[SF] Scarface Part 17

Scarface

17

 

Hal pertama yang disadari Joonmyeon ketika membuka mata adalah kamarnya yang gelap. Oh, sepertinya Joonmyeon tertidur cukup lama dan tidak ada yang berniat untuk membangunkannya. Joonmyeon menarik nafas dengan teratur. Dia sama sekali tidak bergerak dari posisinya saat ini –posisi tidur menyamping dengan menatap langsung kearah jendela besar di kamarnya. Gordennya belum ditarik, tandanya Sara belum masuk ke kamarnya lagi.

Joonmyeon memejamkan matanya lagi. Rasa sakit kepala itu kembali muncul. Sebenarnya tadi siang tidak terlalu parah dan Joonmyeon berharap tidur siang akan membuatnya lebih sehat. Tapi sepertinya kondisinya malah memburuk. Joonmyeon menarik nafas perlahan lagi.

Kemudian ia merubah posisi tubuhnya menjadi berbaring menatap langit-langit kamarnya. Joonmyeon membuka matanya lagi.

“Oh Tuhan…” gumamnya pelan.

Saat ini Joonmyeon tidak pernah datang ke acara pertunangan itu dan melihat kejadian tersebut. Hell, kini kejadian itu seperti film pendek yang terus berputar dalam ingatannya.

Joonmyeon menutup matanya menggunakan lengan kanannya. “Mungkin aku harus pergi menemui psikiater.”

“Psikiater?”

Sontak Joonmyeon menarik kembali lengannya dan bangun. Ia melihat Sara berada di ambang pintu dengan ekspresi bingung. Sara kemudian menyalakan lampu kamar dan membuat Joonmyeon sedikit berjengit. Perlahan Joonmyeon menjadi terbiasa dengan cahaya yang menerangi kamarnya. Sara sudah duduk di tepi tempat tidur dan menyentuh kening Joonmyeon.

“Masih terasa hangat. Apa kau merasa pusing? Tenggorokanmu sakit?” tanya Sara.

Joonmyeon menggeleng. “Aku tidak apa-apa, Mom. Mungkin karena baru bangun. Aku tidur cukup lama, bukan?”

Sara tersenyum tipis dan mengangguk. “Kau tertidur begitu pulas, jadi Mom sengaja membiarkanmu untuk tidur lebih lama. Kau yakin baik-baik saja, Joon?”

“Tenang saja, Mom. Kalau aku merasa pusing, aku akan langsung memberitahumu. Oh, apa sudah waktunya makan malam? Aku akan cuci muka dan gosok gigi terlebih dahulu,” tukas Joonmyeon seraya menyingkap selimut.

Namun, Sara menahannya untuk tetap di tempat tidur. Joonmyeon menatap ibu tirinya dengan lekat. Ia merasa kalau Sara akan bertanya mengenai perihal psikiater itu. Hell, Joonmyeon seharusnya lebih berhati-hati dalam berucap.

“Kenapa kau harus menemui psikiater, Joon? Apa kau mempunyai masalah?” tanya Sara dengan lembut.

Joonmyeon tahu bahwa dia tidak bisa membohongi Sara. Oh, Joonmyeon bahkan tidak bisa berbohong pada orang lain. Dia buruk sekali jika diharuskan berbohong, bahkan jika untuk hal baik sekalipun.

Joonmyeon menarik nafas perlahan. “Akan kuceritakan pada Mom jika waktunya sudah tepat. Untuk saat ini, aku masih bisa mengatasinya. Sampai waktu itu, Mom tidak akan bertanya apapun padaku atau mengatakannya pada Appa, ya?”

Sara memperhatikan Joonmyeon dengan baik-baik. Ia tahu kalau mereka belum lama menjadi sebuah keluarga, selain itu Sara juga masih belum mengenal Joonmyeon dengan baik saat ia menikah dengan Junhyeok. Sara bahkan sangat bersyukur Joonmyeon sama sekali tidak menunjukkan penolakan atas pernikahan yang terkesan tiba-tiba.

Reaksi yang berbeda dengan Yifan. sampai saat ini pun, Sara tidak tahu apa alasan Yifan menolak pernikahan itu. Walaupun Sara sudah bertanya puluhan-kali pada putranya, tapi Yifan tidak mengatakan alasan apapun dan akhirnya pernikahan itu tetap berjalan.

Sara kembali menarik nafas dan mengangguk. Ia tersenyum tipis. “Cuci wajahmu dan turunlah. Makan malam akan segera siap. Oh, Mom dan Appa membatalkan kepergian kita ke Guangzhou. Tapi Yifan akan tetap pergi.”

Joonmyeon terdiam. Sara lalu berjalan keluar kamar.

“Dia akan pergi? Sendirian?”

******

Kyuhyun mengernyit ketika Ahra menariknya ke balkon kamarnya setelah mereka selesai makan malam. Selain itu, Ahra terus saja memandangi Kyuhyun dengan tatapan penuh selidik sejak Kyuhyun pulang dari rumah sakit. Heck, bahkan jika mengingat kata rumah sakit saja sudah membuat wajah Kyuhyun terasa panas. Dia benar-benar menyesali telah memberikan ijin pada Siwon untuk menciumnya. Namun, tidak dipungkiri, Kyuhyun sedikit menyukai ciuman itu.

Damn it, Cho Kyuhyun! Sadarlah!! Choi Siwon itu pria, kau juga pria!!

Kyuhyun mungkin akan memukuli kepalanya jika dia tidak ingat kalau dihadapannya saat ini ada Ahra yang sedang memperhatikannya dengan begitu serius. Kyuhyun menarik nafas panjang.

“Apa noona?” tanya Kyuhyun pelan.

“Kau tidak pergi menemui Hyukjae, iya kan? Jisung melihatmu pergi bersama Choi Siwon,” ucap Ahra dengan tenang.

Kyuhyun melipat kedua-tangannya. “Lalu? Choi Siwon mengantarkanku sampai ke gedung apartment Hyukjae. Itu pun karena aku tidak membawa mobil.”

“Jadi, kau pulang dengan taksi, begitu? Hyukjae tidak mengantarkanmu?” tanya Ahra.

Kyuhyun ingin sekali menjawab “tidak” tapi itu malah akan membongkar kebohongannya. Kyuhyun sama-sekali sulit untuk berbohong dihadapan Ahra. Kakak perempuannya itu terlalu mengenal sifat dan sikap Cho Kyuhyun.

“Aku pulang dengan taksi karena Hyukjae ada urusan lain. Lagipula untuk apa Hyukjae mengantarkanku pulang? Aku bukan adik noona yang berusia tujuhbelas tahun. Usiaku sudah tigapuluhdua tahun, noona.”

Ahra mendecih. “Untuk itu aku tahu. Tapi terkadang kau bersikap jauh dibawah usiamu yang sebenarnya Cho Kyuhyun. Terlebih jika kau sedang jatuh cinta. Tch… akubahkan masih ingat kegilaan yang kau lakukan demi Kang Haesa itu. Percayalah, saat ini aku bisa melihat kalau kau sedang jatuh cinta lagi.”

Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Ahra. Ya, Ahra memang terlalu mengenal dirinya dibandingkan Kyuhyun sendiri. Tapi Kyuhyun sedang jatuh cinta lagi? Dengan siapa? Sejak kejadian di Pulau Jeju, Kyuhyun sama sekali tidak….

Yang kutakutkan, aku tidak akan berada disisimu untuk membawamu ke rumah sakit jika kau kolaps. Seperti saat kau hampir mati membeku di Pulau Jeju.

Kyuhyun merinding ketika dia teringat ucapan Siwon tadi siang. Choi Siwon?

“Benar? Kau sedang jatuh cinta lagi? Aku tidak akan bertanya siapa gadis itu untuk sekarang ini tapi aku hanya tidak ingin kau mengalami luka yang sama ketika kau mencintai Kang Haesa, Kyuhyun. Jadi, kumohon, untuk-kali tolong pakai akal sehat-mu. Percuma kau kuliah juruan hukum dengan IQ tinggimu, jika akhirnya kau malah menjadi orang bodoh ketika jatuh cinta,” tutur Ahra lagi.

Kyuhyun masih terdiam menatap kosong pada Ahra. Ucapan Ahra hanya terdengar oleh satu telinga. Bahkan ketika Ahra mencium pipinya dan berjalan keluar kamar Kyuhyun, pria itu sama sekali tidak bergerak dari posisinya. Rasanya Kyuhyun sedang ditampar oleh kenyataan yang sangat sulit untuk diterima akal sehat.

Kyuhyun tersadar setelah wajahnya mulai terasa dingin oleh udara malam Seoul. Bahkan salju pun mulai turun. Kyuhyun menarik nafas panjang. Ia mengulurkan tangan kirinya dan membiarkan telapak tangannya terasa dingin oleh salju yang jatuh.

Kyuhyun menatap setiap untaian salju yang jatuh diatas telapak tangannya. “Jatuh cinta lagi?” gumam Kyuhyun pelan.

Kemudian dalam pikirannya, Kyuhyun menambahkan. Apa aku jatuh cinta dengan Choi Siwon? Itu tidak mungkin, kan? Benar kan?

*****

Changmin melemparkan bantal tepat diwajah Siwon. “Hapus senyuman menyeramkanmu itu, Choi Siwon. Kau membuatku bergidik ngeri. Tidak peduli kalau saat ini kau sedang tergila-gila karena cinta. Heck, itu bahkan membuatku tambah ngeri hanya dengan membayangkannya.”

Siwon meraih bantal yang dilempar Changmin dan memeluknya erat. Ia duduk di kursi meja kerjanya, sedangkan Changmin mengambil-alih tempat tidurnya. Sepupunya itu sengaja menginap karena ingin mendengarkan cerita Siwon. Tapi yang Changmin dapat hanyalah ekspresi tersenyum Choi Siwon yang menyeramkan. Oh, bahkan jika Changmin tidak tahu kalau Siwon sedang jatuh cinta pada seorang Cho Kyuhyun, ia mungkin akan menganggap Siwon telah membuat satu perusahaan saingan Choi Group jatuh bangkrut.

Changmin memutar bola matanya melihat Siwon hanya tertawa kecil mendengar omelannya. Oh Tuhan, aku tidak akan pernah terbiasa dengan Choi Siwon yang sedang jatuh cinta.

“Jadi, bagaimana?” tanya Changmin.

Siwon menatap Changmin dengan masih tersenyum lebar. “Apanya?”

Cinta membuat seorang Choi Siwon menjadi orang yang sangat bodoh. Aku harus mencatat itu, pikir Changmin. Ia menarik nafas panjang. Rasanya ini jauh lebih sulit ketimbang membujuk Siwon menyetujui setiap proposalnya.

“Cho Kyuhyun. Apa kau sudah yakin dengan perasaanmu itu? Kau bilang ingin menyakinkan hatimu dulu makanya saat melihatmu bicara dengan Kyuhyun, aku sengaja langsung pulang. Jadi, bagaimana pembicaraan kalian? Apa cukup menyakinkan perasaanmu padanya?” tanya Changmin.

Changmin perlu memberikan penjelasan mengenai pertanyaannya karena ia takut Siwon kembali bertanya dengan bodohnya.

Siwon tersenyum dan menarik nafas. “Kurasa aku masih perlu waktu untuk meyakinkan hingga seratus persen. Walaupun kupikir, ciuman itu pun cukup….”

“Ci-ciuman?!!” seru Changmin dengan mata membesar.

Siwon menatapnya dengan ekspresi polos dan mengangguk. “Kenapa? Apa aku tidak boleh menciumnya?”

Changmin menatap ekspresi Siwon selama beberapa detik lalu menggeleng. “Tidak! Tidak apa-apa. Ciuman? Itu bagus. Jadi, kau menyukai ciuman itu? Bagaimana rasanya mencium seorang pria?”

“Sama saja ketika kau mencium seorang gadis,” jawab Siwon cepat.

Changmin mengerutkan wajahnya. Eck, dia bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana mencium seorang pria. Tapi Choi Siwon dengan mudah mengatakan bahwa sensasinya sama ketika mencium seorang gadis. Changmin tidak akan mencium gadis manapun hingga jawaban itu menghilang dari ingatannya.

“Kurasa kau benar-benar menyukai Cho Kyuhyun.”

“Kau pikir begitu?!”

Changmin mendesis. “Ya! Selamat Choi Siwon! Akhirnya, kau bisa merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta pada seorang manusia, bukannya pada pekerjaan!!”

Tidak peduli kalau manusia itu berjenis kelamin laki-laki.

*****

Joonmyeon menghela nafas. Ia menatap syal berwarna merah yang diberikan Sara padanya. Sara meminta tolong agar Joonmyeon memberikan syal tersebut pada Yifan. Syal yang hampir sama yang dimiliki oleh Joonmyeon. Tentu saja, Sara tidak membeli syal yang sama. Syal rajut berwarna merah untuk Yifan dan sweater berwarna putih gading untuk Joonmyeon. Tapi memang tidak dipungkiri, Sara membeli syal yang mirip dengan punya Joonmyeon.

Joonmyeon menatap pintu kayu dihadapannya. Kemudian ia mengangkat tangan dan mengetuk beberapa-kali. Terdengar suara Yifan untuk menyuruh masuk. Well, siapapun itu.

Joonmyeon menarik nafas sekali lagi sebelum membuka pintu. Ia membuka sedikit dan melihat Yifan sedang memasukkan beberapa pakaian kedalam tas besarnya. Well, sepertinya Yifan tidak akan lama tingga di Guangzhou.

Syukurlah.. Eh?

Joonmyeon ingin sekali memukul kepalanya, tapi Yifan berbalik dan menatapnya dengan tenang. “Ada apa, Joon?”

Joonmyeon mungkin sering mendengar orang-orang memanggilnya dengan sebutan Joon, tapi cara Yifan memanggilnya begitu berbeda. Oh, fokus Kim Joonmyeon!

Joonmyeon berjalan masuk dan menghampiri Yifan. Kemudian ia menyodorkan syal berwarna merah itu. “Mom memintaku untuk memberikannya padamu.”

Yifan tersenyum dan mengambil syal itu. “Terima kasih. Ada lagi?”

Joonmyeon menggeleng. Yifan mengangguk lalu menaruh syal tersebut diatas tempat tidur dan meneruskan mengepak beberapa pakaiannya lagi. Joonmyeon masih berdiri di posisinya dan memandangi punggung Yifan.

Usia mereka sama, walaupun Joonmyeon lebih tua beberapa bulan dari Yifan, tapi kenapa postur tubuh mereka sangat berbeda jauh. Rasanya, sejak kecil Joonmyeon selalu rajin minum susu, makan protein dan berolahraga, tapi tubuhnya masih saja kecil seperti sekarang. Heck, bahkan postur Joonmyeon sekarang tidak berbeda jauh dengan postur tubuhnya ketika SMP.

Berbeda dengan Yifan.

Joonmyeon menghela nafas panjang. Yifan sedikit menoleh dan sedikit terkejut melihat Joonmyeon masih berada di kamarnya.

“Kupikir kau tidak ada keperluan lainnya?” tukas Yifan.

Joonmyeon menatap Yifan dengan gugup. “Eh? Ma-maaf.. aku akan segera keluar.”

“Tidak apa-apa. Lagipula ada yang ingin kuberikan padamu,” ucap Yifan dengan cepat sebelum Joonmyeon memutuskan keluar dari kamarnya.

Yifan kemudian mengambil sebuah kanvas berukuran sedang yang telah selesai dilukisnya. Ia memberikannya pada Joonmyeon. “Untukmu.”

“U-untukku?” Joonmyeon mengambil kanvas tersebut dan mengamati gambar yang dilukis oleh Yifan. Joonmyeon mengenali gambar itu.

Lukisan tersebut hampir sama dengan lukisan Yifan yang sebelumnya dirusak oleh orang yang tidak bertanggung-jawab. Lukisan malaikat yang juga pernah dilihatnya beberapa hari lalu. Dan Yifan memberikan lukisan itu untuknya.

Joonmyeon masih memperhatikan lukisan tersebut. Well, Yifan memang sangat pandai melukis. Rasanya, tidak sia-sia Joonmyeon tetap memaksa Yifan untuk memasukan aplikasi UAL tersebut. Di masa depan, Yifan mungkin akan menjadi pelukis yang sangat terkenal. Sedangkan Joonmyeon, mungkin akan selalu sibuk dibalik meja kantor.

Perkiraan masa depan yang berbanding terbalik. Yifan dengan apa yang menjadi bakat dan passionnya, sedangkan Joonmyeon dengan apa yang harus menjadi tanggung-jawabnya.

Yifan menyadari perubahan ekspresi Joonmyeon. Saat melihat lukisannya, Joonmyeon tersenyum bahagia. Kini, senyuman itu bahkan tidak mencapai matanya. Yifan menarik nafas dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Ia berusaha menahan diri untuk tidak menyentuh Joonmyeon.

Joonmyeon sudah mengatakan bahwa dia tidak bisa menerima perasaan Yifan. Baik sekarang ataupun setahun kemudian. Jadi, Yifan mungkin akan berusaha untuk menghapuskan perasaannya itu. Paling tidak, Joonmyeon bisa merasa bahagia.

“Joon…”

Joonmyeon sontak mengangkat kepalanya. Ia tersenyum tipis pada Yifan. “Terima kasih. Lukisannya sangat indah.”

Yifan mengangguk.

Joonmyeon sekali lagi tersenyum dan menarik nafas. “Baiklah, sebaiknya aku keluar. Kau harus segera tidur untuk penerbangan besok pagi. Sekali lagi, terima kasih atas lukisannya. Selamat malam, Yifan.”

Kemudian Joonmyeon bergegas keluar kamar Yifan. Tanpa sadar, Joonmyeon menutup pintu kamar dengan sedikit kasar. Yifan menghela nafas dan duduk di tepi tempat tidurnya. Ia menatap syal merah disisinya.

“Selamat malam, Joon.”

*****

Joonmyeon terbangun dengan suara bising jam wekernya. Ia mengerang jengkel dan meraih jam tersebut untuk mematikan alarm-nya kemudian melemparnya disisi lain tempat tidur. Mata Joonmyeon masih terpejam. Selama dia sibuk memikirkan dimana memajang lukisan Yifan, sampai akhirnya dia menyerah dan menyimpan lukisan itu diatas meja belajarnya. Mungkin Joonmyeon bisa meminta pendapat Sara.

Ah, omong-omong soal Sara dan Yifan, Joonmyeon teringat kalau Yifan harus pergi ke bandara pukul delapan pagi dan dia janji akan ikut bersama Sara untuk mengantarkan Yifan.

Bandara!

Joonmyeon sontak bangun dan meraih jam wekernya. Sudah pukul setengah sepuluh. Sara dan Yifan pasti sudah pergi tanpa dirinya. Joonmyeon mengerang kesal dan menjatuhkan tubuhnya. Ia menarik nafas panjang dan meraih ponselnya.

Ada empat pesan.

From: Mom

Joon, Mom dan Yifan sudah berangkat ke bandara. Jika kau sudah bangun, di meja makan sudah ada sarapan. Cuci wajah dan sikat gigi dulu sebelum makan, mengerti? Nanti siang, kita makan siang diluar ya.. ^^

Joonmyeon menghela nafas. Kemudian ia membaca pesan kedua.

From: Baekhyun

Joon-ah, siapkan paspor-mu. Nanti jam sepuluh, aku dan Kyungsoo akan ke rumah untuk mengambilnya. Cepat bangun!!

Joonmyeon mendesis. Baekhyun selalu mengira kalau Joonmyeon selalu bangun siang kalau liburan. Walaupun tidak sepenuhnya kebohongan, tapi tidak selalu.

From: Appa

Mom bilang hari ini kalian akan makan siang bersama. Bersenang-senanglah..

Joonmyeon mengernyit. Tidak biasanya Appanya mengirim pesan.

From: Yifan

Aku akan merindukanmu. Sampai jumpa tiga hari lagi…

Joonmyeon terdiam membaca pesan terakhir tersebut. Ia bahkan terus membacanya sampai sepuluh menit. Well, Joonmyeon sama sekali tidak mengira kalau Yifan akan mengiriminya pesan seperti itu.

Joonmyeon menarik nafas dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Joonmyeon meringkuk dibalik selimut dan kembali membaca pesan dari Yifan.

Untuk sepuluh menit.

*****

Kyuhyun menghela nafas lega begitu palu keputusan telah diketuk. Sesuai dugaannya Choi Group memenangkan kasus dengan Kim Jinhyeok. Walaupun begitu Choi Siwon memberikan pertimbangan akhir dengan membuat surat kontrak baru dengan Kim Jinhyeok mengenai lahan di Incheon tersebut. Hakim mengatakan bahwa mereka bisa memutuskannya diluar persidangan.

Kyuhyun menatap kearah Kim Jinhyeok dengan pengacaranya. Pria paruh baya itu terlihat begitu kecewa dengan keputusan hakim tersebut. Dan Kyuhyun sangat bersyukur karena Kim Jinhyeok tidak mengajukan banding. Hell, Kyuhyun akan terlalu sibuk mulai minggu berikutnya dengan kasus Seon Hwan. Kyuhyun bahkan belum sempat melihat data yang diberikan Haneul padanya.

Hahh… Kyuhyun membutuhkan liburan sebelum sidang berikutnya.

Siwon memperhatikan Kyuhyun yang memejamkan matanya dan menarik nafas dengan teratur. Wajah pengacara tersebut begitu kelelahan, sepertinya tadi malam Kyuhyun tidak tidur dengan nyenyak. Siwon lalu melirik kearah Kim Jinhyeok.

Siwon menarik nafas lalu bangkit. Ia berjalan menghampiri Kim Jinhyeok. Siwon mengulurkan tangannya. Namun, Kim Jinhyeok tidak menyambutnya. Siwon menarik kembali tangannya. “Walaupun dalam sidang mengatakan Choi Group tidak perlu mengganti surat kontrak yang ada, tapi Kakekku mengatakan bahwa sepertinya Choi Group perlu membuat surat kontrak baru. Jika anda bersedia, kita bisa bertemu lagi untuk membicarakannya.”

Kim Jinhyeok menatap Siwon dengan lekat. Kemudian ia melirik pada pengacaranya. “Urus itu dengan pengacaraku, Choi Siwon-sshi.” Lalu Kim Jinhyeok berjalan meninggalkan ruang persidangan.

Siwon tersenyum tipis dan menatap Kim Jinhyeok hingga benar-benar keluar dari ruangan tersebut. Siwon lalu memandang pengacara Kim Jinhyeok yang masih berdiri dihadapannya.

“Hubungi Choi Group secepatnya, Pengacara Han,” kata Siwon.

Pengacara Han mengangguk. “Terima kasih, Choi Siwon-sshi.”

Siwon mengangguk lalu kembali menghampiri Kyuhyun yang dipikirnya sedang tertidur karena pengacara itu masih memejamkan matanya. Siwon menyentuh bahu Kyuhyun. Sontak Kyuhyun membuka matanya dan menatap Siwon.

“Kupikir kau tertidur. Ayo keluar,” ucapnya.

Kyuhyun menghela nafas dan memasukkan semua dokumen diatas meja kedalam tas kerjanya. Kyuhyun lalu berjalan keluar tanpa memperdulikan Siwon yang memandanginya dengan aneh. Siwon mengikuti Kyuhyun dari belakang untuk berjaga-jaga seolah Kyuhyun bisa jatuh kapan saja.

Well, itu memang terjadi.

Ketika Kyuhyun hendak menuruni anak tangga, dia salah mengambil langkah dan hampir saja terjatuh dan kemungkinan besar akan dibawa ke rumah sakit jika Siwon tidak cepat-cepat menarik lengannya. Lift gedung persidangan sedang mengalami perbaikan, jadi mereka harus menggunakan tangga untuk menuju lantai tiga dimana ruangan persidangannya.

Kyuhyun sedikit terkejut dan terpaksa bersandar pada Siwon yang menjaganya dibelakang. Kedua tangan Siwon memegang erat lengan Kyuhyun dan menjaganya agar tidak kehilangan keseimbangan. Kyuhyun tersadar dengan cepat lalu menarik diri. Ia menggumamkan terima kasih lalu kembali menuruni anak tangga.

Siwon bergegas mengejar Kyuhyun. Sepertinya hari ini pikiran Kyuhyun sedang berada di tempat lain. Selama persidangan, Kyuhyun sering-kali melamun memikirkan sesuatu. Cukup beruntung karena ia selalu tersadar dengan cepat begitu hakim melontarkan pertanyaan padanya. Ditambah, tadi dia hampir saja terjatuh. Siwon tidak akan mengambil resiko lainnya.

Diluar gedung persidangan, Siwon menahan lengan Kyuhyun. “Kau baik-baik saja?”

Kyuhyun menarik lengannya dengan cepat. Ia mengangguk kecil. “Aku baik-baik saja, Direktur Choi.”

Siwon terdiam sejenak ketika Kyuhyun kembali memanggilnya dengan sebutan Direktur Choi. Well, hubungan keduanya sebagai pengacara dan klien telah berakhir setelah ketukan palu terakhir tadi, tapi bukankah mereka sudah sepakat tidak akan menggunakan panggilan professional itu lagi.

“Tapi yang kulihat adalah sebaliknya, Kyuhyun-sshi. Apa semalam kau tidur dengan baik?” tanya Siwon lagi.

Kyuhyun menarik nafas. Ia tidak bisa menatap Siwon tepat pada matanya. Entah kenapa, sejak pagi ini Kyuhyun merasa gugup untuk persidangan terakhir. Mungkin karena kemarin, Siwon dengan tidak sadar mengatakan perasaannya pada Kyuhyun. Selain itu, ucapan Ahra mengenai dirinya yang sedang jatuh cinta lagi masih terbayang dalam benaknya.

Oh, ya Tuhan..

Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun dengan begitu lekat. Ia bisa melihat gurat kelelahan disana. Mungkin semalam Kyuhyun tidak tidur dengan baik lagi karena pekerjaannya. Siwon menghela nafas lalu menarik tangan Kyuhyun lagi. Keduanya menuruni anak tangga dengan hati-hati dan Siwon menarik Kyuhyun ke mobilnya.

Siwon membuka pintu penumpang. “Masuklah.”

“Aku membawa mobilku sendiri, Direktur Choi. Lagipula aku harus kembali ke kantor. Masih banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan,” ucap Kyuhyun.

Siwon mengeluarkan ponselnya. Ia menekan nomor dengan cepat dan menunggu hingga panggilan telepon tersambung. Kyuhyun menarik nafas dan menghembuskannya perlahan. Kemudian ia hendak berjalan menuju mobilnya sendiri, tapi Siwon menahan pergelangan tangannya.

“Selamat pagi, Pengacara Kang. Ah, ya persidangannya lancar. Terima kasih pada Pengacara Cho Kyuhyun, kami memenangkan kasus ini. Aku tahu bahwa kontrak Choi Group dengan firma hukum anda berakhir setelah hasil putusan sidang dibacakan. Tapi bisakah aku meminta bantuan Pengacara Cho untuk membuat kontrak baru antara Choi Group dengan Kim Jinhyeok. Kakekku memutuskan untuk membuat kontrak baru yang akan disepakati oleh kedua-belah pihak. Tentu saja, anda bisa menghitung dana tambahannya. Kakek tidak akan keberatan untuk mengeluarkan sedikit lebih banyak.”

Kyuhyun menatap Siwon dengan jengkel. Setelah dia merasa lega karena tidak perlu berhubungan dengan keluarga Choi lagi, kini Siwon malah membuat waktu penderitaannya lebih lama. Oh, beranikah Kyuhyun mengatakan bersama dengan Siwon adalah sebuah penderitaan?

Siwon tersenyum mendengar ucapan Pengacara Kang. “Terima kasih Pengacara Kang.” Siwon memutuskan sambungan telepon dan kembali menatap Kyuhyun. “Masuklah.”

Kyuhyun memutar bola matanya. “Lalu mobilku?”

“Akan kusuruh orang untuk mengambilnya.”

Kyuhyun mendesis dan menarik tangannya. Ia lalu memanjat masuk kedalam mobil Siwon. Sepertinya hari ini Kyuhyun perlu banyak bersabar. Siwon menutup pintu lalu bergegas menuju pintu driver. Walaupun Siwon tidak tahu apa yang sebenarnya tengah dilakukannya, setidaknya dia mempunyai sedikit waktu lebih lama bersama Kyuhyun.

Siwon melirik Kyuhyun yang belum memakai seatbeltnya. Dengan sedikit mencondongkan tubuhnya, Siwon menarik seatbelt dan memasangkannya. Kyuhyun sontak menahan nafas mendapati wajah Siwon tepat dihadapannya. Dan ketika Siwon kembali duduk di kursinya, Kyuhyun mulai bernafas lagi.

Siwon memasang seatbelt dan menyalakan mesin mobil. Sesaat kemudian, Siwon melajukan mobil audi hitam miliknya tersebut.

*****

Joonmyeon menyodorkan paspornya pada Baekhyun dan duduk disebelah Kyungsoo. Well, sepertinya ia benar-benar ikut liburan bersama teman-temannya ke Thailand. Jujur saja, menurut Joonmyeon, itu adalah sebuah keajaiban. Selama ini Appanya hampir tidak pernah mengijinkan Joonmyeon pergi liburan bersama teman-temannya. Bahkan untuk pergi ke Busan atau Pulau Jeju, Joonmyeon harus membujuk Appanya ratusan kali. Paling parah, Joonmyeon terpaksa meminta bantuan Kakeknya untuk bicara pada Appanya.

Joonmyeon memperhatikan Baekhyun yang menghitung jumlah paspor yang sudah ditangannya. Ada enam paspor. Dan Joonmyeon tidak tahu siapa lagi yang ikut selain Kyungsoo, Baekhyun dan Yixing –oh, itupun kalau Yixing benar-benar ikut.

“Siapa saja yang ikut?” tanya Joonmyeon.

Baekhyun menatap Joonmyeon dan berpikir sejenak. “Kau, aku, Kyungsoo, Jongdae. Yixing mungkin akan ikut karena dia sudah memberikan paspornya, walaupun aku agak sangsi. Dan Park Chanyeol, tetangga Do Kyungsoo.”

Joonmyeon melirik Kyungsoo. “Park Chanyeol? Anggota Dewan Siswa dari kelas Seni?”

Kyungsoo mengangguk. “Dia mendengar kalau aku akan pergi liburan dari ibuku. Lalu tiba-tiba saja dia datang menemuiku dan memberikan paspornya. Dia bilang ingin ikut. Baekhyun tidak keberatan.”

Joonmyeon mengernyit. “Memang tidak apa-apa?”

“Kurasa tidak apa-apa. Lagipula dia tidak terlalu sering membuat masalah dengan kelas Musik. Mungkin karena dia anggota Dewan Siswa, jadi dia tidak ingin terlibat masalah yang bisa mencoreng reputasi Dewan Siswa. Lagipula, Soo sedikit memaksaku untuk membiarkan Park Chanyeol ikut bersama kita,” tukas Baekhyun.

Kyungsoo melempar bantal sofa kearah Baekhyun. Tapi hal itu malah membuat Baekhyun tertawa. Joonmyeon memperhatikan keduanya dan berpikir kalau Baekhuun mengetahui sesuatu mengenai Kyungsoo. Dan berkaitan dengan Park Chanyeol.

“Uhm, aku memikirkan sesuatu. Tapi aku tidak yakin, jadi bisa jelaskan padaku apa yang terjadi? Kau sepertinya mengetahui sesuatu Baekhyun-ah,” tanya Joonmyeon.

Baekhyun menyeringai. “Soo membuatku bersumpah untuk tidak mengatakan apapun sampai waktunya tiba. Tapi Joon-ah, kau bisa berpikir apapun sesukamu mengenai Do Kyungsoo dan Park Chanyeol.”

“YAK!! Byun Baekhyun!!”

Baekhyun kembali tertawa walaupun Kyungsoo melemparinya terus menerus dengan bantal sofa yang bisa diraihnya. Baiklah, sepertinya apa yang dipikirkan Joonmyeon sedikit ada benarnya –melihat reaksi marah Kyungsoo.

Oh, Joonmyeon bahkan tidak mengetahui kalau Kyungsoo ternyata mempunyai perasaan seperti itu –seperti perasaan Yifan. Selama mereka berteman, Kyungsoo tidak pernah memperlihatkan emosinya jika dia menyukai seseorang. Kyungsoo terlalu pandai menyembunyikan emosinya melalui ekspresi wajahnya. Tapi Joonmyeon merasa sedikit dikhianati.

Selama ini, Joonmyeon mengatakan mengenai Yifan pada Kyungsoo dan semua respon Kyungsoo terdengar begitu masuk akal. Kyungsoo menyuruh Joonmyeon untuk memastikan perasaannya dan perasaan Yifan yang sebenarnya sebelum semuanya terlambat. Tapi kenyataannya, Kyungsoo mempunyai perasaan pada Park Chanyeol, yang seorang pria juga.

“Joon-ah, aku butuh minuman. Bocah menyebalkan ini membuatku emosiku menjadi naik,” seru Kyungsoo sembari berdiri.

Joonmyeon tersentak dan ikut berdiri. Kemudian Joonmyeon menatap Baekhyun yang berusaha mengatur nafasnya setelah Kyungsoo menyerangnya habis-habisan. “Kau mau sesuatu, Baek?”

“Bawakan aku apa saja, Joon. Dan pastikan Kyungsoo tidak memasukkan racun kedalam minumanku, okay?”

Joonmyeon mengangguk dan menyusul Kyungsoo yang sudah berjalan ke dapur. Joonmyeon melihat Kyungsoo mengeluarkan botol minuman dari lemari pendingin dan menuangkannya kedalam tiga gelas. “Kau punya racun tikus, Joon?”

Joonmyeon berjengit. Kyungsoo kalau sudah marah, bisa sangat menyeramkan. Berbeda jauh dengan wajahnya yang terlihat seperti anak polos. “Sayangnya sudah habis, Soo.”

Kyungsoo menegus habis minuman di salah satu gelas. “Ya, sayang sekali.”

Joonmyeon menghampiri Kyungsoo dan mengambil botol minuman lalu mengisi ulang gelas yang dipegang Kyungsoo.

“Maaf, tidak memberitahumu sebelumnya,” ucap Kyungsoo.

Joonmyeon menghela nafas lalu mengembalikan botol minuman itu kedalam lemari pendingin. “Lalu kapan rencananya kau memberitahuku? Apa hanya aku yang belum mengetahuinya? Atau Baekhyun satu-satunya yang mengetahuinya?”

“Byun Baekhyun itu sangat licik. Dia mengetahuinya sekitar tiga bulan lalu. Itu pun tidak sengaja karena kami bertemu di Mall. Awalnya aku juga sama seperti dirimu. Aku sangat yakin bahwa aku tidak menyukai laki-laki. Tapi Chanyeol, dia begitu menyebalkan. Itulah kenapa aku mengatakan padamu untuk memastikan perasaanmu yang sesungguhnya, Joon. Apapun keputusan yang kau ambil mengenai perasaan Yifan akan mempengaruhi kehidupanmu selanjutnya,” tutur Kyungsoo.

Joonmyeon menatap Kyungsoo dengan lekat. Kyungsoo menarik nafas panjang dan mengangkat kepalanya.

“Percayalah, aku sudah mengalaminya terlebih dahulu,” ucap Kyungsoo lagi.

Joonmyeon terdiam untuk beberapa saat. “Lalu apa kau dan Chanyeol sekarang adalah…”

Kyungsoo tersenyum tipis dan menggeleng. “Kami tidak terikat hubungan apapun. Dia menyukaiku, aku menyukainya. Hanya itu. Lagipula dibalik wajah menyebalkannya itu, Park Chanyeol mempunyai pemikiran yang sangat berbeda. Mungkin karena kami telah menjadi tetangga selama bertahun-tahun, aku bisa memahaminya. Berbeda dengan kau dan Yifan. Jadi, pikirkanlah dulu, okay?”

Joonmyeon mengangguk lalu tersenyum.

“Terima kasih, Soo.”

Kyungsoo menyeringai. “Bukan masalah besar. Oh, jika kau tidak punya racun tikus, kau mempunyai stok garam, bukan?”

*****

Kyuhyun mengernyit ketika Siwon membawanya ke Legiun, mall besar milik Choi Group yang sangat terkenal hingga banyak brand-brand fashion terkenalingin sekali membuka tokonya di mall tersebut. Kyuhyun memperhatikan Siwon yang sedang memberikan kunci mobil Kyuhyun pada orang yang akan mengambil mobilnya di pengadilan.

Kemudian Siwon menghampiri Kyuhyun dan tersenyum. “Ayo masuk..”

“Kau bilang ingin membuat kontrak baru dengan Kim Jinhyeok. Lalu kenapa kita pergi kesini?” tanya Kyuhyun.

“Setiap hari Senin dan Kamis, aku dan Changmin selalu pergi ke Legiun untuk melakukan beberapa monitoring. Terkadang kami pergi bersama, terkadang aku dan Changmin pergi secara bergantian. Hari ini giliranku, karena Changmin sedang ada meeting dengan rekan kerja kami. Untuk hari ini, aku hanya akan memeriksa ice-rink yang akan segera dibuka dalam satu bulan kedepan. Setelah itu, kita bisa makan siang dan membicarakan masalah kontrak baru,” jelas Siwon.

Walaupun Kyuhyun sedikit lega karena Siwon masih dalam kondisi bekerja, tapi apakah harus dia ikut ke Legiun. Jika mereka akan membicarakan masalah kontrak baru, Siwon bisa meminta Kyuhyun bertemu disaat makan siang atau membuat janji dilain hari.

Siwon masih tersenyum dan mengulurkan tangannya. “Jadi, mau ikut bersamaku?” Oh, baiklah. Siwon terdengar seperti hendak melamar Kyuhyun atau semacamnya. Tapi Siwon tidak mempedulikan apapun saat ini.

Kyuhyun menghela nafas. “Tunjukkan jalannya,” ucapnya tanpa menyambut uluran tangan Siwon.

Siwon menarik kembali tangannya lalu berjalan memasuki Legiun. Kyuhyun mengikutinya. Legiun sama besarnya yang Kyuhyun ingat. Dia pernah beberapa-kali pergi ke mall besar itu bersama Ahra atau bertemu klien di salah satu restaurant di Legiun. Dan kini Kyuhyun kembali datang ke Legiun, bersama pemiliknya. Siapa yang menyangka?

Saat menuju lokasi ice-rink yang berada ditengah-tengah Legiun, Siwon beberapa-kali memasuki toko-toko dan bicara singkat dengan pegawainya. Kyuhyun dengan begitu patuh mengikuti Siwon dan berusaha untuk tidak kehilangan arah. Well, cukup memalukan jika ia tersesat didalam mall. Selain itu, Kyuhyun melihat sisi lain dari seorang Choi Siwon.

Kyuhyun bisa melihat kalau Choi Siwon adalah tipe worker-holic yang sangat mementingkan pekerjaan dan perusahaan. Tapi dibalik sikap aneh dan menyebalkannya, Siwon adalah tipe atasan yang sangat memperhatikan kondisi pegawai-pegawainya. Saat mereka berhenti di beberapa toko, Siwon mendengarkan mengenai keluhan dan saran yang diberikan oleh pegawainya. Mungkin inilah gunanya pria Choi itu turun langsung untuk memonitoring. Dia bisa mendengarkan apa-apa saja yang bisa dirubah menjadi lebih baik.

Setelah hampir satu jam berkeliling Legiun, akhirnya Siwon dan Kyuhyun sampai di area ice-rink. Kondisinya sudah hampir sempurna dan siap untuk dibuka dan semua pengunjung bisa menikmati fasilitas tersebut.

“Ayo ganti sepatumu,” tukas Siwon.

Kyuhyun sontak menatapnya. “Ganti sepatu? Maksudnya?”

“Kita harus memeriksa es-nya. Untuk bagian luar, aku akan mendapatkan laporannya. Tapi aku harus memeriksa sendiri bagian arena es-nya. Jadi, ayo ganti sepatumu,” ujar Siwon sembari menuju counter untuk menyewa sepatu luncur.

Siwon memasuki bagian dalam counter tersebut dan menuju bagian sepatu luncur. Kyuhyun mengikutinya dengan sedikit gugup. Pasalnya, Kyuhyun tidak terlalu pandai untuk meluncur diatas es. Jika dia diajak bermain ski atau snowboarding, Kyuhyun tidak akan menolak. Tapi berbeda dengan ice-skating.

Siwon mengambil dua pasang sepatu sesuai dengan ukuran dirinya dan Kyuhyun. Lalu ia mengambil sarung tangan pengaman. Siwon menatap Kyuhyun dan tersenyum. “Duduk disana,” ujar Siwon sembari menunjuk deretan kursi kayu.

Kyuhyun ingin sekali bicara kalau dia tidak bisa bermain ice-skating, tapi Siwon tidak memberikan kesempatan. Pria Choi itu menyuruhnya duduk di kursi kayu dan berlutut dihadapannya.

“A-apa yang kau lakukan?” seru Kyuhyun.

“Mengganti sepatumu, tentu saja,” ucap Siwon sembari membuka sepatu Kyuhyun.

Kyuhyun menarik kedua kakinya. “Aku bisa melakukannya sendiri. La-lagipula aku tidak bisa bermain ice-skating.”

Siwon mengangkat kepalanya dan menatap Kyuhyun dengan lekat. “Kau tidak bisa bermain ice-skating?”

Kyuhyun menggeleng.

“Bahkan hanya untuk berdiri diatas es? Kau juga tidak bisa?”

“Kalau hanya berdiri, aku mungkin bisa. Tapi kalau untuk meluncur…”

Siwon tersenyum lagi. “Kita tidak akan meluncur. Hanya memeriksa esnya. Jika kau bisa berdiri, itu sudah cukup. Lagipul ada aku, bukan? Kemarikan kakimu.”

“Aku bisa menggantinya sendiri. Kau ganti sepatumu saja,” ucap Kyuhyun dengan cepat.

Siwon menatap Kyuhyun lalu mengangkat bahunya. “Baiklah, geser sedikit.”

Siwon lalu duduk disebelah Kyuhyun dan mulai melepaskan sepatunya. Kyuhyun memperhatikan Siwon lalu melepaskan sepatunya dan memakai sepatu skating yang diberikan Siwon. Anehnya, Siwon tidak bertanya mengenai ukuran sepatunya tapi sepatu itu ternyata sangat pas. Kyuhyun memeriksa sepatunya beberapa-kali agar benar-benar terpasang dengan benar.

Ini adalah pengalaman ke-tiganya berdiri di arena ice-rink. Dua pengalaman sebelumnya, benar-benar meninggalkan trauma yang membuat Kyuhyun selalu menghindari ice-rink. Bahkan beberapa-kali Hyukjae dan rekan kerja lainnya mengajaknya pergi bermain ice-skating, Kyuhyun selalu menolak. Tapi anehnya, Siwon tidak perlu bersusah payah untuk membujuknya.

“Kau ingin memakai sarung tangan pengaman?” tanya Siwon.

Kyuhyun mengangkat kepala dan melihat Siwon sudah berdiri dihadapannya dengan menggunakan sepatu skating. Haruskah memakai sarung tangan? Mereka hanya berdiri dan mungkin berjalan sedikit. Siwon bilang mereka tidak akan meluncur, jadi seharusnya tidak apa-apa.

Kyuhyun menggeleng.

“Baiklah. Tinggalkan tas dan sepatumu disini saja. Lagipula tidak akan ada orang iseng yang akan mengambilnya. Ayo..” Sekali lagi, Siwon mengulurkan tangannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun menatap tangan Siwon lalu menarik nafas panjang. Dengan sedikit ragu, Kyuhyun menyambut tangan Siwon. Pria Choi itu lalu membantunya untuk berdiri dan berjalan memasuki ice-rink. Langkah Kyuhyun terhenti ketika dihadapannya ia melihat lapisan es tebal yang begitu luas. Mungkin ukuran ice-rink tersebut setara dengan lapangan futsal atau bahkan lebih luas lagi.

Siwon memperhatikan setiap ekspresi Kyuhyun. Ia tidak memaksa Kyuhyun untuk bergegas memasuki ice-rink. Siwon menunggu hingga Kyuhyun benar-benar yakin.

“Apa kau tidak mau masuk ke ice-rink?” tanya Siwon lembut.

Kyuhyun hanya menatap Siwon.

“Kalau kau tidak bisa, kembali duduk dan ganti sepatumu. Aku akan berkeliling sebentar untuk memeriksa es-nya sendiri,” ucap Siwon yang kemudian hendak melepaskan tangan Kyuhyun.

Tapi Kyuhyun semakin mengeratkan genggaman tangannya dan berjalan masuk kedalam ice-rink. Kyuhyun hampir menahan nafas ketika kedua kakinya kini berdiri diatas lapisan es. Well, dengan bantuan Siwon tentu saja. Siwon menggenggan erat tangannya dan menjaga agar tubuh Kyuhyun tidak goyah. Kyuhyun menarik nafas perlahan dan menatap Siwon yang tersenyum padanya.

“Kau bisa mendapatkan keseimbanganmu?” tanya Siwon. Kyuhyun mengangguk. “Kalau begitu, kita akan mulai berjalan perlahan, okay? Perhatikan caraku berjalan. Aku akan selalu menjagamu, jadi tenang saja.”

Siwon mulai berjalan dan menarik Kyuhyun ikut bersama. Sampai sejauh ini, Kyuhyun terlihat bisa mengikuti setiap gerakan kakinya dengan baik. Kyuhyun juga mulai terlihat tenang dan menikmati moment tersebut. Hanya saja, ketika mereka hampir berada ditengah arena, Kyuhyun kehilangan keseimbangannya. Cukup beruntung, Siwon menarik tubuh Kyuhyun kedalam dekapannya sebelum pria Cho itu jatuh diatas es.

Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik nafas panjang. Rasanya dia lebih baik menghadapi kasus-kasus berat dibandingkan meluncur diatas es seperti sekarang ini.

“Kau tidak apa-apa, Kyuhyun-sshi?”

Suara Siwon menyadarkan Kyuhyun. Perlahan ia membuka matanya dan menatap Siwon. Heck, Kyuhyun tidak menyadari kalau dia berada dekat sekali dengan Siwon. Selain itu, tangannya juga mencengkram kuat jas dan tangan Siwon. Kyuhyun menggigit bibirnya dan mengangguk kecil.

Ini benar-benar memalukan. Usiamu sudah kepala tiga, tapi masih takut bermain ice-skating? Cho Kyuhyun, kau benar-benar…

“Kurasa ini tidak akan berhasil. Kuantar kau ke pinggir arena. Berpegangan denganku, okay?” ucap Siwon yang terdengar khawatir.

Kyuhyun mengangguk lagi dan Siwon membawanya ke pinggir arena. Kyuhyun lalu melepaskan genggamannya pada Siwon dan beralih pada sebuah pegangan besi. Siwon menarik nafas dan memperhatikan Kyuhyun dengan lekat.

“Tunggu disini, okay? Aku akan meluncur beberapa menit untuk memastikan arena es-nya. Jangan pergi kemanapun, mengerti?” tutur Siwon. Sekali lagi, Kyuhyun mengangguk patuh.

Siwon tersenyum tipis lalu mulai meluncur lagi. Dia akan menyelesaikan pemeriksaan ice-rink tersebut dengan cepat. Awalnya, Siwon pikir dia bisa membuat Kyuhyun merasa rileks dengan meluncur diatas es, tapi siapa sangka kalau Kyuhyun ternyata tidak bisa bermain skating. Siwon mungkin akan men-traktir Kyuhyun makan siang yang enak sebagai rasa penyesalannya. Well, seharusnya Siwon tidak memaksa Kyuhyun untuk tetap ikut meluncur bersamanya.

Kyuhyun memperhatikan Siwon yang meluncur dengan begitu lihai di arena es tersebut. Satu hal lainnya yang membuat Kyuhyun iri. Mungkin seharusnya Kyuhyun tidak berhenti belajar bermain ice-skating walaupun dia jatuh berkali-kali sewaktu dia masih kecil. Tapi kecelakaan waktu dia berusia tujuh tahun diatas ice-rink meninggalkan trauma yang begitu besar. Kyuhyun bahkan tidak pernah keluar sewaktu salju turun selama tiga tahun setelah kecelakaan tersebut.

Perlahan Kyuhyun menyentuh bagian belakang kepalanya. Dibalik rambut coklatnya yang tebal, Kyuhyun masih bisa merasakan sebuah garis lurus sepanjang tiga sentimenter. Bekas luka akibat kecelakaan ice-rink tersebut. Walaupun sebenarnya bukan kecelakaan besar, tapi saat itu Kyuhyun masih terlalu kecil.

Kyuhyun menghela nafas dan menatap lapisan es dibawah kakinya. Namun, itu adalah sebuah kesalahan. Rasa takut itu kembali menyelimuti Kyuhyun. Rasanya Kyuhyun kembali disaat usianya masih tujuh tahun, ketika kecelakaan itu terjadi. Tubuh Kyuhyun bergetar ketakutan dan kemudian jatuh diatas es yang dingin.

Kyuhyun memeluk tubuhnya dengan erat dan memejamkan matanya. Kyuhyun bisa mendengar suara teriakan panic dari orang-orang disekitarnya. Kemudian diikuti oleh suara raungan sirine ambulans yang memekakan telinga. Kyuhyun menutup kedua telinganya. Rasa sakit perlahan mulai muncul. Bermula dari bagian belakang kepalanya kemudian terus menjalari seluruh tubuhnya. Kyuhyun berteriak dengan sangat keras.

Siwon menoleh kearah Kyuhyun begitu mendengar suara teriakan pria tersebut. Siwon terkejut melihat kondisi Kyuhyun yang meringkuk diatas es. Kyuhyun terlihat begitu ketakutan hingga membuat Siwon semakin khawatir. Dengan cepat, Siwon meluncur menghampiri Kyuhyun.

Namun, karena salah melangkah, Siwon terjatuh dan kepalanya membentur lapisan es yang tebal. Siwon merasa semuanya terasa berputar. Ia berusaha untuk bangkit, tapi tubuhnya seakan tidak bisa bergerak. Siwon melihat kearah Kyuhyun yang hanya berjarak sekitar tiga meter dari posisinya jatuh. Kondisi Kyuhyun tidak berubah, bahkan sepertinya jauh lebih buruk.

Siwon mulai merasakan rasa sakit dibagian kepalanya. Kemudian dengan sisa tenaganya, Siwon mengeluarkan ponsel dari saku jas-nya. Ia menekan speed-dial nomor Changmin. Siwon menekan tombol speaker dan berusaha untuk tetap sadar sampai Changmin menjawab teleponnya.

“Ada apa? Kenapa menghubungiku disaat aku sedang meeting dengan Kim Junhyeok? Apa sidangnya sudah selesai? Kita menang, bukan?”

Jika Siwon dalam kondisi baik-baik saja, dia mungkin akan tertawa begitu bahagia dan mengatakan bahwa Choi Group menang. Tapi saat ini kondisinya tidak memungkinkan.

“Min-ah.. tolong Kyuhyun. Kami… Ice-rink.. Legiun. Cepat tolong…”

“Siwon?! Hey, Choi Siwon? Ada apa?! Kenapa kau menyuruhku menolong Kyuhyun? Kau dimana sekarang?!” seru Changmin.

Siwon melirik kearah Kyuhyun lagi. Ia menarik nafas panjang. “Ice-rink, Min.. cepat..”

Kemudian Siwon kehilangan kesadarannya.

*****

NOTE: Selamat Ulang Tahun Mr. No-Longer-Andrew-Choi-but-David-Joseph-Choi hahahaha..

Tapi dirimu akan selalu menjadi Tuan Andrew Choi kekekeke…

Untuk note part ini, maafkan segala ke-absurd-an dan ke-typo-an yang tersebar yaa. Nanti aku coba edit lagi..

Ohya, perkenalkan OTP baru saya, Park Chanyeol – Do Kyungsoo hahaha.. tapi mereka gak akan banyak diceritain koq. Euhm buat Kang Haneul, bakal ada sosok pengganti Kyuhyun. Ayo siapa tebak…?

Hint-nya: Musical Thrill Me kekekeke…

Music: DBSK – Love in The Ice Korean Version

Advertisements

45 thoughts on “[SF] Scarface Part 17

  1. Kok sedih ya kak baca bagian KrisHo 😦
    Apa akhirnya Yifan menyerah? Maksudku, dia menyerah utk memaksakan perasaannya dan membiarkan Joon bahagia gitu :’)
    Ah, Yifaaaaaaaaaan 😥
    Gak tau kenapa baca bagian KrisHo bikin sakit :’

    Wow! WonKyu semakin intim —dan KrisHo kebalikannya—, bahkan Ahra pun meyakini kalau Kyu lagi jatuh cinta. Hebat!
    Tinggal menunggu waktu saja kalau begitu. Itu pun kalau tidak ada halangan —yang sepertinya tidak mungkin tidak ada :(—.
    Ternyata Kyu punya trauma seperti itu. Ah ditunggu deh kelanjutannya kak ^^
    Penasaran sama liburannya Joon sama teman-temannya. Aku pengen tau apa akhirnya waktu liburan itu dia akan mengakui perasaannya ke Yifan? :’)

  2. Apa aku harus perkenalan dlu sebelum komen??!!??!! kkkkkk;) soalnya aku hanya gnti nick-name… 🙂 kayaknya sekarang harusnya Kyu yg meyakinkan hatinya kepada Siwon deh!! haduuh,nggak nyangka kalau Kyu punya trauma kalau dibilang kayaknya agak parah. Apalagi Siwon sampek pingsan gitu, apa nanti kalau Kyu tau, dia akan merasa bersalah, dan malah tambah takut main ice rink…
    d tggu bnget kelnjutannya yaa!!! 😉

  3. Wuahh ternyata kyuhyun punya trauma sedalam itu
    Dan disaat siwon mau membantu kyu, siwon malah jatuh nggak sadarkan diri
    Apa itu bakal ngebuat kyuhyun tambah trauma lagi?

    Wonkyu udh mulai deket walau kyuhyun masih menyangkal perasaannya
    Padahal ahra yg kakak nya aja udh tau kalo adiknya jatuh cinta

    Ditunggu lanjutannya

  4. haiiiiii
    sudah mulai seru hubungan wonkyu…..kyuhyun mulai menyadari perasaannya :):)
    tp kok kenapa ada sedihnya 😦
    kyuhyun trauma dg ice rink< karena pernah jatuh waktu kecil?
    trus gimana kelanjutannya ya?
    ditunggu chapter berikutnya

  5. tadinya mau koment bbrpa hal d part awal.
    tapi setelah liat part akhir lagi2 blank.
    fokus ama kjadian wonkyu d akhir.
    ccckk…sepertinya kyu mang kurang beruntung klo ttg es or salju

  6. daebak,,, salam kenal
    akhinya sider seperti sy bisa ikut komen jg

    ff ini keren pake banget, berasa lebih wow dr drama korea
    hehe
    semoga diera tambah semangat supaya bisa posting scarface seminggu sekali

  7. Ahra sangat mengenal kyu dan tahu kalau kyu sedang jatuh cinta tapi kyu sendiri masih berusaha menyangkalnya. Siwon kalau jatuh cinta lucu juga. Senyum lebar melulu dan membuat changmin kuatir.
    Apa hubungan joon dan yifan akan berakhir? Joon terlalu shock karena menyaksikan adegan kissing wonkyu.. Hehehe
    Kasihan kyu yang punya trauma dengan ice skating padahal sepertinya siwon menyukai ice skating. Niat hati ingin menolong kyu tapi siwon malah terjatuh dan akhirnya pingsan. Untung siwon masih sempat menelpon changmin. Tapi dasar siwon, dia tidak minta tolong untuk dirinya tapi malah mengkawatirkan keadaan kyu. Ayo,changmin. Cepatlah datang dan tolong mereka. Jadi penasaran dengan kelanjutannya. Ayo Diera, jangan buat aku penasaran lama-lama.. Hehehe
    Semangat ya.. ^_^

  8. Oh tuhan…ini membuat aku penasaran..>_<
    Ditunggu lanjutan selanjutnya chinggu..aku sih mau nya haneul merebutin kyu-kyu bareng siwon..biar seru gitu..hahahahah..makasih chinggu udah publis part ini..dan aku siap menunggu part selanjutnya ^__^

  9. Hahahahaha benerkan cinta bisa bikin org bodoh,,,, ahra sama chsngmin ajah setuju….. XDDDDD
    duuuuuh feelnya wonkyu berasa banget kalo mereka makin deket,,,, suka ketika kyu terlihat seperti anak kecil di hadapan siwon, ahra oenniebener deh mungkin salh umur kli kyu….
    part terakhir bikin gak enak ih,,,, ketahuan dong nannti klo wonkyu lagi barengan,,,,
    duuuhhhh kyu dr luar terlihat kuat tp sebenarnya rapuh bgt,,..
    makin shock pasti pas tau Siwon juga jatuh dan sakit….. 😭😭😭😭😭😭😭

  10. waaaaahhhh… update… Senangnya…
    apalagi ada wonkyu nya,,, hehe
    ku tunggu lanjutannya ya…:)
    terimakasih 😀

  11. wow wow wow chanyeol dan kyungsoo hadeuhhhh kan kan kenapa bisa begitu
    jadi sedih liat joonmyeon ama kevin gk seindah hubungan chansoo
    itu kyuhyun ama siwon aishhh makin romantis aja sich main ice scating hahahaha kyuhyun yang malu malu dan sidaddy yang gentle begitu melindungi
    tapi tetep aja ujung”nya kyuhyun kena incident juga dan siwon juga ikut”an kena incident
    makin tegang aja ceritanya

  12. Aaaakkkkwonkyudaebaaakkk,,,mian diera-ssi ru bs komen d chap ini,,,mey2 dsni slm knl,fans berat ff diera dr jaman two face,the president,n only one,,,maap ru komen $krg2 ni,,ff ny bikin speechleesssss c jd seringny komen dlm hati (apadeeh)…hhhh smangat nulis ff ny,saia setiaa mnunggu updateanny…saranghaeeee ^^ (eh?)

  13. Woaaaa eonnie akhirnya comeback.
    Pas waktu kapan aku mampir ke blog eonnie dan tiba² wp nya dikunci dan itu nyesssss bsnget:(
    tapi aku seneng akhirnya scarface update juga, yeeeeeeaaaayyyyy ☺
    eon update lanjutannya dicepet ne trus banyakin wonkyu momentnya.
    Hihihihi

  14. Kenapaaaaa dengannn merekaaaaaa jangannn bilangg ntar siwon amnesiaaaa. Hwwwuuuaaaaaa kenapa jdi bknnn gemessszzzzz hikssss pleaseeee ngga sabar baca chap selanjutnyaaaa …. Semogaaa di chap slanjutnya wonkyu makiiinnnn deketttttt aminnnn

  15. wah ganti suasana nih wp nya..
    wonkyu smakin deket,, mana ahra aja nyadar kalo adenya sdg jtuh cinta..
    tp begonya kyu malah ngrasa g.. hehehe…
    tapi yg bkin panik itu loh siwon,, dy gpp kan??
    kyu juga… moga aja chang cpet nyampe tmpat..
    kalo bs sih jgn smp bnyak org tw soal wonkyu ada d ice ring berduaan aja…

  16. Ah pasti tbc nya buat penasaran,, sllu suka klo liat moment wonkyu, suka kyu yg kek anak kecil dan butuh perlindungan siwon,, eumm so sweeettt,, ayo thor lanjut next chap nya ya,, always waiting next chap,

  17. Kyaaaaaaaaa penasaraaaaaaaaaannnnnnnnn
    haduuuuhhhh kapan ff ni lanjut, ga sabar banget kelanjutannya
    ditungggu……..

  18. siwon mulai melakukan pendekatan yaa??? wah, sepertinya dia menerima perasaannya pada kyu, sedangkan kyu masih galau aja,
    mereka baik2 aja khan? kyu banyak banget traumanya,
    hub. krisho balik ketitik awal? chanyeol sama kyungsoo? jarang ada pair mereka, emang da chemistry nya ya?

  19. Ahra trnyata lbh tau soal perasaan Kyuhyun dripada Kyuhyun sendiri ckck
    Siwon aja udh sadar sma perasaan nya,tpi Kyuhyun kapan? duuh greget bgt sumpaaaah 😷😷
    Well ~ jdi Yifan nyerah nih sma perasaan nya ke Joon? tpi kyak nya Joon bru sadar sma perasaan nya,tpi dia tepis.
    heung ~ ChanSoo?? haha boleh jg tuh..mreka sma2 ada perasaan tpi gabisa jadian.
    why??
    haha Kyu tumben nurut bgt sma Siwon?? biasa nya dipaksa dlu,bru mau dia wkwk
    dan waaw ~ Won udh berani pegang2 Kyu nih,tpi Kyu nya nolak mulu iih -_-
    duuh Kyu knapa? dan Siwon knapa hrs ada acara jatuh sgala sih?? jdi gabisa nolong kan 😥😥
    Chwang smoga cepet2 dateng nd nyelamatin kedua nya 😣😣
    ha? pasangan Ha Neul yg itu Diera? Park Boong Soo aka Seo Jun Ho aka Ji Chang Wook?! 😱😱😱
    muahaha boleh2 dimasukin,jarang2 ada Chang Wook di ff kkk ~
    eh tpi bener kan Chang Wook? smoga bener hihi
    ditunggu next nyaaaa 😍😍

  20. ah wonkyu ny mokin seru,,krisho mla mundur lagiihhhh,
    yifan ikut liburan ke thailan kan y noona,,,,,, next chap krisho moment pleiissssssssssss ,,,,,,,,,,,,,,,,,
    fighting noona

  21. Wonkyu makin sweet deh, masing2 udah saling cinta yaa meskipun kyu blum mngakuinya
    ya ampun wonkyu kompak bgt msuk rs breng, mga aja mreka baik2 aja
    lanjut diera

  22. Udah jujur aja kyu, lu emang udah cinta sama siwon.
    Buktinya ahra sampai seyakin itu 😀
    Btw efek dari kecelakaan pas kecil besar banget ya, bahkan sampai sekarang udah 30-an.
    Tapi kata sikyu lukanya kecil, kenapa sampai setrauma itu ya dia?
    Dan changmin-ssi,
    Datanglah segera!
    Jduh jangan sampai deh mereka kenapa-napa :/

  23. sungguh ini penasaran gimana ma keadaan nya siwon selanjutnya…pasti bikin wonkyu tambah deket lagi,,smoga aja,,hehe,,ditunggu lanjutannya.. 😀

  24. sungguh ini penasaran gimana ma keadaan
    nya siwon selanjutnya…pasti bikin wonkyu
    tambah deket lagi,,smoga aja,,hehe,,ditunggu
    lanjutannya..

  25. Ahra lebih tau ternyata tentang perasaan yang Kyuhyun sedang rasakan..
    Aduh kyu n won kenapa??
    mudah-mudahan mereka gak kenapa-napa dan changmin cepet nolong mereka berdua..
    Di tunggu kelanjutannya.. 😀

  26. aaacckk .. wonkyu makin mesra banget… tapi kecelakaannya, gak parah kan ?? ga bikin wonkyu menderita kan ?? baru aja seneng masa wonkyu harus menderita….
    buat krisho, ah makin menjauh aja …
    good luck author-sshi~

  27. seneng liat wonkyu makin deket dan kyu kayanya udah nyaman dan terbiasa dgn kehadiran siwon disisinya…btw kasian liat kyu kayanya punya trauma yg buruk dan kasian siwon malah jatuh dan gak sadarkan disaat yg gak tepat…semoga wobkyu gpp

  28. Ah siwon pake acara jatuh disaat yg tidak tepat segala sih… Tp smoga ga knpa” dech
    dan spertinya jg kyu pnya trauma yg berat sama kjadian masa kecilnya nih…

  29. Kyaaaa!!momment WonKyu sdh mkin sering terjadi.Smga perkembngan perasaan mereka bs mndapatkan tnggapan positif.

    Dan untuk Joon..apa dia tdk bisa bersikap sdkit lbh hngat ke Yifan..????

    Gumawo eonni…

  30. Diera, saya ngeblank nih mau komen apa. Susah buat ngungkapin pake kata2.

    At least hubungan Wonkyu ada perbaikan lah menuju yg lebih baik, tapi ga tau jyga ya dengan kejadian ini jangan2 malah bikin mundur juga. Soalnya ga nyangka aja trauma Kyu dalem banget. Uh Pak Boss pake acara jatoh segala lagi. Mudah2an dua2nya gpp ya

    Krisho tambah mundur dehhhh, udah si Joon kalo kamu baca sms Kevin sampe lama kaya gitu itu artinya kamu punya hati ma dia!!

    Wow, Ahra aja sampe sadar kalo adeknya yang tersayang lagi jatuh cinta lagi. Lagian batas antara cinta ma benci tuh tipis hahahaha

    Eh pair baru, ga nyangka kamu bakal pasangin Chanie sama Soo. Pas juga, yang satu tinggi gede, yang satu imut. Kalo pelukan pas lah hahahahaha

  31. wonkyu tambah akrab nih
    apalagi eonni buat pasangan chansoo di chapter ini aku suka deh
    semoga wonkyu bisa bersatu secepatnya…

  32. Astaga, astaga, astaga.
    Abang won kasian ih, baru ajja mulai dket ama kyu malah dpet kecelakaan gtu. .
    Hueeee
    Kyu jg ternyata punya trauma yg lumayan parah. . hiks 😖😖
    Moga2 wonkyu baik2 ajja amiiin. . ^^

  33. Q pkir meragukan kelelkian cho ckup bnar,,,dy ga bs mnunggang kuda,,main ice skating,,trus ga bs mlawan kekuatan siwon…pi trnyata kyu pnya trauma yg ckup bsar ttg ice…….aksi heroik siwon gagal krna dy jatuh…..smga wonkyu akan baik2 sja….

  34. hubungan wonkyu udah ada kemajuan, ahra lebih dulu tau kalo kyu lagi jatuh cinta sedangkan kyu sendiri belum sepenuhnya menyadari.
    kyu nurut banget apa yang dibilang siwon, lucu aja jadinya jadi kaya anak kecil.. hehehe
    ternyata kyu punya trauma yang lumayan parah sampe dia kya gitu, niat mau bantuin kyu malah siwon jatuh. semoga wonkyu nggak kenapa2

  35. Aigooo….ternyata kyuhyun punya trauma dg ice skating, ditambah lagi skrg siwon jg mendapat kecelakaan saat berusaha menolong kyuhyun. Smga saja trauma kyuhyun tdk semakin parah krna siwon jg trluka di ice rink…
    Mianhae krna aku commentnya kebanyakan wonkyu doank krna otp ku adl wonkyu, utk krisho aku sekedar mengikuti aja..😁😁😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s