[SF] Scarface Part 25

Scarface

25

Kyuhyun memperhatikan punggung Siwon yang sedang membuat teh. Dia tidak mengerti kenapa Siwon membawanya ke sebuah apartment. Tapi melihat Siwon memasukkan nomor kode passwordnya, Kyuhyun langsung mengetahui kalau apartment itu adalah milik Siwon –atau milik keluarganya.

Kyuhyun menarik nafas dan berjalan menghampiri Siwon. “Aku tidak tahu kenapa kau membawaku kesini, tapi apa yang ingin kau bicarakan?”

Siwon menoleh dan menuangkan teh kedalam mug lainnya. Kemudian ia menarik Kyuhyun untuk duduk dan menyodorkan satu mug pada Kyuhyun. “Minumlah.”

Kyuhyun mengambil mug tersebut dan menaruhnya kembali. Dia menatap Siwon dengan lekat. “Bicaralah.”

Siwon menghela nafas dan duduk disebelah Kyuhyun. Siwon meminum teh-nya perlahan. Pria Choi itu sama sekali tidak menatap Kyuhyun. “Aku mengatakannya pada Choi Daehan.”

“Presdir Choi? Mengatakan apa?” tanya Kyuhyun.

“Ah, sebenarnya ini sangat sulit dipercaya. Tapi Choi Siwon baru saja mengakui pada Choi Daehan kalau dia menyukai Cho Kyuhyun. Kurasa, dalam hitungan jam akan diadakan pertemuan keluarga,” tutur Siwon.

Kyuhyun berkedip beberapa-kali. Rasanya dia menjadi tuli seketika. Kyuhyun merasa kalau dia tidak mendengar dengan baik apa yang diucapkan oleh Siwon. Siwon melirik pada Kyuhyun. “Nanti teh-mu dingin. Minumlah.”

Kyuhyun menatap mug miliknya. Dia masih bisa merasakan sensasi hangat dari mug tersebut diujung jemarinya, namun entah Kyuhyun merasa bahwa tubuhnya mulai membeku. Sensasi yang sama ketika dia masuk rumah sakit sewaktu di Pulau Jeju.

“Kenapa kau mengatakannya?” bisik Kyuhyun.

Siwon menatap Kyuhyun dengan lekat. “Apa kau marah?”

Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskan perlahan. “Tidak. Aku tidak mempunyai alasan untuk marah, tapi aku mempunyai alasan untuk mengetahui kenapa kau mengatakannya pada Presdir Choi.”

“Jangan memanggil Kakekku dengan sebutan Presdir Choi. Itu membingungkanku karena ayahku juga seorang Presdir dan di masa depan, jika Kakek tidak membunuhku, aku mungkin juga akan menjadi Presdir. Sebut dia Kakek Choi saja, mengerti? Untuk alasan kenapa aku mengatakannya, itu hanya terucap begitu saja.”

Kyuhyun mengernyit. “Hanya terucap begitu saja?”

“Tidak sepenuhnya begitu, tapi itulah yang terjadi. Aku hanya ingin memberitahumu saja. Kakekku mungkin akan menemuimu atau semacamnya karena pengakuanku itu. Kau bisa bersikap seolah kau tidak mengetahui apapun. Aku tidak ingin kau terlibat masalah internal keluargaku, jadi bilang saja kau tidak tahu,” tutur Siwon.

Kyuhyun masih menatap pria dihadapannya dengan mengernyit. Kyuhyun tidak mengerti alasan kenapa Siwon malah menyuruhnya mengatakan tidak tahu mengenai perasaannya sendiri. Apa mungkin Siwon merasa malu atas perasaannya? Atau Siwon sebenarnya…

“Jangan berpikiran aneh-aneh Kyuhyun,” tukasnya sembari mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya. Siwon kembali menghela nafas ketika dia melihat nama Changmin sebagai caller ID. Siwon menatap Kyuhyun. “Aku harus menerima telepon ini.”

Kemudian Siwon beranjak dari kursi dan berjalan keluar apartment. Kyuhyun kembali mengerutkan kening. “Kenapa dia harus bicara diluar?” gumamnya.

Kyuhyun memperhatikan area dapur dengan design minimalis dengan dominasi warna silver. Kemudian Kyuhyun berdiri dan berjalan menuju ruang tengah. Design-nya tidak jauh berbeda. Semuanya terlihat begitu minimalis dan elegan dengan warna monokrom. Kyuhyun melihat beberapa buku diatas coffee table. Dia meraih satu buku dan membaca judulnya.

“Dia membaca buku seperti ini juga?” gumam Kyuhyun sembari menaruh buku yang merupakan sebuah novel romantic itu kembali diatas coffee table. Kyuhyun melepaskan mantelnya dan menaruhnya di sofa.

Kyuhyun kembali berkeliling apartment tersebut. Dia bahkan melupakan teh yang dibuatkan oleh Siwon. Kyuhyun membuka sebuah pintu yang ditemukannya berada di lorong sebelah kiri dari pintu masuk. Sebuah kamar tidur.

Kyuhyun hanya berdiri diambang pintu. “Kupikir semua orang kaya ingin rumahnya mempunyai kesan mewah dan mahal. Tapi dia sebaliknya.”

“Apanya yang sebaliknya?” tiba-tiba Siwon muncul dibelakang Kyuhyun membuatnya melompat terkejut. “Kenapa terkejut begitu?”

Kyuhyun menggeleng. Lalu dia menutup pintu kamar tersebut dan menatap Siwon. “Kau harus pergi? Kita sudah selesai bicara, bukan? Ah… Berikan aku uang taksi, akan kutransfer atau kau bisa memotongnya dari pembayaran jasaku,” ucapnya dengan tenang.

“Hey, kau pikir aku menjemputmu di rumah dan akan membiarkanmu pulang dengan taksi? Selain itu, kita masih belum selesai bicara. Ini mengenai kasus Seon Hwan yang sedang kau tangani,” tutur Siwon.

Kyuhyun menghela nafas lalu berjalan menuju ruang tengah. Namun, Kyuhyun menyadari kalau ada orang lain bersama mereka. Kyuhyun menoleh dan melihat ada dua orang dengan tubuh tegap menatapnya dengan serius. Kedua orang itu memberi salam padanya.

Siwon berdiri disamping Kyuhyun. “Mereka adalah bodyguard untukmu. Karena kasus Seon Hwan, Changmin bilang kalau aku khawatir, maka aku bisa menyewa orang untuk mengawasimu dari jauh. Tapi aku tahu kalau itu akan membuatmu tidak nyaman. Jadi, kuputuskan untuk mengatakannya langsung padamu. Mereka hanya akan menjagamu selama kau berada di luar rumah. Pergi ke kantor, menemui klien, pergi ke pengadilan atau kemana pun kau akan pergi. Bisa kupastikan mereka hanya akan mengawasimu dari jauh, tapi jika terjadi masalah mereka akan bertindak sesuai prosedur.”

“Se-sesuai prosedur?”

“Mereka akan melakukan apapun untuk menjaga keamananmu. Apapun resikonya,” tutur Siwon. Kemudian Siwon memperkenalkan dua pria yang akan menjadi bodyguard Kyuhyun. “Perkenalkan, Ahn Soo dan Shin Hwan.”

Kyuhyun sedikit membungkuk pada kedua bodyguard tersebut. Lalu dia menatap Siwon. “Aku berterima-kasih, tapi kau tidak perlu melakukannya. Kasus Seon Hwan, aku belum tentu akan melanjutkannya.”

“Tapi masih ada kemungkinan kalau kau akan melanjutkannya. Ini mungkin hanya untuk sementara, jadi ikuti saja perkataanku. Shin, kau membawanya?”

Bodyguard bernama Shin Hwan mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam dari saku jasnya dan menyodorkannya pada Siwon. Siwon mengambil kotak tersebut dan membukanya. Dia tersenyum melihat isinya dan menyodorkannya pada Kyuhyun.

“Ini apa?” tanya Kyuhyun sembari mengambilnya. Kyuhyun melihat isi kotak tersebut. Sebuah pin dengan design inisial namanya dan sebuah pena hitam yang elegan. Kyuhyun kembali menatap Siwon yang tersenyum.

Siwon lalu memberi isyarat pada Ahn Soo dan Shin Hwan untuk pergi. Kedua bodyguard tersebut membungkuk dan berjalan keluar. Siwon menghela nafas sembari berdiri dihadapan Kyuhyun. “Pastikan kau selalu membawanya. Selalu pakai pin tersebut di jasmu. Mengerti?”

Kyuhyun kembali menatap pin serta pena tersebut. Siwon memperhatikannya sejenak lalu ia mengambil kotak tersebut dan mengeluarkan penanya. “Ini bukan sekedar pena biasa. Ini adalah alat perekam. Batterainya bisa bertahan duapuluhempat jam, tapi kau harus mengisi ulangnya selama empat jam. Oh, kau harus mendownload data-nya setiap hari. Aku akan meminta datanya mungkin setiap minggu. Pastikan kau tidak melewatkan satu hari. Dan pin itu semacam alat pelacak. Ahn Soo dan Shin Hwan akan mengawasi lokasimu selama duapuluhempat jam. Mereka hanya berada disekitarmu selama kau berada diluar rumah untuk bekerja, tapi mereka tetap mengawasi lokasimu. Jika kau pergi dan tidak memakai pin tersebut, mereka hanya akan membuatmu semakin tidak nyaman karena mereka akan membuntutimu.”

“Choi Siwon-sshi…”

Siwon menaruh pena itu didalam kotak lagi. “Kumohon, lakukan permintaanku. Kau mungkin akan mengatakan kalau aku tidak perlu melakukannya karena hubungan kita… Ah, aku bisa gila. Kita adalah teman, bukan? Jadi, anggap saja kalau aku melakukannya demi melindungi temanku.”

Kyuhyun tidak mengatakan apapun dan hanya memandangi Siwon. Walaupun beberapa jam lalu, Hyukjae mengatakan kalau Siwon pasti melakukan sesuatu demi melindunginya, tapi Kyuhyun tetap merasa kalau apa yang dilakukan Siwon sedikit berlebihan. Jika Siwon hanya memberikan pena serta pin itu, Kyuhyun mungkin masih bisa menerimanya. Tapi dengan menyewa dua bodyguard untuk mengawasinya? Itu terlalu berlebihan. Kyuhyun hanya seorang pengacara dan bukannya anggota senator atau orang penting lainnya.

Siwon menarik nafas dan menghembuskannya. Dia mengambil kotak hitam itu dari tangan Kyuhyun dan melemparkannya ke sofa. Siwon kembali menatap Kyuhyun. Dia mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Kyuhyun dengan perlahan.

“Teman. Kau adalah temanku, bukan? Kau sendiri yang mengatakan kalau hubungan diantara kita bukan sekedar pengacara dan klien, melainkan teman. Walaupun aku menginginkan hubungan selain pertemanan, tapi aku menghormatimu. Perasaan ini hanya diriku yang merasakannya, jadi aku tidak bisa memaksakannya padamu. Tapi bisakah kau memikirkan diriku? Aku baru saja mengakui bahwa diriku menyukai seorang pria, dirimu lebih tepatnya. Kau mungkin pernah menyukai seorang wanita, tapi aku belum pernah merasakan apa yang kurasakan padamu selama tigapuluhtiga tahun. Ini jauh lebih membingungkan untukku,” ucap Siwon.

Lalu Siwon menarik tangannya dari wajah Kyuhyun. “Situasi diantara kita berbeda, Kyuhyun. Ada kemungkinan kau tidak akan pernah merasakan hal yang sama seperti yang kurasakan. Saat itu tiba, maka aku akan sendirian. Aku tidak bisa menarik semua ucapanku tentang menyukaimu dan melakukan perjodohan untuk menikahi seorang wanita. Kau mungkin akan menikah dengan seorang wanita –selain Kang Haesa tentunya, karena aku tidak akan pernah membiarkanmu menikahinya–mempunyai anak dan membangun sebuah keluarga. Tetapi aku tidak bisa melakukannya. Jadi, apapun yang terjadi di masa depan, aku ingin kau tetap menjadi temanku. Tetap disisiku sebagai teman dan mengabaikan kenyataan bahwa aku menyukaimu dan hidup bahagia dengan keluargamu sendiri. Apa kau bisa melakukannya?”

Kyuhyun terhenyak dengan semua ucapan Siwon. Seperti yang dikatakan Siwon, situasi diantara mereka berbeda. Kyuhyun tidak akan pernah mengerti dengan yang dirasakan oleh Siwon –atau pun Haneul. Siwon dan Haneul, mereka mengakui bahwa menyukai seorang pria. Jika mereka menemukan pria yang juga menyukai mereka, itu adalah hal baik. Tapi keduanya mengatakan bahwa mereka menyukai Kyuhyun dan dia tidak bisa mengatakan apapun pada keduanya. Kyuhyun menyukai wanita selama bertahun-tahun, tapi dalam waktu singkat muncul dua pria yang menyukainya.

Itu bukanlah sesuatu yang biasa terjadi sehari-hari.

Haneul, tidak mengatakan apapun sejak hari dimana dia mengatakan perasaannya pada Kyuhyun. Namun, Siwon berbeda. Pria yang berdiri dihadapannya selalu muncul dihadapannya, memberikan perhatian dan terus mengatakan kalau dia menyukai Kyuhyun. Hari ini, hubungan mereka berubah dari hubungan pekerjaan menjadi hubungan pertemanan. Tapi dalam beberapa jam, Siwon mengatakan hal yang sulit untuk dilakukan oleh Kyuhyun.

Mengabaikan kenyataan bahwa Siwon menyukainya. Bagaimana Kyuhyun melakukannya jika setiap kali Kyuhyun menatap Siwon, dia akan teringat semua peristiwa yang pernah terjadi diantara mereka?

“Kau membuatku terlihat sangat egois,” gumam Kyuhyun.

Siwon tersenyum. “Jika kau ingin bahagia, maka kau perlu egois. Di dunia ini, tidak ada orang yang sepenuhnya ikut bahagia saat kau merasakan kebahagiaan.”

“Kalau begitu, jika aku bahagia maka kau tidak akan sepenuhnya bahagia untukku juga?” sahut Kyuhyun.

Siwon mengangguk. “Begitulah. Aku akan ikut bahagia, jika kau bahagia berada disisiku. Tapi aku adalah orang yang realistis. Aku memikirkan begitu banyak kemungkinan yang terjadi dan aku mengambil satu keputusan yang terbaik.”

“Ini keputusan terbaikmu?”

“Bukan. Ini adalah keputusan terburukku. Tetap berada disisimu, menjadi temanmu dan mempertahankan perasaan ini sendirian adalah keputusan terburuk bagiku. Aku seharusnya pergi menjauhimu sebelum perasaanku padamu semakin tidak terkendali. Tapi aku memilih sebaliknya, jadi kau harus bersikap baik padaku.”

Kyuhyun menatap Siwon beberapa detik lalu mendengus. Yang dikatakan Siwon mungkin terdengar begitu bijak, masuk akal atau bahkan membuat Kyuhyun bergetar. Tapi semakin lama Kyuhyun mendengarnya, dia menyadari bahwa Siwon hanya membuat alasan bagi pengakuan perasaannya sendiri. Terdengar begitu egois. Siwon pasti berpikir kalau dunia berpusat pada dirinya.

“Kau mengambil semua kredit baik dan memberiku citra buruk. Yang kaulakukan bukanlah apa yang dilakukan seorang teman, tapi kau melakukannya demi dirimu sendiri. Demi membuat dirimu nyaman atas perasaanmu sendiri. Apa aku yang membuatmu menyukaiku? Semua tindakanmu adalah keputusanmu secara sepihak. Aku memang menyetujui untuk menjadi temanmu. Bahkan, aku pernah memberimu ijin untuk menciumku. Tapi apa kau pikir, kau mempunyai hak untuk mengatur seluruh hidupku? Menyewa bodyguard, menyuruhku memakai alat pelacak dan memintaku untuk berada disisimu walaupun aku sudah berkeluarga nantinya? Aku berusaha menahan diri saat kau menunjukkan pin serta pena itu, tapi mendengarmu menyuruhku untuk hidup bahagia dengan keluargaku dan tetap berada disisimu sebagai teman dengan mengabaikan perasanaanmu, apa kau mengira bahwa kau adalah Tuhan? Kau mengatakan bahwa ini membuatmu bingung, tapi bagiku, semua tindakan sepihakmu, semua perhatianmu, semua ucapanmu itu yang paling membingungkan. Kau bilang kau adalah orang yang realistis, tapi ini sama sekali tidak realistis,” tutur Kyuhyun.

“Kyuhyun-sshi…”

Kyuhyun mengambil mantelnya. Dia melihat kotak hitam yang diberikan oleh Siwon diatas sofa, tapi dia tidak berniat untuk mengambilnya juga. Kyuhyun memakai mantelnya. “Kau mau meminjamiku uang taksi atau tidak?”

“Sudah kubilang aku akan mengantarmu pulang,” protes Siwon.

“Aku tidak pernah memberimu ijin untuk mengantarkanku pulang. Untuk datang kesini adalah keputusanku, begitu pula bagaimana aku pulang, Choi Siwon. Aku bertanya padamu sekali lagi, apa aku bisa meminjam uang darimu? Bukan memintamu mengantarkanku pulang. Kau hanya perlu memberiku uang atau aku bisa meminta noona untuk menjemputku, walaupun itu sedikit memalukan,” sahut Kyuhyun.

Siwon menghela nafas lalu mengeluarkan dompetnya. Dia mengeluarkan satu lembar uang limapuluh ribu won dan menyodorkannya pada Kyuhyun. “Bawa kotak itu,” tuturnya.

Kyuhyun mengambil uang tersebut dan memasukkan kedalam saku mantel. “Aku menolak memakai atau membawa apapun. Masalah bodyguard akan kubiarkan. Tapi aku bukanlah seekor anjing yang harus selalu diikat dan dipasangi alat pelacak kalau-kalau aku kabur. Pikirkan juga mengenai tindakan dan ucapanmu selama ini, Siwon. Kau mungkin terbiasa mengatur hidup semua pegawaimu, tapi aku bukanlah pegawaimu. Aku adalah temanmu.”

Kyuhyun lalu berjalan keluar dari apartment tersebut.

*****

Kyungsoo menghela nafas lega. “Jadi, tidak ada masalah apapun dengan kesehatanmu?”

Chanyeol melirik kearah Kyungsoo yang sedang menelepon Joonmyeon. Chanyeol tahu kalau Joonmyeon sudah berteman dengan Kyungsoo sejak mereka masuk KAMSH, bahkan selalu sekelas. Walaupun Chanyeol hampir tidak pernah bergaul dengan anak-anak dari kelas Musik, tapi Chanyeol kenal beberapa teman dekat Kyungsoo seperti Joonmyeon dan Baekhyun. Bahkan dia juga sangat terkejut ketika Baekhyun tidak mempermasalahkan keikut-sertaannya dalam liburan mereka kali ini.

“Baekhyun khawatir, Joon. Aku juga. Yang terpenting, saat ini kau harus istirahat. Baekhyun akan membatalkan rencana liburan kita jika kau tiba-tiba batal ikut karena sakit. Dibandingkan aku, Baekhyun itu sering-kali over-reaction jika terjadi sesuatu padamu. Eoh, istirahatlah. Akan kuberitahu Baekhyun mengenai hasil pemeriksaanmu,” tutur Kyungsoo yang kemudian memutuskan sambungan telepon.

Kyungsoo menghela nafas dan kembali duduk di sofa. Chanyeol menyimpan ponselnya dan memperhatikan Kyungsoo yang sedang mengetik pesan untuk Baekhyun.

“Joonmyeon sakit?” tanya Chanyeol.

Kyungsoo mengangguk. Tangannya masih mengetik pada layar ponselnya. “Sejak akhir minggu. Dia sudah pergi ke rumah sakit dan sepertinya hasil pemeriksaannya tidak terlalu mengkhawatirkan.”

“Oh. Baekhyun sangat khawatir?”

Kyungsoo selesai mengirim pesan pada Baekhyun lalu menatap Chanyeol. “Bukan hanya Baekhyun. Aku juga khawatir. Jika yang lain tahu, mereka juga pasti khawatir.”

Chanyeol menarik nafas dan sedikit menurunkan tubuhnya hingga dia bisa menyandarkan kepalanya di bahu Kyungsoo. “Sepertinya semua orang sangat menyayangi Joonmyeon.”

Kyungsoo tersenyum tipis. “Karena kau tidak terlalu mengenalnya, jadi kau tidak mengerti. Sejak kami mengenal Joonmyeon.. Hah, bagaimana menjelaskannya. Joonmyeon itu sangat tertutup. Dia hampir tidak pernah menceritakan masalahnya. Tapi dia lebih banyak membantu jika kami mempunyai masalah. Terlebih, sebelum ayahnya menikah sebulan lalu, Joonmyeon lebih sering sendirian.”

“Eoh, ceritamu sebelumnya mengenai ayahnya menikah dengan ibu dari salah satu siswa kelas Seni, benar?” sahut Chanyeol.

Kyungsoo hanya mengangguk. Dia memang bercerita mengenai pernikahan ayah Joonmyeon pada Chanyeol, tapi Kyungsoo tidak pernah menyebut nama Kevin Wu yang menjadi saudara tiri Joonmyeon. Entah, bagaimana reaksi Chanyeol nantinya.

Chanyeol melirik Kyungsoo. “Kau bahkan belum memberitahu siapa nama siswa kelas Seni itu. Apa Joonmyeon melarangmu memberitahu orang lain?”

“Dia memang tidak memberitahu namanya. Lagipula untuk apa Joonmyeon memberitahuku. Aku bahkan tidak mengenal siswa kelas Seni kecuali dirimu dan beberapa nama yang cukup populer,” tukas Kyungsoo.

“Tapi aku dari kelas Seni. Kalau kau tidak tahu, aku bisa mengetahuinya bahkan hanya dari namanya jika kau memberitahuku,” sahut Chanyeol.

Kyungsoo mendesis. “Jika aku tahu namanya, aku tidak akan memberitahunya padamu, anggota Dewan Siswa Park Chanyeol.”

“Baiklah. Aku bisa mencari tahu dari guru. Jika orangtua mereka menikah, bisa jadi kartu keluarganya juga ada perubahan, bukan?”

Kyungsoo mendengus dan menyentil kening Chanyeol. Chanyeol meringis kesakitan dan mengusap keningnya. “Jangan menggunakan kewenanganmu sebagai anggota Dewan Siswa untuk hal-hal yang tidak penting, Park Chanyeol.”

“Arraseo. Arraseo! Hentikan kebiasaanmu menyentil keningku, Do Kyungsoo! Sakit, tahu!!”

*****

Ahra baru saja sampai dari kantornya ketika dia melihat Kyuhyun keluar dari taksi. Ahra menunggu di depan pintu sampai Kyuhyun berjalan masuk. Ahra mengernyit saat melihat ekspresi Kyuhyun yang terlihat begitu lesu. Bahkan, Kyuhyun tidak menyadari kalau kakaknya sedang memperhatikannya.

“Kyuhyun-ah…”

Kyuhyun mengangkat kepala dan tersenyum tipis. Dia bergegas menghampiri Ahra. “Noona, baru pulang?”

“Eoh. Kau dari mana?” tanya Ahra.

“Ada keperluan dengan klien. Masuklah, noona. Udaranya dingin,” tutur Kyuhyun sembari beranjak masuk kedalam rumah.

Namun, Ahra menahan lengan adiknya. Kyuhyun kembali menatap Ahra dengan mengerutkan kening. Ahra terlihat ingin bertanya mengenai sesuatu dan Kyuhyun hanya berharap kalau Ahra tidak terlalu curiga.

“Kyuhyun…”

“Noona? Jika ingin bicara, sebaiknya didalam saja,” ucap Kyuhyun dengan cepat.

Ahra menggeleng dan tetap menahan lengan Kyuhyun dengan erat. “Jika kita bicara didalam, kau tidak akan pernah memberiku kesempatan. Terlebih ada Eomma. Kyuhyun, apa kau sedang menyukai seseorang?”

Kyuhyun menatap Ahra dengan lekat. “Tidak. Kenapa noona bertanya begitu?”

“Karena Choi Siwon.”

Kyuhyun mengernyit. “Choi Siwon? Kenapa dengannya?”

Ahra menarik nafas panjang dan melepaskan lengan Kyuhyun. Kemudian Ahra menyentuh pipi Kyuhyun dengan lembut. Terkadang, Ahra tidak ingin mengakui kalau adiknya sudah besar tapi itulah kenyataannya. Ahra menghembuskan nafas panjang dan menarik tangannya dari wajah Kyuhyun.

“Saat di rumah sakit, dia menatapmu. Tatapan yang berbeda. Aku bisa menyadarinya, Kyuhyun. Kau mungkin bisa mengelak, tapi kau tidak akan bisa menyangkal kejujuran dari sebuah tatapan mata. Aku hanya ingin bertanya apa kau…. Aku bahkan tidak bisa menemukan pertanyaan yang tepat,” tutur Ahra.

Kyuhyun masih menatap Ahra. Dia tidak mengatakan apapun karena jika dia bicara, Ahra bisa langsung mengkonfirmasi apa yang sudah dipikirkannya selama ini. Itu tidak salah seratus persen, tapi itu juga tidak benar seratus persen.

Ahra merapatkan mantelnya. Tiba-tiba dia merasa jauh lebih dingin. Tapi bukan karena suhu dingin saat ini. Karena dia berharap bahwa asumsinya adalah kesalahan. “Apa Choi Siwon menyukaimu? Dan kau juga menyukainya?”

Kyuhyun berkedip beberapa-kali. Ahra telah mengatakannya dan Kyuhyun tidak tahu bagaimana dia harus menjawab. Ahra, Kyuhyun tidak bisa berbohong padanya. Rasanya aneh, Kyuhyun bisa berbohong pada orangtuanya, tapi dia tidak bisa melakukannya pada Ahra.

Ahra menatap Kyuhyun dengan penuh harapan. Harapan kalau Kyuhyun akan mengatakan jawaban yang ingin didengar oleh Ahra.

Kyuhyun menarik nafas. “Choi Siwon… Dia memang menyukaiku, noona.”

Ahra memejamkan matanya saat mendengarkan jawaban Kyuhyun. Bahkan, Ahra menahan nafas sepanjang dia menunggu jawaban adiknya. Ahra kembali bernafas dengan normal lalu membuka matanya. Dia kembali menatap Kyuhyun dengan serius.

“Sejak kapan?”

Kyuhyun mengangkat bahu. “Dia bahkan tidak tahu sejak kapan dia merasa tertarik pada… seorang pria.”

“Maksudmu, padamu.” Ahra membenarkan.

Kyuhyun hanya menatapnya lalu kembali menjelaskan. “Noona, aku tidak menyukainya. Kau tahu sendiri, kalau aku menyukai Kang Haesa selama lebih dari lima tahun. Asumsi noona mengenaiku…”

“Kyuhyun, aku tahu saat kau menyukai seseorang, itu bukan sekedar pilihan. Choi Siwon tidak memilih untuk menyukaimu begitu saja. Dia adalah seorang pewaris Choi Group, selain itu dia juga sering-kali menjalani beberapa perjodohan. Choi Siwon bisa saja memilih salah satu dari wanita yang pernah dijodohkan dengannya jika dia mau. Bahkan, dia juga bisa memilih untuk tidak menikah sama sekali. Itu baru pilihan. Kau menyukai Kang Haesa juga bukan sekedar pilihan. Tapi menunggunya tanpa kepastian selama lima tahun itu adalah pilihanmu,” jelas Ahra.

Kyuhyun mendesah. “Noona, sebenarnya apa yang ingin kau katakan.”

“Kau bilang tidak menyukainya, bukan? Tapi dia menyukaimu. Kau sendiri yang mengatakannya padaku. Lalu apa kau akan tetap menemuinya? Walaupun aku sudah sangat jelas mengatakan untuk tidak bertemu lagi dengannya,” tanya Ahra.

Kyuhyun tidak menjawab lagi. Dan karena Kyuhyun tidak mengatakan apapun, Ahra bisa mengkonfirmasi asumsinya yang lain. Dia menghela nafas lalu membuka pintu dan berjalan masuk kedalam rumah.

Kyuhyun masih berdiri di luar ketika pintu tertutup. Kyuhyun menarik nafas dan bersandar pada pintu. Dia memandang kearah langit yang terlihat begitu gelap. Sepertinya malam ini, salju akan kembali turun.

“Aku bisa saja menurutimu, noona. Hanya saja, ada bagian diriku yang tidak ingin melakukannya. Entah kenapa begitu, disaat aku mengatakan kalau aku tidak menyukainya seperti dia menyukaiku.”

*****

Zitao mengetuk pintu kamar Yifan lalu membukanya perlahan. Dia melihat Yifan sedang duduk dihadapan kanvas besar yang masih kosong. Zitao menghela nafas lalu menghampirinya. Zitao melihat ada beberapa lukisan yang sudah selesai, tapi ada sekitar tiga kanvas yang masih belum diselesaikan. Termasuk kanvas dihadapan Yifan.

Zitao mengernyit. “Kau sedang tidak ada ide?”

Yifan mendesah dan menoleh. “Ada apa?”

“Nana baru saja meneleponku. Sepertinya Nana masih tidak tahu kenapa kau memutuskan untuk pulang dengan tiba-tiba,” ucap Zitao sembari berjalan menuju tempat tidur Yifan dan duduk.

“Nana hanya berpura tidak mengetahuinya. Shi Liu masih disana?” tanya Yifan sembari menatap kanvas dihadapannya lagi. Nmaun, dia masih belum mempunyai ide apapun mengenai apa yang harus dilukisnya.

Yifan menyerah. Dia menaruh palet serta kuas di lantai. Lalu dia berfokus pada Zitao.

“Kau benar-benar menyukainya?” tanya Zitao.

“Kau sudah bertanya mengenai itu, sejak aku mengatakannya padamu. Jawabanku masih sama. Kau mungkin akan mengatakan aku bodoh lagi, tapi….” Yifan tertawa kecil. “Aku benar-benar bodoh, ya?”

Zitao mendengus. “Masih bertanya untuk memastikannya? Tch, yang benar saja.”

Yifan hanya tersenyum tipis. Lalu dia kembali melirik ke kanvas kosongnya. Rasanya Yifan selalu mengetahui apa yang akan dilukisnya, tapi sejak beberapa hari terakhir minat untuk melukisnya menurun. Mungkin karena Joonmyeon sedang sakit dan Yifan tidak ingin melukis sesuatu yang muram. Walaupun Yifan tidak tahu apa korelasi antara Joonmyeon yang sakit dengan minat melukisnya.

“Aku bicara dengan Joonmyeon,” ucap Zitao lagi.

Yifan kembali menatap saudara sepupunya. “Kau apa?”

“Aku bertanya mengenai responnya terhadap perasaanmu. Dia bilang kau membuatnya kesulitan untuk memperlakukanmu sebagai saudara tiri, Yifan. Aku mengatakan walaupun itu sulit, dia harus tetap melakukannya. Daripada mendorongmu menjauhinya, lebih baik dia tetap melihatmu sebagai saudara tiri,” tutur Zitao.

Yifan memandang Zitao dengan nanar. Tangannya mengepal dengan kuat. Namun, Yifan tidak bisa melampiaskan emosinya pada Zitao. Dia tahu kalau alasan Zitao melakukannya hanya sebatas sebagai saudara sepupunya. Tapi Yifan juga tahu kalau Zitao tidak bisa menahan diri melihatnya bertingkah bodoh karena perasaaannya pada Joonmyeon.

“Jangan melakukannya lagi, Huang Zitao. Kau mungkin merasa mempunyai alasan untuk bicara seperti itu pada Joonmyeon. Tapi kau sama sekali tidak mempunyai alasan, Zitao. Selama ini, aku bicara padamu, mengatakan apa masalah yang sedang kuhadapi atau apa yang sedang kupikirkan, itu karena kau satu-satunya saudara sekaligus sahabatku. Tapi untuk masalah perasaanku, kau tidak mempunyai hak untuk bicara seperti itu. Bagaimana dia bersikap padaku, itu adalah pilihannya sendiri. Walaupun akhirnya, hanya aku yang terluka,” kata Yifan berusaha meredam emosinya.

Zitao mengernyit. “Wu Yifan, sebenarnya apa…” Zitao menghela nafas berat lalu berdiri. “Sebenarnya apa yang kau lihat dari dia, eoh? Kau tahu, saat ini aku sama sekali tidak melihat seorang Wu Yifan yang selalu percaya diri dengan semua keputusan serta tindakannya. Tapi kenapa hanya karena dia… Apa? Kau membiarkan dirimu terluka seperti ini demi sebuah cinta yang tidak terbalaskan? Wu Yifan, kau itu masih delapanbelas tahun. Hidupmu masih sangat panjang, tapi kau seolah akan mati jika dia tidak membalas perasaanmu itu. Kau tahu, aku bisa saja mendukung keputusan Nana untuk menjodohkanmu dengan Shi Liu.”

Kemudian Zitao bergegas keluar kamar Yifan. Namun, di luar kamar dia tidak sengaja bertemu dengan Joonmyeon yang berdiri dekat pintu kamar Yifan. Zitao memandang Joonmyeon lalu melirik punggung Yifan. Zitao menghela nafas berat lalu berjalan pergi.

Joonmyeon memperhatikan Zitao yang menuruni anak tangga. Dia menarik nafas dan melihat kedalam kamar Yifan. Sebenarnya Joonmyeon tidak berniat untuk mendengarkan percakapan antara Yifan dengan Zitao dan hendak kembali ke kamarnya sendiri. Namun, saat Zitao menyebut namanya, tubuh Joonmyeon seperti tidak bisa bergerak. Jadi, dia mendengarkan hampir semua percakapan antara kedua saudara sepupu tersebut.

Joonmyeon bisa mengerti alasan Zitao bicara padanya. Namun, Yifan sepertinya mempunyai pemikiran yang berbeda. Karena itulah, mereka akhirnya bertengkar.

Joonmyeon kembali menarik nafas lalu kembali menuju anak tangga dan berjalan menuruninya perlahan. Hanya saja, di pertengahan tangga, langkah Joonmyeon terhenti.

“Shi Liu? Gadis yang akan dijodohkan dengan Yifan? Apa karena itu, Yifan tetap pergi ke Guangzhou?” gumamnya pelan.

Joonmyeon lalu kembali menuruni anak tangga tersebut. Hanya saja, rasa sakit itu kembalu muncul. Joonmyeon menekan bagian kepalanya yang terasa begitu sakit. Berharap rasa sakitnya bisa sedikit hilang. Namun, rasa sakitnya kali ini bahkan lebih parah dari rasa sakit sebelumnya.

“Mom…” panggil Joonmyeon dengan agak keras sembari mengambil satu langkah menuruni anak tangga.

Namun, karena rasa sakitnya, Joonmyeon sama sekali tidak memperhatikan langkahnya. Hingga akhirnya, Joonmyeon terjatuh. Tubuhnya terguling di anak tangga beberapa-kali hingga Joonmyeon tidak sadarkan diri di ujung anak tangga dengan luka di kepalanya.

Dari arah dapur, Sara yang mendengar suara panggilan Joonmyeon berjalan keluar. Betapa terkejutnya, ketika Sara melihat Joonmyeon yang sudah tidak sadarkan diri di lantai dengan darah yang keluar dari luka di kepalanya.

“Joonmyeon-ah!!!” teriak Sara sembari berlari menghampiri tubuh Joonmyeon.

Yifan yang mendengar suara teriakan Sara keluar dari kamarnya dan melihat Sara yang menangis histeris sembari memeluk tubuh Joonmyeon. Yifan bergegas menuruni anak tangga. Disisi lain, Zitao yang juga berada di dapur begitu terkejut ketika mendengar Sara berteriak.

“Mom… A-apa yang terjadi? Ada apa dengan Joonmyeon?” tanya Yifan dengan terbata. Dia begitu terkejut melihat kondisi Joonmyeon. Sepertinya Joonmyeon terjatuh di tangga.

Sara menatap Yifan dengan airmata yang terus mengalir. “Yifan, telepon ambulance! Cepat!! Joonmyeon-ah… sadar, sayang. Mom mohon, buka matamu sayang. Joonmyeon-ah…”

Yifan meraba sakunya, tapi dia ingat meninggalkan ponselnya di kamarnya. kemudian Yifan melihat Zitao yang hanya diam saja di belakang Sara. Yifan tahu kalau Zitao juga sama terkejutnya dengan mereka. Wajah Zitao bahkan lebih pucat. Yifan menghampiri Zitao dengan cepat.

“Zitao, ponselmu! Cepat ponselmu!!!” seru Yifan.

Zitao menatap Yifan lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dengan tangan yang gemetaran. Saat Zitao mengeluarkan ponselnya, Yifan dengan cepat mengambilnya. Yifan menekan angka 119.

“Yifan, minta ambulance yang dari rumah sakit Seoul. Dokter Joonmyeon ada di rumah sakit tersebut. Katakan pada mereka untuk memanggil dokter Ji Changwook!!” seru Sara lagi.

Sara masih menangis dengan histeris. Dia memeluk tubuh Joonmyeon dengan tangan kanannya menutup luka di kepala Joonmyeon untuk menahan darah yang terus mengalir. Bahkan darah Joonmyeon mulai mengotori pakaiannya, tapi Sara tidak peduli. Sara memperhatikan wajah Joonmyeon yang semakin memucat.

“Joonmyeon-ah..”

*****

Changwook menghela nafas panjang. Dia baru selesai membersihkan dapur setelah membuat makan siang untuk Haneul dan dirinya. Rasanya hari ini berjalan begitu lambat bagi Changwook. Setelah perasaannya ketahuan oleh Haneul, bahkan tanpa dia yang mengatakannya sendiri, Changwook merasa tidak ada yang bisa dilakukannya di rumah.

Terlebih, Haneul tidak mengatakan apapun.

Changwook yang berbaring di sofa lalu memejamkan matanya. Dia bernafas dengan teratur. Tapi bayangan ekspresi Haneul ketika dia meminta posisi Kyuhyun terus terlihat dalam benaknya. Changwook membuka matanya dan merubah posisinya menjadi duduk. Changwook mengerang frustasi atas perbuatannya sendiri.

“Ji Changwook, itu adalah pernyataan cinta yang paling buruk. Apa? Mengambil posisi Kyuhyun? Tch.. Yang benar saja! Kau bisa lebih baik dari itu, Ji Changwook!!”

Changwook menyandarkan kepalanya dan menghela nafas frustasi. “Entah bagaimana aku bisa menemuinya besok.”

Kemudian ponsel Changwook yang diatas coffee table berbunyi. Changwook melirik ponselnya dan mendengus. Ini adalah hari liburnya dan setelah kejadian yang memalukan tadi, Changwook hanya ingin sendiri. Tapi dering ponselnya terus berlanjut hingga lebih dari dua menit.

Changwook menarik nafas lalu meraih ponselnya. “Halo..”

“Dokter Ji, ada panggilan darurat atas pasien bernama Kim Joonmyeon.”

Sontak Changwook berdiri. “Panggilan darurat? Apa yang terjadi?” tanyanya sembari bergegas menuju kamarnya.

Walaupun ini hari liburnya, tapi jika ada panggilan darurat atas pasien yang ditanganinya, semua dokter harus siaga untuk kembali ke rumah sakit. Changwook pun demikian. Changwook meraih headset diatas meja kerjanya dan memakainya di telinga sebelah kanan dan menaruh ponselnya di atas meja tersebut.

“Ada panggilan 119 dari rumah kediaman Kim Joonmyeon. Dilaporkan Kim Joonmyeon jatuh dari tangga dan mengalami luka serius di bagian kepala. Saat ini pasien masih dalam perjalanan ke rumah sakit.”

Changwook meraih mantel hitamnya dari lemari pakaian dan memakainya dengan segera. “Aku akan segera ke rumah sakit. Begitu pasien tiba segera lakukan test MRI dan CT Scan. Panggil dokter dari bagian NS. Oh, jangan lupa panggil dokter Ahn.”

Changwook meraih ponselnya dan setengah berlari menuju ruang tengah untuk mengambil kunci mobilnya. Lalu Changwook berlari menuju foyer, tapi karena dia berlari terlalu cepat, Changwook malah tidak bisa berhenti dan akhirnya kepalanya terbentur di pintu. Changwook meringis kesakitan. Dia mengusap keningnya yang mulai memerah.

Sembari menahan rasa sakit di keningnya, Changwook memakai sepatu dan bergegas keluar dari apartmentnya.

******

NOTE: Sudah berapa lama saya gak update? Hehehehe… Maafkan ya. Tapi memang waktu buat update-nya susah banget. Er.. sudah sepuluh hari puasa nih (telat banget tapi lebih baik telat daripada engga sama sekali), aku mau minta maaf ya sama kalian semua. Karena sering telat update, masih banyak typo dan alurnya semakin gak jelas kekekeke…

Self-centered Choi Siwon emang nyebelin! Tabok ajah! Kyuhyun kan jadi makin galau…

Ohya, terima kasih ya atas semua rekomendasi sites nya hehehehe.. terima kasih juga yang sempetin nyari linknya… /jadi terharu..
Doakan saja setelah lebaran, saya rajin update hehehehehe….

Music: EXO – Love Me Right

Advertisements

28 thoughts on “[SF] Scarface Part 25

  1. Huwaaaaa thanks a lot udah update kak diera sayaaang 😀
    Jujur aku skip part wonkyu, soalnya aku lagi penasaran banget sama nasib joonmyeon. Tapi janji, ntar bakal tk baca kok part wonkyu nya. Aku bahkan pasti bakal baca ni ff berkali2 lagi kkkk.
    Aahhh kak diera, bikin aku speechless aja pas baca bagian pas joonmyeon jatuh. Semoga luka joonmyeon ngga serius. Eh tapi kalo serius juga ngga pp sih. Kasian dia tertekan terus sama perasaannya k yifan.
    Semangat terus buat terus nulis kak. Dan semoga minggu depan bisa update chap selanjutnya^^
    Selamat berpuasa juga kak diera *kalomenjalankan* 😀
    fighting^^

  2. mungkin Siwon bingung mau ngungkapin perasaannya sama Kyu itu kayak gmna. Jadi dia melakukan semua itu demi nenangin perasaannya juga!!! Tapi pesan dari hati Siwon kayaknya belum nyampek dihatinya BabyKyu. #Sayamulaisotoy kkkkk;)
    Semoga hubungan Wonkyu kedepannya semakin membaik. Ahra ajah tau kalau Kyu suka sama Wondad, Kyu kok lama banget sadarnya sih!!! π_π
    d tggu banget kelanjutannya ya!!! 😉

  3. Kurasa belum terlalu lama sejak update yg terakhir kali kak .-.
    Itu self-centered Siwonnya paling favorit banget deh kak. Siwon di sini tetep punya rasa humor yg tinggi. Suka bangeet!
    Aku paling suka line Siwon yg ini, “Jangan memanggil Kakekku dengan sebutan Presdir Choi. Itu membingungkanku karena ayahku juga seorang Presdir dan di masa depan, jika Kakek tidak membunuhku, aku mungkin juga akan menjadi Presdir.”
    Pls deh, emang Choi Daehan sepicik itu utk bunuh Siwon?? hahaha 😀
    Ah, Kyu bener-bener dibuat pusing sama Siwon. Tarik ulur kayak main yoyo deh. Dijaga ketat, tapi diminta utk mengabaikan. Gimana coba? Tsk.

    Ini Joon yakin gapapa? Kok kayaknya agak serius ya? Anemia? Atau yg lebih parah dari anemia? 😦
    Yifan kok gini banget ya kak? Serba salah. Dua couple ini sedang terjebak masalah rumit tentang hubungan mereka :’)
    Ditunggu part selanjutnya kak. Semangat nulisnya ^^

  4. Ugh,,,kyu itu lg bngung,yh..yakin gk suka sm siwon hyung??klo gk ada rasa gk mungkin mau dicium siwon..galau yh kyu,,aku jg galau sm perasaan..kalian..tp wonie lebih jelas,,perhatian..bgt..lum jd pacar,,ajh udh kyk gt..apalagi jd…

  5. Chapter ini sepertinya berfokus pada masalah pilihan masing2 pasangan yaaa..
    Saya sama Kyuhyun dibikin galau ma Siwon nih. Lagian nih ya Siwon tuh, blm pacaran aja udah protektif bgt sama Kyu. Gimana nanti kalo udah jadi couple, jangan2 minta hidup bareng lagi hehehehe. Tapi gpp juga sih

  6. Kyuhyun dibuat bingung sama Siwon
    Di jaga seprotektif dan diperhatikan seperti itu tp disuruh mengabaikan
    Kan jd bikin kyu galau tingkat tinggi
    Kyuhyun belom bisa menyadari perasaannya atau berusaha menyangkal perasaannya ke siwon padahal ahra sendiri bisa liat kalo kyu mulai menyukai siwon

    Itu joon kira2 sakit apa ya? Apa parah atau bener penyakit eomma nya menurun ke joon
    Mudah2an joon nggak apa2

    Ditunggu lanjutannya

  7. ternyata Siwon msh bimbang sma perasaan nya sendiri hngg
    dan sukses bkin Kyu jdi galau tingkat akut hahaha *jitakSiwon
    ya udh lah..bkin aja mreka dipisahin utk smentara waktu ga ktemuan biar tau gmana prasaan sbenernya kkk ~
    duuh ~ Joonmyeon jatuh dri tangga? smoga aja ga parah luka nya nd Myeonnie ga knapa2 u,u
    ini ga telat2 amat kok sayy,kan blm ada sebulan hihi
    slalu semangat lanjutin ff nya ya ^^

  8. Siwon karna baru ngerasaain perasaan sayang ke seseorang dia jd bikin bingung kyu… padahal dia cuma mau nunjukin kalo dia beneran sayang sama kyu..
    masalahnya siwon bikin jengkel juga… mana bisa kyu ngebiarin siwon hdup sendiri sementara dia sayang sama kyu dan ngebiarin kyu bahagia sama keluargany….
    dan kyu emang hrus di gretak dikit biar dia sadar klo dia punya rasa suka sama siwon meski belum sepenuhnya…
    dia bahkan ngijinin siwon nyium dia bgtu ajah….
    kalo ada apa2 sama siwon kali yah baru kyu sadar klo dia mau siwon di sisinya….
    gemes deh sama hubungan mereka….

  9. pliiiiiiiiiiiiiiiiisssssssh joonma yaaa ampunnnnnnnnnnn
    semoga tdk Lebih parah lagi
    yng penting jan buat joonma senasib dgn eomma kandungny
    dan yg terpenting lagi tetap semangat nulisny ae thor
    fighting

  10. ngebayangin perkataan siwon.
    ketika kyu udah berkeluarga n punya anak, siwon masih aja nempel n mungkin ntar bakal nyolek2 kyu. lha trus hubungan apa itu namanya???
    hmmm apa sebenarnya kyu marah ama siwon bukan murni karna keegoisan siwon tapi karna perkataan siwon yg bilang suatu saat kyu bkl menikah n pnya anak?
    cz dengan bgtu kan sama aja halnya aiwon ngak bgtu benar2 harapin kyu untuk menjafi pendamping hidupnya.
    btw skrg bnr2 udah jadi 3 part berbeda setiap chap nya.
    wonkyu, haneul, n suho
    jdi wlo pnjg krna wonkyunya 1/3 aja jdi ttp ngrasa pndek.heeee
    btw thanks dh update

  11. yessss udah update…
    smoga stelah lbaran, rajin update…aminnn
    hehe
    wahhh..siwon udah langsung bilang ma kakek nya aja kalo suka ma kyu..emang siwon…
    nggk sabar nunggu konflik kyu ama mafia n reaksi siwon bakal kaya apa…n klanjutan hubungan mreka..hehe
    ditunggu lanjutannya ya..:-D

  12. Kyaaaa…update
    Kekeke
    Minal minul ya kaka…maaf klo pas komen ad yg salah…
    Dan part wonkyu..it si kyu ud ngaku suka
    Duuh…siwon protec binggo

    Keep writing

  13. Bebykyu yakin nggak suka sama siwonie?
    Ya udh buat aq aja ya siwonienya#ditabok diera eonni
    Wah kasihan banget joon..udah sakit, sekarang malah jatuh dari tangga 😱
    Semoga sakitnya nggak tambah parah..

  14. KyaAa!!!Akhirnya yg di nanti datang juga kkkk.

    Bagaimana ini?Apa Kyuhyun bgty tersinggung dngn apa yg Siwon rencanakan untuknya itu?Sebenarnya bagaimana perasaan Kyuhyun ke Siwon ya!!?hmmmm…

    Berharap bnget mudah2an Joonmyon baik2 saja dan tidak ada hal yg serius untuk apa yg tengah ia alami.

    Jeongmal gumawo eonni!!!
    Fighting!!!

  15. huaaa q telat…. heheheh… alhamdulillah udah update heheh aaminnn semoga tambah rajin update eonni gomawo…

    siwon bijak tp dia kesannya pengen memiliki kyu dengan caranya…. dan kyu rasa itu gak mengenakan. kyu semoga segera menyadari akan perasaannya sendiri.
    ahra eonni udah tau dari tatapan mata siwon… kyu bilang kalau sbagian dari hatinya yang tidak menuruti apa keinginan ahra eonni untuk gak ketemu sama siwon… berarti sebagian hatinya itu suka sama siwon… arggghhh penasaran sama lanjutannya…
    apa lagi lihay joonmyeon jatuh… aduhh gimana keadaannya.. semoga tidak terjadi apa2.

    eonni makasi banget udah update….

  16. yah wonnie sama kyu kembali bimbang dan bingung
    yah agak kecewa sih dgn hubungan wonkyu dan semoga wonkyu disadarkan dgn saling menjauh atau salah satu ada yg terluka baru menyadari perasaan suka satu sama lain
    joon mudah”an aja gak kenapa” deh
    oh iya eonni wonkyu nya agak di panjangin dong part nya eonni
    makasih udh uptade eonni

  17. Hai diera ditunggu2 akhrny updte jg
    Siwon emang bkin galau y?
    oh ya diera sorry ya, jujur dr scarface part 1 smpai skrang yg aku bca cuma part wonkyu yg lain g dibca, mskpun yg lain g klah kren tp klo move on dr wonkyu susah bgt deh he he he

  18. sebenarnya sebgai seorang siwon yang gak pernah merasakan cinta ya gak aneh dunk kalo dy kayak tarik ulur hatinya..
    walo sbrnnya siwon jg jelas kasih tau dy cinta sama kyu
    tapi gak maksa kyu..
    skrg kyu mw dpaksa untuk menggunakan bodyguard aja kyu nya gmw
    itu buat keselamatan kyu y..
    gimana siwon dengan mudah mminta kyu nrima siwon??
    apalagi itu masalah hatinya…
    duh sbnrnya gregetnya sama kyu nya bukan sama siwonnya
    siwon gak udh sering blg dy cinta sama kyu..
    tp dy gmw paksa kyu karna kyu nya aja ragu..
    siwon kan sebgai orang yang kaku, dingin, realistis mana mungkin maksa2 orang gengsi nya trlalu tinggi wlo skrg aja dy buang jauh2 gengsi nya itu demi buat ktmu sama kyu…
    bingung sama kisah mereka kapan bisa jdiannya?

  19. Eonni
    Aku readers baru nihh kkkkk
    Ceritanya bagus bikin gregettt.
    Ohiya eonni aku pengen baca ff ‘only one’ tapi kok chapter 1-11 hilang eonni????

  20. kak diera, udah mau lebaran nih. Ngga mau ngasih thr gitu? thr nya chap 26 juseyoo 😉 😀 Nyampe kebawa2 mimpi tau kak. Tapi begitu bangun, liat notif gmail ngga ada apa2 T.T
    I’m waitin for ur writing, semangat terus buat lanjutin ff ini kak diera. Fighting ^•^

  21. Setuju bgt sm kyu…siwon rasanya sngat egois bgt,,,entahlah pi ahra bnr jg,,,smuanya ttg pilihan….dn kpn kyu akn mnyadari atau mngakui perasaanya sndri…..
    Good job!!

  22. nah kan nah kan jun pake jatoh dari tangga kan T______T sumpah kenapa dia… semoga chptr selanjutnya ada jawabannya :’)
    siwon km egois uga yha :”’)) i know it’s you 1st time to feel smth like this tp harus banget kayak ngekang kyuhyun biar ga jauh2 dr mu? biarin let it flow aja…. kalo jodoh ga kemana kok :”’)

  23. Utk persaan siwon thdp kyuhyun sprtnya sdh banyak yg tau dr pihak keluarga. Hanya orang tia keduanya saja yg blm tau…
    Joonmyeon, smga saja dia baik” saja dan tdk mempunyai penyakit yg berbahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s