[SF] Scarface Part 19

Scarface

19

Siwon menarik nafas panjang ketika ia melihat sosok Kyuhyun masih terbaring diatas ranjang, masih dalam kondisi tidak sadarkan diri. Siwon menutup pintu lalu berjalan mendekati ranjang tersebut. Langkah Siwon terhenti tepat disebelah ranjang rawat tersebut. Siwon memperhatikan sosok Kyuhyun dengan lekat dan menghela nafas.

“Maaf, aku tidak tahu. Mungkin seharusnya aku tidak memintamu untuk memasuki ice-rink saat aku melihat keraguan di wajahmu. Atau aku yang terlalu bodoh tidak bisa membaca ekspresi wajahmu,” bisik Siwon pelan.

Siwon kemudian menyentuh punggung tangan Kyuhyun. Hanya untuk beberapa detik, ia kembali menarik tangannya kembali. Siwon teringat dengan wajah Ahra saat menemuinya tadi. Dan untuk pertama-kalinya, Siwon merasa sedikit takut untuk menghadapi seorang wanita. Tapi wanita yang menemuinya adalah seorang kakak dari seorang adik yang terluka karena dirinya. Seorang adik yang disukai oleh Siwon.

Siwon menertawakan pemikirannya sendiri.

Suka? Siwon tidak pernah menyukai seseorang dalam hidupnya. Okay, dia mungkin menyukai orangtuanya, Jinri, seluruh anggota keluarganya termasuk semua sepupunya yang menyebalkan dan Kakeknya yang suka ikut campur. Tapi Siwon tidak pernah menyukai seseorang di luar keluarganya. Tapi kini dia menyukai Kyuhyun? Seorang pengacara muda yang terkenal yang baru dikenalnya selama kurang dari dua bulan yang adalah adik dari mantan –hampir- calon tunangan Siwon.

Okay.

Siwon menghela nafas frustasi. Dia menarik sebuah kursi dan duduk. Siwon masih memperhatikan Kyuhyun dengan begitu lekat.

“Aku tahu kau sudah sadar,” ucap Siwon pelan. Kemudian dia mengusap wajahnya. “Kyuhyun-sshi..”

Perlahan Kyuhyun membuka matanya dan menatap Siwon. “Bagaimana kau…”

Siwon melirik Kyuhyun. “Well, tidak sulit untuk melihat kalau kau sedang berpura-pura. Oh, kau mendengar ucapanku sebelumnya, bukan? Atau aku perlu mengulanginya?”

Kyuhyun menghela nafas dan bangun. Dia duduk bersandar dan kembali menatap Siwon dengan seksama. “Tidak perlu. Dan kurasa aku juga perlu meminta maaf. A-aku tidak memberitahumu sebelumnya. Jadi, bukan sepenuhnya kesalahanmu.”

Siwon mengangguk kecil. Kemudian ia menunduk dan menatap sandal rumah sakit yang dipakainya. Dokter menyuruh Siwon untuk tetap di rumah sakit setidaknya sampai besok, hanya sekedar untuk memastikan kalau benturan di kepalanya tidak memberikan efek samping apapun. Tapi Siwon masih belum mengetahui kondisi Kyuhyun yang sebenarnya. Terlebih dengan reaksi Ahra ketika menemuinya.

Oh, Siwon tidak bisa melupakan ekspresi wanita tersebut.

“Aku mungkin sebelumnya berterima-kasih padamu karena telah menyelamatkan adikku. Tapi aku tidak bisa memaafkanmu atas apa yang terjadi pada Kyuhyun hari ini. Kau.. Aku bahkan tidak tahu kenapa Kyuhyun bisa terlibat dalam kehidupanmu. Mungkin adalah kesalahanku karena membiarkan adikku bertemu denganmu waktu itu. Tapi aku tidak akan membuat kesalahan lagi. Karena kasusmu sudah selesai, maka tidak ada alasan bagimu atau Kyuhyun untuk bertemu lagi, Choi Siwon-sshi.”

Siwon memejamkan matanya. Suara kemarahan Ahra masih terngiang dengan jelas. Ahra menyuruhnya untuk tidak menemui Kyuhyun lagi. Well, itu memang hal terburuk yang sudah terlintas dalam benak Siwon. Keluarga Kyuhyun mungkin tidak akan menyukai jika Kyuhyun selalu terluka didekatnya.

Heck, Siwon bahkan membenci harus mengakui kalau dia juga berharap bisa menjaga jarak dengan Kyuhyun agar pria itu tidak pernah terluka lagi. Tapi bisakah Siwon melakukannya? Menjauhi Kyuhyun? Setelah dia menyadari apa yang telah dirasakannya? Namun, semuanya belum terlambat bukan? Siwon masih bisa berhenti untuk menyukai pria yang kini memandanginya dengan bingung.

“Anda baik-baik saja, Direktur Choi?” tanya Kyuhyun pelan.

Siwon membuka matanya dan mengangkat kepalanya. Dia menatap Kyuhyun dengan lekat. “Seharusnya itu adalah pertanyaanku. Bagaimana keadaanmu, Pengacara Cho?”

Kyuhyun terhenyak. Nada bicara Siwon terdengar seperti pertama-kali mereka bertemu. Bukankah lima menit lalu ketika Siwon terdengar begitu khawatir padanya? Tapi kini Siwon sepertinya kembali menjadi Choi Siwon.

Kyuhyun lalu mengangguk. “Aku baik-baik saja. Anda sendiri?”

“Benturan di kepala belakang. Bukan hal yang perlu dicemaskan. Namun, sebaliknya sepertinya kondisi anda jauh lebih buruk dari dugaanku. Bagian psikiatri?” sahut Siwon. Dia berusaha keras untuk terdengar arogan atau semacamnya.

Kyuhyun mengernyit. “Ada apa denganmu? Kenapa kau bicara seperti itu padaku?”

Siwon menghela nafas panjang. Dia melipat kedua tangannya didepan dada. Siwon masih menatap Kyuhyun dengan lekat. “Bicara seperti apa? Ini memang cara bicaraku, Pengacara Cho,” kata Siwon.

“Tapi sebelumnya kau tidak bicara begitu. Sebelumnya kau terdengar begitu khawatir padaku,” gumam Kyuhyun.

Siwon terdiam untuk sejenak. Kemudian Siwon berdiri. “Sepertinya kau baik-baik saja. Itu adalah hal baik. Istirahatlah. Oh, jangan membayar tagihan rumah sakitnya. Kau terluka di area bisnis Choi Group, jadi apa yang menimpamu hari ini adalah tanggung-jawab kami. Selain itu, kau masih pengacara Choi Group. Kita bertemu lagi setelah anda cukup sehat untuk membicarakan kontrak Kim Jinhyeok. Selamat siang, Pengacara Cho.”

Kyuhyun mengepalkan tangannya yang tersembunyi dibalik selimut dengan kuat. Choi Siwon yang berada dihadapannya telah kembali menjadi Choi Siwon yang pertama-kali ditemuinya saat Kyuhyun mengantikkan Ahra untuk pertemuan perjodohan itu. Siwon memperhatikan Kyuhyun untuk beberapa detik sebelum kemudian ia bergegas untuk keluar dari kamar rawat itu. Siwon tidak bisa mempertahankan sikap dinginnya pada Kyuhyun lebih lama.

Namun…

“Choi Siwon-sshi.”

Langkah Siwon sontak terhenti. Seakan ucapan Kyuhyun merupakan perintah untuknya. Siwon menarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan. Lalu dia berbalik dan menatap Kyuhyun lagi.

“Ada yang ingin kau katakan, Pengacara Cho?” tanya Siwon singkat.

Kyuhyun memandang Siwon dengan tajam. “Periksa kepalamu. Sepertinya benturan kepala membuatmu menjadi lebih buruk dari sebelumnya.”

“Apa?”

“Kau mendengarku, Choi Siwon-sshi. Periksa kepalamu itu. Pastikan bahwa isi kepalamu itu tidak mengalami kerusakan apapun,” kata Kyuhyun lagi.

Wajah Siwon mengeras. Kyuhyun membalas sikapnya. Itu bagus. Tapi rasanya tetap tidak menyenangkan. Siwon tidak ingin mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kyuhyun.

“Pengacara Cho..”

Kyuhyun sudah tidak bisa menahan diri lagi.

“Jangan mempermainkanku, Choi Siwon! Kau pikir siapa dirimu, hah?!! Kenapa kau memperlakukanku seperti barang bekas pakai, eoh? Kau memungutku, membersihkanku, mengatakan kalau kau akan menyimpanku, tapi kemudian kau melemparkanku kembali ke tempat sampah. Sebenarnya siapa dirimu yang sesungguhnya? Mana dari semua sikap anehmu selama ini yang merupakan Choi Siwon yang sebenarnya? Choi Siwon yang angkuh, dingin dan berlagak bahwa semua bisa dikendalikan olehnya. Choi Siwon yang menyebalkan, suka mengatur dan merasa bahwa dirinya selalu benar. Atau Choi Siwon, seorang pewaris Choi Group yang kemarin menciumku dan mengatakan bahwa dia menyukaiku?” teriak Kyuhyun dengan keras.

Amarah Kyuhyun sudah terlalu besar hingga membuat wajahnya memerah. Siwon terdiam mendengarkan luapan emosi Kyuhyun. Dia bahkan tidak bisa memberikan respon apapun hingga Kyuhyun akhirnya melemparkan bantal tepat diwajah Siwon. Walaupun bantal itu tidak memberikan rasa sakit apapun, tapi Siwon malah merasa seluruh wajahnya kini berdarah seakan Kyuhyun baru saja memukulinya habis-habisan.

Kyuhyun menatap Siwon dengan tajam. “Pengacara Lee Hyukjae yang akan mengurus kontrak baru Choi Group dengan Kim Jinhyeok. Itupun jika Choi Group masih ingin memakai jasa firma hukum Kang Jaeha. Aku terlalu sibuk dengan kasus baruku, lagipula kontrakku dengan Choi Group hanya sampai kasus Choi Group dengan Kim Jinhyeok selesai. Oh… Aku mempunyai uang yang cukup untuk membayar tagihan rumah sakit-ku sendiri, Direktur Choi. Jadi, Choi Group tidak perlu membayar tagihannya. Aku sudah selesai bicara, silahkan keluar Direktur Choi.”

Kyuhyun kemudian kembali berbaring dan menarik selimut hingga menutup seluruh tubuhnya. Ia tidak peduli jika Siwon akan memberikan surat keluhan pada Kang Jaeha karena sikapnya, tapi Kyuhyun pun tidak akan bersikap seperti itu jika Siwon tidak membuatnya bingung. Pria Choi itu selalu saja membuatnya bingung dengan semua tindakannya.

Sehari dia bersikap dingin. Keesokan harinya dia bersikap menyebalkan. Kemudian dia bersikap sangat baik. Lalu kembali menjadi lebih menyebalkan. Kyuhyun bukanlah seorang psikolog yang mudah mengerti makna dibalik setiap tindakan Choi Siwon. Dia hanya pengacara yang memegang teguh pada aturan hukum. Jika Kyuhyun bisa menjatuhkan hukum pada Siwon, dia akan melakukannya. Hanya saja, Kyuhyun tidak bisa. Memang apa yang dilakukan Siwon selain membuatnya kesal?

Kyuhyun berusaha menenangkan dirinya. Ia mengatur nafasnya. Suasana kamarnya begitu sunyi. Kyuhyun bahkan tidak mendengar suara pintu. Artinya Siwon masih didalam kamarnya.

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang bersembunyi dibalik selimut. Ia menarik nafas dan menghembuskan tanpa suara. Siwon lalu meraih bantal yang dilemparkan oleh Kyuhyun. Kemudian Siwon kembali berjalan mendekati Kyuhyun. Dia menaruh bantal itu diujung ranjang rawat. Kyuhyun menahan nafas ketika ia merasakan tempat tidurnya sedikit bergerak. Siwon kini duduk di tepi ranjang rawatnya. Kyuhyun berusaha mengabaikan pria yang kini menyibak selimutnya.

Siwon menatap Kyuhyun yang kini tidak memandangnya. Siwon menghela nafas. Sepertinya memang sudah sangat terlambat.

Siwon menyentuh rambut Kyuhyun. Tapi pria itu dengan cepat menepisnya. Siwon berusaha untuk menyentuhnya lagi dan ketika Kyuhyun hendak menepisnya, Siwon menahan pergelangan tangannya. Kyuhyun sontak memandangnya dan berusaha menarik tangannya. Tapi Siwon masih lebih kuat dari Kyuhyun.

“Lepaskan, Direktur Choi!!” desis Kyuhyun.

Siwon mengabaikan amarah Kyuhyun. Siwon lalu mengusap lembut pergelangan tangan Kyuhyun hingga ia merasa Kyuhyun sudah tidak melawannya lagi. Oh, Kyuhyun bahkan tidak tahu kenapa dia merasa lemah sekali dihadapan Siwon. Itu sangat menyebalkan baginya.

“Kau bertanya siapa diriku yang sebenarnya? Well, dulu aku akan dengan mudah mengatakan bahwa aku adalah tipikal pria yang berpikir dengan logika, mungkin sedikit arogan dan menyebalkan. Aku selalu bersikap dingin hampir pada semua orang, termasuk pada partner kerja Choi Group ataupun semua wanita yang berusaha dijodohkan padaku. Tapi kini aku harus memikirkan ulang mana sikapku yang sebenarnya. Sikap yang menunjukkan seorang Choi Siwon. Untuk pertama-kalinya seorang Choi Siwon bersikap seperti dia kehilangan identitasnya. Dan itu hanya terjadi setelah aku bertemu denganmu, Kyuhyun,” kata Siwon.

Kyuhyun terdiam sejenak. “Jadi, ini adalah salahku?”

“Aku tidak menyalahkanmu. Tidak sepenuhnya adalah kesalahanmu. Ini adalah kesalahanku juga.” Siwon lalu melepaskan pergelangan tangan Kyuhyun. Ia masih menatap Kyuhyun. “Tapi jika diharuskan memilih, maka sosok Choi Siwon yang sebenarnya adalah Choi Siwon yang kemarin menciummu dan mengatakan bahwa dia menyukaimu yang sedikit arogan dan juga menyebalkan. Itulah Choi Siwon yang sebenarnya saat ini.”

*****

Changmin menutup pintu dengan rapat dan menghela nafas. Ia menatap Yunho dan Sooyoung lalu mengangkat bahunya. Changmin mendengarkan cukup banyak apa yang dibicarakan oleh Siwon dan Kyuhyun dan dia sama sekali tidak tertarik untuk membahasnya dengan Yunho ataupun Sooyoung. Ucapan Siwon terlalu menjijikkan untuk dibahas bersama saudara sepupunya. Changmin bahkan tidak tahu kalau Siwon ternyata mempunyai sisi kepribadian yang suka mengatakan hal-hal menjijikkan ketika dia sedang jatuh cinta.

Kemudian Changmin melirik Ahra yang sedang bersama tunangannya. Changmin membawa Ahra menuju kamar rawat Siwon dan melihat wanita itu mengeluarkan semua emosinya. Well, siapa yang tidak akan marah jika saudaranya terluka karena kesalahan orang lain. Walaupun apa yang terjadi pada Kyuhyun bukan sepenuhnya kesalahan Siwon. Tapi Ahra tidak peduli. Ahra memarahi Siwon mengenai Kyuhyun dan menyuruhnya untuk menemui adiknya karena sejak bekerja untuk Choi Group, Kyuhyun selalu saja terluka. Changmin dapat melihat kekecewaan dari ekspresi Siwon. Oh, bahkan Yunho dan Sooyoung juga dapat melihatnya.

Changmin menghampiri Yunho dan Sooyoung. “Kalian sudah mengetahuinya?”

Yunho menghela nafas. “Siwon tidak sulit untuk dibaca. Well, jika kondisinya memungkinkan. Tapi Sooyoung yang pertama-kali menyadarinya,” katanya.

“Kalian menyadarinya hanya beberapa menit. Itu hebat. Ayo bertaruh berapa lama hingga Kakek menyadarinya,” tukas Changmin yang kemudian duduk disebelah Sooyoung.

Yunho dan Sooyoung tertawa kecil mendengar ucapan Changmin. Sooyoung mengusap kepala Changmin membuat pria itu berjengit dan menjauhkan kepalanya dari raihan tangan Sooyoung. Changmin paling anti dengan sentuhan seperti itu. Tidak peduli dengan saudaranya atau ibunya sekalipun.

Sooyoung masih tertawa. “Well, kau tidak perlu bertaruh seperti itu. Kakek mungkin sudah mengetahuinya tapi berpura tidak melihat apapun dan membiarkan Siwon mengakuinya sendiri atau memendamnya hingga dia benar-benar menemukan seseorang untuk dinikahinya. Tidak peduli dengan perjodohan atau tidak.”

Changmin mendengus. Yang diucapkan Sooyoung ada benarnya. Choi Daehan bukanlah orang bodoh. Kakek mereka mungkin sudah menyadarinya tapi tidak melakukan apapun. Oh, Choi Daehan bahkan berniat mendekatkan Jinri dengan Kyuhyun, bukan? Itu pun yang dikatakan oleh Siwon. Changmin mempunyai satu asumsi mengenai sikap Choi Daehan dari beberapa kejadian yang berkaitan dengan Kyuhyun.

Choi Daehan mungkin memang berniat menjodohkan Jinri dengan Kyuhyun, tapi dalam prosesnya ia melihat sikap Siwon pada Kyuhyun yang begitu berbeda. Jadi, Choi Daehan memutuskan untuk melakukan sedikit eksperimen. Kejadian “penculikan” itu dan juga kejadian di Ansan.

Changmin sudah merasa sedikit aneh dengan reaksi kakeknya yang bahkan tidak terlalu panik saat Kyuhyun terjatuh dari kuda. Hell, Jinri saja merasa bersalah walaupun itu bukan sepenuhnya kesalahannya. Tapi Choi Daehan begitu tenang. Mungkinkah Kakek ingin memastikan sesuatu? Berkaitan dengan Kyuhyun dan Siwon? Atau Kyuhyun dan Jinri?

Changmin mengusap wajahnya. Kepalanya menjadi sakit. Hari ini terlalu banyak hal yang terjadi. Dia bahkan belum sempat makan siang. Changmin kembali melirik kearah Ahra dan tunangannya. Siwon memang belum mengatakan mengenai perasaannya terhadap Kyuhyun pada Ahra –atau dia tidak berniat mengatakannya– tapi Changmin tahu bahwa Ahra pasti menyadari sesuatu. Setidaknya pada Kyuhyun.

Heck, kenapa ia harus terlibat dalam kehidupan romantisme saudara sepupunya padahal dirinya sendiri mengalami kesulitan dalam kehidupan romantismenya sendiri?

Changmin melirik Yunho. “Hyung, belikan aku makan siang, eoh. Karena Siwon, aku bahkan belum sempat makan siang. Aku bahkan belum minum sejak dua jam yang lalu.”

Yunho tersenyum. “Baiklah. Ayo pergi makan siang. Soo, kau mau ikut dengan kami?”

“Tidak. Aku harus menjemput Jinhae di rumah Eomma. Kalian makan siang berdua saja. Tapi sepertinya Siwon masih belum selesai bicara Pengacara Cho, apa tidak apa jika kita pergi tanpa memberitahunya?” tanya Sooyoung.

Changmin mendecih. “Biarkan saja. Dia terlalu sibuk untuk memastikan bagaimana perasaannya.”

*****

Changwook menaruh segelas kopi dihadapan Haneul. Haneul mengangkat kepalanya dan menatap Changwook yang duduk dihadapannya sembari menyesap kopi. Changwook memberikan isyarat agar Haneul juga meminumnya. Haneul menghela nafas dan menyentuh gelas kopi itu. Dia tidak sedang ingin meminum apapun. Changwoon menarik nafas lalu menaruh gelas kopinya diatas meja.

Changwook melipat kedua tangannya. “Dokter Seo mengatakan kondisinya tidak buruk. Dia hanya mengalami episode dari traumanya. Dokter Seo akan mengijinkannya pulang besok.”

Haneul menghela nafas lega. “Terima kasih, dokter Ji.”

“Aku sudah berjanji untuk mencari tahu kondisi mengenai dirinya, bukan. Setidaknya, aku harus menepati ucapanku itu,” kata Changwook.

Haneul meliriknya dan tersenyum. Changwook kembali menarik nafas dan menghembuskan perlahan. “Ada yang ingin kutanyakan. Itu pun jika kau tidak keberatan.”

“Mengenai Kyuhyun?”

Changwook mengangguk.

“Seperti yang kau tahu, dokter Ji, Kyuhyun adalah pengacara di firma hukum milik Appaku. Tapi kami sudah mengenal sejak kuliah. Dia dan saudara kembarku satu fakultas dan mereka juga satu kelompok belajar. Jadi, aku cukup mengenalnya. Hanya saja kami tidak berteman,” kata Haneul.

Changwook mengerutkan kening. Haneul meraih gelas kopinya dan menyesapnya perlahan. Ia memperhatikan ekspresi Changwook. Kemudian Haneul meletakkan kembali gelas kopinya ke atas meja.

“Kyuhyun menyukai adikku,” ucap Haneul, akhirnya.

“Kau tidak berteman dengannya karena itu? Karena Kyuhyun menyukai adikmu? Kau tidak menyukainya?” tanya Changwook.

Haneul mengulas sebuah senyuman. Ia menatap kedalam gelas kopinya. “Malah sebaliknya, dokter Ji. Aku tidak bisa berteman dengannya karena aku menyukainya.”

Changwook terdiam untuk sejenak. Ia masih memperhatikan ekspresi Haneul dnegan begitu lekat. Changwook mungkin berharap kalau detik berikutnya Haneul akan tertawa dan mengatakan bahwa itu adalah sebuah lelucon. Tapi semakin lama Changwook memperhatikannya, ekspresi Haneul tidak berubah sedikit pun.

“Oh. Ternyata itu alasannya. Well, kurasa masuk akal saat aku melihat wajah khawatirmu tadi,” ucap Changwook.

Kini Haneul yang mengerutkan kening. “Uhm.. Kau tidak keberatan? Maksudku dengan… Uhm, kau tahu dengan seksualitasku.”

Changwook menghela nafas dan menyesap kembali kopinya. Ia kembali menatap Haneul dan tersenyum. “Memangnya siapa diriku untuk menghakimi pilihan seksualitas seseorang. Kurasa itu adalah hal bagus.”

“Hal bagus?”

Changwook hanya mengangguk lalu berdiri. “Ah, bagaimana kalau acara makan malamnya akhir minggu ini? Pastikan kau tidak ada acara makan malam dengan keluargamu, dokter Kang.”

*****

Choi Daehan menghela nafas. Ia menatap Manager Song yang membawa kabar terbaru mengenai kejadian di ice-rink Legiun yang melibatkan Choi Siwon dan Cho Kyuhyun. Ice-rink sendiri tidak ditemukan kerusakan apapun atau hal-hal yang akan menyebabkan kecelakaan. Sepertinya kecelakaan yang dialami Siwon murni kecerobohan cucunya. Namun, lain halnya dengan yang menimpa pada Cho Kyuhyun.

“Kondisi mereka baik-baik saja?” tanya Choi Daehan.

Manager Song mengangguk. “Direktur Choi dilaporkan hanya mengalami benturan di kepala. Tidak cukup parah, namun dokter memintanya agar tetap tinggal di rumah sakit hingga besok.”

“Lalu kondisi Pengacara Cho?”

Manager Song terdiam untuk beberapa saat. “Tim dokter tidak banyak mengatakan apapun mengenai kondisi Pengacara Cho. Tapi dapat dipastikan kondisi Pengacara Cho baik-baik saja. Hanya saja…”

Choi Daehan mengernyit. “Hanya apa?”

“Dokter yang saya temui mengatakan bahwa Pengacara Cho sepertinya mengalami masalah pada kondisi psikisnya. Terlebih pengawai Legiun yang menemukan mereka juga mengatakan saat ditemukan di ice-rink, Pengacara Cho seperti mengalami sebuah episode trauma. Beliau berteriak kesakitan dan tidak akan yang berani menyentuhnya sampai petugas medis datang,” jelas Manager Song.

“Trauma psikis? Apa cukup parah?”

Manager Song mengangguk. “Saya tidak mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari dokter yang menangani Pengacara Cho. Tapi sepertinya kondisinya tidak terlalu parah. Apa perlu saya mencari tahu lebih lanjut?”

“Tidak perlu. Kembali lanjutkan pekerjaanmu yang lain Manager Song. Terima kasih,” kata Choi Daehan.

Manager Song menunduk lalu berjalan keluar dari ruangan besar tersebut. Choi Daehan menghela nafas setelah pintu tertutup. Kecelakaan kecil di ice-rink Legiun benar-benar mengejutkannya. Terlebih yang menjadi korban adalah Choi Siwon dan Cho Kyuhyun.

Choi Daehan kembali menarik nafas panjang. “Sepertinya mereka berdua cukup dekat dari yang terlihat,” gumamnya. Kemudian Choi Daehan mengulas sebuah senyuman.

“Choi Siwon, ada apa denganmu? Rasanya kau bukanlah cucu yang kukenal selama ini.”

*****

Ahra sesekali melirik kearah kamar rawat Kyuhyun. Walaupun sepupunya sudah pergi, tapi Siwon masih berbicara banyak dengan Kyuhyun. Awalnya, Ahra tidak mengijinkan Siwon untuk menemui Kyuhyun, tapi pria itu dan sepupunya berhasil menyakinkan Ahra kalau Siwon hanya ingin meminta maaf secara langsung pada Kyuhyun.

Ahra menghela nafas dan menatap Jisung yang duduk disampingnya dengan sabar. “Kau kembali saja ke kantor. Aku akan tetap disini. Mungkin untuk memikirkan alasan yang tepat untuk orangtuaku kenapa Kyuhyun harus dirawat.”

Jisung menatap Ahra dan meraih tangan tunangannya tersebut. Ahra tersenyum tipis. “Aku baik-baik saja. Terima kasih.”

“Aku tahu. Bicaralah dengan baik-baik pada Choi Siwon-sshi. Dia bukan orang yang jahat. Aku bukan ingin membela Choi Siwon-sshi, tapi Kyuhyun baik-baik saja. Dia tidak mengalami luka apapun, tapi sebaliknya. Choi Siwon-sshi terjatuh karena ingin menolong Kyuhyun. Jangan bersikap terlalu keras padanya,” kata Jisung.

Ahra menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Ia memandang tangan Jisung yang menggenggam tangannya dengan erat. Ahra tersenyum tipis saat merasakan sensasi hangat dari tangan Jisung. Ahra kemudian mengangkat kepalanya.

“Aku mengerti. Sekarang pergilah. Jangan lupa untuk makan siang,” kata Ahra.

Jisung tersenyum dan mengusap lembut pipi Ahra dengan tangannya yang lain. “Aku akan makan siang di kantor dan kau jangan terlalu stress memikirkan Kyuhyun, okay? Adikmu sudah besar, dia bisa menjaga dirinya sendiri.”

Ahra mengangguk kecil. Jisung lalu melepaskan genggaman tangannya dan beranjak pergi. Ahra masih tersenyum memandang kepergian Jisung. Setelah tunangannya tersebut pergi, Ahra kembali menatap pintu kamar rawat Kyuhyun. Walaupun dia ingin sekali masuk kedalam dan menyuruh Siwon untuk keluar, Ahra tahu Kyuhyun pasti tidak akan menyukai tindakannya.

Jika saat ini mereka sedang bicara serius, maka Ahra harus memberikan waktu. Ahra kemudian melihat jam di pergelangan tangannya. Dia mungkin akan makan siang terlebih dahulu dan mengurus beberapa hal. Seperti cara memberitahu orangtua mereka mengenai kondisi Kyuhyun saat ini.

*****

Kyuhyun terdiam. Kemudian ia bangun dari posisinya dan menatap Siwon dengan lekat. Siwon masih tersenyum. Walaupun Siwon ingin sekali menyentuh Kyuhyun, dia tidak akan melakukannya jika Kyuhyun tidak mengijinkanya atau merasa tidak nyaman. Kyuhyun menghela nafas berat.

“Kenapa kau sulit sekali untuk dimengerti,” gumam Kyuhyun pelan.

Siwon menyeringai mendengar respon Kyuhyun setelah hampir sepuluh menit yang dipenuhi oleh keheningan. “Sudah keturunan. Kami, keluarga Choi, memang sangat sulit untuk dimengerti,” balas Siwon.

Kyuhyun mendelik. “Ya, aku bisa melihatnya dengan sangat baik.”

Siwon tertawa kecil mendengar sahutan Kyuhyun. Sepertinya amarah Kyuhyun sudah hilang. Bahkan sepertinya Kyuhyun tidak pernah berteriak marah padanya. Atau Siwon yang tidak pernah berusaha untuk melupakan perasaannya. Mungkin bukan hanya Kyuhyun yang harus dirawat dibagian psikiatri, tapi juga Siwon. Karena Siwon menjadi lebih gila ketika dia melihat Kyuhyun akhirnya tersenyum.

“Teruslah tersenyum seperti itu,” ucap Siwon tanpa sadar.

Sontak saja senyuman Kyuhyun menghilang. Siwon sendiri juga begitu terkejut dengan apa yang baru saja diucapkannya. Suasananya kembali canggung hingga Siwon berharap dia bisa menarik kembali ucapannya. Tapi sekali lagi, sudah terlambat bukan? Kyuhyun menghela nafas lalu menarik selimutnya. Oh, dia bahkan menjaga jarak dengan Siwon.

Siwon berdeham pelan. “So, aku mendengar kau mempunyai sedikit masalah dengan trauma. Mau menceritakan mengenai kejadian itu?”

Kyuhyun masih diam. Hal itu membuat Siwon berpikir kalau dia tidak seharusnya bertanya mengenai hal pribadi. Mereka hanya sebatas pengacara dan klien, bukan? Siwon mungkin mengatakan bahwa dia menyukai Kyuhyun, tapi hubungan mereka tidak pernah melebihi dari batasan pengacara dan kliennya. Oh, bahkan sejak pukulan palu terakhir, mereka sudah tidak mempunyai hubungan apapun.

Siwon menghela nafas.

“Maaf, itu bukan urusanku. Kau tidak perlu menceritakannya. Uhm.. Sebaiknya aku kembali ke kamar rawatku. Dan aku akan mengikuti saranmu mengenai meminta pengacara lain untuk mengurus kontrak baru Choi Group dengan Kim Jinhyeok,” ucap Siwon yang kemudian berdiri.

Siwon menatap Kyuhyun untuk terakhir-kalinya. Hell, dia masih ingat dengan ucapan Ahra agar dia tidak menemui Kyuhyun lagi setelah hari ini. Bahkan untuk meminta ijin untuk menemui Kyuhyun pun, Siwon harus memohon dan mengatakan bahwa ini adalah untuk yang terakhir kali.

Jadi, inilah akhirnya.

Siwon tersenyum tipis. “Terima-kasih atas bantuanmu selama ini, Kyuhyun-sshi.”

*****

Kyuhyun baru saja menghela nafas lega setelah akhirnya Ahra berhasil dibujuk untuk pulang ketika Haneul memasuki kamarnya. Kyuhyun mengerang pelan dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Ia mengambil nafas panjang dan menyingkap selimutnya.

Kyuhyun menatap Haneul dengan jengkel. Haneul mengambil duduk di sebuah kursi tepat disamping ranjang rawat Kyuhyun.

“Ada apa dengan ekspresimu itu, eh?” tanya Haneul sembari melipat kedua tangannya.

Kyuhyun mendesis. “Haruskah kau bertanya? Kenapa datang menemuiku? Dokter menyuruhku untuk istirahat, tapi bagaimana bisa istirahat jika semua orang terus saja datang ke kamarku.”

Haneul melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah lewat pukul dua. Biasanya ini memang waktunya para pasien untuk tidur setelah makan siang. Jadi, Haneul salah memilih waktu kedatangan. Haneul kembali menatap Kyuhyun dan tersenyum tipis.

“Maaf, tapi aku tidak akan lama. Bagaimana keadaanmu?” kata Haneul.

Kyuhyun mengernyit. “Aku baik. Sudah? Silahkan keluar, aku mau tidur.”

“Kyu, aku serius. Bagaimana keadaanmu?” ulang Haneul.

Kyuhyun berusaha untuk tidak memutar bola matanya. Ia menarik nafas panjang dan perlahan menghembuskannya. Kyuhyun menatap Haneul dengan serius. “Aku baik-baik saja, Haneul. Sedikit pusing karena terlalu banyak disuntik sedative dalam waktu tiga jam. Selebihnya, aku baik-baik saja. Oh, jangan memanggilku “Kyu” lagi. Aku serius.”

Haneul tersenyum tipis. Kyuhyun bersikap seperti Kyuhyun yang dikenalnya. Itu adalah hal bagus. Haneul menghela nafas lega. “Syukurlah kalau kau baik-baik saja.”

“Sudah? Hanya bertanya itu?”

“Sebenarnya ada hal lainnya. Mengenai data usb yang kuberikan kemarin. Kau sudah membacanya?” tanya Haneul. Kali ini terdengar lebih serius.

Kyuhyun terdiam sejenak. Oh, dia ingat mengenai usb itu. Kyuhyun memang belum membaca keseluruhan data secara terinci, hanya sekilas saja. Kyuhyun menyandarkan punggungnya dan menghela nafas. Ia menatap Haneul lagi. “Hanya membaca sekilas. Darimana Haesa mendapatkannya?”

“Dari rekan kerjanya yang mengurus kasus hampir serupa. Haesa ingin kau berhenti dari kasus Seon Hwan, Kyuhyun. Lebih tepatnya, dia ingin Appa berhenti dari kasus itu. Bukan dirimu atau menyuruh pengacara lain untuk mengambil-alih. Haesa ingin firma hukum Kang tidak mengambil kasus apapun yang berkaitan Seon Hwan atau perusahaan yang menjadi rekan bisnisnya,” kata Haneul.

Kyuhyun menggigit ujung bibirnya. “Tapi itu tidak mungkin. Minggu depan ada jadwal sidang pra-peradilan. Jika berjalan lancar, kemungkinan kasus ini akan cepat selesai kurang dari satu bulan. Lagipula Pengacara Kang…”

“Kyuhyun, tolonglah dengarkan Haesa. Dengarkan kami untuk kali ini. Walaupun sebenarnya aku tidak mengetahui apapun mengenai kasus itu, tapi hanya mendengar penjelasan dari Haesa, aku bisa menilai kalau ini sangat berbahaya. Berhentilah sebelum terlambat, Kyuhyun,” ucap Haneul.

Kyuhyun menarik nafas. Ia sesekali melirik Haneul yang memasang ekspresi memohon padanya. Heck, hal itu mengingatkannya pada Haesa. Walaupun kembar flaternal, Haneul dan Haesa sama seperti kembar identik. Keduanya mempunyai fitur dan garis ekspresi wajah yang hampir serupa dan itu membuat Kyuhyun terkadang merasa sedang menatap Haesa walaupun sebenarnya dia berhadapan dengan Haneul.

“Akan kupikirkan. Lagipula aku masih mempunyai beberapa hari sebelum sidang pra-preradilan tersebut. Tapi jika aku berhenti, reputasiku dan reputasi firma hukum Kang akan tercoreng. Dan itu adalah kesalahan kalian berdua,” tukas Kyuhyun.

Akhirnya, Haneul kembali tersenyum.

“Tenang saja. Haesa sudah mendesakku untuk bicara pada Appa mengenai hal ini juga. Terima kasih karena telah mempertimbangkannya. Kuharap kau mengambil jalan yang benar, Kyuhyun.”

Kyuhyun mengangguk kecil dan kembali berbalik. “Baiklah. Sekarang kelurlah, tolong. Aku ingin istirahat. Hari ini sangat melelahkan,” gumamnya dengan jengkel.

Kyuhyun lalu membelakangi Haneul dan mencoba untuk memejamkan matanya. Haneul sendiri masih memperhatikan punggung Kyuhyun. Kemudian ia menghela nafas berat. Haneul berdiri dan menyentuh kepala Kyuhyun yang dengan cepat ditepis oleh Kyuhyun. Hal itu membuat Haneul segera menarik tangannya karena terkejut dengan reaksi Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Haneul dengan canggung. “Jangan menyentuh kepalaku. Tolong keluarlah, Haneul. Aku ingin tidur.”

Haneul mengangguk. “Oh, maaf. Tidurlah, aku akan keluar sekarang.” Kemudian Haneul bergegas keluar dari kamar rawat Kyuhyun.

Setelah pintu tertutup, Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskan perlahan. Kyuhyun memijat keningnya dan memejamkan matanya. Ia tidak berniat bersikap kasar pada HaneuL. Hanya saja, kejadian sebelumnya dengan Choi Siwon, membuat Kyuhyun merasa sedikit tidak nyaman dengan orang-orang yang ingin menyentuh kepalanya. Bahkan saat Ahra hendak mengusap kepalanya, Kyuhyun segera menjauh.

Entah, Kyuhyun selalu merasakan sensasi aneh pada setiap sentuhan Siwon yang membuatnya lebih awas pada orang lain yang akan menyentuhnya dengan serupa.

“Choi Siwon, apa yang kau lakukan padaku?”

*****

NOTE: Sama sekali gak ada KRISHO!! Maaf ya.. Entah, otakku cuma kepikiran bagian WonKyu ajah.. Mungkin karena Junmyeon ada masalah (lagi) makanya aku gak tega bikin dia menderita terus.. /apadeh..

Euhm.. Kritik dan Saran ditampung. ^^

Music:성시경 (Sung Si Kyung) –  넌 감동이었어 (I am Touched by You / You Made Me Impressed)

Advertisements

41 thoughts on “[SF] Scarface Part 19

  1. hore..aku yang pertama..
    part ini bikin aku senangggg…full wonkyu..cium author..
    ff ini tambah seru kyu-kyu menyadari perasaanya kah? kasihan haneul di jutekin kyu cinta sepihak euh..semangat haneul ^_^

  2. Yah, Ahra bener2 marah ma Siwon tapi dia juga bisa ngerasain sesuatu diantara mereka kan? At least curiga gitu, kenapa Siwon selalu aja ngelibatin Kyu akhir2 ini. Ah, Kakek Choi pun sedikitnya menyadari keabnormalan cucunya yg satu itu hehehehehe..

    Changmin-ah, come to noona if you doesn’t want heard that cheesy line hahahha. Changmin juga bakalan ngeluarin kata2 yang menurut dia menjijikan kalo dia udah jatuh cinta hahahaha

    Agak kecewa nih ma pak boss, masa nyerah gitu aja. Siapa tau kalo Kyu dipepetin terus Kyu bakalan luluh. Mudah2an kasus yang bakalan diambil oleh Kyu bisa ngedeketin mereka lagi. Aamiin 🙂

    Ih Kang Haneul, nyebelin banget deh masih aja modus ya.

    Mari berdoa buat Suho and yang lainnya mudah2an ga ada lagi yg keluar setelah Tao. Poor uri leader, pasti berat banget buat Suho kehilangan 3 member dalam jangka waktu yg relatif singkat. Hope the best for EXO.

  3. siwon mau nyerah lagi??? aduh kasian si siwon ini….
    semoga kyu cepat menyadari perasaannya heheheh… semua orang jadi tau perasaan siwon. siwon emang gak bisa sembunyi.in perasaannya…

    aq seneng bangettt eon…. eon udah publish heheheh semangattt eon untuk scareface dan super humannya hehehhe untuk suho oppa… q disini do.ain suho oppa biar masalahnya cepat selesai aaminnnn

  4. Kyuhyun kejam bgt sma Haneul -_- …
    Kasihan Haneul *pelukHaneul..

    Berarti setelah ini Siwon bakalan susah dong ketemu Kyu krn Ahra udah marah 😦 ?

  5. Wuahhh ahra ngelarang siwon ngedeketin kyuhyun dan siwon nurut aja gitu
    Apa siwon bener2 bisa ngejauhin kyuhyun, setelah kyuhyun mulai luluh sama siwon?
    Sebenarnya seberapa bahaya kasus yg bakal ditangani kyuhyun, kenapa haneul sama haesa ngedesak appanya dan kyuhyun buat nggak ngambil kasus ini?

    Wuahh makin seru
    Ditunggu lanjutannya

  6. KK dierA,,aku seneng ff ini update,,dn teriak,,kenceng….sampe pd nanya,.knp win..oke abaikan…

    Won kyu hallo ada apa dg hub kalian??
    Semakin rumit!dn knp ahra oennie menyalahkn semua kejadian yg menimpakyu..
    Ogh ayolh,emank kdng kyunya jg yg susah diatur…emangbandelnhmaknae ….
    Huft.siwon..masih untung di lempar bantal..itu tanda kyu kesel sm lo..mr choi yg plinplan…harus ambilsikap..kyu jg suka kn sm choi….ngaku aja…colek dgu kyu..hsha…klo lg marah,,n kesel sm siwon lucu…semua orang kena getahnya….next kak diera….harus lebih seruuuuu:roll::roll::roll::roll:

  7. yeeeeee,,,udah update,, senengnya senengnya,, ditambah wonkyu nya banyak lagi,,
    Wahhhh,siwon jangan nyerah gitu aja ya,,semangat,, 😀
    ditunggu lanjutannya ya,,hehe

  8. wah eonni uptade kilat nih aku senang deh …:)
    mudah” eonni selalu uptade kilat kayak gini supaya aku gak penasaran dgn kelanjutannya …..wonkyu bisa bersatu dan eonni tetap semangat utk lanjutin ffnya …

  9. Aku baru bacaaaa~
    Iya, gak ada KrisHo :’)
    Padahal lagi kangen banget sama Yifan 😥
    Tapi kalau baca KrisHo yg masih galau juga nambah beban moral(?). Huhuhu~
    Jadi ceritanya ngamuk karena Siwon kesannya mempermainkan dia huh? Oke, apa Kyu sudah mulai mempertimbangkan perasaan Siwon?
    Aku penasaran sama kasus Seo Hwan (semoga gak salah tulis). Kenapa Haesa minta firma hukum ayahnya dan Kyu ngelepas kasus itu? Kasuamsnya ttg apa ya?
    Ditunggu deh kelanjutannya kak^^

  10. duuh,empo ahra marah ama siwon,g boleh deket2 bngt ama kyukyu,yaaahhh….kasian,harusnya siwon terus terang aja knp si sm kyuhyun klo dia ga boleh deket2 lg sm kyuhyun karna ahra marahin dia,biar ga salah paham kyuhyunnya,tp siapa tau ding kyuhyun malah jd sadar klo dia jg sbnrnya lbh suka siwon yng bermanis2 sama dia dr pada siwon yng dingin,

  11. waaw ~ Ahra bener2 marah sma Siwon,smpe2 Siwon ga boleh ktemu sma Kyu.
    ga yakin deh mreka ga bakal ktemu,apa lg Kyu udh mulai merasakan perasaan kesepian tanpa Siwon *eh
    hooo jdi Kakek Choi sbenernya tau apa yg trjdi sma WonKyu,tpi cma mantau aja dri jauh ya? heung ~
    emg sbenernya kasus apa sih smpe Haneul blg klo itu kasus berbahaya? smoga bkn soal mafia deh,kan mlh jdi nya cerita nya action? wkwk
    aah Haneul udh ga boleh menyentuh Kyuhyun,jdi artinya? hayoo ~ Siwon apa yg kau lakukan sma Kyu? ciee ~

  12. Woaaaaaah full wonkyu(><)
    akhirnya mereka sadar juga akan perasaan masing² .
    hehehehe
    lanjut eon ^^sebarkan cinta wonkyu dan perbanyak moment yg romantis 😊☺

  13. apa setelah ini akan jarang ada wonkyu moment nya?? atau malah semakin bertebaran??? itu yg Won pamitan ama Kyu gmna?? apa hanya seperti itu akhirnya?? aku jadi ikutan galau kayak wonkyu…
    d tggu bqnget kelanjutannya yaa!!! 😉

  14. yahhh kyuhyun mulai frustasi kalo siwon beneran menuruti permintaan ahra
    coz hati kyuhyun udah terperangkap jauh nich ama siwon
    full of wonkyu

  15. heem .. knp hubngn wonkyu jdi gnie. berharap mreka mkin dekat.
    yahhh… kakek siwon pst udh sadar tntg hubgn wonkyu.

  16. wonkyu semua. .
    asik asik jooos…
    duuuh…wonkyu ini bkin greget
    ud tau cinta tp msh aj bingung

    si kakek rencananya apa ya
    keep writing

  17. ya… kalo emang nnt pengacaranya dganti.
    siwon dan kyu akan brtemunya gmn??
    takdir?? hahahah….
    jadi kake udh tau toh..
    ribet bgd nih kyu pdhl dr dy marah itu kan udh ktauan dy suka hanya saja kyu gmw blg aja.. jdinya prnytaan cintanya siwon gantung gtu
    duh moga juga dengan kasus yang dipegang sama kyu skrg itu g akan brimbas apapun lah… ksian dan ckup sudah..
    suka bgd sama chap ini full wonkyu hehehehe

  18. Ternyata bener ahra nyuruh siwon buat negjahuin kyu.
    Padahal itu bukan sepenuhnya salah siwon.
    Ah kalian, belum memulai sudah hatus mengkhirinya.
    Walau tidak tau apa yang harus diakhiri, toh mereka belum pacaran, sacara tersurat.
    Karna secara tersirat sikap mereka udah kayak orang pacaran.
    Hmmm..
    Yang tabahlah kalian, jodoh ga akan kemana.
    Takkan lari gunung dikejar.
    Haha

  19. Wowww memang tidak ada yang bisa menjauhi Kyu.
    Niat Siwon untuk menjauhi Kyu sirna dengan beberapa kalimat dari kyu.
    Syukur deh….
    tapi kasian Haneul. Kyu jangan terlalu kasar padanya!
    Ditunggu lanjutannya…..

  20. Akhirnya sukses baca scarface 1-19 dalam waktu 2 jam aja.
    Please maksud dari kakeknya apa sih? Penasaran bangeeeeet…
    Pakbos yakin kan sama perasaannya. Please bikin pakbos sama kyuhyun kuat sama adegan tarik-ulurnya.

    Selalu suka kalo wonkyu punya adegan tarik-ulur.
    Dan haneulnya dibikin udahan sih sukanya sama kyu. Hahaha

  21. Kurang panjang.. #digeplakauthor 🙂
    Ciieee.. Kyu kya’x udh mulai suka siwon, tapi blm ngeh(?)
    Ceritanya wonkyu lagi main tarik ulur nih hihiii
    Ga sabar pgn tau kyu uring2an gara2 siwon yang sikapnya jadi cuek sma kyu, biar kyuhyun aja gantian yg ngejar2 siwon
    Kayanya bakal seru
    Cepett apdeeettt ya author
    Readers akan slalu menantii

  22. seriously i really want kyuhyun to take the Seon Hwan case….
    masa yang menentutkan hubungan siwon dan kyuhyun
    fighting!!!! next update

  23. Aq sllu mnyukai ff yg eonni update.Terkhusus tntng WonKyu.
    Crta’y sllu menarik.Panjang..memuaskan.Tapi,tidak berbelit-belit.Jadi,,bisa sngt betah untuk mmbacanya.
    FIGHTING Eonni!!!Gumawo.

    ApA bnr itu akn mnjadi pertemuan terakhir Siwon untuk Kyuhyun??!

  24. Aigoo…..siwon bersikap dingin dn arogan untuk mdh mnghilangkan perasaannya pda kyu….wajar kyu mrh pd siwon trlebih kyu sdh mlae mnyadari perasaanya pda siwon….agak kasian jg sm hanuel diprlakukan sdkit kasar sm kyu…

  25. Berasa naik roller coaster bgt liat wonkyu 😭😭 hadedede. Yang terbaik aja deh buat otp kesayanganku 😭😭 huhuhu. Dannnn kayak ya choi daehan udah tau nih masalah siwon suka sama kyu tehee 😬😬

  26. Sbnernya wonkyu sdh saling jatuh cinta, tp kyuhyun msh blm menyadari perasaannya shg siwon tdk bs leluasa menyalurkan prasaannya ditambah lagi sekarang ahra melarang wonkyu bertemu…
    Semoga kyuhyun baik” saja dan kasus baru yg ditangani kyuhyun tdk mencelakainya…

  27. kakek choi sdh curiga kalo ada apa2 sama hubungan wonkyu..
    kyu masih bingung sama perasaannya, sebenarnya dia juga suka tapi masih merasa aneh, dan kok saya curiga sama ji changwook dia suka haneul atau tdk ya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s