[MM] Super Human – 1st Story [1]

super human

Chapter One

 

Seorang pria menghela nafas ketika melihat sebuah kamar yang terlihat sangat berantakan. Beberapa buku dibiarkan tergeletak begitu saja diatas meja. Pakaian kotor berceceran dekat keranjang pakaian, sepertinya pemuda itu kembali terobsesi dengan hobi olahraga basket yang tidak pernah terwujud. Pria itu lalu beralih pada tempat tidurnya. Selimutnya jatuh dilantai bahkan sepertinya ada bantal yang hilang. Ditambah dengan semua tumpukan dokumen yang dibiarkan begitu saja di atas tempat tidur, pemuda itu mungkin tidak perlu repot untuk menyimpan semua dokumen itu ditempat yang aman.

Si pria lalu keluar kamar dan berteriak, “Marc, rapikan kamarmu!”

Teriakan itu terdengar keras hingga sampai ke lantai satu. Tapi seorang pemuda yang berada di lantai bawah tepatnya ruang tengah tidak bergeming dari layar televisi datar dan console game yang ada ditangannya. Matanya tetap terfokus pada layar televisi.

“Marc!”

Kembali terdengar seruan keras diiringi derap langkah cepat menuruni tangga. Dan lagi-lagi pemuda tersebut sama sekali tidak bergeming. Mata dengan seakan sedang terhipnotis penuh pada televisi besar tersebut. Tangannya dengan lincah menekan tombol-tombol console game. Ia sedang berusaha keras menyelesaikan level ke-enam dari game yang tengah ia mainkan. Dan ketika ia hendak mencapai akhir tiba-tiba…

Layar televisi berubah hitam. Tidak ada tampilan gambar dari permainan yang sedang dimainkannya. Membuat pemuda itu shock. Lalu ia menoleh.

“Andrew Choi! Berhenti menggunakan kemampuanmu untuk menganggu kesenanganku. Oh ayolah, aku sedang menyelesaikan level enam. Andrew, cepat nyalakan televisi-nya!” teriak pemuda tersebut dengan histeris.

Pria itu melipat kedua tangannya didepan dada. “Aku tidak akan menghidupkannya, sampai kau naik ke kamarmu dan merapikannya, Marcus Cho!” ujar pria tersebut.

Marcus Cho, pemuda yang tengah duduk diatas permadani besar melemparkan console game yang ada ditangannya begitu saja. Ia lalu bangkit dengan ekspresi masam. Ia berjalan menghampiri pria –Andrew– tersebut.

“Dasar technokinesist menyebalkan. Berhenti bersikap seperti orangtuaku, Andrew,” gumam Marc sinis.

Tapi pria itu hanya tersenyum tipis dan mengacak rambut Marc. “Kau lebih menyebalkan, Marc. Sudah sana rapikan kamarmu.”

Marcus –Marc, mendesis pelan kemudian menaiki tangga dan menuju kamarnya. Pria tersebut tersenyum penuh kemenangan. Seorang Marc memang tidak akan pernah menang darinya. Tak lama terdengar suara gerutu dari Marc. Andrew tertawa.

“Andrew Choi menyebalkan! Dasar technokinesist sialan!” teriak Marc dari kamarnya.

Pria yang bernama Andrew tersebut masih tertawa senang. Lalu ia menuju meja makan untuk menyantap sarapannya –atau lebih tepatnya brunch karena ini sudah pukul sepuluh. Andrew Choi, seorang pengusaha muda yang cukup sukses diusianya yang baru duapuluhdepalan tahun. Perusahaan Skyline yang merupakan anak perusahaan dari perusahaan raksasa SkyWorld milik keluarga konglomerat Choi, yang saat ini dia pegang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang komunikasi dan teknologi.

SkyWorld sendiri merupakan salah satu asset kekaisaran Choi Incorporate yang tersebar di seluruh dunia. Andrew merupakan salah satu calon pewaris utama kekaiasaran Choi Incorporate. Sedangkan Marcus Cho, adalah saudara sepupu dari pihak sang ibu. Seorang pemuda yang maniak akan game berusia duapuluhempat tahun. Marc adalah seorang inovator di perusahaan Skyline. Marc mengurusi segala bidang perkembangan teknologi yang dikeluarkan Skyline.

Sebuah rahasia lainnya dari Andrew dan Marcus. Keduanya memiliki kemampuan luar biasa yang tidak dimiliki oleh manusia lainnya –well, praktisnya mereka sedikit mengetahui ada beberapa orang lainnya yang mempunyai kemampuan yang hampir serupa didekat mereka. Andrew adalah seorang technokinesist.

Technokinesist adalah kemampuan untuk mengendalikan peralatan elektronik bahkan dengan tidak menyentuh sama sekali –dengan menggunakan pikiran. Sedangkan Marcus, dia adalah seorang power mimicry, yang adalah sebuah kemampuan untuk meniru kemampuan lain secara permanen hanya melalui sentuhan fisik –seperti copycat.

Andrew yang pertama-kali menyadari bahwa dirinya mempunyai kemampuan luar biasa itu ketika usianya baru tujuhbelas tahun, saat ia masih sekolah menengah. Kemampuannya itu dipicu oleh sebuah kejadian ketika Andrew hampir saja mati dalam sebuah project sekolahnya. Andrew dan beberapa orang dalam teamnya tengah merakit sebuah komputer dengan program khusus untuk menghilangkan jejak dari sebuah objek yang memiliki sinyal tertentu. Tapi terjadi sebuah kecelakaan kecil ketika uji coba pertama yang membuat Andrew harus dilarikan ke rumah sakit. Komputer yang dirakit oleh teamnya tiba-tiba meledak dan Andrew terhempas karena efek ledakan tersebut.

Dokter yang menanganinya mengatakan bahwa Andrew cukup beruntung bisa diselamatkan. Tapi sejak kejadian itu, Andrew merasa aneh setiap berdekatan dengan barang-barang elektronik. Ketika ia menyentuh barang elektronik tertentu, maka barang elektronik itu seperti memberikan reaksi balik kepadanya. Hal itu membuat Andrew ketakutan dan memberitahu kepada orangtuanya, tapi tidak ada yang mempercayainya. Terlebih Andrew tidak bisa menunjukkan bukti nyata. Setiap ia akan memberikan bukti, entah kenapa tidak terjadi apapun. Akhirnya, Andrew mencari tahu sendiri mengenai apa yang terjadi padanya.

Pada ulangtahun ke-delapanbelas, akhirnya Andrew menemukan jawaban bahwa dirinya adalah seorang technokinesist. Andrew juga menyadarkan Marc atas kemampuan yang dimiliki oleh sepupunya tersebut. Marc baru menyadari kemampuan yang dimilikinya ketika ia berusia enambelas tahun. Reaksi pertama dari kemampuannya adalah ketika Marc tidak sengaja menyentuh kulit Andrew. Hanya dengan sebuah sentuhan dan mulai hari itu Marc mempunyai kemampuan technokinesist.

Pada awalnya, Andrew mengira kalau Marc mempunyai kemampuan yang sama dengannya. Tapi seiring berjalan waktu, ketika Marc berusia tujuhbelas tahun, Marc mendapatkan kemampuan keduanya. Hal itu membuat Andrew kembali membuat team peneliti karena untuk kasus dirinya, Andrew hanya mencari informasi melalui internet tapi melihat sepupunya terlihat benar-benar ketakutan saat itu, Andrew bertekad mencari kebenaran mengenai kemampuan mereka.

Walaupun cukup sulit, dari penelitian tersebut Andrew mengetahui bahwa kemampuan luar biasa itu tidak hanya ada satu atau dua. Tapi hingga lebih dari dua puluh kemampuan, dari penelitian yang ia lakukan secara rahasia hingga hari ini. Andrew memberitahu semua yang diketahuinya pada Marc dan mengatakan pada sepupunya kalau mereka harus saling melindungi karena kemampuan mereka. Marc akhirnya memutuskan untuk tinggal bersama Andrew setelah ia diterima pada salah satu universitas. Andrew mengatakan bahwa mereka setidaknya harus menjaga jarak dengan keluarga mereka untuk melindungi mereka. Tapi paling tidak, mereka saling menjaga.

Hingga hari ini pun, Andrew masih melakukan penelitian mengenai kemampuan yang dimilikinya. Walaupun bukan sebuah team yang besar tapi dari hasil penelitian tersebut dapat dimanfaatkan oleh Andrew dan Marc. Hanya saja, hal itu sangat sulit dilakukan karena keterbatasan sumber daya yang ada. Andrew dan Marc juga harus menjalani kehidupan mereka seperti orang normal lainnya, karena untuk saat ini tidak banyak orang yang diketahui mempunyai kemampuan seperti mereka. Jadi, Andrew dan Marc harus bersikap hati-hati dengan kemampuan mereka.

Andrew meneguk jus apel-nya sedikit. Ia mengelap ujung mulutnya dengan menggunakan serbet. Kemudian ia membereskan piring kotor-nya dan membawanya ke wastafel cuci piring. Sebagai salah satu pewaris kekaisaran Choi Incorporate yang terkenal di seluruh dunia, Andrew memang terkenal dengan sikap humble-nya. Ia bahkan menolak tinggal di sebuah rumah mewah di kawasan elite dengan puluhan pelayan yang siap melayani dirinya 24 jam, dan memilih tinggal di sebuah apartment bersama sepupu-nya yang menyebalkan tersebut.

Andrew mencuci piring-nya dengan telaten. Dia terlihat sudah terbiasa melakukan pekerjaan seperti ini. Selain sikap humble-nya, sifatnya yang hangat juga merupakan daya tarik bagi lawan jenis. Tapi hingga sampai saat ini, ia masih bertahan dengan status belum menikah-nya karena… Well, memangnya siapa yang mau menikah dengan orang yang mempunyai kemampuan super tanpa melihatnya dengan aneh. Andrew cukup bahagia dengan kehidupannya yang sekarang.

“Makanan untukku?” Andrew menoleh sekilas ketika mendengar suara tersebut. Ternyata Marc sudah duduk disalah satu kursi meja makan. Andrew mengernyit karena sepertinya belum sampai lima belas menit Marc naik ke kamarnya tapi sepupunya itu sudah selesai. Tapi Andrew teringat pada salah satu kemampuan yang dimiliki Marc.

“Kau menggunakan kemampuan untuk menerbangkan segala macam benda yang kau dapat dari.. Euhmm…. Dari siapa kau dapat kemampuan itu?” Andrew berusaha mengingat sebuah nama, tapi tidak ada satupun yang keluar sebagai jawabannya.

Marc mendelik. “Chase Lee, seorang bocah ingusan yang berumur 20 tahun itu? Yang kita temui di Busan?” ucapnya sembari memasukkan satu butir anggur kedalam mulutnya dan mengunyahnya. Andrew menjentikkan jarinya.

“Ahh… Iya, Chase. Seorang telekinesist yang tidak kau sukai itu,” ujar Andrew yang kemudian menyelesaikan pekerjaannya.

Andrew dan Marc bertemu dengan Chase Lee, seorang pemuda berusia duapuluh tahun di Busan sekitar satu setengah tahun lalu. Chase Lee adalah seorang telekinesist. Kontak pertama Marc dengan Chase, ketika pemuda itu tidak sengaja menabrak Marc untuk menghindari kejaran orang-orang yang mengejarnya. Bahkan hingga hari ini Andrew dan Marc tidak mengetahui alasan kenapa Chase harus melarikan diri seperti itu.

Keduanya hanya mendapat penjelasan singkat dari Chase bahwa ia memulai mendapatkan kemampuan itu ketika usianya masih limabelas tahun. Dan ketika Andrew hendak bertanya mengenai hal lainnya, pemuda itu malah menyuruh mereka untuk pergi dan tidak pernah mencarinya lagi. Marc mendesah pelan setiap kali teringat akan kejadian tersebut. Ia menyandarkan punggungnya pada sadaran kursi.

“Dia memang menyebalkan. Tsk, memangnya dia pikir hanya dia yang mempunyai kemampuan seperti itu. Tapi kemampuannya cukup berguna disaat seperti ini. Buktinya aku menyelesaikannya dalam waktu kurang dari limabelas menit,” tukas Marc sembari menyeringai.

Andrew mematikan keran air dan mengambil serbet untuk mengeringkan tangannya yang basah. Ia tidak ingin mencari masalah dengan Marc jika mereka membicarakan orang lain yang mempunyai kemampuan luar biasa. Entah kenapa, Marc selalu bersikap offensive seperti itu.

“Andrew, makananku!” rengek Marc yang baru teringat akan makan siangnya. Andrew tersenyum sembari menghampiri Marc. Ia menepuk bahu Marc pelan.

“Makan saja game-mu itu. Aku mau ke kantor. Mereka selalu saja mengeluh kalau aku tidak ada di ruanganku. Padahal hanya untuk menanda-tangani dokumen saja. Dan kau sebaiknya selesaikan project nemesis itu. Akhir bulan ini, kita harus me-launching-nya, Ah, Prof. Jung juga ingin menemui kita,” tutur Andrew yang kemudian menyambar mantel-nya dan bergegas keluar dari apartement mewahnya.

“Bagaimana aku mau menyelesaikannya, kalau aku tidak punya tenaga untuk berpikir! Aku juga perlu makan! Hey, Andrew!”

Andrew hanya melambaikan tangannya, sebagai tanda pamit lalu ia menutup pintu apartement-nya. Marc mendesah kesal.

“Dasar technokinesist sialan!!” umpat Marc.

 

*****

Seorang wanita berjalan tergesa disebuah lorong panjang. Sesekali ia menghindari orang lain yang berlalu-lalang. Wanita itu memperhatikan keselilingnya mencari orang yang harus ditemuinya. Ia semakin mempercepat langkahnya ketika ia melihat orang tersebut. Seorang pria yang merupakan salah satu orang terpenting di negeri tersebut.

“Pak Perdana Menteri..” seru wanita tersebut. Sontak seorang pria menoleh dan menatapnya dengan bingung. Wanita muda itu berhenti dihadapannya dengan nafas terengah.

“Ya? Ada apa?” tanya pria tersebut, yang dikenal sebagai Perdana Menteri Korea Selatan, David Kim.

Wanita tersebut mengatur nafasnya sejenak. Sang Perdana Menteri menunggu dengan sabar. “Putri anda,” wanita tersebut kembali mengatur nafasnya setelah berlari cepat, “putri anda ada disini. Sekarang nona sedang menunggu di lobby,” lanjutnya.

Sang Perdana Menteri mengerutkan dahinya. Beliau tidak ingat kalau putrinya akan datang ke Seoul. Selain itu, putrinya yang tinggal di Berlin tidak mungkin datang dengan memberitahunya terlebih dahulu. Tapi mengingat sifat putrinya yang selalu bertindak ceroboh dan sesukannya, sepertinya yang diucapkan oleh staffnya adalah suatu kebenaran.

David mendesah pelan. “Anak itu?! Kenapa dia datang tanpa pemberitahuan sebelumnya? Baiklah, suruh dia ke ruangan-ku sekarang,” perintah sang Perdana Menteri. Wanita tersebut mengangguk kemudian segera pergi.

Sang Perdana Menteri kembali menarik nafas dan menyuruh staff yang tengah berbicara dengannya untuk kembali bekerja sedangkan ia kembali memasuki ruangannya. David melepaskan jas yang dipakainya dan menyampirkannya ke kursi besarnya. Ia menarik nafas pelan dan duduk bersandar. Tak lama pintu ruangannya diketuk.

“Masuk!” ucap sang Perdana Menteri dengan suara tegas.

Kemudian pintu terbuka, dan seorang gadis berusia sekitar duapuluhsatu tahun memasuki ruangan tersebut dengan wajah tak berdosa, padahal ia sudah pergi dari apartement sang Ibu yang berada di Berlin. Gadis itu berdiri didepan meja sang Perdana Menteri. Ia sedikit membungkuk, memberi salam pada sang Perdana Menteri yang juga ayahnya.

“Kapan kau kabur dari rumah?” tanya David.

Gadis tersebut menghela nafas berat. Mungkin ini adalah kesalahannya untuk datang ke Seoul dan malah bertemu dengan sang ayah. Tapi ia bisa kemana saat ini selain kepada ayah kandungnya sendiri. “Aku tidak kabur. Mom mengusirku dari rumah,” ucap gadis tersebut sedikit menggigit bibir bawahnya.

“Mengusir? Memangnya kau melakukan kesalahan apa?” tanya David lagi.

Gadis tersebut menggaruk kecil pelipis kanannya. “Bisa tidak, kita bicaranya nanti saja? Aku kesini untuk minta ijin pulang ke rumah Dad,” ujar sang gadis berusaha untuk mengalihkan pembicaraan. Sang ayah terdiam sejenak, menatapnya dengan tajam. Gadis itu sedikit menunduk. Ia seperti sedang ketahuan membolos sekolah dan sedang di-introgasi oleh guru yang paling sadis.

“Dad, sorry. Aku tidak sengaja melakukannya,” ucap sang gadis lagi.

David menghela nafas setelah mendengar pengakuan putrinya. “Kenapa kau menggunakannya? Dan untuk apa?” tanya David dengan marah. Gadis itu masih menunduk. “Annabelle Kim, jawab pertanyaan ayahmu ini!” ucap sang ayah dengan suara tegas.

Gadis itu, Annabelle Kim sedikit tersentak dan perlahan mengangkat kepalanya menatap sang ayah. Annabelle menggigit bibir bawahnya. Selama perjalanan menuju Korea, ia berharap bahwa sang ayah bisa mengerti. Tapi sepertinya sikap sang ayah sama saja dengan ibunya. Sang ayah kini malah menatapnya dengan tatapan memojokkan.

“Kalau Dad tidak mengijinkanku tinggal bersama Dad, aku akan tinggal di hotel saja untuk sementara ini. Lusa aku akan pergi ke Beijing untuk menemui Grannie. Aku akan minta ijin untuk tinggal disana untuk beberapa lama. Maaf, mengganggu Dad.”

“Annabelle Kim!”

Annabelle menghela nafas panjang dan ekspresi wajahnya perlahan berubah. Rasanya jengkel karena dimarahi tanpa ayahnya mendengar penjelasannya. “Apa? Kenapa Dad sama saja seperti Mom? Kenapa tidak bisa menerima-ku apa adanya? Kenapa kalian tidak bisa menerima kalau aku berbeda? Bahkan Dad tidak jauh berbeda denganku. Tapi kenapa kalian memperlakukanku seperti aku ini bukan anak kalian?” Sontak emosi Annabelle meledak dengan cepat.

Ia mengatur nafas yang naik seketika sedangkan sang ayah menatapnya dengan terkejut. Ini pertama kali baginya melihat emosi anaknya yang meledak-ledak seperti ini. Annabelle –Anna, bukanlah gadis yang dengan temperamen yang bisa naik begitu cepat. Terlihat sekali bahwa sang ayah juga ikut mengatur nafasnya sejenak. Kemudian sang ayah bangkit dan menghampiri putrinya.

David ingin sekali memeluk putrinya tapi pada akhirnya ia hanya mengusap lengan putrinya yang tertutupi jaket. Ini adalah pertama-kalinya setelah lima tahun Anna pindah ke Berlin bersama mantan istrinya. Seharusnya David tidak langsung memarahi putrinya seperti itu. Selain itu, David mengerti bagaimana kesulitan yang dialami oleh Anna. Terlebih karena mereka berbeda.

“Bukan maksud Dad untuk tidak menerima apapun keadaanmu. Dad sangat tahu bahwa menjadi berbeda itu sangat sulit. Dan Dad tidak ingin kau ikut mengalami masa sulit itu. Kau masih sangat muda untuk memahami ini semua, bahkan Dad sangat berharap kalau kau tidak seperti-ku. Tapi bisakah kau lebih berhati-hati? Tidak semua orang bisa menerima kalau ada orang lain yang lebih istimewa dibandingkan mereka,” jelas sang ayah.

Anna terdiam mendengarkan penjelasan sang ayah, yang tidak ditemuinya lima tahun terakhir. Sebenarnya kedua orangtuanya sudah bercerai tujuh tahun lalu, dan hak asuh atas dirinya jatuh pada sang ibu. Tapi Anna masih bisa menemui sang ayah jika ia mau. Dan ketika sang ayah memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Perdana Menteri, sang ibu malah membawanya ke Berlin. Untuk menghindari pemberitaan media terhadap dirinya nanti, yang merupakan anak hasil perceraian. Terlebih sang ayah sudah menikah lagi. Selain itu, ketika ayahnya mencalonkan diri untuk Perdana Menteri, Annabelle mulai menyadari kemampuannya. Jadi, ibunya membawanya pergi ke Berlin.

Tapi bukan hanya Annabelle yang mempunyai kemampuan, David Kim –sang ayah, mempunyai kemampuan Flight, yaitu kemampuan terbang melayang biasa bahkan melesat seperti roket. Sedangkan Annabelle adalah seorang absorption power mimicry yaitu kemampuan yang mampu menyerap kemampuan lainnya dan memilikinya secara permanen.

Kemampuan ini cukup berbahaya karena bisa menyerap keseluruhan energi atau kemampuan orang yang disentuhnya hingga orang tersebut tidak mempunyai kemampuan lagi atau bahkan meninggal. Hingga saat ini Anna mempunyai tiga kemampuan yang didapatkan dari orang lain. Cukup beruntung ketiga orang tersebut tidak ada yang meninggal. Mereka hanya tidak mempunyai kemampuan itu lagi.

Itulah kenapa David atau bahkan orang lain tidak bisa menyentuh Annabelle secara fisik karena energi atau kemampuan mereka akan terserap oleh Annabelle. Karena alasan kemampuannya juga, Annabelle selalu menutupi sebagian bagian tubuhnya dan berusaha meminimalkan kontak fisik dengan orang lain. David memperhatikan putrinya yang kini sudah lebih tenang. Sepertinya emosi Anna sudah mereda. “Sekarang katakan, kau menggunakan yang mana?” tanya David sekali lagi.

Anna kembali menggigit bibir bawahnya tipis. Lalu ia menunjuk sang ayah. Hanya dengan isyarat itu, sang ayah mengerti. David tersenyum. “Tidak apa. Mom pasti akan melunak dan meminta-mu untuk pulang. Dan untuk sementara kau tinggal saja dengan Dad. Lagi pula Nikky pasti senang bertemu dengan-mu,” ucap sang ayah.

*****

Seorang pemuda mendesis jengkel sembari mengacak rambutnya. “Aigo, apa ini? Aku sama sekali tidak mengerti!” gumam pemuda tersebut lalu menutup sebuah buku besar yang sudah dibacanya sejak setengah jam yang lalu. Tapi selama itu juga ia tidak mengerti dengan isi buku yang ia baca.

Pemuda itu menatap laptop dan juga buku-buku dihadapannya dengan lesu. “Tidak seharusnya aku mengambil studi kasus yang susah seperti ini,” eluhnya lagi. Kemudian ia menopangkan dagunya diatas buku tersebut. Ia menghela nafas lagi. Matanya melirik kesana kemari suasana diperpustakaan tempat ia berada saat ini. Terlalu sunyi. Amat sunyi malah. Walaupun perpustakaan sedang ramai, tapi ia sama sekali tidak mendengar suara, bahkan tidak suara bisikan.

Ia bosan, sangat bosan.

“Tuan Muda Aiden Lee,” bisik seseorang yang membuat pemuda itu terlonjak terkejut. Pemuda itu menoleh dan mendesah kesal.

“Jangan mengagetiku seperti itu, Angie!” seru pemuda bernama Aiden Lee kesal. Gadis yang dipanggil Angie tersebut hanya terkekeh sembari duduk disebelah Aiden.

“Hey, kau sedang apa? Kenapa tidak meneruskan tugas akhir-mu yang terbengkalai?” tanya Angie –Angela Lee, adik dari Aiden Lee.

Seorang mahasiswi Seoul University tahun ke-dua. Angie, biasa ia dipanggil oleh Aiden, adalah mahasiswi jurusan Modern Art and Music. Sedangkan Aiden Lee, seorang mahasiswa Seoul University tahun terakhir jurusan Bisnis and Management. Dan saat ini Aiden sedang stress karena tugas akhir-nya tidak selesai-selesai. Terlebih orangtua-nya sudah mendesaknya untuk segera menyelesaikan tugas akhir-nya dan segera bergabung dalam perusahaan keluarga.

Lee Corporate adalah perusahaan keluarga Lee yang bergerak dalam bidang ekspor-impor. Lee Corp termasuk lima besar perusahaan terbesar di Korea dan masuk ke dalam sepuluh list perusahaan yang akan berpengaruh di dunia tahun 2015 mendatang. Sebagai pewaris utama, Aiden dituntut untuk segera bisa masuk kedalam perusahaan dan menggantikan sang Ayah yang kini duduk sebagai Presiden Direktur Lee Corp. Dan itulah salah satu penyebab Aiden merasa stress.

“Jangan ikutan mendesakku, Angie. Kau harus bersyukur kalau kau bukan anak laki-laki. Ayah tidak terlalu menekanmu untuk ikut masuk kedalam perusahaan. Dan sebagai adik yang baik, kau seharusnya mendukungku. Jangan ikutan mendesakku seperti Ayah,” tukas Aiden lemas.

Angie hanya menepuk bahu Aiden pelan dan sembari mengangguk. “Ya.. aku memang sangat bersyukur. Dan untung saja, aku tidak ikutan ambil jurusan bisnis seperti kau. Baiklah, lebih baik kutinggalkanmu, agar kau bisa berkonsentrasi mengerjakan tugas akhir. Aku mau bertemu dengan Kate. Bye, Aiden. Fighting!” Angie menggepalkan tangannya dengan memberikan tatapan semangat.

Aiden mendengus pelan. Ia lalu mengibaskan tangannya, tanda menyuruh adiknya itu untuk segera pergi. “Pergilah! Sana! Hush… Hush,” usir Aiden.

Angie terkekeh sembari mengacak rambut Aiden dan langsung pergi sebelum terkena amukan Aiden.

“Yash!! Dasar adik menyebalkan!”

*****

Marc menghentikan mobil Porsche Carrera GT berwarna orange tepat didepan pintu utama perusahaan Skyline. Marc keluar dari mobil dan memberikan kunci mobilnya pada seorang petugas valet. Marc berjalan masuk kedalam lobby perusahaan sembari sedikit membetulkan posisi kacamata hitam yang dipakainya. Ia berjalan masuk dan bersikap bahwa tidak ada orang yang memperhatikannya, padahal sebaliknya. Setiap kali Marc datang ke kantor, pasti ia selalu menarik perhatian banyak orang dengan sytle berpakaiannya.

Hari ini Marc datang hanya dengan kemeja putih berbalut mantel berwarna hitam lengkap dengan jeans berwarna gelap. Tak lupa sepatu sneakers putih. Penampilannya terlihat begitu chic dan tanpa perlu terlihat berlebihan. Marc tidak pernah mau memakai pakaian formal setelan jas untuk pergi ke kantor. Dasi dan hal semacamnya selalu membuatnya tidak nyaman. Kecuali untuk menghadiri pertemuan-pertemuan tertentu, jika keadaan memaksa Marc baru akan memakai setelan jas dengan dasinya. Tapi jika masih bisa diakali, Marc akan menjauhi outfit tersebut.

“Hash… kenapa mereka selalu menatapku begitu setiap aku datang?” gumam Marc sembari menuju lift.

Kemudian ia menekan tombol pintu lift dan menunggu. Marc tersenyum tipis ketika melihat refleksi dirinya dipintu lift. Ia melepaskan kacamata hitamnya dan mengatur sedikit rambutnya. “Pantas saja mereka selalu bersikap seperti itu. Aku memang terlalu tampan,” gumamnya narsis.

“Jangan terlalu narsis, Tuan Cho. Anda tidak setampan dugaan anda.” Tiba-tiba muncul seorang wanita dengan menggunakan kemeja berwarna peach lembut berbalut blazer berwarna coklat muda dan juga rok skirt berwarna hitam, sekaligus dengan sepatu high heels berwarna hitam.

Marc sedikit menoleh dan tersenyum pada wanita tersebut. “Vicky, lama tidak bertemu denganmu,” ujar Marc sumringah.

Wanita itu mencibirnya. “Tentu saja, kita lama tidak bertemu. Terakhir kau datang ke kantor itu, satu bulan yang lalu setelah kau menyelesaikan project Mars aneh-mu itu. Kau bahkan tidak pernah peduli dengan hasil penjualannya,” ujar Vicky –Victoria Song, seorang manager pemasaran Skyline.

Vicky, begitu Marc sering memanggilnya, adalah seorang wanita muda berusia duapuluhenam tahun yang sukses menjadi manager pemasaran di SkyWorld bahkan disaat usianya belum duapuluhempat tahun. Sejak setahun terakhir, dia ditugaskan di Skyline. untuk membantu Andrew dan Marc atas perintah Tuan Walter Choi –kakek Andrew dan Marc.

Tak lama pintu lift terbuka, Marc dan Victoria memasuki lift tersebut bersama. Marc lalu menekan tombol lantai duapuluh, lantai dimana ruangan Andrew berada. Padahal ruangan Marc sendiri berada dilantai duapuluhtiga. Marc memasukkan kacamata hitamnya kedalam saku mantelnya.

“Lalu apa kau datang untuk menyelesaikan project nemesis aneh-mu itu?” tanya Victoria.

Marc mengangguk kecil. “Andrew terus-terusan mendesakku selama dua minggu terakhir. Aku sampai bosan mendengarnya,” tukas Marc.

Victoria tertawa kecil mendengarnya. Marc mendelik sinis. Victoria memang selalu senang jika melihatnya dibuat menderita oleh Andrew. Kemudian Marc mendesah pelan dan melihat kearah layar LED lift, mereka baru sampai di lantai empatbelas.

Marc menghela nafas. “Ya, ya, ya, terus saja bela dia! Kau itu bekerja dengannya. Kalau dia sampai tahu kau malah ikutan menjelek-jelekan dibelakangnya, cepat atau lambat kau mungkin akan ditendang keluar dari perusahaan,” sahut Marc dengan sarkastik.

Victoria menatapnya dengan penuh arti. Wanita itu menyunggingkan sebuah senyuman. “Jadi, kau iri Tuan Cho? Karena aku selalu membela-nya?” pancing Victoria. Marc mendesis.

“Tidak akan pernah, Victoria-sshi,” pungkas Marc jengkel. Reaksi itulah yang membuat Victoria semakin senang memanas-manasi Marc.

Marc, sama seperti Andrew, dia memang mempunyai segalanya. Wajah tampan, kekayaan yang melimpah, perilaku yang seringkali membuat para wanita penasaran terhadap dirinya. Tapi jika selalu dibanding-bandingkan dengan sepupunya yang paling sempurna tersebut, kadang ia juga kesal. Tidak akan ada orang yang mau dibanding-bandingkan dengan orang lain.

“Ohya, ini akan membuatmu senang. Sepertinya, kita kedatangan manusia special lagi. Dia baru datang hari ini dari Berlin,” tukas Victoria tiba-tiba yang menarik perhatian Marc.

Ia menatap Victoria dengan penasaran. Victoria adalah salah satu manusia special well, itu adalah julukan Andrew bagi mereka yang mempunyai kemampuan istimewa tersebut, bahkan team penelitian Andrew juga tidak tahu harus menamakan mereka itu apa. Kemampuan Victoria adalah future sight, kemampuan untuk melihat masa depan, kebanyakan hanya sebuah kilasan-kilasan dari sebuah kejadian dan selalu terpotong. Andrew mengatakan bahwa Victoria harus lebih banyak belajar untuk belajar mengontrol kemampuannya dengan baik. Hal yang sama yang selalu dikatakan Andrew pada Marc –belajar untuk mengontrol kekuatanmu– karena Marc belum bisa mengontrol kemampuannya, jadi terkadang kemampuannya selalu bertindak secara berlebihan.

Marc melirik Victoria lagi. “Benarkah? Kau tahu siapa orangnya?” tanyanya dengan tidak berminat. Well, reaksinya memang selalu seperti itu. Jadi, abaikan saja.

Victoria menggeleng. “Tidak terlihat begitu jelas. Kau tahu, kalau aku selalu mendapatkan kilasan yang selalu seperti puzzle. Aku hanya tahu kalau dia adalah seorang gadis, lebih muda darimu. Entah mengapa, aku merasa bahwa gadis itu begitu spesial. Dan seharusnya kau bisa melihatnya, terlebih kau sudah mengkopi kemampuanku,” jelasnya dengan tersenyum pada Marc.

Marc mengernyit bingung. “What? Kenapa tersenyum begitu padaku?”

“Tidak. Hanya sedikit heran. Kau sudah mempunyai kemampuan future sight tapi jarang sekali mendapatkan kilasan seperti diriku. Well, seharusnya kau mengikuti saran Andrew untuk belajar mengontrol kemampuanmu itu,” tukas Victoria.

Marc mendesah pelan lagi dan mengalihkan pandangannya. “Jangan ikut-ikutan seperti Andrew. Jangan mengatur apa yang harus kulakukan dengan kemampuanku, Victoria Song.”

Tak lama pintu lift terbuka dan Marc segera keluar. Tanpa mengatakan apapun lagi, ia meninggalkan Victoria dan menuju ruangan Andrew. Sebenarnya walaupun Marc selalu saja bersikap ofensif mengenai manusia special lainnya, tapi tidak dapat dipungkiri bahwa Marc juga penasaran terhadap manusia special itu. Bagaimana dia mengontrol kemampuannya, bagaimana reaksi orang-orang disekitarnya mengenai kemampuannya, dan bagaimana dia menjalani kehidupannya dengan normal tanpa harus dilihat aneh oleh orang lain.. Victoria yang masih berada di lift hanya tersenyum tipis, lalu ia menekan tombol untuk menutup pintu lift

*****

Andrew sedang sibuk dengan beberapa dokumen ketika Marc memasuki ruangannya. Marc sedikit mendesah ketika melihat sepupunya itu sedang fokus dengan pekerjaannya. Kemudian Marc menghampirinya perlahan. Ia memilih duduk di salah satu kursi didepan meja kerja Andrew.

“Kau sudah makan, Marc?” tanya Andrew tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang ada dihadapannya.

Marc mendesah pelan. “Sudah, sebelum kesini aku mampir ke Handel&Gretell dulu. Terima kasih sudah bertanya,” sahut Marc dengan nada sinis. Andrew meliriknya sekilas lalu menutup map dokumennya. Ia menatap Marc dan kemudian tersenyum.

“Terima kasih kembali,” tukas Andrew.

Marc mencibirnya. “Mana dokumen-nya?” tanya Marc langsung. Lagipula ia ke kantor hari ini untuk memulai project nemesis yang diusulkannya setelah project mars-nya selesai.

Andrew lalu menyodorkan dua buah map berwarna hitam kepada Marc. Dengan malas, Marc mengambilnya dan membaca kedua dokumen itu dengan sekilas saja. Kemudian Marc berdiri dan bersiap untuk keluar dari ruangan Andrew.

“Ohya, jangan lupa nanti malam kita harus menghadiri makan malam dengan Perdana Menteri. Well, kau harus mengendalikan kemampuanmu itu. Kita tidak pernah tahu siapa manusia special lain dan mungkin saja ada dari salah satu tamu. Kalau kau tiba-tiba meng-copycat kekuatan manusia special lain, kau akan langsung mempraktekkannya secara langsung. Seperti waktu kejadian Chase,” ucap Andrew kembali membuka dokumen lainnya.

Marc menoleh dan menatap Andrew dengan jengkel. “Baiklah, kalau begitu kau saja yang pergi sendiri. Ah, satu lagi. Kau harus mengganti julukan manusia special itu dengan nama lainnya. Terdengar menyebalkan setiap kau menyebut manusia special. Cari nama lain yang lebih keren,” sahut Marc.

Andrew mendongakkan kepalanya dan tersenyum –ah lebih tepatnya menyeringai. pada Marc yang tengah berdiri didekat pintu.

Well, Prof. Jung mengusulkan super human. Kau tahu, karena kita manusia yang memiliki kemampuan super –seperti super hero

Super human? Super hero? Well, itu cukup keren. Baiklah, super human saja daripada manusia special.”

“Dan mengenai pertemuan makan malam, kau harus ikut. Ingat bahwa kau sudah berjanji dengan Presdir Lee, kalau kau akan ikut makan malam tersebut? Dia akan mengenalkanmu pada putrinya,” ujar Andrew lagi.

Marc mendesah begitu ia mendengar kata mengenalkan. Baginya itu adalah bencana. “Kenapa malah berubah menjadi ajang perjodohan? Yang perlu cepat menikah itu kau, Andrew Choi! Bukannya aku!” tukas Marc kesal. Andrew terkekeh. Ia senang sekali membuat sepupunya itu menjadi kesal.

“Ingat ucapan Kakek mengenai perjodohan? Aku tidak perlu repot mencari calon istri karena Kakek pasti sudah mempunyai calonnya, walaupun aku tidak yakin. Tapi setidaknya, aku tidak akan menikah hingga usiaku tigapuluh lima tahun. Berkaitan dengan posisi CEO SkyWorld, jika kau paham maksudku. Lagipula Presdir Lee hanya mengenalkan putrinya, kalau kau tidak menyukainya kau bisa menolak. Tapi kalau Kakek yang mulai bertindak, jangan pernah harap bisa menolak,” jelas Andrew.

Marc mendesis jengkel. “Sudah selesai ceramah-nya? Terima kasih atas nasihatmu, sepupu. Tapi sayang sekali, aku tidak akan dengan mudah menerima perjodohan apapun. Baik dari Kakek atau siapapun. Aku bukanlah dirimu yang selalu sempurna, patuh dan juga selalu diinginkan. Tapi untuk menyenangkanmu, mungkin aku akan ikut,” sahut Marc yang kemudian segera keluar dari ruangan tersebut. Andrew hanya tertawa kecil. Well, Marc selalu memberikan kesenangan baginya.

*****

NOTE:  Halo.. Mau liat dulu komentarnya untuk part 1 ini hehehe…

Dan versi ini hampir 65% baru. Banyak part yang diganti dan ditambah sana-sini, termasuk pergantian beberapa nama cast-nya.  Ayo ditebak, itu siapa-siapa ajah?

Music: MBLAQ – This Is War

Advertisements

38 thoughts on “[MM] Super Human – 1st Story [1]

  1. Seperti biasa,ff diera pasti menarik dan bikin penasaran. Ini hanya tebakanku saja : Siwon,kyuhyun,donghae, victoria,jaeshin? Tapi yang menjadi perdana mentri aku tidak bisa menebak.
    Betulkah tebakanku?hehehehe
    masih belum tahu bagaimana jalan ceritanya tapi kemampuan annabelle dan marc sepertinya sama yaitu bisa menyerap kemampuan orang lain secara permanen.

  2. Eon ini ceritanya ada tentang wonkyu kah? Apa disitu wonkyu cuma saudara doang ga lebih?hehehe#efek wonkyu shipper.
    Trus masih belom ngeh ceritanya gimana sama gatau nama asli pemeran yg ada diff super human.

  3. Wah, sudah keluar rupanya wkwkwk
    Awalnya ngerasa gak terlalu beda sih, tapi cuman di awal banget aja ternyata yg mirip -_- sisanya banyak banget yang berubah… ._.
    Next chapternya ditunggu~

  4. ini termasuk fantasy? sekali2 wonkyu sodaraan jugak gak apa lah . keren ide ceritanya aku suka , well siwon akan selalu jadi holang kaya yang kayanya keterlaluan*ehh haha castnya siwon kyuhyun donghae victoria david ‘kim’ yesung atau gak kangin? sepupunya siwon jaeshin? part 1 nya sukses lanjut lagi yaa fighting^^

    1. Hahahahahaha… gak pernah kebayang sebelumnya siwon gak jadi holang kaya. Itu image udah terlalu melekat sama dia soalnya…
      Tebakan cast-nya sampe victoria sudah benar, tapi untuk david kim rasanya….
      sekali lagi di ff ini gak ada jaeshin, karena saat bikin ff ini (sekitar 2/3 thn lalu) tokoh jaeshin belum lahir /halah…

  5. David kim itu junmyeon kah? 😄
    Saya harap iya.😃
    Bacanya msih separo2 gara2 ngantuk. Jadi ga full baca.. ditunggu klanjutannya

  6. Wah berasa kaya nonton film Heroes nih. Kemampuan Kyu sama/mirip sama Peter dan Sylar ya hehehehe
    Cast sih saya liat udah banyak yg bener ya tebakannya, cuma PM Kim aja ya yg masih belum ketebak. Siapa ya??
    Ga BL bromance juga boleh lah hahahahha

    1. Hihihi… kan inspirasinya memang dari Heroes. Kemampuan kyu agak mirip dengan kemampuan peter. Iya nih, kasian si PM Kim belum ketebak siapa orangnya. Kekekekeke.. ayo coba ditebak

  7. wah salam kenal ya chingu ..
    aq baru nemu wp nya ..
    cerita nya keren n bner2 bkin pnsran …jdi g sbar nunggu part2 berikutnya ^^

  8. Ugh..akhirnya bisa baca ff ini.Udh lama pingin baca tapi ga bisa nyempetin terus.

    Menarik dan berhasil mmbuat penasaran untuk keseruan apa yang akan tercipta dengan semua super human itu.

    Fighting eonni..

  9. Menarik….ckup brbeda dr crta yg prnah aku baca…aku nebaknya…kyu,hae,siwon,yg anna sm david dn chese lom ktbak,,,,
    berarti kyu sm anna kmpuannya sm????

  10. Ini cerita fantasi ya..
    Kemampuan kyuhyun hampir sama dg anabelle, tp kalau mrk berdua saling bersentuhan apa yg trjadi?? Apa kemampuan kyuhyun akan hilang atau malah sebaliknya kyuhyun bs mengcopy kemampuan anabelle??

  11. Permisi … Gak sengaja otak atik ff eh ketemu ff seru kayak gini. Boleh baca kan eonni? Ceritanya bagus, kayaknya bakalan seru lagi nih? Ceritanya unik beda dari yang lain. Berasa nonton fantastick 4, X men n film” ilmiah lainnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s