[SF] Scarface Part 22

Scarface

22

 

Siwon menghentikan ciumannya dan membuka matanya untuk menatap pada Kyuhyun. Siwon tersenyum tipis begitu Kyuhyun juga menatapnya. Terlebih Kyuhyun malah terlihat begitu kikuk setelah ciuman mereka. Kyuhyun menarik tangannya dan sedikit menjauh dari Siwon. Kyuhyun menarik nafas panjang dan sesekali melirik pada Siwon.

“Apa rencanamu?” tanya Kyuhyun pelan.

Siwon mengerutkan kening. “Rencana?”

“Mengenai kontrak baru dengan Kim Jinhyeok. Siang ini, Hyukjae akan datang. Kau bisa memberitahuku…” kemudian Kyuhyun terdiam. Dia memaki dirinya. Untuk apa Siwon memberitahunya jika Siwon bisa bicara langsung pada Hyukjae atau mungkin datang ke kantor dan menemui Pengacara Kang Jaeha. “Lupakan.”

Siwon menghela nafas. Ia menatap Kyuhyun dengan lekat. “Apa hanya pekerjaan yang ingin kau bicarakan denganku?”

“Kalau bukan pekerjaan, lalu apa?” sahut Kyuhyun.

Siwon terdiam untuk sesaat. Sepertinya Kyuhyun masih belum menerima sepenuhnya dengan perubahan diantara mereka. Well, Siwon tidak akan menyalahkannya. Hubungan mereka memang diawali dengan pertemuan yang tidak menyenangkan, dilanjutkan dengan beberapa kejadian yang tidak menyenangkan pula. Jadi, tidak mengherankan jika akhirnya sekarang malah berubah canggung.

Siwon lalu mengulurkan tangannya. Kyuhyun menatapnya dengan bingung.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun.

Siwon tidak mengatakan apapun dan masih mengulurkan tangannya. Kyuhyun, dengan sedikit ragu, menyambut uluran tangan tersebut. Siwon menautkan jemarinya dengan jemari Kyuhyun dengan begitu erat.

“Kita bicara di kamarku.” Kemudian Siwon menarik Kyuhyun kembali ke dalam gedung rumah sakit.

Kyuhyun berusaha melepaskan tangannya tapi Siwon malah semakin mengeratkan genggamannya. Kyuhyun berjalan sedikit menunduk karena ada banyak orang yang memperhatikan mereka. Kyuhyun bisa sedikit bernafas lega ketika mereka berada di lift yang kosong. Kyuhyun sekali lagi berusaha melepaskan tangannya, tapi Siwon menolak.

“Kau tidak menyukainya?” tanya Siwon.

Kyuhyun melirik Siwon lalu mengangguk. Siwon menghela nafas lalu melepaskan genggaman tangannya. Kyuhyun sedikit terkejut lalu memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaket.

Pintu lift kemudian terbuka dan Siwon berjalan keluar terlebih dahulu. Kyuhyun menarik nafas lalu mengikutinya. Keduanya berjalan menuju kamar rawat Siwon dalam diam. Siwon mengeser pintu dan memberi isyarat agar Kyuhyun masuk terlebih dahulu.

Kyuhyun menatap Siwon. “Siwon-sshi…”

“Kita bicara masalah pekerjaan didalam,” ucap Siwon.

Kyuhyun menghela nafas lalu berjalan masuk diikuti oleh Siwon. Namun, di dalam kamar tersebut ternyata sudah ada Changmin yang sudah menunggu. Kyuhyun sedikit membungkuk menyapa Changmin yang tersenyum padanya. Siwon mendesis jengkel. Saudaranya datang terlalu pagi, selain itu Siwon masih ingin bicara secara pribadi dengan Kyuhyun. Akan jauh lebih sulit menyuruh Changmin untuk pergi.

Siwon menatap Changmin. “Kupikir kau akan datang saat jam makan siang.”

“Niatnya memang begitu. Tapi Eommamu menyuruhku mengantarkan itu.” Changmin menunjuk sebuah tas makanan yang ditaruhnya diatas meja. “Woah, Bibi sangat perhatian pada putra tertuanya. Tch.. Sedangkan putranya itu bersikap sangat menyebalkan dengan melarang keluarganya sendiri untuk datang ke rumah sakit. Choi Siwon, perbaiki sikapmu itu. Bagaimana kau bisa menikah jika…”

“Shim Changmin!”

Changmin melirik Kyuhyun yang terlihat canggung kemudian tertawa kecil. “Arraseo. Kau hanya mau menikah dengan orang yang kau sukai. Entah kapan hal itu terjadi. Oh, Pengacara Cho..”

Kyuhyun mengangkat kepalanya. “Ya?”

“Kenapa kau membayar tagihan rumah sakitnya? Bukankah sudah kukatakan kalau Choi Group yang akan membayarnya?” tanya Changmin dengan sedikit jengkel.

“Noonaku yang melakukannya. Lagipula…” Kyuhyun melirik Siwon. “Hanya tagihan rumah sakit. Aku juga mempunyai asuransi dari kantor firma hukum. Jadi, Choi Group tidak perlu melakukannya.”

Changmin mendesah kecewa. “Jika kau memberi alasan saat ini kau bukan tanggung-jawab Choi Group, aku masih mengerti. Tapi kau melakukannya juga untuk luka di tanganmu.”

“Changmin-ah, jangan mempersulitnya. Saat Choi Group membayar tagihan ke firma hukum, kau bisa menambahkan dari jumlah yang seharusnya,” tukas Siwon.

Changmin tersenyum. “Ah, benar juga. Itu juga bisa dilakukan. Pengacara Cho.. ah, ani. Kyuhyun-sshi, kau jangan menolaknya, okay?”

Kyuhyun hanya mengangguk. Well, semua anggota keluarga Choi memang keras kepala. Siwon menarik nafas panjang dan menarik Changmin keluar dari kamar rawatnya. Kyuhyun memperhatikannya sampai Siwon menutup pintu dengan sedikit keras. Kyuhyun menghela nafas panjang.

“Kapan hidupku bisa kembali tenang?” gumamnya.

Diluar kamar rawat, Changmin tersenyum memandang sepupunya. Siwon mengernyit bingung dengan sikap Changmin.

“Apa?” tanya Siwon jengkel.

Changmin melipat kedua tangannya. “Kalian terlihat canggung. Terjadi sesuatu? Oh, kalian berdua darimana? Pagi ini cukup dingin, tapi sepertinya kalian dari luar. Ada sesuatu yang kalian bicarakan?”

“Tidak ada yang harus dibicarakan, Shim Changmin. Kami hanya bicara mengenai kontrak untuk Kim Jinhyeok. Tapi karena semakin dingin, aku mengajaknya untuk bicara di kamar rawatku. Oh, berhubung kau sudah datang, pergi ke firma hukum dan minta pengacara lain untuk mengurus kontrak itu,” tutur Siwon.

Changmin mengerutkan kening. Senyumannya juga sudah menghilang. “Kenapa bukan Kyuhyun yang melakukannya? Dia yang mengurus masalah kasus itu, jadi bukankah lebih efesien jika menggunakan jasanya lagi untuk membuat kontrak? Kenapa harus menyewa pengacara lain? Dia tidak mau melakukannya.”

“Begitulah.”

“Kenapa?” tanya Changmin.

Siwon menghela nafas. “Dia merasa tidak nyaman denganku.”

“Karena kau menyukainya?”

Siwon mengangguk. Changmin mendesis. “Sudah kubilang untuk bersikap baik padanya, bukan? Bahkan sejak awal sudah kukatakan padamu untuk bersikap baik. Tapi kau sama sekali tidak mendengarkanku. Tch… Lalu sekarang bagaimana?”

“Bagaimana apa?”

“Woah, kau benar-benar jadi bodoh, ya. Choi Siwon, bagaimana dengan perasaanmu itu? Ini pertama-kalinya Choi Siwon menyukai seseorang –tidak peduli jika dia seorang pria– tapi bukankah setidaknya kau harus berusaha? Apa kau akan membiarkannya pergi? Tch.. Rasanya ini akan menjadi yang pertama dan terakhir-kalinya,” sahut Changmin.

Siwon menatap Changmin lalu mendesah. “Ah, aku tidak tahu. Dia bilang noonanya melarang untuk bertemu denganku.”

“Jadi, dia akan menuruti ucapan noonanya? Sudah berapa usianya sekarang?! Oh, dia seusia denganku, tapi kenapa keluarganya malah memperlakukannya seakan dia adalah anak kecil berusia sepuluh tahun yang harus diatur-atur? Tidak heran jika dia dicampakkan oleh gadis sewaktu di Jeju,” tukas Changmin.

“Ya, Shim Changmin. Jaga ucapanmu.”

Changmin menghela nafas. “Okay, aku minta maaf. Tapi aku sendiri tidak tahan melihat sikap kalian. Aku tidak tahu bagaimana dengan perasaan Kyuhyun, tapi kau selalu saja menyangkal perasaanmu walaupun sangat terlihat kau peduli padanya. Choi Siwon, saat di pulau Jeju, itu adalah pertama-kalinya aku melihatmu mengkhawatirkan orang lain selain keluargamu. Bahkan saat itu Kyuhyun tidak mempunyai hubungan apapun dengan Choi Group. Kalian hanya bertemu satu kali selama duapuluh menit untuk perjodohan kakaknya dan bertemu lagi di pulau Jeju dalam kondisinya yang hampir mati membeku. Kau bahkan menjaganya semalaman di rumah sakit. Heck, kau bahkan tidak akan melakukannya untukku atau Jinri. Tapi kau melakukannya untuk Cho Kyuhyun. Kemudian diikuti oleh beberapa pertemuan dan kejadian yang tidak terduga.”

Siwon memilih duduk di salah deret kursi. Ia mengusap wajahnya dan menatap Changmin yang berdiri dihadapannya. “Sebenarnya apa yang ingin kau katakan, Shim Changmin.”

“Aish.. Kau benar-benar menjadi sangat bodoh. Yak, kemana Choi Siwon yang asli?! Tidakkah kau menyadari kalau kau sebenarnya sudah jatuh pada Kyuhyun sejak pertama pertemuan kalian? Well, pertemuan perjodohan itu memang untukmu dan juga kakaknya, tapi yang datang adalah Cho Kyuhyun. Lalu kalian bertemu lagi secara tidak terduga, bahkan dia menjadi pengacara untuk Choi Group. Kau tahu, takdir tidak akan terjadi semudah itu. Tuhan itu sangat baik padamu,” ucap Changmin.

“Kau pikir kami ditakdirkan untuk bersama?” tutur Siwon.

“Aku tidak berpikir begitu. Tapi kalian dipertemukan dengan tujuan tertentu. Aku tidak tahu karena aku bukan utusan Tuhan, jadi pikirkan sendiri. Pikirkan juga mengenai hubungan kalian. Kau menyukainya, tapi bagaimana dengan Kyuhyun? Apa dia mengatakan kalau dia juga menyukaimu? Jika dia mengatakan tidak, maka kau harus menata perasaanmu itu sendiri. Oh, jika dia tidak menyukaimu, seharusnya larangan noona-nya tidak akan terlalu bermasalah baginya. Berbeda denganmu. Jangan melibatkan saudaramu dalam kehidupan percintaanmu. Kami sudah terlalu sibuk dengan masalah di kantor. Jangan datang padaku untuk curhat, okay? Aku akan kembali saat makan siang untuk menjemputmu pulang.” Kemudian Changmin berjalan meninggalkan Siwon.

Siwon memandangi Changmin hingga saudaranya itu menghilang dari pandangannya. Siwon menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan. Siwon memejamkan matanya untuk beberapa saat sampai dia mendengar suara pintu bergeser. Siwon membuka matanya dan melihat Kyuhyun berjalan menghampirinya.

“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Kyuhyun.

Siwon terdiam sejenak. Changmin bicara cukup keras, bahkan Siwon pikir pasien di kamar lainnya akan mendengarnya. Tapi Kyuhyun keluar dan bertanya apa yang mereka bicarakan. Apakah Kyuhyun sama sekali tidak mendengarnya?

“Kau tidak mendengarnya? Changmin sepertinya hampir berteriak saat bicara,” ucap Siwon.

Kyuhyun menggeleng. “Saat kalian keluar, Eomma menghubungiku.”

“Oh.” Kemudian Siwon berdiri dan menatap Kyuhyun dengan lekat. Tanpa bicara apapun, Siwon kembali masuk kedalam kamar rawatnya. Kyuhyun mengikutinya dan menutup pintu.

Siwon berjalan menuju meja dan membuka tas yang dibawakan oleh Changmin. Dia tersenyum saat melihat semua makanan tersebut. Well, rasanya dia memang sedikit keterlaluan karena melarang keluarganya untuk datang.

“Aku sudah mengatakan pada Changmin untuk kembali ke firma hukum dan menyewa pengacara lain untuk kontrak itu. Walaupun dia bertanya kenapa bukan kau yang melakukannya. Aku mengatakan kalau kau tidak mau melakukannya,” ucap Siwon sembari mengeluarkan semua kotak makanan itu dan menatanya diatas meja.

Siwon mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Kyuhyun. “Ayo makan bersamaku. Ini terlalu banyak, aku tidak bisa menghabiskannya sendiri. Walaupun ini bukan jam makan siang, tapi sarapan dengan bubur saja masih belum cukup untukku.”

Siwon lalu menepuk bagian sofa disampingnya. Kyuhyun mendesah lalu duduk disebelah Siwon. Pria Choi itu menyodorkan sumpit pada Kyuhyun dan membuka beberapa kotak berisi makanan.

“Changmin juga menyuruhku untuk memastikan bagaimana perasaanmu. Dia bilang walaupun aku sudah mengatakan perasaanku, tapi aku belum mengetahui bagaimana perasaanmu padaku. Dia juga bilang kalau kau tidak menyukaimu, aku tidak boleh menemuinya atau saudaraku yang lain. Aku harus menata perasaanku sendiri,” ucap Siwon pelan.

Kyuhyun masih diam dan hanya mendengarkan Siwon bicara.

Siwon menarik nafas panjang. “Mungkin karena alasan itu, aku tidak pernah berani untuk menyukai seseorang. Changmin selalu mengatakan kalau aku harus menghadapinya seorang diri. Perasaan mengkhawatirkan orang lain, perasaan tidak ingin mengecewakan, perasaan ingin membuat orang lain bahagia, perasaan takut kehilangan. Perasaan rumit seperti itu yang membuatku tidak ingin menyukai seseorang. Terlalu banyak ekspetasi yang diharapkan. Tapi jika ada sesuatu yang salah maka aku harus mengatasinya seorang diri. Aku tidak mempunyai masalah jika berkaitan dengan pekerjaan, tapi untuk perasaanku sendiri… itu sedikit membuatku tidak bisa bernafas.”

Siwon lalu menatap Kyuhyun dan tersenyum. Kyuhyun sedikit terhenyak. Senyuman itu sama ketika Siwon tersenyum pada seorang pemuda di acara pertunangan kakaknya.

“Jadi, aku harus mengetahui perasaanmu. Kau menyukaiku atau tidak menyukaiku. Karena dengan larangan noona-mu agar kita tidak bertemu lagi, aku bisa memikirkan apa yang harus aku lakukan selanjutnya,” tutur Siwon.

Kyuhyun menarik nafas. “Sekarang?”

“Aku sudah mengatakan kalau aku menyukaimu sejak…. Ah, saat di rumah sakit waktu itu aku baru mengatakannya hanya untuk menciummu. Well, kurasa aku lebih harus jelas mengatakannya. Aku menyukaimu, Cho Kyuhyun. Apa kau juga menyukaiku?” tanya Siwon.

Kyuhyun berkedip beberapa-kali. Ini mungkin adalah penyataan cinta yang terlalu mengejutkan bagi Kyuhyun selain pernyataan cinta dari Haneul yang begitu tiba-tiba. Tapi saat Haneul mengatakan menyukainya, Kyuhyun tidak mempunyai keraguan untuk mengatakan bahwa dia tidak menyukai Haneul. Namun, saat ini berbeda.

Choi Siwon.

Apakah aku benar-benar jatuh cinta dengannya? Setelah apa yang terjadi dengan Haesa, bisakah aku jatuh cinta pada seorang pria?

“Menyukai seorang wanita dan menyukai seorang pria, keduanya sangat jauh berbeda. Selama enam tahun aku menyukai Kang Haesa. Walaupun dia sama sekali tidak melihatku sama dengan caraku melihatnya, tapi aku tetap menyukainya. Perasaan itu tetap ada bahkan setelah semua yang terjadi. Haneul mengatakan hal yang sama padaku. Tapi aku tidak menyukainya dengan cara yang sama seperti dia menyukaiku,” ucap Kyuhyun.

Siwon masih memperhatikannya.

Kyuhyun menarik nafas panjang. “Aku tidak bisa menyukaimu dengan waktu secepat ini. Mungkin karena alasan itu juga aku tidak menyukai Haneul karena kami tidak pernah saling mengenal dengan baik.”

“Aku mengerti. Tapi jika kita ingin memulainya dengan berteman, rasanya itu akan sulit. Noonamu…”

“Noona… Aku sudah terlalu tua untuk diatur mengenai apa yang harus kulakukan dan dengan siapa aku berhubungan. Itu bukan masalah,” tutur Kyuhyun.

Siwon tersenyum tipis. Kemudian ia memasukkan egg-roll kedalam mulutnya. “Okay, kita berteman dulu. Hanya saja, tidak ada hubungan pertemanan yang diawali dengan sebuah ciuman. Terlebih sesama pria.”

“Aku tidak bilang kita harus berteman.”

Siwon mengernyit. “Eh? Lalu nama hubungan diantara kita disebut apa?”

Kyuhyun memasukkan kimchi kedalam mulutnya dan mengunyah perlahan. “Entah. Seperti katamu, tidak ada hubungan pertemanan yang diawali dengan ciuman. Tapi teman, terdengar lebih masuk akal.”

Siwon terdiam sejenak. Tapi dia kemudian tersenyum lebih lebar dan mengecup pipi Kyuhyun, membuat sang pengacara terkejut.

“Aku mengerti.”

*****

Joonmyeon menghela nafas panjang ketika mobil Baekhyun memasuki area rumah sakit. Setelah urusan dengan travel agent selesai, Joonmyeon meminta Baekhyun untuk menurunkannya di halte bis karena dia harus pergi ke rumah sakit. Tapi Baekhyun, dengan sifat keras kepalanya, malah mengantarkan Joonmyeon ke rumah sakit.

Joonmyeon melepaskan seatbelt dan menatap Kyungsoo serta Baekhyun. Joonmyeon tersenyum tipis. “Jangan khawatir, hanya mengambil hasil pemeriksaan. Tidak ada masalah apapun.”

“Kami akan menunggu,” ucap Kyungsoo.

Joonmyeon menggeleng. “Kalian pulang saja. Aku bisa pulang dengan bis atau taksi.”

Baekhyun menghela nafas. “Beritahu kami hasilnya, okay? Kami adalah sahabatmu, bukan hanya seseorang yang kau kenal sesaat.”

“Iya, Byun Baekhyun. Setelah memberitahu orangtuaku, aku akan langsung memberitahu kalian berdua. Baek, terima kasih telah mengantarkanku,” tutur Joonmyeon sembari membuka pintu. Lalu Joonmyeon memanjat keluar mobil.

Setelah menutup pintu, mobil hitam tersebut langsung melaju meninggalkan rumah sakit. Joonmyeon menghela nafas lalu berjalan memasuki rumah sakit.

*****

Haneul menghela nafas panjang. Walaupun suhu dingin, Haneul tidak berniat meninggalkan atap gedung rumah sakit untuk saat ini. Sebenarnya shift Haneul baru akan dimulai sore ini, tapi dia memilih untuk datang lebih cepat. Hanya saja, keputusannya salah.

Haneul mengusap wajahnya yang terasa dingin dan mengangkat kepalanya. Dia melihat butiran salju yang masih turun. Haneul mengulas sebuah senyuman. Sejak dulu, dia menyukai salju. Bahkan selama tinggal di Jerman, Haneul sering-kali pergi bermain snowboarding selama musim dingin.

Tapi kini, rasanya Haneul mulai membenci salju.

“Kau terlihat seperti sedang depresi.”

Haneul menoleh dan mendapati Changwook berjalan menghampirinya. Haneul sedikit membungkuk. “Bukankah shift-mu sudah selesai pagi ini? Kenapa masih disini?” tanya Haneul.

Changwook menghela nafas. “Entah, tapi aku mempunyai firasat kalau kau akan datang pagi ini walaupun shift-mu baru dimulai pukul lima sore ini. Sudah menemuinya?”

“Menemui siapa?”

“Tentu saja pegawai ayahmu,” jawab Changwook singkat.

Haneul terdiam sejenak. “Oh. Aku belum menemuinya,” gumamnya.

Changwook mengernyit melihat ekspresi Haneul. Changwook menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Lalu dia mengeluarkan kopi kaleng dari saku jaket putihnya dan menyodorkannya pada Haneul.

Haneul menatap Changwook dengan terkejut. Dia menerima kopi kaleng hangat tersebut. Haneul menatap kopi kaleng ditangannya dan tersenyum. “Terima kasih.”

“Kau berhutang makan malam denganku, Haneul.”

Haneul mengangkat kepalanya. “Ne?”

“Janji makan malam kemarin. Kau bisa menggantinya dengan makan siang,” ucap Changwook. Kemudian dia memeriksa jam dipergelangan tangannya. “Karena kau sudah di rumah sakit, tunggu hingga pukul sebelas lalu kita pergi makan siang bersama. Aku tahu restaurant yang enak. Lagipula kau baru masuk pukul lima, bukan? Dan aku tidak ingin mendengar penolakan.”

Haneul terdiam sejenak. Dia mulai merasa ada yang aneh pada sikap Changwook padanya. Haneul tidak sedang membuat prasangka buruk pada Changwook, hanya saja dia tidak terbiasa dengan sikap baik Changwook. Dan ketika Haneul hendak bicara, ponsel Changwook berbunyi.

“Ya? Oh.. Baiklah, aku akan segera kesana.”

Changwook kembali menatap Haneul. “Tunggu aku di lobby pukul sebelas. Kau bawa mobil, bukan? Kita pergi dengan mobilmu. Ohya, jika kau ingin menemui pegawai ayahmu, lakukan sekarang karena aku tidak mau menunggu lagi.”

Tanpa mendengarkan jawaban Haneul, Changwook bergegas meninggalkan atap gedung. Haneul kembali menghela nafas panjang dan menatap kopi kaleng di tangannya.

“Sebenarnya ada apa dengannya?”

*****

Sara terkejut melihat Yifan yang pulang dengan tiba-tiba. Terlebih Zitao juga ikut bersamanya. Sara tahu kalau Zitao memang akan ikut, tapi dia tidak tahu kalau Yifan mempercepat kepulangannya.

“Kenapa sudah pulang? Nana bagaimana?” tanya Sara.

Yifan melepaskan jaketnya. “Nana baik-baik saja. Aku merasa bosan disana. Tidak ada yang bisa dilakukan, makanya aku memilih pulang lebih cepat. Ohya, dimana Zitao akan tidur?”

Sara melirik Zitao yang sedang melihat-lihat ruang tengah. “Oh, Appa bilang ada kamar kosong di lantai atas. Mom sudah membersihkannya, hanya tinggal mengganti seprainya. Mom pikir kau baru pulang satu atau dua hari lagi.”

Yifan tidak mengatakan apapun. Dia menarik kopernya dan berjalan menuju anak tangga. Sara menghela nafas dan kembali menatap Zitao yang kini berdiri dihadapannya. Sara tersenyum dan menyentuh pipi keponakannya.

“Orangtuamu baik-baik saja?” tanya Sara.

Zitao mengangguk. “Mama sedikit kecewa karena kakaknya tidak datang. Tapi Mama bilang kalian bisa bertemu saat liburan tahun baru nanti.”

“Oh, aku menjadi sedikit bersalah.”

“Kalau bibi merasa bersalah, Mama bilang bibi bisa memberikannya syal kasmir punya bibi padanya,” tukas Zitao sembari tertawa kecil. Sara ikut tertawa.

“Oh ya, putra bibi lainnya mana? Aku tidak melihatnya,” tanya Zitao.

“Oh, Joonmyeon sedang pergi dengan teman-temannya. Kau bisa bertemu dengannya saat makan malam. Sekarang bawa kopermu ke lantai atas. Kamarmu ada di sisi lorong sebelah kanan. Pintu pertama,” ucap Sara.

Zitao mengangguk dan segera membawa kopernya ke lantai atas. Sementara Sara kembali ke dapur untuk menyiapkan makan siang. Namun, dia teringat pada Joonmyeon.

Sara mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor Joonmyeon. Setelah menunggu beberapa detik, dia mendengar jawaban.

“Joon, apa kau masih di travel agent?”

“Kami baru akan pergi untuk makan siang. Kenapa, Mom?”

“Bisa kau makan siang di rumah saja? Yifan baru saja sampai. Sepertinya dia mempercepat kepulangannya. Zitao juga ikut bersamanya. Jika kau belum makan siang, kalau begitu makan siang di rumah saja,” pinta Sara.

“Oh. Uhm.. Baiklah, aku akan makan siang di rumah.”

Sara tersenyum. “Sampai bertemu di rumah. Hati-hati di jalan, ya.”

*****

Joonmyeon memasukkan ponselnya kedalam saku jaket dan berjalan masuk kedalam ruang pemeriksaan. Dia melihat dokter yang kemarin memeriksanya tersenyum padanya. Joonmyeon sedikit membungkuk lalu berjalan mendekati meja sang dokter.

“Duduklah, Kim Joonmyeon-sshi.”

Joonmyeon mengangguk dan duduk dihadapan dokter tersebut. Changwook menarik nafas lalu mengambil hasil pemeriksaan milik Joonmyeon.

“Kau datang lebih cepat dari jadwal, Kim Joonmyeon-sshi. Dan kau juga datang sendirian. Apa orangtuamu tidak bisa datang menemanimu untuk mengambil hasil pemeriksaan?” tanya Changwook sembari membaca laporan hasil pemeriksaan Joonmyeon.

Joonmyeon menghela nafas. “Orangtuaku tidak tahu kalau aku kesini.”

Changwook terdiam dan mengangkat kepalanya. Joonmyeon sedikit menunduk karena tatapan Changwook.

“Sebenarnya aku ingin tahu hasilnya terlebih dahulu sebelum anda bicara pada orangtuaku. Hanya untuk memastikan,” ucap Joonmyeon lagi.

Changwook mengernyit. “Untuk memastikan?”

Joonmyeon menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Kemudian mengangkat kepalanya untuk menatap Changwook. “Apakah aku seperti Eomma.”

“Eomma?”

“Wanita yang kemarin datang bersamaku adalah ibu tiriku. Eomma kandungku sudah meninggal beberapa tahun lalu. Appa bilang Eomma meninggal saat menjalani operasi. Tapi aku tidak pernah diberitahu mengenai operasi untuk penyakit apa. Hanya saja, aku ingat, sekitar dua minggu sebelum Eomma meninggal, aku melihat hidungnya mengeluarkan darah. Saat aku bertanya, Eomma hanya mengatakan kalau dia sedang kelelahan. Tapi ketika ibu tiriku bertanya mengenai kematian Eomma… Aku hanya ingin memastikan,” ucap Joonmyeon.

Changwook tidak mengatakan apapun. Dia menghela nafas dan melirik laporan hasil pemeriksaan Joonmyeon. “Ayahmu tidak memberitahu mengenai kematian ibumu? Mengenai penyakit apa yang diderita oleh ibumu?”

Joonmyeon menggeleng. “Appa sepertinya sangat terpukul. Kakek dan Nenekku juga tidak mengatakan apapun. Mereka hanya bilang Tuhan menyayangi Eomma, jadi Dia menjemputnya lebih awal. Dokter, apa aku menderita penyakit yang berbahaya?”

“Berapa usiamu sekarang?” tanya Changwook.

“Delapanbelas tahun.”

“Kau harus datang bersama orangtuamu, baru aku akan memberikan hasil pemeriksaannya. Tapi aku bisa memastikan kalau kau tidak menderita penyakit yang serius,” ucap Changwook.

Joonmyeon terdiam. Dia masih menatap Changwook dengan lekat. “Benarkah? Aku tidak menderita penyakit apapun? Dokter tidak mengatakan itu hanya karena aku masih dibawah umur, bukan?”

Changwook menggeleng. “Aku memegang kode etik sebagai dokter, Kim Joonmyeon-shi. Aku tidak akan berbohong mengenai penyakit pasien-ku. Tapi seperti yang kau bilang, karena kau masih dibawah umur jadi aku akan memberikan penjelasan padamu bersama orangtuamu juga. Datanglah ke rumah sakit sesuai jadwal. Akhir minggu ini. Mengerti?”

Joonmyeon mengangguk. “Baiklah, aku akan datang akhir minggu ini. Terima kasih dokter.”

Joonmyeon berdiri dan sedikit membungkuk. Lalu dia berjalan keluar dari ruang pemeriksaan. Changwook menghela nafas lega setelah pintu tertutup. Kemudian dia mengambil data record Kim Joonmyeon. Changwook membaca kontak wali pasien, lalu meraih ponselnya dan memasukkan nomor kontak tersebut.

Changwook lalu menuliskan nama wali pasien pada nama kontaknya.

Sara Li.

*****

“Kau hubungi Joonmyeon terlebih dahulu. Yang kita bicarakan adalah Kim Joonmyeon, dia tidak akan memberitahu kita mengenai hasil pemeriksaannya. Hanya untuk berjaga-jaga Soo,” ucap Baekhyun.

Kyungsoo mengangguk. “Aku juga mencemaskannya, Baek. Hari ini, sepertinya ada banyak hal yang dikhawatirkannya. Aku akan menghubunginya setelah makan siang. Hati-hati di jalan.”

Baekhyun mengangguk. Lalu dia melambaikan tangannya ketika mobil mulai melaju. Kyungsoo memperhatikan hingga mobil Baekhyun menghilang dari pandangannya. Kyungsoo menarik nafas dan beranjak menuju rumahnya ketika ia mendengar suara pagar bergeser. Kyungsoo mendesah ketika melihat ekspresi Chanyeol yang terlihat jengkel.

Chanyeol berjalan mendekati Kyungsoo sembari melipat kedua tangannya didepan dada. “Kau dari mana? Pergi dengan Baekhyun?”

“Kami dari travel agent. Kau sepertinya sedang kesal,” ucap Kyungsoo.

“Ani, aku sedang marah besar!” sahut Chanyeol.

Kyungsoo kembali mendesah. “Park Chanyeol, jangan bersikap kekanakan. Aku hanya pergi dengan Baekhyun dan Joonmyeon. Itu pun untuk mengurus liburan kita.”

“Aku tidak mempermasalahkan hal itu, Do Kyungsoo. Tapi kenapa kau tidak membawa ponselmu? Kau tahu berapa-kali aku menghubungimu sampai ibumu yang mengangkat dan mengatakan kalau kau tidak membawa ponsel? Aku membelikanmu ponsel karena…”

“Kau merasa bersalah karena merusak ponselku,” ucap Kyungsoo cepat.

Chanyeol mendesis. “Tapi bukan hanya karena itu, Soo.”

“Baiklah, aku minta maaf tidak membawa ponsel. Tapi kau tahu sendiri kalau aku memang jarang membawa ponsel. Maafkan kebiasaanku itu ya,” tutur Kyungsoo.

Chanyeol mendengus. “Hanya untuk kali ini. Kau harus membawa ponsel kemanapun, okay? Aku khawatir sekali hingga aku ingin sekali menghubungi Baekhyun. Tapi aku ingat kalau aku tidak mempunyai nomornya. Menjengkelkan sekali. Ayo masuk!”

Kyungsoo mengernyit. “Kenapa aku harus masuk ke rumahmu?”

“Eomma-mu sedang pergi. Kau pergi hanya membawa dompet, bukan? Eomma-mu mengatakan kalau aku harus memberimu makan. Walaupun aku sedang kesal, tapi aku tidak bisa menolaknya. Ayo makan siang! Geez, dasar menyebalkan,” tukas Chanyeol sembari berjalan menuju rumahnya.

Kyungsoo tersenyum tipis lalu dia mengikuti Chanyeol.

*****

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang sedang merapikan beberapa pakaian dan barang pribadi miliknya. Siang ini, mereka berdua akan keluar rumah sakit. Walaupun Siwon sangat ingin mengantarkan Kyuhyun pulang ke rumah tapi dia tidak ingin mengambil resiko untuk bertemu Ahra. Sepertinya untuk sementara ini, Siwon akan menghindari Ahra untuk beberapa waktu sebelum dia memutuskan bicara pada kakak Kyuhyun tersebut.

Kyuhyun menutup resleting tas-nya dan menoleh pada Siwon yang berdiri memperhatikannya. “Kenapa?”

Siwon menggeleng. “Sudah sana ganti pakaianmu.”

Kyuhyun meraih pakaiannya diatas ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi untuk berganti pakaian. Siwon menghela nafas setelah pintu kamar mandi tertutup. Kemudian dia duduk diatas ranjang tersebut. Siwon melirik ponsel milik Kyuhyun. Tanpa pikir panjang, Siwon langsung meraihnya. Dia mencari daftar kontaknya.

“Direktur Choi Group? Dia menulis namaku seperti itu? Heok, yang benar saja,” gumam Siwon jengkel. Kemudian Siwon mengganti nama kontak tersebut.

Setelah menggantinya menjadi “S.W Choi”, Siwon tersenyum puas. Setidaknya nama seperti itu masih terlihat normal. Mungkin setelah hubungan mereka lebih baik, Siwon akan menggantinya lagi.

“Eo? Ada pesan masuk.”

Siwon lalu membaca pesan tersebut. Walaupun tidak sopan, tapi Siwon bisa meminta maaf nanti. Namun, saat membaca pesan tersebut Siwon mengerutkan keningnya.

From: Kang Haneul

Aku dengar kau akan keluar rumah sakit hari ini. Maaf, shift-ku baru dimulai sore ini, jadi aku tidak bisa menemuimu sebelum kau keluar.

Jangan datang lagi ke rumah sakit. Untuk seseorang yang tidak menyukai rumah sakit, dalam sebulan ini kau sering-kali keluar-masuk rumah sakit. Jaga dirimu baik-baik.

Haesa bertanya lagi mengenai keputusanmu mengenai kasus Seon Hwan. Dia ingin menghubungimu langsung, tapi akhirnya aku yang disuruh untuk bertanya padamu. Pikirkan baik-baik, Kyuhyun. Lepaskan kasus Seon Hwan.

“Seon Hwan?” gumam Siwon.

Kyuhyun keluar dari kamar mandi dan melihat Siwon sedang memegang ponselnya. Dia berjalan menghampiri Siwon. “Kenapa kau memegang ponselku?”

Siwon terkejut dan menyodorkan ponsel tersebut. “Maaf, aku membacanya tanpa ijinmu.”

Kyuhyun meraih ponselnya dan membaca pesan yang masuk. Kyuhyun menghela nafas dan melemparkan ponselnya keatas ranjang rawat. “Jangan membaca pesan orang lain tanpa ijin, Siwon-sshi. Kau melewati batas privasi orang lain.”

“Maaf. Tapi kasus Seon Hwan itu…”

Ucapan Siwon terhenti ketika Kyuhyun menatapnya dengan kesal. “Itu masalah pekerjaan, Siwon-sshi. Kita adalah teman, tapi bukan berarti kau bisa ikut campur kedalam masalah pekerjaanku.”

Siwon mengangguk. “Aku tahu. Maaf…”

Kyuhyun menghela nafas. “Maaf, jika ucapanku kasar. Tapi hubungan ini… Aku masih merasa aneh. Jadi, tolong jangan menjadi Choi Siwon yang menyebalkan seperti pertama-kali.”

Siwon tersenyum tipis. Lalu dia berdiri dan memeluk Kyuhyun. Siwon menarik nafas dan menghembuskan perlahan. “Aku mengerti. Ini memang terlalu tiba-tiba, bukan? Jangan terlalu khawatir dan merasa kalau kau harus mengubah dirimu. Aku akan bersabar menunggumu. Well, mungkin ada waktu-waktu tertentu dimana aku akan menjadi Choi Siwon yang menyebalkan. Jadi, kau juga harus bersabar padaku.”

Kyuhyun memejamkan matanya dan menghembuskan nafas. Kemudian ia membalas pelukan Siwon. Siwon kembali tersenyum dan mengeratkan pelukannya.

“Ini benar-benar sangat canggung,” gumam Kyuhyun.

Siwon tertawa kecil. “Nanti kau akan merasa terbiasa. Seiring waktu berjalan.”

*****

 NOTE: Maaf, telat banget. Karena biasanya kalau udah sakit, aku emang agak lama untuk pulihnya. Emang imunitas aku ajah yang udah lemah sejak SMP.

Untuk part ini, aku gak terlalu puas. Err… aku tahu koq kalau porsi part wonkyu cuma sedikit, begitu pulang dengan part krisho. Tapi terkadang aku sering nulis diluar outline yang udah aku bikin.

Advertisements

39 thoughts on “[SF] Scarface Part 22

  1. akhir akhir ini aku begitu merindukan Wonkyu moment, tapi dengan membaca ini rasanya bisa sedikit terobati. kkkkk:D
    aku masih belum faham dengan hubungan yg sudah dijalin Wonkyu!!! apa di sini mereka sudah jadian??? tapi kayaknya sih sudah. jadi gemes sendiri dengan interaksi mereka. #peluk Wonkyuuu…. d tggu kelanjutannya yaa!!!!! 😀

  2. heheheh seneng banget liat eonni diera kembali dengan ff scarface.. ff yang selalu q tunggu….
    cepat pulih eonn. semangat…

    iya seh. tp cukup menghibur… kyu sudah mau membalas apa yang di lakukan siwon tp dia belum mengakui kalau dia suka sama siwon…..
    semangattt untuk pasangan lain yang kayaknya semakin jauh ajah… eheheh….

    fighting eonn…

  3. Jadi hubungan WonKyu disebut apa?
    Teman?
    Tp cium2 pipi.
    Jadian jg g kan -_- ???

    Yah part ini kurang memuaskan eonni. hhehe…
    Tapi aku senang eonni udah update. Soalny aku udah ngebet bgt baca Scarface :3

  4. Wonkyu.agh gemes deh,,,hub wonkyu emank canggung,,terlebih,,kyu sifat..juteknya gk ilang”..siwon penyabar..tp tetep wonkyu,,dg hub nya yg canggung gk mengurangi kontak fisik..aww kyu so cute..menurut ku…ea..kak diera telat update ffnya..aku nunggu bk..blog kaka terus…dn klo update tuh rasa’y,,,seneng bgt.

  5. Hubungan pertemanan??? Baiklaaahhhhh… Teman hidup maksudnya cieeeeeeeeeee
    Siwon-ssi sdh mlai terlihat posesifnya….

  6. eeeh abiz sakit ya!?
    moga skrg udah bnr2 pulihntotal n bisa beraktifitas sprti biasa.

    yap mang part wonkyu dkit n bnr2 ada penambahan crta sndri tuk haneul.
    tapiiiiii…
    walo part wonkyu dkit tapi benar2 suka n bisa dbilang puas ma moment mereka.
    bnr wonkyu bgt.hee
    thank u

  7. Emang bener ya, orang kalo udah jatuh cinta tuh kadang2 suka oon and loadingnya lama. Sama kaya Siwon tuh hehehehe. Lagian ya Siwon tuh ko polos banget sih, masa semua yang Changmin omongin dikasih tau lagi ke Kyu. Hadeuhhhh pak bos.. pak bos 😄
    So, hubungan wonkyu sekarang TTM apa HTS nih 😯 Setidaknya Siwon udah bener2 bilang kalo dia suka ma Kyu. Tinggal nunggu Kyu nya aja ya cause dia masih galau. Siwon, kalo mau curhat dateng aja ke noona ya hahahahaha kan Changmin ga mau.

    Agak sedikit lega tau kalo penyakitnya Joonie tidak membahayakan meskipun belum jelas sakitnya apa. Mudah2an ga ada death character ya.

    Wah Changwook udah ngebet aja nih pengen nembak Haneul. Go Healer 😃

    Mudah2an cepet pulih ya. Kalo udah bener2 sehat baru update juga gpp ko Diera. Btw thanks ya udah update

  8. teman y??
    okay teman tapi mesra hahahaha…
    duh stidaknya progress lah ya hubungan mereka berdua ini…
    lalu juga haneul kenapa tuh??
    dy g lyt kejdian yg terjadi sama wonkyu g sih???
    smoga aja lyt stidaknya haneul ga akan mengganggu kyuhyun lagi
    masalah ahra smoga aja nnt juga bisa mengerti..
    karena itu hubungan mereka aja belum jelas jdinya menunggu restu smuanya juga belum bisa jelas hehehehe…
    ywdh akh hwaiting ja buat hubungan keduanya

  9. Aku suka greget kalo baca hubungan wonkyu kaya ngambang gitu, dibilang temenan tapi udah ada kiss kiss duluan dibilang pacaran ga juga.
    hadeeehhh-_____________-
    mudah-mudahan dichap selanjutnya hubungan wonkyu ada progresnya jadi pasangan kekasih*eaaaaaaaak*
    trus banyakin moment wonkyu moment nya ne eonnie 😀
    hehehe

  10. Km cpt smbuh ya..
    Jgn skit2 lagi biar bisa lncr nulis ff lg
    Kekekeke

    Duuuh..wonkyu bkin gemes aj nih
    Lnjuuut lg ya ff nya
    Keep writing

  11. Akhirnyaa… thanks udah update kak 😀 Sepertinya changwook ngerahasiain ttg penyakit joomyeon deh. Dan buat wonkyu, semoga chap depan hubungannya bisa lbh jelas lagi. For the last, gws kak diera ({}) ditunggu chap selanjutnya, fighting^^

  12. Get well soon kak ^^
    Kita sama-sama punya imun yg rendah, harus ekstra banget utk jaga kesehatan 🙂

    Aku masih cukup puas sama part ini kok kak. Aku menemukan ada typo. Hehe 😀
    Akhirnya WonKyu memutuskan untuk memulai sebuah hubungan yg baik dan lebih intim di antara mereka. KrisHo masih belum ketemu di part ini.
    Aku penasaran sama sakitnya Joonmyeon. Apa dia benar baik-baik saja?
    Aku juga penasaran sama kasus Seon Hwan. Ada apa sebenarnya? Ah ditunggu part selanjutnya lah kak ^^

  13. Jadi wonkyu dalam hubungan tanpa status?
    Dibilang temen terlalu intim tp dibilang pacaran mereka blom jadian
    Apapun iti yg penting wonkyu skrng bersama dan udh mulai mesra

    Joonmyeon sebenernya sakit apa ya?
    Jd penasaran

  14. Wonkyu iya sih dikit banget
    Tp klu eonni sakit jgn memaksakan diri nti gak sembuh jd sembuh dulu baru uptade ff eonni
    Tp eonni banyakkan part chansoonya dong soalnya aku suka dgn couple ini

  15. aah Kyu msh bingung sma perasaan nya sndiri,tpi seenggak nya mrka udh bisa lovey dovey nih kkk ~
    ciee ~ iya teman,tpi teman tpi mesra muahaha
    Haneul blm nyadar jg klo Changwook suka sma dia? duh ~ kpn nyadar nya coba?
    diera – yaa ~ klo kmu sakit ga ush dipaksa mau update,kan ga enak sma kmu T.T
    GWS ya :*

  16. Ciat….ciat..ciat…
    super gemes sama wonkyu… nih couple hobi jungkir balikian hati aku….
    teman apaan…. teman, tapi cium2… peluk2… udah sih kyu ngaku ajah suka sama Siwon,… masa harus di bikin cemburu dulu baru nyadar kalo kalian saling cinta….
    tapi emang canggung sih, Bagaimanapun kyu pernah cinta sama cewe lumayan
    Lama dn sekarang dunianya jungkir balik karena siwon… pasti dia aga bingung… ㅋㅋㅋㅋ
    Malu2nya kyu itu ngegemesin banget… gmna nanti kalo akhirnya mrk jadian, secara udah jelas kyu akan jadi bottom… hahahahaha

  17. Emmm..senangnya..ini ff sdh update kmbli.Huft..sudah beberapa hari ini aq menengok blog eonni ini.Bahkan,,,aq baca ulang yg chap sebelumnya kkkkkk.Sepertinya WonKyu sekarang mnjadi teman yg sangat bikin penasaran dngn apa yg akn mereka lakukan.Saranghae…

    For Joonmyon..mg aj dirimu tdk menerima berita yang mngkin akn mmbuatmu down.
    Fighting!!!

    Jeongmal gumawo eonni!!!
    Fighting!!!

  18. Hubungan wonkyu apa? Teman ?
    But…
    Cium pipi..? Kiss? Pelukan ?
    Hmm..
    Senengnyaaa kyu bales peluk siwon heee

  19. Gws kak diera.. semangat.. telat post ato update gpp.. yang penting sehat dulu..
    Apapun itu.. klo wonkyu.. tetep selalu suka.. bukan suka lagi.. tapi cinta.. whisper akan selalu nunggu deh buat wonkyu.. moment sedikit apapun.. hhhh

    Beneran nih si joon gag punya penyakit yang serius..?? Bagus la klo gitu.. kasian juga dia.. perasaan masih terombang ambing ^cie bahasanya^ hhh blom lagi dia gag bisa lanjut study seperti yang di inginkannya..

    Seneng wonkyu akhirnya udah mulai terbuka.. walupun masih dikit2.. terutama si kyukyu nih.. tapi gag pa2.. ada kemajuan.. kkkk
    Pokoknya di tunggu moment2 wk selanjutnya.. 😀😀😙😙😙😙

  20. yeeessssss..udah update…hehe
    wonkyu jadi teman tapi mesra nih…kkk
    wahh bentar lagi kyu mau berurusan ama mafia ni kyk nya..hati2 lho kyu…hehe
    samangat buat kakak yang udah nulis crita ini…:D, 🙂

  21. jadi mereka HTS gitu? kyu masih lum yakin sama perasaannya? kok krisho kayak nya dikit banget,? apa kepotong sama chansoo?? jadi feel nya udah agak ilang sama krisho,,

  22. hubungan wonkyu yahhh TTM lah dari pada teman tapi sering ciuman juga
    chanyeol makin sweet aja ama kyungsoo
    lalu gimana joon ama yifan
    makin rumit

  23. chansoo so gemay wkwkwk :3
    semoga beneran joon ga sakit yang aneh2 deh amiin gasabar tau hasil akhirnya~~~
    kyaaaaa akhirnya wonkyu temenan(?) atau htsan(?) ah yang mana aja gapapa kalo mrk skrg udah bersama22 tehe biarpun masih harus backstreet~~

  24. Akhirnya wonkyu memutuskan hubungan mrk sbg teman, tp teman yg tdk biasa ya?? Bs dibilang teman tapi mesra 😁😁😁
    Siwon tau kalau kyuhyun menangani kasus Seon hwan, smoga saja siwon sedikit peka dan mau menyelidiki soal seon hwan. Jd dia bs menjaga kyuhyun nantinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s