[MM] Super Human – 1st Story [5]

super human

Chapter Five

Sesosok pemuda berusia sekitar duapuluhtiga tahun sedang terbaring tak berdaya di lantai sebuah flat sederhana miliknya. Pemuda itu terbaring dilantai dengan darah segar terus merembas dari sela-sela rambutnya. Darah yang keluar sangat banyak hingga mengotori lantai flat tersebut. Jemari pemuda itu terlihat bergerak pelan, tanda bahwa dia masih hidup. Bola matanya bergerak-gerak dengan pupil yang membesar menunjukkan rasa takutnya terhadap kematian. Pemuda ingin bernafas tapi seakan ada sesuatu yang besar menghalangi tenggorokannya, hingga ia merasa tercekat.

Seorang pria lainnya yang berada di ruangan yang sama itu tersebut. Pria itu emnyunggingkan sbeuah senyuman menakutkan ketika ia menyadari bahwa pemuda itu masih hidup walaupu kepalanya sudah terbelah. “Aku terkesan. Ternyata kau bisa bertahan setelah mengalami luka seperti itu.”

Pria itu berpakaian serba hitam, wajahnya sama sekali tidak bisa terlihat karena ia memakai tudung jaket hitam yang dipakainya. Selain itu seluruh ruangan flat tersebut ditutupi gorden, sehingga tidak ada sedikit cahaya masuk kedalam flat tersebut. Pria tersebut dengan angkuh duduk di sofa tunggal. Ia mengangkat tangan kanannya yang ternyata sudah berlumuran darah. Seulas senyum licik menggembang di wajahnya. Kemudian ia menjilati darah di tangannya, seakan darah tersebut terasa manis. Setelah membersihkan jemarinya, pria itu kemudian bangkit dari sofa dan menghampiri tubuh yang sudah tidak berdaya tersebut. Pria itu kembali tersenyum.

Kemudian pria itu berjongkok didekat tubuh pemuda yang menjadi korban kesadisannya. “Tapi walaupun kau bisa bertahan sekarang, kau tidak akan mungkin selamat. Aku ucapkan terima-kasih atas pemberianmu hari ini. Itu sangat membantuku. Semoga kita tidak bertemu di nereka.” Pria tersebut bahkan mengatakan dengan sangat santai.

Pria itu lalu berdiri dan berjalan menuju pintu. Pria itu berkonsentrasi dan perlahan pintu terbuka. Kemudian dia menyeringai. Sepertinya ia berhasil mendapatkan kemampuan lainnya. Pria itu menoleh pada sang korban untuk terakhir kalinya. “Semoga Tuhan membuka tangan-Nya menyambut kedatanganmu.”

Kemudian ia meninggalkan sang korban yang tengah sekarat tersebut sendirian di flat. Darah segar masih keluar dari luka dikepalanya hingga sampai akhirnya sang korban menghembuskan nafas terakhirnya.

Sebuah aksi pembunuhan sadis dengan cara memotong tengkorak kepala sang korban dan memakan otaknya sampai habis tanpa rasa jijik. Tanpa meninggalkan jejak, pria itu selalu berhasil menghindari kecurigaan polisi yang mulai gusar. Pembunuhan seperti itu sudah terjadi sebanyak sepuluh-kali dalam waktu lima bulan terakhir. Semua korbannya adalah super human.

Chase Lee, menjadi korban ke-sepuluh pria misterius tersebut.

*****

Marc sedang memeriksa beberapa dokumen project nemesis, ketika secara tiba-tiba saja ia mendapatkan serangan rasa sakit kepala yang sangat hebat. Sontak Marc menjatuhkan penda dari tangannya dan dia memegangi kepalanya yang berdenyut keras yang sangat menyiksa. Matanya terpejam kuat, tidak bisa menahan rasa sakit tersebut. Marc menjambak rambutnya sendiri, berusaha mengurangi rasa sakit tersebut. Marc menggigit bibirnya untuk mencegah suara erangan kesakitan itu keluar. Marc tidak bisa membiarkan orang lain masuk kedalam ruangannya ketika ia sedang mengalami fase ini.

“For God sake!” gumam Marc disela ringisan kesakitannya.

Fase inilah yang dialami oleh Marc ketika dia akan mendapatkan sebuah kilasan masa depan mengenai sesuatu. Marc akan mendapatkan serangan sakit kepala yang luar biasa. Marc merasa kalau kepalanya seperti dipukul oleh sebuah godam besar. Bahkan pernah, Marc hampir pingsan karena rasa sakit tersebut. Marc sedikit menundukkan kepalanya dan membuka matanya perlahan. Nafasnya terengah-engah tidak karuan. Kemudian dengan samar, ia melihat beberapa kilasan kejadian-kejadian secara acak. Detik demi detik, Marc berusaha mengatur nafasnya. Rasa sakit kepalanya juga perlahan mulai menghilang.

Saat ia merasa rasa sakit itu benar-benar hilang, Marc mengangkat kepalanya. Dia mengambil nafas banyak dan menyandarkan punggungnya di kursi. Keringat dingin meluncur begitu saja membasahi pipinya.

“Chase Lee?!” gumamnya pelan hampir seperti berbisik.

Sontak Marc membuka matanya dan berusaha mengingat kembali kilasan masa depan tersebut. Setelah memastikan bahwa orang yang dilihatnya terbaring di lantai dengan darah yang sangat banyak adalah Chase Lee, Marc langsung bangkit dari kursinya dan berlari keluar ruangan. Marc bergegas menuju ruangan Andrew. Ia bahkan tidak memperdulikan jika dia menabrak pegawai lain. Marc hanya berfokus untuk mencapai pintu tangga darurat dan segera menuju ruangan Andrew. Marc tidak mempunyai waktu untuk menunggu lift.

Ketika ia di lantai ruangan kerja Andrew, Marc langsung masuk tanpa mengetuk pintu. Andrew yang sedang menonton News Live Streamming dari komputernya melirik Marc, lalu kembali fokus pada layar komputernya. Wajahnya terlihat sangat serius. Marc menutup pintu dan menarik nafas panjang sebelum dia berjalan mendekati meja kerja Andrew.

“Apa beritanya sudah naik?” tanya Marc.

Andrew menatap Marc dan mendesah pelan. Andrew mengangguk lalu memijat pelipis keningnya dengan keras. Peristiwa pembunuhan benar-benar diluar dugaan. Mereka sangat tahu –oh, bahkan seluruh Korea Selatan mengetahui tentang pembunuhan sadis tersebut. Tapi rasanya baru kemarin pembunuhan salah seorang pegawai supermarket terjadi dan sekarang kembali terjadi lagi. Hanya berselang dua minggu dan total pembunuhan dengan cara yang sama adalah sepuluh kasus. Kepolisian bahkan sudah mulai geram karena tidak mendapatkan petunjuk apapun mengenai pelakunya.

“Ini sudah semakin mengkhawatirkan. Terlebih kali ini korbannya adalah Chase. Polisi memperkirakan kalau waktu kematiannya adalah dua hari lalu. Apa Prof. Jung mengatakan sesuatu mengenai hal ini ketika kau bertemu dengannya tempo hari?”tanya Andrew.

Marc mengusap wajahnya lalu menggeleng. “Dia tidak menemukan apapun, kecuali korban ke-sembilan itu ternyata adalah super human juga. Kita mempunyai database korban tersebut, tapi Steve belum berani mengambil kesimpulan apapun.”

Andrew menarik nafas dan menatap Marc dengan serius. “Marc, katakan pada Prof. Jung untuk melakukan penyelidikan lebih dalam lagi. Kita mengetahui dengan jelas, kalau tiga dari sepuluh korban itu adalah super human. Kita mempunyai database mengenai mereka, tapi bagaimana dengan tujuh korban lainnya? Apakah mereka juga super human atau bukan? Ini bukanlah kasus pembunuhan berantai biasa. Pelakunya mungkin saja juga seorang super human.”

Untuk hal tersebut, Marc setuju dengan Andrew. Well, jika kau ingin membelah tengkorak manusia dan mengambil otaknya maka kau membutuhkan beberapa peralatan bedah khusus. Pelakunya bisa saja tanpa sengaja meninggalkan jejak. Tapi yang terjadi adalah sebaliknya, sama sekali tidak ada jejak. Tidak ada sidik jari atau sesuatu yang bisa mengarah pada pelaku. Selain itu, potongan tengkorak kepalanya terlihat rapi dan terkesan berhati-hati agar tidak merusak otaknya. Jadi, mungkin pelakunya adalah super human yang memiliki kemampuan yang belum tercatat dalam database mereka.

Marc merasa kakinya sangat lemas. Ia begitu lelah setelah berlari dari ruangannya, ditambah Marc baru saja mendapatkan kilasan. Biasanya, saat mendapatkan kilasan masa depan, tenaga Marc akan banyak terkuras. Andrew masih memperhatikan Marc dengan lekat. “Kau mendapatkan kilasan masa depannya?”

Marc mengangguk lemas. “Baru saja. Tapi lagi-lagi, sudah terlambat. Aku bahkan tidak mengerti kenapa disebut sebagai kilasan masa depan, jika aku mendapatkannya bersamaan atau bahkan setelah peristiwa itu terjadi?!”

Marc kemudian berjalan kearah sofa dan duduk lemas disana. Wajahnya terlihat sangat bingung dan juga frustasi. Ia memang mendapatkan kemampuan future sight dari Victoria, tapi kenapa ia selalu mendapatkan kilasan masa depan tersebut ketika sudah terlambat. Bahkan Victoria juga tidak bisa menjelaskan kenapa hal itu bisa terjadi pada Marc. Andrew menarik nafas pelan. Andrew menyentuh layar komputer tersebut dan langsung mati. Lalu ia bangkit dan menghampiri Marc yang terlihat sangat shock. Andrew menepuk bahu Marc dan duduk disamping sepupunya.

Marc menyadarkan punggungnya dan memejamkan matanya. “Aku benar-benar bingung. Kenapa aku selalu terlambat mendapatkan penglihatan masa depan? Sudah cukup lama dari aku mendapatkannya, tapi kenapa aku masih belum bisa mengontrolnya? Kupikir itu hanya akan terjadi satu kali, tapi nyatanya setiap mendapatkan penglihatan masa depan aku selalu saja terlambat. Selain itu, aku juga masih belum bisa mengontrol kemampuanku yang lain,” tutur Marc.

Andrew menghela nafas panjang. Hal yang dikatakan Marc adalah suatu kebenaran. Marc belum bisa mengontrol beberapa kemampuan yang dimilikinya. Tapi bahkan Prof. Jung pun tidak mengetahui alasannya. Andrew memperhatikan Marc sekali lagi, sebelum dia kembali bicara, “Itulah kau harus lebih sering berlatih. Prof. Jung sudah sering memberitahumu untuk datang ke Lab untuk berlatih, bukan? Karena kemampuanmu, kau mendapatkan kemampuan lainnya, Marc. Mungkin karena itulah kau harus lebih banyak belajar untuk mengontrolnya. Lagipula Victoria pernah mengatakan padamu mengenai future sight, bukan? Kau masih ingat?”

Marc membuka matanya. “Future sight tidak bisa mengatur kapan penglihatan masa depan tersebut akan datang. Dan juga tidak bisa mengendalikan kekuatan itu sesuai dengan keinginan. Penglihatan masa depan itu akan datang secara tiba-tiba tanpa kita sadari.” Marc mengulang ucapan Victoria saat Marc mendapatkan kekuatan future sight tersebut.

“Aku tahu, tapi ini sama sekali tidak masuk akal. Kilasan masa depan yang kulihat selalu terjadi bersamaan atau bahkan setelah peristiwa itu terjadi. Masa depan adalah sesuatu yang akan terjadi di masa depan, bukan bersamaan atau bukan setelahnya. Sedangkan yang terjadi padaku adalah semua kebalikan dari itu.”

Seberapa besar keinginan Andrew untuk memberikan dukungan moral pada Marc, tapi jika Marc sendiri terlalu keras kepala maka Andrew pun tidak bisa melakukan apapun. Sejak dulu, Andrew sudah mengatakan kalau Marc harus belajar untuk mengontrol setiap kemampuan yang dimilikinya. Tapi Marc selalu memberikan alasan kalau dia sibuk atau hal lainnya. Dan kini, jika Marc kembali mengeluhkan tentang mengontrol kemampuannya, Andrew tidak akan banyak mengomentari karena itu akan membuat Marc semakin kesal.

Andrew menarik nafas lalu duduk sedikit menghadap pada sepupunya. Kemudian ia menyentuh tangan Marc. “Kalau begitu berlatihlah. Aku sudah sering mengatakannya, tapi kau selalu mementahkan ucapanku. Kilasan masa depan itu memang tidak bisa kendalikan sesuai keinginamu, tapi pasti ada cara untuk mengontrolnya agar kau tidak merasakan rasa sakit lagi. Tanyakan pada Victoria atau Prof. Jung. Kau mungkin tidak akan mendapatkan jawaban yang memuaskan, tapi setidaknya kau telah berusaha. Aku tidak ingin melihatmu selalu kesakitan setiap kali fase itu datang, Marc.”

Marc menatap Andrew untuk beberapa detik. Ia menarik tangannya lalu berdiri. Marc menarik nafas dan menghembuskanya perlahan. Dan tanpa memberikan respon apapun, Marc memilih untuk kembali ke ruangannya. Andrew memperhatikan sepupunya yang menutup pintu. Ruangannya kembali sunyi.

“Seandainya aku bisa membantumu, Marc. Tapi ini diluar jangkauanku.”

*****

“Jadi, kau tidak akan meneruskan perjodohan itu? Hey, apa kau gila?! Pria itu adalah Marcus Cho!”

Angela menyeruput Ice Americano pesanannya sedikit lalu menggeleng sembari menaruh gelas minumannya keatas meja. Ia lalu menatap Kate –Cathrine Han, seorang sahabatnya sejak SMA. Mereka berdua telah lama bersahabat hingga tidak ada yang mereka tutupi satu sama lain, termasuk masalah perjodohan Angela dengan Marcus Cho, yang kini sepertinya benar-benar batal. “Kami tidak saling mengenal, lagipula dia tidak tertarik dengan perjodohan. Begitu juga denganku!”

Kate menghela nafas. “Itulah persamaan kalian. Kalian berdua sama-sama tidak tertarik dengan perjodohan. Setidaknya coba untuk mengenalnya terlebih dahulu. Kau bilang sendiri kalau itu hanya sekedar perkenalan, bukan? Temui dia beberapa-kali baru kau putuskan. Eoh?”

Angela menatap Kate dengan rasa penasaran. Sahabatnya itu benar-benar mendorongnya untuk meneruskan “perkenalan” tersebut. Padahal hasilnya sudah terlihat dengan sangat jelas. Marcus Cho sama sekali tidak menaruh perhatian pada Angela, begitu pula sebaliknya. “Kate sayang, aku tidak mau berurusan lagi dengan pria dingin itu, okay? Jangan paksa aku, mengerti?” tukas Angela.

Kate mendesis jengkel. “Asal kau tahu saja, ini adalah kesempatan emas. Kau tahu, dia mungkin saat ini sedang patah hati karena mantan kekasihnya akan segera menikah.”

“Dia pernah berhubungan sebelumnya?” tanya Angela terkejut.

“Angela Lee sayang, apa kau tidak pernah mendengar hal ini sebelumnya? Oh ya Tuhan, rumor ini bahkan sudah ada lama sekali. Marcus Cho pernah berpacaran sekali sewaktu sekolah menengah. Tapi mereka putus sebelum upacara kelulusan. Sejak itu, Marcus Cho tidak pernah menjalin hubungan dengan gadis manapun. Kabarnya, mereka putus karena tidak direstui oleh keluarga mereka masing-masing. Tapi Marcus masih sangat mencintai gadis itu, maka dari itu dia tidak pernah dekat dengan gadis mana pun. Kemudian, akhirnya gadis itu akan segera menikah dengan pilihan keluarganya,” jelas Kate.

Angela menghela nafas. Sepertinya julukan Gossip Queen itu sangat pantas diberikan pada Kate. Sahabatnya itu bahkan mengetahui rumor mengenai Marcus itu sejak bertahun-tahun lalu. Angela bahkan tidak ingin tahu apakah ada rumor mengenai dirinya atau kakaknya diluar sana. “Baiklah, terserah. Lalu urusannya denganku? Aku bahkan tidak mengenal gadis itu.”

Kate tertawa kecil. “Hey, Angela. Kita sangat mengenal gadis itu. Josephine Seo, putri dari keluarga Seo. Keluarga yayasan kampus kita.” Kali ini Angela benar-benar terlihat terkejut mendengarkan ucapan Kate.

“Benarkah?”

“Mereka bersekolah di sekolah yang sama. Aku sudah mengeceknya sendiri sejak rumor itu beredar. Sebenarnya rumor ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, karena sepertinya keluarga mereka menutupinya dengan baik. Marc dan Josephine hanya berhubungan beberapa bulan lalu putus sebelum upacara kelulusan mereka. Dan sekarang, Josephine akan menikah dengan pewaris Jung Motors dalam waktu dekat ini,” tutur Kate.

Angela kembali menyeruput minumannya. Hanya dengan mendengarkan Kate bergossip tentang Marcus dan Josephine saja sudah membuatnya haus –padahal yang bicara Kate sendiri. Kate memperhatikan Angela lalu berdecak. “Kau tidak percaya dengan ucapanku?”

Angela hanya tersenyum. Tidak bisa dikatakan apakah dia mempercayai Kate atau tidak. Angela memang tidak pernah terpengaruh dengan gossip, dan mungkin tidak akan pernah bisa. Kecuali kalau ada bukti nyatanya. Kate menarik nafas, “Angie, kali ini percayalah. Kabar mereka berpacaran memang hanya beredar di kalangan sekolah mereka saja. Bahkan tidak ada satu media yang berhasil membuktikan tentang gosip itu. Hanya saja, kau tahu kalau Tuan Muda Marcus Cho itu mempunyai website fan pribadi, saking terkenalnya keluarga Choi-Cho itu. Dan di website itu, ada semua bukti yang dikumpulkan oleh para “fans” setianya itu mengenai hubungannya dengan Josephine.”

Angela kembali mendesah pelan dan menyeruput minumannya. “Baiklah, terserah apa katamu, Kate,” tukas Angela pasrah. Dia memang tidak pernah menang dari Kate kalau berurusan dengan gosip. Kate mungkin akan menunjukkan website itu padanya sebagai bukti jika Angela masih bersikap tidak mempercayai ucapan sahabatnya.

Kate tersenyum puas. “So, apa kau tidak ingin mengenal Tuan Muda Marcus Cho lebih baik lagi? Setidaknya kalau kalian tidak ingin dijodohkan, kalian bisa berteman ‘kan?” ujar Kate.

Angela menatap Kate sinis. Ia tahu betul dengan perilaku sahabatnya ini. Kate mungkin terlihat sangat baik mengusulkan hubungan pertemanan tersebut. Tapi Angela tahu, ada satu tujuan dibalik itu semua. Semua hal yang berkaitan dengan Andrew Choi dan Marcus Cho. Bagi Kate, kedua orang ini merupakan komoditas yang sangat menjual.

“Hilangkan tujuan anehmu itu, Kate. Suatu saat kau pasti akan mengalami kesulitan karena hobi bergosip-mu itu. Dan tidak, aku tidak mau berteman dengan pria menyebalkan dan sok dingin itu. Tidak, terima kasih.”

*****

Marc mengeryit ketika ia hendak menuju ruangan Andrew untuk mengantarkan beberapa dokumen mengenai project nemesis tapi dia malah melihat sepupunya itu keluar dari ruangannya. Sepertinya Andrew mempunyai janji dengan seseorang diluar kantor. Marc menghampiri Andrew dengan sedikit ragu. Setelah apa yang terjadi ketika berita mengenai pembunuhan Chase dan perdebatan singkat mengenai dirinya yang harus melatih kemampuannya.

“Kau mau pergi?”

Andrew mengangguk sembari merapikan jasnya. “Ada janji dengan Perdana Menteri Kim. Sekaligus makan siang bersamanya. Ada apa?” Andrew melirik dokumen yang ditangan Marc. “Kau ingin memberikan itu padaku? Letakan saja di mejaku, nanti akan kuperiksa.”

Marc menghela nafas dan mengikuti Andrew yang berjalan menuju lift. “Ada urusan apa kau bertemu dengan Perdana Menteri? Oh, apa berkaitan dengan project nemesis?” tanya Marc.

“Sepertinya begitu. Karena Perdana Menteri bilang pertemuan ini sangat penting.” Andrew menekan tombol lift dan menunggu. Ia melirik Marc yang berdiri disampingnya. “Taruh dokumen itu di mejaku. Kalau kau tidak ada pekerjaan lainnya, sebaiknya kau menemui Prof. Jung. Tanyakan mengenai pembunuhan itu atau mungkin latihan untukmu,” ujar Andrew.

Marc mendesis. Sepertinya pembicaraan Andrew tidak pernah lepas dari latihan untuk mengontrol kemampuannya atau mengenai gadis Berlin itu. Sontak Marc terdiam. Hari ini Andrew sama sekali tidak menyebut nama gadis Berlin itu dan sekarang sepupunya malah akan bertemu dengan ayah gadis itu. Apa mungkin gadis Berlin itu sama sekali tidak menghubunginya dan malah meminta bantuan ayahnya untuk membuat janji dengan Andrew? Tapi apakah itu mungkin? Perdana Menteri Kim tidak mungkin menggunakan kekuasaannya hanya untuk masalah kecil seperti ini.

Pintu lift terbuka dan Andrew berjalan masuk. Sontak Marc mengikutinya. Lebih baik dimarahi daripada menyesal nantinya. Andrew melirik Marc dan menghela nafas panjang. Marc terkadang bisa bertindak secara spontan tanpa memperdulikan apakah Andrew memberikan ijin atas tindakannya atau tidak. Seperti sekarang, Marc akan ikut dengan Andrew bertemu dengan Perdana Menteri Kim.

Andrew melirik Marc. “Hey, aku mau turun ke lobby. Ruanganmu ada dilantai duapuluhtiga.”

“Aku ikut denganmu. Jika Perdana Menteri Kim ingin bertemu berkaitan dengan project nemesis, bukankah seharusnya aku juga dilibatkan? Aku yang merancangnya, tapi kenapa hanya kau yang diminta datang? Terserah apa katamu, yang penting aku akan tetap ikut!”

Andrew mendesis pelan. “Baik, kau boleh ikut. Asal jangan membuat masalah dan jangan sembarangan menyentuh orang lain. Kita tidak tahu apakah orang-orang yang berada di sekitar Perdana Menteri Kim adalah super human atau bukan. Jaga tanganmu itu, mengerti?”

Marc tersenyum. “Tenang saja. Aku akan bersikap baik.”

*****

David menghela nafas dan meraih gelas yang berisi air mineral. Setelah meneguk beberapa kali, ia menaruh kembali gelas tersebut. Kemudian David memeriksa jam dipergelangan tangannya. Masih ada waktu sepuluh menit sebelum waktu janji bertemu dengan Andrew. David hanya datang terlalu cepat. Itu pun karena permintaan Anna.

David menoleh kearah meja putrinya yang berada dibelakang mejanya –berjarak beberapa meja. Anna terlihat hanya memperhatikan ponselnya. Sejak David menjemputnya di rumah, sikap Anna sudah seperti itu. Anna hampir tidak pernah melepaskan pandangannya dari ponselnya. Bahkan ketika David bertanya, Anna tidak mengatakan apapun.

David kembali menghela nafas dan menunggu. Ruangan restauran itu terlalu sepi. Namun, David memang sengaja memilih untuk membooking tempat itu untuk beberapa jam. David tidak ingin mengambil resiko untuk bertemu dengan Andrew di tempat ramai. David juga meminta agar semua pengawal yang ikut bersamanya untuk menunggu diluar restaurant. Walaupun apa yang dilakukannya saat ini melanggar aturan protocol.

Tak lama, Andrew datang bersama dengan Marc. David bangkit untuk menyambut kedua pewaris Choi Incorporate tersebut. Andrew tersenyum saat menghampiri meja dimana David Kim telah menunggu. Dibelakangnya, Marc mengikuti Andrew sesekali memperhatikan situasi restauran. Marc merasa aneh karena David menyewa keseluruhan restauran hanya untuk makan siang. Bahkan mereka hanya akan bicara mengenai project nemesis, bukan? Lalu kenapa Perdana Menteri Kim harus membooking satu restauran untuk pertemuan mereka dan kenapa Perdana Menteri hanya datang sendiri?

Kemudian pandangan Marc tertuju pada sosok Anna yang duduk di meja lainnya. Kecurigaannya terbukti. Gadis itu memang meminta bantuan ayahnya atau dia mungkin meminta ikut begitu tahu David akan bertemu dengan Andrew. Fokus perhatian Marc masih tertuju pada Anna ketika ia hampir menabrak Andrew. Sepupunya itu meliriknya dengan ekspresi tidak senang. Marc mengabaikannya dan menyapa David. Karena tidak bisa sembarangan menyentuh orang lain termasuk Perdana Menteri sendiri, Marc hanya membungkuk hormat. Lalu mereka bertiga mengambil duduk, tapi sesekali Marc melirik kearah Anna yang bahkan sepertinya tidak menyadari kedatangan mereka.

“Apakah anda menunggu lama, Perdana Menteri? Maaf, jalanan lumayan padat,” tukas Andrew sekedar berbasa-basi.

Marc hanya berusaha untuk tidak memutar bola matanya. Heck, lalu lintas tidak begitu padat tapi Andrew yang lebih sering memakai supir, hari ini menyetir sendiri. Dan ketika mereka hendak mengisi bahan bakar, Andrew bahkan tidak bisa melakukannya dengan benar. Mereka menghabiskan waktu hampir empatpuluh menit di SPBU.

David tersenyum. “Aku hanya datang terlalu cepat. Tapi mungkin kita bisa langsung ke inti pembicaraan saja.”

Sontak Andrew dan Marc saling menatap dengan bingung. Sedangkan David menoleh dan memanggil Anna. Gadis itu tersadar lalu tanpa sadar memandang Marc yang juga sedang menatapnya. Kemudian Anna bangkit dan berjalan menghampiri mereka. Marc masih menatap gadis itu dengan lekat. Tanpa diketahuinya, David memperhatikan setiap ekspresi Marc. Anna kini sudah berdiri di dekat meja mereka. Gadis itu membungkuk memberi salam.

“Aku akan memperkenalkan diri secara singkat. Namaku Annabelle Kim dan aku mempunyai kemampuan absorption power mimicry. Senang akhirnya bisa bertemu dengan anda, Andrew Choi,” tutur Anna.

Andrew melirik Marc sekilas sebelum akhirnya tersenyum pada Anna. “Senang juga bertemu denganmu, Nona Annabelle. Marc pernah membicarakanmu sebelumnya. Katanya kalian akan bertemu, tapi sepertinya rencana itu tidak pernah terwujud.”

“Anna, duduklah. Kita bicarakan apa yang kau ingin katakan,” ujar David.

Anna menghela nafas dan melirik Marc lagi sebelum ia mengambil duduk disamping David. Tepat dihadapan Andrew. Marc sendiri masih belum melepaskan perhatiannya pada Anna. Ia merasa seperti dikhianati. Mereka sudah bicara sebelumnya kalau Anna akan bertemu dengan Andrew setelah mereka berdua bertemu untuk kedua-kalinya. Marc bahkan memberikan kartu namanya. Tapi Anna tidak pernah menghubunginya dan malah meminta bantuan ayahnya untuk mengatur pertemuan ini.

David menghela nafas dan menatap Andrew dan Marc secara bergantian. “Aku mungkin membuat janji sebagai Perdana Menteri. Tapi aku duduk disini hanya sebagai David Kim, yang mempunyai kemampuan flight,” ungkap David.

Pengakuan itu membuat Andrew dan Marc terkejut. Mereka hanya berpikir kalau Anna saja yang mempunyai kemampuan spesial itu, tapi nyatanya Perdana Menteri negeri ini juga seorang manusia yang mempunyai kemampuan spesial. Suasananya benar-benar sunyi selama hampir sepuluh detik yang panjang. Andrew akhirnya kembali menemukan suaranya.

“Anda seorang super human juga? Apa…” Andrew melirik pada Marc yang kini hanya memperhatikan Anna. Andrew menghela nafas, “Aku adalah seorang technokinesist dan Marc adalah seorang power mimicry. Boleh aku tahu sejak kapan anda mengetahui kemampuan anda?” tanya Andrew dengan sopan.

David melirik putrinya. “Kurasa sejak tujuh tahun lalu. Bersamaan dengan kemampuan Anna muncul.”

Andrew lalu menatap gadis tersebut. Jika tujuh tahun lalu, seharusnya identitas David dan Anna sudah masuk kedalam database mereka, karena team peneliti Andrew sudah melakukan pencarian secara besar-besaran untuk keperluan database mereka sejak Andrew mendirikan Lab. Tapi sepertinya keduanya benar-benar luput dari perhatian Andrew.

“Kau bilang kemampuanmu adalah absorption power mimicry. Lebih tepatnya seperti apa kemampuanmu itu? Karena aku baru pertama-kali mendengarnya,” ucap Andrew pada Anna.

Anna menatap Andrew dengan lekat. “Hampir menyerupai kemampuan power mimicry, hanya saja aku menyerap keseluruhan energi dari orang yang kusentuh. Mereka bisa saja mati atau kehilangan kemampuannya. Aku sudah menjelaskannya pada saudaramu, tapi jika kau bertanya, itu artinya saudaramu tidak mengatakan apapun padamu. Termasuk keinginanku untuk bertemu denganmu.”

Andrew melirik Marc yang kini tidak mengatakan apapun tapi hanya memandangi Anna dengan serius, lalu kembali menatap Anna. Andrew tersenyum. “Marc mengatakan bahwa kau adalah super human tapi dia tidak menyebutkan kemampuanmu. Marc juga mengatakan bahwa kalian akan bertemu lagi, tapi dia tidak mengatakan bahwa kau ingin bertemu denganku secara khusus. Kurasa tidak ada yang perlu disalahkan.”

“Apa alasanmu ingin bertemu dengan Andrew? Kau tidak pernah mengatakannya dengan jelas, maka dari itu aku tidak memberitahu Andrew. Kemampuanmu itu sangat menakutkan, aku tidak bisa membiarkan saudaraku terlibat masalah. Sudah kubilang, kita harus bicara dulu sebelum aku membawamu bertemu dengan Andrew. Tapi kau tidak pernah menghubungiku dan malah menggunakan kekuasaan ayahmu. Sebenarnya apa tujuanmu, Nona Annabelle Kim?” tanya Marc dengan kemarahan yang sudah memuncak.

Marc sudah tidak bisa menahan diri lagi. Andrew sontak menggenggam lengan Marc. “Marc, jaga sikapmu. Kau sudah berjanji padaku.”

Marc menarik lengannya dari tangan Andrew. Dia mungkin berjanji untuk bersikap baik, tapi untuk saat ini Marc akan menerima konsekuensi apapun. “Bicara sekarang, Nona Kim. Katakan apa yang ingin kau bicarakan pada Andrew!”

“Marcus Cho!”

“Akan terjadi sebuah kecelakaan besar. Melibatkan perusahaan kalian dan juga pembunuh dari kasus pembunuhan berantai itu,” kata Anna dengan menatap Marc dengan serius.

Situasinya kembali sunyi. Bahkan David tidak berani untuk mengatakan apapun. Dia sudah berjanji untuk tidak mengatakan apapun dan membiarkan putrinya bicara, walaupun ucapan Marc tadi terdengar kasar.

Andrew kembali menatap Anna. “Apa maksudmu dengan kecelakaan besar, perusahaan kami dan pembunuh itu? Apa kau mempunyai kemampuan future sight? Jelaskan apa yang kau lihat, Nona Annabelle.”

Anna menarik nafas. “Anna, please. Aku memang mempunyai kemampuan future sight. Aku mendapatkan kilasan masa depan itu sekitar satu bulan lalu. Awalnya aku tidak mengerti, tapi ketika aku melihat logo perusahaan kalian di internet, aku teringat bahwa logo itu sama dengan yang ada penglihatan masa depanku. Aku mulai mencari tahu dan mempersiapkan keberangkatanku ke Seoul untuk menemuimu. Tapi semakin hari, kilasan masa depan itu semakin terlihat jelas. Aku takut bahwa kecelakaan itu tidak akan lama lagi. Terlebih hari ini, pembunuhan berantai itu terjadi lagi. Selain itu, aku dengar bahwa perusahaan kalian akan segera meluncurkan sebuah project besar. Kecelakaan itu ada kaitannya dengan project tersebut.”

Andrew sontak menatap Marc yang kini terlihat terkejut dengan ucapan Anna. Andrew mungkin sudah sedikit memperkirakan karena Victoria juga sudah mengatakan padanya mengenai kilasan masa depan yang dilihatnya mengenai project nemesis. Namun, yang dikhawatirkan Andrew adalah reaksi Marc. Andrew kembali menggenggam tangan Marc. Project nemesis adalah hasil kerja keras Marc selama beberapa tahun. Walaupun proposal project nemesis sering-kali ditolak oleh Kakek mereka selaku Presiden Direksi dari Choi Incoporate, tapi Marc tidak pernah menyerah. Tapi kini, disaat mendekati waktu peluncuran project nemesis, mereka malah mengetahui bahwa project tersebut akan mengalami kecelakaan besar. Bahkan jika Andrew mengingat ucapan Victoria kemarin, kecelakaan itu berkaitan juga dengannya.

David menarik nafas sebelum ia bicara, “Putriku menjelaskan sedikit mengenai apa yang dilihatnya. Dia tidak mengatakan spesifik tentang project tersebut, tapi project terbaru Skyline adalah project nemesis yang menggunakan energi nuklir sebagai sumber energi utamanya. Jika apa yang dikatakan Anna terjadi, maka aku tidak bisa membahayakan masyarakat. Sebagai Perdana Menteri aku tidak….”

“Itu hanya sebuah penglihatan masa depan. Kecelakaan itu belum tentu akan terjadi,” sela Marc cepat. Andrew meremas kuat tangan Marc, seakan memberi isyarat agar sepupunya itu berhenti bicara untuk saat ini. Namun, Marc mengabaikan peringatan Andrew. Marc lalu menatap Anna. “Aku juga mempunyai kemampuan future sight. Walaupun begitu, aku belum mendapatkan kilasan apapun mengenai project yang sedang kukerjakan. Namun, aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menghancurkan project-ku. Apa yang kau lihat masih belum terjadi. Aku dan teamku masih bisa mencegah hal itu terjadi,” kemudian Marc memandang Andrew, “jangan hentikan peluncuran project nemesis. Aku akan melakukan evaluasi ulang. Kau bisa menunda peluncuran, tapi jangan menghentikannya.”

“Kalian bisa menundanya, tapi kecelakaan itu akan tetap terjadi,” ucap Anna lagi.

Ekspresi Marc mengeras. Ia benar-benar tidak menyukai gadis Berlin itu. Memangnya dia siapa? Seenaknya datang tanpa pemberitahuan dan mengatakan bahwa seolah-olah mereka harus menghentikan project yang telah dipersiapkan lama sekali dan menghabiskan dana yang cukup besar. Hanya karena sebuah penglihatan masa depan yang belum terjadi, apakah Skyline harus mengorbankan project bernilai miliaran dolar? Walaupun kecelakaan itu akan terjadi, setidaknya mereka bisa melakukan pencegahan untuk meminimalisir resiko kecelakaan tersebut. Tapi gadis itu bicara seolah-olah mereka tidak mempunyai pilihan selain menghentikan project nemesis secara keseluruhan.

Anna menatap Marc dengan lekat. Ia tahu apa yang dipikirkan oleh Marc saat ini. Tapi inilah yang harus dilakukan Anna sebelum semuanya terlambat. Anna menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. “Aku tahu, project itu adalah milikmu. Hasil kerja kerasmu selama ini. Tapi karena project ini juga akan ada banyak nyawa yang dipertaruhkan? Pikirkan mengenai dampak jangka panjang jika kecelakaan itu benar-benar terjadi. Kau masih diberi kesempatan untuk mencegah kecelakaan itu terjadi.”

Andrew memandang Marc yang terdiam. “Marc…”

Marc masih tidak mengatakan apapun. Yang diucapkan oleh Anna mungkin ada benarnya. Anna mungkin datang dari Berlin untuk memberi peringatan padanya mengenai kecelakaan itu. Hanya saja, Marc yakin bahwa ada sesuatu yang bisa dia lakukan untuk mencegah kecelakaan itu terjadi. Anna tidak mungkin jauh-jauh datang dari Berlin hanya untuk memberi peringatan tanpa ada solusi lainnya, bukan? Atau paling tidak, hal lainnya yang dilihat oleh Anna dalam kilasan masa depan itu.

Marc kembali memandang Anna. “Apa kau datang dari Berlin hanya untuk memberikan peringatan pada kami mengenai kecelakaan itu? Aku rasa tidak. Kau pasti melihat hal lainnya, bukan? Jika kau datang hanya untuk memberitahu mengenai hal ini, kau bisa saja mengirimkan e-mail pada Andrew. Kau mengetahui perusahaan kami melalui internet, bukan? Maka kau juga akan menemukan bagaimana cara menghubungi kami secara langsung, tanpa harus datang ke Seoul seperti ini.”

David sontak menatap putrinya lagi. Anna memang hanya menceritakan padanya mengenai kecelakaan itu dan David pikir pun hanya itu alasan putrinya datang dari Berlin. Namun, yang diucapkan oleh Marc adalah masuk akal. Untuk apa pergi jauh dari Berlin, bahkan sempat membohonginya jika Anna hanya ingin memberikan peringatan mengenai kecelakaan itu?

Anna tidak memutuskan kontak mata dengan Marc. Anna menarik nafas lagi. “Aku bisa saja menghubungi Andrew melalui e-mail atau semacamnya. Tapi apakah dia akan percaya padaku begitu saja? Cara terbaik adalah menemui Andrew dan mengatakan apa yang aku lihat secara langsung. Tapi kau benar. Selain kecelakaan itu, aku juga melihat hal lainnya.”

“Apa?” tanya Marc.

Anna mengeratkan genggamannya pada ponsel ditangannya dengan lebih erat. “Temukan Dennis Park dan selamatkan Sully Choi. Mereka bisa membantu kalian.”

“Mereka adalah super human?” tanya Andrew.

Kali ini Anna beralih menatap Andrew, “Apa aku akan menyebutkan nama manusia biasa untuk membantu kalian? Cari mereka dan kalian mungkin akan menyelamatkan banyak orang. Termasuk menemukan pembunuh itu sebelum waktunya tiba. Tapi kuharap kalian cepat bergerak, waktunya sudah semakin dekat.”

*****

Marc menyetir dengan kecepatan rata-rata. Setelah apa yang terjadi di pertemuan tidak terduga dengan Annabelle Kim yang menyebalkan itu, Marc tidak ingin mengambil resiko mengebut. Lagipula sepertinya Andrew membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir sebelum mereka bertemu Steve. Setelah Anna menyebutkan dua nama yang kemungkinan bisa membantu mereka sebelum kecelakaan project nemesis terjadi, Andrew memutuskan untuk mencari kedua nama tersebut terlebih dahulu di database. Marc sendiri tidak menganggap kalau apa yang dikatakan oleh Anna adalah sebuah hal penting. Jika kecelakaan itu benar-benar akan terjadi, bukankah seharusnya mereka melakukan beberapa tindakan pencegahan dibandingkan mencari dua orang yang belum tentu berada di Korea?

Marc menghela nafas dan melirik Andrew sekilas. “Kau tidak benar-benar percaya dengan ucapannya, bukan?”

“Entahlah. Apa yang dikatakan oleh Anna, hampir sama dengan apa yang diucapkan oleh Victoria. Terlebih keduanya mempunyai kemampuan future sight,” tutur Andrew yang kemudian menatap pada Marc. Oh, bahkan Marc juga mempunyai kemampuan itu. Hanya saja, Marc belum mendapatkan kilasan masa depan mengenai kecelakaan itu.

Marc mendengus. “Jangan kau lupakan aku juga mempunyai kemampuan itu dan aku sama sekali tidak mendapatkan penglihatan apapun mengenai kecelakaan itu. Jadi, menurutku kecelakaan itu belum tentu akan terjadi. Hanya dua orang yang mempunyai kemampuan yang sama yang mendapatkan kilasan masa depan itu, belum tentu benar-benar akan terjadi. Masa depan adalah hal yang bisa berubah setiap saat.”

“Untuk hal itu aku mengetahuinya, Marc. Kau belum mendapatkan penglihatan masa depan yang berkaitan dengan project nemesis, jadi mungkin masih ada kemungkinan kecelakaan itu tidak akan terjadi. Tapi bagaimana kau akan mendapatkan kilasan masa depan itu bersamaan atau setelah kecelakaan itu terjadi. Sama seperti yang terjadi sebelumnya?”

Marc memutar bola matanya, “Oh, baiklah. Aku memang tidak pandai mengontrol kemampuanku. Bahkan semua penglihatan masa depan yang kualami bukanlah masa depan. Baik, percaya saja pada gadis Berlin itu dan Victoria. Lakukan apapun terhadap project nemesis karena kau adalah direktur utama Skyline. Kau bahkan bisa menghentikannya saat ini juga hanya dengan melalui telepon.”

“Marc, berhenti bersikap kekanakan seperti ini. Mereka hanya berusaha untuk memberikan peringatan pada kita mengenai kecelakaan itu. Kau mungkin bisa melakukan evaluasi ulang sebelum project nemesis benar-benar siap. Aku mungkin bisa mencari kedua orang yang dikatakan oleh Anna. Paling tidak dengan menemukan mereka, kita bisa merubah sedikit masa depan.”

Marc tidak mengatakan apapun lagi. Dia hanya fokus menyetir dan berusaha untuk tidak menambah kecepatan secara tiba-tiba atau menabrak mobil lainnya. Andrew menghela nafas lagi setelah melihat Marc terlalu erat memegang kemudi itu hingga membuat jemarinya terlihat putih. Selain mempunyai masalah mengontrol kemampuannya, Marc juga sedikit mempunyai masalah untuk mengontrol emosinya. Tapi masalah emosi Marc hanya terjadi sesekali ketika Marc sudah sangat kesal atau frustasi.

Terakhir kali Marc tidak bisa mengontrol emosinya adalah setelah upacara kelulusan sekolah menengahnya. Dan sepertinya hari seperti itu akan terjadi lagi. Andrew harus menyimpan beberapa benda yang cukup berharga jauh dari jangkauan Marc. Karena ketika jika Marc berada dalam kondisi benar-benar buruk, maka itu juga akan mempengaruhi kemampuannya. Marc akan tanpa sadar menggunakan kemampuannya secara berlebihan dan tentu saja sangat merusak. Terlebih dengan kemampuan telekinesist yang dimiliknya.

“Marc…”

Marc mendesah frustasi. “Ada apa lagi? Tidak bisakah kau membiarkanku menyetir dengan tenang?”

“Apa kau mengetahui mengenai pernikahan Jo?”

Marc melirik kakak sepupunya. Kenapa dia harus bertanya mengenai Jo disaat seperti ini? Kyuhyun menarik nafas panjang, “Iya, Isabella memberikanku undangannya. Aku bahkan sudah bertemu dengan Jo. Kenapa?”

Andrew tidak tahu kalau Marc sudah mengetahuinya. Oh, walaupun Andrew berusaha menutupinya, berita mengenai pernikahan itu pasti sudah berada dimana-mana. Marc akan segera mengetahuinya cepat atau lambat. Jadi, yang Andrew harus perhatikan saat ini adalah perubahan emosi Marc. Andrew tidak ingin apartmentnya kembali hancur seperti sebelumnya.

Marc menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Ia tahu Andrew pasti mengkhawatirkannya. Tapi Marc bukanlah anak kecil yang harus diawasi. Marc tahu apa yang harus dilakukannya.

“Andrew, aku tahu kau mengkhawatirkanku. Sama seperti sebelumnya, tapi aku sudah dewasa. Aku bisa mengontrol emosiku. Aku bukanlah remaja delapanbelas tahun, sekarang usiaku duapuluhempat tahun. Jadi, jangan memperlakukanku layaknya aku ini adalah tanggungjawab-mu. Oh, sebaiknya kau mengurus mengenai apa yang dikatakan gadis Berlin itu. Aku akan melakukan evaluasi ulang pada project nemesis. Okay?”

“Baiklah. Jika kau ingin bicara, kau bisa datang padaku. Okay?”

Marc hanya mengangguk.

*****

NOTE: Uhm….. Ini rasanya…

Music: f(x) – Boom Bang Boom

Advertisements

9 thoughts on “[MM] Super Human – 1st Story [5]

  1. Dennis iv leeteuk kan? . . Siapa sebenarnya si pembunuh itu . . Sadis bgt . . Kemapmpuan marc itu belum terkontrol pasti ada alasannya.. Gak mungkin karena tidak dilatih . .

  2. Keren.. tp knp kmampuan marc masih blum bisa dikontrol ya.. trus apa kaitannya 2 org yg dicari itu.. siapa pembunuh keji yg tega mlakukan hal itu.. masih byk pertanyaan yg belum trjawab..

  3. Hai chingu ak pembaca baru di ff chingu. 🙂 Fadita imnida, 97L, bias Kyuhyun Siwon, fandom Sparkyu Siwonest ELF. 🙂

    Chingu ak penasaran sama FF Only You sama Two Faces tpi sayang yg FF Only You part 1-12 gak ada di blog chingu dan FF two faces part 1-7 juga gk ad chingu. 😦

    Chingu boleh kah ak mnta link only You part 1-12 dan two faces part 1-7 please chingu ak mnta linknya. 😦

  4. hmmmmmmm makin suka sama Marc di sini #selalusukaKyudiFFsebenernya
    ditunggu lanjutannya, makin bikin penasaran.. genrenya sukaaaaa…. terlalu banyak pertanyaan jadi ditunggu next chap nya…….

  5. Pemeran antagonis kemampuannya sama seperti Sylar ya, uhhh bener2 deh menakutkan banget..
    Ah, ada juga scene Angela. Kalo emang nanti Angela dijadiin pairnya Marc, tambahin scene kemunculan dia ya hehehehehe
    Bener kata Andrew, Marc harus bisa kontrol emosinya. Masa dia harus ikutan anger management sih 😦 Lebih baik project nemesisnya ditunda terus penjahatnya ketangkep baru project itu dilanjutin.
    Ada beberapa typo di paragraf kedua Diera, selebihnya OK 🙂 Thanks udah update Super Human ya

  6. huahahhah daebak eonn ffnya… bikin berdebar heheh. tambah seru ajah….
    penasaran banget sama pembunuhnya… siapa ya kira2… kok kejam banget…
    andrew emang khawatir berlebihan sama marc. karena emang andrew sayang banget sama marc…
    akhirnya anna berhasil memberitahu andrew tentang penglihatannya… semoga kecelakaan itu tidak terjadi aamin…

  7. Kagum banget sama tulisan eonni.Aq rasa eonni juga menjelajahi internet dngn serius untuk pengerjaan ff ini.

    Fighting eonni..gumawo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s