ahn Soo mengawasi Kyuhyun bukanlah tindakan yang tepat. Mereka adalah orang-orang kepercayaan Kakek, selain duapuluh orang lainnya tentu saja. Kakek pasti bisa bertanya apapun pada mereka.”

Siwon memejamkan matanya. “Itu adalah tujuannya, Shim Changmin. Dibandingkan Kakek yang menyuruh orang untuk mengawasi Kyuhyun, lebih baik aku bertindak duluan. Selain itu, Shin Hwan dan Ahn Soo adalah yang terbaik.”

Changmin melirik Siwon. “Seon Hwan?”

“Kyuhyun tidak lagi menangani kasus itu. Tapi aku merasa bahwa Kyuhyun lepas dari kasus itu tidak akan membuatnya aman. Lagipula Kyuhyun juga tidak keberatan dengan bodyguard itu. Jadi, Shin Hwan dan Ahn Soo adalah keputusan yang tepat,” sahut Siwon.

Changmin menghela nafas. “Ya terserahlah.”

Siwon membuka matanya dan melirik Changmin. “So, kupikir itu adalah kenapa kau bersikap dingin padaku pagi ini, tapi itu tidak menjelaskan sikapmu pada Kyuhyun. Jadi, kenapa kau mengabaikan Kyuhyun tadi? Sebelumnya kau bersikap begitu akrab dengannya.”

“Entahlah, mungkin aku masih harus membiasakan diri kalau suatu hari nanti Kyuhyun akan menjadi sepupu-iparku. Selama ini aku hanya melihatnya sebagai pengacara, sikap akrabku karena kami seumuran. Tapi jika memikirkan perasaanmu pada Kyuhyun, aku mungkin harus bersikap dengan seharusnya,” tutur Changmin dengan santai.

Siwon menyeringai. “Sebagai sepupu-ipar? Kau benar-benar yakin kalau aku bisa menikah dengannya?”

“Well, kau bilang perasaanmu itu serius, bukan? Jika tidak diberikan restu pun, kuyakin kau akan membawa Kyuhyun kabur ke Paris atau London. Atau mungkin Finlandia dan menikah disana.”

Siwon hanya tertawa kecil.

Menikah? Dengan Kyuhyun? Well, kita lihat saja nanti.

*****

Haneul menemukan Changwook di atap rumah sakit. Setelah dia mendengar kabar mengenai pasien Changwook yang menjalani operasi kemarin dalam kondisi semi-coma, entah kenapa Haneul menjadi sedikit mengkhawatirkan dokter tersebut. Selama hampir setengah jam, Haneul berkeliling rumah sakit dan tidak menemukan Changwook dimana pun. Maka tempat terakhir yang terpikirkan oleh Haneul adalah atap.

Haneul menutup pintu akses menuju atap lalu berjalan menghampiri Changwook yang berdiri dekat pembatas baja yang mengelilingi atap tersebut. Haneul pernah mendengar sekitar limabelas tahun lalu ada seorang pasein yang bunuh diri dengan terjun dari atap, sejak itu pihak rumah sakit membuat pagar pembatas setinggi tiga meter mengelilingi atap untuk mencegah kejadian yang sama.

Haneul hanya berharap Changwook tidak pernah memikirkan untuk melakukan hal yang sama. Well, itu adalah pemikiran konyol Haneul.

“Dokter Ji…”

Changwook menoleh dan memandang Haneul dengan lekat. Tidak ada sapaan ataupun sebuah senyuman hangat yang biasa diberikan oleh Changwook. Haneul berpikir kalau kondisi pasiennya yang membuat Changwook bersikap seperti itu.

“Aku mencarimu kemana-mana,” ucap Haneul.

Changwook mengernyit. “Kau mencariku? Biasanya, kau menghindariku.”

“Well, kali ini aku melakukan sebaliknya. Apa kau tidak terkejut?” tanya Haneul berusaha mencairkan suasana.

Changwook menatap Haneul selama beberapa detik sebelum kembali berbalik membelakangi Haneul. “Pergilah, dokter Kang. Bukankah kau harus melakukan kunjungan rutin?”

Haneul menggigit ujung bibirnya. Mungkin seperti ini rasanya didorong menjauh oleh seseorang. Haneul melakukannya pada Changwook setiap kali dokter itu datang menemuinya. Kali ini, Haneul mendapatkan perlakuan yang sama oleh Changwook.

“Dok…” Haneul terdiam. Dia menarik nafas. “Hyung, kau baik-baik saja?”

Changwook sedikit terkejut mendengar Haneul memanggilnya dengan sebutan hyung, tapi dia tidak membalikkan tubuhnya dan membiarkan Haneul melihat ekspresinya saat ini. Changwook menarik nafas. “Aku baik. Bisakah kau meninggalkan aku sendiri, dokter Kang?”

“Changwook hyung…”

“Ahh… Mungkin ini rasanya ketika aku tidak menuruti ucapanmu saat kau memintaku untuk pergi. Kau tentu merasa sangat jengkel padaku, bukan? Aku bisa memahaminya sekarang,” ucap Changwook pelan.

Haneul menghela nafas lalu berjalan lebih mendekat pada Changwook. Sedikit ragu, Haneul memegangi lengan Changwook dan sedikit memaksanya untuk menatapnya. Namun, Changwook begitu keras kepala. Dia langsung mengalihkan pandangannya dari tatapan Haneul.

“Hyung, aku memang tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Pasienmu… Dia akan baik-baik saja. Dia akan segera sadar. Kau hanya perlu yakin bahwa Tuhan pasti akan menyelamatkannya. Kau harus yakin bahwa takdir kehidupan pasienmu jauh lebih panjang. Dia hanya dalam kondisi semi-coma, dia pasti akan sadar dan sembuh,” ucap Haneul.

Changwook menatap Haneul untuk beberapa saat. Tangan Haneul masih memegangi lengan kanannya dengan erat. Changwook menarik nafas panjang. Perlahan Changwook menyandarkan kepalanya dibahu Haneul. Tubuhnya terasa begitu lemas, hingga dia bisa saja jatuh jika tidak bersandar pada Haneul.

Changwook memejamkan matanya. Haneul tidak mendorongnya untuk menjauh.

“Saat operasi kemarin, tiba-tiba saja dia mengalami serangan jantung. Aku begitu takut jika aku tidak bisa menyelamatkannya, Han. Dia masih begitu muda. Usianya baru delapanbelas tahun,” gumam Changwook.

Haneul tidak mengatakan apapun dan membiarkan Changwook terus bicara.

“Aku bahkan tidak bisa melupakan bagaimana reaksi orangtuanya saat aku memberitahu kondisi anak mereka setelah operasi selesai. Ibunya menangis. Wanita itu bahkan bukan ibu kandungnya, tapi dia menangis histeris seakan dia adalah darah dagingnya sendiri. Pagi ini, aku melihat teman-temannya. Mereka…”

Changwook terdiam. Tanpa sadar Changwook menangis. Tenggorokannya tercekat. Seakan dia tidak bisa bernafas.

“Aku dengar kalau mereka akan pergi liburan bersama. Tapi kini liburan mereka harus dibatalkan. Seandainya aku memberitahunya ketika dia datang sendirian untuk melihat hasil pemeriksaan, seandainya aku memberitahunya untuk segera dirawat untuk perawatan lebih lanjut. Dia tidak harus mengalami kesakitan dan terjatuh. Han… seandainya aku…”

Haneul menarik tubuh Changwook dan memeluknya. “Kau hanya seorang dokter, hyung. Kau bilang dia masih berusia delapanbelas tahun, bukan? Prosedur rumah sakit mengatakan bahwa pasien dibawah usia duapuluhsatu tahun harus didampingi oleh orangtua atau wali untuk mengambil hasil pemeriksaan. Apa yang kau lakukan sudah sesuai dengan prosedur. Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Kecelakaan dia terjatuh, itu bukanlah kesalahanmu. Kau hanya dokternya, walaupun dia pasienmu tapi kalian adalah orang asing. Kau tidak bertanggung-jawab atas kecelakaan itu. Kau sudah melakukan yang terbaik untuknya.”

Changwook membalas pelukan Haneul dan menenggelamkan wajahnya dibahu dokter muda tersebut. Haneul menarik nafas dan menepuk pelan punggung Changwook. Haneul membiarkan Changwook memeluknya.

Saat ini Changwook membutuhkan seseorang. Dan orang itu adalah Haneul.

*****

Setelah sepuluh menit, Haneul berhasil membujuk Changwook untuk pergi dari atap karena suhunya semakin dingin. Walaupun dengan canggung, Haneul tidak melepaskan tangan Changwook. Well, banyak orang yang memperhatikan mereka termasuk dokter dan suster. Haneul menarik nafas dan berusaha untuk mengabaikannya. Haneul bisa memberikan penjelasan di lain hari.

Haneul melirik Changwook yang berjalan dibelakangnya. Dokter itu tidak mengatakan apapun, bahkan ekspresi wajahnya benar-benar muram. Haneul membawa Changwook ke area vending machine. Ini belum waktu makan siang, jadi Haneul mungkin akan memberikan Changwook segelas kopi atau minuman lainnya.

Mereka berdua berdiri dihadapan sebuah vending machine. Haneul hendak melepaskan tangan Changwook tapi dia tidak melakukannya. Dengan tangan kanannya, Haneul mengeluarkan dua lembar uang seribu won dan memasukkannya kedalam mesin.

“Kau mau kopi atau minuman lainnya?” tanya Haneul.

Changwook tidak menjawab. Haneul menghela nafas. “Hyung? Dokter Ji Changwook?!”

Changwook sontak menatap Haneul.

“Kau mau kopi atau minuman lain?” tanya Haneul lagi.

“Kopi,” jawab Changwook singkat.

Haneul lalu menekan tombol dan menunggu selama satu menit sebelum dia mengeluarkan segelas kopi dan menyodorkannya pada Changwook. Changwook melepaskan tangan Haneul dan menerima gelas kopi tersebut. Sedikit membuat Haneul terkejut tapi dia menekan tombol lainnya.

Haneul memperhatikan Changwook yang duduk disalah satu kursi. Changwook menyesap kopinya dalam diam. Haneul kemudian mengeluarkan gelas kopi miliknya dan duduk disamping Changwook.

“Siapa nama pasienmu?” tanya Haneul pelan.

Changwook menatap Haneul tapi dia tidak mengatakan apapun. Haneul meliriknya. “Aku tidak boleh mengetahuinya? Kode etik dokter?”

Changwook menatap gelas kopi ditangannya. “Kim Joonmyeon. Yang kudengar dia salah satu siswa di KAMSH.”

“Sekolah seni dan musik yang sangat bagus itu? Kelas seni atau kelas musik?” tanya Haneul lagi setelah dia meneguk sedikit kopi panasnya. Haneul pernah hampir masuk sekolah itu, tapi Haesa memilih sekolah lain. Orangtua mereka hampir tidak pernah memberi ijin keduanya untuk memilih sekolah yang berbeda, kecuali saat memilih jurusan kuliah.

Changwook menarik nafas perlahan dan menghembuskannya. “Kelas musik. Saudara tirinya di kelas seni.”

“Oh. Dia punya saudara tiri.”

Changwook hanya mengangguk dan meneguk kopinya setelah agak dingin. Changwook tidak suka kopi panas. Dia selalu menunggu lima sampai sepuluh menit sebelum meminum kopinya. Haneul meneguk kopinya lagi. Saat ini situasinya menjadi lebih canggung.

“Kita harus memikirkan alasan,” gumam Haneul.

Changwook melirik Haneul. “Alasan?”

“Semua orang memperhatikan kita. Aku tidak melepaskan tanganmu sejak kita turun dari atap,” tutur Haneul.

“Oh. Jangan khawatir, biar aku yang menjelaskan jika mereka bertanya,” ujar Changwook.

Haneul menatap Changwook dengan lekat. “Apa penjelaskan yang akan kau berikan jika mereka bertanya?”

“Kau hanya berusaha menghiburku. Atau semacamnya. Lagipula semua suster dan dokter disini tahu kalau aku sering-kali menganggumu, bukan? Kau hanya perlu mengabaikan mereka. Seperti yang biasa kau lakukan,” sahut Changwook.

Haneul terdiam sejenak. “Apa aku seperti itu?”

Changwook mengernyit. “Maksudmu?”

“Apa aku selalu mengabaikan semua orang?” tanya Haneul.

Changwook mengangguk. “Tidak sepenuhnya mengabaikan. Tapi kau seperti menghindari semua orang. Hanya menjawab dengan singkat bahkan hampir tidak pernah tersenyum.”

“Ah, persis yang diucapkan dokter Han. Kurasa sikapku membuat semua orang salah paham. Well, itu adalah salahku,” tukas Haneul.

Changwook meneguk kembali kopinya. “Kupikir itu karena seksualitasmu,” gumamnya.

Haneul tersenyum tipis. “Tidak. Saat aku di Jerman, semua teman di universitas dan rumah sakit tempat aku ditugaskan, mereka menerimanya dengan baik. Aku merasa nyaman dengan seksualitasku. Mungkin karena ini di Korea, jadi aku memilih untuk tidak mengatakannya. Alasan terbesarnya bukan karena seksualitasku, itu karena memang sifatku. Bahkan di Jerman pun, teman-temanku selalu mengejekku karena sikap dinginku pada semua orang. Itu sudah terbentuk sejak kecil. Karena hanya ada aku dan saudara kembarku, orangtuaku lebih banyak memberi perhatian pada saudara perempuanku. Aku tidak merasa iri, tapi karena itu aku merasa bersikap dewasa lebih cepat. Aku selalu bisa mengurus diriku dan hampir berpikir kalau aku tidak membutuhkan bantuan orang lain. Namun, manusia selalu membutuhkan manusia lainnya. Dalam kasusku, aku hanya berusaha meminimalisir kebutuhan itu.”

“Oh, karena itu rupanya. Kau benar-benar membuat salah paham semua orang. Termasuk diriku,” ujar Changwook.

Haneul kembali tersenyum. Ini adalah pertama-kali bagi Changwook melihat senyuman Haneul yang begitu leluasa. Haneul terlihat begitu bebas mengekspresikan perasaannya. Changwook menambahkan satu alasan lainnya kenapa dia tertarik pada pria tersebut.

Senyuman Haneul.

“Kau harus lebih sering tersenyum seperti itu, Han.”

Haneul menatap Changwook. Sepertinya mood Changwook sudah jauh lebih baik. Haneul mengangkat bahunya. “Itu tergantung situasinya. Aku membutuhkan alasan yang tepat untuk selalu tersenyum.”

“Tersenyumlah untuk Kyuhyun. Walaupun dia tidak bisa melihatnya, setidaknya buat satu alasan agar kau bisa tersenyum seperti itu,” ujar Changwook.

Senyuman Haneul menghilang. “Untuk Kyuhyun?”

“Karena kau menyukainya. Pikirkan Kyuhyun sebagai alasanmu untuk tersenyum. Aku ingin melihatmu selalu tersenyum seperti itu.”

*****

Kyuhyun telah mengkonfirmasi beberapa jadwal pertemuan dengan klien barunya. Tepat waktu makan siang. Kyuhyun melirik kearah jam dipergelangan tangannya lalu merapikan beberapa dokumen dan menyimpannya di dalam brankas yang terletak dibawah meja kerjanya untuk alasan keamanan. Kyuhyun selalu menyimpan semua dokumen kasus yang ditanganinya di dalam brankas sebelum diarsipkan setelah kasusnya selesai.

Kyuhyun memasukkan nomor passwordnya dan bersiap untuk makan siang. Kyuhyun berjalan keluar ruangannya dan bertemu dengan Haejin yang hendak mengantarkannya tamu.

“Oh Kyuhyun-sshi, ada tamu untukmu. Apa kau akan keluar makan siang sekarang?” tanya Haejin.

Kyuhyun memperhatikan seorang wanita paruh baya yang berada dibelakang Haejin. Rasanya dia pernah melihat wanita itu, entah dimana.

“Ah, tidak apa-apa. Apa klien baru?” tanya Kyuhyun.

Haejin sedikit bergeser agar Kyuhyun bisa berhadapan langsung dengan wanita paruh baya tersebut. “Nyonya Choi, ini adalah Pengacara Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun terhenyak. Choi?

“Maaf jika aku datang di waktu yang tidak tepat, Pengacara Cho. Aku adalah ibu dari Choi Siwon. Bisakah kita bicara? Karena kau akan makan siang, kita bisa bicara di restaurant terdekat.”

Tubuh Kyuhyun seakan membeku saat wanita itu menyebut nama Choi Siwon. Heck, untuk apa ibu Choi Siwon datang untuk menemuinya? Tapi Kyuhyun tidak bisa menolak wanita tersebut. Kyuhyun melirik Haejin yang sepertinya sangat penasaran. Tentu saja, Choi Siwon sudah datang pagi ini dan sekarang ibunya yang datang. Siapa yang tidak akan penasaran.

Kyuhyun mengangguk. “Baiklah. Kita bisa bicara diluar, Nyonya Choi. Haejin-sshi, katakan pada Pengacara Lee, aku akan pergi makan siang duluan.”

Haejin hanya mengangguk.

“Silakan, Nyonya.”

Haejin memperhatikan Kyuhyun yang mendampingi wanita tersebut berjalan keluar. Rasanya Haejin merasa ada yang begitu aneh, terlebih sejak Kyuhyun menangani kasus Choi Group. Yang paling aneh adalah kejadian waktu Kyuhyun diculik dan pulang dalam keadaan selamat lima jam kemudian. Belakangan Haejin mengetahui kalau “penculikan” itu adalah ulah Choi Daehan.

Haejin menghela nafas dan berjalan kembali ke meja kerjanya.

“Oh, Haejin-sshi, Kyuhyun masih di ruangannya? Ini sudah waktunya makan siang, bukan?” tanya Hyukjae yang baru saja keluar dari ruangannya.

Haejin menatap Hyukjae. “Kyuhyun baru saja keluar makan siang dengan ibu Choi Siwon.”

“Eh?!! Ibu Choi Siwon? Kau serius? Untuk apa ibunya Choi Siwon datang kesini dan menemui Kyuhyun?” tanya Hyukjae.

Haejin mengangkat bahu. “Kau ingin makan siang, bukan? Kita pergi ke restaurant Tacos saja. Sepertinya Kyuhyun akan makan siang di restaurant yang biasa.”

Hyukjae hanya mengangguk kecil. Tapi dia merasa sedikit aneh mendengar ibu Siwon datang.

Apa Siwon sudah memberitahu orangtuanya kalau dia menyukai Kyuhyun? Makanya ibunya datang kesini? Apa hubungan mereka akan seperti drama di televisi? Orangtua yang menolak hubungan anaknya dan menyuruh Kyuhyun untuk menjauhi Siwon? Heck… yang benar saja. Itu terlalu makjang!

*****

NOTE: Fanfic makjang apa ini?!! Hahahahaha…

Part ini isinya cuma Wonkyu sama uhmm… Pairing Changwook-Haneul enaknya disebut apa ya? Ada ide?? Untuk Krisho sama Chansoo, di part berikutnya ya.

Aku udah kasih pemberitahuan ya, jadi kalo PART 28 TIDAK ADA WONKYU, tolong jangan protes dulu. Kan udah kubilang supaya baca NOTE-nya biar gak ada kesalah-pahaman lagi. Okok??

Bye-bye~

Music: Kyuhyun (Super Junior) – At Close

Advertisements

35 thoughts on “[SF] Scarface Part 27

  1. Baca ini beneran kayak nonton drama langsung kak. Aku bisa bayangin semua adegannya (tentu dengan settingan yg ada di imajinasiku). Hehehe~
    Ini part WonKyu makin menegangkan karena sudah ada keterlibatan dari pihak lain —keluarga— di hubungan mereka :’)
    Ini Kyu sudah bener-bener dikelilingi sama ‘Choi’. Aku penasaran sama maksud kedatangan Nyonya Choi menemui Kyu. Apa persis seperti dugaan Hyukjae? Huk!~ 😀

    Changwook-Haneul? Ji-Kang? ChangHan? Hihihi
    Berharap Haneul sama Dokter Ji aja ^^
    Oke, apa di part 28 nanti full KrisHo? Apa kabar Joon? Belum ada perkembangan ya? Kangen juga sama Yifan. Penasaran sama Yifan setelah Joon masuk ke fase semi-coma ini. Ditunggu aja kak kelanjutannya ^^

  2. Aku jadi ikut tegang. Apa yang akan dibicarakan ibunya Siwon kepada Kyuhyun?? PENASARAAAAANNNNN
    Ditunggu bange lanjutannya

  3. Dia mungkin pernah memperhatikannya saat di rumah sakit, tapi Siwon akan memberikan apapun jika dia bisa melakukannya lagi. Setiap hari, di tempat tidurnya. <—- aku suka kata2 ini… siwon banget… lol
    dan banyak wonkyunya kalp minggu depan gak da wonkyu gpp, yg pentinh part depannya full wonkyu lagi….
    agak kaget juga nyonya choi dateng dan bener kaya hyukjae, mirip sama drama televisi…. but siapa yg tau pikiran author… hehehehe
    Lanjut diera-ssi… figting!!!!

  4. Wonkyu udah kaya drama
    Changwook-haneul mkin dket
    Krisho gak tahu
    Chansoo entah
    Tp yg aku tnggu ttep wonkyu
    Cinta mati deh sma wonkyu
    Mf ya author-nim aku cuma share yg ada diotaku

  5. wonkyu terlalu rumit bgt sih masalahnya dan aku mulai suka dgn dokter haneul dan changwook
    mudah”an aja joon baik” aja dan banyakin lagi dong chansoonya

  6. sekecil apapun moment Wonkyu buatanmu,aku slalu suka raaaa!! huaa ~
    nge-feel bgt sumpah >_<
    lol yg ibu nya Siwon nemuin Kyuhyun,emg berasa nnton High Society versi WonKyu,klo emg Ny.Choi ngedatengin Kyuhyun buat ngejauhin Siwon gitu wkwk
    sedih bgt pas baca bgian ChangNeul.smoga Joonmyeon cepet sadar nd baik2 saja huks

  7. moment wonkyu :):):)
    aduh ngapain tuh ibu siwon datang menemui kyuhyun…..
    semoga pertemuan kyuhyun – ibunya siwon berjalan baik2

  8. Urusannya akan panjang utk hub wonkyu apalagi klw eomanya siwon ikut campur..mudah2an eomanya merestui..aq jg suka couple haneul dan changwook apalagi mereka ikutan drama musical berdua pake kissing jd serasa real..ah curcol…jgn lama2 updatenya..fighting

  9. Woooooooa keluarga choi kayaknya lagi seneng senengnya pengen ketemu sama kyuhyun apalagi choi siwon yg ga berhenti buat nemuin kyuhyun ><
    Aaaaaa pengen tau lanjutannya nyonya choi ketemu kyuhyun mau ngomongin apa? _?
    Mendukung kah atau menolak hubungan wonkyu,
    Mudah-mudahan mendukung hubungan anaknya dengan kyuhyun ^_^
    Gpp deh chap 28 gaada moment wonkyu tapi chap selanjutnya wonkyu momentnya tambah romantis ya eon.
    Heheheheheh

  10. Wooh…
    Knp tiba2 kasus Seon Hwan diambil alih dr Kyuhyun?

    Dan apakah mmng kisah cinta WonKyu akan seperti kisah drama2 dimana Ibu si Choi meminta Kyuhyun menjauhi anakny?

    Ugh…
    G sabar :3

  11. As usual, thanks a lot udah update chap 27 kak diera ({})
    Ngga tau mau koment apa, mungkin efek baru slse aktifitas seharian jadi bacanya ngga terlalu fokus 😦 Aku kok malah mau mewek pas baca bagian changwook yang cerita keadaan joonmyeon ya. Terus ketawa pas terakhir hyukjae bilang “makjang”. Ah entahlah, mungkin otakku lagi sedikit geser kkkk.
    Buat chap selanjutnya, pliss jangan buat joonmyeon mati atau sekarat kak. Mungkin d chap selanjutnya ortunya si joon tau kalo yifan suka sama joonmyeon. Terus appa nya mengizinkan si joon buat kuliah di london sambil berobat tumornya. Terus si yifan ndampingin dia nyampe sembuh. Oke, sepertinya otakku bener2 geser #plakk

    kak diera cantik, update asap juseyoo. fighting^•^

  12. Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa …. Wonkyu bikin gemes:…

    Penasaran kenapa ibu nya siwon datengin kyukyu; akan gk restuin hubungan siwon n kyukyu kah ……

    Cepet2 lanjut yach; maaf aku baru comment ….

  13. wah ini bs dblg ad progress nya ga sih untuk hubungan wonkyu?
    soalnya kyu nya jg ya gtu datar hahaha
    walo gtw isi hati sbnrnya dy gmn?
    siwon juga sama aja..
    cieeee haneul udh bs nrima changwook nih..
    changwook ksian beban bgd y soal suho..
    ibu siwon dtg??
    ada apa y?
    soalnya wktu kmpul kluarga kan ibunya siwon yg nentang keras
    bapanya malah lebih demokratis untuk hal ini
    part depan gak akan ada wonkyu??
    jd lbur dulu chap depan nya hehehe

  14. Pokoknya…pingin ngucapin bnyk terimakasih untuk eonni yg udh bikin ini ff.
    Kadang bingung untuk nulis apa yg kita rasAin saat baca ini ff.Soalnya banyak perasaan yg ikut campur.Bnyk harapan juga untuk setiap permasalahan yg ada.

    Jeongmal gumawo eonni…
    Mian kalau comment Hanna ga bisa mmbangu atau ga nyambung hehehe…
    Fighting!!!

  15. Apa Ny. Choi mau marah” sama kyu? Atau mau ngasih sejumlah uang terus nglarang kyu berhubungan sama siwon?#kebanyakan nonton drama 😁😁
    Hubungan changhan makin manis aja 😚
    Terus apa kabar pasangan yifan-joon??
    Penasaran akut 😱
    Eonni update cepet ya, please 🙏
    Faithing 🙌🙌

  16. Siwon kliatan banget mau pdkt sama kyu tuh haha…. Greget sbnernya kapan kyu sadar sama prasaan nya ke siwon? Ckck
    eh itu eomma choi mau ngapain? Ga mngkin kan nyuruh kyu jauhin siwon… Nah loh? :3

    yaah chap depan ga ada wonkyu.. Jd aku baca chap depan depan nya lg dech yg jelas ada wonkyu nya xD

  17. Makin penasaran sama kisah cintanya wonkyu… apalagi yg kejadian di toilet barnya kkk…
    Ehm.. gpp dech part depan g’ ada wonkyu…. but pleaseee part 29 full wonkyu yach diera sshi. Gomawo..

  18. aku selalu suka pemilihan kata* dari kak diera langsung bisa di bayangin
    aaa wonkyu wonkyu wonkyu!!!
    bahagia itu sederhana banget yaa kakak update ff ini rasanyaaa aaaa gak bisa di jelasin
    tetap semangat yaaa kakak ini otp author sama cerita favorit aku
    gak ada krisho di part ini yaah gak papadeh chap depan full krisho
    chap depannya lagi full wonkyu
    aihh bahagianya♥

  19. iseng cek dan ternyataaaa update.
    senengnyaaaa…
    tapiii berakhir saat seru serunya.heee
    hmm chap 28 ngak ada wonkyu?..?
    moga tetap ada biarpun nyempil dikit yah mungkin kayak part haneul. jdi mg bsk yg 28 tuk krisho n wonkyu. #semoga

  20. kyu salting depan won.. Huaah, kyak anak remaja lg jatuh cinta..buruburu kabur krn gak nahan deketdeket
    ibu won ktmu kyu itu mau ngomong apa? Mau liat seberapa hebatnya kyu bisa naklukin won, untuk ngeliat sbrapa pantas kyu untk won, untuk memperingati won, atw mau tanya perasaan kyu ke won.
    Smga jalan mereka lancar kya jalan tol.
    Joon, cpet sembuh ya..
    Ji-han.. Apa han mulai bersimpati ama ji? Smga han bisa ama ji,yar won ama kyu.
    Makjang autor nim.

  21. wonkyunya bener2 banyak. makasi eonni…
    makasi banyak sekali… bener bener penasaran sama lanjutannya… di tunggu ya diera eoni…
    oke tetep di tunggu part 28nya…

    q juga penasaran sama krisho heheh dan chansoo…

    pairing.e changwook-haneul gini ajah… changhan ajah heheh… cm kasih saran. hehehe

    semangat

  22. apa ya kira2 yang bakalan diomongin sama ibunya Siwon? kayak drama2 gitu? ini gk mainstream khan? aku suka sama momentnya changwookxhaneul, jd chap depan lebih fokus ke sakitnya joomyeon ya?

  23. It has been 0:24 am, and I’m still awake -.-
    I don’t know, but recently I can’t sleep well bcs I’m too over excited in waiting for next chap.
    Kak diera cantik, update asap juseyoooo T.T
    Jebaaaal huks u.u

  24. Mau ngapain tuh eommanya siwon ingin ktemu kyu ???
    Banyak sekali pikiran , penasaran bingittttttt nih,,,
    Dtunggu next chap ya ,, jgan lama* yah update,,
    Oh ya maaf part 28 q gak coment krn q gak baca cz bukan wonkyu,, hehehe mianhe,,
    Fighting

  25. Hbngan wonkyu mlae smakin dekat,,,dn kyu ga mnolak sntuhan siwon…apa yg ingin dibicarakan nyonya choi sm kyu bkin tegang!!
    Good job!!

  26. Keadaan suho sekarang semi koma dan rencana liburannya akhirnya batal, sayang sekali. Kirain siho bakalan tetep liburan dan kris menyusul brsama luhan..
    Ahh….ibu siwon sdh mulai menemui kyuhyun. Apa yg akan dibicarakan ibu siwon dg kyuhyun, apa sesuatu yg baik atau sebaliknya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s